1                                           BAB I                                   PENDAHULUAN1.1 Teori Dasar       Local...
2     Packet Tracer terbaru yaitu versi 5.3.3. Dalam versi ini dapatmensimulasikan Application Layer protocols, Routing da...
3gunakan pada topologi kita inginkan. Aplikasi Packet Tracer dapatdiinstalasikan ke PC maupun laptop dengan spesifikasi re...
4fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Addressdan subnet mask pada interface-interface dev...
5      dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan      membuat tabel routing dinamis, dengan ...
6kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah portsehingga sering dinamakan multi-port bridge....
7    Memfasilitasikan penambahan penghilangan atau penambahan workstation    Menambah jarak network ( fungsi sebagai repea...
8        ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau        perangkat standar lainnya. Wire...
9     Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringandapat saling berkomunikasi dengan komputer lain...
10   Biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan   jaringan   Tidak memerlukan Operating Sys...
11   Pin 3 : Putih/Oranye                        Pin 4 : Biru   Pin 5 : Putih/Biru                          Pin 6 : Oranye...
12        KELEMAHAN               Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,karena pada jaringan tipe ini              ...
13Protocol adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI ReferenceModel) atau protokol lapisan internetwork (i...
14      Adapun terminology dari IP address terdiri dari :    Bit, terdiri dari bilangan 0 atau 1.    Byte, terdiri dari 7 ...
15bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network darinetwork yang lain, sedangkan host ID berpera...
16Network ID = 113 dan Host ID       = 45.5.6. Sehingga IP address diatas berartihost nomor 46.5.6 pada network nomor 113....
171.1.4    Subnet Mask             Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang         mengac...
18    Kelas           Format                 Subnet Mask Default     A              N.H.H.H                      255.0.0.0...
19tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnyahanya tersedia untuk alamat IP kelas B.        C...
20  255.224.0.0     /11   2097152  255.240.0.0     /12   1048576  255.248.0.0     /13   524288  255.252.0.0     /14   2621...
211.1.5    OSI Layer             Untuk    menyelenggarakan      komunikasi     berbagai   macam     vendor        komputer...
22Model OSI tersebut terbagi atas 7 Layer dan Layer tersebut sebagai berikut :1.) Layer Physical      Ini adalah layer yan...
23eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa,seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Net...
24komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layerini: NETBIOS: suatu session interface dan p...
25membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akanberoperasi padanya, protocol seperti FTP, teln...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bab i. jaringan peer to peer

1,588

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,588
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Bab i. jaringan peer to peer"

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN1.1 Teori Dasar Local Area Network merupakan sekumpulan komputer yang salingdihubungkan dalam suatu area tertentu yang tidak begitu luas, seperti pada kantoratau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan / LAN, yaitujaringan Peer to Peer (P2P) dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer,setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak sebagai server ataupunworkstation. Sedangkan pada jaringan Server-client, hanya satu komputer yangbertindak sebagai server sedangkan lainnya sebagai workstation.1.1.1 Cisco Paket Traker 1. Gambaran Umum Cisco Paket Traker Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.
  2. 2. 2 Packet Tracer terbaru yaitu versi 5.3.3. Dalam versi ini dapatmensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, andEIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA (CiscoCertified Network Associate) yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilassoftware ini bertujuan untuk kelas CCNA. Taget Packet Tracer yaitumenyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasanberupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitupengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisadigunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi5.3, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukantermasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP. Packet Tracer merupakan salah satu aplikasi keluaran Cisco sebagaisimulator untuk merangkai dan sekaligus mengkonfigurasi suatu jaringan(network). Sama halnya dengan simulator–simulator jaringan lainnya sepertiGNS3, Dynamips,Dynagen maupun simulator lain yang khusus digunakan padaSimulasi jaringan. Aplikasi ini sangat praktis digunakan untuk mendesain topologi jaringanyang kita inginkan, disertai dengan berbagai perangkat-perangakat jaringandibutuhkan pada suatu area network misal router, switch, hub maupunperangkat lainnya. Dengan dukungan dari banyak perangkat tersebut akanmemudahkan kita dalam menentukan jenis perangkat jaringan yang akan kita
  3. 3. 3gunakan pada topologi kita inginkan. Aplikasi Packet Tracer dapatdiinstalasikan ke PC maupun laptop dengan spesifikasi rendah sehingga tidaktergantung pada spesifikasi yang baik sekalipun. Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan, bagi pemula, sebaiknyaditentukan dulu jenis device yang digunakan, berapa jumlahnya dan bagaimanabentuk konfigurasi jaringan tersebut pada kertas buram. Jenis-jenis kabelpenghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut :Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through : Router – Switch Router – Hub PC – Switch PC – HubUntuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over : Router – Router Router – PC Switch – Switch Switch – Hub Proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan.Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan
  4. 4. 4fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Addressdan subnet mask pada interface-interface device (pada Router, PC maupunServer), pemberian Tabel Routing (pada Router), pemberian label nama dansebagainya. Setelah proses konfigurasi dilakukan, maka tanda bulatan merah padakabel yang terhubung dengan device tersebut berubah menjadi hijau. Ada 2mode konfigurasi yang dapat dilakukan : mode GUI (Config mode) dan modeCLI (Command Line Interface).2. Komponen-Komponen Pada Paket Traker 1. Router Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuahjaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenalsebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringanseperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapisOSI. Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni: static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
  5. 5. 5 dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. 2. Bridge Bridge jaringan adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untukmemperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringanberoperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapatdigunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda,seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabelserat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda. Bridge berfungsiuntuk membagi sebuah jaringan hingga menjadi dua buah jaringan. Bridgemengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan denganteratur . 3. Switch Switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan(penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkanalamat MAC). Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau routerpada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara
  6. 6. 6kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah portsehingga sering dinamakan multi-port bridge. 4. Repeater Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyalWIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyalWIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server(CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint) Fungsi Repeater Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server (pemancar) Untuk memperjauh sinyal dari Server (pemancar) Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server 5. Hub Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, PhysicalLayer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atauconcentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. HUB tdkMengenal MAC Addressing / Physical Addressing shingga tdk bisa memilahdata yg harus ditransmisikan shingga collision tdk bisa dihindari daripenggunaan HUB ini. Fungsi HUB
  7. 7. 7 Memfasilitasikan penambahan penghilangan atau penambahan workstation Menambah jarak network ( fungsi sebagai repeater ) Menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda ( Ethernet, Toket ring, FDDI ) Menawarkan featur yang fault tolerance ( Isolasi Kerusakan ) Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic) 6. Coaxial Splitter Coaxial Splitter adalah sebagian kecil dari perangkat keras elektronikyang dirancang harus terpasang ke kabel koaksial untuk tujuan pemisahansinyal. Orang menggunakan splitter koaksial sehingga mereka dapatmenyambungkan beberapa perangkat ke dalam kabel koaksial yang sama,seperti misalnya ketika orang memiliki Internet kabel dan televisiberlangganan, dan ingin dapat menghubungkan televisi dan komputer kesaluran koaksial masuk. Banyak elektronik dan perangkat keras stok tokokoaksial splitter, dan mereka juga dapat dipesan dari perusahaan elektronik. 7. Access Point Dalam ilmu jaringan komputer, pengertian Wireless Access Pointperangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop,
  8. 8. 8 ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau perangkat standar lainnya. Wireless Access point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (seperti laptop, printer yang memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan. Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan. Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data / internet melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.1.1.2 Jaringan Peer To Peer Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan Jaringan Peer to Peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP.
  9. 9. 9 Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringandapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpaperantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber dayakomputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali danpembagian hak akses. Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendirisekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masingKomputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputeryang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsikomputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masingkomputer. Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputerskala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, lab komputersekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai dalam membangunjaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakaipenggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidakmemerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masingkomputer. Beberapa hal dari jaringan Peer to Peer ini adalah : Tidak perlu spesifikasi yang setara untuk setiap komputer (bisa beragam) Biasanya tidak ada komputer pusat yang dijadikan sentral jaringan
  10. 10. 10 Biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan jaringan Tidak memerlukan Operating System khusus seperti untuk server Jika ada 1 atau lebih komputer yang rusak atau tidak bekerja, komputer lain tetap dapat berfungsi normal Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabelUTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline karena jika menggunakanStraight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable isunplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudahsupport dengan straight through. Perlu ketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil didalamnya yang memiliki warna berbeda. 4 pasang kabel itu adalah :Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Orange,Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat Salah satu sisi kabel dibuat sesuai dengan standar “Straight Through”,sedangkan sisi kabel lainnya, dilakukan “Cross-Over”, yaitu : Pin 1 : Putih/Hijau Pin 2 : Hijau
  11. 11. 11 Pin 3 : Putih/Oranye Pin 4 : Biru Pin 5 : Putih/Biru Pin 6 : Oranye Pin 7 : Putih/Coklat Pin 8 : Coklat Keuntungan dan Kelemahan Jaringan Peer to Peer. Bila ditinjau dariperan server di kedua tipe jaringan tersebut,maka server di jaringan tipe peer topeer diistilahkan nondedicated server,karena server tidak berperan sebagaiserver murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.KEUNGGULAN Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti : harddisk, drive, fax / modem, printer. Biaya operasional relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan client- server,salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, Sehingga bila salah satu komputer mati atau rusak,jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
  12. 12. 12 KELEMAHAN Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,karena pada jaringan tipe ini setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada.Di jaringan client-server komunikasi adalah antara server dengan workstation. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer /peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki. Karena data jaringan tersebar dimasing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.1.1.3 IP Address Secara sederhana IP merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet. Agar jaringan intrenet ini berlaku semestinya harus ada aturan standard yang mengaturnya karena itu diperlukan suatu protokol internet. Namun secara lebih complicated definisi Internet
  13. 13. 13Protocol adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI ReferenceModel) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPAReference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukanpengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputerberbasis TCP/IP. Versi IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4) yangdidefinisikan pada RFC 791 dan dipublikasikan pada tahun 1981, tetapi akandigantikan oleh IP versi 6. Protokol IP merupakan salah satu protokol kunci didalam kumpulan protokol TCP/IP. Sebuah paket IP akan membawa data aktualyang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya. Metode yangdigunakannya adalah connectionless yang berarti ia tidak perlu membuat danmemelihara sebuah sesi koneksi. Selain itu, protokol ini juga tidak menjaminpenyampaian data, tapi hal ini diserahkan kepada protokol pada lapisan yanglebih tinggi (lapisan transport dalam OSI Reference Model atau lapisan antarhost dalam DARPA Reference Model), yakni protokol Transmission ControlProtocol (TCP). IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalahbilangan yang digunakan sebagai pengenal bagi tiap-tiap mesin yang beradapada jaringan IP. IP Address berfungsi untuk mengetahui lokasi dari devicedalam sebuah jaringan(network). IP Address merupakan logical addressingbukan hardware addressing. IP Address di desain agar dapat mengizinkansebuah host berkomunikasi dengan host lain tanpa memperdulikan jenisteknologi LAN yang digunakan.
  14. 14. 14 Adapun terminology dari IP address terdiri dari : Bit, terdiri dari bilangan 0 atau 1. Byte, terdiri dari 7 atau 8 bit tergantung apakah menggunakan bit parity atau tidak, yang lebih sering digunakan ada asumsi 1 byte sama dengan 8 bit. Alamat Network, alamat yang menandai satu kelompok jaringan. Network address digunakan dalam proses routing guna mengirimkan paket ke jaringan lain. Broadcast Address, alamat yang digunakan untuk mengirimkan data ke semua host dalam sebuah jaringan. Contohnya 255.255.255.255, alamat tersebut akan menyebabkan sebuah host mengirimkan data ke seluruh host yang termasuk dalam satu kelompok jaringan. Sebuah alamat IP terdiri dari 32 bit. Dari 32 bit tersebut dibagi menjadi 4bagian, masing-masing bagian terdiri dari satu byte (8 bit). Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni: IP versi 4 (IPv4) IP versi 6 (IPv6)Pembagian Kelas IP Address Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IPAddress, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu. IPAddress dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan
  15. 15. 15bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network darinetwork yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalamsuatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang samamemiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Addressmerupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garispemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelasnetwork. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C,kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yangdapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakansecara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untukkeperluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukanpembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IPAddress. IP address kelas A IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yangsangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214(16juta) IP address pada tiap kelas A Pada IP address kelas A , network IDadalah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengandemikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah :
  16. 16. 16Network ID = 113 dan Host ID = 45.5.6. Sehingga IP address diatas berartihost nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B IP address kelas B mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecilseperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas B selalu diset 111. Network IDterdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host. IP address kelas C IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertamaIP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast groupyang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilahnetwork ID dan host ID. IP address kelas D dan E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisarantara 248-255. Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yangdigunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan networkprefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkanpanjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelasB 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakanpanjang bit untuk network prefix kelas B.
  17. 17. 171.1.4 Subnet Mask Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut: Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1. Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0. Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
  18. 18. 18 Kelas Format Subnet Mask Default A N.H.H.H 255.0.0.0 B N.N.H.H 255.255.0.0 C N.N.N.H 255.255.255.0 Tabel 1.1 Subnet MaskKeterangan : N = alamat jaringan, H = alamat host Classless Inter-Domain Routing (disingkat menjadi CIDR) adalahsebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbedadengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dankelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkandengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalamkelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalahbahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidakdigunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukunghingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yangsangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A inijarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyaksekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengancara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat
  19. 19. 19tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnyahanya tersedia untuk alamat IP kelas B. CIDR digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnet mask agarlebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yangsesungguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull addresspada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah /16 sampai dengan/23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata. Berikut adalah table dari CIDR: Subnet mask CIDR Jumlah Host 0. 0. 0. 0 /0 4294967296 128.0.0. 0 /1 2147483648 192.0.0. 0 /2 1073741824 224.0.0. 0 /3 536870912 240.0.0. 0 /4 268435456 248.0.0. 0 /5 134217728 252.0.0. 0 /6 67108864 254.0.0. 0 /7 33554432 255.0.0.0 /8 16777216 255.128.0.0 /9 8388608 255.192.0.0 /10 4194304
  20. 20. 20 255.224.0.0 /11 2097152 255.240.0.0 /12 1048576 255.248.0.0 /13 524288 255.252.0.0 /14 262144 255.254.0.0 /15 131072 255.255.0.0 /16 65536 255.255.128.0 /17 32768 255.255.192.0 /18 16384 255.255.224.0 /19 8192 255.255.240.0 /20 4096 255.255.248.0 /21 2048 255.255.252.0 /22 1024 255.255.254.0 /23 512 255.255.255.0 /24 256255.255.255.128 /25 128255.255.255.192 /26 164255.255.255.224 /27 32255.255.255.240 /28 16255.255.255.252 /29 8255.255.255.248 /30 4
  21. 21. 211.1.5 OSI Layer Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer, diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak. Dalam dunia computer dan telekomunikasi, interpreter identic dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standardisasi ISO (International Standardization Organization) pada akhir 70an, membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi harus berpedoman pada model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik hingga aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi juga sangat diperlukan dalam membangun jaringan Internet. OSI menjelaskan bagaimana data dan informasi jaringan berkomunikasi dari sebuah aplikasi pada sebuah komputer berjalan melalui jaringan, menuju ke aplikasi di komputer lain. OSI menjelaskan melalui pendekatan pemecahan menjadi lapisan-lapisan (layer). Analogi konsep layer adalah seperti dalam departemen / bidang dalam sebuah perusahaan, setiap departemen memiliki tugas yang berbeda, dan hanya terfokus padahal tertentu sesuai pembagian tugas.
  22. 22. 22Model OSI tersebut terbagi atas 7 Layer dan Layer tersebut sebagai berikut :1.) Layer Physical Ini adalah layer yang paling sederhana, yang berkaitan dengan electricalkoneksi antar perlatan. Data biner di kodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisikan melalui media jaringan, sebagai kabel, transceiver dan konektoryang berkaitan dengan layer physical. peralatan seperti reapeater, hub dannetwork card adalah berada pada layer.2.) Layer data link layer in sedikit lebih cerdas di bandingkan dengan layer physical, karenamenyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara medianetwork dan layer protocol yang lebih high level, ;ayer data link bertanggungjawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggike paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok daridata) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) danTokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.3.) Layer Network Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routingsehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuanyang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnyadigunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet
  23. 23. 23eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa,seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol).Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yangmungkin dilakukan oleh Layer Network Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu Mendeteksi Error Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak Mengendalikan aliran4.) Layer Transport Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atauSPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapikhusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat darimode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antarakedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran danpemeriksaan error serta memperbaikinya.5.) Layer Session Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagaiprosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer inimenyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi
  24. 24. 24komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layerini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM,yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application.NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dariNETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, sepertiWindows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol).PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untukakses pada jaringan AppleTalk.6.) Layer Presentation Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsitunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatukoneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDICcharacter-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perludipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani olehlayer ini.7.) Layer Application Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini.Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi adaperbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antaraaplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang
  25. 25. 25membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akanberoperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 beradapada layer Application.

×