TUGAS ETIKA PROFESI       CYBER CRIME         Di Susun Oleh :  Denny Setiawan (672009151)  Fakultas Teknologi InformasiUni...
A. Pengertian Cyber Crime          Kemajuan teknologi telah merubah struktur masyarakat dari yang bersifat   lokal menuju ...
melakukan survey terlebih dahulu terhadap sasaran yang dituju. Di titik ini pelakunya   tidak melakukan tindakan apapun te...
2. Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage (Hacking)      Menurut John. S. Tumiwa pada umumnya tindakan hacker Indon...
Jakarta, Kompas - Aparat Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse KhususKepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap Dani Fir...
melalui XSS (cross site scripting) dengan menggunakan IP Public PT Danareksa    202.158.10.117, namun dilayar keluar messa...
bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (serta nasabah) dapat mengalami      kerugian finansial. DoS attack dapat di...
    Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun       multilateral, dalam upaya penanganan cyber...
    Pasal 378 KUHP tentang Penipuan ( Penipuan melalui website seolah-olah          menjual    barang)          Pasal 31...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

tugas etika profesi

3,881 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,881
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

tugas etika profesi

  1. 1. TUGAS ETIKA PROFESI CYBER CRIME Di Susun Oleh : Denny Setiawan (672009151) Fakultas Teknologi InformasiUniversitas Kristen Satya Wacana 2011
  2. 2. A. Pengertian Cyber Crime Kemajuan teknologi telah merubah struktur masyarakat dari yang bersifat lokal menuju ke arah masyarakat yang berstruktur global. Perubahan ini disebabkan oleh kehadiran teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi itu berpadu dengan media dan komputer, yang kemudian melahirkan piranti baru yang disebut internet. Kehadiran internet telah memunculkan paradigma baru dalam kehidupan manusia. Kehidupan berubah dari yang hanya bersifat nyata (real) ke realitas baru yang bersifat maya (Virtual). Realitas yang kedua ini biasa dikaitkan dengan internet dan cyber space. Perkembangan Internet yang semakin hari semakin meningkat, baik perangkat maupun penggunaannya, membawa dampak positif atau pun negatif. Tentunya, untuk yang bersifat positif kita pantas bersyukur, karena banyak manfaat dan kemudahan yang kita dapatkan dari teknologi ini. Tetapi juga, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi Internet membawa dampak negatif yang tidak kalah banyaknya dari manfaatnya. Internet membuat kejahatan yang semula bersifat konvensional seperti pengancaman, pencurian dan penipuan menjadi lebih canggih melalui penggunaan media komputer secara online dengan resiko tertangkap yang sangat kecil. Dari paparan di atas tentang realitas efek positif maupun negatif komputer, makalah ini akan memfokuskan pada Cyber Crime, contoh kasus dan tinjauan hukumnya di Indonesia. Cyber Crime adalah kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber atau di dunia maya yaitu dengan melalui internet. Tidak semua cybercrime dapat langsung dikatagorikan sebagai kejahatan dalam artian yang sesungguhnya. Ada pula jenis kejahatan yang masuk dalam "wilayah abu-abu". Salah satunya adalah probing atau portscanning. Ini adalah sebutan untuk semacam tindakan pengintaian terhadap sistem milik orang lain dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari sistem yang diintai, termasuk sistem operasi yang digunakan, port-port yang ada, baik yang terbuka maupun tertutup, dan sebagainya. Kalau dianalogikan, kegiatan ini mirip dengan maling yang
  3. 3. melakukan survey terlebih dahulu terhadap sasaran yang dituju. Di titik ini pelakunya tidak melakukan tindakan apapun terhadap sistem yang diintainya, namun data yang ia dapatkan akan sangat bermanfaat untuk melakukan aksi sesungguhnyaB. Jenis - jenis Cyber Crime 1. Cyberpiracy Penggunaan teknologi komputer untuk : • mencetak ulang software atau informasi • mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan komputer 2. Cybertrespass Penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada: • Sistem komputer sebuah organisasi atau individu • Web site yang di-protect dengan password 3. Cybervandalism Penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang : • Mengganggu proses transmisi informasi elektronik • Menghancurkan data di komputer Menurut RM Roy Suryo(2007), kasus-kasus cybercrime yang banyak terjadi di Indonesia setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu : 1. Pencurian Nomor Kredit. Menurut Rommy Alkatiry (Wakil Kabid Informatika KADIN), penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain di internet merupakan kasus cybercrime terbesar yang berkaitan dengan dunia bisnis internet di Indonesia. Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line . Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel, atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.
  4. 4. 2. Memasuki, Memodifikasi, atau merusak Homepage (Hacking) Menurut John. S. Tumiwa pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki sistem perbankan dan merusak data base bank 3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming. Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Menurut RM Roy M. Suryo, di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya.B. Contoh Kasus Cyber Crime di Indonesia • Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain. Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, “pencurian” account cukup menangkap “userid” dan “password” saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya “benda” yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung. • Membajak situs web. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan. Sekitar 4 bulan yang lalu, statistik di Indonesia menunjukkan satu (1) situs web dibajak setiap harinya. Contoh : Pembobol Situs KPU Ditangkap (kompas,2004)
  5. 5. Jakarta, Kompas - Aparat Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse KhususKepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap Dani Firmansyah (25), yangdiduga kuat sebagai pelaku yang membobol situs (hacker) di Pusat TabulasiNasional Pemilu Komisi Pemilihan Umum (TNP KPU). Kepada polisi, Dani mengaku meng-hack situs tersebut hanya karena inginmengetes keamanan sistem keamanan server tnp.kpu.go.id, yang disebut-sebutmempunyai sistem pengamanan berlapis-lapis. "Motivasi tersangka melakukan serangan ke website KPU hanya untukmemperingatkan kepada tim TI KPU bahwa sistem TI yang seharga Rp 125 miliaritu ternyata tidak aman. Tersangka berhasil menembus server tnp.kpu.go.iddengan cara SQL Injection," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur JenderalMakbul Padmanagara. Ia didampingi Kepala Bidang Humas Komisaris BesarPrasetyo dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Edmond Ilyas.Meski perbuatan itu hanya iseng, kata Makbul, polisi tetap menilai tindakan Danitelah melanggar hukum. "Kalau kita mempunyai keahlian tertentu, janganlahdisalahgunakan untuk melakukan pelanggaran hukum. Lebih baik datang ke KPU.Bilang, ’Pak, ini masih bisa ditembus’. Itu akan jauh lebih bermanfaat," tuturMakbul. Saat diperiksa polisi , Dani tampak ditemani ibunya. Dani tidak banyakbicara, tapi sempat tertawa ketika ditanya wartawan mengenai keahliannyamenghack sebuah situs di internet. Suara tawanya seperti tawa anak nakalyang kepergok sedang berbuat jahil. Menurut ibunya, Dani mempelajari teknologi komputer sejak kelas satuSMU. "Belajar secara otodidak, tidak sekolah khusus komputer atau kursus," katasang ibu, yang enggan menyebut namanya.Selain kuliah, Dani bekerja sebagai konsultan teknologi informasi (TI) di PTDanareksa di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, dengan gaji Rp 3 juta per bulan.Untuk itu, ia harus bolak balik Jakarta-Yogya. Paling tidak satu minggu sekali iaharus ke Jakarta untuk melaksanakan kontrak kerjanya dengan PT Danareksa.Dalam meng-hack TNP KPU, Dani pun memanfaatkan fasilitas PT Danareksa.Pada Jumat 16 April, Dani mencoba melakukan tes sistem sekuriti kpu.go.id
  6. 6. melalui XSS (cross site scripting) dengan menggunakan IP Public PT Danareksa 202.158.10.117, namun dilayar keluar message risk dengan level low (website KPU tidak dapat ditembus atau dirusak). Hari Sabtu, 17 April 2004 pukul 03.12,42, Dani mencoba lagi menyerang server tnp.kpu.go.id dengan cara SQL Injection dan berhasil menembus IP tnp.kpu.go.id 203.130.201.134, serta berhasil meng-up date daftar nama partai pada pukul 11.23,16 sampai pukul 11.34,27. Teknik yang dipakai Dani dalam meng-hack yakni melalui teknik spoofing (penyesatan). Dani melakukan hacking dari IP public PT Danareksa 202.158.10.117, kemudian membuka IP Proxy Anonymous Thailand 208.147.1.1 lalu msuk ke IP tnp.kpu.go.id 203.130.201.134, dan berhasil membuka tampilan nama 24 partai politik peserta pemilu. Menurut polisi, Dani juga mengubah hasil perolehan suara dengan cara perolehan suara dikalikan 10. Tetapi upaya itu tidak berhasil, karena field jumlah suara tidak sama dengan field yang Dani tulis dalam sintaks penulisan. Menurut Kepala Polda Metro Jaya, pengungkapan kasus pembobolan situs KPU ini merupakan keberhasilan Satuan Cyber Crime yang menonjol sejak dua tahunan satuan tersebut terbentuk. "Sebetulnya, banyak kasus cyber crime yang sudah diungkap, namun baru kasus ini yang mendapat sorotan publik cukup besar. Keberhasilan kami juga dibantu instansi lain seperti KPU dan telekomunikasi," tutur Makbul. Ia menambahkan, karena undang-undang tentang cyber crime belum ada, tersangka Dani dikenakan UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Salah satu pasal yang disangkakan adalah Pasal 50, yang ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 600 juta.• Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack. DoS attack merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial. Bagaimana status dari DoS attack ini? Bayangkan bila seseorang dapat membuat ATM bank menjadi tidak berfungsi. Akibatnya nasabah
  7. 7. bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (serta nasabah) dapat mengalami kerugian finansial. DoS attack dapat ditujukan kepada server (komputer) dan juga dapat ditargetkan kepada jaringan (menghabiskan bandwidth). Tools untuk melakukan hal ini banyak tersebar di Internet. DDoS attack meningkatkan serangan ini dengan melakukannya dari berberapa (puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan) komputer secara serentak. Efek yang dihasilkan lebih dahsyat dari DoS attack saja. • Kejahatan yang berhubungan dengan nama domain. Nama domain (domain name) digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan dan merek dagang. Namun banyak orang yang mencoba menarik keuntungan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya dengan harga yang lebih mahal. Pekerjaan ini mirip dengan calo karcis. Istilah yang sering digunakan adalah cybersquatting. Masalah lain adalah menggunakan nama domain saingan perusahaan untuk merugikan perusahaan lain. (Kasus: mustika-ratu.com) Kejahatan lain yang berhubungan dengan nama domain adalah membuat “domain plesetan”, yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. (Seperti kasus klikbca.com) Istilah yang digunakan saat ini adalah typosquatting.PENANGGULANGAN Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah :  Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut  Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional  Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime  Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi
  8. 8.  Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treatiesContoh bentuk penanggulangan antara lain :  IDCERT (Indonesia Computer Emergency Response Team) Salah satu cara untuk mempermudah penanganan masalah keamanan adalah dengan membuat sebuah unit untuk melaporkan kasus keamanan. Masalah keamanan ini di luar negeri mulai dikenali dengan munculnya “sendmail worm” (sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT) Semenjak itu di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT merupakan CERT Indonesia.  Sertifikasi perangkat security. Perangkat yang digunakan untuk menanggulangi keamanan semestinya memiliki peringkat kualitas. Perangkat yang digunakan untuk keperluan pribadi tentunya berbeda dengan perangkat yang digunakan untuk keperluan militer. Namun sampai saat ini belum ada institusi yang menangani masalah evaluasi perangkat keamanan di Indonesia. Di Korea hal ini ditangani oleh Korea Information Security Agency.C. Tinjauan Hukum Saat ini di Indonesia belum memiliki UU khusus/Cyber Law yang mengatur mengenai Cybercrime, walaupun UU tersebut sudah ada sejak tahun 2000 namun belum disahkan oleh Pemerintah Dalam Upaya Menangani kasus-kasus yg terjadi khususnya yang ada kaitannya dengan cyber crime, para Penyidik ( khususnya Polri ) melakukan analogi atau perumpamaan dan persamaan terhadap pasal-pasal yg ada dalam KUHP Pasal yang dapat dikenakan dalam KUHP pada Cybercrime antara lain: 1. KUHP ( Kitab Undang-Undang Hukum Pidana )  Pasal 362 KUHP Tentang pencurian ( Kasus carding )
  9. 9.  Pasal 378 KUHP tentang Penipuan ( Penipuan melalui website seolah-olah menjual barang)  Pasal 311 KUHP Pencemaran nama Baik ( memalui media internet dg mengirim email kpd Korban maupun teman-teman korban)  Pasal 303 KUHP Perjudian (permainan judi online)  Pasal 282 KUHP Pornografi ( Penyebaran pornografi melalui media internet).  Pasal 282 dan 311 KUHP ( tentang kasus Penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet).  Pasal 378 dan 362 (Tentang kasus Carding karena pelaku melakukan penipuan seolah-olah ingin membayar, dg kartu kredit hasil curian ) 2. Undang-Undang No.19 Thn 2002 Ttg Hak Cipta, Khususnya ttg Program Komputer atau software 3. Undang-Undang No.36 Thn 1999 ttg Telekomukasi, ( penyalahgunaan Internet yg menggangu ketertiban umum atau pribadi). 4. Undang-undang No.25 Thn 2003 Ttg Perubahan atas Undang-Undang No.15 Thn 2002 TTg Pencucian Uang. 5. Undang-Undang No.15 thn 2003 Ttg Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.E. Daftar Pustakahttp://www.channel-11.net/event/12.htmKompas, 2004, artikel online diambil dari http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0404/27/humaniora/994814.html.

×