Fisiologi Hewan

23,855 views

Published on

Published in: Education
4 Comments
15 Likes
Statistics
Notes
  • cara downloadnyaa gimana kka? butuh bgt nih :(
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • undownload.. ;(
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • URUS NIK EKSPORT IMPORT.
    URUS NIK PPJK/SRP BEACUKAI
    URUS NIK PENGANGKUT/SRP BEACUKAI
    (Issuing of SRP (Custom's Letter of Registration)

    URUS SRP BEACUKAI / NIK BEACUKAI
    Peraturan Menteri Keuangan Nomor 63/PMK.04/2011

    Persyaratan NIK BEACUKAI / Registrasi Kepabeanan:
    1. Akte Pendirian Perusahaan dan SK Kehakiman.
    2. Akte Perubahan Perusahaan yg Terakhir + SK Kehakiman.
    3. Domisili Perusahaan yg masih berlaku.
    4. Kartu NPWP Perusahaan.
    5. SKT (Surat Keterangan Terdaftar) NPWP.
    6. SPPKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak).
    7. SIUP PT Lokal atau Pendaftaran BKPM/Izin Prinsip/IUT Perusahaan PMA.
    8. TDP Perusahaan.
    9. API (Angka Pengenal Importir). atau PEB untuk Export atau salah satu nama barang export.
    10. SRP Lama (Apabila Perubahan).
    11. KTP dan NPWP Direksi (Pengurus Perusahaan yg ada di Akte Terakhir).
    12. KTP dan NPWP Kuasa Direksi (Penanda Tangan API) kalau ada
    13. Rekening Koran.
    14. Nama Barang yg akan di Import dan HS Barang.
    15. Laporan Keuangan (Neraca - Rugi/Laba) Perusahaan yg terakhir.
    16. Komponen Pembukuan Perusahaan:
    - General Jurnal, General Ledger dan Subsidiary Legder ( sesuai kondisi pembukuan perusahaan)
    - Jurnal Pembelian, Jurnal Pengengeluaran kas dan buku besarnya'
    - Jurnal Pembelian,

    NB, 15 s/ 16 bisa dibantu

    - Lama Proses Perubahaan SRP 5-10 hari kerja, Penerbitan Baru 20-25 hari kerja
    - Payment setelah NIK/SRP Beacukai setelah terbit
    - Dokumen pick up and delivery system (sistem antar jemput) khusus Jabodetabek, untuk luar kota kirim via TIKI.

    Jakarta
    Maya Indah Building Lt 2 Jl. Kramat Raya No. 5 A Jakarta Pusat 10450
    Tep: +(62) 21- 3142566
    Fax : +(62) 21- 3928113
    Mobile: 081385042000
    Pin BB 2262D175
    Flexi 021-70940216
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • pagi, mohon confirm jika berkenan mengenai metabolisme artemia salina, terima kasih sebelumnnya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
23,855
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
40
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
4
Likes
15
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fisiologi Hewan

  1. 1. <ul><li>PENDAHULUAN </li></ul><ul><li>Hewan membutuhkan nutrisi untuk kelangsungan hidupnya. </li></ul><ul><li>Nutrisi adalah komponen yang dikandung dalam makanan yg dapat dimanfaatkan oleh tubuh hewan. </li></ul><ul><li>Nutrisi meliputi nutrisi makro (protein, lemak dan karbohidrat) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral). </li></ul><ul><li>Pakan tubuh hewan mengalami pemecahan menjadi molekul sederhana dalam suatu proses yang disebut digesti . </li></ul><ul><li>Digesti terjadi secara mekanik maupun kimia - dipercepat oleh katalisator yaitu enzim. </li></ul>FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  2. 2. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Topik </li></ul><ul><li>Komponen pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan hewan </li></ul><ul><li>Bagaimana hewan memperoleh pakan. </li></ul><ul><li>Kebiasaan makan, tipe-tipe pakan dan metode makan. </li></ul><ul><li>Digesti fisik & kimiawi-ekstraseluler & intraseluler. </li></ul><ul><li>Absorpsi. </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  3. 3. <ul><li>KEBIASAAN MAKAN </li></ul><ul><li>Herbivora - ikan koan ( Ctenopharyngodon idella ) dan gurami ( Osphronemus gouramy ) - memiliki usus menggulung & panjang. </li></ul><ul><li>Sekitar 26% ikan Teleostei adalah herbivora - mengkonsumsi alga dan tumbuhan air. </li></ul><ul><li>Berudu bersifat herbivora sehingga ususnya panjang dan menggulung, setelah menjadi katak berubah menjadi karnivora yang ususnya pendek dan tidak menggulung. </li></ul><ul><li>Karnivora – predator, hewan kecil Nereis fucata – gigi tajam, menelan, usus pendek lurus </li></ul>FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  4. 4. Lambung ikan karnivora ( Anguilla bicolor )
  5. 5. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Hewan Karnivora UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  6. 6. <ul><li>KEBIASAAN MAKAN </li></ul><ul><li>Omnivora memakan algae, tumbuhan dan hewan lain, bahkan kadangkala memakan detritus. </li></ul><ul><li>Cacing laut Nereis pelagica, Nereis virens, Nereis diversicolor , terdapat rongga coelom, tidak memiliki usus. </li></ul><ul><li>Usus berukuran sedang, lebih pendek dari usus hewan herbivora tetapi lebih panjang dari usus hewan karnivora - ikan karper ( Cyprinus carpio ) dan ikan lele ( Clarias sp.). </li></ul>FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  7. 7. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Ikan: </li></ul><ul><li>Herbivora, Karnivora, Omnivora, Detrivora, Planktivora </li></ul><ul><li>Euryphagous – pakan campuran </li></ul><ul><li>Stenophagus – tipe pakan terbatas </li></ul><ul><li>Monophagous – satu tipe pakan </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Omnivora 61,5% Karnivora 12,5 % Herbivora 26%
  8. 8. <ul><li>Nocturnal/diurnal? </li></ul><ul><li>Nocturnal - post larva udang windu ( Penaeus monodon ) aktivitas makan tinggi jam 18.00 - 22.00, rendah jam 02.00 (Hastini, data tidak dipublikasikan). </li></ul><ul><li>Indeks kepenuhan lambung pada ikan sidat ( Anguila bicolor ) yang tertangkap di Segara Anakan pada malam hari > siang hari (Setijanto et al, 2003). </li></ul>FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  9. 9. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  10. 10. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Aktivitas makan ditunjukkan dengan perubahan harian indeks bobot isi lambung larva ikan Scomberomorus niphonius (Shoji et al., 2001) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  11. 11. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Aktivitas makan dirangsang </li></ul><ul><li>musim, </li></ul><ul><li>waktu siang-malam, </li></ul><ul><li>intensitas cahaya, </li></ul><ul><li>temperatur </li></ul><ul><li>ritme internal. </li></ul>Osphronemus gouramy UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  12. 12. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>MEKANISME MAKAN </li></ul><ul><li>Partikel kecil ( suspensi ) </li></ul><ul><li>Protozoa, Amoeba, Radiolaria, Ciliata, Bivalvia, Gastropoda, Crustacea memakan bakteri dan algae , j ml. di laut > perairan tawar. </li></ul><ul><li>d iperoleh dengan cara menyaring ( filter feeder ) , menggunakan cilia. </li></ul><ul><li>F agositosis yang dilakukan oleh Amoeba </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Partikel pakan Pakan setelah digesti Nucleus 1 2 3 4
  13. 13. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Baleen plate Burung dan beberapa mammalia - i kan paus : mammalia pemakan suspensi Lempeng baleen (baleen plate) menggantung dibagian atas mulut ikan paus. Setelah air dimasukkan kedalam mulut kemudian disemburkan keluar, makanan terperangkap dalam lempeng tersebut dan selanjutnya ditelan (Kay, 1998) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  14. 14. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Cara memperoleh pakan partikel besar : memakan massa pakan inaktif , yang terdapat disekitarnya - Lumbricus terrestris memakan partikel organik berupa detritus pada tanah disekelilingnya. </li></ul><ul><li>M oluska memiliki organ berbentuk seperti kikir - radula yang berada pada struktur menyerupai lidah - odontophore, untuk mencabik-cabik pakannya . Radula bergerak maju mundur, menggaruk partikel pakan dan kemudian diantarkan ke awal saluran digesti </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  15. 15. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Radula pada bekicot berfungsi untuk menggaruk partikel pakan yang selanjutnya dibawa ke sistem digesti. Radula bergerak kearah dan meninggalkan odontophore UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Radula Gigi pada radula Otot retraktor radula Odontofor Mulut
  16. 16. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Hydra begitu mangsa menyentuh cnidocils pada nematoblast yang terletak dalam tentacle - melepaskan nematocysts - duri beracun mengakibatkan mangsa lumpuh, bahkan mati . Selanjutnya mangs a dibawa oleh tentacle kedalam mulut, untuk selanjutnya masuk kedalam rongga enteron. Digesti ekstraseluler terjadi dalam enteron. </li></ul><ul><li>B elalang Chorthippus mandibulanya yang kuat dan bergerigi menggigit dan mengunyah makanan tetumbuhan. Maxillae dan labiumnya mengarahkan makanan ke mulut dan kemudian ditelan. </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  17. 17. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>gigi mammalia </li></ul><ul><li>gigi karnivora </li></ul><ul><li>gigi rodentia </li></ul><ul><li>gigi herbivora </li></ul><ul><li>I: incisor </li></ul><ul><li>C: canine; </li></ul><ul><li>P: premolar; </li></ul><ul><li>M: molar </li></ul><ul><li>(Withers, 1992). </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  18. 18. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti palpus Pemakan cairan darah Pemakan cairan nektar mulut lalat rumah yang memiliki proboscis dan nyamuk memiliki stylets UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  19. 19. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Musca domestica memiliki proboscis – tdp. dua labellae pada ujung distalnya & masing-masing memiliki pseudotracheae. S aat makan proboscis menempelkan labellae-nya pada makanan - menyiramkan saliva - dicerna secara ekstraseluler. Makanan cair dihisap kedalam pseudotracheae , kemudian dibawa menuju usus dengan aktivitas otot faring. </li></ul><ul><li>Anopheles sp. betina memiliki stylets untuk menusuk kulit mammalia dan masuk ke kapiler darah - dipompa kedalam tubuh nyamuk melalui kanal makanan yg t .a. hypopharynx dan labrum. Nyamuk mensekresi anticoagulant kedalam darah yang dihisap. </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  20. 20. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Algae simbiotik Hewan inang Karbohidrat yang dilepas ke hewan inang Zoochlorellae Protozoa - Paramaecium bursaria Porifera – Spongilla lacustris Coelenterata – Chlorohydra viridissima (liar) Chlorohydra viridissima (mutan) Maltosa Glukosa Maltosa Glukosa Zooxanthellae Coelenterata – Pocillopora damicornis Anthopleura elegantissima Zoanthus confertus Fungia scutaria Mollusca – Tridacna crocea Gliserol Gliserol Gliserol Gliserol Gliserol
  21. 21. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Kebutuhan Nutrisi pd Hewan </li></ul><ul><li>Hewan akuatik memperoleh ion essensial dari lingkungan lewat permukaan epitel seperti insang dan kulit, namun hewan darat memperoleh nutrien dari absorpsi melalui aluran GI tract </li></ul><ul><li>Nutrien essensial , adl senyawa kimia yang harus terdapat dalam pakan, seperti vitamin dan mineral dan juga beberapa asam amino dan asam lemak . </li></ul><ul><li>Nutrien non-essensial adl senyawa kimia yang hewan dapat memproduksi dari molekul lain. </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  22. 22. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Diet memasok energi untuk aktivitas biologi </li></ul><ul><li>Setiap diet memiliki energi content yang dpt digambarkan dlm standar unit energi: Joule atau kalori. </li></ul><ul><li>Ukuran tubuh, level aktivitas, laju pertumbuhan, status reproduksi, dan stres lingkungan adl faktor-faktor penting yang mempengaruhi laju metabolisme, dan juga kebiutuhan energi diet </li></ul><ul><li>Setiap makromolekul memiliki energi content equivalent, 1 gram protein tau karbohidrat memiliki 4 kcal, sedangkan lemak memiliki 9 kcal </li></ul><ul><li>Namun tidak semua makanan yang dikonsumsi digestable </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  23. 23. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Dietary energy Gross energy feces indigestable energy Digestable energy urine Unmetabolizable energy Metabolizable energy Spesific Dynamic Action (SDA) Net Energy UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  24. 24. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Protein <ul><li>Ukuran – kecil, sedang, besar </li></ul><ul><li>insulin – 50 asam amino, BM 6.000 Kd. </li></ul><ul><li>hemoglobin – BM 66.000 Kd. </li></ul><ul><li>fibrinogen – BM 500.000Kd. </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  25. 25. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Untuk apa? </li></ul><ul><li>Membentuk kolagen dalam tulang dan kartilago, membran sel. </li></ul><ul><li>Membentuk enzim dan hormon </li></ul><ul><li>Membentuk antibodi yang berfungsi untuk respon kekebalan </li></ul><ul><li>Sebagai protein khusus lain seperti hemoglobin </li></ul><ul><li>Filamen serabut otot </li></ul><ul><li>Penting dalam ekspresi gen </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  26. 26. Protein merupakan sumber a sam amino esensial dan non esensial Asam amino esensial Asam amino non esensial <ul><li>Threonin </li></ul><ul><li>Histidin (aromatik) </li></ul><ul><li>Arginin, </li></ul><ul><li>Triptofan (aromatik </li></ul><ul><li>Metionin </li></ul><ul><li>Isoleusin </li></ul><ul><li>Leusin </li></ul><ul><li>Lysin </li></ul><ul><li>Valin </li></ul><ul><li>Phenylalanine (aromatik) </li></ul><ul><li>Alanin </li></ul><ul><li>Asparagin </li></ul><ul><li>A sam aspartat </li></ul><ul><li>Sistein </li></ul><ul><li>A sam glutamat </li></ul><ul><li>G lutamin </li></ul><ul><li>Glysisn </li></ul><ul><li>Prolin </li></ul><ul><li>Serin </li></ul><ul><li>Tirosin (aromatik) </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  27. 27. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti K ebutuhan protein pada level optimum dalam pakannya Pertumbuhan dan efisiensi pakan bulu babi Pseudocentrotus depresus selama 8 minggu percobaan (Akiyama et al., 2001). Data yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata. UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Parameter yang diukur Kandungan protein pakan (%) 10,3 21,2 31,2 41,3 51,0 Bobot tubuh awal (g) Bobot tubuh akhir (g) Perolehan bobot (%) Efisiensi pakan (%) Konsumsi pakan harian (%) 1,56 4,34 178 b 77,8 a 2,17 b 1,66 4,84 192 b 96,5 a 1,81 b 1,68 4,84 189 b 101 b 1,72 a 1,64 4,92 200 a 96,4 1,92 1,68 4,85 188 b 84,8 a 2,05 b
  28. 28. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti Pertumbuhan Reproduksi UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Protein pakan ikan hias
  29. 29. Sumber protein Gambar 2.11. Laju pertumbuhan ikan gurami ( Osphronemus gouramy ) yang diberi pakan yang mengandung sumber protein hewani dan nabati. T: pelet mengandung tepung tubifex; I: pelet mengandung tepung ikan; IS: pelet mengandung tepung ikan dan tepung daun sente; S: pelet mengandung tepung daun sente; E: pelet mengandung tepung daun eceng gondok (Sumber data: Goenarso & Sudibya, 1999). UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN T I IS S T
  30. 30. Laju kelulusan hidup udang windu post larva yang diberi pakan cacahan cacing lur dan artemia. Polychaeta vs Artemia Laju kelulusan hidup (%) ±SD Cacahan cacing lur 95,67 5,03 Artemia 51,00 2,28 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  31. 31. Pertumbuhan dan konversi pakan, udang windu PL 20 s/d PL40 yang diberi pakan remahan mengandung tepung cacing lur. Data dalam tabel yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata (P>0,05) Parameter Persentase tepung cacing lur dalam pakan 0% 15% 30% 45% 60% Bobot awal (g) 0,33 0,34 0,33 0,33 0,34 Bobot akhir (g) 0,42 0,52 0,60 0,56 0,57 Pertambahan bobot(g) 0,09 c 0,18 b 0,27 a 0,23 ab 0,23 ab Konversi pakan 4,87 c 3,89 b 3,08 a 3,85 b 3,88 b Efisiensi protein 68 d 80 b 93 a 78 c 79 bc UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  32. 32. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti P engambilan pakan dan laju makan udang windu PL 20 s/d PL40 yang diberi pakan remahan mengandung tepung cacing lur. Data dalam tabel yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata (P>0,05) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Parameter Persentase tepung cacing lur dalam pakan 0% 15% 30% 45% 60% Pengambilan pakan 0,39 c 0,68 b 0,82 a 0,85 a 0,81 a Laju makan 103,55 d 157,66 c 177,45 bc 184,61 a 178,28 b
  33. 33. Kandungan asam amino tepung cacing lur Nereis sp. *Asam amino esensial bagi udang Penaeidae (Dall et al., 1990). Nutrisi ASAM AMINO % Threonine* 1,04 Serine 0,82 Asam glutamat 2,19 Proline 1,09 Glycine 0,86 Alanine 2,61 Valine* 2,05 Methionine* 3,23 Isoleucine* 0,90 Leucine* 3,60 Thyrosine 3,40 Phenylalanine* 5,24 Histidine* 1,04 Lysine* 7,71 Arginine* 2,67 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  34. 34. <ul><li>C acing lur mengandung asam-asam amino yang merupakan kemoatraktan bagi udang : </li></ul><ul><ul><ul><ul><li>glisin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>alanin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>serin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>metionin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>isoleusin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>asam glutamat, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>valin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>threonin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>lisin </li></ul></ul></ul></ul>Maturation diet? UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  35. 35. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>K ebutuhan protein kasar tercerna pada mamalia reproduksi meningkat sampai hampir 30 kali lipat </li></ul><ul><ul><li>K ambing kacang di Malaysia 3,6 g per kg bobot badan, </li></ul></ul><ul><ul><li>K ambing kerdil Afrika Barat 4,7 g per kg bobot badan </li></ul></ul><ul><ul><li>K ambing Jamnapari India 6,1 gram per kg bobot badan (Davendra & Burn, 1983). </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebutuhan protein pada kambingh fase pertumbuhan : 0,13 – 0,27 g per kg bobot badan </li></ul></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  36. 36. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Kandungan protein dalam pakan juga mempengaruhi kinerja reproduksi hewan invertebrata. </li></ul><ul><li>Sebagai contoh, bulu babi ( Loxechinus albus ) yang diberi pakan buatan yg mengandung protein 20,1%, bobot gonadnya lebih tinggi dari yang diberi pakan makroalgae dengan kandungan protein 17,1% dan 11,4% (Olave & Bustos, 2001 ). </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  37. 37. FISIOLOGI HEWAN I Nutrisi dan Digesti <ul><li>Kelebihan protein hewani dapat menyebabkan kadar asam urat pada manusia > 8 mg% ( hyperuricaemia ) </li></ul><ul><li>Asam urat berasal dari nucleoprotein, yang berisi protein dan asam nukleat. Asam nukleat dipecah menjadi pirimidin dan purin. Purin tsb yg dirombak menjadi asam urat. </li></ul><ul><li>Pembentukan asam urat adalah normal. Jika pengolah protein dalam tubuh terganggu atau jika pembuangan sisa limbah olahan protein kurang lancar, maka asam urat dalam darah tinggi. </li></ul>UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

×