Serial Oliv Buku 3 Bab 4 : Pesta tengah malam

475
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
475
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Serial Oliv Buku 3 Bab 4 : Pesta tengah malam

  1. 1. Pesta tengah malam Purwokerto sangat panas hari ini. Oliv Cumapake’ baju singlet di kamarnya yang sumpek. Rene, adikkelas sekaligus teman sekamar Oliv dari tadi nyalainkipas angin sambil baca komik. Kiki menggedor tembokdisamping ranjangnya. Oliv yang lagi baca novel “LaskarPelangi” udah apal dengan bunyi ini. Dia segeramembalas menggedor tembok. “Liv, keluar yuk” Kikimelemparkan surat pendek melalui lubang kecil disamping kasurnya. Oliv menjawab“Aku takut sama bu Encin” sambil menyodorkankembali kertas Kiki.“Gerah banget nih, ke lantai atas yuk! Ke ruang jemurpakaian” Kiki memaksa lipatan kertas kecil itu masukkembali ke kamar Oliv. Oliv tak kuasa menolak, di bawanya novel yangbelum kelar dibaca keluar kamar. Oliv sedikit mengintipdari pintu kamarnya, barangkali bu Encin masih kelilingkamar. “Ki, ayo!” bisik Oliv di depan pintu kamar Kiki.Kiki keluar kamar, dia mengenakan kaos tank top warnashocked pink dan sandal boneka piggy. “ Bawa apaanlu?” Tanya Kiki. “Novel” jawab Oliv singkat. “Bentar, guemau bawa sesuatu…” jawab Kiki sambil masuk kembalike kamarnya. “ Taraaaaa!” Kiki membawa termos, dua 1
  2. 2. buah cangkir, dan satu keripik kentang kemasan jumbo.“Let’s get party!” seru Kiki gembira. Oliv dan Kiki naik ke lantai atas gedung asramaputri. Langit cerah dan bintang bertebaran di angkasa.Bulan tampak sempurna. Sinarnya terang menyapa duagadis manis yang sedang asyik memakan keripikkentang sambil cekakak cekikik. “Ki…, lihat tuh! Adabintang jatuh! Ya Tuhan! Balikin Aldo padakuuuuu!” Olivteriak sekeras-kerasnya sambil menengadahkantangannya. “Lu make a wish gak Ki?” Tanya Oliv. “Ya Iyalah…, gue make a wish supaya menang lomba basketantar sekolah besok” “Wuiiiih, cieeeeeee”“biasa aja lagi! Lebay banget sih!” Kiki risih samatingkah laku Oliv yang too much. “Kira-kira do’a gueterkabul gak ya ki?”“Kayaknya enggak, orang yang teraniaya itu yangdo’anya banyak dikabulkan!” jawab Kiki singkat sambilmenggelitik perut Oliv. Oliv kegelian sambil guling-guling di lantai. “STOP! Jangan aniaya gue dong!” Olivterengah engah. “Udah berdo’a belum?” Tanya Kikimencibir. Seringai dari mulutnya membuat hati Olivtertekan. Kiki menjawil keripik kentangnya. “Lu tahu gakgue seneng banget lihat langit” kata Kiki, mulutnyapenuh mengunyah sejumput keripik. “Enggak!” jawabOliv singkat. “Yeee!” Kiki menusuk pinggang Oliv. “hi hihi…. Sewot nih ye” Oliv meledek.“langit itu indah! Ada tujuh lapisan di atasnya! Kita bisamelihat bintang, bulan, matahari, awan waah,indahnya!” seru Kiki.“Subhanallah!” jawab Oliv. 2
  3. 3. “yang lebih penting lagi liv, gue bisa memandang wajahbapak di sana!” kata Kiki serius.“dimana?” Oliv penasaran.“Tuh! Bintang yang paling terang! Itu bapak gue!”“mana sih? kagak ada bokap lu!” Oliv mendongak lebihke atas lagi.“bego banget sih! ituuuuu loh! Yang kerlipnya palingmenawan! Seolah bapakku sedang tersenyum danmatanya berkedip padaku!” Kiki menunjuk satu bintangyang paling terang.“Ooooo, itu ya!” jawab Oliv.“Waktu gue kecil, bapak selalu mengajakku keluarrumah jika langit terang dan tidak hujan. Beliau bilang,ada satu bintang yang paling terang, itu bintang bapak.Yang kecil di sebelahnya, itu bintang gue. Sampaisekarang kalau gue kangen bapak, gue selalu pandangibintang itu”“Bapak sudah pergi menembus langit ke tujuh bertemusang penciptanya”“gue jadi terharu nih” Oliv meneguk secangkir kopi.“Bapak gue udah meninggal sejak gue masih SMP. Guekangen Liv” Kiki menyeka air matanya yang sudahtumpah.“Ah, udah deh, jangan inget yang sedih-sedih…., guejadi kangen ayah juga nih”“Kita nyanyi-nyanyi aja yuuuuk” Kiki memberi ide.“Di malam yang sesunyi ini…., ku sendiri…, tiada yangmenemani….” Oliv langsung bernyanyi, di barengi Kiki,Oliv pake’ suara satu, Kiki pake’ suara kucing, he he he “Tolooooong! Toloooong!” tiba-tiba terdengarteriakan dari lantai satu. Oliv dan Kiki yang tengah 3
  4. 4. konser dadakan di lantai atas langsung terlonjak kaget.Oliv meneguk kopinya sekali lagi. “Ada apaan tuh?” Olivbertanya pada Kiki. “mene ketehe!” sahut Kiki. Oliv danKiki langsung ngibrit ke bawah. Oliv nabrak jemurankayu dan ada BH nyangkut di wajahnya. Oliv lalumembuangnya sembarangan.Sampai di lantai dua, Oliv keheranan karena kamarnyasudah sesak dipenuhi anak-anak. “Ada apaan nih?”Tanya Oliv penasaran. Meskipun belum ada yangmenjawab Oliv lalu menerobos masuk kamar. YaAmpun! Rene kesurupan! Dia menendang segala barangdalam ruangan itu. Oliv mendekap radio transistor milikpak Jaya yang sering dipinjemnya, lalu meletakkannya dipinggir ranjang.Mata Rene mendelik sambil berteriak-teriak. “Kemanasaja kamu Oliv!” Bu Encin mendelik juga. Oliv ketakutan.“sa.. saya di lantai atas?” “Ngapain? Bukannya tidurmalah keluyuran! Point 20! Melanggar aturan asrama!”Bu Encin berteriak sampai urat lehernya mau putus. Olivmerinding ketakutan. “Aaaaaaaaaaaaa!” Rene masihterus menendang seperti anak kecil yang tidak dibelikanpermen. “minta makan! Saya minta makan!” suara Reneseperti suara ibu-ibu setengah baya. Semua anak dudukdan membaca do’a. Oliv dan Kiki memegang tangan dankaki Rene. Sudah 2 jam Rene tak sadarkan diri. Bu Encinmendatangkan “orang pintar” untuk membantukesadaran Rene. Rupanya, pas ditinggal Oliv tadi, Renepengen ke kantin beli minum, sebelum melewati kantin,pas di bawah pohon mangga, Rene seperti dipanggilseorang ibu yang minta makan, karena merasa gakpunya makanan Rene menolak dengan halus. Sepulang 4
  5. 5. dari kantin Rene langsung kesurupan. Rene pun diberiayam ingkung dan bunga mawar. Dia makan bungamawar seperti makan keripik kentang punya Kiki.Sepertinya enaaaak sekali. Oliv jadi merinding, inget kelakuannya kaburlewat pintu belakang asrama dan ngumpet di bawahpohon mangga. Rupanya cerita tentang anak yanggantung diri itu memang benar adanya. Soal percayaatau tidak, Wallahu alam. Gak tahu deh. Yang jelas, ituRene udah kesurupan, jadinya Oliv udah gak mau main-main lagi dengan pintu belakang asrama. Besoknya berita tentang kesurupannya Renelangsung menyebar luas. Konon kabarnya, kesurupansampai menular ke beberapa teman perempuan sekelasRene. Wak! Kayak flu burung aja tuh, sehari udah ada 3korbannya, UKS penuh sesak, tim palang merah nyampekewalahan, karena korban terus bertambah. Oliv gaktahu lagi mesti ngomong apa. Kiki juga manyun doangmelihat keadaan ini. Engel ngomel gak abis-abis. Dianyalahin Kiki dan Oliv, melanggar aturan itu hukumnyaharam buatnya. Erly wajahnya pucat pasi. Dia takutketularan juga. Sekolah dibubarkan. Anak-anak senang bukankepalang. Artinya pulang lebih awal. Ada yang udahrencana mau ngabur ke mall, ada yang mau nge date,ada yang mau nge game di rental PS. Kiki dan Olivbelum ada rencana pulang ke asrama, mereka masihsyok masuk ke kamar. Engel niatan mau mencari “orangyang lebih pintar” dari “orang pintar” yang disewa buEncin. Erly dengan senang hati ingin mendadak jadiingin ngebantuin mamanya jualan kue apem. “Jangankeluyuran! Diam di rumah dan berdoa, kita pulang lebih 5
  6. 6. wal bukan untuk main. Tapi belajar di rumah. Sebabsuasana sekolah sedang tidak mendukung KBM. Barangsiapa yang tidak langsung pulang ke rumah, niscayaakan ikut kesurupan juga!” Pak Hadi memberiperingatan, setengah mengancam, setengah menuduh.Seolah dia tahu rencana anak-anak. Anak-anak punbergidik,ngeper juga sama ancemannya Pak Hadi, sangasisten guru. Belum jadi guru aja gualaknya mintaampun. Gimana entar kalo’ dah jadi kepala sekolah. Hihi hi…. Akhirnya “orang pintar yang lebih pintar”datang ke sekolah atas panggilan Engel. “Ibu, bapak,apakah di asrama ini sering diadakan perkumpulanpengajian, atau doa bersama?” Tanya orang pintar,yang ternyata bernama pak Kushendi. “Beberapa waktumemang kami adakan pak, namun, lambat laun,pesertanya terus berkurang” Bu Encin memberpenjelasan. “Ibu, ada baiknya kegiatan itu diadakan lagi,supaya tidak ada siswa yang pikirannya kosong, laludimasuki setan” kata pak Kushendi dengan nada bicarayang santun. “Mari kita kumpulkan anak-anak, lalu kitamembaca ayat suci bersama, kita berdoa supaya selaludilindungi Allah, dan dihindarkan dari godaan setan”,pak Kushendi memberikan saran, yang langsung diikutioleh semua penghuni asrama. Mereka membawaAlQurannya masing-masing, kemudian membaca suratYasin bersama. Setelah itu pak Kushendi me rukyat parasiswa yang kesurupan. Dan Alhamdulillah, semualangsung sadar. Ternyata pak Kushendi memang orangpintar, sebab setelah seharian me rukyat para siswa, dialalu minum jamu tolak angin. Hi hi hihi… 6
  7. 7. Seminggu berlalu, peristiwa kesurupan cukupjadi pengalaman Rene dan korban lainnya saja. Olivsama sekali tak tertarik. Dia cukup sebagai saksi, bahwaada makhluk di dunia ini yang sering nyasar masuk kejiwa manusia, terutama jiwa yang kosong. Hhhhh…,untung semua udah kembali normal, tapi, semuaperistiwa itu memberikan pengalaman baru buat Oliv.Pengalaman mistik. Boleh mengangguk atau mendelik.Perkara klenik memang sulit ditelisik. Apalagi kalau kitabelum punya trik, buat kau klik. Bukan soal magic, tapiasyik……hihihi 7

×