• Like
  • Save
Tugas executive support system for bussiness expert system
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tugas executive support system for bussiness expert system

on

  • 2,345 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,345
Views on SlideShare
2,342
Embed Views
3

Actions

Likes
0
Downloads
43
Comments
0

2 Embeds 3

http://twitter.com 2
https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas executive support system for bussiness expert system Tugas executive support system for bussiness expert system Document Transcript

    • TUGAS EXECUTIVE SUPPORT SYSTEM for BUSSINESS : EXPERT SYSTEM Dosen : Dr. Lien Herlina Kusumah, SE , MTNama : Kristine Melva Hakim SianiparNIM : 55111120095 Magister Manajemen Universitas Mercu Buana 2012
    • DAFTAR PUSTAKADaftar Pustaka ……………………………………………….............. iBAB I PENDAHULUAN………………………………………….... 11.1 Latar Belakang ………………………………………………. 11.2 Identifikasi Masalah …………………………………………. 11.3 Tujuan Penulisan …………………………………………….. 2BAB II LANDASAN TEORI ………………………………………. 32.1 Konsep Dasar Sistem Ahli (Expert System) …………………. 32.2 Kelebihan dan kekurangan Sistem Ahli (Expert System) ……. 52.3 Struktur sistem ahli (expert system) ………………………….. 82.4 Kategori Sistem Ahli (Expert System) ………………………... 12BAB III KESIMPULAN …………………………………………….. 14DAFTAR PUSTAKA
    • BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Dalam organisasi setiap hari kita akan menjumpai sejumlah masalah yangcukup rumit, dimana ada beberapa kasus dapat diselesaikan dengan prosedurprosedur standar, akan tetapi ada beberapa masalah juga yang tidak cukupdiselesaikan dengan prosedur standar, dan data yang dipresentasikan secara tidaklengkap, dan tujuan serta kendalanyapun hanya dapat dipahami secara parsial.Dalam kasus seperti ini, pemrosesan data secara tradisional tidak cukup untukmemecahkannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, komputer bisa menjalankanbagian pemecahan masalah yang bisa dipahami dengan baik dan penggunakomputer tersebut dapat menggunakannya untuk memecahkan masalah masalahyang ada dengan cara memasukkan dan memodifikasi data, prosedur,atau tujuan ,dan menggunakan pengetahuan mengenai masalah tersebut untukmemuuutttuskan dan menentukam strategi pemecahan sebuah masalah. Komputer menerapkan prosedur standar terhadap data tertentu yang sangatterstruktur, namun ia tetap mengandalkan manusia untuk memutuskan proseduryang cocok bagi situasi yang ada dan memutuskan apakah hasil yang ada telahmemuaskan atau sesuai dengan yang diharapkan. Sistem ahli (expert system), salah satu cabang dari kecerdasan buatan(artificial intelligence), merupakan piranti lunak yang berfungsi dalam halpenyelesaian masalah (problem solving ) atau klarifikasi pada tingkat pengetahuanseorang ahli. Sistem ahli yang mulai berkembang sejak tahun 1956 telah banyakmemberi kemajuan
    • 1.2 Identifikai Masalah 1. Bagaimana konsep dasar kerja sistem ahli (expert system). 2. Apakah kelebihan dan kekurangan sistem ahli (expert system). 3. Apa saja yang menjadi bagian dari struktur sistem ahli (expert system). 4. Apa saja yang menjadi kategori atau area permasalahan yang dapat diselesaikan dengan Sistem Ahli (Expert System).1.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca dapat mengetahui : 1. Konsep dasar kerja sistem ahli (expert system), 2. kelebihan dan kekurangan sistem ahli (expert system), 3. Struktur sistem ahli (expert system), dan 4. Kategori atau area permasalahan yang dapat diselesaikan dengan Sistem Ahli (Expert System).
    • BAB II LANDASAN TEORI2.1 Konsep Dasar Sistem Ahli (Expert System) Defenisi expert system (ES) adalah suatu sistem komputer berbasispengetahuan yang menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari seorangahli. Ada beberapa definisi tentang sistem ahli (expert system) lainnya, yaitusebagai berikut :
    • a. Menurut Kus, Sistem ahli adalah suatu sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke dalam komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. b. Menurut Muh, Sistem ahli adalah salah satu cabang dari artificial intelligence yang membuat penggunaan secara luas pengetahuan yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang ahli. Sistem ahli telah dibuat untuk memecahkan masalah-masalah dalamberbagai bidang, antara lain matematika, teknik, kedokteran, ilmu komputer,sampai bidang hukum. Walaupun sistem ahli sebagai sistem komputer yang dalamberbagai hal bekerjanya jauh lebih baik dari manusia atau ahli, tetapi kita tidakbisa menghilangkan begitu saja faktor manusia dan digantikan oleh sistemkomputer, karena pada banyak situasi keahlian manusia tetap dibutuhkan, sebabkemampuan komputer terbatas. Pengetahuan dari suatu sistem ahli mungkin dapat direpresentasikan dalamsejumlah cara. Salah satu metode yang paling umum untuk merepresentasikanpengetahuan adalah dalam bentuk tipe aturan (rule) IF…THEN (jika…maka).Walaupun cara diatas sangat sederhana, namun banyak hal yang berarti dalammembangun sistem ahli dengan mengekspresikan pengetahuan ahli dalam bentukaturan diatas. Konsep dasar dari suatu sistem ahli mengandung beberapa unsuratau elemen, yaitu keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferesi, aturan dankemampuan menjelaskan. Keahlian merupakan suatu penguasaan pengetahuan dibidang tertentuyang didapatkan dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Seorang ahli adalahseorang yang mempunyai pengetahuan tertentu dan mampu menjelaskan suatutanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalahan (domain),menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, dan menentukan relevanatau tidaknya keahlian mereka. Pengalihan keahlian dari para ahli untuk kemudian dialihkan lagi ke oranglain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem ahli. Proses inimembutuhkan empat aktivitas, yaitu tambahan pengetahuan dari para ahli atausumber-sumber lainnya, representasi pengetahuan ke dalam komputer, inferensi
    • pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke pengguna. Pengetahuan yangdisimpan dikomputer dinamakan dengan basis pengetahuan (knowledge base). Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem ahli adalah kemampuanuntuk menalar (reasoning). Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basispengetahuan dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basis data,maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses ini dibuatdalam bentuk motor inferensi (inference engine). Sistem ahli menggunakan basis pengetahuan (knowldege base) sebagaidasar pemikirannya. Knowledge base tersebut terdiri dari heuristik dan sejumlahrule-rule dan aturan-aturan yang tersusun secara sistematis dan spesifik, jugarelasi antara data dan aturan (rule) dalam pengambilan kesimpulan. Knowledgebase tersebut disimpan dalam sebuah basis data pada database. Sedangkan sebagai pusat pemrosesannya adalah inference engine, yaitusuatu rancangan aplikasi yang berfungsi untuk memberikan pertanyaan danmenerima input dari user, kemudian melakukan proses logika sesuai denganknowledge base yang tersedia, untuk selanjutnya menghasilkan output berupasuatu kesimpulan atau bisa juga berupa keputusan sebagai hasil akhir konsultasi. Knowledge acquisition source berfungsi sebagai penterjemah dariknowledge base menjadi sebuah bahasa yang dapat dimengerti oleh user. Bagianini diperlukan karena knowledge base yang disimpan dalam sebuah database,disimpan dalam format tertentu, sedemikian rupa sehingga user sulitmengartikannya. Disk (working memory) adalah sejumlah modul memory yang menyimpaninformasi sementara dari suatu proses konsultasi. Setiap proses baru dijalankan,memory tersebut akan di set ke kondisi awal. Dalam menjalankan proses, memorytersebut menyimpan informasi dari rule-rule yang dipakai dalam knowledge base. Oleh karena itu, langkah-langkah perancangan sistem ahli sebaiknyamengikuti urutan sebagai berikut : 1. Menentukan batasan-batasan atau bidang konsentrasi dari sebuah system ahli yang akan dirancang. 2. Memilih jenis keputusan apa yang diambil.
    • 3. Membuat pohon keputusan (decision tree). 4. Menuliskan IF-THEN rules. 5. Merancang antarmuka pengguna (user interface).2.2 Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ahli (Expert System) Seorang ahli dengan sistem ahli mempunyai banyak perbedaan. Perbedaanantara seorang ahli dan sistem ahli, yaitu : a) Sistem hli bisa digunakan setiap hari menyerupai sebuah mesin sedangkan seorang ahli tidak mungkin bekerja terus menerus setiap hari tanpa beristirahat. b) Sistem ahli merupakan suatu software yang dapat diperbanyak dan kemudian dibagikan keberbagai lokasi maupun tempat yang berbeda-beda untuk digunakan, sedangkan seorang ahli hanya berkerja pada satu tempat dan pada saat yang bersamaan. c) Suatu sistem ahli dapat diberi pengamanan untuk menentukan siapa saja yang mempunyai hak akses untuk menggunakannya dan jawaban yang diberikan oleh sistem terbebas dari proses intimidasi atau ancaman, sedangkan seorang ahli bisa saja mendapat ancaman atau tekanan pada saat menyelesaikan permasalahan. d) Pengetahuan (knowledge) yang disimpan pada sistem ahli tidak akan bisa hilang atau lupa, yang dalam hal ini tentu harus didukung oleh maintenance yang baik, sedangkan pengetahuan seorang ahli adalah manusia lambat laun akan hilang karena meninggal, usia yang semakin tua, maupun menderita suatu penyakit. e) Kemampuan memecahkan masalah pada suatu sistem ahli tidak dipengaruhi oleh faktor dari luar seperti intimidasi, perasaan kejiwaan, faktor ekonomi ataupun perasaan tidak suka. Akan tetapi sebaliknya dengan seorang ahli yang disebutkan dipengaruhi oleh faktor-faktor luar seperti yang disebutkan diatas ketika sedang menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah, sehingga dapat memunculkan jawaban yang
    • berbeda-beda atas pertanyaan yang diajukan walaupun masalahnya sama. Atau dengan kata lain, seorang pakar boleh jadi tidak konsisten. f) Umumnya kecepatan dalam memecahkan masalah pada suatu sistem ahli relatif lebih cepat dibandingkan oleh seorang ahli. Hal ini sudah dibuktikan pada beberapa sistem ahli yang tekenal didunia. g) Biaya menggaji seorang ahli lebih mahal bila dibandingkan dengan penggunaan program sistem ahli (dengan asumsi bahwa program sistem ahli itu sudah ada). Perbedaan antara sistem ahli dan seorang ahli dapat disederhanakan sepertiyang ditulis di dalam table 2.1 di bawah ini:Tabel 2.1 Perbandingan kemampuan seorang ahli dengan sistem ahli Faktor Seorang ahli Sistem ahliTime availibility Hari kerja Setiap saatGeografis Lokal / tertentu Dimana sajaKemananan Tidak tergantikan Dapat digantikanPerishable/dapat habis Ya TidakPerformansi Variable KonsistenKecepatan Variable KonsistenBiaya tinggi TerjangkauAda beberapa keunggulan dari sistem ahli, diantaranya dapat :  Menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar.  Menyimpan data tersebut untuk jangka waktu yang panjang dalam suatu bentuk tertentu.  Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat serta mencari kembali data yang tersimpan dengan kecepatan tinggi.Keuntungan yang diperoleh oleh user bila menggunakan sistem ahli adalah :1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat.2. Meningkatkan output dan produktivitas.3. Menyimpan kemampuan dan pengetahuan pakar.4. Meningkatkan penyelesaian masalah.5. Meningkatkan reliabilitas.
    • 6. Memberikan jawaban yang cepat.7. Merupakan panduan yang cerdas.8. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan tidak pasti. Akan tetapi sistem ahli ini juga memeiliki beberapa kekurangan ataukelemahan, yaitu : a) Masalah dalam mendapatkan pengetahuan dimana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah, karena kadangkala ahli dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh ahli berbeda-beda. b) Untuk membuat suatu sistem ahli yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaanya. c) Boleh jadi sistem tak dapat membuat keputusan. d) Sistem ahli tidaklah 100% menguntungkan, walaupun seorang tetap tidak sempurna atau tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. Dalam hal ini manusia tetap merupakan faktor dominan. Kelemahan ini dapat dikurangi atau diatasi dengan cara melakukanperbaikan yang terus menerus dan dan pengolahan berdasarkan pengalaman yangtelah ada, walaupun dalam waktu yang panjang dan terus menerus.2.3 Struktur Sistem Ahli (Expert System) Sistem ahli dapat ditampilkan dengan dua lingkungan, yaitu lingkunganpengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi(consultation environment) (Gambar 2.1). Lingkungan pengembangan digunakanoleh sistem ahli (ES) builder untuk membangun komponen dan memasukkanpengetahuan ke dalam basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan olehnonahli untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat ahli. Lingkungan ini dapatdipisahkan setelah sistem lengkap.
    • Gambar 2.1 Struktur system ahli Tiga komponen utama yang tampak secara virtual di setiap sistem ahliadalah basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Selainantarmuka pengguna, basis pengetahuan, dan mesin inferensi dari struktur sistemahli yang terdapat pada gambar diatas mengandung komponen lain, yaitu akuisisipengetahuan, blackboard, fasilitas penjelasan, dan perbaikan pengetahuan.Antarmuka Pengguna Antarmuka pemakai merupakan mekanisme yang digunakan olehpengguna dan sistem ahli untuk berkomunikasi. Pada bagian ini terjadi dialogantara program dan pemakai, yang memungkinkan sistem ahli menerima instruksidan informasi (input) dari pemakai, juga memberikan informasi (output) kepadapemakai.Basis Pengetahuan
    • Basis pengetahuan berisi pengetahuan relevan yang diperlukan untukmemahami, merumuskan, dan memecahkan persoalan. Basis tersebut mencakupdua elemen dasar, yaitu :  Fakta, misalnya situasi persoalan dan teori area persoalan.  Heuristik atau aturan khusus yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan persoalan khusus dalam domain tertentu. Heuristik menyatakan pengetahuan penilaian informasi dalam area aplikasi. Pada basis pengetahuan terdapat dua bentuk pendekatan basis pengetahuanyang umum, yaitu : 1) Rule-based Reasoning (Penalaran berbasis pengetahuan). Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila dimiliki sejumlah pengetahuan ahli pada suatu permasalahan tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan. Disamping itu bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-langkah) pencapaian solusi. 2) Case-based Reasoning (Penalaran berbasis kasus) Pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama.Subsistem Akuisisi PengetahuanAkuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan transformasi keahlianpemecahan masalah dari pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi keprogram komputer, untuk membangun atau memperluas basis pengetahuan.Mesin Inferensi Otak sistem ahli adalah mesin inferensi, yang dikenal juga sebagai strukturkontrol atau penerjemah aturan (dalam sistem ahli berbasis aturan). Komponen ini
    • sebenarnya adalah program komputer yang menyediakan metodologi untukmempertimbangkan informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard, danmerumuskan kesimpulan. Terdapat dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam sistem pakarberbasis aturan, yaitu :  Pelacakan ke depan (forward chaining) Pelacakan ke depan adalah pendekatan yang dimotori data (data driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN.  Pelacakan ke belakang (backward chaining) Pelacakan ke belakang adalah pendekatan yang dimotori tujuan (goal driven) yaitu pelacakan yang dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk kesimpulannya. Selanjutnya proses pelacakan menggunakan premis untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan mencari aturan lain dengan tujuan baru sebagai kesimpulannya.
    • Gambar 2.2 contoh penyelesaian sebuah masalah dengan pendekatan atau pelacakan Pelacakan ke depan (forward chaining) dan Pelacakan ke belakang (backward chaining).Blackboard (Tempat Kerja)Blackboard adalah area kerja memori yang disimpan sebagai database untukdeskripsi persoalan terbaru yang ditetapkan oleh data input dan digunakan jugauntuk penekanan hipotesis dan keputusan sementara. Tiga tipe keputusan yangdapat direkam dalam blackboard : a. Rencana : bagaimana mengatasi pesoalan b. Agenda : tindakan sebelum dieksekusi c. Solusi : hipotesis kandidat dan arah tindakan alternatif yang telah dihasilkan sistem.
    • Fasilitas Penjelasan (Justifier)Fasilitas penjelasan untuk komponen tambahan yang akan meningkatkankemampuan sistem ahli. Komponen ini menggambarkan penalaran sistem kepadapemakai.Fasilitas Penjelasan (Justifier)Fasilitas penjelasan untuk komponen tambahan yang akan meningkatkankemampuan sistem ahli. Komponen ini menggambarkan penalaran sistem kepadapemakai.2.4 Kategori Sistem Ahli (Expert System) Secara umum sistem ahli dapat diklasifikasikan dalam beberapa areapermasalahan, yaitu :1. Interpretasi, yaitu pengambilan keputusan atau deskripsi tingkat tinggi dari sekumpulan data mentah, termasuk diantaranya juga pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dan beberapa analisis kecerdasan.2. Prediksi, yaitu memprediksi akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi- situasi tertentu, diantaranya peramalan, prediksi demografis, peramalan ekonomi, prediksi lalu lintas, estimasi hasil, militer, pemasaran atau peramalan keuangan.3. Diagnosis, yaitu menentukan sebab mal fungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati, diantaranya medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat lunak.4. Desain, yaitu menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan- tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu diantaranya layout circuit dan perancangan bangunan.5. Perencanaan, yaitu fokus pada persoalan perencanaan, misalnya pemrograman otomatis. Juga menangani perencanaan jangka pendek dan panjang pada area seperti manajemen proyek, routing, komunikasi, pengembangan produk, aplikasi militer, dan perencanaan keuangan.
    • 6. Sistem pengawasan, yaitu membandingkan observasi kelakuan sistem dengan standar yang tampaknya penting untuk keberhasilan pencapaian tujuan. Fitur penting ini berhubungan dengan kecacatan potensial dalam rencana tersebut. Terdapat banyak sistem pengawasan dengan bantuan komputer untuk topik dari kontrol arus lalu lintas udara hingga tugas manajemen fiskal.7. Debugging, yaitu mengandalkan pada kemampuan perencanaan, desain, prediksi untuk membuat spesifikasi atau rekomendasi untuk membetulkan persoalan diagnosis.8. Perbaikan, yaitu mengembangkan dan mengeksekusi rencana untuk mengelola perbaikan persoalan diagnosis tertentu. Sistem tersebut menggabungkan kemampuan debugging, perencanaan, dan eksekusi.9. Instruksi, yaitu mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek, diantaranya melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kerja.10.Kontrol, yaitu secara adaptif mengatur keseluruhan kelakuan sistem. Untuk melakukan ini, sistem kontrol harusa berulang kali menginterpretasikan situasi terbaru, memprediksi masa depan, mendiagnosis penyebab persoalan yang terantisipasi, merumuskan rencana pemulihan, dan mengawasi eksekusinya untuk memastikan keberhasilan.
    • BAB III KESIMPULAN1. Konsep dasar kerja sistem ahli (expert system) adalah keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferesi, aturan dan kemampuan menjelaskan sebuah data yang diberikan.2. Kelebihan sistem ahli (expert system) adalah mampu menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar,menyimpan data tersebut untuk jangka waktu yang panjang dalam suatu bentuk tertentu, dan mampu mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat serta mencari kembali data yang tersimpan dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi sistem ahli (expert system) juga memiliki beberapa kekurangan yaitu : dalam hal mendapatkan pengetahuan dimana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah, membuat suatu sistem ahli yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaanya, sistem tidak dapat membuat keputusan, dan sistem ahli tidaklah 100% menguntungkan.3. Struktur sistem ahli (expert system) yaitu terdiri dari antarmuka pengguna, basis pengetahuan, mesin inferensi, akuisisi pengetahuan, blackboard, fasilitas penjelasan, dan perbaikan pengetahuan.4. Ada sepuluh kategori atau area permasalahan yang dapat diselesaikan dengan Sistem Ahli (Expert System) yaitu : interpretasi, prediksi, diagnosis, desain, perencanaan, sistem pengawasan, debugging, perbaikan, instruksi, dan kontrol.
    • DAFTAR PUSTAKALaudon, Kenneth c. and Jane P. Laudon. 2008. Sistem Informasi Manajemen.Edisi Kesepuluh.Penerbit Salemba Empat.Jakarta.Moore R., H.Rosenof, and G. Stanley.1990.Process Control Using Real Time Expert System.Gensym Corporation. 3-4.