Your SlideShare is downloading. ×
0
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012

5,181

Published on

Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012

Rapat Kerja DPR - Kurikulum 2013 - 13 Desember 2012

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • menarik... kalau jam belajar ditambah 4-6 jam per minggu, dengan bobot/content yang berat, waktu untuk diskusi nya gak pernah akan sanggup ter-cover.berapa siswa yang ada di ruang kelas? (benar, kebijakan dari masing2 sekolah, ya, sekolah butuh modal). Yang meresahkan, waktu untuk bermain - mengenal alam - beradab sosial budaya (meminjam kalimat di slides sebelumnya), waktu untuk interaksi keluarga sebagai 'sekolah' alami si anak akan berkurang... #masihbelajarmenelaah
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,181
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
19
Actions
Shares
0
Downloads
152
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Saran Pak Aman: Penyempurnaan KTSP
  • Transcript

    • 1. Paparan Mendikbud Pada Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RIKonsep dan Strategi Implementasi Kurikulum 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 13 Desember 2012 1
    • 2. Pengantar• Hasil Survei Integritas Sektor Publik Tahun 2012• Hasil Survei Kepuasan Stakeholder Kemdikbud, 2011-2012• SNMPTN 2013 2
    • 3. Hasil Survei KPKIntegritas Sektor Publik Tahun 2012 3
    • 4. Hasil Survei Integritas Sektor Publik Tahun 2012 Kemdikbud masuk dalam 5 terbaik Indeks Integritas 1. PT. Jamsostek (7,49), 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (7,43), 3. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (7,29), 4. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) (7,24), 5. Kementerian Kesehatan (7,07), Sumber : Hasil Survey Integritas 2012 KPK 4
    • 5. Hasil SurveiKepuasan Stakeholder Kemdikbud Tahun 2011-2012 5
    • 6. TINGKAT KEPUASAN STAKEHOLDER KEMDIKBUD TOTAL Indeks 2012 Indeks 2011 73,1Pendidik & Tenaga Kependidikan 68,9 73,1 Peserta Didik 68,4 Stakeholder Primer 70,2 Pengelola Satuan Pendidikan 66,4 2012: 73,0 2011: 68,4 65,9 DPD RI, DPR RI, & DPRD 57,1 KEMDIKBUD 72,2 Pemerintah Daerah 2012: 66,1 64,6 2011: 59,9 70,1 Dinas Pendidikan TA Stakeholder Sekunder 62,9 Media Massa 56,0 64,6 LSM & Ormas (Pendidikan) 61,0 68,1 (N= 9.000, error sampling +/- 1,14 pada interval Dunia Industri & Dunia Usaha TA kepercayaan 95,0%) Skala jawaban responden adalah skala Likert (1 – 5) dikonversikan ke skala (0 – 100)
    • 7. BERDASARKAN PARAMETER KEPUASAN PERBANDINGAN STAKEHOLDER PRIMER & SEKUNDER 2012 Indeks diukur berdasarkan skor rata-rata dari jawaban responden Skala jawaban responden adalah skala Likert (1 – 5) lalu dikonversikan ke skala (0 – 100) 77.3 76.8 77.1 74.7 74.1 74.8 74.5 75.0 73.1 72.4 72.1 71.6 72.8 72.475 +2,97 70.1 65.2 71.6 +11,07 69.5 69.0 67.4 67.6 67.2 66.7 66.8 66.8 67.2 66.6 66.2 63.1 62.3 62.1 58.750 Stakeholder Primer Stakeholder Sekunder25 Biaya Pendidikan Akreditasi Reformasi Birokrasi Dana Operasional (BOP/BOS) Kurikulum Peningkatan Kapasitas PTK Tunjangan Profesi Sarana & Prasarana Beasiswa Peserta Didik Sertifikasi Guru/Dosen Ujian Penerimaan, UN, & Pengelolaan Lembaga Penyelenggaraan Perizinan Lembaga Anggaran Pendidikan Nasional Buku Teks RSBI/SBI/Intern SPMB
    • 8. PERBANDINGAN INDEKS STAKEHOLDER PRIMER INDEKS KEPUASAN TOTAL BERDASARKAN PROVINSINo. Provinsi Indeks No. Provinsi Indeks Indeks diukur berdasarkan skor rata-rata dari jawaban responden1. Gorontalo 76,9 21. Kalimantan Barat 72,1 Skala jawaban responden adalah2. Sulawesi Tenggara 76,1 22. Lampung 72,1 skala Likert (1 – 5) lalu dikonversikan ke skala (0 – 100)3. Kalimantan Selatan 76,0 23. Aceh 72,04. Sumatera Selatan 75,8 24. Jambi 72,05. Jawa Timur 75,1 25. Kalimantan Tengah 71,56. Kalimantan Timur 74,1 26. Riau 71,57. Bali 74,1 27. Maluku Utara 71,58. Nusa Tenggara Barat 74,1 28. Sumatera Barat 71,49. Jawa Tengah 74,0 29. Banten 70,810. DI Yogyakarta 73,8 30. Nusa Tenggara Timur 70,511. DKI Jakarta 73,8 31. Papua Barat 70,412. Sulawesi Selatan 73,8 32. Bengkulu 69,813. Bangka Belitung 73,8 33. Sulawesi Tengah 69,014. Maluku 73,615. Kepulauan Riau 73,116. Sulawesi Utara 73,0 Stakeholder Primer (73,0)17. Jawa Barat 72,818. Papua 72,119. Sumatera Utara 72,120. Sulawesi Barat 72,1 Indeks Total Kemdikbud
    • 9. PERBANDINGAN INDEKS STAKEHOLDER SEKUNDER INDEKS KEPUASAN TOTAL BERDASARKAN PROVINSINo. Provinsi Indeks No. Provinsi Indeks Indeks diukur berdasarkan skor rata-rata dari jawaban responden1. Papua 76,0 21. Maluku 64,3 Skala jawaban responden adalah2. Sumatera Selatan 75,4 22. Jawa Barat 64,1 skala Likert (1 – 5) lalu dikonversikan ke skala (0 – 100)3. DI Yogyakarta 74,2 23. Aceh 63,34. Gorontalo 71,2 24. Bangka Belitung 63,05. Sulawesi Tenggara 70,5 25. Sumatera Barat 62,46. Bali 69,9 26. Papua Barat 61,67. DKI Jakarta 69,6 27. Sulawesi Tengah 61,48. Kepulauan Riau 69,0 28. Kalimantan Timur 61,39. Jawa Tengah 68,8 29. Maluku Utara 60,210. Jawa Timur 68,7 30. Jambi 59,311. Sulawesi Selatan 68,6 31. Kalimantan Barat 59,312. Kalimantan Tengah 68,1 32. Riau 58,213. Banten 67,9 33. Bengkulu 56,614. Kalimantan Selatan 67,515. Lampung 66,916. Nusa Tenggara Barat 66,4 Stakeholder Sekunder (66,1)17. Sulawesi Utara 66,218. Nusa Tenggara Timur 66,119. Sumatera Utara 64,820. Sulawesi Barat 64,3 Indeks Total Kemdikbud
    • 10. SNMPTN 2013 10
    • 11. Peraturan Pemerintah no. 66/2010Seluruh sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri dilaksanakan setelah UN SLTA Permendiknas no. 34/2010Perguruan Tinggi Negeri harus menerima paling sedikit 60%mahasiswa baru pada tahun bersangkutan, dari Jalur Seleksi NasionalPerguruan Tinggi Negeri dapat menerima paling banyak 40%mahasiswa baru pada tahun bersangkutan, dari Jalur Seleksi Mandiri SNMPTN 2013 11
    • 12. Peningkatan Mutu UN dan Pemanfaatannya ...semangat perbaikan UN adalah untuk meningkatkan kredibilitas dan prestasi, serta sebagai “passport”untuk melanjukan ke jenjang lebih tinggi “continuity” untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi Integrasi Vertikal Integrasi Kualifikasi “continuity” bagi Integrasi Sosialimplementasi kerangka Ujian “continuity” bagi penjenjangan kualifikasi kompetensi Nasional siswa dari sosial mendukung mendukung (Kerangka Kualifikasi ekonomi kurang Nasional Indonesia) mampu masuk ke PT [Perpres 8/2012 [PP 66/2010] tentang KKNI] mendukung Integrasi Kewilayahan “continuity” bagi siswa dari satu daerah masuk ke PT di wilayah lain (mengurangi disparitas antar wilayah dalam penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional) [PP 66/2010] ...semangat perbaikan UN juga untuk pemetaan, sebagai landasan perbaikan mutu pendidikan secara12 merata (mempersempit standar deviasi antar wilayah)...
    • 13. Keterkaitan SNMPTN 2013 dengan UNHasil Ujian Nasional (UN) digunakan sebagai evaluasi akhir terhadap kelulusan SNMPTN SNMPTN (EVALUASI RAPOR DAN PRESTASI LAINNYA) HASIL UJIAN NASIONAL LULUS SNMPTN 2013• 60% dari daya tampung PTN dilaksanakan melalui jalur undangan seleksi nasional (SNMPTN 2013).• Pendaftaran tidak dipungut biaya. 13
    • 14. Daftar Isi1 Urgensi Pengembangan Kurikulum 20132 Alasan Pengembangan Kurikulum 20133 Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 20134 Tema Pengembangan Kurikulum 20135 Perubahan Utama pada Kurikulum 20136 Rumusan SKL pada Kurikulum 20137 Kompetensi Inti pada Kurikulum 20138 Dampak Pengembangan Kurikulum 20139 Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 201310 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 14
    • 15. Tim Pengembangan Kurikulum 2013A. Narasumber: 1. Prof. Dr. Juwono Sudarsono, 2. Prof. Dr. Taufik Abdullah, 3. Goenawan Mohamad, 4. Prof. Dr. Yohanes Surya, 5. Dr. Anies Baswedan 6. Dr. Ratna Megawangi, 7. Dr. Muchlis, 8. Dr SuparnoB. Tim Teknis: – Kemdikbud, Kemenag, BSNP, Perguruan Tinggi, Guru, Praktisi Pendidikan, dan Pemerhati Pendidikan 15
    • 16. 1Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013 16
    • 17. Bonus Demografi Sebagai Modal "Bonus Demografi" 100 tahun kemerdekaan Modal Kompeten SDM Pembangunan -Kurikulum - PTKUsia Produktif Transformasi Melalui Pendidikan -Sarpras Melimpah Beban -Manajemen Tidak Kompeten Pembangunan 17
    • 18. Pergeseran Paradigma Pembangunan s/d Dekade Akhir Abad 20 Abad 21 - dst Pembangunan Pembangunan Ekonomi Kesejahteraan Berbasis Berbasis Sumberdaya Peradaban Sumber Daya Alam Transformasi Peradaban sebagai sebagai Modal Pembangunan Modal Pembangunan Melalui Sumber Daya Manusia Pendidikan SDM Beradab sebagai sebagai Beban Pembangunan Modal Pembangunan Penduduk Sebagai Penduduk Sebagai Pasar/Pengguna Pelaku/Produsen Kekayaan Kekayaan Alam PeradabanSDM Beradab: Berpendidikan [berpengetahuan dan berketerampilan] dan Berbudaya[Berkarakter kuat] 18
    • 19. Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban Modal Sosial Pembangunan Kesejahteraan Modal Modal Modal Budaya Peradaban SDM Modal Pengetahuan/ Keterampilan 19
    • 20. 2Alasan Pengembangan Kurikulum 2013 20
    • 21. Dinamika Kurikulum Pedagogi, PsikologiPerkembangan Perubahan SDM yang Kebutuhan Kompeten Pengembangan Kurikulum Akademik Pengetahuan Pengetahuan Industri Keterampilan KeterampilanSosial-Budaya Sikap Sikap 21
    • 22. Refleksi dari Hasil TIMSS 2007 SUMBER: TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) 2007, Global Institute Reasoning Applying Knowing Catatan: Nilai Rata-rata Siswa Indonesia untuk TIMSS-Sains : 427 (2007) Hanya 5% siswa Indonesia yang dapat mengerjakan soal-soal dalam katagori tinggi dan advance [memerlukan reasoning], sedangkan 71% siswa Korea sanggup. Dalam perspektif lain, 78% siswa Indonesia hanya dapat mengerjakan soal-soal dalam katagori rendah[hanya memerlukan knowing, atau hafalan] , sedangkan hanya 10% siswa Korea yang hanya dapat mengerjakan soa-soal semacam itu. Perlunya mengembangkan kurikulum yang menuntut penguatan reasoning 22
    • 23. Refleksi Hasil TIMSS-Sains 2011: TIMSS 2011 International Benchmarks of Perspektif Internasional Science Achievement (Kelas 8)Countries are ranked in descending order according to the percentage of students reaching the Advanced International Benchmark .Source: Trend in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) 2011 International Results Science Catatan: Nilai Rata-rata Siswa Indonesia untuk TIMSS-Sains: 406 (2011) dan 427 (2007) 23
    • 24. TIMSS 2011 International Benchmarks of Refleksi Hasil TIMSS-Matematika 2011: Mathematics Achievement (Kelas 8) Perspektif InternasionalCountries are ranked in descending order according to the percentage of students reaching the Advanced International Benchmark .Source: Trend in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) 2011 International Results in MathematicsCatatan: Nilai Rata-rata Siswa Indonesia untuk TIMSS-Matematika : 386 (2011) dan 397 (2007) 24
    • 25. Refleksi Hasil PIRLS 2011: PIRLS 2011 International Benchmarks of Reading Perspektif Internasional Assignment (Kelas 4)Countries are ranked in descending order according to the percentage of students reaching the Advanced International Benchmark .Source: Progress in International Reading and Literacy Studies (PIRLS) 2011 International Results in Reading.Catatan: Nilai Rata-rata Siswa Indonesia untuk PIRLS : 431 (2011) dan 410 (2006) 25
    • 26. Refleksi dari Hasil PISA 2009100% 100% 90% 90% 80% 80% 70% 70% 60% 60% Level 6 50% 50% Level 5 40% 40% 30% 30% Level 4 20% 20% Level 3 10% Matematika IPA 10% 0% 0% Level 2 Level 1 Below Level 1100% Level 6 90% 80% 70% Level 5 Hampir semua siswa Indonesia hanya 60% 50% menguasai pelajaran sampai level 3 40% Level 4 30% saja, sementara negara lain banyak yang sampai 20% 10% Bahasa Level 3 level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa 0% semua manusia diciptakan sama, interpretasi Level 2 dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan Level 1b berbeda dengan tuntutan zaman  Level 1a penyesuaian kurikulum 26
    • 27. Hasil Evaluasi KTSP oleh Puskurbuk (2010) Perbandingan alokasi waktu yang digunakan oleh guru dan 1 waktu yang digunakan dalam Standar Isio Total waktu pembelajaran yang diakokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD, SMP, dan SMA lebih kecil daripada total waktu pembelajaran yang ditetapkan menurut Standar Isi.o Guru mengalami kesulitan dalam melaksanakan KTSP  waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. 27
    • 28. 2 Kesulitan berkaitan dengan KompetensiBanyak kompetensi yang perumusannya terlalu kompleks, sehingga sulitdipahami guru, dan sulit dijabarkan ke dalam indikatorcapaian, pembelajaran, dan penilaian. 3 Kesimpulan Memperhatikan tingkat kesulitan dalam pelaksanaan KTSP diperlukan perumusan kompetensi yang: o lebih mudah dipahami oleh guru, o sesuai dengan tingkat perkembangan siswa Umumnya kompetensi dasar yang bermasalah adalah kompetensi yang membutuhkan daya nalar dan tingkat analisis yang tinggi yang berhubungan dengan pemecahan masalah, serta yang berkaitan dengan aplikasi/penerapan dalam kehidupan sehari-hari. 28
    • 29. Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21 Ciri Abad 21 Model Pembelajaran Pembelajaran diarahkan untuk mendorong Informasi peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber (tersedia dimana saja, kapan saja) observasi, bukan diberi tahu Pembelajaran diarahkan untuk mampu Komputasi merumuskan masalah [menanya], bukan hanya (lebih cepat memakai mesin) menyelesaikan masalah [menjawab] Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir Otomasi analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir(menjangkau segala pekerjaan rutin) mekanistis [rutin] Pembelajaran menekankan pentingnya Komunikasi kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan (dari mana saja, ke mana saja) masalah 29
    • 30. Kerangka Kompetensi Abad 21Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008Kehidupan dan Karir Pembelajaran dan Inovasi Informasi, Media and• Fleksibel dan adaptif • Kreatif dan inovasi Teknologi• Berinisiatif dan mandiri • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Melek informasi• Keterampilan sosial dan budaya • Komunikasi dan kolaborasi • Melek Media• Produktif dan akuntabel • Melek TIK• Kepemimpinan&tanggung jawab Kerangka ini menunjukkan bahwa berpengetahuan [melalui core subjects] saja tidak cukup, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, a daptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,... 30
    • 31. Kerangka Kompetensi Abad 21Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 •Mendukung Keseimbangan Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak penilaian: tes satandar serta penilaian normatif dan sumatif hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain •Menekankan pada pemanfaatan termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan umpan balik berdasarkan kinerja dukungan lingkungan pendidikan yang memadai peserta didik •Membolehkan pengembangan portofolio siswa •Menciptakan latihan pembe- lajaran, dukungan SDM dan infrastruktur •Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengala-man dan integrasinya di kelas •Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia •Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung maupun online 31
    • 32. 3Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013 32
    • 33. Strategi Peningkatan Capaian Pendidikan Pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensiEfektivitasPembelajaran(Kurikulum, Guru, ....) 0 SD 6 SMP 9 SM 12 Wajar Dikdas 9 Tahun PMU Periode 1994-2012 Mulai 2013 33
    • 34. Kurikulum 2013 Untuk Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Iklim Pembelajaran yang mengedepankan akademik, bud pengalaman personal melalui Mengamati aya sekolah/ (menyimak, melihat, membaca, mendengar), kampus, .... Menanya, Menalar, Mencoba, Mengkomunik asikan, ....Sistem Nilai: -Universal Efektivitas Efektivitas Efektivitas Transformasi -Nasional Interaksi Pemahaman Penyerapan Nilai -Lokal Penilaian pada Kesinambungan Manajemen dan kemampuan Kepemimpinan Pembelajaran proses, nilai dan secara horisontal pengetahuan, serta kemampuan menilai dan vertikal sendiri 34
    • 35. Rasionalitas Penambahan Jam PelajaranNo Rasionalitas1 Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran2 Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP (Knowledge Is Power Program) dan MELT (Massachusetts Extended Learning Time) di AS, Korea Selatan]3 Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat4 Walaupun pembelajaran tatap muka di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial 35
    • 36. Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun Ages 12 to 14 10 000Total number of intended instruction hours Ages 9 to 11 9 000 Ages 7 to 8 8 000 7 000 6 000 = 15% 5 000 4 000 3 000 2 000 1 000 0 Luxembourg Italy Turkey Germany Hungary Estonia Australia Ireland Portugal Iceland Greece Indonesia Chile France England Poland Korea Austria Israel Netherlands Canada Japan Spain Sweden2 Finland Denmark Norway Russian Federation Belgium (Fr.)3 Slovak Republic Czech Republic1 Mexico Slovenia Belgium (Fl.) OECD average 1. Minimum number of hours per year. 2. Estimated because breakdown by age is not available. 3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). 36
    • 37. 4Tema Pengembangan Kurikulum 2013 37
    • 38. Kebudayaan Pendidikan Bangsa yang Cerdas Sosial Kultural Spiritual Kinestesis Intelektual Bangsa Berpengetahuan dan Berbudaya Bangsa yang Beradab Afektif Kreatif Inovatif Produktif Peran Pendidikan dan Kebudayaan Bangsa yang Kolaboratif-Kompetitif38
    • 39. Tema Pengembangan Kurikulum 2013Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi 39
    • 40. Posisi Kurikulum 2013 Produktif Kreatif Inovatif Afektif 40
    • 41. Proses Pembelajaran yang Mendukung KreativitasDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Bus. Review:• 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.• Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.• Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: - Observing [mengamati] - Questioning [menanya] - Associating [menalar] Personal - Experimenting [mencoba] - Networking [Membentuk jejaring] Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melaluiproses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untukmeningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning 41 41
    • 42. Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif1. 6 -Hanya ada satu jawaban 4 -Hafalan rumus -Mekanistis -Tidak terlihat prosesnya Keliling persegi panjang ini = .... -Kebenaran dilihat dari jawaban -Pemahaman hanya biner, bukan spektrum2. 6 -Banyak cara menjawab 4 -Algoritmis -Terlihat prosesnya -Kebenaran dilihat dari cara berfikirnya, bukan Hitung keliling persegi panjang ini jawabannya dengan jawaban terstruktur -Dapat diukur spektrum pemahamannya 1. Diketahui: 4. Penyelesaian: -panjang = 6 Keliling = (6 + 4 ) x 2 -Lebar = 4 = 10 x 2 2. Ditanya: = 20 -Keliling 5. Jawab: 20 3. Rumus yang digunakan: - Keliling = (panjang + lebar) x 2 42
    • 43. Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif3. 20 -Banyak jawaban a. Persegi panjang yang dapat -Paham konsep persegi panjang dibentuk dari kawat ini adalah.... -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh -Banyak jawaban b. Bandingkan luas persegi -Paham konsep luas panjang yang dibuat dan cari -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh yang luasnya terbesar dan yang -Mengamati perilaku  observation bentuknya beda tetapi luasnya based learning sama -Mencoba -Menyimpulkan  discovery learning c. Apa bisa dipakai membuat ini -Mengerjakan tanpa 6 menghitung, dengan informasi kurang 4 lengkap -Menalar / asosiasi d. Apa bisa dipakai membuat ini -Menyimpulkan  discovery learning -Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang 4 lengkap -Menalar / asosiasi 6 -Menyimpulkan 43
    • 44. Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learnfrom research?:Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar], • mentolerir jawaban yang nyeleneh, • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup standar penilaian yang mencakup pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian 44 spontanitas/ekspresif, dll 44
    • 45. Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak DiniCenter on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building theBrain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development ofExecutive Function.• Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan-jaringan neuron yang terkait satu sama lain• Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak• Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untuk pekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ]• Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk 45 pengambilan keputusan 45
    • 46. Peran Kurikulum sebagai Integrator Sistem Nilai, Pengetahuan dan Keterampilan Watak/Perilaku Kolektif Kompetensi: Watak/ Sistem -Sikap Aktualisasi Internalisasi Perilaku Nilai -keterampilan (Action) (Reflection) -Pengetahuan IndividuKurikulum -Produktif -Inovatif -Peduli -...PembelajaranPTK dan dukungan lain: SarPras,... 46
    • 47. 5Perubahan Utama Pada Kurikulum 2013 47
    • 48. Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013 Elemen Perubahan 48
    • 49. Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMKKompetensi • Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputiLulusan aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuanKedudukan mata • Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadipelajaran matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.(ISI)Pendekatan Kompetensi dikembangkan melalui:(ISI) • Tematik Integratif • Mata • Mata pelajaran • Mata dalam semua pelajaran wajib dan pilihan Pelajaran mata pelajaran wajib, pilihan, dan vokasi 49
    • 50. Elemen Perubahan Deskripsi Elemen SD SMP SMA SMKStruktur • Holistik dan • TIK menjadi media • Perubahan • Penyesuaian jenisKurikulum integratif berfokus semua sistem: ada keahlian(Mata pada alam, sosial, matapelajaran matapelajaran berdasarkanpelajaran dan budaya) • Pengembangan diri wajib dan ada spektrum kebutuhandan alokasi • Pembelajaran terintegrasi pada matapelajaran saat iniwaktu) dilaksanakan setiap pilihan • Penyeragaman mata(ISI) dengan pendekatan matapelajaran dan • Terjadi pelajaran dasar sains ekstrakurikuler pengurangan umum • Jumlah • Jumlah matapelajaran • Produktif matapelajaran dari matapelajaran dari yang harus disesuaikan dengan 10 menjadi 6 12 menjadi 10 diikuti siswa tren perkembangan • Jumlah jam • Jumlah jam • Jumlah jam Industri bertambah 4 bertambah 6 bertambah 2 • Pengelompokkan JP/minggu akibat JP/minggu akibat JP/minggu mata pelajarn perubahan perubahan akibat produktif sehingga pendekatan pendekatan perubahan tidak terlau rinci pembelajaran pembelajaran pendekatan pembagiannya pembelajaran 50 50
    • 51. Elemen Perubahan Deskripsi Elemen SD SMP SMA SMK • Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menalar, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. • Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat • Guru bukan satu-satunya sumber belajar.Proses • Sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladanpembelajaran • Tematik dan • IPA dan IPS • Adanya mata • Kompetensi keterampilan terpadu masing- pelajaran wajib yang sesuai dengan masing dan pilihan standar industri diajarkan sesuai dengan secara bakat dan terpadu minatnya 51
    • 52. Elemen Perubahan Deskripsi Elemen SD SMP SMA SMK • Penilaian berbasis kompetensi • Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]Penilaian hasil • Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajarbelajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) • Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL • Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaianEkstrakurikuler • Pramuka (wajib) • Pramuka (wajib) • UKS • OSIS • PMR • UKS • Bahasa Inggris • PMR • Dll • Perlunya ekstra kurikuler partisipasi aktif siswa dalam permasalahan kemasyarakatan (menjadi bagian dari pramuka) 52
    • 53. 6Rumusan SKL pada Kurikulum 2013 53
    • 54. Ruang Lingkup SKL Dunia (Peradaban) Global Negara Meta-kognitif PT Sosial-Ekonomi-Budaya SMA/K Pendidikan Keluarga Peserta Prosedural Sat Didik SMP Konseptual SD Faktual SD SMPPT SMA/K 54
    • 55. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCI DOMAIN Elemen SD SMP SMA-SMK Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Proses Mengamalkan BERIMAN, BERAKHLAK MULIA (JUJUR, DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB, PEDULI, SANTUN), SIKAP Individu RASA INGIN TAHU, ESTETIKA, PERCAYA DIRI, MOTIVASI INTERNAL Sosial TOLERANSI, GOTONG ROYONG, KERJASAMA, DAN MUSYAWARAH Alam POLA HIDUP SEHAT, RAMAH LINGKUNGAN, PATRIOTIK, DAN CINTA PERDAMAIAN Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta ProsesKETERAMPILAN Abstrak MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG, MENGGAMBAR, MENGARANG MENGGUNAKAN, MENGURAI, MERANGKAI, MEMODIFIKASI, MEMBUAT, MENCIPTA Konkret Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi ProsesPENGETAHUAN Obyek ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYA Subyek MANUSIA, BANGSA, NEGARA, TANAH AIR, DAN DUNIAGradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan;1. Perkembangan psikologis anak2. Lingkup dan kedalaman materi3. Kesinambungan4. Fungsi satuan pendidikan5. Lingkungan 55
    • 56. 7Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013 56
    • 57. Prosedur Penyusunan Kompetensi Inti dan DasarStandar Kompetensi SK-KD Lama Mapel Lulusan Baru per kelas • Mempertahankan SK KD lama yang Evaluasi sesuai dengan SKL Baru • Merevisi SK KD lama disesuaikan dengan SKL Baru • Menyusun SK KD Baru Sumber Kompetensi [Mapel per kelas] Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Baru 57
    • 58. SKL dan Kompetensi Inti Kelas I SD Standar Kompetensi Lulusan SD Kompetensi Inti Kelas I SDMemiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, Menerima dan menjalankan ajaran agamamenghayati, mengamalkan] perilaku yang dan kepercayaan yang dianutnya.mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungpercaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalamsecara efektif dengan lingkungan sosial dan alam , di berinteraksi dengan keluarga, teman, dansekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain guru.Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, Menyajikan pengetahuan faktual dalammengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan bahasa yang jelas dan logis, dalam karyapikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalamabstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan tindakan yang mencerminkan perilaku anakkepadanya. beriman dan berakhlak mulia.Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, Memahami pengetahuan faktual denganmenganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan cara mengamati berdasarkan rasa inginkonseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, tahu tentang dirinya, makhluk ciptaanbudaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, Tuhan dan kegiatannya, dan benda-bendakenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan yang dijumpainya di rumah dan di sekolahkejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempatbermain 58
    • 59. Tabel Peningkatan Kompetensi Inti Kelas I-VI SDS: Sikap (I: Sikap Spiritual, II: Sikap Sosial), P: Pengetahuan, K: Keterampilan Menyajikan pengetahuan faktual dalam: + pengetahuan konseptual • Bahasa yg jelas dan logis + secara sistematis IV (K) • Karya yg estetis + secara kritis • Gerakan yang sehat Penguatan Penguatan • Tindakan akhlak mulia Memahami pengetahuan + konseptual faktual III (P) Mengamati & Menanya + tempat bermain + Mencoba Penguatan Penguatan Di rumah dan sekolah Jujur, disiplin, tanggung jawab, (+ cinta tanah air) II (S) santun, peduli, percaya diri (+tetangga) (keluarga, teman, guru) Penguatan Penguatan Menerima dan menjalankan I (S) ajaran agamanya + menghargaiKI I II III IV V VI Kelas 59
    • 60. Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti Untuk PPKN Kelas I SD Kompetensi Inti Kompetensi Dasar lama Rumusan Kompetensi Dasar Usulan1. Menerima dan 1. Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, 1. Menerima keberagaman karakteristik menjalankan ajaran agama, dan suku bangsa individu (agama, suku, fisik, psikis) sebagai agama yang 2. Memberikan contoh hidup rukun melalui anugerah Tuhan dianutnya. kegiatan di rumah dan di sekolah2. Memiliki perilaku 3. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di 1. Menunjukkan perilaku baik (jujur, disiplin, jujur, disiplin, sekolah tanggung jawab, santun, peduli/kasih tanggung jawab, sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi 4. Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah santun, peduli, dan dengan keluarga, teman, dan guru, sebagai dan di sekolah percaya diri dalam perwujudan nilai dan moral Pancasila. 5. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di berinteraksi dengan 2. Memiliki sikap dan perilaku patuh pada tata sekolah keluarga, teman, tertib dan aturan yang berlaku dalam dan guru. 6. Menjelaskan hak anak untuk bermain, kehidupan sehari-hari di rumah dan belajar dengan gembira dan didengar sekolah. pendapatnya 3. Memiliki sikap toleran terhadap 7. Melaksanakan hak anak di rumah dan di keberagaman karakteristik individu (agama, sekolah suku, fisik, psikis) di rumah dan sekolah. 8. Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam 9. Melaksanakan aturan yang berlaku di keberagaman di rumah dan sekolah masyarakat 60
    • 61. Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti Untuk PPKN Kelas I SD Kompetensi Inti Kompetensi Dasar lama Rumusan Kompetensi Dasar Usulan3. Memahami pengetahuan 1. Mengenali keberagaman karateristik faktual dengan cara individu melalui pengamatan di mengamati [mendengar, rumah dan sekolah melihat, membaca] dan 2. Mengetahui tata tertib dan aturan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang yang berlaku dalam kehidupan dirinya, makhluk ciptaan sehari-hari di rumah dan sekolah Tuhan dan kegiatannya, 3. Mengetahui arti bersatu dalam dan benda-benda yang keberagaman melalui pengamatan di dijumpainya di rumah dan rumah dan sekolah di sekolah 4. Mengenal Pancasila dan simbol- simbol sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila” melalui lagu, gambar, dan/atau permainan 61
    • 62. Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti Untuk PPKN Kelas I SD Rumusan Kompetensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar lama Dasar Usulan4. Menyajikan 1.Menyajikan kebersamaan pengetahuan faktual dalam keberagaman dalam bahasa yang jelas karakteristik individu di dan logis, dalam karya rumah dan sekolah yang estetis, dalam gerakan yang melalui permainan mencerminkan anak 1.Menyajikan Pancasila dan sehat, dan dalam simbol-simbol sila tindakan yang Pancasila melalui mencerminkan perilaku lagu, cerita, gambar, dan/ anak beriman dan atau permainan berakhlak mulia. 62
    • 63. 8Dampak Pengembangan Kurikulum 2013 63
    • 64. Dampak Pengembangan Kurikulum 2013 EntitasNo Perubahan Yang Diharapkan Pendidikan1 Peserta Didik Lebih produktif, kreatif, inovatif, afektif Lebih bergairah dan senang di sekolah dan belajar2 Pendidik dan Lebih bergairah dalam mengajar Tenaga Lebih mudah dalam memenuhi ketentuan 24 jam per minggu Kependidikan3 Manajemen Lebih mengedepankan layanan pembelajaran termasuk bimbingan Satuan dan penyuluhan Pendidikan Antisipasi atas semaraknya variasi kegiatan pembelajaran4 Negara dan Meningkatkan reputasi internasional dalam bidang pendidkan Bangsa Meningkatkan daya saing Berkembangnya Peradaban Bangsa5 Masyarakat Memperoleh lulusan sekolah yang kompeten Umum Kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi oleh sekolah Dapat meningkatkan kesejahteraannya 64
    • 65. 9Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 65
    • 66. Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum Kesesuaian kompetensi PTK dengan kurikulum Faktor Penentu dan buku teks Lulusan yang Kompeten Peserta Didik Kurikulum Ketersediaan buku sebagai Penguatan peran Penguatanbahan ajar dan sumber belajar pemerintah dalam manajemen danyang mengintegrasikan standar pembinaan dan budaya sekolah Faktor pembentuk kurikulum pengawasan Pendukung 66
    • 67. Sistem Implementasi Kurikulum IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH Pendidik dan Sarana KURIKULUM Tenaga Prasarana Kependidikan MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN 67
    • 68. 10Strategi Implementasi Kurikulum 2013A Kerangka Implementasi KurikulumB Uji PublikC Penyiapan BukuD Penyiapan GuruE Jadwal Induk 68
    • 69. AKerangka Implementasi Kurikulum 69
    • 70. Kerangka Implementasi KurikulumPenataan Kurikulum Implementasi Kurikulum Perangkat Perangkat Pembelajaran Implementasi Implementasi Kurikulum dan Buku Teks Terbatas Meluas Uji Publik dan Sosialisasi pelatihan guru dan tenaga kependidikan Reflective Evaluation (Validitas Isi, Akseptabilitas. Aplikabilitas, Legalitas) melalui: Formative Evaluation Summative Evaluation diskusi internal Tim Inti, Tim Internal, Tim PakarDes 2012 Juni 2013 Juni 2016 Mar 2013• Kerangka Dasar Penilaian menyeluruh • Buku Babon Guru Implementasi Terbatas• Struktur terhadap pelaksanaan (Silabus, kurikulum baru secara Kurikulum dan Panduan Beban Belajar nasional Pembelajaran• Kompetensi dan Penilaian Alternatif : (SKL, KI, SKMP/ Mata Pelajaran) 1. Dipilih beberapa kelas (I, IV, VII, X) untuk seluruh sekolah K, KDMP) • Buku Teks 2. Dipilih beberapa kelas (I, IV, VII, X) untuk beberapa sekolah Pelajaran 70
    • 71. Jadwal ImplementasiNo Jenjang Kelas Tahun Satuan 2013 2014 20151 SD I II III IV V VI2 SMP VII VIII IX3 SMA/SMK X XI XII 71
    • 72. Perkembangan Penyiapan Kurikulum (status: 12 Desember 2012) NO. KEGIATAN SD SMP SMA SMK 1 Standar Kompetensi Lulusan 2 Struktur Kurikulum 3 Kompetensi Inti 4 Kompetensi DasarKeterangan: Dokumen kurikulum direncanakan selesai pada akhir Desember 2012Catatan: = Pencapaian = 100% = Pencapaian 76-<100% = Pencapaian 51-75% 72 72
    • 73. BUji Publik 73
    • 74. Jadwal Uji Publik (29 November – 23 Desember 2012)A. Dialog Tatap Muka I. Tingkat Nasional a) Jakarta b) Yogyakarta c) Medan d) Makassar e) Denpasar II. Tingkat Daerah (33 Provinsi)B. Dialog Virtual http://kurikulum2013.kemdikbud.go.idC. Tertulis (bahan dikirim ke perguruan tinggi dan lembaga kemasyarakatan pemerhati pendidikan) 74
    • 75. Pelaksanaan Uji Publik • Serang • Gorontalo • Semarang • Makassar • Manado • KupangJakarta (awal) • Tanjung Pinang • Ternate • Pontianak • Padang • Ambon • Palangkaraya • Denpasar • Mamuju • Manokwari Akhir Yogyakarta • Surabaya 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nov Desember Mataram Palembang • Medan • Banjarmasin • Samarinda • Bandar Lampung • Jambi • Pangkal Pinang • Bengkulu • Kendari • Palu • Pekanbaru Banda Aceh • Jayapura • Bandung Sudah selesai Sedang Belum 75
    • 76. Komentar Publik Melalui Tatap Muka Yang Yang Yang Yang Lokasi Lokasi diundang Hadir diundang HadirJakarta 350 332 Bengkulu 218 218Yogyakarta 360 360 Denpasar 317 317Palembang 180 180 Surabaya 252 400Mataram 218 263 Serang 390 290Banda Aceh 252 254 Makassar 317 254Medan 317 317 Tanjung Pinang 254 254Jambi 208 218 Padang 252 263Profil yang hadir:Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota, Kopertis, Dewan Pendidikan, Anggota DPRD,Kepala Sekolah, Guru, Pengawas, Pemerhati Pendidikan, LSM dan Wartawan.Total yang diundang: 3.885 Orang Total yang hadir: 3.920 Orang 76
    • 77. Masukan dan Komentar Publik Melalui On-Line Status : Senin, 10 Desember 2012; 15.00 WIB *) Pengguna Aktif : 6.172 Berkomentar : 3.132 Profil yang berkomentar: Sebagian besar guru dan masyarakat umum. Beberapa pengamat pendidikan juga memberikan komentar. Subtansi Komentar: Diklasifikasikan ke dalam 5 isu pokok: 1) Struktur Kurikulum; 2) Penambahan Jam Pelajaran; 3) Proses Pembelajaran; 4) Standar Penilaian; 5) Implementasi*) Per tanggal 13 Desember 2012 Pukul 14.15 tercatat: Pengguna Aktif: 7.812 dan Berkomentar: 4.021 77
    • 78. 7878
    • 79. 7979
    • 80. Distribusi Persentase Komentar Menurut Provinsi Jawa tengah 25.54 Jawa Timur 16.57 Jawa Barat 13.28 DKI Jakarta 11.81 DIY 7.89 Banten 3.35 Sumbar 2.55 Sulsel 2.30 Lampung 1.79 Bali 1.50 NTB 1.47 Sumut 1.37 Sumsel 1.31 Riau 1.31 Kalbar 1.25 Bengkulu 0.99 Kaltim 0.83 Sulut 0.57 Kepri 0.54 NAD 0.51 Sulteng 0.45 Kalsel 0.45 Sultra 0.42 Jambi 0.35 Sulbar 0.29 NTT 0.29 Kalteng 0.26Bangka Belitung 0.26 Papua Barat 0.16 Gorontalo 0.16 Maluku 0.13 Papua 0.03 Malut 0.03 N= 3.132 0.00 5.00 10.00 (%) 15.00 20.00 25.00 30.00 80
    • 81. Distribusi Persentase Komentar Menurut Profesi (%)80.00 68.7170.0060.0050.0040.0030.00 21.3020.0010.00 4.02 2.78 2.36 0.51 0.26 0.06 0.00 N= 3.132 81
    • 82. Analisis Masukan PublikA UMUMB KHUSUS 1 Struktur Kurikulum 2 Penambahan Jam Pelajaran 3 Proses Pembelajaran 4 Standar Penilaian 5 Implementasi 82
    • 83. A UMUMo Mayoritas publik mendukung Kurikulum 2013o Masukan dan kritik pada umumnya berkisar pada persoalan implementasi terutama yang berkaitan dengan kesiapan guru.o Terdapat kesalahan dalam mempersepsikan antara hilangnya dan substansi mata pelajaran IPA dan IPS untuk SD, serta TIK untuk SMP dan SMA/SMK. Substansi IPA, IPS dan TIK tetap diberikan dalam Kurikulum 2013. 83
    • 84. B KHUSUS1 Struktur Kurikulumo Publik mendukung pembelajaran tematik integratif di SD.o Terkait dengan Struktur Kurikulum SD, pada umumnya setuju dengan pengintegrasian IPA-IPS mulai dari kelas I–VI, namun ada juga yang mengusulkan pemisahan mata pelajaran tersebut pada Kelas IV-VI.o Publik mendukung dihilangkannya sistem penjurusan di SMA. 84
    • 85. 2 Penambahan Jam Pelajaran o Pada umumnya publik tidak mempermasalah kan penambahan jam pelajaran.3 Proses Pembelajaran o Publik mendukung proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan ilmiah (Scientific Approach), yang mencakup mengamati, menanya, mengasosiasi, mencoba dan mengomunikasikan. 85
    • 86. 4 Standar Penilaian o Publik mendukung penilaian berdasarkan proses dan hasil pembelajaran. o Publik mendukung penilaian yang bersifat menyeluruh mencakup kognitif, afektif dan psikomotor. o Perlu peninjauan penyelenggaraan UN untuk SD jika Kurikulum 2013 dilaksanakan.5 Implementasi o Publik cenderung mengusulkan Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap. o Banyak yang berpendapat bahwa keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 sangat ditentukan oleh kesiapan guru di lapangan. o Perlu adanya sosialisasi dan komunikasi yang lebih intensif dengan para pemangku kepentingan khususnya di tingkat satuan pendidikan. 86
    • 87. Hasil Uji Publik Tatap Muka (Dalam Persen) Tidak Tidak Isu Pokok Setuju setuju berpendapatLandasan 75,76 3,77 20,47PemikiranStruktur 58,57 6,50 34,93KurikulumPenambahan Jam 74,82 13,86 11,32PelajaranStandar Penilaian 85,08 4,07 10,85Implementasi 68,76 4,82 26,42Catatan: Responden Uji Publik di Medan, Palembang dan Mataram 87
    • 88. CPenyiapan Buku 88
    • 89. Alur Penyusunan Silabus Proses Pembelajaran SKL KI KD Silabus : SD dan SMPSD, SMP, SMA/SMK SD, SMP, SMA/SMK : SMA : SMK SKL : Standar Kompetensi Lulusan KI : Kompetensi Inti KD: Kompetensi Dasar Proses Penilaian 89
    • 90. Penyiapan Naskah Buku Tema (SD) NaskahSilabus Buku Materi Buku (SMP, SMA/SMK) 90
    • 91. DPenyiapan Guru 91
    • 92. Alur Diklat Kurikulum 2013Desember 2012 Februari - Maret Februari - April Maret - Juni Januari 2013 PELATIHAN DIKLAT GURU DIPEREKRUTAN MASTER TINGKAT KELOMPOK KERJA PESERTA TEACHER NASIONAL (KECAMATAN, KAB/KOTA)  Layanan konsultasi Online, VCD Pembelajaran Tematik, Penilaian Menyeluruh  Evaluasi peserta Diklat  Penjaminan Mutu Diklat Kurikulum 92
    • 93. Peserta Diklat Sasaran akhir diklat adalah guru SD kelas I dan IV, Guru SMP kelas VII, dan Guru SMA/SMK kelas X.Guru SD (Kelas I dan IV) 762,6 ribu Guru SMA/SMK (Kelas X) 406.8 ribu 1 Pengawas Sekolah 1 Kepala Sekolah 2 Kepala Sekolah 2 Pendidikan Agama 3 Guru Kelas (Kelas I dan IV) 3 PPKn 4 Pendidikan Agama 4 Bahasa Indonesia 5 Pend. Jasmani, OR & Kes. 5 Bahasa Inggris 6 MatematikaGuru SMP (Kelas VII) 401,5 ribu 7 Fisika 1 Kepala Sekolah 8 Biologi 2 Pendidikan Agama 9 Kimia 3 PPKn 10 Sejarah 4 Bahasa Indonesia 11 Geografi 5 Matematika 12 Ekonomi 6 Ilmu Pengetahuan Alam 13 Sosiologi 7 Ilmu Pengetahuan Sosial 14 Sastra Indonesia 8 Bahasa Inggris 15 Antropologi 9 Seni Budaya 16 Seni Budaya 10 Pend. Jasmani, OR & Kes. 17 Pend. Jasmani, OR & Kes. 11 Prakarya 18 Teknologi Informasi dan Komunikasi 19 Keterampilan/Bahasa AsingCatatan: Jumlah sasaran akan dioptimasi sesuai dengan prioritas 93
    • 94. Strategi Pelatihan PTK TIM PENGEMBANG KURIKULUM Unsur Dinas Pendidikan, Dosen, PELATIH Widyaiswara, Guru Inti Nasional, Pengawas dan Kepala Sekolah berprestasiMASTER TEACHER Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah GURU Guru kelas, guru mata pelajaran, SD, SMP, SMA, SMK 94
    • 95. Materi dan Bahan Diklat• Informasi Kurikulum 2013• Standar Kompetensi Lulusan (SKL)• Kompetensi Inti (KI)• Kompetensi Dasar (KD)• Buku Pegangan Guru• Buku Pelajaran• Metodologi Mengajar• Evaluasi Pembelajaran• Pre-test dan Post-test 95
    • 96. EJadwal Induk 96
    • 97. Jadwal Induk Implementasi KurikulumDes 2012 Jan 2012 Feb 2013 Mar 2013 April 2013 Mei 2013 Juni 2013 Juli 2013 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Buku Penulisan Buku Proses Lelang/Pengadaan Tersedia IMPLEMENTASI KURIKULUM Persiapan Guru Pelatihan Pelatihan Guru Terlatih Pelatihan Tingkat Nasional dan Pelatihan Pelatihan Nasional Master 97
    • 98. Terima Kasih 98

    ×