Your SlideShare is downloading. ×
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013-2014

1,505

Published on

Arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013.

Arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013.

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,505
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
65
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. REMBUK NASIONAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 Arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Menuntaskan Program PrioritasPendidikan dan Kebudayaan 2013-2014 Sawangan, 10-12 Februari 2013
  • 2. Ucapan Terima Kasih Kepada Yth. Segenap Wakil Rakyat; Segenap Pimpinan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota;Segenap Ormas yang Bergerak dalam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan;Segenap Organisasi Profesi yang Mendukung Pendidikan dan Kebudayaan; Semua Pemangku Kepentingan. Yang Telah Mencurahkan Perhatian, Tenaga, dan Pikirandemi Kemajuan Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia 2
  • 3. Syukur Alhamdulillah..... atas capaian Indonesia dalamBidang Pendidikan dan Kebudayaan selama tahun 2012 Selamat bagi kita semua...... Tugas kita bersama untuk lebih baik lagi pada tahun-tahun selanjutnya .... 3
  • 4. MATERI ARAHAN PengantarA AksesB Mutu dan RelevansiC KebudayaanD Tata KelolaE Mekanisme Rembuknas 2013 4
  • 5. Pengantar 5
  • 6. ....Indonesia’s economy has enormous promise... .... Indonesia’s recent impressive economic performance is not widely understood .... Perlu dipersiapkan social engineering Perlu peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikanSumber: Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential (McKinsey Global Institute, 2012) 6
  • 7. Tren Permintaan terhadap Tenaga Terampil di Negara Maju .... Permintaan terhadap tenaga terampil di negara maju terus meningkat .... Demand for Skilled and Unskilled Workers, reflected in employment rates, 1980-2000Sumber: Yidan Wang, 2012. Education in a Changing World: Flexibility, Skills, and Employability 7
  • 8. Tren Jumlah Penduduk Usia Kerja dan Migran Penduduk Usia Kerja menurut Wilayah, 2010-2050 Sumber: Yidan Wang, 2012. Education in a Changing World: Flexibility, Skills, and Employability Distribusi Pendudukan Migran Internasional menurut Wilayah, 1960-2010Sumber: Yidan Wang, 2012. Education in a Changing World: Flexibility, Skills, and Employability 8
  • 9. Perbandingan Internasional: Distribusi Penduduk Menurut Umur dan Gender, Tahun 2010 Distribusi Penduduk Indonesia menurut Umur dan Gender 1990 dan 2010 Laki-laki 2010 Perempuan 2010 Laki-laki 1990 Perempuan 1990Sumber: BPS dan World Bank, 2012 Sumber: BPS dan World Bank, 2012 9
  • 10. Peningkatan Education Equity & Performance Pendidikan di Indonesia: Equity naik 7%, Performance naik 30% + : change in equityOECD. Pisa In Focus No. 25, Feb 2013 * : change in performace 10
  • 11. Distribusi Lulusan Pendidikan Tinggi, 2000, 2010, dan 2020 (Negara-negara OECD dan G-20) Ranking ke-5 Dunia Tantangan Peningkatan KualitasSumber: Education Indicators in Focus (OECD 2012) 11
  • 12. Map School Life Expetancy menurut GNP per kapita 2012Sumber: UNESCO 2012: World Atlas of Gender Equity 12in Education 12
  • 13. Perbandingan Internasional School Life ExpectancySumber: UNESCO dan Bank Dunia, 2012 dalam World Atlas of Gender Equity in Education 13
  • 14. PERKEMBANGAN HDI (IPM) INDONESIA TH. 2005-20110,800 15 Provinsi di atas rerata Nasional (2011) 1. DKI Jakarta 9. Sumatera Barat0,750 2. Sulawesi Utara 20. Sumatera Selatan 3. Riau 11. Bengkulu Rank 124 4. Yogyakarta 12. Bangka Belitung Rank 108 Jumlah Negara 1870,700 5. Kalimantan Timur 13. Jambi Jumlah Negara 169 6. Kepulauan Riau 14. Jawa Tengah 7. Kalimantan Tengah 15. Bali0,650 8. Sumatera Utara 0,62 0,61 0,61 0,59 0,600,600 0,57 0,58 18 Provinsi di bawah rerata Nasional (2011)0,550 1. Aceh 10. Sulawesi Tenggara 2. Jawa Barat 11. Kalimantan Selatan 3. Jawa Timur 12. Sulawesi Barat0,500 4. Sulawesi Selatan 13. Kalimantan Barat 5. Lampung 14. Papua Barat 6. Maluku 15. Maluku Utara0,450 7. Sulawesi Tengah 16. Nusa Tenggara Timur 8. Banten 17. Nusa Tenggara Barat 9. Gorontalo 18. Papua0,400 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011Sumber: HDR 2011, UNDP 14
  • 15. Keterkaitan Pembangunan Pendidikan dengan IPM, Indeks Daya Saing Global, MDGs dan EFA •• Kualitas Dikdas Kualitas Dikdas •• APK dikdas APK Dikdas •• APK SM APK SM •• APK Dikti APK Dikti •• Kualitas managemen Kualitas managemen •• Pelatihan & DIKTI Pelatihan & Dikti •• Efisiensi pasar kerja Efisiensi pasar kerja •• Inovasi Inovasi Indeks Pembangunan Indeks Daya Saing Global Manusia MDG’s Rata-rata Harapan Lama Harapan Lama Rata-rata APM SD/MI : 95,7 Lama Sekolah Sekolah Sekolah Lama Sekolah Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Universal SMP/MTs SMP SD/MI SD PAUDRata-rata Lama Sekolah: rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 25 tahun ke atas untukmenempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.Harapan Lama Sekolah : 13,2 Tahun 15
  • 16. Milestone 10 TahunPembangunan Pendidikan dan Kebudayaan 2012 Perbaikan Penyaluran BOS • 2014 Rintisan PMU • UU-Dikti • BOP-PTN • Subak diakui • 2010 UNESCO Reformasi Birokrasi • PP 66/2010 • Beasiswa Bidik Misi • 2013 DPPN • • PMU 2008 • Integrasi UN WAJAR DIKDAS • Kurikulum 2013 9 Tahun tercapai • Akademi Komunitas 2006 • World Cultural Forum Sertifikasi Guru 2011 • Pendidikan Karakter • Integrasi Kebudayaan • Rehab SD-SMP 2007 2009 • Sarjana Mengajar di 3T 2004 2005 Tunjangan 20% APBN • Tari Saman diakui • Awal BOS untuk UNESCO • UU Guru Profesi Guru pendidikan dan Dosen Target Target RPJMN/ baseline Capaian* 2013 Kontrak Kinerja 94,1 % APM SD/MI 95,55 95,7 95,8 96,0 58,0 % APM SMP/MTs 77,71 78,8 80,0 76,0 49,0 % APK SMA/SMK/MA 76,40 78,7 82,0 85,0 14,3 % APK PT 27,10 27,9 28,7 25,0 * Angka sementara 16
  • 17. 4 Isu Pokok Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan Masalah & Tantangan Arah Kebijakan AKSES • Populasi yang besar • Disparitas sosial, ekonomi, geografis memastikan • Daya tampung terbatas ketersediaan dan • Pemerataan Layanan. keterjangkauan • … MUTU & RELEVANSI • Peningkatan kelayakan Sarana-prasarana • Kualitas & distribusi guru meningkatkan mutu dan • Pendidikan karakter relevansi secara • Keselarasan dengan dunia kerja • Kompetensi Lulusan berkelanjutan • … PELESTARIAN DAN • Konservasi produk budaya masih terbatas • Diplomasi budaya belum dimanfaatkan secara menuntaskan konservasi,PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN efektif pengembangan, dan • Pengembangan, pembinaan, dan pelindungan promosi budaya dan bahasa dan sastra masih terbatas • ... bahasa TATA KELOLA • Penggunaan sumberdaya belum efisien memastikan • Kurang fokus pada tupoksi • Kurang transparan sumberdaya dikelola • Kurang akuntabel efisien, efektif, • … transparan, akuntabel 17
  • 18. AAkses 18
  • 19. AKSES = f ( ketersediaan + keterjangkauan ) …satuan pendidikan (tempat ..layanan pendidikan yang dapat layanan pendidikan) yang dinikmati oleh seluruh lapisan tersedia dan merata di semua masyarakat tanpa diskriminasi wilayah yang ada WNI.. status sosial-ekonomi… kebijakan kebijakan Penambahan dan Pemerataan Penyediaan Biaya Operasional Sekolah Daya Tampung dan Bantuan Personal Siswa Miskin:• SD-SMP Satu Atap • BOS Supply• Penambahan RKB • BOPTN• Pembangunan Sekolah dan PT • Bantuan Siswa Miskin Demand Baru (termasuk Akademi • Beasiswa Bidik Misi Komunitas) yang lebih merata. 19
  • 20. AKSES Amanah RPJMN,2010-2015 2011 2012 2013 2014 Agenda Prioritas Target Capaian Target Capaian* Target Target 1 Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk > 15 7,7 7,9 7,8 8,0 8,2 8,3 tahun 2 Menurunnya % buta aksara penduduk > 15 tahun 5,1 4,3 4,8 4,2 4,5 4,2 3 Meningkatnya APM SD/sederajat (%) 95,3 95,5 95,7 95,7 95,8 96,0 4 Meningkatnya APM SMP/sederajat (%) 74,7 77,7 75,4 78,8 80,0 76,0 5 Meningkatnya APK SMA/sederajat (%) 76,0 76,5 79,0 78,7 82,0 85,0 6 Meningkatnya APK PT usia 19-23 tahun (%) 26,1 27,1 27,4 27,9 28,7 30 7 Persentase peserta didik SD/SDLB putus sekolah 1,3 0,8 1,1 0,7 0,9 0,7 8 Persentase peserta didik SMP/SMPLB putus sekolah 1,6 1,6 1,4 1,4 1,2 1,0 9 Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antar-wilayah dan sosial Perbaikan terus menerus ekonomi, PRIORITAS PENUNTASAN*) sementara 20
  • 21. Lama Sekolah dan Buta Aksara RATA-RATA LAMA SEKOLAH PERSENTASE BUTA AKSARA PENDUDUK 15 TAHUN KE ATAS PENDUDUK 15 TAHUN KE ATAS8,4 6,58,2 8,01 6 5,44 7,92 7,94 8,25 5,5 5,17 8 5,97 4,84 7,72 8,10 5 4,527,8 5,30 4,18 7,52 7,85 4,5 5,027,6 7,75 4 4,437,4 7,60 3,5 4,26 37,2 2,5 7 2 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Target RPJMN Capaian Target RPJMN Capaian • Capaian rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas tahun 2011 telah melebihi target tahun 2012 yang ditetapkan dalam RPJMN 2010-2014. • Angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas tahun 2011 menurun, melampaui target tahun 2012 RPJMN 2010-2014. sementara 21
  • 22. Partisipasi (APM/APK) Siswa/Mahasiswa96,8 APM SD/MI/Paket A 85 APM SMP/MTs/Paket B 77,71 78,80 80 95,75 96 74,52 75,64 95,41 95,55 96,00 75 72,28 95,14 95,23 95,70 95,80 76,0095,2 74,00 74,70 75,40 75,70 70 95,20 95,3094,4 65 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Target RPJMN Capaian Target RPJMN Capaian APK SMA/SMK/MA/Paket C APK PT/PTA (usia 19-23 tahun) 95 40 76,50 78,70 27,90 80 26,30 27,09 69,60 70,53 85,00 82,00 25 21,30 21,60 30,00 64,28 79,00 27,40 28,70 76,00 65 73,00 24,80 26,10 50 10 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Target RPJMN Capaian Target RPJMN Capaian sementara 22
  • 23. Pemerataan Layanan Pendidikan Tinggi …menjamin penyedian dan peningkatan daya tampung Perguruan Tinggi secara merata di Indonesia… Capaian Utama 2012: • Membangun PT baru (3 Institut Seni dan Budaya dan 2 Institut Teknologi) • Membangun 20 Akademi Komunitas • Memperkuat dan meningkatkan daya tampung PT daerah perbatasan •Univ. Samudera Langsa Poli Sendawar •Univ. Teuku Umar Univ Borneo Tarakan Umrah Poli Nusa Utara Poli Bengkalis Poli Batam Poli Terpikat Sambas IT Kalimantan Poli Balikpapan Poli Fak-Fak Poli Sorong Uni Musamus Poli Bitung Univ. Babel Poli Ketapang Univ Sulawesi Barat Polman Babel Univ. Graha Nusantara Poli Muara Teweh Poli Tanah Laut Univ 19 November Kolaka IT Lampung Selatan Poli Sidoarjo Poli Madura Univ Andi DjemmaPTN yg telah ada Poli SubangPTN Baru (Telah Dibuka) Poli MadiunCalon PTN Baru Poli Banyuwangi Poli Sidoardjo, Bitung, dan Sorong:Pusat Unggulan (Center Of Exellence) Univ Timor Pengelola oleh Kem Kelautan dan Perikanan 23
  • 24. Penyediaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus …menjamin terlayaninya pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus … • Pembangunan 8 Autis Center di Jatim, Jakarta, Sumbar, Riau, Kalsel, Sultra, Kalbar, dan Bengkulu • Pembangunan 3 Sekolah keberbakatan di Papua, Lampung, Sulsel, Sulteng Autis center Malang 24
  • 25. Penyaluran BOS 2011, 2012, dan 2013 TRIWULAN - I TRIWULAN - II100 99,81 100 99,31 95,16 95,1 86,390,180 81,78 80,1 80 75,379,182,1 61,57 77,64 65,8 66,460 60 60,6 51,17 54,54 50,1 47,940 27,55 40 32,2 36,4 25,220 17,3 20 19,3 1,82 12,1 5,2 4,6 7,4 9,1 0 0 0 0 0 2,3 0 0 2 4 6 8 10 12 14 0 2 4 6 8 10 12 14 Minggu Minggu 2011 2012 2013 2011 2012 TRIWULAN - III TRIWULAN - IV Per 12 November 2012100 100 98,71 100 96,16 10080 82,5 80 84,83 76,5 75,3 68,62 7160 63,466,2 60 56,58 56,7 44,87 48,340 38,4 40 30 30,620 20,3 20 12,3 11,9 5,8 7 0 1 0 0 0 0 0,6 1,4 2,4 3,4 0 2 4 6 8 10 12 14 0 2 4 6 8 10 12 14 2011 2012 2011 2012 Minggu 2011 2012 Minggu Dengan perbaikan penyaluran, tata kelola BOS difokuskan pada Pendampingan, Pengawasan dan Akuntabilitas penggunaan dana BOS di tingkat satuan pendidikan 25
  • 26. Penyediaan Bantuan Siswa/Mahasiswa Miskin…menjamin siswa/mahasiswa dari keluarga miskin dapat menjangkau layanan pendidikan... Capaian Utama 2012: Meningkatkan jumlah penerima Bantuan Siswa/Mahasiswa Miskin (BSM dan Bidik Misi) dari tahun sebelumnya. 8.085 ribu 6.000 91 618 550 Ribu Siswa/Mhs 5.000 4.000 3.806 ribu 1.295 360 20 308 3.000 871 2.000 3.530 1.000 2.247 - 2010/2011 2011/2012 Rp. 3,99 T SD SMP SMA SMK PT 26
  • 27. Capaian Indeks Prestasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi JUMLAH JUMLAH L P TAHUN KUMULATIF PENERIMA PENERIMA 3,25 3,222009/2010 19,669 19,669 3,2 3,18 3,182010/2011 29,743 49,4122011/2012 42,000 91,412 3,15 IPK 3,1 3,09 3,06 3,05 3,04 3 2,95 2009/2010 2010/2011 2011/2012 Angkatan Penerima Bidik Misi 27
  • 28. Penyediaan Guru di Daerah 3T …menjamin semua sekolah di seluruh pelosok wilayah Indonesia dilayani oleh tenaga pendidik yang cukup dan cakap… Capaian Utama 2011/ 2012: • Dikirim 2.479 (2011) dan 2.670 (2012) guru di daerah 3T • Direkrut 464 (2011) dan 500 (2012) mahasiswa dari daerah 3T untuk disiapkan menjadi Guru 20 50 Pidie Jaya 80 109 Aceh Besar 79 63 Gayo Lues 60 56 38 20 Natuna 170 163 Kep. Sangihe, Sitaro, Talaud Aceh Timur 13 100 80 130 Kep. Anambas 150 98 Malinau 80 146 124 Nunukan 40 Teluk Wondama Simeulue 142 Sanggau 50 38 Raja Ampat 40 Karimun 49 150 90 84 Kutai Barat 244 30 Manokwari 90 100 57 Nias 50 99 49 87 Biak Numfor Aceh 209 90 110 60 Selatan 105 60 38 40 Nabire Aceh Singkil 79 33 Landak 63 Flores Timur 60 Yahukimo 50 44 90 80 Sorong 5 40 Kaimana 60 Alor 90 40 Timika 70 Manggarai 70 Teluk Bintuni 27 39Keterangan: 100 247 90 84 Lembata 40 Waropen 19 101 31 29 Maluku Barat Daya2479 = jumlah guru yang dikirim ke daerah 3 T 2011 150 40 30 221 Kupang Sumba Timur 338 40 1492670 = jumlah guru yang dikirim ke daerah 3 T 2012 144 50 Rote Ndao 150 30 Mimika 50 29 224 Ende Ngada 50 48 127 3583100 = proyeksi 2013 Manggarai Timur 77 80 130 28
  • 29. Pencegahan siswa putus sekolah dan meningkatkan angka transisi MP3EI DUNIA KERJA BSM Pendidikan Tinggi Lulus, tidak Melanjutkan BIDIK MISI Tidak Melanjutkan, BSM tapi berprestasi dan Pendidikan Menengah tidak mampu Lulus, tidak Universal Melanjutkan DO BOS + penyediaan layanan BSM khusus di daerah 3T SMP BOS + penyediaan layanan DO BSM khusus di daerah 3T SD Dibangun sistem terintegrasi penerima BOS BSM dikaitkan dengan program PKH DO BSM sejak SD sampai PT PAUD 29
  • 30. KOHORT PENDIDIKAN TERTINGGI PENDUDUK TAHUN 2007 USIA 19-23 KOHOR PENDIDIKAN TERTINGGI YANG PERNAH DIIKUTI OLEH PENDUDUK USIA 19-24 TAHUN MENURUT STATUS EKONOMI KELUARGA, TAHUN 2007 100 98,4 94,1 89,4 90 90,8 87,8 80 72,4 77,0 72,5 70 71,2 60 49,0 50 46,0 49,7 48,2 40 36,6 30 20 21,0 19,1 14,2 10 0 1,4 1 3 5 Lulus SD/MI 8 Lulus SMP/MTs 11 Lulus SMA/MA/SMK Quintile 1 Quintile 2 Quintile 3 Quintile 4 Quintile 5 Rata-RataSumber : Susenas 2007 30
  • 31. KOHORT PENDIDIKAN TERTINGGI PENDUDUK TAHUN 2011 USIA 19-23 JENJANG PENDIDIKAN TERTINGGI YANG PERNAH DIIKUTI OLEH PENDUDUK USIA 19-23 TAHUN MENURUT STATUS EKONOMI KELUARGA, TAHUN 2011 100 92,0 98,3 91,7 91,0 90,6 90 93,7 87,0 76,9 78,7 78,3 80 76,2 76,8 75,5 74,5 73,7 70 60 53,9 53,3 51,5 56,7 49,6 50 55,8 53,4 52,2 43,6 40 Kebijakan : • Perlunya integrasi BSM 30 • Kenaikan Unit Cost 18,8 20 • Keberlanjutan Bidik Misi 26,5 25,9 24,3 22,8 10 4,4 0 1 2 3 4 5 6 Lulus 7 8 9 Lulus 10 11 12 Lulus PT SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA Quintile 1 Quintile 2 Quintile 3 Quintile 4 Quintile 5 Rata-rataSumber : Susenas 2011 31
  • 32. Contoh : Kohort Siswa Antar Jenjang di Sukabumi 2010/2011 Siswa baru lulusan 11.031 SMA/K 8.459 =7.657 (41,0%) Siswa baru 24.781 SMP 18.688 lulusan =14.669 (37,2%) SD 39.450 lulusan 44.923 = 36.464 (81,2%)Siswa baru Sumber : Disdik Kab. Sukabumi, 2011 32
  • 33. Distribusi Angka Putus Sekolah Tahun 2011: Penduduk Usia 7-18 Tahun Usia 7-12 Usia 13-15 Usia 16-18 Sulawesi Barat 2,37 Papua Barat 5,23 Sulawesi Tengah 6,58Kepulauan Bangka Belitung 1,88 Sulawesi Utara 4,41 Sulawesi Utara 6,11 Papua Barat 1,56 Gorontalo 3,81 Sulawesi Tenggara 5,57 Papua 1,36 Sulawesi Tengah 3,48 Nusa Tenggara Timur 4,96 Sulawesi Tenggara 1,32 Sumatera Utara 3,41 Nusa Tenggara Barat 4,92 Gorontalo 1,26 Kepulauan Bangka Belitung 3,24 Gorontalo 4,84 Sulawesi Tengah 1,21 Kalimantan Selatan 3,04 Sulawesi Selatan 4,66 Kalimantan Barat 1,19 Sulawesi Tenggara 2,94 Kalimantan Barat 4,62 Sulawesi Selatan 1,12 Nusa Tenggara Timur 2,83 Sumatera Utara 4,55 Sulawesi Utara 1,10 Lampung 2,68 Kalimantan Timur 4,09 Sumatera Selatan 1,06 Maluku Utara 2,67 Sumatera Selatan 3,83 Nusa Tenggara Timur 1,00 Sumatera Barat 2,64 Kepulauan Bangka Belitung 3,81 Sumatera Barat 0,91 Jawa Barat 2,58 Jawa Timur 3,44 Nusa Tenggara Barat 0,80 Papua 2,50 Maluku Utara 3,41 Kalimantan Selatan 0,80 Sulawesi Selatan 2,43 Jambi 3,39 Riau 0,72 Kalimantan Barat 2,28 Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan 3,28 0,70 Kalimantan Tengah 2,25 Kepulauan Riau Sulawesi Barat 3,26 0,70 Bengkulu 2,19 Lampung Sumatera Barat 3,20 0,68 Sumatera Selatan 2,19 Maluku Utara Maluku 3,14 0,67 Jawa Timur 2,18 Jambi 0,65 Papua 3,07 Sulawesi Barat 2,10 Jawa Barat 0,63 Lampung 3,03 Jambi 2,03 Bengkulu 0,62 Bengkulu 3,02 Nusa Tenggara Barat 1,97 Maluku 0,56 Riau 3,02 Banten 1,95 DKI Jakarta 0,56 Kalimantan Tengati 2,90 Kalimantan Timur 1,94 Sumatera Utara 0,55 Papua Barat 2,54 DKI Jakarta 1,92 Jawa Tengah 0,50 Jawa Tengah 2,41 Maluku 1,82 Banten 0,45 Jawa Barat 2,37 Riau 1,53 Bali 0,39 DKI Jakarta 2,30 Aceh 1,27 Jawa Timur 0,39 Rata-rata Bali 2,20 Jawa Tengah 1,22 Rata-rata Aceh 0,38 Nasional: Aceh 1,76 Rata-rata Bali 0,62 Nasional: Kalimantan Timur 0,34 0,67% D1 Yogyakarta 1,62 Nasional: D1 Yogyakarta 0,34 2,21% Dl Yogyakarta 0,00 Banten 1,31 3,14% Kepulauan Riau 0,32 Kepulauan Riau 0,69 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 (Persen) (Persen) Sumber: Diolah dari data BPS 2013 (Persen) 33
  • 34. Distribusi Angka Putus Sekolah Tahun 2011: Penduduk Usia 7-12 Tahun % Putus Sekolah Jumlah Putus Sekolah Penduduk Usia 7-12 % Penduduk Miskin Sulawesi Barat 2,37 3.939 179.521 Sulawesi Barat 13,89Kepulauan Bangka Belitung 1,88 2.683 132.867 Bangka Belitung 5,75 Papua Barat 1,56 1.632 132.447 Papua Barat 31,92 Papua 1,36 4.534 377.517 Papua 31,98 Sulawesi Tenggara 1,32 4.168 314.950 Sulawesi Tenggara 14,56 Gorontalo 1,26 1.718 138.423 Gorontalo 18,75 Sulawesi Tengah 1,21 4.290 357.573 Sulawesi Tengah 15,83 Kalimantan Barat 1,19 6.913 614.580 Kalimantan Barat 8,6 Sulawesi Selatan 1,12 11.062 984.535 Sulawesi Selatan 10,29 Sulawesi Utara 1,1 2.756 255.120 Sulawesi Utara 8,51 Sumatera Selatan 1,06 9.340 892.549 Sumatra Selatan 14,24 Nusa Tenggara Timur 1 7.168 743.636 Nusa Tenggara Timur 21,23 Sumatera Barat 0,91 5.688 591.569 Sumatra Barat 9,04 Kalimantan Selatan 0,8 4.469 572.121 Kalimantan Selatan 5,29 Nusa Tenggara Barat 0,8 3.472 411.403 Nusa Tenggara Barat 19,73 Riau 0,72 Rata-rata 5.153 717.032 Riau 8,47 Nasional: Kalimantan Tengah 0,7 Nasional: 1.258 160.311 Kalimantan Tengah 6,56 12,49% Kepulauan Riau 0,7 0,67% 2.001 284.431 Kepulauan Riau 7,4 Lampung 0,68 6.022 903.677 Lampung 16,93 Maluku Utara 0,67 942 158.428 Maluku Utara 9,18 Jambi 0,65 2.447 374.009 Jambi 8,65 Jawa Barat 0,63 32.423 4.551.968 Jawa Barat 10,65 Bengkulu 0,62 1.333 205.726 Bengkulu 17,5 Maluku 0,56 1.237 814.267 Maluku 23 DKI Jakarta 0,56 4.680 244.155 DKI Jakarta 3,75 Sumatera Utara 0,55 9.127 1.719.724 Sumatra Utara 11,33 Jawa Tengah 0,5 Jumlah Putus 16.668 3.267.723 Jawa Tengah 15,76 Banten 0,45 5.869 1.237.189 Banten 6,32 Sekolah: 14.552 3.533.218 Bali 4,2 Bali 0,39 Jawa Timur 0,39 182.773 Siswa 1.596 365.146 Jawa Timur 14,23 Aceh 0,38 2.172 596.271 Aceh 19,57 Kalimantan Timur 0,34 1.460 408.758 Kalimantan Timur 6,77 Dl Yogyakarta 0 0 267.656 DI Yogyakarta 16,08 26.508.500 0 1 2 3 0 20000 40000 0 20 40 (Persen) (Jumlah Siswa) (Persen)Sumber: Diolah dari data BPS 2013 34
  • 35. Distribusi Angka Putus Sekolah Tahun 2011: Penduduk Usia 13-15 Tahun % Putus Sekolah Jumlah Putus Sekolah Penduduk Usia 13-15 % Penduduk Miskin Papua Barat 5,23 1.364 60.923 Papua Barat 31,92 Sulawesi Utara 4,41 3.504 120.833 Sulawesi Utara 8,51 Gorontalo 3,81 1.507 62.577 Gorontalo 18,75 Sulawesi Tengah 3,48 3.460 168.141 Sulawesi Tengah 15,83 Sumatera Utara 3,41 20.263 772.385 Sumatra Utara 11,33Kepulauan Bangka Belitung 3,24 1.335 57.273 Bangka Belitung 5,75 Kalimantan Selatan 3,04 3.936 201.678 Kalimantan Selatan 5,29 Sulawesi Tenggara 2,94 2.816 142.857 Sulawesi Tenggara 14,56 Nusa Tenggara Timur 2,83 5.186 330.520 Nusa Tenggara Timur 21,23 Lampung 2,68 8.558 450.199 Lampung 16,93 Maluku Utara 2,67 1.254 78.488 Maluku Utara 9,18 Sumatera Barat 2,64 5.509 254.986 Sumatra Barat 9,04 Jawa Barat 2,58 47.198 2.338.516 Jawa Barat 10,65 Papua 2,50 2.341 139.220 Papua 31,98 Sulawesi Selatan 2,43 8.242 471.205 Sulawesi Selatan 10,29 Kalimantan Barat 2,28 Rata-rata 3.745 271.827 Kalimantan Barat 8,6 Nasional: Kalimantan Tengah 2,25 Nasional: 1.878 139.098 Kalimantan Tengah 6,56 12,49% Sumatera Selatan 2,19 2,21% 6.272 101.811 Sumatra Selatan 14,24 Bengkulu 2,19 1.554 419.244 Bengkulu 17,5 Jawa Timur 2,18 30.431 1.730.882 Jawa Timur 14,23 Sulawesi Barat 2,10 1.003 77.710 Sulawesi Barat 13,89 Jambi 2,03 2.542 166.016 Jambi 8,65 Nusa Tenggara Barat 1,97 4.247 254.061 Nusa Tenggara Barat 19,73 Banten 1,95 8.792 576.333 Banten 6,32 Kalimantan Timur 1,94 2.779 186.842 Kalimantan Timur 6,77 DKI Jakarta 1,92 5.814 347.100 DKI Jakarta 3,75 Maluku 1,82 Jumlah Putus 1.151 105.656 Maluku 23 Riau 1,53 3.349 286.403 Riau 8,47 Sekolah: 2.654 271.466 Aceh 19,57 Aceh 1,27 Jawa Tengah 1,22 209.976 Siswa 15.913 1.723.343 Jawa Tengah 15,76 Bali 0,62 831 171.191 Bali 4,2 D1 Yogyakarta 0,34 379 131.839 DI Yogyakarta 16,08 Kepulauan Riau 0,32 171 62.116 Kepulauan Riau 7,4 0 2 4 6 0 20000 40000 60000 12.672.739 0 20 40 (Persen) (Jumlah Siswa) (Persen)Sumber: Diolah dari data BPS 2013 35
  • 36. Distribusi Angka Putus Sekolah Tahun 2011: Penduduk Usia 16-18 Tahun % Putus Sekolah Jumlah Putus Sekolah Penduduk Usia 16-18 % Penduduk Miskin Sulawesi Tengah 6,58 5.319 154.100 Sulawesi Tengah 15,83 Sulawesi Utara 6,11 4.631 119.700 Sulawesi Utara 8,51 Sulawesi Tenggara 5,57 4.462 133.000 Sulawesi Tenggara 14,56 Nusa Tenggara Timur 4,96 5.569 310.500 Nusa Tenggara Timur 21,23 Nusa Tenggara Barat 4,92 7.923 272.500 Nusa Tenggara Barat 19,73 Gorontalo 4,84 1.576 61.700 Gorontalo 18,75 Sulawesi Selatan 4,66 11.907 465.900 Sulawesi Selatan 10,29 Kalimantan Barat 4,62 4.688 271.000 Kalimantan Barat 8,6 Sumatera Utara 4,55 24.494 833.500 Sumatra Utara 11,33 Kalimantan Timur 4,09 4.649 187.400 Kalimantan Timur 6,77 Sumatera Selatan 3,83 9.044 414.300 Sumatra Selatan 14,24 Bangka Belitung 3,81 1.164 58.800 Bangka Belitung 5,75 Jawa Timur 3,44 35.546 1.771.700 Jawa Timur 14,23 Maluku Utara 3,41 1.265 69.500 Maluku Utara 9,18 Jambi 3,39 3.230 171.700 Jambi 8,65 Kalimantan Selatan 3,28 Rata-rata 3.159 206.400 Kalimantan Selatan 5,29 Nasional: Sulawesi Barat 3,26 Nasional: 1.192 61.400 Sulawesi Barat 13,89 12,49% Sumatera Barat 3,20 3,14% 5.491 297.400 Sumatra Barat 9,04 Maluku 3,14 1.673 94.700 Maluku 23 Papua 3,07 1.951 133.600 Papua 31,98 Lampung 3,03 6.752 450.300 Lampung 16,93 Riau 3,02 5.528 92.100 Riau 8,47 Bengkulu 3,02 1.740 276.900 Bengkulu 17,5 Kalimantan Tengati 2,90 1.774 116.100 Kalimantan Tengah 6,56 Papua Barat 2,54 613 67.900 Papua Barat 31,92 Jawa Tengah 2,41 20.678 1.675.200 Jawa Tengah 15,76 Jawa Barat 2,37 27.901 2.155.200 Jawa Barat 10,65 Jumlah Putus DKI Jakarta 2,30 7.067 481.500 DKI Jakarta 3,75 Bali 2,20 Sekolah: 2.566 156.800 Bali 4,2 Aceh 1,76 223.676 Siswa 3.513 268.500 Aceh 19,57 D1 Yogyakarta 1,62 1.954 146.700 DI Yogyakarta 16,08 Banten 1,31 4.569 573.100 Banten 6,32 Kepulauan Riau 0,69 287 79.500 Kepulauan Riau 7,4 0,00 5,00 10,00 0 20000 40000 12.628.600 0 20 40 (Persen) (Jumlah Siswa) (Persen)Sumber: Diolah dari data BPS 2013 36
  • 37. Kebijakan Pencegahan Siswa Putus Sekolah dan Peningkatan Angka Keberlanjutan SiswaKebijakan Nasional1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan2. Integrasi Bantuan Siswa Miskin SD – PT3. Peningkatan satuan biaya bantuan siswa miskin4. Peningkatan cakupan penerima BIDIK MISIPeran Provinsi dan Kabupaten/Kota1. Mengidentifikasi lulusan jenjang SD/MI dan SMP/MTs2. Menghitung daya tampung SMP/MTs dan SMA/MA/SMK3. Mengidentifikasi siswa yang memiliki resiko putus sekolah (seperti siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu)4. Memastikan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan pendidikan5. Membuka Posko penerimaan siswa baru  Memastikan semua anak usia sekolah bersekolah 37
  • 38. Disparitas Pendidikan Antar Wilayah: APM SD/MI 2011 Jakarta Selatan Kabupaten/Kota Nasional: 100 95,55% 90 < 95%-75% (137 Kab/Kota atau 27,6%) 80 PRIORITAS 2 75%APM (%) 70 < 95% (158 Kab/kota) 60 < 75% (21 Kab/kota atau 4,2%) PRIORITAS 1 50 Pidie Jaya 40 Kebijakan: Peningkatan daya tampung pada daerah-daerah Prioritas 1 melalui penambahan sekolah baru, ruang kelas baru, bantuan siswa miskin, dan peningkatan ketersediaan guru yang berkualitas. 38
  • 39. Disparitas Pendidikan Antar Wilayah: APK SMP/MTs 2011 APK (%) Kabupaten/Kota140 Kulon Progo ≥ 95% Kota Palangkaraya Kota Cilegon (324 Kab/kota)130120110 Nasional: 99,47%10095%90 <95%-75% (148 Kab/Kota < 95% Sigi Barito Utara Nduga Kaimana atau 29,8%) (173 Kab/kota)80 PRIORITAS 270 < 75%60 (25 Kab/kota atau 5,0%) PRIORITAS 150 Kebijakan: Peningkatan daya tampung pada daerah-daerah Prioritas 1 melalui penambahan sekolah baru, ruang kelas baru, bantuan siswa miskin, dan peningkatan ketersediaan guru yang berkualitas. 39
  • 40. PMU: Disparitas Antar Wilayah SM 2011 Jakarta Timur, DKI 140 Jakarta Selatan, DKI Kota Yogya, DI Yogyakarta Kota Balikpapan, Kaltim 120 262 Kab/ 100 Kota Rata-rata 80APK (%) Nasional = 70,53% 60 PRIORITAS 2 (240 Kab/Kota) 40 235 Kab/ Kota 20 PRIORITAS 1 Sampang, Jatim Manggarai Timur, NTT (71 Kab/Kota) Tanah Tidung, Kaltim Labuhanbatu Utara, Sumut 0 Kabupaten/Kota Sorong, Papua Barat Kebijakan: Pendidikan Menengah Universal 40
  • 41. BMutu dan Relevansi 41
  • 42. MUTU Amanah RPJMN 2010-2015 2011 2012 2013 2014 Agenda Prioritas Target Capaian Target Capaian* Target Target 1 % guru yang terpetakan kompetensinya 10 - 30 100 50 70 2 Kesesuaian sistem UN dengan memperhatikan kemampuan sosial, Perbaikan terus menerus watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa indonesia 3 % Penerapan kurikulum sekolah dasar- 10 - 25 - 50 100 menengah yang disempurnakan PRIORITAS PENUNTASAN*) sementara 42
  • 43. Rehabilitasi Ruang Kelas Rusak Berat SD/SMP …menjamin pemenuhan standar pelayanan minimal dalam pembelajaran… Capaian Utama 2012: Merehabilitasi >110 ribu ruang kelas rusak berat SD dan SMP negeri dan swasta Status : 29 Januari 2013 SD: 79.941 Ruang Kelas SMP: 30.287 Ruang Kelas 1-25 Persen 26-50 Persen 2.566 1-25 Persen 3,21% 6.257 450 26-50 Persen 7,83% 1,48%100 Persen 175 0,58%26.848 51-75 Persen33,58% 9.428 51-75 Persen 11,79% 750 2,47% Kemajuan Fisik Kemajuan Fisik 100 Persen 28.100 76-99 Persen 76-99 Persen 92,46% 915 34.842 3,01% 43,58% Total Anggaran Rp. 5.544.4 M Total Anggaran Rp. 2.190.5 M Terdapat sasaran baru sebanyak 12.000 ruang yang direhabilitasi mulai Oktober 2012 dengan menggunakan anggaran optimalisasi dan efisiensi 43
  • 44. e-Monitoring Rehabilitasi Ruang Kelas SD-SMP SMS Server Database Dasboard Server ServerData Perkembangan Rehab Web Server Administrasi Data diperbaharui untuk: Pimpinan 1. Serapan Anggaran dan progres fisik per minggu 2. Foto kemajuan per 2 minggu 44
  • 45. Peningkatan Kualitas Guru1. UKA - UKG2. Pengembangan Perbaikan Keberkelanjutan Pendidikan Penyediaan Guru Baru Guru Perbaikan Pendidikan Guru (UU 14/2005 Pasal 23 Ayat (1)): • Seleksi Khusus Peningkatan Pengukuran kinerja • Berasrama (untuk memperkuat Mutu • kompetensi kepribadian dan sosial) Kemampuan mengampu mata pelajaran ganda (mayor-minor) • Beasiswa 2,9 juta guru Pensiun 33 ribu/tahun 45
  • 46. Pembayaran Tunjangan Guru…menjamin peningkatan kualitas dan profesionalitas guru melalui penyediaan tunjangan guru … Rp5.458,9 Sasaran Guru Non PNSD dan PNSD Daerah Khusus: 95,5% PAUD DIKDAS DIKMEN JUMLAH T. Profesi 10.602 57.651 37.123 105.376 T. Fungsional 83.030 207.946 48.597 339.573 Rp259,3 T. Khusus 1.508 50.038 4.137 55.683 4,5% T. Kualifikasi 5.714 104.339 110.053 JUMLAH 100.854 419.974 89.857 610.685 Capaian Utama 2012: Menyalurkan berbagai tunjangan kepada Status : 15 Januari 2013 610 ribu guru Non PNSD dan PNSD Realisasi Sisa daerah khusus. TUNJANGAN PROFESI TUNJANGAN KHUSUS TUNJANGAN FUNGSIONAL TUNJANGAN KUALIFIKASI Rp1.196,7 Rp380,7Rp2.300,9 Rp1.580,6 98,9% 95,0% 97,0% 94,4% Rp135,8 Rp82,5 Rp36,6 Rp4,4 5,6% 5,0% 3,0% 1,1% 46
  • 47. Peningkatan Kualitas Dosen (Total) Capaian Utama 2012: Jumlah dan % seluruh dosen (PTN+PTS) berkualifikasi S2 dan S3 meningkat 120,0 97,9 100,0 85,4 Ribu Dosen 77,5 80,0 71,1 68,0 59,5 60,0 40,0 20,0 13,9 14,9 17,5 - S1 S2/SP-1 S3/SP-2 2010 2011 2012 2010 2011 2012 S3/SP-2 S3/SP-2 S3/SP-2 8,6% 8,9% 10,0% S1 S1 34,0% S1 40,4% 43,7% 162,5 Ribu 168,3 Ribu 174,8 Ribu Dosen Dosen DosenS2/SP-1 S2/SP-1 47,7% S2/SP-1 50,7% 56,0% 47
  • 48. Peningkatan Kualitas Dosen (PTN) Capaian Utama 2012: Jumlah dan % Dosen berkualifikasi S2 dan S3 meningkat 50,0 43,6 36,4 38,1 Ribu Dosen 40,0 30,0 20,0 14,8 13,2 9,3 9,8 11,5 10,0 8,1 - S1 S2/SP-1 S3/SP-2 2010 2011 2012 S1 2010 S1 2011 S1 2012 12,8%S3/SP-2 24,5% S3/SP-2 21,6% S3/SP-2 15,3% 16,0% 18,2% 60,4 Ribu 61,0 Ribu 63,2 Ribu Dosen Dosen Dosen S2/SP-1 S2/SP-1 S2/SP-1 68,9% 60,2% 62,3% 48
  • 49. Perbandingan Publikasi Indonesia (2008 – 2011) Citable Year Documents Rank Documents 2008 1,233 1,206 66 2009 1,676 1,639 62 2010 2,032 1,975 61 35% 2011 2,741 2,651 56 Pemberlakuan aturan kewajiban publikasi karya ilmiahSumber : http://scimagojr.com/countryrank.php (10 Feb 2013) 49
  • 50. Perbandingan Publikasi Dunia dan Indonesia 1996-2010 Citations Document per Citable Self- Country Documents Citations Population per Milion Documents Citations Document Population Indonesia 13.047 12.776 105.759 239.870.937 11.484 10,36 54 3283 World 22.395.845 21.313.314 291.412.922 6.952.939.682 92.381.021 13,01 1996-2011 Document Citable Citations per Country Documents Citations Population Self-Citations per Milion Documents Document Population Indonesia 16.139 15.779 125.845 242.325.6381 13.719 10,85 66 3.679 World 25.656.944 24.366.896 334.561.886 6.973.738.433 107.038.100 13,04Sumber : http://scimagojr.com/countryrank.php (10 Feb 2013) Peningkatan Indonesia 22%, Dunia 11% 50
  • 51. Pertumbuhan Jumlah Publikasi di Beberapa Negara20000 Malaysia18000160001400012000 Egypt10000 8000 Thailand 6000 4000 Indonesia Berhasil menyalip vietnam 2000 Vietnam Philippines 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011Sumber: http://scimagojr.com/countryrank.php (Feb 2013) dan http://www.imf.org/external/index.htm (Feb 2013) 51
  • 52. Kualitas UN dan Intervensi Kebijakan…meningkatkan kualitas UN sebagai upaya mengintegrasikan hasil UN untuk masuk ke perguruan tinggi... ... memastikan perbaikan kualitas pada sekolah yang capaian UN-nya rendah … Perbandingan rerata nilai UN-Murni dan % kelulusannya pada SMA yang mendapatkan intervensi kebijakan pada tahun 2010/2011 dan 2011/2012 RERATA NILAI % KELULUSAN RERATA NILAI % KELULUSAN UN-MURNI BERDASAR UN-MURNI UN-MURNI BERDASAR UN-MURNI 2010 2011 2010 2011 2011 2012 2011 2012 6,16 6,78 62,55 76,99 5,68 6,15 25,24 51,57 = 0,62 14.44 0,47 26.33 UN Tahun 2010 5,68 UN Tahun 2011 6,16 UN Tahun 2011 6,78 UN Tahun 2012 6,15 52
  • 53. Pengembangan Kurikulum 2013 1. Menjawab Tantangan Internal dan Eksternal 2. Penataan Pola Pikir dan Tata kelola 3. Pendalaman dan Perluasan Materi 4. Penguatan Proses dan penilaian 5. Penyesuaian Beban 53
  • 54. 1aTantangan Internal 54
  • 55. Pengembangan Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan-Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja -Rehab Gedung Sekolah -BOS -Penyediaan Lab dan -Bantuan Siswa Miskin Manajemen Berbasis Sekolah Perpustakaan -BOPTN/Bidik Misi (di PT) -Penyediaan Buku 55
  • 56. 1bTantangan Eksternal 56
  • 57. Tantangan Pengembangan KurikulumTantangan Masa Depan Kompetensi Masa Depan• Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA • Kemampuan berkomunikasi• Masalah lingkungan hidup • Kemampuan berpikir jernih dan kritis• Kemajuan teknologi informasi • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu• Konvergensi ilmu dan teknologi permasalahan• Ekonomi berbasis pengetahuan • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab• Kebangkitan industri kreatif dan budaya • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap• Pergeseran kekuatan ekonomi dunia pandangan yang berbeda• Pengaruh dan imbas teknosains • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor • Memiliki minat luas dalam kehidupan pendidikan • Memiliki kesiapan untuk bekerja• Materi TIMSS dan PISA • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkunganPersepsi Masyarakat Fenomena Negatif yang Mengemuka• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif• Beban siswa terlalu berat  Perkelahian pelajar• Kurang bermuatan karakter  Narkoba  KorupsiPerkembangan Pengetahuan dan Pedagogi  Plagiarisme• Neurologi  Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)• Psikologi  Gejolak masyarakat (social unrest)• Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning 57
  • 58. 2Penataan Pola Pikir dan Tata kelola 58
  • 59. Dinamika Kurikulum Pedagogi, PsikologiPerkembangan Perubahan SDM yang Kebutuhan Kompeten Pengembangan Kurikulum Akademik Pengetahuan Pengetahuan Industri Keterampilan KeterampilanSosial-Budaya Sikap Sikap 59
  • 60. Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL) STANDAR STANDAR KOMPETENSI STANDAR PROSES LULUSAN PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN BUKU TEKS PEMBELAJARAN SISWA PEMBELAJARAN &Oleh Satuan Pendidikan PENILAIAN 60
  • 61. Pendekatan Dalam Penyusunan SKL Pada KBK 2004 dan KTSP 2006 Mapel 1 Mapel 2 Mapel 3 .... Mapel n SKL Mapel 1 SKL Mapel 2 SKL Mapel 3 .... SKL Mapel n SK-KD Mapel 1 SK-KD Mapel 2 SK-KD Mapel 3 .... SK-KD Mapel n Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan PendidikanSK-KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar 61
  • 62. Ilustrasi KBK 2004 dan KTSP 2006 62
  • 63. Kemeja Lengan Panjang Warna Biru Ukuran M (Bahu: 38 cm; Dada: 92 cm; Pinggang 86 cm; Panjang 83 cm; Lengan 58 cm) 38 cmsaku 58 cm 92 cm 83 cm 86 cmkerah Lengan Kiri Muka Kiri Belakang Muka Kanan Lengan Kanan 63
  • 64. Pembagian peran Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru dalam Kurikulum dan Efektivitas Waktu Pembelajaran Efektivitas waktu pembelajaran Alokasi waktu guru untuk persiapan Efektivitas waktu pembelajaran silabus dan review buku ajar KTSP 2006 Alokasi waktu persiapan silabus dan review buku Peran Guru/Satdik KBK 2004 Kurikulum 2013 Peran Pemerintah... Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran ..... 64
  • 65. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum Elemen Ukuran Tata kelola KTSP 2006 Kurikulum 2013 Kewenangan Hampir mutlak Terbatas Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantuGuru dengan adanya buku Beban Berat Ringan Efektivitas waktu untuk Rendah [banyak waktu Tinggi kegiatan pembelajaran untuk persiapan] Peran penerbit Besar KecilBuku Variasi materi dan proses Tinggi Rendah Variasi harga/beban siswa Tinggi Rendah Hasil pembelajaran Tergantung sepenuhnya Tidak sepenuhnya tergantungSiswa pada guru guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah Titik Penyimpangan Banyak Sedikit Besar Penyimpangan Tinggi RendahPemantauan Pengawasan Sulit, hampir tidak Mudah mungkin 65
  • 66. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013 Guru Hampir mutlak [dibatasi Pengembangan dari yangPenyusunan hanya oleh SK-KD] sudah disiapkanSilabus Pemerintah Hanya sampai SK-KD Mutlak Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan Penerbit Kuat LemahPenyediaan Guru Hampir mutlak Kecil, untuk buku pengayaanBuku Pemerintah Kecil, untuk kelayakan Mutlak untuk buku teks, kecil penggunaan di sekolah untuk buku pengayaanPenyusunan Guru Hampir mutlak Kecil, untuk pengembanganRencana dari yang ada pada buku teksPelaksanaan Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan dan Supervisi pelaksanaan danPembelajaran pemantauan pemantauan Guru Mutlak Hampir mutlakPelaksanaan Pemerintah Daerah Pemantauan kesesuaian Pemantauan kesesuaianPembelajaran dengan rencana [variatif] dengan buku teks [terkendali]Penjaminan Pemerintah Sulit, karena variasi terlalu Mudah, karena mengarahMutu besar pada pedoman yang sama 66
  • 67. Langkah Penguatan Tata Kelola• Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru• Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan• Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 67
  • 68. 3Pendalaman dan Perluasan Materi 68
  • 69. 3a Analisis Hasil PISA(PISA: Programme for International Student Assessment) 69
  • 70. Refleksi dari Hasil PISA 2009100% 100% 90% 90% 80% 80% 70% 70% 60% Level 6 60% 50% 50% Level 5 40% 40% Level 4 30% 30% 20% Matematika 20% Level 3 10% IPA 10% Level 2 0% 0% Level 1 Below Level 1100% Level 6 90% 80% 70% Level 5 Hampir semua siswa Indonesia hanya 60% 50% menguasai pelajaran sampai level 3 saja, 40% Level 4 30% sementara negara lain banyak yang sampai level 20% Bahasa Level 3 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua 10% 0% manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil Level 2 ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda Level 1b dengan tuntutan zaman  penyesuaian Level 1a kurikulum 70
  • 71. 3b Analisis Hasil TIMSS dan PIRLS(TIMSS:Trends in International Mathematics and Science Study; PIRLS: Progress in International Reading Literacy Study) 71
  • 72. Results of Mathematics (8th Grade) 2007 2011 Very Low Low Intermediate High Advance Very Low Low Intermediate High Advance100% 100% 90% 90% 80% 80% 70% 70% 60% 60% 50% 50% 40% 40% 30% 30% 20% 20% 10% 10% 0% 0% Singapore Turkey Singapore Turkey Malaysia Malaysia Thailand Thailand Iran Iran Japan Morocco Japan Morocco Indonesia Saudi Arabia Saudi Arabia Indonesia Korea, Rep. of Korea, Rep. of Chinese Taipei Chinese Taipei Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 72
  • 73. Results of Science(8th Grade) 2007 2011 Very Low Low Intermediate High Advance Very Low Low Intermediate High Advance100% 100% 90% 90% 80% 80% 70% 70% 60% 60% 50% 50% 40% 40% 30% 30% 20% 20% 10% 10% 0% 0% Turkey Turkey Chinese Taipei Iran Chinese Taipei Iran Singapore Singapore Japan Morocco Japan Morocco Korea, Rep. of Korea, Rep. of Saudi Arabia Saudi Arabia Malaysia Thailand Malaysia Thailand Indonesia Indonesia Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 73
  • 74. Model Soal TIMSSTIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya menjadi empatkatagori:– Low mengukur kemampuan sampai level knowing– Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying– High mengukur kemampuan sampai level reasoning– Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information 74
  • 75. 3c Kesesuaian Soal TIMSS denganKurikulum Yang Dipakai di Indonesia Saat Ini 75
  • 76. Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSSDomain TopicsBiology 1. Major organs and organ systems in humans and other organisms 2. Cells and their functions, including respiration and photosynthesis as cellular process 3. Reproduction and heredity 4. Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a changing environ. 5. Interdependence of populations of organisms in an ecosystem 6. Reasons for increase in world’s human population and its effects on the environment 7. Human health (infection, prevention, immunity) and the importance of diet & exerciseChemistry 1. Classification, composition, and particulate structure of matter (inside atom) 2. Solutions (solvent, solute, concentration/dilution, effect of temperature on solubility) 3. Properties and uses of common acids and bases 4. Chemical change (transformation, conservation, oxidation)Physics 1. Physical states and changes in matter 2. Energy forms, transformations, heat, and temperature 3. Basic properties/behaviors of light and sound 4. Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and electromagnets 5. Forces and motion (forces, basic description of motion, effects of density & pressure)Earth 1. Earth’s structure and physical features Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII 2. Earth’s processes, cycles, and historyScience 3. Earth’s resources, their use, and conservation 4. Earth in the solar system and the universeAda beberapa topik yang sebenarnya diajarkan di kelas IX, sehingga belum semua diajarkan padasiswa SMP Kelas VIII yang mengikuti TIMSS 76
  • 77. Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSSDomain TopicsNumber 1. Computing, estimating, or approximating with whole numbers 2. Concepts of fractions and computing with fractions 3. Concepts of decimals and computing with decimals 4. Representing, comparing, ordering, and computing with integers 5. Problem solving involving percents and proportionsAlgebra 1. Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences 2. Simplifying and evaluating algebraic expressions 3. Simple linear equations and inequalities 4. Simultaneous (two variables equations) Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII 5. Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equationsGeometry 1. Geometric properties of angles and geometric shapes 2. Congruent figures and similar triangles 3. Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent. 4. Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface areas, and volumes 5. Points on the Cartesian plane 6. Translation, reflection, and rotationData & 1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs 2. Interpreting data setsChances 3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomesAda beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswakelas VIII yang mengikuti TIMSS 77
  • 78. Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSSDomain TopicsNumber 1. Concepts of whole numbers, including place value and ordering 2. Adding, subtracting, multiplying, and/or dividing with whole numbers 3. Concepts of fractions 4. Adding and subtracting with fractions 5. Concepts of decimals, including place value and ordering 6. Adding and subtracting with decimals 7. Number sentences Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV 8. Number patternsGeometry 1. Lines: measuring, estimating length of; parallel and perpendicular lines 2. Comparing and drawing anglesShapes and 3. Using informal coordinate systems to locate points in a planeMeasu- 4. Elementary properties of common geometric shapesrement 5. Reflections and rotations 6. Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes 7. Finding and estimating areas, perimeters, and volumesData 1. Reading data from tables, pictographs, bar graphs, or pie charts 2. Drawing conclusions from data displaysDisplay 3. Displaying data using tables, pictographs, and bar graphsAda beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswakelas VIII yang mengikuti TIMSS 78
  • 79. Langkah Penguatan Materi• Evaluasi ulang ruang lingkup materi: – Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa – Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa – Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional• Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional [s/d reasoning]• Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan 79
  • 80. 4Penguatan Proses 80
  • 81. Kerangka Kompetensi Abad 21Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008Kehidupan dan Karir Pembelajaran dan Inovasi Informasi, Media and• Fleksibel dan adaptif • Kreatif dan inovasi Teknologi• Berinisiatif dan mandiri • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Melek informasi• Keterampilan sosial dan budaya • Komunikasi dan kolaborasi • Melek Media• Produktif dan akuntabel • Melek TIK• Kepemimpinan&tanggung jawab Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup hanya untuk meningkatkan pengetahuan [melalui core subjects] saja, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,... 81
  • 82. Kerangka Kompetensi Abad 21Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 •Mendukung Keseimbangan Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak penilaian: tes standar serta penilaian normatif dan sumatif hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain •Menekankan pada pemanfaatan termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan umpan balik berdasarkan kinerja dukungan lingkungan pendidikan yang memadai peserta didik •Membolehkan pengembangan portofolio siswa •Menciptakan latihan pembelajaran, dukungan SDM dan infrastruktur •Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas •Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia •Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung maupun online 82
  • 83. Proses Pembelajaran yang Mendukung KreativitasDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:• 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.• Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. Pembelajaran berbasis intelejensia• Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: tidak akan memberikan hasil - Observing [mengamati] siginifikan (hanya peningkatan 50%) - Questioning [menanya] dibandingkan yang berbasis - Associating [menalar] Personal kreativitas (sampai 200%) - Experimenting [mencoba] - Networking [Membentuk jejaring] Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba[observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu,dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning 83 83
  • 84. Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learnfrom research?:Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar], • mentolerir jawaban yang nyeleneh, • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresifPerlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan padaproses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses 84 pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll) 84
  • 85. 5 Penyesuaian Beban: - Contoh Buku KTSP 2006- Evaluasi Kompetensi Dasar 85
  • 86. Diasumsikan anak sudahlancar membaca pada saatmasuk Kelas I SD Buku IPS Kelas I Halaman 1 86
  • 87. Buku IPS Kelas I Halaman 3MasukSDharussudahlancarmenulis 87
  • 88. PPKN SD-MI Bahasa Indonesia SD-MI Matematika SD-MI IPA SD-MI IPS SD-MI Menjelaskan perbedaan  Membedakan berbagai  Membilang dan  bagian tubuh dan kegunaannya  identitas diri, jenis kelamin, agama, dan bunyi bahasa mengurutkan banyak benda serta cara perawatannya keluarga, dan kerabat suku bangsa  Melaksanakan sesuatu  penjumlahan dan  kebutuhan tubuh agar tumbuh  pengalaman diri Memberikan contoh dan sesuai dengan perintah atau pengurangan bilangan sehat dan kuat (makanan, air,  kasih sayang antar menerapkan hidup rukun petunjuk sederhana sampai 20 pakaian, udara, lingkungan sehat) anggota keluarga melalui kegiatan di rumah  Menyebutkan tokoh-tokoh  Menentukan waktu (pagi,  Membiasakan hidup sehat  hidup rukun dalam dan di sekolah dalam cerita siang, malam), hari, dan jam  menjaga lingkungan agar tetap kemajemukan Menjelaskan pentingnya  Memperkenalkan diri ( bulat) sehat keluarga tata tertib di rumah dan di sendiri dengan kalimat  Menentukan lama suatu  lingkungan sehat dan tidak sehat  peristiwa penting yang sekolah sederhana dan bahasa yang kejadian berlangsung  merawat tanaman, hewan dialami sendiri di Melaksanakan tata tertib di santun  Mengenal panjang suatu peliharaan dan lingkungan sekitar lingkungan keluarga rumah dan di sekolah  Menyapa orang lain dengan benda melalui kalimat  benda yang ada di lingkungan  letak rumah Menjelaskan hak anak untuk menggunakan kalimat sehari-hari (pendek, sekitar berdasarkan cirinya melalui  lingkungan rumah bermain, belajar dengan sapaan yang tepat dan panjang) dan pengamatan sehat dan perilaku gembira dan didengar bahasa yang santun membandingkannya  benda yang dapat diubah dalam menjaga pendapatnya  Mendeskipsikan benda-  Mengelompokkan berbagai bentuknya kebersihan rumah Melaksanakan hak anak di benda di sekitar dan fungsi bangun ruang sederhana  kegunaan benda di lingkungan rumah dan di sekolah anggota tubuh dengan  Menentukan urutan benda- sekitar Mengikuti tata tertib di kalimat sederhana benda ruang yang sejenis  Membedakan gerak benda yang rumah dan di sekolah  Mendeklamasikan puisi anak menurut besarnya mudah dan sulit bergerak melalui dengan lafal dan intonasi  Membilang dan percobaan yang sesuai mengurutkan banyak benda  Mengidentifikasi penyebab benda  Membaca nyaring suku kata  Menentukan nilai tempat bergerak (batere, per/pegas, dan kata dengan lafal yang puluhan dan satuan dorongan tangan, dan magnet) Banyak yang tepat  Melakukan penjumlahan  Mengenal berbagai benda langit mirip antar  Membaca nyaring kalimat dan pengurangan bilangan melalui pengamatan sederhana dengan lafal dan dua angka  Mengenal keadaan cuaca di mapel intonasi yang tepat  Menggunakan sifat operasi sekitar kita  Menjiplak berbagai bentuk pertukaran dan  Membedakan pengaruh musim gambar, lingkaran, dan pengelompokan kemarau dengan musim hujan bentuk huruf  Membandingkan berat terhadap kegiatan manusia  Menebalkan berbagai benda (ringan, berat) (Berapa banyak yang dapat ditampung bentuk gambar, lingkaran,  Mengenal dan oleh kemampuan anak normal SD Kelas dan bentuk huruf mengelompokkan bangun I?) datar 88
  • 89. Tingkat Kesulitan PelajaranPKN KTSP 2006 Kelas IV PKN KTSP 2006 Kelas V•Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan •Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik pemerintahan desa dan pem. kecamatan Indonesia•Menggambarkan struktur organisasi desa dan •Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara pemerintah kecamatan Kesatuan Republik Indonesia•Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan •Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik•Menggambarkan struktur organisasi kabupaten, Indonesia kota, dan provinsi •Pengertian dan pentingnya peraturan perundang-•Mengenal lembaga-lembaga negara dalam undangan tingkat pusat dan daerah susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti •Memberikan contoh peraturan perundang- MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK undangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak,•Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para •Mendeskripsikan pengertian organisasi Menteri •contoh organisasi di lingkungan sekolah dan•Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang masyarakat pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan •Menampilkan peran serta dalam memilih internasional organisasi di sekolah•Memberikan contoh sederhana pengaruh •Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama globalisasi di lingkungannya •Mematuhi keputusan bersama•Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD 89
  • 90. Tingkat Kesulitan PelajaranIPA KELAS IVSemester 1 Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya Menerapkan cara memelihara kesehatan kerangka tubuh Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indera dengan fungsinya hubungan struktur dengan fungsi terlalu tinggi Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indera Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) Mengidentifikasi jenis makanan hewan (KD ini terlalu sempit, perlu digabung dengan KD di bawahnya) Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya (KD ini terlalu sempit perlu digabung dengan KD di atasnya) Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, misalnya kecoa, nyamuk, kupukupu, kucing Menunjukkan kepedulian terhadap hewan peliharaan, misalnya kucing, ayam, ikan Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) dan hubungan “makan dan dimakan” antar makhluk hidup (rantai makanan) konsep simbiosis terlalu tinggi Mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya Mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair->adat->cair; cair->gas->cair; padat->gas Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya 90
  • 91. Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SDPelaku Beban Penyelesaian Menyusun Silabus Disediakan buku pegangan guru Mencari buku yang sesuai Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara berbedaGuru Mengajar banyak mata pelajaran Pendekatan tematik terpadu Menggunakan bahasa Indonesia menggunakan satu buku untuk sebagai penghela mata pelajaran semua mata pelajaran sehingga yang lain sehingga selara dapat selaras dengan Menggunakan ilmu pengetahuan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai penggerak pembahasan sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Mempelajari banyak mapel Mempelajarai mata pelajaranMurid dengan cara berbeda Membeli buku Penyedian buku teks oleh Membeli lembar kerja siswa pemerintah/daerah 91
  • 92. KesinambunganKBK 2004, KTSP 2006, Kurikulum 2013 92
  • 93. Garis Waktu Pengembangan KBK 2004, KTSP 2006, Kurikulum 2013 Tahun ‘01 ‘02 ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 ‘10 ‘11 ‘12 ‘13KegiatanPengemb. Rintisan KBK 2004Implem. Terbatas KBK 2004UU Sisdiknas SKL, SKL Mapel, KDPenyusunan KTSP 2006Pemberlakuan KTSP 2006Pengembangan Kurikulum 2013 KDPemberlakuan Kurikulum 2013 93
  • 94. Tema Kurikulum 2013 Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif,Produktif Kreatif Afektif Inovatif Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi 94
  • 95. Perbedaan Esensial Kurikulum SD KTSP 2006 Kurikulum 2013 StatusMata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, Benarnyamendukung kompetensi keterampilan, pengetahuan]tertentuMata pelajaran dirancang Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan Benarnyaberdiri sendiri dan memiliki memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi intikompetensi dasar sendiri tiap kelasBahasa Indonesia sejajar Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan Idealnyadengan mapel lain keterampilan berbahasa}Tiap mata pelajaran Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang Idealnyadiajarkan dengan sama [saintifik] melalui mengamati, menanya, mencoba,pendekatan berbeda menalar,....Tiap jenis konten Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan Baiknyapembelajaran diajarkan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integratedterpisah [separated curriculum]curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan Baiknya penggerak konten pembelajaran lainnyaTematik untuk kelas I – III Tematik Integratif untuk Kelas I – VI Baiknya[belum integratif] 95
  • 96. Perbedaan Esensial Kurikulum SMP KTSP 2006 Kurikulum 2013 StatusMata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua Benarnyamendukung kompetensi kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan]tertentuMata pelajaran dirancang Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan Benarnyaberdiri sendiri dan memiliki yang lain dan memiliki kompetensi dasar yangkompetensi dasar sendiri diikat oleh kompetensi inti tiap kelasBahasa Indonesia sebagai Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan Idealnyapengetahuan carrier of knowledgeTiap mata pelajaran Semua mata pelajaran diajarkan dengan Idealnyadiajarkan dengan pendekatan yang sama, yaitu pendekatanpendekatan yang berbeda saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,....TIK adalah mata pelajaran TIK merupakan sarana pembelajaran, Baiknyasendiri dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain 96
  • 97. Perbedaan Esensial Kurikulum SMA/K KTSP 2006 Kurikulum 2013 StatusMata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, Benarnyamendukung kompetensi keterampilan, pengetahuan] dengan penekanan yangtertentu berbedaMapel dirancang berdiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan Benarnyasendiri dan memiliki memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi intikompetensi dasar sendiri tiap kelasBahasa Indonesia sebagai Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of Idealnyapengetahuan knowledgeTiap mata pelajaran Semua mata pelajaran diajarkan dengan pende-katan yang Idealnyadiajarkan dengan sama, yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati,pendekatan yang berbeda menanya, mencoba, menalar,....Untuk SMA, ada Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, Idealnyapenjurusan sejak kelas XI peminatan, antar minat, dan pendalaman minatSMA dan SMK tanpa SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama Baiknyakesamaan kompetensi terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap.Penjurusan di SMK sangat Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], Baiknyadetil [sampai keahlian] didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman 97
  • 98. Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013• Ketersediaan Buku Pegangan Pembelajaran: – Siswa – Guru• Ketersediaan Buku Pedoman Penilaian• Kesiapan Guru – Penyesuaian kompetensi guru (4+1)• Dukungan Manajemen – Kepala Sekolah – Pengawas Sekolah – Administrasi sekolah [khususnya untuk SMA dan SMK]• Dukungan Iklim/Budaya Akademik – Keterlibatan dan kesiapan semua pemangku kepentingan [siswa, guru, orang tua, kepala sekolah, pengawas sekolah] 98
  • 99. Struktur Kurikulum 99
  • 100. STRUKTUR KURIKULUM SDNo Komponen I II III IV V VI Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4 2 PPKN 5 6 6 4 4 4 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA 3 3 3 6 IPS 3 3 3 Kelompok B 7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan 4 4 4 5 5 5 lokal*) 8 Pend. Jasmani, OR & Kes (termasuk muatan 4 4 4 4 4 4 lokal).Jumlah 30 32 34 36 36 36Catatan:1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya 100
  • 101. STRUKTUR KURIKULUM SMPNo Komponen VII VIII IX Kelompok A1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 32 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 3 33 Bahasa Indonesia 6 6 64 Matematika 5 5 55 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 56 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 47 Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok B8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 3 3 3 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan9 3 3 3 (termasuk mulok)10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2 Jumlah 38 38 38 * Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah 101
  • 102. Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kelas Mata Plajaran X XI XIIKelompok Wajib Kelompok A1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 32 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 23 Bahasa Indonesia 4 4 44 Matematika 4 4 45 Sejarah Indonesia 2 2 26 Bahasa Inggris 2 2 2 Kelompok B7 Seni Budaya (termasuk muatan lokal) 2 2 28 Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 2 2 29 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) 3 3 3Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib 24 24 24Kelompok Peminatan Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 18 20 20 Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 26 26 26 102 102
  • 103. Struktur Kurikulum Peminatan SMA Kelas MATA PELAJARAN X XI XIIKelompok A dan B (Wajib) 24 24 24Peminatan Matematika dan IPAI 1 Matematika 3 4 4 2 Biologi 3 4 4 3 Fisika 3 4 4 4 Kimia 3 4 4Peminatan SosialII 1 Geografi 3 4 4 2 Sejarah 3 4 4 3 Sosiologi & Antropologi 3 4 4 4 Ekonomi 3 4 4Peminatan BahasaIII 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4 2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 4 4 3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 4 4 Antropologi 3 4 4Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat 6 4 4Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 60 72 72Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 44 44 103
  • 104. Jadwal Implementasi 104
  • 105. Jadwal Persiapan dan Implementasi Bulan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul AgsKegiatanPenulisan BukuPenyiapan Buku MasterPenggandaan BukuPenyiapan Instruktur NasionalPenyiapan Guru IntiPenyiapan GuruImplementasiPendampinganMonitoring dan Evaluasi 105
  • 106. Jadwal ImplementasiNo Jenjang Kelas Tahun Satuan 2013 2014 20151 SD I II III IV V VI2 SMP VII VIII IX3 SMA/SMK X XI XII 106
  • 107. Tingkat KesiapanNo Komponen Tingkat Kesiapan1 Sarana Prasarana Tidak ada kebutuhan sarpras khusus [dapat menggunakan yang sudah ada]2 Siswa Tidak ada prasyarat khusus bagi siswa karena mulai pada awal jenjang kelas ( SD dibagi jadi dua jenjang kelas: I-III, IV-VI) Tidak memerlukan tambahan biaya pribadi bagi siswa3 Buku Sebagian besar disiapkan pemerintah. [Untuk yang tidak disiapkan, kompetensi dasarnya telah disiapkan sehingga dapat disiapkan oleh penerbit]4 Guru Materi Sebagian besar materi adalah sama dengan kurikulum yang lalu Proses pembelajaran Disiapkan melalui pelatihan Proses penilaian Disiapkan melalui pelatihan5 Kepala/Pengawas Sekolah Disiapkan melalui pelatihan terkait dengan instructional leadershipnya6 Manajemen Sekolah Khusus SMA/K, diperlukan manajemen sekolah yang disiapkan melalui panduan dan pelatihan 107
  • 108. SASARAN SEKOLAH Jumlah Jumlah Sekolah Jenjang/Kelas Jumlah Rombel Sekolah Siswa Total Nasional % Sampel1. SD (30% dari 148.695 Sekolah) 44.609 95.447 2.483.901 148.695 30,0% a. Kelas 1 48.217 1.271.003 44.609 148.695 30,0% b. Kelas 4 47.230 1.212.8982. SMP Kelas 7 (100%) 36.434 100.006 3.250.717 36.434 100,0% a. Melalui APBN 3.449 11.108 333.248 36.434 9,5% b. Melalui DAK 32.985 88.898 2.917.469 36.434 90,5%Total (SD+SMP) 81.043 195.453 5.734.618 185.129 108
  • 109. CKebudayaan 109
  • 110. KEBUDAYAAN Amanah RPJMN 2010-2015 2011 2012 2013 2014 Agenda Prioritas Target Capaian Target Capaian* Target Target 1 Fasilitasi sarana pengembangan, 252 261 252 414 353 504 pendalaman, dan pergelaran seni budaya 2 Jumlah warisan budaya dunia 2 0 4 0 6 9 dan cagar budaya nasional yang ditetapkan dan dikelola secara terpadu (kumulatif) 3 Jumlah museum yang memenuhi 30 30 40 40 56 79 standar pelayanan dan pengelolaan (Museum yang direvitalisasi) PRIORITAS PENUNTASAN*) sementara 110
  • 111. Pengakuan UNESCO Terhadap Warisan Budaya IndonesiaWarisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage):1. Kompleks Candi Borobudur (1991);2. Kompleks Candi Prambanan (1991);3. Situs Manusia Purba Sangiran (1996);4. Lanskap Budaya Bali (Subak) (2012).Warisan Alam Dunia (World Natural Heritage):1. Taman Nasional Ujung Kulon di Banten (1991);2. Taman Nasional Komodo di NTT (1991);3. Taman Nasional Lorentz di Papua (1999);4. Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004).Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage):Intangible Cultural Heritage of Humanity1. Wayang (2003);2. Keris (2005);3. Batik (2009);4. Angklung (2010).Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding1. Tari Saman (2011);2. Noken (2012). 111
  • 112. Pengakuan UNESCO Terhadap Warisan Budaya IndonesiaSistem Pengairan Subak, Bali ...Subak Bali merupakan sistem nilai yang mencerminkan nilai penting bagi kemanusiaan masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana, di mana harus tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan pencipta... 112
  • 113. Pengakuan UNESCO Terhadap Warisan Budaya IndonesiaNoken budaya rajut Papua Tas adat yang khas, unik, orisinal, dan tidak tergantikan. Noken adalah aksesori pakaian tradisional yang digunakan dalam upacara adat atau perayaan, seperti proposal pernikahan, upacara pernikahan, inisiasi anak, pengangkatan tokoh masyarakat, menyambut tamu dan untuk menjaga pusaka suci, serta untuk membuat perdamaian antara pihak yang bersengketa... 113
  • 114. Warisan Budaya Dalam Proses Pengajuan Ke UNESCO Proses Pengajuan Tentative List Nomination File 1. Pemukiman Tradisional Tana Toraja 2. Pemukiman Tradisional Nias Selatan 3. Bekas Ibukota Majapahit di Trowulan 4. Kompleks Percandian Muara Jambi EVALUASI oleh 5. Lukisan Dinding Gua Prasejarah di International Council on Maros-Pangkep Monuments Sites dan 6. Kompleks Percandian Muara Takus The World Conservation Union 7. Tenun 8. Jamu Rekomendasi 9. Musik Dangdut World Heritage Committee 10.Keretek (Sidang 1 tahun sekali)* Keputusan*) kadang-kadang menunda keputusan untuk memintainformasi lebih lanjut dari negara yang menominasikan 114
  • 115. Revitalisasi Cagar BudayaSITUS SANGIRAN SITUS TROWULAN SITUS TROWULANKERATON CIREBON (Kasepuhan, SITUS PERCANDIAN MUARO JAMBI SITUS PENGASINGAN BUNG KARNOKanoman, Kacirebonan, Keprabon) DI ENDE – FLORES 115
  • 116. Penguatan Karakter Bangsa: Edukasi Melalui Mobile Cinema..memberikan akses kepada masyarakat yang tidak memiliki bioskop guna memberikan edukasi, inspirasi,dan pengetahuan tentang berbagai perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar melalui media film.. 116 116
  • 117. Peta Relasi Geneologis Bahasa Daerah Kalimantan 55 Bahasa Maluku Sumatera Sulawesi 57 Bahasa 26 Bahasa 58 Bahasa Papua 308 Bahasa Jawa Bali 10 Bahasa NTB NTT 11 Bahasa 70 BahasaTotal bahasa per pulau: 595 Bahasa yang sudah dinarasikan = 591 Bahasa yang sudah dipetakan = 562 117
  • 118. Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan 1. Penguatan pendidikan karakter (termasuk 4 pilar kebangsaan) melalui proses pembudayaan 2. Penyelenggaraan World Cultural Forum 2013 3. Pengusulan pengakuan Warisan Budaya ke UNESCO: – Pemukiman Tradisional Tana Toraja (2013) sebagai Tangible Heritage – Tenun (2013) sebagai Intangible Heritage 4. Penyelesaian RUU Kebudayaan 5. Penyelesaian RPP Pelestarian Cagar Budaya, Permuseuman dan Perfilman 118 118
  • 119. World Cultural Forum di Bali DAVOS, SWITZERLAND ECONOMYRIO DE JANEIRO, BRAZIL BALI, INDONESIA ENVIRONMENT CULTURE 119
  • 120. DTata Kelola 120
  • 121. TATA KELOLA Amanah RPJMN 2010-2015 2011 2012 2013 2014 Agenda Prioritas Target Capaian Target Capaian* Target Target 1 % satker di lingkungan 80 79,8 85 83 90 100 Kemdikbud memiliki SPI 2 % penyelesaian temuan audit 75,1 63,6 76,9 69,4 78,8 80,7 3 Opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP TMP WTP belum WTP WTP (WTP) dari BPK RI PRIORITAS PENUNTASAN*) sementara 121
  • 122. Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi1. Penandatanganan pakta integritas seluruh PNS Kemdikbud2. Pengisian dan penyerahan LHKPN3. Pendidikan anti korupsi di seluruh jenjang pendidikan4. Program pengendalian gratifikasi dan pembentukan unit pengendalian gratifikasi (Permendikbud No.72 tahun 2012) Sampai tanggal 28 Desember 2012 sudah ada 18 laporan gratifikasi5. Penanganan pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh Inspektorat Jenderal6. Penyelesaian tindak lanjut temuan BPK atas laporan keuangan 2010 (selesai 93,14 persen) dan 2011 (selesai 92,22 persen) 122
  • 123. Survei KPK Integritas Sektor Publik 2012 Hasil Survei Integritas KPK Tahun 2012 terhadap 85 instansi pusat/vertikal/daerah.Tingkat Kementerian Tingkat Kementerian/Lembaga 1. Kementerian Pendidikan dan 1. PT. Jamsostek (7,49), Kebudayaan (7,43), 2. Kementerian Pendidikan dan 2. Kementerian Kesehatan (7,07) Kebudayaan (7,43), 3. Kementerian Perdagangan (7,03) 3. Badan Koordinasi Penanaman Modal 4. Kementerian Negara Koperasi dan (BKPM) (7,29), UKM (6,970 4. Badan Pengawas Obat dan Makanan 5. Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPOM) (7,24), (6,89) 5. Kementerian Kesehatan (7,07) 6. Kementerian Pertanian (6,82) 6. Badan Tenaga Nuklir Nasional (7,03) 7. Kementerian Tenaga Kerja dan 7. Kementerian Perdagangan (7,03 Transmigrasi (6,79) 8. Kementerian Negara Koperasi dan UKM 8. Kementerian Negara Lingkugan Hidup (6,97) (6,69) 9. Kementerian Kelautan dan Perikanan 9. Kementerian Perhubungan (6,67) (6,89) 10. Kementerian Perindustrian (6,66) .... 65. Kementerian Agama (6,07) 82. Kementerian Kehutanan (5,55) 123
  • 124. Tingkat Kepuasan Stakeholder Kemdikbud 2012 73,1 Indeks 2012Pendidik & Tenaga Kependidikan 68,9 Indeks 2011 73,1 Peserta Didik 68,4 Stakeholder Primer 70,2 Pengelola Satuan Pendidikan 66,4 2012: 73,0 2011: 68,4 65,9 DPD RI, DPR RI, & DPRD 57,1 KEMDIKBUD 72,2 Pemerintah Daerah 2012: 66,1 64,6 2011: 59,9 70,1 Dinas Pendidikan TA Stakeholder Sekunder 62,9 Media Massa 56,0 64,6 LSM & Ormas (Pendidikan) 61,0 (N= 9.000, error sampling +/- 1,14 pada interval kepercayaan 95,0%) Skala jawaban responden adalah skala Likert (1 – 5) 68,1 Dunia Industri & Dunia Usaha TA dikonversikan ke skala (0 – 100) 124
  • 125. BERDASARKAN PARAMETER KEPUASAN PERBANDINGAN STAKEHOLDER PRIMER & SEKUNDER 2012 Indeks diukur berdasarkan skor rata-rata dari jawaban responden Skala jawaban responden adalah skala Likert (1 – 5) lalu dikonversikan ke skala (0 – 100)+2,97 +11,07 125
  • 126. LAKIP Kemdikbud mendapat predikat penilaian “B” Kementerian/Lembaga Dengan Kriteria Nilai "A" 1. Komisi Pemberantasan Korupsi 2. Badan Pemeriksa Keuangan 3. Kementerian Keuangan Kementerian/Lembaga Dengan Kriteria Nilai "B" 1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian 2. Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi 3. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 4. Menteri Sekretaris Negara 5. Menteri Dalam Negeri 6. Menten Pertanian 7. Menteri Perindustrian 8. Menteri Perhubungan 9. Menteri Perdagangan 10.Menteri Pekerjaan Umum 11.Menteri KesehatanNo Komponen Bobot 2010 2011 12.Menteri Kelautan dan Perikanan1 Perencanaan 35 25,59 27,40 13.Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 14.Menteri Hukum dan HAM2 Pengukuran 20 14,70 14,03 15.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral3 Pelaporan 15 10,63 11,87 16.Menteri Riset dan Teknologi4 Evaluasi 10 6,12 7,67 17.Menteri Perencanaan Pembangunan5 Capaian 20 13,18 Nasional/KaBappenas 11,92 18.Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB Nilai 100 70,22 72,88 Tingkat Akuntanbilias Kinerja B B 126
  • 127. Pentingnya Perbaikan Tata Kelola SUMBERDAYA (ANGGARAN) SEMAKIN MENINGKAT PENTINGNYA PERBAIKAN TATA KELOLATANTANGAN DUNIA TUNTUTAN DAN PENDIDIKAN HARAPAN MASYARAKATSEMAKIN KOMPLEKS SEMAKIN TINGGI 127
  • 128. Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas…memastikan semua unit organisasi menerapkan prinsip berbagi sumberdaya, integrasi proses, dan pemanfaatan TIK … Integrasi PROSES EFISIENSI & EFEKTIFITAS (mengurangi INPUT, meningkatkan OUTPUT) SISTEM BIROKRASI Berbagi Pemanfaatan SUMBERDAYA TIK 128
  • 129. EMekanisme Rembuknas 2013 129
  • 130. Skenario Pelaksanaan RNPK 2013Hari Pertama Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat 10-2-2013 11-2-2013 12-2-2013 13-2-2013 PEMBUKAAN 1. Laporan Mendikbud Sidang Komisi I s.d V 2. Pengarahan dan Pembukaan (lanjutan) Pendaftaran sekaligus Pencanangan Pelaksanaan Peserta Kurikulum 2013 oleh Wapres RI Sidang Pleno I: Paparan Mendikbud Perumusan Hasil Sidang Penandatanganan Kontrak Kinerja: Komisi I s.d. V Check Out • Mendikbud dengan Pejabat Eselon I • Pejabat Eselon I dengan UPT Sarasehan Sidang Pleno II: Sidang Pleno III: Tindak Lanjut 1. Pembicara Tamu 1 Summary Laporan HasilPasca Keputusan 2. Pembicara Tamu 2 Sidang Komisi Mahkamah 3. Pembicara Tamu 3 Konstitusi (MK)Tentang RSBI/SBI Konferensi Pers PENUTUPAN Sidang Komisi I s.d V Konferensi Pers Ramah Tamah bersama Mendikbud Pendaftaran dan Pembukaan, Sidang Pleno, dan Sidang Lanjutan Sidang Komisi, Perumusan Sarasehan Komisi Hasil dan Penutupan 130
  • 131. Alur Proses Perumusan Materi Rembuknas 2012 Sidang Komisi Hasil Sidang Mendikbud Perumusan Pembicara Masukan Wapres Arahan Arahan Tamu Rumusan Rencana Kerja 2012 dan 2013• Rencana aksi dan komitmen pusat dan daerah dalam implementasi Kurikulum 2013• Rencana aksi dan komitmen PT dalam melaksanakan amanat UU 12/2012 (A.l: Akademi Komunitas dan BOPTN)• Rencana aksi pelestarian dan pengembangan kebudayaan• Rencana aksi penguatan tata kelola• Rencana aksi dan komitmen pusat dan daerah dalam implementasi PMU. 131
  • 132. TERIMA KASIH

×