• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
3. sejarah dan pengertian bimbingan konseling
 

3. sejarah dan pengertian bimbingan konseling

on

  • 692 views

 

Statistics

Views

Total Views
692
Views on SlideShare
692
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    3. sejarah dan pengertian bimbingan konseling 3. sejarah dan pengertian bimbingan konseling Presentation Transcript

    • ISTORY OF H UNSELING NCE AND CO GUIDA IA KUMARA, S. PD AGUS R
    • GUIDANCE AND COUNSELING IN AMERICA
    • GUIDANCE AND COUNSELING IN INDONESIA
    • BIMBINGAN • JONES (1963) MEMBERIKAN PENGERTAIN TENTANG BIMBINGAN SEBAGAI BERIKUT: • “GUIDANCE IS THE ASSISTANCE GIVEN TO INDIVIDUALS IN MAKING INTELLIGENT CHOICES AND ADJUSTMENTS IN THEIR LIVES. THE ABILITY IS NOT INNATE IT MUST BE DEVELOPED. THE FUNDAMENTAL PURPOSE OF GUIDANCE IS TO DEVELOP IN EACH INDIVIDUAL UP TO THE LIMIT OF HIS CAPACITY, THE ABILITY TO SOLVE HIS OWN PROBLEMS AND TO MAKE HIS OWN ADJUSMENTS...”
    • • SECARA LEBIH SEDERHANA, SHERTZEN DAN STONE (1981) MENYATAKAN “GUIDANCE IS THE PROCESS OF HELPING INDIVIDUALS TO UNDERSTAND THEMSELVES AND THEIR WORLD.” • MENURUT DEFINISI TERSEBUT, BIMBINGAN DIARTIKAN SEBAGAI PROSES MEMBANTU ORANG-PERORANGAN UNTUK MEMAHAMI DIRINYA SENDIRI DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA. PERUMUSAN BIMBINGAN YANG DIKEMUKAKAN DALAM DEFINISI TERSEBUT MENGANDUNG SEJUMLAH KATA KUNCI, YAITU PROSES, MEMBANTU, ORANG-PERORANGAN, MEMAHAMI DIRI DAN LINGKUNGAN HIDUP.
    • NATAWIDJAJA (1988) MENGEMUKAKAN DEFINISI BIMBINGAN SEBAGAI BERIKUT: • “BIMBINGAN ADALAH SUATU PROSES PEMBERIAN BANTUAN KEPADA INDIVIDU YANG DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS SUPAYA INDIVIDU TERSEBUT DAPAT MEMAHAMI DIRINYA, SEHINGGA IA SANGGUP MENGARAHKAN DIRI DAN DAPAT BERTINDAK WAJAR, SESUAI DENGAN TUNTUTAN DAN KEADAAN LINGKUNGAN SEKOLAH, KELUARGA DAN MASYARAKAT SERTA KEHIDUPAN PADA UMUMNYA.”
    • • HAMRIN AND ERIKSON DAN DIKUTIP OLEH LAKSHMI (2003) BAHWA BIMBINGAN SEBAGAI SALAH SATU ASPEK PROGRAM PENDIDIKAN, DIARAHKAN TERUTAMA PADA MEMBANTU PARA PESERTA DIDIK AGAR DAPAT MENYESUAIAKAN DIRI DENGAN SITUASI YANG DIHADAPINYA SAAT INI DAN DAPAT MERENCANAKAN MASA DEPANNYA SESUAI DENGAN MINAT, KEMAMPUAN DAN KEBUTUHAN SOSIALNYA.
    • LAKSMI (2003) MENGEMUKAKAN CIRI UTAMA BIMBINGAN, YAITU: • BIMBINGAN MERUPAKAN PROSES, ARTINYA MEMBANTU TIAP INDIVIDU AGAR DAPAT MEMBANTU DIRINYA SENDIRI, MENGENAL DAN MENGGUNAKAN KEKUATAN DALAM DIRI, MERUMUSKAN TUJUAN, MEMBUAT RENCANA DAN MEMECAHKAN MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PERKEMBANGANNYA. • BIMBINGAN MERUPAKAN PROSES YANG BERKELANJUTAN, ARTINYA BERLANGSUNG DAN DIPERLUKAN SEJAK MASA KANAK-KANAK SAMPAI DEWASA. • PEMILIHAN DAN PENENTUAN MASALAH MERUPAKAN FOKUS UTAMA DARI BIMBINGAN, SEBAB KEUNIKAN PERSEPSI DARI KEHIDUPAN INDIVIDU SALING TERKAIT DENGAN FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL DI DALAM KEHIDUPANNYA.
    • • BIMBINGAN MERUPAKAN BANTUAN TERHADAP INDIVIDU DALAM PROSES PERKEMBANGANNYA DAN BUKAN SEKEDAR MENGARAHKAN PERKEMBANGANNYA, ARTINYA TUJUAN BIMBINGAN ADALAH MENGEMBANGKAN KEMAPUAN UNTUK MENGARAHKAN DIRI, MEMBIMBING DIRI SENDIRI DAN MENYEMPURNAKAN DIRI MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG MASALAH, KEKUATAN DAN KETERBATASAN DALAM MEMECAHKAN MASALAHNYA. • BIMBINGAN MERUPAKAN LAYANAN UNTUK SEMUA, ARTINYA LAYANAN BIMBINGAN DISEDIAKAN BAGI SEMUA PESERTA DIDIK PADA SETIAP TAHAPAN USIA, PENDIDIKAN, BUKAN HANYA UNTUK YANG TERBELAKANG DAN YANG MEMILIKI KELAINAN. • BIMBINGAN MERUPAKAN LAYANAN YANG BERSIFAT UMUM KARENA SEMUA TENAGA KEPENDIDIKAN SEPERTI GURU, TUTOR, PENASIHAT, KEPALA SEKOLAH, MAUPUN ORANG TUA TURUT TERLIBAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH. BIMBINGAN MERUPAKAN LAYANAN KHUSUS, SEBAB PARA SPESIALIS KEPENDIDIKAN SEPERTI KONSELOR, PSIKIATRIS, BEKERJASAMA DALAM MEMBANTU INDIVIDU MEMECAHKAN MASALAH YANG DIHADAPI.
    • PENGERTIAN KONSELING • ISTILAH KONSELING MERUPAKAN TERJEMAHAN DARI KATA COUNSELING . • MENURUT ARTI KATANYA, COUNSELING , YANG BERASAL DARI KATA COUNSEL MEMPUNYAI ARTI NASIHAT, ANJURAN, PEMBICARAAN. SEPERTI HALNYA DENGAN PENGERTIAN BIMBINGAN (GUIDANCE), PENGERTIAN KONSELING JUGA DIDEFINISIKAN SECARA BERAGAM OLEH PARA AHLI.
    • MENURUT JONES (1963) PENGERTIAN KONSELING ADALAH SEBAGAI BERIKUT: • “COUNSELING IS TAKING OVER A PROBLEM WITH SOME ONE. USUALLY BUT NOT ALWAYS, ONE OF THE TWO HAS FACTS OR EXPERIENCES OR ABILITIES NOT POSSESED TO THE SAME DEGREE BY THE OTHER. THE PROCESS OF COUNSELING INVOLVES A CLEARING UP OF THE PROBLEM BY DISCUSSION.” (JONES, 1963: 291) • 
    • SEDANGKAN SHERTZEN DAN STONE (1981) MENGEMUKAKAN PENGERTIAN KONSELING SEBAGAI BERIKUT: • “COUNSELING IS AN INTERACTION PROCESS THAT FACILITATES MEANINGFUL UNDERSTANDING OF SELF AND ENVIRONMENT AND RESULTS IN THE ESTABLISHMENT AND/OR CLARIFICATION OF GOALS AND VALUES FOR FUTURE BEHAVIOR.” (SHERTZEN DAN STONE, 1981: 19)
    • WRENN (1951) MEMBERIKAN DEFINISI KONSELING SEBAGAI BERIKUT: • “COUNSELING IS PERSONAL AND DYNAMIC RELATIONSHIP BETWEEN TWO PEOPLE WHO APPROACH A MUTUALLY DEFINED PROBLEM WITH MUTUAL CONSIDERATION FOR EACH OTHER TO THE END THAT THE YOUNGER, OR LESS MATURE, OR MORE TROUBLED OF THE TWO IS AIDED TO A SELF DETERMINED RESOLUTION OF HIS PROBLEM” (WRENN, 1951: 60)
    • LEONE E. TYLOR (1953) MENGEMUKAKAN KARAKTERISTIK KONSELING SEBAGAI BERIKUT. • KONSELING TIDAK SAMA DENGAN PEMBERIAN NASIHAT (ADVICEMENT) SEBAB DALAM PEMBERIAN NASIHAT PROSES BERPIKIR DILAKUKAN DAN DIBERIKAN OLEH PENASIHAT, SEDANGKAN DALAM KONSELING PROSES BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH DITEMUKAN DAN DILAKUKAN OLEH KONSELI. • KONSELING MENGUSAHAKAN PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG BERSIFAT FUNDAMENTAL YANG BERKENAAN DENGAN POLA-POLA HIDUP. • KONSELING LEBIH MENYANGKUT SIKAP DARI PADA PERBUATAN ATAU TINDAKAN. • KONSELING LEBIH BERKENAAN DENGAN PENGHAYATAN EMOSIONAL DARI PADA PEMECAHAN INTELEKTUAL. • KONSELING MENYANGKUT JUGA HUBUNGAN KONSELI DENGAN ORANG LAIN.
    • GEORGE DAN CRISTIANI (1990) MENGEMUKAKAN BEBERAPA HAL YANG MENDASAR SEBAGAI KARAKTERISTIK KONSELING, YAITU: BERKENAAN DENGAN PEMBERIAN PENGARUH DALAM PENGUBAHAN • KONSELING PERILAKU SECARA SUKA RELA. • TUJUAN DARI KONSELING ADALAH MENYEDIAKAN SITUASI YANG MENDORONG TERJADINYA PERUBAHAN SECARA SUKA RELA PADA KONSELI • SEBAGAIMANA HUBUNGAN PADA UMUMNYA, KONSELING DIARAHKAN BAGI KEPENTINGAN KONSELI • KONDISI YANG MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU TERCIPTA MELALUI WAWANCARA • MENDENGARKAN TERDAPAT DALAM KONSELING, TETAPI TIDAK SEMUA KONSELING ADALAH MENDENGARKAN • KONSELOR BERUSAHA MEMAHAMI KONSELI • KONSELING BERLANGSUNG DALAM SITUASI YANG BERSIFAT PRIBADI DAN DALAM DISKUSI DIJAGA KERAHASIAAN DATA KONSELI.
    • • PROSES KONSELING PADA DASARNYA DILAKUKAN SECARA INDIVIDUAL, YAITU ANTARA KONSELI DAN KONSELOR, WALAUPUN DALAM PERKEMBANGAN KEMUDIAN ADA KONSELING KELOMPOK. PEMECAHAN MASALAH DALAM PROSES KONSELING ITU DIJALANKAN DENGAN WAWANCARA ATAU DISKUSI ANTARA KONSELI DENGAN KONSELOR, YANG DILAKUKAN SECARA FACE TO FACE. • KONSELING LEBIH BERSIFAT KURATIF ATAU KOREKTIF, YAITU MEMECAHKAN MASALAH YANG DIALAMI OLEH KONSELI. KONSELING MERUPAKAN BANTUAN YANG DIBERIKAN KEPADA INDIVIDU DALAM MEMECAHKAN MASALAH KEHIDUPANNYA MELALUI WAWANCARA DENGAN CARA-CARA YANG SESUAI DENGAN KEADAAN INDIVIDU DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN HIDUPNYA.
    • • SASARAN UTAMA KONSELING ADALAH PERUBAHAN SIKAP DAN TINGKAH LAKU. • SUATU SIKAP DIMANIFESTASIKAN DALAM TINGKAH LAKU-TINGKAH LAKU TERTENTU. • KONSELING DIARAHKAN PADA MENGUBAH SIKAP NEGATIF KEPADA SIKAP YANG POSITIF ATAU KONSTRUKTIF YANG AKAN MENDASARI PERBUATAN DAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG MEMBAWA KEMAJUAN DALAM PERKEMBANGAN ANAK. • PERUBAHAN TINGKAH LAKU YANG TERJADI KARENA ADANYA PERUBAHAN SIKAP AKAN LEBIH PERMANEN KARENA PERUBAHAN SIKAP TERSEBUT TERJADI ATAS PENEMUAN, PEMAHAMAN DAN KEYAKINAN DIRI.
    • KETERKAITAN BIMBINGAN DAN KONSELING • JONES (1963) MEMANDANG KONSELING SEBAGAI SALAH SATU TEKNIK DARI BIMBINGAN. DENGAN DEMIKIAN, MENURUT JONES BIMBINGAN MEMILIKI PENGERTIAN YANG LEBIH LUAS DIBANDINGKAN DENGAN PENGERTIAN KONSELING ATAU DENGAN KATA LAIN, KONSELING MERUPAKAN BAGIAN DARI BIMBINGAN. • BLUM DAN BALINSKY (1973) CENDERUNG MENYAMAKAN PENGERTIAN BIMBINGAN DAN PENGERTIAN KONSELING. MENURUT PANDANGAN INI, BIMBINGAN (GUIDANCE) MERUPAKAN PENGERTIAN YANG SUDAH USANG DIBANDINGKAN PENGERTIAN KONSELING (COUNSELING).
    • BIMO WALGITO (2004) MEMBANDINGKAN KEDUA PENGERTIAN TERSEBUT SEBAGAI BERIKUT. • KONSELING MERUPAKAN SALAH SATU METODE DARI BIMBINGAN, SEHINGGA BIMBINGAN LEBIH LUAS DARI PENGERTIAN KONSELING. KARENA ITU KONSELING MERUPAKAN BIMBINGAN TAPI TIDAK SEMUA BENTUK BIMBINGAN MERUPAKAN KONSELING. • PADA KONSELING SUDAH ADA MASALAH TERTENTU, YAITU MASALAH YANG DIHADAPI KONSELI. BIMBINGAN LEBIH BERSIFAT PREVENTIF ATAU PENCEGAHAN SEDANGKAN KONSELING LEBIH BERSIFAT KURATIF ATAU KOREKTIF. BIMBINGAN DAPAT DIBERIKAN SEKALIPUN TIDAK ADA MASALAH. • KONSELING PADA DASARNYA DILAKUKAN SECARA INDIVIDUAL MELALUI TATAP MUKA (FACE TO FACE), SEDANGKAN BIMBINGAN PADA UMUMNYA DIJALANKAN SECARA KELOMPOK.