0
JENIS-JENIS NAPZA  DAN PERMASALAHANNYA  <ul><li>DEPKES RI  </li></ul><ul><li>Ditjen Binkesmas </li></ul><ul><li>DIREKTORAT...
Istilah <ul><li>NAPZA, NAZA, Narkoba, Narkotika , Madat dan Obat terlarang </li></ul><ul><ul><ul><li>tidak terbatas golong...
NAPZA  <ul><li>(Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya)  </li></ul><ul><ul><li>bahan/zat yang bila masuk ke dalam...
NAPZA <ul><li>mengacu kepada Narkotika dan Psikotropika </li></ul><ul><ul><li>Undang-undang No.5 tahun 1997 tentang Psikot...
Istilah lain <ul><li>Narkoba: Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya  </li></ul><ul><ul><li>populer di masyarakat, media dan a...
Jenis NAPZA <ul><li>dibagi berdasarkan </li></ul><ul><ul><ul><li>Undang-Undang </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Efeknya...
UU No 22 tahun 1997  tentang Narkotika <ul><li>Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman  </li></ul><ul><...
Penggolongan <ul><li>Golongan I  : </li></ul><ul><ul><li>digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, </li></ul></ul><ul><ul><...
Heroin, putauw
Kokain
Ganja, hashis, kanabis
<ul><li>Golongan II:  </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan, sebagai pilihan terakhir  </li></ul></ul><ul><ul><li>di...
Morfin, petidin
<ul><li>Golongan III: </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan  </li></ul></ul><ul><ul><li>banyak digunakan dalam terap...
Narkotika yang sering disalahgunakan:  <ul><li>Opiat:  morfin, heroin (putauw), petidin, candu, dan lain-lain </li></ul><u...
UU No. 5 tahun 1997  tentang  Psikotropika <ul><li>Zat atau obat, alamiah maupun sintetis bukan narkotika </li></ul><ul><l...
Penggolongan: <ul><li>GOLONGAN  I:  </li></ul><ul><ul><li>digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan  </li></ul></ul><ul...
Halusinogenik:
<ul><li>GOLONGAN  II:  </li></ul><ul><ul><li>tujuan ilmu pengetahuan  </li></ul></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan, da...
<ul><li>GOLONGAN III :   </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi  </li></ul></ul><ul...
<ul><li>GOLONGAN IV   </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi  </li></ul></ul><...
Psikotropika yang sering disalahgunakan <ul><li>Psikostimulansia: amfetamin, ekstasi, shabu </li></ul><ul><li>Sedatif dan ...
ZAT ADIKTIF LAIN <ul><ul><ul><li>bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif selain yang disebut Narkotika dan Psikotropika,  me...
3 golongan minuman beralkohol <ul><li>A : etanol 1-5%, (Bir) </li></ul><ul><li>B : etanol 5-20%, (Jenis-jenis minuman angg...
<ul><li>Jenis alkohol lain  </li></ul><ul><ul><li>metanol:  </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>spiritus    desinfektan, zat p...
<ul><li>Inhalansia  (gas yang dihirup)  Solven  (zat pelarut) </li></ul><ul><ul><li>mudah menguap  </li></ul></ul><ul><ul>...
<ul><li>Tembakau  </li></ul><ul><ul><ul><li>Pemakaian sangat luas di masyarakat.  </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kada...
<ul><li>Kafein </li></ul><ul><ul><ul><li>zat stimulansia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>dapat menimbulkan ketergantun...
Klasifikasi lain: <ul><li>Sama sekali dilarang </li></ul><ul><ul><li>narkotika golongan I dan psikotropika golongan I </li...
BERDASARKAN EFEKNYA TERHADAP SUSUNAN SYARAF PUSAT <ul><li>Golongan Depresan  </li></ul><ul><ul><li>mengurangi aktifitas fu...
<ul><li>Golongan Stimulan </li></ul><ul><ul><li>merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja.  </li></ul></ul...
<ul><li>Golongan Halusinogen </li></ul><ul><ul><li>menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran ...
NAPZA YANG TERDAPAT DI MASYARAKAT  SERTA AKIBAT PEMAKAIANNYA <ul><li>OPIOIDA </li></ul><ul><ul><li>Opioida dibagi 3 golong...
<ul><ul><li>Heroin murni: bubuk putih </li></ul></ul><ul><ul><li>Heroin yang tidak murni: putih keabuan </li></ul></ul><ul...
<ul><li>Cara penyalahgunaan:  </li></ul><ul><ul><li>disuntik (ngipe, nyipet, ive, cucau)  </li></ul></ul><ul><ul><li>dihis...
KOKAIN <ul><li>bentuk: </li></ul><ul><ul><li>kokain hidroklorid  </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>berupa kristal putih, rasa...
<ul><li>Cara penyalahgunaan:  </li></ul><ul><ul><li>cara menghirup bubuk dengan penyedot atau gulungan kertas,  </li></ul>...
<ul><li>Efek dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar, hilang nafsu makan, menambah rasa percaya diri,  juga...
KANABIS <ul><li>Nama  jalanan:  grass, cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, bhang </li></ul><ul><li>Ganja berasal dari...
<ul><li>Cara penyalahgunaan: dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. </li></ul...
AMFETAMIN <ul><li>Nama generik:  D-pseudo epinefrin  yang disintesa tahun 1887, dan dipasarkan tahun 1932 sebagai dekonges...
<ul><li>Ada dua jenis amfetamin: </li></ul><ul><ul><li>MDMA  (methylene dioxy methamphetamin ) </li></ul></ul><ul><ul><ul>...
<ul><ul><li>Methamfetamin </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>lama kerja lebih panjang dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) d...
LSD (Lysergic acid) <ul><ul><li>Termasuk dalam golongan halusinogen </li></ul></ul><ul><ul><li>Nama jalanan :  acid, trips...
SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN ) <ul><li>Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan  hipnotika (obat tidur),  </li></ul>...
SOLVENT / INHALANSIA <ul><li>Uap dari bahan mudah menguap yang dihirup.  </li></ul><ul><ul><li>Contohnya:  aerosol, aica a...
<ul><li>Efek:  </li></ul><ul><ul><li>pusing,  </li></ul></ul><ul><ul><li>kepala terasa berputar,  </li></ul></ul><ul><ul><...
ALKOHOL  <ul><li>sering digunakan  </li></ul><ul><ul><ul><li>proses fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian.  </...
PENGGUNAAN NAPZA DALAM BIDANG MEDIK <ul><li>terapi medik    pasien lebih baik atau bila mungkin sembuh dari penyakit atau...
Narkotika  <ul><li>Morfin, Petidin </li></ul><ul><ul><li>digunakan untuk mengatasi nyeri yang di derita pasien kanker stad...
Psikotropika  <ul><li>secara luas digunakan oleh dokter untuk mengatasi gangguan mental dan perilaku. Untuk mengatasi nyer...
Anti psikotik  <ul><li>Chlorpromazin, haloperidol, trifluoperazin,  </li></ul><ul><ul><li>tidak menimbulkan ketergantungan...
Antidepresan  <ul><li>Amitriptilin, Imipramin, Fluoxetin, Sertralin, dll  </li></ul><ul><li>tidak menimbulkan ketergantung...
Golongan benzodiazepin  <ul><li>efek sedasi seperti: diazepam, clobazam, lorazepam, alprozolam </li></ul><ul><li>efek hipn...
Golongan Barbiturat  <ul><li>fenobarbital untuk menginduksi tidur yang bersifat  long acting ,  </li></ul><ul><li>juga dap...
Methylphenydate (Ritalin)  <ul><li>derivat amphetamin </li></ul><ul><li>stimulansia susunan saraf pusat </li></ul><ul><li>...
Sekian dan terimakasih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Jenis Jenis Napza

96,389

Published on

Published in: Business, Technology
10 Comments
39 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
96,389
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
2,391
Comments
10
Likes
39
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Jenis Jenis Napza"

  1. 1. JENIS-JENIS NAPZA DAN PERMASALAHANNYA <ul><li>DEPKES RI </li></ul><ul><li>Ditjen Binkesmas </li></ul><ul><li>DIREKTORAT KESEHATAN JIWA MASYARAKAT </li></ul>
  2. 2. Istilah <ul><li>NAPZA, NAZA, Narkoba, Narkotika , Madat dan Obat terlarang </li></ul><ul><ul><ul><li>tidak terbatas golongan obat  “zat” atau subtances </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>menimbulkan ketergantungan  zat adiktif (kecanduan) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>mengubah aktivitas otak  zat psikoaktif </li></ul></ul></ul>
  3. 3. NAPZA <ul><li>(Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya) </li></ul><ul><ul><li>bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan saraf pusat/otak, sehingga menyebabkan gangguan fisik, psikis dan fungsi sosial. </li></ul></ul>
  4. 4. NAPZA <ul><li>mengacu kepada Narkotika dan Psikotropika </li></ul><ul><ul><li>Undang-undang No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Undang-undang No.22 tahun 1997 tentang Narkotika </li></ul></ul>
  5. 5. Istilah lain <ul><li>Narkoba: Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya </li></ul><ul><ul><li>populer di masyarakat, media dan aparat hukum </li></ul></ul><ul><li>Madat: candu (suatu golongan opioid) </li></ul>
  6. 6. Jenis NAPZA <ul><li>dibagi berdasarkan </li></ul><ul><ul><ul><li>Undang-Undang </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Efeknya terhadap Susunan Syaraf Pusat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Yang terdapat di masyarakat serta akibat pemakaiannya </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penggunaan dalam Bidang Medik </li></ul></ul></ul>
  7. 7. UU No 22 tahun 1997 tentang Narkotika <ul><li>Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman </li></ul><ul><li>baik sintetis maupun semisintetis </li></ul><ul><li>menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. </li></ul>
  8. 8. Penggolongan <ul><li>Golongan I : </li></ul><ul><ul><li>digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak ditujukan untuk terapi </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan , </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh: heroin/putauw, kokain, ganja </li></ul></ul>
  9. 9. Heroin, putauw
  10. 10. Kokain
  11. 11. Ganja, hashis, kanabis
  12. 12. <ul><li>Golongan II: </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan, sebagai pilihan terakhir </li></ul></ul><ul><ul><li>digunakan dalam terapi atau pengembangan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh: morfin, petidin </li></ul></ul>
  13. 13. Morfin, petidin
  14. 14. <ul><li>Golongan III: </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan </li></ul></ul><ul><ul><li>banyak digunakan dalam terapi atau pengembangan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi ringan mengakibatkan ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : kodein </li></ul></ul>
  15. 15. Narkotika yang sering disalahgunakan: <ul><li>Opiat: morfin, heroin (putauw), petidin, candu, dan lain-lain </li></ul><ul><li>Ganja atau kanabis, mariyuana, hashis </li></ul><ul><li>Kokain, yaitu serbuk kokain </li></ul>
  16. 16. UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika <ul><li>Zat atau obat, alamiah maupun sintetis bukan narkotika </li></ul><ul><li>berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. </li></ul>
  17. 17. Penggolongan: <ul><li>GOLONGAN I: </li></ul><ul><ul><li>digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak digunakan dalam terapi </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi amat kuat mengakibatkan ketergantungan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh: ekstasi, shabu, LSD </li></ul></ul>
  18. 18. Halusinogenik:
  19. 19. <ul><li>GOLONGAN II: </li></ul><ul><ul><li>tujuan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan, dapat digunakan dalam terapi, </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi kuat mengakibatkan ketergantungan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh: amfetamin, metilfenidat atau ritalin </li></ul></ul>
  20. 20. <ul><li>GOLONGAN III : </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi </li></ul></ul><ul><ul><li>tujuan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi sedang mengakibatkan ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : fenobarbital, flunitrazepam </li></ul></ul>
  21. 21. <ul><li>GOLONGAN IV </li></ul><ul><ul><li>berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi </li></ul></ul><ul><ul><li>untuk tujuan ilmu pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>potensi ringan mengakibatkan ketergantungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : diazepam, bromazepam, fenobarbital, klonazepam, klordiazepoxide, nitrazepam, seperti pil BK, pil Koplo, Rohipnol, Dumolid, Mogadon </li></ul></ul>
  22. 22. Psikotropika yang sering disalahgunakan <ul><li>Psikostimulansia: amfetamin, ekstasi, shabu </li></ul><ul><li>Sedatif dan Hipnotika (obat penenang dan obat tidur): Mogadon (MG), BK, Dumolid (DUM), Rohypnol (Rohyp), Lexotan (Lexo), Pil koplo dan lain-lain </li></ul><ul><li>Halusinogen: Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Mushroom </li></ul>
  23. 23. ZAT ADIKTIF LAIN <ul><ul><ul><li>bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif selain yang disebut Narkotika dan Psikotropika, meliputi: </li></ul></ul></ul><ul><li>Alkohol </li></ul><ul><ul><li>Keppres No. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. </li></ul></ul><ul><ul><li>mengandung etanol (etil alkohol), menekan susunan syaraf pusat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Merupakan gaya hidup atau bagian dari budaya. </li></ul></ul>
  24. 24. 3 golongan minuman beralkohol <ul><li>A : etanol 1-5%, (Bir) </li></ul><ul><li>B : etanol 5-20%, (Jenis-jenis minuman anggur ) </li></ul><ul><li>C : etanol 20-45%, (Wiski, Vodka, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput) </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Jenis alkohol lain </li></ul><ul><ul><li>metanol: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>spiritus  desinfektan, zat pelarut atau pembersih </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>disalahgunakan  berakibat fatal meskipun dalam konsentrasi rendah. </li></ul></ul></ul>
  26. 26. <ul><li>Inhalansia (gas yang dihirup) Solven (zat pelarut) </li></ul><ul><ul><li>mudah menguap </li></ul></ul><ul><ul><li>senyawa organik (benzil alkohol), </li></ul></ul><ul><ul><li>terdapat pada: </li></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>barang keperluan rumah tangga, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>kantor </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>pelumas mesin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><li>sering disalah gunakan </li></ul></ul><ul><li>Contoh: Lem, tiner, penghapus cat kuku, bensin. </li></ul>
  27. 27. <ul><li>Tembakau </li></ul><ul><ul><ul><li>Pemakaian sangat luas di masyarakat. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kadar nikotin yang bisa diserap oleh tubuh per batangnya 1-3 mg. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dosis letal: 60 mg nikotin sekali pakai. </li></ul></ul></ul><ul><li>Pemakaian ROKOK dan ALKOHOL terutama pada remaja, pintu masuk penyalahgunaan NAPZA </li></ul>
  28. 28. <ul><li>Kafein </li></ul><ul><ul><ul><li>zat stimulansia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>dapat menimbulkan ketergantungan jika dikonsumsi melebihi 100 mg /hari atau lebih dari dua cangkir kopi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>ketergantungan psikologis. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Minuman energi sering kali menambahkan kafein dalam komposisinya. </li></ul></ul></ul>
  29. 29. Klasifikasi lain: <ul><li>Sama sekali dilarang </li></ul><ul><ul><li>narkotika golongan I dan psikotropika golongan I </li></ul></ul><ul><li>Penggunaan dengan resep dokter </li></ul><ul><ul><li>amfetamin, sedatif hipnotika </li></ul></ul><ul><li>Diperjual belikan secara bebas </li></ul><ul><ul><li>lem, tinner, rokok dan lain-lain </li></ul></ul>
  30. 30. BERDASARKAN EFEKNYA TERHADAP SUSUNAN SYARAF PUSAT <ul><li>Golongan Depresan </li></ul><ul><ul><li>mengurangi aktifitas fungsional tubuh </li></ul></ul><ul><ul><li>merasa tenang, pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Opioida (morfin, heroin/putauw, kodein), </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sedatif (penenang), </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>hipnotik (obat tidur), </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>tranquilizer (anti cemas), </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>alkohol dalam dosis rendah, </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>dan lain-lain. </li></ul></ul></ul>
  31. 31. <ul><li>Golongan Stimulan </li></ul><ul><ul><li>merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. </li></ul></ul><ul><ul><li>menjadi aktif, segar dan bersemangat . </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Golongan ini </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Kokain, Amfetamin (shabu, ekstasi), Kafein. </li></ul></ul></ul></ul>
  32. 32. <ul><li>Golongan Halusinogen </li></ul><ul><ul><li>menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Golongan ini termasuk </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Kanabis (ganja), </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>LSD, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Mescalin, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pensiklidin (PCP), </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>berbagai jenis jamur, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>tanaman kecubung </li></ul></ul></ul></ul>
  33. 33. NAPZA YANG TERDAPAT DI MASYARAKAT SERTA AKIBAT PEMAKAIANNYA <ul><li>OPIOIDA </li></ul><ul><ul><li>Opioida dibagi 3 golongan besar yaitu: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Opioida alamiah (opiat ): morfin, opium, kodein </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Opioida semi sintetik: heroin/ putauw, hidromorfin </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Opioida sintetik: meperidin, propoksipen, metadon </li></ul></ul></ul><ul><li>Nama jalanannya: putauw, ptw, black heroin, brown sugar </li></ul>
  34. 34. <ul><ul><li>Heroin murni: bubuk putih </li></ul></ul><ul><ul><li>Heroin yang tidak murni: putih keabuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Getah opium poppy yang diolah menjadi morfin  proses  putauw > 10 morfin. </li></ul></ul><ul><ul><li>Opioid sintetik: > 400 kali dari morfin. </li></ul></ul><ul><ul><li>Guna: analgetik kuat, berupa pethidin, methadon, Talwin, kodein dan lain-lain </li></ul></ul>
  35. 35. <ul><li>Cara penyalahgunaan: </li></ul><ul><ul><li>disuntik (ngipe, nyipet, ive, cucau) </li></ul></ul><ul><ul><li>dihisap (ngedrag, dragon) </li></ul></ul><ul><li>Reaksi: sangat cepat  rasa ingin menyendiri </li></ul><ul><li>taraf kecanduan  </li></ul><ul><ul><ul><li>hilang rasa percaya diri, </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>tidak ingin bersosialisasi, membentuk dunia mereka sendiri. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Lingkungan  musuh </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Berbohong </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>penipuan/pencurian atau tindak kriminal lainnya. </li></ul></ul></ul>
  36. 36. KOKAIN <ul><li>bentuk: </li></ul><ul><ul><li>kokain hidroklorid </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dari free base. </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>free base. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>tidak berwarna/ putih, tidak berbau dan rasanya pahit </li></ul></ul></ul><ul><li>Nama jalanan : koka, coke, happy dust, charlie, srepet, snow/salju, putih . </li></ul><ul><li>Biasanya dalam bentuk bubuk putih </li></ul>
  37. 37. <ul><li>Cara penyalahgunaan: </li></ul><ul><ul><li>cara menghirup bubuk dengan penyedot atau gulungan kertas, </li></ul></ul><ul><ul><li>di bakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff . </li></ul></ul><ul><ul><li>bentuk padat : dihirup asapnya ( freebasing) . </li></ul></ul><ul><li>Penggunaan dengan menghirup akan berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. </li></ul>
  38. 38. <ul><li>Efek dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar, hilang nafsu makan, menambah rasa percaya diri, juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. </li></ul>
  39. 39. KANABIS <ul><li>Nama jalanan: grass, cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, bhang </li></ul><ul><li>Ganja berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica . </li></ul><ul><li>Terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidro kanabinol, kanabinol dan kanabidiol </li></ul>
  40. 40. <ul><li>Cara penyalahgunaan: dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. </li></ul><ul><li>Efek: </li></ul><ul><ul><li>cenderung merasa lebih santai </li></ul></ul><ul><ul><li>rasa gembira berlebih (euforia), </li></ul></ul><ul><ul><li>sering berfantasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>aktif berkomunikasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>selera makan tinggi, </li></ul></ul><ul><ul><li>sensitif, </li></ul></ul><ul><ul><li>kering pada mulut dan tenggorokan. </li></ul></ul>
  41. 41. AMFETAMIN <ul><li>Nama generik: D-pseudo epinefrin yang disintesa tahun 1887, dan dipasarkan tahun 1932 sebagai dekongestan </li></ul><ul><li>Nama jalanan: speed, meth, crystal, uppers, whizz dan sulphate </li></ul><ul><li>Bentuk: bubuk warna putih dan keabu-abuan </li></ul>
  42. 42. <ul><li>Ada dua jenis amfetamin: </li></ul><ul><ul><li>MDMA (methylene dioxy methamphetamin ) </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>mulai dikenal sekitar tahun 1980 dengan nama Ectacy atau Ekstasi. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Nama lain: xtc, fantacy pils, inex, cece, cein, e. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>tidak selalu berisi MDMA karena merupakan designer drugs  campur zat lain (disain) untuk mendapatkan efek yang diharapkan/dikehendaki: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>white doft, pink heart, snow white, petir yang dikemas dalam bentuk pil atau kapsul. </li></ul></ul></ul></ul>
  43. 43. <ul><ul><li>Methamfetamin </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>lama kerja lebih panjang dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Nama lainnya shabu-shabu, SS, ice, crystal, crank. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Cara penggunaan : </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Dalam bentuk pil di minum peroral </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Dalam bentuk kristal, dibakar dengan menggunakan kertas aluminium foil dan asapnya dihisap (intra nasal) atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (bong). </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Dalam bentuk kristal yang dilarutkan, dapat juga melalui intra vena. </li></ul></ul></ul></ul>
  44. 44. LSD (Lysergic acid) <ul><ul><li>Termasuk dalam golongan halusinogen </li></ul></ul><ul><ul><li>Nama jalanan : acid, trips, tabs </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk: seperti kertas berukuran kotak seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar; berbentuk pil, kapsul </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara: meletakkan permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit sejak pemakaian dan hilang setelah 8-12 jam. </li></ul></ul><ul><ul><li>Efek: tripping , yang biasa digambarkan seperti halusinasi terhadap tempat, warna dan waktu. </li></ul></ul>
  45. 45. SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN ) <ul><li>Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur), </li></ul><ul><li>Nama jalanan dari Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. </li></ul><ul><li>Cara: oral, intra vena dan rectal. </li></ul><ul><li>Di bidang medis: </li></ul><ul><ul><li>pengobatan kecemasan (ansietas), </li></ul></ul><ul><ul><li>panik </li></ul></ul><ul><ul><li>hipnotik (obat tidur) </li></ul></ul>
  46. 46. SOLVENT / INHALANSIA <ul><li>Uap dari bahan mudah menguap yang dihirup. </li></ul><ul><ul><li>Contohnya: aerosol, aica aibon, isi korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin . </li></ul></ul><ul><ul><li>Biasanya digunakan secara coba-coba oleh anak dibawah umur golongan kurang mampu/anak jalanan </li></ul></ul>
  47. 47. <ul><li>Efek: </li></ul><ul><ul><li>pusing, </li></ul></ul><ul><ul><li>kepala terasa berputar, </li></ul></ul><ul><ul><li>halusinasi ringan, </li></ul></ul><ul><ul><li>mual, </li></ul></ul><ul><ul><li>muntah, </li></ul></ul><ul><ul><li>gangguan fungsi paru, liver dan jantung. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kronis  kerusakan fungsi intelektual. </li></ul></ul>
  48. 48. ALKOHOL <ul><li>sering digunakan </li></ul><ul><ul><ul><li>proses fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>proses penyulingan kadar alkohol tinggi mencapai 100%. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Nama jalanan alkohol: booze, drink </li></ul></ul></ul><ul><li>Kadar dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit </li></ul><ul><ul><ul><li>eufori  kadar menurun: depresi </li></ul></ul></ul>
  49. 49. PENGGUNAAN NAPZA DALAM BIDANG MEDIK <ul><li>terapi medik  pasien lebih baik atau bila mungkin sembuh dari penyakit atau gangguannya. </li></ul><ul><li>Psikofarmaka  </li></ul><ul><ul><li>Antipsikotik, Antiansietas, Antidepresan, Antiinsomnia, Antimanik </li></ul></ul><ul><ul><li>tergolong Psikotropika dan sebagian kecilnya tergolong narkotika. </li></ul></ul>
  50. 50. Narkotika <ul><li>Morfin, Petidin </li></ul><ul><ul><li>digunakan untuk mengatasi nyeri yang di derita pasien kanker stadium terminal, nyeri kepala atau nyeri lainnya yang sukar dihentikan dengan analgetika lainnya, nyeri akibat pembedahan. </li></ul></ul><ul><li>Kodein: simptom batuk. </li></ul>
  51. 51. Psikotropika <ul><li>secara luas digunakan oleh dokter untuk mengatasi gangguan mental dan perilaku. Untuk mengatasi nyeri lambung, nyeri haid, nyeri dada atau proses psikosomatik lainnya (golongan benzodiazepine) </li></ul>
  52. 52. Anti psikotik <ul><li>Chlorpromazin, haloperidol, trifluoperazin, </li></ul><ul><ul><li>tidak menimbulkan ketergantungan dan sangat jarang disalahgunakan pasien. </li></ul></ul>
  53. 53. Antidepresan <ul><li>Amitriptilin, Imipramin, Fluoxetin, Sertralin, dll </li></ul><ul><li>tidak menimbulkan ketergantungan dan sangat jarang disalahgunakan. </li></ul>
  54. 54. Golongan benzodiazepin <ul><li>efek sedasi seperti: diazepam, clobazam, lorazepam, alprozolam </li></ul><ul><li>efek hipnotik (tidur) seperti: midazolam, triazolam, estazolam, nitrazepam </li></ul><ul><li>sering disalahgunakan. </li></ul>
  55. 55. Golongan Barbiturat <ul><li>fenobarbital untuk menginduksi tidur yang bersifat long acting , </li></ul><ul><li>juga dapat disalahgunakan. </li></ul>
  56. 56. Methylphenydate (Ritalin) <ul><li>derivat amphetamin </li></ul><ul><li>stimulansia susunan saraf pusat </li></ul><ul><li>obat pilihan bagi anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas </li></ul><ul><li>sering disalahgunakan. </li></ul>
  57. 57. Sekian dan terimakasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×