Makalah - Analisis Laporan Kinerja Keuangan - BAB10

13,485 views
13,182 views

Published on

Sistem Pengendalian Management - Semester IV - Public Accounting

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
13,485
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
329
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah - Analisis Laporan Kinerja Keuangan - BAB10

  1. 1. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………………………………………….………………………........ i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………..…… ii BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………….…. 1 1.1 Latar Belakang……………….…………………………………….……….................... 1 1.2 Perumusan Masalah………………………………………………………….…………. 1 1.3 Tujuan Masalah………………………………………………..…………………………. 1 1.4 Manfaat Masalah……………………………..……………………………………..…… 1 BAB II PEMBAHASAN……………..……………………………………………………….. 2 2.1 MENGHITUNG VARIANS………………………………………………………............ 2 2.2 Varians Pendapatan………………………………………..……………………...… 2-4 2.3 Varians Beban…………………………………………………….…………..……….... 4 2.4 Varians Dalam Praktek…………………………………………………………..….. 4-5 2.5 Keterbatasan Analisis ………………………………………….…………….……….. 5 2.6 Tindakan Manajemen………………………………………………………..…………. 6 BAB III KASUS…………………………….……………………………………………….... 7 BAB IV PENUTUP……………….……………………………………………………..….... 8 4.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………….…. 8 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..…………………... 8 SLIDE POWERPOINT……………………………………………………………………..... 9
  2. 2. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makalah ini memfokuskan pada analisis atas ukuran-ukuran kinerja keuangan. Bagian pertama menjelaskan bagaimana varians antara data aktual dan data anggaran dihitung untuk unit bisnis. Karena anggaran beban dan pendapatan merupakan bagian dari anggaran untuk unit bisnis, pembahasan ini dapat diperluas untuk mencakup pusat beban dan pusat pendapatan. Bagian kedua menjelaskan bagaimana laporan dari varians-varians ini digunakan oleh managemen senior untuk mengevaluasi kinerja unit bisnis. 2.1 Rumusan Masalah Adapun latar belakang diatas mempunyai perumusan masalah yakni mengidentifikasi penyebab varians antara laba yang dianggarkan dan jumlah yang berkaitan pada masing-masing penyebab. 3.1 Tujuan Masalah  Mampu memaparkan dan menjelaskan secara terperinci mengenai analisis penyebab varians tersebut.  Pemenuhan tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen. 4.1 Manfaat Masalah Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang Analisis Laporan Kinerja Keuangan.
  3. 3. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 MENGHITUNG VARIANS Varians dibagi menjadi 2 yaitu 1. varians pendapatan : varians volume dan varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggungjawab pemasaran dalam unit tersebut. varian tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan. 2. varians beban : beban produksi dan beban lainnya. Beban produksi dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan pabrik dan departemen dalam suatu pabrik. Oleh karena itu, perusahaan bisa mengidentifikasikan setiap varians dengan manajer individual yang bertanggungjawab untuk itu. Analisis jenis ini adalah alat yang sangat ampuh. Tanpanya, kemanjuran anggaran laba akan sangat terbatas. Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide-ide berikut ini:  mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba  merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut.  fokus pada dampak laba laba dari varians dalam setiap faktor penyebab.  Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor lainnya dianggap konstan.  Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat “akal sehat” yang paling mendasar (“mungupas bawang”).  Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor-faktor penyebab yang endasari varians laba keseluruhan. 2.2 Varians Pendapatan Dalam bagian ini, dijelaskan mengenai bagaimana menghitung varians harga, volume dan bauran penjualan. Perhitungan tersebut dibuat untuk setiap lini produksi, dan hasil dari lini produksi kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif adalah menguntungkan, karena hal tersebut mengindikasikan bahwa laba aktual melebihi laba yang dianggarkan, dan varians yang negatif adalah tidak menguntungkan.
  4. 4. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 4  Varians Harga Penjualan : Dihitung dengan mengalikan selisih antara harga aktual dan harga standar dengan volume aktual.  Varians Bauran dan Volume : Seringkali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaan untuk gabungan keduanya adalah : * Kontribusi per unit yang dianggarkan  Varians volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit daripada yang dianggarkan.  Varians bauran diakibatkan dari menjual proporsi produk yang berbeda dari yang diasumsikan dalam anggaran. *Karena setiap produk memperoleh kontribusi per unit yang berbeda, maka penjualan proporsi produk yang berbeda dari yang di anggarkan akan menghasilkan suatu varians. Jika unit bisnis tersebut memiliki bauran yang “lebih kaya” (contoh: proposi produk yang lebih tinggi dengan margin kontribusi yang tinggi), laba aktual akan lebih tinggi dari yang dianggarkan dan jika unit bisnis tersebut memiliki bauran yang “lebih ramping” maka laba akan menjadi rendah. Karena varians volume dan bauran bersifat gabungan, maka teknik untuk memisahkan keduanya adalah sesuatu yang bersifat arbitrer. Yang diperjelas dibawah ini.  Varians Bauran : untuk masing-masing produk diperoleh persamaan :  Varians Volume : dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari gabuangan antara varians bauran dan varians volume.  Analisis Pendapatan Lainnya : Varians pendapatan dapat dibagi-bagi lebih lanjut. Dalam kasus ini menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengklasifikasikannya per produk.  Penetrasi Pasar dan Volume Industri : Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam pangsa pasar dan jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume produksi. Prinsipnya adalah bahwa manager unit bisnis bertanggungjawab alas pangsa pasar, tetapi mereka tidak bertanggung jawab atas volume industry
  5. 5. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 5 karena hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Untuk membuat perhitungan ini, data penjualan industry harus tersedia. Persamaan berikut ini digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industry untuk varians bauran dan volume: *penetrasi pasar yang dianggarkan *kontribusi per unit yang dianggarkan 2.3 Varians Beban  Biaya Tetap : Varians antara biaya tetap actual dengan yang dianggarkan didapat dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak di pengaruhi baik oleh volume penjualan maupun volume produksi.  Biaya Variabel : adalan biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume. Biaya produksi variable yang dianggarkan harus disesuakan dengan volume produksi actual. Asumsikan bahwa produksi bulan jaJanuari adalah sebagai berikut: produk A, 150.000 unit; produk B, 20.000 unit; produk C, 200.000 unit. Asumsikan juga bahwa biaya produksi variable yang terjadi dalam bulan Januari adalah sebagai berikut: Bahan Baku, $470.000; Tenaga Kerja $65.000; Overhead produksi variable, $90.000. Beban produksi yang dianggarkan disesuaikan ke jumlah yang seharusnya dikeluarkan pada tinkinerja actual gkat produksi actual dengan cara mengalihkan setai elemen dari biaya standar untuk setiap produk dengan volume produksi untuk produk tersebut. 2.4 Varians Dalam Praktek  Periode Waktu Dari Perbandingan Perbandingan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja aktual untuk saru tahun penuh menunjukan seberapa dekat manajer unit bisnis memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Disisi lain kekuatan-kekuatan yang membuat kinerja aktual berada dibawah anggaran untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu dapat diperkirakan akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya, sehingga membuat angka akhir berbeda secara signifikan dari jumlah yang dianggarkan. Mendapatkan estimasi yang realistis tidak mudah. Manajer Unit bisnis cenderung optimis terhadapa kemampuan mereka untuk berkinerja dibulan-bulan selanjutnya, karena bila mereka pesimis, maka hal tersebut akan membuat kemampuan mereka untuk mengelolah diragukan.
  6. 6. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 6  Fokus Pada Margin Kotor : Analisis varians dilakukan dengan mensubtitusi margin kotor untuk harga jual dalam persamaan pendapatan. Margin Kotor adalah selisih antara harga jual aktual dengan biaya produksi standar.  Standar Evaluasi : Dalam system pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalan evaluasi laporan atas aktivitas aktul dan terdiri atas tiga jenis, yaitu : a. Standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya : Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja aktual siperbandingkan dibanyak perusahaan. b. Standar Historis : Standar jenis ini memiliki dua kelemahan yang serius: 1. Kondisi mungkin saja berubah, antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi. 2. Kinerja periode sebelumnya mungkin saja tidak dapat diterima. c. Standar Eksternal : Standar ini adalah standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain atau perusahaan-perusahaan lain dalam industri yang sama.  Keterbatasan Standar Varians antara kinerja aktual dan standar adalah bermakna hanya jika diturunkan dari standar yang valid. Bahkan biaya standar mungkin bukan merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya dalam situasi tersebut. Situasi ini dapat muncul karena salah satu kedua alasan: a. Standar tersebut tidak ditetapkan dengan selayaknya, b. Walaupun standar tersebut ditetapkan secara layak dalam kondisi yang ada pada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar tersebut menjadi using.  Sistem Biaya Penuh Jika perusahaan memiliki system biaya penuh( full-cost system), baik biaya overhead variable maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya standar per unit. Jika persediaan akhir lebih tinggi dibandingkan dengan persediaan awal , sebagian dari biaya overhead tetap yang terjadi di periode tersebut tetap akan tinggal di persediian dan bukannya mengalir ke harga pokok penjualan. Sebaliknya, jika saldo persediaan turun selama periode tersebut, lebih baynyak biaya overhead tetap yang dilepaskan ke harga pokok penjualan dibandingkan dengan jumlah aktual yang terjadi dalam periode tersebut.
  7. 7. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 7 2.5 Keterbatasan Analisis Varians Keterbatasan yang paling penting adalah bahwa walaupun analisis ini mengidentifikasikan dimana varians terjadi, tetapi tidak mengatakan mengapa varians ini terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya. Misalnya, Laporan tersebut munkin saja menunjukkan adanya varians signifikan yang tidak menguntukan dalam beban pemasaran, dan mungkin saja mengidentifikasikan varians ini dengan beban promosi penjualan yang tinggi. Tetapi, laporan tersebut tidk menjelaskan mengapa beban promosi penjualan tinggi dan apa, jika ada, tindakan yang sedang dilakukan. Penjelasan naratif, yang melengkapi laporan kinerja, seharusnya memberikan penjelasan semacam itu. Masalah Kedua dalam analisis varians adalah untuk menentukan apakah suatu varians adalah signifikan. Keterbatasan ketiga dari analisis varians adalah bahwa ketika laporan kinerja menjadi lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat menyesatkan pembacanya. Demikian pula, ketika varians menjadi semakin teragregasi, para manajer menjadi semakin bergantung pada penjelasan-penjelasan dan prediksi yang menyertainya. Para manajer pabrik mengetahui apa yang terjadi di pabrik mereka dan debgan mudah menjelaskan penyebab dari varians. Akhirnya, laporan itu hanya menunjukan apa yang telah terjadi. Lapotan tersebut tidak menunjukan dampak masa depan dari tindakan-tindakan yang telah diambil oleh manajer. 2.6 Tindakan Manajemen Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal: Laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tak terduga. Informasi yang signifikan harus dikomunikasikan secepatnya melalui telepon, fax, e-mail, atau pertemuan pribadi segera setelah hal itu diketahui. Laporan formal mengonfirmasikan kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari sumber-sumber tersebut. Salah satu manfaat utama dari laporan formal adalah bahwa laporan tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada manajer ditingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atas inisiatif mereka sendiri. Laporan Laba adalah tidak berguna kecuali laporan tersebut mengarah pada tindakan. Tindakan tersebut mungkin terdiri dari pujian atas kerja telah dilakukan dengan baik, saran-saran untuk melakukan hal secara berbeda, “memproses”, atau tindakan ketenaga kerjaan yang lebih drastis lagi. Tetapi, tindakan-tindakan ini tidak dilakukan untuk setiap unit bisnis setiap bulan. Selama bisnis berjalan baik, pujian adalah yang paling diperlukan, dan kebanyakkan orang tidak mengharapkan untuk memperoleh pujian secara rutin.
  8. 8. SPM BAB 10 – Analisis Laporan Kinerja Keuangan – Public Accounting IV B & D 8 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Para manager unit bisnis melaporkan kinerja keuangan mereka kepada managemen senior secara teratur, biasanya perbulan. Laporan formal terdiri dari perbandingan antara pendapatan dan biaya aktual dengan jumlah yang dianggarkan. Selisihnya, atau varians, antara kedua jumlah ini dapat dianalisis pada beberapa tingkatan yang rinci. Analisis ini mengidentifikasikan penyebab varians antara laba yang dianggarkan dan jumlah yang berkaitan dengan masing-masing penyebab. *** DAFTAR PUSTAKA Brownell, Peter, dan Mark Hirst. “Reliance on Accounting Information, Budgetary Participation, and Task Uncertanty: Test of a Three-Way Interaction.” Journal of Accounting Research XXIV, no.2 (Musim gugur 1986), hal. 241-49. Brownell, Peter, dan Morris Mclnnes. “Budgetary Participation, Motivation, and Management Performance.” The Accounting Review, Oktober 1986, hal.587-600. Chenhall, R. H., dan D. Morris. “The Impact of Structure, Environment, and Interdependence on the Perceived Usefulness of Management Accounting Systems.” The Accounting Review LXI, no.1 (Januari 1986), hal. 16-35

×