Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam dan barat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam dan barat

on

  • 978 views

 

Statistics

Views

Total Views
978
Views on SlideShare
978
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
28
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam dan barat Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam dan barat Document Transcript

  • MAKALAH PAI "PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI DUNIA ISLAM DAN BARAT" BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah Mencari Ilmu adalah kewajiban sebagai umat muslim. Al-Qur’an menempatkan orang yang berilmu dalam derajat yang tinggi. Oleh karena itu banyak cendikiawan Muslim yang memberikan sumbangan ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dunia. Yang ilmunya tidak kalah dengan para ilmuwan barat, tapi nama mereka tidak seterkenal ilmuwan barat. Kalau ada Hadiah Nobel pada zaman mereka lahir, mungkin sudah banyak penerima nobel dari kalangan dunia islam. Nobel adalah penghargaan yang diperakarsai oleh Alfred Nobel(1833-1896), sejak tahun 1901 untuk 5 bidang ilmu pengetahuan seperti kimia, fisika, sastra, ekonomi dan perdamaian. Ilmuawan yang menerima adalah orang-orang yang dianggap paling berjasa bagi umat manusia. Dewasa ini kita sudah terbiasa dengan sebutan Ilmu Agama Islam dan Ilmu Umum. Ilmu Agama Islam yan berbasis pada wahyu, hadis nabi , penalaran dan fakta sejarah sudah berkembang demikian pesat. Contoh Ilmu Agama Islam yang sudah kita kenal adalah: Ilmu Kalam (Teologi), Ilmu Fiqih/Usul Fiqih, Filsafat, Tasawuf, Tafsir/Ilmu Tafsir, Hadis/ Ilmu Hadis, Sejarah dan peradaban Islam, pendidikan Islam, dan dakwah Islam. Ilmu umum yang berbasiskan pada penalaran akal dan data empirik mengalami perkembangan yang lebih pesat dari Ilmu Agama Islam. Secara garis besar ilmu umum dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, ilmu umum yang bercorak naturalis dengan alam raya dan fisik sebagai objek kajiannya, contoh: fisika, biologi, kedokteran, astronomi, geologi, botani, dsb. Kedua, ilmu umum yang bercorak sosiologis dengan perilaku sosial/manusia sebagai objek kajiannya, contoh: antropologi, sosiologi, politik, ekonomi, pendidikan, komunikasi, psikologi,dsb. Ketiga, ilmu umum yang bercorak filosofis penalaran, contoh: filsafat, logika, seni, dan ilmu-ilmu humaniora lainnya. Pada akhir abad ke-20 mulai adanya upaya untuk mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum yang menimbulkan prokontra. B. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui proses perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam. 2. Mengetahui proses perkembangan ilmu pengetahuan di dunia barat. BAB II PEMBAHASAN 1. Perkembangan Ilmu pengetahuan di Dunia Islam dan Barat A. Zaman Pra-Yunani Kuno (4.000.000 sd. 20.000 SM) Pada zaman ini manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan, oleh karena itu zaman ini
  • disebut juga zaman batu. Sisa peradaban manusia yang ditemukan pada masa ini antara lain: a. Alat-alat dari batu b. Tulang belulang hewan c. Sisa beberapa tanaman d. Gambar di gua-gua e. Tempat penguburan f. Tulang belulang manusia purba Pada zaman ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase. 1. Zaman batu tua yang berlangsung 4 juta tahun SM sampai 20.000/10.000 tahun SM. Pada zaman ini telah mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya adalah menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal bercocock tanam dan berternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan primitif. 2. Zaman Batu Muda yang berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2000 SM atau abad 100 sampai 20 SM. Di zaman ini telah berkembang kemampuan–kemampuan yang sangat signifikan. Kemampuan itu berupa tulisan (dengan gambar dan symbol), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan kemampuan menghitung. Dalam zaman ini juga berkembang masalah perbintangan, matematika, dan hukum. 3. Zaman Logam. Zaman ini berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian logam sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang. Abad ke-15 SM sampai abad ke-6 SM , manusia telah menemukan besi, tembaga , dan perak untuk berbagai peralatan. Pada abad ke-6 SM di Yunani lahirlah filsafat yang disebut sebagai peristiwa ajaib (the greek miracle). Menurut K. Bertens ada tiga factor yang melatar belakangi lahirnya filsafatdi Yunani, yaitu: a. Mitologi Adanya mitologi diantara bangsa yunani dan bangsa sekitarnya. Mitologi ini di anggap perintis yang mendahului filasafat. Melalui mite, manusia mencari keterangan tentang asal usul alam semesta dan tentang kejadian- kejadian yang berlangsung didalamnya. Ada 2 jenis mite, yaitu: Mite kosmogonis adalah mite yang mencari keterangan tentang asal usul alam semesta. Mite kosmologis adalah mite yang mencari keterangan tentang asal usul serta sifat kejadian dalam alam semesta. Bangsa yunani mengadakan beberapa usaha untuk menyusun mite-mite yang diceritakan oleh rakyat menjadi suatu keseliruhan yang sistematis dan mereka berkeinginan untuk mengerti hubungan mite-mite satu sama lain dan menyingkirkan mite yang tidak dapat dicocokan dengan mite lain. b. Kesusastraan Yunani Kedua karya puisi Homeros yang masing-masing berjudul Ilias dan Odyssea mempunyai
  • 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. kedudukan istimewa dalam kesussatraan Yunani. Syair-syair dalam karya tersebut dalm jangka waktu yang lama digunakan sebagai semacam bukupendidikan bagi bangsa Yunani. Dalam dialog yang bernama politeia, Plato mengatakan Homeros telah mendidik seluruh Hellas karena puisinya sangat digemari oleh rakyat untuk mengisi waktu luang dan juga memiliki nilai edukatif. c. Pengaruh ilmu pengetahuan Orang Yunani tentu berhutang budi pada bangsa lain dalam menerima beberapa unsure ilmu pengetahuan, seperti ilmu ukur dan ilmu hitung yang berasal dari Mesir dan Babylonia yang berpengaruh pada ilmu astronomi di Yunani. Namun, orang yunani telah mengolah ilmu-ilmu tersebut sehingga menjadi corak yang benar-benar ilmiah. Pada zaman pra Yunani kuno dalam dunia ilmu pengetahuan memiliki cirri berdasarkan know how yang dilandasi pengalaman empiris. Disamping itu , kemampuan berhitung ditempuh dengan cara one-to one correspondency atau Mapping Process. Contoh menghitung hewan yang akan masuk dan keluar kandang menggunakan kerikil. Namun, pada masa ini manusia sudah mulai memperhatikan keadaan alam semesta sebagai suatu proses alam. Dengan demikian mereka juga memperhatikan dan menemukan hal-hal seperti berikut: Gugusan bintang dilangit sebagai suatu kesatuan . gugusan ini kemudian diberi nama, misalnya: Ursa Minor, Ursa Mayor, pisces, Scorpio, dan lain-lain yang sekarang dikenal dengan nama zodiac. Kedudukan matahari dan bulan pada waktu terbit dan tenggelam, bergerak dalam rangka zodiac tersebut. Lambat laun dikenal pula bintang-bintang yang bergerak diantara gugusan yang sudah dikenal tadi sehingga ditemukan planet Mercurius, Venus, Mars, Yupiter, Saturnus, disamping matahari dan bulan. Dapat menghitung waktu bulan kembali pada bentuk yang semula yaitu 28-29 hari. Waktu timbul dan tenggelamnya matahari di cakrawala yang berpindah-pindah dan memrlukan kurang lebih 365 hari sebelum kembali kekedudukan semula. Ketika matahari timbul tenggelam sebanyak 365 hari , bulan juga mengalami perubahan sebanyak 12 kali. Berdasarkan hal itu kelak ditemukan perhitungan kalender. Ditemukan pula beberapa gejala alam seperti gerhana, yang pada masa itu masih dihubungkan dengan mitologi tertentu., sehingga menakutkan banyak orang. B. Zaman Yunani Kuno Zaman Yunani kuno berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan sekitar abad 6 M.Zaman ini dipandang sebagai zaman kemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap gudang ilmu dan filsafat, karena bangsa Yunani sudah tidak lagi mempercayai mitologi. Zaman ini tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap ‘’receptve attitude mind (sikap menerima segitu saja) melainkan menggunakan sikap ‘’aninquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis)’’. Sikap belakangan ini yang menjadi cikal bakal tumbuhnya
  • ilmu pengetahuan modern. Sikap kritis inilah menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli fikir sepanjang masa. Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya (zaman Hellenisme) di bawah pimpinan Iskandar Agung(356-323 SM) dari Macedonia, yang merupakan salah seorang murid Aristoteles. Zaman yunani kuno dibagi menjadi dua masa, yaitu; 1. Zaman keemasan filsafat yunani Pada waktu Athena dipimpin oleh Perikles kegiatan politik dan filsafat dapat berkembang dengan baik. Ada segolongan kaum yang pandai berpidato (rethorika) dinamakan kaum sofis. Kegiatan mereka adalah mengajarkanpengetahuan pada kaum muda. Yang menjadi objek penyelidikannya bukan lagi alam tetapi manusia, sebagaimana yang dikatakan oleh Prothagoras, manusia adalah ukuran untuk segalagalanya. Hal ini di tentang oleh Socrates dengan mengatakan bahwa yang benar dan yang baik harus dipandang sebagai nilai-nilai objektif yang dijunjung tinggi oleh semua orang. Akibat ucapannya Socrates dihukum mati. Hasil pemikiran Socrates dapat diketemukakan pada muridnya Plato. Dalam filsafatnya Plato mengatakan: realitas seluruhnya terbagi atas dua dunia yang hanya terbuka bagi pancaindera dan dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita.Dunia yang pertama adalah dunia jasmani dan yang kedua dunia ide. Pendapat tersebut dikritik oleh Aristoteles dengan mengatakan bahwa yang ada itu adalah manusia-manusia yang konkret. ‘Ide Manusia’ tidak terdapat dalam kenyataan. Aristoteles adalah filsuf realis, dan sumbangannya kepada perkembangan ilmu pengetahuan besar sekali. Sumbangan yang sampai sekarang masih digunakan dalam ilmu pengetahuan adalah mengenai abstraksi, yakni aktivitas rasional di mana seseorang memperoleh pengetahuan. Menurut Aristoteles ada tiga macam abstraksi, yakni abstraksi fisis, abstraksi matematis, dan metafisis. Abstraksi yang ingin menangkap pengertian dengan membuang unsure-unsur individual untuk mencapai kualitas adalah abstraksi fisis. Sedangkan abstraksi di mana subjek menangkap unsure kuantitatif dengan menyingkirkan unsur kualitatif dirsebut abstraksi matematis. Abstraksi di mana seseorang menangkap unsure-unsur yang hakiki dengan mengesampingkan unsure-unsur lain disebut abstraksi metafisis (Harry Hamersma, 1983). Teori Aristoteles yang cukup terkenal adalah tentang materi dan bentuk. Keduanya ini merupakan prinsip-prinsip metafisis, materi adalah prinsip yang tidak ditentukan, sedangkan bentuk adalah prinsip yang menentukan. Teori ini terkenal dengan sebutan Hylemorfisme. (K. Bertens, 1988, hlm. 11-6). 2. Masa Helinistis dan Romawi Pada zaman Alexander Agung telah berkembang sebuah kebudayaan transnasional yang disebut kebudayaan Helinistis, karena kebudayaan Yunani tidak terbatas lagi pada kota-
  • kota Yunani saja, tapi mencakup juga se;uruh wilayah yang ditaklukan oleh Alexander Agung. Dalam bidang filsafat, Athena tetap merupakan suatu pusat yang penting, tapi berkembang pula pusat-pusat intelektual lain, terutama kota Alexandria. Jika akhirnya ekspansi Romawi meluas sampai ke wilayah Yunani, itu tidak berarti kesudahan kebudayaan dan filsafat Yunani, karena kekaisaran Romawi pun pintu dibuka lebar untuk menerima warisan kultural Yunani. Bidang filsafat tetap berkembang , namun pada saat itu tidak ada filusuf yang sungguh-sungguh besar kevuali Plotinus. Pada masa itu muncul aliran-aliran berikut: a. Stosisme Menurur paham ini jagat raya di tentukan oleh kuasa-kuasa yang disebut Logos. Oleh karena itu, segala kejadian berlangsung menurut ketetapan yang tidak dapat dihindari. b. Epikurisme Segala-galanya terdiri atas atom-atom yang senantiasa bergerak. Manusia akan bahagia jika mau mengakui susunan dunia ini dan tidak boleh takut pada dewa-dewa. c. Skeptisisme Mereka berfikir bahwa bidang teoretis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran. Sikap umum mereka adalah kesangsian. d. Ekletisisme Suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsure, filsafat dari aliranaliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh. e. Neo Platonisme Paham yang ingin menghidupkan kembali filsafat plato. Tokohnya adalah Plotinus. Seluruh filsafatnya berkisar pada Allah sebagai yang satu. Segala sesuatu berasal dari ‘yang satu’ dan ingin kembali kepadanya. (K. Bertens, 1988 hlm. 16-18) Pada abad ke- 0 M, perkembangan ilmu mulai mendapat hambatan. Hal ini disebabkan oleh lahirnya Kristen. Pada abad pertama sampai abad ke- 2 M mulai ada pembagian wilayah perkembangan ilmu. Wilayah pertama berpusat di Athena, yang difokuskan dibidang kemampuan intelektual. Sedangkan wilayah kedua berpusat di Alexandria, yang fukos pada bidang empiris. Setelah Alexandria di kuasai oleh Roma yang tertarik dengan hal-hal abstrak, pada abad ke- 4dan ke- 5 M ilmu pengetahuan pegetahuan benar-benar beku. Hal ini di sebabkan oleh tiga pokok penting : 1). Penguasa Roma yang menekan kebebasan berfikir. 2). Ajaran Kristen tidak disangkal. 3). Kerjasama gereja dan penguasa sebagai otoritas kebenaran. Walaupun begitu, pada abad ke-2 M sempat ada Galen (bidang kedokteran) dan tokoh aljabar, Poppus dan Diopanthus yang berperan dalam perkembangan pengetahuan. Pada zaman ini banyak bermunculan ilmuwan terkemuka. Ada beberapa nama yang popular pada masa ini, yaitu : a. Thales (624-545 SM) dari Melitas, adalah filsuf pertama sebelum masa Socrates. Menurutnya zat utama yang menjadi dasar segala materi adalah air. Pada masanya, ia menjadi filusuf yang
  • mempertanyakan isi dasar alam. b. Pythagoras (582 SM–496 SM) adalah seorang filusuf yang juga seorang ahli ukur namun lebih dikenal dengan penemuannya tentang ilmu ukur dan aritmatik. Beliau juga di kenal sebagai‘’ Bapak Bilangan’’, dan salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah ‘’Teorema Pythagoras‘’. Selain itu, dalam ilmu ukur dan aritmatika ia berhasil menyumbang teori tentang bilangan, pembentukan benda, dan menemukan antara nada dengan panjang dawai. c. Socrates (470 SM -399 SM) adalah filsuf dari Athena. Dalam sejarah umat manusia, Socrates merupan contoh istemewa selaku filsuf yang jujur dan berani. Socrates menciptakan metode ilmu kebidanan yang dikenal dengan ‘’Maicutika Telenhe ‘’, yaitu suatu metode dialektiva untuk melahirkan kebenaran. d. Democritus, dikenal sebagai ‘’bapak atom’’ pertama yang memperkenalkan konsep atom, bahwa alam semesta ini sesungguhnya terdiri atas atom-atom. Atom adalah materi terkecil yang tidak dapat di bagi-bagi lagi. e. Plato (427 SM- 347SM), ia adalah murid Socrates dan guru dari Aristoteles, filsuf yang pertamakali membangkitkan persoalan being (hal ada) dan mempertentangkan denganbecoming( hal menjadi). f. Aristoteles (384 SM- 322 SM) adalah seorang filsuf yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander. Ia memberikan kontribusidi bidang metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu kedokteran dan ilmu alam. Dibidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies biologi secara sisitematis. Selain di Yunani, astronom dan ahli matematika juga berkembang di india. Aryabatha (476 M) melahirkan hitungan desimal sederhana. Di bidang astronomi ia juga memperkenalkan sejumlah fungsi trigonometri (termasuk sinus, versine, kosinus, dan invers), table trigonometri, teknik-teknik dan algoritma dari aljabar. C. Zaman Pertengahan Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M, maka tampillah para theologi di lapangan ilmu pengetahuan. Segala aktifitas keilmuan harus berdasarkan atau mendukung agama. Dengan kata lain aktifitas ilmiah terkait erat dengan aktifitas keagamaan. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pda masa ini adalah ancilla theologia atau abdi agama. Pada permulaan abad masehi muncullah agama Kristen yang merupakan salah satu penyebab perubahan besar terhadap kepercayaan keagamaan. Agama Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani kuno yang mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal., mereka belum mengenal adanya wahyu. Mengenai sikap terhadap pemikiran Yunani ada dua, yaitu: a. Golongan yang menolak sama sekali pemikiran Yunani, karena pemikiran ini merupakan pemikiran orang kafir sebab tidak mengakui wahyu. b. Menerima filsafat Yunani yang mengatakan bahwa manusia itu ciptaan Tuhan, kebijaksanaan
  • manusia berarti pula kebijaksanaan yang datangnya dari Tuhan. Mungkin akal tidak dapat mencapai kebenaran yang sejati maka akal dapat dibantu oleh wahyu. Filsafat pada zaman abad pertengahan mengalami dua periode berikut: 1. Periode Patristik Patristik berasal dari kata Latin patres yang berarti bapak-bapak Gereja, ialah ahli-ahli agama Kristen pada abad permulaan agama Kristen. Periode ini mengalami dua tahap,yaitu: a. Permulaan agama Kristen Setelah mengalami berbagai kesulitan terutama mengenai filasafat Yunani, maka agama Kristen memantapkan diri. Keluar memperkuat gereja dan kedalam menetapkan dogma-dogma. b. Filsafat Agustinus Agustinus merupakan seorang ahli filsafat yang terkenal pada masa patristik. Ia melihat dogma-dogma sebagai suatu keseluruhan. 2. Periode Skolastik (800-1500 M) Periode ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: a. Periode skolastik awal (abad ke-9 sd ke-12 ) Ditandai oleh pembentukan metode-metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat. Yang tampak pada permulaan adalah persoalan tentang universalia. b. Periode puncak perkembangan skolastik (abad ke-13) Ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh Aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat Arab dan Yahudi. Puncak perkembangan pada masa Thomas Aquinas. c. Periode skolastik akhir (abad ke 14 sd ke-15) Ditandai dengan pemikiran kefilsafatan yang berkembang kearah nominalisme ialah aliran yang berpendapat bahwa universalisme tidak memberi petunjuk tentang aspek yang sama dan yang umum mengenai adanya suatu hal. Pengertian umum hanya momen yang tidak mempunyai nilai-nilai kebenaran yang objektif. Ketika bangsa eropa mengalami kegelapan, kebangkitan justru milik islam. Hal ini dimulai dari lahirnya nabi Muhammad SAW pada abad ke 6M. Perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke – 7 M sampai abad ke12 M. Pada masa ini islam mendapat masa keemasannya (golden age). Selain itu, pada abad ini terjadi abad perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan timur, seperti, ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep kode etik luhur mengatur akal sehat). Sepanjang Eropa mengalami masa kegelapan, di sebelah selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab yang di pengaruhi oleh budaya islam. Dengan berkembanganya pengaruh islam, maka semakin banyak pula tokoh-tokoh ilmuwan yang berperan dalam perkembangan ilmu. Mereka adalah sebagai berikut : 1. Al Farabi (870 M -950 M). Adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di
  • dunia islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al- farabi telah membuat berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, kitab Al-musiqa. Selain itu, karyanya yang paling terkenal adalahAl-Madinah Alfadhilah (kota atau Negara utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara razim yang paling baik menurut pemahaman dengan hukum ilahian Islam. 2. Al-Khawarizmi (780 M – 850 M), hasil pemikiran berdampak besar pada matematika, yang terangkum dalam buku pertamanyanya, Al-jabar, selain itu karyanya adalah Al-kitab Al- mukhtasar fi hisab Al-jabr wa’al – muqalaba (buku rangkuman untuk kulturasi dengan melengkapkan dan menyeimbangkan), kitab surat Al-ard (Pemandanganan Bumi). Karyanya tersebut sampai sekarang masih tersimpan di Strassberg, Jerman. 3. Al – Kindi (801 M – 873 M), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan islam. Al-kindi menuliskan banyak karya dalam bidabg goemetri , astronomi, aritmatika, musik (yang dibangunya dari berbagai prinsip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorology, dan politik. 4. Al-Ghazali (1058 M – 111 M) adalah seorang filsuf dan theolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Karya beliau berupa kitab-kitab, antara lain kitab Al – munqidih min adh – dalal, Al – risalah al – quadsiyyah, dan mizan al – Amal. 5. Ibnu sina ( 980 M – 1037 M ). Ia di kenal sebagai A Vicenna di dunia barat. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter. Bagi banyak orang beliau adalah bapak pengobatan modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang berkaitan dengan karya – karyanya di bidang kedokteran. Karyanya merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad – abad. 6. Ibnu Rusyd (1226 M – 1198 M), yang bahasa latin di sebut dengan Averroes, dan dia adalah filsuf dari spanyol (Andalusia). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fiqih dalam bentuk karangan, ulasan, essai, dan resume. 7. Ibnu Khaldun (1332 M – 1406 M), adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah ( pendahuluan ). 8. Jabir Ibnu Hayyan atau Gebert ( 721 M – 815 M ), dia adalah seorang tokoh islam yang mempelajari dan mengembangkan ilmu kimia. 9. Al – razi ( 856 M – 925 M ), yang dikenal dengan nama Razes. Seorang dokter klinis ynag terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan suatu penelitian Al-kimi atau lebih dikenal dengan sebutan ilmu kimia. Beliau mengarang Ensiklopedia ilmu kedokteran yang berjudulContenens. 10. Ibnu Haitam dikenal dalam kalangan cerdik pandai di barat, dengan nama Alhazen, Dia adalah seorang ilmuwan islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan telah memberiakn ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop dan teleskop. 11. Al–Battani (850 M – 929 M), memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, al–Battani juga meningkatkan ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.
  • 12. Dalam bidang fikih ada Imam Hanafi ( 699 M – 767 M ), Imam Malik ( 712 M – 798 M ), Imam Syafi’I (767 M – 820 M ) dan Imam Hanbali ( 780 M – 855 M ), yang besar dengan kitab masing – masing 13. Dalam bidang sosial, terdapat nama Yaqut bin Abdullah al Hamawi ( 1179 M – 1229 ), yang mengarang kitab Mu’jam al – buldan (kamus Negara). Ibnu Yunis, Umar Al- khayyam , Will Durant, Feilding H. Gorrison, dan Abu Rayhan al – Biruni, di bidang sains dan antropologi. 14. Shen Kou ( 1031 M – 1095 M ), sorang ilmuwan cina yang pertama kali menggambarkan magnet jarum-kompas yang digunakan untuk navigasi. 15. Su Song (1020 M – 1101 M), juga seorang astronom yang menciptakan langit bintang pada Atlas. 16. Jamal Al–din, mendirikan observatorium ikhtiar Al–din yang merancang pembangunan istana raja di laut utara. D. Zaman Renaissance ( abad ke-14 sd abad ke-17 M) Zaman ini ditandai dengan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran – ajaran agama. Jadi, renaissance adalah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan ilahi. Penemuan ilmu pengetahuan modern sudah mulai dirintis pada zaman renaissance. Ilmu pengetahuan yang berkembang pada zaman ini adalah astronomi. Tokoh – tokoh ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut : 1. Nicolaus Capernicus ( 1473 M – 1543 M ), adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom yang berkembangsaan Polandia. Ia mengembangkan Teori Heliosentris (Tata Suryaberpusat di matahari). Pendapat ini berlawanan dengan pendapat umum yang berasal dari Hipparcus dan Ptolomeus yang menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semesta (geosentrisme). 2. Galileo Galilei ( 1564 M – 1642 M ), adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop ( dengan 32 x pembesaran ) dan berbagai observasi astronomi. Dia adalah orang pertama yang melukiskan tata surya seperti yang kita kenal sekarang. Salah satu peristiwa penting yang ia temukan dalam bidang astronomi adalah bahwa planet venus dan mercurius menunjukan perubahan-perubahan seperti halnya bulan , sehingga ia menyimpulkan bahwa pelanetpelanet tidaklah memancarkan cahaya sendiri, melainkan hanya memantulkan cahaya dari matahari. 3. Tycho Brahe ( 1546 M – 1601 M ), adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. Tycho adalh astronom pengamat paling menonjol di zaman pra –teleskop. Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada masa itu. 4. Johannes Kepler (1571 M – 1630 M), adalah astronom jerman, Matematikawan dan astrolog. Ia paling di kenal melalui hukum gerakan planetnya. Kepler juga ahli optic dan astronomi. Penjelasannya tentang pembiasan cahaya tertuang dalam buku ‘’supplement to witelo , expounding
  • the optical part of astronomy’’. Ia orang pertama yang menjelaskan cara kerja mata. Keppler menemukan tiga buah hokum yang melengkapi penyelidikan Brahe sebelumnya, yaitu: a. Gerak benda angkasa bukan bergerak mengikuti lintasan circle, namun gerak itu mengikuti lintasan elips. Orbit semua planet berbentuk elips. b. Dalam waktu yang sama , garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintasi bidang yang luasnya sama. c. Dalam perhitungan matahari terbukti bahwa bila jarak rata-rata dua planer A dan B dengan matahari adalah X dan Y, sedangkan waktu untuk melintasi orbit masing-masing adalah P dan Q , maka P2: Q2 = X3:Y3. 5. Fancies Bacon ( 1561 M – 1626 M ), adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Karya – karyanya antar lain membangun dan mempopulerkan motodologi induksi untuk penelitian ilmiah, sering kali disebut metode Baconian. 6. Andreas Vesalius ( 114b M – 1564 M ), adalah ahli anatomi. Ia memperkenalkan tentang anatomi tubuh manusia. Ia juga menulis sebuak teks mengenai tumbuhan obat. 7. Roger Bacon, berpendapat bahwa pengalaman (empiris) menjadi landasan utama bagi awal dan ujian akhir bagi semua ilmu pengetahuan. Matematika merupakan syarat mutlak untuk mengolah semua pengetahuan. E. Zaman modern Zaman ini sudah dimulai sejak abad 14 M. zaman ini juga dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh di zaman modern karena munculnya berbagai penemuan ilmu pengetahuan. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan JJ. Thompson. Keterangan lebih lengkap sebagai berikut : 1. Isaac Newton ( 1643 M – 1727 ), adalah seorang fisikawan , matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan theolog. Dia di katakana sebagai ‘’Bapak ilmu fisika klasik’’. Karyanya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjabarkan tentang hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad ini. Newton berperan dalam ilmu pengetahuan modern terutama penemuannya dalam tiga bidang, yaitu: a. Teori gravitasi adalah perbincangan lanjutan mengenai soal pergerakan yang telah dirintis oleh Galileo dan Keppler. Galileo mempelajari pergerakan dengan lintasan lurus. Keppler mempelajari pergerakan dengan lintasan tertutup atau elips. Berdasarkan perhitungan yang diajukan olrh Keppler menunjukan bahwa tentu ada factor penyebab mengapa planet tidak mengikuti pergerakan dengan lintasan lurus. Dugaan sementara penyebab ditimbulkan oleh matahari yang menarik bumi atau antara matahari dan bumi ada gaya saling tarik-menarik. Persoalan ini menjadi obsesi Newton, namun ia menghadapi berbagai kesulitan. Perhitungan besarnya bumi dan matahari belum diketahui, dan Newton belum mengetahui bahwa pengaruh benda pada benda yang lain dapat dipandang dan dihitung dari pusat dititik berat benda-
  • benda tersebut. Setelah kedua hal ini diketahui oleh Newton, barulah ia dapat menyusun teori gravitasi. Teori gravitasi menerangkan bahwa planet tidak bergerak lurus, namun mengikuti lintasan elips, karena adanya pengaruh gravitasi, yairu kekuatan yang selalu akan timbul jika ada dua benda berdekatan. Teori ini dapat menerangkan dasar dari semua lintasan planet dan bulan, pengaruh pasang surutnya air samudera, dan peristiwa astronomi lainnya. Teori ini dipergunakan oleh para ahli berikutnya untuk pembuktikan laboratorium dan penemuan planet baru di alam semesta. b. Perhitungan Calculus, yaitu hubungan antara X dan Y. Kalau X bertambah, maka Y akan bertambah pula, tetapi menurut ketentuan yang tepat atau teratur. Misalnya ada benda bergerak, panjangnya jarang yang ditempuh tergantung dari kecepatan tiap detik dan panjangnya waktu pergerakan. Cara perhitungan ini banyak manfaatnya untuk menghitung berbagsi hubungan antara dua atau lebih hal yang berubah, bersama dengan ketentuan yang teratur. c. Optika atau mengenai cahaya; jika cahaya matahari dilewatkan sebuah prisma, maka cahaya asli yang kelihatannya homogeny menjadi terbias antara merah sampai ungu, menjadi pelangi. Kemudian kalau pelangi itu dilewatkan sebuah prisma lainnya yang terbalik, maka pelangi terkumpul kembali menjadi cahaya homogeny. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa cahaya itu sesungguhnya terdiri atas komponen yang terbentang antara merah dan ungu. 2. Rene Descartes ( 1596 M – 1650 M ), ia di kenal sebagai Renatus Cartesius, adalah seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Descartes kadang di panggil ‘’ Penemu filsafat Modern’’ dan ‘’ Bapak matematika modern’’. Pemikirannya yang menggunakan revolusi adalah ‘’semuanya tida ada yang pasti , kecuali kenyataan bahwa seseorang berfikir’’.Descrates menemukan system koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. Garis X letaknya horizontal dan disebut axis atau sumbu X, sedangkan garis Y letaknya tegak lurus pada sumbu X. karena system tersebut didasarkan pada dua garis lurus yang berpotongan tegak lurus, maka system koordinat itu dinamakan orthogonal coordinate system. Kedudukan tiap titik dalam bidang tersebut diproyeksikan dengan garis-garis lurus pada sumbu X dan sumbu Y. Dengan demikian kedudukan tiap titik potong kedua sumbu menyusuri sumbu-sumbu tersebut. Pentingnya sistem ini terletak pada hubungan yang diciptakanya antara ilmu ukur bidang datar dengan aljabar . Tiap titik dapat dinyatakan dengan dua koordinat Xi dan Yi. Panjang garis dapat dinyatakan serupa dengan hokum Pyhagoras mengenai hypothenusa. Penemuan decorates ini dinamakan Analytic Geometry. 3. Charles Robert Darwin ( 1809 M – 1882 M ) adalah seorang naturalis yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common Descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teorinya yang paling menggemparkan adalah ‘’ Nenenk Moyang Manusia Adalah Kera ‘’.Darwin dikenal sebagai penganut teori evolusi yang fanatik. Ia mengatakan bahwa perkembangan yang terjadi pada mahluk di bumi terjadi karena seleksi lam teorinya yang terkenal adalah struggle for life (perjuangan untuk hidup.) . Darwin berpendapat bahwa perjuangan untuk hidup berlaku pada setiap kumpulan mahluk
  • hidup yang sejenis., karena meskipun sejenis namun tetap menampilkan kelainan-kelainan kecil.Mahluk hidup yang berkelainan kecil itu berbeda-beda daya menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan. Mahluk hidup yang dapat menyesuaikan diri akan memiliki peluang yang besar untuk bertahan hidup lebih lama, sedangkan yang kurang dapat menyesuaikan diri akan tersisihkan karena kalah bersaing. Oleh karena itu yang bertahan adalah yang palig unggul ( survival of the fittest). 4. Joseph John Thompson ( 1856 M – 1940 M ) adalah seorang ilmuan dengan penelitiannya yang membuahkan penemuan Elektron. Thompson mengungkapkan bahwa gas mampu mengantarkan listrik. Ia menjadi seorang perintis ilmu fisika nuklir. Dia juga menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom dan sinar molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif. a. b. 1. 2. F. Zaman Kontemporer Zaman ini bermula dari abad 20 M dan sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 merupakan hasil penemuan mutakhir di zaman ini. Bidang fisika menjadi tiitk perkembangan ilmu pada masa ini. Hal ini di sebabakan karena fisika di pandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur–unsur fundamental yang membentuk alam semesta. Menurut Trout , secara historis hubungan antara fisika dengan filsafat terdapat dalam dua cara, yaitu: Diskusi filosofis mengenai metode fisika, dan dalam interaksi antara pandangan substansial tentang fisika (misalnya: tentang materi, kuasa, konsep ruang, dan waktu). Ajaran filsafat tradisional yang menjawab fenomena tantang materi , kuasa, ruang, dan waktu. Tokoh yang terkenal pada masa ini adalah : Albert Enstein (1879 M – 1955 M), dia adalah ilmuan Fisika. Dia mengemukakan teori relativitas. Semenjak tahun 1905 M sampai 1917 M, saat ia menerbitkan tulisan revolusionernya tentang teori Relativitas, pandangan umat manusia tentang dunia dan alam semesta pun berubah selamanya, tahap terakhir dari zaman modern telah lahir, dan cakrawala pun bergeser. Ia menyatakan bahwa alam tidak terhinggabesarnya dan juga tidak terbatas, tapi juga tidak berubah status totalitasnya atau bersifat statis dari waktu ke waktu. Einstein percaya akan kekekalan materi. Ini berarti bahwa alam semesta itu bersifat kekal, atau dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Erwin Schrodinger (1887 M -1961 M), dia adalah seorang fisikawan Austria. Selama Perang Dunia I, ia menjadi perwira artileri. Setelah perang ia mengajar di Zurich, Swiss. Di sana, ia menangkap pengertian Louis-Victor Pierre Raymond de Broglie yang menyatakan bahwa partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang dan mengembangkan pengertian itu menjadi suatu teori yang terperinci dengan baik. Setelah ia menemukan persamaannya yang terkenal, ia dan ilmuwan lainnya memecahkan persamaan itu untuk berbagai masalah; di sini kuantisasi muncul secara alamiah, misalnya dalam masalah tali yang bergetar. Setahun sebelumnya Werner Karl Heisenberg telah mengemukakan formulasi mekanika kuantum, namun perumusannya agak sulit dipahami ilmuwan masa itu. Schrödinger memperlihatkan bahwa kedua formulasi itu setara secara matematis. Schrodinger menggantikan Max Planck di Berlin pada 1927, namun pada 1933, ketika Nazi berkuasa, ia meninggalkan Jerman. Dalam tahun itu ia menerimaHadiah Nobel
  • Fisika bersama dengan Dirac. Pada 1939 sampai 1956 ia bekerja di Institute for Advanced Study di Dublin, lalu kembali ke Austria. 3. Werner Heinsenberg (1901 M – 1932 M), ahli teori sub-atom di Jerman. Heisenberg merupakan salah satu penyumbang besar ilmu fisika pada abad ke-20. Pada tahun 1920 ia memasuki Universitas München untuk belajar matematika. Namun guru besar matematika tak mengizinkannya pada seminar lanjutan, maka ia berhenti. Ia kemudian pindah ke fisika. Disamping teori mengenai fisika, teori alam semesta, dan lain-lain, zaman ini ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi komunikasi dan informasi termasuk salah satu yang mengalami kemajuan sangat pesat. Mulai dari penemuan computer, berbagai satelit komunikasi, internet, dan sebagainya. Bidang ilmu lain juga mengalami kemajuan pesat, sehingga terjadi spesialisasi ilmu yang semakin tajam. Ilmuwan kontemporer mengetahui hal yang sedikit, tetapi secara mendalam. Ilmu kedokteran semakin menajam dalam spesialis dan subspesialis atau super-spesialis, demikian pula bidang ilmu lain. Disamping kecenderungan kea rah spesialis, kecenderungan lain adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan lainnya, sehingga dihasilkannya bidang ilmu yang baru seperti bioteknologi yang dikenal dengan teknologi cloning. 2. Ilmu-ilmu Agama Islam A. Ilmu-ilmu AlQur’an (Ulum Al-Qur’an) Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan cara memahami Al Qur’an meliputi: ilm altafsir (ilmu tentang interpretasi Al Qur’an), ilm asbab al-nujul (ilmu tentang latar belakang turunnya Al Qur’an), ilm al-Makiyy wa al-Madaniyy (ilmu tentang ayat-ayat Makiyyah dan Madaniyyah), ilm nasikh wa manuskh (ilmu tentang pembatalan hokum yang terdapat dalam teks Al Qur’an dan Al Hadis). Ilmu tafsir memproleh perhatian dan mencakup wilayah kajian yang terbesar dibanding dengan ilmu Al Qur’an lainnya. Meskipun para sahabat menerima bentuk pemahaman atau penafsiran dari nabi secara bersama-sama, tetapi setelah nabi Muhammad SAW wafat sebagian pemahaman mereka tidak sama. Penafsiran para sahabat berpengaruh pada tabi’in, yang dapat dikelompokan menjadi dua pola, yaitu ahl al-hadis yang dilakukan oleh murid-murid Ibn ‘Abbas di Hijaz, dan ahl alra’y yang dilakukan oleh murid-murid Ibn Mas’ud di Irak. Hijaz (Mekah dan Madinah) adalah daerah yang belum berakulturasi dengan budaya luar, sementara jumlah hadis yang beredar didaerah ini sangat banyak. Sebaliknya, Irak adalah daerah yang sudah banyak berakulturasi dengan budaya luar, sementara peredaran hadis tidak banyak karena letaknya jauh dari pusat wahyu. B. Ilmu Hadis (ulum Al-Hadits) Ilmu ini terdiri atas dua bidang ilmu, yakni ilmu hadis riwayah dan ilmu hadisdirayah. 1. Ilmu hadis riwayah adalah ilmu yang mencakup tentang pemindahan (transfer) segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi. Subjek kajian ilmu ini adalah
  • ucapan, tindakan, sifat dan penetapan nabi dari segi penyampaian seseorang kepada orang lain. Perhatian ilmu ini pada hafalan Sunnah dan penulisannya serta pemeliharaan dari kesalahan dalam menstransfer segala Sesutu yang disandarkan kepada nabi agar umat islam dapat mengikuti nabi sebaik-baiknya. 2. Ilmu hadis dirayah adalah ilmu untuk mengetahui keadaan para periwayat hadis (rawi) serta syarat-syarat dan jenis-jenis hadis yang diriwayatkan dari segi diterima otau ditolaknya. Subjek kajian ilmu ini adalah sanad danmatan hadis. Sanad adalah rantai (silsilah) para rawi yang mentransfer hadis dari sumber pertama, sedangkan matan adalah lafadz (teks) hadis itu sendiri. Bahasan pada sanad adalah keadaan masing-masing tokohnya dari segi bersambung atau terputusnya sanad, dari segi tinggi atau rendahnya sanad, dan sebagainya. Sedangkan bahsan pada matan adalah segi kesahihan dan kelemahanya. Dengan adanya ilmu hadis dirayah maka muncul klasifikasi hadis menjadi tiga, yaitu: a. Hadis sahih adalah hadis yang sanadnya sampai kepada nabi, yang ditransfer oleh para rawi yang adil dan teliti dalam hafalan maupun penulisan hadis, serta tidak aneh atau berbeda (syadzdz) dengan hadis lain yang periwayatannya lebih unggul dan tidak pula tercela. b. Hadis hasan adalah hadis yang memiliki kriteria seperti hadis sahih, hanya dalam hadis ini perawinya (atau diantara mereka) bersikap kurang adil dan kurang teliti, baik dalam hafalan maupun penulisan hadis. c. Hadis dha’if adalah hadis yang tidak memenuhi kriteria hadis sahih atau hasan. C. Ilmu kalam (ilmu tauhid) Ilmu kalam adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip-prinsip dasar keimanan kepada Alloh. Ilmu ini disebut ilm kalam karena para ahli ilmu ini pada masa dulu banyak menggunakan kata-kata atau perdebatan untuk mempertahankan pendapat dan pendirian masing-masing. Ilmu ini disebut jugailm ushul al-din, karena mempelajari tentang prinsip-prinsip dasar agama. Kemudian disebut juga ilm tawhid , karena pada intinya membahas tentang keesaan Alloh. Disampig itu juga ilmu ini disebut aqidah karena membahas keyakinan dasar agama. Imu ini muncul pada masa Khalifah Ali ibn Abu Thalib karena adanya perselisihan politik antar umat islam. D. Filsafat islam Filsafat ini baru muncul pada masa Dinasti Umayah, kemudian berkembang pada masa Dinasti Abbasiyah, terutama pada masa khalifah al-Ma’mun. yang kemudian buku-buku filsafat Yunani diterjemaahkan kedalam bahasa Arab, sehingga filsafat islam dipengaruhi oleh filsafat Yunani. Filsafat diterima dan kemudian dikembangkan menjadi filsafat islam, karena objek bahasan membahas hakikat kehidupan, alam, benda, manusia, dan sebagainya. Pada
  • waktu itu filsafat mengandung ilmu umum (keduniaan) yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan umat manusia, seperti ilmu kedokteran, antara filsafat Yunani dan filsafat yang dikembangkan oleh filusuf muslim. Filsafat Yunanibersifat logis dan lepas dari agama, maka filsafat islam selain bersifat logis juga bersifat religious dan spiritual, sehingga filsafat islam juga terkait dengan ilmu kalam (teologi), ilmu akhlaq (etika) dan ilmu tasawuf (mistisisme). E. Ilmu akhlaq dan ilmu tasawuf Ilmu akhlaq adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat terpuji dan cara-cara untuk memilikinya, serta mempelajari tentang sifat-sifat tercela dan cara-cara untuk menghindarinya. Akhlaq atau etika juga berarti ilmu yang menjelaskan tentang baik dan buruk. Akhlaq adalah sifat dan sikap yang dilakukan oleh seseorang, meliputi baik dan buruk yang juga merupakan objek pembicaraan dalam agama dan filsafat. Menurut islam ukuran baik dan buruk di konfirmasikan oleh ajaran islam, sedangkan dalam filsafat ditentukan oleh rasio atau hati nurani, dan bahkan bias saja ditentukan oleh paham kesenangan semata (hedonisme), yang dalam beberapa hal mengabaikan aspek spiritual dan moralitas. Ilmu tasawuf adalah ilmu yang membahas tentang cara seseorang mendekatkan dirinya kepada Alloh. Tasawuf juga diartikan mengambil jalan hidup secara zuhud, yakni menjauhkan diri dari gemerlapnya dunia dengan segala bentuknya, disertai dengan pelaksanaan berbagai bentuk ibadah kepada Alloh. Jalan menuju tasawuf ini dilakukan dengan cara takhalli, tahallil, dan tajallil. Takhalil adalah upaya mengosongkan diri dari sifat dan perbuatan buruk serta sifat ketergantungan pada kenikmatan hidup duniawi. Tahallil adalah upaya mengisi diri dengan pemikiran sifat, sikap, dan perbuatan yang baik. F. Ilmu fiqih Ilmu fiqih adalah ilmu yang membahas tentang hukum-hukum syariah yang bersifat praktis yang diperoleh dari dalil-dalil yang terperinci. Objek kajian ilmu ini adalah perbuatan orang mukallaf (dewasa) dalam pandangan hukum syariah, agar dapat diketahui mana yang wajib, sunah, haram, makruh,dan boleh, serta mana yang sah dan batal. G. Imu usul al-fiqih dan ilmu qawa’id fiqhiyyah Ilmu usul fiqih adalah ilmu tentang kaidah-kaidah atau bahasan-bahasan sebagai metodologi untuk memahami atau memperoleh hokum-hukum syariah yang bersifat praktis dari dalil-dalil yang terperinci. Pokok bahasab dalam usul fiqih adalah dalildalil syara secara garis besar yang didalamnya terkandung hukum-hukum secara garis besar pula. Dalam bahasa non-arab, usul fiqih sering diterjemaahkan dengan teori hukum karena memang didalamnya berisi tentang teori-teori dalam memahami hokum syariah. Bahasannya banyak menggunakan pendekatan filosofis,sehingga usul fiqih merupakan bagian terbesar dari filsafat hukum islam (syariah). Ilmu qawa’id fiqhiyyah, cikal bakal ilmu ini sebenarnya sudah ada sejak zaman nabi,
  • karena banyak diantara kata-kata nabi yang mirip dengan qawa’id fiqhiyyah. Munculnya ilmu ini tidak terlepas dari keinginan untuk mempermudah dalam memahami masalah-masalah fiqih yang timbul , yakni dengan cara menetapkan hukum dalam kaidah yang ada terhadap masalah yang baru timbul. Namun ilmu ini tidak bias menjadi sumber hokum dalam berijtihad, tapi hanya sekedar untuk memudahkan seseorang untuk berijtihad atau mempelajari hokum-hukum fiqih. H. Ilmu sejarah islam Ilmu sejarah islam adalah ilmu yang membahas tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat islam sejak pertama kali datangnya islam, atau bahkan sejak menjelang kelahiran Nabi Muhammad sampai masa kini. Ilmu ini merupakan catatan cerita dan analisis terhadap peristiwa yang terjadi dalam masyarakat islam, termasuk bagaimana ajaran agama itu dipahami, dikembangkan dan dipraktikan dalam dunia realitas. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sejarah perkembangan ilmu bermula dari zaman pra- sejarah atau bisa di katakan ‘’ Zaman Batu’’. Pada masa itu ilmu hanya sebatas rasa ingin tahu mengenai alam sekitarnya. Namun periodisasi ilmu pengetahuan secara teoris selalu mengacu pada peradaban Yunani.Periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan zaman pra-Yunani kuno terbagi menjadi 3 yaitu Zaman Batu Tua, Zaman Batu Muda dan Zaman Logam. Zaman Yunani merupakan zaman filsafat, karena pada zaman ini para filsuf menggunakan sikap ‘’Aninquiring Attitude’’ dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap ‘’ Receptive attitude’’. Dan di zaman ini banyak bermunculan filsuf terkenal seperti Thales, Phytagoras, Socrates, Demokritus, Plato, dan Aristoteles. Zaman pertengahan merupakan zaman kemajuan pesat bagi agama islam, dimana banyaknya bermunculan para ilmuwan islam dari theolog–theolog islam seperti Al – Farabi, Al – Khawarizmi, Al – Kindi, Al – Ghazali, Ibnu Shina, Ibnu Rusdy, Ibnu Khaldun, Jabir Ibnu Hayyan, Al – razi, dll. Zaman Rennaisance merupakan kebangkitan para filsuf yang bebas berfikir tanpa adanya pengaruh ajaran agama. Tokoh – tokohnya yang terkenal seperti Nicolaus Copernicus, Galilio Galilei, Johanes Kepler, dan Frasisco Bacon.Zaman modern dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh dizaman modern karena munculnya berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang dengan baik. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan J.J. Thomson. Zaman kontemporer merupakan zaman kemajuan ilmu pengetahuan, di mana fisika menjadi titik pusat perkembangannya. Tokoh yang sangat populer di masa ini adalah Albert Eintein yang mengemukakan teori relatifitas. Ilmu-ilmu agama islam meliputi: ilmu-ilmu Al Quran, ilmu Hadis, ilmu Kalam, Filsafat Islam, ilmu Akhlaq dan ilmu Tasawuf, ilmu Fiqih, ilmu Usul AlFiqih dan ilmu Qawaid Fiqhiyyah, dan ilmu sejarah Islam.
  • Daftar Pustaka http://id.wikipedia.org/wiki/Werner_Heisenberg http://id.wikipedia.org/wiki/Erwin_Schr%C3%B6dinger http://www.al-shia.org/html/id/books/001/02.html http://pendidikanpesantren-toniardi.blogspot.com/2011/06/makalah-perkembangan-sejarahkeilmuan.html http://www.pdmbontang.com/?pilih=lihat&id=1105 http://www.dudung.net/artikel-islami/jejak-kegemilangan-umat-islam-dalam-pentas-sejarahdunia.html http://pendidikanpesantren-toniardi.blogspot.com/2011/06/makalah-perkembangan-sejarahkeilmuan.html http://www.kosmaext2010.com/makalah-sejarah-pendidikan-islam-perkembangan-islam-abadpertengahan.php http://blog.re.or.id/persepsi-islam-terhadap-perkembangan-sains-dan-teknologi.htm http://www.scribd.com/doc/15557172/SEJARAH-PERKEMBANGAN-ILMU-PENGETAHUANISLAM-KLASIK http://visitnabire.multiply.com/journal/item/20/SEJARAH_PERKEMBANGAN_FILSAFAT