Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Desa Mitra KM ITB done!
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Desa Mitra KM ITB done!

  • 1,175 views
Published

project Kidang Pananjung accomplished..

project Kidang Pananjung accomplished..

Published in Education , Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,175
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
58
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Departemen Pengabdian Masyarakat Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung 2008/2009 www.km.itb.ac.id ; hublukm@gmail.com
  • 2. Agar kita tidak terus bergantung, tetapi bangkit menjadi mandiri!GKN-KMITB0809
  • 3. Kehidupan masyarakat Indonesia dibawah standar Pemerataan ekonomi Indonesia GKN KM ITB  Kemandirian Bangsa Ikon gerakan mahasiswa Otonomi yang Daerah dan SOLUTIF, potensi lokal Transformasi Indonesia TERINTEGRAS I, KONTINU yang diinginkan? DESMIT Transformasi Indonesia jadi Transformasi Masyarakat Kreatif dan community Mahasiswa service  Harapan Inovatif community Indonesia development. Desa mitra/bakti Indonesia Mandiri sosial kampus Potensi ITB masih dengan karya- terpisah-pisah karya terbaik
  • 4. Meningkatnya rasa kepedulian sosial dan wawasan disiplin ilmu mahasiswa ITB melalui perbaikan kualitas masyarakat desa secara terintegrasi dan kontinu
  • 5. Luas daerah :510 ha  Jumlah penduduk : 3.156 jiwa  Jumlah KK : 1064 KK  Jumlah RW :6  Topografi : Berbukit  Jarak Bandung (ITB)-Kantor desa : 42 KM   Jarak jalan utama Cililin- Kantor desa : 7 KM  Panjang jalan utama : 5 KM Mata pencaharian utama : bertani padi  dan singkong Listrik : 30% (rumah sudah  mempunyai KWH meter sendiri) Hewan ternak : Kambing (hampir  semua KK punya)
  • 6. Kurang air saat musim kemarau  Kuantitas dan kualitas MCK yang  tidak memadai Pertanian tidak berjalan saat  kemarau Penggunaan pupuk urea  Serangan hama  Masih menggunakan kayu bakar  untuk memasak Akses jalan utama rusak (5 KM)  Akses jalan setapak  Tidak ada penerangan jalan  Terdapat wilayah gundul (rawan  longsor) Jarak SMP jauh sehingga sedikit  warga yang melanjutkan ke SMP Tidak ada puskesmas 
  • 7. Sebagai rangkaian dari Dies Emas ITB, Desa Mitra Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, sebuah program pengabdian masyarakat yang digagas sebagai bentuk integrasi bidang-bidang keprofesian di ITB untuk membangun desa. Peresmian program ini akan dilaksanakan pada Minggu (01/03/09) di Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung, bersamaan dengan acara pelatihan pembuatan kompos oleh tim gabungan dari 3 himpunan. Pada minggu sebelumnya, diadakan pengobatan gratis yang dihadiri oleh 150 orang warga desa setempat.* (ITB.AC.ID)  Live In 29-31 Agt08  Pengobatan Gratis 21-22 Feb09  Pelatihan Komposting 1 Mar09 *Terimakasih banyak untuk berbagai himpunan dan unit, institusi ITB, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB, Ikatan Alumni (IA) ITB, LSM Climate Change Center
  • 8. Apa gagasanmu untuk DesMit selanjutnya? Bergabung yuk… Masterplan Aliansi Desa Binaan Keluarga Mahasiswa ITB.
  • 9. Departemen Pengabdian Masyarakat Kabinet KM ITB 08/09 Jl. Ganesha 10 Bandung Jawa Barat Indonesia www.km.itb.ac.id untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi : Menteri PM Kabinet KM ITB 08/09 Oka Mahendra 085238915045
  • 10. Bantuan teman- Balance Spending Campaign KM ITB Rekening PM KM ITB Bank Muamalat Cabang ITB No: 919.31692.99 Atas nama: Oka Mahendra teman akan sangat berarti bagi keberlangsungan hidup mereka, kalau bukan kamu siapa lagi?