Makalah ushul fiqh ii stain kudus

  • 1,948 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,948
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
50
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BIOGRAFI EMPAT MADZHAB MAKALAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ushul Fiqih II Semester Genap Tahun 2013 Dosen Pembimbing : Drs. H. Yasin, M.Ag Disusun Oleh : 1. Arif Rohman 111075 2. Fitria Zulia 111076 3. Khasan Taufiq 111077 4. Muhammad Choiri 111078SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS TARBIYAH/PAI TAHUN 2013
  • 2. BAB I Pendahuluan Kata mazhab merupakan sighat isim makan dari fi‟il madli zahaba. Zahaba artinya pergi;oleh karena itu mazhab artinya : tempat pergi atau jalan. Kata-kata yang semakna ialah : maslak,thariiqah dan sabiil yang kesemuanya berarti jalan atau cara. Demikian pengertian mazhabmenurut bahasa. Pengertian mazhab menurut istilah dalam kalangan umat Islam ialah : Sejumlahdari fatwa-fatwa dan pendapat-pendapat seorang alim besar di dalam urusan agama, baik ibadahmaupun lainnya. Setiap mazhab punya guru dan tokoh-tokoh yang mengembangkannya. Biasanya merekapunya lembaga pendididikan yang mengajarkan ilmu-ilmu kepada muridnya. Berkembangnyasuatu mazhan di sebuah wilayah sangat bergantung dari banyak hal. Salah satunya darikeberadaan pusat-pusat pengajaran mazhab itu sendiri. Selain itu sedikit banyak dipengaruhi jugaoleh mazhab yang dianut oleh penguasa, dimana penguasa biasanya mendirikan universitaskeagamaan dan mengajarkan mazhab tertentu di dalamnya. Nanti para mahasiswa yangberdatangan dari berbagai penjuru dunia akan membuka perguruan tinggi dan akan menyebarkanmazhab tersebut di negeri masing-masing. Bila pengelilaan perguruan itu berjalan baik dan berhasil, biasanya akan mempengaruhiragam mazhab penduduk suatu negeri. Di Mesir misalnya, mazhab As-Syafi‟i disana berhasilmengajarkan dan mendirikan perguruan tinggi, lalu punya banyak murid diantaranya dairIndonesia. Maka di kemudian hari, mazhab As-Syafi;i pun berkembang banyak di Indonesia. BAB II PembahasanA. IMAM IBNU HANIFAH Imam Hanafi dilahirkan di kota Kuffah pada tahun 80H, nama beliau yang sebenarnyadari kecil adalah Nu‟man bin Tsabit bin Zautha Al Taimy, ayah beliau dari bangsa Persi, akantetapi sebelum beliau dilahirkan, ayah beliau sudah pindah ke Kuffah. Maka beliau bukanlah 1
  • 3. keturunan bangsa Arab asli,akan tetapi dri bangsa Ajam. Dan beliau dilahirkan pada masapemerintahan ditengah kekuasaan Abdul Malik bin Marwan. Imam Abu Hanafi terkanal dengan Al Imam Al A’zham,beliau mendapat sebutan gelarHanifah dikarenakan beliau mempunyai beberapa orang putera yang diantaranya dinamakanHanifah, dan menurut riwayat yang lain: sebab beliau mendapat gelar Abu Hanifah, karenabeliau adalah orang yang rajin melakukan ibadah kepada Allah dan sungguh-sungguhmengerjakakan kewajiban kewajiban dalam agama. Adapun menurut riwayat yang lain ialahlantaran beliau erat berteman dengan “tinta”, karena perkataan “Hanifah” menurut lughat Iraqartinya “dawat” atau “tinta”. Kemudian setelah beliau menjadi seorang alim besar dan terkenal disetap kota-kota sertadisekitar Jazirah Arabiyah, maka beliau dikenal dengan gelar: imam Abu Hanifah. Setelah beliau ijtihad dan buah penyelidikan beliau tentang hokum-hukum keagamaandiakui oleh orang banyak, maka ijtihad beliau dikenal orang banyak dengan sebutan “mazhabImam Hanafi1”.Keadaan Pribadi dan Keluhuran Budi Imam Hanafi Menurut riwayat: bahwa keadaan pribadi dan sifat-sifat beliau adalah: lurus tubuhnya,sedang tingginya, bagus mukanya, terbayang padanya sifst-sifst kekerasan didalam hatisanubarinya, cerdas fikirannya, luhur cita-citanya, seluruh batang tubuhnya kelihatan dialiri olehdarah ketangkasan dan keberanian, dan pula tegap dan gagah badannya yang menunjukkandadanya penuh ilmu pengetahuan. Imam Abu Hanifah jika berkata-kata,perkataan beliau manis dan sedap didengar,karenafasih dan merdu suaranya. Beliau juga memiliki pribadi yang peramah dan tangkaskelakuannya,rajin bekerja dan rapi buah pekerjaannya, tidak suka bercakap-cakap yang tidak adagunanya, dan jika berbicara, pembicaraannya mengandung nasehat dan hikmah, sangat pendiam,tenang dan tampak biasa berfikir. Beliau suka berpakaian yang baik-baik dan bersih, senang memakai wangi-wangian yangharum dan suka duduk ditempat yang baik. Dan beliauu juga senang bergaul dengan saudara- 1 Chalil, Moenawar. 1965. Biography Empat Serangkai Imam Madzhab. Jakarta : Bulan Bintang. Hal 19 2
  • 4. saudaranya dan para kawannya yang baik-baik, berani menyatakan sesuatu hal yang terkandungdidalam hati sanubarinya, dan berani pula menyatakan kebenaran kepada siapa pun, tidak takutdicela atau dibenci orang, dan tidak pula gentar menghadapi bahaya asal dalam kebenaran yangtelah diyakininya.Para Guru dan Murid Imam Hanafi Menurut riwayat, imam Abu Hanifah pernah bertemu tujuh sahabat Nabi SAW, danmenurut para ahli tarikh Sahabat itu ialah Anas bin Malik, Abdullah bin Harits, Abdullah bin AbiAufa, Watsilah bin Al Asqa, Ma‟qil bin Yasar, Abdullah bin Anis, Abu Thufail („Amir binWatsilah). Ada pun ulama yang terkenal yang , yang pernah dijadikan guru beliau pada waktu itukira-kira ada 200 ulama besar, itu dikarenakan setiap beliau mendengar ada ulama besar, makabeliau datangi dan berguru kepada ulama tersebut.Menurut riwayat, kebanyakan guru-guru beliau dikala itu ialah para Tabi‟in, yang diantaranyaialah Atha bin Abi Rabah, imam Nafi‟ Maula ibnu Umar, dan lain-lainnya lagi. Sedangkan ahlifiqih yang menjadi guru beliau yang paling masyhur ialah Imam Hammad bin Abu bu Sulaiman,imam Abu Hanifah berguru pada beliau kurang lebih 18 tahun. Dan diantara orang yang pernah menjadi guru imam Hanafi ialah Muhammad Al Baqir,Imam Adi bin Tsabit, Imam Abdur Rahman bin Harmaz, Imam Amr bin Dinar, Imam Manshurbin Mu‟tamir, Imam Syu‟bah bin Hjjaj, Imam Ashim bin Abin Najwad, ImaM Salamah binKuhail, Imam Qatadah, Imam Rabi‟ah bin Abi Abdur Rahman, dan lain-lain. Sedangkan mengenai murid imam Hanafi sangatlah banyak sekali, diantaranya ialah: 1. Imam Abu Yusuf,Yaqub bin Ibrahim Al Anshary. 2. Imam Muhammad bin Hasan bin Farqad Asy-Syaibani. 3. Imam Zafar bin Hudzail bin Qais Al Kufy. 4. Imam Hasan bin Zayad Al Luluy. Dari keempat murid imam Hanafi tersebut, merekalah murid yang terkenal diantara murid-murid imam Hanafi yang lain, dan mereka hingga kini masih dikenal nama-namanya diseluruhdunia Islam. Pola pemikiran, metode istidlal dan faktor-faktor yang mempengaruhi Abu Hanifah dalammenetapkan hukum islam 3
  • 5. Abu hanifah hidup selama 52 tahun pada masa dinasti Umayyah dan 18 tahun pada masadinasti Abbasiyah. Alih kekuasaan dari Umayyah yang runtuh kepada Abbasiyah yang naiktahta, terjadi di kufah sebagai ibu kota Abbasiyah sebelum pindah ke Baghdad. Kota bashrah dankufah pernah mewarnai intelektual Abu Hanifah di tengah berlangsungnya proses transformasisosio-kultural, politik dan pertentangan tradisional antara suku Arab Utara, Arab selatan danPersi. Oleh sebab itu pola pemikiran Imam Abu Hanifah sudah tentu sangat dipengaruhi latarbelakang kehidupan serta pendidikannya, juga tidak terlepas dari sumber hokum yang ada. Abu Hanifah dikenal sebagai ulama ahl al-ra‟yi. Dalam menetapkan hokum islam, baikyang diistinbathkan dari al-Qur‟an ataupun hadits, beliau banyak menggunakan nalar. Beliaumengutamakan ra‟yi dan khabar ahad. Apabila terdapat hadits yang bertentangan beliaumenetapkan hukum dengan jalan qiyas dan istihsan. Adapun metode istidlal imam abu hanifah dapat dipahami dari ucapanbeliau”sesungguhnya saya mengambil kitab suci dari al-qur‟an dalam menetapkan hukum,apabila tidak didapatkan dalam al-qur‟an maka saya mengambil sunnah Rasul SAW. Apanilatidak ada keduanya maka mengambil pendapat orang-orang yang terpercaya yang sayakehendaki, kemudian saya tidak keluar dari pendapat mereka. Apabila urusan itu sampai kepadaIbrahim al-Sya‟by, hasan ibn sirin dan sa‟id ibn musayyab, maka saya berijtihad sebagaimanamereka berijtihad”. Dalam kesempatan lain dia mengatakan pertama mencari dasar hukum dalamal-qur‟an, kalau tidak ada mencari dalam sunnah nabi, kalau tidak ada mempelajari fatwa-fatwapara sahabat dan saya pilih mana yang saya anggap kuat, kalau orang melakukan ijtihad, sayapun melakukan ijtihad. Dalam menetapkan hukum abu hanifah dipengaruhi oleh perkembangan hukum diKuffah, banyak problema kemasyarakatan yang memerlukan penetapan hukumnya, untukmenghadapinya memerlukan ijtihad atau ra‟yi. Abu Hanifah sangat selektif dalam menerimahadits, karena itu untuk menyelesaikan masalah yang actual, beliau banyak menggunakan ra‟yi.Karya-Karya Abu Hanifah Menurut Jamil Ahmad, Abu Hanifah meninggalkan 3 karya besar yaitu: fiqh akbar, al-„alim wa al-muta‟lim dan musnad fiqh akbar. Menurut Syed Ameer Ali dalam bukunya TheSpirit if islam karya-karya abu hanifah baik mengenai fatwa-fatwanya maupun ijtihad-ijtihadnyaketika itu belum dikodifikasikan. 4
  • 6. Murid Abu Hanifah Muhammad al-Syaibany telah menyusun kitab buah pemikiran AbuHanifah yang dikenal dengan al-kutub al-sittah 6 kitab yaitu: 1. Kitab al-Mabsuth 2. Kitab al-Ziyadat 3. Kitab al-jami‟ al-Shaghr 4. Kitab al-Jami‟ al-Kabir 5. Kitab al-sair al-shaghir 6. Kitab al-sair al-kabirKewafatan Imam Hanafi Imam Abu Hanifah wafatdi Baghdad pada bulan Rajab tahun 150H/767M dalam usia 70tahun .Menurut riwayat, bahwa Abu Ja‟far Al Manshur memanggil imam Abu Hanifah, imam SufyanAts Tsauri dan imam Syarik An Nakha‟y untuk dating menghadap baginda. Beliau bertigadipanggil untuk diberi kedudukan dan diberi surat angkatan untuk menjabat sebagai Qadli. Setelah menghadap pada baginda beliau diberi jabatan sebagai Qadli, dari ketiga imamtersebut, hanya imam Syarik yang menerima jabatan itu, sedangkan imam Sufyan melarikan dirike Yaman, dan imam Abu Hanifah menolak diberi jabatan dan tidak melarikan diri. Berawal daripenolakan imam Abu Hanifah itu, maka baginda memerintah pengawal untuk memenjarakanimam Abu Hanifah untuk diberi hukuman seratus kali cambuk dan leher beliau dikalungi rantaibesi yang besar. Setiap hari imam Abu Hanifah diberi hukuman seratus kali cambuk, akan tetapi beliautetap berpendirian semula, menolak jabatan dari baginda. Pada masa itu ibunda imam AbuHanifah masih hidup dalam usia yang sudah lanjut, pada setiap hari sang ibunda diperintahbaginda Al Manshur untuk membujuk imam Abu Hanifah supaya suka menerima jabatan yangdiberikan baginda, namun segala upaya ibunda untuk membujuk imam Abu Hanifah ditolakolehnya dengan keterangan atau perkataan yang baik. Begitu tabah dan teguhnya pendirian imam Abu Hanifah membuat sang baginda merasatidak puas dengan hukuman cambuk, maka baginda memberi segelas minuman yang telah diberiracun dan imam Abu Hanifah meminumnya, seketika itu dipenjara imam Abu Hanifah merasa 5
  • 7. tidak enak badan, dan wafatlah beliau imam besar imam Abu Hanifah. “inna lillahi wa inna ilaihirajiun”.B. IMAM MALIK Imam Malik adalah imam yang kedua dari imam-imam empat serangkai dalam islam darisegi umur. Nama lengkapnya Abu abdillah Mālik ibn Anas ibn Malik ibin Abu „Amir ibn al-Harist. Lahir di negeri Hijaz tahun 93 H/12 M. Dan wafat pada hari Ahad, 10 Rabiul Awal 179H/798 M di Madinah pada masa pemerintahan Abbasiyah di bawah kekuasaan Harun Al-Rasyid. Ibunya bernama Siti Aliyah binti Syuraik ibn Abd. Rahman ibn Syuraik al-Azdiyah. Adariwayat yang mengatakan bahwa Imam malik berada dalam kandungan rahim ibunya selama duatahun; ada pula yang mengatakan sampai tiga tahun. Imam malik adalah seorang yang berbudi mulia, dengan pikiran yang cerdas, pemberanidan teguh mempertahankan kebenaran yang diyakininya. Imam malik terdidik di kota Madinah pada masa pemerintahan Khalifah Sulaiman ibnabd malik dari bani Umaiyah VII. Pada waktu itu kota tersebut hidup beberapa golonganpendukung islam, antara lain: golongan sahabat Anshar dan Muhajirin serta para cerdik pandaiahli hukum. Pelajaran pertama yang diterimanya adalah al-Quran, yakni bagaimana cara membaca,memahami makna dan tafsirannya. Dihafalnya al-Quran itu diluar kepala. Kemudian iamempelajari hadits Nabi SAW. Dengan tekun dan rajin, sehingga mendapat julukan sebagai ahlihadits. Sebagai seorang ahli hadits, beliau sangat menghormati dan menjunjung tinggi haditsNabi SAW. Sehingga bila hendak memberi pelajaran hadits, beliau berwudlu terlebih dahulu,kemudian duduk di atas alas sembahyang dengan tawadhu‟. Beliau sangat tidak sukamemberikan pelajaran hadits sambil berdiri di tengah jalan atau dengan tergesa-gesa2.Guru Imam Malik Adapun guru yang pertama dan bergaul lama serta erat adalah Imam Abd. Rahman ibnHurmuz salah seorang ulama besar di Madinah. Kemudian beliau belajar fiqh kepada salahseorang ulama besar kota Madinah, yang bernama Rabi‟ah al-Ra‟yi (wafat tahun 136). 2 Yanggo, Huzaemah Tahido. 1999. Pengantar Perbandingan Mazhab. Ciputat : Logos Wacana Ilmu. Hal102-104 6
  • 8. Selanjutnya Imam Malik belajar ilmu ahadits kepada Imam Nafi‟ Maula Ibnu Umar (wafat padatahun 117 H), juga belajar kepada Imam ibn Syihab al-Zuhry. Menurut riwayat yang dinukil Moenawar Cholil, bahwa di antara guru Imam Malik yangutama itu tidak kurang dari 700 orang. Di antara sekian banyak gurunya itu, terdapat 300 orangyang tergolong ulama tabi‟in3. Diantara guru beliau adalah Nafi‟ bin Abi Nu‟aim, Nafi al Muqbiri, Na‟imul Majmar, AzZuhri, Amir bin Abdullah bin Az Zubair, Ibnul Munkadir, Abdullah bin Dinar, dll4.Pola Pikir Imam Malik Imam malik adalah seorang mujtahid dan ahli ibadah sebagaimana halnya Imam AbuHanifah. Karena ketekunan dan kecerdasannya, Imam Malik tumbuh sebagai ulama terkemukadalam bidang ilmu hadits dan fiqh sebagaimana diucapkan oleh Dahlawy. Beliau selaku seorang Mufti yang dipercaya oleh umat dimasa itu sering menghadapikekejaman dan keganasan pendapatnya tentang masalah “paksaan talak itu tidak sah”. Meskipunpendapatnya itu bertentangan dengan Khalifah al-Manshur dari Bani Abbas di Baghdad, yangakhirnya membuat beliau disiksa dan dipenjara. Imam malik adalah seorang tokoh yang yang dikenal para ulama sebagi alim besar dalamilmu hadits. Dalam menetapkan hukum dan ketika memberi fatwa, beliau sangat berhati-hati,sebagaiman diriwayatkan “beliau tidak akan memberi fatwa dan meriwayatkan suatu hadits,sehingga 70 ulama membenarkan dan mengakui”5.Metode Istidlal Imam Malik Adapun metode istidlal Imam Malik dalam menetapkan hukum Islam adalah berpegangkepada6: 1. Al-Quran 2. Sunnah 3. Ijma‟ Ahl al-Madinah 4. Fatwa Sahabat 5. Khabar Ahad dan Qiyas 6. Al-Istihsan 3 Ibid. hal 104 4 Diunduh pada tanggal 03 Maret 2013 dari http://kacepigebe.wordpress.com/2011/06/06/sejarah-singkat-4-imam-mazhab/ 5 Ibid. hal 104-105 6 Ibid. hal 105-113 7
  • 9. 7. Al-Mashlahah al-Mursalah 8. Sadd al-Zara‟i 9. Istishhab 10. Syar‟u Man Qablana Syar‟un Lana Imam Malik dalam sejarah hidupnya hanya menetap di kota Madinah, tidak berpindah-pindah, kecuali ke Mekkah untuk menunaikan ibadah Haji. Beliau sangat dipengaruhi olehamalan penduduk Madinah.walaupun demikian, yaitu dalam satu sisi ia sangat terpengaruh olehamalan penduduk Madinah, tapi dalam sisi yang lain ia juga menggunakan mashlalah mursalahdan istihsan sebagai sumber hukum. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh adanyabeberapa perubahan keadaan kota Madinah pada zaman Imam malik dengan keadaan kotaMadinah pada zaman Rasulullah SAW. Sehingga menurut pandangan Imam Malik, tidak adajalan yang harus ditempuh untuk mengatasinya, kecuali dengan jalan lain, yaitu menggunakankeduanya (mashlalah mursalah dan istihsan sebagai sumber hukum)7.Karya-karya Imam Malik Diantara karya-karya Imam Malik adalah kitab al-Muwaththa‟. Kitab tersebut ditulistahun 144 H atas anjuran khalifah Ja‟far al-Manshur. Dikatakan pendapat Imam Malik ibn Anasdapat sampai kepada kita melalui dua buah kitab, yaitu al-Muwaththa‟ dan al-Mudawanah al-Kubra. Kitab Muwaththa mengandung dua aspek, yaitu aspek hadits dan aspek fiqh. Hadits-hadits yang terdapat dalam kitab tersebut ada yang bersanad lengkap, ada pula yang mursal, adayang muttashil dan ada pula yang disebut balaghat (suatu sanad yang tidak menyebutkan darisiapa Imam malikmenerima hadits tersebut). Imam malik mengumpulkan sejumlah hadits dalam kitabnya (al-Muwaththa) selamabertahun-tahun. Diriwayatkan beliau telah mngumpulkan 4.000 buah hadits, yang ketika wafattinggal seribu saja. Hadits-hadits itu dipilih oleh beliau setiap tahun, mana yang lebih sesuaiuntuk kaum muslilim dan mana yang paling mendekati kebenaran. Ada pendapat yangmengatakan hal itu dilakukan beliau selama 40 tahun. Aspek fiqh dalam kitab al-Muwaththa itu disusun berdasarkan berdasarkan sistematikalayaknya kitab fiqh lainnya. Seperti ada bab thaharah, shalat, zakat dan seterusnya. Dengandemikian, maka hadits-hadits didalam kitab tersebut menyerupai kitab fiqh. 7 Ibid. hal 114 8
  • 10. Kitab al-Mudawwamah al-Kubra merupakan kumpulan risalah yang memuat tidakkurang dari 1.036 masalah dari fatwa Imam Malik. Fatwa-fatwa itu dikumpulkan Asas ibn al-furat al-Naisabury yang berasal dari Tunis, salah seorang murid beliau8. Diantara murid beliau adalah Ibnul Mubarak, Al Qaththan, Ibnu Mahdi, Ibnu Wahb, IbnuQasim, Al Qa‟nabi, Abdullah bin Yusuf, Sa‟id bin Manshur, Yahya bin Yahya al Andalusi,Yahya Bin Bakir, Qutaibah Abu Mush‟ab, Al Auza‟i, Sufyan Ats Tsaury, Sufyan bin Uyainah,Imam Syafi‟i, Abu Hudzafah as Sahmi, Az Zubairi, dan lain-lain9. Mazhab Maliki sampai sekarang maasih diikuti sebagian besar kaum Muslimin diMaroko, Algers, tunisia, Tipoli, Lybia dan Mesir. Masih tersiar juga di Irak, Palestina, Hijaz danlain-lainnya di sekitar Jazirah Arabia, tetapi tidak begitu banyak orang mengikutinya 10.C. IMAM SYAFI’I Ia lahir di Gaza palestina. Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafii lahirdi Gaza, Palestina, namun di antara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahirdi Asqalan; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para ahli sejarahpula, Imam Syafii lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulamabesar Sunni yang bernama Imam Abu Hanifah11. Imam Syafii merupakan keturunan dari al-Muththalib, jadi dia termasuk ke dalam BaniMuththalib. Nasab Beliau adalah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi‟ binAs-Sa‟ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Mutthalib bin Abdulmanaf bin Qushaybin Kilab bin Murrah bin Ka‟ab bin Lu‟ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr binKinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma‟ad bin Adnan.Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di Abdul-Manaf. Dari nasab tersebut, Al-Mutthalib bin Abdi Manaf, kakek Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie, adalah saudara kandung Hasyim bin Abdi Manaf kakek Nabi Muhammad shallallahu`alaihi wa alihi wasallam12. 8 Ibid. hal117-119 9 Diunduh pada tanggal 03 Maret 2013 dari http://kacepigebe.wordpress.com/2011/06/06/sejarah-singkat-4-imam-mazhab/ 10 Opcit. hal 120 11 Chalil, Moenawar. 1965. Biography Empat Serangkai Imam Madzhab. Jakarta : Bulan Bintang. Hal 149 12 Chalil, Moenawar. 1965. Biography Empat Serangkai Imam Madzhab. Jakarta : Bulan Bintang. Hal 150 9
  • 11. Kemudian juga saudara kandung Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Nabi MuhammadSAW, bernama Syifa‟, dinikahi oleh Ubaid bin Abdi Yazid, sehingga melahirkan anak bernamaAs-Sa‟ib, ayahnya Syafi‟. Kepada Syafi‟ bin As-Sa‟ib r.a. bayi yatim tersebut dinisbahkannasabnya sehingga terkenal dengan nama Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie Al-Mutthalibi.Dengan demikian nasab yatim ini sangat dekat dengan Nabi MuhammadSAW.Pendidikan Imam Syafi’I dan Gurunya Setelah ayah Imam Syafi‟i meninggal dan dua tahun kelahirannya, sang ibumembawanya ke Makkah, tanah air nenek moyang. Ia tumbuh besar di sana dalam keadaanyatim. Sejak kecil Syafi‟i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra. Imam Syafi‟Ipernah menimba ilmu diantaranya13:1. Di Madinah beliau mengambil ilmu dari ulama-ulama Madinah di antara mereka adalah: Malik bin Anas, Ibrahim bin Abu Yahya Al Aslamy Al Madany, Abdul Aziz Ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Ismail bin Ja‟far dan Ibrahim bin Sa‟ad2. Di Yaman Beliau juga mengambil ilmu dari ulama-ulama negeri Yaman di antaranya: Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al Qadhi dan sejumlah ulama lainnya.3. Di Baghdad, Irak beliau mengambil ilmu dari: Muhammad bin Al Hasan, Ismail bin Ulayah, Abdulwahab Ats-Tsaqafy, serta yang lainnya.4. Di Mesir Beliau mengambil ilmu dari ulama-ulama di antara mereka adalah:. Muslim bin Khalid Az-Zanji mufti Makkah, Muhammad bin Syafi‟ paman beliau sendiri, Abbas kakeknya Imam Asy-Syafi`I, Sufyan bin UyainahMurid-murid Imam Syafi’i Beliau mempunyai banyak murid, yang umumnya menjadi tokoh dan pembesar ulama danImam umat islam, yang paling menonjol adalah: Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits dan sekaligusjuga Ahli Fiqih dan Imam Ahlus Sunnah dengan kesepakatan kaum muslimin, Al-Hasan binMuhammad Az-Za‟farani, Ishaq bin Rahawaih, Harmalah bin Yahya, Sulaiman bin Dawud AlHasyimi, Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al Kalbi dan lain-lainnya banyak sekali.Karya Tulis Imam Syafi’i Beliau mewariskan kepada generasi berikutnya sebagaimana yang diwariskan oleh paranabi, yakni ilmu yang bermanfaat. Ilmu beliau banyak diriwayatkan oleh para murid- muridnya 13 Ibid. hal 171 10
  • 12. dan tersimpan rapi dalam berbagai disiplin ilmu. Bahkan beliau pelopor dalam menulis di bidangilmu Ushul Fiqih, dengan karyanya yang monumental Risalah. Dan dalam bidang fiqih, beliaumenulis kitab Al-Umm yang dikenal oleh semua orang, awamnya dan alimnya. Juga beliaumenulis kitab Jima‟ul Ilmi.Pola Pemikiran Imam Syafi‟i termasuk salah seorang imam madzhab yang masuk kedalam jajaran “AhliAl Sunnah wal Jama‟ah”, yang didalam bidang “furu‟iyyah” ada dua kelompok yaitu : “Ahl al-Hadits” dan “Ahl al-Ra‟yu” dan beliau sendiri termasuk “Ahl al-Hadits”. Imam Syafi‟I termasukimam madzhab yang mendapat julukan “Rihalah fi Thalab al-„Ilm” yang pernah meninggalkanMekkah pergi ke Hijaz untuk menuntut ilmu kepada Imam Malik dank e Irak menuntut ilmu keMuhammad Ibn al-Hassan (seorang murid Imam Abu Hanifah). Karena kedua guru inilah, beliautermasuk kelompok Ahl al-Hadits, tetapi dalam bidang fiqih banyak terpengaruh olehkelompok “Ahl al-Ra‟yu” dengan melihat metode penerapan hukum yang beliau pakai. Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkansuatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagailandasan dan sumber hukumnyaBantahan Imam Syafi‟i kepada orang yang mengingkari sunnah sebagai hujjah:1. Allah telah mewajibkan kita untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan menyuruh kita mematuhi perintah dan menjauhi larangannya.2. Tidak ada cara lain bagi kita untuk mentaati perintah Allah tersebut kecuali dengan mengamalkan apa yang datang dari Rasulullah dengan lapang dada dan bersih hati dari keinginan untuk menolaknya, serta pasrah pada perintah dan hukum-hukumnya.3. Seorang muslim membutuhkan sunnah Rasulullah untuk menjelaskan globalitas isi Al- Qur‟an.Sumber hukum dan Metode Imam Syafi’i dalam berhujjah Oleh karena itu Imam Syafii tidak sekedar mendasarkan sunnah pada al Quran, tetapijuga berupaya meletakkan asumsi dasar bahwa sunnah adalah bagian organik dalam struktur alQuran ditinjau dari pengertian semantiknya. Karena al Quran dan Sunnah menjadi strukturorganik semantik, maka syafiI pun dapat membangun ijma atas dasar struktur tersebut hinggamenjadi teks tasyri yang memperleh signifikasinya dari pengertian teks yang tersusun dari al 11
  • 13. Quran dan sunnah. Sumber ke empat dalam fiqih Imam Syafii adalah qiyas yang juga diambildari teks yang tersusun dari ke tiga dasar sebelumnya. Imam Syafii meletakkan sunnah sejajar dengan al Quran dalam hal sebagai hujjahkarena sunnah juga berasal dari wahyu. Syafii tidak menyamakan al Quran dan sunnah dalamsegala aspek, menurutnya perbedaannya paling tidak bahwa al Quran mutawatir dan merupakanibadah bagi yang membacanya sedangkan kebanyakan sunnah tidak mutawatir juga membacanyatidak dinilai pahala. Kedua, al Quran adalah kalam Allah, sedangkan sunnah adalah perkataannabi SAW. Syafii juga menjelaskan bahwa sunnah tidak semartabat dengan al Quran dalammasalah aqidah14.Wafat Beliau wafat pada hari Kamis di awal bulan Sya‟ban tahun 204 H dan umur beliau sekitar54 tahun (Siyar 10/76). Meski Allah memberi masa hidup beliau di dunia 54 tahun, menurutanggapan manusia, umur yang demikian termasuk masih muda. Walau demikian, keberkahandan manfaatnya dirasakan kaum muslimin di seantero belahan dunia, hingga para ulamamengatakan, “Imam Asy-Syafi`i diberi umur pendek, namun Allah menggabungkankecerdasannya dengan umurnya yang pendek.”D. IMAM AHMAD IBN HANBAL Imam Ahmad ibn Hanbal adalah seorang ilmuan ahli fiqih yang gigih membelakelurusan akidah Islam yang hendak diselewengkan oleh kaum muktazilah.“Ahmad IbnuHanbal telah menghimpun semua ilmu”. Namun, ada pula beberapa orang ulama yangmengatakan, “ Dalam ilmu fiqih, ia bukan apa-apa.” Akan tetapi, Imam Syafi‟i, ketika meninggalkan Baghdad berangkat ke Mesir, berkata, “Baghdad saya tinggalkan. Di sana ada orang yang menguasai ilmu fiqih, dan tidak ada lebihbanyak ilmunya selain Ahmad Bin Hanbal.”15 Ahmad Ibn Hanbal pemuda yang sejak kecil sudah dapat menghafal al-Qur‟an , sudahbisa mempelajari dan memikirkan ketentuan-ketentuan hukum yang terdapat didalamnya. 14 Yanggo, Huzaemah Tahido. 1999. Pengantar Perbandingan Mazhab. Ciputat : Logos Wacana Ilmu. Hal123 15 As-Syarqawi, Abdurrahman. 2000. Riwayat Sembilan Imam Fiqih diterjemah H.M.H Al-Hamid Al-Husaini.Bandung : Pustaka Hidayah. Hal 445 12
  • 14. Bahkan sejak kecil, ia pun sudah belajar dan mempelajari ilmu hadist. Ia berjanji kepada dirinyasendiri akan berjuang demi tercapainya tujuan menegakkan kembali Sunnah Rasulallah SAW,didalam kehidupan umat. Karena sikapnya itulah, banyak orang yang menuduhnya“mutasammit” orang yang ketat dan keras dalam beragama. Demikianlah kehidupan AhmadIbnu Hanbal.16 Setelah Imam Ahmad ibn Hanbal wafat, beberapa orang pengikutnya mengadakansesuatu yang ia sendiri tidak pernah mengtakan dan melakukannya. Ilmu Ushul fiqihnya olehmereka “dicabang rantingkan” begitu rupa sekehendak mereka sendiri. Dalam hal itu ImamAhmad ibn Hanbal sama skali bersih dan tidak memikul pertanggungjawaban atas apa yangmereka perbuat. Mereka berbuat jauh lagi mereka pergi berkeliling mendatangi kota-kota dandaerah-daerah untuk apa yang mereka klaim sebagai “meluruskan, menghapus, mengubah” apasaja yang mereka anggap bid‟ah atau yang mereka anggap munkar. Dalam hal itu, merekabersikap ekstrem, sehingga banyak kaum muslim yang merasa terganggu dan kesulitan. Padaakhirnya masyarakat membencinya memandang mereka sebagai orang-orang dungu danberpandangan sempit, dimana-mana mereka dijengkeli orang-orang dan mazhab mereka pundicemoohkan kaum muslim, akibat perbuatan mereka para penganut mazhab Imam Ahmad ibnHanbal disamakan dengan kebodohan, kaku membatu dan fanatik buta yang sangat tercela. Imam Ahmad ibn Hanbal sama sekali bukan orang fanatik dan bersikeras pada pendapatdan pemikirannya sendiri, Bahkan dalam berdialog, ia tidak segan meninggalkan pendapatnyasendiri bila telah mengetahui dengan jelas mana yang lebih baik dan lebih benar. Lebih dari itu,ia malarang seorang muridnya untuk membukukan fiqihnya, karena banyak pendapat-pendapatnya yang perlu diperbaiki dan diubah. Imam Ahmad Ibnu Hanbal bukan pula seorang yang berpandangan sempit, berpikir kakuatau suka mengorek-ngorek kekurangan orang lain. Ia sama sekali bukan seorang itu. Ia adalahseorang ulama fiqih yng berpandangan seluas cakrawala, seorang ulama yang berkemampuantinggi menggali dan mencerna jiwa hukum syariat, bahkan tergolong ulama fiqih yangmenyembuhkan hukum syariat dari penyakit kebekuan, khususnya dalam hal muamalat Akan tetapi, ia hidup di zaman yang suram dan penuh dengan awan bid‟ah zaman ketikakaum muslim bermain longgar-longgaran dalam menunaikan kewajiban agama hinggamenggoyahkan tiang-tianggnya, Dalam keadaan itu , ia merasa wajib berpegang kuat pada 16 Ibid. hal 449 13
  • 15. kitabullah dan sunnah Rasul. Salah seorang yang hidup sezaman dengannya mengatakaan “padamasa hidupnya Ahmad ibnu Hanbal, saya tidak pernah melihat ada orang lain yang melebihi diadalam hal menjaga keselamatan Agama Islam, menguasai diri, menguasai ilmu fiqih danmendidik diri sendiri dalam hal kemuliaan akhlak , kemantapan hat, keramahan bergaul, sertadalam hal menjahui perbuatan yang berbahaya ” Ahamad ibn Hanbal lahir di Baghdad pada tahun 165 H. Ayah dan Ibunya orang Arab.Ayahnya wafat di kala Ahmad ibn Hanbal masih kanak-kanak. Bagi ana dan isterinya, iameninggalkan sedikit bekal penghidupan, sebuah rumah, sebidang tanah. Dalam riwayat lain adadiceritakan, bahwa beliau memang dilahirkan dikota marwin tadi, tetapi dibawa ibunya keBaghdad, dan beliau masih dalam keadaan kecil, lalu disusukan dan diasuk disana. Ahmad Ibn Hanbal mempunya seorang paman yang bekerja melayani kepentinganKhalifah Harun ar-Rasyid pada saat-saat bepergian. Sejak kecil, Ahmad ibn Hanbal telahmenyadari betapa besar kehidupan yang dihadapi Ibunya dalam upaya untuk menghidupi sehari-hari, Keinginan yang demikian mendorongnya untuk belajar dengan tekun. Diantara para guru Imama Hanbal ialah Imam Ismail bin Aliyah, Hasyim bin Basyir,Muhammad bin Khalid, Mansyur bin Salamah, Mudlafar bin Mudrik, Ustman bin Umar,Masyim bin Qasim, Abu sain maula banu Hasyim, Muhammad bin yazid, Muhammad bin Ady,Yazin bin Harun, Muhammad bin Jafar, Ghundur, Yahya bin Said, Abdurrahman bin bin Mahdydan masih banyak yang lainnya. Beliau kenal dan berguru kepada imam Syafii ketika beliau dating berkunjung danmenetap di Baghdadm, Dan beliau sangat kagum melihat kepandaian Imam Syafii. Beliau wafat pada hari jumat pada tanggal 12 Rabiul awal tahun 241 Hijriyah, dikalabeliau telah berusia 77 tahun jenazah beliau dimakamkan pada hari jumat siang sehabis orangsembahyang jumat di maqbarah, dengan dihadiri dan diantarkan oleh berpuluh-puluh ribumanusia.Dasar-dasar Mazhab imam Hanbali yang sesungguhnya ialah 1. Nash dari al-Qur‟an dan Sunnah 2. Fatwa para sahabat Nabi 3. Fatwa para sahabat yang masih perselisihan, dan diambilnya yang lebih dekat dengan nash Quran dan Sunnah 4. Hadish Mursal dan Hadis Dhoif 14
  • 16. 5. QiyasKarangan Kitab Hanbali menurut riwayat diantaranya sebagai berikut: 1. Tafsir al-Qur‟an 2. An-Nasikh wal-Mansukh 3. Al-Muqaddamwal muakhkhar fil Qur‟an 4. Jawabatul Qur‟an 5. At-Tarikh 6. Al-Manasikul Khabir 7. Al-Wara‟i 8. As-Shalah dan lain-lain kitab yang berupa risalah Kitab Al-Musnad adalah sebuah kitab hadis yang berisi 40.000 hadis hadis-hadis sekianbanyaknya itu telah dihimpun dan dipilihnya yang telah dianggap shahih17. DAFTAR PUSTAKAAs-Syarqawi, Abdurrahman. 2000. Riwayat Sembilan Imam Fiqih diterjemah H.M.H Al-Hamid Al-Husaini. Bandung : Pustaka HidayahChalil, Moenawar. 1965. Biography Empat Serangkai Imam Madzhab. Jakarta : Bulan BintangMahmassani, Sobhi. 1977. Filsafat Hukum dalam Islam.diterjemahkan Ahmad Sudjono. Bandung : Al Maarif.Yanggo, Huzaemah Tahido. 1999. Pengantar Perbandingan Mazhab. Ciputat : Logos Wacana Ilmu.Diunduh pada tanggal 03 Maret 2013 dari http://kacepigebe.wordpress.com/2011/06/06/sejarah- singkat-4-imam-mazhab/Diunduh pada tanggal 03 Maret 2013 dari http://pesantren.uii.ac.id/content/view/119/52/1/2/Diunduh pada tanggal 03 Maret 2013 dari http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Syafi%27i 17 Chalil, Moenawar. 1965. Biography Empat Serangkai Imam Madzhab. Jakarta : Bulan Bintang. Hal 250-303 15