Your SlideShare is downloading. ×
0
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Nasakh (nasikh mansukh)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Nasakh (nasikh mansukh)

7,082

Published on

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
7,082
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
211
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Oleh:Kinanti Wening AstutiMarina Lestari
  • 2. ‫م اك ننسخك منك آيةك أك َوك ننسه اك نأتك بخيرك منه اك أ ك َوك مثله اك أ ك َلمك تعلمك أ ك َنك اللهك علىك‬ َ ‫ك َ ك َ ك َ أ ْ َهِ أ ْ ك َ م ٍ أ ْ نُ َهِ ك َ ك َ أ ْ َهِ َهِ ك َ أ ْ م ٍ هّ أ ْ ك َ أ ْ َهِ أ ْ َهِ ك َ ك َ أ ْ ك َ أ ْ ك َ أ ْ هّ هّ ك َ ك َ ك َ ك‬ ٌ ِ‫نُ هّ ك َ أ ْ م ٍ ك َ َه‬ ‫كلك شيءك قدير‬ Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Al-Baqoroh 106) َ ‫هاذاك كت ابن اك ينطقك عليكمك ب الحقك إَهِن اك كن اك نستنسخك م اك كنتمك تعملنونك‬ ُ‫نُ أ ْ نُ أ ْ ك َ أ ْ ك َ ن‬ ُ‫ٰ َهِ نُ ك َ أ ْ َهِ نُ ك َ ك َ أ ْ نُ أ ْ َهِ أ ْ ك َ ِّ اَّ نُ اَّ ك َ أ ْ ك َ أ ْ َهِ ن‬ Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. (Al- Jatsiyah 29)
  • 3. An-Nasakh ialah membatalkan pengamalandengan sesuatu hukum syara’ dengan dalil yangdatang kemudian dari padanya.Tidak ada nasakh pada masa setelah Rasulullahsaw wafat.Nasikh (dalil yang menghapus hukum yang telahada)Mansukh (hukum yang dibatalkan, dihapuskan,atau dipindahkan)
  • 4.  Hukum yang dinasakh harus hukum syara’ (ketentuan Allah sunnah Rasulullah) Hukum dalil yang mansukh sudah berlaku sebelum digantikan dengan hukum nasikh atau dalil penghapusan hukum tersebut adalah khitab syar’i yang datang lebih kemudian dari khitab yang hukumnya mansukh. Antara dua dalil nasikh dan mansukh atau antara dalil yang I dan dalil II ada pertentangan, sehingga tidak dapat dikompromikan. Contoh : antara ketentuan dalil I ayat 12 al-Mujadilah yang menghapuskan orang bersedekah dulu sebelum menghadap Rasul, dengan ketentuan dalil II dari ayat 13 al-Mujadilah yang membebaskan kewajiban bersedekah. Kitab yang mansukh hukumnya tidak terikat (dibatasi) dengan waktu tertentu. Contoh : maka maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya (al-Baqarah 109)
  • 5.  Ayat yang mengandung hukum pokok yang tidak bisa berubah dengan sebab berubahnya situasi kondisi manusia. seperti : ayat yang berkaitan dengan ibadah, akidah, keadilan dan amanah. Ayat yang secara tektual menunjukkan ketentuan hukumnya berlaku sepanjang masa. Ayat yang berisi berita yang tidak mengandung perintah larangan seperti kabar tentang umat- umat terdahulu.
  • 6. 1. Nasakh tilawah dan hukum. Contoh : penghapusan ayat yang mengharamkan nikah dengan saudara sepersusuan karena bersama-sama menetek kepada seorang ibu dengan sepuluh susuan, yang di- na s a kh dan diganti dengan lima kali susuan.2. Nasakh hukum, tilawahnya tetap. Tulisan dan bacaan ayatnya masih tetap ada dan masih boleh dibaca, tetapi isi hukum ajarannya sudah di-na s a kh, sehingga sudah tidak boleh diamalkan lagi. Contoh: al-baqoroh 240 Ayat ini istri-istri yang dicerai harus beridah selama 1 th, kemudian Allah menasakh hukum ayat tersebut, Sehingga keharusan idah 1 th sudah tidak berlaku lagi, sekalipun lafal nash ayatnya masih tetap ada dan boleh dibaca. Lalu diganti dengan al-baqoroh: 2343. Nasakh tilawah, hukumnya tetap. Tulisan ayatnya sudah dihapus, tetapi hukum isinya masih tetap berlaku dan harus diamalkan. Hadis dari Umar bin Khaththab dan Ubayi bin Ka’ab  ‫كان فيما انزل من القران الشيخ و الشيخة اذا زنيا فارجموهما البتة نكال من ا‬ …O ra ng tua la ki-la ki d a n o ra ng tua p e re m p ua n ka la u ke d ua ny a be rz ina , m a ka ra ja m la h (d ihukum le m p a r ba tu s a m p a i m a ti) s e ka lig us s e ba g a i ba la s a n d a ri A h lla
  • 7. a. Al-qur’an menasakhkan Al-qur’an. Contoh: QS al-anfal: 65 yang dinasakhkan oleh ayat berikutnya 66.b. Al-qur’an menasakhkan As-sunah. Contoh: Perbuatan nabi dan para sahabat menghadap Baitul Maqdis dalam shalat dinasakhkan oleh ayat QS: al-baqoroh: 144c. As-sunnah menasakhkan As-sunnah. Contoh: “aku telah melarangmu menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah.d. As-sunnah menasakhkan Al-qur’an (imam Syafi’i menolak). Contoh: QS al-baqoroh: 180 dinasakhkan dengan hadits mutawatir “ketahuilah, tidak ada wasiat untuk ahli waris”
  • 8. Naskh sarih, yaitu ayat yang secara tegas menghapuskan hukumyang terdapat pada ayat terdahulu. Misal : Surat al-Anfal : 65-66.Naskh Dimni, yaitu apabila ada ketentuan hukum ayat-ayatterdahulu tidak bisa dikompromikan dengan ketentuan hukumayat yang datang kemudian dan ia me-nasakh ayat terdahulu. Misal,ayat tentang kewajiban wasiat kepada ahli waris yang dianggapmansukh oleh ayat waris.Naskh Kull, yaitu me-nasakh hukum yang datang sebelumnya secarakeseluruhan. Misal, ketentuan idah 4 bulan 10 hari (al-Baqarah :234).Naskh Juz’i, yaitu me-naskh hukum yang mencakup seluruhindividu dengan hukum yang mencakup sebagian individu, ataume-nasakh hukum yang bersifat mutlak dengan hukum yangbersifat muqayyad (terbatas), misal, an-Nuur : 4 dengan ayat 6. 
  • 9. Hukum Tuhan maupun hukum manusia pada dasarnya mewajibkan kemaslahatan manusia. Kemaslahatan kadang-kadang berubah dengan berubahnya keadaan. Diantara hikmahnya:a. Selalu menjaga kemaslahatan hamba agar kebutuhan mereka senantiasa terpelihara dalam suasana keadaan dan di sepanjang zaman.b. Untuk menjaga agar perkembagan hukum Islam selalu relevan dengan    semua situasi dan kondisi umat yang mengamalkan, mulai dari yang    sederhana sampai ke tingkat yang sempurna.c. Untuk menguji orang mukallaf, apakah dengan adanya perubahan dan  penggantian-penggantian dari naskh itu mereka tetap taat, setia   mengamalkan hukum-hukum Tuhan, atau dengan begitu lalu mereka ingkar  dan membangkang?
  • 10. ‫والسل م عليكم و رحمة ا و بركاته‬

×