• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pengangguran
 

Pengangguran

on

  • 5,640 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,640
Views on SlideShare
5,640
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
235
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pengangguran Pengangguran Presentation Transcript

    • PENGANGGU RAN Oleh : Dewi (1111######) Kabul Prasetyo (1111011068) M. Edward (11110110##)
    • DEFINISI PENGANGGURAN• Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.• Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
    • JENIS & MACAM PENGANGGURAN
    • BERDASARKAN JAM KERJABerdasarkan jam kerja, penganggurandikelompokkan menjadi 3 macam:• Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.• Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.• Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat
    • BERDASARKANPENYEBAB TERJADINYA1. Pengangguran friksional (frictional unemployment) Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
    • 2. Pengangguran konjungtural (cycle unemployment) Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.3. Pengangguran struktural (structural unemployment) Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti: – Akibat permintaan berkurang – Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi – Akibat kebijakan pemerintah
    • 4. Pengangguran musiman (seasonal Unemployment) Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.5. Pengangguran siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.6. Pengangguran teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.7. Pengangguran siklus Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
    • PENYEBAB PENGANGGURANFaktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguranadalah sebagai berikut:1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.2. Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang3. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.
    • 4. Meningkatnya peranan dan aspirasi Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia5.Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.
    • Akibat pengangguran• Bagi perekonomian negara – Penurunan pendapatan perkapita. – Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak. – Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.• Bagi masyarakat – Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis. – Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja. – Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.
    • Kebijakan-Kebijakan Pengangguran• Cara Mengatasi Pengangguran Struktural – Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah : – Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja. – Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan. – Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan – Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
    • Cara Mengatasi Pengangguran FriksionalUntuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapatdigunakan cara-cara sebagai berikut.• Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri- industri baru, terutama yang bersifat padat karya.• Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.• Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.• Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.• Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
    • Cara Mengatasi Pengangguran Musiman• Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut.• Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan• Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
    • Cara Mengatasi Pengangguran Siklus• Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut.• Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan• Meningkatkan daya beli masyarakat
    • Ekonomi dan Pengangguran• Struktur ekspansi perekonomian yang belum diimbangi peningkatan kapasitas produksi secara signifikan mengakibatkan pengaruh pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi tingkat pengangguran menjadi terbatas.• Tingkat pengangguran terbuka sedikit menurun dari 11,2% pada 2005 menjadi 10,3%.• Namun demikian, jumlah pengangguran ini masih relatif lebih tinggi dibanding periode sebelum krisis yang rata-rata mencapai 5,5%.
    • Pengangguran Menurut Kelompok Umur• Berdasarkan kelompok umur, sebagian besar penganggur di Indonesia berada pada kelompok usia muda dan produktif yaitu 15-24 tahun.• Tingginya proporsi penganggur pada kelompok usia ini mengindikasikan pasar tenaga kerja belum optimal menyerap angkatan kerja usia lepas sekolah menengah.• Hal ini juga sejalan gambaran proporsi dominan penganggur terbesar terdapat pada angkatan kerja berlatar belakang pendidikan SLTP dan SLTA yaitu lebih dari 60% dari total penganggur.
    • Komposisi Penganggur Berdasarkan Umur
    • Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas, Bekerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
    • Karakteristik Ekonomi dan Pengangguran• Tingkat pengangguran yang belum menurun secara signifikan banyak dipengaruhi karakteristik daya serap tenaga kerja sektor- sektor ekonomi.• Sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi seperti pertanian dan industri pengolahan belum tumbuh kuat.• Pada 2006 daya serap terhadap tenaga kerja dari kedua sektor ini masing-masing tumbuh negatif 2,8% dan 0,5%, atau berbeda jauh dibandingkan 2005 yang tumbuh positif masing- masing sebesar 1,7% dan 8,0%.
    • Pertumbuhan Penyerapan Tahunan & Penyerapan TK Sebelum dan Sesudah Krisis Per 1% PDB
    • Daya Serap Tenaga Kerja• Sementara itu, pertumbuhan yang tinggi pada sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor bangunan dan sektor jasa belum signifikan mengurangi pengangguran sejalan dengan karakteristik sektor-sektor tersebut yang relatif padat modal dan teknologi.• Namun demikian, perkembangan daya serap tersebut belum banyak memengaruhi komposisi tenaga kerja. Tenaga kerja tetap terkonsentrasi pada sektor pertanian, sektor perdagangan dan sektor industri masing-masing sebesar 42,0%, 17,8% dan 12,5%.
    • Produksi Sektoral dan Daya Serap Angkatan Kerja• Dikaitkan dengan produksi sektoral, daya serap angkatan kerja yang belum meningkat juga terkait dengan produktivitas tenaga kerja.• Bila dibandingkan 2005, produktivitas tenaga kerja yang diukur dari jumlah output per tenaga kerja menunjukkan peningkatan dari 18,4% menjadi 19,4% pada 2006.• Secara sektoral, kenaikan produktivitas tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor pertanian dan sektor jasa yang masing-masing meningkat sebesar 11,2%, 7,5% dan 5,5%
    • Distribusi TK Sektoral
    • Produktifitas Tenaga Kerja
    • Produktivitas Tenaga Kerja Pra dan Pascakrisis
    • Grafik Pengangguran di Indonesia tahun 1996 - 2005
    • Angkatan Kerja, Bekerja, dan Menganggur
    • Pengangguran Berdasar Pendidikan
    • KEMISKINAN Kesenjangan ekonomi atau ketimpangandalam distribusi pendapatan antara kelompokmasyarakat berpendapatan tinggi dan kelompokmasyarakat berpendapatan rendah serta tingkatkemiskinan atau jumlah orang yang berada dibawah garis kemiskinan (poverty line)merupakan dua masalah besar di banyaknegara-negara berkembang (LDCs), tidakterkecuali di Indonesia.
    • JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN DEFINISINYAKemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan- kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.
    • FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN Tingkat dan laju pertumbuhan output Tingkat upah neto Distribusi pendapatan Kesempatan kerja Tingkat inflasi Pajak dan subsidi Investasi Alokasi serta kualitas SDA Ketersediaan fasilitas umum Penggunaan teknologi Tingkat dan jenis pendidikan Kondisi fisik dan alam Politik Bencana alam Peperangan
    • KEBIJAKAN ANTIKEMISKINAN• Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.• Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni : – pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan – Pemerintahan yang baik (good governance) – Pembangunan sosial
    • • Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu : – Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan – Intervensi jangka menengah dan panjang • Pembangunan sektor swasta • Kerjasama regional • APBN dan administrasi • Desentralisasi • Pendidikan dan Kesehatan • Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan