Keamanan dan Ketahanan Pangan

4,809 views

Published on

1 Comment
8 Likes
Statistics
Notes
  • assalamu alaikum mba lilik kok nggak bisa di download .... ilmu itu dibagi mba biar berkah dong
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
4,809
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
77
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keamanan dan Ketahanan Pangan

  1. 1. PENGUATAN KETAHANAN PANGANDAERAHUNTUK MENDUKUNG KETAHANANPANGAN NASIONALOleh : Mewa Ariani
  2. 2. Bagi Indonesia dengan jumlah penduduk yangsangat besar (215 juta orang), masalah panganselalu merupakan masalah yang sensitif. Seringterjadi gejolak politik karena dipicu olehkelangkaan dan naiknya harga pangan. Olehkarena itu tidaklah mengherankan jika panganbukan sekedar komoditas ekonomi tetapi jugamenjadi komoditas politik yang memiliki dimensisosial yang luas (Sambutan MenkoPerekonomian, 2005) Ketahanan pangan telahmenjadi komitmen nasional berdasarkan padapemahaman atas peran strategis dalampembangunan nasional.
  3. 3. Ketahanan pangan didefinisikan sebagai kondisiterpenuhinya pangan bagi rumah tangga yangtercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baikjumlah maupun mutunya, aman, merata danterjangkau.
  4. 4. Berkaitan dengan ketahanan panganjuga terdapat dalam PeraturanPresiden No. 7 tahun 2005 tentangRencana Pembangunan JangkaMenengah yang salah satunyabertujuan untuk mewujudkanketahanan pangan baik pada tingkatrumah tangga, daerah maupunnasional. Pada tanggal 11 Juni2005, pemerintah mencanangkanstrategi kebijakan yang disebutRevitalisasi Pertanian, Perikanandan Kehutanan (RPPK). Strategitersebut bertujuan untukmeningkatkan kesejahteraanpetani, nelayan dan petani-hutan;
  5. 5. Kami setuju dengan Komitmen Indonesia untuk mewujudkanketahanan pangan dalam peraturan pemerintah RI yang trtulisdalm jurnal Mewa Ariani, karena Ketersediaan panganmerupakan hal penting dalam upaya pemenuhan kebutuhanpangan masyarakat, khususnya kebutuhan makanan sebagaikebutuhan dasar manusia. Seiring dengan perkembanganpenduduk dan kondisi masyarakat, kebutuhan akan ketersediaanpangan yang cukup, aman dan berkualitas semakin menjadituntutan.Oleh karena itu, peningkatan ketahanan panganharus dilakukan secara terus menerus.Komentar
  6. 6. Menurut Pribadi (2005) cakupanketahanan pangan adalah :1)Ketersediaan pangan yang mencakupproduksi, cadangan dan pemasukan,2)Distribusi/aksesibilitas mencakupfisik (mudah dijangkau) dan ekonomi(terjangkau daya beli), serta3)Konsumsi mencakup mutu dan keamananserta kecukupan gizi individu..
  7. 7. 4 E L E M E N U N T U K M E N C A P A IK E T A H A N A N P A N G A NTersedianya pangan yang cukup yang sebagian besarberasal dari produksi sendiri;Stabilitas ketersediaan pangan sepanjang tahun,tanpa pengaruh musim;Akses atau keterjangkauan terhadap panganyang dipengaruhi oleh aksesf isik dan ekonomi terhadappangan, danKualitas konsumsi pangan serta keamananpangan.
  8. 8. Sistem ketahanan pangan di Indonesia secara komprehensif meliputi empatsub-sistem, yaitu:(i) ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruhpenduduk,(ii) distribusi pangan yang lancar dan merata, serta dapat diakses olehmasyarakat,(iii) konsumsi pangan setiap individu yang memenuhi kecukupan giziseimbang dan aman, yang berdampak pada(iv) status gizi masyarakat.(Nuhfil Hanani AR).KomentarTambahan
  9. 9. Dengan demikian, sistem ketahanan pangan dan gizi tidak hanyamenyangkut soal produksi, distribusi, dan penyediaan pangan ditingkat makro(nasional dan regional), tetapi juga menyangkut aspek mikro, yaitu akses pangan ditingkat rumah tangga dan individu serta status gizi anggota rumah tangga, terutamaanak dan ibu hamil dari rumah tangga miskin. Konsep ketahanan pangan yang luasbertolak pada tujuan akhir dari ketahanan pangan yaitu tingkat kesejahteraanmanusia. Oleh karena itu, sasaran pertama Millenium Development Goals (MGDs)bukanlah tercapainya produksi atau penyediaan pangan, tetapi menurunkankemiskinan dan kelaparan sebagai indikator kesejahteraan masyarakat.Oleh karena itu dalam rangka mencpai Indonesia tahan pangan, makakeempat aspek tesebut harus menjadi acuan. Berdasarkan kondisi dan capaianketahanan pangan, maka isu strategis yang harus dipertahatikan adalah :(1) sistem produksi pangan nasional,(2) ketersediaan pangan dan keterjangkaun pangan di seluruh daerah,(3) kecukupan konsumsi pangan dan gizi,(4) diversifikasi pangan yang berkaitan dengan konsumsi pangan beragam dan bergizi seimbang,(5) keamanan pangan segar dan pangan olahan,(6) kerawanan pangan berkaitan erat dengan kemiskinan, dan masalah(7) beban ganda status gizi masyarakat.
  10. 10. PERKEMBANGAN PRODUKSI DAN KEMANDIRIANPANGANKetersediaan pangan merupakan prasyaratpenting bagi keberlanjutanmkonsumsi, namun dinilaibelum mencukupi (necessary but not sufficient) dalamkonteks ketahanan pangan, karena masih banyakvariabel yang berpengaruh untuk mencapai ketahananpangan tingkat daerah dan rumah tangga.Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukanoleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangandalam negeri (domestik). Bila terjadi kelebihan (surplus),pangan tersebut dapat diperdagangkan antar wilayahterutama bagi wilayah yang mengalami defisit pangandan ekspor.Sebaliknya bila terjadi defisit, sebagian panganuntuk konsumsi dalam negeri dapat dipenuhi dari pasarluar negeri atau impor.
  11. 11. Bervariasinya kemampuan produksi pangan antar wilayah dan antar waktumerupakan tantangan dalam menjamin distribusi pangan agar tetap lancarsampai ke seluruh wilayah konsumen sepanjang waktu. Pada beberapadaerah kepedulian dan kemampuan mengelolakelancaran distribusi masih terbatas, sehingga sering terjadi ketidak stabilanpasokan dan harga pangan yang berdampak pada gangguan ketahananpangan wilayah bersangkutan. Masalah dan tantangan dalam sistemdistribusi pangan mencakup terbatasnya prasarana dansarana perhubungan untuk menjangkau seluruh wilayah terutama daerahterpencil, keterbatasan sarana dan kelembagaan pasar, banyaknya pungutanresmi dan tidak resmi, tingginya biaya angkutan dibandingkan negaralain, gangguan keamanan serta pengaturan dan kebijakan.Komentar
  12. 12. PERKEMBANGAN TINGKAT DAN KUALITASKONSUMSI PANGAN persyaratan kecukupan untuk keberlanjutankonsumsi pangan adalah adanya aksesibilitas fisik& ekonomi terhadap pangan. Dengan demikian data kosumsi pangan secara rillmenunjukkan kemampuan rumah tangga dalammengakses pangan. Pendapatan tingkat konsumsi pangan secaraemplisit merefleksikan variabel pendapatan ataudaya beli masyarakat. Variabel ini sbgai fktor utama dlm menentukanjmlah dn jnis pngan yg dikonsumsi oleh rumahtangga.
  13. 13. Kualitas konsumsi pangan penduduk dapat digambarkan melalui keragamankonsumsi pangan penduduk (gram/kap/hari dan kgram/kap/tahun), konsumsienergi penduduk (kkal/kap/hari) dan konsumsi protein penduduk(gram/kap/hari). Salah satu indikator yang digunakan dalam menilai kualitaskonsumsi pangan adalah Pola Pangan Harapan (PPH). PPH merupakansusunan beragam pangan yang didasarkan atas proporsi keseimbanganenergi dari berbagai kelompok pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi baikjumlah maupun mutu dengan mempertimbangkan segi daya terima,ketersediaan pangan, ekonomi dan agama. Komposisi kelompok pangantersebut mencakup: padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak danlemak, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula, sayur dan buah sertakelompok pangan lainnya.Komentar
  14. 14. Aspek penganekaragaman konsumsi dan keamanan panganmeliputi:1) Tingkat Konsumsi Pangan Nasional Berdasarkan Pola PanganHarapan;2) Perkembangan Rata-rata Konsumsi Energi dan Protein;3) Rata-rata Konsumsi Kelompok Pangan Rumah Tangga;4) Konsumsi Penduduk Indonesia Terhadap Berbagai KelompokMakanan;5) Sasaran Pola Pangan Harapan Lima Tahun kedepan;6) Perkembangan Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk Indonesiadalam Lima Tahun;7) Perkembangan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan8) Data Kejadian Keracunan Pangan;9) Hasil Uji Laboratorium Keamanan Pangan Beberapa Komoditasdari 11 Propinsi.
  15. 15. PERLUNYA PENGUATAN KETAHANAN PANGANDAERAH Situasi ketahanan pangan scr nasional dri wktukwaktu tlh mmbaik. Sbgian bsar produksi pangan mngalami pningkatan& rasio impor pangan trhdap ktersdiaan pngan dlmnegri jg reltif kcil. Bahkan ktersediaan pngan dlm bntuk energi &protein sdh mlbihi dri yg tlh dianjurkan. Namun, dgn mmperhatikn kinerja ketahann pnganscr nasional tdklah ckup. Kenyataannya prmasalhan kurng gizi & kualitasSDM muncul dmana-mana...
  16. 16.  Gizi butuk atau dlm masyrkt biasa dsbut busunglapar adlh bntuk terprah dri proses trjadinyakkurangan gizi mnahun. Gizi bruk yg dsertai dgntanda2 klinis dsbut marasmus & kwashiorkor. Gizi buruk scr lngsung maupun tdk lngsung dpatmmpengaruhi kecerdasan anak, mnganggupertumbuhn & prkembangan serta mnurunknproduktivitas, yg akhirnya mnurunkn kualitas SDM. Dari aspek pnyebab, gizi buruk sngat terkait dgnkondisi daya beli kluarga, tngkat pendidikn & polaasupan kluarga serta keadaan ksehatan.
  17. 17.  IPM mrupkn indeks komposit yg trdiri dri umur harapanhdup, tingkt melek huruf & pndaptn perkapita. Kondisi ini mnunjukkn bahwa dsetiap daerah mmpunyaiprmasalhan yg brbeda-beda sbgai akibat prbedaanpenguasaan teknologi, klembagaan pndukung, SDA,SDM, & infrastruktur fisik yg brbeda. Adanya prbedaan2 prmsalhan & potensi atausumberdaya dstiap daerah trsbut hrus mnghruskankbijakan pngan trutama trkait dgn ktahann pngn tdk bisalg dlhat scra general atau nasional, ttpi hrus spesifikdaerah agr program2 dpt dlaksankn dgn baik, tpatsasaran, & brdampk nyata. Apalagi Indonesia tlh brkomitmen untk mnrunkn kmiskinnsprti yg tlh diamati MDG, jmlh kmiskinn yg hrus dtuntskanadlh 7jt org/thn slma 10 thn. (Dewan Ketahanan Pangan& FAO,2005)
  18. 18. Dalam rangka penguatan ketahanan pangan, pemerintah daerah ProvinsiJambi telah menetapkan beberapa kebijakan daerah guna mengakselerasipenguatan ketahanan pangan. Beberapa kebijakan tersebut tidak hanyabersifat teknis, namun bersifat penguatan kepada masyarakat, antara lain:enterpreneurship (pengembangan kewirausahaan dan peningkatan skalausaha bagai para pelaku),networking (pengembangan jejaring kerja melalui penciptaan dan penguatanjejaring iv kerja baik secara internal provinsi, mauapun antarinstansi, komunitas bisnis dan kerjasama internasional; teknologi daninovasi; empowering (pemberdayaanmasyarakat agar mampu menentukan pilihan yang terbaik dalammemanfaatkan sumberdaya menuju kemandirian dan kesejahteraan);penguatan kelembagaan kelompok masyarakat (penguatan kelompokmasyarakat untuk dapat memanfaatkan akses ekonomi, sosial, politik bagipeningkatan keSejahteraan masyarakat). Beberapa kebijakan tersebutdiharapkan dapat benar-benar ditindaklanjuti denganlangkah riil untuk mendorong peningkatan kemampuan masyarakat, yangpada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.Komentar
  19. 19. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Prevalensi gizi buruk dan berkualitas SDM adalhbrbeda dstiap daerah sesuai denganpermasalahan dan potensi daerahnya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan ketahannpangan nasional harus dimulai denganpenguatan ketahanan pangan daerah, yaitudengan melakukan advokasi kembali yang lebihkepada pemerintah daerah.
  20. 20.  Penguatan ketahanan pangan daerah dilakukandengan melakukan advokasi kembali yg lbihintensif kpd pemerintah daerah karena sesuai PPNo. 68 tentang ketahann pangan, pemerintahdaerah mmpunyai tugas dn tanggung jawab untukmewujudkan kethann pangn daerah. Bersamaan dgn hal tersbut, pemerintah daerahharus terus berupaya untuk mensosialisasikelembagaan ketahanan pangan daerah yangterbentuk & mndorong ke ikutsertaan swasta &masyarakat turut berperan dlm mewujudknketahanan pangan daerah.
  21. 21.  Bagaimana pendapat anda tentang kosumsi pangan padasaat krisis moneter ?Jawab ::Pada saat sebelum krisis moneter, tingkat kosumsi panganmengalami peningkatan, namun pada waktu krisis ekonomisemua berbagai jenis pangan mengalami penurunan. Padamasa krisis in terjadi penyesuaian startegi dalampencapaian pemenuhan kebutuhan pangan. Dengan dayabeli yang menurun, masyarakat telah mengurangi jenispangan yang harganya mahal dengan mensibtitusi denganjenis pangan dengan harga yang relatif murah sepertiditunjukkan oleh penurunan kosumsi pangan hewani danpeningkatan kosumsi tahu dan tempe. Sehingga padakondisi tersebut kosumsi pangan hewani yang harganyarelatif mahal menurun, dan sebaliknya kosumsi tahu dantempe terjadi peningkatan.Kumpulan Pertanyaan dan Jawabannya
  22. 22.  Tolong jelaskan perbedaan kerawanan dan ketahananpangan dan bagaimana mengatasi keduanya ?Jawab ::Rawan pangan didefinisikan sebagai suatu kondisiketidakmampuan untuk memperoleh pangan yang cukupdan sesuai utnuk hidup sehat dan beraktivitas dengan baikutnuk sementara waktu dalam jangka panjangSedangkan ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinyapangan bagi rumah tangga yang tercermin dari: (1)tersedianya pangan secara cukup, baik dalam jumlahmaupun mutunya; (2) aman; (3)merata; dan (4) terjangkau.(Undang-undang No. 7 Tahun 1996)
  23. 23.  Untuk mengatasi masalah keduanya (meningkatkanketahann pangan dan mengurangi kerawanan pangan)maka hal2 yang perlu diwujudkan adlah:a. Terpenuhinya pangan dengan kondisi ketersediaan yangcukup, diartikan ketersediaan pangan dalam arti luas,mencakup pangan yang berasal dari tanaman,ternak, danikan untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, protein,lemak, vitamin dan mineral serta turunannya, yangbermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan manusia.b. Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang aman, diartikanbebas dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yangdapat mengganggu, merugikan, dan membahayakankesehatan manusia, serta aman dari kaidah agama.c. Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang merata, diartikanpangan yang harus tersedia setiap saat dan merata di seluruhtanah air.d. Terpenuhinya pangan dengan kondisi terjangkau, diartikanpangan mudah diperoleh rumah tangga dengan harga yangterjangkau.
  24. 24.  Apa arti dari revitalisasi pertanian ?Jawab :Revitalisasi pertanian dalam arti luas dilakukan untuk mendukungpencapaian sasaran penciptaan lapangan kerja terutama diperdesaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Bagaimana pendapat anda terhadap PPH (Pola Pangan Harapan)terhadap penguatan ketahanan pangan daerah ?Jawab :kita ketahui bersama, bahwa Pola Pangan Harapan (PPH) adalahjenis dan jumlah kelompok pangan utama yang dianjurkan untukmemenuhi kebutuhan zat gizi berdasarkan kontribusi zat gizi energimasing-masing kelompok pangan. Dengan demikian, denganadanya pendekatan Pola Pangan Harapan, keadaan perencanaanpenyediaan dan konsumsi pangan penduduk diharapkan dapatmemenuhi tidak hanya kecukupan gizi (nutritional adequency), akantetapi sekaligus juga mempertimbangkan keseimbangan gizi(nutritional balance) yang didukung oleh citarasa (palatability), dayaguna (digestability),daya terima masyarakat(acceptability), kuantitas, dan kemampuan daya beli (affortablity).
  25. 25. KELOMPOK IV Lilik Sofiatus Sholeha Ucy oktaviani Mukaramah Padli Ronawati Wicky widianto

×