Your SlideShare is downloading. ×
Presentasi Simbada Kelompok 21
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Presentasi Simbada Kelompok 21

809

Published on

Presentasi Tugas Simbada UII

Presentasi Tugas Simbada UII

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
809
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Presentasi Tugas SIMBADA
  • 2. Anggota Kelompok
            • Kibagus Subahaji 05523254
            • Affandi Nurahman 05523187
            • Ignas P. 05523140
            • Johan Fitrianto 05523273
            • Muhammad Yusuf 05523257
            • M. Surya P. 05523269
            • Eka Pujianto 05523308
            • Anis Asrori 05523236
            • Pandu Bangun Asmoro 05523234
            • Irwan Ade S. 05523284
            • Dhito Pratama 05523251
  • 3. Arsitektur Replikasi
    • Guna menangani proses pemutakhiran data yang harus dapat dilakukan oleh semua tingkatan terkait maka arsitektur replikasi yang dirancang merupakan  simetric replication  .
    • Replikasi merupakan proses pengkopian dan pengelolaan objek-objek dari database yang membentuk suatu sistem database terdistribusi (Distributed Database).
    • Dengan arsitektur replikasi database menjamin ketersediaan database, yaitu tersedianya alternatif lain jika suatu database jatuh (down) atau untuk mempercepat akses ke database terdekat.
  • 4. Implementasi
    • Jika server database di Hub/Spoke terganggu aplikasi masih dapat mengakses database lainnya yang menyimpan data tereplikasi tersebut. Rancangan arsitektur replikasi ditempatkan pada seluruh server-server database baik di pusat maupun di Hub dan Spoke.
    • Manfaat lainnya arsitektur replikasi menjamin sinkronisasi data antar database berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, antar database pusat dengan Hub dan Spoke terjadi sinkronisasi data. Sehingga data di Hub dan Spoke dengan data di pusat selalu sama, hal ini bertujuan untuk menjaga konsistensi data melalui  multipoint .
  • 5.   S ecara global digambarkan sebagai berikut:
  • 6. Log Transaksi
    • Guna menjamin validasi dan integrasi data dari proses kegagalan transakasi saat pemutakhiran data dibuatlah suatu  file log  transaksi.
    • File log ini akan mencatat seluruh proses yang terjadi saat pemutakhiran data baik di Hub/Spoke maupun di pusat. Setiap database yang ditempatkan pada server akan disertai oleh file log ini.
  • 7. Propagasi Data Asynchronous
    • Proses propagasi data yang digunakan dalam rancangan database ini adalah  asynchronous data propagation.  Pemilihan ini bertujuan untuk memjaga validasi data antara Hub/Spoke dengan Pusat dengan pengendalian validasi dari  published database .
    • Bila dalam proses pemutakhiran terjadi di Hub/Spoke, kendali validasi berada di Hub/Spoke tersebut, begitu juga jika dilakukan di Pusat maka otomatis kendalinya berada di Pusat.
  • 8. Sebagai gambaran dijelaskan dalam diagram dibawah ini:
  • 9. Keuntungan yang diperoleh dengan arsitektur di atas:
    • Hub/Spoke memiliki databasenya sendiri, sehingga memperbesar keleluasaan/otonomi, Hub/Spoke untuk memelihara dan mengelola datanya baik bagi kepentingannya sendiri maupun kepentingan Pusat.
    • Mekanisme dua arah ( Pull/Push subscribe ), memungkinkan pengambilan data mutakhir dalam kondisi mendesak atau diluar jadwal pengambilan.
    • Kesederhaan dalam proses pemutakhiran data ( Updating )‏
    • Database yang mutakhir selalu tersedia.
    • Derajat  Latency  data dapat diatur sendiri melalui mekanisme penjadwalan.
    • Menekan biaya operasional karena proses pemutakhiran ke pusat dilakukan secara terjadwal dan tidak perlu selama 24 jam.
  • 10. Mekanisme Roll Back
    • Untuk menjamin keutuhan pemutakhiran database disusun suatu mekanisme yang dapat menjaga keutuhan hasil updating terhadap suatu kejadian kegagalan dalam proses pemutakhiran database, maka perlu dibangun mekanisme  roll back , yang dimaksudkan bahwa apabila dalam proses pemutakhiran database terdapat satu proses gagal yang mengakibatkan kegagalan seluruh transasksi, maka  roll back  akan menjamin bahwa seluruh transasksi bisa dikembalikan seperti sediakala secara utuh tanpa cacat data sedikitpun.
  • 11. LANGKAH-LANGAKH YANG HARUS DILAKUKAN
      • membuat user untuk dipake clianet untuk mengakses server.
      • berikan privilegve pada user tersebut.
      • buat snapshot pada server (dump sql) untuk di kopikan pada client
      • setting server-id pada master maupun client
      • establishkan koneksi master-client.
  • 12. Membuat user & memberikan privilege
      • User akan digunakan slave untuk login ke server
      • Berikan privilege ‘REPLICATE SLAVE’ pada user tersebut
  • 13. Snapshot server
      • Snapshot dilakukan untuk mengambil data pada database master
      • Data tersebut masukkan pada database slave
      • Snapshot dilakukan dengan mendumping database
  • 14. Setting pada master
      • Yang harus dilakukan pada server
        • Buka file configurasi
        • Set pada baris ‘server-id=1’
        • Pastikan baris ‘log-bin=mysql-bin’ ter uncomment
  • 15. Setting pada client
      • Yang harus dilakukan pada server
        • Buka file configurasi
        • Set pada baris ‘server-id’ menjadi 2 dan seterusnya
        • Tentukan database master dengan perintah
        • CHANGE MASTER TO
        • MASTER_HOST=’masterhostname’,
        • MASTER_USER=’replicant’,
        • MASTER_PASSWORD=’replpwd’;
        • Start slave;

×