• Like

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Uploaded on

 

More in: Education , Spiritual , Sports
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
3,572
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
282
Comments
1
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Paket 8
    • Matakuliah
    • ULUMUL HADIS
    • Macam Hadis dari segi Kualitasnya
    • Waktu 100 Menit
    • FAKULTAS AGAMA ISLAM UNISMA MALANG
  • 2. Kompetensi Dasar
    • Setelah mengikuti perkuliahan ini
    • mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu
    • men guasai konsep hadis shahih
  • 3. Indikator
    • Pada akhir perkuliahan ini mahasiswa-
    • mahasiswi diharapkan mampu :
    • 1. menjelaskan pengertian hadis shahih
    • 2. menjelaskan ciri-ciri hadis shahih
    • 3. menjelaskan macam-macam hadis shahih
    • 4. menjelaskan beragam kitab hadis shahih
  • 4. Materi Pokok
    • 1. Hadis Shahih
    • 2. Ciri-ciri Hadis Shahih
    • 3. Macam-macam Hadis Shahih
    • 4. Kitab-kitab Hadis Shahih
  • 5. Pengertian Hadis Shahih ما اتصل سنده بنقل العدل الضابط عن العدل الضابط الى منتهاه ولا يكون شادا ولا معللا artinya :” Hadis shahih adalah hadis yang musnad yang bersambung sanadnya melalui proses periwayatan dari orang yang adil lagi dhabit yang diperolehnya dari orang yang adil dan dhabit pula dari awal sanad sampai akhir sanad dengan tiada terdapat kejanggalan dan illat di dalamnya”
  • 6.  
  • 7. Sanad Bersambung ( Muttashil )
    • A. Perbedaannya dengan Hadis Marfu,
    • Muttashil dan Musnad
    • B. Ketidaksambungan sanad menjadikan
    • kualitas hadis menjadi hadis Munqathi’,
    • Mu’dhal, Muallaq, dll
  • 8. Perawinya Adil
    • Syarat-syarat Keadilan Perawi :
    • Mukallaf
    • Muslim
    • Melaksanakan Ajaran Islam
    • Memiliki Muru’ah ( Shaleh )
    • Sifat-sifat yg merusak Keadilan Perawi:
    • Al Kazdib
    • Tuhmah Bil Kazdib
    • Perilaku Fasiq
    • Jahalatul Hal
    • Pelaku Bid’ah
  • 9. Cara Mengetahui Keadilan Perawi
    • A. Bil Syuhrah
    • Metode ini merupakan metode yang sederhana, karena hanya mengandalkan reputasi dan kemasyhuran perawi di tengah-tengah masyarakat.
    • B. Bil Tazkiyah
    • Metode ini agak lebih rumit dan kompleks dibandingkan dengan metode pertama, karena untuk mengetahui perawi itu adil atau tidak harus melalui berbagai penelitian dan penyelidikan yang mendalam lewat berbagai disiplin ilmu hadis diantaranya ‘ilmu Jarh wa Ta’dil
  • 10. Perawi Dhabit
    • a. Periwayat itu harus memahami dengan baik makna dan pengertian riwayat yang telah didengarnya (diterimanya)
    • b. Periwayat itu memiliki hafalan dengan baik terhadap riwayat yang telah didengarnya itu dengan tanpa terdapat kesalahan atau kekeliruan pengutipan redaksi kata-katanya.
    • c. Periwayat itu mampu menyampaikan riwayat yang telah didengarnya dan dihafalnya dengan baik kapan saja dia menghendakinya.
  • 11. Cara mengetahui Kedhabitan
    • a. Kedhabitan periwayat tersebut dapat diketahui berdasarkan adanya persaksian dari para ulama pada masanya.
    • b. Kedhabitan periwayat dapat diketahui juga berdasarkan kesesuaian riwayatnya dengan riwayat yang disampaikan oleh periwayat yang lain yang telah dikenal tingkat kedhabitannya. Tingkat kesesuaiannya itu mungkin hanya sampai pada tingkat makna atau mungkin pada tingkat harfiah.
    • c. Apabila seorang periwayat sekali-kali mengalami kekeliruan maka dia masih dapat dinyatakan sebagi periwayat yang dhabit. Tetapi apabila kesalahan itu seringkali terjadi maka periwayat yang bersangkutan tidak lagi disebut sebagi perawi dhabit
  • 12. Macam-macam Dhabit a. Istilah Khafif dhabit diperuntukkan bagi periwayat yang : (1) hafal dengan sempurna hadis yang diterimanya (2) mampu menyampaikan dengan baik hadis yang dihafalnya itu kepada orang lain. b. Istilah Tamm al dhabth (kesempurnaan hafalan) diperuntukkan bagi para perawi yang : (1) hafal dengan sempurna hadis yang diterimanya (2) mampu menyampaikan dengan baik hadis yang dihafalnya itu kepada orang lain (3) faham dengan baik hadis yang dihafalnya itu Dhabit as Shadr dan Dhabit al Kitab
  • 13. Al Syadz
    • A. Imam as Syafi’iy hadis S yadz , ialah bila hadis itu diriwayatkan oleh seorang periwayat yang Tsiqat , sedang periwayat yang lebih siqat lainnya hadisnya bertentangan dengan hadis tersebut
    • B. al Hakim an Naisyabur hadis syadz ialah hadis yang diriwayatkan oleh seorang periwayat yang siqat akan tetapi tidak ada periwayat siqat lainnya yang meriwayatkannya
    • C. Abu Ya’la al Khalily hadis syadz adalah hadis yang sanadnya hanya satu macam baik periwayatannya bersifat siqah maupun tidak bersifat siqat
  • 14. Cara-cara Menetapkan Syadz Hadis
    • Ke-syadz-an sanad hadis baru dapat diketahui setelah diadakan penelitian sebagai berikut :
    • Semua sanad yang mengandung matan hadis
    • yang pokok masalahnya memiliki kesamaan,
    • dihimpun dan diperbandingkan
    • (b)Para periwayat disemua sanad telah diteliti
    • (c)Apabila seluruh periwayat bersifat siqat dan ternyata ada seorang periwayat yang sanadnya menyalahi sanad lainnya maka sanad yang menyalahi itu disebut sanad syadz sedang sanad-sanad lainnya disebut sanad mahfuzh.
  • 15. NABI Ibn Abbas Ibn Abbas Ibn Abbas Ausajaah Ausajaah Ausajaah Amr Bin Dinar Amr Bin Dinar Amr Bin Dinar Sufyan Bin Uyyainah Ibn Juraij Perawi Lain Sanad Mahfudz Sanad Syadz Ausajaah Amr Bin Dinar
  • 16.
    • Pengertian ‘illat menurut istilah ilmu hadis, sebagaimana yang dikemukakan oleh ibn sholah dan an Nawawy ialah sebab yang tersembunyi yang merusakkan kualitas hadis. Keberadaannya menyebabkan hadis yang pada lahirnya tampak berkualitas sahih menjadi tidak shahih
  • 17.
    • Ragam Bentuk ‘illat Hadis :
    • Sanad yang tampak muttashil dan marfu’ ternyata muttashil tetapi mauquf,
    • Sanad yang tampak muttashil dan marfu’ ternyata muttashil tapi mursal (hanya sampai pada tabi’i) atau
    • Terjadi percampuran hadis dengan bagian hadis yang lain, dan
    • Terjadi kesalahan penyebutan periwayat, karena ada lebih dari seorang periwayat memiliki kemiripan nama sedang kualitasnya tidak sama-sama siqat. Dua bentuk illat yang disebutkan pertama berupa sanad hadis terputus sedang dua bentuk illat yang disebutkan terakhir berupa periwayat tidak dhabit, sedikitnya tidak tamm al dhabth.
  • 18. Derajat Kitab Hadis Shahih
    • A. Kitab Shahih Bukhari-Muslim
    • B. Kitab Shahih Bukhari
    • C. Kitab Shahih Muslim Saja
    • D. Kitab Syarat Sanad BM
    • E. Kitab Syarat Sanad B
    • F. Kitab Syarat Sanad M
    • G. Kitab Mu’tabar Lainnya ( Kitab2 Sunan )
  • 19. Kitab-kitab Hadis Shahih :
    • Al Jami’ al Shahih : Bukhari
    • Al Jami’ al Shahih : Muslim
    • Al Jami’ al Shahih : Abu ‘Awanah
    • Al Jami’ al Shahih : Ibn Khuzaimah
    • Al Jami’ al Shahih : Ibn Hibban
    • Al Mustadrak *): Imam al Hakim
    • *) Al mustadrak : Kumpulan hadis shahih yang tidak terdapat pada BM dengan sanad tersendiri yang digunakan oleh si Mukharrij.