UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA          POKOKBAHASAN DIMENSI TIGA MELALUI MODEL            PEMBELAJARAN LEARN...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswaantarkonsep dan mengaplikasikan konsep secara            siswa dalam menyel...
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010didominasi oleh guru dan masih menekankan pada         2009/2010 de...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa            mendapatkan kevaliditasan dan reliabilitas      ditetapkan sebe...
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010     kubus dan prisma, pertemuan kedua limas dan   2.              ...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa  (c) Membimbing siswa dengan kelompok kecil                  1) Guru menut...
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010menjelaskan dan menyimpulkan hasil kerja                     7) Dal...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa   nilai minimal 75 dalam menyelesaikan soal-soal                          ...
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 20104.1.3    Hasil Penelitian Siklus II                          mencar...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa(1) Membimbing siswa menerapkan konsep dan             mengukur ketuntasan ...
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010memperhatikan indikator luas permukaan bangun                 Hasil...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa4.2     Pembahasan                                        75 %, sehingga pe...
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010   Learning Cycle merupakan proses pembelajaran        Djaali dan P...
Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar SiswaSyah, M. (2000). Psikologi Pendidikan suatu         Pendekatan Baru. Bandun...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

1 elis sulastri_11-24

1,544
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,544
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

1 elis sulastri_11-24

  1. 1. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOKBAHASAN DIMENSI TIGA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DI KELAS XI TKJ 1 SMKN 2 PALEMBANG Elis Sulastri1) Yusuf Hartono2) dan Ratu Ilma Indra Putri3) Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal aplikasi pada pokok bahasan dimensi tiga melalui model pembelajaran Learning Cycle di kelas XI Teknik Komputer Jaringan 1 (TKJ 1) SMKN 2 Palembang tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan pembelajaran dan diakhiri dengan tes hasil belajar pada setiap siklusnya dengan melibatkan kelas XI TKJ 1 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang terdiri dari 36 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Penelitian berlangsung dalam 2 siklus, siklus I berkaitan dengan materi mengidentifikasi bangun ruang dan unsur-unsurnya, dan siklus II menghitung luas permukaan bangun ruang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 57,18 dan ketuntasan klasikal sebesar 60 %. Siklus II hasil belajar rata-rata 68,85 dengan ketuntasan klasikal 77,50 %, artinya hasil belajar sudah mencapai kriteria ketuntasan klasikal dan terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 11,67 dan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 17,50 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal aplikasi pada pokok bahasan dimensi tiga di kelas XI TKJ 1 SMKN 2 Palembang tahun ajaran 2009/2010. Kata kunci : Learning Cycle, aplikasi, penelitian tindakan kelas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dalam Peraturan Menteri Pendidikan merupakan lembaga pendidikan yang Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Struktur menyelenggarakan pendidikan dan latihan (diklat) Kurikulum Kejuruan, pendidikan kejuruan bertujuan dalam berbagai program keahlian yang disesuaikan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, dengan kebutuhan lapangan kerja. Sebagai bagian kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta dari Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. jenjang pendidikan menengah, yang mengutamakan Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta pengembangan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan, dapat bekerja dalam bidang tertentu, kemampuan mereka harus memiliki stamina yang tinggi, beradaptasi di lingkungan kerja, melihat peluang menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu kerja dan mengembangkan diri di kemudian hari. pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang Materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu tuntutan pekerjaannya, serta memiliki kemampuan bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai mengembangkan diri. dengan zamannya. Program keahlian tersebut Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang dikelompokkan menjadi bidang keahlian sesuai Standar Isi mata pelajaran matematika menyatakan dengan kelompok dunia industri/dunia usaha asosiasi bahwa salah satu tujuan pelajaran matematika SMK profesi. adalah agar para siswa SMK dapat, memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan1 ) Alumni, 2,3) Dosen Jurusan Magister Pendidikan Matematika PPs Unsri
  2. 2. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswaantarkonsep dan mengaplikasikan konsep secara siswa dalam menyelesaikan permasalahan yangluwes, akurat, efesien, dan tepat dalam pemecahan berkaitan dengan kejuruannya. Siswa juga tidakmasalah. Untuk mampu memanfaatkan konsep menyadari bahwa kecakapan matematika yangmatematika yang mendukung ke dalam mata ditumbuhkan dalam pembelajaran matematika,pelajaran program produktif, dibutuhkan seperti penalaran, komunikasi, koneksi, dankemampuan mengaplikasikan konsep matematika pemecahan masalah, merupakan sumbangandengan baik. matematika kepada pencapaian kecakapan hidup Geometri merupakan salah satu bagian dari (life skill) yang sangat dibutuhkan siswa dalam duniamata pelajaran matematika di sekolah. Geometri nyata tempat ia hidup dan bermasyarakat.perlu dipelajari pada setiap jenjang pendidikan Beberapa penyebab rendahnya prestasikarena menurut Damai (dalam Sutrisno, 2002), belajar siswa berdasarkan hasil belajar di kelas adalahpelajaran geometri mencakup latihan berpikir logis, kurangnya kreatif siswa dalam proses pembelajaran,kerja yang sistematis, menghidupkan kreativitas, serta kurangnya literatur belajar, kurangnya latihan soal-dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. soal dan kurangnya komunikasi antar siswa danDalam pembahasan soal-soal geometri dimensi dua guru. Kurangnya latihan-latihan soal dikarenakan (1)bentuk soal-soal aplikasi, hanya beberapa siswa yang siswa belum memiliki pemahaman konsep yangdapat menyelesaikan soal-soal tersebut dengan baik memadai sehingga tidak mengetahui konsep apadan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal-untuk menerapkan konsep apa yang akan digunakan soal, (2) tidak adanya literatur yang dimiliki siswauntuk penyelesaian soal-soal tersebut. Hal ini karena siswa hanya mengandalkan catatan danditunjukkan dengan pencapaian hasil ulangan harian latihan soal-soal yang diberikan oleh guru dalamyang diperoleh pada kompetensi dasar menerapkan pembelajaran, (3) soal yang ditampilkan dianggabgeometri dimensi dua pada semester ganjil sulit bagi siswa karena perlu pemahaman konsep2009/2010 siswa kelas XI Teknik Komputer matematika yang baik sedangkan siswa tidakjaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Palembang diperoleh memiliki keterampilan memahami konseprata-rata nilai 63,56 dan ketuntasan belajar 65 % matematika dan tidak dapat menghubungkan antardengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 61 konsep yang digunakan dan bagaimanapada skala 100. Dengan menggunakan standar menerapkannya. Kurangnya komunikasi antar siswatersebut secara individu banyak siswa yang nilainya dengan teman atau dengan guru akibatnyadi bawah KKM artinya banyak siswa yang belum menimbulkan perasaan malu karena siswa tidak tahutuntas, dan secara klasikal belum mencapai atau takut kalau salah dalam menjawab soal.ketuntasan belajar 75 %. Dari hasil analisis ulangan Berdasarkan hal tersebut di atas makaharian tentang menerapkan geometri dimensi dua diperlukan suatu solusi sehingga siswa mau belajaryang menyebabkan rendahnya nilai siswa kreatif, mempelajari materi dan konsep, mencobapenyebabnya adalah siswa belum bisa memahami latihan-latihan soal dan berkomunikasi antar siswakonsep matematika apa yang akan dipakai untuk dengan teman dan dengan guru. Hal ini seperti yangpenyelesaian soal-soal tersebut. Kenyataan ini dituangkan pada Bab IV Pasal 19 Peraturanmemberi isyarat bahwa tujuan pembelajaran Pemerintah No. 19 Tahun 2005, bahwa prosesmatematika seperti yang digariskan dalam kurikulum pembelajaran pada suatu pendidikan diselenggarakanSMK agar siswa dapat memahami konsep secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep menantang, memotivasi peserta didik untukdan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yangefesien, dan tepat dalam pemecahan masalah belum cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandiriantercapai. sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik Hal lain yang berkontribusi menyebabkan peserta didik.rendahnya hasil belajar matematika adalah masih Proses pembelajaran yang diterapkanbanyak siswa SMK yang beranggapan bahwa peneliti selama ini hanya mentranfer pengetahuanmatematika merupakan pelajaran yang sulit dan kepada siswa dan masih menggunakan modelmembosankan. Padahal matematika merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru (teachersalah satu pelajaran yang mendukung pelajaran- centered) sedangkan siswa mendengarkan, mencatat,pelajaran yang berkaitan dengan kejuruan (program menerima saja apa yang disampaikan oleh guru danproduktif), sehingga diharapkan dapat membantu cenderung pasif. Suasana kelas juga masih12
  3. 3. JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010didominasi oleh guru dan masih menekankan pada 2009/2010 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang,latihan mengerjakan soal atau drill. Pembelajaran terdiri dari 36 laki-laki dan 4 perempuan.seperti ini membuat siswa menjadi kurang aktif ,tidak kreatif dan tidak dapat bersikap kritis dalam Pelaksanaan Pembelajaran dengan PTK iniproses pembelajaran, sehingga tidak ada minat dan dilakukan sebanyak 2 siklus dengan kompetensimotivasi siswa untuk belajar. Hal ini bertentangan dasar mengidentifikasi bangun ruang dan unsur-dengan stándar proses (Permendiknas Nomor 41 unsurnya dan menghitung luas permukaan bangunTahun 2007) yang menyatakan bahwa pada proses ruang. Siklus I dalam PTK ini terdiri daripembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksiyang dilakukan secara interaktif, inspiratif, sebagai berikut :menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan 1. Perencanaanruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan Perencanaan adalah mengembangkankemandirian sesuai dengan bakat, minat dan rencana tindakan yang secara kritis untukperkembangan fsik serta psikologis peserta didik. meningkatkan apa yang telah terjadi (Kusnandar, Agar kesulitan yang dihadapi siswa dapat 2008).diatasi dan kemampuan siswa menyelesaikan soal- Tahap perencanaan tindakan dalam penelitian inisoal dalam bentuk aplikasi dapat ditingkatkan, tentu meliputi :dibutuhkan suatu model pembelajaran yang tepat. a. Merencanakan pembelajaran yang akanGuru perlu untuk menerapkan suatu model diterapkan dalam proses belajar mengajar,pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses meliputi :pembelajarannya. Siswa dapat terlibat langsung 1) Menentukan Standar Kompetensi (SK) dandalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan Kompetensi dasar (KD) yang akan diteliti.siswa dapat menyelesaikan soal-soal dalam bentuk 2) Membuat Rencana Pelaksanaanaplikasi dan dapat meningkatkan kemampuan Pembelajaran (RPP) yang disusunpengetahuannya. Upaya yang dapat dilakukan berdasarkan silabus.adalah dengan menggunakan model pembelajaran b. Menyiapkan sumber belajar, meliputi :yang melibatkan siswa secara langsung dalam 1) Pengembangan bahan ajar berupapembelajaran. pembuatan buku siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat Pengembangan bahan ajar dengandigunakan adalah model pembelajaran Learning membuat buku siswa untuk setiap siklusCycle. Learning Cycle adalah suatu model akan digunakan dalam proses belajarpembelajaran yang berpusat pada siswa (student mengajar di dalam kelas penelitian. Produkcentered). Learning Cycle merupakan rangkaian buku siswa yang dibuat divalidasitahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi menggunakan metode pengembangansedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai atau development research tipe formativekompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam evaluation (Tessmer,1999 ; Zulkardi,pembelajaran dengan jalan berperanan aktif. 2006). Pada tahap uji coba pakar disini atau Berdasarkan latar belakang yang telah biasanya disebut uji validitas, produk yangdikemukakan, penulis mengadakan penelitian yang telah didesain dicermati, dinilai danberjudul ” Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dievaluasi oleh pakar.Pada Pokok Bahasan Dimensi Tiga Melalui Model 2) Pengembangan butir soal evaluasi.Pembelajaran Learning Cycle di Kelas XI TKJ 1 Pengembangan butir soal evaluasi yangSMKN 2 Palembang”. akan digunakan dalam penilaian proses belajar mengajar di dalam kelas penelitianMETODOLOGI PENELITIAN untuk setiap siklus divalidasi secara kualitatif dan kuantitatif.Jenis Penelitian dan Prosedur penelitian Uji validasi secara kualitatif menggunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian metode pengembangan yang sama dengantindakan kelas (PTK). Sebagai subjek dalam memvalidasi buku siswa. Setelah butir soalpenelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik evaluasi valid secara konseptual maka hasilKomputer Jaringan 1 (TKJ 1) tahun pelajaran jawaban siswa dianalisis butir soal, untuk 13
  4. 4. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa mendapatkan kevaliditasan dan reliabilitas ditetapkan sebelumnya (pengajaran dikatakan soal-soal evaluasi tersebut. Uji validitas berhasil apabila 75% dari seluruh siswa mendapat secara kuantitatif dari soal-soal tersebut nilai 61 ke atas). Bila ditemukan kendala-kendala menggunakan koefisien korelasi product atau permasalahan-permasalahan, maka peneliti moment (r) dengan alpha sebesar 0,05. bersama 2 orang teman sejawat berdasarkan hasil Kemudian untuk reliabilitas butir soal catatan-catatan temuan selama pengamatan evaluasi menggunakan koefisien alpha. (observation) yang telah dilakukan selama (Djaali, 2008) pelaksanaan tindakan mencoba sharing idea untuk c. Menyiapkan media pembelajaran berupa mencari solusi pemecahan permasalahan- kerangka-kerangka bangun ruang kubus, balok, permasalahan tersebut, kemudian solusi-solusi prisma, limas, kerucut, dan bola. tersebut akan dijadikan dasar dari revisi perbaikan- d. Mengadakan diskusi dengan dua orang guru perbaikan pembelajaran di dalam kelas yang matematika sebagai teman sejawat dalam kemudian hasil revisi perbaikan-perbaikan ini akan penelitian tentang bagaimana pembelajaran dituangkan dalam perencanaan tindakan untuk siklus matematika dengan menggunakan model kedua. Learning Cycle dan juga selaku observer (pengamat) terhadap jalannya proses HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN pembelajaran. Deskripsi Hasil Penelitian2. Pelaksanaan Penelitian ini diujicobakan pada bulan April Pada tahap ini pembelajaran dilakukan 2010 di SMK Negeri 2 Palembang kelas XI Teknik sesuai dengan perencanaan. Langkah-langkah yang Komputer Jaringan 1 (TKJ 1) dengan jumlah siswa telah dilakukan adalah melaksanakan tindakan sebanyak 40 orang yang dibagi dalam 8 kelompok dengan menerapkan pembelajaran dengan model siswa secara acak terdiri dari 5 orang siswa dengan pembelajaran Learning Cycle di dalam kelas kemampuan yang berbeda. penelitian. Dalam pembelajaran ini, setiap siswa diberikan bahan ajar berupa buku siswa dalam3. Pengamatan melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Materi Pada saat pembelajaran, peneliti dibantu dalam buku siswa adalah materi geometri dimensi oleh dua orang guru matematika sebagai teman tiga yang memuat 2 Kompetensi Dasar, yaitu : sejawat selaku observer (pengamat) terhadap 1. Mengidentifikasi bangun ruang dan unsur- jalannya proses pembelajaran dengan membuat unsurnya. catatan-catatan temuan didalam proses pembelajaran. Indikator pembelajaran, adalah : Pengamatan difokuskan pada saat : a. Unsur-unsur bangun ruang diidentifikasi berdasar a. Siswa melaksanakan tahapan-tahapan dalam ciri-cirinya. setiap fase dalam pembelajaran dengan b. Jaring-jaring bangun ruang digambar pada bidang menggunakan model Learning Cycle. datar. b. Siswa mengerjakan bahan ajar berupa buku siswa 2. Menghitung luas permukaan bangun ruang. secara berkelompok dan melihat interaktif Indikator pembelajaran, adalah : kegiatan masing-masing siswa didalam a. Luas permukaan bangun ruang dihitung dengan kelompoknya dalam memecahkan masalah. cermat. c. Bagaimana siswa mengeksplor pengetahuan Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan yang dimiliki untuk memahami konsep baru sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus dalam diskusi dengan sesama kelompoknya. pembelajaran dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan d. Siswa menyelesaikan soal-soal latihan. dan 1 kali tes hasil belajar. Setiap pelaksanaan pembelajaran siswa menggunakan bahan ajar berupa 4. Refleksi buku siswa yang mengarah pada model Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1, pembelajaran Learning Cycle. peneliti bersama 2 dua orang guru matematika Pada siklus I materi yang diajarkan adalah sebagai teman sejawat dalam penelitian mengkaji bangun ruang dan unsur-unsurnya serta jaring-jaring dan membahas hasil penilaian terhadap pelaksanaan bangun ruang yang dibagi menjadi empat kali tindakan berdasarkan standar keberhasilan yang telah pertemuan dengan bahasan pertemuan pertama 14
  5. 5. JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010 kubus dan prisma, pertemuan kedua limas dan 2. Pelaksanaan tabung, dan pertemuan ketiga kerucut dan bola. Pada Melaksanakan tindakan dengan siklus II materi yang diajarkan adalah menghitung menerapkan pembelajaran dengan model luas permukaan bangun ruang yang dibagi menjadi pembelajaran Learning Cycle di dalam kelas tiga kali pertemuan dengan topik kubus dan prisma, penelitian. Pelaksanaan tindakan pada siklus I limas dan tabung, serta kerucut dan bola. Setiap akhir dilakukan dengan 3 kali pertemuan untuk siklus diadakan tes yang akan memperlihatkan hasil pembahasan materi dan 1 kali tes hasil belajar. Pada belajar siswa dalam menyelesaikan soal-soal bentuk pertemuan pertama membahas materi bangun ruang aplikasi. kubus dan bangun ruang prisma, pertemuan kedua materi bangun ruang limas dan bangun ruang tabung Hasil Penelitian Siklus I dan pertemuan ketiga materi bangun ruang kerucut Siklus I, mempelajari materi KD 1 yang dan bangun ruang bola, dan pertemuan keempat dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan yaitu tanggal merupakan tes akhir dari siklus I. 12, 14, 19, dan 21 April 2010 masing-masing 2 x 45 Adapun kegiatan pembelajaran adalah sebagai menit. Siswa mengerjakan buku siswa pada berikut : pertemuan : I. Materi kubus dan prisma. a. Pendahuluan II. Materi Limas dan tabung 1) Guru membuka pelajaran dan menjelaskan secara III. Materi kerucut dan bola singkat prosedur pembelajaran dengan IV. Pelaksanaan tes hasil belajar untuk mengukur menggunakan model Learning Cycle dan ketuntasan belajar siswa pada siklus I mengarahkan siswa mengenai materi yang akan Tahapan-tahapan hasil penelitian pada siklus I : dibahas, kemudian memperkenalkan 2 orang guru sebagai teman sejawat yang akan1. Perencanaan mengamati selama pembelajaran berlangsung. a. Menganalisis Standar Kompetensi (SK) dan 2) Guru menggali pengetahuan awal dengan Kompetensi dasar (KD) tentang mengidentifikasi membangkitkan minat dan menanyakan materi bangun ruang dan unsur-unsurnya. geometri dimensi dua yang telah dipelajari pada b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran semester yang lalu, tentang unsur-unsur yang (RPP) tentang mengidentifikasi bangun ruang terdapat pada persegi, persegi panjang, segitiga, dan unsur-unsurnya yang disusun berdasarkan trapesium, jajar genjang dan lingkaran. silabus. Kemudian menanyakan tentang pengertian c. Membuat bahan ajar berupa buku siswa pada bidang atau sisi, rusuk, titik-titik sudut, dan materi mengidentifikasi bangun ruang dan unsur- diagonal bidang. unsurnya dan menghitung luas permukaan 3) Guru memperlihatkan beberapa media berupa bangun ruang yang divalidasi oleh 2 orang pakar bangun-bangun ruang seperti : kubus, prisma, dan 3 orang teman sejawat. limas, tabung, kerucut, dan bola. Kemudian d. Membuat instrumen soal-soal evaluasi yang melakukan tanya jawab dengan siswa atau divalidasi oleh 2 orang pakar dan 3 orang teman diskusi tentang nama bangun-bangun ruang sejawat, untuk siklus I sebanyak 4 soal bentuk tersebut dan menanyakan dalam kehidupan uraian dan untuk siklus II juga sebanyak 5 soal sehari-hari dapat digunakan untuk apa bangun- bentuk uraian. Pada butir soal evaluasi untuk bangun tersebut. siklus II, ada 1 butir soal yaitu soal nomor 2 yang 4) Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tidak valid, jadi untuk mengetahui hasil belajar tujuan pembelajaran. pada siklus II hanya 4 butir soal yang diujikan kepada siswa. b. Kegiatan Inti e. Membuat alat peraga berupa kerangka bangun- 1) Tahap Explore bangun ruang berupa kerangka bangun ruang (a) Mengelompokkan siswa menjadi 8 (delapan) kubus, balok, prisma segitiga, limas, dan bola. kelompok diskusi dengan masing-masing f. Membuat instrumen terbuka sebagai alat kelompok terdiri dari 5 orang siswa yang observasi yang digunakan oleh observer selama heterogen secara acak. pelaksanaan pembelajaran. (b) Membagikan buku siswa kepada masing- masing siswa untuk materi kubus dan prisma. 15
  6. 6. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa (c) Membimbing siswa dengan kelompok kecil 1) Guru menutup pembelajaran dengan dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan memberikan beberapa penguatan mengenai menggali pengetahuan siswa untuk membuat konsep yang telah dipelajari siswa. prediksi dan mendiskusikan alternatif jawaban 2) Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari tentang identifikasi unsur-unsur pada bangun materi bangun ruang limas dan tabung untuk kubus kemudian memilih beberapa alternatif pertemuan berikutnya. jawaban dari beberapa bentuk jaring-jaring yang diberikan. Kemudian siswa diarahkan 3. Pengamatan juga untuk membuat prediksi dan mendiskusikan alternatif jawaban tentang Pada pertemuan pertama dengan materi identifikasi unsur-unsur pada bangun prisma Kubus dan Prisma, suasana kelas tampak belum kemudian memilih beberapa alternatif terbiasa dengan pola belajar secara berkelompok, jawaban dari beberapa bentuk jaring-jaring apalagi proses diskusi dan presentasi. Hal ini prisma yang diberikan. disebabkan pelajaran matematika di SMK sangat (d) Membimbing siswa dalam diskusi kelas, jarang dijadikan pembelajaran secara berkelompok untuk mengajukan hipotesis. apalagi kemudian dipresentasikan. Siswa belum (e) Membimbing siswa berdiskusi dalam terbiasa dengan model pembelajaran yang baru. kelompoknya untuk membuat prediksi dan Siswa masih banyak yang bersikap pasif belum bisa mendiskusikan alternatif jawaban tentang memberikan alasan yang tepat tentang pertanyaan- identifikasi unsur-unsur pada bangun kubus pertanyaan yang diberikan pada buku siswa, hal ini dan prisma beserta alasannya dengan kalimat dikarenakan selama ini siswa terbiasa dengan mereka sendiri. pembelajaran secara prosedur seperti penjelasan, (f) Kemudian memilih beberapa alternatif mencatat materi, mendengarkan dan menyalin jawaban yang betul dari beberapa bentuk contoh soal yang diberikan guru, dan mengerjakan jaring-jaring kubus dan prisma yang diberikan soal-soal latihan. Berdasarkan hasil pengamatan beserta penjelasan mengapa memilih jawaban hanya ada beberapa kelompok saja yang tampaknya tersebut. bisa berdiskusi dengan baik dan mampu(g) Membimbing siswa dalam membuat mengutarakan pendapat dengan baik dengan kesimpulan sementara dari unsur-unsur yang ada membuat kesimpulan sementara dan mencoba pada bangun kubus dan prisma beseta alasannya, mempresentasikan hasil yang diperoleh walaupun kemudian memilih beberapa alternatif jawaban masih banyak menerima bimbingan dari guru, yang betul dari beberapa bentuk jaring-jaring kemudian mencoba untuk mengerjakan latihan soal- kubus dan prisma yang diberikan beserta soal. penjelasan mengapa memilih jawaban tersebut. Pada proses pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan kedua dilaksanakan dengan2) Tahap Explain (Penjelasan) langkah-langkah yang sama dengan pertemuan (a) Menyuruh salah satu kelompok untuk pertama. Pada pertemuan kedua, materi mempresentasikan hasil eksplorasi kepada pembelajaran yang diberikan adalah limas dan kelas. tabung. Pada pertemuan kedua ini siswa sudah mulai bisa mengatasi proses pembelajaran yang diterapkan (b) Meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan dan bisa mengikuti jalannya diskusi pada masing- siswa. masing kelompok maupun pada diskusi kelas. Kerja (c) Mengarahkan kegiatan diskusi. sama kelompok juga sudah mulai bisa berjalan dengan baik walaupun masih banyak kendala-3) Tahap Elaborasi kendala yang dihadapi siswa terutama dalam (a) Membimbing siswa menerapkan konsep pengajuan hipotesis sementara tentang materi yang dan keterampilan yang telah mereka kuasai dipelajari, hal ini siswa masih perlu mendapat dalam situasi yang baru. bimbingan dari guru. Bahkan ada beberapa (b) Mengarahkan siswa untuk membuat kelompok yang mulai aktif berdiskusi dan kesimpulan dari penyelesaian soal-soal. menemukan konsep yang benar. Dari hasil pengamatan, ada kelompok yang belum bisac. Kegiatan Penutup membuat kesimpulan sementara dan tidak dapat16
  7. 7. JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010menjelaskan dan menyimpulkan hasil kerja 7) Dalam mengerjakan latihan soal, siswa hanyakelompok mereka. Seperti pada saat menentukan menunggu jawaban dari temannya tanpaunsur-unsur pada bangun limas dengan alas yang berusaha untuk mencari hasil jawaban,berbeda, misalnya bangun limas segiempat beraturan walaupun guru sudah memotivasi siswa untukdan bangun limas persegi panjang. Dengan mengerjakan soal.demikian, mereka ternyata belum memahami 8) Kurangnya waktu yang tersedia dalamkonsep unsur-unsur bangun ruang untuk materi pembelajaran, sehingga siswa tidak dapatlimas. menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang Proses pembelajaran yang dilakukan pada diberikan pada buku siswa.pertemuan ketiga dilaksanakan dengan langkah-langkah yang sama dengan pertemuan kedua. Pada 4. Refleksi Tindakan Siklus Ipertemuan ini, materi pembelajaran yang diberikanadalah kerucut dan bola. Dari hasil pengamatan Sehubungan dengan kelemahan-setiap kelompok mulai menunjukkan kemajuan kelemahan di atas, maka peneliti perlu melakukandalam berdiskusi, hal ini diperlihatkan ketika guru perbaikan-perbaikan pada siklus II, yaitu :menanyakan siapa yang akan mempresentasikan 1) Pembentukan kelompok tetap secara heterogenhasil diskusi, setiap kelompok menunjukkan tangan tetapi berdasarkan tingkat kemampuan hasil tesingin mempresentasikan hasil yang mereka yang diperoleh siswa pada evaluasi siklus I, gurudapatkan, karena melihat keadaan seperti ini, maka menempatkan seorang siswa yang memperolehguru menunjuk kelompok yang pada pertemuan nilai tertinggi sebagai ketua pada masing-masingterdahulu belum pernah mempresentasikan hasil kelompok, dimana siswa tersebut bertugasdiskusinya untuk maju kedepan menunjukkan hasil sebagai tutor sebaya, untuk mengantisipasiyang diperoleh kelompoknya. Kemudian terjadi adanya siswa yang kurang bisa mengutarakantanya jawab diantara kelompok dalam presentase dan permasalahan yang dihadapi kepada gurunya.kelompok yang mempresentasikan dapat menjawab Diharapkan jika mereka bertanya dan dijelaskandengan baik setiap pertanyaan yang diajukan. oleh teman sebayanya sendiri mereka tidak Sedangkan pada pertemuan keempat merasa ragu-ragu lagi dan dapat menjelaskantanggal 21 April 2010 diadakan tes 1 hasil belajar dengan baik.untuk mengukur ketuntasan belajar siswa siklus I. 2) Memberikan bimbingan kepada siswa yangKelemahan-kelemahan dari pembelajaran siklus I, kurang menguasai pengetahuan awal dalamantara lain : pembelajaran yaitu penguasaan materi tentang 1) Pembentukan kelompok heterogen secara acak luas permukaan bangun ruang. belum berdasarkan tingkat kemampuan siswa. 3) Memberikan motivasi pada masing-masing 2) Dalam diskusi kelompok, ada beberapa siswa kelompok untuk bekerja sama dalam yang tidak aktif dalam melakukan langkah- kelompoknya dan saling berbagi pengetahuan langkah dalam proses pembelajaran. dan memberi arahan bahwa setiap siswa 3) Beberapa siswa tidak mengeluarkan ide atau memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain gagasan mereka untuk sama-sama dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab menentukan unsur-unsur bangun ruang terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi diidentifikasi berdasar ciri-cirinya dan jaring- yang dihadapi. jaring bangun ruang digambar pada bidang 4) Memberikan bimbingan kepada kelompok yang datar. tidak aktif dalam berdiskusi dan dapat 4) Siswa kurang menguasai pengetahuan awal mendorong mereka supaya memberikan ide atau dalam pembelajaran yaitu penguasaan materi gagasan yang ada dalam pikiran mereka masing- mengidentifikasi bangun ruang dan unsur- masing untuk menentukan hipotesa sementara unsurnya. terhadap materi yang akan dipelajari dan 5) Dalam beberapa kelompok ditemukan ada memberikan kesempatan kepada anggota siswa yang tidak ikut aktif berdiskusi. kelompoknya secara bergantian untuk 6) Beberapa siswa tidak terlibat untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. mempresentasikan hasil kerja dari 5) Guru mengubah sistem penilaian, yaitu dengan kelompoknya. memberikan reward berupa hadiah kepada masing-masing siswa yang memperoleh rata-rata 17
  8. 8. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa nilai minimal 75 dalam menyelesaikan soal-soal Tes hasil belajar dilakukan pada akhir siklus evaluasi tes 2. pertama yaitu pada pertemuan keempat dengan6) Guru memberikan tugas pekerjaan rumah yang memperhatikan indikator unsur-unsur bangun ruang harus dikerjakan oleh masing-masing siswa. diidentifikasi berdasar ciri-cirinya dan jaring-jaring bangun ruang digambar pada bidang datar.4.1.2 Analisis Data Tes Siklus I Hasil tes 1 ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Tes 1 Kategori Frekuensi Persentase (%) Keterangan 81 – 100 4 10,00 Tuntas 61 – 80 20 50,00 Tuntas 41 – 60 10 25,00 Belum Tuntas 21 – 40 6 15,00 Belum Tuntas 0 – 20 0 0 Persentasi siswa menjawab benar soal-soal aplikasi untuk indikator unsur-unsurbangun ruang diidentifikasi berdasar ciri-cirinya adalah : Tabel 4.3 Persentasi Siswa Menjawab Benar Nomor Soal Banyak Siswa Persentasi 1 22 55,00 2 17 42,50 3 5 12,50 4 5 12,50 Persentasi siswa menjawab benar soal-soal aplikasi untuk indikator jaring-jaringbangun ruang digambar pada bidang datar adalah : Tabel 4.4 Persentasi Siswa Menjawab Benar Nomor Soal Banyak siswa Persentasi 3 14 35,00 4 30 75,00 Dari data hasil tes 1 diperoleh rata-rata nilai hasil tes 1 pada siklus I penyelesaian soal-soal bentukyang diperoleh dalam siklus I adalah 57,18%. aplikasi belum mencapai kategori baik minimal 75Sebanyak 4 orang siswa (10%) yang memiliki %. Setelah didiskusikan dengan observer, ternyatakemampuan menyelesaikan soal-soal bentuk aplikasi pada siklus I ini diskusi pada masing-masingsangat baik dan rata-rata mereka dapat menjawab kelompok tidak berjalan seperti yang diharapkansemua soal pada tes 1 dengan benar. Namun dari peneliti, karena pada setiap kelompok hanyahasil tes 1 itu terlihat masih ada 40% siswa yang didominasi oleh 1 atau 2 orang siswa saja yangbelum tuntas. Mereka masih belum dapat mengerjakan buku siswa dan menyelesaikan latihanmenyelesaikan soal-soal bentuk aplikasi baik pada soal-soal, sedangkan yang lain hanya mencontoh danunsur-unsur bangun ruang diidentifikasi berdasar ciri- menyalin dari hasil temannya yang dapatcirinya maupun pada Jaring-jaring bangun ruang mengerjakan buku siswa dan soal-soal tersebut.digambar pada bidang datar. Dengan demikian dari18
  9. 9. JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 20104.1.3 Hasil Penelitian Siklus II mencari luas dan keliling pada bidang datar Siklus II, mempelajari materi KD 2 yang seperti: persegi, persegi panjang, segitiga,dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan yaitu tanggal trapesium, jajar genjang dan lingkaran.24, 26, 28 April, dan 1 Mei 2010 masing-masing 2 x b. Guru memperlihatkan beberapa media berupa45 menit. Siswa mengerjakan buku siswa pada jaring-jaring bangun ruang seperti : kubus, balok,pertemuan: prisma segitiga, limas segiempat, dan kerucut. I. Materi kubus dan prisma. Kemudian menanyakan kepada siswa bentuk- II. Materi Limas dan tabung bentuk bangun datar apa saja yang terdapat pada III. Materi kerucut dan bola jaring-jaring tersebut. IV. Pelaksanaan tes hasil belajar untuk mengukur c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. ketuntasan belajar siswa pada siklus II II. Kegiatan IntiTahapan-tahapan hasil penelitian pada siklus II: a.Tahap Explore (1) Mengelompokkan siswa menjadi 8 (delapan)3.1 Perencanaan kelompok diskusi dengan masing-masing1) Menganalisis Standar Kompetensi (SK) dan kelompok terdiri dari 5 orang siswa yang Kompetensi dasar (KD) tentang permukaan heterogen dengan menempatkan seorang bangun ruang dihitung luasnya. siswa yang memperoleh nilai tertinggi2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai ketua pada masing-masing (RPP) tentang materi permukaan bangun ruang kelompok, dimana siswa tersebut bertugas dihitung luasnya yang disusun berdasarkan sebagai tutor sebaya. silabus. (2) Membagikan buku siswa kepada masing-3) Menyiapkan bahan ajar berupa buku siswa pada masing siswa untuk materi kubus dan prisma. materi luas permukaan bangun ruang yang sudah (3) Memberikan motivasi pada masing-masing divalidasi oleh pakar dan teman sejawat. kelompok untuk bekerja sama dalam4) Menyiapkan instrumen soal-soal evaluasi yang kelompoknya dan saling berbagi pengetahuan sudah valid dan reliabel yang terdiri dari 4 butir dan memberi arahan bahwa setiap siswa soal yang valid (lampiran 20) memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain5) Menyiapkan media karton untuk membantu dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab dalam proses pembelajaran. terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi6) Membuat instrumen terbuka sebagai alat yang dihadapi. observasi yang digunakan oleh observer selama (4) Memberikan bimbingan kepada kelompok yang pelaksanaan pembelajaran. tidak aktif dalam berdiskusi dan dapat mendorong mereka supaya memberikan ide atau3.2 Pelaksanaan gagasan yang ada dalam pikiran mereka masing- Melaksanakan tindakan dengan masing untuk menentukan hipotesa sementaramenerapkan pembelajaran dengan model terhadap materi yang akan dipelajari danpembelajaran Learning Cycle di dalam kelas memberikan kesempatan kepada anggotapenelitian berdasarkan rencana pembelajaran hasil kelompoknya secara bergantian untukrefleksi pada siklus I. Pelaksanaan tindakan pada mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.siklus II dilakukan dengan 3 kali pertemuan untuk (5) Membimbing siswa berdiskusi dalampembahasan materi dan 1 kali tes hasil belajar. Pada kelompoknya untuk menyimpulkan rumus luaspertemuan pertama membahas materi bangun ruang permukaan bangun ruang kubus, prisma segitiga,kubus dan bangun ruang prisma, pertemuan kedua dan prisma segiempat berdasarkan hasilmateri bangun ruang limas dan bangun ruang tabung pengamatan dari bentuk jaring-jaringnya.dan pertemuan ketiga materi bangun ruang kerucut b. Tahap Explain (Penjelasan)dan bangun ruang bola, dan pertemuan keempat i. Menyuruh salah satu kelompok untukmerupakan tes akhir dari siklus pertama. mempresentasikan hasil eksplorasi kepadaAdapun kegiatan pembelajaran adalah sebagai kelas.berikut : ii. Meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasanI. Pendahuluan siswa. a.Menggali pengetahuan awal, guru menanyakan iii. Mengarahkan kegiatan diskusi. materi geometri dimensi dua, tentang bagaimana c.Tahap Elaborasi 19
  10. 10. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa(1) Membimbing siswa menerapkan konsep dan mengukur ketuntasan belajar siswa siklus II, sebelum keterampilan yang telah mereka kuasai dalam siswa mengerjakan soal-soal guru memberitahukan situasi yang baru. kepada siswa bahwa guru mengubah sistem(2) Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan penilaian, yaitu dengan memberikan reward berupa dari penyelesaian soal-soal. hadiah kepada masing-masing siswa yang memperoleh rata-rata nilai minimal 75 dalam3) Kegiatan Penutup menyelesaikan soal-soal evaluasi tes 2.a. Guru menutup pembelajaran dengan Kelemahan-kelemahan dari pembelajaran siklus II, memberikan beberapa penguatan mengenai antara lain : konsep yang telah dipelajari siswa. 1) Dalam diskusi ada beberapa siswa yang masihb. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari sulit mengemukakan pendapat karena belum materi bangun ruang limas dan tabung untuk terbiasa melakukan presentasi. pertemuan berikutnya. 2) Persiapannya memerlukan banyak tenaga, pikiran, alat dan waktu.3.3 Pengamatan 3) Memerlukan pendidik yang mampu mengelola Pada siklus ke II ini, ketua kelompok kelas dan mengatur kerja kelompok dengansebagai tutor sebaya memimpin dan membagi tugas baik.kepada anggota kelompoknya untuk bekerja dan 4) Membutuhkan media, fasilitas dan biaya yangmengeluarkan ide atau gagasan yang mereka miliki cukup besar.untuk mencoba membuat kesimpulan sementara dan 5) Sering didominasi oleh pimpinan kelompok.mencatat hasil pengamatan, kemudian masing-masing anggota mengeluarkan idenya dan 3.4 Refleksi Tindakan Siklus IImenyimpulkan hipotesa untuk kelompoknya dan Berdasarkan hasil catatan observasinantinya akan dipresentasikan pada diskusi kelas. (pengamatan) dan hasil belajar yang diperoleh pada Berdasarkan hasil pengamatan tampaknya siklus II dapat dilakukan refleksi sebagai berikut :semua kelompok sudah terbiasa berdiskusi dengan 1) Hasil belajar pada siklus II, siswa memperolehbaik dan mampu mengutarakan pendapat dengan rata-rata nilai 68,85 dan ketuntasan belajarbaik dengan membuat kesimpulan sementara dan klasikal 77,50 % ini artinya sudah mencapaimencoba mempresentasikan hasil yang diperoleh kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan padakelompoknya, kemudian bisa menjawab dan awal penelitian dengan KKM sebesar 61,00 danmenjelaskan setiap pertanyaan yang diajukan oleh ketuntasan belajar klasikal 75 %. Sehingga tidakkelompok lainnya. Hal ini juga dikemukakan siswa dilanjutkan lagi pada tindakan siklus III padabahwa materi luas permukaan bangun ruang lebih pembelajaran berikutnya.mudah dimengerti dan dipahami konsep materinya 2) Memberikan motivasi kepada siswa yang tidakdibandingkan dengan materi unsur-unsur bangun aktif dalam melakukan langkah-langkah dalamruang. Dalam siklus II ini setiap kelompok sudah proses pembelajaran agar siswa dapat bergairahmampu memahami konsep dan dapat menemukan dalam belajar sehingga kegiatan belajar menjadirumus dari luas permukaan bangun ruang dan dapat lebih mantap.menyelesaikan soal-soal dalam bentuk aplikasi 3) Memberikan bimbingan kepada sebagian siswamengenai materi luas permukaan bangun ruang. yang tidak aktif dalam berdiskusi, dan dapat Diakhir pertemuan ketiga pada siklus II mendorong mereka supaya memberikan ideguru meminta siswa mengadakan refleksi (evaluasi atau gagasan yang ada dalam pikiran merekadiri) terhadap pelajaran yang baru dipelajari dengan masing-masing sehingga dapat meningkatkanmemberikan komentar terhadap jalannya proses kerja sama, saling belajar , keakraban, partisipasi,pembelajaran dengan menggunakan model dan saling menghargai sesama peserta didik agarLearning Cycle memberikan masukan mengenai pengetahuan yang diperoleh dapat lebihmodel pembelajaran yang baru mereka dapatkan. melekat.Hal ini dilakukan agar siswa dapat mengetahuikekurangan atau kemajuan dalam proses 3.5 Analisis Data Tes Siklus IIpembelajaran yang sudah dilakukan. Tes hasil belajar dilakukan pada akhir siklus Di akhir siklus II yaitu pada pertemuan II yaitu pada pertemuan keempat dengankeempat, diadakan tes 2 hasil belajar untuk20
  11. 11. JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010memperhatikan indikator luas permukaan bangun Hasil tes 2 ini dapat dilihat pada tabel berikut :ruang dihitung dengan cermat. Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Hasil Tes 2 Kategori Frekuensi Persentase (%) Keterangan 81 – 100 14 35,00 Tuntas 61 – 80 17 42,50 Tuntas 41 – 60 3 7,50 Belum Tuntas 21 – 40 6 15,00 Belum Tuntas 0 – 20 0 0 Dari data hasil tes 2 diperoleh rata-rata nilai Hasil analisis data diperoleh hasil belajaryang diperoleh dalam siklus II adalah 68,85. rata-rata adalah 68,85 ini artinya hasil belajar siswaSebanyak 14 orang siswa (35,00%) yang memiliki sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM),kemampuan menyelesaikan soal-soal bentuk aplikasi sedangkan ketuntasan belajar klasikal 77,50% inidengan baik dan rata-rata mereka dapat menjawab menunjukkan sebagian besar siswa sudah tuntassemua soal pada tes 2 dengan benar. Dari hasil tes 2 dalam pembelajaran.itu terlihat masih ada 9 siswa yang belum tuntas. Persentasi siswa menjawab benar soal-soalMereka masih belum dapat menyelesaikan soal-soal aplikasi untuk indikator luas permukaan bangunbentuk aplikasi luas permukaan bangun ruang ruang dihitung dengan cermat adalah :dengan baik. Tabel 4.6 Persentasi Siswa Menjawab Benar Nomor Soal Banyak Siswa Persentase 1 16 40,00 2 12 30,00 3 17 42,50 4 8 20,003.6 Perkembangan Hasil Tindakan pada Siklus I dan Siklus II Hasil belajar siswa yang dicapai pada siklus I dan siklus II disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 4.7 Tabel Kerja Pengolahan Hasil Belajar Siklus Pertama Siklus Kedua Rata-rata Ketuntasan Rata-rata Ketuntasan Hasil Belajar 57,18 60,00% 68,85 77,50% Berdasarkan tabel di atas terjadi 100 dan peningkatan dalam ketuntasan belajar secarapeningkatan rata-rata nilai sebesar 11,67 dalam skala klasikal sebesar 17,50 %. 21
  12. 12. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa4.2 Pembahasan 75 %, sehingga perlu dilakukan tindakan pada siklus Dari hasil pengamatan pelaksanaan II.tindakan siklus I ini secara keseluruhan proses Hasil pengamatan pelaksanaan tindakanpembelajaran dengan menggunakan model siklus II ini secara keseluruhan proses pembelajaranpembelajaran Learning Cycle belum ada dengan menggunakan model pembelajaranpeningkatan hasil belajar siswa dalam materi unsur- Learning Cycle ada peningkatan hasil belajar siswaunsur bangun ruang diidentifikasi berdasar ciri- dalam materi luas permukaan bangun ruang.cirinya dan jaring-jaring bangun ruang digambar Berdasarkan hasil tes evaluasi pada siklus II untukpada bidang datar. Berdasarkan hasil tes evaluasi indikator luas permukaan bangun ruang dihitungpada siklus I, masih ada beberapa siswa yang tidak dengan cermat siswa yang menjawab benar untukdapat menyelesaikan soal-soal aplikasi konsep soal no.1 ada 16 siswa (40 %), soal no.2 ada 12 siswadimensi tiga, untuk indikator unsur-unsur bangun (30 %), soal no. 3 ada 17 siswa (42,50 %), dan soalruang diidentifikasi berdasar ciri-cirinya soal no. 1 no. 4 ada 8 siswa (20 %). Hasil tes yang diperolehsiswa yang menjawab benar ada 22 siswa (55 %), siswa pada siklus II untuk nilai ≥ 61,00 ada sebanyaksoal no. 2 ada 17 siswa (42,50 %), soal no. 3 ada 5 31 siswa dari 40 orang siswa dengan rata-rata nilaisiswa (12,50 %), dan soal no. 4 ada 5 siswa (12,50%) sebesar 68,85 dan ketuntasan klasikal 77,50 %.sedangkan untuk indikator jaring-jaring bangun Dari analisis data siklus I dan II pada hasilruang digambar pada bidang datar siswa yang penelitian tindakan kelas ini yakni analisis terhadapmenjawab benar untuk soal no. 3 ada 14 siswa (35 hasil belajar menyelesaikan soal-soal aplikasi konsep%), dan soal no.4 ada 30 siswa (75 %). dimensi tiga dengan menggunakan model Hasil tes yang diperoleh siswa pada siklus I pembelajaran Learning Cycle pada siswa kelas XInilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 57,18 dan TKJ 1 SMK Negeri 2 Palembang diperolehbanyaknya siswa yang mendapat nilai ≥ 61,00 peningkatan hasil belajar sebesar 11,67 dalam skalasebanyak 60 % atau sebanyak 24 siswa dari 40 orang 100 dan peningkatan dalam ketuntasan belajar secarasiswa. Dilihat dari indikator keberhasilan yang klasikal sebesar 17,50%.ditetapkan maka hasil siklus I belum mencapaiindikator keberhasilan. Hal ini disebabkan karenasiswa belum terbiasa dengan model pembelajaran KESIMPULANyang baru dan selama ini siswa terbiasa denganpembelajaran biasa, yaitu pembelajaran secara Berdasarkan hasil penelitian danprosedur mulai dari penjelasan guru, mencatat, pembahasan yang diuraikan dalam BAB IV dapatkemudian menyalin contoh-contoh soal, dan disimpulkan bahwa, penggunaan modelmengerjakan latihan-latihan soal yang hampir sama pembelajaran Learning Cycle dapat mengetahuidengan contoh-contoh soal yang diberikan. Belajar peningkatan hasil belajar siswa menyelesaikan soal-secara berkelompok, membuat prediksi dan hipotesa soal aplikasi pada pokok bahasan dimensi tiga siswasementara dan mencatat hasil pengamatan, kelas XI Teknik Komputer Jaringan 1 (TKJ 1) SMKkemudian mempresentasikan, ini pun jarang sekali Negeri 2 Palembang tahun pelajaran 2009/2010.dilakukan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwadengan menggunakan buku siswa yang berisikan rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 57,18 danpertanyaaan-pertanyaan dan alasan-alasan yang ketuntasan klasikal sebesar 60 %. Siklus II hasilharus diisikan kemudian membuat kesimpulan, belajar rata-rata 68,85 dengan ketuntasan klasikalsiswa hanya menuggu dan saling mengandalkan 77,50 %, artinya hasil belajar sudah mencapai kriteriakepada temannya yang mampu belajar dan mau ketuntasan klasikal dan terjadi peningkatan hasilmengemukakan pendapatnya. Siswa terbiasa belajar sebesar 11,67 dan peningkatan ketuntasandengan buku yang biasa mereka gunakan yang berisi belajar secara klasikal sebesar 17,50%.pengertian, uraian materi, dan contoh-contoh soaldengan pembahasan. Sehingga siswa tidak dapat SARANmemahami konsep materi dimensi tiga dan kesulitandalam menyelesaikan soal-soal uraian bentuk Berdasarkan hasil penelitian yangaplikasi pada bangun ruang. Dengan demikian dari dilakukan, peneliti menyarankan hal-hal sebagaihasil tes 1 pada siklus I penyelesaian soal-soal bentuk berikut :aplikasi belum mencapai ketuntasan belajar klasikal 1. Bagi siswa :22
  13. 13. JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO.1, JUNI 2010 Learning Cycle merupakan proses pembelajaran Djaali dan Pudji Muljono, (2008). Pengukuran yang berpusat pada siswa yang dapat dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : memperluas dan meningkatkan taraf berpikir Grasindo kritis, diharapkan siswa tetap berkreatifitas dan Fajaroh, Fauziatul. (2008). Pembelajaran Dengan mengeluarkan ide-ide atau gagasan, agar dapat Model Siklus Belajar (Learning Cycle). meningkatkan potensi dirinya dalam (http://massofa.wordpress.com/2008/01/06/ mengaplikasikan konsep yang ada dalam pembelajaran-dengan-model-siklus-belajar- matematika. learning-cycle/) [2 Desember 2009]2. Bagi guru : Garcia, G., Higueras, F.J.yR. dan Luisa. (2004). Agar dapat menggunakan model pembelajaran Mathematical Praxeologies of Increasing Learning Cycle dalam pembelajaran Complexity: Variation Systems Modelling matematika yang dapat memberikan variasi in Secondary Education. sebagai model pembelajaran yang efektif (http://www.cerme4.crm.es/papers%definiti sehingga dapat meningkatkan kerja sama, saling us/13/GarciaRuiz). [6 Januari 2010] belajar, keakraban, saling menghargai, Kasmina, dkk. (2006). Matematika SMK Tingkat 2. partisipasi, dan diharapkan pembelajaran dapat Jakarta: Erlangga lebih bervariatif dan inovatif untuk meningkatkan ketrampilan proses, keaktifan, Kunandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian dan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan soal-soal bentuk aplikasi. Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Press3. Bagi sekolah : Lorsbach, Anthony W. The Learning Cycle`as tool Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran for Planing Science Instruction dengan menggunakan model Learning Cycle (http://www.coe.iltsu.edu/scienceed/lorsbac dapat meningkatkan kemampuan siswa h/275Ircy.htm). [2 Desember 2009] menyelesaikan soal-soal bentuk aplikasi dengan Lawson, A. E. (1998). Science Teaching and The hasil belajar yang meningkat, peneliti Development of Thinking. Wadsworth memberikan masukan bagi sekolah untuk dapat Publishing Company mensosialisaikan dan menggunakan model Permen Diknas. (2006). Standar Isi Untuk Satuan pembelajaran ini guna mengadakan Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta pembaharuan bagi proses pembelajaran di Simon, Martin A. (1992). Learning Mathematics sekolah khususnya guru mata pelajaran and Learning to Teach: Learning Cycles in matematika, dan juga untuk mata pelajaran Mathematics Teacher Education. Penn lainnya. State University. (http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/c ustom/portlets/recordDetails/detailmini.jsp?DAFTAR PUSTAKA _nfpb=true&_&ERICExtSearch_SearchV alue_0=ED349174&ERICExtSearch_SearAbdurahman, M. (2000). Matematika SMK Tingkat chType_0=no&accno=ED349174). [22. Bandung: Amrico Januari 2010]Alamsyah, M.K. dkk. (2006). Matematika SMK Sudrajat, Akhmad (2008). Pengertian Pendekatan, Tingkat 2. Bandung: Armico Strategi, Metode, Teknik, Taktik, danArikunto, Suharsimi. (2007). Penelitian Tindakan Model Pembelajaran. Kelas. Universitas Negeri Yogyakarta. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/200 (http://muhlis.files.wordpress.com/2008/05/ 8/09/12/pengertian-pendekatan-strategi- ptk-ok-suharsini-arikunto.pdf) [10 metode-teknik-taktik-dan-model- Januari 2010] pembelajaran/). [2 Januari 2010]Diknas (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Sutrisno, Joko. (2002). Kemampuan Pemecahan Tahun 2005 tentang Standar Nasional Masalah Siswa Dalam geometri Melalui Pendidikan. Direktorat Jenderal Model Pembelajaran Investigasi Manajemen Pendidikan Dasar dan Kelompok. Tesis. PPS UPI Bandung: Menengah. Tidak Diterbitkan 23
  14. 14. Sulastri, Upaya Peningkatan Hasil Belajar SiswaSyah, M. (2000). Psikologi Pendidikan suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja RosdakaryaTaufiq. (2009). Model Pembelajaran Siklus Belajar Hipotetik Deduktif, Pemahaman Konsep, Keterampilan Generik Sains Dan Keseimbangan Benda Tegar. Tesis SPs UPI Bandung: Tidak DiterbitkanTim Penyusun, (2009). Pedoman Umum Format Penulisan Tesis/Disertasi Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya. Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya PalembangWena, Made. (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi AksaraZulkardi, (2006). Formatif Evaluation : What, Why, When, and How. (On Line). (http://www.geocities.com/zulkardi/books.h tml). [02 April 2010]24

×