• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Desriii
 

Desriii

on

  • 1,221 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,221
Views on SlideShare
1,221
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
8
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Desriii Desriii Document Transcript

    • iiiDAFTAR ISIKATA PENGANTAR .......................................................................................... iDAFTAR ISI ......................................................................................................... iiiDAFTAR TABEL ................................................................................................ viBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1B. Masalah Penelitian ..................................................................... 51. Identifikasi Masalah ............................................................. 52. Pembatasan Masalah ............................................................ 63. Perumusan Masalah ............................................................. 7C. Manfaat Penelitian ..................................................................... 7D. Sistematika Penulisan ................................................................ 8BAB II KAJIAN TEORIA. Pendidikan Anak Usia Dini ....................................................... 91. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini ............................... 92. Hakikat Anak Usia Dini ....................................................... 113. Hakikat Pembelajaran Anak Usia Dini ................................ 12B. Manajemen Kurikulum .............................................................. 141. Pengertian Manajemen Kurikulum ...................................... 142. Komponen-komponen Kurikulum ....................................... 163. Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum .............................. 18
    • ivC. Manajemen Kurikulum Taman Kanak-kanak ............................ 191. Kurikulum Taman Kanak-kanak ......................................... 192. Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan BelajarMengajar Taman Kanak-kanak ............................................ 213. Materi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak ..................... 244. Sarana dan Prasarana Belajar di Taman Kanak-kanak ........ 255. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak ........................ 276. Evaluasi pembelajaran di Taman Kanak-kanak .................. 30BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Tujuan Penelitian ........................................................................ 32B. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 32C. Jenis Penelitian, Jenis Data dan Teknik Penulisan ..................... 33D. Metode Penelitian ........................................................................ 34E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data .................................. 34F. Teknik Analisis Data .................................................................. 36BAB IV HASIL PENELITIANA. Profil TK Bhayangkari XI Ciputat .............................................. 38B. Profil TK Patra V Pondok Ranji ................................................. 45C. Implementasi Kurikulum di TK Bhayangkari XI Ciputatdan TK Patra V Pondok Ranji .................................................... 52
    • v1. Perencanaan, Pelaksanaan dan Supervisi KegiatanBelajar Mengajar di TK Bhayangkari XI Ciputat danTK Patra V Pondok Ranji ..................................................... 522. Materi Pengajaran TK Bhayangkari XI Ciputat dan TKPatra V Pondok Ranji ........................................................... 583. Metode Pengajaran TK Bhayangkari XI Ciputat dan TKPatra V Pondok Ranji ........................................................... 604. Media Belajar TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK PatraV Pondok Ranji ..................................................................... 625. Evaluasi Pembelajaran TK Bhayangkari XI Ciputat danTK Patra V Pondok Ranji ..................................................... 64BAB V PENUTUPA. Kesimpulan .................................................................................. 66B. Saran ............................................................................................. 68DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 69LAMPIRAN –LAMPIRAN
    • 1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPendidikan adalah upaya manusia untuk memanusiakan manusia, padadasarnya adalah untuk mengembangkan kemampuan dan potensi manusiasehingga bisa hidup layak, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggotamasyarakat. Pendidikan juga bertujuan mendewasakan anak, kedewasaan tersebutmencakup pendewasaan intelektual, sosial dan moral tidak semata-matakedewasaan dalam arti fisik. Pendidikan adalah proses sosialisasi untuk mencapaikompetisi pribadi dan sosial sebagai dasar untuk mengembangkan potensi dirinyasesuai dengan kapasitas yang dimilikinya.1Pendidikan merupakan proses belajar mengajar yang dapat menghasilkanperubahan tingkah laku yang diharapkan. Segera setelah anak dilahirkan mulaiterjadi proses belajar pada diri anak dan hasil yang diperoleh adalah kemampuanmenyesuaikan diri dengan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan. Pendidikanmembantu agar proses itu berlangsung secara berdaya guna dan berhasil guna.Maka dari itu anak sebagai harta yang perlu dibina dan dipupuk sejak dini, iamembutuhkan pendidikan untuk menyiapkan diri menatap masa depan sehinggamenjadi manusia dewasa yang berkualitas. Kini dunia juga bergantung kepadasistem dan dasar pendidikannya. Apabila pendidikannya benar maka wajah dunia1Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Sekolah, (Bandung: Sinar BaruAl-Gasindo, 1995), Cet. ke-1, h. 3
    • 2akan menjadi indah berseri dan sebaliknya apabila pendidikannya salah duniaakan dibelenggu oleh kegarangan hidup yang bisa mengubah watak manusiamenjadi hewan yang buas yang selalu ingin menerkam kawan dan lawan..Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Soegeng Santosomengingatkan, mendidik anak agar cerdas, kreatif dan terampil harus dimulaisejak usia dini. Mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara, anak yang cerdas perludiawali di taman anak (sekarang Taman Kanak-kanak atau masa wiraga), dimanadiberikan pendidikan yang berkaitan dengan pengembangan daya cipta dan pikir,bahasa, perilaku dan keterampilan, jasmani serta moral, emosi, sosial, dandisiplin.2Sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun2003, Pasal 28 Tentang Pendidikan Anak Usia Dini:a. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikandasar.b. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikanformal, nonformal, dan informal.c. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk tamankanak-kanak (TK), raudlatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.d. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentukkelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lainyang sederajat.2Layanan Pendidikan Anak Usia Dini, Kompas, Senin, 4 Oktober 2004, h. 49
    • 3e. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentukpendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan olehlingkungan.3Dalam UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, Bab I Pasal 1 disebutkan bahwaPendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepadaanak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melaluipemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan danperkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasukipendidikan lebih lanjut.Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikandasar dan dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal atauinformal. Dalam hal ini, TK (Taman Kanak-kanak) merupakan salah satu jalurpendidikan formal yang diselenggarakan untuk anak usia dini dalam rangkamengembangkan potensi mereka dengan sistem bermain sambil belajar.Berdasarkan uraian-uraian di atas tentang pendidikan anak usia dini, makamanajemen kurikulum yang jelas dan sistematis tentunya harus sangatdiperhatikan dalam pendidikan usia dini, karena harus selalu memperhatikantingkat perkembangan dan psikologi anak didik. Karena setiap anak adalah unik,dalam arti pola dan saat pertumbuhan dan perkembangan, baik kepribadian, gayapembelajaran dan latar belakang keluarga. Kurikulum dan interaksi orangdewasa-anak seharusnya di sesuaikan dengan masing-masing individu.3Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional
    • 4Pembelajaran pada anak usia dini adalah hasil dari interaksi antarapemikiran anak dan pengalamannya dengan materi-materi, ide-ide dan orang disekitarnya. Pendidik dapat menggunakan pengetahuan tentang perkembangananak guna mengidentifikasi tentang ketepatan tingkah laku, aktivitas dan materi-materi yang diperlukan untuk suatu kelompok usia, yang sekaligus dapatdipergunakan untuk memahami pola perkembangan anak, kekuatan, minat danpengalaman serta guna merancang lingkungan pembelajaran yang sesuai.Walaupun gaya pembelajaran ditentukan oleh berbagai faktor antara lain tradisi,nilai sosial-budaya, harapan orang tua dan strategi guna mencapai perkembanganyang optimal yang harus disesuaikan dengan usia dari masing-masing individu.Dikalangan para pendidik sudah ada kesepahaman bahwa anak bukanlahorang dewasa dalam ukuran kecil. Oleh sebab itu, anak harus di perlakukan sesuaidengan tahap-tahap perkembangannya. Hanya saja dalam praktik pendidikansehari-hari tidak selalu demikian yang terjadi. Banyak contoh yang menunjukkanbetapa peran orang tua dan masyarakat pada umumnya memperlakukan anaktidak sesuai dengan tingkat perkembangannya.Walaupun dalam peraturuan pemerintah terlihat perbedaan yang jelasantara TK dan SD, dalam kenyataan di lapangan kedua jenjang pendidikantersebut tidak banyak membedakan materi maupun metodologi pembelajarannya.Di banyak tempat, sistem pembelajaran di Taman Kanak-Kanak tidak banyakberbeda dengan di Sekolah Dasar. Jika praktik pendidikan seperti ini di teruskan,di khawatirkan akan terjadi dampak-dampak negatif pada perkembangan anak dikemudian hari. Oleh karena itu, dalam pendidikan usia dini harus selalu
    • 5memperhatikan aspek-aspek perkembangan anak, yakni: kurikulum yangdigunakan.Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mencoba untuk membahas akanperkembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia dengan mengangkat judul:“Manajemen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini”, studi di TKBhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji.B. Masalah Penelitian1. Identifikasi MasalahSetelah diuraikan latar belakang masalah, maka perlu di identifikasidengan maksud agar masalah dapat diketahui dan dicari sumberpermasalahan:a. Bagaimana profil TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanji ?b. Bagaimana Implementasi kurikulum di TK Bhayangkari XI Ciputat danTK Patra V Pondok Ranji ?c. Bagaimana kurikulum yang sesuai untuk anak usia Taman Kanak-kanak ?d. Kegiatan apa saja yang dilakukan di Taman Kanak-kanak ?e. Bagaimana bentuk kurikulum untuk anak usia Taman Kanak-kanak ?f. Bagaimana bentuk materi pembelajaran yang digunakan di Taman Kanak-kanak ?g. Bagaimana metode pengajaran yang sesuai dan tepat untuk digunakan diTaman Kanak-kanak ?
    • 6h. Media apa saja yang digunakan dalam proses pembelajaran di TamanKanak-kanak ?i. Bagaimana sistem evaluasi pembelajaran yang digunakan di TamanKanak-kanak ?2. Pembatasan MasalahUntuk mempermudah penulisan skripsi dalam penelitian ini, makapembatasan masalah dalam penelitian ini meliputi:a. Profil TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranjib. Materi yang di berikanc. Metode pengajaran yang diterapkand. Media pembelajaran yang digunakan, dane. Evaluasi pembelajaran.Sedangkan pengertian anak usia dini dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 4 sampai 6 tahun yang mengikuti kegiatanpembelajarannya di Taman Kanak-kanak.3. Perumusan MasalahBerdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah, maka rumusanmasalah yang di ajukan dalam penelitian ini adalah:a. Bagaimana profil TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanjib. Bagaimana bentuk materi pembelajaran yang digunakan di TKBhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji
    • 7c. Bagaimana bentuk metode pengajaran yang digunakan di TKBhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranjid. Media apa saja yang digunakan dalam proses pembelajaran di TKBhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranjie. Bagaimana evaluasi pembelajaran yang digunakan di TK Bhayangkari XICiputat dan TK Patra V Pondok RanjiC. Manfaat Penelitian1. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penelitimengenai kurikulum untuk anak usia dini di Taman Kanak-kanak, khususnyapada bagian materi, media, metode dan evaluasi yang sangat mempengaruhitingkat perkembangan anak didik.2. Sebagai masukan bagi kepala sekolah dan para guru Taman Kanak-kanakdalam menerapkan kurikulum yang tepat dan berpegang teguh pada dasarpsikologis dan paedagogis pendidikan anak usia dini.D. Sistematika PenulisanPenulisan skripsi yang dilakukan melalui penelitian ini disusunberdasarkan prosedur penulisan yang telah baku dan untuk lebih jelasnya berikutini gambaran isi proposal skripsi, yang terbagi menjadi lima bab.Bab I Pendahuluan yang mencakup: latar belakang masalah, masalahpenelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusanmasalah, manfaat penelitian dan sistematika penulisan
    • 8Bab II Kajian Teori yang terdiri dari: pengertian pendidikan anak usia dini,hakikat anak usia dini, hakikat pembelajaran anak usia dini,pendekatan pembelajaran dan penilaian pendidikan anak usia dini,pengertian manajemen kurikulum, komponen-komponen kurikulum,bentuk-bentuk kurikulum, ruang lingkup manajemen kurikulum,Kurikulum Taman Kanak-kanak, perencanaan, pelaksanaan dansupervisi kegiatan belajar di Taman Kanak-kanak, Materipembelajaran Taman Kanak-kanak, Media pembelajaran di TamanKanak-kanak, Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak, danEvaluasi pembelajaran.Bab III Metodologi Penelitian yang mencakup: tujuan penelitian, waktu dantempat penelitian, metode penelitian, teknik dan instrumenpengumpulan data dan teknik analisis data.Bab IV Hasil Penelitian : gambaran umum objek penelitian, deskripsi datadan analisis data.Bab V Penutup : kesimpulan dan saran.
    • 9BAB IIKAJIAN TEORIA. Pendidikan Anak Usia Dini1. Pengertian Pendidikan Anak Usia DiniDalam undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 disebutkanbahwa pendidikan adalah “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkansuasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktifmengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.1Menurut M. Ngalim Purwanto pendidikan adalah “segala usaha orangdewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembanganjasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan”.2Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka pendidikan dapat diartikansebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajaragar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untukmemiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak dan budi mulia, serta keterampilan yang diperlukan1Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional2M.Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: Rosda Karya, 2004),Cet. Ke-10, h. 16
    • 10dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada intinya pendidikan adalah suatuproses yang disadari untuk mengembangkan potensi individu sehinggamemiliki kecerdasan pikir, emosional, berwatak dan berketerampilan untuksiap hidup di tengah-tengah masyarakat.Pendidikan anak ialah pendidikan yang diberikan kepada anak yangmempunyai sifat ke anak-an, anak yang mempunyai hakekat sebagai subspecies adolescentiae; yaitu “anak yang di samping mempunyai sifat-sifatserba tak berdaya, serba masih menggantungkan diri pada orang lain, jugamerupakan anak sebagai calon orang dewasa di mana di dalam dirinyaterdapat kekuatan, dorongan dan naluri untuk mengembangkan dirinyamenuju kedewasaan”.3Oleh karena itu, perlu kita ketahui bahwa ciri khas dari seorang anakadalah mengalami proses tumbuh-kembang, yakni dengan adanya perananpendidikan di masa dini, khususnya lingkungan keluarga yang sangatmempengaruhi. Anak adalah tumpuan harapan bangsa karena ia merupakangenerasi penerus. Tumbuh kembang merupakan suatu proses utama yanghakiki dan khas pada anak dan merupakan sesuatu yang terpenting bagi anaktersebut. Agar anak menjadi generasi penerus dan potensi sumber dayamanusia yang tangguh proses tumbuh kembangnya harus berjalan seoptimalmungkin. Penyimpangan, gangguan, dan kelainan yang terjadi pada proses3Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Penerbit Usaha Nasional,1973), h. 134
    • 11tumbuh-kembang anak akan sangat merugikannya dan dengan sendirinyakelak akan menurunkan kualitas sumber daya manusianya.Jadi, pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untukmenstimulasi, membimbing, mengasuh, dan pemberian kegiatan pembelajaranyang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.2. Hakikat Anak Usia DiniPengertian dari anak usia dini yaitu “proses pertumbuhan anak dimanakehidupan sianak seluruhnya masih tergantung dalam perawatan orang tuanyaatau bisa ditafsirkan anak usia 0-2 tahun”.4Sedangkan Hibana S. Rahmanberpendapat lain, beliau mengemukakan bahwa “anak usia dini diartikan masaanak pada usia 0-8 tahun”.5Dari kedua pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa anak usiadini adalah masa kehidupan anak yang masih tergantung dan membutuhkanpertolongan orang lain (khususnya orang tua) dalam setiap kegiatannya, yaknipada usia 0-6 tahun. Penulis mengambil kesimpulan ini karena pada umumnyabatas usia 6 tahun itulah orang tua mendidik anak-anak mereka padapendidikan prasekolah (Taman Kanak-kanak), kemudian setelah umur 6 tahunbiasanya anak akan dimasukkan ke sekolah dasar.4Abdurrahman Isawi, Serial Psikologi Islam (Anak dalam keluarga), (Jakarta: Studia Press,1994), Cet.ke-1, h. 115Hibana S. Rahman, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Yogjakarta: PGTKI Press,tt) h. 5
    • 123. Hakikat Pembelajaran Anak Usia DiniKegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasaberorientasi kepada kebutuhan anak. Oleh karena itu, perlulah kiranya kitamengetahui hakikat pembelajaran anak usia dini:a. Proses pembelajaran bagi anak usia dini adalah proses interaksi antaranak, sumber belajar dan pendidik dalam suatu lingkungan belajar tertentuuntuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.b. Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif melakukanberbagai eksplorasi dalam kegiatan bermain, maka prosespembelajarannya ditekankan pada aktifitas anak dalam bentuk belajarsambil bermain.c. Belajar sambil bermain ditekankan pada pengembangan potensi di bidangfisik (koordinasi motorik halus dan kasar), intelegensi (daya pikir, dayacipta, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual), sosial-emosional (sikap,perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi menjadi kompetensi/kemampuan yang secara actual dimiliki anak.d. Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak usia dini perlu memberikan rasaaman bagi anak usia tersebut.e. Sesuai dengan sifat perkembangan anak usia dini proses pembelajarannyadi laksanakan secara terpadu.f. Proses pembelajaran pada anak usia dini akan terjadi apabila anak tersebutsecara aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur pendidik.
    • 13g. Program belajar mengajar bagi anak usia dini dirancang dan dilaksanakansebagai suatu sistem yang dapat menciptakan kondisi yang menggugahdan memberi kemudahan bagi anak usia dini untuk belajar sambilbermain melalui berbagai aktifitas yang bersifat konkrit, dan yang sesuaidengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan serta kehidupan anakusia dini.h. Keberhasilan proses pembelajaran anak usia dini ditandai denganpencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak-anak usia secaraoptimal dan dengan hasil pembelajaran yang mampu menjadi jembatanbagi anak usia dini untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan danperkembangan selanjutnya.6Uraian di atas kiranya dapat dipahami oleh pendidik, karena cukupbanyak pendidik yang tidak sabar menghadapi anak-anak usia dini, khususnyayang berkaitan dengan pembelajaran dan pelatihan. Mereka memperlakukananak-anak usia dini dengan tuntutan-tuntutan kemampuan yang sering tidaktepat dan melebihi dari batas kemampuan yang dimiliki. Cukup banyakpelajaran dan pelatihan yang hanya membawa kebosanan, kejenuhan,kelelahan dan akhirnya menghasilkan kegagalan entah pada masa kanak-kanaknya entah ketika tumbuh sebagai remaja.6Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas, Kurikulum dan Hasil Belajar Pendidikan Anak UsiaDini, (Jakarta, 2002), h. 4-5
    • 14B. Manajemen Kurikulum1. Pengertian Manajemen KurikulumSeperti banyak bidang studi lainnya yang menyangkut manusia,manajemen sulit untuk didefinisikan. Dalam kenyataannya, tidak ada definisimanajemen yang telah diterima secara universal.Secara bahasa manajemen berasal dari kata ‘to manage’ yang artinyamengatur. Secara etimologi manajemen adalah “ilmu dan seni mengaturproses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secaraefektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam sebuahorganisasi”.7Menurut Patterson dan E.G Plowman, dalam bukunya “BusinessOrganization and Management” manajemen dapat didefinisikan sebagaisuatu teknik, maksud dan tujuan dari sekelompok manusia tertentu yangditetapkan, dijelaskan dan dijalankan.8Sedangkan menurut Harold Koontz dan Cygil O’Donnel dalambukunya “Principles of Management, an analysis of ManagementFunctions”, memberikan batasan sebagai berikut: “manajemen adalah usahamencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian7Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: CV. Haji Masagung,1994)Cet. Ke-4, h. 18Malayu SP Hasibuan, Manajemen (Dasar, Pengertian dan Masalah), (Jakarta: CV. HajiMasagung, 1993), h. 3
    • 15manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yangmeliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, penggerakkan danpengendalian”9.Kemudian Sondang Siagian menyatakan bahwa “manajemen adalahkemampuan atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasildalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain”.10Berdasarkan beberapa pengertian manajemen di atas, maka penulismengambil kesimpulan bahwa manajemen merupakan serangkaian kegiatanmerencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan danmengembangkan terhadap segala upaya dalam mengatur danmendayagunakan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana secara efisiendan efektif untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenaitujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikantertentu.11Menurut Soemiarti Patmonodewo, kurikulum adalah “suatuperencanaan pengalaman belajar secara tertulis. Kurikulum itu akan9Ibid.10Soebagio Atmodiwiro, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: Ardadizya Jaya, 2000),Cet. Ke-1, h. 11211Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
    • 16menghasilkan suatu proses yang akan terjadi seluruhnya di sekolah.Rancangan tersebut merupakan silabus yang berupa daftar judul pelajarandan urutannya akan tersusun secara runtut sehingga merupakan program”.12Berdasarkan beberapa definisi manajemen dan kurikulum yang telahdipaparkan di atas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa manajemenkurikulum adalah suatu kegiatan yang dirancang untuk memudahkan gurudalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diawali daritahap perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi program, agar kegiatanbelajar mengajar dapat terarah serta dapat berdaya hasil guna dan berdayaguna.Indikator keefektifan dan keefisienan kegiatan belajar mengajar disekolah sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelolamanajemen kurikulum. Dengan kata lain, keberhasilan sekolah sangatditentukan oleh pelaksana manajemen kurikulum yang merupakan salah satudari kegiatan manajemen sekolah.2. Komponen-komponen KurikulumMenurut Abdullah Idi, komponen-komponen kurikulum dibagidalam:a. Komponen Tujuan12Soemiarti Patmonodewo, Pendidikan Anak Prasekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), Cet.Ke-2, h. 54
    • 17Tujuan merupakan suatu hal yang paling penting dalam proses pendidikan,yakni hal yang ingin dicapai secara keseluruhan yang meliputi tujuandomain kognitif, domain afektif dan domain psikomotor.b. Komponen Isi dan Struktur Program dan MateriKomponen ini merupakan materi yang diprogramkan untuk mencapaitujuan pendidikan yang telah ditetapkan.c. Komponen Media atau Sarana dan PrasaranaSarana dan prasarana atau media merupakan alat Bantu untukmemudahkan dalam mengaplikasikan isi kurikulum agar lebih mudahdimengerti oleh anak didik dalam proses belajar mengajar.d. Komponen Strategi Belajar MengajarStrategi menunjuk pada suatu pendekatan (approach), metode (method),dan peralatan belajar mengajar yang diperlukan dalam pengajaran.e. Komponen Proses Belajar MengajarTujuan akhir dari proses belajar mengajar adalah diharapkan terjadinyaperubahan dalam tingkah laku anak.f. Komponen Evaluasi atau PenilaianUntuk melihat sejauh mana keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum,maka diperlukan evaluasi. Hal ini sangat penting, mengingat hasilpenelitian atau hasil yang dimiliki oleh anak didik tidak jarang menjadibarometer atas keberhasilan proses pengajaran pada suatu Taman Kanak-kanak dan berkaitan erat dengan masa depan anak didik.
    • 18Dari beberapa uraian di atas, terlihat tiap komponen salingberkaitan erat dengan komponen lainnya dan merupakan suatu kesatuanyang mempunyai hubungan dan pengaruh timbal balik antara satu denganyang lainnya dapat digambarkan dalam bagan:TujuanEvaluasi Isi/BahanMetode/ PBMSumber: Fuaddudin dan Sukama Karya, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum,(Jakarta: Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan UT, 1995)3. Ruang Lingkup Manajemen Kurikuluma. Kegiatan Perencanaan KurikulumKurikulum dapat berjalan dengan baik, membutuhkan adanyaperencanaan yang baik. Adapun perencanaan tersebut meliputi:1) Penyusunan program pengajaran.2) Membuat program-program tahunan dan program semester.3) Penyusunan satuan pelajaran dan rencana pengajaran.4) Membuat program evaluasi sesuai kegiatan belajar mengajar.b. Kegiatan Pelaksanaan Kurikulum1) Pengorganisasian siswa.2) Pengkondisian kelas.3) Mengelola dan menyajikan materi.4) Menyajikan materi sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.
    • 195) Dalam menyajikan materi mencari metode yang efektif dan efisien.6) Menggunakan media atau alat Bantu pelajaran.7) Menggunakan buku penunjang.c. Kegiatan Pengawasan KurikulumDalam pelaksanaan kegiatan pengawasan kurikulum, kepalasekolah mengadakan pengawasan yang berkenaan dengan pelaksanaankurikulum tersebut yang telah dilaksanakan oleh guru.d. Kegiatan Evaluasi Kurikulum1) Mengadakan pre test2) Evaluasi proses3) Memberikan tes formatif4) Membuat kisi-kisi soal5) Menyusun soal6) Mencatat hasil ulangan dalam buku nilai7) Mengadakan pelajaran tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitanbelajar.C. Manajemen Kurikulum Taman Kanak-kanak1. Pengertian Kurikulum Taman Kanak-kanakMenurut Ibrahim dan Benny, kurikulum dibagi menjadi dua, yaitu:(1) Kurikulum menurut pandangan tradisional adalah sejumlah pelajaran yangharus ditempuh murid di suatu Taman Kanak-kanak itulah yang merupakan
    • 20kurikulum, sedangkan kegiatan belajar selain mempelajari sejumlah matapelajaran yang sudah ditentukan bukan merupakan kurikulum. (2) Kurikulummenurut pandangan modern adalah sesuatu yang nyata terjadi dalam prosespendidikan di Taman Kanak-kanak, pandangan ini bertolak dari sesuatu yangbersifat aktual sebagai suatu proses, kegiatan yang dilakukan murid dapatmemberikan pengalaman belajar.13Kurikulum Taman Kanak-kanak adalah seperangkat rencana danpengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yangdigunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.14Struktur kurikulum di Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfaldisebut dengan program kegiatan belajar yang mencakup tiga bidangpengembangan. Jenis program kegiatan belajar serta alokasi waktuberdasarkan kurikulum Diknas tahun 2004 sistem KBK adalah sebagaiberikut:14Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004, Kerangka Dasar Taman Kanak-Kanakdan Raudlatul Athfal, (Jakarta: Depdiknas, 2004), h.2
    • 21Tabel 1Struktur Kurikulum Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul AthfalBidang Pengembangan Alokasi WaktuA. Pembiasaan 1. Moral dan Nilai-nilai Agama2. Sosial, Emosional danKemandirianB. KemampuanDasar1. Berbahasa2. Kognitif3. Fisik/ Motorik4. SeniAlokasi Waktu Per Minggu 15 JamSumber data: Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004 Kerangka Dasar TamanKanak-Kanak dan Raudlatul Athfal (TK & RA), (Jakarta: Depdiknas, 2004)Ketentuan untuk Taman Kanak-Kanak:a. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu.Jam belajar efektif per hari adalah 2,5 jam (150 menit); per minggu adalah15 jam (900 menit); dan per tahun adalah 510 jam (30.600 menit).b. Pengelolaan kegiatan belajar ketiga jenis bidang pengembangan diserahkansepenuhnya kepada penyelenggara Taman Kanak-Kanak.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar TamanKanak-kanak (TK)a. PerencanaanPerencanaan kegiatan berdasarkan buku pedoman kegiatanbelajar mengajar Taman Kanak-kanak dibagi atas:
    • 221) Perencanaan Tahunan dan Semester2) Perencanaan Mingguan (SKM)3) Perencanaan Harian (SKH)Menurut Agus F. Tangyong dkk, langkah-langkah yang harusdilakukan oleh guru Taman Kanak-kanak sebelum ia mengajar adalah:1) Memahami Program Kegiatan Belajar TKSebelum mengajar hendaknya guru memahami programkegiatan belajar TK yaitu memahami tujuan pendidikan, cara belajar,cara menggunakan dan memanfaatkan sarana, cara menilai hasilpengembangan anak.2) Menyusun Satuan Kegiatan MingguanGuru memikirkan dan merencanakan kegiatan untuk satuminggu. Satuan kegiatan mingguan berisi beberapa bahanpengembangan diri berbagai bidang pengembangan.3) Menyusun Satuan Kegiatan HarianKegiatan mingguan dibagi-bagi dalam kegiatan harian. Satuankegiatan harian berisi uraian tentang kegiatan yang direncanakan akandilaksanakan oleh guru pada hari tertentu. Penjadwalan program harianyang fleksibel akan memunculkan pembiasaan-pembiasaan.1515Agus F. Tangyong dkk, Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak, (Jakarta:Grasindo, 1994), h. 8
    • 23Dalam merencanakan kurikulum suatu kurikulum untuk anak,seorang guru harus memilih tujuan, bagaimana mengorganisasi isikurikulum (materi), memilih bentuk pengalaman belajar bagi anak,bagaimana urutan pelajaran diberikan kemudian menentukan bagaimanamelakukan penilaian terhadap hasil belajar anak dan program itu sendiri.Selain itu, dalam merencanakan kurikulum seorang guru harus mempunyaiwawasan yang luas, tanggap dan kreatif agar anak tidak mudah bosandengan kegiatan yang dirancang guru.b. PelaksanaanBerdasarkan Satuan Kegiatan Harian yang telah disusun, gurumelaksanakan:1) Pengorganisasian KelasKelas diatur sedemikian rupa sehingga lebih banyak kegiatandilaksanakan secara berkelompok (kecil) dan perorangan daripadaklasikal. Ruang belajar tidak perlu selalu di kelas. Kegiatan dapatdilakukan juga di halaman. Anak diperkenankan untuk memilih sendirikegiatannya, sedangkan guru lebih banyak mengarahkan dan bertindaksebagai pendorong serta fasilitator.2) Penggunaan Sarana Belajar MengajarPilihlah sarana belajar mengajar yang paling sesuai denganbahan yang hendak dikembangkan. Usahakanlah agar sebanyak-banyaknya menggunakan sarana yang berasal dari lingkungan alam
    • 24sekitarnya, murah atau berasal dari bahan-bahan bekas. Yang pentingbukanlah mahal dan bagusnya sarana, tetapi bagaimana gurumemanfaatkan sarana belajar tersebut seefektif mungkin.3) Melakukan Kegiatan Belajar MengajarGuru bersama anak didik secara aktif melaksanakan kegiatanbelajar mengajar. Guru selalu memberikan kesempatan pada anakuntuk berbuat, dan semua kegiatan belajar mengajar dilaksanakanmelalui bermain. Anak diperkenankan melakukan kegiatan yang palingsesuai dengan minatnya. Ia boleh mencoba, diperkenankan membuatkesalahan, dan lebih dari itu didorong untuk menciptakan sesuatu.Yang penting adalah mengusahakan agar anak tetap aktif, berbuat danmenemukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan, minat dankemampuannya.16Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, setiap gurumelaksanakannya berdasarkan perencanaan yang sudah ditetapkan. Denganbegitu, proses belajar mengajar pun akan terlaksana dengan baik.3. Materi Pembelajaran Taman Kanak-kanakMateri merupakan isi program kurikulum yakni segala sesuatu yangdiberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangkamencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang16Ibid,. h. 9
    • 25diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Akan tetapi,apabila di Sekolah Dasar terdapat bidang studi, maka di Taman Kanak-kanakdisebut dengan tema.Tema-tema yang digunakan dalam program kegiatan belajar TamanKanak-kanak kelompok A dan B adalah: Aku, Keluargaku, Rumah, Sekolah,Makanan dan Minuman, Pakaian, Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan,Binatang, Tanaman, Kendaraan, Pekerjaan, Rekreasi, Air dan Udara, Api,Negara, Alat Komunikasi, Gejala Alam, Matahari, Bulan, Bintang dan Bumi,Kehidupan Kota, Desa, Pesisir dan Pegunungan.174. Media Pembelajaran di Taman Kanak-kanakMenurut Nana Syaodih Sukmadinata, media mengajar merupakan“segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untukmendorong siswa belajar”.18Sedangkan menurut Anggani Sudono, media mengajar merupakan“bagian dari sumber belajar dimana termasuk juga alat permainan untukmemberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun17Moeslichatoen R, Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak, (Jakarta: Rineka Cipta,2004), Cet. Ke-2, h.13-1418Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum (Teori dan Praktek), (Bandung:Remaja Rosda Karya, 2004), h. 108
    • 26guru antara lain buku referensi, buku cerita, gambar-gambar, nara sumber,benda atau hasil-hasil budaya”.19Bahan dan peralatan yang disediakan hendaknya merupakan sumberbelajar yang dapat membantu mengembangkan seluruh dimensiperkembangan anak usia TK, yaitu bagi perkembangan motorik, kognitif,kreatifitas, bahasa, sosial, perkembangan emosional bagi anak TK.Berbagai macam sumber belajar di Taman Kanak-kanak,diantaranya:a. Tempat Sumber Belajar AlamiahSumber belajar dapat berupa tempat yang sebenarnya dimana anakmendapatkan informasi langsung seperti kantor pos, kantor polisi,pemadam kebakaran, sawah, peternakan, hutan, perkapalan, atau lapanganudara. Tempat-tempat tersebut mampu memberikan informasi secaralangsung dan alamiah.b. PerpustakaanBerbagai ensiklopedi, buku-buku dengan beragam tema dapat dikumpulkandan ditata rapi di ruang perpustakaan. Perpustakaan memiliki fungsisebagai “jantung sekolah”, karena di dalamnya berisi berbagai informasiyang dapat membantu setiap orang yang menggunakannya untukmengembangkan diri.19Anggani Sudono, Sumber Belajar dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini,(Jakarta: Grasindo, 2000), h. 7
    • 27c. Nara SumberPara tokoh dan ahli di berbagai bidang merupakan salah satu sumberbelajar yang dapat diandalkan karena biasanya mereka memberikaninformasi berdasarkan penelitian dan pengalaman mereka. Dengandemikian diharapkan para murid dapat melatih kemahiran mereka dalamberbahasa melalui wawancara dan komunikasi dengan para nara sumber.d. Media Cetak dan ElektronikTermasuk di dalamnya bahan cetak, buku, majalah atau tabloid. Gambar-gambar yang ekspresif dapat memberi kesempatan anak menggunakannalar dan mengungkapkan pikirannya dengan menggunakan kosa kata yangsemakin hari semakin berkembang. Perkembangan media elektronikkhususnya televisi akan menambah pengetahuan anak terutama dari segivisualisasi, misalnya tentang perilaku binatang laut, binatang buas, danlainnya.e. Alat PeragaBerfungsi untuk menerangkan atau memperagakan suatu mata pelajarandalam proses belajar mengajar.205. Metode Pengajaran Taman Kanak-kanakMenurut Syaiful Bahri Djamarah, metode adalah “suatu cara yangdipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.21Dalam20Ibid., h. 11-14
    • 28kegiatan belajar mengajar metode diperlukan oleh guru guna kepentinganpembelajaran.Sedangkan menurut Moeslichatoen, metode merupakan bagian daristrategi kegiatan. Metode dipilih berdasarkan strategi kegiatan yang sudahdipilih dan ditetapkan. Metode merupakan cara, yang dalam bekerjanyamerupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan.22Berikut merupakan metode-metode pengajaran yang digunakanuntuk anak usia Taman Kanak-kanak, yaitu:a. Metode BermainBermain merupakan bermacam bentuk kegiatan yangmemberikan kepuasan pada diri anak yang bersifat nonserius, lentur danbahan mainan terkandung dalam kegiatan dan yang secara imajinatifditransformasi sepadan dengan dunia orang dewasa.b. Metode KaryawisataBerkaryawisata mempunyai makna penting bagi perkembangananak karena dapat membangkitkan minat anak kepada sesuatu hal,memperluas perolehan informasi. Juga memperkaya lingkup programkegiatan belajar anak TK yang tidak mungkin dihadirkan di kelas; seperti21Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: RinekaCipta, 2000), h.1922Moeslichatoen, Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004),Cet. Ke-2, h. 7
    • 29melihat bermacam hewan, mengamati proses pertumbuhan, tempat-tempatkhusus dan pengelolaannya, bermacam kegiatan transportasi dansebagainya.c. Metode Bercakap-cakapBercakap-cakap mempunyai makna penting bagiperkembangan anak taman kanak-kanak karena bercakap-cakap dapatmeningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain,meningkatkan keterampilan dalam melakukan kegiatan bersama. Jugameningkatkan keterampilan menyatakan perasaan, serta menyatakangagasan atau pendapat secara verbal.d. Metode BerceritaBercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan budayadari satu generasi ke generasi berikutnya. Bercerita juga dapat menjadimedia untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatuyang menarik dan hidup.e. Metode DemonstrasiDemonstrasi berarti menunjukkan, mengerjakan danmenjelaskan. Jadi dalam demonstrasi kita menunjukkan dan menjelaskancara-cara mengerjakan sesuatu. Melalui demonstrasi diharapkan anakdapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan.f. Metode Proyek
    • 30Metode proyek adalah salah satu metode yang digunakanuntuk melatih kemampuan anak memecahkan masalah yang dialami anakdalam kehidupan sehari-hari. Cara ini juga dapat menggerakkan anakuntuk melakukan kerjasama sepenuh hati. Kerjasama dilaksanakan secaraterpadu untuk mencapai tujuan bersama.g. Metode Pemberian TugasPemberian tugas merupakan pekerjaan tertentu yang dengansengaja harus dikerjakan oleh anak yang mendapat tugas. Di taman kanak-kanak tugas diberikan dalam bentuk kesempatan melaksanakan kegiatansesuai dengan petunjuk langsung guru. Dengan pemberian tugas, anakdapat melaksanakan kegiatan secara nyata dan menyelesaikannya sampaituntas. Tugas dapat diberikan secara kelompok atau perorangan.236. Evaluasi PembelajaranPenilaian adalah suatu usaha yang mendapatkan Taman Kanak-kanak berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruhtentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telahdicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.2423Muslichatoen R, Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak, (Jakarta: Rineka Cipta,2004), Cet. Ke-2, h.2424Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pedoman Penilaian, (Jakarta: Depdikbud, 1995),h. 4
    • 31Agar guru mudah menilai kemajuan anak di setiap bidangpengembangan, guru harus mengetahui tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatanbelajar mengajar tersebut. Berdasarkan pengetahuan tersebut kemudian guru: (a)mengumpulkan informasi (keterangan) yang diperlukan untuk menentukan tingkatpemahaman dan keterampilan anak, (b) membandingkan hasil penilaian yangterdahulu dan yang ada saat ini, (c) membandingkan hasil penilaian saat ini dengantujuan pembelajaran yang hendak dicapai oleh anak, (d) mengamati secarakonsisten kegiatan tersebut sambil ikut serta di dalamnya.25Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam kegiatan penilaianyaitu menyeluruh, berkesinambungan, berorientasi pada proses dan tujuan,objektif, mendidik, bermakna, kesesuaian. Sedangkan alat penilaian yangdigunakan di Taman Kanak-kanak dikelompokkan sebagai berikut:a. Pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot (anecdotal Record).b. Pemberian tugas. 26Dalam melaksanakan penilaian guru mengacu pada kemampuan yanghendak dicapai dalam suatu kegiatan yang direncanakan dalam tahap waktutertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaiandilakukan bersama-sama secara khusus membuat kegiatan untuk penilaian tetapiketika kegiatan belajar dan bermain guru dapat sekaligus melaksanakan penilaian.25Agus F. Tangyong dkk, Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak, (Jakarta:Grasindo, 1994), h. 1126Op. Cit., h. 7
    • 32BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA. Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah:1. Untuk mengetahui Profil dari TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji.2. Untuk mengetahui bagaimana materi pembelajaran yang di gunakan di duaTK tersebut.3. Untuk mengetahui metode belajar apa saja yang di gunakan di dua TKtersebut.4. Untuk mengetahui media belajar apa saja yang di gunakan di dua TK tersebut.5. Untuk mengetahui bagaimana evaluasi pembelajaran yang di gunakan di duaTK tersebut.B. Tempat dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji tahun ajaran 2006-2007. Pemilihan tempat penelitian iniberdasarkan rekomendasi dari kepala cabang dinas pendidikan kecamatanciputat.Penelitian dilakukan terhitung mulai bulan April sampai dengan bulanMei 2006.
    • 33C. Jenis Penelitian, Jenis Data dan Teknik PenulisanJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiandeskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya darifenomena objek yang diteliti.Jenis data yang dikumpulkan berupa data-data yang bersifat kualitatif dankuantitatif, yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primermerupakan data yang diambil langsung dari TK Bhayangkari XI Ciputat dan TKPatra V Pondok Ranji, yaitu:1. Gambaran Umum TK2. Implementasi kurikulum di kedua TK tersebut3. Hasil wawancaraData sekunder merupakan data atau keterangan-keterangan yang diambildari hasil membaca dan literatur lainnya seperti artikel, majalah, dan surat kabaryang berkaitan dengan judul skripsi.Teknik penulisan skripsi ini berpedoman pada buku pedoman penulisanSkripsi, Tesis dan Disertasi yang disusun oleh Tim UIN Syarif HidayatullahJakarta, dan diterbitkan oleh PT. UIN Jakarta Press, dengan mempergunakanEjaan Yang Disempurnakan (EYD).11Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi, (Jakarta: UIN Press, 2002), cet. ke-2
    • 34D. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan komparatif, yaitumelakukan penelitian dengan tujuan ingin menggambarkan masalah danmelakukan analisis terhadap masalah. Disamping itu, peneliti juga melakukanstudi perbandingan tentang implementasi manajemen kurikulum di dua TKtersebut.Metode deskripsi merupakan metode penelitian non hipotesis sehinggadalam langkah penelitiannya tidak perlu menentukan hipotesis.2Dengan metodediatas, penulis akan menggambarkan mengenai implementasi manajemenkurikulum di TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji.E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan DataUntuk memperoleh data-data yang berkenaan dengan judul penelitian,penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:1. WawancaraYaitu percakapan yang dilakukan dua pihak yaitu pewawancara(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee)yang memberikan jawaban dengan maksud tertentu yang berhubungandengan masalah yang diteliti. Penulis melakukan wawancara dengan KepalaSekolah dan staf pengajar di sekolah tersebut.2. Studi Pustaka2Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), Cet. ke-20, h.208
    • 35Yaitu penulis menggunakan buku-buku sebagai referensi yang sesuaidengan judul penelitian.3. ObservasiYaitu penulis melakukan kunjungan ke tempat penelitian danmelakukan pengamatan yang berkaitan dengan tujuan penelitian tersebut.4. Studi DokumentasiDokumentasi adalah setiap bahan tertulis baik bersifat resmi ataupuntidak. Penulis berusaha memahami dan menganalisa dokumen-dokumentertulis yang diperoleh dari tempat penelitian untuk selanjutnyadikembangkan pada bagian bab tertentu.Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:1. Pedoman wawancara yang terdiri dari beberapa daftar pertanyaan yangberhubungan dengan judul penelitian.2. Pedoman observasi. Pedoman tersebut berisi mengenai gambaran nyata yangakan dijadikan objek penelitian diantaranya adalah bagaimana kondisi objekyang akan diteliti tersebut.3. Pedoman dokumentasiKisi-kisi Instrumen
    • 36Tabel 2Matriks Kisi-kisi instrumenFokus Penelitian Dimensi IndikatorManajemen KurikulumPendidikan Anak UsiaDini1. Profil TK2. ImplementasiKurikulum- Sejarah singkat TK- Visi, misi dan tujuan- Sumber daya manusia- Sarana dan prasarana- Menyusun program pengajaran- Membuat program tahunan dansemester- Menyusun SKH dan SKM- Membuat program evaluasi- Pengorganisasian siswa danpengkondisian kelas- Mengelola dan menyajikan materisesuai dengan alokasi waktu yangtelah direncanakan- Melaksanakan kegiatan belajarmengajar dengan menyajikanmateri, dengan mencari metodeyang efektif dan efisien, sertapenggunaan sarana dan prasaranayang ada di Taman Kanak-kanak- Melakukan pengawasan terhadappelaksanaan program kurikulum- Melakukan evaluasi setelahkegiatan belajar mengajar selesaiF. Teknik Analisis DataTeknik analisis data merupakan suatu cara yang digunakan untukmenguraikan keterangan-keterangan atau data-data yang diperoleh agar data-datatersebut dapat dipahami bukan saja oleh peneliti, akan tetapi juga oleh orang lainyang ingin mengetahui hasil penelitian itu.
    • 37Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerjadengan data, mengorganisasikan data, memilah-milah data menjadi satu kesatuandata yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola,menemukan apa saja yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apayang diceritakan kepada orang lain.3Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpuldari berbagai sumber yang diperoleh dari kegiatan wawancara, pengamatan lokasidan dokumentasi. Kemudian data yang telah terkumpul di uraikan kedalam bahasayang mudah dipahami dan logis sesuai dengan penelitian yang di bahas.Untuk menetapkan keabsahan data, di perlukan teknik pemeriksaan.Pelaksanaan teknik pemeriksaan berdasarkan kriteria derajat kepercayaan(credibility) yang pemeriksaan datanya di lakukan dengan teknik perpanjangankeikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensial.43Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya,2006), Cet. ke-22, h.2484Ibid., h. 327
    • 38BAB IVHASIL PENELITIANPenelitian berlangsung di TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanji. Kedua tempat tersebut dipilih berdasarkan rekomendasi dari Diknas kecamatanCiputat bahwa kedua TK tersebut termasuk TK yang sudah mempunyai manajemencukup bagus dan sudah terakreditasi.A. TK Bhayangkari XI Ciputat1. Sejarah Singkat Berdirinya TK Bhayangkari XI CiputatTK Bhayangkari XI Ciputat terletak di kawasan komplek asramaPOLRI ciputat. TK Bhayangkari XI berdiri pada tanggal 25 juli 1957, olehIbu Sukardi (istri dari Komandan KOMPI 5122 yaitu Mayor Sukardi).Menurut sejarah, tujuan awal didirikannya TK ini adalah untuk menampungputra/i POLRI dalam sebuah lembaga pendidikan dibawah Yayasan KemalaBhayangkari (perkumpulan istri-istri POLRI), karena pada saat itudilingkungan TK ini sangat sedikit sekali sekolah TK dan jaraknya sangatjauh, sehingga akhirnya didirikanlah TK Bhayangkari XI ini. Tetapi kemudianseiring berjalannya waktu, mulai tahun 1972 TK ini sudah mulai menerimasiswa dari luar POLRI.11Supartien, Kepala TK Bhayangkari XI Ciputat, Wawancara Pribadi, Ciputat, 03 Mei 2006
    • 39Gedung TK Bhayangkari XI Ciputat telah beberapa kali mengalamiperpindahan tempat dikarenakan beberapa sebab. Pertama dari mulai kepalasekolah Ibu Rajimah tahun 1958, gedung terletak dekat lapangan bola. Tahun1972, gedung tersebut roboh/ hancur dan pindah pada gedung kesehatanKOMPI (yang sudah tidak terpakai lagi). Kemudian pindah lagi karenagedung tersebut akan di bangun perumahan. Dan setelah menempatimadrasah, maka pindah lagi karena akan dibangun flat. Dari madrasahtersebut pindah lagi ke bekas gedung Brimob, kemudian tak beberapa lamaharus pindah lagi karena gedung tersebut akan dibangun gedung Brimob yangbaru untuk KOMPI 5995 (yang sekarang). Kemudian pindah pada SD yangbersifat numpang selama kurang lebih setengah tahun. Dari situlah dapatberdiri sebuah gedung TK baru, berkat sumbangan dari bagian teknik BankPOLDA, yaitu Bapak Sukartoyo dari tahun 1981 sampai dengan sekarang.2. Visi, Misi dan TujuanVisi TK Bhayangkari XI Ciputat ialah:Anak adalah buah hati kita di mana setiap orang tua menginginkananak-anak kita menjadi anak yang tangguh dalam menghadapi tantanganhidup, kreatif dan terampil dalam hidup sehari-hari dan berharap menjadianak-anak yang dapat dibanggakan.Untuk mewujudkan harapan-harapan kita,maka berikanlah ilmu pengetahuan seluas-luasnya bagi mereka sejak dini.
    • 40Menyadari hal ini TK BHAYANGKARI XI CIPUTAT inginmewujudkan kreatifitas, keterampilan, dan pembelajaran kemandirian yangtelah kami sediakan.Misi TK Bhayangkari XI Ciputat ialah:a. Mengembangkan pola belajar yang kreatif dan mandiri.b. Mendorong anak untuk mengembangkan bakatnya, intelektual dandisiplin.c. Menciptakan suasana interaksi sosial anak pada lingkungannya.TujuanTerwujudnya kesejajaran dan keterpaduan langkah dan tindakan yangdilakukan oleh masing-masing pihak dalam rangka mewujudkan anak usiadini yang beriman dan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis.3. Sumber Daya ManusiaGuru merupakan sub sistem dari sistem pendidikan. Kualitas suatulembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh pendidiknya, karena pendidikmerupakan salah satu sumber belajar dan orang yang berhubungan langsungdengan peserta didik. Mengenai keadaan guru TK Bhayangkari XI Ciputatdapat dilihat pada tabel di bawah ini.
    • 41Tabel 3Data guru TK Bhayangkari XI CiputatNo Nama Status Pendidikan1 Supartien Kepsek SMA2 Widiawati GTY D I3 Neneng GTY D II4 Yuliana Lisbeth Wowor GTY D I5 Diana Rahak Ratat GTY SMA6 Dwi Sukma Ningsih GTY D II7 Dwi Yuni Hartanti GTY D II8 Hayati GTY D IISumber: Data dokumentasi TKBerdasarkan tabel di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikanterakhir guru-guru pada TK Bhayangkari XI kurang memenuhi standar guruTK berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Taman Kanak-Kanak. Karenadalam SPM disebutkan bahwa pendidikan guru TK sekurang-kurangnyaadalah DII-PGTK. Guru TK yang paling ideal adalah seorang profesionalyang terdidik dan terlatih baik, serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. Pengembangan potensi tenaga guru baik dengan pelatihan-pelatihan ataupun penataran-penataran masih perlu ditingkatkan, karenabagaimanapun profesionalisme seorang guru sangat menentukan berhasil atautidaknya pembelajaran yang ia berikan.Anak didik merupakan salah satu faktor dalam dunia pendidikan yangpaling penting, karena dengan adanya anak didik maka proses belajarmengajar dapat berjalan. Mengenai keadaan siswa TK Bhayangkari XICiputat dapat dilihat pada tabel berikut ini.
    • 42Tabel 4Data siswa TK Bhayangkari XI CiputatSiswaNo Kelasputera PuteriJumlah1 TK A 9 20 292 TK B 41 38 79Jumlah 50 58 108Sumber: Data dokumentasi TKRasio antara guru dengan jumlah siswa dalam satu kelas pada TKBhayangkari XI Ciputat yaitu 1:26. Sementara berdasarkan Standar PelayananMinimal Taman Kanak-Kanak bahwa jumlah anak didik dalam saturombongan belajar/ kelas maksimal 25 anak. Maka TK Bhayangkari XICiputat dalam hal ini kurang memenuhi standar SPM. Akan tetapiberdasarkan hasil wawancara pribadi dengan Kepala Sekolah TK BhayangkariXI Ciputat Ibu Supartien, bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya tenagapengajar di karenakan keterbatasan dari pihak Yayasan.Tabel 5Data tenaga non-guru pda TK Bhayangkari XI CiputatNo Nama Pendidikan Jenis Pekerjaan Status1 Anik SD Tukang Kebun danPembantu SekolahPTY2 Surya SD Penjaga Sekolah PTYSumber: Data dokumentasi TKApabila dilihat dari jumlah guru dan jumlah siswa pada TKBhayangkari XI ciputat, maka dengan jumlah tenaga non guru yang hanya duaorang sangat kurang memenuhi standar. Karena Taman Kanak-Kanakmerupakan program pendidikan anak usia dini, dimana sekolah seharusnya
    • 43menyiapkan beberapa tenaga pembantu. Selain itu, seharusnya pembantusekolah dan tukang kebun mempunyai tugas tersendiri. Apabila 1 orangmerangkap dua pekerjaan, maka hasilnya tidak maksimal.4. Sarana dan PrasaranaSarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secaralangsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Sedangkanprasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjangjalannya proses pendidikan atau pengajaran. Mengenai sarana dan prasaranayang ada di TK Bhayangkari XI Ciputat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Tabel 6Sarana Prasarana TK Bhayangkari XI CiputatNo Fasilitas Jumlah1 Bangunan Milik Sendiri2 Ruang Kepala TK 13 Ruang Guru 14 Ruang Tamu 15 Ruang Kelas 66 Ruang Lab 17 WC/ Kamar Mandi Guru/ Karyawan 18 WC/ Kamar Mandi Anak Didik 39 Ruang Penjaga TK -10 Aula/ Gedung Serbaguna -11 Halaman TK 112 Gudang 113 Dapur 114 Kantin TK -15 Perpustakaan -16 Tempat/ Ruang Tunggu Pengantar/ Penjemput 117 Musholla -18 Ruang UKS 119 Mobil Jemputan -
    • 4420 Mading hasil karya anak 6Tidak adanya fasilitas perpustakaan seharusnya menjadi hal yang harusmendapatkan perhatian khusus, baik bagi kepala sekolah maupun pihakYayasan. Karena bagaimanapun perpustakaan merupakan salah satu saranapendidikan menunjang yang wajib ada dalam suatu sekolah. Sarana danprasarana yang ada di TK Bhayangkari XI Ciputat dalam keadaan baik danlayak sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar.Sedangkan alat-alat permainan atau alat peraga pendidikan yang ada diTK Bhayangkari XI dapat dilihat pada tabel berikut ini.Tabel 7Alat permainan luar ruangan pada TK Bhayangkari XI CiputatNo Alat bermain di luar ruangan Jumlah1 Bak Pasir 12 Bak Air 13 Jungkat-jungkit 34 Ayunan 45 Papan Titian 16 Papan Luncur 37 Tangga Majemuk 18 Putaran -Tabel 8Alat bermain dalam ruangan TK Bhayangkari XI CiputatNo Alat bermain di dalam ruangan Jumlah1 Balok Bangunan Ada2 Puzzle Ada3 Pohon Hitung Ada4 Kotak Merjan Ada5 Papan Geometri Ada6 Papan Warna Ada7 Papan Bentuk & Ukuran Ada8 Alat Kesenian Ada
    • 45Alat permainan yang berada di luar ruangan pada TK Bhayangkari XIsudah cukup memadai. Untuk alat peraga dan bermain di dalam kelas sudahmemenuhi standar, karena pada setiap kelas sudah tersedia alat tersebut.Semuanya dalam keadaan baik dan layak.B. TK Patra V Pondok Ranji1. Sejarah Singkat Berdirinya TK Patra V Pondok RanjiTK Patra V Pondok Ranji berada di kawasan komplek pertamina di Jl.Pertamina Raya No.2 Komperta, kelurahan Pondok Ranji, kecamatan Ciputat,kabupaten Tangerang.TK Patra V Pondok Ranji didirikan di atas tanah dengan luas 1300 mpersegi, dengan luas bangunan 900 m persegi yang terdiri dari ruang kelas,kantor, dapur, perpustakaan, serta aula serbaguna.TK Patra V Pondok Ranji berdiri pada tanggal 1 juli 1980 di bawahYayasan Dharma Wanita Pertamina. Kemudian terjadi pembaharuan namaYayasan menjadi Yayasan BPTK Patra (Badan Pengelola Taman Kanak-kanak Patra) yang dipegang oleh kepengurusan Ibu Hudiono, sekretaris IbuAnggoro, bendahara Ibu Hj. Samhuri, seksi ketua harian Ibu Hj. Kamari,pengawas Ibu Dra. Tinil Suwarni, seksi logistik Ibu Huway, penanganan anakasuh Ibu Saherman.
    • 46Terdapat 6 TK Patra di Jakarta yang berada di bawah Yayasan BPTKPatra yaitu TK Patra 1-6, di mana semuanya berlokasi di komplek-komplekPertamina. Setiap TK Patra mempunyai koordinator masing-masing. UntukTK Patra V koordinatornya yaitu Ibu Sukomawati.TK Patra berada di kawasan komplek-komplek pertamina, yangutamanya dulu mengkhususkan bahwa anak-anak dari pegawai pertaminamempunyai wadah tersendiri untuk anak-anak usia Taman Kanak-kanak yangdikelola oleh Yayasan Dharma Wanita Pertamina. Pada awalnya TK PatraVdikhususkan untuk anak-anak dari pegawai pertamina, tetapi kemudian TKPatra tidak hanya memprioritaskan anak-anak pertamina saja yang akhirnyadapat menerima anak-anak dari luar pegawai pertamina.22. Visi, Misi dan MottoVisi TK Patra V Pondok Ranji ialah:Menjadikan TK yang berkualitas, unggul, menyenangkan, bernuansaIMTAK serta IPTEK untuk menciptakan generasi bangsa yang handal.Misi TK Patra V Pondok Ranji ialah:a. Meningkatkan kinerja sekolah.b. Menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, mandiri dengan suasanakelas yang kondusif.c. Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih dan indah.2Suwarsih, Kepala TK Patra V Pondok Ranji , Wawancara Pribadi, Pondok Ranji, 17 April2006
    • 47d. Meningkatkan kualitas guru melalui pembinaan, penataran serta pelatihan-pelatihan.Motto TK Patra V Pondok Ranji: “Kreatif, Mandiri, dan Menyenangkan”3. Sumber Daya ManusiaBerikut adalah keadaan guru pada TK Patra V Pondok Ranji dilihat daristatus kepegawaian dan tingkat pendidikan.Tabel 9Data guru TK Patra V Pondok RanjiNo Nama Status Pendidikan1 Suwarsih S. Pd Kepsek (PNS) S I2 Juarsih GTY SPGTK3 N. Fajriah Munawaroh GTY SPGTK4 Hj. E. Ine Intani PNS SPGTK5 Nena Danenah GTY D III6 Rosmawati GTY SPGTK7 Sayyidatun GTY PGTK8 Rima Trimalasari A. Md GTY D IIISumber: Data dokumentasi TKTabel diatas menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan guru TKPatra V Pondok Ranji kurang memenuhi standar pendidik. Akan tetapipengalaman mengajar guru diTK tersebut cukup lama, dan juga sudahmengikuti penataran-penataran ataupun bentuk kegiatan pengembangan guru.Bahkan berdasarkan wawancara pribadi dengan kepala sekolah TK Patra VPondok Ranji yaitu ibu Suwarsih, bahwa guru pada TK Patra V Pondok Ranjisudah ada yang melanjutkan kejenjang S1.
    • 48Anak didik merupakan salah satu faktor dalam dunia pendidikan yangpaling penting, karena dengan adanya anak didik maka proses belajarmengajar dapat berjalan. Mengenai keadaan siswa TK Patra V Pondok Ranjidapat dilihat pada tabel berikut ini.Tabel 10Data siswa tiga tahun terakhir TK Patra V Pondok RanjiTK A TK B JumlahTahunL P L P L PTotal2003 23 23 29 23 52 46 982004 24 29 20 30 44 59 1032005 27 19 20 27 47 46 93Sumber: data dokumentasi TKBerdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa selama tahun pelajaran2003 sampai 2005 jumlah siswa mengalami fluktuasi yaitu terjadinyapenurunan dan kenaikan jumlah siswa. Hal ini disebabkan oleh faktorekonomi orang tua.3Rasio antara guru dan siswa per kelas pada TK Patra V Pondok Ranjiyaitu 1:23. Sedangkan Standar Pelayanan Minimal Taman Kanak-Kanakbahwa rasio jumlah guru dan siswa per kelas/ rombongan belajar untukTaman Kanak-Kanak maksimal yaitu 25 siswa. Berdasarkan SPM tersebut,maka TK Patra V Pondok Ranji, rasio antara guru dan jumlah siswaperkelasnya sudah memenuhi standar SPM.3Suwarsih S.Pd, Kepala TK Patra V Pondok Ranji, Wawancara Pribadi, Pondak Ranji,17April 2006
    • 49Tabel 11Data tenaga non-guru pada TK Patra V pondok RanjiNo Nama Pendidikan Jenis Pekerjaan Status1 M. Agan SD Tukang Kebun PTY2 Tarmini SMP Pembantu Sekolah PTY3 Mahpudin SMP Pembantu Sekolah PTYSumber: Data dokumentasi TKTenaga non guru pada TK Patra V Pondok Ranji yaitu berjumlah 3orang. 1 orang untuk tukang kebun, dan 2 orang untuk pembantu sekolah.Apabila dilihat dari jumlah guru dan siswa, maka TK Patra V Pondok Ranjicukup untuk memenuhi standar.4. Sarana dan PrasaranaSarana dan prasarana sangat penting untuk meningkatkan mutupendidikan pada suatu sekolah, baik dalam pencapaian program belajarmengajar, tujuan sekolah dan tujuan pendidikan nasional. Adapun sarana danprasarana yang menunjang efektifitas belajar siswa/i di TK Patra V PondokRanji adalah sebagai berikut:Tabel 12Sarana Prasarana TK Patra V Pondok RanjiNo Jenis Bangunan/ Barang Jumlah1 Bangunan Milik Sendiri2 Ruang Kepala TK 13 Ruang Guru 14 Ruang Tamu 15 Kantin TK -6 WC/ Kamar Mandi Guru/ Karyawan 17 WC/ Kamar Mandi Anak Didik 38 Ruang Penjaga TK 1
    • 509 Aula/ Gedung Serbaguna 110 Halaman TK 111 Gudang 112 Dapur 113 Tempat/ Ruang Tunggu Pengantar/ Penjemput 114 Perpustakaan 115 Ruang Kelas 516 Ruang Lab 117 Musholla 118 Ruang UKS 119 Mobil Jemputan 220 Mading hasil karya anak 9Secara umum, kondisi sarana dan prasarana pada TK Patra V cukupterawat dengan baik. Keadaan sekolah yang asri dan bersih jelas terlihat ketikapenulis melakukan observasi. Fasilitas perpustakaan yang sudah cukuplengkap, dengan koleksi buku + 450 buku, 100 buku untuk buku guru dan 350buku untuk buku anak didik (buku cerita bergambar, buku gambar berseri).Hanya saja, masih ada kelengkapan yang kurang. Misalnya, sekolah belummemiliki tenaga perpustakaan sendiri, jadi masih ditangani oleh guru-guru.Masalah dana adalah alasan yang digunakan di TK Patra V tersebut.Sedangkan alat-alat permainan yang ada di TK Patra V dapat dilihat padatabel di bawah ini.Tabel 13Alat permainan luar ruangan TK Patra V Pondok RanjiNo Alat bermain di luar ruangan Jumlah1 Bak Pasir 12 Bak Air 13 Jungkat-jungkit 34 Ayunan 6
    • 515 Papan Titian 16 Papan Luncur 27 Tangga Majemuk 28 Putaran 2Tabel 14Alat permainan dalam ruangan TK Patra V Pondok RanjiNo Alat bermain di dalam ruangan Jumlah1 Balok Bangunan Ada2 Puzzle Ada3 Pohon Hitung Ada4 Kotak Merjan Ada5 Papan Geometri Ada6 Papan Warna Ada7 Papan Bentuk & Ukuran Ada8 Alat Kesenian AdaPada setiap kelas sudah dilengkapi alat-alat peraga pendidikan/permainan, sehingga anak didik dapat belajar kreatif. Sementara untuk alatpermaianan yang berada diluar ruangan sudah tersedia dengan cukup lengkapdengan jumlah yang cukup berdasarkan jumlah siswa yang ada.Alat peraga pendidikan/permainan anak baik yang berada di dalamruangan maupun di luar ruangan pada TK Patra V semuanya dalam keadaanbaik dan terawat dengan penempatan yang apik dan rapih.
    • 52C. Implementasi Manajemen Kurikulum TK Bhayangkari XI Ciputat dan TKPatra V Pondok RanjiDalam pelaksanaannya, TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji kepala sekolah diberi wewenang untuk melakukan kegiatankurikulum sekaligus mengevaluasi kurikulum, yang pada tataran teoritissebenarnya didelegasikan kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum.Sementara itu pelaksana kurikulum adalah guru-guru dalam kegiatan belajarmengajar.1. Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar TKBhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranjia. PerencanaanPerencanaan kegiatan belajar mengajar di kedua TK tersebut sudahterlaksana dengan baik, yaitu dibagi atas: Perencanaan Tahunan danSemester, Perencanaan Mingguan (SKM), dan Perencanaan Harian(SKH).Sebelum dilakukan proses belajar mengajar, guru harus melakukanbeberapa persiapan di antaranya yaitu membuat SKH yang isinyamencakup pembukaan, kegiatan inti dengan tema yang akan diberikan,jenis permainan dan media/ alat yang akan digunakan, istirahat hinggapenutup.44Sayyidatun, , Guru TK Patra V Pondok Ranji, Wawancara Pribadi, Pondok Ranji, 11 April2006
    • 53Seorang guru harus selalu siap dengan segala tanggung jawab yangharus ia laksanakan, di samping sebagai seorang guru atau pendidik disekolah juga harus memperhatikan tugas tertulisnya yaitu membuatperencanaan belajar agar dalam pelaksanaannya dapat terealisasi denganbaik berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal perencanaan dikedua TK tersebut ialah:1) Pada TK Bhayangkari XI Ciputat, pembuatan SKM dan SKH harusmenjadi perhatian bagi setiap guru dalam melakukan kegiatan belajarmengajar. Keberadaan hal tersebut harus dijadikan dokumentasi gurusebagai acuan untuk menuju kearah yang lebih baik.2) Pada TK Patra V Pondok Ranji, walaupun SKM dan SKH sudahdisusun tetapi dalam pelaksanaannya tidak bersifat kaku, sehinggakreatifitas guru dapat berkembang.b. PelaksanaanKegiatan belajar mengajar di TK Bhayangkari XI Ciputat adalah 2jam 30 menit/ hari, yang dimulai pada Pukul. 07.30-10.00 WIB denganhari efektif belajar yaitu hari Senin sampai Sabtu.Hari efektif belajar di TK Patra V adalah 5 hari, yaitu hari Seninsampai Jumat. Lama belajar di TK Patra V adalah 3 jam, ditambah dengan1 jam untuk kegiatan ekstrakurikuler pada hari yang sudah ditentukan bagianak yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan belajar dimulai pada
    • 54Pukul. 07.30-10.30 WIB. Sedangkan bagi yang mengikuti kegiatanekstrakurikuler, setelah selesai belajar langsung masuk ke dalam kelasekstrakurikuler dan pulang kurang lebih Pukul. 11.30 WIB.TK Bhayangkari XI Ciputat menggunakan kurikulum Diknas tahun2004 dan pelaksanaannya dipadukan dengan sistem CRI (Children’sResources International). Dengan sistem tersebut, anak-anak bebasmemilih area belajar yang ia sukai, jadi proses pembelajaran anak tidakada paksaan dan tekanan dari gurunya untuk berada pada area yang sudahditentukan.Taman Kanak-kanak Patra menggunakan sistem belajar yang lebihmengutamakan keaktifan dan kreatifitas anak, dengan metode belajarsambil bermain, bermain seraya belajar dan menggunakan kurikulum2004, standar kompetensi TK/RA dari Diknas. Kegiatan belajar berpusatpada anak dengan sistem 10 area, antara lain: area Agama, Bahasa,Membaca, Menulis, Seni, Musik, Balok, Matematika, IPA, Drama, Pasirdan Air dan kegiatan di luar kelas.Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berdasarkan SKHyang telah dibuat di TK Bhayangkari XI Ciputat, guru mengatur kelassedemikian rupa sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secaraberkelompok (kecil) maupun perorangan. Guru memberikan kebebasankepada anak untuk memilih area yang lebih ia sukai berdasarkan minatdan kemampuannya, di samping itu guru juga tidak selalu membiarkan
    • 55anak untuk bermain di satu area saja tetapi mengingatkan anak untukberpindah ke area lain agar tidak mematikan kreativitas anak.5TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranjimelaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan membiarkan anak secaraaktif melalui kegiatan bermain. Karena yang terpenting adalahmengusahakan agar anak tetap aktif, berbuat dan menemukan kegiatanyang sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuannya.Berikut ini adalah jenis kegiatan ekstrakurikuler yang ada pada TKBhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji ditinjau dari jenisdan waktunya.Tabel 15Kegiatan ekstrakurikuler pada TK Bhayangkari XI CiputatNo Jenis Kegiatan Waktu1 Melukis Selasa2 Berenang Senin3 Drum Band SabtuTabel 16Kegiatan ekstrakurikuler pada TK Patra V Pondok RanjiNo Jenis Kegiatan Waktu1 Bahasa Inggris Selasa2 Menari Rabu3 Melukis Senin4 Berenang Kamis5 Agama Islam Jumat6 Agama Kristen Jumat7 Drum Band KamisSumber: data dokumentasi TK5Widyawati, , Guru TK Bhayangkari XI Ciputat, Wawancara Pribadi, Ciputat, 01 Mei 2006
    • 56Dari kedua tabel di atas, jelas terlihat perbedaan kegiatanekstrakurikuler antara TK Bhayangkari XI dan TK Patra V. Pada TK PatraV, bahasa Inggris dan pelajaran Agama (Islam dan Kristen) dimasukkanke dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan alasan keterbatasan waktu.Sementara untuk TK Bhayangkari XI, selain tidak adanya kegiatanekstrakurikuler menari, bahasa Inggris dan Agama termasuk ke dalamkegiatan intrakurikuler.Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di TK Bhayangkari XImenggunakan waktu yang seharusnya untuk kegiatan intrakurikuler yaitupada hari Sabtu pada jam belajar. Sedangkan pada TK Patra V jelas bahwawaktunya pun sudah terjadwal tanpa mengganggu dan menggunakanwaktu efektif bermain dan belajar.Berdasarkan hasil observasi penulis di lapangan, TK BhayangkariXI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji memang sudah banyakmengukir prestasi. Hal itu dapat dilihat dari sekian banyaknya PiagamPenghargaan dan Piala-piala yang terpajang di kantor kepala sekolah.Prestasi yang pernah dicapai oleh siswa TK Bhayangkari XI Ciputattahun 2006 di antaranya lomba Poco-poco di POLDA meraih juara III,lomba baca puisi di POLDA juara II, lomba geometri di IGTK Ciputatjuara I, lomba menari tikus di Ancol juara I, lomba mozaik di IGTKCiputat juara I dan masih banyak lagi prestasi lainnya.
    • 57Prestasi siswa TK Patra V Pondok Ranji pun tidak sedikit, diantaranya yaitu lomba menyanyi PORSENI se-kecamatan Ciputat juara I,lomba permainan angka PORSENI tahun 2005 juara I, lomba permainangeometri se-kecamatan Ciputat juara I tahun 2005, lomba kolase antarsekolah TK se-kecamatan Ciputat juara I & II, dan masih banyak lagiprestasi lainnya.Dari kedua TK tersebut dapat diketahui, bahwa pelaksanaankegiatan ekstrakurikuler dan keikutsertaan siswa TK berjalan dengan baik.Selain itu, perlu diperhatikan pengadaan tenaga pelatih yang profesionaldalam pembinaan kegiatan ekstrakurikuler.Dari deskripsi diatas, dapat diketahui kekuatan dan kelemahan dalamhal pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dikedua TK tersebut yaitu:1) Pada TK Bhayangkari XI Ciputat, tidak adanya jadwal yang jelasuntuk kegiatan ekstrakurikuler, sehingga dalam pelaksanaannya kerapmenggunakan waktu belajar anak. Sebagai contoh, dalam kegiatanekstrakurikuler drumband yaitu menggunakan jam belajar pada hariSabtu pada jam belajar efektif. Selain itu, kurang kondusifnya kegiatanbelajar mengajar karena tidak teraturnya wali murid yang menungguanaknya dengan tidak memanfaatkan ruang tunggu.2) Pada TK Patra V Pondok Ranji, pelaksanaan kegiatan belajarmengajar sangat kondusif. Selain letrak gedung yang cukup jauh dari
    • 58keramaian lalu lintas, orang tua yang menunggu anaknya pun terlihattertib di ruang tunggu sehingga tidak mengganggu proses belajar anak.2. Materi belajar TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanjiTK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji sama-samamenggunakan kurikulum 2004 sistem kurikulum berbasis kompetensi, hanyasaja dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya yang berbeda. Karena diTK Bhayangkari XI menggunakan sistem CRI yang melibatkan keluarga atauorang tua di kelas, sedangkan di TK Patrra V dalam proses belajar mengajar,orang tua/ keluarga tidak diikutsertakan dalam kelas-kelas.Berikut ini adalah kegiatan intrakurikuler di TK Bhayangkari XICiputat:Tabel 17Kurikulum TK Bhayangkari XI CiputatALOKASIWAKTUSmt TEMATK A TK BI 1. Diri Sendiri (Aku dan Panca Indera) 4 42. Lingkunganku (Keluargaku, Rumahku danSekolah)3 33. Kebutuhanku (Makanan, Minuman, Pakaian,Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan)7 74. Binatang 3 35. Taman 3 3II 6. Rekreasi (Kendaraan, Pesisir dan Pegunungan) 5 57. Pekerjaan 3 38. Air, Udara dan Api 2 29. Alat Komunikasi 1 110. Tanah Airku (Negaraku, Kehidupan di kota 4 4
    • 59dan Kehidupan di desa)11. Alam Semesta (Matahari, Bulan, Bintang,Bumi, Langit dan Gejala Alam)3 3Jumlah 38 38Tabel 18Kurikulum TK Patra V Pondok RanjiALOKASIWAKTUSmt TEMATK A TK BI 1. Diri Sendiri (Aku dan Panca Indera) 3 32. Lingkunganku (Keluargaku, Rumahku danSekolah)4 43. Kebutuhanku (Makanan, Minuman, Pakaian,Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan)4 44. Binatang 3 35. Taman 3 3II 6. Rekreasi (Kendaraan, Pesisir dan Pegunungan) 4 47. Pekerjaan 3 38. Air, Udara dan Api 2 29. Alat Komunikasi 3 310. Tanah Airku (Negaraku, Kehidupan di kotadan Kehidupan di desa)3 311. Alam Semesta (Matahari, Bulan, Bintang,Bumi, Langit dan Gejala Alam)3 3Jumlah 35 35Berdasarkan kedua tabel di atas, jelas terlihat pada jumlah alokasiwaktu dalam satu tahun pelajaran (2 Semester) yaitu pada TK Bhayangkari XIlebih banyak 4 minggu dari standar kurikulum Taman Kanak-kanak,sedangkan pada TK Patra V hanya lebih satu minggu. Karena berdasarkanketentuan kurikulum untuk Taman Kanak-kanak dari Diknas, minggu efektif
    • 60dalam satu tahun pelajaran adalah 34 minggu dengan jam belajar efektif perhari adalah 2,5 jam (150 menit).Penetapan minggu efektif pada TK Bhayangkari XI Ciputat tidakterealisasi dengan baik, karena kurangnya manajemen waktu. Untuk TK PatraV Pondok Ranji, dalam hal pengadaan dan penyajian materi berdasarkankurikulum yang sudah ada lebih terencana sehingga materi yang sudah adatersampaikan kepada anak didik.3. Metode Pengajaran TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok RanjiBerdasarkan hasil wawancara dengan guru di TK Bhayangkari XICiputat bahwa metode mengajar yang digunakan harus bervariasi, diantaranyayaitu metode Tanya jawab, permainan, becerita, karya wisata, bernyanyi danlain sebagainya. Tetapi metode yang paling disenangi oleh anak-anak yaitumetode bercerita. Karena pasalnya bahwa dengan menggunakan mediaapapun, apabila diawali dengan bercerita, anak-anak pasti merasa senang.6Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya dipadukan dengan sistembelajar CRI (Children’s Resources International) yaitu sistem pembelajaranyang berpusat pada anak, di mana dalam pelaksanaannya melibatkan peranorang tua untuk ikut serta dalam kelas-kelas, yang sudah diatur berdasarkanjadwal.6Widyawati, Guru TK Bhayangkari XI Ciputat, Wawancara Pribadi, Ciputat, 01 Mei 2006
    • 61Pada TK Patra V Pondok Ranji, kegiatan belajar lebih mengutamakankeaktifan dan kreatifitas anak dengan metode belajar sambil bermain, bermainseraya belajar.7Sama seperti pada TK Bhayangkari XI, guru di TK Patra Vjuga menggunakan metode belajar yang bervariasi tergantung tema, situasidan kondisi anak-anak.8Metode bervariasi digunakan untuk menghindarikebosanan dan kejenuhan anak dalam belajar. Metode karyawisata yangpernah dilakukan TK Patra V Pondok Ranji di antaranya yaitu outing kegelanggang samudera Ancol (TMII), kunjungan ke pabrik roti “BananaCake”, kunjungan ke MC. Donald. Selain itu, TK Patra V Pondok Ranji jugasudah melakukan kerjasama dengan lembaga non-pendidikan lain diantaranya yaitu dengan puskesmas dan polisi (POLSEK) dengan tema “PolisiSahabat Anak”.Walaupun TK Bhayangkari XI Ciputat sudah menggunakan sistembelajar CRI (Children’s Resources International), yaitu sistem pembelajaranyang berpusat pada anak dengan mengikut sertakan wali murid dalam kelas-kelas, tetapi dalam pelaksanaannya sangat jarang sekali wali murid datang danmasuk kedalam kelas untuk turut serta dalam kegiatan belajar anak.7Suwarsih, Kepsek TK Patra V Pondok Ranji, Wawancara Pribadi, Pondok Ranji, 17 April20068Sayyidatun, Guru TK Patra V Pondok Ranji, Wawancara Pribadi, Pondok Ranji, 11 April2006
    • 62TK Patra V Pondok Ranji harus lebih kreatif dalam memilih danmenggunakan metode belajar supaya dalam proses pembelajarannya anaktidak cepat merasa bosan dan jenuh.4. Media Belajar TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanjiMedia belajar pada TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji terdapat sepuluh media belajar berdasarkan area. Berikut adalahmedia belajar pada TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanji.Tabel 19Media belajar pada TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji.No Media Belajar/ Area TK Bhayangkari XICiputatTK Patra VPondok Ranji1 Media Baca Tulis Ada Ada2 Media Berhitung/MatematikaAda Ada3 Media IPA & SAINS Ada Ada4 Area Bahasa Ada Ada5 Area Drama Ada Ada6 Area Musik Ada Ada7 Area Seni Ada Ada8 Area Balok Ada Ada9 Area Pasir dan Air Ada Ada10 Area Agama Ada AdaBerdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan di TKBhayangkari XI Ciputat, dari segi pengadaan peralatan bermain sudah cukuplengkap untuk standar Taman Kanak-Kanak, hanya saja perlu diperhatikan
    • 63dalam hal penataannya sehingga anak merasa nyaman ketikamenggunakannya. Sedangkan di TK Patra V Pondok Ranji, media belajarpada masing-masing area sudah dilengkapi dengan penataan yang cukuprapih. Hal tersebut dapat membuat anak nyaman ketika berada didalamruangan.Media belajar merupakan bagian dari sumber belajar dimana termasukjuga alat permainan untuk memberikan informasi maupun berbagaiketerampilan kepada murid maupun guru antara lain buku referensi, bukucerita, gambar-gambar, nara sumber, benda atau hasil-hasil budaya dansebagainya.Perpustakaan berfungsi sebagai jantung sekolah yang di dalamnyaberisi berbagai informasi yang dapat membantu mengembangkan diri sertiaporang. Pada TK Bhayangkari XI Ciputat, fasilitas perpustakaan tidak tersedia.Akan tetapi, pada setiap kelas disediakan rak buku kecil yang mereka sebutperpustakaan mini dengan jumlah buku yang sangat terbatas, sehinggakreatifitas anak kurang berkembang. Selain itu, media elektronik sepertitelevisi tidak ada, padahal media tersebut sangat membantu dalam menambahpengetahuan anak terutama dari segi visualisasi, misalnya tentang perilakubinatang laut, binatang buas, dan lain sebagainya.TK Patra V Pondok Ranji mempunyai tempat khusus untuk apotikhidup. Itu merupakan salah satu tempat belajar ilmiah untuk anak dalammengenal berbagai macam bentuk dan kegunaan rempah-rempah. Selain itu,
    • 64TK Patra V Pondok Ranji menyediakan perpustakaan yang cukup lengkapdengan koleksi buku + 500 buku. Tetapi, TK Patra V belum mempunyaitenaga perpustakaan khusus, yang sementara masih dipegang oleh guru.5. Sistem Evaluasi TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra V PondokRanjiSistem evaluasi yang digunakan pada TK Bhayangkari XI Ciputatdiantaranya yaitu dengan melakukan pengamatan langsung, yang kemudiandimasukkan ke dalam buku pengamatan anak setiap harinya, evaluasi hanyauntuk anak-anak yang menonjol saja. Kemudian untuk catatan anekdot,sedikitnya satu observasi/ pengamatan dilakukan setiap 6 minggu sekali ataupada saat guru melihat perubahan tingkah laku anak yang signifikan/ berarti.Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan sikapanak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kegiatansehari-hari secara terus-menerus. Sedangkan pencatatan anekdot merupakansekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu.Pada TK Patra V Pondok Ranji, evaluasi dilakukan dengan caramengobservasi anak dalam kegiatan bermain dan belajarnya. Evaluasidilakukan setiap hari setelah selesai proses belajar mengajar yang meliputiaspek pembiasaan, kognitif, fisikmotorik, seni, bahasa yang dimasukkan padaSatuan Kegiatan Harian. Sementara untuk laporan perkembangan anak kepadaorang tua yaitu dalam bentuk Buku Laporan Pribadi (Raport) yang diberikanpada setiap semester, yang penilaiannya berbentuk narasi.
    • 65Sementara untuk alat penilaian yang digunakan oleh TK BhayangkariXI Ciputat dan TK Patra V Pondok Ranji untuk memperoleh gambaranperkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain:a. Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yangdapat menggambarkan sejauh mana keterampilan anak berkembang.b. Unjuk Kerja (Performance) merupakan penilaian yang menuntut anakuntuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnyapraktek menyanyi, olah raga dan memperagakan sesuatu.c. Penugasan (Project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yangmemerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaannya. Misalnyamelakukan percobaan dengan menanam biji-bijian.d. Hasil Karya (Product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukansuatu kegiatan.Pada dasarnya proses penilaian yang dilakukan pada kedua TKtersebut sama dengan penilaian yang dilakukan TK pada umumnya. Hanyasaja perbedaannya terletak pada waktu dan bagaimana guru tersebutmelaksanakan evaluasi secara teliti dan komprehensif. Dalam hal ini, gurudituntut untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, khususnyadalam melakukan evaluasi perkembangan anak.
    • 66BAB VPENUTUPA. KesimpulanDari hasil penelitian mengenai Manajemen Kurikulum Pendidikan AnakUsia Dini yang dilaksanakan di TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:1. Implementasi manajemen kurikulum di TK Bhayangkari XI Ciputat telahberjalan cukup baik. Aspek-aspek manajemen kurikulum seperti perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi dibuat dan dilaksanakan. Akan tetapi aspekpengawasan tidak dibuat perencanaan terlebih dahulu yaitu hanya bersifatinsidental. Meskipun demikian, di TK Bhayangkari XI Ciputat telahmenggunakan metode belajar CRI (Children’s Resources International) yaitusistem belajar yang berpusat pada anak yang melibatkan peran orang tuasecara langsung dalam proses belajar di kelas. Media yang di gunakan dalamproses belajar mengajar terbagi dalam 10 area belajar yang masing-masingnyadi lengkapi dengan media yang cukup memadai. Alat evaluasi yang digunakan adalah Portofolio, unjuk kerja (Performance), Penugasan (Project)dan hasil karya anak.2. Pada TK Patra V Pondok Ranji, secara keseluruhan manajemennya baik.Aspek kurikulum dari mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hinggaevaluasi sudah dibuat dan dilaksanakan. Sama seperti TK Bhayangkari XI,
    • 67TK Patra V Pondok Ranji memanfaatkan tema sebagai materi pembelajaranberdasarkan kurikulum diknas sistem KBK. Media yang di gunakan terbagidalam 10 area belajar. Pada masing-masing area tersebut sudah di lengkapidenan media belajar yang menunjang proses pembelajaran anak. Metodebelajar yang di terapkan yaitu belajar sambil bermain, bermain seraya belajaryang lebih mengutamakan keaktifan dan kreativitas anak. Evaluasi dilakukandengan pengamatan (observasi), catatan anekdot dan penugasan. TK Patra VPondok Ranji berusaha menerapkan sistem pendidikan anak usia dini yangsebenarnya.3. Rekapitulasi hasil penelitian di dua objek penelitianNo KomponenTK BhayangkariXI CiputatTK Patra VPondok Ranji1 Perencanaana. Program pengajarantahunan dan semesterb. SKH dan SKMc. Program evaluasiDilaksanakanDibuat dandilaksanakanDibuat dandilaksanakanDibuat dandilaksanakanDibuat dandilaksanakanDibuat dandilaksanakan2 Pelaksanaana. Pengorganisasian siswadan pengkondisian kelasb. Penyajikan materi sesuaidengan alokasi waktuc. Penggunaan metode danmedia yang efektif danefisienDilaksanakanDilaksanakanDilaksanakanDilaksanakanDilaksanakanDilaksanakan3 Pengawasan pelaksanaanprogram kurikulumInsidental dandilaksanakanTerencana dandilaksanakan4 Evaluasi program kurikulum Dilaksanakan Dilaksanakan
    • 68B. SaranBerdasarkan pada kesimpulan skripsi ini, beberapa saran yang akandisampaikan adalah:1. Bagi TK Bhayangkari XI Ciputat, hendaknya melaksanakan seluruh aspekmanajemen kurikulum khususnya pengawasan. Pengawasan harus dilakukansecara terencana dan berkesinambungan. Selain itu, manajemen administrasisekolah masih perlu dibenahi. Data-data tertulis penting untuk memantauperkembangan sekolah dan pencapaian tujuan dari program yang telahdisusun.2. Bagi TK Patra V Pondok Ranji, kerjasama dengan orang tua siswa perluditingkatkan, karena hal itu sangat mempengaruhi tingkat perkembangan padaanak didik.3. Bagi Yayasan yang menaungi TK Bhayangkari XI Ciputat dan TK Patra VPondok Ranji hendaknya melengkapi kekurangan jumlah tenaga pengajar danmengadakan program pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkanpotensi guru.4. Bagi pemerintah, hendaknya memberikan bantuan dan pembinaan secaraberkala dan berkesinambungan sebagai upaya peningkatan kualitaspendidikan anak usia dini.
    • 69DAFTAR PUSTAKAArikunto, Suharsimi, Prosedur Penilaian, Jakarta, Rineka Cipta, 1993, Cet. ke-20Atmodiwiro, Soebagio, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta, Ardadizya Jaya,2000, Cet. ke-1Bahri Djamarah, Syaiful, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta,Rineka Cipta, 2000Departemen Pendidikan Nasional, Kurikulum 2004 Kerangka Dasar (Taman Kanak-Kanak dan Raudlatul Athfal (TK & RA)), Jakarta, Depdiknas, 2004Fajar, Maulana, Haji, Mendidik Anak Sejak Dini Menuju Anak yang Kreatif,Surabaya, Jawara Offset, 2002Fuaddudin, dan Sukama Karya, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, Jakarta,Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan UT, 1995Hasibuan, Malayu SP, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta, CV. HajiMasagung, 1994, Cet. ke-4___________________, Manajemen (Dasar, Pengertian dan Masalah), Jakarta, CV.Haji Masagung, 1993Indrakusuma, Amir Daien, Drs, Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya, PenerbitUsaha Nasional, 1973Isawi, Abdurrahman, Serial Psikologi Islam (Anak Dalam Keluarga), Jakarta, StudiaPress, 1994, Cet. ke-1Magazine, Mahjubah, Terj. Yudi, Kurniawan, Pendidikan Anak Sejak Dini HinggaMasa Depan, Jakarta, CV. Firdaus, 1993Megawangi, Ratna, et. al., Pendidikan Yang Patut dan Menyenangkan, Jakarta,Indonesia Heritage Foundation, 2004, Cet. ke-1Moeslichatun R., M. Pd, Dra, Metode Pengajaran Di Taman Kanak-Kanak, Jakarta,PT Rineka Cipta, 2004, Cet. ke-2Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, PT Remaja RosdaKarya, 2004, Cet. ke-20
    • 70Munandar, SC Utami, Dr., Prof., Psikologi Perkembangan Pribadi dari bayi SampaiLanjut Usia, Jakarta, Penerbit UI, 2001Nurdiyantoro, Burhan, Dasar Pengembangan Kurikulum TK, Jogjakarta, BPFE, 1985Patmonodewo, Soemiarti, DR, Pendidikan Anak Prasekolah, Jakarta , PenerbitRineka Cipta, 2003, Cet. ke-2Purwanto, M Ngalim, MP, Drs, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung,Rosda Karya, 2004, Cet. ke-14Rahman, Hibana S, M. Pd, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Jogjakarta,PGTKI PressRiyanto, Theo, FIC dan Handoko, Martin, FIC , Pendidikan Pada Usia Dini, Jakarta,Grasindo, 2004Sabri, Alisuf, H.M, Drs, Ilmu Pendidikan, Jakarta, CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1999Sudjana, S, SPd, Med, Phd, H.D, Prof, Manajemen Program Pendidikan untukPendidikan Luar Sekolah dan Pengembangan SDM, Bandung, Penerbit FalahProduction, 2000Sudono, Anggani, Sumber Belajar dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini,PT Grasindo, 2000, Cet. ke-1Syaodih Sukmadinata, Nana, Pengembangan Kurikulum (Teori dan Praktek),Bandung, Remaja Rosda Karya, 2004Tangyong, Agus F, dkk, Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak, Jakarta, PTGramedia Widiasarana Indonesia, 1994, Cet. ke-2Tim Dosen FIP- IKIP Malang, Pengantar Dasar-dasar Kependidikan, Surabaya,Penerbit Usaha Nasional, 1981Undang-undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional