Mengenal Gua Karst
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Mengenal Gua Karst

  • 3,714 views
Uploaded on

Mengenal Gua Karst, buku pendidikan lingkungan hidup untuk anak, mengenal alam. ...

Mengenal Gua Karst, buku pendidikan lingkungan hidup untuk anak, mengenal alam.

Sebuah gua bisa memiliki jalan masuk yang sempit kemudian melebar ke ruang yang lebih luas, atau jalan masuk yang sangat lebar, tetapi dibelakangnya hanya dapat dimasuki dalam jarak pendek saja.

Beberapa gua mempunyai sungai-sungai kecil yang mengalir di dalamnya, yang disebut sungai aktif.

More in: Education , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
3,714
On Slideshare
3,714
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
84
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. http://khatulistiwa.info 1
  • 2. MENGENAL GUA Disusun Oleh: Move IndonesiaPusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Trawas, Mojokerto 2007http://khatulistiwa.info 2
  • 3. MENGENAL GUAJudul Buku : Mengenal GuaJumlah Halaman : 48 HalamanDicetak Oleh : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman – Trawas – MojokertoE-book oleh : Move IndonesiaTim Penulis : Divisi Penulisan & Multimedia Move Indonesia Divisi Penerbitan dan Dokumentasi Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) SelolimanPenyunting : Bachtiar DM, Ulfah Hidayati, Anggara WidjajantoFoto/Gambar: Berbagai sumberhttp://khatulistiwa.info 3
  • 4. MENGENAL GUADAFTAR ISIPENDAHULUAN………………………………………………….…….4BAB I GUA DAN EKOSISTEM DIDALAMNYA...................................................................5BAB II GUA DI INDONESIA…………………………….30BAB III ASYIKNYA MENYUSURI GUA….……37PENUTUP.....................................................................44DAFTAR PUSTAKA...................................................47http://khatulistiwa.info 4
  • 5. PENDAHULUANPernahkah Adik-Adik memasuki sebuah gua?Kalau belum, bayangkan saja kita sekarang iniberada di depan sebuah gua. Lalu, bagaimana kitamasuk ke dalamnya? Sebuah gua bisa memilikijalan masuk yang sempit kemudian melebar keruang yang lebih luas, atau jalan masuk yangsangat lebar, tetapi dibelakangnya hanya dapatdimasuki dalam jarak pendek saja. Beberapa guamempunyai sungai-sungai kecil yang mengalir didalamnya, yang disebut sungai aktif, sedangdisamping itu ada juga sungai kering yangmerupakan peninggalan masa silam, disebut nonaktif atau disebut juga sebagai sungai fosil.Sedangkan untuk mempelajari gua tersebut kitaharus mengenal ciri-cirinya dahulu.http://khatulistiwa.info 5
  • 6. BAB I GUA DAN EKOSISTEM DIDALAMNYAGua merupakan ekosistem alami sederhana yangsangat bermanfaat untuk memahami keterkaitanekologis, untuk pengaturan dan permurnian air.Untuk hasil-hasil yang bernilai ekonomis sepertipupuk dan sarang burung yang dihasilkannya..Gua memiliki berbagai kelebihan bila dibandingkandengan ekosistem lain dalam hal potensinya untukditeliti dan dipelajari. Hal tersebut terjadikarena batas-batasnya jelas dan kebanyakan jenismakhluk penghuninya, dapat diteliti dengan mudahbagaimana ciri-cirinya dan bagaimana makhlukhidup tertentu bisa tinggal di dalamnya.Pengamatan dan penelitian itu bisa dilakukan baikdi laboratoriun atau bahkan di gua itu sendiri.A. CIRI-CIRI SEBUAH GUA DIBEDAKANOLEH APA?Pembedaan ciri-ciri gua tersebut selainditentukan oleh:Batas-batas yang jelas, Ruang yang tertutup,Pengaruh kegelapan, Suhu dan kelembaban sertaAliran udara yang stabil. Gua berdasar ciri-cirinya terutama dibedakan oleh:http://khatulistiwa.info 6
  • 7. 1. PENGARUH HIDROLOGI 2. SUHU, KELEMBABAN, & KARBONDIOKSIDA 3. HEWAN-HEWAN YANG TINGGAL DI DALAMNYANah, hal-hal itulah yang membedakan antara guayang satu dengan gua yang lain, sehinggaterlihatlah ciri-ciri gua masing-masing danmerupakan ciri khas suatu gua. Variasi dalam cirikhas antara gua yang satu dengan gua yanglainnya, membentuk berbagai macam habitat yangmenentukan tipe, jenis, dan cara hidup sertajumlah binatang yang tinggal di dalamnya. Karenadari pembedaan ciri-ciri tersebut akanmenentukan hewan apasaja yang tinggal didalamnya, juga dari hal itu akan diketahuibagaimana sebuah gua terbentuk.1. Pengaruh HidrologiDaerah batu kapur karst dicirikan oleh pengaruhair ke dalam tanah atau batuan secara cepat. Airluapan ini berasal dari daratan yang tidakmencapai sungai, dan dari gerakan air memanjangdi dalam tanah. Seperti diuraikan sebelumnya, airmerembes ke dalam tanah dan memperlebar celahdi dalam batuan, kemudian muncul sebagai mataair. Misalnya Gua di Gombong dan Karang Bolong.Daerah batu kapur di Karangbolong dan Gombonghttp://khatulistiwa.info 7
  • 8. merupakan daerah penampungan air yang sangatluas. Susunan kimia air yang merembes ke dalamgua bergantung kepada kapasitas air untukmelarutkan batuan dan endapan, laju pelarutanmineral, serta laju dan endapan kalsium karbonatalami melalui evaporasi dan pengikisan. Air yangmerembes ke dalam gua menunjukkan berbagaivariasi susunan zat kimia yang ditentukan olehfaktor-faktor tersebut dan kontak dengan guanoyang ada di lantai gua. Gambar 1.1 Lorong Menuju ke Dalam Gua.2. Suhu, Kelembaban, & KarbondioksidaPeranan dinding dan langit-langit gua sebagaipenyekat secara baik menjadi penyangga variasisuhu harian dan kelembaban di luar gua. Denganhttp://khatulistiwa.info 8
  • 9. demikian kondisi di dalam gua menjadi stabil darihari ke hari, terutama di bagian gua yangterdalam, namun masih ada perubahan-perubahanmusiman yang dapat banyak mengubah kondisi didalam gua. Misalnya, pada musim hujankelembaban dan jumlah air bebas dalam guacenderung naik. Gerakan udara juga terhalangoleh dinding-dinding gua tetapi tertarik keluargua selama siang hari, ketika udara di luar lebihpanas dan lebih ringan. Bagi kalian yang sudahmempelajari ilmu alam pasti masih ingat bahwaudara bergerak dari tempat yang mempunyaitekanan yang lebihtinggi menuju ke tempat yangbertekanan lebih rendah. Padahal di dalam guamemiliki tekanan yang lebih tinggi dibandingdengan di luar gua. Gerakan udara ini mengikutipola yang teratur, tetapi meninggalkan kantung-kantung udara yang tidak bergerak di bagiandalam gua, dimana laba-laba dapat menenunjaring-jaringnya yang halus dan rumit, danmenahan kantung-kantung udara dengankelembaban tinggi. Dalam kondisi yang stabil ini,gangguan kecil terhadap udara yang disebabkanoleh masuknya pemangsa atau mangsa sudahdapat dideteksi. Di bagian gua yang lebih dalam,pengumpulan karbon dioksida meningkat jika tidakada udara yang mengalir ke dalam, kecuali darihttp://khatulistiwa.info 9
  • 10. mulut gua. Laju kehidupan dan pola makanbeberapa invertebrata (hewan tak bertulangbelakang) seperti serangga gua diperkirakan lebihrendah, mungkin merupakan tanggapan fisiologiterhadap kadar karbon dioksida yang tinggi.3. Pengaruh Kegelapan Pernah adik-adik berada di dalam rumah, malam hari, dan pada saat itu lampu kita padamkan, gelap sekali kan? Lalu, kalau kita mau ambil makanan di meja tentunya kita harus meraba-raba.Gambar 1.2 Zona Remang-Remang Nah, di dalam gua tentu lebih gelap dari rumahkita. Dan dalam lingkungan gua dapat dibagi dalamtiga zona menurut tingkat kegelapan dan kondisi-kondisi fisik lainnya, yaitu:http://khatulistiwa.info 10
  • 11.  Zona remang-remang di dekat jalan masuk gua, dengan cahaya dan suhu yang bervariasi, di dalamnya dapat ditemukan berbagai fauna besar  Zona tengah yang gelap gulita tetapi suhunya bervariasi, di dalamnya hidup berbagai jenis binatang, yang diantaranya kadang-kadang melakukan gerakan keluar gua secara mendadak, dan  Zona gelap dengan suhu tetap dan kegelapan total di dalamnya terdapat jenis- jenis binatang, yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan gua secara tetap. Karena cahaya penting bagi fotosintesis, dalam bagian gua-gua yang gelap tidak ada tumbuhan hijau. Akar-akar tumbuhan dapat menembus retak-retak pada langit-langit gua (bagian atap gua), dan akar-akar itu biasanya tampak melekat atau bergantungan pada langit-langit gua. Akibat terpenting dari tidak adanya tumbuhan hijau ini membuat semua penghuni gua bergantung pada bahan makanan yang dibawa dari luar ke dalam gua. Dan dengan demikian meniadakan kemungkinan adanya binatang yang hidup langsung dari bagian- bagian tumbuhan hijau yang terdapat dihttp://khatulistiwa.info 11
  • 12. atas tanah. Jadi di dalam gua pun terjadi suksesi kehidupan yaitu bergantinya makhluk hidup atau perbedaan pola makan karena terjadi perbedaan kondisi lingkungan.B. BAGAIMANA BINATANG DI DALAM GUABERTAHAN HIDUP?1. Daur kegiatan binatang di dalam guaberdasarkan ada tidaknya cahaya.Kebanyakan binatang mempunyai daur kegiatansehari-hari yang jelas, yaitu aktif terutama padamalam hari (nocturnal) atau siang hari(diurnal),atau pada fajar dan senja (krepuskular). Daurkegiatan semacam ini jelas berkaitan erat dengancahaya dan kegelapan sehingga sering disangkatidak terdapat di dalam gua. Tidak adanyabinatang-binatang itu menyebabkan parasit-parasit yang hidup bebas ditempatbertenggernya tidak mendapatkan makanan, danhujan tinja baru dari atap gua, dengan sendirinyaterhenti. Yah, sebagian besar hewan di guamakan dari tinja kelelawar dan tinja walet.Jangan heran, itu namanya guano. Di Madura,ada perusahaan yang khusus memperdagangkanguano ini.http://khatulistiwa.info 12
  • 13. Selain itu, kekeringan udara barangkalimempunyai irama harian yang disebabkan olehpemanasan dan pendinginan udara di luar gua.Oleh sebab itu, kemungkinan besar terdapatirama harian di dalam gua, walaupun data tidakada.Keberangkatan kelelawar merupakan peristiwayang berlangsung selama dua jam setelahkelelawar yang pertama meninggalkan gua.Perbedaan waktu dan pola terbang jenis-jeniskelelawar dalam satu gua ditafsirkan secaraberbeda, misalnya untuk menghindari persaingandalam mencari makan, menghindari pemangsa danmengoptimalkan penggunaan energi. Namun perluditekankan bahwa kelelawar tidak berada di luargua dari senja sampai fajar, dan juga tidakselamanya beristirahat atau tidur ketika beradadi dalam gua. Jika tidak terganggu oleh suara-suara atau cahaya yang dengan sengaja diarahkankepadanya, individu atau kelompok kelelawardapat terlihat terbang dan mengeluarkan suara didalam gua. Barangkali perbedaan kegiatan antarakelelawar dengan burung walet menunjukkanpembagian waktu dan sumber makanan menurutwaktu. Sebenarnya burung walet terutamamemakan serangga kecil yang menyerupai tabuhanhttp://khatulistiwa.info 13
  • 14. (hymenoptera), sedangkan kelelawar pemakanserangga hanya memakan ngengat dan kumbang.Gambar 1.3 Keleawar Penghuni Kegelapan GuaDalam kegelapan total, penghuni gua harusmengandalkan indera selain penglihatan untukmendeteksi makanan atau musuh. Hal inisebenarnya bukan khusus bagi binatang gua,karena banyak binatang malam dan binatang yangsuka bersembunyi dan hanya ada diatas dan didalam tanah, juga bergantung pada inderapendengaran, penciuman dan perabanya. Misalnyahttp://khatulistiwa.info 14
  • 15. beberapa binatang mempunyai anggota badanyang panjang, seperti kaki lipan Scutigeridae dansungut cengkerik gua. Kelangkaan makanan didalam bagian-bagian gua yang sangat dalammenyebabkan binatang yang hidup di dalamnyasedikit sekali,karena harus bertahan terhadapkelaparan dalam jangka waktu yang lama,memakan sebanyak mungkin ketika makananberlimpah dan menyimpan lemak dalam jumlahbanyak.2. Jurus Pemantau GemaAdik-Adik pernah mendengar gema (echo)?Jika kalian berteriak di dalam gua, maka akanterdengar pantulan suara kalian sendiri yangmemantul di dinding gua.Banyak kelelawar dan burung waletmengembangkan kemampuan penentuan lokasidengan gema (ekholokasi), yaitu denganmengeluarkan suara dan kemudian menafsirkangema yang memantul dari benda padat untukmemperoleh gambaran mengenai keadaansekitarnya. Air hujan mengganggu kemampuanekholokasi kelelawar karena udara yang sangatlembab menyerap menyerap suara berfrekuensitinggi, dan tetesan air hujan mengacaukan gemayang diterima oleh kelelawar. Suku-suku binatanghttp://khatulistiwa.info 15
  • 16. yang berbeda menggunakan sistem ekholokasiyang berbeda, beberapa diantaranya dapatmencari suatu binatang kecil yang berdiameter1mm. Dulu diduga bahwa kelelawar yangmenggunakan ekhologi tidak akan mengalamikesulitan dalam memperoleh serangga mangsanya,tetapi sekarang diketahui bahwa beberapangengat tampaknya dapat memantau kelelawardari jarak 40 m dengan menggunakan inderapendengaran(telinga) di dada, perut ataumulutnya sebelum kelelawar dapatmendeteksinya. Laron(Neuroptera) dewasamemiliki indera pendengar pada sayapnya dansemut-semut yang sudah dibuat jadi tuli memilikikemungkinan 40% lebih besar untuk ditangkapoleh kelelawar daripada semut yang masih dapatmendengar. Beberapa ngengat mengembangkankemampuan mengubah bunyi untuk mengacaukankelelawar, sementara ngengat lain memilikiberbagai macam tanggapan perilaku yangmenyulitkan kelelawar untuk memperkirakan polaterbangnya. Sebaliknya beberapa kelelawar tidakselalu menghidupkan sistem ekholokasinya terus-menerus untuk memberikan peringatan sesedikitmungkin kepada ngengat. Ada juga yangmengeluarkan suara dengan frekuensi lebih tinggihttp://khatulistiwa.info 16
  • 17. daripada yang dapat didengar oleh seranggaterbang.Jika kelelawar yang disebutkan diatas memakanserangga terbang, kelelawar jenis mega(megadermatidae) memakan kadal, katak, ataubinatang pengerat lainnya dari lantai gua,serangga di atas daun, atau ikan-ikan dipermukaan sungai. Kelelawar ini juga diketahuimemakan kelelawar lainnya. Wah, dia pastitermasuk kelelawar suku kanibal.Satu-satunya codot yang dapat menentukan lokasigema adalah codot Roset Rousettus, yangmenggunakan frekuensi rendah, mencicit sepertiburung walet(1,5-5,5 kHz). Suaranya ini dapatdidengar oleh manusia seperti gesekan kayu.Gema yang dihasilkan memungkinkan kelelawardan burung walet mendeteksi atau memantauobyek-obyek yang besar atau dinding cadassehingga mereka dapat terbang, bersarang danberkembang biak di dalam gua yang sangat gelap.Namun sistem ini kurang akurat dibandingkandengan akurasi sistem ekholokasi kelelawar yangmenangkap serangga pada malam hari.http://khatulistiwa.info 17
  • 18. C. BAGAIMANA GUA TERBENTUK?Menurut proses pembentukannya gua terbagisebagai:1. Gua batu kapurGua-gua di daerah batu kapur terbentuk oleh airhujan yang mengandung karbondioksida yangdiserap dari atmosfer, oleh karena itu agakbersifat asam. Asam yang lemah ini melarutkankalsium karbonat (penyusun utama batu kapur)dan membentuk saluran-saluran, yang dalamjangka waktu yang panjang membentuk gua,dengan sungai yang mengalir di dalamnya.Gambar 1.4 Kawasan Batu Kapur (KARST)Dua diantara ciri khas gua adalah stalagtit danstalagmit, yang keduanya bersama dengan hiasan-hiasan gua lainnya disebut sebagai dekorasigua(speleotem). Stalagtit dan stalagmitmerupakan pilar-pilar kalsium karbinat denganhttp://khatulistiwa.info 18
  • 19. berbagai campuran yang menyebabkan adanyakisaran warna pucat yang terbentuk olehpengikisan yaitu dari aliran air dari atap gua atauhanya berupa tetes-tetes air saja. Namun hal initerjadi selama bertahun-tahun oleh air yangmengandung kalsium karbonat secara berulang-ulang sehingga meninggalkan lapisan mineral tipis.Evaporasi di dalam gua berlangsung sangat lambankarena tidak ada radiasi sinar matahari untukmenarik molekul air, pergerakan udara sangatsedikit atau hampir tidak ada, dan hampir semuaudara jenuh dengan uap air. Hal ini menjelaskanpertumbuhan speleotem(hiasan gua sepertistalagmit dan stalaktit) yang sangat lambat. Lajupertumbuhannya juga sangat dipengaruhi olehgerakan udara dan campuran di dalam batu kapur.Hal tersebut menunjukkan pertumbuhan yangberlangsung sangat lama dan lambat.Pertumbuhan panjang stalagtit diperkirakanhanya 0,2 mm/tahun.Selain stalagtit dan stalagmit yang terkenal, adabeberapa bentuk speleotem lainnya. Air yangmenetes pada lantai gua membentuk lingkaran-lingkaran serupa dengan bentuk lingkaransementara yang terbentuk oleh air hujan yangjatuh di genangan air, lapisan-lapisan sepertimutiara dapat terbentuk dalam kondisi khusus;http://khatulistiwa.info 19
  • 20. kalsium karbonat yang mungkin mengendap ketikaair mengalir melalui dinding-dinding gua dan batucadas menjelaskan terbentuknya air terjun beku,sering dengan warna yang sangat indah karenaberbagai campuran mineral yang ada di dalamnya.Selain itu pada lantai gua yang tergenang air yangdangkal, evaporasiyang sangat lambat mungkinmembentuk duri-duri seperti karang, kipas, ataukristal yang mengkilap. Semua speleotem iniberperanan dalam peningkatan daerah permukaansuatu gua sehingga memberikan tempat hidupbagi penghuni gua.2. Gua LaharPernah lihat gunung meletus? Pada saat gunungmeletus, mengeluarkan lahar dan magma daridalam perut bumi. Muntahan lahar itu turunmenuruni punggung gunung sampai ke bawah.Karena waktu dan perbedaan suhu, semakin lamalahar ini akan membeku. Lahar itu jika membekudi tanah persawahan akan menjadikan tanahpertanian mernjadi subur, Sedangkan jika laharmasuk ke lubang-lubang di dalam tanah dia akanmembentuk gua lahar. Jadi Gua lahar terbentukketika lelehan lahar gunung berapi yangmengandung berbagai komposisi kimia mendingindengan laju yang berbeda.3. Gua Buatanhttp://khatulistiwa.info 20
  • 21. Jangan tertipu lho, tidak semua gua itu terjadikarena proses alam. Jangan sampai keliru, adabeberapa gua di Jawa dan Bali merupakan guabuatan. Gua-gua ini ternyata dibikin dan digalipada jaman Jepang, yaitu dengan menggali lereng-lereng bukit, yang mempunyai ciri-cirisebagaimana gua alami dan menjadi habitat atautempat hidup yang sesuai dengan makhluk -mahluk dan organisme gua.Gambar 1.5 Gambar Penampang Gua 1http://khatulistiwa.info 21
  • 22. Gambar 1.6 Gambar Penampang Gua 2http://khatulistiwa.info 22
  • 23. D. BINATANG KHAS MENURUT GOLONGANEKOLOGIS.Golongan Ekologis adalah pemisahan hew3an dantumbuhan berdasar cara mencari makannya danberada dalam sebuah rantai makanan.Binatang gua dapat dibedakan dalam tiga golonganekologis: 1. Troglobita atau jenis-jenis binatang gua menetap yang tidak mampu mempertahankan diri di luar lingkungan gua; 2. Troglofila atau jenis-jenis binatang gua musiman yang hidup dan berkembang biak di dalam gua, tetapi juga terdapat di luar gua dalam habitat mikro (tempat hidup renik) gelap dan lembab(misalnya kumbang dan serangga lainnya). 3. Trogloksena yaitu jenis-jenis yang secara teratur memasuki gua untuk berlindung, tetapi biasanya kembali ke lingkungan di luar gua untuk mencari makan(kelelawar dan burung walet); Namun disamping itu masih ada beberapa jenislainnya yang yang berkeliaran di dalam gua secaratidak sengaja tetapi tidak dapat bertahan hidupdi dalam gua.http://khatulistiwa.info 23
  • 24. 1. TroglobitaInformasi yang tersedia menyebutkan bahwatroglobita yang ada di dalam gua-gua di Jawameliputi kepiting berkaki panjang Sesarmoidesjacobsoni, binatang ini tidak pernah dikoleksi lagisejak 1911. hewan lain adalah udang putihMacrobrachium poeti bermata kecil danmkorneanya hampir tidak ada, dan kemungkinanikan buta sejenis wader yang dikenal sebagaiPuntius Microps, yang sekarang merupakan jenisyang dilindungi di Indonesia. Ikan ini kemungkinanmerupakan persamaan dari Puntius Bintatuskarena matanya kecil atau mengecil, beberapatidak bermata, dan beberapa ikan hanya bermatapada satu sisi saja. Suatu kepiting kemungkinanjenis troglobita sesarmoides.sp ditemukan diNusa Penida pada tahun 1993.2. TroglofilaBinatang yang termasuk trogofila adalah kalacemeti endemik Stygophrynus dammermanidikenal dari beberapa gua di Jawa Barat.Walaupun hampir semua lokasi aslinya sekarangsudah rusak, Kala cemeti ini barangkali masih ada.Lebar badan Kala cemeti ini hanya 11 mm, ukuranterpanjang kakinya mencapai 33 cm. Binatangtrogofila lainnya yang yang terdapat melimpahadalah Cengkerik Rhaphidophora dammermani danhttp://khatulistiwa.info 24
  • 25. kacoak. Dalam kondisi yang cocok, kacoak dapatmembentuj karpet hidup di atas tinja yang tengahterfermentasi di lantai gua; di sungai Ngerongdaerah Tuban, seorang anggota HIKESPImenghtung nilai kepadatan yang mencapai 100kacoak/m2. Sedangkan binatang trogofila airmeliputi udang Macrobrachium pilimanus, dankepiting Parathelphusa convexa, yang keduanyajuga terdapat di air permukaan.3. TrogloksenaKelompok utama trogloksena adalah kelelawar.Jenis-jenis kelelawar utama di Jawa bertenggerselama siang hari dan hanya beberapa saja yangsecara teratur bersarang di dalam gua. Beberapajenis yang bertengger di dalam gua initerdapatdalam jumlah sangat besar, misalnyakelelawar bibir keriput Tadarida plicata yangjumlahnya mencapai ratusan ribu di gua Lalai,Pelabuhan Ratu, dan di Gresik. Jenis lain yangterdapat melimpah di dalam gua adalah kelelawarBarong Hipposiderus bicolor, kelelawar ladamRhinolophus pusillus dan codot fajar guaEonycteris spelaea yang memakan nektar danserbuk sari. Tempat bertenggernya yang terkenaladalah di Gua Lawah, Klungkung Bali. Tidak adanyagangguan yang berasal dari para peziarah danpengunjung gua di tempat ini menyebabkanhttp://khatulistiwa.info 25
  • 26. kelelawar disini sangat jinak dan dapat didekatidari jarak kurang dari satu meter.Semua penghuni gua menggantungkan kebutuhanmakanannya dari luar gua. Beberapa binatangmemakan akar yang menempel pada atap gua, kayuatu bahan-bahan lain yang terbawa oleh banjir,dan jika gua memiliki sungai yang mengalir didalamnya, atau bahan organik yang muncul dipermukaan, pemasok makanan yang terutamaadalah kelelawar dan burung walet yangbersarang dan berkembangbiak di dalam guatetapi mencari makanannya di luar gua. Kelelawardan burung walet memasok makanan dalambeberapa cara: Melalui tinjanya yang dikenal sebagai guano, yang dimakan oleh binatang pemakan tinja. Guano juga dikenal sebagai sumber hara bagi jamur dan bakteri. Parasit yang bersatrang di tubuhnya dan menyediakan makanan bagi predator, Menggugurkan bulu dan rambut serta bagian kulitnya. Menghasilkan keturunan yang rentan terhadap berbagai predator dan parasit;http://khatulistiwa.info 26
  • 27. Jika keturunan ini mati, tubuhnya menjadi sumber makanan bagi berbagai organisme pemakan bangkai.E. GOLONGAN HEWAN MENURUTKOMUNITASNYAKomunitas gua adalah kelompok-kelompok hewanyang mempunyai kesamaan tempat hidup, carahidup, bahan makanannya, dan biasanya kelompok-kelompok ini saling bersaing untuk mendapatmakannya, namun ada juga hewan yang bekerjasama secara tidak langsung atau disebutbersimbiosis dengan kelompok komunitas lainnya.Dengan demikian, di dalam gua terjadi perbedaanyang cukup mencolok antara komunitas atap ataulangit-langit dan komunitas lantai gua.1. Komunitas Langit-LangitKomunitas langit-langit gua mencakup kelelawardan burung walet, dan semua binatang yangmemangsanya atau hidup sebagai parasitnya.Lebih dari setengah jumlah kelelawar pemakanserangga, dan tiga atau empat jenis pemakanbuah-buahan, barangkali menggunakan guasebagai tempat bertengger sementara ataupermanen. Jenis-jenis yang bertengger dalam guahttp://khatulistiwa.info 27
  • 28. memiliki perbedaan dalam memilih kondisitertentu. Beberapa kelelawar seperti codot fajargua Eonycteris spelaea lebih banyak terdapat dimulut gua. Beberapa mempunyai sayap yangmemungkinkan mereka untuk melakukan manuverditempat-tempat yang sempit seperti terdapatpada celah-celah atau cerobong-cerobong gua.Sementara itu kelelawar lainnya seperti kelelawarmini berkuku panjang Miniopterus, lebih banyakterdapat di bagian gua yang gelap.Kelelawar merupakan inang berbagai parasit,beberapa diantaranya internal, tetapi kebanyakaneksternal yang menggigit inangnya untukmenghisap darah. Beberapa jenis diantaranya,seperti lalat kelelawar(Nyteribiidae) yangmenyerpai laba-laba tidak bersayap, hampirselama hidupnya parasit pada kelelawar,sedangkan yang lain seperti lalat kelelawar(Streblidae), kutubusuk(Cimicidae), dan TungauMerah (trobiculidae) hanya berada dalamkelelawar dalam sebagian daur hidupnya.Sarang burung walet yang dibuat oleh jenis walettertentu terkenal memiliki kadar protein tinggi.Sarang ini dikumpulkan dan dijual untuk dibuatsup atau masakan lainnya. Catatan pertamahttp://khatulistiwa.info 28
  • 29. tentang sarang burung walet ini dapat ditemukanpada dinasti Tang(618-907 Masehi) dan catatanpemerintah Belanda menyebutkan bahwaperdagangan sarang burung walet ini sudahberlangsung sejak tahun 1625. selama abad ke-18dan ke-19, 3-4 ton sarang burung(berisi kira-kira300000-400000 sarang) dipanen setiap tahundari gua-gua dipinggir pantai Karangbolong.2. Komunitas LantaiBahan organik pada lantai sebagian besar guayang kering terutama terdiri dari bahan-bahanyang terbentuk dari kotoran dan bangkaibinatang. Guano ini memiliki karbon berkadarrendah, konsentrasi nitrogen sedang atau tinggi,nisbah karbon-nitrogen rendah, dan kadarfosfornya sangat tinggi. Oleh karena itu tidakmengherankan jika guano amat diperlukansebagian besar komunitas lantai sebagaimakanan. Di lantai gua, binatang yang palingbanyak adalah pemakan tinja dan pemakanbangkai. Kedua tipe binatang ini agak sukardibedakan, karena walaupun banyak binatangkhusus pemakan tinja, banyak juga yang memakanbangkai kelelawar dan burung walet dalam menumakannya. Sebagian besar kelelawar penghuni guamerupakan pemakan serangga dan tinja yanghttp://khatulistiwa.info 29
  • 30. dihasilkannya kering dan siap untuk dimakan olehpemakan tinja seperti caplak kayu, ulatngengatTinea yang membawa kepompongnya. Lalatdan kumbang juga memakan tinja walaupunpenguraian utamanya dilakukan oleh bakteri. Tinjayang dihasilkan oleh codot yang bertengger di gualebih lunak, lebih kaya akan karbohidarat danumumnya tidak dimanfaatkan oleh pemakan tinja.Salah satu predator di dalam gua adalah Katakhitam besar <26cm yang hampir selalu terlihatsendiri.Berbagai hubungan yang diuraikan di atasmenggambarkan sebuah jaring-jaring kehidupan.Dengan meningkatnya pengetahuan tentangekosistem gua, jaring-jaring kehidupannya lebihrumit. Binatang yang merupakan dasar Jaring-jaring kehidupan cenderung lebih melimpahsedangkan binatang yang terletak pada puncakjaring-jaring jumlahnya jauh lebih sedikit.http://khatulistiwa.info 30
  • 31. BAB II GUA DI INDONESIAA. GUA KARST DI INDONESIAKawasan karst Indonesia luas terbentang daribarat sampai ke timur, dari Sumatera (BukitBarisan), Kalimantan (Sangkulirang dan Muller),Jawa Barat-Timur, Sulawesi, Maluku, NusaTenggara sampai Papua.Jika kita terbang di atas hutan Kalimantan Utaradan Sarawak, kita akan menemui pemandanganbatu kapur yang memecah lautan biru kehijauan.Bukit batu gamping ini jaman dahulu dibentuk olehkalsium karbonat yang dihasilkan oleh binatangpembentuk kerangka kapur Koral danforominifera.umunya kalsium karbonat tetapterlarut dalam air laut, tetapi laut-laut tropikyang hangat dan dangkal, kalsium karbonatterendapkan, dan setelah waktu yang sangat lamasuatu lapisan batu kapur pun terbentuk. Secarabertahap aliran permukaan ini membentuk juranguntuk kemudian menghilang ke bawah ke dalamsaluran bawah tanah, melalui gua-gua yangtersembunyi yang terbentuk oleh kikisan padabatuan induk. Ruang bawah tanah seperti itumemiliki pemandangan yang mempesona.http://khatulistiwa.info 31
  • 32. Sebegitu jauh, gua yang paling terkenal dan palingbanyak diketahui adalah Gua Niah di Sarawak,sayangnya bukan merupakan bagian dari negaraIndonesia. Tapi hingga saat ini masih ditelusurimestinya ada bentangan jalur gua bawah tanahyang sangatluas, yang mungkin terhubung dikedalaman tanah di bumi negeri Indonesia. Siapatahu di dalamnya ada labirin yang menakjubkan.Namun, jangan berkecil hati dulu, di Sulawesi,terdapat gua karst yang terkenal di mata duniayaitu di daerah Maros (Sulawesi Selatan),kawasan karst di Maros mempunyai keistimewaanyang tiada duanya karena memiliki landsekapberbentuk seperti tower. Belum lagi gua-gua yangcukup terkenal di pulau Jawa dan Bali.http://khatulistiwa.info 32
  • 33. B. GUA DI JAWA DAN BALIDi Jawa dan Bali terdapat kira-kira 1000 gua.Duaratus diantaranya sekarang sudah dipetakan.Sebagian besar dari gua-gua itu terbentuk padadaerah batu kapur dan yang terluas yaitu 1000km2 terdapat di daerah pegunungan Sewu,sebelah selatan Yogyakarta. Daerah kapur yanglebih sempit adalah di sekitar Karangbolong, kira-kira 100 km di bagian barat Yogyakarta. Beberapagua lahar juga terdapat. Di daerah pegununganKarst yang menakjubkan di areal pegununganSewu terdapat kurang lebih 261 gua yang sudahdimasukkan dalam katalog, dan termasuk dalamwilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satugua tersebut panjangnya mencapai 4 km. Dan 55gua lainnya terdapat di bagian barat Pacitan.Salah satu dari gua ini yaitu Luweng Ngepoh,panjangnya 236 m merupakan gua terdalam dipulau Jawa. Satu gua lagi yaitu gua Luweng Jaranyang panjangnya 11 km ditemukan dan dipetakanpada tahun 1984. Namun hingga tahun 1993ditemukan juga suatu lorong yang panjangnya 25km. Penemuan ini menunjukkan adanya guaterpanjang di Indonesia. Gua ini memiliki lorong-lorong yang luas dan ruang-ruang yang sangatindah dengan dekorasi berupa stalagtit yangmenggantung pada atap gua, stalagmit dan dindinghttp://khatulistiwa.info 33
  • 34. gua yang tumbuh ke atas dari lantai hutan dengansungai-sungai kecil dan kolam-kolam kecil didalamnya.Gua Karangbolong yang sangat luas di sebelahbarat Yogyakarta juga memiliki beberapa guayang menarik hanya belum sepenuhnyadidokumentasikan, tetapi salah satu guanyasepanjang 3 km sudah dipetakan. Gua-gua initerbentuk oleh tiga lapisan yang berbeda, yaitugua fosil yang pendek pada puncak kerucut, guayang sebagian berupa gua fosil (misalnya guaPetruk), dan gua aktif yang panjang (misalnya GuaBarat yang memiliki lorong sepanjang 7,5 km).Selain itu, Gua Macan memiliki ruang yang terluasdi Jawa, yang dapat dijangkau melalui lorong yangsempit. Luas ruangan ini kira-kira satu setengahkali lapangan sepak bola. Untuk Kalian ketahui,gua-gua di Karang Bolong dan Gombong adalah guapenyimpan air. Sementara di daerah sekelilingnyaterjadi kekurangan air. Sehingga lahan didaerahini harus dikelola secara hati-hati. Merupakansuatu keanehan jika cilacap yang terletak kurangdari 50 km disebelah arah barat daerahpenampungan ini mengalami kesulitan untukmendapatkan pasokan air untuk kebutuhan rumahtangga dan industri, sedangkan daerahhttp://khatulistiwa.info 34
  • 35. penampungan air tawar sangat dekat. Namundemikian kesulitan ini timbul karena pasokan airdan Cilacap terletak di kabupaten yang berbeda.Di tempat lain air yang bermutu tinggidimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.Misalnya, di daerah Semanu sebelah utara gunungSewu, sebuah dam dibangun dalam gua.Sementara Bali hanya memiliki sedikit gua,kecuali yang digali oleh manusia (misalnya guaGajah) gua untuk berlindung yang pendek dangua-gua di daerah pesisir yang terbentuk olehgelombang. Di daerah Nusa Penida bagianTenggara terdapat beberapa gua di daerah karstkerucut yang luas.Hampir semua gua yang sudah disebutkan di atasmerupakan gua horizontal, tetapi di beberapatempat hampir semuanya vertikal. Misalnya gua-gua di bukit Cibodas di dekat Ciampera, danbagian utara waduk Jatiluhur. Beberapa guasedang dikembangkan untuk pariwisata, dan gualainnya berpotensi untuk daerah wisata walaupunbeberapa diantaranya hanya dapat dimasuki olehorang-orang yang sangat berminat saja, karena didalamnya sangat gelap.http://khatulistiwa.info 35
  • 36. Gua Pongangan di dekat Gresik sangat terkenalkarena memiliki banyak sekali kelelawar bibirkeriput Tadarida Plicata yang setiap sore keluardari gua antarajam 5 sampai jam 6. Sampai tahun1987 daerah batu kapur di sekitar gua sudahdikeruk dan digali sampai dasarnya, batu kapurnyadijual ke pabrik semen PT. SEMEN GRESIK.Perusahaan penambangan batu kapur ini hampirsaja mulai menghancurkan gua ini, namun akhirnyadicegah oleh masyarakat, pers, dan pemerintahsetempat. Namun tidak dapat disangkal bahwajumlah kelelawar terus menurun, hal ini mungkindisebabkan kerusakan di dalam ekosistem guakarena pengeboman, yang mengubah iklim mikro didalam bagian-bagian gua yang dihuni kelelawar,gangguan pestisida di dalam makanan kelelawar,dan kerusakan tanaman pada mulut gua yangmembuat sinar matahari dapat menembus lebihjauh kedalam gua.BEBERAPA GUA WISATA DI PULAU JAWADAN BALIno Nama Gua Lokasi Jawa Barat1 Sang Hyang Sirah Pantai selatan Ujung Kulon2 Lalai Dekat Pelabuhan Ratuhttp://khatulistiwa.info 36
  • 37. 3 Cimenteng dan Dekat Jasinga Cigudeg4 Donan Kalipucang dekat Pangandaran5 Pawon Dekat Padalarang6 Pemijahan Selatan Tasikmalayano Nama Gua Lokasi Jawa Tengah1 Seplawan Barat Menoreh, Purworejo2 Jatijajar Barat pebukitan Gombong3 Petruk 7 km selatan gua jatijajar4 Karangbolong Sebelah tenggara Kebumen5 Lawah Sebelah timur lereng gunung Slamet6 Maria Barat Tawangmangu, lereng gunung Lawu7 Gunung Selok Timur Cilacapno Nama Gua Lokasi Yogyakarta1 Selarong Pesisir selatan Yogyakarta2 Kiskendo 30 km barat Yogyakartano Nama Gua Lokasi Jawa Timur1 Pongangan 5 km dari Gresik, arah surabaya2 Semar Barat kawah Tenggerhttp://khatulistiwa.info 37
  • 38. 3 Tetes Dekat Lumajangno Nama Gua Lokasi Bali1 Lawah Klungkung2 Giri Putri Karangsari, Suana, Nusa PenidaBAB III ASYIKNYA MENYUSURIGUAA. BEKAL MENYUSURI GUAMenyusuri gua, kegiatan ini perpaduan antarakegiatan ilmiah, pendidikan, penelusuran,petualangan dan perlindungan. Pendidikanmerupakan salah satu strategi pengelolaankekayaan fauna, dengan muatan perlindungan danpengenalan berbagai jenis gua dan ekosistem didalamnya. Seringkali untuk menyusuri guahttp://khatulistiwa.info 38
  • 39. dibutuhkan keahlian tersendiri. Mengingatkeamanan dan keselamatan kita dalam menyusurigua mendapat perhatian yang utama.Bagaimanapun medan di dalam gua sendiri, kecualigua-gua untuk pariwisata, memang tidak bisa kitaketahui sebelumnya. Misalkan untuk guasepanjang 150 m ke dalam tidak diketahui apakahada sumur di dalamnya, atau masih adakah udarayang cukup untuk kita hirup. Pertanyaan yangsering diajukan saat mengajak orang menyusurigua pertamakali adalah, apa saja yang perludibawa? Persiapan Penyusuran :1. Peta dan Buku panduan lapang yangmenerangkan peta jalur di dalam gua, tempat-tempat berbahaya dan tempat aman di dalam guayang kita kunjungi. Buku panduan itu bisa kitadapatkan pada penunjuk jalan, atau lembagakhusus yang meneliti tentang gua. MisalkanHimpunan Kegiatan Speleologi Indonesia(HIKESPI) yang diprakarsai oleh Dr. R.K.T. Ko.Dan jangan lupa kalau kita pertama kalimelakukannya harus menggunakan jasa pemandu.2. Alat-alat lapang susur gua seperti talipengaman, cicin pengunci tali, katrol atau pulleyuntuk menarik tali, sabuk pengaman tubuh, helmhttp://khatulistiwa.info 39
  • 40. dan lampu helm, kaos tangan, sepatu khusus susurgua, tabung udara, bekal makanan, dan lain-lain.3. Kamera, untuk mengabadikan pengamatan danpenelitian kita.4. Buku catatan, untuk mencatat hal hal apa sajayang kita lihat, Pensil dan kertas untuk membuatsketsa suasana dan jalur-jalur yang baru kitatemui.5. Tas / Carrier untuk menyimpan semuaperalatan yang harus dibawa.Nah, sekarang kita sudah siap berpetualang kedalam gua.B. SELAMAT DATANG DI TAMANNASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNGDI SULAWESI SELATAN.Sekarang kita akan mengenal sebuah gua di pulauSulawesi, yang berada di Kabupaten MarosSulawesi Selatan. Disini kita akan menemukanTaman Nasional Bantimurung – Bulusaraung’http://khatulistiwa.info 40
  • 41. Kawasan karst Maros Sulawesi Selatan memilikikeistimewaan dibandingkan dengan kawasan karstlainnya, keistimewaan tersebut antara lain :  Membentang sepanjang Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene;  Memiliki landsekap yang indah, berbentuk seperti "tower" yang tidak ada duanya di dunia;  Koridor panjang berkilometer;  Memiliki nilai arkeologi yang tinggi;  Mempunyai ornamen gua yang indah dan terkenal di dunia;http://khatulistiwa.info 41
  • 42.  Mempunyai nilai jual yang tinggi untuk ekoswisata alam;  Memiliki ratusan gua, walaupun baru 58 gua yang baru tereksplorasi biotanya oleh LIPI;  Tertinggi biodiversitasnya se-Asia Tropika;  Diusulkan untuk menjadi "Natural World Heritage" (warisan dunia) sejak Tahun 1998.Kawasan Taman Nasional BantimurungBulusaraung (TN. Babul) di Provinsi SulawesiSelatan seluas ± 43.750 Ha., yang ditunjukmenjadi kawasan konservasi cq. taman nasionalberdasarkan Keputusan Menteri KehutananNomor : 398/Menhut-II/2004 tanggal 18Oktober 2004.http://khatulistiwa.info 42
  • 43. Secara administrasi pemerintahan, kawasantaman nasional ini terletak di wilayah KabupatenMaros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan(Pangkep). Secara geografis areal ini terletakantara 119° 34’ 17” – 119° 55’ 13” Bujur Timur danantara 4° 42’ 49” – 5° 06’ 42” Lintang Selatan.Secara kewilayahan, batas-batas TN. Babuladalah sebagai berikut : Sebelah Utaraberbatasan dengan Kabupaten Pangkep, Barru danBone, Sebelah Timur berbatasan denganKabupaten Maros dan Kabupaten Bone, SebelahSelatan berbatasan dengan Kabupaten Maros danSebelah Barat berbatasan dengan KabupatenMaros dan Kabupaten Pangkep.http://khatulistiwa.info 43
  • 44. SEJARAH KAWASANPenunjukan sebagian kawasan karst Maros-Pangkep dan kawasan hutan PegununganBulusaraung menjadi taman nasional melaluiproses yang cukup panjang. Proses tersebutdimulai pada tahun 1993 oleh desakan UNESCOkepada Pemerintah Indonesia untuk segeramelindungi ekosistem karst melalui penetapankawasan konservasi, untuk selanjutnya diusulkanmenjadi Situs Warisan Dunia (World HeritageSites).kawasan karst Maros-Pangkep merupakan bentangalam karst membentuk menara-menara yangberdempetan (tower karst) yang memilikiekosistem yang potensial dan unik karena memilikikeragaman jenis biodiversity yang tinggi, baikflora dan fauna yang langka seperti kera hitamSulawesi (macaca maura), 125 jenis kupu-kupu dankuskus Sulawesi.http://khatulistiwa.info 44
  • 45. PENUTUPDari uraian di atas jelas bahwa walaupun sekilasgua tampak sama dan memiliki ekosistem yangseragam, namun kenyataannya tidak demikian.Salah satu faktor utama yang menyebabkanperbedaan tersebut adalah sedikit banyaknyakelelawar yang tinggal di gua tersebut. Hal itukarena kelelawar penghasil utama guano sebagaibahan makanan bagi binatang-binatang lainnya digua. Selain ada faktor lain seperti adanya aliransungai, genangan air hujan pergerakan udaradalam gua, dan lain-lain.Keadaan antara satu gua dengan gua yang lainsebenarnya berbeda, lebih dari perbedaan didalam gua yang sama, atau bahkan di dalam suatudaerah batu kapur yang sama. Bahkan untukkondisi gua yang lebih banyak keserupaannyaperbedaan yang terlihat masih sangatmengagumkan. Yang patut disayangkan adalahdibalik keindahan yang mengagumkan itu, adapihak-pihak tertentu yang melakukan kegiatan-http://khatulistiwa.info 45
  • 46. kegiatan yang mempengaruhi bahkan merusakgua-gua tersebut seperti pengambilan guano dansarang burung walet secara berlebihan. Dan adakegiatan yang berpengaruh lebih besar yaitupenambangan batu kapur.PENAMBANGANAda dua bentuk penambangan yang mengancamkehidupan gua, yaitu:  Penambangan batu kapur. Jelas bahwa penambangan batu kapur merupakan kegiatan merupakan kegiatan yang paling merusak karena bahan dasar pembentuk gua didinamit dan dihancurkan untuk untuk kemudian diambil atau dipindahkan. Getaran yang disebabkan oleh ledakan dinamit untuk menghancurkan batu kapur dapat menyebabakan stalagtit dan stalagmit ikut hancur, bahkan bisa meruntuhkan atap gua yang tipis.  Pengambilan guano. Biasanya pengambilan guano mendapat ijin dari pemerintah setempat. Gua-gua yang kaya akan guano biasanya dibatasi pagar kawat berduri di bagian mult gua, untuk mencegah pencurian guano, yang dapat dijual dengan hargahttp://khatulistiwa.info 46
  • 47. sekitar Rp. 30000,- /ton. Misalnya di beberapa gua kecil di Madura Tengah sudah dieksploitasi oleh perusahaan pengumpul guano, sekarang masih tetap memiliki populasi burung walet dan kelelawar yang bersarang di dalam gua.Dan semoga dengan adik-adik membaca buku ini,akan muncul di hati kecil kalian tekad untukmenyelamatkan salah satu dari beragam kekayaanalam Indonesia, yaitu gua.http://khatulistiwa.info 47
  • 48. Daftar PustakaKathy Mac Kinnon, 1986, Alam Asli Indonesia,Gramedia, JakartaTony Whitten, Ekologi Jawa dan Bali, KantorMenteri Negara Lingkungan Hidup, CanadianInternational DevelopmentSinar Harapan, Bantimurung-BulusaraungDisiapkan Jadi Taman Nasional - Makassar,SUARA PEMBARUAN DAILY, PEMBARUAN/MKIBLAT SAID, Drama Kehidupan Kupu-kupuBantimurungFoto-fotoURL:http://www.jrbp.missouristate.edu/ethanol/images/KarstDiagram-70pct.jpgURL:http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Karst_minerve.jpgURL:http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:HallOfTheMountainKings.jpgURL:http://en.wikipedia.org/wiki/Image:HallOfTheMountainKings.jpghttp://khatulistiwa.info 48
  • 49. http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Townsends_in_music_hall.jpg ---------Photo by Dave Bunnellof Townsends bats in a California cavehttp://en.wikipedia.org/wiki/Image:Alabama_cave_2005-04-24.km.jpghttp://en.wikipedia.org/wiki/Image:Speleo-Faux-Monnayeurs-01.jpgHONORABLE MENTIONThe Perfect ClusterDave BunnellMERIT AWARDThe Confused OnePeter and Ann Bostedand Daniel ChaillouxMEDALFlowstone, flowstone, everywhereDave BunnellMERIT AWARDOrdinskaya Cave(Story series)Jill Heinerthhttp://khatulistiwa.info 49