Birdwatching - Mengamati Burung di Alam Bebas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Birdwatching - Mengamati Burung di Alam Bebas

  • 4,589 views
Uploaded on

Pendidikan Lingkungan Hidup dan Life Skill untuk anak-anak, Bird Watching - Mengamati Burung di Alam Bebas. Sejarah Burung, Keragaman Burung, Menjadi Pengamat Burung, Petunjuk Pengamatan Burung di ...

Pendidikan Lingkungan Hidup dan Life Skill untuk anak-anak, Bird Watching - Mengamati Burung di Alam Bebas. Sejarah Burung, Keragaman Burung, Menjadi Pengamat Burung, Petunjuk Pengamatan Burung di Alam bebas. Gambar Cover oleh http://www.flickr.com/photos/jacksoncam/4689424161/

More in: Self Improvement
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
4,589
On Slideshare
4,589
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
80
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BIRDWATCHING Mengamati Burung di Alam Bebas Disusun Oleh: Move IndonesiaPusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Trawas, Mojokerto http://khatulistiwa.info
  • 2. 2007 BIRDWATCHING, Mengamati Burung di Alam BebasJudul Buku : Birdwatching, Mengamati Burung di Alam BebasJumlah Halaman : 30 HalamanDicetak Oleh : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman – Trawas – MojokertoE-book oleh : Move IndonesiaTim Penulis : Divisi Penulisan & Multimedia Move Indonesia Divisi Penerbitan dan Dokumentasi Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) SelolimanPenyunting : Bachtiar DM, Ulfah Hidayati, Anggara Widjajanto http://khatulistiwa.info
  • 3. Foto/Gambar: Berbagai sumber http://khatulistiwa.info
  • 4. DAFTAR ISISekapur Sirih |Pendahuluan |Sejarah Burung | 7Kebiasaan Burung | 10Jadi seorang Pengamat | 13Keanekaragaman Burung | 17Petunjuk Pengamatan Burung dialam | 18Tips Memilih & Menggunakan Teropong | 23Bagaimana Menggunakan Teropong? | 24Cara Mengamati Burung | 25DAFTAR PUSTAKA | 30 http://khatulistiwa.info
  • 5. Wahai kau burung dalam sangkarSungguh nasibmu malang benarTak seorangpun ambil tahuDuka dan lara dihatimuDi jaman nenek kalian, pasti sangat mengenaldengan sepenggal lirik lagu diatas. Lagu yangmencerita kan betapa menderitanya seekorburung yang hidupnya selalu terkurung dalamsangkar, tidak menemukan dan merasakankebebasan. Bebas terbang, bebas mencari makan,bebas mencari pasangan dan mengasuh anak.Kehidupannya dibatasi oleh terali sangkar. Ya.... begitulah memang kondisinya jika terkurung dalam ’penjara’ layaknya seorang tahanan dikurung dalam sel. Coba bayangkan apabila teman-teman dikurung dalam sebuah penjara atau kurungan yang sempit, apa yang bisa kalian lakukan? Pasti http://khatulistiwa.info
  • 6. tidak bisa berbuat apa-apa kan?Nah, demikian juga halnya dengan burung. Tempatasal / tempat tinggal (habitat) burung sebenarnyadi alam bebas. Di alam sekitar kita, ada yang dihutan, di pantai, di ladang dan sawah, dan masihbanyak lagi tempat tinggalnya. Tidak ada alasanbagi kita mengurung dan memelihara burungsekalipun itu alasannya untuk menyayangi binatang.Betul, mungkin kita sayang sama burung, tapiapakah dia mau diperlakukan seperti tahanan?Kalau alasan kita adalah betul-betul menyayangiburung atau binatang liar lainnya, biarkanlah diatinggal di alam bebas. Biarkanlah dia hidupsebagai binatang yang bebas, di tempat asalnya,hidup bersama keluarganya. Seperti kita,kalianpun ingin tinggal bersama keluarga, bukan?Nah teman-teman, membahas masalah sayangmenyayangi, apalagi terhadap binatang yangmempunyai tempat tinggal sendiri, kita tidakperlu memaksakan diri untuk memaksa burunghidup bersama kita, sesuai keinginan kita. Ituadalah sama dengan merampas hak hidup mereka,biarkanlah burung-burung itu terbang di alambebas. Lalu bagaimana bentuk perhatian kitaterhadap mereka? Kita bisa melakukan aktifitas http://khatulistiwa.info
  • 7. melalui mengamati kehidupan para burung itu dialam bebas. Atau di kalangan yang punya hobby iniadalah pengamatan burung atau birdwatching. Dankegiatan ini merupakan kegiatan bagaimanamenikmati kehadiran jenis burung yang lebihalami dan ramah lingkungan.Mengamati burung di habitat aslinya ternyatacukup mengasyikkan. Banyak hal yang bisa kitaperoleh lewat kegiatan sederhana ini. Selainmenikmati keindahan burung dan segalaaktivitasnya, kegiatan ini sangat berperan dalammenunjang ilmu pengetahuan, melatih kesabaran,dan memperoleh pencerahan tentang semangatmelestarikan keindahan alam dan keberadaan http://khatulistiwa.info
  • 8. burung dialam. yang tidak kalah penting darikegiatan ini adalah jauh lebih bermoraldibandingkan mesti menaruhnya dalam sangkaryang membuat satwa tersebut terkungkung.SEJARAH BURUNGNah teman-teman, sebelum kita melangkah padapengamatan burung, kita kenali dulu burung iniyang sebenarnya dan perkembangan kehidupannya.Jadi kita akan lebih tahu makhluk apa yang akankita amati.Burung adalah binatang berdarah panas yangmerupakan evolusi dari reptil yang menyerupaidinosaurus yang hidup jutaan tahun yang lalu.Sekarang jumlah species yang ada di dunia sudahmencapai 8.700 species. Burung berkerabatdekat dengan reptil. Bersama kerabatnyaterdekat, suku Crocodylidae alias keluarga buaya,burung membentuk kelompok hewan yang disebutArchosauria.Bersama perkembangannya, cakar depannyamemendek dan tumbuh bulu-bulu yang khusus dibadannya. Pada awalnya, sayap primitif yangmerupakan perkembangan dari cakar depan itubelum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh http://khatulistiwa.info
  • 9. terbang, dan hanya membantunya untuk bisamelayang dari suatu ketinggian ke tempat yanglebih rendah.Burung masa kini telah berkembang sedemikianrupa sehingga terkhususkan untuk terbang jauh,dengan perkecualian pada beberapa jenis yangberkembang kurang sempurna, dan tidakmempunyai kemampuan untuk terbang tinggi.Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuhsemakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat.Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupasehingga mampu menolak air, dan memeliharatubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin.Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karenaadanya rongga-rongga udara di dalamnya, namuntetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanyatumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat http://khatulistiwa.info
  • 10. perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringandari zat tanduk. Kesemuanya itu menjadikanburung menjadi lebih mudah dan lebih pandaiterbang, dan mampu mengunjungi berbagai macamhabitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapatditemukan di hutan-hutan tropis, merekamenghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hinggake puncak-puncak pegunungan. Burung jugaditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir http://khatulistiwa.info
  • 11. pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan,dan wilayah kutub. Masing-masing jenisberadaptasi dengan lingkungan hidup dan makananutamanya. Maka dikenal berbagai jenis burungyang berbeda-beda warna dan bentuknya. Adayang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam,yang hijau daun, coklat gelap atau burik untukmenyamar, dan lain-lain. Ada yang memiliki paruhkuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buahyang keras, runcing untuk menombak ikan, pipihuntuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkapserangga terbang, atau kecil panjang untukmengisap nektar. Ada yang memiliki cakar tajamuntuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjatpohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakarberselaput untuk berenang, cakar kuat untukberlari dan merobek perut musuhnya.Kebiasaan BurungBurungberkembangbiak denganbertelur. Telurburung miriptelur reptil,hanyacangkangnya http://khatulistiwa.info
  • 12. lebih keras karena berkapur. Beberapa jenisburung seperti burung maleo dan burung gosong,menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampurserasah, tanah pasir pantai yang panas, atau didekat sumber air panas. Alih-alih mengerami,burung-burung ini membiarkan panas alami daridaun-daun membusuk, panas matahari, atau panasbumi menetaskan telur-telur itu; persis sepertiyang dilakukan kebanyakan reptil.Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang,dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya disarangnya itu. Sarang bisa dibuat secarasederhana dari tumpukan rumput, ranting, ataubatu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agarsedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkantidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenisburung yang membuat sarangnya secara rumit dan http://khatulistiwa.info
  • 13. indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar aliastempua, rangkong, walet, dan namdur.Anak-anak burung yang baru menetas umumnyamasih lemah, sehingga harus dihangatkan dandisuapi makanan oleh induknya. Kecuali pada jenis-jenis burung gosong, di mana anak-anak burung ituhidup mandiri dalam mencari makanan danperlindungan. Anak burung gosong bisa segeraberlari beberapa waktu setelah menetas, bahkanada pula yang sudah mampu terbang. Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-masing. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat pasangan, biasanya dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis tertentu, seperti burung merak dancenderawasih, jantannya melakukan semacamtarian untuk memikat si betina. Sementara http://khatulistiwa.info
  • 14. burung manyar jantan memikat pasangannyadengan memamerkan sarang setengah jadi yangdibuatnya. Bila si betina berkenan, sarang ituakan dilanjutkan pembuatannya oleh burungjantan hingga sempurna; akan tetapi bilabetinanya tidak berkenan, sarang itu akandibuang atau ditinggalkannya.JADI SEORANG PENGAMATSetelah kita mengetahui sejarah danperkembangan burung, sekarang kita kupas lagitentang bagaimana berkegiatan dialam bebasdengan menjadi seorang pengamat burung. Memang, mengamati burung itu kegiatan alamiah kita sebagai manusia. Nenek moyang kita dulu juga mengamati burung, kaliandapat menemukan bukti-buktinya pada lukisanyang mereka buat di dinding-dinding gua. Burung http://khatulistiwa.info
  • 15. juga dapat menjadi pertanda sebuah musim danmeramalkan cuaca.Aktifitas mengamati burung adalah sesuatu yangmengasyikkan. Apalagi jika dapat bertemu denganbanyak spesies yang termasuk langka, sehinggamengundang rasa ingin tahu yang sangat besaruntuk mengamati lebih jauh. Untuk itulahdiperlukan bantuan beberapa peralatan dalampengamatan, berupa teropong sederhana dansebuah buku untuk identifikasi. Tanpamenggunakan teropong, biasanya pengamatan akanberakhir dengan kelelahan yang tidakmenggembirakan, dikarenakan si pengamat tidakdapat berhasil mengidentifikasi jenis yangteramati tersebut. Seringkali banyak jenisburung adalah berukuran kecil dan mungil,sehingga dengan mata biasa pada jarak yangcukup jauh adalah sangat tidak mungkin untukmengenalinya. Bantuan teropong besar denganstatip (kaki tiga) akan sangat menggembirakan sipengamat, karena dengan perbesaran yang cukupakan dapat mengamati jenis-jenis burung darijarak yang cukup jauh.Bagaimana agar tidak bosan? Diperlukan suatumotivasi yang besar untuk menguasai ilmu http://khatulistiwa.info
  • 16. pengenalan jenis burung ini. Perlu dikembangkansifat sabar, tekun dan teliti serta bekerja dalamkondisi yang sehat dan teratur. Kesabaranseorang pengamat burung sebagai contoh adalahburung yang dia lihat pada hari ini, baru mungkindapat dia identifikasi setelah beberapa hariberikutnya atau bahkan beberapa minggu ataubulan berikutnya. Pengamat burung selalumencatat apa yang dilihatnya, dan secaraotomatis mengembangkan ingatannya untuk selalumelihat kepada catatan-catatan lama, tentangbagaimana ciri-ciri burung yang pernah dia amatidi masa yang sudah lewat. Seorang pengamatburung selalu dilengkapi dengan sebuah catatankecil di dalam sakunya untuk mencatat semuakeperluan identifikasi dalam waktu yang panjangtersebut. Sifat lain yang perlu dikembangkanadalah bekerja secara teratur, yaitu mencobamengenali jenis berdasarkan ciri-ciri yang umumterlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ciri-ciriyang lebih khusus. Hal ini diperlukan untukmemudahkan dalam mencari jenis burung yangterlihat di dalam buku penuntun yang di bawa.Banyak-banyak mengamati terlebih dahulu adalahakan sangat menguntungkan si pengamat, daripadasebentar-sebentar melihat buku penuntun,sehingga banyak waktu yang terbuang padahal http://khatulistiwa.info
  • 17. pertemuan dengan burung-burung adalah sangatpendek waktunya. Identifikasi menjadi sulitdilapangan, lebih disebabkan karena kondisilapangan, kerapatan tanaman dan pencahayaaanyang tidak cukup, sehingga banyak menghalangipengamat untuk melihat dengan jelas bentuk danrupa serta kombinasi warna bulu burung yang ada.Jenis-jenis yang sulit dibedakan, walaudiidentifikasi dari dekat (dengan penangkapan)adalah tidak terlalu banyak, dan ini biasanyadapat dibedakan dari suara ataupun perilakunya.Cara lain yang lebih mudah adalah mengamatiburung dengan seorang yang telah kenal banyakjenis, sehingga sipengamat pemula tidak perlu http://khatulistiwa.info
  • 18. bersusah payah membuka buku penuntunpenganalan jenis setiap kali bertemu dengan jenisbaru.KEANEKARAGAMAN BURUNGKeberadaan burung di dunia sudah mencapai8.700 species. Menyebar dari kutub, ke seluruhbelahan bumi ini. Di hutan, di padang pasir, dilautan lepas, di rawa-rawa, di sawah, hingga didaratan Antartika kutub utara.Di Indonesia sendiri, dapat ditemukan lebih dari900 jenis burung yang menyebar di seluruhwilayah, dari daerah pantai sampai jauh ke dalamhutan alam tropis. Potensi keanekaragaman jenisburung adalah tinggi pada setiap tipe habitatyang ada. Daerah pantai menyediakan keragamanburung-burung air yang keindahannya dapatdinikmati melalui pengamatan dengan bantuanteropong yang sederhana. Begitu juga padabanyak daerah perairan lainnya seperti disepanjang sungai, danau dan sebagainya. Terus kedarat ke dalam hutan, dari mulai hutan mangrove,rawa, rawa bergambut, hutan hujan dataranrendah dengan tingkat keanekaragaman yangsemakin tinggi. Setiap tipe habitat memilikikeanekaragaman yang khas yang berbeda dengantipe habitat lainnya. Burung adalah kelompok http://khatulistiwa.info
  • 19. binatang yang sangat dekat dengan kondisilingkungannya, bahkan dapat dikatakan kondisilingkungan dapat tercermin dari jenis burungpenghuninya. Itulah sebabnya banyak jenis burungdapat dijadikan petunjuk (bioindikator) bagiadanya perubahan lingkungan, selain jugadikarenakan kemampuan mereka untukberadaptasi dengan lingkungan yang baru.Tingginya tingkat keanekaragaman jenis burungmerupakan potensi yang dapat dikembangkanuntuk kegiatan wisata yang bersifat alami, atauekoturisme. Kegiatan wisata dan rekreasi alamakan lebih bermakna dilakukan, bilamana dalamperjalanan tersebut dapat dinikmati tidak sajakeindahan alam dan hutannya, tetapi jugakeanekaragaman satwaliar penghuninya.PETUNJUK PENGAMATAN BURUNG DI ALAMNah, teman-teman saatnya sekarang kita akanmenjadi seorang pengamat. Tapi sebelum kitamelakukan pengamatan terhadap burung, adabeberapa hal yang perlu kita perhatikan danpersiapkan, yaitu: http://khatulistiwa.info
  • 20. 1. PakaianUntuk mengamati burung hendaknya tidakmengenakan pakaian berwarna cerah danmencolok, karena hal ini akan membuat burungtakut dengan kehadiran kalian. Lebih baik kalianmenggunakan pakaian berwarna redup, seperticoklat atau hijau. Yang paling penting untukdiperhatikan adalah pakaian yang dikenakan harusnyaman, menyerap keringat, berkerah, mudahkering bila basah dan memiliki kantung untukmenyimpan buku catatan saku. Sebaiknya kalianmenggunakan pakaian berlengan panjang, supayatidak terganggu oleh gigitan serangga atautergores duri.2. Teropong Binokular (dengan dua lensa) atauMonocular (teropong satu lensa).Teropong, merupakan alat utama yang harustersedia dalam melakukan pengamatan satwa.Teropong berukuran 8×30 dan 8×40 adalah yangpaling ideal untuk pengamatan di hutan. Jika kitahendak mengamati burung di tempat terbuka,menggunakan teropong berukuran 10×40 akanlebih baik. Sedangkan bila kita akan mengamatisatwa di tempat terbuka, teropong satu lensa(monocular) akan lebih baik lagi. http://khatulistiwa.info
  • 21. 3. Buku panduan.Buku pengenalan jenis (field guide), diperlukanuntuk membantu kita mengenali jenis satwa yangkita lihat denga benar. Sayangnya, saat ini belumada buku pengenalan satwa yang mencakupseluruh Indonesia.4. Buku catatan.Buku catatan lapangan, harus selalu dibawa olehpengamat selama melakukan pengamatan. Buku inisebaiknya memiliki sampul yang tahan air, tidakmudah terlipat dan berukuran kecil supaya dapatdisimpan di saku baju atau celana. Jika bukupengenalan jenis sedang tidak ada atau jenissatwa yang diamati tidak dapat ditemukan dalambuku pengenalan jenis yang dibawa, buku catatanlapangan ini akan sangat berguna.5. Pensil, pena, balllpoint, krayon.Sebagai alat tulis, mencatat dari hasilpengamatan. Kalau sempat perlu juga untukdigambar, untuk mengingatkan lebih jelas.6. Topi lapang atau payung.Karena kita mengamati di alam terbuka, yangsudah pasti dibawah sengatan matahari, kitaharus menjaga supaya terlindungi. Apalagi jika http://khatulistiwa.info
  • 22. cuaca mendung, sebelum hujan, kita sudah sediadengan payung.7. Sepatu yang nyaman dan cukup kuat.Supaya aman dalam melakukan kegiatanpengamatan, alas kaki yang kita pakai sebaiknyasepatu. Kita berjaga-jaga, siapa tahu tempat yangakan kita datangi banyak serangga, lintah ataupunbecek.8. Jaket atau jas hujan.Jika tiba-tiba cuaca berubah gelap karenamendung dan hujan, udara menjadi dingin, barulahkita merasakan memang membutuhkan jaket danjas hujan.9. Pakaian cadangan.Pakaian ganti akan sangat kita perlukan dandibutuhkan pada saat pakaian yang kita kenakanbasah terkena hujan atau keringat. Denganmembawa pakaian cadangan, hal ini akan teratasi.10. Makanan, terutama cemilan.Jika kita sudah mempunyai rencana tempatpengamatan adalah kawasan hutan, rawa-rawaatau persawahan, mending kita mempersiapkanperbekalan yang cukup, jumlah dan jenis http://khatulistiwa.info
  • 23. makanannya. Dan jangan lupa untuk menyimpansampah dari pembungkusnya. Bawa kembali kerumah kalian, dan buanglah pada tempatnya.11. Minuman.Yang tak kalah penting dari makanan adalahminuman. Persediaan minum kalian baiknya lebihdari cukup, apalagi jika cuaca sangat panas, kitapasti akan sering haus. Maka, bawalah tempatminum yang rapat, supaya waktu dibawa kita tidakkuatir tumpah.12. Kamera (jika diperlukan).Mengingat tempat dan kegiatan yang akan kalianlakukan merupakan moment yang bagus, apalagijika dalam pengamatan ternyata kita menemukanjenis burung yang langka, tentulah hal ini sangatdisayangkan jika tidak terdokumentasikan.13. Peta.Peta bisa saja tetapdibutuhkan apalagi jika kitabaru kali itu memasukiwilayah tersebut. Tapi lainhalnya jika kita merasasudah paham betul daerahtersebut. http://khatulistiwa.info
  • 24. 14. Obat-obatan ringan.Obat-obatan ringan seperti minyak kayuputih,balsam, obat luka, talc untuk gatal, dll. Apabilakita mengalami kecelakaan kecil waktupengamatan, bisa segera teratasi.Nah, dari semua yang tersebut diatas apa yangperlu kita bawa pada waktu pengamatan, tentulahtidak ada gunanya jika kita tidak membawa alatyang bisa mengangkut semuanya. Sebuah tas,yang cukup dan muat untuk membawa semuaperlengkapan. Tas ini lebih baik dipilih yangnyaman saat dikenakan, tidak mengganggukegiatan pengamatan kita. Tas yang waktudikenakan bebannya dapat ditopang oleh pundakkita dengan imbang, tidak berat sebelah. Tasyang pas untuk kalian pakai adalah model ransel.Sebaiknya sebelum barang-barang tersebutdimasukkan dalam tas, bungkus dengan tas plastikdulu supaya aman jika terkena air dan hujan.Tips Memilih dan Menggunakan TeropongBarang utama untuk pengamatan burung adalahteropong. Apakah itu Binokular maupun Monokular. http://khatulistiwa.info
  • 25. Jika kalian hendak membeli teropong, pilihlahyang ringan dan gambarnya jelas. Jika kalianmampu, belilah teropong yang berkualitas tinggidan tahan air, karena teropong jenis ini akan lebihtahan lama. Teropong yang murah tidak selalubagus kualitasnya.Untuk pengamatan di hutanpilihlah teropong denganperbesaranyang relatifkecil denganlubang lensayang lebar. Teropongberukuran 8x30 atau 8x40adalah yang ideal untukmengamati burung di hutan.Sedangkan untuk teropong yang perbesarannyahebat seperti teleskop hanya cocok digunakanuntuk pengamatan di tempat terbuka.Bagaimana Menggunakan Teropong ?Jika kalian merupakan pengamat pemula, mungkinakan mengalami kesulitan dengan cara menggunakan teropong. Berikut ini dijelaskan cara-carayang bisa kalian lakukan berkenaan dengan http://khatulistiwa.info
  • 26. penggunaan teropong, supaya kegiatan pengamatan kalian dapat berjalan dengan lancar. 1. Temukan roda fokus dan penala okuler 2. Tutup lensa obyektif (lensa besar) sebelah kanan dengan tangan dan putar roda fokus hingga obyek terlihat jelas dengan mata kiri. 3. Tutup lensa obyektif kanan dan putar roda penala okuler hingga obyek terlihat jelas dengan mata kanan. 4. Sekarang teropong anda sudah ditala untuk kondisi mata anda. Jangan mengubah atau memutar penala okuler. 5. Jika hendak menggunakan teropong, gunakan roda fokus untuk memperjelas obyek.Setelah bisa menggunakan teropong dengan baik,maka kita dapat memulai kegiatan pengamatan.Cara penyimpanan teropong dan untuk menghindarkan lensa teropong berjamur, simpanlah teropongdalam wadah atau kotaknya dan di tempat keringserta gunakan silica gel. Jika teropong dibawa kelapangan gunakanlah kantung.Cara Mengamati BurungHal pertama yang harus diingat selama melakukanpengamatan burung adalah bahwa penglihatan danpendengaran burung sangat peka. Burung akan http://khatulistiwa.info
  • 27. segera terbang dan menghilang dari pandanganapabila merasa terganggu dengan kehadiran kita.Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa haldi bawah ini : 9 Jangan bersuara dan berjalanlah secara perlahan-lahan. 9 Jika memungkinkan, carilah tempat untuk persembunyian. 9 Gunakan pakaian dan topi dengan warna yang redup (tidak mencolok). 9 Amati burung sambil duduk, karena dengan duduk Anda akan dapat bertahan lebih lama mengamatinya. http://khatulistiwa.info
  • 28. Secara garis besar, tata cara pencatatan hasilpengamatan burung di lapangan adalah sebagaiberikut :1. Catat tanggal, waktu dan lokasi pengamatan.2. Gambarkan lokasi pengamatan (misalnya di perumahan, sawah, hutan, dan lain-lain).3. Catat kondisi cuaca pada saat melakukan pengamatan.4. Catat jenis-jenis burung yang dijumpai selama pengamatan.Pada kenyataannya, di lapangan seringkali kitamenemukan jenis-jenis burung yang relatif sulituntuk dikenali (diidentifikasi). Untuk jenis-jenisseperti ini kita harus melihatnya dari jarak yangcukup dekat, supaya bisa menggambarkannyadengan jelas di buku catatan lapangan. Gambardalam buku catatan lapangan sebaiknya meliputibentuk dasar, warna bulu sayap, warna kepala,bentuk paruh, warna perut dan ukuran tubuhnya.Untuk menentukan ukuran sebaiknya menggunakanburung-burung yang telah kalian kenal sebagaiacuannya, misalnya lebih besar dari burung gereja,tetapi lebih kecil dari burung jalak. Jangansekali-kali mengandalkan ingatan semata, tetapiharus selalu dibiasakan untuk menggambarkannyadi buku catatan lapangan. http://khatulistiwa.info
  • 29. 5. Catat jumlah individu masing-masing jenis burung yang kita jumpai. Menghitungjumlah burung yang mengelompok sepertiburung pantai, akan relatif sulit,terutama bagipengamat pemula. Cara melatihnya adalah denganmengamati sekelompok burung danmemperkirakan jumlahnya, kemudian hitung satupersatu. Adakah perbedaan antara jumlahsebenarnya dengan perkiraan kita?6. Catat aktifitas dari burung yang sedang kalian amati, misalnya sedang makan, berkicau, menisik, dan lain-lain.7. Catat interaksinya dengan lingkungan sekitar, misalnya sedang berkejaran dengan jenis burung lain atau sedang bertengger di atas kerbau, dan lain-lain. http://khatulistiwa.info
  • 30. 8. Satukan data pengamatan kalian dalam suatu buku / lembar catatan pengamatan.9. Jadi, suatu saat jika kita akan melakukan pengamatan lagi, kita sudah mempunyai data, dan ini bisa kita gunakan sebagai acuan. http://khatulistiwa.info
  • 31. DAFTAR PUSTAKAhttp://www.jakarta_green_monster.orghttp://www.harian-global.comhttp://www.sbi-info.orghttp://www.balipost.co.idhttp://blogburung.wordpress.comFoto: KBC, Balai TNKS, SunartoKERINCI BIRDWATCHING CLUB http://khatulistiwa.info