Luka bakar

2,311 views

Published on

Published in: Healthcare
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,311
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
22
Actions
Shares
0
Downloads
62
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Luka bakar

  1. 1. Luka Bakar
  2. 2. Penggolongan luka bakar berdasarkan sumber panasnya : – Termal – Zat kimia – Listrik – Radiasi Definisi & Penggolongan luka bakar : Luka bakar : Semua cedera yang terjadi akibat paparan suhu tinggi. Penggolongan luka bakar berdasarkan lapisan kulit yg terkena : – Luka bakar derajat 1 – Luka bakar derajat 2 – Luka bakar derajat 3.
  3. 3. Tingkat Derajat Luka Bakar
  4. 4. Menghitung Luas Luka Bakar : Cara Lain adalah dengan referensi luas telapak tangan penderita, dimana luas 1 telapak tangan = 1%.  Hukum 9 & Luas Telapak Tangan ; Dewasa Anak
  5. 5. Derajat Berat Luka Bakar ● Tidak kena wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran nafas ● Luka bakar derajat 3 < 2 % LPT ● Luka bakar derajat 2 < 15 % LPT ● Luka bakar derajat 1 < 50 % LPT ● Luka bakar derajat 2 <10 % LPT pada bayi / anak  LPT : Luas Permukaan Tubuh  Luka Bakar Ringan
  6. 6.  Luka Bakar Sedang ● Tidak kena wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran napas ● Luka bakar derajat 3 2-10 % LPT ● Luka bakar derajat 2 15 -30 % LPT ● Luka bakar derajat 1 > 50 % ● Luka bakar derajat 2 10 -20 % LPT pada bayi dan anak
  7. 7.  Luka Bakar Berat ● Mengenai wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran napas. ● Luka bakar derajat 3 > 10% LPT. ● Luka bakar disertai nyeri, bengkak & perubahan bentuk alat gerak. ● Luka bakar meliputi satu bagian tubuh seperti, lengan, tungkai atau dada. ● Luka bakar derajat 2 atau 3 > 20% LPT pada bayi & anak
  8. 8. 1. Kemungkinan terjadinya syok :  luka bakar >20% pada orang dewasa  luka bakar >10% pada bayi dan anak. 2. Penyebab luka bakar :  Listrik : kemungkinan terjadi luka bakar di jaringan dalam tubuh meski tampak luar kecil.  Bahan kimia : lihat sifat zatnya. 3. Daerah yang terkena : Wajah, alat gerak, sendi, kemaluan, pantat & paha dalam bisa jadi faktor penyulit di kemudian hari. 4. Usia & Penyakit.  Perhatikan Pada Beberapa Hal :
  9. 9.  Penanganan Luka Bakar ; • Hentikan proses luka bakarnya. Aliri dengan air. • Lepaskan pakaian & perhiasan. • Lakukan penilaian dini, berikan BHD jika perlu. • Tentukan derajat berat luka bakar selama pemeriksaan fisik. • Tutup luka bakar dg. penutup luka steril sekali pakai. • Jangan pecahkan gelembungnya. • Jaga suhu tubuh, rawat cedera yang lain & rujuk ke RS.
  10. 10.  Penanganan Luka Bakar Kimia ; • Siram/aliri luka bakar dengan air sebanyaknya (minimal 20 menit) • Jangan menyiram bahan kimia yang bereaksi kuat dengan air • Minimalkan kontaminasi sehingga tidak mengenai daerah yang sehat • Jika bahan kimia berupa bubu/padat, sapu dengan sikat halus lalu siram dengan air sebanyak- banyaknya • Amankan bekas pakaian penderita yang terkontaminasi • Pasang penutup luka steril. Bila yang terkena mata, tutup keduanya. • Atasi syok bila ada, rujuk ke RS.
  11. 11.  Tanda & Gejala Serta Penanganan Luka Bakar Listrik ; Tanda & Gejala • Perubahan status mental. • Tampak luka bakar berat • Pernapasan dangkal, tidak teratur / tidak ada. • Denyut nadi lemah, tidak teratur atau tidak ada. • Patah tulang majemuk karena kontraksi otot. Penanganan • Lakukaan prosedur penga- manan diri & penilaian dini. • Periksa dan cari luka bakar di daerah listrik masuk dan keluar. • Tutup luka dengan penutup steril & kering. • Atasi syok bila ada • Rujuk • Bersiap melakukan BHD.
  12. 12.  Potensi Bahaya Luka Bakar Listrik ; • Kemungkinan bahaya yang bisa terjadi adalah henti napas & jantung, kerusakan jaringan saraf & organ dalam tubuh. • Luka bakar mungkin tampak kecil di luar tapi kerusakan di dalam bisa berat mengingat konduksi listrik. • Karena itu penolong harus bersiap melakukan BHD/RJP mengingat henti jantung/napas bisa berulang. Penderita harus dipantau dengan ketat.
  13. 13.  Luka Bakar Inhalasi ; • Pindahkan korban ke tempat aman. • Beri O2, bila perlu O2 yang dilembabkan. Hati-hati dalam memberikan O2 di daerah kebakaran. • Lakukan penilaian dini. • Beri napas buatan jika perlu • Rujuk. Penanganan :

×