Your SlideShare is downloading. ×
Bantalan (bearing)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Bantalan (bearing)

8,713
views

Published on


1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
8,713
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
360
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Elemen Mesin Diktat kuliah
  • 2. Bantalan adalah elemen mesin yang menumpuporos berbeban, sehingga putaran atau gerakbolak-balik dapat bekerja dengan aman, halusdan panjang umur. Bantalan harus kokoh untukmemungkinkan poros atau elemen mesin lainnyadapat bekerja dengan baik. Jika bantalan tidakbekerja dengan baik, maka prestasi kerja seluruhsistem akan menurun atau tidak dapat bekerjasemestinya. Jadi, jika disamakan pada gedung,maka bantalan dalam permesinan dapatdisamakan dengan pondasi pada suatu gedung.
  • 3. 1. BANTALAN LUNCUR Bantalan luncur mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban yang besar. Bantalan ini memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dibuat dan dipasang dengan mudah. Bantalan luncur memerlukan momen awal yang besar karena gesekannya yang besar pada waktu mulai jalan. Pelumasan pada bantalan ini tidak begitu sederhana, gesekan yang besar antara poros dengan bantalan menimbulkan efek panas sehingga memerlukan suatu pendinginan khusus. Dengan adanya lapisan pelumas, bantalan ini dapat meredam tumbukan dan getaran sehingga hampir tidak bersuara. Tingkat ketelitian yang diperlukan tidak setinggi bantalan gelinding sehingga harganya lebih murah. Macam-macam bantalan luncur : a. Bantalan radial (beban tegak lurus sumbu poros) b. Bantalan aksial (beban sejajar sumbu poros) c. Bantalan khusus (radial-aksial)
  • 4. 2. Bantalan gelinding Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol jarum dan rol bulat. Bantalan gelinding pada umumnya cocok untuk beban kecil dari pada bantalan luncur, tergantung pada bentuk elemen gelindingnya putaran pada bantalan ini dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut. Bantalan gelinding hanya dibuat oleh pabrik-pabrik tertentu saja karena konstruksinya yang sukar dan ketelitiannya yang tinggi. Harganya pun pada umumnya relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan bantalan luncur. Sebagai usaha untuk menekan biaya pembuatan serta memudahkan dalam pemakaian, bantalan gelinding diproduksi menurut standar dalam berbagai ukuran dan bentuk. Keunggulan bantalan ini adalah pada gesekannya yang sangat rendah. Pelumasannya pun sangat sederhana, yaitu cukup dengan gemuk, bahkan pada macam yang memakai sil sendiri tidak perlu pelumasan lagi. Meskipun ketelitiannya sangat tinggi, namun karena adanya gerakan elemen gelinding dan sangkar, pada putaran yang tinggi bantalan ini agak berisik jika dibandingkan dengan bantalan luncur. contoh : a. Bantalan bola b. Bantalan peluru c. Bantalan jarum d. Bantalan rol bulat
  • 5. a. Bantalan luncur• Mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban berat.• Konstruksi sederhana.• Pembuatan dan pemasangan dapat dilakukan dengan mudah.• Gesekan sangat besar pada saat start sehingga memerlukan torsi awal yang besar.• Pelumasan tidak sederhana• Gesekan yang terjadi sangat besar• Panas yang dihasilkan cukup tinggi.• Dengan sistem pelumasan yang baik, bantalan luncur dapat meredam tumbukan dan getaransehingga hampir tak bersuara.• Tidak memerlukan ketelitian yang tinggi sehingga harganya cukup murah
  • 6. b. Bantalan gelinding• Cocok untuk beban yang lebih kecil dibandingkan dengan bantalan luncur.• Putaran dibatasi oleh adanya gaya sentrifugal elemen gelinding pada bantalan.• Konstruksinya rumit dan proses pembuatan sulit.• Harganya lebih mahal dibandingkan dengan bantalan luncur.• Produksi/pembuatan dilakukan dalam standarisasi.• Gesekan sangat kecil.• Pelumasan sangat sederhana, misalnya dengan grease• Gerakan elemen gelinding menyebabkan suara berisik.
  • 7. Dalam pemilihan bantalan banyak hal yang harusdipertimbangkan seperti : Jenis pembebanan yang diterima oleh bantalan (aksial atau radial ) Beban maksimum yang mampu diterima oleh bantalan ◦ Kecocokan antara dimensi poros yang dengan bantalan sekaligus dengan keseluruhan sistim yang telah direncanakan. ◦ Keakuratan pada kecepatan tinggi ◦ Kemampuan terhadap gesekan ◦ Umur bantalan ◦ Harga ◦ Mudah tidaknya dalam pemasangan ◦ Perawatan.
  • 8. a. Kekuatan yang baik untuk menahan beban dan kelelahan.b. Mampu menyesuaikan dengan lenturan poros yang kecil.c. Bersifat anti las (tidak menempel ke poros akibat gesekan).d. Sangat tahan karat.e. Tahan aus.f. Dapat menghilangkan/menyerap kotoran.g. Harganya murah.h. Tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan temperatur.
  • 9. a. Babbit metal (logam putih) : berdasarkan Sn dan Pbb. Bronzes (tembaga dan paduannya) : tembaga, perunggu fosfor, perunggu timah hitam.c. Cast irond. Silvere. Non metallic bearings : kayu, karet, plastik.
  • 10. 1.Beban ekuivalen dinamisP = x. . v. Fr + Fa . Y (Sularso, 1994: 136)Dengan : x = 0,56v=1y = 1,45Fr = beban radialFa = beban aksial
  • 11. 2. Faktor kecepatan 1/ 3 33,3 fn (Sularso, 1994:136) n3. Faktor umur C fh fn P4. Umur bantalan LK = 500 fh3
  • 12. a. Kekuatan bantalan.b. Pemilihan perbandingan panjang dan diameter bantalan (L/d)c. Tekanan pada bantaland. Harga tekanan dan kecepatan (pv)e. Tebal minimum selaput minyak pelumas.f. Kenaikkan temperatur
  • 13. • Pemilihan L/d : 1. makin kecil L/d, maka makin rendah pula kemampuan bantalan menahan beban. 2. makin besar, makin besar pula panas yang timbul. 3. makin besar, kebocoran pelumas di ujung bantalan dapat diperkecil. 4. makin besar, menyebabkan tekanan tidak merata. 5. jika pelumas tidak merata, maka L/d diperkecil. 6. makin besar, temperatur makin tinggi. 7. L/d harus ditentukan berdasarkan lokasi yang tersedia. 8. L/d tergantung dari jenis bahan bantalan, makin lunak maka L/d makin besar.• Harga koefisien perpindahan panas ( C) : 1. bantalan dengan ventilasi : 0,0007 – 0,0020 2. bantalan tanpa ventilasi : 0,0002 – 0,0006, satuan kkal/min.cm2/ 0C• Temperatur bantalan : (tb – ta) = 0,5 (to – ta) tb : temperatur bantalan. ta : temperatur udara. to : temperatur lapisan pelumas, tidak boleh lebih dari 600
  • 14. 1. Desain sebuah bantalan luncur yang digunakan pada pompa sentrifugal dengan data-data sebagai berikut : Beban = 20 000 N Diameter bantalan luncur yang diinginkan = 100 mm Putaran poros pompa = 900 r/min Temperatur udara ruang kerja = 15,50 Tipe minyak pelumas SAE 10 Temperatur lapisan pelumas = 550 Viskositas absolut pelumas = 0,017 kg/m-s. Tekanan maksimum bantalan = 1,5 N/mm2. Koefisien perpindahan panas = 1232 W/m2/0C.
  • 15. • d = 100 mm untuk pompa sentrifugal L/d = (1 – 2) , diambil L/d = 1,6 maka, L = 1,6 x d = 1,6 x 100 = 160 mm• Tekanan pada bantalan : tekanan ijin bantalan pompa sentrifugal p = 1,5 N/mm2, karena p = 1,25 N/mm2 maka bantalan aman.• Viskositas pelumas : Dari tabel pelumas untuk t0 = 550 dan SAE 10 diperoleh viskositas pelumas (Z) = 0,017 kg/ms. 1 cp = 0,01 poise = 0,01 dyne-s/cm2• Modulus bantalan aktual
  • 16. pemeriksaan terhadap harga K minimum beban Normal. Ternyata K aktual (12,24) telah di atas nilai K minimum (9,33), maka bantalan aman.• ratio clearance :d/c = 0,0013 untuk pompa sentrifugal• Koefisien gesekan• Panas yang timbul
  • 17. • Panas yang dapat dipindahkan
  • 18. Rencanakan secara sederhana sebuah bantalan ujung dari perunggu untuk putaran 200 rpm dan beban 1500 kg, bahan poros adalah baja agak keras dengan tegangan lentur yang diizinkan σ = 4 kg/mm2 . Dan mengambil μ