BAGIAN ANGGARAN 005                401865LAPORAN KEUANGAN (AUDITED) PENGADILAN AGAMA BALIGE           PERIODE SEMESTER II ...
SISTEMATIKA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SATUAN KERJADalam penyusunan laporan keuangan serta untuk mempermudah Satuan Kerjad...
9.   Pernyataan Tanggung Jawab      Merupakan pernyataan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran terhadap      penggunaan an...
Merupakan unsur pokok, wajib dan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu      Laporan Keuangan Satuan Kerja.15.   Lampira...
KATA PENGANTAR       Sebagaimana diamanatkan Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2003 tentang KeuanganNegara, dan Undang-Undan...
Kami menyadari bahwa laporan keuangan tahun 2010 ini masih belum sempurna, olehsebab itu kami mengharapkan tanggapan, sara...
DAFTAR ISI                                                                           HalamanKata Pengantar                ...
DAFTAR SINGKATANAPBN        :   Anggaran Pendapatan dan Belanja NegaraBPK         :   Badan Pemeriksa KeuanganBUN         ...
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
INDEKS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                             LAPORAN REALISASI APBN                                   ...
Catatan Penting LainnyaCatatan   C.3   Catatan Penting Lainnya                                         22          D     P...
PERNYATAAN TANGGUNG JAWABLaporan Keuangan Pengadilan Agama Balige yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran,Neraca, da...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                                                                     I....
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp 780.000,- yang merupakan Kewajiban J...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                                                      CATATAN ATAS LAPO...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                 Selanjutnya program-program tersebut dituangkan ke dal...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                 A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN           ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                     tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensas...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010Aset Tetap           b. Aset Tetap                        Aset tetap me...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                        dana moratorium Nias dan Nanggroe Aceh Darussal...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                 (5) Ekuitas DanaEkuitas Dana                 Ekuitas d...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010              B.     PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010               B.2.1.1. Penerimaan Negara Bukan PajakRealisasi         ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                                                   Grafik B.02         ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                Komposisi alokasi Belanja juga dapat disajikan seperti ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010RealisasiBelanja                                               Belanja ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                            Uraian                     31-Des-10       ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                   C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA                  ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                      C.2. PENJELASAN PER POS NERACA                   ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                                                                       ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                                                   Tabel C.06          ...
Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010                      C.2.2.6   Konstruksi Dalam Pengerjaan            ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ca lk pa.blg smt2 2010

2,211 views

Published on

Published in: Sports, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,211
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ca lk pa.blg smt2 2010

  1. 1. BAGIAN ANGGARAN 005 401865LAPORAN KEUANGAN (AUDITED) PENGADILAN AGAMA BALIGE PERIODE SEMESTER II TAHUN ANGGARAN 2010 Jalan Adhyaksa No. 4, Balige – Toba Samosir
  2. 2. SISTEMATIKA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SATUAN KERJADalam penyusunan laporan keuangan serta untuk mempermudah Satuan Kerjadalam penyajian laporan keuangan, maka kami sampaikan sistematika penyajianlaporan keuangan sebagai berikut:Sistematika penyajian laporan keuangan Satuan Kerja 1. Sampul Luar Merupakan sampul luar dari laporan keuangan, memuat informasi mengenai Satuan Kerja dan periode penyampaian laporan keuangan. 2. Sampul Dalam Merupakan sampul dalam dari laporan keuangan, memuat informasi mengenai satuan kerja dan periode penyampaian laporan keuangan. 3. Kata Pengantar Merupakan pengantar dari laporan keuangan yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang yang memberikan gambaran ringkas mengenai laporan keuangan yang disampaikan. 4. Daftar Isi Merupakan daftar yang memuat isi laporan beserta nomor halamannya. 5. Daftar Tabel Merupakan daftar tabel yang terdapat dalam laporan keuangan. Daftar tersebut memuat nama tabel, nomor tabel dan nomor halamannya. 6. Daftar Grafik Merupakan daftar grafik yang terdapat dalam laporan keuangan. Daftar tersebut memuat nama grafik, nomor dan nomor halamannya. 7. Daftar Lampiran Merupakan daftar lampiran yang terdapat dalam laporan keuangan. Daftar tersebut memuat nama lampiran, nomor lampiran dan nomor halamannya. 8. Daftar Singkatan Merupakan daftar yang memuat singkatan-singkatan yang digunakan dalam laporan keuangan. Sistematika Penyajian Laporan Keuangan – i
  3. 3. 9. Pernyataan Tanggung Jawab Merupakan pernyataan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran terhadap penggunaan anggaran pada lingkup satuan kerja yang dipimpinnya. Pernyataan Tanggung Jawab ditandatangani oleh pimpinan Satuan Kerja setiap periode penyampaian laporan keuangan. Pernyataan tanggung jawab paling tidak memuat pernyataan sebagai berikut : • pernyataan bertanggung jawab terhadap penyusunan dan isi laporan keuangan yang disampaikan; • pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAP dan; • pernyataan laporan keuangan telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai.10. Ringkasan Merupakan gambaran ringkas mengenai kondisi laporan keuangan yang dipertanggungjawabkan. Memuat gambaran ringkas mengenai anggaran, realisasi anggaran, neraca dan catatan atas laporan keuangan.11. Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja Laporan Realisasi Anggaran menyajikan informasi realisasi pendapatan dan belanja, yang masing-masing dibandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. Laporan realisasi anggaran berdasarkan cetakan dari aplikasi SAI, untuk laporan keuangan periode semesteran, laporan yang disampaikan adalah laporan Semester I. Untuk periode tahunan laporan yang disampaikan adalah laporan komparatif dengan membandingkan anggaran dan realisasi tahun anggaran yang lalu dengan tahun anggaran berjalan.12. Neraca Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas akuntansi dan entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, ekuitas dana per tanggal tertentu. Laporan neraca berdasarkan cetakan dari aplikasi SAI, untuk laporan keuangan periode semesteran, laporan yang disampaikan adalah laporan Semester I. Untuk periode tahunan laporan yang disampaikan adalah laporan komparatif dengan membandingkan anggaran dan realisasi tahun anggaran yang lalu dengan tahun anggaran berjalan.13. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Merupakan laporan realisasi anggaran untuk pendapatan dan belanja berdasarkan cetakan dari aplikasi SAI, laporan yang harus disampaikan dapat dilihat pada lampiran laporan keuangan.14. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan, daftar rinci, dan analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Sistematika Penyajian Laporan Keuangan – ii
  4. 4. Merupakan unsur pokok, wajib dan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu Laporan Keuangan Satuan Kerja.15. Lampiran Laporan Keuangan a. Laporan-laporan pendukung sebagai lampiran i) LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan ii) LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja iii) Neraca Percobaan (daftar laporan lihat lampiran III) b. Laporan barang pengguna i) Laporan Barang Pengguna Semesteran/Tahunan ii) Laporan Kondisi Barang (khusus LKKL Tahunan) iii) Rincian Saldo Awal (daftar laporan lihat lampiran III) c. Laporan Keuangan BLU d. Laporan Rekening Pemerintah e. Tindak Lanjut Atas Temuan BPK f. Lampiran-lampiran lainnya sebagai pendukung CaLK16. Lampiran lainnya sebagai pendukung Catatan a. Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Persediaan dll. Sistematika Penyajian Laporan Keuangan – iii
  5. 5. KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2003 tentang KeuanganNegara, dan Undang-Undang APBN Nomor 42 Tahun 2002 tentang Anggaran Pendapatan danBelanja Negara Tahun Anggaran. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai PenggunaAnggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuanganSatuan Kerja yang dipimpinnya. Pengadilan Agama Balige adalah entitas akuntansi dari Mahkamah Agung RepublikIndonesia yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawabanatas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporankeuangan berupa Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Penyusunan laporan keuangan Pengadilan Agama Balige mengacu pada PeraturanMenteri Keuangan nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan KeuanganPemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-51/PB/2008tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Informasi yangdisajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehubungan dengan Laporan Keuangan Tahun 2010 ini, perlu kami kemukakan hal-hal sebagai berikut:1. Laporan Realisasi Anggaran memberikan informasi tentang realisasi pendapatan, belanja. Berdasarkan laporan ini, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah tahun 2010 adalah sebesar Rp. 8.414.048,- atau 0 persen dari yang ditetapkan dalam DIPA TA 2010 Sementara itu, realisasi Belanja Negara adalah sebesar Rp. 1.648.280.800,- atau 95,32% persen dari yang dianggarkan dalam DIPA 2010;2. Neraca menyajikan informasi tentang posisi aset, kewajiban, dan ekuitas Pengadilan Agama Balige tahun 2010. Dari Neraca tersebut diinformasikan bahwa nilai Aset adalah sebesar Rp. 3.571.406.405,- dan Kewajiban sebesar Rp. 780.000,- sehingga Ekuitas Dana (kekayaan bersih) Pengadilan Agama Balige per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp. 3.570.626.405,-.3. Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap tentang hal-hal yang termuat dalam laporan keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi uraian tentang kebijakan fiskal, kebijakan akuntansi, dan penjelasan pos-pos laporan keuangan, daftar rinci atau uraian atas nilai pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Kata Pengantar - Halaman - iv
  6. 6. Kami menyadari bahwa laporan keuangan tahun 2010 ini masih belum sempurna, olehsebab itu kami mengharapkan tanggapan, saran, maupun kritik yang membangun dari para penggunalaporan keuangan ini. Kami akan terus berupaya untuk dapat menyusun dan menyajikan laporankeuangan yang tepat waktu dan akurat sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik(good governance). Diharapkan penyusunan Laporan Keuangan ini dapat meningkatkanakuntabilitas publik. Balige, 31 Desember 2010 Kuasa Pengguna Anggaran Dra. Zuhaira, SH NIP. 19700529 199403 2 004 Kata Pengantar - Halaman -.v
  7. 7. DAFTAR ISI HalamanKata Pengantar ivDaftar Isi viDaftar Singkatan viiIndeks Catatan atas Laporan Keuangan viiiPernyataan Tanggung Jawab xI. Ringkasan 1II. Laporan Realisasi Anggaran 3III. Neraca Dan Informasi Akrual 4IV. Catatan atas Laporan Keuangan 5 A. Penjelasan Umum 5 A.1. Dasar Hukum 5 A.2. Kebijakan Teknis Satuan Kerja 5 A.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan 7 A.4. Kebijakan Akuntansi 7 B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran 12 B.1. Penjelasan Umum Laporan Realisasi Anggaran 12 B.2. Penjelasan Per Pos Laporan Realisasi Anggaran 12 B.3. Catatan Penting/Pengungkapan Lainnya 17 C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca 18 C.1. Posisi Keuangan Secara Umum 18 C.2. Penjelasan Per Pos Neraca 19 C.3. Catatan Penting/Pengungkapan Lainnya 22 D. Penjelasan /Pengungkapan penting lainnya 23 D.1 Biaya Perkara D.2 Biaya Proses Laporan-laporan Pendukung sesuai Perarturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER- 51 /PB/2008 • LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan 24 • LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja 25 • Neraca Percobaan 26 • Neraca Dan Informal Akrual 27 Laporan Barang Pengguna • Laporan Barang Pengguna Semester II 29 Lampiran-lampiran lainnya sebagai pendukung CaLK • Persetujuan Pembukaan Rekening • Rekening Koran Bank Per 30 Desember 2010 • Laporan Pertanggungjawaban Uang Persediaan • SSBP (Setoran Sisa UP) • SSPB (Uang Makan) • Berita Acara Rekonsiliasi (Juli s.d Desember 2010) • SK. Pembentukan Tim Pembuat Laporan Keuangan Daftar Isi - Halaman - vi
  8. 8. DAFTAR SINGKATANAPBN : Anggaran Pendapatan dan Belanja NegaraBPK : Badan Pemeriksa KeuanganBUN : Bendahara Umum NegaraDIPA : Daftar Isian Pelaksanaan AnggaranLRA : Laporan Realisasi AnggaranMA : Mata Anggaran Penerimaan / PengeluaranPNBP : Penerimaan Negara Bukan PajakSIMAK-BMN : Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik NegaraSAI : Sistem Akuntansi InstansiSAK : Sistem Akuntansi KeuanganSAP : Standar Akuntansi PemerintahanSKPA : Surat Kuasa Pengguna AnggaranTA : Tahun AnggaranTAB : Tahun Anggaran BerjalanUP : Uang Persediaan Daftar Singkatan – vii
  9. 9. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
  10. 10. INDEKS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN LAPORAN REALISASI APBN Halaman PNBP Catatan B.2.1 Pendapatan Negara dan Hibah 12 Catatan B.2.1.1 Penerimaan Negara Bukan Pajak 13 Catatan B.2.1.1.1 Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya 13 Belanja Negara Catatan B.2.2 Belanja Negara 14 Catatan B.2.2.1 Belanja 15 Catatan B.3 Catatan Penting Lainnya 17NERACA ASET Catatan C.2.1 Aset Lancar Catatan C.2.1.1 Kas di Bendahara Pengeluaran 19 Catatan C.2.1.2 Persediaan 19 Catatan C.2.2 Aset Tetap 19 Catatan C.2.2.1 Tanah 20 Catatan C.2.2.2 Peralatan dan Mesin 20 Catatan C.2.2.3 Gedung dan Bangunan 20 Catatan C.2.2.4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 21 Catatan C.2.2.5 Aset Tetap lainnya 21 Catatan C.2.2.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan 21KEWAJIBAN Catatan C.2.3 Kewajiban Jangka Pendek Catatan C.2.3.1 Uang Muka dari KPPN 22 Catatan C.2.4 Ekuitas Dana Investasi Catatan C.2.4.1 Diinvestasikan dalam Aset Tetap 22 Indeks Catatan Atas Laporan Keuangan –viii
  11. 11. Catatan Penting LainnyaCatatan C.3 Catatan Penting Lainnya 22 D Pengungkapan Penting Lainnya 22 Indeks Catatan Atas Laporan Keuangan – ix
  12. 12. PERNYATAAN TANGGUNG JAWABLaporan Keuangan Pengadilan Agama Balige yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran,Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2010 sebagaimana terlampir,adalah merupakan tanggung jawab kami.Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yangmemadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangansecara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Balige, 31 Desember 2010 An, Ketua Pengadilan Agama Balige Wakil Ketua Drs. Al-Azhary, SH MH Pernyataan Tanggung Jawab – x
  13. 13. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 I. RINGKASANBerdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007,menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang menyusun danmenyampaikan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputiLaporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada MenteriKeuangan selaku pengelola fiskal, dalam rangka penyusunan Laporan KeuanganPemerintah Pusat (LKPP).Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Semester II Tahun 2010 ini telah disusun dandisajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang StandarAkuntansi Pemerintahan (SAP).1. LAPORAN REALISASI ANGGARANLaporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara Daftar IsianPelaksanaan Anggaran (DIPA) TA 2010 dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsurpendapatan, belanja, selama periode 1Juli s.d. 30 Desember 2010.Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada TA 2010 terdiri dari Penerimaan NegaraBukan Pajak sebesar Rp 8.414.048,- (tidak ada estimasi pendapatan).Realisasi Belanja Negara pada Semester II TA 2010 adalah sebesar Rp 1.648.280.800,-atau mencapai 95,23 persen dari anggarannya. Jumlah realisasi Belanja tersebut terdiri darirealisasi Belanja Pegawai sebesar Rp. 726.712.894,- atau 90.36 persen dari anggarannya,Belanja Barang sebesar Rp. 185.808.906,- atau 98,26 persen dari anggarannya, dan BelanjaModal sebesar Rp. 735.759.000 atau 99,98 persen dari anggarannya.Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran Semester TA 2010 dan 2009 dapat disajikansebagai berikut: (dalam rupiah) TA 2010 TA 2009 Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi Pendapatan Negara dan 0 8.414.048 0 5 400.408 Hibah Belanja Rupiah Murni 1.729.271.000 1.1648.280.800,- 1.156.078.000 890.527.2952. NERACANeraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitasdana pada tanggal pelaporan dan dibandingkan dengan tanggal pelaporan sebelumnya.Jumlah Aset adalah sebesar Rp 3.571.406.405,- yang terdiri dari Aset Lancar sebesarRp. 15.619.680,- Aset Tetap sebesar Rp. 3.531.945.425,- dan Aset LainnyaRp. 23.841.300,-. Ringkasan – 1
  14. 14. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp 780.000,- yang merupakan Kewajiban JangkaPendek.Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp 3.570.626.405,- yang terdiri dariEkuitas Dana Lancar sebesar Rp 14.839.680,- dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp3.555.786.725,-.Ringkasan Neraca per 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009 dapat disajikan sebagaiberikut: (dalam rupiah) 31 Desember ) 31 Desember) Nilai 2010 2009 (kenaikan) Aset Aset Lancar 15.619.680,-,- 6.794.400,- 8.825.280,- Aset Tetap 3.531.945.425,- 2.744.291.725,- 787.653.700,- Aset Lainnya 23.841.300,- 0,- 23.841.300,- Kewajiban Kewajiban Jangka Pendek 780.000,- 435.780,- 344.220,- Ekuitas Dana Ekuitas Dana Lancar 14.839.680,- 6.358.620,- 8.481.060,- Ekuitas Dana Investasi 3.555.786.725,- 2.744.291.725,- 811.495.000,-3. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANCatatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menguraikan dasar hukum, metodologi penyusunanLaporan Keuangan, dan kebijakan akuntansi yang diterapkan. Selain itu, dalam CaLKdikemukakan penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yangmemadai.Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran, pendapatan, dan belanja diakui berdasarkanbasis kas, yaitu pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari Kas Umum Negara(KUN). Sementara itu, dalam penyajian Neraca, aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakuiberdasarkan basis akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnyakewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan oleh dandari KUN.Dalam CaLK ini diungkapkan pula kejadian penting setelah tanggal pelaporan keuanganserta informasi tambahan yang diperlukan. Ringkasan – 2
  15. 15. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. PENJELASAN UMUMDasar Hukum A.1. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 7. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER 51/PB/ Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. A.2. KEBIJAKAN TEKNIS PENGADILAN AGAMA BALIGERencana RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA BALIGEStrategis Rencana strategis Pengadilan Agama Balige disusun melalui rencana tindakan atau “action plan” yang konkrit untuk lima tahun kedepan dalam bentuk program- program dengan mengacu pada RPJM nasional. Adapun program-program yang direncanakan untuk dilaksanakan lima tahun ke depan adalah sebagai berikut : 1. Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan 2. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur 3. Program Perencanaan Hukum 4. Program Pembinaan dan Pengembangan Hukum dan HAM 5. Program Pembentukan Hukum 6. Program Peningkatan Kesadaran Hukum dan HAM 7. Program Pelayanan dan Bantuan Hukum 8. Program Penegakan Hukum dan HAM 9. Program Pembinaan Peradilan 10. Program Pembinaan Profesi Hukum 11. Program Pembinaan Sarana dan Prarasana Hukum 12. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak Catatan Atas Laporan Keuangan - 5
  16. 16. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 Selanjutnya program-program tersebut dituangkan ke dalam berbagai kegiatan, disertai sasaran yang hendak dicapai dan indikator keberhasilannya, sehingga menjadi panduan pelaksanaan per tahun rencana strategis Pengadilan Agama Balige 2005 - 2010.Pendapatan PENDAPATAN PENGADILAN AGAMA BALIGE Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut : Tabel A.01 Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak 2010 2009 KENAIKAN/PENURUNAN Pendapatan Negara dan Hibah Penerimaan Negara Bukan Pajak 8.414.048 5.400.408 3.013.640 JUMLAH 8.414.048 5.400.408 3.013.640 Realisasi Negara dan Hibah yaitu penerimaan negara bukan pajak selama Tahun 2010 adalah sebesar Rp 8.414.048,- Dibandingkan dengan pendapatan pada Tahun 2009 sebesar Rp. 5.400.408 terdapat peningkatan sebesar Rp 3.013.640,- Kenaikan pendapatan tersebut berasal dari pendapatan, biaya peradilan, pendapatan sewa rumah dinas, pendapatan bunga lainnya, penerimaan kembali belanja pegawai pusat TAYL.Belanja BELANJA PENGADILAN AGAMA BALIGE Realisasi Belanja Negara Tahun 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut : Tabel A.02 Realisasi Belanja Negara REALISASI BELANJA KENAIKAN/ KD URAIAN BELANJA 2010 2009 PENURUNAN 51 Belanja Pegawai 726.712.894 575.816.506 (150.896.388) 52 Belanja Barang 185.808.906 190.510.786 (4.701.883) 53 Belanja Modal 735.759.000 124.200.000 (611.559.000) JUMLAH 1.648.280.800 890.527.295 (757.753.5005) Realisasi Belanja Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 mengalami kenaikan dari tahun 2009. Penurunan ini disebabkan penurunan belanja pegawai dan belanja modal. Catatan Atas Laporan Keuangan - 6
  17. 17. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh entitas akuntansi Pengadilan Agama Balige. Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 ini memperoleh anggaran yang berasal dari APBN sebesar Rp 1.729.271.000,-. Laporan Keuangan dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI), yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari: 1. Laporan Realisasi Anggaran 2. Neraca 3. Catatan atas Laporan Keuangan Data BMN yang disajikan dalam neraca ini telah seluruhnya diproses melalui SIMAK-BMN. Tetapi untuk Persediaan telah menggunakan Apliksasi Persediaan, pelaporan persediaan masih diinput/dicatat secara aplikasil oleh Bagian Penyimpanan dan Pendistribusian pada Bagian Umum.KebijakanAkuntansi A.4. KEBIJAKAN AKUNTANSI Laporan Realisasi Anggaran disusun menggunakan basis kas yaitu basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN) atau dikeluarkan dari KUN. Penyajian aset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam Neraca diakui berdasarkan basis akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari KUN. Penyusunan dan penyajian LK Tahun 2010 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Dalam penyusunan LKKL telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan LK Kepaniteraan adalah:Pendapatan (1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan Catatan Atas Laporan Keuangan - 7
  18. 18. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan.Belanja (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Belanja disajikan di muka (face) laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja, sedangkan di Catatan atas Laporan Keuangan, belanja disajikan menurut klasifikasi organisasi dan fungsi.Aset (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, dan Aset Lainnya.Aset Lancar a. Aset Lancar Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset lancar ini terdiri dari kas, piutang, dan persediaan. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca. Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihannya. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai bagian lancar TPA/TGR. Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan: - harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian, - harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri, - harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan. Catatan Atas Laporan Keuangan - 8
  19. 19. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010Aset Tetap b. Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2009 berdasarkan harga perolehan. Pengakuan aset tetap yang perolehannya sejak tanggal 1 Januari 2002 didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi, yaitu: (a.) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah), dan (b.) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). (c.) Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.Aset Lainnya c. Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, investasi jangka panjang, dan aset tetap. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, Dana yang Dibatasi Penggunaannya, Aset Tak Berwujud, dan Aset Lain-lain. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap bendahara/ pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara/pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. Kemitraan dengan pihak ketiga merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha yang dimiliki. Dana yang Dibatasi Penggunaannya merupakan kas atau dana yang alokasinya hanya akan dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan tertentu seperti kas besi perwakilan RI di luar negeri, rekening dana reboisasi, dan Catatan Atas Laporan Keuangan - 9
  20. 20. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 dana moratorium Nias dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer; lisensi dan franchise; hak cipta (copyright), paten, goodwill, dan hak lainnya, hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke dalam TPA, Tagihan TGR, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, maupun Dana yang Dibatasi Penggunaannya. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. Di samping itu, piutang macet Satker yang dialihkan penagihannya kepada Departemen Keuangan cq. Ditjen Kekayaan Negara juga termasuk dalam kelompok Aset Lain-lain.Kewajiban (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Dalam konteks pemerintahan, kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintahan lain, atau lembaga internasional. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. a. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. b. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran, perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing, dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Catatan Atas Laporan Keuangan - 10
  21. 21. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 (5) Ekuitas DanaEkuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara aset dan utang pemerintah. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan utang jangka pendek. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. Catatan Atas Laporan Keuangan - 11
  22. 22. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI ANGGARAN Realisasi anggaran pada TA 2010 adalah sebagai berikut : Tabel B.01 Realisasi Anggaran TA. 2010 No Uraian Anggaran Realisasi Real. Angg. 1 Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp - Rp 2,591,114 0.00% - Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp - Rp 2,591,114 0.00% 2 Realisasi Belanja Negara Rp 1,729,271,000 Rp 514,084,477 29.73% - Belanja Rupiah Murni Rp 1,729,271,000 Rp 514,084,477 29.73% B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI ANGGARANRealisasi B.2.1. Pendapatan Negara dan HibahPendapatanNegara dan Tidak ada Estimasi pendapatan Negara dan Hibah yang dialokasikan pada SATKERHibah Rp Pengadilan Agama BaligeTahun Anggaran 2010.2.591.114,- Grafik B.01 Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah TA. 2010 4,245,804 4,500,000 4,000,000 3,500,000 2,591,114 3,000,000 2,500,000 2,000,000 1,500,000 1,000,000 500,000 0 0 0 0 0 Pendapatan Pendapatan Pendapatan Pajak PNBP Hi bah 2010 0 2,591,114 0 2009 0 4,245,804 0 Catatan atas Laporan Keuangan - 12
  23. 23. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 B.2.1.1. Penerimaan Negara Bukan PajakRealisasi Tidak terdapat Estimasi Pendapatan Negara Bukan Pajak yang dialokasikan padaPNBP Rp. DIPA Pengadilan Agama Balige Tahun Anggaran 2010. Realisasi Penerimaan8.414.048,-. Negara Bukan Pajak Tahun 2010 sebesar Rp 8.414.048,-. Dibandingkan dengan pendapatan TA 2009 sebesar Rp. 5.400.408 terdapat kenaikan sebesar Rp 3.013.640,-. kenaikan tersebut terjadi karena tidak ada pendapatan TAYL dan pendapatan peradilan. Realisasi PNBP berasal dari PNBP Lainnya senilai Rp 8.414.048,-.Realisasi B.2.1.1.1. Penerimaan Negara Bukan Pajak LainnyaPNBP LainnyaRp. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Tahun 2010 berasal dari Pendapatan8.414.048,-. PNBP Lainnya sebesar Rp 8.414.048,-.. Dibandingkan dengan pendapatan TA 2009 sebesar Rp. 5.400.408 terdapat kenaikan sebesar Rp 3.013.640,- kenaikan tersebut terjadi karena tidak ada pendapatan TAYL dan pendapatan peradilan. Realisasi PNBP lainnya dirinci dalam tabel seperti di bawah ini: Tabel B. 02 Komposisi Realisasi Pendapatan PNBP Lainnya Uraian 31-Des-10 31-Des-09 % Naik/Turun Pend. Penjualan Aset Lainnya yg 0,00% Berlebih/Rusak/Dihapuskan Rp - Rp - Pend. Sewa Rumah Dinas/Rumah Negeri Rp 476.628 Rp 476.628 0,00% Pend. Bunga Rp - Rp - 0,00% -100,00% Penerimaan kembali Belanja Pegawai Pusat TAYL Rp - Rp 1.545.600 Pend. Pelunasan Ganti Rugi atas Kerugian yang 0,00% diderita oleh Negara (TGR) Rp - Rp - Pend. Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro) Rp - Rp - 0,00% Pend. Anggaran Lain-Lain Rp 367.100 Rp 436.800 -15,96% Pendapatan Kembali Persekot/Uang Muka Gaji Rp 7.570.320 Rp 2.941.380 150,37% Jumlah Rp 8.414.048 Rp 5.400.408 55,80% Catatan atas Laporan Keuangan - 13
  24. 24. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 Grafik B.02 Komposisi Realisasi Pendapatan PNBP LainnyaRealisasiPenerimaan 1.545.600 1.600.000 1.400.000 2010 1.200.000 2009 476.628 1.000.000 476.628 800.000 0 600.000 0 400.000 0 0 0 200.000 0 0 0 2009 0 0 2010 Berlebih/Rusak/Dihapuska Dinas/Rumah Negeri Pend. Sewa Rumah Pend. Bunga Pend. Penjualan Aset Belanja Pegawai Pusat Rugi atas Kerugian yang Penerimaan kembali Pend. Pelunasan Ganti Keuangan (Jasa Giro) Pend. Jasa Lembaga diderita oleh Negara Lainnya yg TAYL n (TGR)Realisasi B.2.2. Belanja NegaraBelanja Rp1.648.280.800, Realisasi belanja pada TA 2010 adalah sebesar Rp 514.084.477 atau mencapai- 29,73% dari anggaran sebesar Rp 1.729.271.000 Dibandingkan dengan realisasi tahun 2009 sebesar Rp. 400.359.247 mengalami penurunan sebesar Rp 757.753.505 atau 85,09 % dikarenakan terdapat penurunan belanja modal. Realisasi Belanja terdiri dari Belanja Rupiah Murni. Catatan atas Laporan Keuangan - 14
  25. 25. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 Komposisi alokasi Belanja juga dapat disajikan seperti grafik di bawah ini: Grafik. B.03 Komposisi Realisasi Belanja TA 2010 1.800.000.000 1.600.000.000 1.648.280.800 1.400.000.000 1.200.000.000 890.527.295 1.000.000.000 800.000.000 600.000.000 400.000.000 200.000.000 0 Tahun 2009 Belanja Rupiah Murni Tahun 2010 Tahun 2010 Tahun 2009 B.2.2.1. BelanjaRealisasi Realisasi belanja pada TA 2010 adalah sebesar Rp 1.648.280.800,- atau mencapaiBelanja Rp 95,32% dari anggaran sebesar Rp 1.729.271.000,- Dibandingkan dengan realisasi1.648.280.800 tahun 2009 sebesar Rp. 890.527.295,- mengalami peningkatan sebesar Rp. 757.753.505,- atau 85,09% dikarenakan terdapat peningkatan belanja pegawai karena bertambahnya pegawai Pengadilan Agama Balige dan meningkatnya belanja modal. Komposisi realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut jenis belanja dapat disajikan seperti Grafik di bawah ini: Grafik B.04 Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Jenis Belanja TA 2010 Catatan atas Laporan Keuangan - 15
  26. 26. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010RealisasiBelanja Belanja Modalmenurut Jenis 13,71%Belanja Belanja Barang 11,27% Belanja Pegawai 44,09%Belanja Belanja PegawaiPegawai Rp.726.712.894 Realisasi Belanja Pegawai TA 2010 sebesar Rp. 726.712.894 atau 90,36% dari anggarannya Sedangkan Realisasi Belanja Pegawai TA 2009 senilai Rp. 575.816.506. Realisasi Belanja Pegawai TA 2010 mengalami peningkatan dari TA 2009 sebesar Rp 150.896.388 atau 26,21%. Tabel B.03 Rincian Realisasi Belanja Pegawai Uraian 31-Des-10 31-Des-09 % Naik/(Turun) Belanja Gaji dan Tunjangan PNS Rp 726.712.894 Rp 575.816.506 26,21% Belanja Gaji dan Tunjangan Pejabat Rp - Rp - 0,00% Negara Belanja Honorarium Rp - Rp - 0,00% Belanja Tunjangan Khusus Rp - Rp - 0,00% Total Rp 726.712.894 Rp 575.816.506 26,21%Realisasi Belanja BarangBarang Rp .185.808.906 Realisasi Belanja Barang TA 2010 sebesar Rp. 185.808.906 atau 98,26% dari anggarannya. Sedangkan Realisasi Belanja Barang TA 2009 sebesar Rp. 190.510.789. Realisasi Belanja Barang TA 2010 mengalami penurunan dari TA 2009 sebesar Rp. 4.701.883 atau 2,47%. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan anggaran Belanja Barang Pengadilan Agama Balige. Rincian realisasi Belanja Barang adalah sebagai berikut: Tabel B.04 Rincian Realisasi Belanja Barang Catatan atas Laporan Keuangan - 16
  27. 27. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 Uraian 31-Des-10 31-Des-09 % Naik/(Turun) Belanja Barang Operasional Rp 126.795.000 Rp 115.715.000 9,58% Belanja Barang Non Rp 200.000 Rp 10.000.000 0,00% Operasional Belanja Jasa Rp 9.906.906 Rp 12.678.789 -21,86% Belanja Pemeliharaan Rp 38.907.000 Rp 42.117.000 -7,62% Belanja Perjalanan Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 0,00% Jumlah Rp 185.808.906 Rp 190.510.789 -2,47%Realisasi Belanja ModalBelanja ModalRp Realisasi Belanja Modal Semester II TA 2010 sebesar Rp. 735.759.000,- atau735.759.000 99.98% dari anggarannya. Sedangkan Realisasi Belanja Modal di Semester II TA 2009 senilai Rp. 124.200.000. Realisasi Belanja TA 2010 mengalami peningkatan dari TA 2009 sebesar Rp. 611.559.000 atau peningkatan 492,40%. Rincian realisasi Belanja Modal adalah sebagai berikut: Tabel B.05 Rincian Realiasi Belanja Modal Uraian 31-Des-10 31-Des-09 % Naik/(Turun) Belanja Modal Tanah Rp - Rp - 0,00% Belanja Modal Peralatan dan Rp 735.759.000 Rp 124.200.000 492,40% Mesin Belanja Modal Gedung dan Rp - Rp - 0,00% Bangunan Belanja Modal Jalan, Irigasi Rp - Rp - 0,00% dan Jaringan Belanja Modal Fisik Lainnya Rp - Rp - 0,00% Jumlah Rp 735.759.000 Rp 124.200.000 492,40%Catatan B.3. CATATAN PENTING LAINNYAPentingLainnya Pengadilan Agama Balige berdomisili di Jalan Adhyaksa No. 4 Balige. 1. Bendaharawan Pengadilan Agama Balige ada melakukan revisi DIPA sebanyak 2 (dua) kali pada Semester II TA 2010. 2. DIPA Awal Pengadilan Agama Balige dengan Nomor: 0313/005- 01.2/II/2010 adalah sebesar Rp. 1.729.271.000. Catatan atas Laporan Keuangan - 17
  28. 28. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA C.1. PENJELASAN UMUM NERACA Komposisi Neraca per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : Tabel C.01. Komposisi Neraca % Naik/ Uraian 31-Des-10 31-Des-09 (Turun) Aset Rp 3.571.406.405 Rp 2.751.086.125 29,82% Kewajiban Rp 780.000 Rp 435.780 78,99% Ekuitas Dana Rp 3.570.626.405 Rp 2.750.650.345 29,81% Jumlah Aset per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 3.571.406.405 terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp 15.619.680 dan Aset Tetap sebesar Rp 3.531.945.425, dan Aset Lainnya sebesar Rp. 23.841.300 Jumlah Ekuitas Dana per 31 Desember 2010 sebesar Rp 3.570.626.405 terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp 14.839.680 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp 3.555.786.725. Grafik komposisi neraca disajikan sebagai berikut : Grafik. C.01. Komposisi Neraca 4.000.000.000 3.571.406.405 3.570.626.405 3.500.000.000 3.000.000.000 2.751.086.125 2.750.650.345 2.500.000.000 2.000.000.000 1.500.000.000 1.000.000.000 435.780 500.000.000 - 780.000 2010 2010 Aset Kewajiba 2009 Ekuitas n Dana (dalam ribuan) Catatan Atas Laporan Keuangan - 18
  29. 29. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 C.2. PENJELASAN PER POS NERACA C.2.1. Aset LancarKas di Bendahara C.2.1.1. Kas di Bendahara PengeluaranPengeluaran Rp0 Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2010 sebesar Rp. 0 (telah disetor seluruhnya ke kas umum negara) sebanding dengan saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2009 Rp.0.Persediaan Rp 0 C.2.1.2. Persediaan Nilai Persediaan per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp. 12.905.868, sementara untuk periode 31 Desember 2009 Sebesar Rp.10.068.000. Nilai Persediaan per 31 Desember 2010 ini merupakan hasil opname fisik persediaan pada akhir periode akuntansi sebesar Rp.0Piutang Bukan pajak C.2.1.3. Piutang Bukan PajakRp 15.619.680. Nilai Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp. 15.619.680, sementara untuk periode 31 Desember 2009 Sebesar Rp.6.794.400. Nilai Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2010 ini merupakan Uang Persekot gaji untuk 4 orang pegawai. Rincian Komposisi Persediaan pada Badan Urusan Administrasi. Tabel C.04 Komposisi Persediaan No. Keterangan Jumlah 1 Persediaan Awal Per 1 Januari 2010 Rp - 2 Penambahan Persediaan Per 31-12-2010 Rp - 3 Persediaan pada PA. Balige Rp 15.619.680 Jumlah Rp 15.619.680Aset Tetap C.2.2. Aset TetapRp 3.531.945.425 Nilai Aset Tetap per 31 Desemberi 2010 adalah sebesar Rp. 3.531.945.425,-, sedangkan per 31 Desember 2009 sebesar Rp 2.744.291.725. Posisi aset tetap dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel C.05 Posisi Aset Tetap Catatan Atas Laporan Keuangan - 19
  30. 30. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 % Naik / No. Uraian 31-Des-10 31-Des-09 (Turun) 1 Tanah Rp 1.828.710.000 Rp 1.828.710.000 0,00% 2 Peralatan dan Mesin Rp 492.503.025 Rp 449.425.325 9,59% 3 Gedung dan Bangunan Rp 1.061.317.000 Rp 316.208.000 235,64% 4 Jalan,Irigasi &Jaringan Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 0,00% 5 Aset Tetap Lainnya Rp 148.415.400 Rp 148.948.400 -0,36% 6 Konstruksi dalam Pengerjaan Rp - Rp - 0,00% Jumlah Rp 3.531.945.425 Rp 2.744.291.725 28,70% Grafik C.02 Posisi Aset Tetap Rp2.000.000.000 Rp1.800.000.000 Rp1.600.000.000 Rp1.400.000.000 Rp1.200.000.000 Rp1.000.000.000 Rp800.000.000 Rp600.000.000 Rp400.000.000 Rp200.000.000 Rp- Tanah Peralatan Gedung Jalan,Irigasi Aset Tetap Konstruksi dan Mesin dan &Jaringan Lainnya dalam (dalam ribuan) Bangunan Pengerjaan C.2.2.1 Tanah Nilai Tanah per 31 Desember 2010 sebesar Rp. 1.828.710.000, sedangkan nilai Tanah per 31 Desember 2009 sebesar Rp. 1.828.710.000, Tidak ada penambahan tanah selama tahun 2010. C.2.2.2 Peralatan dan Mesin Nilai Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 492.503.025, sedangkan nilai per 31 Desember 2009 sebesar Rp 449.425.325. Catatan Atas Laporan Keuangan - 20
  31. 31. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 Tabel C.06 Posisi Perbandingan Peralatan dan Mesin 31-Des-10 31-Des-09 Kenaikan / (penurunan) Rp492.503.025 Rp449.425.325 Rp43.077.700 C.2.2.3 Gedung dan Bangunan Nilai Gedung dan Bangunan per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 1.061.317..000, sedangkan nilai per 31 Desember 2009 sebesar Rp 316.208.000. Tabel C.07 Posisi Perbandingan Gedung dan Bangunan 31-Des-10 31-Des-09 Kenaikan / (penurunan) Rp1.061.317.000 Rp316.208.000 Rp745.109.000 C.2.2.4 Jalan, Irigasi dan Jaringan Nilai Jaringan per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 1.000.000, sedangkan nilai per 31 Desember 2009 sebesar Rp 1.000.000. Tabel C.08 Posisi Perbandingan Jaringan 30-Jun-10 30-Jun-09 Kenaikan / (penurunan) Rp1,000,000 Rp1,000,000 Rp0 C.2.2.5 Aset Tetap Lainnya Nilai Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 148.415.400 sedangkan nilai per 31 Desember 2009 sebesar Rp 148.948.400. Tabel C.09 Posisi Perbandingan Aset Tetap Lainnya 31-Des-10 31-Des-09 Kenaikan / (penurunan) Rp148.415.400 Rp148.948.400 (Rp533.000) Catatan Atas Laporan Keuangan - 21
  32. 32. Laporan Keuangan Pengadilan Agama Balige Tahun 2010 C.2.2.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan Nilai Konstruksi Dalam Pengerjaan per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 0, sedangkan nilai per 31 Desember 2009 tidak terdapat realisasi Konstruksi Dalam Pengerjaan. Tabel C.10 Posisi Perbandingan Konstruksi Dalam Pengerjaan 31-Des-10 31-Des-09 Kenaikan / (penurunan) Rp0 Rp0 Rp0Kewajiban Rp 0 C.2.3 Kewajiban Jangka Pendek C.2.3.1 Uang Muka dari KPPN Uang Muka dari KPPN per 31 Desember 2010 sebesar Rp 0,- merupakan penyeimbang akun Kas di Bendahara Pengeluaran. Dibandingkan dengan Uang Muka dari KPPN per 31 Desember 2009 Rp 0.Ekuitas Dana C.2.4 Ekuitas Dana DiinvestasikanDiinvestasikan Rp .3.555.786.725,- C.2.4.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Nilai dana Diinvestasikan Dalam Aset Tetap per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 3.555.786.725,-, sedangkan per 31 Desember 2009 sebesar Rp 2.744.291.725,-. Akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap ini merupakan penyeimbang Akun Aset Tetap.Catatan Penting C.3 CATATAN PENTING LAINNYALainnya Pengadilan Agama Balige memiliki 2 (satu) rekening atas nama Bendahara Pengeluaran Pengadilan Agama Balige pada Bank BRI cabang Balige dengan nomor rekening 0314-01-000140-30-4 dan atas nama Penampungan Biaya Perkara Pengadilan Agama Balige dengan nomor rekening 0314-01-011919-50-0. Dengan Persetujuan Pembukaan Rekening dari KPPN terlampir.Pengungkapan D. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYAPenting Lainnya Persediaan sudah menggunakan Apliksasi Persediaan, pelaporan persediaan diinput/dicatat secara aplikasi oleh Bagian Penyimpanan dan Pendistribusian pada Bagian Umum. Catatan Atas Laporan Keuangan - 22

×