Presentation pkn. kelompok dinda

548 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
548
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentation pkn. kelompok dinda

  1. 1. Pengertian Dampak Korupsi Ekonomi DemokrasiArti Luas Arti Sempit Negara Masyarakat PETA KONSEP Tindak Pidana Contoh Korupsi Unsur Jenis
  2. 2. PENGERTIAN Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari katakerja corrumpere yang bermakna busuk, rusa,menggoyahkan, memutarbalik, menyogok).Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabatpublik, baik politikus|politisi maupun pegawainegeri, yang secara tidak wajar dan tidak legalmemperkaya diri atau memperkaya mereka yangdekat dengannya, dengan menyalahgunakankekuasaan publik yang dipercayakan kepadamereka.
  3. 3. PENGERTIAN DALAM ARTI LUAS Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
  4. 4. • perbuatan melawan hukum;• penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;• memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;• merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
  5. 5. JENIS TINDAK PIDANA KORUPSI • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); • penggelapan dalam jabatan; • pemerasan dalam jabatan; • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
  6. 6. KONDISI YANG MENDUKUNG ADANYA KORUPSI • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik. • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal. • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar. • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama". • Lemahnya ketertiban hukum. • Lemahnya profesi hukum. • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa. • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
  7. 7. DAMPAK KORUPSI
  8. 8. Korupsi mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi danketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor private, korupsi meningkatkan ongkosniaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasidengan pejabat korup, dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan.Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnyamempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik denganmengalihkan investasi publik ke proyek-proyeak masyarakat yang mana sogokandan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyekmasyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkanlebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syaratkeamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi jugamengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur; dan menambahkantekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. DAMPAK EKONOMI
  9. 9. DAMPAK DEMOKRASI Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.
  10. 10. DAMPAK UNTUK NEGARA1. Lesunya perekonmian2. Meningkatnya kemiskinan3. Tingginya angka kriminalitas4. Demoralisasi5. Kehancuran birokrasi6. Terganggunya sistem politik dan fungsi pemerintah7. Buyarnya masa depan demokrasi
  11. 11. DAMPAK UNTUK MASYARAKAT • Kenaikan harga-harga barang akibat anggaran APBN yang dikorupsi • Bertambahnya rakyat miskin dikarenakan uang tunjangan bagi rakyat miskin yang seharusnya disalurkan dikorupsi. • Mahalnya biaya yang harus rakyat keluarkan untuk mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang seharusnya bersubsidi. • Kesenjangan pendapatan semakin tinggi. • Banyaknya rkyat yang di PHK akibat perusahaan kecil tempat mereka kerja gulung tikar akibat dana investasinya dikorupsi. • Dan masih banyak lagi dampak negatif korupsi.
  12. 12. 1. KPK bertanggung jawab kepada siapa ? (Haekal)

×