Makalah bela nkri

6,263
-1

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,263
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
83
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah bela nkri

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Negara merupakan suatu kata atau istilah dari terbentuknya suatuorganisasi yang berdaulat untuk memimpin dan melaksanakan tata tertib di suatuwilayah atau daerah tertentu dari suatu bangsa berdasarkan rumusan yangdisepakati. Sedangkan bangsa adalah terbentuk dari orang-orang yang mempunyailatar belakang yang memiliki kesamaan sejarah, pengalaman serta tujuan bersama. Unsur terbentuknya bangsa, menurut kamus besar bahasa Indonesia secaraumum diartikan bagian terkecil dari suatu benda, pengertian tersebut biladikaitkan dengan bangsa, maka yang menjadi unsur bangsa adalah:a. Keluarga adalah unit sosial terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anakmereka.b. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama bertempat tinggal disuatu daerah tertentu dan mempunyai aturan yang mengatur tata hidup untukmencapai tujuan hidupnya.c. Suku Bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosiallainnya karena mempunyai ciri-ciri tertentuyang berkaitan dengan asal usul dankebudayaannya. Menurut Raroll suku bangsa merupakan kesatuan pendudukyang: 1. Memiliki rasa identitas diantara warganya 2. Memiliki ikatan adat istiadat yang khas dalam kehidupannya dan berlangsung terus menerus Setiap bangsa dan negara di dunia ini senantiasa berusaha untukmewujudkan cita-cita dan kepentingan nasionalnya. Demikian juga halnyadengan bangsa dan negera Indonesia. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4,tujuan bangsa Indonesia membentuk suatu pemerintahan negara adalah untukmelindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untukmemajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikutmelaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi 1
  2. 2. dan keadilan sosial, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesiaberdasarkan Pancasila. Guna menjamin tetap tegaknya Negara kesatuan Republik Indonesia dankelangsungan hidup bangsa dan negara, maka sumber daya manusia menjadi titiksentral yang perlu dibina dan dikembangkan sebagai potensi bangsa yang mampumelaksanakan pembangunan maupun mengatasi segala bentuk ancaman,tantangan, hambatan dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Salah satu upaya pembinaan potensi sumberdaya manusia agar mampumenjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dapat dilakukan melaluipembelaan negara, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 27 ayat (3) UUD1945 bahwa hak dan kewajiban warganegara untuk ikut serta dalam upayapembelaan negara.dan pasal 30 UUD 1945 menegaskan bahwa hak dan kewajibanwarganegara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negaraB. Rumusan Masalah Dari gambaran diatas maka penulis merumuskan dalam makalah ini adalahsebagai berikut :1. Bagaimana Bangsa dan Negara terbentuk ?2. Bagaimana kedudukan bela negara ?3. Sudahkah masyarakat indonesia sadar akan pentingnya bela negara ? 2
  3. 3. BAB II PEMBAHASANA. Bangsa dan NegaraSeperti yang telah di singgung pada bab pendahuluan bahwa bangsa dan negaradapat di definisikan berbeda, bangsa adalah kumpulan manusia dari berbagai latarbelakang yang beda tapi mempunyai kesamaan sejarah dan lain sebagainya,sedangkan Negara dapat diartikan keorganisasian yang berdaulat yang dibentukuntuk mengatur segala sesuatu untuk kepentingan bangsa itu sendiri. Adapunmenurut beberapa pandangan para ahli, Bangsa dan Negara dapat di definisikanantaralian: a. Ernest Renan, Bangsa terbentuk dari orang-orang yang mempunyai kesamaan latar belakang sejarah, pengalaman, serta perjuangan yang sama dalam mencapai hasrat bersatu. Modal utama terbentuknya bangsa Indonesia sehingga dapat mewujudkan perjuangannya untuk mengusir penjajah karena memiliki rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme harus dimiliki oleh suatu bangsa. Menurut Dr. hertz bahwa nasionalisme mengandung 4 unsur, yaitu hasrat untuk mencapai : 1. Kesatuan 2. Kemerdekaan 3. Keaslian 4. Kehormatan bangsa b. J.H.A. logemann, Negara ialah suatu organisasi kekiasaan/kewibawaan. c. Roger H. soltou Negara ialah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mangendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat. d. Max weber, Negara ialah suatau masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalm suatu wilayah e. Mr. Kranenburg, Negara ialah suatuorganisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri 3
  4. 4. f. Prof. R. Djokosoetono, S.H. Negara ialah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.Selain pengertian tersebut, pengertian Negara dapat ditinjau dari organisasikekuasaan, organisasi politik, organisasi kesusilaan, dab integritas antarapemerintah dan rakyat.Pengertian Negara Ditinjau Dari Segi Organisasi Kekuasaan Negara adalahorganisasi yang berdaulat untuk melaksanakan tata tertib di suatu wilayah ataudaerah tertentu. Dengan kata lain Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yangberdaulat baik kedalam maupun keluar melalui pemerintahannya melaksanakantata tertib bernegara atas kelompok manusia di suatu wilayah atau daerah tertentuPengertian Negara Ditinjau Dari Segi Organisasi Politik Negara sebagaiorganisasi politik adalah Negara melalui kekuasaan dan wewenangyangdimilikinya hendak mewujudkan suatu tujuan demi kepentinganrakyat.Pelaksanaan organisasi politik dalam kekuasaan pemerintahan Negaradilaksanakanmelalui pemilihan umum (pemilu)Pengertian Negara Ditinjau Dari Segi Organisasi Kesusilaan Menurut HegelNegara ialah suatu organisasi kesusilaan yang timbul sebagaisinthese darikemerdekaan universaldan kemerdekaan individual. Negara adalahsuatuorganisme, dimana setiap individu menjelmakan dirinya.Pengertian Negara Ditinjau Dari Segi Integritas Antara Pemerintah dan RakyatMenurut soepomo ada 3 teori tenteang pengertian Negara, yaitu:- Teori Perseorangan atau Individualistis Teori individualistis mengajarkan bahwaNegara adalah masyarakat hukum yang disusun berdasarkan perjanjian antaraseluruh perorangan dalam masyarakat itu.- Teori Golongan atau Teori Kelas Teori ini menganggap bahwa Negara adalahalat dari suatu golongan untuk menindas kelas lain yang lebih rendah. 4
  5. 5. - Teori Integralistis Teori ini mengajarkan bahwa Negara ialah suatu susunanmasyarakat yang integral. Segala golongan, bagian, anggotanya berhubungan eratsatu sama lain dan merupakan persatuan masyarakat yang organis.Dari berbagai pandangan serta teori yang telah di sebutkan diatas, maka Bangsadan Negara dapat disimpulkan suatu wilayah administratif yang mempunyai hakdan dan kewajiban dan mempunyai kedaulatan serta diakui sebagai suatu Bangsadan Negara yang merupakan suatu bagian dari berbagai Bangsa dan Negara diDunia ini, serta berhak mempertahankan kedeaulatan sebagai bangsa dan negaraserta keamanan baik dari dalam maupun dari luar. Maka untuk mempertahankankedaulatan serta keamanan perlu di rumuskan bagai mana cara untukmempertahankan kedaulatan tersebut sehingga legitimasi sebagai Bangsa danNegara dapat terus terjaga.B. Bela Negara Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai olehkecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidupbangsa dan negara. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usahapembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dankesediaan berkorban membela negara. bela negara itu sangat luas cakupannya,dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baiksesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuhbersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagibangsa dan negara dan memberikan kontribusi yang nyata walau sekecil apapun. Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik, secara fisikdengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negara 5
  6. 6. dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. C. Unsur Dasar Bela Negara Unsur dasar bela negara diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Cinta Tanah Air 2. Kesadaran Berbangsa & bernegara 3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara 4. Rela berkorban untuk bangsa & negara 5. Memiliki kemampuan awal bela negara D. Dasar Hukum Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara di Negara Indonesia adalah sebagai berikut:1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.6. Amandemen UUD 45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Landasan pembentukan bela negara adalah wajib militer. Bela negara adalah pelayanan oleh seorang individu atau kelompok dalam tentara atau milisi lainnya, baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Beberapa negara (misalnya Israel, Iran) meminta 6
  7. 7. jumlah tertentu dinas militer dari masing-masing dan setiap salah satu warganegara (kecuali untuk kasus khusus seperti fisik atau gangguan mental ataukeyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer,biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya, kecualidihadapkan dengan krisis perekrutan selama masa perang. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Spanyol dan Inggris, belanegara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan.Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen,misalnya Tentara Teritorial Britania Raya. Dalam beberapa kasus milisi bisamerupakan bagian dari pasukan cadangan militer, seperti Amerika SerikatNational Guard. Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, danIsrael, wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinasnasional. Sebuah pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan,kadang-kadang disebut sebagai cadangan militer, yang merupakan kelompok atauunit personil militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh komandanmereka sehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga,memperkuat pertahanan negara.E. Pentingnya Masyarakat memiliki jiwa bela negara Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairanmempunyai banyak celah kelemahan yang dapat dimanpaatkan oleh negara lainyang pada akhirnya dapat meruntuhkan bahkan dapat menyebabkan disintegrasibangsa Indonesia. Indonesia yang memiliki kurang lebih 13.670 pulaumemerlukan pengawas yang cukup ketat. Dimana pengawas tersebut tidak hanyadilakukan oleh pihak TNI/Polri saja tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia/bila hanya mengandalkan TNI/Polri saja yang persenjataannya kurang lengkapmungkin bangsa Indonesia sudah tercabik-cabik oleh bangsa lain/dengan adanyabela negara kita dapat mempererat rasa persatuan di antara penduduk Indonesia 7
  8. 8. yang saling berbhineka tunggal ika. Sikap bela negara terhadap bangsa Indonesiamerupakan kekuatan Negara Indonesia bagi proses pembangunan nasional menujutujuan nasional dan merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar prosespencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu,diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakteristikbangsa Indonesia. Dengan adanya kesadaran akan bela negara, kita harus dapatmemiliki sikap dan perilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta relaberkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsahendaknya ditanamkan sikap cinta tanah air sejak dini sehingga kecintaan merekaterhadap bangsa dan Negara lebih meyakini dan lebih dalam. Dalam sikap bela negara kita hendaknya mampu menyesuaikan diridengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung di negara kita, tidak mungkinkita tunjukan sikap bela negara yang bersifat keras seandainya situasi keamanannasional terkendali. Menjaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar sudah merupakan salah satusikap bela negara dalam sekala kecil. Mentaati peraturan pemerintah dan lainsebagainya. Bahkan menyanyikan lagu bela negara yang diciptakan oleh DharmaOratmangun atau mengenang hari bela negara yang jatuh pada tanggal 19Desember yang ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melaluiKeputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2006 adalah salah satubentuk bela negara sekala kecil. Sehingga ketika kita sebagai warga negara sudah terbiasa melakukan hakdan kewajiban sebagai warga negara dengan baik dan benar maka seandainya adakonprontasi atau intervensi terhadap negara, kita akan peka menyikapinya bahkandengan mengangkat senjatapun kita akan berani karena jiwa bela negara dalamdiri kita sudah terlatih dan terbiasa. 8
  9. 9. BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Suatu Negara tidak akan berdiri tanpa adanya rakyat, wilayah, pemerintahyang berdaulat,dan pengakuan dari Negara lain. Maka dari itu, setiap Negarawajib memiliki syarat-syarat tersebut karena jika salah satu tidak ada berartiNegara tersebut belum bisa disebut Negara. Selain syarat-syarat tersebut, Negaraharus mempunyai dasar Negara atau pandangan hidup dan aturan-aturan yangpastinya berbeda dengan aturan-aturan Negara lain yang kemudian akan mengaturbangsanya untuk menjalankan kehidupannya agar mencapai tujuan Negara.Negara harus di lindungi dari berbagai ancaman, baik ancaman dari dalammaupun ancaman dari luar, menjaga bangsa dan negara merupakan tanggungjawab bersama bukan hanya TNI atau POLRI. Menjaga keamanan negara adalah tanggung jawab semua masyarakat yangdiam dan tinggal dinegara tersebut dan tercatat sebagi warga negara tersebut.Membela negara merupakan bukti kecintaan terhadap tanah air, bela negaraadalah bukti dari rasa nasionalisme yang tinggi. Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik, secara fisikdengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negaradengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa danbernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalammemajukan bangsa dan negara. Guna menjamin tetap tegaknya Negara Republik Indonesia dankelangsungan hidup bangsa dan negara, maka sumber daya manusia menjadi titiksentral yang perlu dibina dan dikembangkan sebagai potensi bangsa yang mampumelaksanakan pembangunan maupun mengatasi segala bentuk ancaman,tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang berasal dari dalam maupun luarnegeri. 9
  10. 10. B. Saran-saran Dari uraian makalah diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikandiantaranya minimnya pemberian contoh yang lebih riel terhadap pengertianbagaimana cara mengimplementasikan bela negara walau dalam bentuk ataukerangka yang terkecil sekalipun dan kurangnya referensi / sumber yang diambilmengenai pembelajaran terhadap bela negara sehingga kurang mengertinyaterhadap apa yang dikatakan bela negara itu sangat jelas. 10
  11. 11. DAFTAR PUSTAKAAffandi, Idrus. 1997. Tata Negara. Jakarta: Balai Pustaka.Boli, Max Sabon, S.H.1992. Ilmu Negara – Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: PT Gramedia PustakaUtama.Budiyanto 2000 Dasar – Dasar Ilmu Tata Negara SMU. JakartaErlangga.Emran, Ali. 1982. Pokok – Pokok Materi Kuliah Pancasila. BandungIKIPSumarsono, Drs. MBA, dkk. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PTGramedia Pustaka Utama.Makalah Universitas GunadarmaDwiyono, Agus dkk. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Yudistira, 2006Tim Abdi Guru. Pendidikan Kwarganegaraan SMP kelas VIII. Jakarta: Erlangga,2006Read.more:.http://agung-theraider.blogspot.com/2012/02/makalah-belanegara.html#ixzz1tQruNhAX 11

×