Tenaga eksogen
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tenaga eksogen

on

  • 1,539 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,539
Views on SlideShare
1,539
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
49
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Tenaga eksogen Tenaga eksogen Presentation Transcript

  • TENAGA EKSOGEN KELOMPOK 2 : 1. Karimah Marwaziah 2. 3. 4. 5. Fachri Azizy I M. Fahrul M Pawit Fuji Lestari Widadyah Ramadhan
  • TENAGA EKSOGEN Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifatnya merusak atau merombak permukaan bumi yang sudah terbentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen juga mengakibatkan bentuk-bentuk muka bumi. Tenaga eksogen dapat berasal dari tenaga air, angin, dan organisme yang menyebabkan terjadinya proses pelapukan, erosi, denudasi, dan sedimentasi.
  • Contoh seperti bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi. Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal.
  • Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:  Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.  Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.  Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Pengerusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan, pengikisan (erosi) dan pengendapan.
  • MEKANIK PELAPUKAN ORGANIK KIMIAWI
  • 1. PELAPUKAN Pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran, berupa:  Sinar matahari  Air  Gletser  reaksi kimiawi  kegiatan makhluk hidup (organisme)
  • A. PELAPUKAN MEKANIK Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya. Proses ini disebabkan oleh sinar matahari, perubahan suhu tiba-tiba, dan pembekuan air pada celah batu. Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:  Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.  Pembekuan air di dalam batuan.  Berubahnya air garam menjadi kristal.
  • B. PELAPUKAN ORGANIK Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh- tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar-akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan. aktifitas
  • C. PELAPUKAN KIMIAWI Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pengelupasan.Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi.Hal ini karena di Indonasia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.
  • GAMBAR PELAPUKAN ORGANIK DAN KIMIAWI
  • Gejala atau bentuk – bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya: a. Dolina adalah lubang-lubang yang berbentuk corong. Dolina terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. b. Gua dan sungai di dalam Tanah Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan. Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.
  • c. Stalaktit adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua.
  • GAMBAR DOLINA, STALAKTIT DAN STALAGMIT
  • 2. EROSI Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan). Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak, seperti air sungai, angin, gelombang laut, atau gletser. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air, Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ), Erosi angin (deflasi), Erosi gletser (glasial)’,Erosi Akibat gaya berat.
  • EROSI EROSI AIR EROSI ANGIN EROSI GLETSYER
  • A. Erosi Air dapat dibedakan menjadi erosu percikan, permukaan, alur, parit,tebing sungai, air terjun dan gelombang air laut. 1. Erosi percik yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi. 2. Erosi lembar yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang. Pengkikisan lembar ditandai oleh :  warna air yang mengalir berwarna coklat  warna air yang terkikis menjadi lebih pucat  kesuburan tanah berkurang
  • 4. Erosi alur adalah lanjutan dari erosi lembar. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada tanah sebsgai tempat mengalirnya air 5. Erosi parit adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. Bila erosi parit terus berlanjut, maka luas lahan kritis dapat meluas, dan pada tingkat ini tanah sudah rusak. 6. Erosi Tebing Sungai terjadi apabila aliran air sudah berada dalam alur sungai, aliran air akan mengikis twbing sungau. Di dataran rendah bagian sungai yang terkikis adalah bagian kiri atau kanan tebing sedangkan di dataran tinggi bagian sungai yang terkikis adalah dasar sungai sehingga makin lama sungai akan bertambah dalam.
  • 7. Erosi Air Terjun merupakan aliran air yang melewati lereng yang tegak atau curam akan menyebabkan air terjun. Air terjun akan menyebabkan terjadinya erosi vertikal dan lokasi air terjun akan bergerak mundur 8. Erosi Gelombang air laut (abrasi) merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang Terjadi secara terus – menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.
  • B. Erosi Angin adalah pengikisan yang disebabkan oleh angin. Hembusan angin kencang yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai. Pengikisan oleh angin ( erosi angin biasanya terjadi di gurun ) dapat mengakibatkan :  Batu jamur  Ngarai  Erosi oleh es/gletser
  • C. Erosi Gletser (Eksharasi) merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada saat musim semi, terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Akkibatnya lereng menjadi lebih terjal. Contoh bentang alam yang terjadi akibat erosi gletser adalah pantai fyord, yaitu pantai dengan dinding yang berkelok kelok.
  • C. GERAK MASA BATUAN (Masswasting) Perpindahan batuan secara massal yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi disebut Masswasting. Faktor yang berperan adalah kemiringan lereng, kandungan air dan jenis batuan. Masswasting dapat dibedakan menjadi tiga macam antara lain sebagai berikut : 1. slow flowage perpindahan massa batuan yang berjalan sangat lambat sehingga tidak dapat diamati oleh mata. Pada daerah yang memiliki jenis batuan endapan yang belum padat dan memiliki kemiringan lereng yang besar serta massa batuan yang jenuh dengan air proses perayaoan dapat mudah terjadi. 2. rapid flowage merupakan perpindahan massa batuan yang berlangsung dengan cepat. Jenis rapid flowage antara lain : a. Earth flow : gerakan massa tanah yang jenuh dengan air b. Mud flow : gerakan massa lumpur
  • c. 3. Debris avalances : massa tanah dan puing-puing batuan yang meluncur dengan cepat pada lereng yang curam dan sempit ke tempat yang lebih rendah. Landslide adalah longsornya massa batuan atau tanah menuruni lereng yang terjal. Jenis landslide antara lain : a. Rock slide : longsornya massa batu-batu besar menuruni lereng. b. Debris slide : longsoran hancuran batuan. c. Rock fall : runtuhnya massa batu-batu besar dari atas ke bawah secara vertikal atau hampir vertikal. d. Debris fall : runtuhan hancuran massa batuan. e. Slumping : tanah longsor yang gerakannya terputus terputus-putus pada jarak yang pendek. f. Subsidence : massa batuan atau tanah yang tenggelam (amblas) karena di dalam tanah terdapat rongga yang besar.
  • D. SEDIMENTASI (PENGENDAPAN) Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air, angin, gelombang laut dan gletsyer. Sedimentasi material endapan yang angkut oleh angin akan terbentuk beberapa wujud/ketampakan sebagai berikut : 1. Sand Dunes : gumuk-gumuk pasir di tepi pantai hasil endapan erosi angin. 2. Tanah Loss : debu yang dibawa oleh angin dari gurun pasir yang mengendap disekitar gurun 3. Barchan : gumuk pasir berbentuk tapal kuda hasil endapan erosi angin.
  • Sedimentasi oleh gelombang laut berupa beting pantai yang disebut beach ridge. Adalah gundukan pasir memanjang, seperti tanggul di tepi pantai sebagai hasil pengendapan pasir yang dibawa oleh gelombang laut. Sedimentasi oleh gletsyer berupa gundukan batuan yang tertinggal di ujung gletsyer dan dapat berupa moraine, kettles, esker dan drumline.