Eliminasi fekal ppt

6,198 views
5,976 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
  • bgaimana cara save nich date kak\?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
6,198
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
265
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Eliminasi fekal ppt

  1. 1. By: Kelompok IX
  2. 2. • Eliminasi fekal adalah proses pembuangan sisa metabolisme tubuh berupa bowel (feses).• Pola defekasi sangat bersifat individual, bervariasi• Jumlah feses yang dikelurkan juga bervariasi pada setiap orang.• Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal.• Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain.
  3. 3. Aspek Fisiologis• Defekasi adalah proses pembuangan atau pengeluaran sisa metabolisme berupa feses dan flatus yang berasal dari saluran pencernaan melalui anus.• Ketika gelombang peristaltik mendorong feses ke dalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi.
  4. 4.  reflek defekasi parasimpatis  adanya feses dalam rektum yang merangsang saraf rektum, ke spinal cord.  merangsang ke kolon desenden,kemudian ke sigmoid ,lalu ke rektum dengan gerakan peristaltik  akhirnya terjadi relaksasi sfingter interna, maka terjadilah proses defekasi saat sfingter interna berelaksasi
  5. 5.  Faktor  Gaya hidup Fisiologis  Obat-obatan  Anestesi dan  Usia pembedahan  Diet  Nyeri  Asupan  Prosedur cairan diagnostik  Aktivitas  dll
  6. 6.  Faktor Psikologis  mengalami kecemasan,  ketakutan,  marah,  muncul respons stres → memungkinkan tubuh membuat pertahanan.
  7. 7.  Pemeriksaan diagnostik saluran gastrointestinal meliputi: teknik visualisasi struktur gastrointestinal yang dapat dilakukan melalui pendekatan langsung maupun tidak langsung.
  8. 8. Metode Mempertahankan Eliminasi Normal Perhatikan makanan yang kita makan Cukupi pemenuhan cairan tubuh Jaga aktivitas, jangan beraktivitas terlalu keras, dan jangan pula banyak berdiam diri serta berolah raga dengan teratur Perhatikan psikologi diri, hindari hal- hal yang akan mungkin menyebabkan stres dan kecemasan
  9. 9. Tindakan untuk Mempertahankan Eliminasi Normal Untuk mempertahankan eliminasi normal, kita harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses eliminasi fekal. Sehingga kita bisa melakukan tindakan antisipasi yang diperlukan untuk mempertahakankan pola eliminasi normal.
  10. 10. Faktor yang Meningkatkan Eliminasi Faktor yang Merusak Eliminasi• Lingkungan yang bebas stress • Stress emosional (ansietas/depresi)• Kemampuan untuk mengikuti pola • Gagal mencetuskan refleks, kurang defekasi pribadi, privasi waktu atau kurang privasi• Diet tinggi serat • Diet tinggi lemak, tinggi karbohidrat• Asupan cairan normal (jus buah, air • Asupan cairan berkurang hangat)• Olahraga (berjalan) • Imobilitas• Kemampuan untuk mengambil • Tidak mampu jongkok akibat posisi jongkok imobilitas, usia lanjut, deformitas musculoskeletal, nyeri dan nyeri selama defekasi• Diberikan laksatif dan katartik • Penggunaan analgesic narkotik, secara tepat antibiotic, dan anestesis umum, serta penggunaan katartik yang berlebihan
  11. 11. • Konstipasi• Fecal infaction• Diare• Inkontinensia fekal• Kembung• Hemorroid
  12. 12. • Pengkajian• Diagnosa• Perencanaan• Pelaksanaan• Evaluasi
  13. 13. a. Frekuensi buang air b. Keadaan feses besar pada bayi • warna hitam atau sebanyak 4–6 kali merah sehari, sedangkan • berbau tidak orang dewasa sedap adalah 2 – 3 kali per hari dengan jumlah • konsistensi cair rata-rata • bentuk kecil pembuangan per seperti pensil hari adalah 150 gr • terdapat darah
  14. 14. a. Konstipasi berhubungan b. Diare berhubungan dengan: dengan: • defek persarafan, • melabsorpsi atau kelemahan pelvis, inflamasi akibat imobilitas akibat penyakit infeksi atau cedera akibat medulla gastritis, kulkus, dll spinalis, dan CVA • peningkatan peristaltik • nyeri akibat hemoroid akibat peningkatan • menurunya peristaltik metabolisme akibat stress • stres psikololgis
  15. 15. c. Inkontinensia usus berhubungan dengan: d. Kurangnya volume • gangguan sfingter rectal cairan berhubungan akibat cedera rectum dengan: atau tindakan • pengluaran cairan pembedahan yang berlebihan • distensi rectum akiibat (diare) konstipasi kronis • ketidakmampuan mengenal atau merespons proses defekasi akibat depresi atau kerusakan kognitif
  16. 16. Rencana tindakan : • Kaji perubahan faktor yang mempengaruhi masalahTujuan : eliminasi• Mempertahankan asupan • Kurangi faktor yang makanan dan minuman mempengaruhi terjadinya cukup masalah seperti konstipasi• Mempertahankan akibat nyeri dan kebiasaan defikasi secara inkontenensia usus teratur • Jelaskan mengenai eliminasi• Mempertahankan defikasi yang normal kepada pasien secara normal • Bantu defikasi secara manual• Mencegah gangguan • Bantu latihan buang air besar integritas kulit • Pertahankan asupan makanan dan minuman
  17. 17. • Memberikan gliserin• Menyiapkan feses untuk merangsang untuk bahan peristaltik usus pemeriksaan sehingga pasien dapat• Menolong buang air buang air besar besar dengan • Mengeluarkan feses menggunakan dengan jari pispot • Kolaborasi dengan ahli gizi
  18. 18. Evaluasi terhadap kebutuhan eliminasidapat dinilai dengan adanya kemampuandalam :• Memahami cara eliminasi yang normal• Mempertahankan defektasi secara normal yang ditunjukan dengan kemampuan pasien dalam mengontrol defektasi tanpa bantuan obat atau enema, berpartisipasi dalam program latihan secara teratur, defikasi tanpa mengedan• Mempertahankan rasa nyaman yang ditunjukan dengan kenyamanan dalam kemampuan defikasi, tidak terjadi bleeding, tidak terjadi inflamasi dan lain- lain
  19. 19. • Mempertahankan integritas kulit yang ditunjukan dengan keringnya area perianal, tidak ada inflamasi atau ekskoriasi, keringnya kulit sekitar stoma dan lain-lain• Melakukan latihan secara teratur, seperti rentang gerak atau aktifitas lain (jalan, berdiri, dll)• Mempertahankan asupan makanan dan minuman yang cukup, dapat ditunjukan dengan adanya kemampuan dalam merencanakan pola makan, seperti makan dengan tinggi atau rendah serat (tergantung dari tendensi diare/konstipasi serta mampu minum 2000–3000 ml)
  20. 20. Kelompok IX

×