22940959 makalah-agama-islam-hakikat-manusia-dalam-islam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

22940959 makalah-agama-islam-hakikat-manusia-dalam-islam

on

  • 35,496 views

 

Statistics

Views

Total Views
35,496
Views on SlideShare
35,493
Embed Views
3

Actions

Likes
10
Downloads
709
Comments
2

2 Embeds 3

http://www.search-results.com 2
http://www.slideshare.net 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

22940959 makalah-agama-islam-hakikat-manusia-dalam-islam 22940959 makalah-agama-islam-hakikat-manusia-dalam-islam Document Transcript

  • Bab III PembahasanA)Siapa sebenarnya manusia itu? Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya,yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns Chapter: Hakikat Manusiayang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusiamemiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengankeadaan yang baru disekitarnya. Manusia cara keberadaannya yang sekaligusmembedakannya secara nyata dengan mahluk yang lain. Seperti dalam kenyataanmahluk yang berjalan diatas dua kaki, kemampuan berfikir dan berfikir tersebutyang menentukan manusia hakekat manusia. Manusia juga memiliki karya yangdihasilkan sehingga berbeda dengan mahluk yang lain. Manusia dalam memilikikarya dapat dilihat dalam seting sejarah dan seting psikologis situasi emosional anintelektual yang melatarbelakangi karyanya. Dari karya yang dibuat manusiatersebut menjadikan ia sebagai mahluk yang menciptakan sejarah. Manusia jugadapat dilihat dari sisi dalam pendekatan teologis, dalam pandangan ini melengkapidari pandangan yang sesudahnya dengan melengkapi sisi trasendensi dikarenakanpemahaman lebih bersifat fundamental. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannyajauh lebih lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya. Dan sebagaimana yang telah Allah jelaskan bahwa manusia adalah makhlukciptaan-Nya yang paling mulia di antara makhluk yang lain. Berbicara tentang manusia maka yang tergambar dalam fikiran adalahberbagai macam perfektif, ada yang mengatakan masnusia adalah hewan rasional(animal rasional) dan pendapat ini dinyakini oleh para filosof. Sedangkan yang lainmenilai manusia sebagai animal simbolik adalah pernyatakan tersebut dikarenakanmanusia mengkomunikasikan bahasa melalui simbol-simbol dan manusia 1
  • menafsirkan simbol-simbol tersebut. Ada yang lain menilai tentang manusia adalahsebagai homo feber dimana manusia adalah hewan yang melakukan pekerjaan dandapat gila terhadap kerja. Manusia memang sebagai mahluk yang aneh dikarenakandisatu pihak ia merupakan “mahluk alami”, seperti binatang ia memerlukan alamuntuk hidup. Dipihak lain ia berhadapan dengan alam sebagai sesuatu yang asing iaharus menyesuaikan alam sesuai dengan kebutuh-kebutuhannya. Manusia dapatdisebut sebagai homo sapiens, manusia arif memiliki akal budi dan mengungguli Chapter: Hakikat Manusiamahluk yang lain. Manusai juga dikatakan sebagai homo faber hal tersebutdikarenakan manusia tukang yang menggunakan alat-alat dan menciptakannya.Salah satu bagian yang lain manusia juga disebut sebagai homo ludens (mahluk yangsenang bermain). Masalah manusia adalah terpenting dari semua masalah. Peradaban hariini didasarkan atas humanisme, martabat manusia serta pemujaan terhadapmanusia. Ada pendapat bahwa agama telah menghancurkan kepribadian manusiaserta telah memaksa mengorbankan dirinya demi tuhan. Agama telah memaksaketika berhadapan dengan kehendak Tuhan maka manusia tidak berkuasa. Manusia menurut Paulo Freire mnusia merupakan satu-satunya mahlukyang memiliki hubungan dengan dunia. Manusia berbeda dari hewan yang tidakmemiliki sejarah, dan hidup dalam masa kini yang kekal, yang mempunyai kontaktidak kritis dengan dunia, yang hanya berada dalam dunia. Itulah berbagai jawaban ketika ditanya siapa manusia itu sebenarnya.Banyak jawaban berbeda yang akan kita dapatkan.Dan terkadang bisa jadi antarapendapat satu dengan yang lain saling bertentangan.Ada yang mengatakan bahwamanusia dengan kekuatannya sendiri dapat melakukab segalanya.Namun di sisi lainada juga yang berpendapat bahwa manusia hanya mengikuti takdir yang berlakupada dirinya.Kedua pendapat yang bertentangan itu akan membingungkan jika tidakkita hadapi dengan bijak. 2
  • Menurut Islam,manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia diantara makhluk ciptaan-Nya yang lain yang dipercaya untuk menjadi khalifah dimuka bumi.Dengan segala usaha,kerja keras,dan do’a manusia dapat menemukanjalan kehidupannya sendiri,kecuali pada beberapa ketetapan yang tak bisadiubah(rezeki,mati,jodoh).Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar’ad ayat 11 Chapter: Hakikat Manusia “…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaumsebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.Dan apabila Allahmenghendaki keburukan terhadap suatu kaum,maka tak ada yang dapatmenolaknya dan tidak ada pelindung mereka selain Dia.” 3
  • B. KONSEP MANUSIA1. Pengertian Manusia Menurut Al-Qur’anApa dan siapa sebenarnya manusia itu? Manusia adalah makhluk ciptaan Allah; iaberkembamg dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya; iaberkecenderungan beragama. Itulah antara lain hakikat wujud manusia yang lainialah bahwa manusia itu adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, danrohani sebagai potensi pokok. Chapter: Hakikat ManusiaDalam Alquran ada 3 kata yang digunakan untuk menunjukan arti manusia, yaitu1. insan / ins / annas2. basyar3. bani adam / dzurriyat adamSedangkan yang paling banyak di jelaskan dalam alquran adalah Basyar dan insan .kata Basyar menunjukan manusia dari sudut lahiriyahnya ( fisik) serta persamaanyadengan manusia seluruhnya , sepeti firman Allah dalam surat Al-Anbiya : 34-35"kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu( Muhamad ) maka apabila kamu mati apakah mereka akan kekal ? tiap - tiap yangberjiwa akan mati. kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukansebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kami kamudikembalikan "kata insan digunakan untuk menunjuk manusia dengan segala totalitasnya , fisikpsikis, jasmani dan rohani. di dalam diri manusia terdapat tiga kemampuan yangsangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan , yaitu nafsu , akal danrasa.nafsu merupakan tenaga potensial yang berupa dorongan untuk berbuat kreatif dandinamis yang yang dapat berkembang kepada dua arah , yaitu kebaikan dankejahatan. sebagaimana Firman Allah dalam surat as-Syam 8 :" maka allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) esesatan dan ketakwaan "Akal sebagai potensi intelegensi berfungsi sebagai filter yang menyeleksi mana yangbenar dan mana yang salah yang didorong oleh nafsu akal akan membawa manusiauntuk memahami , meneliti dan menghayati alam dalam rangka memperoleh ilmupengetahuandan kesejahteraan . " akan tetapi Orang - Orang yang lalim itumengikuti hawanafsunya tanpa ilmu pengetahuan " ( Qs Arrum : 29 )sedangkan rasa merupakan potensi yang mengarah kepada nilai - nilai etika, estetikadan agama. " Sesungguhnya orang yang mengatakan : tuhan kami adalah Allah,kemudian mereka berIstiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka danmereka tiada pula berduka" (Qs Al Ahqaf : 13)Ketiga potensi Dasar diatas membentuk Struktur kerohaniahan yang berada Didalam diri manusia yang kemudian akan membentuk manusia sebagai insan. Konsep 4
  • basyar dan insan merupakan konsep islam tentang manusia sebagai individu .Sedangkan dalam Hubungan social Alqur’an memberikan istilah Annas yangmerupakan jamak dari kata insane dan perwujudan kualitas keinsanian manusia initidak terlepas dari konteks sosialnya dengan lingkungan.2. Proses Kejadian ManusiaDi dalam Alqur’an Proses kejadian Manusia dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, ( Qs Al Hijr : 28 ) 2.Dari segumpal tanah lalu menjadi nutfah ( didalam rahim ), segumapl darah,segumpal daging, tulang dibungkus dengan daging dan akhirnya menjadi makhlukyang paling sempurna (Qs Almukminun ; 12-14 ) Chapter: Hakikat Manusia3. Ditiupakn Ruh (Qs Alhijr : 29 ) 4.Sebelum ruh ditiupkan , ketika masih di alam ruh manusia telah berjanjimentauhidkan Allah (Qs Al A’raf : 172 )Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakanbermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal inidapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macamunsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam prosesselanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini,prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkanpengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu darirahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoadengan ovum.Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnyadipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka segala sesuatudapat terjadi.Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukanmanusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa:Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berartibahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Halitu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah,karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yangdisebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentukmanusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untukkemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberibentuk” (mungkin yang dimaksud adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpurhitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). Sedangkan kalau dikatakansebagai tembikar yang dibakar , maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannyamelalui oksidasi pembakaran. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan 5
  • terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinarultraviolet.Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadimaka jadilah ( kun fayakun ), bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yangdikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. Dalam hal ini harus dibedakanantara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. Apa yang dikehendaki Allah pastiterwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. Hal ini dimungkinkankarena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang sepertidinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14.Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isaseperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam, maka dapat Chapter: Hakikat Manusiamenimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup, yaitumaryam, maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. Hal itu karenakata “tsumma” yang berarti kemudian, dapat juga berarti suatu proses.Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakanlangsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karenamasing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasadiperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagimemikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu.Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam, ahli-ahli kimi, biologi, danlain-lainnya perlu dilibatkan, agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secaraharfiah. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah,diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). Status manusiasebagai khalifah , dinyatakan dalam al-baqarah 30. kata khalifah berasal dari katakhalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga katakhalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Kebanyakanumat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanyadihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad sawwafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masaMuawiyah-‘Abbasiah.Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktudipercaya untuk memimpin umat islam. Pada waktu itu beliau mengucapkan innikhalifaur rasulillah, yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Dalampidatonya setelah diangkat oleh umat islam, abu bakar antara lain menyatakan“selama saya menaati Allah, maka ikutilah saya, tetapi apabila saya menyimpang ,maka luruskanlah saya”. Jika demikian pengertian khalifah, maka tidak setiapmanusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Hal itu karenakenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah.Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsure sebagaikelengkapan dalam menunjang tugasnya. Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al- 6
  • Anbiya’ : 8, Shad : 34 ). Ruh (al-Hijr 29, As-Sajadah 9, Al-anbiya’ :91 dan lain-lain);Nafs (al-Baqarah 48, Ali Imran 185 dan lain-lain ) ; Aqal ( al-Baqarah 76, al-Anfal 22,al-Mulk 10 dan lain-lain); dan Qolb ( Ali Imran 159, Al-Ara’f 179, Shaffat 84 dan lain-lain ). Jasad adalah bentuk lahiriah manusia, Ruh adalah daya hidup, Nafs adalahjiwa , Aqal adalah daya fakir, dan Qolb adalah daya rasa. Di samping itu manusia jugadisertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ), suka berkeluhkesah ( al-Ma’arif 19 ), suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34), suka membantah( al-kahfi 54 ), suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 )dan lain sebagainya. Hal itu semua merupakan produk dari nafs , sedang yang dapatmengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Tetapi jika hanyadengan aqal dan qolb, kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali, Chapter: Hakikat Manusiakarena subyektif. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu, yaitu ilmu yang obyektifdari Allah. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatiftersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauandan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu.Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwaAdam bukanlah manusia pertama, tetapi ia khalifah pertama. Dalam ayat tersebut,kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. Kata khalaqa mengarah padapenciptaan sesuatu yang baru, sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yangbukan baru,dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. Pemahaman seperti inikonsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau akanmenjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapanmalaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan, malaikatmelihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalumerusak alam dan bertumpah darah. Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan,karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, sebab yang tahuapa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah.Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusiapertama. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebaradalah proses terciptanya manusia dari tanah, saripati makanan, air yang kotor yangkeluar dari tulang sulbi, alaqah, berkembang menjadi mudgah, ditiupkannya ruh,kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. Ayat berserak, tetapidengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. Dengan demikian,pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan.Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. Biarkanlah para saintisberbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkanpenemuan fosil. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambahwawasan pendekatan diri pada Allah. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifatrelatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali, jika ada penemuan baru. 7
  • 3. Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lainDibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusiaadalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik didarat,dilaut, maupun diudara. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas.Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut, namun tetap sajamempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Mengenai kelebihanmanusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. Chapter: Hakikat ManusiaDisamping itu, manusia diberi akal dan hati, sehingga dapat memahami ilmu yangditurunkan Allah, berupa al-Quran menurut sunah rasul. Dengan ilmu manusiamampu berbudaya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). Namun demikian, manusia akan tetap bermartabat mulia kalau merekasebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Al-An’am : 165 ). Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) denganmakhluk lainny.Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah, manusia tidak bermartabat lagi.Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang, “mereka itu sepertibinatang ( ulaaika kal an’aam ), bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ).Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ).C)Tujuan manusia diciptakanUntuk apakah manusia diciptakan Tuhan di dunia ini ?Menurut Al-Qur’an Tuhan berfirman :Adz-Dzaariyaat (51 ayat 56) : “dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadahkepada-Ku.” Awal ibadah ialah tafakur dan berdiam diri, selain untuk mengingatAlloh.. Sebenarnya bertafakur satu jam lamanya adalah lebih baik daripada beribadah selama satu tahun 8
  • Sebaik-baiknya Ibadah adalah bertafakur tentang Alloh dan kekuasaan-Nya. Tafakur merupakan kunci untuk membuka pintu Ma’rifat danmempelajari Rohani yang tersembunyi.Arti ibadah : Ketahuilah bahwa bebas dari kesibukan lain demi tenggelamnya dalamibadah dapat terjadi bila memiliki waktu yang luang dan hati yang Chapter: Hakikat Manusiamasih kosong . dan ini merupakan salah satu hal amat penting dalamibadah, yang tampa hal ini kehadiran hati tidak mungkin terjadi, danibadah yang dilakukan tampa kehadiran hati tidak ada nilainya. Yang membuat hati hadir itu ada dua. Yang pertama adalah memilikiwaktu yang luang dan hati yang masih belum disibukan oleh apapun.Sedangkan yang ke dua adalah membuat hati memahami penting ibadah,yang dimaksud waktu luang’ adalah kita harus menyisihkan waktu kitakhusus untuk Ibadah di mana kita harus mencurahkan diri semata-matauntuk ibadah tanpa di ganggu pemikiran atau kesibukan lain.Berikut ini kami mencoba menjelaskan pokok persoalan ini. Orang yang saleh tentu akan memperhatikan waktu waktu ibadahnya dalamkeadaan apapun. Tentu saja dia akan memperhatikan waktu-waktu shalat,yang merupakan tindakan ibadah yang penting, dan melaksanakannya,dengan sebaik-baiknya, tidak memikirkan pekerjaan lain selama waktu-waktu itu. Dan bila beribadah, itu dilakukan dengan tak bersungguh-sungguh atauasal-asalan saja, karena menganggap ibadah sebagai menghalangi apayang dibayangkannya sebagai tugas penting. 9
  • Namun ibadah semacam itu bukan saja tidak memiliki kecemerlanganspiritual, namun juga patut mendapat murka Alloh, dan orang sepertiitu adalah orang yang meremehkan shalat dan mengabaikannya. Aku berlindung kapada Alloh dari meremehkan Shalat dan dari tidakmemberikan makna yang sepatutnya kepada shalat.D)Untuk siapa manusia hidup? Chapter: Hakikat Manusia Ada caranya untuk mengabdi dan beribadah kepada tuhan yang benar,beribadah kepada tuhan dapat dibagi dalam tiga tahap :Tahap I. Bekerjalah untukku. Engkau harus mengerti bahwa pekerjaan apapun yang kau lakukan di duniaini hal itu telah terkait dengan tuhan (Alloh) karena Dia adalahpenguasa tertinggi di Dunia.Al-Insaan (76 Ayat 30 ):“Dan tiadalah kamu berkehendak kecuali yang di kendaki Alloh.Sesungguhnya Alloh adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”Tahap II. Semata-mata demi aku. Apapun yang kau kerjakan tidak kau lakukan untuk kebaikan untuk dirimusendiri. Siapakah engkau sebenarnya ?Tuhan berkata : “Akulah yang bersinar dalam dirimu” kata Aku initimbul dari yang Esa, dari ROH itu sendiri. 10
  • “Apapun yang kau lakukan, lakukanlah bagi kepuasan-Ku, demi Aku.Kerjakanlah semua atas nama-KU. Bertindaklah sebagai alat-Ku, sadarlah bahwa aemua yang kau lakukanhanyalah demi Aku. Disini kata “Milik-Ku atau “Aku” menunjukan ROH,bukan badan Jasmani. Chapter: Hakikat ManusiaTahap III. Berbaktilah Hanya Kepada-KuEngkau harus mengerti petunjuk ini.Bakti adalah pernyataan taqwa.Emosi yangdinamakan taqwa memancar dari ROH.Taqwa yang sebenarnya berarti bakti, adalahsebutan untuk ROH.Prinsip taqwa yang memancar dari lubuk hati ini harus menjiwai setiap perbuatan,perkataan dan pikiran.Hal ini akan terjadi bila engkau beranggapan bahwa segalasesuatu yang kau lakukan, katakana dan pikirkan, hanya kau perbuat untukmenyenangkan Tuhan saja. Tidur, makan dan berbagai kegiatan dalam kehidupansahari-hari kau lakukan karena cinta kepada Aku dan Aku timbul dari ROH.Al-An’aam (6 ayat 162)Katakanlah, “Sesungguhnya Shalatku, ibadahku, hidup dan matiku(hanyalah) untuk Alloh, Tuhan semesta alam”. Jadi,seluruh kehidupan kita ini sebenarnya hanyalah untuk Allah. Ibadah,kerja,belajar,shalat,mati,dan semuanya hanyalah untuk Allah.Dan semua itumemang milik Allah semata. 11
  • E. TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH1. Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba.Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaanNya telah mencipta makhluk-makhlukyang di tempatkan di alam penciptaanNya. Manusia di antara makhluk Allah danmenjadi hamba Allah SWT. Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia adalahamat luas di dalam kehidupannya, meliputi semua keadaan dan tugas yangditentukan kepadanya.Tanggungjawab manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalamhadis berikut. Dari Ibnu Umar RA katanya; “Saya mendengar Rasulullah SAWbersabda yang bermaksud: Chapter: Hakikat Manusia“Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan dipertanggungjawabkanterhadap apa yang digembalainya. Seorang laki-laki adalah pengembala dalamkeluarganya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Seorang isteri adalahpengembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentangpengembalaannya.Seorang khadam juga pengembala dalam harta tuannya dan akanditanya tentang pengembalaannya. Maka semua orang dari kamu sekalian adalahpengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya.”(Muttafaq ‘alaih)Allah mencipta manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. Manusia dicipta untukdikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan ditanya atas setiapusaha dan amal yang dilakukan selama ia hidup di dunia. Apabila pengakuanterhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugasyang diwajibkan ke atas dirinya perlu dilaksanakan.2. Manusia Sebagai Khalifah Allah.Antara anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan manusia untukmenjadi khalifah atau wakilNya di bumi. Dengan ini manusia berkewajipanmenegakkan kebenaran, kebaikan, mewujudkan kedamaian, menghapuskankemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah.Firman Allah SWT :Artinya :“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya Akujadikan di bumi seorang Khalifah. Berkata Malaikat: Adakah Engkau hendak jadikandi muka bumi ini orang yang melakukan kerusakan dan menumpahkan darah,sedangkan kami sentiasa bertasbih dan bertaqdis dengan memuji Engkau? JawabAllah: Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.” 12
  • (Al-Baqarah:30)Di kalangan makhluk ciptaan Allah, manusia telah dipilih oleh Allah melaksanakantanggungjawab tersebut. Ini sudah tentu kerana manusia merupakan makhluk yangpaling istimewa.Firman Allah SWT :“Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langitdan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya), maka mereka engganmemikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada padamereka persediaan untuk memikulnya); dan (pada ketika itu) manusia (dengan Chapter: Hakikat Manusiapersediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya. (Ingatlah) sesungguhnya tabiatkebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuatperkara-perkara yang tidak patut dikerjakan.”(Al-Ahzab: 72)Optimalisasi KemampuanDengan berbagai kelebihan tersebut, sangat penting bagi manusia untuk dapatmengembangkan diri dan mengoptimalkan kemampuanya. Optimalisasikemampuan tercermin dalam pemanfaatan kemampuan dari manusia itu sendiriterhadap potensi-potensi yang dimilikinya. Manusia diberikan kelebihan fisiktersebut guna memasimalkan tugas kekhalifahan di bumi. Dengan otak manusiadiharapkan kehidupan di bumi secara umum dapat berkembang dengan baik danterjaga dari kerusakan. Dengan tangan, manusia diharapkan memiliki kemampuanmencipta, dalam arti memnafaatkan potensi sumber daya dari Allah. Dengan lisanmanusia diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dari hal-haltersebut di atas maka jelaslah bahwa optimalisasi kemampuan tercermin darioptimalisasi potensi materi yang dimiliki oleh manusia dari Allah. Sekarang kita bisamelihat hasilnya yaitu dengan adanya kapal, pesawat terbang, motor, mobil, danteknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kemashlahatan makhluk- manusia,hewan, dan tumbuhan.Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya AlamSesungguhnya semua fasilitas yang sudah tersedia di dunia secara gratus sepertitumbuhan, binatang, angin, udara, air dan apapun adalah untuk manusia. Tentunyahal tersebut dimaksudkan untuk membantu kekhalifahan manusia di bumi. Allahberkali-kali mengatakan bahwa dalam melakukan sesuatu hal, janganlah pernahmelampaui batas. Artinya manusia harus bisa berlaku normal sebagaimana adanya.Allah mengatakan bahwasanya potensi-potensi alam itu tidak akan pernah habistetapi hal tersebut berlaku apabila manusia memnafaatkan dengan sewajarnya.Namun, kejadian sekarang ini, akibat pengaruh industrialisasi, seluruh potensi alamhampir habis di serap untuk kepentingan manusia tanpa berpikir baik buruknyasehingga terjadi ketidakseimbangan dalam ekosistem. Sesungguhnya hal tersebut 13
  • tidak harus terjadi apabila manusia taat dan patuhpada perintah Allah. Janganlahmelampaui batas.Optimalisasi alam bukanlah dengan tindakan mengeruk sebanyak-banyaknyapotensi alam semesta. Akan tetapi, optimalisasi sebenarnya dimaksudkan untukmengatur semaksimal mungkin perihal pengelolaan alam. Sehingga tidak terjadiketidakseimbangan ekosistem. Hutan tidak akan habis hanya oleh karena alasanindustrialisasi atau perluasan masalah tempat tinggal. Dengan potensi otak manusiatelah diberi akal untuk berpikir bagaimana menyeimbangakan segala potensikehidupan dan alam semesta.Walaupun Al Quranul Karim telah memberitahu tugas dan tanggungjawab manusiadi dunia ini dan diberitahu mereka yang menunaikan tanggung jawab akan masuk ke Chapter: Hakikat ManusiaSyurga, manakala yang tidak bertanggung jawab akan ke Neraka, namun tidaksemua manusia percaya berita ini serta beriman dengannya. Bahkan yang percayadan beriman dengannya pun, karena tidak mampu melawan nafsu serta mempunyaikepentingan-kepentingan peribadi, ramai yang tidak dapat benar-benarmemperhambakan diri kepada Allah dan gagal menjadi khalifah-Nya yang mentadbirdan mengurus dunia ini dengan syariat-Nya. Karena itulah Allah Taala berfirmandalam surat Saba 13 :Artinya: “Sedikit sekali daripada hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Saba’: 13)Keoptimalan peran manusia sebagai khalifah dibumi akan tercapai dengansempurna apabila manusia dapat memanfaatkan segala pikiran hebatnya yangdianugerahkan dari Allah dengan menciptakan teknologi yang canggih denganberdasarkan nilai-nilai keilahiyahan (sifat-sifat Allah -Asmaul Husna-) dan keislamandengan kemampuan seni mengatur keseimbangan potensi alam dan lainnya dengandipimpin oleh seorang khalifah yang robbani yang memerintah berdasarkan SyariatIslam.Apabila hal-halk tersebut tidak tercapai seluruhnya maka tidak pula tercapaikeoptimalisasian peran kekhalifahan manusia. Kalaupun terjadi, maka hal tersebutbelum dan tidak maksimal. Jadi, pada dasarnya setiap umat manusia mengembantugas yang maha penting untuk memerankan kekhalifhan di bumi. 14
  • F)TUGAS MANUSIA DI BUMI Manusia dipercaya Allah untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini.Allah.Diapernah memberi amanat kepada bumi tapi bumi tak sanggup untukmemikulnya,begitu juga dengan gunung.Dan akhirnya manusialah yang dipercayaunutuk mengemban amanat itu. Sebagai wakil Allah di bumi ini,manusia salah satu tugas manusia adalah Chapter: Hakikat Manusiauntuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini.Serta menjalin hubungandengan Allah,dengan sesama manusia,dan dengan lingkungan kehidupannya.Wallahu ‘alam bishawab 15
  • BAB IV PENUTUPA. Kesimpulan Sebagai makhluk yang dibekali dengan berbagai kelebihan jika dibandingandenagn makhluk lain, sudah sepatutnya manusia mensyukuri anugrah tersebutdengan berbagai cara, diantaranya dengan memaksimalkan semua potensi yangada pada diri kita. Kita juga dituntut untuk terus mengembangkan potensi Chapter: Hakikat Manusiatersebut dalam rangka mewujudkan tugas dan tanggung jawab manusia sebagaimakhluk dan khalifah di bumi.B. Saran Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda,supayamenjadi manusia yang berguna didunia dan diakhirat,maka penulismenyarankan agar bagi setiap umat manusia harus saling tolong menolong,janganlah kalian bercerai berai, taatilah peraturan undang-undang dan hukumyang berlaku di setiap negara,dan jangan lupa bagi umat muslim kita harus selaluberibadah kepada allah SWT, mentaati peraturanya dan menjauhi laranggannya.perbanyaklah sedekah dan janganlah kamu meninggalkan shalat serta Zakat,sebab shalat dan zakat adalah tiket menuju jalan kebenaran dan kebaikan. 16
  • Daftar pustaka: Chapter: Hakikat Manusia halimsani.wordpress.com tafany.wordpress.com 17