Ekstraksi kacang tanah menjadi minyak nabati
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
816
On Slideshare
656
From Embeds
160
Number of Embeds
4

Actions

Shares
Downloads
25
Comments
0
Likes
0

Embeds 160

http://industri12kamaludin.blogspot.com 157
http://industri12kamaludin.blogspot.ca 1
http://industri12kamaludin.blogspot.ru 1
http://industri12kamaludin.blogspot.in 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Ekstraksi kacang tanah menjadi minyak nabatiDisusun oleh : Kamaludin ( 41612010016 )
  • 2. Initsari Minyak merupakan campuran ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang yang disebut trigleserida. Trigleserida terbentuk dari aasam lemaj jenuh dan asam lemak tak jenuh minyak kacang tanah mengandung 76-82 asam lemak tak jenuh yang terdiri dari 40-50 % asam oleat dan 35-40 asam linoleat Asam lemak jenuh sebagian besar terdiridari asam palmitat sedangkan kadar asam miristat sekitar 5%. Kandungan minyak yang terdapat dalam kacang tanah cukup tinggi yaitu 40-50%. Penelitian ini bertujuan untukmepelajari kondisi optium volume pelarut dan suhu ekstrasi trehadap presentasi minyak stabil.Variabel volume pelarut dilakukan dengan memvariasikan volume pelarut antara60-120 ml, sedangkan variabel suhu ekstrasi dilakukan denagn memvariasikansuhu ekstrasi antara 35-60. Hasil kemudian disaring dan filtratnya didistilsasi pada suhu 690 untuk memisahkan minyak dari pelarutnya. Presentasi minyak yang terambil dapat dihitung dari perbandingan berat minyak yang diperoleh terhadap bahan baku. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum volume pelarut tercapai pada volume pelarut 120 ml untuk 40 gram kacang tanah, sedangkan kondisi umum suhu ekstrasi tercapai pada suhun 550 denagn presentasi minyak terambil 33,47% untuk masing-masing variabel
  • 3. PendahuluanTanaman kacang tanah (arachis hipogea L ) termasuk polong-polongan atau legiumterpenting kedua di Indonesia setelah kedelai. Tanaman ini merupakan salah satutanaman palawija laguminoceaeyang memiliki kandungan gizi cukup tinggi antara lainprotein, karbohidrat dan minyak. Sekarang pemanfaatan kacang tanah mangkin meluasdari minyak nabati hingga selai. Kandungan minyak yang terdapat dalam kacang tanahcukup tinggi yaitu berkisar 40-50% dan merupakan minyak nabati yang bebas kolesterol.Karena kandungan minyaknya yang cukup tinggi maka kacang tanah merupakansumber minyak yang penting. Minyak kacang tanah ataupun minyak nabati merupakansalah satu kebutuhan manusia yang digunakan sebagai bahan pangan ataupun nonpangan .Kacang tanah yang dibudidayakan di Indonesia ada dua tipe yaitu :1.Tipe tegak, tipe ini tumbuh lurus miring keatas,buahnya terdapat pada ruas-ruas dekatrumpun,umunya pendek (genjah) dan kemasakan buahnya serempak.2.Tipe Menjalar, jenis kacang ini tumbuh kesampingbatang utama berukuran panjang,buahnya terdapat pada ruas-ruas berdeketan dengan tanah dan umunya berumurpanjang. Sentra penanaman kacang tanah meliputi Jawa timur, Jawa tengah, DIY, Jawabarat dan Sulawesi selatan
  • 4. - Ekstrasi adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yangdiduga mengandung minyak atau lemak. Adapun cara ekstrasi bermacam-macam :1.Rendering, merupakan salah satu cara ekstrasi minyak atau lemak dari bahan yangdiduga mengandung minyak atau lemak denagn kadar air yang tinggi. Menurutpekerjaanya rendering dibagi dalam dua cara yaitu wet rendering dan dry rendering.2. Pengepresan mekanis, merupakan proses ekstrasi pada bahan yang berasal dari biji-bijian. Dua cara umum dalam pengepresan mekanis yaitu pengepresan hidraulir danpengepresan berulir.3. Ekstrasi dengan pelarut, prinsip dalam proses ini adalah melarutkan minyak dalampelarut minyak atau lemak- Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah minyak terambi ldengan menggunakanpelarut : a. Suhu b. Waktu ektraksi c. Volume Pelarut d. kecepatan pengadukan e. ukuran kehalusan bahan f. Jumlah bahan
  • 5. PELAKSANAAN PENELITIAN• Bahan yang di gunakan ini dalam penelitian ini dapat di bagi menjadi 2 golongan yaitu bahan utama dan bahan pembantu; – Bahan utama terdiri dari kacang tanah dan pelarut n-heksana – Bahan pembantu terdiri dari asam klorida (HCI), Kalium hidroksida, phenolpthalien, aquades, khloroform, amalium, yoduim bromida, kalium iodida, natrium thiosulfat, kertas saring, phetrolium ether, vaseelin, alkohol dan natrium hidroksida. – Alat pembantu yang digunakan oven,eksikator,botol,timbangan halus,timbangan kasar,gelas,alat penyaring,mufflefurnance,krusporselin,soxhlet,gelas ukur,corong,pipet tetes,kompor listrik,buret,piknometer,refraktometer abbe,lampu pijar dan pipet ukur
  • 6. Alat penelitian yang digunakan terdiri dari rangkaian alatdari alat distlilasi dan alat ekstrasi serta alat pembantuKeterangan gambar1. Pengaduk2. Labu leher tiga3. Pendingin balik4. termometer5. Penangasair6. Pemans Listrik7. Statif dan klem gambar alat ekstraksi
  • 7. Hasil penelitian dan pembahasankacang tanah yang telah dikeringkan dalam ovendan digiling dan diayak dengan ukuran kehalusanbahan 20 mesh.setelah dianalisis dieroleh kadarair12,50%, kadar abu 5%, kadarminyak 49,48%
  • 8. kesimpulan penelitian1. Mangkin banyak volume pelarut, mangkin banyak presentase minyak yang terambil2. Mangkin banyak volume suhu, mangkin banyak presentase minyak yang terambil3. kacang tanah dapat di ekstraksi dengan larutann- heksana untukmemperoleh minyak kacang tanah