Contoh Laporan OJL Diklat Cakep (Bab III)

51,585 views
51,078 views

Published on

File wordnya bisa didownload di http://www.4shared.com/file/sUObik7Q/BAB_III.html

Published in: Education
6 Comments
19 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
51,585
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
36
Actions
Shares
0
Downloads
1,267
Comments
6
Likes
19
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Contoh Laporan OJL Diklat Cakep (Bab III)

  1. 1. 10 BAB III RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN A. PELAKSANAAN RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN 1. PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL MELALUI KERJASAMA DENGAN PIHAK LAIN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH a. Persiapan Kesadaran akan arti pentingnya kesehatan dan pola hidup sehat pada siswa SMP Negeri 3 Pringgabaya dapat dikatakan agak kurang. Hal ini terlihat dari banyaknya peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat tingkat kesehatan siswa yang rendah, misalnya banyaknya siswa pingsan pada waktu kegiatan upacara hari senin. Demikian juga pada hari-hari lainnya banyak siswa yang mengalami sakit perut karena tidak sarapan dan lain-lainnya. Untuk menanamkan kesadaran akan arti pentingnya kesehatan dan pola hidup sehat pada siswa SMP Negeri 3 Pringgabaya, kami merencanakan suatu kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh dinas pendidikan dalam hal ini adalah puskesmas terdekat (Puskesmas Batuyang Kec. Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur). Rencana kegiatan ini kemudian kami ajukan kepada kepala sekolah untuk mendapat persetujuan. Kemudian kami bekerjasama
  2. 2. 11 dengan urusan kesiswaan dan pembina OSIS untuk menghubungi Dinas Kesehatan. b. Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada saat jeda waktu antara ulangan semester dan pembagian raport, tepatnya pada hari Jum’at, 21 Juni 2013 mulai pukul 07.30 – 09.00. Kegiatan yang bertajuk kesehatan remaja yang disampaikan oleh tim dari Puskesmas Batuyang ini diikuti oleh semua siswa kelas 7 dan 8. c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan RTK – AKPK dengan pokok kajian “Peningkatan Kompetensi sosial melalui kerjasama dengan pihak lain untuk mendukung kegiatan sekolah secara garis besar dapat dikatakan berjalan sebagaimana yang direncanakan, meskipun tanpa dihadiri oleh dokter tetapi paling tidak diharapkan mampu menambah wawasan siswa akan arti pentingnya menjaga kesehatan. d. Refleksi Sebenarnya diharapkan yang akan menyampaikan materi penyuluhan adalah dokter pimpinan Puskesmas Batuyang, akan tetapi karena ada halangan maka materi disampaikan oleh tim khusus yang ditunjuk. Hal ini tidak mengurangi makna dan tujuan yang ingin dicapai yaitu agar siswa mempunyai kesadaran untuk menjaga dan memelihara kesehatannya sehingga dapat menempuh semua proses pembelajaran dengan baik.
  3. 3. 12 Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat, sehingga perlu dikembangkan di waktu-waktu yang akan datang. Tidak hanya dengan pihak dinas kesehatan, tetapi juga dengan pihak-pihak lain yang kiranya dapat mendukung kegiatan-kegiatan di sekolah. e. Hasil Hasil kegiatan ini kami ungkapkan berupa rangkuman materi penyuluhan tentang masalah kesehatan remaja, yaitu sebagai berikut : Kebiasaan-kebiasaan, pola dan gaya hidup pada masa remaja/muda akan berdampak pada masa tua dari seseorang khususnya dalam bidang kesehatan. Sebanyak 65 % dari kasus kematian pada orang dewasa adalah disebabkan karena penyakit jantung, kanker dan stroke. Pada banyak kasus, penyakit-penyakit tersebut adalah jenis dan tipe penyakit yang bisa dicegah. Banyak sekali perilaku-perilaku yang menjadi sebab penyakit-penyakit tersebut mulai pada usia muda. Sebagai contoh, jika anda menggunakan produk tembakau pada saat anda masih berusia remaja (belasan tahun), anda akan lebih mungkin untuk dapat terkena penyakit jantung, kanker atau stroke saat anda berusia dewasa. Banyak sekali kebiasaan dan pola hidup serta faktor- faktor lain yang berhubungan dengan menjaga kesehatan pada remaja agar tetap sehat pada saat ini dan masa yang akan datang. “Apa yang dapat anda lakukan saat ini (masih remaja) untuk menjaga kesehatan diri sendiri?” 1. Hindari penggunaan produk tembakau jenis apapun (jangan merokok). Cobalah untuk tidak menjadi perokok pasif dengan menghirup asap rokok dari perokok lain. 2. Lakukan olahraga secara teratur
  4. 4. 13 3. Kebiasaan dan pola makan serta diet yang sehat 4. Selalu gunakan sabuk pengaman (keselamatan lalu lintas) 5. Jangan minum minuman keras (alkohol), obat-obatan terlarang dan mengemudi saat mabuk. Jangan gunakan kendaraan umum dengan sopir yang sedang mabuk, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. 6. Gunakan pengaman kepala seperti helmet saat mengendarai kendaraan bermotor, gunakan pelindung kepala saat berolahraga yang beresiko menimbulkan cedera kepala seperti softball, kricket dan lain sebagainya. 7. Jangan berenang sendirian. Jika tenggelam akan dapat mengancam keselamatan jiwa. 8. Bicarakan mengenai kondisi tubuh anda pada orang tua atau dokter jika anda merasa kondisi tubuh anda tidak sehat, sakit atau hal buruk lainnya tentang diri anda. Hal ini untuk mendeteksi secara dini adanya penyakit sehingga dapat diobati dengan mudah dan mencegah berkembangnya penyakit lebih parah. 9. Hindari situasi-situasi yang dapat membuat diri anda terluka atau cedera seperti kekerasan dan perkelahian yang dapat berdampak pada status kesehatan anda. 10. Jika anda melakukan hubungan seks (berganti-ganti pasangan), gunakan kondom untuk menghindari penyakit infeksi seksual seperti HIV, sipilis dan lainnya serta mencegah kehamilan.Ingat walaupun aman, jauh lebih aman apabila tanpa hubungan seks. 11. Lakukan konsultasi dengan dokter secara rutin.
  5. 5. 14 “Bagaimana peran dokter atau Dinas Kesehatan dan yang bisa dia lakukan untuk kesehatan remaja?” Hal-hal dibawah ini yang dapat dokter berikan kepada anda agar anda tetap sehat: Menentukan faktor-faktor resiko yang ada pada diri seseorang untuk beberapa penyakit tertentu. Misalnya faktor resiko penyakit jantung, diabetes pada seseorang yang berebeda- beda. Mengukur tinggi badan, berat badan ideal (body mass indeks), kadar kolesterol dan tekanan darah. Menyarankan pemeriksaan untuk memeriksa kesehatan anda secara umum atau untuk mendeteksi beberapa penyakit tertentu pada diri anda. Menyediakan dan melayani imunisasi untuk mengurangi resiko terserang penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti tetanus, hepatitis, gondok dan lain-lain. Hal-hal yang secara khusus perlu anda perhatikan pada usia remaja antara lain: kecelakaan mobil atau kendaraan bermotor, kecelakaan atau luka fisik yang tidak disengaja, percobaan bunuh diri adalah pembunuh utama pada anak usia remaja/muda. Kanker dan penyakit jantung dapat juga menyerang pada diri anda. Kehamilan diluar nikah atau yang tidak direncanakan dan penyakit hubungan seksual (seksual transmitted disease-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti aids dan hiv dapat menyebabkan masalah-masalah pribadi maupun sosial serta kesehatan yang buruk.
  6. 6. 15 “Apakah resiko-resiko masalah kesehatan pada remaja pria dan remaja wanita berbeda?” Jawaban untuk pertanyaan diatas adalah benar atau iya. Pada Remaja pria usia sering mengindahkan arti penting sabuk pengaman, tidak memakai sabuk pengaman sesering apa yang remaja wanita kenakan untuk keselamatan. Remaja pria juga lebih menyukai senjata tajam, ikut dalam tawuran atau perkelahian yang berdampak pada trauma fisik dan menimbulkan masalah kesehatan serius seperti cedera kepala dan lain sebagainya. Para remaja pria juga cenderung mempunyai kebiasaan merokok menggunakan produk-produk tembakau atau menghisap ganja, penggunaan obat-obat terlarang, minum alkohol secara berlebihan dan terus menerus, melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Disisi lain pada remaja wanita mempunyai resiko masalah kesehatan yang spesifik atau khusus. Mereka cenderung lebih sering untuk melakukan percobaan bunuh diri dan lebih sering mencoba mengurangi berat badan dengan cara yang bisa dibilang menyakiti tubuh mereka sendiri seperti diet yang tidak benar, menggunakan obat-obat pelangsing yang justru menyakiti tubuh sendiri sampai menimbulkan kurang gizi, anemia dan lain sebagainya yang bertolak belakang dengan remaja pria. Hal yang paling penting adalah perhatikan kesehatan tubuh anda (remaja) dan apabila anda merasa tubuh anda tidak sehat atau merasa ada hal-hal yang aneh pada kondisi kesehatan tubuh anda, konsultasikan dan bicarakan hal tersebut dengan dokter atau orang tua dan dokter akan selalu ada untuk membantu anda.
  7. 7. 16 2. PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PROGRAM PENILAIAN HASIL BELAJAR Penilaian hasil belajar dilakukan secara terpadu sebagaimana dijelaskan di Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, bahwa maksud terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Secara garis besar, Fungsi Penilaian hasil belajar, diantaranya adalah: a. Alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran b. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan antara lain : dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pengalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan pelajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya. a. Pelaksanaan RTK 1 1) Persiapan a) Mencari referensi tentang penilaian hasil belajar
  8. 8. 17 b) Mengkaji referensi tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang penilaian hasil belajar 2) Pelaksanaan a) Menganalisis SK dan KD b) Menyusun kisi-kisi soal c) Menyusun soal d) Menganalisi konten soal 3) Monitoring dan Evaluasi Direncanakan membahas tentang penilaian hasil belajar secara tuntas, akan tetapi karena materinya terlalu luas maka pelaksanaan difokuskan pada penyusunan administrasi penilaian hasil belajar berupa kisi-kisi soal, soal, pedoman penskoran dan tabel konversi nilai. 4) Refleksi Dari hasil kajian tentang penilaian hasil belajar penulis menganggap hal ini sangat penting diketahui oleh semua guru khususnya di SMP Negeri 3 Pringgabaya, sehingga diharapkan di waktu-waktu yang akan datang guru dapat memiliki administrasi tes yang utuh dan lengkap bukan hanya sekedar butir soal dan kunci jawaban saja. 5) Hasil Hasil kegiatan RTK 1 kami fokuskan pada rangkuman materi tentang langkah-langkah penyusunan tes.
  9. 9. 18 Langkah-Langkah Penyusunan Tes : 1. Penentuan tujuan tes, 2. Penyusunan Kisi-kisi tes, 3. Penulisan Soal, 4. Penelaahan Soal (validasi soal), 5. Perakitan soal menjadi perangkat tes, 6. Uji coba soal termasuk analisisnya, 7. Bank Soal 8. Penyajian tes kepada siswa 9. Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Pengembangan Kisi-kisi : Fungsi – Sebagai pedoman dalam penulisan soal – Sebagai pedomana dalam perakitan soal Syarat kisi-kisi – Mewakili isi kurikulum – Singkat dan jelas – Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Komponen Kisi – kisi : – Identitas – SK/KD/IP – Materi Pembel. – Indikator Soal
  10. 10. 19 – Bentuk Tes – Nomor Soal Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur atau diamati mencakup: 1. sikap, 2. pengetahuan, dan 3. keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dg karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dg kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi Teknik Perumusan Indikator : 1. Bila Soal Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Disajikan …, siswa dapat menjelaskan ….” 2. Bila Soal Tidak Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Siswa dapat membedakan ….” Contoh format kisi-kisi soal : Jenis Sekolah : ............................ Alokasi Waktu : ...................... Mata Pelajaran : ............................ Jumlah soal : ...................... Kelas : ............................ Penulis : ...................... No. Urut Kompetensi Dasar Indikator Soal Materi Bentuk Tes (tulis/praktik) No. Soal
  11. 11. 20 Kaidah penulisan soal pilihan ganda : 1. Soal sesuai dengan indikator 2. Pengecoh harus berfungsi 3. Setiap soal ada satu jawaban benar 4. Pokok soal dirumuskan dengan tegas dan jelas 5. Pokok soal jangan memberi petunjuk menjawab benar 6. Pokok soal jangan mengandung pernyataan negatif ganda 7. Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi 8. Panjang option relatif sama 9. option jangan “semua pilihan jawaban di atas benar/salah” 10. Pilihan jawaban bentuk angka atau waktu, disusun urut dari besar ke kecil atau sebaliknya 11. Tidak menggunakan kata yang bermakna tidak pasti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang, dsb. 12. Butir soal tidak bergantung butir sebelumnya Kaidah penulisan soal uraian : 1. Soal sesuai dengan indikator 2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai 3. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran 4. Isi materi pertanyaan sesuai dengan tingkatan kelas 5. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
  12. 12. 21 6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal 7. Ada pedoman penskorannya 8. Tabel, gambar, grafik, atau peta disajikan jelas dan terbaca 9. Rumusan kalimat soal komunikatif 10. Menggunakan bahasa Indonesia baku 11. Tidak menggunakan kata dengan penafsiran ganda Contoh format kartu soal :
  13. 13. 22 Contoh format kunci jawaban dan pedoman penskoran No Kunci Jawaban Skor Jumlah Skor maksimal
  14. 14. 23 b. Pelaksanaan RTK 2 1) Persiapan a) Berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang perlunya mengadakan workshop penyusunan perangkat penilaian hasil belajar. Konsultasi dengan kepala sekolah dilakukan baik secara face to face dengan kepala sekolah maupun diusulkan pada forum rapat dinas. b) Menyusun perencanaan kegiatan yang meliputi : materi workshop, peserta, kepanitiaan, rencana anggaran dan nara sumber. c) Mensosialisasikan kepada guru-guru SMP Negeri 3 Pringgabaya tentang pelaksanaan workshop. 2) Pelaksanaan Workshop bertopik Revieu KTSP Tahun Pelajaran 2013/2014, include di dalamnya materi penyusunan perangkat penilaian hasil belajar, dilaksanakan di sekolah pada hari Rabu, 26 Juni 2013 mulai pukul 08.00 wita sampai dengan pukul 16.00 wita. Peserta terdiri dari semua guru SMP Negeri 3 Pringgabaya dengan nara sumber inti berasal dari pengawas pembina (L. Syahrial Muttaqin, S.Pd. dan Nuryanta, S.Pd.) dibantu oleh kepala sekolah, guru senior dan urusan kurikulum.
  15. 15. 24 Proses penyusunan perangkat penilaian yang terdiri atas kisi-kisi soal, kartu soal dan pedoman penskoran dipandu oleh penulis sendiri yang kebetulan sebagai urusan kurikulum. 3) Monitoring dan Evaluasi Pada awalnya pelaksanaan workshop direncanakan pada waktu jeda antara ulangan umum semester dan pembagian raport. Akan tetapi karena banyak diantara guru-guru yang sibuk dengan pengolahan nilai dan pengisian raport akhirnya dari hasil konsultasi dengan kepala sekolah disepakati bahwa pelaksanaan workshop akan diadakan dirangkaikan dengan workshop penyusunan (revieu KTSP) yang berlangsung pada hari libur semester genap. 4) Refleksi Dari pendekatan personal yang penulis lakukan, secara umum dapat dinyatakan bahwa para guru SMP Negeri 3 Pringgabaya tidak terlalu mengalami kesulitan dalam memahami dan mempraktikkan penyusunan perangkat tes. Hal ini dapat dimaklumi sebab sebagai seorang guru dengan latar belakang ilmu kependidikannya mereka rata-rata sudah memiliki dasar yang kuat dalam memahami materi workshop. Kendala yang banyak muncul timbul bahkan timbul dari beberapa orang guru yang masih memiliki kemampuan IT emergency, karena workshop dilaksanakan berbasis IT. Perlu bimbingan lebih detil dalam pembuatan format-format.
  16. 16. 25 Kenyataan ini menyebabkan para peserta mengusulkan agar di waktu-waktu yang akan datang diadakan pelatihan penggunaan IT secara kontinyu dan intensif. 5) Hasil Contoh perangkat Ulangan Harian dari salah seorang guru peserta workshop, yaitu Lalu Muhammad Supardin, S.Pd. KISI – KISI SOAL ULANGAN HARIAN Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : L. MUH. SUPARDIN, S.Pd. No. Urut Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt. Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. Soal 1 Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan - Mendeskripsikan bentuk/bangun organ-organ penyusun sistem eksresi pada manusia IX/1 Sistem Eksresi pada manusia Disajikan gambar penampang ginjal, siswa dapat menyebutkan bagian-bagian ginjal yang ditentukan Uraian 1 2 - Mendeskripsikan fungsi sistem eksresi IX/1 Sistem Eksresi pada manusia Siswa dapat menjelaskan fungsi salah satu alat eksresi Uraian 2, 3 3 - Mendata contoh kelainan dan penyakit IX/1 Sistem Eksresi pada manusia Siswa dapat menyebutkan contoh penyakit yang berkaitan dengan sistem eksresi Uraian 4,5
  17. 17. 26 KARTU SOAL Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : L. MUH. SUPARDIN, S.Pd. KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 1 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Perhatikan gambar penampang ginjal berikut ! Sebutkan bagian-bagian ginjal yang ditunjuk oleh huruf a, b, c dan d Indikator Soal : Disajikan gambar penampang ginjal, siswa dapat menyebutkan bagian – bagian ginjal yang ditentukan KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 2 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo
  18. 18. 27 Materi : Sistem Eksresi pada manusia Rumusan butir soal : Jelaskan fungsi hati selain sebagai alat eksresi.Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan fungsi salah satu alat eksresi KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 3 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Jelaskan fungsi kulit sebagai alat ekresi pada manusia. Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan fungsi salah satu alat eksresi KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 4 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Sebutkan 3 contoh penyakit / kelainan pada ginjal Indikator Soal : Siswa dapat menyebutkan contoh penyakit yang berkaitan dengan sistem eksresi
  19. 19. 28 KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 5 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Rumusan butir soal: Sebutkan 3 contoh penyakit / kelainan pada kulitIndikator Soal : Siswa dapat menyebutkan contoh penyakit yang berkaitan dengan sistem eksresi
  20. 20. 29 PEDOMAN PENSKORAN NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1 a. kulit ginjal b. badan malphigi c.batang ginjal d. saluran urin 1 1 1 1 2 - menyimpan gula dalam bentuk glikogen, - menawarkan racun, - membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A, - mengatur kadar gula dalam darah, - membuat fibrinogen serta protombin, - menghasilkan zat warna empedu, - tempat pembentukan urea. 2 1 2 2 2 2 2 3 Mengeluarkan keringat. 2 4 - Radang ginjal - Batu ginjal - Gagal ginjal 1 1 1 5 - Biduran - Ringworm - Psoriasis - Kanker kulit 1 1 1 Jumlah Skor Maksimum 25
  21. 21. 30 PEDOMAN PENILAIAN DAN TABEL KONVERSI Tabel konversi skor Nilai 1 4 2 8 3 12 4 16 5 20 6 24 7 28 8 32 9 36 10 40 11 44 12 48 13 52 14 56 15 60 16 64 17 68 18 72 19 76 20 80 21 84 22 88 23 92 24 96 25 100 Dengan berakhirnya pelaksanaan RTK II semua peserta dinyatakan telah memiliki persepsi yang sama dalam penyusunan perangkat penilaian hasil belajar, ini terbukti dengan terkumpulnya contoh perangkat penilaian hasil belajar (ulangan harian dari semua peserta).
  22. 22. 31 B. OBSERVASI PEMBELAJARAN GURU YUNIOR Observasi pembelajaran guru junior, dilaksanakan terhadap dua orang guru yaitu Ibu Marliana Pahri, S,Pd. Mengajar Ilmu Pengetahuan Alam di kelas 7 dan Bp. Saifudin Zuhri, S.Ag, M.PdI. yang mengajar Pendidikan Agama Islam di kelas 7 dan 8. Pada tiap pertemuan, memuat 3 tahapan, sebagai berikut: 1. Pra Observasi a. Menciptakan suasana akrab dengan guru b. Membahas persiapan yang dibuat oleh guru (perangkat pembelajaran) dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan c. Menyepakati instrumen observasi yang akan digunakan 2. Observasi Pengamatan difokuskan pada aspek yang telah disepakati dengan menggunakan instrumen observasi/ catatan (fieldnotes). 3. Pasca-observasi a. Dilaksanakan segera setelah observasi, ditanyakan bagaimana pendapat guru mengenai proses pembelajaran yang baru berlangsung b. menunjukkan data hasil observasi (instrumen dan catatan) , c. Diskusi secara terbuka hasil observasi, terutama pada aspek yang telah disepakati. Diusahakan guru menemukan sendiri kekuatan dan kekurangannya dan berusaha memperbaikinya. d. Penguatan terhadap penampilan guru / segala sesuatu yang sudah baik, penulis hindari kesan menyalahkan dan menggurui
  23. 23. 32 Hasil supervisi akademik terhadap guru juniorsecara umum penulis paparkan sebagai berikut: Guru junior 1 1. Nama Guru : Marliana Pahri, S.Pd 2. Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya 3. Kelas/Semester : 7-F / genap 4. Mata pelajaran : IPA 5. Kompetensi Dasar : Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Uraian Hasil Observasi 1. Pra-Observasi Jumlah skor yang dicapai = 44 (100%) Revisi KBM, evaluasi, LKS, 2. Observasi Skor = 51 = 71% = C 3. Pasca-Observasi Refleksi, diskusi hasil observasi Pada tahap Pra-Observasi, membahas persiapan yang dibuat oleh guru (perangkat pembelajaran) dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan sebagaimana instrumen observasi kelas. Dari hasil pengecekan menggunakan instrumen yang telah disepakati, ibu guru Marliana Pahri, S.Pd. sudah memiliki perangkat perencanaan pembelajaran yang cukup memadai, penyusunan RPP sesuai dengan standar proses.
  24. 24. 33 Gambaran observasi KBM Marliana Pahri, S.Pd sebagai berikut: pertemuan diawali dengan berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa. Sebagai apersepsi dan motivasi Guru memberikan contoh-contoh isu hangat terkait dengan pencemaran lingkungan. Akan tetapi guru tidak secara tegas menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa terlihat fokus ke guru. Guru meminta siswa memberikan contoh-contoh dampak yang ditimbulkan dari penebangan hutan. Guru menuliskan LKS untuk dikerjakan secara. Guru keliling kelas mengecek hasil kerja siswa, sekaligus memberikan bantuan bagi yang kesulitan. Pada refleksi tentang proses KBM hal-hal yang didiskusikan adalah: a. Kekuatan proses pembelajaran antara lain: 1) guru menguasai materi pembelajaran. 2) Metode pembelajaran interaktif karena melibatkan siswa b. Kelemahan proses pembelajaran antara lain: 1) siswa pasif/ kurang berani, 2) siswa kesulitan mengungkapkan pendapat, ide maupun gagasan karena kurangnya kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang komunikatif. Perlu diketahui bahwa bahasa pengantar sehari-hari siswa dalam pergaulan adalah bahasa daerah (Sasak). 3) Media gambar tidak disiapkan oleh guru sehingga siswa kesulitan menangkap materi pelajaran 4) guru mendominasi pembelajaran. c. Alternatif solusi perbaikan proses pembelajaran:
  25. 25. 34 1) Motivasi siswa agar lebih berani dalam mengungkapkan pendapat, ide maupun gagasannya. 2) pertanyaan pembuka untuk eksplorasi kemampuan siswa perlu diperbanyak, 3) beri kesempatan siswa untuk menanggapi pertanyaan/ jawaban teman, guru berperan memberi klarifikasi dan penguatan, 4) penggunaan media pembelajaran (berbasis TIK), 5) ice breaking, perlu disisipkan. Guru junior 2 1. Nama Guru : Saifuddin Zuhri, S.Ag. 2. Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya 3. Kelas/Semester : 7-B/ genap 4. Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam 5. Kompetensi Dasar : Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah Uraian Hasil Observasi 1. Pra-Observasi Jumlah skor yang dicapai = 44 (100%) Revisi KBM, evaluasi, LKS, 2. Observasi Skor = 51 = 86% = A 3. Pasca-Observasi Refleksi, diskusi hasil observasi
  26. 26. 35 Pada tahap Pra-Observasi, membahas persiapan yang dibuat oleh guru (perangkat pembelajaran) dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan sebagaimana instrumen observasi kelas. Dari hasil pengecekan menggunakan instrumen yang telah disepakati, bapak guru Saifuddin Zuhri, S.Ag.,M.PdI. sudah memiliki perangkat perencanaan pembelajaran yang cukup memadai, penyusunan RPP sesuai dengan standar proses. Gambaran observasi KBM Saifuddin Zuhri, S.Ag.,M.PdI sebagai berikut: karena lokasi kegiatan pembelajaran bertempat di Musholla sekolah maka sebelum kegiatan dimulai siswa diminta untuk mengambil air wudlu terlebih dulu, kemudian pertemuan diawali dengan berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa. Sebagai apersepsi dan motivasi dengan media IT (Laptop dan LCD Projector) Guru memutarkan film-film tentang perjuangan Nabi Muhammad S.A.W. Melalui tanya jawab siswa diminta untuk memberikan komentar terhadap tayangan yang telah ditontonnya. Guru kemudian menyampaikan topik yang akan dibahas serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan dilanjutkan dengan ceramah tentang perjuangan Nabi Muhammad S.A.W. dalam menghadapi masyarakat Mekkah. Siswa terlihat fokus ke guru. Guru menayangkan dalil-dalil yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas kemudian secara bergantian siswa diminta untuk membacanya. Proses pembelajaran ditutup dengan bersama-sama menarik kesimpulan dan membuat rangkuman. Tidak terlihat guru memberikan tugas. Pada refleksi tentang proses KBM hal-hal yang didiskusikan adalah:
  27. 27. 36 a. Kekuatan proses pembelajaran antara lain: 1) guru menguasai materi pembelajaran. 2) Penggunaan media berbasis IT sangat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran b. Kelemahan proses pembelajaran antara lain: 1) siswa pasif/ kurang berani, 2) tayangan berupa film kadang-kadang kurang efektif karena siswa memandang tayangan tersebut sebagai satu bentuk hiburan sehingga materi yang terkandung di dalamnya kurang dipahami. 3) guru mendominasi pembelajaran. c. Alternatif solusi perbaikan proses pembelajaran: 1) Motivasi siswa agar lebih berani dalam mengungkapkan pendapat, ide maupun gagasannya. 2) Sebelum tayangan berbentuk film diberikan, hendaknya guru memberikan batasan-batasan serta penekanan-penekanan pada apa yang harus diperhatikan oleh siswa 3) ice breaking, perlu disisipkan.
  28. 28. 36 C. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Silabus Silabus mengadaptasi dari silabus MGMP SMP Negeri 3 Pringgabaya. SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah : SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas : IX (Sembilan) Semester : 2 (Dua) Standar Kompetensi: 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber BelajarTeknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet Gejala kemagnetan dan cara membuat magnet o Mengkaji pustaka untuk mencari karakteristik sifat kutub magnet, sifat medan magnet, dan pengertian teori magnet Menunjukkan sifat kutub magnet Mendemonstrasika n cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan Tes unjuk kerja Tes unjuk kerja Tes identifikasi Uji petik kerja produk Tunjukkan bagian-bagian magnet pada magnet batang! Lakukanlah cara untuk membuat magnet jika disediakan besi lunak dan 3x40’ Buku siswa, LKS, magnet batang, statif dan benang nilon,
  29. 29. 37 Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber BelajarTeknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen bumi o Merumuskan karakteristik sifat kutub magnet, sifat medan magnet, dan pengertian teori magnet bumi o Mempratikkan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan Memaparkan teori kemagnetan bumi Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik Tes tertulis Tes tertulis Uraian Uraian magnet batang Jelaskan tentang teori kemagnetan bumi! Jelaskan arah arus listrik dan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik! serbuk besi Karakter siswa yang diharapkan :  Disiplin ( Discipline )  Rasa hormat dan perhatian ( respect )  Tekun ( diligence )  Tanggung jawab ( responsibility )  Ketelitian ( carefulness)
  30. 30. 38 2. RPP RPP mengacu pada Permendiknas 41 tahun 2007 tentang standar proses. RPP penulis kembangkan di MGMP sekolah (secara kelompok) dan mandiri. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2x pertemuan ) Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. Indikator Menunjukkan sifat kutub magnet  Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan
  31. 31. 39  Memaparkan teori kemagnetan bumi  Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik A. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui tanya jawab, siswa dapat menjelaskan pengertian magnet. 2. Melalui tanya jawab, siswa dapat menjelaskan menyebutkan macam- macam magnet. 3. Melalui eksperimen, siswa dapat membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. 4. Melalui diskusi siswa dapat menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. 5. Melalui diskusi siswa dapat membedakan magnet alam dan magnet buatan. 6. Melalui eksperimen siswa dapat menjelaskan cara membuat magnet buatan. 7. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan. 8. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan pengertian medan magnet. 9. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan pengertian garis gaya magnet. 10. Melalui diskusi siswa dapat menggambarkanarah gaya antar-kutub magnet dan medan magnet. 11. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan medan magnet bumi.
  32. 32. 40 12. Melalui diskusi siswa dapat membedakan sudut deklinasi dan sudut inklinasi. 13. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan pengertian kuat medan magnet. 14. Melalui diskusi siswa dapat menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet. 15. Melalui diskusi siswa dapat mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik. 16. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan cara menentukan arah medan magnet. 17. Melalui eksperimen siswa dapat menunjukkan arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik. 18. Melalui diskusi siswa dapat menggambarkan medan magnet kumparan berarus.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) B. Materi Pembelajaran Kemagnetan
  33. 33. 41 C. Metode Pembelajaran 1. Model : o Direct Instruction (DI) o Cooperative Learning 2. Metode : o Diskusi kelompok o Ceramah o Eksperimen o Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan 1. Motivasi dan Apersepsi: Apakah aluminium tergolong bahan feromagnetik atau paramagnetik? Apakah kita dapat membuat magnet? 2. Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan bahan paramagnetik? Bagaimana cara membuat magnet? 3. Pra eksperimen: Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.
  34. 34. 42 b. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Menjelaskan pengertian magnet.  Menyebutkan macam-macam magnet.  Membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Mengamati arah gerak magnet batang.  Membedakan magnet alam dan magnet buatan.  Menjelaskan cara membuat magnet buatan.  Menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan.  Menjelaskan pengertian medan magnet.  Menjelaskan pengertian garis gaya magnet.  Mengamati gaya antar-kutub magnet dan medan magnet.  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian magnet.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan macam- macam magnet.
  35. 35. 43  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah magnet batang, sebuah statif, dan seutas benang.  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati arah gerak magnet batang  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan magnet alam dan magnet buatan.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat magnet dan hal-hal yang dapat menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan.
  36. 36. 44  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet.  Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati gaya antar-kutub magnet batang dan medan magnet  Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua buah magnet batang, sebuah statif, seutas benang, selembar kertas HVS, dan sejumput serbuk besi.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
  37. 37. 45 c. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan 1. Motivasi dan Apersepsi: Bagaiamana cara menentukan sudut inklinasi? Bagaimana hubungan antara kuat medan magnet dan kuat arus listrik? 2. Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan inklinasi? Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya medan magnet? 3. Pra eksperimen: Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.
  38. 38. 46 b. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik dan mengamati medan magnet kumparan berarus  Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan kawat lurus panjang 20 cm, sebuah kompas kecil, selembar karton seukuran kuarto, sebuah baterai 9 V, sebuah saklar, kabel penghantar secukupnya, sebuah magnet batang, kawat tembaga sepanjang 20 cm, dan serbuk besi secukupnya.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan medan magnet bumi.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.
  39. 39. 47  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan cara menentukan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kuat medan magnet.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah kompas, kawat lurus sepanjang 20 cm, hambatan geser, sebuah ammeter, sebuah baterai 9 V, kabel penghantar secukupnya, sebuah saklar, dan dua buah penumpu.  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
  40. 40. 48  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara menentukan arah medan magnet.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;  membantu menyelesaikan masalah;  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
  41. 41. 49 c. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar Buku Sekolah Elektronik (BSE) Ilmu Pengetahuan Alam SMP kelas IX edisi IV karangan Nurkuswanto dkk Buku Sekolah Elektronik (BSE) Mari belajar Ilmu Alam Sekitar, Panduan IPA Terpadu SMP/MTs. kelas IX edisi IV karangan sukis Wariyono dan Yani Muharromah Buku Sekolah Elektronik (BSE) Mari belajar IPA untuk SMP/MTs. kelas IX karangan Elok Sudibyo dkk LKS Buku Referensi Alat-alat praktikum: magnet, kompas, baterai, besi, kawat tembaga yang berisolasi dan serbuk besi
  42. 42. 50 F. Penilaian Prosedur Penilaian : o Penilaian proses belajar o Penilaian hasil belajar Alat penilaian : o Rubrik penilaian Uji petik kerja o Soal tes bentuk uraian Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal Menunjukkan sifat kutub magnet Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan Memaparkan teori kemagnetan bumi Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik Tes unjuk kerja Tes unjuk kerja Tes tertulis Tes tertulis Tes identifikasi Uji petik kerja produk Uraian Uraian Tunjukkan bagian-bagian magnet pada magnet batang! Lakukanlah cara untuk membuat magnet jika disediakan besi lunak dan magnet batang Jelaskan tentang teori kemagnetan bumi! Jelaskan arah arus listrik dan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik!
  43. 43. 51 Mengetahui; Kepala Sekolah, MUHADIS, S.Pd. NIP. 19651231 199403 1 107 Pringgabaya, juni 2013 Guru Mata Pelajaran, ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd. NIP. 19690925 199303 1 004 3. Bahan Ajar Standar Kompetensi : 4.Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. Indikator : Menunjukkan sifat kutub magnet  Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan  Memaparkan teori kemagnetan bumi Materi pokok : Gejala kemagnetan dan cara membuat magnet KEMAGNETAN Kemagnetan adalah kemampuan suatu benda menarik benda lain yang berada di dekatnya
  44. 44. 52 MACAM-MACAM MAGNET Kutub-kutub magnet : Setiap magnet memiliki dua tempat yang gaya magnetnya paling kuat. Daerah ini disebut kutub magnet. Ada 2 kutub magnet, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Seringkali dijumpai magnet yang bertuliskan N dan S. N merupakan kutub utara magnet itu (singkatan dari north yang berarti utara) sedangkan S kutub selatannya (singkatan dari south yang berarti selatan). BAHAN-BAHAN MAGNET Berdasarkan sifat kemagnetan suatu benda digolongkan menjadi dua golongan yaitu: benda magnetik dan benda nonmagnetik. Benda magnetik yaitu benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet sedangkan benda nonmagnetik yaitu benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Benda magnetik dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Ferromagnetik adalah benda yang ditarik kuat oleh magnet, contoh : besi, baja, nikel, kobalt 2. Paramagnetik adalah benda yang ditarik lemah oleh magnet contoh : platina, tembaga, dan garam Sedangkan benda nonmagnetik (diamagnetik) adalah benda yang ditolak oleh magnet contoh : bismut dan timah, aluminium, serta stainless
  45. 45. 53 MACAM-MACAM MAGNET Ditinjau dari asalnya, magnet dibedakan menjadi : 1. Magnet alam 2. Magnet buatan Ditinjau dari bentuknya : 1. Magnet batang 2. Magnet ladam / magnet U 3. Magnet jarum 4. Magnet silinder Ditinjau dari sifat kemagnetannya : 1. Magnet sementara 2. Magnet tetap CARA MEMBUAT MAGNET : Magnet ada dua jenis yaitu magnet alam dan magnet buatan. Ada berbagai cara untuk membuat magnet, antara lain: a. dengan cara menggosokkan magnet tetap, b. dengan aliran arus listrik, c. dengan induksi (influensi atau imbas)
  46. 46. 54 a. Dengan cara menggosokkan magnet tetap Benda-benda kecil, misalnya jarum atau paku apabila kita dekatkan dengan sebatang besi atau sebatang baja ternyata benda-benda kecil tersebut tidak dapat ditarik oleh batang besi atau baja. Hal ini menunjukkan bahwa besi atau baja tidak bersifat sebagai magnet. Besi atau baja dapat dibuat magnet antara lain dengan cara menggosokkan salah satu ujung magnet tetap di sepanjang batang besi, atau baja ke satu arah secara berulang-ulang. Secara fisika bahwa benda-benda yang bisa dibuat magnet adalah benda atau material yang sudah mempunyai sifat kemagnetan yang terdiri dari domain-domain atau magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer. Saat terjadi penggosokan dengan arah yang teratur mengakibatkan adanya pengaruh medan magnet dari magnet permanen yang dapat digunakan untuk menyearahkan posisi domain. Dengan posisi yang searah tentu mengakibatkan adanya gaya yang ditimbulkan oleh domain tersebut sehingga menjadikan benda bermagnet. b. Dengan aliran arus listrik Paku besar yang dililiti oleh sebuah kumparan setelah dihubungkan dengan baterai kemudian dekatkan dengan paku-paku kecil, ternyata paku kecil akan menempel pada paku besar tersebut. Apabila baterai atau sumber arus listrik searah (DC) diganti dengan sumber arus listrik
  47. 47. 55 bolak-balik (AC) bertegangan rendah maka paku besar tetap bersifat sebagai magnet. Jika arus listrik diputus maka paku-paku kecil yang menempel pada paku besar dalam hitungan detik akan berjatuhan atau lepas. Berarti paku besar sudah hilang kemagnetannya. Jadi, sifat kemagnetan paku besar hanya terjadi selama ada aliran listrik. Dikatakan bahwa paku besi menjadi magnet sementara. Seandainya paku besi diganti dengan logam baja, maka setelah arus listrik diputus, logam tetap bersifat sebagai magnet. Karena baja dapat dibuat magnet yang bersifat permanen (tetap). Secara fisika dapat dijelaskan bahwa medan listrik yang ditimbulkan oleh arus listrik akan mempengaruhi posisi domain yang mengakibatkan posisi yang tidak teratur berubah menjadi teratur atau searah. Dengan posisi searah akan mempunyai kekuatan yang bersifat magnet. Bagaimana cara menentukan kutub utara atau selatan dari magnet buatan ini, kita bisa melakukan dengan cara, misalkan sebatang besi atau baja yang telah dililiti kawat berisolasi/kumparan (kawat transformator) dan dihubungkan dengan baterai telah menjadi magnet. Untuk menentukan arah kutub-kutub magnet digunakan aturan tangan kanan menggenggam. Jari-jari yang menggenggam menunjukkan arah arus listrik. Sedangkan ibu jari menunjuk kutub utara. Jika arah arus listrik dibalik maka arah kutub juga akan sebaliknya.
  48. 48. 56 c. Dengan induksi (influensi atau imbas) Sebuah paku besar didekatkan dengan sebuah magnet yang ditaruh pada statif maka paku akan menempel pada magnet. Paku besar yang telah menempel pada magnet jika didekati paku-paku kecil, ternyata paku-paku kecil menempel pada paku besar. Hal ini disebabkan oleh paku besar yang berada di dalam medan magnet terkena induksi sehingga bersifat sebagai magnet. Secara konsep sama dengan pembuatan magnet cara digosok atau dililiti kumparan yang dialiri listrik. Akibat dari pengaruh medan magnet sehingga paku yang menempel pada magnet permanen memungkinkan posisi domain- domainnya menjadi teratur dan bersifat sebagai benda magnet. Magnet buatan memiliki beberapa bentuk, di antaranya: berbentuk batang persegi (magnet batang), berbentuk jarum (magnet jarum) berbentuk silinder (magnet silinder) dan berbentuk U dan berbentuk tapak kuda, CARA MENGHILANGKAN SIFAT KEMAGNETAN Sifat kemagnetan suatu benda dapat dihilangkan dengan cara dipukul atau dipanaskan. Dengan dipukul atau dipanaskan maka domain-domain bergerak secara random dan tak teratur, sehingga sifat magnet yang dimiliki jadi hilang.
  49. 49. 57 KEMAGNETAN BUMI Sebuah magnet yang bebas bergerak ternyata selalu menempatkan dirinya menurut rah utara –selatan. Hal ini menunjukkan bahwa di permukaanbumi terdapat medan magnet dan gaya yangmempengaruhi kutub-kutub magnet tersebut.Kutub utara magnet selalu menghadap ke arahutara. Hal ini dapat dijelaskan dengan beranggapanbahwa: a. Di kutub utara bumi terdapat suatu kutub selatanmagnet b. Di kutub selatan bumi terdapat suatu kutub utaramagnet c. Bumi sebagai sebuah magnet besar dengan kutub selatan terletak di dekat kutub utara dan kutub utara terletak di dekat kutub selatan bumi. Magnet di dalam kompas pada umumnya tidak dapat menunjukkan utara– selatan tetapi agak menyimpang. Sebab letak kutubkutub magnet bumi tidak tepat pada kutub-kutub bumi. Oleh karena itu garis-garis gaya magnet bumi tidak berimpit arahnya dengan arah utara-selatan. Penyimpangan dari arah utara– selatan yang sebenarnya ini disebut deklinasi, lihat Gambar 12.5! Besarnya deklinasi ini dinyatakan dengan sudut antara arah utara sebenarnya dengan arah utara yang ditunjukkan oleh magnet. Sudut yang dibentuk oleh magnet dengan garis mendatar disebut inklinasi. Adanya inklinasi ini disebabkan garis-garis gaya magnet bumi, ternyata tidak sejajar dengan permukaan bumi. Oleh karena itu sebuah magnet jarum yang dapat berputar pada sumbu mendatar biasanya tidak menempatkan diri pada kedudukan mendatar, tetapi miring.
  50. 50. 58 4. Instrumen Evaluasi Rubrik penilaian Tes Unjuk Kerja Aspek Yang Dinilai Skor 1 2 3 4 Menunjukkan bagian-bagian dari magnet batang dengan benar Membuat magnet dengan jalan menggosok : o memilih bahan-bahan yang diperlukan dengan benar o menggosok dengan magnet batang dengan teknik yang benar o Magnet yang dibuat berhasil memiliki sifat kemagnetan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 20 Instrumen Evaluasi Ulangan Harian KISI – KISI SOAL ULANGAN HARIAN Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd. No. Urut Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt. Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. Soal 1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet - Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan IX/2 Kemag- netan Siswa dapat menyebutkan macam-macam magnet Uraian 1
  51. 51. 59 No. Urut Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt. Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. Soal 2 - Siswa dapat menjelaskan cara- cara membuat magnet Uraian 2 3 - Siswa dapat menjelaskan cara- cara menghilangkan sifat kemagnetan Uraian 3 - Memaparkan teori kemagnetan bumi Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara sudut deklinasi dengan sudut inklinasi Uraian 4 - Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik Siswa dapat menjelaskan keuntungan dari magnet yang dibuat dari listrik Uraian 5 KARTU SOAL Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : ABDULL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd. KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 1 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Sebutkan macam-macam magnet ditinjau dari bentuknya.
  52. 52. 60 Indikator Soal : Siswa dapat menyebutkan macam-macam magnet KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 2 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Rumusan butir soal : Jelaskan cara-cara membuat magnet.Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan cara- cara membuat magnet KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 3 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Jelaskan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan sebuah magnet Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan cara- cara menghilangkan sifat kemagnetan KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 4 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo
  53. 53. 61 Materi : Kemagnetan Jelaskan perbedaan antara sudut deklinasi dengan sudut inklinasi Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara sudut deklinasi dengan sudut inklinasi KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 5 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Rumusan butir soal: Jelaskan keuntungan-keuntungan dari magnet yang dibuat dari arus listrik. Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan keuntungan dari magnet yang dibuat dari listrik
  54. 54. 62 PEDOMAN PENSKORAN NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1 1. Magnet batang 2. Magnet jarum 3. Magnet ladam 4. Magnet silinder 1 1 1 1 2 - Menggosok benda ferromagnetik dengan magnet tetap dengan arah yang beraturan - Induksi - Mengalirkan arus listrik DC pada kawat penghantar 3 1 2 3 - Dipanaskan - Dipukul-pukul - Dialiri arus listrik AC 1 1 1 4 - Deklinasi: penyimpangan dari arah utara selatan yang sebenarnya. - Inklinasi: sudut yang dibentuk oleh magnet dengan garis mendatar. 3 3 5 - sifat kemagnetannya sangat kuat, - kekuatan magnet dapat diubah dengan mengubah arus, - kemagnetan dapat dihilangkan dengan memutuskan arus listrik. 2 2 2 Jumlah Skor Maksimum 25
  55. 55. 63 PEDOMAN PENILAIAN DAN TABEL KONVERSI Tabel konversi skor Nilai 1 4 2 8 3 12 4 16 5 20 6 24 7 28 8 32 9 36 10 40 11 44 12 48 13 52 14 56 15 60 16 64 17 68 18 72 19 76 20 80 21 84 22 88 23 92 24 96 25 100
  56. 56. 64 D. KAJIAN MANGERIAL 1. KAJIAN RKS Peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas) nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan menyatakan bahwa sekolah harus membuat rencana kerja sekolah (RKS) yang terdiri dari rencana kerja jangka menengah (RKJM) dan rencana kerja tahunan (RKT). RKJM menggambarkan tujuan sekolah yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan, sedangkan RKT dicapai dalam kurun waktu satu tahunan. Permendiknas tersebut juga menyatakan bahwa RKT adalah rencana kerja tahunan yang berdasar pada RKJM dan dinyatakan dalam rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS). Dasar hukum lain yang mendukung penyusunan program kegiatan sekolah adalah peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Pasal 51 peraturan pemerintah ini menyatakan bahwa satuan pendidikan harus membuat kebijakan tentang perencanaan program dan pelaksanaannya secara transparan dan akuntabel. Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pasal 51 oleh satuan pendidikan dituangkan dalam: a) rencana kerja tahunan satuan pendidikan, b) anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan, dan c) peraturan satuan atau program pendidikan. Seorang calon kepala sekolah diharapkan dapat memahami cara penyusunan rencana kerja sekolah baik rencana kerja jangka menengah ataupun jangka pendek (tahunan). Mengkaji RKS dan RKJM sekolah tempat magang pada kegiatan on the job
  57. 57. 65 learning (OJL) bertujuan untuk melatih calon kepala sekolah mengembangkan dimensi kompetensi manajerial khususnya kompetensi: 1) menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan, dan 2) mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian RKS/RKJM, wawancara dengan kepala sekolah dan matriks kajian RKS/RKJM, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian RKS/RKJM sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain. a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Penyusunan EDS Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) Belum dibentuk tim pengembang sekolah Belum dibentuk tim pengembang sekolah Upayakan pembentukan tim pengembang sekolah Pembentukan Tim Pengembang Sekolah dan menyusun EDS Dilaksanakan setiap setahun sekali Belum melaksanakan penyusunan EDS Belum melaksanakan penyusunan EDS Upayakan melaksanakan penyusunan EDS 2 Pemanfaatan EDS Hasil EDS dijadikan dasar dalam Penyusunan RKS belum didasarkan atas hasil Hasil EDS belum dijadikan Upayakan EDS dijadikan sebagai
  58. 58. 66 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS analisis EDS dasar penyusunan RKS dasar penyusunan RKS 3 Mekanisme penyusunan RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS Tidak ada kesenjangan Mengutamakan program-program prioritas Mengutamakan program- program prioritas Tidak ada kesenjangan RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Tidak ada kesenjangan Disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan. Disosialisasikan secara terbatas kepada warga sekolah, belum disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan belum disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan Upayakan RKS/RKJM disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan Membuat papan pengumuman berisi data perkembangan RKS/RKJM 4 Kelengkapan dokumen RKS (RKJM dan RKT/RKAS) RKS memuat kegiatan-kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta RKS memuat kegiatan- kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta Tidak ada kesenjangan
  59. 59. 67 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengembangannya , d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu pengembangannya, d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu
  60. 60. 68 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5 Implementasi RKS o RKS sebaiknya dibuat bersama secara partisipatif antara pihak sekolah dengan stakeholder o RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah o Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan stakeholder RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah, jika ada rencana kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS, di bahas pada tingkat manajemen sekolah, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan secara langsung atau melalui pengawas pembina, kemudian disosialisasikan kepada warga sekolah. Tidak ada kesenjangan 6 Evaluasi dan Pelaporan Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Tidak ada kesenjangan Dalam penyusunan RKS SMP Negeri 3 Pringgabaya, kepala sekolah sudah melibatkan beberapa guru dan pegawai sekolah tetapi mereka bekerja belum dalam satu organisasi yang baik. Mereka tidak bekerja dalam satu tim penyusun RKS yang dibentuk oleh secara resmi berdasarkan surat keputusan kepala sekolah. Demikian juga dalam penyusunan RKJM SMP Negeri 3
  61. 61. 69 Pringgabaya belum menjadikan EDS sebagai dasar penyusunannya, karena memang di SMP Negeri 3 Pringgabaya selama ini belum melakukan penyusunan EDS. Untuk itu, kami sebagai peserta diklat yang magang di sekolah ini dan juga sebagai sekolah sendiri, mengusulkan kepada kepala sekolah agar pada penyusunan RKS berikutnya untuk membentuk tim penyusun RKS dari hasil rapat atau musyawarah dengan seluruh komponen sekolah serta melakukan penyusunan EDS sebagai dasar penyusunan RKJM. Dengan demikian, RKS sekolah dapat tersusun dengan baik karena dikerjakan dalam satu tim yang terorganisir. Alhamdulillah mulai tahun ini di SMP Negeri 3 Pringgabaya telah dibentuk tim pengembang sekolah (TPS) yang bertugas diantaranya melaksanakan EDS dan menyusun RKJM/RKS. RKS yang baik tentunya harus diakui dan disetujui oleh seluruh komponen sekolah termasuk pihak komite sekolah. RKS bukan hanya buah pikiran tim penyusun RKS tetapi tetap harus meminta masukan dan pertimbangan dari seluruh komponen sekolah. Untuk itu, RKS yang sudah disusun oleh tim penyusun RKS seyogyanya diajukan dalam rapat dewan pendidik untuk diplenokan yang kemudian disetujui dengan memperhatikan pertimbangan komite sekolah dan seterusnya disahkan pemberlakuannya oleh pihak dinas pendidikan kabupaten. Disadari oleh kepala SMP Negeri 3 Pringgabaya bahwa RKS yang disusun oleh beberapa tenaga guru dan pegawai yang ditunjuk, selama ini belum pernah diajukan dalam rapat dewan pendidik untuk diplenokan kemudian mendapat persetujuan.
  62. 62. 70 Untuk itu, kami mengusulkan kepada kepala sekolah agar RKS yang disusun nantinya dapat diajukan dalam rapat dewan pendidik untuk menyempurnakan hasil kerja tim penyusun RKS. Menindaklanjuti amanat peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan pasal 51 yang menyatakan bahwa satuan pendidikan harus membuat kebijakan tentang perencanaan program dan pelaksanaannya secara transparan dan akuntabel, maka RKS yang telah disetujui dan disahkan pemberlakuannya oleh dinas pendidikan kabupaten idealnya juga diketahui oleh masyarakat atau orang tua siswa serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, sosialisasi RKS perlu dilakukan oleh pihak sekolah. Bentuk sosialisasi RKS dapat dilaksanakan pada rapat komite sekolah, dipajang di sekolah pada satu tempat yang dapat dengan mudah dilihat oleh tamu atau dipasang di website/blog sekolah. Selama ini, diakui bahwa RKS SMP Negeri 3 Pringgabaya belum pernah disosialisasikan kepada seluruh komponen sekolah ataupun masyarakat dan orang tua siswa. Kepala sekolah mempunyai pertimbangan tersendiri sehingga RKS belum disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berwenang. Dalam penataan pengelolaan kegiatan sekolah kedepan, dan berdasarkan masukan-masukan kami, kini kepala sekolah mempunyai keinginan untuk melakukan hal tersebut jika RKS telah disusun oleh satu tim penyusun RKS.
  63. 63. 71 RKS SMP Negeri 3 Pringgabaya disusun melalui tahapan-tahapan identifikasi tantangan, analisis pemecahan tantangan, penyusunan program dan penyusunan rencana biaya dan pendanaan. Pada tahap identifikasi tantangan, langkah-langkah yang dilakukan adalah menyusun profil sekolah, mengidentifikasi harapan pemangku kepentingan dan merumuskan tantangan. Model RKS yang dikembangkan di SMP Negeri 3 Pringgabaya mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah ke dalam sembilan pokok kegiatan yaitu : Pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Perbaikan administrasi dan manajemen sekolah. Pengembangan organisasi dan kelembagaan. Perbaikan sarana dan prasarana. Peningkatan kualitas SDM (ketenagaan). Peningkatan pembiayaan dan pendanaan sekolah. Peningkatan peran serta masyarakat. Peningkatan prestasi peserta didik. Peningkatan kualitas lingkungan dan budaya sekolah.
  64. 64. 72 Berdasarkan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan penyusunan RKS harus memuat kejelasan mengenai: 1) kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 3) PTK serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan dan pembiayaan, 6) budaya dan lingkungan sekolah, 7) peran serta masyarakat dan kemitraan, dan 8) rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu. Rencana program kegiatan sekolah yang telah ditetapkan sekolah tentunya tak selamanya dapat terlaksana 100%. Jika dengan terpaksa ada pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS, maka hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Hal ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan komite sekolah. Demikian halnya dengan SMP Negeri 3 Pringgabaya, kadang ada kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan RKS tersebut hanya dibicarakan kepada orang-orang tertentu di sekolah. Adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak berdasarkan RKS disebabkan karena kegiatan tersebut adalah kegiatan tiba-tiba atau karena penyusunan program sekolah belum melakukan analisis kebutuhan prioritas. Dengan pemilihan program- program sekolah berdasarkan skala prioritas maka akan meminimalisir terjadinya pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan rencana kerja sekolah.
  65. 65. 73 Untuk itu, melalui diskusi kami dengan kepala sekolah dan wakil-wakilnya memberikan saran-saran agar jika terjadi kemungkinan adanya kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan rencana kerja sekolah maka sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan warga sekolah dalam rapat dewan guru dan jika memungkinkan dapat pula dihadiri oleh pihak komite sekolah. Saran terakhir adalah agar pemilihan program-program sekolah didasarkan pada analisa kebutuhan skala prioritas. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Penyusunan EDS Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) Tidak ada kesenjangan Dilaksanakan setiap setahun sekali Dilaksanakan setiap setahun sekali Tidak ada kesenjangan 2 Pemanfaatan EDS Hasil EDS dijadikan dasar dalam penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS Hasil EDS dijadikan dasar dalam penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS Tidak ada kesenjangan
  66. 66. 74 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3 Mekanisme penyusunan RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS Tidak ada kesenjangan Mengutamakan program-program prioritas Mengutamakan program- program prioritas Tidak ada kesenjangan RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Tidak ada kesenjangan Disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan. Disosialisasikan secara terbatas kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan melalui berbagai media seperti website dan papan pengumuman Tidak ada kesenjangan 4 Kelengkapan dokumen RKS (RKJM dan RKT/RKAS) RKS memuat kegiatan- kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta RKS memuat kegiatan- kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta pengembangannya, Tidak ada kesenjangan
  67. 67. 75 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengembangannya, d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu 5 Implementasi RKS o RKS sebaiknya dibuat bersama secara partisipatif antara pihak sekolah dengan stakeholder o RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah o Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan stakeholder RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah, jika ada rencana kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS, di bahas pada tingkat manajemen sekolah, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan secara langsung atau melalui pengawas pembina, kemudian disosialisasikan kepada warga sekolah. Tidak ada kesenjangan
  68. 68. 76 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 6 Evaluasi dan Pelaporan Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Tidak ada kesenjangan Secara umum penyusunan RKS pada SMP Negeri 1 Pringgabaya sudah mengikuti prosedur dan mekanisme yang benar. Dalam penyusunan RKS-RKJM, kepala sekolah SMP Negeri 1 Pringgabaya melibatkan guru dan pegawai yang bekerja dalam satu tim penyusun rencana kerja sekolah berdasarkan surat keputusan kepala sekolah. Langkah yang ditempuh kepala sekolah sudah sesuai dengan kompetensinya sebagai manejer mengelola dengan menggerakkan dan mengarah-kan sumber daya manusia yang dimiliki sekolah dalam menyusun rencana kerja sekolah. Menghindari adanya kecurigaan piha-pihak tertentu dalam pengelolaan kegiatan-kegiatan sekolah, maka sedapat mungkin RKS-RKJM disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah ataupun ke masyarakat dan orang tua siswa. Hal ini dilakukan untuk menjamin keterlaksanaan pengelolaan dan penyelenggaraan yang transparan dan akuntabel. Menyadari akan hal ini, maka kepala SMP Negeri 1 Pringgabaya selalu melakukan sosialisasi program-program kegiatan sekolah kepada warga sekolah dan orang tua siswa. Bentuk sosialisasi ini dilakukan dengan memasang papan pengumuman yang berisi rangkuman isi RKJM-RKS di ruang lobi sekolah sehingga dapat dilihat (dibaca) oleh setiap tamu yang datang, juga disosialisasikan melalui website sekolah. RKS SMP Negeri 1 Pringgabaya sudah disusun berdasarkan rekomendasi EDS. Penilaian diri sekolah dilakukan dengan mengisi instrumen EDS. Proses pengisian EDS juga dipandu oleh Tim Pengawas SMP Kabupaten Lombok Timur. Untuk itu,
  69. 69. 77 saya sebagai peserta diklat calon kepala sekolah yang magang di sekolah ini juga dapat menambah informasi dan pengalaman dalam melakukan pengisian instrumen EDS. Model RKS yang dikembangkan berdasarkan rekomendasi EDS mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah ke dalam delapan standar : 1) isi, 2) proses, 3) kompetensi lulusan, 4) PTK, 5) sarana dan prasarana, 6) pengelolaan, 7) pembiayaan, dan 8) penilaian. Pengelompokan ini sejalan dengan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan penyusunan RKS harus memuat kejelasan mengenai: 1) kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 3) PTK serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan dan pembiayaan, 6) budaya dan lingkungan sekolah, 7) peran serta masyarakat dan kemitraan, dan 8) rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu. Sama halnya dengan SMP Negeri 3 Pringgabaya, rencana program kegiatan di sekolah ini yang telah ditetapkan dalam rencana kegiatan tahunan juga kadang tidak terlaksana 100%. Kadang ada kegiatan yang tiba-tiba dilaksanakan karena harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebijakan pemerintah daerah atau pemerintah kecamatan. Hal ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan komite sekolah. Diakui oleh kepala SMP Negeri 1 Pringgabaya bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini kadang tidak bisa dihindari namun seharusnya kegiatan-kegiatan tambahan tersebut dibahas dalam rapat dewan guru untuk memperoleh legitimasi.
  70. 70. 78 2. KAJIAN PENGELOLAAN KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi, potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi (Permendiknas nomor 22 tahun 2006), proses, kompetensi lulusan (Permendiknas nomor 23 tahun 2006 ), tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Disamping itu secara teknis digunakan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh BSNP tahun 2006. Panduan tersebut memuat tentang konsep dasar, prinsip, prosedur dan kriteria pengembangan KTSP
  71. 71. 79 Seorang calon kepala sekolah diharapkan dapat memahami pengelolaan kurikulum sekolah sehingga pada saatnya nanti setelah menjadi kepala sekolah sudah dapat mengelola kurikulum sekolahnya dengan baik. Berdasarkan hasil pengisian instrumen analisis dokumen 1, dokumen 2, wawancara dengan urusan kurikulum dan matriks kajian pengelolaan kurikulum, berikut ini saya sajikan deskripsi hasil kajian pengelolaan kurikulum SMP Negeri 3 Pringgabaya dan SMPN 1 Pringgabaya a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN KURIKULUM SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi A. Dokumen I 1. Proses penyusunan Dokumen I 1. Kurikulum sekolah disusun oleh tim pengembang kurikulum (TPK) sekolah 1. Ada tim pengembang kurikulum sekolah yang dibentuk untuk menyusun kurikulum sekolah tetapi tidak dilengkapi dengan SK Kepala Sekolah Tim pengembang tidak dikuatkan dengan SK Kepala Sekolah Tim pengembang kurikulum dibentuk dalam suatu rapat, dan tim yang terbentuk harus dilegalkan dengan SK Kepala Sekolah Mengupayakan Tim Pengembang Kurikulum dilengkapi dengan SK Kepala Sekolah
  72. 72. 80 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Disetujui dalam rapat dewan guru. 2. Tidak diajukan secara khusus dalam rapat Dewan Guru untuk mendapat persetujuan Tidak diajukan secara khusus dalam rapat Dewan Guru untuk mendapat persetujuan Dokumen I KTSP harus diplenokan dalam rapat Dewan Guru Mengupayakan draft Dokumen I diplenokan dalam rapat Dewan Guru sebelum disahkan oleh Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur 3. Diketahui oleh Komite Sekolah 3. Diketahui oleh Komite Sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Disahkan pemberlakuannya oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur 4. Disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Tidak ada kesenjangan - - 2. Kelengkapan isi dokumen I 1. Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Tidak ada kesenjangan - - 2. Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah Tidak ada kesenjangan - -
  73. 73. 81 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi sekolah untuk mencapai visi sekolah untuk mencapai visi sekolah 3. Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun ber dasarkan Standar Isi Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun berdasar kan Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - 5. Tidak melebihi 36 jam pelajaran perminggu Terdapat 36 jam pelajaran perminggu Tidak ada kesenjangan - - 6. Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi daerah. Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi daerah, yaitu Bahasa Arab dan Kerajinan Daerah Tidak ada kesenjangan - -
  74. 74. 82 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 7. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Tidak ada kesenjangan - - 8. Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Tidak ada kesenjangan - - 9. Merumuskan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Terdapat rumusan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Tidak ada kesenjangan - - 10. Merumuskan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku Terdapat rumusan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Tidak ada kesenjangan - -
  75. 75. 83 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 11. Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - B Dokumen II 1. Silabus : Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Tidak ada kesenjangan - - 2. Komponen Silabus Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter ke dalam komponen Memasukkan nilai karakter ke dalam komponen silabus Mengupayakan adanya sosialisasi yang lebih mendalam terhadap nilai karakter bangsa
  76. 76. 84 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi waktu, sumber belajar, nilai karakter. sumber belajar, nilai karakter. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter silabus dalam proses pembelajaran 3. Pengembangan silabus 1. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Tidak ada kesenjangan - - 2. Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Kebanyakan masih mengcopy-paste silabus yang ada dengan beberapa penyesuaian Upayakan penyusunan silabus secara mandiri dengan memperhatikan kondisi nyata di sekolah Perlu adanya workshop penyusunan perangkat pembelajaran 3. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten 1. RPP Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Tidak ada kesenjangan - -
  77. 77. 85 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Komponen RPP Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter pada komponen RPP. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter pada komponen RPP. Upayakan memasukkan nilai karakter pada penyusunan RPP Mengupayakan adanya sosialisasi yang lebih mendalam terhadap nilai karakter bangsa dalam proses pembelajaran 3. Identitas RPP Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Tidak ada kesenjangan - - 4. Rumusan SK dan KD Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Tidak ada kesenjangan - -
  78. 78. 86 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5. Indikator Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Tidak ada kesenjangan - - 6. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar Sebagian besar tujuan pembelajaran sudah menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Ada sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. Tujuan pelajaran harus memuat proses dan hasil belajar Menyarankan bahwa dalam merumuskan tujuan pembelajaran minimal menggambarkan proses dan hasil belajar 7. Materi Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Tidak ada kesenjangan - - 8. Metode Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada Ada beberapa menggunakan metode yang belum sesuai dengan kondisi Metode pembelajaran disamping sesuai dengan karakteristik dari indikator dan - Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan daya
  79. 79. 87 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi dicapai pada setiap mata pelajaran setiap mata pelajaran (daya dukung) yang ada di sekolah. kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran, juga harus memperhatikan kesiapan daya dukung yang ada di sekolah. dukung yang ada di sekolah. - Sekolah mengupayakan pemenuhan daya dukung terhadap metode yang sering dijadikan alternatif dalam penyusunan RPP 9. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Tidak ada kesenjangan - - 10. Penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian Tidak ada kesenjangan - - 11. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian Ada beberapa yang menentukan sumber belajar yang tidak Disamping memperhatikan SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan - Penentuan sumber belajar disesuaikan dengan daya dukung yang
  80. 80. 88 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pencapaian kompetensi kompetensi sesuai dengan daya dukung yang tersedia di sekolah indikator pencapaian kompetensi dalam penentuan ssumber belajar perlu juga memperhatikan daya dukung terutama sarana/prasarana yang tersedia di sekolah. ada di sekolah. - Sekolah mengupaya kan pemenuhan daya dukung yang sering dijadikan alternatif dalam penentuan sumber belajar Kurikulum SMPN 3 Pringgabaya tahun pelajaran 2012/2013 disusun oleh tim pengembang kurikulum yang dibentuk oleh kepala sekolah. Tim ini bekerja merampungkan kurikulum dengan menggabungkan dokumen 1 dan dokumen 2. Kurikulum 2012/2013 ditanda tangani kepala sekolah, ketua komite dan kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Lombok Timur namun sebelumnya tidak diajukan dalam rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan. Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 3 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan pada pelaksanaan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
  81. 81. 89 Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Secara umum, kurikulum SMPN 3 Pringgabaya disusun berdasarkan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan BSNP untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dokumen I kurikulum disusun dengan kerangka sebagai berikut: Halaman Judul Tim Penyusun Kata Pengantar Daftar Isi Lembar Pengesahan Bab I . PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Prinsip Pengembangan
  82. 82. 90 Bab II. TUJUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan Dasar B. Visi Sekolah C. Misi Sekolah D. Tujuan Sekolah Bab III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum C. Mata Pelajaran dan Muatan Lokal D. Kegiatan Pengembangan Diri E. Pengaturan beban belajar F. Ketuntasan belajar G. Sistem penilaian dan evaluasi H. Kenaikan kelas dan kelulusan I. Peraturan dan tata pengelolaan sekolah
  83. 83. 91 Bab IV. KALENDER PENDIDIKAN BAB V. PENUTUP Lampiran-lampiran 1. Silabus Mata Pelajaran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Visi “Cerdas, Terampil, Berbudaya berlandaskan Iman dan Taqwa.” menggambarkan tujuan yang ingin oleh SMPN 3 Pringgabaya. Pada bagian struktur kurikulum yang mengatur tentang jumlah jam pelajaran, menetapkan kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional, 2 mata pelajaran muatan lokal dengan jumlah jam pelajaran 36 jam perminggu. Dengan memperhatikan sistem ujian nasional setiap tahunnya maka sebagai salah satu usaha untuk mempersiapkan siswa menghadapinya maka jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA ditambah 1 jam pelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan 4 jam cadangan karena sekolah setingkat SMP dimungkinkan jumlah jam pelajarannya sampai maksimal 36 jam pelajaran. Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh BSNP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara
  84. 84. 92 mandiri ataupun berkompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat Pringgabaya. Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.
  85. 85. 93 Baik pada Silabus maupun RPP sebagian sudah memasukkan komponen nilai-nilai karakter bangsa, ada pula yang belum memasukkan unsur karakter dalam penyusunannya. Untuk itu kami merekomendasikan untuk memasukkan unsur karakter dalam penyusunan silabus maupun RPP sesuai dengan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), yaitu terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi iptek. b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN KURIKULUM SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH MAGANG (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi A. Dokumen I 1. Proses penyusunan Dokumen I 1. Kurikulum sekolah disusun oleh tim pengembang Ada tim pengembang kurikulum sekolah yang dibentuk untuk Tidak ada kesenjangan - -
  86. 86. 94 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kurikulum (TPK) sekolah menyusun kurikulum sekolah, dikuatkan dengan SK Kepala Sekolah 2. Disetujui dalam rapat dewan guru. Diajukan secara khusus dalam rapat Dewan Guru untuk mendapat persetujuan Tidak ada kesenjangan - - 3. Diketahui oleh Komite Sekolah Diketahui oleh Komite Sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Disahkan pemberlakuannya oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Up. Kabid Dikdas Tidak ada kesenjangan - - 2. Kelengkapan isi dokumen I 1. Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Tidak ada kesenjangan - -
  87. 87. 95 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah untuk mencapai visi sekolah Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah untuk mencapai visi sekolah Tidak ada kesenjangan - - 3. Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun ber dasarkan Standar Isi Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun berdasar kan Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - 5. Tidak melebihi 36 jam pelajaran perminggu Terdapat 36 jam pelajaran perminggu Tidak ada kesenjangan - - 6. Memiliki muatan lokal yang sesuai Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan Tidak ada kesenjangan - -
  88. 88. 96 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi dengan karakter dan potensi daerah. karakter dan potensi daerah, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Kepariwisataan 7. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Tidak ada kesenjangan - - 8. Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Tidak ada kesenjangan - - 9. Merumuskan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Terdapat rumusan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Tidak ada kesenjangan - -
  89. 89. 97 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 10. Merumuskan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku Terdapat rumusan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Tidak ada kesenjangan - - 11. Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - B Dokumen II 1. Silabus : Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Tidak ada kesenjangan - - 2. Komponen Komponen silabus memuat Komponen silabus
  90. 90. 98 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Silabus KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter. memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter 3. Pengembangan silabus Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Tidak ada kesenjangan - - Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Kebanyakan masih mengcopy-paste silabus yang ada dengan beberapa penyesuaian Upayakan penyusunan silabus secara mandiri dengan memperhatikan kondisi nyata di sekolah Perlu adanya workshop penyusunan perangkat pembelajaran Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten Tidak ada kesenjangan
  91. 91. 99 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. RPP Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Tidak ada kesenjangan - - 2. Komponen RPP Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter pada komponen RPP. Ada beberapa yang belum memasukkan indikator pada komponen RPP. Upayakan memasukkan indikator pada penyusunan RPP Indikator dapat dikutip dari silabus. 3. Identitas RPP Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Tidak ada kesenjangan - -
  92. 92. 100 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 4. Rumusan SK dan KD Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Tidak ada kesenjangan - - 5. Indikator Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Ada beberapa yang belum memasukkan indikator pada komponen RPP. Upayakan memasukkan indikator pada penyusunan RPP Indikator dapat dikutip dari silabus. 6. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar Sebagian besar tujuan pembelajaran sudah menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Ada sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. Tujuan pelajaran harus memuat proses dan hasil belajar Menyarankan bahwa dalam merumuskan tujuan pembelajaran minimal menggambarkan proses dan hasil belajar
  93. 93. 101 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 7. Materi Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai - - - 8. Metode Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran Ada beberapa menggunakan metode yang belum sesuai dengan kondisi (daya dukung) yang ada di sekolah. Metode pembelajaran disamping sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran, juga harus memperhatikan kesiapan daya dukung yang ada di sekolah. - Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan daya dukung yang ada di sekolah. - Sekolah mengupaya kan pemenuhan daya dukung terhadap metode yang sering dijadikan alternatif dalam penyusunan RPP
  94. 94. 102 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 9. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. - - - 10. Penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian. - - - 11. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi serta disesuaikan dengan daya dukung sekolah - Kurikulum SMPN 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2012/2013 disusun oleh tim pengembang kurikulum yang dibentuk oleh kepala sekolah. Tim ini bekerja merampungkan kurikulum dengan menggabungkan dokumen 1 dan dokumen 2. Kurikulum 2012/2013 ditanda tangani kepala sekolah, ketua komite dan kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga
  95. 95. 103 kabupaten Lombok Timur dalam hal ini Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan sebelumnya diajukan dalam rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan. Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 1 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan pada pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Secara umum, kurikulum SMPN 1 Pringgabaya disusun berdasarkan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan BSNP untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dokumen I kurikulum disusun dengan kerangka sebagai berikut: Halaman Judul SK Kepala Sekolah tentang Tim Penyusun Kurikulum Sekolah Kata Pengantar Daftar Isi Lembar Pengesahan Bab I . PENDAHULUAN
  96. 96. 104 A. Latar Belakang B. Landasan Yuridis C. Tujuan D. Prinsip Pengembangan Bab II. TUJUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan Dasar B. Visi dan Misi Sekolah C. Tujuan Sekolah D. Pengertian Bab III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum C. Mata Pelajaran dan Muatan Lokal D. Kegiatan Pengembangan Diri E. Pengaturan beban belajar
  97. 97. 105 F. Kriteria Ketuntasan Minimal G. Sistem penilaian dan evaluasi H. Kenaikan kelas dan kelulusan I. Peraturan dan tata pengelolaan sekolah Bab IV. KALENDER PENDIDIKAN BAB V. PENUTUP Lampiran-lampiran 1. Silabus Mata Pelajaran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Visi “terwujudnya siswa yang unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik serta berbudaya yang bernuansa agama.” menggambarkan tujuan yang ingin oleh SMPN 1 Pringgabaya. Pada bagian struktur kurikulum yang mengatur tentang jumlah jam pelajaran, menetapkan kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional, 2 mata pelajaran muatan lokal dengan jumlah jam pelajaran 36 jam perminggu. Dengan memperhatikan sistem ujian nasional setiap tahunnya maka sebagai salah satu usaha untuk mempersiapkan siswa menghadapinya maka jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia,

×