Your SlideShare is downloading. ×
Contoh Laporan OJL Diklat Cakep (Bab III)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Contoh Laporan OJL Diklat Cakep (Bab III)

38,872
views

Published on

File wordnya bisa didownload di http://www.4shared.com/file/sUObik7Q/BAB_III.html

File wordnya bisa didownload di http://www.4shared.com/file/sUObik7Q/BAB_III.html

Published in: Education

6 Comments
13 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
38,872
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
913
Comments
6
Likes
13
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 10 BAB III RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN A. PELAKSANAAN RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN 1. PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL MELALUI KERJASAMA DENGAN PIHAK LAIN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH a. Persiapan Kesadaran akan arti pentingnya kesehatan dan pola hidup sehat pada siswa SMP Negeri 3 Pringgabaya dapat dikatakan agak kurang. Hal ini terlihat dari banyaknya peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat tingkat kesehatan siswa yang rendah, misalnya banyaknya siswa pingsan pada waktu kegiatan upacara hari senin. Demikian juga pada hari-hari lainnya banyak siswa yang mengalami sakit perut karena tidak sarapan dan lain-lainnya. Untuk menanamkan kesadaran akan arti pentingnya kesehatan dan pola hidup sehat pada siswa SMP Negeri 3 Pringgabaya, kami merencanakan suatu kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh dinas pendidikan dalam hal ini adalah puskesmas terdekat (Puskesmas Batuyang Kec. Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur). Rencana kegiatan ini kemudian kami ajukan kepada kepala sekolah untuk mendapat persetujuan. Kemudian kami bekerjasama
  • 2. 11 dengan urusan kesiswaan dan pembina OSIS untuk menghubungi Dinas Kesehatan. b. Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada saat jeda waktu antara ulangan semester dan pembagian raport, tepatnya pada hari Jum’at, 21 Juni 2013 mulai pukul 07.30 – 09.00. Kegiatan yang bertajuk kesehatan remaja yang disampaikan oleh tim dari Puskesmas Batuyang ini diikuti oleh semua siswa kelas 7 dan 8. c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan RTK – AKPK dengan pokok kajian “Peningkatan Kompetensi sosial melalui kerjasama dengan pihak lain untuk mendukung kegiatan sekolah secara garis besar dapat dikatakan berjalan sebagaimana yang direncanakan, meskipun tanpa dihadiri oleh dokter tetapi paling tidak diharapkan mampu menambah wawasan siswa akan arti pentingnya menjaga kesehatan. d. Refleksi Sebenarnya diharapkan yang akan menyampaikan materi penyuluhan adalah dokter pimpinan Puskesmas Batuyang, akan tetapi karena ada halangan maka materi disampaikan oleh tim khusus yang ditunjuk. Hal ini tidak mengurangi makna dan tujuan yang ingin dicapai yaitu agar siswa mempunyai kesadaran untuk menjaga dan memelihara kesehatannya sehingga dapat menempuh semua proses pembelajaran dengan baik.
  • 3. 12 Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat, sehingga perlu dikembangkan di waktu-waktu yang akan datang. Tidak hanya dengan pihak dinas kesehatan, tetapi juga dengan pihak-pihak lain yang kiranya dapat mendukung kegiatan-kegiatan di sekolah. e. Hasil Hasil kegiatan ini kami ungkapkan berupa rangkuman materi penyuluhan tentang masalah kesehatan remaja, yaitu sebagai berikut : Kebiasaan-kebiasaan, pola dan gaya hidup pada masa remaja/muda akan berdampak pada masa tua dari seseorang khususnya dalam bidang kesehatan. Sebanyak 65 % dari kasus kematian pada orang dewasa adalah disebabkan karena penyakit jantung, kanker dan stroke. Pada banyak kasus, penyakit-penyakit tersebut adalah jenis dan tipe penyakit yang bisa dicegah. Banyak sekali perilaku-perilaku yang menjadi sebab penyakit-penyakit tersebut mulai pada usia muda. Sebagai contoh, jika anda menggunakan produk tembakau pada saat anda masih berusia remaja (belasan tahun), anda akan lebih mungkin untuk dapat terkena penyakit jantung, kanker atau stroke saat anda berusia dewasa. Banyak sekali kebiasaan dan pola hidup serta faktor- faktor lain yang berhubungan dengan menjaga kesehatan pada remaja agar tetap sehat pada saat ini dan masa yang akan datang. “Apa yang dapat anda lakukan saat ini (masih remaja) untuk menjaga kesehatan diri sendiri?” 1. Hindari penggunaan produk tembakau jenis apapun (jangan merokok). Cobalah untuk tidak menjadi perokok pasif dengan menghirup asap rokok dari perokok lain. 2. Lakukan olahraga secara teratur
  • 4. 13 3. Kebiasaan dan pola makan serta diet yang sehat 4. Selalu gunakan sabuk pengaman (keselamatan lalu lintas) 5. Jangan minum minuman keras (alkohol), obat-obatan terlarang dan mengemudi saat mabuk. Jangan gunakan kendaraan umum dengan sopir yang sedang mabuk, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. 6. Gunakan pengaman kepala seperti helmet saat mengendarai kendaraan bermotor, gunakan pelindung kepala saat berolahraga yang beresiko menimbulkan cedera kepala seperti softball, kricket dan lain sebagainya. 7. Jangan berenang sendirian. Jika tenggelam akan dapat mengancam keselamatan jiwa. 8. Bicarakan mengenai kondisi tubuh anda pada orang tua atau dokter jika anda merasa kondisi tubuh anda tidak sehat, sakit atau hal buruk lainnya tentang diri anda. Hal ini untuk mendeteksi secara dini adanya penyakit sehingga dapat diobati dengan mudah dan mencegah berkembangnya penyakit lebih parah. 9. Hindari situasi-situasi yang dapat membuat diri anda terluka atau cedera seperti kekerasan dan perkelahian yang dapat berdampak pada status kesehatan anda. 10. Jika anda melakukan hubungan seks (berganti-ganti pasangan), gunakan kondom untuk menghindari penyakit infeksi seksual seperti HIV, sipilis dan lainnya serta mencegah kehamilan.Ingat walaupun aman, jauh lebih aman apabila tanpa hubungan seks. 11. Lakukan konsultasi dengan dokter secara rutin.
  • 5. 14 “Bagaimana peran dokter atau Dinas Kesehatan dan yang bisa dia lakukan untuk kesehatan remaja?” Hal-hal dibawah ini yang dapat dokter berikan kepada anda agar anda tetap sehat: Menentukan faktor-faktor resiko yang ada pada diri seseorang untuk beberapa penyakit tertentu. Misalnya faktor resiko penyakit jantung, diabetes pada seseorang yang berebeda- beda. Mengukur tinggi badan, berat badan ideal (body mass indeks), kadar kolesterol dan tekanan darah. Menyarankan pemeriksaan untuk memeriksa kesehatan anda secara umum atau untuk mendeteksi beberapa penyakit tertentu pada diri anda. Menyediakan dan melayani imunisasi untuk mengurangi resiko terserang penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti tetanus, hepatitis, gondok dan lain-lain. Hal-hal yang secara khusus perlu anda perhatikan pada usia remaja antara lain: kecelakaan mobil atau kendaraan bermotor, kecelakaan atau luka fisik yang tidak disengaja, percobaan bunuh diri adalah pembunuh utama pada anak usia remaja/muda. Kanker dan penyakit jantung dapat juga menyerang pada diri anda. Kehamilan diluar nikah atau yang tidak direncanakan dan penyakit hubungan seksual (seksual transmitted disease-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti aids dan hiv dapat menyebabkan masalah-masalah pribadi maupun sosial serta kesehatan yang buruk.
  • 6. 15 “Apakah resiko-resiko masalah kesehatan pada remaja pria dan remaja wanita berbeda?” Jawaban untuk pertanyaan diatas adalah benar atau iya. Pada Remaja pria usia sering mengindahkan arti penting sabuk pengaman, tidak memakai sabuk pengaman sesering apa yang remaja wanita kenakan untuk keselamatan. Remaja pria juga lebih menyukai senjata tajam, ikut dalam tawuran atau perkelahian yang berdampak pada trauma fisik dan menimbulkan masalah kesehatan serius seperti cedera kepala dan lain sebagainya. Para remaja pria juga cenderung mempunyai kebiasaan merokok menggunakan produk-produk tembakau atau menghisap ganja, penggunaan obat-obat terlarang, minum alkohol secara berlebihan dan terus menerus, melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Disisi lain pada remaja wanita mempunyai resiko masalah kesehatan yang spesifik atau khusus. Mereka cenderung lebih sering untuk melakukan percobaan bunuh diri dan lebih sering mencoba mengurangi berat badan dengan cara yang bisa dibilang menyakiti tubuh mereka sendiri seperti diet yang tidak benar, menggunakan obat-obat pelangsing yang justru menyakiti tubuh sendiri sampai menimbulkan kurang gizi, anemia dan lain sebagainya yang bertolak belakang dengan remaja pria. Hal yang paling penting adalah perhatikan kesehatan tubuh anda (remaja) dan apabila anda merasa tubuh anda tidak sehat atau merasa ada hal-hal yang aneh pada kondisi kesehatan tubuh anda, konsultasikan dan bicarakan hal tersebut dengan dokter atau orang tua dan dokter akan selalu ada untuk membantu anda.
  • 7. 16 2. PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PROGRAM PENILAIAN HASIL BELAJAR Penilaian hasil belajar dilakukan secara terpadu sebagaimana dijelaskan di Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, bahwa maksud terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Secara garis besar, Fungsi Penilaian hasil belajar, diantaranya adalah: a. Alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran b. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan antara lain : dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pengalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan pelajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya. a. Pelaksanaan RTK 1 1) Persiapan a) Mencari referensi tentang penilaian hasil belajar
  • 8. 17 b) Mengkaji referensi tersebut untuk memperoleh pengetahuan tentang penilaian hasil belajar 2) Pelaksanaan a) Menganalisis SK dan KD b) Menyusun kisi-kisi soal c) Menyusun soal d) Menganalisi konten soal 3) Monitoring dan Evaluasi Direncanakan membahas tentang penilaian hasil belajar secara tuntas, akan tetapi karena materinya terlalu luas maka pelaksanaan difokuskan pada penyusunan administrasi penilaian hasil belajar berupa kisi-kisi soal, soal, pedoman penskoran dan tabel konversi nilai. 4) Refleksi Dari hasil kajian tentang penilaian hasil belajar penulis menganggap hal ini sangat penting diketahui oleh semua guru khususnya di SMP Negeri 3 Pringgabaya, sehingga diharapkan di waktu-waktu yang akan datang guru dapat memiliki administrasi tes yang utuh dan lengkap bukan hanya sekedar butir soal dan kunci jawaban saja. 5) Hasil Hasil kegiatan RTK 1 kami fokuskan pada rangkuman materi tentang langkah-langkah penyusunan tes.
  • 9. 18 Langkah-Langkah Penyusunan Tes : 1. Penentuan tujuan tes, 2. Penyusunan Kisi-kisi tes, 3. Penulisan Soal, 4. Penelaahan Soal (validasi soal), 5. Perakitan soal menjadi perangkat tes, 6. Uji coba soal termasuk analisisnya, 7. Bank Soal 8. Penyajian tes kepada siswa 9. Skoring (pemeriksaan jawaban siswa) Pengembangan Kisi-kisi : Fungsi – Sebagai pedoman dalam penulisan soal – Sebagai pedomana dalam perakitan soal Syarat kisi-kisi – Mewakili isi kurikulum – Singkat dan jelas – Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Komponen Kisi – kisi : – Identitas – SK/KD/IP – Materi Pembel. – Indikator Soal
  • 10. 19 – Bentuk Tes – Nomor Soal Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur atau diamati mencakup: 1. sikap, 2. pengetahuan, dan 3. keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dg karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dg kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi Teknik Perumusan Indikator : 1. Bila Soal Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Disajikan …, siswa dapat menjelaskan ….” 2. Bila Soal Tidak Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Siswa dapat membedakan ….” Contoh format kisi-kisi soal : Jenis Sekolah : ............................ Alokasi Waktu : ...................... Mata Pelajaran : ............................ Jumlah soal : ...................... Kelas : ............................ Penulis : ...................... No. Urut Kompetensi Dasar Indikator Soal Materi Bentuk Tes (tulis/praktik) No. Soal
  • 11. 20 Kaidah penulisan soal pilihan ganda : 1. Soal sesuai dengan indikator 2. Pengecoh harus berfungsi 3. Setiap soal ada satu jawaban benar 4. Pokok soal dirumuskan dengan tegas dan jelas 5. Pokok soal jangan memberi petunjuk menjawab benar 6. Pokok soal jangan mengandung pernyataan negatif ganda 7. Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi 8. Panjang option relatif sama 9. option jangan “semua pilihan jawaban di atas benar/salah” 10. Pilihan jawaban bentuk angka atau waktu, disusun urut dari besar ke kecil atau sebaliknya 11. Tidak menggunakan kata yang bermakna tidak pasti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang, dsb. 12. Butir soal tidak bergantung butir sebelumnya Kaidah penulisan soal uraian : 1. Soal sesuai dengan indikator 2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai 3. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran 4. Isi materi pertanyaan sesuai dengan tingkatan kelas 5. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
  • 12. 21 6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal 7. Ada pedoman penskorannya 8. Tabel, gambar, grafik, atau peta disajikan jelas dan terbaca 9. Rumusan kalimat soal komunikatif 10. Menggunakan bahasa Indonesia baku 11. Tidak menggunakan kata dengan penafsiran ganda Contoh format kartu soal :
  • 13. 22 Contoh format kunci jawaban dan pedoman penskoran No Kunci Jawaban Skor Jumlah Skor maksimal
  • 14. 23 b. Pelaksanaan RTK 2 1) Persiapan a) Berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang perlunya mengadakan workshop penyusunan perangkat penilaian hasil belajar. Konsultasi dengan kepala sekolah dilakukan baik secara face to face dengan kepala sekolah maupun diusulkan pada forum rapat dinas. b) Menyusun perencanaan kegiatan yang meliputi : materi workshop, peserta, kepanitiaan, rencana anggaran dan nara sumber. c) Mensosialisasikan kepada guru-guru SMP Negeri 3 Pringgabaya tentang pelaksanaan workshop. 2) Pelaksanaan Workshop bertopik Revieu KTSP Tahun Pelajaran 2013/2014, include di dalamnya materi penyusunan perangkat penilaian hasil belajar, dilaksanakan di sekolah pada hari Rabu, 26 Juni 2013 mulai pukul 08.00 wita sampai dengan pukul 16.00 wita. Peserta terdiri dari semua guru SMP Negeri 3 Pringgabaya dengan nara sumber inti berasal dari pengawas pembina (L. Syahrial Muttaqin, S.Pd. dan Nuryanta, S.Pd.) dibantu oleh kepala sekolah, guru senior dan urusan kurikulum.
  • 15. 24 Proses penyusunan perangkat penilaian yang terdiri atas kisi-kisi soal, kartu soal dan pedoman penskoran dipandu oleh penulis sendiri yang kebetulan sebagai urusan kurikulum. 3) Monitoring dan Evaluasi Pada awalnya pelaksanaan workshop direncanakan pada waktu jeda antara ulangan umum semester dan pembagian raport. Akan tetapi karena banyak diantara guru-guru yang sibuk dengan pengolahan nilai dan pengisian raport akhirnya dari hasil konsultasi dengan kepala sekolah disepakati bahwa pelaksanaan workshop akan diadakan dirangkaikan dengan workshop penyusunan (revieu KTSP) yang berlangsung pada hari libur semester genap. 4) Refleksi Dari pendekatan personal yang penulis lakukan, secara umum dapat dinyatakan bahwa para guru SMP Negeri 3 Pringgabaya tidak terlalu mengalami kesulitan dalam memahami dan mempraktikkan penyusunan perangkat tes. Hal ini dapat dimaklumi sebab sebagai seorang guru dengan latar belakang ilmu kependidikannya mereka rata-rata sudah memiliki dasar yang kuat dalam memahami materi workshop. Kendala yang banyak muncul timbul bahkan timbul dari beberapa orang guru yang masih memiliki kemampuan IT emergency, karena workshop dilaksanakan berbasis IT. Perlu bimbingan lebih detil dalam pembuatan format-format.
  • 16. 25 Kenyataan ini menyebabkan para peserta mengusulkan agar di waktu-waktu yang akan datang diadakan pelatihan penggunaan IT secara kontinyu dan intensif. 5) Hasil Contoh perangkat Ulangan Harian dari salah seorang guru peserta workshop, yaitu Lalu Muhammad Supardin, S.Pd. KISI – KISI SOAL ULANGAN HARIAN Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : L. MUH. SUPARDIN, S.Pd. No. Urut Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt. Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. Soal 1 Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan - Mendeskripsikan bentuk/bangun organ-organ penyusun sistem eksresi pada manusia IX/1 Sistem Eksresi pada manusia Disajikan gambar penampang ginjal, siswa dapat menyebutkan bagian-bagian ginjal yang ditentukan Uraian 1 2 - Mendeskripsikan fungsi sistem eksresi IX/1 Sistem Eksresi pada manusia Siswa dapat menjelaskan fungsi salah satu alat eksresi Uraian 2, 3 3 - Mendata contoh kelainan dan penyakit IX/1 Sistem Eksresi pada manusia Siswa dapat menyebutkan contoh penyakit yang berkaitan dengan sistem eksresi Uraian 4,5
  • 17. 26 KARTU SOAL Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : L. MUH. SUPARDIN, S.Pd. KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 1 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Perhatikan gambar penampang ginjal berikut ! Sebutkan bagian-bagian ginjal yang ditunjuk oleh huruf a, b, c dan d Indikator Soal : Disajikan gambar penampang ginjal, siswa dapat menyebutkan bagian – bagian ginjal yang ditentukan KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 2 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo
  • 18. 27 Materi : Sistem Eksresi pada manusia Rumusan butir soal : Jelaskan fungsi hati selain sebagai alat eksresi.Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan fungsi salah satu alat eksresi KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 3 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Jelaskan fungsi kulit sebagai alat ekresi pada manusia. Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan fungsi salah satu alat eksresi KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 4 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Sebutkan 3 contoh penyakit / kelainan pada ginjal Indikator Soal : Siswa dapat menyebutkan contoh penyakit yang berkaitan dengan sistem eksresi
  • 19. 28 KD : Mendeskripsikan sistem eksresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan No. Soal : 5 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Sistem Eksresi pada manusia Rumusan butir soal: Sebutkan 3 contoh penyakit / kelainan pada kulitIndikator Soal : Siswa dapat menyebutkan contoh penyakit yang berkaitan dengan sistem eksresi
  • 20. 29 PEDOMAN PENSKORAN NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1 a. kulit ginjal b. badan malphigi c.batang ginjal d. saluran urin 1 1 1 1 2 - menyimpan gula dalam bentuk glikogen, - menawarkan racun, - membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A, - mengatur kadar gula dalam darah, - membuat fibrinogen serta protombin, - menghasilkan zat warna empedu, - tempat pembentukan urea. 2 1 2 2 2 2 2 3 Mengeluarkan keringat. 2 4 - Radang ginjal - Batu ginjal - Gagal ginjal 1 1 1 5 - Biduran - Ringworm - Psoriasis - Kanker kulit 1 1 1 Jumlah Skor Maksimum 25
  • 21. 30 PEDOMAN PENILAIAN DAN TABEL KONVERSI Tabel konversi skor Nilai 1 4 2 8 3 12 4 16 5 20 6 24 7 28 8 32 9 36 10 40 11 44 12 48 13 52 14 56 15 60 16 64 17 68 18 72 19 76 20 80 21 84 22 88 23 92 24 96 25 100 Dengan berakhirnya pelaksanaan RTK II semua peserta dinyatakan telah memiliki persepsi yang sama dalam penyusunan perangkat penilaian hasil belajar, ini terbukti dengan terkumpulnya contoh perangkat penilaian hasil belajar (ulangan harian dari semua peserta).
  • 22. 31 B. OBSERVASI PEMBELAJARAN GURU YUNIOR Observasi pembelajaran guru junior, dilaksanakan terhadap dua orang guru yaitu Ibu Marliana Pahri, S,Pd. Mengajar Ilmu Pengetahuan Alam di kelas 7 dan Bp. Saifudin Zuhri, S.Ag, M.PdI. yang mengajar Pendidikan Agama Islam di kelas 7 dan 8. Pada tiap pertemuan, memuat 3 tahapan, sebagai berikut: 1. Pra Observasi a. Menciptakan suasana akrab dengan guru b. Membahas persiapan yang dibuat oleh guru (perangkat pembelajaran) dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan c. Menyepakati instrumen observasi yang akan digunakan 2. Observasi Pengamatan difokuskan pada aspek yang telah disepakati dengan menggunakan instrumen observasi/ catatan (fieldnotes). 3. Pasca-observasi a. Dilaksanakan segera setelah observasi, ditanyakan bagaimana pendapat guru mengenai proses pembelajaran yang baru berlangsung b. menunjukkan data hasil observasi (instrumen dan catatan) , c. Diskusi secara terbuka hasil observasi, terutama pada aspek yang telah disepakati. Diusahakan guru menemukan sendiri kekuatan dan kekurangannya dan berusaha memperbaikinya. d. Penguatan terhadap penampilan guru / segala sesuatu yang sudah baik, penulis hindari kesan menyalahkan dan menggurui
  • 23. 32 Hasil supervisi akademik terhadap guru juniorsecara umum penulis paparkan sebagai berikut: Guru junior 1 1. Nama Guru : Marliana Pahri, S.Pd 2. Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya 3. Kelas/Semester : 7-F / genap 4. Mata pelajaran : IPA 5. Kompetensi Dasar : Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Uraian Hasil Observasi 1. Pra-Observasi Jumlah skor yang dicapai = 44 (100%) Revisi KBM, evaluasi, LKS, 2. Observasi Skor = 51 = 71% = C 3. Pasca-Observasi Refleksi, diskusi hasil observasi Pada tahap Pra-Observasi, membahas persiapan yang dibuat oleh guru (perangkat pembelajaran) dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan sebagaimana instrumen observasi kelas. Dari hasil pengecekan menggunakan instrumen yang telah disepakati, ibu guru Marliana Pahri, S.Pd. sudah memiliki perangkat perencanaan pembelajaran yang cukup memadai, penyusunan RPP sesuai dengan standar proses.
  • 24. 33 Gambaran observasi KBM Marliana Pahri, S.Pd sebagai berikut: pertemuan diawali dengan berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa. Sebagai apersepsi dan motivasi Guru memberikan contoh-contoh isu hangat terkait dengan pencemaran lingkungan. Akan tetapi guru tidak secara tegas menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa terlihat fokus ke guru. Guru meminta siswa memberikan contoh-contoh dampak yang ditimbulkan dari penebangan hutan. Guru menuliskan LKS untuk dikerjakan secara. Guru keliling kelas mengecek hasil kerja siswa, sekaligus memberikan bantuan bagi yang kesulitan. Pada refleksi tentang proses KBM hal-hal yang didiskusikan adalah: a. Kekuatan proses pembelajaran antara lain: 1) guru menguasai materi pembelajaran. 2) Metode pembelajaran interaktif karena melibatkan siswa b. Kelemahan proses pembelajaran antara lain: 1) siswa pasif/ kurang berani, 2) siswa kesulitan mengungkapkan pendapat, ide maupun gagasan karena kurangnya kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang komunikatif. Perlu diketahui bahwa bahasa pengantar sehari-hari siswa dalam pergaulan adalah bahasa daerah (Sasak). 3) Media gambar tidak disiapkan oleh guru sehingga siswa kesulitan menangkap materi pelajaran 4) guru mendominasi pembelajaran. c. Alternatif solusi perbaikan proses pembelajaran:
  • 25. 34 1) Motivasi siswa agar lebih berani dalam mengungkapkan pendapat, ide maupun gagasannya. 2) pertanyaan pembuka untuk eksplorasi kemampuan siswa perlu diperbanyak, 3) beri kesempatan siswa untuk menanggapi pertanyaan/ jawaban teman, guru berperan memberi klarifikasi dan penguatan, 4) penggunaan media pembelajaran (berbasis TIK), 5) ice breaking, perlu disisipkan. Guru junior 2 1. Nama Guru : Saifuddin Zuhri, S.Ag. 2. Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya 3. Kelas/Semester : 7-B/ genap 4. Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam 5. Kompetensi Dasar : Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah Uraian Hasil Observasi 1. Pra-Observasi Jumlah skor yang dicapai = 44 (100%) Revisi KBM, evaluasi, LKS, 2. Observasi Skor = 51 = 86% = A 3. Pasca-Observasi Refleksi, diskusi hasil observasi
  • 26. 35 Pada tahap Pra-Observasi, membahas persiapan yang dibuat oleh guru (perangkat pembelajaran) dan membuat kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan sebagaimana instrumen observasi kelas. Dari hasil pengecekan menggunakan instrumen yang telah disepakati, bapak guru Saifuddin Zuhri, S.Ag.,M.PdI. sudah memiliki perangkat perencanaan pembelajaran yang cukup memadai, penyusunan RPP sesuai dengan standar proses. Gambaran observasi KBM Saifuddin Zuhri, S.Ag.,M.PdI sebagai berikut: karena lokasi kegiatan pembelajaran bertempat di Musholla sekolah maka sebelum kegiatan dimulai siswa diminta untuk mengambil air wudlu terlebih dulu, kemudian pertemuan diawali dengan berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa. Sebagai apersepsi dan motivasi dengan media IT (Laptop dan LCD Projector) Guru memutarkan film-film tentang perjuangan Nabi Muhammad S.A.W. Melalui tanya jawab siswa diminta untuk memberikan komentar terhadap tayangan yang telah ditontonnya. Guru kemudian menyampaikan topik yang akan dibahas serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan dilanjutkan dengan ceramah tentang perjuangan Nabi Muhammad S.A.W. dalam menghadapi masyarakat Mekkah. Siswa terlihat fokus ke guru. Guru menayangkan dalil-dalil yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas kemudian secara bergantian siswa diminta untuk membacanya. Proses pembelajaran ditutup dengan bersama-sama menarik kesimpulan dan membuat rangkuman. Tidak terlihat guru memberikan tugas. Pada refleksi tentang proses KBM hal-hal yang didiskusikan adalah:
  • 27. 36 a. Kekuatan proses pembelajaran antara lain: 1) guru menguasai materi pembelajaran. 2) Penggunaan media berbasis IT sangat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran b. Kelemahan proses pembelajaran antara lain: 1) siswa pasif/ kurang berani, 2) tayangan berupa film kadang-kadang kurang efektif karena siswa memandang tayangan tersebut sebagai satu bentuk hiburan sehingga materi yang terkandung di dalamnya kurang dipahami. 3) guru mendominasi pembelajaran. c. Alternatif solusi perbaikan proses pembelajaran: 1) Motivasi siswa agar lebih berani dalam mengungkapkan pendapat, ide maupun gagasannya. 2) Sebelum tayangan berbentuk film diberikan, hendaknya guru memberikan batasan-batasan serta penekanan-penekanan pada apa yang harus diperhatikan oleh siswa 3) ice breaking, perlu disisipkan.
  • 28. 36 C. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Silabus Silabus mengadaptasi dari silabus MGMP SMP Negeri 3 Pringgabaya. SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah : SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas : IX (Sembilan) Semester : 2 (Dua) Standar Kompetensi: 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber BelajarTeknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet Gejala kemagnetan dan cara membuat magnet o Mengkaji pustaka untuk mencari karakteristik sifat kutub magnet, sifat medan magnet, dan pengertian teori magnet Menunjukkan sifat kutub magnet Mendemonstrasika n cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan Tes unjuk kerja Tes unjuk kerja Tes identifikasi Uji petik kerja produk Tunjukkan bagian-bagian magnet pada magnet batang! Lakukanlah cara untuk membuat magnet jika disediakan besi lunak dan 3x40’ Buku siswa, LKS, magnet batang, statif dan benang nilon,
  • 29. 37 Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber BelajarTeknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen bumi o Merumuskan karakteristik sifat kutub magnet, sifat medan magnet, dan pengertian teori magnet bumi o Mempratikkan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan Memaparkan teori kemagnetan bumi Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik Tes tertulis Tes tertulis Uraian Uraian magnet batang Jelaskan tentang teori kemagnetan bumi! Jelaskan arah arus listrik dan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik! serbuk besi Karakter siswa yang diharapkan :  Disiplin ( Discipline )  Rasa hormat dan perhatian ( respect )  Tekun ( diligence )  Tanggung jawab ( responsibility )  Ketelitian ( carefulness)
  • 30. 38 2. RPP RPP mengacu pada Permendiknas 41 tahun 2007 tentang standar proses. RPP penulis kembangkan di MGMP sekolah (secara kelompok) dan mandiri. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah : SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2x pertemuan ) Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. Indikator Menunjukkan sifat kutub magnet  Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan
  • 31. 39  Memaparkan teori kemagnetan bumi  Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik A. Tujuan Pembelajaran 1. Melalui tanya jawab, siswa dapat menjelaskan pengertian magnet. 2. Melalui tanya jawab, siswa dapat menjelaskan menyebutkan macam- macam magnet. 3. Melalui eksperimen, siswa dapat membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. 4. Melalui diskusi siswa dapat menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. 5. Melalui diskusi siswa dapat membedakan magnet alam dan magnet buatan. 6. Melalui eksperimen siswa dapat menjelaskan cara membuat magnet buatan. 7. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan. 8. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan pengertian medan magnet. 9. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan pengertian garis gaya magnet. 10. Melalui diskusi siswa dapat menggambarkanarah gaya antar-kutub magnet dan medan magnet. 11. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan medan magnet bumi.
  • 32. 40 12. Melalui diskusi siswa dapat membedakan sudut deklinasi dan sudut inklinasi. 13. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan pengertian kuat medan magnet. 14. Melalui diskusi siswa dapat menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet. 15. Melalui diskusi siswa dapat mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik. 16. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan cara menentukan arah medan magnet. 17. Melalui eksperimen siswa dapat menunjukkan arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik. 18. Melalui diskusi siswa dapat menggambarkan medan magnet kumparan berarus.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) B. Materi Pembelajaran Kemagnetan
  • 33. 41 C. Metode Pembelajaran 1. Model : o Direct Instruction (DI) o Cooperative Learning 2. Metode : o Diskusi kelompok o Ceramah o Eksperimen o Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan 1. Motivasi dan Apersepsi: Apakah aluminium tergolong bahan feromagnetik atau paramagnetik? Apakah kita dapat membuat magnet? 2. Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan bahan paramagnetik? Bagaimana cara membuat magnet? 3. Pra eksperimen: Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.
  • 34. 42 b. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Menjelaskan pengertian magnet.  Menyebutkan macam-macam magnet.  Membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Mengamati arah gerak magnet batang.  Membedakan magnet alam dan magnet buatan.  Menjelaskan cara membuat magnet buatan.  Menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan.  Menjelaskan pengertian medan magnet.  Menjelaskan pengertian garis gaya magnet.  Mengamati gaya antar-kutub magnet dan medan magnet.  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian magnet.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan macam- macam magnet.
  • 35. 43  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah magnet batang, sebuah statif, dan seutas benang.  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati arah gerak magnet batang  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan magnet alam dan magnet buatan.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat magnet dan hal-hal yang dapat menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan.
  • 36. 44  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet.  Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati gaya antar-kutub magnet batang dan medan magnet  Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua buah magnet batang, sebuah statif, seutas benang, selembar kertas HVS, dan sejumput serbuk besi.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
  • 37. 45 c. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan 1. Motivasi dan Apersepsi: Bagaiamana cara menentukan sudut inklinasi? Bagaimana hubungan antara kuat medan magnet dan kuat arus listrik? 2. Prasyarat pengetahuan: Apakah yang dimaksud dengan inklinasi? Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya medan magnet? 3. Pra eksperimen: Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.
  • 38. 46 b. Kegiatan Inti  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik dan mengamati medan magnet kumparan berarus  Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan kawat lurus panjang 20 cm, sebuah kompas kecil, selembar karton seukuran kuarto, sebuah baterai 9 V, sebuah saklar, kabel penghantar secukupnya, sebuah magnet batang, kawat tembaga sepanjang 20 cm, dan serbuk besi secukupnya.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.  Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan medan magnet bumi.  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.
  • 39. 47  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan cara menentukan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kuat medan magnet.  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet.  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah kompas, kawat lurus sepanjang 20 cm, hambatan geser, sebuah ammeter, sebuah baterai 9 V, kabel penghantar secukupnya, sebuah saklar, dan dua buah penumpu.  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
  • 40. 48  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara menentukan arah medan magnet.  Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;  membantu menyelesaikan masalah;  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
  • 41. 49 c. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar Buku Sekolah Elektronik (BSE) Ilmu Pengetahuan Alam SMP kelas IX edisi IV karangan Nurkuswanto dkk Buku Sekolah Elektronik (BSE) Mari belajar Ilmu Alam Sekitar, Panduan IPA Terpadu SMP/MTs. kelas IX edisi IV karangan sukis Wariyono dan Yani Muharromah Buku Sekolah Elektronik (BSE) Mari belajar IPA untuk SMP/MTs. kelas IX karangan Elok Sudibyo dkk LKS Buku Referensi Alat-alat praktikum: magnet, kompas, baterai, besi, kawat tembaga yang berisolasi dan serbuk besi
  • 42. 50 F. Penilaian Prosedur Penilaian : o Penilaian proses belajar o Penilaian hasil belajar Alat penilaian : o Rubrik penilaian Uji petik kerja o Soal tes bentuk uraian Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal Menunjukkan sifat kutub magnet Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan Memaparkan teori kemagnetan bumi Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik Tes unjuk kerja Tes unjuk kerja Tes tertulis Tes tertulis Tes identifikasi Uji petik kerja produk Uraian Uraian Tunjukkan bagian-bagian magnet pada magnet batang! Lakukanlah cara untuk membuat magnet jika disediakan besi lunak dan magnet batang Jelaskan tentang teori kemagnetan bumi! Jelaskan arah arus listrik dan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik!
  • 43. 51 Mengetahui; Kepala Sekolah, MUHADIS, S.Pd. NIP. 19651231 199403 1 107 Pringgabaya, juni 2013 Guru Mata Pelajaran, ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd. NIP. 19690925 199303 1 004 3. Bahan Ajar Standar Kompetensi : 4.Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. Indikator : Menunjukkan sifat kutub magnet  Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan  Memaparkan teori kemagnetan bumi Materi pokok : Gejala kemagnetan dan cara membuat magnet KEMAGNETAN Kemagnetan adalah kemampuan suatu benda menarik benda lain yang berada di dekatnya
  • 44. 52 MACAM-MACAM MAGNET Kutub-kutub magnet : Setiap magnet memiliki dua tempat yang gaya magnetnya paling kuat. Daerah ini disebut kutub magnet. Ada 2 kutub magnet, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Seringkali dijumpai magnet yang bertuliskan N dan S. N merupakan kutub utara magnet itu (singkatan dari north yang berarti utara) sedangkan S kutub selatannya (singkatan dari south yang berarti selatan). BAHAN-BAHAN MAGNET Berdasarkan sifat kemagnetan suatu benda digolongkan menjadi dua golongan yaitu: benda magnetik dan benda nonmagnetik. Benda magnetik yaitu benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet sedangkan benda nonmagnetik yaitu benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Benda magnetik dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Ferromagnetik adalah benda yang ditarik kuat oleh magnet, contoh : besi, baja, nikel, kobalt 2. Paramagnetik adalah benda yang ditarik lemah oleh magnet contoh : platina, tembaga, dan garam Sedangkan benda nonmagnetik (diamagnetik) adalah benda yang ditolak oleh magnet contoh : bismut dan timah, aluminium, serta stainless
  • 45. 53 MACAM-MACAM MAGNET Ditinjau dari asalnya, magnet dibedakan menjadi : 1. Magnet alam 2. Magnet buatan Ditinjau dari bentuknya : 1. Magnet batang 2. Magnet ladam / magnet U 3. Magnet jarum 4. Magnet silinder Ditinjau dari sifat kemagnetannya : 1. Magnet sementara 2. Magnet tetap CARA MEMBUAT MAGNET : Magnet ada dua jenis yaitu magnet alam dan magnet buatan. Ada berbagai cara untuk membuat magnet, antara lain: a. dengan cara menggosokkan magnet tetap, b. dengan aliran arus listrik, c. dengan induksi (influensi atau imbas)
  • 46. 54 a. Dengan cara menggosokkan magnet tetap Benda-benda kecil, misalnya jarum atau paku apabila kita dekatkan dengan sebatang besi atau sebatang baja ternyata benda-benda kecil tersebut tidak dapat ditarik oleh batang besi atau baja. Hal ini menunjukkan bahwa besi atau baja tidak bersifat sebagai magnet. Besi atau baja dapat dibuat magnet antara lain dengan cara menggosokkan salah satu ujung magnet tetap di sepanjang batang besi, atau baja ke satu arah secara berulang-ulang. Secara fisika bahwa benda-benda yang bisa dibuat magnet adalah benda atau material yang sudah mempunyai sifat kemagnetan yang terdiri dari domain-domain atau magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer. Saat terjadi penggosokan dengan arah yang teratur mengakibatkan adanya pengaruh medan magnet dari magnet permanen yang dapat digunakan untuk menyearahkan posisi domain. Dengan posisi yang searah tentu mengakibatkan adanya gaya yang ditimbulkan oleh domain tersebut sehingga menjadikan benda bermagnet. b. Dengan aliran arus listrik Paku besar yang dililiti oleh sebuah kumparan setelah dihubungkan dengan baterai kemudian dekatkan dengan paku-paku kecil, ternyata paku kecil akan menempel pada paku besar tersebut. Apabila baterai atau sumber arus listrik searah (DC) diganti dengan sumber arus listrik
  • 47. 55 bolak-balik (AC) bertegangan rendah maka paku besar tetap bersifat sebagai magnet. Jika arus listrik diputus maka paku-paku kecil yang menempel pada paku besar dalam hitungan detik akan berjatuhan atau lepas. Berarti paku besar sudah hilang kemagnetannya. Jadi, sifat kemagnetan paku besar hanya terjadi selama ada aliran listrik. Dikatakan bahwa paku besi menjadi magnet sementara. Seandainya paku besi diganti dengan logam baja, maka setelah arus listrik diputus, logam tetap bersifat sebagai magnet. Karena baja dapat dibuat magnet yang bersifat permanen (tetap). Secara fisika dapat dijelaskan bahwa medan listrik yang ditimbulkan oleh arus listrik akan mempengaruhi posisi domain yang mengakibatkan posisi yang tidak teratur berubah menjadi teratur atau searah. Dengan posisi searah akan mempunyai kekuatan yang bersifat magnet. Bagaimana cara menentukan kutub utara atau selatan dari magnet buatan ini, kita bisa melakukan dengan cara, misalkan sebatang besi atau baja yang telah dililiti kawat berisolasi/kumparan (kawat transformator) dan dihubungkan dengan baterai telah menjadi magnet. Untuk menentukan arah kutub-kutub magnet digunakan aturan tangan kanan menggenggam. Jari-jari yang menggenggam menunjukkan arah arus listrik. Sedangkan ibu jari menunjuk kutub utara. Jika arah arus listrik dibalik maka arah kutub juga akan sebaliknya.
  • 48. 56 c. Dengan induksi (influensi atau imbas) Sebuah paku besar didekatkan dengan sebuah magnet yang ditaruh pada statif maka paku akan menempel pada magnet. Paku besar yang telah menempel pada magnet jika didekati paku-paku kecil, ternyata paku-paku kecil menempel pada paku besar. Hal ini disebabkan oleh paku besar yang berada di dalam medan magnet terkena induksi sehingga bersifat sebagai magnet. Secara konsep sama dengan pembuatan magnet cara digosok atau dililiti kumparan yang dialiri listrik. Akibat dari pengaruh medan magnet sehingga paku yang menempel pada magnet permanen memungkinkan posisi domain- domainnya menjadi teratur dan bersifat sebagai benda magnet. Magnet buatan memiliki beberapa bentuk, di antaranya: berbentuk batang persegi (magnet batang), berbentuk jarum (magnet jarum) berbentuk silinder (magnet silinder) dan berbentuk U dan berbentuk tapak kuda, CARA MENGHILANGKAN SIFAT KEMAGNETAN Sifat kemagnetan suatu benda dapat dihilangkan dengan cara dipukul atau dipanaskan. Dengan dipukul atau dipanaskan maka domain-domain bergerak secara random dan tak teratur, sehingga sifat magnet yang dimiliki jadi hilang.
  • 49. 57 KEMAGNETAN BUMI Sebuah magnet yang bebas bergerak ternyata selalu menempatkan dirinya menurut rah utara –selatan. Hal ini menunjukkan bahwa di permukaanbumi terdapat medan magnet dan gaya yangmempengaruhi kutub-kutub magnet tersebut.Kutub utara magnet selalu menghadap ke arahutara. Hal ini dapat dijelaskan dengan beranggapanbahwa: a. Di kutub utara bumi terdapat suatu kutub selatanmagnet b. Di kutub selatan bumi terdapat suatu kutub utaramagnet c. Bumi sebagai sebuah magnet besar dengan kutub selatan terletak di dekat kutub utara dan kutub utara terletak di dekat kutub selatan bumi. Magnet di dalam kompas pada umumnya tidak dapat menunjukkan utara– selatan tetapi agak menyimpang. Sebab letak kutubkutub magnet bumi tidak tepat pada kutub-kutub bumi. Oleh karena itu garis-garis gaya magnet bumi tidak berimpit arahnya dengan arah utara-selatan. Penyimpangan dari arah utara– selatan yang sebenarnya ini disebut deklinasi, lihat Gambar 12.5! Besarnya deklinasi ini dinyatakan dengan sudut antara arah utara sebenarnya dengan arah utara yang ditunjukkan oleh magnet. Sudut yang dibentuk oleh magnet dengan garis mendatar disebut inklinasi. Adanya inklinasi ini disebabkan garis-garis gaya magnet bumi, ternyata tidak sejajar dengan permukaan bumi. Oleh karena itu sebuah magnet jarum yang dapat berputar pada sumbu mendatar biasanya tidak menempatkan diri pada kedudukan mendatar, tetapi miring.
  • 50. 58 4. Instrumen Evaluasi Rubrik penilaian Tes Unjuk Kerja Aspek Yang Dinilai Skor 1 2 3 4 Menunjukkan bagian-bagian dari magnet batang dengan benar Membuat magnet dengan jalan menggosok : o memilih bahan-bahan yang diperlukan dengan benar o menggosok dengan magnet batang dengan teknik yang benar o Magnet yang dibuat berhasil memiliki sifat kemagnetan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 20 Instrumen Evaluasi Ulangan Harian KISI – KISI SOAL ULANGAN HARIAN Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd. No. Urut Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt. Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. Soal 1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet - Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan IX/2 Kemag- netan Siswa dapat menyebutkan macam-macam magnet Uraian 1
  • 51. 59 No. Urut Kompetensi Dasar/ Indikator Bahan Kelas/ smt. Materi Indikator Soal Bentuk Tes No. Soal 2 - Siswa dapat menjelaskan cara- cara membuat magnet Uraian 2 3 - Siswa dapat menjelaskan cara- cara menghilangkan sifat kemagnetan Uraian 3 - Memaparkan teori kemagnetan bumi Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara sudut deklinasi dengan sudut inklinasi Uraian 4 - Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik Siswa dapat menjelaskan keuntungan dari magnet yang dibuat dari listrik Uraian 5 KARTU SOAL Jenis Sekolah : SMP Negeri 3 Pringgabaya Alokasi Waktu : 2 JP Mata Pelajaran : IPA Jumlah soal : 5 ITEM Kurikulum : KTSP Penulis : ABDULL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd. KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 1 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Sebutkan macam-macam magnet ditinjau dari bentuknya.
  • 52. 60 Indikator Soal : Siswa dapat menyebutkan macam-macam magnet KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 2 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Rumusan butir soal : Jelaskan cara-cara membuat magnet.Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan cara- cara membuat magnet KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 3 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Jelaskan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan sebuah magnet Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan cara- cara menghilangkan sifat kemagnetan KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 4 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo
  • 53. 61 Materi : Kemagnetan Jelaskan perbedaan antara sudut deklinasi dengan sudut inklinasi Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara sudut deklinasi dengan sudut inklinasi KD : Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet No. Soal : 5 Buku Sumber : BSE IPA TERPADU KELAS IX oleh Elok Sudibyo Materi : Kemagnetan Rumusan butir soal: Jelaskan keuntungan-keuntungan dari magnet yang dibuat dari arus listrik. Indikator Soal : Siswa dapat menjelaskan keuntungan dari magnet yang dibuat dari listrik
  • 54. 62 PEDOMAN PENSKORAN NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR 1 1. Magnet batang 2. Magnet jarum 3. Magnet ladam 4. Magnet silinder 1 1 1 1 2 - Menggosok benda ferromagnetik dengan magnet tetap dengan arah yang beraturan - Induksi - Mengalirkan arus listrik DC pada kawat penghantar 3 1 2 3 - Dipanaskan - Dipukul-pukul - Dialiri arus listrik AC 1 1 1 4 - Deklinasi: penyimpangan dari arah utara selatan yang sebenarnya. - Inklinasi: sudut yang dibentuk oleh magnet dengan garis mendatar. 3 3 5 - sifat kemagnetannya sangat kuat, - kekuatan magnet dapat diubah dengan mengubah arus, - kemagnetan dapat dihilangkan dengan memutuskan arus listrik. 2 2 2 Jumlah Skor Maksimum 25
  • 55. 63 PEDOMAN PENILAIAN DAN TABEL KONVERSI Tabel konversi skor Nilai 1 4 2 8 3 12 4 16 5 20 6 24 7 28 8 32 9 36 10 40 11 44 12 48 13 52 14 56 15 60 16 64 17 68 18 72 19 76 20 80 21 84 22 88 23 92 24 96 25 100
  • 56. 64 D. KAJIAN MANGERIAL 1. KAJIAN RKS Peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas) nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan menyatakan bahwa sekolah harus membuat rencana kerja sekolah (RKS) yang terdiri dari rencana kerja jangka menengah (RKJM) dan rencana kerja tahunan (RKT). RKJM menggambarkan tujuan sekolah yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan, sedangkan RKT dicapai dalam kurun waktu satu tahunan. Permendiknas tersebut juga menyatakan bahwa RKT adalah rencana kerja tahunan yang berdasar pada RKJM dan dinyatakan dalam rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS). Dasar hukum lain yang mendukung penyusunan program kegiatan sekolah adalah peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Pasal 51 peraturan pemerintah ini menyatakan bahwa satuan pendidikan harus membuat kebijakan tentang perencanaan program dan pelaksanaannya secara transparan dan akuntabel. Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pasal 51 oleh satuan pendidikan dituangkan dalam: a) rencana kerja tahunan satuan pendidikan, b) anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan, dan c) peraturan satuan atau program pendidikan. Seorang calon kepala sekolah diharapkan dapat memahami cara penyusunan rencana kerja sekolah baik rencana kerja jangka menengah ataupun jangka pendek (tahunan). Mengkaji RKS dan RKJM sekolah tempat magang pada kegiatan on the job
  • 57. 65 learning (OJL) bertujuan untuk melatih calon kepala sekolah mengembangkan dimensi kompetensi manajerial khususnya kompetensi: 1) menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan, dan 2) mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian RKS/RKJM, wawancara dengan kepala sekolah dan matriks kajian RKS/RKJM, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian RKS/RKJM sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain. a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Penyusunan EDS Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) Belum dibentuk tim pengembang sekolah Belum dibentuk tim pengembang sekolah Upayakan pembentukan tim pengembang sekolah Pembentukan Tim Pengembang Sekolah dan menyusun EDS Dilaksanakan setiap setahun sekali Belum melaksanakan penyusunan EDS Belum melaksanakan penyusunan EDS Upayakan melaksanakan penyusunan EDS 2 Pemanfaatan EDS Hasil EDS dijadikan dasar dalam Penyusunan RKS belum didasarkan atas hasil Hasil EDS belum dijadikan Upayakan EDS dijadikan sebagai
  • 58. 66 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS analisis EDS dasar penyusunan RKS dasar penyusunan RKS 3 Mekanisme penyusunan RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS Tidak ada kesenjangan Mengutamakan program-program prioritas Mengutamakan program- program prioritas Tidak ada kesenjangan RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Tidak ada kesenjangan Disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan. Disosialisasikan secara terbatas kepada warga sekolah, belum disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan belum disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan Upayakan RKS/RKJM disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan Membuat papan pengumuman berisi data perkembangan RKS/RKJM 4 Kelengkapan dokumen RKS (RKJM dan RKT/RKAS) RKS memuat kegiatan-kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta RKS memuat kegiatan- kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta Tidak ada kesenjangan
  • 59. 67 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengembangannya , d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu pengembangannya, d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu
  • 60. 68 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5 Implementasi RKS o RKS sebaiknya dibuat bersama secara partisipatif antara pihak sekolah dengan stakeholder o RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah o Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan stakeholder RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah, jika ada rencana kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS, di bahas pada tingkat manajemen sekolah, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan secara langsung atau melalui pengawas pembina, kemudian disosialisasikan kepada warga sekolah. Tidak ada kesenjangan 6 Evaluasi dan Pelaporan Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Tidak ada kesenjangan Dalam penyusunan RKS SMP Negeri 3 Pringgabaya, kepala sekolah sudah melibatkan beberapa guru dan pegawai sekolah tetapi mereka bekerja belum dalam satu organisasi yang baik. Mereka tidak bekerja dalam satu tim penyusun RKS yang dibentuk oleh secara resmi berdasarkan surat keputusan kepala sekolah. Demikian juga dalam penyusunan RKJM SMP Negeri 3
  • 61. 69 Pringgabaya belum menjadikan EDS sebagai dasar penyusunannya, karena memang di SMP Negeri 3 Pringgabaya selama ini belum melakukan penyusunan EDS. Untuk itu, kami sebagai peserta diklat yang magang di sekolah ini dan juga sebagai sekolah sendiri, mengusulkan kepada kepala sekolah agar pada penyusunan RKS berikutnya untuk membentuk tim penyusun RKS dari hasil rapat atau musyawarah dengan seluruh komponen sekolah serta melakukan penyusunan EDS sebagai dasar penyusunan RKJM. Dengan demikian, RKS sekolah dapat tersusun dengan baik karena dikerjakan dalam satu tim yang terorganisir. Alhamdulillah mulai tahun ini di SMP Negeri 3 Pringgabaya telah dibentuk tim pengembang sekolah (TPS) yang bertugas diantaranya melaksanakan EDS dan menyusun RKJM/RKS. RKS yang baik tentunya harus diakui dan disetujui oleh seluruh komponen sekolah termasuk pihak komite sekolah. RKS bukan hanya buah pikiran tim penyusun RKS tetapi tetap harus meminta masukan dan pertimbangan dari seluruh komponen sekolah. Untuk itu, RKS yang sudah disusun oleh tim penyusun RKS seyogyanya diajukan dalam rapat dewan pendidik untuk diplenokan yang kemudian disetujui dengan memperhatikan pertimbangan komite sekolah dan seterusnya disahkan pemberlakuannya oleh pihak dinas pendidikan kabupaten. Disadari oleh kepala SMP Negeri 3 Pringgabaya bahwa RKS yang disusun oleh beberapa tenaga guru dan pegawai yang ditunjuk, selama ini belum pernah diajukan dalam rapat dewan pendidik untuk diplenokan kemudian mendapat persetujuan.
  • 62. 70 Untuk itu, kami mengusulkan kepada kepala sekolah agar RKS yang disusun nantinya dapat diajukan dalam rapat dewan pendidik untuk menyempurnakan hasil kerja tim penyusun RKS. Menindaklanjuti amanat peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan pasal 51 yang menyatakan bahwa satuan pendidikan harus membuat kebijakan tentang perencanaan program dan pelaksanaannya secara transparan dan akuntabel, maka RKS yang telah disetujui dan disahkan pemberlakuannya oleh dinas pendidikan kabupaten idealnya juga diketahui oleh masyarakat atau orang tua siswa serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, sosialisasi RKS perlu dilakukan oleh pihak sekolah. Bentuk sosialisasi RKS dapat dilaksanakan pada rapat komite sekolah, dipajang di sekolah pada satu tempat yang dapat dengan mudah dilihat oleh tamu atau dipasang di website/blog sekolah. Selama ini, diakui bahwa RKS SMP Negeri 3 Pringgabaya belum pernah disosialisasikan kepada seluruh komponen sekolah ataupun masyarakat dan orang tua siswa. Kepala sekolah mempunyai pertimbangan tersendiri sehingga RKS belum disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berwenang. Dalam penataan pengelolaan kegiatan sekolah kedepan, dan berdasarkan masukan-masukan kami, kini kepala sekolah mempunyai keinginan untuk melakukan hal tersebut jika RKS telah disusun oleh satu tim penyusun RKS.
  • 63. 71 RKS SMP Negeri 3 Pringgabaya disusun melalui tahapan-tahapan identifikasi tantangan, analisis pemecahan tantangan, penyusunan program dan penyusunan rencana biaya dan pendanaan. Pada tahap identifikasi tantangan, langkah-langkah yang dilakukan adalah menyusun profil sekolah, mengidentifikasi harapan pemangku kepentingan dan merumuskan tantangan. Model RKS yang dikembangkan di SMP Negeri 3 Pringgabaya mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah ke dalam sembilan pokok kegiatan yaitu : Pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Perbaikan administrasi dan manajemen sekolah. Pengembangan organisasi dan kelembagaan. Perbaikan sarana dan prasarana. Peningkatan kualitas SDM (ketenagaan). Peningkatan pembiayaan dan pendanaan sekolah. Peningkatan peran serta masyarakat. Peningkatan prestasi peserta didik. Peningkatan kualitas lingkungan dan budaya sekolah.
  • 64. 72 Berdasarkan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan penyusunan RKS harus memuat kejelasan mengenai: 1) kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 3) PTK serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan dan pembiayaan, 6) budaya dan lingkungan sekolah, 7) peran serta masyarakat dan kemitraan, dan 8) rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu. Rencana program kegiatan sekolah yang telah ditetapkan sekolah tentunya tak selamanya dapat terlaksana 100%. Jika dengan terpaksa ada pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS, maka hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Hal ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan komite sekolah. Demikian halnya dengan SMP Negeri 3 Pringgabaya, kadang ada kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan RKS tersebut hanya dibicarakan kepada orang-orang tertentu di sekolah. Adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak berdasarkan RKS disebabkan karena kegiatan tersebut adalah kegiatan tiba-tiba atau karena penyusunan program sekolah belum melakukan analisis kebutuhan prioritas. Dengan pemilihan program- program sekolah berdasarkan skala prioritas maka akan meminimalisir terjadinya pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan rencana kerja sekolah.
  • 65. 73 Untuk itu, melalui diskusi kami dengan kepala sekolah dan wakil-wakilnya memberikan saran-saran agar jika terjadi kemungkinan adanya kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan rencana kerja sekolah maka sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan warga sekolah dalam rapat dewan guru dan jika memungkinkan dapat pula dihadiri oleh pihak komite sekolah. Saran terakhir adalah agar pemilihan program-program sekolah didasarkan pada analisa kebutuhan skala prioritas. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Penyusunan EDS Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) Dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) Tidak ada kesenjangan Dilaksanakan setiap setahun sekali Dilaksanakan setiap setahun sekali Tidak ada kesenjangan 2 Pemanfaatan EDS Hasil EDS dijadikan dasar dalam penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS Hasil EDS dijadikan dasar dalam penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS Tidak ada kesenjangan
  • 66. 74 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3 Mekanisme penyusunan RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS RKJM dan RKS disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS Tidak ada kesenjangan Mengutamakan program-program prioritas Mengutamakan program- program prioritas Tidak ada kesenjangan RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. RKJM dan RKS disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Tidak ada kesenjangan Disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan. Disosialisasikan secara terbatas kepada warga sekolah, masyarakat dan pemangku kepentingan melalui berbagai media seperti website dan papan pengumuman Tidak ada kesenjangan 4 Kelengkapan dokumen RKS (RKJM dan RKT/RKAS) RKS memuat kegiatan- kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta RKS memuat kegiatan- kegiatan: a. kesiswaan, b. kurikulum dan kegiatan pembelajaran, c. PTK serta pengembangannya, Tidak ada kesenjangan
  • 67. 75 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengembangannya, d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu d. sarana dan prasarana, e. keuangan dan pembiayaan, f. budaya dan lingkungan sekolah, g. peran serta masyarakat dan kemitraan, h. rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu 5 Implementasi RKS o RKS sebaiknya dibuat bersama secara partisipatif antara pihak sekolah dengan stakeholder o RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah o Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan stakeholder RKS digunakan sebagai acuan kegiatan sekolah, jika ada rencana kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKS, di bahas pada tingkat manajemen sekolah, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan secara langsung atau melalui pengawas pembina, kemudian disosialisasikan kepada warga sekolah. Tidak ada kesenjangan
  • 68. 76 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 6 Evaluasi dan Pelaporan Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Melakukan evaluasi dan pelaporan minimal sekali setahun Tidak ada kesenjangan Secara umum penyusunan RKS pada SMP Negeri 1 Pringgabaya sudah mengikuti prosedur dan mekanisme yang benar. Dalam penyusunan RKS-RKJM, kepala sekolah SMP Negeri 1 Pringgabaya melibatkan guru dan pegawai yang bekerja dalam satu tim penyusun rencana kerja sekolah berdasarkan surat keputusan kepala sekolah. Langkah yang ditempuh kepala sekolah sudah sesuai dengan kompetensinya sebagai manejer mengelola dengan menggerakkan dan mengarah-kan sumber daya manusia yang dimiliki sekolah dalam menyusun rencana kerja sekolah. Menghindari adanya kecurigaan piha-pihak tertentu dalam pengelolaan kegiatan-kegiatan sekolah, maka sedapat mungkin RKS-RKJM disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah ataupun ke masyarakat dan orang tua siswa. Hal ini dilakukan untuk menjamin keterlaksanaan pengelolaan dan penyelenggaraan yang transparan dan akuntabel. Menyadari akan hal ini, maka kepala SMP Negeri 1 Pringgabaya selalu melakukan sosialisasi program-program kegiatan sekolah kepada warga sekolah dan orang tua siswa. Bentuk sosialisasi ini dilakukan dengan memasang papan pengumuman yang berisi rangkuman isi RKJM-RKS di ruang lobi sekolah sehingga dapat dilihat (dibaca) oleh setiap tamu yang datang, juga disosialisasikan melalui website sekolah. RKS SMP Negeri 1 Pringgabaya sudah disusun berdasarkan rekomendasi EDS. Penilaian diri sekolah dilakukan dengan mengisi instrumen EDS. Proses pengisian EDS juga dipandu oleh Tim Pengawas SMP Kabupaten Lombok Timur. Untuk itu,
  • 69. 77 saya sebagai peserta diklat calon kepala sekolah yang magang di sekolah ini juga dapat menambah informasi dan pengalaman dalam melakukan pengisian instrumen EDS. Model RKS yang dikembangkan berdasarkan rekomendasi EDS mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah ke dalam delapan standar : 1) isi, 2) proses, 3) kompetensi lulusan, 4) PTK, 5) sarana dan prasarana, 6) pengelolaan, 7) pembiayaan, dan 8) penilaian. Pengelompokan ini sejalan dengan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan penyusunan RKS harus memuat kejelasan mengenai: 1) kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 3) PTK serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan dan pembiayaan, 6) budaya dan lingkungan sekolah, 7) peran serta masyarakat dan kemitraan, dan 8) rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu. Sama halnya dengan SMP Negeri 3 Pringgabaya, rencana program kegiatan di sekolah ini yang telah ditetapkan dalam rencana kegiatan tahunan juga kadang tidak terlaksana 100%. Kadang ada kegiatan yang tiba-tiba dilaksanakan karena harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebijakan pemerintah daerah atau pemerintah kecamatan. Hal ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan komite sekolah. Diakui oleh kepala SMP Negeri 1 Pringgabaya bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini kadang tidak bisa dihindari namun seharusnya kegiatan-kegiatan tambahan tersebut dibahas dalam rapat dewan guru untuk memperoleh legitimasi.
  • 70. 78 2. KAJIAN PENGELOLAAN KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi, potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi (Permendiknas nomor 22 tahun 2006), proses, kompetensi lulusan (Permendiknas nomor 23 tahun 2006 ), tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Disamping itu secara teknis digunakan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh BSNP tahun 2006. Panduan tersebut memuat tentang konsep dasar, prinsip, prosedur dan kriteria pengembangan KTSP
  • 71. 79 Seorang calon kepala sekolah diharapkan dapat memahami pengelolaan kurikulum sekolah sehingga pada saatnya nanti setelah menjadi kepala sekolah sudah dapat mengelola kurikulum sekolahnya dengan baik. Berdasarkan hasil pengisian instrumen analisis dokumen 1, dokumen 2, wawancara dengan urusan kurikulum dan matriks kajian pengelolaan kurikulum, berikut ini saya sajikan deskripsi hasil kajian pengelolaan kurikulum SMP Negeri 3 Pringgabaya dan SMPN 1 Pringgabaya a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN KURIKULUM SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi A. Dokumen I 1. Proses penyusunan Dokumen I 1. Kurikulum sekolah disusun oleh tim pengembang kurikulum (TPK) sekolah 1. Ada tim pengembang kurikulum sekolah yang dibentuk untuk menyusun kurikulum sekolah tetapi tidak dilengkapi dengan SK Kepala Sekolah Tim pengembang tidak dikuatkan dengan SK Kepala Sekolah Tim pengembang kurikulum dibentuk dalam suatu rapat, dan tim yang terbentuk harus dilegalkan dengan SK Kepala Sekolah Mengupayakan Tim Pengembang Kurikulum dilengkapi dengan SK Kepala Sekolah
  • 72. 80 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Disetujui dalam rapat dewan guru. 2. Tidak diajukan secara khusus dalam rapat Dewan Guru untuk mendapat persetujuan Tidak diajukan secara khusus dalam rapat Dewan Guru untuk mendapat persetujuan Dokumen I KTSP harus diplenokan dalam rapat Dewan Guru Mengupayakan draft Dokumen I diplenokan dalam rapat Dewan Guru sebelum disahkan oleh Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur 3. Diketahui oleh Komite Sekolah 3. Diketahui oleh Komite Sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Disahkan pemberlakuannya oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur 4. Disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Tidak ada kesenjangan - - 2. Kelengkapan isi dokumen I 1. Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Tidak ada kesenjangan - - 2. Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah Tidak ada kesenjangan - -
  • 73. 81 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi sekolah untuk mencapai visi sekolah untuk mencapai visi sekolah 3. Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun ber dasarkan Standar Isi Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun berdasar kan Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - 5. Tidak melebihi 36 jam pelajaran perminggu Terdapat 36 jam pelajaran perminggu Tidak ada kesenjangan - - 6. Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi daerah. Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi daerah, yaitu Bahasa Arab dan Kerajinan Daerah Tidak ada kesenjangan - -
  • 74. 82 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 7. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Tidak ada kesenjangan - - 8. Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Tidak ada kesenjangan - - 9. Merumuskan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Terdapat rumusan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Tidak ada kesenjangan - - 10. Merumuskan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku Terdapat rumusan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Tidak ada kesenjangan - -
  • 75. 83 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 11. Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - B Dokumen II 1. Silabus : Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Tidak ada kesenjangan - - 2. Komponen Silabus Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi Komponen silabus memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter ke dalam komponen Memasukkan nilai karakter ke dalam komponen silabus Mengupayakan adanya sosialisasi yang lebih mendalam terhadap nilai karakter bangsa
  • 76. 84 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi waktu, sumber belajar, nilai karakter. sumber belajar, nilai karakter. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter silabus dalam proses pembelajaran 3. Pengembangan silabus 1. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Tidak ada kesenjangan - - 2. Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Kebanyakan masih mengcopy-paste silabus yang ada dengan beberapa penyesuaian Upayakan penyusunan silabus secara mandiri dengan memperhatikan kondisi nyata di sekolah Perlu adanya workshop penyusunan perangkat pembelajaran 3. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten 1. RPP Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Tidak ada kesenjangan - -
  • 77. 85 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Komponen RPP Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter pada komponen RPP. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter pada komponen RPP. Upayakan memasukkan nilai karakter pada penyusunan RPP Mengupayakan adanya sosialisasi yang lebih mendalam terhadap nilai karakter bangsa dalam proses pembelajaran 3. Identitas RPP Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Tidak ada kesenjangan - - 4. Rumusan SK dan KD Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Tidak ada kesenjangan - -
  • 78. 86 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5. Indikator Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Tidak ada kesenjangan - - 6. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar Sebagian besar tujuan pembelajaran sudah menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Ada sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. Tujuan pelajaran harus memuat proses dan hasil belajar Menyarankan bahwa dalam merumuskan tujuan pembelajaran minimal menggambarkan proses dan hasil belajar 7. Materi Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Tidak ada kesenjangan - - 8. Metode Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada Ada beberapa menggunakan metode yang belum sesuai dengan kondisi Metode pembelajaran disamping sesuai dengan karakteristik dari indikator dan - Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan daya
  • 79. 87 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi dicapai pada setiap mata pelajaran setiap mata pelajaran (daya dukung) yang ada di sekolah. kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran, juga harus memperhatikan kesiapan daya dukung yang ada di sekolah. dukung yang ada di sekolah. - Sekolah mengupayakan pemenuhan daya dukung terhadap metode yang sering dijadikan alternatif dalam penyusunan RPP 9. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Tidak ada kesenjangan - - 10. Penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian Tidak ada kesenjangan - - 11. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian Ada beberapa yang menentukan sumber belajar yang tidak Disamping memperhatikan SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan - Penentuan sumber belajar disesuaikan dengan daya dukung yang
  • 80. 88 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pencapaian kompetensi kompetensi sesuai dengan daya dukung yang tersedia di sekolah indikator pencapaian kompetensi dalam penentuan ssumber belajar perlu juga memperhatikan daya dukung terutama sarana/prasarana yang tersedia di sekolah. ada di sekolah. - Sekolah mengupaya kan pemenuhan daya dukung yang sering dijadikan alternatif dalam penentuan sumber belajar Kurikulum SMPN 3 Pringgabaya tahun pelajaran 2012/2013 disusun oleh tim pengembang kurikulum yang dibentuk oleh kepala sekolah. Tim ini bekerja merampungkan kurikulum dengan menggabungkan dokumen 1 dan dokumen 2. Kurikulum 2012/2013 ditanda tangani kepala sekolah, ketua komite dan kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Lombok Timur namun sebelumnya tidak diajukan dalam rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan. Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 3 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan pada pelaksanaan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
  • 81. 89 Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Secara umum, kurikulum SMPN 3 Pringgabaya disusun berdasarkan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan BSNP untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dokumen I kurikulum disusun dengan kerangka sebagai berikut: Halaman Judul Tim Penyusun Kata Pengantar Daftar Isi Lembar Pengesahan Bab I . PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Prinsip Pengembangan
  • 82. 90 Bab II. TUJUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan Dasar B. Visi Sekolah C. Misi Sekolah D. Tujuan Sekolah Bab III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum C. Mata Pelajaran dan Muatan Lokal D. Kegiatan Pengembangan Diri E. Pengaturan beban belajar F. Ketuntasan belajar G. Sistem penilaian dan evaluasi H. Kenaikan kelas dan kelulusan I. Peraturan dan tata pengelolaan sekolah
  • 83. 91 Bab IV. KALENDER PENDIDIKAN BAB V. PENUTUP Lampiran-lampiran 1. Silabus Mata Pelajaran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Visi “Cerdas, Terampil, Berbudaya berlandaskan Iman dan Taqwa.” menggambarkan tujuan yang ingin oleh SMPN 3 Pringgabaya. Pada bagian struktur kurikulum yang mengatur tentang jumlah jam pelajaran, menetapkan kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional, 2 mata pelajaran muatan lokal dengan jumlah jam pelajaran 36 jam perminggu. Dengan memperhatikan sistem ujian nasional setiap tahunnya maka sebagai salah satu usaha untuk mempersiapkan siswa menghadapinya maka jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA ditambah 1 jam pelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan 4 jam cadangan karena sekolah setingkat SMP dimungkinkan jumlah jam pelajarannya sampai maksimal 36 jam pelajaran. Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh BSNP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara
  • 84. 92 mandiri ataupun berkompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat Pringgabaya. Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.
  • 85. 93 Baik pada Silabus maupun RPP sebagian sudah memasukkan komponen nilai-nilai karakter bangsa, ada pula yang belum memasukkan unsur karakter dalam penyusunannya. Untuk itu kami merekomendasikan untuk memasukkan unsur karakter dalam penyusunan silabus maupun RPP sesuai dengan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), yaitu terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi iptek. b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN KURIKULUM SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH MAGANG (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi A. Dokumen I 1. Proses penyusunan Dokumen I 1. Kurikulum sekolah disusun oleh tim pengembang Ada tim pengembang kurikulum sekolah yang dibentuk untuk Tidak ada kesenjangan - -
  • 86. 94 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kurikulum (TPK) sekolah menyusun kurikulum sekolah, dikuatkan dengan SK Kepala Sekolah 2. Disetujui dalam rapat dewan guru. Diajukan secara khusus dalam rapat Dewan Guru untuk mendapat persetujuan Tidak ada kesenjangan - - 3. Diketahui oleh Komite Sekolah Diketahui oleh Komite Sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Disahkan pemberlakuannya oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Up. Kabid Dikdas Tidak ada kesenjangan - - 2. Kelengkapan isi dokumen I 1. Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Memiliki visi yang berisi gambaran masa depan yang diinginkan sekolah Tidak ada kesenjangan - -
  • 87. 95 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah untuk mencapai visi sekolah Memiliki misi yang menggambarkan aksi/tindakan sekolah untuk mencapai visi sekolah Tidak ada kesenjangan - - 3. Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Terdapat tujuan sekolah yang menggambarkan tahapan/langkah untuk mencapai visi dan misi sekolah Tidak ada kesenjangan - - 4. Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun ber dasarkan Standar Isi Terdapat struktur kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah (visi,misi,tujuan) yang disusun berdasar kan Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - 5. Tidak melebihi 36 jam pelajaran perminggu Terdapat 36 jam pelajaran perminggu Tidak ada kesenjangan - - 6. Memiliki muatan lokal yang sesuai Memiliki muatan lokal yang sesuai dengan Tidak ada kesenjangan - -
  • 88. 96 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi dengan karakter dan potensi daerah. karakter dan potensi daerah, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Kepariwisataan 7. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Membina kegiatan pengembangan diri siswa sesuai dengan karakteristik, potensi, minat dan bakat serta kondisi sekolah. Tidak ada kesenjangan - - 8. Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Mempunyai tabel ketuntasan belajar untuk setiap mata pelajaran Tidak ada kesenjangan - - 9. Merumuskan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Terdapat rumusan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kriteria yang diatur direktorat pembinaan terkait Tidak ada kesenjangan - -
  • 89. 97 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 10. Merumuskan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku Terdapat rumusan kriteria kelulusan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Tidak ada kesenjangan - - 11. Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Terdapat kalender pendidikan yang disusun berdasarkan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan memperhatikan kalender pendidikan yang ada di Standar Isi Tidak ada kesenjangan - - B Dokumen II 1. Silabus : Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Memuat identitas : Nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, SK, dan alokasi waktu Tidak ada kesenjangan - - 2. Komponen Komponen silabus memuat Komponen silabus
  • 90. 98 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Silabus KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter. memuat KD, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator pencapaian kompetensi, Penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, nilai karakter. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter 3. Pengembangan silabus Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan SI, SKL, dan Panduan penyusunan KTSP. Tidak ada kesenjangan - - Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Pengembangan silabus dilakukan oleh guru secara mandiri atau bekelompok (MGMP) Kebanyakan masih mengcopy-paste silabus yang ada dengan beberapa penyesuaian Upayakan penyusunan silabus secara mandiri dengan memperhatikan kondisi nyata di sekolah Perlu adanya workshop penyusunan perangkat pembelajaran Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi Dinas kabupaten Tidak ada kesenjangan
  • 91. 99 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. RPP Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Tidak ada kesenjangan - - 2. Komponen RPP Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar Komponen RPP: identitas matapelajaran, SK, KD, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembejaran (penduhuluan, inti, penutup), penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Ada beberapa yang belum memasukkan nilai karakter pada komponen RPP. Ada beberapa yang belum memasukkan indikator pada komponen RPP. Upayakan memasukkan indikator pada penyusunan RPP Indikator dapat dikutip dari silabus. 3. Identitas RPP Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Identitas memuat nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, jumlah pertemuan. Tidak ada kesenjangan - -
  • 92. 100 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 4. Rumusan SK dan KD Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan standar Isi Tidak ada kesenjangan - - 5. Indikator Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Indikator sesuai dengan indikator pada silabus Ada beberapa yang belum memasukkan indikator pada komponen RPP. Upayakan memasukkan indikator pada penyusunan RPP Indikator dapat dikutip dari silabus. 6. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar Sebagian besar tujuan pembelajaran sudah menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Ada sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. sebagian kecil tujuan pembelajaran menggambarkan hasil belajar saja. Tujuan pelajaran harus memuat proses dan hasil belajar Menyarankan bahwa dalam merumuskan tujuan pembelajaran minimal menggambarkan proses dan hasil belajar
  • 93. 101 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 7. Materi Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Cakupan materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai - - - 8. Metode Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran Ada beberapa menggunakan metode yang belum sesuai dengan kondisi (daya dukung) yang ada di sekolah. Metode pembelajaran disamping sesuai dengan karakteristik dari indikator dan kompetensi yang akan dicapai pada setiap mata pelajaran, juga harus memperhatikan kesiapan daya dukung yang ada di sekolah. - Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan daya dukung yang ada di sekolah. - Sekolah mengupaya kan pemenuhan daya dukung terhadap metode yang sering dijadikan alternatif dalam penyusunan RPP
  • 94. 102 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 9. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran terbagi kedalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. - - - 10. Penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian. - - - 11. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK, KD, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi serta disesuaikan dengan daya dukung sekolah - Kurikulum SMPN 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2012/2013 disusun oleh tim pengembang kurikulum yang dibentuk oleh kepala sekolah. Tim ini bekerja merampungkan kurikulum dengan menggabungkan dokumen 1 dan dokumen 2. Kurikulum 2012/2013 ditanda tangani kepala sekolah, ketua komite dan kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga
  • 95. 103 kabupaten Lombok Timur dalam hal ini Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan sebelumnya diajukan dalam rapat dewan guru untuk mendapatkan persetujuan. Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 1 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan pada pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Secara umum, kurikulum SMPN 1 Pringgabaya disusun berdasarkan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan BSNP untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dokumen I kurikulum disusun dengan kerangka sebagai berikut: Halaman Judul SK Kepala Sekolah tentang Tim Penyusun Kurikulum Sekolah Kata Pengantar Daftar Isi Lembar Pengesahan Bab I . PENDAHULUAN
  • 96. 104 A. Latar Belakang B. Landasan Yuridis C. Tujuan D. Prinsip Pengembangan Bab II. TUJUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan Dasar B. Visi dan Misi Sekolah C. Tujuan Sekolah D. Pengertian Bab III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum C. Mata Pelajaran dan Muatan Lokal D. Kegiatan Pengembangan Diri E. Pengaturan beban belajar
  • 97. 105 F. Kriteria Ketuntasan Minimal G. Sistem penilaian dan evaluasi H. Kenaikan kelas dan kelulusan I. Peraturan dan tata pengelolaan sekolah Bab IV. KALENDER PENDIDIKAN BAB V. PENUTUP Lampiran-lampiran 1. Silabus Mata Pelajaran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Visi “terwujudnya siswa yang unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik serta berbudaya yang bernuansa agama.” menggambarkan tujuan yang ingin oleh SMPN 1 Pringgabaya. Pada bagian struktur kurikulum yang mengatur tentang jumlah jam pelajaran, menetapkan kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional, 2 mata pelajaran muatan lokal dengan jumlah jam pelajaran 36 jam perminggu. Dengan memperhatikan sistem ujian nasional setiap tahunnya maka sebagai salah satu usaha untuk mempersiapkan siswa menghadapinya maka jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia,
  • 98. 106 Matematika IPA dan IPS ditambah 1 jam pelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan 4 jam cadangan karena sekolah setingkat SMP dimungkinkan jumlah jam pelajarannya sampai maksimal 36 jam pelajaran. Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh BSNP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil
  • 99. 107 pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat Pringgabaya. Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung. Baik pada Silabus maupun RPP semua sudah memasukkan komponen nilai-nilai karakter bangsa dalam penyusunannya tetapi ada sebagian kecil guru yang belum memasukkan komponen indikator dalam penyusunan RPP. Untuk itu kami merekomendasikan untuk memasukkan unsur indikator dalam penyusunan RPP sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. 3. KAJIAN PENGELOLAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian pengelolan pendidik dan tenaga kependidikan, wawancara dengan kepala sekolah dan matriks kajian pengelolan pendidik dan tenaga kependidikan, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain.
  • 100. 108 a. SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi A Perencanaan 1. Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai standar Memiliki tenaga pendidik yang sesuai standar, tenaga kependidikan satu orang masih memiliki kualifikasi pendidikan belum standar Tenaga kependidik-an satu orang masih memiliki kualifikasi pendidikan belum standar Pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan disesuaikan dengan standar nasional baik sisi kualifikasi maupun jenis kebutuhan yang dimiliki Memberdayakan tenaga yang sudah ada dan jika memungkinkan mengangkat tenaga yang dibutuhkan 2. Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan Jumlah tenaga pendidik cukup memadai sesuai kebutuhan, variasi bidang yang diampu belum merata sehingga terdapat sebaran jam yang kurang merata variasi bidang yang diampu belum merata sehingga terdapat sebaran jam yang kurang merata.
  • 101. 109 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Jumlah tenaga kependidikan masih di bawah standar Terdapat kekurangan pada pelaksana urusan humas dan kurikulum B. Pemenuhan kulifikasi 1. Kepala Sekolah (Permen No. 13 Tahun 2007) 1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S- 1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi; 1. Kepala SMP Negeri 3 Pringgabaya memiliki kualifikasi akademik S1/A4 kependidikan jurusan BP/BK yang diperoleh pada tahun 2002 dari STKIP Hamzanwadi Selong (PT Terakreditasi) Tidak ada kesenjangan Sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen No. 13 Tahun 2007 2. Memiliki sertifikat calon kepala sekolah/sebagai kepala sekolah dari lembaga yang resmi 2. Sudah memiliki sertifikat sebagai kepala sekolah dari lembaga yang resmi. Belum memiliki NUKS Tidak ada kesenjangan
  • 102. 110 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Memiliki SK sebagai guru SMP 3. Memiliki SK sebagai guru SMP No. 788/CI/SP TMT : 1 Maret 1994 Tidak ada kesenjangan 4. Memiliki sertifikat pendidik 4. Memiliki sertifikat pendidik No. 221081001121 tahun 2010 Tidak ada kesenjangan 2. Guru 1. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 / D IV Semua guru sudah memiliki kualifikasi akademik minimum S1/DIV, bahkan ada 1 orang yang sudah memiliki kualifikasi akademik S2 Tidak ada kesenjangan Semua guru sudah memilki kualifikasi pendidikan sesuai dengan Undang- Undang 2. Kualifikasi pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi Kualifikasi pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi Tidak ada kesenjangan Semua guru sudah memenuhi Kualifikasi pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi
  • 103. 111 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Konselor 1. Sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Memiliki 3 orang tenaga konselor (Termasuk Kepala Sekolah) berpendidikan S-1 dalam bidang Bimbingan dan Konseling Tidak ada kesenjangan 2. Berpendidikan profesi konselor Tenaga konselor belum memiliki pendidikan profesi konselor belum memiliki pendidikan profesi konselor Upayakan tenaga konselor memiliki pendidikan profesi konselor 4. Tenaga Administrasi (Permen. 24Th 2008) 1. Kepala Administrasi memilki kualifikasi pendidikan minimal D III Koordinator tenaga administrasi memiliki kualifikasi pendidikan S1 Tidak ada kesenjangan Koordinator Tenaga Administrasi sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 20082. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah Koordinator tenaga administrasi memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah 3. Memiliki masa kerja minimal 4 Koordinator tenaga administrasi memiliki
  • 104. 112 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi tahun masa kerja 27 tahun 4. Memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah 5. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras,humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Mengadakan pelaksana urusan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan kurikulum 6. Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik minimal SMA Semua pelaksana urusan yang ada memiliki kualifikasi akademik SMA, dan D II Tidak ada kesenjangan 7. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, Tidak memiliki pengemudi, pesuruh dan satuan pengamanan Upayakan pengangkatan satuan pengamanan (Satpam) Menyarankan kepada sekolah untuk mengangkat satuan pengamanan
  • 105. 113 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengemudi dan pesuruh. (Satpam) 5 TENAGA LAB. (Permen. 26 Th 2008) Kepala Lab : 1. Kualifikasi akademik minimal S 1/D IV jalur pendidik, dan D III jalur teknisi 2. Memiliki masa kerja 3 tahun jalur guru dan 5 tahun jalur laboran teknisi 3. Memiliki sertifikat kepala lab.dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan pemerintah. Belum memiliki kepala laboratorium. Pengelolaan laboratorium baik dari sisi manajemen dan teknisi dilaksanakan oleh guru mata pelajaran yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai koordinator laboratorium. Belum memiliki kepala laboratorium Upayakan mengangkat kepala laboratorium. Memberdayakan tenaga yang sudah ada. Teknisi Laboratorium : 1. Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan denganperalatan laboratorium, yang diselenggarakan oleh Belum memiliki teknisi khusus. Teknisi lab dilaksanakan oleh guru mata pelajaran yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai koordinator Tidak ada tenaga teknisi khusus yang sesuai dengan standar Mengangkat teknisi yang sesuai dengan standar Memberdayakan tenaga yang sudah ada dan sesuai latar belakang pendidikannya sebagai teknisi lab, jika memungkinkan
  • 106. 114 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah; 2. Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah laboratorium. mengangkat teknisi khusus yang sesuai standar. Laboran : 1. Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah; 2. Memiliki sertifikat laboran sekolah/ madrasah dari perguruan tinggi Belum memiliki tenaga laboran. Tenaga laboran dilaksanakan oleh guru mata pelajaran yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai koordinator laboratorium. Tidak ada tenaga laboran yang sesuai dengan standar Upayakan menugaskan tenaga laboran yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Memberdayakan tenaga yang sudah ada dan sesuai latar belakang pendidikannya sebagai laboran, jika memungkinkan mengangkat laboran khusus yang sesuai standar.
  • 107. 115 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi yang ditetapkan oleh pemerintah. 6. TENAGA PERPUSTAKAAN (P.25 th 2008 ) 1. Kualifikasi akademik kepala perpustakaan minimal S 1/D IV jalur pendidik, dan D II jalur teknisi Kualifikasi akademik kepala perpustakaan S 1/D IV jalur pendidik 2. Memiliki masa kerja 3 tahun jalur guru dan 4 tahun jalur tenaga kependidikan Masa kerja kepala perpustakaan 26 tahun jalur guru 3. Memiliki sertifikat pengelola perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Upayakan mengangkat tenaga pengelola perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah a. mengangkat kepala perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah b. Mengupaya kan tenaga yang sudah ada untuk mengikuti pelatihan untuk
  • 108. 116 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi mem- peroleh sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah 4. Sesuai latar belakang pendidikan (berijasah/ bersertifikat ) Sesuai latar belakang pendidikannya yaitu S1 jrs. Bahasa Indonesia - - 5. Kualifikasi akademik SMA/ sertifikat pengelola perpustakaan Kualifikasi akademik SMA, belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan. Belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan Mengangkat pengelola perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat pengelola perpustakaan c. mengangkat pengelola perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah d. Mengupaya kan tenaga yang sudah ada untuk mengikuti pelatihan untuk mem- peroleh sertifikat dari
  • 109. 117 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi lembaga yang ditetapkan pemerintah C. Pemenuhan Kebutuhan Sesuai Standar 1. Kepala Sekolah (Permen No. 13 Tahun 2007) 1. Memiliki SK sebagai guru SMP 1. Memiliki SK sebagai guru SMP No. 788/CI/SP TMT : 1 Maret 1994 Tidak ada kesenjangan 2. Memiliki sertifikat pendidik 2. Memiliki sertifikat pendidik No. 221081001121 tahun 2010 Tidak ada kesenjangan 3. Memiliki SK sebagai kepala sekolah 3. Memiliki SK sebagai Kepala Sekolah Tidak ada kesenjangan 4. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun; 4. Diangkat sebagai kepala sekolah pada usia 44 tahun Tidak ada kesenjangan 5. Memiliki pengalaman mengajar sekurang- Memiliki pengalaman mengajar/ membimbing Tidak ada
  • 110. 118 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kurangnya 5 (lima) tahun di SMP 19 tahun di SMP kesenjangan 6. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang. Memiliki pangkat IV/a TMT : 1 April 2009 Tidak ada kesenjangan 2 Guru 1. Jumlah guru sesuai dengan kebutuhan Terdapat 30 orang guru mata pelajaran Terdapat kelebihan jumlah guru mata pelajaran sebanyak 5 orang Upayakan merencanakan jumlah guru sesuai kebutuhan - membatasi/ mengurangi jumlah GTT - Melaporkan secara intensif kepada Dinas Dikpora Kab. Lotim tentang kebutuhan dan kelebihan guru . 2. Mengajar sesuai latar belakang Sebagian besar mengajar sesuai latar Ada sebagian kecil yang Upayakan semua guru mengajar Mengupayakan semua guru
  • 111. 119 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pendidikannya pendidikannya. Ada sebagian yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. sesuai dengan latar belakang pendidikannya mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya, minimal serumpun misalnya mulok B. Arab diajarkan oleh guru berlatar belakang pendidikan Agama Islam 3. Memiliki beban mengajar 24 jam pelajaran perminggu Sebagian besar guru memiliki beban mengajar 24 jam pelajaran perminggu bahkan lebih, ada sebagian yang memiliki beban mengajar kurang dari 24 jam perminggu Masih ada guru yang memiliki beban mengajar kurang dari 24 jam perminggu Upayakan semua guru memiliki beban mengajar minimal 24 jam perminggu a. Membatasi / mengurangi jumlah tenaga guru tidak tetap (GTT) b. Melaporkan secara intensif kepada Dinas Dikpora Lotim tentang kebutuhan dan kelebihan guru
  • 112. 120 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Konselor Memiliki konselor dengan ratio sesuai standar Memiliki 3 orang tenaga konselor Sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Terdapat kekurangan 1 orang konselor Upayakan menambah tenaga konselor sesuai dengan ratio jumlah siswa c. Melaporkan secara intensif kepada Dinas Dikpora Lotim tentang kebutuhan dan kelebihan guru d. Mengangkat tenaga konselor honorer 4. Tenaga Administrasi (Permen. 24 Th 2008) 1. Memiliki satu orang kepala administrasi yang sesuai standar Fungsi kepala administrasi dipegang oleh Koordinator tenaga administrasi dengan kualifikasi sesuai standar Tidak ada kesenjangan Koordinator Tenaga Administrasi sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 2008 - 2. Kepala administrasi memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah Tidak ada kesenjangan - - 3. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras,humas, persuratan dan pengarsipan, Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan Jabatan Bendahara masih dirangkap oleh koordinator tenaga administrasi Belum memiliki Sesuai kebutuhan sekolah, upayakan mengadakan pelaksana urusan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan kurikulum
  • 113. 121 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kesiswaan, kurikulum. pelaksana urusan humas, dan kurikulum. 4. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, pengemudi dan pesuruh. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, Tidak memiliki pengemudi, pesuruh dan satuan pengamanan Mengangkat tenaga satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan pada jam kerja Mengangkat tenaga satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan pada jam kerja
  • 114. 122 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5. TENAGA LAB. (Permen. 26 Th 2008) Memiliki kepala lab, teknisi dan laboran yang sesuai latar belakang pendidikannya (berijazah/bersertifikat) Belum memiliki tenaga khusus yang mengelola laboratorium yang ada yaitu laboratorium IPA dan komputer, baik sebagai kepala lab, teknisi maupun laboran. Semua pengelolaan laboratorium diserahkan kepada guru bidang studi yang ditunjuk secara khusus sebagai pengelola lab Belum memiliki tenaga khusus yang mengelola laboratorium yang ada yaitu laboratorium IPA dan komputer, baik sebagai kepala lab, teknisi maupun laboran. Semua pengelolaan laboratorium diserahkan kepada guru bidang studi yang ditunjuk secara khusus sebagai pengelola lab Upayakan mencari tenaga khusus yang bertugas mengelola laboratorium secara lebih profesional, baik sebagai kepala lab, teknisi lab maupun sebagai laboran. Menyarankan kepada sekolah untuk mencari tenaga khusus yang bertugas mengelola laboratorium secara lebih profesional, baik sebagai kepala lab, teknisi lab maupun sebagai laboran. 6. TENAGA PERPUSTAKAAN (P.25 th 2008 ) 1. Memiliki Kepala Perpustakaan dengan kualifikasi sesuai standar Memiliki Kepala Perpustakaan dengan kualifikasi sesuai standar Tidak ada kesenjangan - -
  • 115. 123 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang Memiliki tenaga perpustakaan 1 orang Tidak ada kesenjangan - - D. Pemenuhan Kompetensi 1. Kepala Sekolah (Permen No. 13 Tahun 2007) Memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial Memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial Tidak ada kesenjangan Perlu terus dilakukan pengembangan kompetensi manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial Mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi melalui diklat maupun pengembangan yang bersifat mandiri 2. Guru 1. Memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan,dan mengevaluasi pembelajaran sesuai prinsip-prinsip pembelajaran (Kompetensi pedagogik) Memiliki kemampuan merencanakan, melaksana kan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai prinsip-prinsip pembelajaran (Kompetensi pedagogik) Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kemampuan merencanakan, melaksana kan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai prinsip- prinsip pembelajaran (Kompetensi pedagogik) Mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi paedagogik guru
  • 116. 124 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Memiliki integritas kepribadian Memiliki integritas kepribadian Tidak ada kesenjangan - - 3. Memiliki kompetensi sosial (mampu berkomunikasi secara efektif dan santun sesama guru, tenaga administrasi dan orang tua siswa) Memiliki kompetensi sosial (mampu berkomunikasi secara efektif dan santun sesama guru, tenaga administrasi dan orang tua siswa) Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kompetensi sosial guru Mengadakan atau mengikut sertakan guru dalam kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi sosial 4. Memiliki kompetensi professional (penguasaan materi pelajaran ) Memiliki kompetensi professional (penguasaan materi pelajaran ) Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kompetensi professional guru Mengadakan atau mengikut sertakan guru dalam kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi professional 3. Konselor 1. Memiliki kompetensi kepribadian, paedagogik, dan sosial Memiliki kompetensi kepribadian, paedagogik, dan sosial Tidak ada kesenjangan Semua konselor sudah memiliki kompetensi kepribadian, paedagogik, dan sosial 4. Tenaga Administrasi (Permen. 24Th 2008) Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kompetensi kepribadian,
  • 117. 125 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi untuk koordinator tenaga administrasi untuk koordinator tenaga administrasi sosial, teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi 5. TENAGA LAB. (Permen. 26 Th 2008) 1. Kepala Lab memiliki kompetensi kepribadian, sosial, manajerial dan profesional Pengelola lab memiliki kompetensi sesuai Permen. 26 Th 2008 Tidak ada kesenjangan - - 2. Teknisi lab memiliki kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional - - - - 3. Tenaga laboran memiliki kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional - - - -
  • 118. 126 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 6. TENAGA PERPUSTAKAAN (P.25 th 2008 ) 1. Kepala perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Kepala perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Tidak ada kesenjangan 2. Tenaga perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Tenaga perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Tidak ada kesenjangan E. Uraian tugas dan tata kerja Memiliki uraian tugas dan tata kerja Memiliki uraian tugas dan tata kerja Tidak ada kesenjangan F. Administrasi PTK Melaksanakan administrasi PTK Melaksanakan administrasi PTK Tidak ada kesenjangan G. Penilaian Evluasi 1. Evaluasi direncanakan secara 1. Evaluasi direncanakan dan Tidak ada
  • 119. 127 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Kinerja komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 Tahun 2008 2. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 3. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan dilaksanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 Tahun 2008 2. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 3. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan kesenjangan
  • 120. 128 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi H. Pembinaan dan pengembangan Dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok maupun individu PTK Dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok maupun individu PTK Tidak ada kesenjangan I. Tata tertib dan kode etik 1. Terdapat tata tertib untuk PTK yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi PTK yang melanggar tata tertib 1. Terdapat tata tertib untuk PTK yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi PTK yang melanggar tata tertib Tidak ada kesenjangan 2. Terdapat kode etik yang memuat norma tentang : a. hubungan sesama PTK, PTK dengan semua warga sekolah, dan PTK dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang 2. Terdapat kode etik yang memuat norma tentang: a. hubungan sesama PTK, PTK dengan semua warga sekolah, dan PTK dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi Tidak ada kesenjangan
  • 121. 129 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. dan sanksi bagi yang melanggar. J. Pelaporan 1. Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 1. Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang- kurangnya setiap akhir semester. Tidak ada kesenjangan 2. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaiansekurang- kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. 2. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang- kurangnya setiap akhir semester yangditujukan kepada kepala sekolah dan orang tua/wali peserta didik. Tidak ada kesenjangan
  • 122. 130 No Aspek/Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing- masing sekurang- kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah 3. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing- masing secara berkala setiap bulan yang ditujukan kepada kepala sekolah 4. Kepala sekolah melaporkan perkembangan Tenaga Administrasi Sekolah secara berkala setiap bulan kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur. Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional Upayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah Menyarakan kepada Kepala Sekolah untuk mengupayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah
  • 123. 131 a) Pendidik (Guru) SMPN 3 Pringgabaya kini dipimpin oleh Muhadis, S.Pd. sebagai kepala sekolah sejak bulan Oktober tahun 2011. Beliau adalah sarjana lengkap (S.Pd.) dan memiliki akta IV yang diperolehnya pada tahun 2002 di STKIP Hamzanwadi Selong Jurusan BP/BK. Jumlah guru yang dimiliki sebanyak 34 orang termasuk Kepala Sekolah yang terdiri dari 20 guru PNS dan 14 guru non PNS. Guru PNS terbagi menjadi 17 guru mata pelajaran dan 3 guru konseling. Kualifikasi pendidikan guru SMPN 3 Pringgabaya 100% sudah S1 bahkan terdapat 1 orang yang berkualifikasi S2, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel : Kualifikasi Pendidikan Guru NO. TINGKAT IJAZAH PNS NON PNS TOTAL LK PR JML LK PR JML 1 PGSLP/PGSMP 0 0 0 0 0 0 0 2 D-1 0 0 0 0 0 0 0 3 D-2 0 0 0 0 0 0 0 4 D-3 0 0 0 0 0 0 0 5 S-1 15 4 19 8 6 14 33 6 S-2 1 0 1 0 0 0 1 JUMLAH 16 4 20 8 6 14 34
  • 124. 132 Berdasarkan permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas sekolah yang mewajibkan guru mengajar 24 jam tatap muka, maka jumlah 34 guru tidak dapat memenuhi jumlah jam mengajar minimal 24 jam. Banyaknya rombongan belajar sebanyak 17 rombel dengan jumlah jam pembelajaran perminggu 36 jam. Jika menggunakan rumus kebutuhan guru : imalminwajibJam belajarBebanrombelJumlah = 24 3617 , maka SMPN 3 Pringgabaya hanya membutuhkan guru sebanyak 25 - 26 guru mata pelajaran jika asumsi kepala sekolah mengajar 6 jam dan satu wakil kepala sekolah mengajar 12 jam pelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru SMPN 3 Pringgabaya hanya kekurangan 5 guru mata pelajaran dengan kata lain tidak perlu mengangkat 14 orang tenaga honorer yang disebut sebagai guru non PNS. Menurut data kepegawaian dan pengetahuan kami sebagai urusan kurikulum, bahwa penambahan tenaga non PNS tetap dilakukan karena jumlah guru yang ada tidak merata untuk semua mata pelajaran. Tenaga non PNS yang ada merupakan tenaga yang sudah lama mengabdi di sekolah ini, bahkan ada beberapa diantaranya merupakan tenaga-tenaga perintis sejak berdirinya SMP Negeri 3 Pringgabaya tahun 1992. Ada mata pelajaran yang gurunya kurang tetapi ada juga guru mata pelajaran yang gurunya sudah dianggap kelebihan, sehingga ada beberapa guru yang mengajar pada bidang yang bukan kompetensinya. Keterangan tersebut juga terlihat dari laporan bulanan kepegawaian bulan Maret tahun 2013.
  • 125. 133 SMPN 3 Pringgabaya tahun pelajaran 2012/2013 membina siswa sebanyak 634 yang dilayani oleh 3 tenaga konselor termasuk kepala sekolah, karena kepala sekolah juga merupakan seorang guru BP/BK. Jika diasumsikan Kepala Sekolah mengampu 6 Jam pelajaran, ekuvalens dengan 37 orang siswa maka hal ini berarti bahwa 2 orang guru konselor lainnya mengampu bimbingan dan konseling rata-rata 299 siswa per konselor. Berdasarkan permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas sekolah yang mewajibkan konselor mengampu bimbingan dan konseling sedikitnya 150 siswa, maka jumlah konselor yang dibutuhkan maksimal sebanyak 4 orang. Tabel di atas yang memuat tentang kualifikasi pendidikan guru SMPN 3 Pringgabaya memperlihatkan semua guru yang sudah memenuhi kualifikasi pendidikan. Satu diantara mereka bahkan sudah memiliki kualifikasi S2 yang diperolehnya pada bulan September 2012. Fakta lain yang ditemukan di SMPN 3 Pringgabaya adalah masih terdapat beberapa guru mata pelajaran yang mengajar tidak berdasarkan latar belakang pendidikannya. Diantaranya guru mata pelajaran Penjasorkes yang diajarkan oleh guru berlatar belakang Matematika, Seni Budaya dan Mulok Kerajinan Daerah yang diajarkan oleh guru berlatar belakang IPA dan TIK diajarkan oleh guru yang berlatar belakang IPS. Hal ini ditempuh karena guru tersebut dianggap mempunyai kemampuan mengajarkan mata pelajaran tersebut dan juga dengan pertimbangan pemanfaatan tenaga yang sudah ada.
  • 126. 134 b) Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan sekolah terbagi menjadi tenaga administrasi sekolah, tenaga perpustakaan dan laboran. Kualifikasi pendidikan tenaga kependidikan SMPN 3 Pringgabaya dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel : Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kependidikan NO. TINGKAT IJAZAH PNS NON PNS TOTAL LK PR JML LK PR JML 1 SD - - - 1 - 1 1 2 SMP - - - 1 - 1 1 3 SMA/SMK 1 - 1 1 3 4 5 4 D-1 0 0 0 0 0 0 0 5 D-2 0 0 0 0 1 1 1 6 D-3 0 0 0 0 0 0 0 7 S-1 1 0 1 0 1 1 2 JUMLAH 2 0 2 4 5 8 10 Dari Tabel di atas terlihat masih terdapat satu tenaga kependidikan berkualifikasi SD dan 2 orang berkualifikasi SMP. Tenaga kependidikan tersebut sehari-hari bertugas sebagai penjaga sekolah dan tukang kebun. Standar kualifikasi pendidikan tenaga administrasi sekolah bagian pelaksana urusan kepegawaian, persuratan, kesiswaan, sarana dan prasarana serta bendahara berdasarkan permendiknas nomor 24 tahun 2008 adalah minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK. Dengan demikian TAS tersebut sudah memenuhi standar kualifikasi akademik.
  • 127. 135 Jumlah tenaga kependidikan yang dimiliki SMPN 3 Pringgabaya saat ini berjumlah 10 orang terbagi menjadi tenaga administrasi sekolah, tenaga perpustakaan dan layanan khusus (Penjaga dan tukang kebun) diperlihatkan pada Tabel berikut. Tabel : Jumlah TAS, Tenaga Perpustakaan dan Laboran No. Tenaga Kependidikan PNS Non PNS TOTAL LK PR JML LK PR JML 1 Administrasi Sekolah 2 0 2 0 4 4 6 2 Perpustakaan 0 0 0 0 1 1 1 3 Penjaga dan tukang kebun 0 0 0 3 0 3 3 4 Laboran 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 2 0 2 3 5 8 10 Koordinator tenaga administrasi SMPN 3 Pringgabaya berkualifikasi S1 jurusan Administrasi perkantoran sehingga relevan dengan tugasnya. Karena sebelum peraturan baru yang menghapus adanya kepala tenaga administrasi, koordinator kepala administrasi menjabat sebagai kepala tenaga administrasi sehingga sudah memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah yang dikeluarkan oleh lembaga yang ditetapkan pemerintah. Satu hal yang mendukung dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai koordinator TAS adalah karena beliau sudah mempunyai pengalaman kerja selama 27 tahun sebagai TAS.
  • 128. 136 Pelaksana urusan tenaga administrasi rata-rata sudah memiliki kompetensi yang memadai. Dalam pemanfaatan TIK mereka sudah dalam tahap permulaan sampai menengah, bahkan ada 3 orang diantaranya masih buta pada pemanfaatan TIK yaitu bendahara, pengelola perpustakaan dan kopsis. Demikian juga untuk tenaga pendidik, masih terdapat sekitar 30 persen diantaranya masih buta TIK dan 40 persen masih dalam pengetahuan tahap dasar sedangkan sisanya sudah memiliki kemampuan yang memadai dalam pemanfaatan TIK dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Kepala perpustakaan SMPN 3 Pringgabaya adalah seorang PNS tenaga pendidik (guru Bahasa Indonesia) berkualifikasi akademik S1 dengan pengalaman kerja 26 tahun. Beliau belum memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah yang ditetapkan pemerintah. Tenaga perpustakaan berjumlah 1 orang dengan kualifikasi akademik SMA dan belum memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah. SMPN 3 Pringgabaya memiliki 2 laboratorium yaitu laboratorium IPA dan TIK. Kedua laboratorium itu belum memiliki laboran khusus sehingga pengelolaan laboratorium masih dilaksanakan oleh guru mata pelajaran bersangkutan sebagai tugas tambahan yang ditetapkan melalui SK Kepala Sekolah.
  • 129. 137 b. SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi A Perencanaan Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai standar Sebagian besar tenaga pendidik dan kependidikan sudah sesuai standar. Terdapat 1 orang tenaga pendidik dan 2 orang tenaga kependidikan yang belum memiliki kualifikasi pendidikan sesuai standar Terdapat 1 orang tenaga pendidik dan 2 orang tenaga kependidikan yang belum memiliki kualifikasi pendidikan sesuai standar Pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan disesuaikan dengan standar nasional baik sisi kualifikasi maupun jenis kebutuhan yang dimiliki Memberdayakan tenaga yang sudah ada dan jika memungkinkan mengangkat tenaga yang dibutuhkan Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan Jumlah tenaga pendidik cukup memadai sesuai kebutuhan (52 orang), variasi bidang yang diampu belum merata sehingga Variasi bidang yang diampu oleh tenaga pendidik belum merata sehingga terdapat
  • 130. 138 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi terdapat sebaran jam yang kurang merata Jumlah tenaga kependidikan cukup memadai sesuai kebutuhan (12 orang). sebaran jam yang kurang merata B. Pemenuhan kulifikasi 1. Kepala Sekolah (Permen No. 13 Tahun 2007) Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi; Kepala SMP Negeri 1 Pringgabaya memiliki kualifikasi akademik S1/A4 kependidikan jurusan Biologi yang diperoleh pada tahun 1997 dari STKIP Hamzanwadi Selong (PT Terakreditasi) Tidak ada kesenjangan Sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen No. 13 Tahun 2007 Memiliki sertifikat calon kepala sekolah/sebagai kepala sekolah dari lembaga yang resmi Sudah memiliki sertifikat Diklat sebagai kepala sekolah dari lembaga yang resmi. Belum memiliki NUKS Memiliki SK sebagai guru SMP Memiliki SK sebagai guru SMP TMT 1 Maret 1984 Memiliki sertifikat pendidik Memiliki sertifikat pendidik tahun 2007 2. Guru Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 / D IV Sebagian besar guru sudah memiliki kualifikasi akademik minimum S1/DIV. Terdapat satu orang guru yang masih Upayakan semua guru memiliki kualifikasi Menyarankan bagi yang belum S1 untuk
  • 131. 139 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Terdapat satu orang yang masih berkualifikasi pendidikan D3 berkualifikasi pendidikan D3 akademik minimal S1 melanjutkan studi ke jenjang S1. Kualifikasi pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi Kualifikasi pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi Tidak ada kesenjangan Semua guru sudah memenuhi Kualifikasi pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi 3. Konselor Sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Memiliki 3 orang tenaga konselor berpendidikan S- 1 dalam bidang Bimbingan dan Konseling Tidak ada kesenjangan Berpendidikan profesi konselor Tenaga konselor belum memiliki pendidikan profesi konselor belum memiliki pendidikan profesi konselor Upayakan untuk memiliki sertifikat pendidikan profesi konselor Menyarankan untuk mengikuti pendidikan profesi konselor 4. Tenaga Administrasi (Permen. 24Th 2008) Kepala Administrasi memiliki kualifikasi pendidikan minimal D III Koordinator tenaga administrasi memiliki kualifikasi pendidikan S1 KoordinatorTena ga Administrasi tidak dikuatkan dengan SK baik Upayakan pengangkatan koordinator tenaga Mengusulkan kepada kepala sekolah untuk membuatkan SK
  • 132. 140 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah Koordinator tenaga administrasi memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah dari pemerintah maupun dari Kepala Sekolah administrasi yang dikuatkan dengan SK Pengangkatan koordinator Tenaga Administrasi Memiliki masa kerja minimal 4 tahun Koordinator tenaga administrasi memiliki masa kerja 15 tahun Memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi Tidak memiliki SK Pengangkatan sebagai kepala administrasi/koordinator TAS Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras,humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Mengadakan pelaksana urusan humas dan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan humas dan kurikulum Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik Semua pelaksana urusan yang ada memiliki
  • 133. 141 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi minimal SMA kualifikasi akademik SMA, dan S1 Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, pengemudi dan pesuruh. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, dan Satuan Pengamanan Tidak memiliki pengemudi, dan pesuruh secara khusus Upayakan pengangkatan pesuruh secara khusus Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pesuruh 5 TENAGA LAB. (Permen. 26 Th 2008) Kepala Lab : 1. Kualifikasi akademik minimal S 1/D IV jalur pendidik, dan D III jalur teknisi 2. Memiliki masa kerja 3 tahun jalur guru dan 5 tahun jalur laboran teknisi 3. Memiliki sertifikat kepala lab.dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan pemerintah. Belum memiliki kepala laboratorium. Pengelolaan laboratorium baik dari sisi manajemen dan teknisi dilaksanakan oleh guru mata pelajaran yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai koordinator laboratorium. Belum memiliki kepala laboratorium Upayakan mengangkat kepala laboratorium. Memberdayakan tenaga yang sudah ada. Teknisi Laboratorium : 1. Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan denganperalatan laboratorium, yang Belum memiliki teknisi khusus. Teknisi lab dilaksanakan oleh guru mata pelajaran yang ditunjuk oleh kepala Tidak ada tenaga teknisi khusus yang sesuai dengan standar Mengangkat teknisi yang sesuai dengan standar Memberdayakan tenaga yang sudah ada dan sesuai latar belakang
  • 134. 142 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah; 2. Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah sekolah sebagai koordinator laboratorium. pendidikannya sebagai teknisi lab, jika memungkinkan mengangkat teknisi khusus yang sesuai standar. Laboran : 1. Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah; 2. Memiliki sertifikat laboran sekolah/ madrasah dari perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. Ada tenaga laboran tetapi belum sesuai latar belakang pendidikannya dengan jenis laboratorium yang ditangani. Tenaga laboran belum sesuai latar belakang pendidikannya dengan jenis laboratorium yang ditangani Upayakan menugaskan tenaga laboran yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Memberdayakan tenaga yang sudah ada dan sesuai latar belakang pendidikannya sebagai laboran, jika memungkinkan mengangkat laboran khusus yang sesuai standar.
  • 135. 143 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 6. TENAGA PERPUSTAKAA N (P.25 th 2008 ) Kualifikasi akademik kepala perpustakaan minimal S 1/D IV jalur pendidik, dan D II jalur teknisi Kualifikasi akademik kepala perpustakaan S 1/D IV jalur pendidik Tidak ada kesenjangan Memiliki masa kerja 3 tahun jalur guru dan 4 tahun jalur tenaga kependidikan Masa kerja kepala perpustakaan 26 tahun jalur guru Memiliki sertifikat pengelola perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan pemerintah. Upayakan mengangkat tenaga pengelola perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah a. mengangkat kepala perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah b. Mengupaya kan tenaga yang sudah ada untuk mengikuti
  • 136. 144 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pelatihan untuk mem- peroleh sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah Sesuai latar belakang pendidikan (berijasah/bersertifikat ) Sesuai latar belakang pendidikannya yaitu S1 jrs. Bahasa Indonesia - - Memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang Memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang - - Kualifikasi akademik SMA/ sertifikat pengelola perpustakaan Kualifikasi akademik SMA, belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan. Belum memiliki sertifikat pengelola perpustakaan Mengangkat pengelola perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat pengelola perpustakaan c. mengangkat pengelola perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah
  • 137. 145 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi d. Mengupaya kan tenaga yang sudah ada untuk mengikuti pelatihan untuk mem- peroleh sertifikat dari lembaga yang ditetapkan pemerintah C. Pemenuhan Jenis dan Jumlah PTK 1. Kepala Sekolah (Permen No. 13 Tahun 2007) Memiliki SK sebagai guru SMP Memiliki SK sebagai guru SMP TMT : 1 Maret 1984 - Memiliki sertifikat pendidik Memiliki sertifikat pendidik tahun 1997 Memiliki SK sebagai kepala sekolah Memiliki SK sebagai Kepala Sekolah Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia Diangkat sebagai kepala sekolah pada usia 47 -
  • 138. 146 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi setinggi-tingginya 56 tahun; tahun Memiliki pengalaman mengajar sekurang- kurangnya 5 (lima) tahun di SMP Memiliki pengalaman mengajar 29 tahun di SMP Memiliki pangkat serendah- rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang. Memiliki pangkat IV/a TMT : 1 Oktober 2004 1. 2. Guru Jumlah guru sesuai dengan kebutuhan Terdapat 49 orang guru mata pelajaran termasuk kepala sekolah Terdapat kelebihan jumlah guru mata pelajaran sebanyak 9 orang Upayakan merencanakan jumlah guru sesuai kebutuhan e. Membatasi / mengurangi jumlah tenaga guru tidak tetap (GTT) f. Melaporkan secara intensif kepada Dinas Dikpora Lotim tentang
  • 139. 147 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kebutuhan dan kelebihan guru Mengajar sesuai latar belakang pendidikannya Sebagian besar mengajar sesuai latar pendidikannya. Ada sebagian yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya Ada sebagian kecil yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Upayakan semua guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya Mengupayakan semua guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya, minimal serumpun misalnya mulok B. Arab diajarkan oleh guru berlatar belakang pendidikan Agama Islam Memiliki beban mengajar 24 jam pelajaran perminggu Sebagian besar guru memiliki beban mengajar 24 jam pelajaran perminggu bahkan lebih, ada sebagian yang memiliki beban mengajar Masih ada guru yang memiliki beban mengajar kurang dari 24 jam perminggu Upayakan semua guru memiliki beban mengajar minimal 24 jam perminggu g. Membatasi / mengurangi jumlah tenaga guru tidak tetap (GTT) h. Melaporkan
  • 140. 148 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kurang dari 24 jam perminggu secara intensif kepada Dinas Dikpora Lotim tentang kebutuhan dan kelebihan guru 3. Konselor Memiliki konselor dengan ratio sesuai standar Memiliki 3 orang tenaga konselor Terdapat kekurangan guru pembimbing sebanyak 4 orang jika idealnya 1 orang guru BP/BK membina 150 orang siswa Merencanakan konselor sesuai dengan ratio jumlah siswa yang dibimbing i. Melaporkan secara intensif kepada Dinas Dikpora Lotim tentang kebutuhan guru konselor j. Mengangkat tenaga konselor honorer 4. Tenaga Administrasi (Permen. 24 Th Memiliki satu orang kepala Administrasi yang sesuai standar Tidak memiliki kepala administrasi Tidak memiliki kepala administrasi Mengangkat koordinator Tenaga Memberdayakan tenaga yang sudah ada
  • 141. 149 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2008) Administrasi sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 2008 sebagai koordinator tenaga administrasi Kepala Administrasi memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras,humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan Jabatan Bendahara masih dirangkap oleh koordinator tenaga administrasi Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Sesuai kebutuhan sekolah, upayakan mengadakan pelaksana urusan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan kurikulum Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, pengemudi dan pesuruh. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, Tidak memiliki pengemudi, pesuruh dan satuan pengamanan Mengangkat tenaga satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan pada jam kerja Mengangkat tenaga satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan pada jam kerja
  • 142. 150 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5. TENAGA LAB. (Permen. 26 Th 2008) Memiliki tenaga lab (Kepala Lab, Teknisi dan laboran) yang Sesuai latar belakang pendidikan (berijasah/bersertifikat ) Belum memiliki kepala lab baik dari jalur pendidik maupun jalur teknisi Belum memiliki tenaga khusus yang mengelola laboratorium yang ada yaitu laboratorium IPA dan komputer, baik sebagai kepala lab, teknisi maupun laboran. Semua pengelolaan laboratorium diserahkan kepada guru bidang studi yang ditunjuk secara khusus. Upayakan mencari tenaga khusus yang bertugas mengelola laboratorium secara lebih profesional, baik sebagai kepala lab, teknisi lab maupun sebagai laboran. Menyarankan kepada sekolah untuk mencari tenaga khusus yang bertugas mengelola laboratorium secara lebih profesional, baik sebagai kepala lab, teknisi lab maupun sebagai laboran. 6. TENAGA PERPUSTAKAA N (P.25 th 2008 ) 1. Memiliki Kepala Perpustakaan dengan kualifikasi sesuai standar Memiliki Kepala Perpustakaan dengan kualifikasi sesuai standar Tidak ada kesenjangan - - 2. Memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 orang yang sesuai standar Memiliki tenaga perpustakaan 1 orang yang sesuai standar Tidak ada kesenjangan - -
  • 143. 151 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi D. Pemenuhan Kompetensi 1. Kepala Sekolah (Permen No. 13 Tahun 2007) Memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial Memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial Tidak ada kesenjangan Perlu terus dilakukan pengembangan kompetensi manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial Mengikuti kegiatan- kegiatan pengembangan kompetensi melalui diklat maupun pengembangan yang bersifat mandiri 2. Guru 1. Memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan,dan mengevaluasi pembelajaran sesuai prinsip-prinsip pembelajaran (Kompetensi pedagogik) Memiliki kemampuan merencanakan, melaksana kan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai prinsip-prinsip pembelajaran (Kompetensi pedagogik) Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kemampuan merencanakan, melaksana kan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai prinsip- prinsip pembelajaran (Kompetensi pedagogik) Mengadakan kegiatan- kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi paedagogik guru
  • 144. 152 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Memiliki integritas kepribadian Memiliki integritas kepribadian Tidak ada kesenjangan - - 3. Memiliki kompetensi sosial (mampu berkomunikasi secara efektif dan santun sesama guru, tenaga administrasi dan orang tua siswa) Memiliki kompetensi sosial (mampu berkomunikasi secara efektif dan santun sesama guru, tenaga administrasi dan orang tua siswa) Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kompetensi sosial guru Mengadakan atau mengikut sertakan guru dalam kegiatan- kegiatan pengembangan kompetensi sosial 4. Memiliki kompetensi professional (penguasaan materi pelajaran ) Memiliki kompetensi professional (penguasaan materi pelajaran ) Tidak ada kesenjangan Perlu peningkatan kompetensi professional guru Mengadakan atau mengikut sertakan guru dalam kegiatan- kegiatan pengembangan kompetensi professional 3. Konselor Memiliki kompetensi kepribadian, paedagogik, dan sosial Memiliki kompetensi kepribadian, paedagogik, dan sosial Tidak ada kesenjangan Semua konselor sudah memiliki kompetensi kepribadian, paedagogik, dan sosial 4. Tenaga Administrasi Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis, Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis, Tidak ada Perlu peningkatan
  • 145. 153 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi (Permen. 24Th 2008) dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi kesenjangan kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi 5. TENAGA LAB. (Permen. 26 Th 2008) 1. Kepala Lab memiliki kompetensi kepribadian, sosial, manajerial dan profesional Kepala Lab memiliki kompetensi kepribadian, sosial, manajerial dan profesional Tidak ada kesenjangan 2. Teknisi lab memiliki kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional Teknisi lab memiliki kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional Tidak ada kesenjangan 3. Tenaga laboran memiliki kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional Tenaga laboran memiliki kompetensi kepribadian, sosial, administratif dan profesional Tidak ada kesenjangan
  • 146. 154 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 6. TENAGA PERPUSTAKAA N (P.25 th 2008 ) 1. Kepala perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Kepala perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Tidak ada kesenjangan 2. Tenaga perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Tenaga perpustakaan memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, pendidikan, kepribadian, sosial, danpengembangan profesi Tidak ada kesenjangan E. Uraian tugas dan tata kerja Memiliki uraian tugas dan tata kerja Memiliki uraian tugas dan tata kerja Tidak ada kesenjangan F. Administrasi PTK Melaksanakan administrasi PTK Melaksanakan administrasi PTK Tidak ada kesenjangan G. Penilaian Evaluasi Kinerja 1. Evaluasi direncanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 1. Evaluasi direncanakan dan dilaksanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Tidak ada kesenjangan
  • 147. 155 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Tahun 2008 2. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 3. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan Permendiknas 24 Tahun 2008 2. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 3. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan H. Pembinaan dan pengembangan Dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok maupun individu PTK Dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok maupun individu PTK Tidak ada kesenjangan I. Tata tertib dan kode etik 1. Terdapat tata tertib untuk PTK yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi PTK yang melanggar tata tertib 1. Terdapat tata tertib untuk PTK yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi PTK yang melanggar tata tertib Tidak ada kesenjangan 2. Terdapat kode etik 2. Terdapat kode etik Tidak ada
  • 148. 156 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi yang memuat norma tentang : a. hubungan sesama PTK, PTK dengan semua warga sekolah, dan PTK dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. yang memuat norma tentang: a. hubungan sesama PTK, PTK dengan semua warga sekolah, dan PTK dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. kesenjangan J. Pelaporan 1. Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak- pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 1. Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak- pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Tidak ada kesenjangan
  • 149. 157 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaiansekurang- kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. 2. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yangditujukan kepada kepala sekolah dan orang tua/wali peserta didik. Tidak ada kesenjangan 3. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah 3. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing secara berkala setiap bulan yang ditujukan kepada kepala sekolah 4. Kepala sekolah melaporkan perkembangan Tenaga Administrasi Sekolah secara berkala setiap bulan kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur. Laporan kepada Komite Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional Upayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah Menyarakan kepada Kepala Sekolah untuk mengupayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah
  • 150. 158 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi sekolah masih bersifat insidentil dan situasional 1) Pendidik (Guru) SMPN 1 Pringgabaya kini dipimpin oleh Sukmadi, S.Pd. sebagai kepala sekolah sejak bulan Mei tahun 2008. Beliau adalah sarjana lengkap (Sarjana Pendidikan) dan memiliki akta IV yang diperolehnya pada tahun 1997. Jumlah guru yang dimiliki sebanyak 52 orang yang terdiri dari 32 guru PNS dan 20 guru non PNS. Guru PNS terbagi menjadi 29 guru mata pelajaran dan 3 guru konseling. Kualifikasi pendidikan guru SMPN 1 Pringgabaya dapat dilihat pada Tabel berikut.
  • 151. 159 Tabel : Kualifikasi Pendidikan Guru pada SMPN 1 Pringgabaya N O. TINGKAT IJAZAH PNS NON PNS TOTAL LK PR JML LK PR JML 1 PGSLP/PGS MP 0 0 0 0 0 0 0 2 D-1 0 0 0 0 0 0 0 3 D-2 0 0 0 0 0 0 0 4 D-3 0 0 0 1 0 1 1 5 S-1 16 16 32 8 11 19 51 6 S-2 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 16 16 32 8 11 20 52 Berdasarkan permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas sekolah yang mewajibkan guru mengajar 24 jam tatap muka, maka jumlah 52 guru tidak dapat memenuhi jumlah jam mengajar minimal 24 jam. Banyaknya rombongan belajar sebanyak 28 rombel dengan jumlah jam pembelajaran perminggu 36 jam. Jika menggunakan rumus kebutuhan guru : 24 3628 min x imalwajibJam belajarBebanrombelJumlah maka SMPN 1 Pringgabaya hanya membutuhkan guru sebanyak 40 guru mata pelajaran jika asumsi kepala sekolah mengajar 6 jam dan wakil kepala sekolah mengajar 12 jam pelajaran.
  • 152. 160 Menurut keterangan urusan kurikulum Samsul Wajdy, S.Pd., penambahan tenaga non PNS tetap dilakukan karena jumlah guru yang ada tidak merata untuk semua mata pelajaran. Ada mata pelajaran yang gurunya kurang tetapi ada juga guru mata pelajaran yang gurunya sudah dianggap kelebihan. Keterangan tersebut juga terlihat dari daftar keadaan guru SMPN 1 Pringgabaya bulan Juni 2013. SMP Negeri 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2012/2013 membina siswa sebanyak 1.051 yang dilayani oleh 3 tenaga konselor. Hal ini berarti bahwa mereka mengampu bimbingan dan konseling rata-rata 350 siswa per konselor. Berdasarkan permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas sekolah yang mewajibkan konselor mengampu bimbingan dan konseling sedikitnya 150 siswa, maka jumlah konselor yang dibutuhkan maksimal sebanyak 7 orang. Tabel di atas yang memuat tentang kualifikasi pendidikan guru SMP Negeri 1 Pringgabaya memperlihatkan masih terdapat 1 guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan. Fakta lain yang ditemukan di SMP Negeri 1 Pringgabaya adalah masih terdapat beberapa guru mata pelajaran yang mengajar tidak berdasarkan latar belakang pendidikannya.
  • 153. 161 2) Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan sekolah terbagi menjadi tenaga administrasi sekolah, layanan khusus tenaga perpustakaan dan laboran. Kualifikasi pendidikan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Pringgabaya dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel : Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kependidikan NO. TINGKAT IJAZAH PNS NON PNS TOTAL LK PR JML LK PR JML 1 SD 0 0 0 3 0 3 3 2 SMP 0 0 0 0 0 0 0 3 SMA/SMK 0 0 0 3 0 3 3 4 D-1 0 0 0 0 0 0 0 5 D-2 0 0 0 0 1 1 1 6 D-3 0 0 0 0 0 0 0 7 S-1 0 3 3 2 0 2 5 JUMLAH 0 3 3 8 1 9 12 Dari Tabel di atas terlihat masih terdapat tiganorang tenaga kependidikan berkualifikasi SD. Tenaga kependidikan tersebut sehari-hari bertugas sebagai tenaga petugas layanan khusus yaitu sebagai jaga malam sekaligus tukang kebun. Jumlah tenaga kependidikan yang dimiliki SMP Negeri 1 Pringgabaya saat ini berjumlah 12 orang terbagi menjadi tenaga administrasi sekolah, tenaga perpustakaan dan laboran diperlihatkan pada Tabel berikut.
  • 154. 162 Tabel : Jumlah TAS, Tenaga Perpustakaan dan Laboran No. Tenaga Kependidikan PNS Non PNS TOTAL LK PR JML LK PR JML 1 Administrasi Sekolah 0 3 3 2 1 3 6 2 Perpustakaan 0 0 0 1 0 1 1 3 Laboran 0 0 0 0 0 0 0 4 Tenaga layanan khusus 0 0 0 5 0 5 5 JUMLAH 0 3 3 8 1 9 12 SMP Negeri 1 Pringgabaya tidak memiliki kepala Administrasi atau Koordinator TAS. Oleh karena itu di sini kami menyarankan kepada kepala sekolah untuk mengangkat koordinator tenaga administrasi dengan memberdayakan tenaga yang sudah ada sehingga pekerjaan pengelolaan administrasi sekolah bisa lebih baik. Pelaksana urusan tenaga administrasi rata-rata sudah memiliki kompetensi yang memadai kecuali di bidang pemanfaatan TIK. Mereka masih dalam tahap permulaan (emerging). Jika pekerjaan membutuhkan keterampilan IT yang lebih tinggi, maka dilaksanakan oleh seorang operator komputer. Kepala perpustakaan SMP Negeri 1 Pringgabaya adalah seorang PNS tenaga kependidikan berkualifikasi akademik S1 dengan pengalaman kerja 30 tahun. Beliau belum memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah yang ditetapkan pemerintah. Tenaga perpustakaan berjumlah 1 orang dengan kualifikasi akademik SMA dan belum memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah.
  • 155. 163 SMP Negeri 1 Pringgabaya memiliki 5 laboratorium yaitu laboratorium Fisika, Biologi, Komputer dan 2 buah lab Bahasa serta ruang multimedia. Kelima laboratorium dan 1 buah ruang multimedia tersebut belum memiliki laboran khusus baik dari jalur guru maupun teknisi. Pekerjaan pengelolaan laboratorium ditangani oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan yang ditunjuk sebagai pengelola dengan SK Kepala sekolah.
  • 156. 164 4. KAJIAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Perencanaan Ada dokumen perencanaan sarana dan prasarana sesuai SPM: 1. Bangunan dan perabot sekolah 2. Alat pelajaran yang terdiri dari buku, alat peraga dan laboratorium 3. Media pembelajaran Ada dokumen perencanaan sarana dan prasarana yang terdiri dari : 1. Master plan gedung 2. Usulan alat pelajaran Tidak ada kesenjangan Perencanaa jelas dilihat dari: Perencanaa jelas dilihat dari:
  • 157. 165 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Tujuan dan sasaran atau target 2. Jenis dan bentuk tindakan 3. Petugas pelaksana 4. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan 5. Waktu pelaksanaan 6. Realistisitas 1. Tujuan dan sasaran atau target 2. Jenis dan bentuk tindakan 3. Petugas pelaksana 4. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan 5. Waktu pelaksanaan realistisitas Berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama Berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama Mengikuti pedoman (standar) jenis, kuantitas dan kualitas sesuai dengan skala prioritas Mengikuti pedoman (standar) jenis, kuantitas dan kualitas sesuai dengan skala prioritas Sesuai dengan plafond anggaran yang disediakan Sesuai dengan plafond anggaran yang disediakan dengan memperhatikan prinsip skala prioritas
  • 158. 166 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Mengikuti prosedur yang berlaku : 1. identifikasi dan menganalisis kebutuhan sekolah 2. inventarisasi sarana dan prasarana yang ada 3. mengadakan seleksi 4. pendanaan (sumber dana) Mengikuti prosedur yang berlaku 2. Pengadaan Melakukan pengadaan sarana dan prasarana sesuai perencanaan dengan beberapa alternatif pengadaan : 1. pembelian 2. pembuatan sendiri 3. penerimaan hibah atau bantuan 4. penyewaan 5. pinjaman 6. pendaurulangan 7. penukaran 8. perbaikan atau rekondisi Melakukan pengadaan sarana dan prasarana sesuai perencanaan dengan beberapa alternatif pengadaan : 1. pembelian 2. penerimaan hibah atau bantuan 3. perbaikan atau rekondisi
  • 159. 167 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Perbaikan Perbaikan ringan dilakukan setiap waktu/ skala prioritas, dan perbaikan berat setiap 3 tahun sekali Perbaikan dilakukan secara berkesinambungan, sesuai prioritas dan kemampuan keuangan Kemampuan dana terbatas, perbaikan tidak dapat dilakukan bersamaan Penambahan alokasi dana, konsultasi ke Dinas Pendidikan Perbaikan dilakukan sesuai skala prioritas 4. Perawatan Melakukan perawatan secara terus menerus, berkala, darurat dan preventif. Perawatan dilakukan secara terus menerus, berkala, darurat dan preventif, oleh teknisi internal dan eksternal Tidak ada kesenjangan 5. Pemberdayaan Semua warga sekolah dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara optimal Semua warga sekolah dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara optimal Tidak ada kesenjangan 6. Penghapusan Melakukan penghapusan barang-barang inventaris yang sudah memenuhi persyaratan penghapusan Belum pernah mengadakan penghapusan barang Tidak ada kesenjangan Dilakukan oleh panitia khusus 7. Inventarisasi Melakukan pengadministrasian barang Sekolah melakukan pengadministrasian Tidak ada kesenjangan
  • 160. 168 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi inventaris ke dalam Buku Induk Barang Inventaris, Buku Golongan Barang Inventaris, Buku Catatan Barang Non Inventaris, Daftar Laporan Triwulan, Mutasi Barang Inventaris, dan Daftar Rekap Barang Inventaris. barang inventaris ke dalam Buku Induk Barang Inventaris, Buku Golongan Barang Inventaris, Buku Catatan Barang Non Inventaris, Daftar Laporan Triwulan, Mutasi Barang Inventaris, dan Daftar Rekap Barang Inventaris. 8. Pelaporan Melakukan pelaporan triwulan mutasi barang inventaris Sekolah melakukan pelaporan triwulan mutasi barang inventaris Tidak ada kesenjangan Melakukan laporan tahunan inventaris Sekolah melakukan laporan tahunan inventaris
  • 161. 169 Secara umum Kondisi sarana prasarana pada SMP Negeri 3 Pringgabaya adalah sebagai berikut : 1. a) Data Ruang Belajar (Kelas) Kondisi Jumlah dan ukuran Jml ruang lainnya yang digunakan utk R. Kelas (e) Jumlah Ruang yg digunakan utk R. kelas (f)=(d+e) Ukuran 7x9m2 (a) Ukuran >63m2 (b) Ukuran <63m2 (c) Jumlah (d)=(a+b+c) Baik 17 - - 17 - - Rusak Ringan - - - - Rusak sedang - - - - Rusak Berat - - - - Rusak total - - - - Keterangan : Mulai tahun pelajaran 2013/2014 jumlah ruang belajar (kelas) bertambah 2 unit sehingga menjadi 19 ruang karena mendapat bantuan tambahan lokal dari dana blockgrant.
  • 162. 170 b) Data ruang belajar lainnya NO Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 1 Perpustakaan 1 8 x 12 Baik 2 Lab IPA 1 8 x 12 Baik 3 Keterampilan - - - 4 Multi media - - - 5 Kesenian - - - 6 Lab Bahasa - - - 7 Lab komputer 1 3 x 9 Tdk memadai 8 PTD - - - 9 Serbaguna (aula) - - - c) Data Ruang Kantor No Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 1 Kepala sekolah 1 3 x 7 m Baik 2 Wakil Kepala sekolah - - - 3 Guru 1 9 x 7 m Baik 4 Tata Usaha 1 9 x 7 m Baik 5 Tamu - - - 6 Lobi 1 3 x 7 m baik
  • 163. 171 d) Data ruang penunjang No Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 1 Gudang 2 3 x 7 m 2 Dapur - 3 Reproduksi - 4 KM / WC Guru / kepsek 2 2 x 2 m 5 KM / WC Siswa 6 2 x 2 m 6 BP/BK 1 2 x 3 m 7 UKS - - 8 PMR / Pramuka - - 9 OSIS - - 10 Ibadah 1 8 x 7 m 11 Ganti - - 12 Koperasi 1 3 x 9 m 13 Hall / Lobi 1 3 x 7 m 14 Kantin - - 15 Rumah pompa/Menara air - - 16 Bangsal Kendaraan 1 2 x 9 m 17 Rumah Penjaga 1 5 x 7,3 m 18 Pos jaga - -
  • 164. 172 2. Lapangan Olahraga dan upacara No Lapangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) kondisi Keterangan 1 Lapangan olahraga a. Basket b. Badminton c. Takraw d. Volly ball 1 1 - 1 680 m2 baik Lap. Badminton, takraw dan volley ball menjadi satu 2 Lapangan Upacara 1 baik Yang dipakai adalah lap. olahraga 3. Kepemilikan tanah : milik Pemerintah Status tanah : milik Pemerintah Luas lahan/tanah : 20.000 m2 Luas tanah terbangun : 1.569 m2 Luas tanah siap bangun : 19.751 m2 Luas lantai atas siap bangun : - Lapangan olahraga/upacara : 680 m2
  • 165. 173 4. Perabot (Furniture) utama a. Perabot ruang kelas (belajar) No Jml R. Kelas Perabot Jml dan Kondisi meja siswa Jml dan kondisi kursi siswa Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 17 340 306 34 - 680 578 102 - - - - - 34 34 - - b. Perabot ruang belajar lainnya N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 Perpust 6 6 - - 25 25 - - 9 9 - - - - - - 2 Lab IPA 10 5 5 - 40 35 5 - 5 4 1 - 1 1 - 1 3 ketrampilan - - - - - - - - - - - - - - - - 4 Multi Media - - - - - - - - - - - - - - - - 5 Lab Bahasa - - - - - - - - - - - - - - - - 6 Lab komp 10 10 - - 20 20 - - - - - - 1 1 - 7 Serbaguna - - - - - - - - - - - - - - - - 8 Kesenian - - - - - - - - - - - - - - - - 9 PTD - - - - - - - - - - - - - - - -
  • 166. 174 c. Perabot ruang belajar lainnya N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 Kasek 2 2 3 3 2 2 1 1 2 Wakasek 3 Guru 28 26 1 1 25 23 2 - 1 1 4 T U 9 9 5 5 6 4 2 5 Tamu 1 1 4 1 1 1 6 Lobi 7 lainnya d. Perabot ruang penunjang N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 BK 3 3 3 3 1 1 2 UKS 3 PMR/Pramuka 4 OSIS 5 Gudang 6 Ibadah 7 Koperasi 1 1 3 3 2 2 8 Hall/lobi 9 Kantin a. Perencanaan
  • 167. 175 Sekolah telah membuat usulan / perencanaan tentang: jenis ruang yang dibutuhkan, alat/ media pembelajaran, kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur. Disamping itu perencanaan pengadaan barang-barang juga berdasarkan usulan dari masing-masing guru mata pelajaran maupun pengelola ruangan. b. Pengadaan Sekolah melakukan langkah-langkah diantaranya: 1) bantuan barang blockgrant dari pusat berupa tambahan ruang belajar sebanyak 2 unit 2) pembelian sekolah (alokasi dana BOS ) c. Perbaikan Perbaikan gedung, dilakukan secara berkesinambungan, sesuai prioritas dan kemampuan keuangan. Perbaikan peralatan, dilakukan oleh teknisi internal / eksternal d. Perawatan Perawatan/ pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan oleh teknisi dari internal. Jika perawatan dan pemeliharan tidak mampu dilakukan oleh teknisi internal maka dimanfaatkan teknisi eksternal.
  • 168. 176 e. Pemberdayaan Fasilitas sekolah (sarpras) dimanfaatkan secara optimal: • semua warga sekolah dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, • fasilitas / sarana yang ada dengan jumlah terbatas misalnya LCD projector dimmanfaat secara bergiliran dengan jadwal yang disepakati bersama. f. Penghapusan Selama ini SMP Negeri 3 Pringgabaya belum pernah mengusulkan penghapusan barang. g. Inventarisasi&Pelaporan Pada SMP Negeri 3 Pringgabaya, Inventarisasi & Pelaporan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, belum mempergunakan aplikasi online.
  • 169. 177 b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Perencanaan Ada dokumen perencanaan sarana dan prasarana sesuai SPM: 1. Bangunan dan perabot sekolah 2. Alat pelajaran yang terdiri dari buku, alat peraga dan laboratorium 3. Media pembelajaran Ada dokumen perencanaan sarana dan prasarana yang terdiri dari : 1. Master plan gedung, ada dipajang di ruang lobi 2. Usulan alat pelajaran Tidak ada kesenjangan Perencanaa jelas dilihat dari: 1. Tujuan dan sasaran atau target 2. Jenis dan bentuk Perencanaa jelas dilihat dari: 1. Tujuan dan sasaran atau target 2. Jenis dan bentuk
  • 170. 178 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi tindakan 3. Petugas pelaksana 4. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan 5. Waktu pelaksanaan 6. Realistisitas tindakan 3. Petugas pelaksana 4. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan 5. Waktu pelaksanaan realistisitas Berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama Berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama Mengikuti pedoman (standar) jenis, kuantitas dan kualitas sesuai dengan skala prioritas Mengikuti pedoman (standar) jenis, kuantitas dan kualitas sesuai dengan skala prioritas Sesuai dengan plafond anggaran yang disediakan Sesuai dengan plafond anggaran yang disediakan dengan memperhatikan prinsip skala prioritas Mengikuti prosedur yang berlaku : 1. identifikasi dan Mengikuti prosedur yang berlaku
  • 171. 179 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi menganalisis kebutuhan sekolah 2. inventarisasi sarana dan prasarana yang ada 3. mengadakan seleksi 4. pendanaan (sumber dana) 2. Pengadaan Melakukan pengadaan sarana dan prasarana sesuai perencanaan dengan beberapa alternatif pengadaan : 1. pembelian 2. pembuatan sendiri 3. penerimaan hibah atau bantuan 4. penyewaan 5. pinjaman 6. pendaurulangan 7. penukaran 8. perbaikan atau rekondisi Melakukan pengadaan sarana dan prasarana sesuai perencanaan dengan beberapa alternatif pengadaan : 1. pembelian 2. penerimaan hibah atau bantuan 3. perbaikan atau rekondisi
  • 172. 180 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Perbaikan Perbaikan ringan dilakukan setiap waktu/ skala prioritas, dan perbaikan berat setiap 3 tahun sekali Perbaikan dilakukan secara berkesinambungan, sesuai prioritas dan kemampuan keuangan Kemampuan dana terbatas, perbaikan tidak dapat dilakukan bersamaan Penambahan alokasi dana, konsultasi ke Dinas Dikpora Kab. Lotim Perbaikan dilakukan sesuai skala prioritas 4. Perawatan Melakukan perawatan secara terus menerus, berkala, darurat dan preventif. Perawatan dilakukan secara terus menerus, berkala, darurat dan preventif, oleh teknisi internal dan eksternal Tidak ada kesenjangan 5. Pemberdayaan Semua warga sekolah dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara optimal Semua warga sekolah dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara optimal Tidak ada kesenjangan 6. Penghapusan Melakukan penghapusan barang-barang inventaris yang sudah memenuhi persyaratan penghapusan Belum pernah mengadakan penghapusan barang Belum pernah mengadakan penghapusan barang Upayakan melakukan penghapusan barang-barang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi mengusulkan penghapusan kepada Dinas Dikpora Kab. Lotim Dilakukan oleh panitia khusus Pembentukan panitia,
  • 173. 181 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 7. Inventarisasi Melakukan pengadministrasian barang inventaris ke dalam Buku Induk Barang Inventaris, Buku Golongan Barang Inventaris, Buku Catatan Barang Non Inventaris, Daftar Laporan Triwulan, Mutasi Barang Inventaris, dan Daftar Rekap Barang Inventaris. Sekolah melakukan pengadministrasian barang inventaris ke dalam Buku Induk Barang Inventaris, Buku Golongan Barang Inventaris, Buku Catatan Barang Non Inventaris, Daftar Laporan Triwulan, Mutasi Barang Inventaris, dan Daftar Rekap Barang Inventaris Tidak ada kesenjangan 8. Pelaporan Melakukan pelaporan triwulan mutasi barang inventaris Sekolah melakukan pelaporan triwulan mutasi barang inventaris Tidak ada kesenjangan Melakukan laporan tahunan inventaris Sekolah melakukan laporan tahunan inventaris
  • 174. 182 Secara umum Kondisi sarana prasarana pada SMP Negeri 1 Pringgabaya adalah sebagai berikut : 1. a) Data Ruang Belajar (Kelas) Kondisi Jumlah dan ukuran Jml ruang lainnya yang digunakan utk R. Kelas (e) Jumlah Ruang yg digunakan utk R. kelas (f)=(d+e) Ukuran 7x9m2 (a) Ukuran >63m2 (b) Ukuran <63m2 (c) Jumlah (d)=(a+b+c) Baik 28 - - 28 - - Rusak Ringan - - - - Rusak sedang - - - - Rusak Berat - - - - Rusak total - - - - b) Data ruang belajar lainnya NO Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 1 Perpustakaan 1 8 x 12 Baik 2 Lab IPA 2 8 x 12 Baik 3 Keterampilan - - - 4 Multi media 1 8 x 12 Baik 5 Kesenian - - - 6 Lab Bahasa 2 8 x12 Baik 7 Lab komputer 1 8 x 12 Baik
  • 175. 183 c) Data Ruang Kantor No Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 1 Kepala sekolah 1 4 x 7 m Baik 2 Wakil Kepala sekolah 1 3 x 7 m Baik 3 Guru 1 9 x 7 m Baik 4 Tata Usaha 1 9 x 7 m Baik 5 Tamu - - - 6 Lobi 1 3 x 7 m baik d) Data ruang penunjang No Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 1 Gudang 2 3 x 7 m 2 Dapur - 3 Reproduksi - 4 KM / WC Guru / kepsek 2 2 x 2 m 5 KM / WC Siswa 12 2 x 2 m 6 BP/BK 1 6 x 7 m 7 UKS 1 3 x 7 m 8 PMR / Pramuka 1 3 x 7 m
  • 176. 184 No Jenis ruangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) Kondisi 9 OSIS - - 10 Ibadah 1 10 x 10 m 11 Ganti - - 12 Koperasi 1 3 x 9 m 13 Hall / Lobi 1 3 x 7 m 14 Kantin 1 3 x 7 m 15 Rumah pompa/Menara air 1 2 x 3 m 16 Bangsal Kendaraan 1 2 x 20 m 17 Rumah Penjaga 1 5 x 7,3 m 18 Pos jaga - - 2. Lapangan Olahraga dan upacara No Lapangan Jumlah (buah) Ukuran (pxl) kondisi Keterangan 1 Lapangan olahraga e. Basket f. Badminton g. Takraw h. Volly ball 1 1 - 1 680 m2 baik Lap. Badminton, takraw dan volley ball menjadi satu 2 Lapangan Upacara 1 baik Yang dipakai adalah lap. olahraga
  • 177. 185 3. Kepemilikan tanah : milik Pemerintah Status tanah : milik Pemerintah Luas lahan/tanah : 1.674 m2 Luas tanah terbangun : 1.000 m2 Lapangan olahraga/upacara : 680 m2 4. Perabot (Furniture) utama a. Perabot ruang kelas (belajar) No Jml R. Kelas Perabot Jml dan Kondisi meja siswa Jml dan kondisi kursi siswa Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 28 512 500 12 - 1.060 100 60 - - - - - 66 66 - - b. Perabot ruang belajar lainnya N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 Perpust 6 6 - - 25 25 - - 9 9 - - - - - - 2 Lab IPA 20 10 10 - 80 75 10 - 10 8 2 - 2 2 - 1 3 ketrampilan - - - - - - - - - - - - - - - - 4 Multi Media 40 40 - - 40 40 - - 2 2 - - 1 1 - - 5 Lab Bahasa 20 10 10 - 80 75 10 - 10 8 2 - 2 2 - 1 6 Lab komp 40 40 - - 40 40 - - 2 2 - - 1 1 - -
  • 178. 186 N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 7 Serbaguna - - - - - - - - - - - - - - - - 8 Kesenian - - - - - - - - - - - - - - - - 9 PTD - - - - - - - - - - - - - - - - c. Perabot ruang belajar lainnya N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 Kasek 2 2 3 3 2 2 1 1 2 Wakasek 4 4 5 5 2 2 - - - - 3 Guru 28 26 1 1 25 23 2 - 1 1 4 T U 9 9 5 5 6 4 2 5 Tamu 1 1 4 1 1 1 6 Lobi 7 lainnya d. Perabot ruang penunjang N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 1 BK 3 3 3 3 1 1 2 UKS 3 PMR/Pramuka 4 OSIS 5 Gudang
  • 179. 187 N o Ruang Perabot Meja Kursi Almari dan rak buku/alat Papan tulis jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB jml B RS RB 6 Ibadah 7 Koperasi 1 1 3 3 2 2 8 Hall/lobi 9 Kantin a. Perencanaan Sekolah telah membuat usulan / perencanaan tentang: jenis ruang yang dibutuhkan, alat/ media pembelajaran, kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur. Disamping itu perencanaan pengadaan barang-barang juga berdasarkan usulan dari masing-masing guru mata pelajaran maupun pengelola ruangan. b. Pengadaan Sekolah melakukan langkah-langkah diantaranya: 1) bantuan barang blockgrant dari pusat berupa tambahan ruang belajar 2) pembelian sekolah (alokasi dana BOS ) c. Perbaikan Perbaikan gedung, dilakukan secara berkesinambungan, sesuai prioritas dan kemampuan keuangan. Perbaikan peralatan, dilakukan oleh teknisi internal / eksternal
  • 180. 188 d. Perawatan Perawatan/ pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan oleh teknisi dari internal. Jika perawatan dan pemeliharan tidak mampu dilakukan oleh teknisi internal maka dimanfaatkan teknisi eksternal. e. Pemberdayaan Fasilitas sekolah (sarpras) dimanfaatkan secara optimal: • semua warga sekolah dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, • fasilitas / sarana yang ada dengan jumlah terbatas misalnya LCD projector dimanfaatkan secara bergiliran dengan jadwal yang disepakati bersama. f. Penghapusan Selama ini SMP Negeri 1 Pringgabaya belum pernah mengusulkan penghapusan barang. g. Inventarisasi&Pelaporan Pada SMP Negeri 1 Pringgabaya, Inventarisasi & Pelaporan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, belum mempergunakan aplikasi online.
  • 181. 189 5. KAJIAN PENGELOLAAN PESERTA DIDIK Pengelolaan peserta didik (kesiswaaan) termasuk salah satu substansi pengelolaan pendidikan dan menduduki posisi strategis karena ini merupakan pusat layanan pendidikan. Berbagai macam kegiatan, baik yang berada di dalam maupun di luar latar institusi persekolahan, tertuju kepada peserta didik. Semua kegiatan pendidikan, yaitu yang berkenaan dengan manajemen akademik, layanan pendukung akademik, sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana dan hubungan sekolah dengan masyarakat, senantiasa diupayakan agar menjadi layanan pendidikan yang andal bagi peserta didik. Pengelolaan peserta didik adalah suatu pengaturan terhadap peserta didik di sekolah, sejak peserta didik masuk sampai dengan peserta didik lulus, bahkan setelah menjadi alumni. Oleh karena itu, kegiatan pengelolaan peserta didik meliputi hal- hal sebagai berikut: 1. Perencanaan peserta didik; 2. Penerimaan peserta didik; 3. Orientasi peserta didik baru; 4. Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik di sekolah; 5. Mengatur evaluasi peserta didik; 6. Mengatur kenaikan tingkat peserta didik, mutasi dan drop out.
  • 182. 190 7. Mengatur kode etik, pengadilan dan peningkatan disiplin peserta didik. 8. Mengatur layanan peserta didik yang meliputi: layanan kepenasehatan akademik dan administratif, layanan bimbingan dan konseling peserta didik. 9. Mengatur organisasi peserta didik yang meliputi: Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan organisasi alumni. Seorang calon kepala sekolah diharapkan dapat memahami pengelolaan peserta didik. Mengkaji pengelolaan peserta didik sekolah tempat magang pada kegiatan on the job learning (OJL) bertujuan untuk melatih calon kepala sekolah mengembangkan dimensi kompetensi manajerial khususnya kompetensi mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru dan pengembangan kapasitas peserta didik. Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian pengelolaan peserta didik, wawancara dengan kepala sekolah, Urusan kesiswaan, pelaksana urusan administrasi kesiswaan dan matriks kajian pengelolaan peserta didik, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian pengelolaan peserta didik sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain.
  • 183. 191 a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN PESERTA DIDIK SEKOLAH MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Penerimaan Peserta Didik 1. Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah PPDB masih melebihi daya tampung sekolah sesuai standar PPDB tidak boleh melebihi daya tampung sekolah sesuai standar Pengembangan jumlah rombel 2. Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi: a. Pembentukan panitia PPDB b. Rapat kerja dan pembagian tugas c. Proses pendaftaran d. Proses Seleksi e. Proses penentuan Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi: a. Pembentukan panitia PPDB b. Rapat kerja dan pembagian tugas c. Proses pendaftaran d. Proses Seleksi e. Proses penentuan PPDB sudah melalui proses dan mekanisme yang tepat
  • 184. 192 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi calon terpilih f. Proses daftar ulang calon terpilih f. Proses daftar ulang 3. Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a. secara obyektif, transparan, dan akuntabelsebagaima na tertuang dalam aturan sekolah; b. tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis, status sosial, ke-mampuan ekonomi bagi penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah c. Sesuai dengan daya tampung sekolah Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a. secara obyektif, transparan, dan akuntabelsebagaiman a tertuang dalam aturan sekolah; b. tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis, status sosial, kemampuan ekonomi bagi penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah c. Masih melebihi daya tampung sekolah Masih melebihi daya tampung sekolah Hendaknya perencanaan PPDB merujuk pada Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasana dengan jumlah peserta didik maksimal 32 siswa per kelas, karena penerimaan siswa pada SMPN 3 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012/2013 masih 41 siswa per kelas - perencanaan PPDB merujuk pada Permendikna s No. 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasana dengan jumlah peserta didik maksimal 32 siswa per kelas - Mengusul kan kepada instansi terkait untuk penambah-an bangun an ruang kelas baru (RKB)
  • 185. 193 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Orientasi Peserta Didik Baru Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru akademik Pelaksanaan orientasi peserta didik baru masih didominasi oleh siswa Peran aktif guru dalam kegiatan orientasi peserta didik ditingkatkan Menyarankan agar peran aktif guru dalam kegiatan orientasi peserta didik ditingkatkan 3. Administrasi peserta didik Sekolah melakukan administrasi peserta didik yang meliputi : 1. Buku penerimaan peserta didik baru 2. Buku klaper 3. Buku induk siswa 4. Buku mutasi siswa 5. Buku absensi siswa 6. Buku alumni Sekolah melakukan administrasi peserta didik yang meliputi : 1. Buku penerimaan peserta didik baru 2. Buku klaper 3. Buku induk siswa 4. Buku mutasi siswa 5. Buku absensi siswa Belum memiliki buku alumni yang mencatat data tentang alumni dan kemana mereka melanjutkan. Perlu peningkatan pengelolaan administrasi peserta didik Memberdaya kan media yang ada untuk pelacakan alumni 4. Kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik Terdapat kriteria yang jelas terhadap kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik Terdapat kriteria yang jelas terhadap kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik yang tercantum dalam Dokumen I Kurikulum Sekolah - Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik mengacu pada peraturan yang berlaku dan regulasi dari sekolah Reviu Dokumen I Kurikulum Sekolah yang memuat kriteri kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik harus tetap dilaksanakan setiap tahun
  • 186. 194 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 5. Peraturan dan kode etik 1. Terdapat tata tertib untuk siswa yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib Terdapat tata tertib untuk siswa yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib - 2. Terdapat kode etik yang memuat norma tentang : a. Hubungan sesama peserta didik, peserta didik dengan semua warga sekolah, dan peserta didik dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. Terdapat kode etik yang memuat norma tentang : a. Hubungan sesama peserta didik, peserta didik dengan semua warga sekolah, dan peserta didik dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. - 6. Organisasi kesiswaan Sekolah mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS Sekolah mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS Perlu peningkatan pemberdayaan OSIS 7. Layanan BK Sekolah mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik Sekolah mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik - Perlu peningkatan layanan bimbingan dan konseling peserta didik
  • 187. 195 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 8. Layanan Ekstra kurikuler Sekolah melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik Sekolah melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik - Perlu peningkatan dan penambahan jenis layanan kegiatan ekstrakurikuler 9. Evaluasi dan Pelaporan 1. Sekolah melakukan evaluasi berkesinambungan terhadap pengelolaan peserta didik Sekolah melakukan evaluasi berkesinambungan terhadap pengelolaan peserta didik 2. Sekolah melakukan pelaporan secara berkala terhadap pengelolaan peserta didik kepada instansi terkait Melakukan pelaporan secara berkala setiap bulan terhadap pengelolaan peserta didik kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur 10. Pembinaan Prestasi Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa: a. Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan b. Penyiapan perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik c. Menyelenggarakan
  • 188. 196 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi penuangan wahana kreatifitas d. Mewadahi/ menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas siswa e. Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa f. Pembinaan prestasi unggulan Kondisi strategis dari sisi geografis ini membuat SMP Negeri 3 Pringgabaya terkadang menerima jumlah siswa yang cukup banyak pada setiap rombelnya. Untuk tahun berjalan jumlah rombongan belajar 17 rombel sesuai dengan jumlah ruang belajar yang tersedia. Masing-masing rombel terdiri dari 41 orang siswa. Kondisi dan jumlah Output dari SD-SD sumber siswa SMP Negeri 3 Pringgabaya tidak seimbang dengan kemampuan SMP Negeri 3 Pringgabaya dalam menerima lulusan- lulusan SD tersebut. Seluruh rangkaian seleksi PPDB dilaksanakan secara gratis tanpa memungut biaya dari orang tua atau calon siswa yang mendaftar. Proses seleksi penerimaan siswa baru di SMPN 3 Pringgabaya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
  • 189. 197 a) Calon siswa mengambil formulir yang disiapkan panitia secara gratis, dapat juga dilakukan pendaftaran secara kolektif dari SD asal peserta didik; b) Formulir yang telah diisi lengkap dikembalikan ke panitia dengan melampirkan syarat-syarat yang diminta diantaranya : foto kopi ijazah/STTB/SKHUN, foto siswa, pernyataan orang tua/wali, dan tata tertib sekolah yang sudah ditandatangani orang tua/wali siswa; c) Pada saat pengembalian formulir, calon siswa sekaligus mengikuti tes membaca latin dan mengaji bagi yang beragama Islam; d) Mengikuti tes tertulis pada hari yang ditentukan. Materi pelajaran yang masuk dalam tes seleksi adalah matematika dan bahasa Indonesia. e) Pengumuman lulus; f) Pendaftaran ulang; g) Pembagian gugus untuk kegiatan MOPD; h) Mengikuti kegiatan MOPD; i) Pembagian kelas.
  • 190. 198 Pelaksanaan orientasi peserta didik baru belum dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Pengurus OSIS lebih banyak berperan dalam pelaksanaan orientasi tanpa adanya kontrol yang baik dari pihak guru atau panitia orientasi. Orientasi bagi siswa-siswa baru hendaknya dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan melibatkan guru, pegawai, dan pengurus OSIS sehingga tujuan pelaksanaannya dapat tercapai. Pengaturan kriteria kenaikan kelas dituangkan dalam dokumen I Kurikulum SMPN 3 Pringgabaya. Pada dokumen tersebut dituangkan bahwa seorang siswa dinyatakan naik kelas bila: a. Memiliki nilai minimal baik untuk aspek keperibadian, kelakuan dan kerajinan pada semester yang sedang diikuti b. Kehadiran (absensi) minimal 80%. c. Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan lebih dari 3 mata pelajaran. d. Ketika mengulang dikelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua SK dan KD yang Ketuntasan Belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya. e. Jika karena alasan yang kuat seperti gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak memungkinkan berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. Pengaturan kriteria kelulusan juga dituangkan dalam dokumen I Kurikulum SMPN 3 Pringgabaya. Pada dokumen tersebut dituangkan bahwa seorang siswa dinyatakan lulus bila:
  • 191. 199 1. Memiliki nilai kepribadian : Baik 2. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran 3. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran , kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. 4. Lulus ujian sekolah untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 5. Lulus ujian Nasional Pembinaan dan pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik dilakukan pada kegiatan pengembangan diri siswa. Kegiatan pembinaan dan pengembangan siswa dilaksanakan berdasarkan bakat dan minat yang paling menonjol dari siswa tersebut. Setiap siswa hanya boleh memilih maksimal dua jenis kegiatan pengembangan diri. Pemilihan dan pengelompokan siswa ke dalam kegiatan pengembangan diri dilakukan dengan cara membagikan formulir pemilihan kegiatan pengembangan diri yang disiapkan oleh sekolah. Jenis-jenis kegiatan pengembangan diri siswa ditentukan berdasarkan kemampuan dan kesiapan sekolah dalam pembinaan dan pengembangan bakat tersebut. Kegiatan pengembangan diri siswa yang dibina sekolah berdasarkan kondisi obyektif sekolah adalah : a. Imtaq
  • 192. 200 1) Bertujuan membina keimanan dan ketaqwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai visi dan misi sekolah 2) Dilaksanakan secara reguler setiap jum’at pagi setara dengan 1 jam pelajaran b. Kepramukaan 1) Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi 2) Melatih siswa untuk trampil dan mandiri 3) Melatih siswa untuk mempertahankan hidup 4) Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain 5) Memiliki sikap kerjasama kelompok 6) Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat c. Olahraga prestasi, diantaranya : sepak bola, bola basket dan futsal d. Drumband Kegiatan pembinaan peserta didik sebagaimana diatur dalam permendiknas nomor 39 tahun 2008 juga sudah dilaksanakan di SMPN 3 pringgabaya. Jenis kegiatan pembinaan dimaksud adalah: 1. Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha dilakukan antara lain melalui kegiatan shalat dhuhur secara berjamaah di mushallah sekolah, memperingati hari – hari besar Agama Islam.
  • 193. 201 2. Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia, antara lain a. Melaksanakan tata tertib sekolah; b. Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial); c. Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tatakrama pergaulan; d. Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama; e. Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah; f. Melaksanakan kegiatan 7K (Keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian dan kerindangan). 3. Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara, antara lain : a. Melaksanakan upacara bendera setiap hari senin, serta hari-hari besar nasional; b. Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars dan Hymne); 4. Pembinaan prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat, antar lain mengikuti lomba mata pelajaran (Olimpiade), PORSENI. SMPN 3 Pringgabaya belum menemukan sistem yang tepat untuk melakukan usaha pelacakan alumni ke mana mereka melanjutkan atau sudah berkerja di mana saja mereka. Hal yang agak mudah dilakukan sekarang untuk melacak
  • 194. 202 alumni adalah dengan memanfaatkan situs-situs pertemanan di internet. Sekolah juga sudah membuat blog yang dapat diakses oleh alumni-alumni . Cara ini tentunya hanya bisa mendeteksi alumni-alumni yang paham dengan penggunaan internet tetapi paling tidak sudah ada satu usaha melacak alumni-alumni sekolah.
  • 195. 203 b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN PESERTA DIDIK SEKOLAH MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Penerimaan Peserta Didik Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah Terdapat perencanaan penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah PPDB masih melebihi daya tampung sekolah sesuai standar PPDB tidak boleh melebihi daya tampung sekolah sesuai standar Pengembangan jumlah rombel Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi: a. Pembentukan panitia PPDB b. Rapat kerja dan pembagian tugas c. Proses pendaftaran d. Proses Seleksi e. Proses penentuan calon terpilih f. Proses daftar ulang Terdapat proses penerimaan peserta didik yang meliputi: a. Pembentukan panitia PPDB b. Rapat kerja dan pembagian tugas c. Proses pendaftaran d. Proses Seleksi e. Proses penentuan calon terpilih PPDB sudah melalui proses dan mekanisme yang tepat
  • 196. 204 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi f. Proses daftar ulang Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a. secara obyektif, transparan, dan akuntabelsebagaimana tertuang dalam aturan sekolah; b. tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis, status sosial, ke- mampuan ekonomi bagi penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah c. Sesuai dengan daya tampung sekolah Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a. secara obyektif, transparan, dan akuntabelsebagaiman a tertuang dalam aturan sekolah; b. tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis, status sosial, kemampuan ekonomi bagi penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah c. Masih melebihi daya tampung sekolah Tidak ada kesenjangan - 2. Orientasi Peserta Didik Baru Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru Melakukan orientasi peserta didik yang bersifat dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru akademik Pelaksanaan orientasi peserta didik baru masih didominasi oleh siswa Peran aktif guru dalam kegiatan orientasi peserta didik ditingkatkan Menyarankan agar peran aktif guru dalam kegiatan orientasi peserta didik ditingkatkan
  • 197. 205 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 3. Administrasi peserta didik Sekolah melakukan administrasi peserta didik yang meliputi : 1. Buku penerimaan peserta didik baru 2. Buku klaper 3. Buku induk siswa 4. Buku mutasi siswa 5. Buku absensi siswa 6. Buku alumni Sekolah melakukan administrasi peserta didik yang meliputi : 6. Buku penerimaan peserta didik baru 7. Buku klaper 8. Buku induk siswa 9. Buku mutasi siswa 10. Buku absensi siswa Belum memiliki buku alumni yang mencatat data tentang alumni dan kemana mereka melanjutkan. Perlu peningkatan pengelolaan administrasi peserta didik Memberdaya kan media yang ada untuk pelacakan alumni 4. Kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik Terdapat kriteria yang jelas terhadap kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik Terdapat kriteria yang jelas terhadap kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik yang tercantum dalam Dokumen I Kurikulum Sekolah - Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik mengacu pada peraturan yang berlaku dan regulasi dari sekolah Reviu Dokumen I Kurikulum Sekolah yang memuat kriteri kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik harus tetap dilaksanakan setiap tahun 5. Peraturan dan kode etik Terdapat tata tertib untuk siswa yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib Terdapat tata tertib untuk siswa yang petunjuk, larangan dan sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib - Terdapat kode etik yang memuat norma tentang : Terdapat kode etik yang memuat norma tentang : -
  • 198. 206 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi a. Hubungan sesama peserta didik, peserta didik dengan semua warga sekolah, dan peserta didik dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. a. Hubungan sesama peserta didik, peserta didik dengan semua warga sekolah, dan peserta didik dengan masyarakat b. Sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sanksi bagi yang melanggar. 6. Organisasi kesiswaan Sekolah mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS Sekolah mengatur organisasi peserta didik yang meliputi OSIS Perlu peningkatan pemberdayaan OSIS 7. Layanan BK Sekolah mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik Sekolah mengatur layanan bimbingan dan konseling peserta didik - Perlu peningkatan layanan bimbingan dan konseling peserta didik 8. Layanan Ekstra kurikuler Sekolah melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik Sekolah melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk peserta didik - Perlu peningkatan dan penambahan jenis layanan kegiatan ekstrakurikuler 9. Evaluasi dan Pelaporan Sekolah melakukan evaluasi berkesinambungan terhadap Sekolah melakukan evaluasi berkesinambungan
  • 199. 207 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengelolaan peserta didik terhadap pengelolaan peserta didik Sekolah melakukan pelaporan secara berkala terhadap pengelolaan peserta didik kepada instansi terkait Melakukan pelaporan secara berkala setiap bulan terhadap pengelolaan peserta didik kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur 10. Pembinaan Prestasi Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa: a. Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan b. Penyiapan perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik c. Menyelenggarakan penuangan wahana kreatifitas d. Mewadahi/ menyalurkan bakat, minat, dan kreatifitas Melakukan Pembinaan dan pengembangan peserta didik berupa: a. Pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan b. Penyiapan perangkat pemantau bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik c. Menyelenggarakan penuangan wahana kreatifitas d. Mewadahi/ menyalurkan bakat,
  • 200. 208 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi siswa e. Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa f. Pembinaan prestasi unggulan minat, dan kreatifitas siswa e. Melaksanakan pemantauan kemampuan siswa f. Pembinaan prestasi unggulan Seluruh rangkaian seleksi PPDB dilaksanakan secara gratis tanpa memungut biaya dari orang tua atau calon siswa yang mendaftar. Proses seleksi penerimaan siswa baru di SMPN 1 Pringgabaya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: a) Calon siswa mengambil formulir yang disiapkan panitia secara gratis, dapat juga dilakukan pendaftaran secara kolektif dari SD asal peserta didik; b) Formulir yang telah diisi lengkap dikembalikan ke panitia dengan melampirkan syarat-syarat yang diminta diantaranya : foto kopi ijazah/STTB/SKHUN, foto siswa, pernyataan orang tua/wali, dan tata tertib sekolah yang sudah ditandatangani orang tua/wali siswa; c) Pada saat pengembalian formulir, calon siswa sekaligus mengikuti tes membaca latin dan mengaji bagi yang beragama Islam;
  • 201. 209 d) Mengikuti tes tertulis pada hari yang ditentukan. Materi pelajaran yang masuk dalam tes seleksi adalah matematika dan bahasa Indonesia. e) Pengumuman lulus; f) Pendaftaran ulang; g) Pembagian gugus untuk kegiatan MOPD; h) Mengikuti kegiatan MOPD; i) Pembagian kelas. Pelaksanaan orientasi peserta didik baru belum dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Pengurus OSIS lebih banyak berperan dalam pelaksanaan orientasi tanpa adanya kontrol yang baik dari pihak guru atau panitia orientasi. Orientasi bagi siswa-siswa baru hendaknya dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan melibatkan guru, pegawai, dan pengurus OSIS sehingga tujuan pelaksanaannya dapat tercapai. Pengaturan kriteria kenaikan kelas dituangkan dalam dokumen I Kurikulum SMPN 1 Pringgabaya. Pada dokumen tersebut dituangkan bahwa seorang siswa dinyatakan naik kelas bila: f. Memiliki nilai minimal baik untuk aspek keperibadian, kelakuan dan kerajinan pada semester yang sedang diikuti g. Kehadiran (absensi) minimal 80%.
  • 202. 210 h. Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan lebih dari 3 mata pelajaran. i. Ketika mengulang dikelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua SK dan KD yang Ketuntasan Belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya. j. Jika karena alasan yang kuat seperti gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak memungkinkan berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. Pengaturan kriteria kelulusan juga dituangkan dalam dokumen I Kurikulum SMPN 1 Pringgabaya. Pada dokumen tersebut dituangkan bahwa seorang siswa dinyatakan lulus bila: 1. Memiliki nilai kepribadian : Baik 2. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran 3. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran , kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. 4. Lulus ujian sekolah untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 5. Lulus ujian Nasional
  • 203. 211 Pembinaan dan pengembangan bakat, minat, kreatifitas, dan kemampuan peserta didik dilakukan pada kegiatan pengembangan diri siswa. Kegiatan pembinaan dan pengembangan siswa dilaksanakan berdasarkan bakat dan minat yang paling menonjol dari siswa tersebut. Setiap siswa hanya boleh memilih maksimal dua jenis kegiatan pengembangan diri. Pemilihan dan pengelompokan siswa ke dalam kegiatan pengembangan diri dilakukan dengan cara membagikan formulir pemilihan kegiatan pengembangan diri yang disiapkan oleh sekolah. Jenis-jenis kegiatan pengembangan diri siswa ditentukan berdasarkan kemampuan dan kesiapan sekolah dalam pembinaan dan pengembangan bakat tersebut. Kegiatan pengembangan diri siswa yang dibina sekolah berdasarkan kondisi obyektif sekolah adalah : a. Imtaq 1) Bertujuan membina keimanan dan ketaqwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai visi dan misi sekolah 2) Dilaksanakan secara reguler setiap jum’at pagi setara dengan 1 jam pelajaran b. Kepramukaan 1) Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi 2) Melatih siswa untuk trampil dan mandiri 3) Melatih siswa untuk mempertahankan hidup 4) Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain
  • 204. 212 5) Memiliki sikap kerjasama kelompok 6) Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat c. Olahraga prestasi, diantaranya : sepak bola, bola basket dan futsal d. Drumband e. UKS dan PMR Kegiatan pembinaan peserta didik sebagaimana diatur dalam permendiknas nomor 39 tahun 2008 juga sudah dilaksanakan di SMPN 1 pringgabaya. Jenis kegiatan pembinaan dimaksud adalah: 1. Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha dilakukan antara lain melalui kegiatan shalat dhuhur secara berjamaah di mushallah sekolah, memperingati hari – hari besar Agama Islam. 2. Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia, antara lain a. Melaksanakan tata tertib sekolah; b. Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial); c. Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tatakrama pergaulan; d. Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama; e. Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;
  • 205. 213 f. Melaksanakan kegiatan 7K (Keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian dan kerindangan). 3. Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara, antara lain : a. Melaksanakan upacara bendera setiap hari senin, serta hari-hari besar nasional; b. Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars dan Hymne); 4. Pembinaan prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat, antar lain mengikuti lomba mata pelajaran (Olimpiade), PORSENI. SMPN 1 Pringgabaya belum menemukan sistem yang tepat untuk melakukan usaha pelacakan alumni ke mana mereka melanjutkan atau sudah berkerja di mana saja mereka. Hal yang agak mudah dilakukan sekarang untuk melacak alumni adalah dengan memanfaatkan situs-situs pertemanan di internet. Sekolah juga sudah membuat blog yang dapat diakses oleh alumni-alumni . Cara ini tentunya hanya bisa mendeteksi alumni-alumni yang paham dengan penggunaan internet tetapi paling tidak sudah ada satu usaha melacak alumni-alumni sekolah.
  • 206. 214 6. KAJIAN PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Perencanaan Sekolah menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Sekolah menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tidak memiliki kesenjangan RKAS disetujui dalam rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbangan komite sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota RKAS disetujui dalam rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbangan komite sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  • 207. 215 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Sumber Keuangan Sekolah Sekolah memiliki sumber keuangan yang terdiri dari : 1. Anggaran rutin 2. Dana BOS 3. Dana masyarakat (Komite Sekolah, donatur, sponsor) 4. Dana swadaya 5. Sumber lain (block grant atau matching grant) Sekolah memiliki sumber keuangan yang terdiri dari : 1. Anggaran rutin dari pemerintah, meliputi : a. Gaji dan tunjangan- tunjangan bagi PNS b. Tunjangan Fungsional bagi guru Non Sertifikasi c. Kesra dari pemerintah daerah 2. Dana BOS 3. Memiliki koperasi guru dan kantin siswa tetapi belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi sekolah 4. Memiliki lahan pekarangan yang difungsikan 1. Tidak memiliki sumber dana masyarakat (Komite Sekolah, donatur, sponsor) 2. Memiliki koperasi guru dan kantin siswa tetapi belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi sekolah Mengupayakan adanya donator atau sponsor yang membantu keuangan sekolah. Mengupayakan koperasi guru dan kantin siswa dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi keuangan sekolah Koordinasi dengan komite melobi DUDI sekitar sekolah. Pembinaan intensif kepada koperasi guru dan kantin siswa agar memperoleh keuntungan yang meningkat
  • 208. 216 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi sebagai arel persawahan 5. Sumber lain (block grant atau matching grant) sering ada 3. Mekanisme dan proses pengelolaan (siapa, bagaimana) Melaporkan perubahan data siswa setiap triwulan kepada tim BOS kota Melaporkan perubahan data siswa setiap triwulan kepada tim BOS kota Tidak ada kesenjangan Dana BOS dan dana rutin masuk ke sekolah lewat rekening sekolah Dana BOS dan dana rutin masuk ke sekolah lewat rekening sekolah Setiap pengeluaran uang harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah Setiap pengeluaran uang didukung dengan bukti kwitansi yang sah Uraian pembayaran harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya Uraian pembayaran jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya
  • 209. 217 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Setiap bukti pembayaran harus disetujui kepala sekolah dan lunas dibayar oleh bendahara Setiap bukti pembayaran disetujui kepala sekolah dan lunas dibayar oleh bendahara Setiap pembelian barang harus dilapor ke SKPD pendidikan kota Setiap pembelian barang dilapor ke SKPD pendidikan kota 4. Kelengkapan dokumen keuangan (pembukuan, dan dokumen lain yang relevan) Memiliki buku kas umum yang meliputi semua transaksi eksternal yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga Memiliki buku kas umum Tidak ada kesenjangan Memiliki buku kas pembantu untuk menulis transaksi tunai dan ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah Memiliki buku kas pembantu Memiliki buku pembantu bank untuk mencatat Memiliki buku pembantu bank
  • 210. 218 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi transaksi melalui bank dan ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah Memiliki buku pembantu pajak untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak Memiliki buku pembantu pajak Memiliki buku bank Memiliki buku bank 5. Akuntabilitas dan Pertanggungja waban (oleh siapa, bagaimana, dan kepada siapa) Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana dipapan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana secara global pada rapat guru/pegawai Pengumuman besar dana yang diterima dan rencana penggunaan dana di papan pengumuman Mengupayakan pengumuman besar dana yang diterima dan rencana penggunaan dana di papan pengumuman Menyarankan kepada kepala sekolah untuk membuat papan pengumuman khusus untuk informasi keuangan sekolah Mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman Mengumumkan penggunaan dana secara global pada rapat guru/pegawai Mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman Mengupayakan mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman
  • 211. 219 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban selama satu tahun anggaran disampaikan kepada SKPD pendidikan kota Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban selama satu tahun anggaran disampaikan kepada SKPD pendidikan kota 6. Evaluasi dan Pelaporan Laporan disusun berdasarkan buku kas umum dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yang sama Laporan disusun berdasarkan buku kas umum dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yang sama Tidak ada kesenjangan Laporan dibuat per triwulan dan ditandatangani oleh bendahara, kepala sekolah dan komite sekolah Laporan dibuat per triwulan dan ditandatangani oleh bendahara, kepala sekolah dan ketua komite sekolah Laporan dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab bahwa dana BOS yang diterima Laporan dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab bahwa dana BOS yang diterima
  • 212. 220 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi digunakan sesuai NPH BOS digunakan sesuai NPH BOS Rekapitulasi penggunaan dana harus dilaporkan oleh sekolah tiap triwulan Rekapitulasi penggunaan dana dilaporkan oleh sekolah tiap triwulan Secara umum, pengelolaan keuangan pada SMP Negeri 3 Pringgabaya telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur serta Pedoman/Juknis Penggunaan Dana BOS. Pengelolaan keuangan sekolah yang bersumber pada BOS (pusat) dan BOP (daerah) telah mengikuti aturan/ instrumen yang ditetapkan. Pemantauan langsung dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Inspektorat, Tim manajemen BOS Kabupaten Lombok Timur. Pelaksanaan monitoring secara berkala dan insidentil. Dana blockgrant, laporan pertanggungjawaban mengikuti aturan yang diberikan. Sekolah memiliki dana swadaya, berupa koperasi siswa/ guru, kantin sekolah. Koperasi siswa/ guru dan kantin dikelola sendiri oleh sekolah. Sekolah juga memiliki lahan persawahan yang disewakan kepada pihak ketiga.
  • 213. 221 Rincian peggunaan dana dan sumber dana SMP Negeri 3 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2012/2013 NO Jenis Pembiayaan Sumber Dana Jumlah Dana A.1 BIAYA PERSONIL 1 Gaji dan tunjangan APBN Rp 1.097.806.300 2 Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan BOS Rp 15.750.000 3 Honor/insentif BOS Rp 122.952.000 Jumlah Rp 1.236.508.300 A.2 BIAYA NON PERSONIL 1 Alat Tulis Sekolah (ATS) BOS Rp 43.043.200 2 Bahan dan Alat Habis Pakai (BAHP) BOS Rp 42.635.200 3 Pemeliharaan dan perbaikan ringan BOS Rp 35.184.600 4 Daya dan jasa BOS Rp 11.500.000 5 Transport/perjalanan dinas BOS Rp 3.000.000 6 Konsumsi dinas dan harian BOS Rp 16.580.000 7 Asuransi - - 8 Pembinaan siswa/ekstra kurikuler BOS Rp 44.200.000 9 Tes dan Ujian l BOS/APBD Rp 99.630.000 10 Pelaporan pengelolaan keuangan BOS Rp 3.000.000 11 Beasiswa untuk siswa kurang mampu BOS/APBN Rp 50.975.000 a Peran Serta Masyarakat (BOS) Rp 4.000.000 b Penggalian Sumber Dana (BOS) Rp 4.000.000 c Jumlah Rp 357.748.000 Jumlah Total Rp 1.594.256.300
  • 214. 222 b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1. Perencanaan Sekolah menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Sekolah menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tidak memiliki kesenjangan RKAS disetujui dalam rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbangan komite sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota RKAS disetujui dalam rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbangan komite sekolah dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota 2. Sumber Keuangan Sekolah memiliki sumber keuangan Sekolah memiliki sumber keuangan 1. Memiliki koperasi guru Mengupayakan adanya donator Koordinasi dengan komite melobi
  • 215. 223 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Sekolah yang terdiri dari : 6. Anggaran rutin 7. Dana BOS 8. Dana masyarakat (Komite Sekolah, donatur, sponsor) 9. Dana swadaya 10. Sumber lain (block grant atau matching grant) yang terdiri dari : 6. Anggaran rutin dari pemerintah, meliputi : a. Gaji dan tunjangan- tunjangan bagi PNS b. Tunjangan Fungsional bagi guru Non Sertifikasi c. Kesra dari pemerintah daerah 7. Dana BOS 8. Memiliki koperasi guru dan kantin siswa tetapi belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi sekolah 9. Memiliki lahan pekarangan yang difungsikan sebagai arel persawahan dan kantin siswa tetapi belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi sekolah atau sponsor yang membantu keuangan sekolah. Mengupayakan koperasi guru dan kantin siswa dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi keuangan sekolah DUDI sekitar sekolah. Pembinaan intensif kepada koperasi guru dan kantin siswa agar memperoleh keuntungan yang meningkat
  • 216. 224 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 10. Sumber lain (block grant atau matching grant) sering ada 3. Mekanisme dan proses pengelolaan (siapa, bagaimana) Melaporkan perubahan data siswa setiap triwulan kepada tim BOS kota Melaporkan perubahan data siswa setiap triwulan kepada tim BOS kota Tidak ada kesenjangan Dana BOS dan dana rutin masuk ke sekolah lewat rekening sekolah Dana BOS dan dana rutin masuk ke sekolah lewat rekening sekolah Setiap pengeluaran uang harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah Setiap pengeluaran uang didukung dengan bukti kwitansi yang sah Uraian pembayaran harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya Uraian pembayaran jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya Setiap bukti pembayaran harus Setiap bukti pembayaran disetujui
  • 217. 225 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi disetujui kepala sekolah dan lunas dibayar oleh bendahara kepala sekolah dan lunas dibayar oleh bendahara Setiap pembelian barang harus dilapor ke SKPD pendidikan kota Setiap pembelian barang dilapor ke SKPD pendidikan kota 4. Kelengkapan dokumen keuangan (pembukuan, dan dokumen lain yang relevan) Memiliki buku kas umum yang meliputi semua transaksi eksternal yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga Memiliki buku kas umum Tidak ada kesenjangan Memiliki buku kas pembantu untuk menulis transaksi tunai dan ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah Memiliki buku kas pembantu Memiliki buku pembantu bank untuk mencatat transaksi melalui bank dan Memiliki buku pembantu bank
  • 218. 226 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah Memiliki buku pembantu pajak untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak Memiliki buku pembantu pajak Memiliki buku bank Memiliki buku bank 5. Akuntabilitas dan Pertanggungja waban (oleh siapa, bagaimana, dan kepada siapa) Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana dipapan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana secara global pada rapat guru/pegawai Tidak ada kesenjangan Mengumumkan penggunaan dana di papan pengumuman Mengumumkan penggunaan dana secara global pada rapat guru/pegawai Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban selama satu tahun Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban selama satu tahun anggaran disampaikan
  • 219. 227 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi anggaran disampaikan kepada SKPD pendidikan kota kepada SKPD pendidikan kota 6. Evaluasi dan Pelaporan Laporan disusun berdasarkan buku kas umum dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yang sama Laporan disusun berdasarkan buku kas umum dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yang sama Tidak ada kesenjangan Laporan dibuat per triwulan dan ditandatangani oleh bendahara, kepala sekolah dan komite sekolah Laporan dibuat per triwulan dan ditandatangani oleh bendahara, kepala sekolah dan ketua komite sekolah Laporan dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab bahwa dana BOS yang diterima digunakan sesuai NPH BOS Laporan dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab bahwa dana BOS yang diterima digunakan sesuai NPH BOS
  • 220. 228 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Rekapitulasi penggunaan dana harus dilaporkan oleh sekolah tiap triwulan Rekapitulasi penggunaan dana dilaporkan oleh sekolah tiap triwulan Secara umum, pengelolaan keuangan pada SMP Negeri 1 Pringgabaya telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur serta Pedoman/Juknis Penggunaan Dana BOS. Pengelolaan keuangan sekolah yang bersumber pada BOS (pusat) dan BOP (daerah) telah mengikuti aturan/ instrumen yang ditetapkan. Pemantauan langsung dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Inspektorat, Tim manajemen BOS Kabupaten Lombok Timur. Pelaksanaan monitoring secara berkala dan insidentil. Dana blockgrant, laporan pertanggungjawaban mengikuti aturan yang diberikan. Sekolah memiliki dana swadaya, berupa koperasi siswa/ guru, kantin sekolah. Koperasi siswa/ guru dan kantin dikelola sendiri oleh sekolah.
  • 221. 229 7. KAJIAN PENGELOLAAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah memastikan bahwa administrasi sekolah dapat dilaksanakan dengan baik dalam rangka menunjang pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan yang tepat, penyusunan rencana kerja sekolah, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaporan kinerja sekolah. Tugas-tugas administrasi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik apabila sekolah memiliki Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang memenuhi standar, seperti tertuang dalam Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah. Dalam Permendiknas tersebut ditetapkan bahwa Tenaga Administrasi Sekolah perlu memiliki 4 kompetensi, yaitu: (1) Kompetensi Kepribadian, (2) Kompetensi Sosial, (3) Kompetensi Teknis Administrasi Sekolah, dan (4) Kompetensi Manajerial Ketatausahaan Sekolah. Guna menjamin terselenggaranya administrasi sekolah yang baik Kepala Sekolah harus melakukan pembinaan berkelanjutan kepada tenaga administrasi sekolah melalui berbagai media, kesempatan, dan cara-cara yang simpatik. Mengkaji pembinaan tenaga administrasi sekolah tempat magang pada kegiatan on the job learning (OJL) bertujuan untuk melatih calon kepala sekolah mengembangkan dimensi kompetensi manajerial khususnya kompetensi mengelola staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
  • 222. 230 Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian pembinaan tenaga administrasi sekolah (TAS), wawancara dengan Kepala sekolah, Kepala tenaga administrasi sekolah dan matriks kajian TAS, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian pembinaan TAS tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain. a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Perencanaan 1. Memiliki Kepala Administrasi Tidak memiliki kepala Administrasi, fungsi Kepala Administrasi diganti dengan koordinator tenaga administrasi Tidak memiliki kepala Administrasi Perlu diadakan Kepala Administrasi yang diangkat oleh pejabat yang berwewenang Fungsi Kepala Administrasi diganti dengan koordinator tenaga administrasi 2. Memiliki Pelaksana Urusan: - Administrasi Kepegawaian - Administrasi Keuangan Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Perlu diadakan pelaksana urusan humas dan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan kurikulum
  • 223. 231 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi - Administrasi Sarana dan Prasarana - Administrasi Urusan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat - Administrasi Persuratan dan Pengarsipan - Administrasi Kesiswaan - Administrasi Kurikulum pengarsipan, kesiswaan 3. Memiliki Petugas layanan khusus yang terdiri : - Penjaga sekolah - Tukang kebun - Tenaga kebersihan - Pengemudi - Pesuruh Terdapat petugas layanan khusus yang terdiri dari: penjaga sekolah, tukang kebun, dan tenaga kebersihan, Tidak memiliki pengemudi, pesuruh dan satuan pengamanan Perlu diupayakan untuk pengangkatan satuan pengamanan (Satpam) Menyarankan kepada sekolah untuk mengangkat satuan pengamanan (Satpam) 2 Pemenuhan kulifikasi 8. Kepala Administrasi : a. memilki Koordinator tenaga administrasi yang memiliki kualifikasi - Koordinator Tenaga Administrasi
  • 224. 232 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kualifikasi pendidikan minimal D III pendidikan S1 sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 2008 b. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah Koordinator tenaga administrasi memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah c. Memiliki masa kerja minimal 4 tahun Koordinator tenaga administrasi memiliki masa kerja 27 tahun d. Memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah 9. Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik minimal SMA Semua pelaksana urusan yang ada memiliki kualifikasi akademik SMA, dan D II 10. Petugas layanan khusus memiliki 1 orang petugas layanan khusus 1 orang petugas layanan khusus Menyarankan kepada sekolah
  • 225. 233 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kualifikasi pendidikan minimal SMP/MTs. memiliki kualifikasi pendidikan SD, 1 orang SMP/MTs dan 1 orang SMA/MA memiliki kualifikasi pendidikan SD untuk mengangkat satuan pengamanan (Satpam) 4. Pemenuhan Kebutuhan Sesuai Standar 5. Kepala Administrasi Memiliki masa kerja minimal 4 tahun Koordinator tenaga administrasi memiliki masa kerja 27 tahun - Koordinator Tenaga Administrasi sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 2008 - 6. Kepala Administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai Kepala Administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah - - 7. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras,humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan. Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Jabatan Bendahara masih dirangkap oleh koordinator tenaga administrasi Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Sesuai kebutuhan sekolah, upayakan mengadakan pelaksana urusan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan humas dan kurikulum
  • 226. 234 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 8. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, pengemudi dan pesuruh. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, Tidak memiliki pengemudi, pesuruh dan satuan pengamanan Mengangkat tenaga satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan pada jam kerja Mengangkat tenaga satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan pada jam kerja 4. Pemenuhan Kompetensi Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi Perlu peningkatan kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi 5. Uraian tugas dan tata kerja Memiliki uraian tugas dan tata kerja yang jelas Memiliki uraian tugas dan tata kerja yang jelas - - - 6. Pembinaan Kepala sekolah melakukan pembinaan secara intensif dan berkesinambungan berkaitan dengan Kepala sekolah melakukan pembinaan secara intensif dan berkesinambungan - - -
  • 227. 235 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi pengembangan kompetensi dan kinerja Tenaga Administrasi Sekolah berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan kinerja Tenaga Administrasi Sekolah 7. Pengembangan Sekolah memiliki program pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah yang meliputi pengembangan kompetensi dan kinerja pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah Sekolah memiliki program pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah yang meliputi pengembangan kompetensi dan kinerja pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah 8. Evaluasi / penilaian kinerja 4. Evaluasi direncanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 Tahun 2008 5. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban 4. Evaluasi direncanakan dan dilaksanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 Tahun 2008 5. Evaluasi meliputi - - -
  • 228. 236 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 6. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 6. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan 9. Pelaporan 1. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing- masing sekurang- kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah 1. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing secara berkala setiap bulan yang ditujukan kepada kepala sekolah Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional Upayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah Menyarakan kepada Kepala Sekolah untuk mengupayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah
  • 229. 237 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 2. Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 2. Kepala sekolah melaporkan perkembangan Tenaga Administrasi Sekolah secara berkala setiap bulan kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur. Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional SMP Negeri 3 Pringgabaya yang berdiri sejak tahun 1992 di atas lahan seluas 20.000 m2 dengan jumlah siswa sebanyak 634 orang yang tersebar dalam 17 rombongan belajar saat ini hanya memiliki Tenaga Administrasi Sekolah sebanyak 8 orang yang terdiri dari 2 orang Pegawai Tetap (PNS) yaitu Hudanlil Muttaqin, S.Sos. sebagai Koordinator Tata Usaha merangkap
  • 230. 238 bendahara sekolah (pengelola urusan administrasi keuangan) dan Safrudin sebagai pelaksana urusan administrasi kepegawaian, 6 orang Pegawai Tidak Tetap (Non PNS) yaitu Baiq Nirmala Sari sebagai pelaksana urusan sarana dan prasarana, Sandayani, A.Md, sebagai pelaksana urusan administrasi persuratan dan pengarsipan, Iliana Karmila sebagai pelaksana urusan administrasi kesiswaan. Sementara 3 orang lainnya bertugas sebagai petugas layanan khusus. Dengan jumlah siswa dan rombel yang ada, idealnya SMP Negeri 3 Pringgabaya sesuai permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah minimal memiliki tenaga admnistasi yang terdiri dari 1 orang Kepala Tenaga Administrasi, masing-masing 1 orang pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kurikulum, kesiswan, serta masing-masing 1 orang petugas layanan khusus (penjaga sekolah, tukang kebun, tenaga kebersihan dan pesuruh). Dari kondisi itu SMP Negeri 3 Pringgabaya mengatur dengan memberdayakan tenaga- tenaga yang ada, sehingga ada beberapa jenis tugas dilaksanakan oleh satu orang (tugas rangkap) misalnya Koordinator Tenaga Administrasi merangkap tugas pelaksana urusan administrasi keuangan (bendahara rutin dan BOS), tukang kebun merangkap penjaga, tenaga kebersihan, dan pesuruh. Kualifikasi pendidikan tenaga administrasi sekolah semuanya sudah sesuai standar berdasarkan permendiknas nomor 24 tahun 2008, bahkan ada diantaranya berkualifikasi S-I dan D-II serta dua orang sedang melanjutkan studinya ke jenjang S-1. Tiga orang petugas layanan khusus mempunyai kualifikasi pendidikan masing-masing SMP dan MA sedangkan penjaga sekolah masih
  • 231. 239 mempunyai kualifikasi SD dengan pertimbangan usia agak sulit untuk disarankan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam melaksanakan tugasnya semua pelaksana urusan sudah menggunakan teknologi IT, karena semuanya sudah menguasai teknologi tersebut meskipun masih perlu pengembangan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. SMP Negeri 3 Pringgabaya belum memiliki pelaksana urusan administrasi kurikulum dan humas. Pada saat ini pelaksanaan administrasi kurikulum dan humas masih ditangani oleh pembantu kepala sekolah urusan humas dan kurikulum yang diangkat dari guru (tenaga pendidik). Oleh karena itu dalam kegiatan OJL ini kami menyarankan kepada kepala sekolah untuk mengangkat ada memberdayakan tenaga yang sudah ada untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana urusan kurikulum dan humas. Empat dimensi kompetensi TAS yang diharapkan dapat dibina oleh kepala sekolah berdasarkan permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah adalah : a. Dimensi kompetensi kepribadian yang meliputi kompetensi : 1) Integritas dan akhlak mulia 2) Etos kerja positif 3) Pengendalian diri
  • 232. 240 4) Rasa percaya diri 5) Fleksibilitas 6) Teliti 7) Disiplin b. Dimensi kompetensi sosial yang meliputi kompetensi : 1) Kerjasama dalam tim 2) Pelayanan prima 3) Kesadaran berorganisasi 4) Berkomunikasi efektif 5) Membangun hubungan kerja c. Dimensi kompetensi teknis yang meliputi kompetensi : 1) Administrasi kepegawaian 2) Administrasi keuangan sekolah 3) Administrasi sarana prasarana sekolah 4) Administrasi humas
  • 233. 241 5) Administrasi persuratan dan pengarsipan 6) Administrasi kesiswaaan 7) Administrasi kurikulum 8) Administrasi layanan khusus 9) Administrasi teknologi informasi dan komunikasi d. Khusus untuk Kepala Tenaga Administrasi memiliki Dimensi kompetensi manajerial yang meliputi kompetensi : 1) Mendukung pengelolaan SNP 2) Menyusun program dan laporan kerja 3) Mengorganisasikan staf 4) Mengembangkan staf 5) Mengambil keputusan 6) Menciptakan iklim kerja kondusif 7) Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya 8) Membina staf 9) Mengelola konflik
  • 234. 242 10) Menyusun laporan Model pembinaan tenaga administrasi sekolah pada empat dimensi kompetensi TAS yang dilakukan kepala SMP Negeri 3 Pringgabaya yaitu : a. Melakukan pertemuan dengan tenaga administrasi sekolah setiap sebulan, dengan agenda evaluasi dan laporan masing- masing pelaksana urusan terhadap kemajuan dan hasil kerjanya selama sebulan. b. Melakukan pertemuan face to face dengan TAS yang memerlukan pembinaan khusus. c. Memberikan contoh tauladan melalui perkataan dan perbuatan. d. Memanfaatkan guru dan tenaga administrasi yang memiliki kompetensi lebih. e. Mengikutkan pada kegiatan pelatihan-pelatihan baik tingkat kabupaten, tingkat provinsi ataupun tingkat nasional. Berdasarkan hasil bincang-bincang dengan kepala sekolah, tenaga administrasi dan pengalaman saya mengabdi di SMP Negeri 3 Pringgabaya, model pembinaan yang berupa pemberian sanksi dan reward belum dilakukan kepala sekolah. Bentuk pembinaan dengan pemberian sanksi dapat dilakukan bagi tenaga administrasi yang sudah banyak melakukan pelanggaran- pelanggaran sesuai dengan kode etik, tugas dan fungsinya, karena memang selama ini belum pernah terjadi pelanggaran- pelanggaran serius yang melanggar kode etik, tugas dan fungsinya. Demikian pula bentuk pembinaan dengan pemberian reward
  • 235. 243 atau penghargaan bagi tenaga administrasi yang memiliki prestasi supaya mereka lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas dan fungsinya. Memiliki siswa sebanyak 634 yang masih minim kesadaran membuang sampah pada tempatnya sangat rawan akan pemandangan jorok dengan sampah-sampah yang berserakan. Wilayah-wilayah sekolah seperti lapangan, taman, halaman sekolah, dan WC/jambang yang jauh dari ruang-ruang kelas siswa menjadi tempat yang selalu nampak tidak bersih karena wilayah tersebut bukan merupakan tanggung jawab siswa. Ketersediaan tenaga kebersihan akan menjaga sekolah tetap bersih dan indah tanpa sampah yang berserakan. Dengan luas lahan dan bangunan yang harus diperhatikan ketersedian dua orang tenaga kebersihan yang merangkap sebagai tukang kebun dan pesuruh dirasa belum memadai. Dalam hal ini sekolah memberdayakan bantuan tenaga guru sebagai koordinator seksi kebersihan sekolah untuk menggerakkan dan memotivasi peran aktif siswa di dalam menjaga dan memelihara kebersihan sekolah. Model pelaporan yang dilaksanakan Tenaga Administrasi Sekolah di SMP Negeri 3 Pringgabaya adalah : masing-masing pelaksana urusan melaporkan secara langsung dan tertulis terhadap kemajuan dan hasil kerjanya selama sebulan dalam rapat pembinaan bulanan, sedangkan kepala sekolah mengirimkan laporan bulanan kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur bidang Pendidikan Dasar. Akan tetapi laporan secara berkala dan kontinyu masih belum ditujukan kepada komite sekolah sesuai Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. Laporan kepada komite masih bersifat insidentil dan situasional
  • 236. 244 saja. Oleh karena itu dalam kegiatan OJL ini saya juga menyarankan kepada kepala sekolah untuk melaksanakan laporan secara berkala dan kontinyu masih belum ditujukan kepada komite sekolah sesuai Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Perencanaan Memiliki Kepala Administrasi Tidak memiliki kepala Administrasi, fungsi Kepala Administrasi diganti dengan koordinator tenaga administrasi Tidak memiliki kepala Administrasi Perlu diadakan Kepala Administrasi yang diangkat oleh pejabat yang berwewenang Fungsi Kepala Administrasi diganti dengan koordinator tenaga administrasi Memiliki Pelaksana Urusan: - Administrasi Kepegawaian - Administrasi Keuangan Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Perlu diadakan pelaksana urusan humas dan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan kurikulum
  • 237. 245 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi - Administrasi Sarana dan Prasarana - Administrasi Urusan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat - Administrasi Persuratan dan Pengarsipan - Administrasi Kesiswaan - Administrasi Kurikulum pengarsipan, kesiswaan Memiliki Petugas layanan khusus yang terdiri : - Penjaga sekolah - Tukang kebun - Tenaga kebersihan - Pengemudi - Pesuruh Terdapat petugas layanan khusus yang terdiri dari: penjaga sekolah, tukang kebun, dan tenaga kebersihan, dan Satpam 2 Pemenuhan kulifikasi Kepala Administrasi : a. memiliki kualifikasi pendidikan minimal D III Koordinator tenaga administrasi yang memiliki kualifikasi pendidikan S1 - Koordinator Tenaga Administrasi sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 2008 b. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari Koordinator tenaga administrasi memiliki sertifikat kepala
  • 238. 246 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi lembaga yang ditetapkan pemerintah tenaga administrasi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah c. Memiliki masa kerja minimal 4 tahun Koordinator tenaga administrasi memiliki masa kerja 25 tahun d. Memiliki SK pengangkatan sebagai kepala administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah Pelaksana urusan memiliki kualifikasi akademik minimal SMA Semua pelaksana urusan yang ada memiliki kualifikasi akademik SMA, dan D II Petugas layanan khusus memiliki kualifikasi pendidikan minimal SMP/MTs. 1 orang petugas layanan khusus memiliki kualifikasi pendidikan SD, 1 orang SMP/MTs dan 1 orang SMA/MA 1 orang petugas layanan khusus memiliki kualifikasi pendidikan SD 4. Pemenuhan Kebutuhan Sesuai Standar Kepala Administrasi Memiliki masa kerja minimal 4 tahun Koordinator tenaga administrasi memiliki masa kerja 25 tahun - Koordinator Tenaga Administrasi -
  • 239. 247 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi sudah memenuhi kualifikasi sesuai Permen. 24Th 2008 Kepala Administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai Kepala Administrasi Memiliki SK pengangkatan sebagai koordinator tenaga administrasi dari kepala sekolah - - Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarpras,humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum. Terdapat pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan (bendahara), sarpras, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan. Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Jabatan Bendahara masih dirangkap oleh koordinator tenaga administrasi Belum memiliki pelaksana urusan humas, dan kurikulum. Sesuai kebutuhan sekolah, upayakan mengadakan pelaksana urusan kurikulum Memberdayakan tenaga yang sudah ada sebagai pelaksana urusan humas dan kurikulum Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, pengemudi dan pesuruh. Terdapat petugas layanan khusus: penjaga sekolah,tukang kebun,tenaga kebersihan, 4. Pemenuhan Kompetensi Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, Memiliki kompetensi kepribadian, sosial, Perlu peningkatan
  • 240. 248 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial untuk koordinator tenaga administrasi 5. Uraian tugas dan tata kerja Memiliki uraian tugas dan tata kerja yang jelas Memiliki uraian tugas dan tata kerja yang jelas - - - 6. Pembinaan Kepala sekolah melakukan pembinaan secara intensif dan berkesinambungan berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan kinerja Tenaga Administrasi Sekolah Kepala sekolah melakukan pembinaan secara intensif dan berkesinambungan berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan kinerja Tenaga Administrasi Sekolah - - - 7. Pengembangan Sekolah memiliki program pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah yang meliputi pengembangan kompetensi dan kinerja pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah Sekolah memiliki program pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah yang meliputi pengembangan kompetensi dan
  • 241. 249 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi kinerja pengembangan Tenaga Administrasi Sekolah 8. Evaluasi / penilaian kinerja 1. Evaluasi direncanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 Tahun 2008 2. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 3. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan perubahan- perubahan yang dihasilkan 1. Evaluasi direncanakan dan dilaksanakan secara komperhensif pada setiap akhir semester mengacu pada Permendiknas 24 Tahun 2008 2. Evaluasi meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja tenaga administrasi dalam pelaksanaan tugas 3. Evaluasi kinerja memperhatikan pencapaian prestasi kerja dan - - -
  • 242. 250 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi perubahan- perubahan yang dihasilkan 9. Pelaporan 1. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing- masing sekurang- kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah 2. Kepala sekolah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 1. Tenaga Administrasi Sekolah melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing secara berkala setiap bulan yang ditujukan kepada kepala sekolah 2. Kepala sekolah melaporkan perkembangan Tenaga Administrasi Sekolah secara berkala setiap bulan kepada Dinas Dikpora Kabupaten Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional Upayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah Menyarakan kepada Kepala Sekolah untuk mengupayakan laporan tentang kondisi TAS secara berkala dan kontinyu kepada komite sekolah
  • 243. 251 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Lombok Timur. Laporan kepada Komite sekolah masih bersifat insidentil dan situasional SMP Negeri 1 Pringgabaya yang berdiri sejak tahun 1977 di atas lahan seluas 1.674 m2 dengan jumlah siswa sebanyak 1.051 orang yang tersebar dalam 28 rombongan belajar saat ini hanya memiliki Tenaga Administrasi Sekolah sebanyak 12 orang yang terdiri dari 3 orang Pegawai Tetap (PNS) yaitu Solihun, S.Ap. sebagai Koordinator Tata Usaha merangkap bendahara BOS, Bq. Ana Fadliana, S.Ap. sebagai pelaksana urusan sarana dan prasarana dan Saomin, S.Ap sebagai bendahara rutin / gaji sekaligus sebagai pelaksana urusan kepegawaian. 9 orang Pegawai Tidak Tetap (Non PNS) 3 diantaranya sebagai tenaga administrasi sekolah sementara 6 orang lainnya bertugas sebagai petugas layanan khusus. Dengan jumlah siswa dan rombel yang ada, idealnya SMP Negeri 1 Pringgabaya sesuai permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah minimal memiliki tenaga admnistasi yang terdiri dari 1 orang Kepala Tenaga Administrasi, masing-masing 1 orang pelaksana urusan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kurikulum, kesiswan, serta masing-masing 1 orang petugas layanan khusus (penjaga sekolah, tukang
  • 244. 252 kebun, tenaga kebersihan dan pesuruh). Dari kondisi itu SMP Negeri 1 Pringgabaya mengatur dengan memberdayakan tenaga- tenaga yang ada, sehingga ada beberapa jenis tugas dilaksanakan oleh satu orang (tugas rangkap) misalnya Koordinator Tenaga Administrasi merangkap tugas pelaksana urusan administrasi keuangan (bendahara BOS), tukang kebun merangkap penjaga, tenaga kebersihan, dan pesuruh. Kualifikasi pendidikan tenaga administrasi sekolah semuanya sudah sesuai standar berdasarkan permendiknas nomor 24 tahun 2008. Dalam melaksanakan tugasnya semua pelaksana urusan sudah menggunakan teknologi IT, karena semuanya sudah menguasai teknologi tersebut meskipun masih perlu pengembangan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. Khusus untuk pekerjaan yang membutuhkan tingkat keterampilan IT lebih, ditangani oleh operator komputer khusus. SMP Negeri 1 Pringgabaya belum memiliki pelaksana urusan administrasi kurikulum dan humas. Pada saat ini pelaksanaan administrasi kurikulum dan humas masih ditangani oleh pembantu kepala sekolah urusan humas dan kurikulum yang diangkat dari guru (tenaga pendidik). Oleh karena itu dalam kegiatan OJL ini kami menyarankan kepada kepala sekolah untuk mengangkat ada memberdayakan tenaga yang sudah ada untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana urusan kurikulum dan humas.
  • 245. 253 Berdasarkan hasil bincang-bincang dengan kepala sekolah, tenaga administrasi dan pengalaman saya mengabdi di SMP Negeri 1 Pringgabaya, model pembinaan yang berupa pemberian sanksi dan reward belum dilakukan kepala sekolah. Bentuk pembinaan dengan pemberian sanksi dapat dilakukan bagi tenaga administrasi yang sudah banyak melakukan pelanggaran- pelanggaran sesuai dengan kode etik, tugas dan fungsinya, karena memang selama ini belum pernah terjadi pelanggaran- pelanggaran serius yang melanggar kode etik, tugas dan fungsinya. Demikian pula bentuk pembinaan dengan pemberian reward atau penghargaan bagi tenaga administrasi yang memiliki prestasi supaya mereka lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas dan fungsinya. Model pelaporan yang dilaksanakan Tenaga Administrasi Sekolah di SMP Negeri 1 Pringgabaya adalah : masing-masing pelaksana urusan melaporkan secara langsung dan tertulis terhadap kemajuan dan hasil kerjanya selama sebulan dalam rapat pembinaan bulanan, sedangkan kepala sekolah mengirimkan laporan bulanan kepada Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur bidang Pendidikan Dasar. Akan tetapi laporan secara berkala dan kontinyu masih belum ditujukan kepada komite sekolah sesuai Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. Laporan kepada komite masih bersifat insidentil dan situasional saja. Oleh karena itu dalam kegiatan OJL ini saya juga menyarankan kepada kepala sekolah untuk melaksanakan laporan secara berkala dan kontinyu masih belum ditujukan kepada komite sekolah sesuai Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan.
  • 246. 254 8. KAJIAN PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN Dalam kajian ini, yang dimaksud TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi. Defenisi umum TIK adalah komputer, internet, telepon, televisi, radio, dan peralatan audiovisual. Pemanfaatan TIK di sekolah dapat dipisahkan dalam 2 katagori, yaitu: (1) TIK sebagai sarana penunjang manajemen sekolah, (2) TIK yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : TIK DALAM PEMBELAJARAN LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Kelengkapan sarana Tersedia sarana TIK yang memadai untuk kegiatan pembelajaran berbasis TIK seperti : 1. Televisi 2. Radio 3. Tape Recorder 4. VCD/DVD Player 5. OHP/LCD Proyektor 6. Koran/Majalah Tersedia sarana TIK yang memadai untuk kegiatan pembelajaran berbasis TIK seperti: 1. Televisi 2. Radio 3. Tape Recorder 4. VCD/DVD Player 5. OHP/LCD Belum memiliki jaringan Internet yang dikelola oleh sekolah Upayakan mengadakan jaringan internet yang dikelola oleh sekolah Memanfaatkan modem manual sebagai sarana akses interet
  • 247. 255 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 7. Komputer/Laptop 8. Internet Proyektor 6. Koran/Majalah 7. Komputer/Laptop Belum memiliki jaringan Internet yang dikelola oleh sekolah 2 Ketersediaan prasarana (infrastruktur) 1. Ruang komputer 2. Ruang multimedia 1. Ruang komputer kurang memadai dari segi ukuran dan ketersediaan sarananya 2. Belum memiliki ruang multimedia 1. Ruang komputer kurang memadai dari segi ukuran dan ketersediaan sarananya 2. Belum memiliki ruang multimedia Mengupayakan pengadaan ruang komputer dan ruang multimedia yang sesuai standar lengkap dengan sarana pendukungnya Memberdayakan ruangan yang sudah ada sambil terus mengupayakan mengusulkan kepada pemerintah untuk pengadaan ruang komputer dan ruang multimedia yang sesuai standar lengkap dengan sarana pendukungnya 3 Kompetensi/ kemampuan guru dalam pengoperasi an TIK Semua guru mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya Semua guru mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya
  • 248. 256 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 4 Pelaksanaan TIK dalam pembelajaran Acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Upayakan acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Himbauhan kepada untuk memanfaatkan acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Komputer digunakan: - penyusunan bahan ajar dan mengolah hasil belajar - data base, PAS Komputer digunakan: - penyusunan bahan ajar dan mengolah hasil belajar - Penggunaan data base dan PAS masih terbatas Penggunaan data base dan PAS masih terbatas Optimalisasi Penggunaan data base dan PAS Menyarankan agar penggunaan Database dan PAS lebih meluas Internet - Web sekolah - E-learning - Web sekolah masih memanfaatkan situs gratis (blogspot) - Belum memanfaatkan E- - Web sekolah masih memanfaatkan situs gratis (blogspot) - Belum memanfaatkan - Meningkatkan penggunaan web sekolah yang lebih profesional - Pemanfaatan E-learning Mengusulkan kepada kepala sekolah untuk : - Meningkatkan penggunaan web sekolah yang lebih
  • 249. 257 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi learning E-learning dalam proses pembelajaran profesional - Pemanfaatan E-learning dalam proses pembelajaran 5 Perencanaan / program pengembang an TIK - manajemen sekolah - media pembelajaran - Web sekolah - E-learning Ada perencanaan program pengembangan TIK dalam bidang : - manajemen sekolah - media pembelajaran - Web sekolah - E-learning Tidak ada kesenjangan Guru-guru SMP Negeri 3 Pringgabaya melaksanakan proses pembelajaran sehari-hari sebagaimana layaknya proses pembelajaran di sekolah-sekolah lainnya di Indonesia. Berbagai cara digunakan untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan diantaranya menggunakan TIK. Mengacu pada definisi TIK menurut UNESCO (2004) yang mengatakan bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi, maka dapat dikatakan bahwa guru-guru SMPN 3 Pringgabaya telah memanfaatkan TIK dalam pembelajaran sejak lama. Pemanfaatan televisi, radio atau peralatan audiovisual lainnya sudah digunakan sejak tahun 2000-an.
  • 250. 258 Televisi adalah salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang tetap di gunakan dalam pembelajaran di SMPN 3 Pringgabaya. Hanya saja pemanfaatannya masih belum maksimal karena dari empat unit TV yang dimiliki sekolah hanya satu yang berfungsi, itupun bukan sebagai sarana penunjang pembelajaran, karena diletakkan di ruang Tata Usaha. Tiga unit televisi lainnya masih dalam kondisi bagus, akan tetapi karena pertimbangan keamanan (ruangan lain belum berterali) masih disimpan di gudang. TV ini dilengkapi dengan antena parabola yang dapat menangkap siaran-siaran TV Edukasi maupun siaran-siaran informatif lainnya. Karena kelebihan yang dimiliki oleh media komputer (Laptop+LCD) guru yang memanfaatkan kebanyakan tidak memanfaatkan TV dalam pembelajaran. Dengan demikian jumlah guru yang memanfaatkan TV Edukasi dalam pembelajaran masih sangat kecil bahkan hampir tidak ada. Komputer adalah teknologi yang belasan tahun terakhir sangat banyak digunakan dalam pembelajaran. Komputer sangat banyak membantu guru dalam menampilkan macam-macam peragaan yang sulit dilakukan guru dengan alat lainnya. Misalnya, guru biologi dapat dengan mudah memperagakan organ-organ tubuh dengan bantuan komputer dan masih banyak lagi kemudahan lainnya. Guru-guru dapat menganalisis hasil ulangan dengan cepat dengan menggunakan pasilitas pengolah angka pada komputer. Singkatnya, komputer dengan berbagai program yang tersedia di dalamnya sangat bermanfaat dalam menunjang keberhasilan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hampir 100% guru SMPN 3 Pringgabaya sudah memiliki komputer pribadi atau laptop dan sudah mampu mengoperasikan komputer dasar. Semua perangkat pembelajaran guru sudah diketik dengan menggunakan komputer, artinya tidak ada lagi silabus atau RPP yang diketik dengan menggunakan mesin ketik atau ditulis tangan. Kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer masih tingkat dasar. Hanya sekitar 10 dari 34 guru yang sudah menguasai beberapa program komputer tingkat lanjut misalnya program Power point, desain grafis, internet dan database.
  • 251. 259 Belum semua guru yang menggunakan pasilitas komputer dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena tidak tersedianya aliran listrik ke semua ruang-ruang kelas dan tidak tersedianya LCD dengan jumlah yang cukup (5 unit). Guru-guru yang sering memanfaatkan TIK dalam pembelajaran adalah guru mata pelajaran TIK, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Guru-guru tersebut dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajarannya dengan teknik pemakaian secara bergantian dengan jadwal yang disepakati bersama. b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : TIK DALAM PEMBELAJARAN LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Kelengkapan sarana Tersedia sarana TIK yang memadai untuk kegiatan pembelajaran berbasis TIK seperti : 1. Televisi 2. Radio 3. Tape Recorder 4. VCD/DVD Player 5. OHP/LCD Proyektor 6. Koran/Majalah 7. Komputer/Laptop Tersedia sarana TIK yang memadai untuk kegiatan pembelajaran berbasis TIK seperti: 1. Televisi 2. Radio 3. Tape Recorder 4. VCD/DVD Player 5. OHP/LCD Proyektor Tidak ada kesenjangan
  • 252. 260 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 8. Internet 6. Koran/Majalah 7. Komputer/Laptop 8. Internet 2 Ketersediaan prasarana (infrastruktur) 1. Ruang komputer 2. Ruang multimedia Sudah memiliki ruang (lab) komputer dan ruang multimedia dengan sarana yang memadai 3 Kompetensi/ kemampuan guru dalam pengoperasi an TIK Semua guru mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya Sebagian guru mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya. Sebagian lagi belum mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya. Sebagian guru belum mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya. Upayakan agar semua guru mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya Mengadakan workshop dan pembinaan terus menerus terhadap guru yang belum mampu mengoperasikan peralatan TIK yang berhubungan dengan tugas mengajanya 4 Pelaksanaan TIK dalam pembelajaran Acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber Upayakan acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis: national geograpik) tidak dijadikan sumber Himbauhan kepada untuk memanfaatkan acara radio/ Televisi Edukasi (TVE) / stasiun lain (mis:
  • 253. 261 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi belajar di kelas / Perpustakaan belajar di kelas / Perpustakaan national geograpik) tidak dijadikan sumber belajar di kelas / Perpustakaan Komputer digunakan: - penyusunan bahan ajar dan mengolah hasil belajar - data base, PAS Komputer digunakan: - penyusunan bahan ajar dan mengolah hasil belajar - Penggunaan data base dan PAS masih terbatas Penggunaan data base dan PAS masih terbatas Optimalisasi Penggunaan data base dan PAS Menyarankan agar penggunaan Database dan PAS lebih meluas Internet - Web sekolah - E-learning - Ada web sekolah - Belum memanfaatkan E- learning secara optimal - Belum memanfaatkan E-learning secara optimal - Pemanfaatan E-learning dalam proses pembelajaran secara lebih optimal - Memanfaatkan jaringan Wi-fi yang ada di sekolah untuk mengoptimal kan pemanfaatan E-learning dalam kegiatan pembelajaran 5 Perencanaan / program pengembang - manajemen sekolah - media pembelajaran - Web sekolah Ada perencanaan program pengembangan TIK Tidak ada kesenjangan
  • 254. 262 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi an TIK - E-learning dalam bidang : - manajemen sekolah - media pembelajaran - Web sekolah - E-learning Televisi adalah salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang tetap di gunakan dalam pembelajaran di SMPN 1 Pringgabaya. Hanya saja pemanfaatannya masih belum maksimal. TV ini dilengkapi dengan antena parabola yang dapat menangkap siaran-siaran TV Edukasi maupun siaran-siaran informatif lainnya. Karena kelebihan yang dimiliki oleh media komputer (Laptop+LCD) dan ruang multimedia guru yang memanfaatkan kebanyakan tidak memanfaatkan TV dalam pembelajaran. Dengan demikian jumlah guru yang memanfaatkan TV Edukasi dalam pembelajaran masih sangat kecil bahkan hampir tidak ada. Masih sekitar 50% guru SMPN 1 Pringgabaya sudah memiliki komputer pribadi atau laptop dan sudah mampu mengoperasikan komputer dasar. Semua perangkat pembelajaran guru sudah diketik dengan menggunakan komputer, artinya tidak ada lagi silabus atau RPP yang diketik dengan menggunakan mesin ketik atau ditulis tangan. Kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer masih tingkat dasar bahkan ada yang belum bisa sama sekali. Hanya sekitar 10 dari 52 guru yang sudah menguasai beberapa program komputer tingkat lanjut misalnya program Power point, desain grafis, internet dan database.
  • 255. 263 Belum semua guru yang menggunakan pasilitas komputer dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena belum semua guru familiar dengan alat-alat TK. Guru-guru yang sering memanfaatkan TIK dalam pembelajaran adalah guru mata pelajaran TIK, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Guru-guru tersebut dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajarannya dengan teknik pemakaian secara bergantian dengan jadwal yang disepakati bersama. 9. KAJIAN MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi program sekolah adalah pemberian estimasi (penafsiran) terhadap keberhasilan yang dicapai oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai administrator dan supervisor. Keberhasilan kepala sekolah merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dan merupakan salah satu indikator yang diketahui dalam rangka memberikan estimasi terhadap keberhasilan program pendidikan di sekolah. Disadari bahwa betapa pentingnya evaluasi bagi suatu pekerjaan yang nantinya berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan maka dapat dikatakan bahwa tidak hanya siswa yang harus dievaluasi, melainkan semua aspek dalam program kerja sekolah juga mutlak dievaluasi. Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian pelaksanaan monitoring dan evaluasi program kegiatan sekolah, wawancara dengan kepala sekolah dan guru-guru serta matriks kajian Monev, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian pelaksanaan MonEv sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain.
  • 256. 264 a. SMP Negeri 3 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : MONITORING DAN EVALUASI LOKASI MAGANG : SEKOLAH SENDIRI (SMP NEGERI 3 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Program Monev 1. Menetapkan tujuan Monev. 2. Membagi tugas dan tanggung jawab tim Monev, serta sumber daya yang tersedia. 3. Mengidentifikasi dan mengembangkan instrumen/alat Monev yang dibutuhkan. 4. Berlatih menggunakan instrumen/ alat Monev. 5. Menyusun rencana kegiatan Monev 1. Dilakukan tanpa melalui mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. 2. Tidak ada pembagian tugas dan tanggung jawab (tidak memiliki tim khusus) Pelaksanaan monev dilakukan tanpa mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan Pelaksanaan monev dilakukan melalui mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan Menyarankan kepada pihak sekolah untuk melakukan kegiatan monev melalui mekanisme tahapan yang jelas 2 Proses dan Tata kerja 1. Mengorganisasikan penggunaan Informasi diperoleh secara lisan atau Metode pengumpulan Perlu dilakukan Perlu dilakukan pengorganisasian
  • 257. 265 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Monev (apa, bagaimana, dan siapa) intrumen/alat Monev . 2. Mengumpulkan dan mendapatkan data. 3. Berkoordinasi dan bekerjasama antar tim Monev. 4. Memonitoring perkembangan kegiatan. 5. Memodifikasi/penyesu aian Monev jika perlu. 6. Mengidentifikasi masalah –masalah yang penting, peluang, dan hasil. 7. Pertemuan tim Monev untuk monitoring perkembangan kegiatan. berdasarkan bukti dan fakta data belum menggunakan instrumen pengorganisasi an penggunaan alat/ instrumen monev penggunaan alat/ instrumen monev 3 Pengembangan dan ketersediaan instrument Monev Memiliki dan mngembangkan instrumen monev Tidak menggunakan instrumen Pengumpulan data tanpa menggunakan instrumen Perlu dilakukan pengembangan instrumen monev Menyarankan kepada pihak sekolah untuk mengadakan pengembangan instrumen monev
  • 258. 266 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 4 Evaluasi dan pelaporan 1. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil monev Evaluasi diadakan secara insidentil Evaluasi diadakan secara insidentil Evaluasi diadakan secara berkala dan kontinyu Menyarankan kepada tim monev agar diadakan pertemuan rutin untuk mengevaluasi hasil monev 2. Melaporkan hasil kegiatan monev Tidak melaporkan secara resmi hasil monev 5 Tindak lanjut 1. Melakukan kegiatan tindak lanjut terhadap hasil monev 2. Berbagi hasil Monev dengan warga sekolah terkait dan mendapatkan masukan/umpan balik lebih lanjut dari mereka. 3. Mendiskusikan bagaimana warga sekolah dapat menerapkan rekomendasi yang relevan. Hasil monev diinformasikan kepada warga sekolah untuk memperoleh umpan balik - Hendaknya hasil monev ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat
  • 259. 267 Kegiatan monitoring dan evaluasi program SMPN 3 Pringgabaya belum sepenuhnya dilaksanakan berdasarkan prinsip- prinsip monitoring dan evaluasi program. Kegiatan monev tidak melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Kegiatan monev dilaksanakan tanpa ada pembagian tugas dan tanggung jawab, tidak menggunakan instrumen. Monitoring dan evaluasi dilakukan hanya dengan mengumpulkan informasi secara lisan atau berdasarkan bukti dan fakta di lapangan. Hasil monev yang diperoleh kemudian diinformasikan kepada warga sekolah untuk memperoleh umpan balik. Model pelaksanaan monev yang dilakukan di sekolah sangat tergantung kepada kemauan kepala sekolah serta pemahaman terhadap pelaksanaan monev itu sendiri.
  • 260. 268 b. SMP Negeri 1 Pringgabaya MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR BAHAN KAJIAN : MONITORING DAN EVALUASI LOKASI MAGANG : SEKOLAH LAIN (SMP NEGERI 1 PRINGGABAYA) No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 1 Program Monev 1. Menetapkan tujuan Monev. 2. Membagi tugas dan tanggung jawab tim Monev, serta sumber daya yang tersedia. 3. Mengidentifikasi dan mengembangkan instrumen/alat Monev yang dibutuhkan. 4. Berlatih menggunakan instrumen/ alat Monev. 5. Menyusun rencana kegiatan Monev 1. Dilakukan tanpa melalui mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. 2. Tidak ada pembagian tugas dan tanggung jawab (tidak memiliki tim khusus) Pelaksanaan monev dilakukan tanpa mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan Pelaksanaan monev dilakukan melalui mekanisme tahapan persiapan, pelaksanaan dan pelaporan Menyarankan kepada pihak sekolah untuk melakukan kegiatan monev melalui mekanisme tahapan yang jelas 2 Proses dan Tata kerja 1. Mengorganisasikan penggunaan Informasi diperoleh secara lisan atau Metode pengumpulan Perlu dilakukan Perlu dilakukan pengorganisasian
  • 261. 269 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi Monev (apa, bagaimana, dan siapa) intrumen/alat Monev . 2. Mengumpulkan dan mendapatkan data. 3. Berkoordinasi dan bekerjasama antar tim Monev. 4. Memonitoring perkembangan kegiatan. 5. Memodifikasi/penyesu aian Monev jika perlu. 6. Mengidentifikasi masalah –masalah yang penting, peluang, dan hasil. 7. Pertemuan tim Monev untuk monitoring perkembangan kegiatan. berdasarkan bukti dan fakta data belum menggunakan instrumen pengorganisasi an penggunaan alat/ instrumen monev penggunaan alat/ instrumen monev 3 Pengembangan dan ketersediaan instrument Monev Memiliki dan mngembangkan instrumen monev Tidak menggunakan instrumen Pengumpulan data tanpa menggunakan instrumen Perlu dilakukan pengembangan instrumen monev Menyarankan kepada pihak sekolah untuk mengadakan pengembangan instrumen monev
  • 262. 270 No Aspek/ Komponen Kondisi Ideal Kondisi Saat ini Kesenjangan Rekomendasi Alternatif Solusi 4 Evaluasi dan pelaporan 1. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil monev Evaluasi diadakan secara insidentil Evaluasi diadakan secara insidentil Evaluasi diadakan secara berkala dan kontinyu Menyarankan kepada tim monev agar diadakan pertemuan rutin untuk mengevaluasi hasil monev 2. Melaporkan hasil kegiatan monev Tidak melaporkan secara resmi hasil monev 5 Tindak lanjut 1. Melakukan kegiatan tindak lanjut terhadap hasil monev 2. Berbagi hasil Monev dengan warga sekolah terkait dan mendapatkan masukan/umpan balik lebih lanjut dari mereka. 3. Mendiskusikan bagaimana warga sekolah dapat menerapkan rekomendasi yang relevan. Hasil monev diinformasikan kepada warga sekolah untuk memperoleh umpan balik - Hendaknya hasil monev ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat
  • 263. 271 Seperti halnya di SMP Negeri 3 Pringgabaya kegiatan monitoring dan evaluasi program SMPN 1 Pringgabaya belum sepenuhnya dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi program. Kegiatan monev tidak melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Kegiatan monev dilaksanakan tanpa ada pembagian tugas dan tanggung jawab, tidak menggunakan instrumen. Kegiatan monev yang terstruktur biasanya dilakukan oleh Tim Pengawas SMP Kabupaten Lombok Timur. Monitoring dan evaluasi dilakukan hanya dengan mengumpulkan informasi secara lisan atau berdasarkan bukti dan fakta di lapangan. Hasil monev yang diperoleh kemudian diinformasikan kepada warga sekolah untuk memperoleh umpan balik.
  • 264. 272 E. Upaya Peningkatan Kompetensi Sosial di Sekolah Magang Seperti yang sudah tertuang dalam Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK), penulis masih merasa kurang dalam kompetensi sosial, yaitu bagaimana menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak lain baik perorangan maupun institusi dalam mendukung kegiatan pendidikan di sekolah. Di sekolah magang yaitu di SMP Negeri 1 Pringgabaya penulis menemukan sesuatu yang sangat bermanfaat yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi sosial berupa kerja sama dengan pihak lain baik perorangan maupun institusi untuk mendukung kegiatan pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Pringgabaya memiliki kegiatan UKS yang cukup bagus, hal ini didukung oleh pembinanya yaitu Bapak Dodi Rodiman, S.Pd., S.Kes. seorang guru BP/BK yang juga memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Kesehatan. Disamping mengelola kegiatan UKS lengkap dengan ruangannya yang cukup bagus, juga menjalin kerjasama dalam pembinaan kegiatan UKS dengan sebuah sekolah internasional di Denpasar yang murid-muridnya sebagian besar adalah putra/putri staf WHO dalam membina kegiatan UKS. Kebetulan ketika penulis sedang melaksanakan OJL di sekolah tersebut, mereka menerima kunjungan dari 10 orang siswa sekolah Internasional tersebut. Di samping bekerjasama dengan Sekolah Internasional, SMP Negeri 1 Pringgabaya sering menjalin kerjasama dengan pihak lain baik secara perorangan maupun institusi pemerintah/swasta dalam mendukung berbagai kegiatan di sekolah. Misalnya berkerja sama dengan operator sebuah jaringan telekomunikasi untuk membentuk suatu komunitas komunikasi di sekolah. Dari berbagai pengalaman tersebut penulis banyak mendapatkan pelajaran bahwa kerjasama dengan pihak lain sangat perlu terus dikembangkan dalam rangka mendukung berbagai kegiatan pendidikan di sekolah.

×