MAKALAH
ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG SEDERHANA
Disusun Oleh :
AHMAD KADAFI HUSIN
NPM. 12312366
PROGRAM STUDI STRATA 1
JURUSA...
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan Rahmat
dan Karunia-Nya serta...
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi elektronika saat ini sudah sedemikian pesatnya yang
kadang-kada...
3. Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui komponen-komponen elektonika yang menjadi fungsi-fungsinya sehingga
dapat mengaplikasi...
BAB III
DASAR TEORI
Dasar Hukum Elektronika
1. Hukum Kirchhoff
1. Dalam rangkaian tidak bercabang, kuat arus listrik di se...
diberi tegangan tidak dialiri dengan arus yang besar, serta dapat digunakan sebagai pembagi
tegangan.
Keterangan :
Untuk R...
2. Trimpot (Trimmer Potentiometer)
Adalah potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya dengan cara mentrim dengan
men...
2. Pada PNP transistor PNP, memberikan tegangan negatif dari basis ke emitor ini akan
menyalakan transistor (on ). Dan mem...
4. LED
LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan produk
temuan lain setelah dioda. Strukt...
Sensor Cahaya
5. LDR (Light Depandent Resistor)
Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang men...
komponen pendeteksi ada tidaknya cahaya maupun dapat digunakan untuk membentuk
sebuah alat ukur akurat yang dapat mendetek...
7. Motor Penggerak (Dinamo)
Motor adalah komponen yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam
kasus peranca...
reaksi kimia yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction). Sedangkan baterai
sekunder dapat diisi ulang karena...
BAB III
PEMBAHASAN
1. Pengertian Robot Line Follower
Line Follower Robot (Robot Pengikut Garis) adalah robot yang dapat be...
Gb. PCB Layout Rangkaian Line Follower
Gb. Protype Rangakaian Line Follower
3. Cara Kerja Rankaian Line Follower
Seperti l...
penggerak atau motor agar motor dapat menyesuaikan gerak tubuh robot sesuai garis yang
dideteksinya.
Pada konstruksi yang ...
BAB IV
PROSES PERAKITAN
1. ALAT DAN BAHAN
Daftar komponen yang dibutuhkan :
Alat yang dibutuhkan :
1. Solder, timah solder...
kalian punya adalah kedua software tersebut sebelum melakukan perakitan, setelah
itu print layout PCB tersebut pada kertas...
kritis di dalam pembuatan robo tini, karena kalau tuning tidak tepat, aka robot beralan
tidak sesuai jalur yang dibuat.
8....
BAB V
KESIMPULAN
Membuat robot itu mudah, tidak sesulit seperti apa yang kita bayangkan, asalkan kita
mau belajar dan mau ...
DAFTAR PUSTAKA
Dedy Rusmadi, Aneka Rangkaian Elektronika Alarm dan Bel Listrik, Pioner Jaya, Bandung, 2005.
Politeknik Ele...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Robot line follower sederhana menggunakan transisto dan photo dioda

24,355
-1

Published on

Published in: Technology
0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
24,355
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,048
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Robot line follower sederhana menggunakan transisto dan photo dioda

  1. 1. MAKALAH ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG SEDERHANA Disusun Oleh : AHMAD KADAFI HUSIN NPM. 12312366 PROGRAM STUDI STRATA 1 JURUSAN TEHNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER PERGURUAN TINGGI TEKNOKRAT 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya serta kemudahan sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini. Tanpa pertolongan NYA saya tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik, yang merupakan tugas akhir pada perkuliahan praktikum elektronika dasar. Makalah ini disusun agar pembaca dan memperluas ilmu tentang dasar-dasar elektronika serta prinsip dasar pembuatan sebuah robot line follower. Makalah ini memuat tentang sebuah pembuatan robot line follower analog sederhana. Dalam penulisan makalah ini saya sebagai penyusun merasa masih banyak sekali kekurangan dan keterbatasan baik secara teknis maupun non teknis dalam penulisan maupun dalam penyusunan materi. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak kami harapkan untuk penyempurnaan pembuatan makalah di kemudian hari. Semoga Penyusun dan Pembaca diberi kemudahan untuk dapat memahami isi dari makalah ini dan dapat bermanfaat. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bpk. Didik Sri Utomo, S.Pd. selaku Dosen Pengampu dan pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan serta menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, khususnya kepada mahsiswa dam mahasiswai Perguruan Tinggi TEKNOKRAT. Bandar Lampung, 14 Januari 2013 Penyusun
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perkembangan teknologi elektronika saat ini sudah sedemikian pesatnya yang kadang-kadang berawal dari rangkaian-rangkaian sederhana yang biasa kita jumpai dalam buku-buku hobby elektronika. Aplikasi dari Line Follower biasanya digunakan sebagai motor mainan anak-anak dan juga sebagai sarana transportasi di area pabrik. Jadi dalam makalah ini akan dijelaskan rangkaian elektronika dari Line Follower beserta cara kerjanya. Robot ini merupakan salah satu bentuk robot beroda yang memiliki komponen utama diantaranya, seperti resistor, dioda, transistor, Led yang dirangkai untuk menghasilkan jenis kendaraan yang berjalan secara otomatis dengan kecepatan tertentu mengikuti garis. Di dalam rangkaian Line Follower terdapat 3 bagian utama, yaitu bagian sensor, komparator dan driver. Untuk bagian sensor digunakan photo dioda, photo transistor atau LDR sebagai sensor cahaya, sedangkan komparator sebagai pembanding tegangan dan untuk drivernya digunakan 2 buah motor sebagai penggerak rodanya. Hasil uji coba rangkaian Line Follower ini menunjukkan performa yang mampu berjalan di beberapa medan, diantaranya medan lurus, belok, naik, dan menurun. 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka disusun rumusan masalah sebagai berikut : 1. Komponen yang diperlukan dalam pembuatan Line Follower. 2. Fungsi dari setiap komponen yang diperlukan dalam pembuatan Line Follower. 3. Prinsip kerja pada Line Follower. 4. Cara membuat rangkaian Line Follower.
  4. 4. 3. Tujuan dan Manfaat 1. Mengetahui komponen-komponen elektonika yang menjadi fungsi-fungsinya sehingga dapat mengaplikasikannya dalam bentuk sebuah rangkaian. 2. Mengetahui dan memahami sistem dan cara kerja Line Follower dengan segala kendala. 3. Mengetahui beberapa tehnik dasar-dasar elektronika seperti pembuatan PCB, etching serta soldering. 4. Mengetahui bagaimana cara membuat rangkaian robot Line Follower. 4. Batasan Masalah Dalam penyusunan makalah ini kami hanya membatasi materi mengenai : 1. Fungsi tiap komponen dalam rangkaian Line Follower yang terdiri dari rangkaian sensor, komparator, dan driver. 2. Prinsip kerja dari Line Follower.
  5. 5. BAB III DASAR TEORI Dasar Hukum Elektronika 1. Hukum Kirchhoff 1. Dalam rangkaian tidak bercabang, kuat arus listrik di setiap titik besarnya sama. 2. Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik percabangan itu. 3. Beda potensial pada rangkaian tidak bercabang adalah jumlah dari beda potensial tersebut. 4. Tegangan pada rangkaian bercabang, besar beda potensial adalah sama. 2. Hukum Ohm 1. Sebuah kawat penghantar mempunyai hambatan 1 Ohm apabila beda potensial 1 Volt pada ujung-ujung kawat penghantar itu menghasilkan kuat arus sebesar 1 Ampere. 2. Resisitansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melalui resistor tersebut. Komponen-Komponen Line Follower Komponen-komponen pada rangkaian Line Follower terdiri dari : 1. Resistor Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Penggunaan resistor dalam rangkaian berfungsi sebagai penghambatarus listrik, memperkecil arus dan membagi arus listrik dalam suatu rangkaian. Satuan yang dipakai untuk menentukan besar kecilnya nilai resistor adalah Ohm atau disingkat dengan Ω (Omega). Dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu, seperti besar hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas. Resistor memberikan hambatan agar komponen yang
  6. 6. diberi tegangan tidak dialiri dengan arus yang besar, serta dapat digunakan sebagai pembagi tegangan. Keterangan : Untuk Resistor gelang 4 : gelang pertama angka, gelang kedua angka, gelang ketiga pengali dan gelang keempat sebagai toleransi. Sedangkan untuk resistor gelang 5 : gelang pertama angka, gelang kedua angka, gelang ketiga angka, gelang keempat pengali dan gelang kelima sebagai toleransi. Untuk resistor gelang 6 sama seperti gelang 5 tetapi untuk gelang ke 6 sebagai koefisien suhu.
  7. 7. 2. Trimpot (Trimmer Potentiometer) Adalah potensiometer yang cara mengubah nilai tahanannya dengan cara mentrim dengan menggunakan obeng trim. Pada televisi, trimpot biasanya digunakan untuk mengatur besaran arus pada rangkaian oscilator, rangkaian driver, atau pada penyetelan keseimbangan putih (white balance). bagian-bagian yang menggunakan trimpot berarti bagian tersebut tidak sering dilakukan penyetelan dan biasanya hanya ditujukan untuk maintenance. 3. Transistor Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar elektronik dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Transistor memiliki 3 terminal. Transistor biasanya dibuat dari bahan silikon atau germanium. Tiga kaki yang berlainan membentuk transistor bipolar adalah emitor, basis dan kolektor. Mereka dapat dikombinasikan menjadi jenis N-P-N atau P-N-P yang menjadi satu sebagai tiga kaki transistor. Gambar di bawah memperlihatkan bentuk dan simbol untuk jenis NPN. (Pada transistor PNP, panah emitor berlawanan arah). Pada rangkaian elektronik, sinyal inputnya adalah 1 atau 0 ini selalu dipakai pada basis transistor, yang mana kolektor dan emitor sebagai penghubung untuk pemutus (short) atau sebagai pembuka rangkaian. Aturan/prosedur transistor sebagai berikut: 1. Pada transistor NPN, memberikan tegangan positif dari basis ke emitor, menyebabkan hubungan kolektor ke emitter terhubung singkat, yang menyebabkan transistor aktif (on). Memberikan tegangan negatif atau 0 V dari basis ke emitor menyebabkan hubungan kolektor dan emitor terbuka, yang disebut transistor mati (off)
  8. 8. 2. Pada PNP transistor PNP, memberikan tegangan negatif dari basis ke emitor ini akan menyalakan transistor (on ). Dan memberikan tegangan positif atau 0 V dari basis ke emitor ini akan membuat transistor mati (off). Gb. Bentuk transistor ( PNP ) ( NPN ) Cara kerja transistor : • Untuk NPN, jika ada arus yang mengalir dari basis menuju emitor maka akan ada arus yang mengalir dari collector menuju emitor. • Untuk PNP, jika ada arus yang mengalir dari emitor menuju basis maka akan ada arus yang mengalir dari emitor menuju collector. Hfe = Ic / Ib, dimana Ic >> Ib Dimana : Hfe : besar penguatan Ic : arus collector Ib : arus basis
  9. 9. 4. LED LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau.LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi dayanya. Gbr. Simbol LED
  10. 10. Sensor Cahaya 5. LDR (Light Depandent Resistor) Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. LDR digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Saklar cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR. Akan tetapi karena responsnya terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada situasi dimana intesitas cahaya berubah secara drastis. Sensor cahaya berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang ada di sekitar kita. LDR 6. Photo Diode Photodioda adalah dioda yang bekerja berdasarkan intensitas cahaya, jika photodioda terkena cahaya maka photodioda bekerja seperti dioda pada umumnya, tetapi jika tidak mendapat cahaya maka photodioda akan berperan seperti resistor dengan nilai tahanan yang besar sehingga arus listrik tidak dapat mengalir. Photodioda merupakan sensor cahaya semikonduktor yang dapat mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Photodioda merupakan sebuah dioda dengan sambungan p- n yang dipengaruhi cahaya dalam kerjanya. Cahaya yang dapat dideteksi oleh photodioda ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Photodioda digunakan sebagai penangkap gelombang cahaya yang dipancarkan oleh Infrared. Besarnya tegangan atau arus listrik yang dihasilkan oleh photodioda tergantung besar kecilnya radiasi yang dipancarkan oleh infrared.Photo dioda digunakan sebagai
  11. 11. komponen pendeteksi ada tidaknya cahaya maupun dapat digunakan untuk membentuk sebuah alat ukur akurat yang dapat mendeteksi intensitas cahaya dibawah 1pW/cm2 sampai intensitas diatas 10mW/cm2. Photo dioda mempunyai resistansi yang rendah pada kondisi forward bias, kita dapat memanfaatkan photo dioda ini pada kondisi reverse bias dimana resistansi dari photo dioda akan turun seiring dengan intensitas cahaya yang masuk. Dioda peka cahaya adalah jenis dioda yang berfungsi mendektesi cahaya. Berbeda dengandioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah menjadi arus listrik. Cahaya yang dapatdideteksi oleh dioda peka cahaya ini mulai dari cahaya inframerah, cahaya tampak, ultra ungusampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda peka cahaya mulai dari penghitung kendaraan di jalanumum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan dibidang medis. Alat yang mirip dengan dioda peka adalah transistor foto (phototransistor). Transistorfoto ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan diodapeka cahaya. Hal ini disebabkan karena electron yang ditimbulkan oleh foton cahaya padajunction ini diinjeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian kolektornya. Namun demikian,waktu respons dari transistor foto secara umum akan lebih lambat dari pada dioda peka cahaya. Jika photo dioda tidak terkena cahaya, maka tidak ada arus yang mengalir ke rangkaian pembanding, jika photo dioda terkena cahaya maka photodiode akan bersifat sebagai tegangan, sehingga Vcc dan photo dioda tersusun seri, akibatnya terdapat arus yang mengalir ke rangkaian pembanding. Gb. Photodiode
  12. 12. 7. Motor Penggerak (Dinamo) Motor adalah komponen yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam kasus perancangan robot, umumnya digunakan motor DC, karena jenis motor tersebut mudah untuk dikendalikan. Kecepatan yang dihasilkan oleh motor DC berbanding lurus dengan potensial yang diberikan. Untuk membalik arah putarnya cukup membalik polaritas yang diberikan. 8. Batterai Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu: 1. batang karbon sebagai anode (kutub positif baterai) 2. seng (Zn) sebagai katode (kutub negatif baterai) 3. pasta sebagai elektrolit (penghantar) Baterai disini berfungsi sebagai sumber tegangan untuk menyuplai tegangan ke rangkaian robot. Baterai yang biasa dijual (disposable/sekali pakai) mempunyai tegangan listrik 1,5 sampai 9 volt. Baterai ada yang berbentuk tabung atau kotak. Ada juga yang dinamakan rechargeable battery, yaitu baterai yang dapat diisi ulang, seperti yang biasa terdapat pada telepon genggam. Baterai sekali pakai disebut juga dengan baterai primer, sedangkan baterai isi ulang disebut dengan baterai sekunder. Baik baterai primer maupun baterai sekunder, kedua-duanya bersifat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Baterai primer hanya bisa dipakai sekali, karena menggunakan
  13. 13. reaksi kimia yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction). Sedangkan baterai sekunder dapat diisi ulang karena reaksi kimianya bersifat bisa dibalik (reversible reaction). Gb. Baterai
  14. 14. BAB III PEMBAHASAN 1. Pengertian Robot Line Follower Line Follower Robot (Robot Pengikut Garis) adalah robot yang dapat berjalan mengikuti sebuah lintasan, ada yang menyebutnya dengan Line Tracker, Line Tracer Robot dan sebagainya. Garis yang dimaksud adalah garis berwarna hitam di atas permukaan berwarna putih atau sebaliknya, ada juga lintasan dengan warna lain dengan permukaan yang kontras dengan warna garisnya. Ada juga garis yang tak terlihat yang digunakan sebagai lintasan robot, misalnya medan magnet. 2. Rangkaian Robot Line Follower Dari beberapa komponen di atas, maka dihasilkan sebuah rangkaian Line Follower. Rangkaian Line Follower terdiri dari tiga bagian utama, yaitu rangkaian sensor, rangkaian komparator (pembanding) dan rangkaian driver. Gb. Rangkaian Line Follower Sederhana
  15. 15. Gb. PCB Layout Rangkaian Line Follower Gb. Protype Rangakaian Line Follower 3. Cara Kerja Rankaian Line Follower Seperti layaknya manusia, bagaimana manusia dapat berjalan pada mengikuti jalan yang ada tanpa menabrak dan sebagainya, tentunya karena manusia memiliki “mata” sebagai penginderanya. Begitu juga robot line follower ini, dia memiliki sensor garis yang berfungsi seperti “mata” pada manusia. Sensor garis ini mendeteksi adanya garis atau tidak pada permukaan lintasan robot tersebut, dan informasi yang diterima sensor garis kemudian diteruskan ke prosesor untuk diolah sedemikian rupa dan akhirnya hasil informasi hasil olahannya akan diteruskan ke
  16. 16. penggerak atau motor agar motor dapat menyesuaikan gerak tubuh robot sesuai garis yang dideteksinya. Pada konstruksi yang sederhana, robot line follower memiliki dua sensor garis, yang terhubung ke dua motor (kanan dan kiri) secara bersilang melalui sebuah komparator rangkaian pembanding sinyal input). Sensor garis A (Kiri) mengendalikan motor kanan, sedangkan sensor garis B (kanan) mengendalikan motor kiri. • Ketika sensor A mendeteksi garis sedangkan sensor B keluar garis ini berarti posisi robot berada lebih sebelah kanan dari garis, untuk itu motor kanan akan aktif sedangkan motor kiri akan mati. Akibatnya motor akan berbelok kearah kiri. • Begitu sebaliknya ketika sensor B mendeteksi garis, motor kiri aktif dan motor kanan mati, maka robot akan berbelok ke kanan. • Jika kedua sensor mendeteksi garis maka kedua motor akan aktif dan robot akan bergerak maju.
  17. 17. BAB IV PROSES PERAKITAN 1. ALAT DAN BAHAN Daftar komponen yang dibutuhkan : Alat yang dibutuhkan : 1. Solder, timah solder dan kabel secukupnya 2. Kotak baterai 6V 3. Roda bekas (Roll on parfume) 4. Bor PCB 5. Lem Lilin 6. Setrika Listrik 7. Glossy paper 8. Printer laser (Mesin fotocopy) 9. Cairan FeCl 10. Multitester analog /digital 2. PROSES PEMBUATAN Langkah-langkah untuk merakit robot ini sebagai berikut : 1. Siapkan PCB, kemudian gambar komponen sesuai rangkaian di atas, saya menyarankan untuk mengunakan Live Wire bagi pemula, setelah gambar rangkaian convert rangkaian tersebut dengan mengunakan PCB wizard jadi hal yang harus Nama Kompenen Jumlah Satuan Motor DC 2 Buah LDR 2 Buah LED 2 Buah Variable Resistor 100K 2 Buah R 1K 2 Buah R 330 2 Buah Transistor PNP 2 Buah Transistor NPN 2 Buah PCB 10x5 cm 1 Buah PCB Bolong 1 Buah
  18. 18. kalian punya adalah kedua software tersebut sebelum melakukan perakitan, setelah itu print layout PCB tersebut pada kertas glossy 100gr menggunakan printer laser. Gbr Proses Pengconvertan dari Line Follower ke PCB Wizard. 2. Setelah gambar layout terprint letakan gambar tersebut di atas permukaan PCB pada bagian yang terdapat tembaga dan gunakan strika untuk merekatkan gambar tersebut dengan PCB dengan suhu maksimum stirka. 3. Setelah rekat rendam PCB tersebut di dalam air selama 2 menit kemudian bersihkan perlahan menggunakan jari anda setelah bersih (hanya garis hitam yang melekat pada PCB) masukan PCB ke dalam larutan FeCl, pengunaan FeCl harus berhati-hati karena merupakan zat kima yang berbahaya, rendam PCB terbut ke dalam larutan FeCl hingga bagian tembaga hilang. 4. Setelah itu bersihkan terlebih dahulu dengan air, kemudian bersihkan jalur hitam pada PCB tersebut menggunakan thinner. 5. Setelah bersih bor PCB sesuai dengan penempatan kaki kompenen. 6. Setelah semua di bor lalu pasang dan solderlah komponen sesuai rangkaian diatas. 7. Beri tegangan 9V, atur pemberian cahaya pada LDR tersebut dengan Membuka atau menutup permukaan LDR tersebut dengan jari atau kertas, atur trimpot/potensiometer sehingga hasilnya optimal. Bagian ini ialah bagian yang paling
  19. 19. kritis di dalam pembuatan robo tini, karena kalau tuning tidak tepat, aka robot beralan tidak sesuai jalur yang dibuat. 8. Pasanglah PCB dan pendukungnya, hubungkan kabel ke motor DC ke keluaran PCB, hubungkan baterai 9V 9. Jika sudah dirakit cobalah jalankan pada lantai yang sudah dipasang jalur hitam berkelok (dapat menggunakan lakban), maka robot akan beralan mengikuti jalur tersebut. Jika sensor kurang sensitif, putarlah perlahan-lahan trimpot/potensiometer robot tersebut, untuk hasil yang optimal. Pastikan sensor LDR berada cukup dekat dengan lantai. Jika putaran motor terlalu cepat, Anda dapat mengatur besar tegangan motor DC tersebut.
  20. 20. BAB V KESIMPULAN Membuat robot itu mudah, tidak sesulit seperti apa yang kita bayangkan, asalkan kita mau belajar dan mau mendalami serta memahami hal-hal mengenai robotika. Memang pada awalnya membuat robot terlihat ribet dan ruwet, akan tetapi apabila kita sudah mulai mengerjakan, maka dapat dengan mudah kita melanjutkannya dan menikmati hasilnya. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat robotika juga dapat kita jumpai dengan mudah, karena dijual di toko-toko elektronik terdekat. Tak sedikit dari bahan yang digunakan harganya murah, karena untuk mendapatkan hasil yang berkualita baik maka kita harus rela mengeluarkan uang untuk membeli keperluan lain-lain. Dengan membuat robot, maka kita dapat menciptakan imajinasi dan menambah kekreativitasan kita, serta dapat lebih mendalami penguasaan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi dasar. Sehingga, tidak hanya cenderung mengenal teori nya saja, akan tetapi juga dapat langsung praktiknya.
  21. 21. DAFTAR PUSTAKA Dedy Rusmadi, Aneka Rangkaian Elektronika Alarm dan Bel Listrik, Pioner Jaya, Bandung, 2005. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Pelatihan Line Tracer, ITS, 2006. http://id.wikipedia.org/wiki/
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×