Your SlideShare is downloading. ×
BMP ADBI4211 Manajemen Resiko dan Asuransi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

BMP ADBI4211 Manajemen Resiko dan Asuransi

2,440
views

Published on

Download from Google Drive http://adf.ly/u1Ddp …

Download from Google Drive http://adf.ly/u1Ddp
Link updated November 2014

Published in: Education

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,440
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MDDUL 1 Risiko dalam Kehidupan Masyarakat Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN "Tatkala kita mengambil risiko, kita bertaruh terhadap hasil yang akan diperoleh dari keputusan yang telah kita buat, meskipun kita tidak mengetahui kepast ian hasil sepert i apa yang akan kit a perol eh" . Peter L. Berstei n Against the Gods, The Pemarkable Elory of Rsk Nlegan berusi a 24 t ercat at sebagai perawat yang bekerj a pada komunitas rumah sakit di Dallas, Texas. Setelah bekerj a dua shift, dia mengemudi pul ang dalam huj an badai yang mengaburkan mata. Seorang pengemudi mabuk melintasi garis pembatas, menabrak bagian depan mobil Nlegan, dan meninggal seketika. tvegan lebih beruntung, Dia hidup tetapi tidak mampu untuk bekerj a selama 6 bulan. Selama itu dia mengeluarkan tagihan pengobatan lebih dari USJ150,000 dan kehilangan sekitar USJ20,000 dari gaj inya. Kecelakaan tragis Nlegan menunj ukkan secara j elas bahwa kit a hidup dalam dunia yang penuh risiko. Tragedi yang sama terjadi setiap hari. Pengemudi mobil atau motor meninggal atau mengalami luka parah dalam kecelakaan mobil. Pemilik rumah kehilangan rumah dan harta benda mi Iiknya karena t erj adinya suat u bencana al am seperti kebakaran, banjir, angin topan, dan gempa bumi. Beberapa orang mengalami tagihan pengobatan yang besar dan kehilangan pendapat annya karena sakit misal nya penyakit hati, kanker, dan AI OS Bahkan individu yang lain menghadapi kebangkrutan keuangan karena kel alai an yang merugi kan seseorang dan t idak dapat mel unasi t anggung j awabnya. Modul ini mendiskusikan risiko dan ancaman di dalam masyarakat. Topik yang didiskusikan meliputi pengertian risiko, tipe-tipe utama dari risiko yang mengancam jaminan keuangan manusia, dan metode dasar dalam menangani risiko.
  • 2. 1. 2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan mampu untuk: 1. menjelaskan pengertian risiko; 2. membedakan antara risiko murni (pure risk) dan risiko spekulatif (speculative risk); 3. mengidentifikasi hal pokok yang terkait dengan risiko murni yang berhubungan dengan beban ekonomi; 4. menjelaskan bagaimana risiko menjadi beban masyarakat; 5. mengakses situs internet untuk mendapatkan dan menganalisis informasi yang berhubungan dengan permasalahan risiko.
  • 3. e ADBI4211/MODUL 1 1.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Pengert ian Ri si ko idak ada definisi tunggal dari risiko. Ahli ekonomi, ahli ilmu pengetahuan sosial, teoretikus risiko, ahli statistik, dan aktuaris (penaksir), masing-masing mempunyai konsep risiko tersendiri. Secara tradisional, risiko didefinisikan sebagai perihal yang berkaitan dengan ketidakpastian. Berdasarkan pada konsep ini, risiko didefinisikan di sini sebagai ketidakpastian atau kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kerugian yang tidak diinginkan/tidak diduga. Sebagai contoh, risiko terbunuh dalam kecelakaan mobil terjadi karena adanya ketidakpastian. Risiko menderita penyakit kanker paru-paru bagi perokok terjadi karena adanya ketidakpastian. Meskipun risiko didefinisikan sebagai ketidakpastian dalam modul ini, karyawan dalam industri sering menggunakan istilah risiko untuk mengidentifikasi harta atau jiwa yang diasuransikan. Jadi, dalam industri asuransi adalah hal biasa untuk mendengar pemyataan, seperti "pengemudi itu berisiko buruk" atau "gedung itu memiliki risiko yang tidak dapat diterima." Ketika risiko didefinisikan sebagai ketidakpastian, beberapa penulis membuat perbedaan yang teliti antara risiko objektif dan risiko subjektif. A. RISIKO OBJEKTIF Risiko objektif didefinisikan sebagai variasi relatif dari kerugian aktual dari kerugian yang diperkirakan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa asuransi kerugian (property insurer) memiliki nilai pertanggungan 10.000 rumah, diasuransikan selama periode tertentu, dan dengan rata-rata 1% atau 100 rumah terbakar setiap tahunnya meskipun sebenamya jarang terjadi 100 rumah akan terbakar setiap tahun. Dalam beberapa tahun, sedikitnya 90 rumah mungkin terbakar, di lain tahun sebanyak 110 rumah mungkin terbakar. Jadi, ada variasi 10 rumah dari jumlah 100 yang diperkirakan, atau ada variasi sebesar 10%. Variasi yang berhubungan dengan kerugian aktual dari kerugian yang diperkirakan disebut sebagai risiko objektif. Penurunan risiko objektif sebagai jumlah dari peningkatan exposures (objek yang mungkin terkena risiko). Lebih spesifiknya, variasi risiko
  • 4. 1.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • objektif berbanding terbalik dengan akar pangkat dua dari sejumlah kasus yang diamati. Pada contoh sebelumnya, 10.000 rumah telah diasuransikan, dan risiko objektif adalah 10/100 atau 10o/o. Sekarang, asumsikan bahwa satu juta rumah diasuransikan. Jumlah yang diperkirakan dari rumah yang akan terbakar sekarang adalah 10.000, tetapi variasi dari kerugian aktual dengan kerugian yang diperkirakan hanya 100, sekarang risiko objektif 100/10.000 atau 1%. Jadi, akar pangkat dua dari jumlah rumah, meningkat dari 100 pada contoh awal, ke 1.000 pada contoh kedua (10 kali), risiko objektif diturunkan sebesar satu persepuluh dari level sebelumnya. Risiko objektif dapat diukur secara statistik dengan suatu pengukuran dari dispersi, seperti standar deviasi atau koefisien dari variasi. Oleh karena risiko objektif dapat diukur maka hal ini menjadi konsep yang sangat bermanfaat bagi asuransi atau manajer risiko perusahaan. Sebagai jumlah dari peningkatan exposure, asuransi dapat memprediksi pengalaman kerugian di masa depan dengan lebih akurat karena hal tersebut dapat disandarkan pada hukum bilangan besar (law of large numbers). Hukum bilangan besar menyebutkan bahwa sebagai jumlah dari peningkatan unit exposure, lebih singkatnya pengalaman kerugian aktual akan mendekati pengalaman kerugian yang diperkirakan. Contohnya, sepanjang jumlah rumah yang diamati meningkat, yang terbesar adalah derajat ketelitian dalam peramalan proporsi dari rumah yang akan terbakar. Hukum bilangan besar akan didiskusikan lebih lengkap dalam modul berikutnya. B. RISIKO SUBJEKTIF Risiko Subjektif didefinisikan sebagai ketidakpastian yang didasarkan pada kondisi mental seseorang atau keadaan pikiran. Sebagai contoh, seorang pelanggan yang peminum berat dalam suatu bar mungkin akan dengan bodoh mencoba untuk menyetir pulang. Pengemudi ini mungkin bimbang bahwa dia akan sampai di rumah dengan selamat tanpa ditangkap oleh polisi karena mengemudi dengan mabuk. Kebimbangan mental inilah yang disebut risiko subjektif. Dampak dari berbagai risiko subjektif tergantung pada individunya. Dua orang dalam situasi yang sama dapat memiliki persepsi yang berbeda mengenai risiko dan mungkin perilaku mereka akan berubah sesuai dengan hal tersebut. Jika individu mengalami ketidakpastian mental yang baik mengenai suatu peristiwa kerugian, perilaku individu tersebut mungkin akan
  • 5. e ADBI4211/MODUL 1 1.5 terpengaruh. Risiko subjektif yang tinggi sering menghasilkan perilaku konservatif dan bijaksana, sedangkan risiko subjektif yang rendah mungkin menghasilkan perilaku yang kurang konservatif. Sebagai contoh, pengemudi mobil yang sebelumnya ditangkap karena mengemudi sambil mabuk menyadari bahwa dia terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Pengemudi itu mungkin akan mengganti kerugian untuk ketidakpastian mentalnya dengan mencari orang lain untuk menyetir mobilnya pulang atau dengan memanggil taksi. Pengemudi lain mungkin dengan situasi yang sama mungkin merasa meremehkan risiko tertangkap. Pengemudi kedua ini mungkin menyetir dengan lebih sembarangan dan dengan cara yang ugal-ugalan. C. KEMUNGKINAN TERJADINYA KERUGIAN Kemungkinan terjadinya kerugian berhubungan dekat dengan konsep dari risiko. Kemungkinan terjadinya kerugian didefinisikan sebagai peluang suatu kejadian yang akan terjadi. Seperti risiko, "probabilita" memiliki dua aspek objektif dan subjektif. 1. Probabilita Objektif Probabilita objektif berkaitan dengan frekuensi hubungan jangka panjang dari suatu peristiwa yang didasarkan pada asumsi dari jumlah yang tidak terbatas dari observasi dan tidak ada perubahan dari kondisi yang mendasari. Probabilita objektif dapat ditentukan melalui dua cara. Pertama, mereka dapat menentukan dengan pemikiran deduktif. Probabilita tersebut dapat disebut sebagai priori probabilities. Contohnya, probabilita dalam mendapatkan kepala dari lemparan koin yang diseimbangkan secara sempurna adalah V2 karena terdapat 2 sisi dan hanya 1 sisi kepala. Demikian juga probabilita munculnya angka 6 dengan satu dadu adalah 1/6 karena terdapat 6 sisi dan hanya satu sisi yang memiliki 6 titik pada dadu tersebut. Kedua, probabilita objektif dapat ditentukan dengan pemikiran induktif, daripada deduksi (pengambilan kesimpulan). Sebagai contoh, probabilita bahwa seseorang yang berumur 21 akan meninggal sebelum berumur 26, tidak dapat ditarik kesimpulan secara logika. Bagaimanapun dengan analisis yang teliti dari pengalaman mortalitas terdahulu, asuransi jiwa dapat memperkirakan probabilitas kematian dan menjual polis asuransi jiwa selama 5 tahun yang diberikan pada umur 21 tahun.
  • 6. 1.6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 2. Probabilita Subjektif Probabilita subjektif adalah perkiraan kepribadian seseorang dalam kesempatan terjadinya kerugian. Kebutuhan probabilitas subjektif tidak serupa dengan probabilitas objektif. Contohnya, orang-orang yang membeli tiket lotre pada hari ulang tahunnya mungkin mempercayai hari itu sebagai hari keberuntungannya dan menaksir terlalu tinggi kesempatan kecil dari kemenangan yang akan diperolehnya. Faktor-faktor dari berbagai variasi (yang luas) dapat memengaruhi probabilita subjektif termasuk umur seseorang, gender (jenis kelamin), kecerdasan, pendidikan, dan penggunaan alkohol. Sebagai tambahan, perkiraan seseorang mengenai kerugian berbeda dari probabilita objektif karena mungkin terdapat keambiguan probabilita yang dirasakan. Contohnya, asumsikan ada mesin slot pada kasino judi membutuhkan 3 lemon untuk menang. Seseorang yang bermain dengan mesin tersebut mungkin merasa probabilita untuk menang cukup tinggi. Akan tetapi, di sana terdapat sepuluh simbol di setiap gulungannya dan hanya satu yang lemon, probabilita objektif untuk mendapatkan jackpot dengan 3 lemon sangat kecil. Asumsikan bahwa setiap putaran gulungan tidak tergantung dari yang lainnya, probabilitas bahwa semuanya 3 akan menunjukkan secara serentak bahwa lemon adalah basil dari probabilitas pribadi mereka (1/10 x 1/10 x 1/10 = 1/1000). Pengetahuan ini menguntungkan bagi pemilik kasino (tempat perjudian), yang mengetahui bahwa sebagian besar penjudi bukan ahli statistik yang terlatih dan sampai saat itu mungkin mereka menaksir terlalu tinggi probabilita objektif dari kemenangan. D. PERBEDAAN KEMUNGKINAN TERJADINYA KERUGIAN DENGAN RISIKO Kemungkinan terjadinya kerugian dapat dibedakan dari risiko objektif. Kemungkinan terjadinya kerugian adalah probabilitas suatu peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian. Risiko objektif merupakan variasi relatif kerugian aktual dari kerugian yang diperkirakan. Kemungkinan terjadinya kerugian mungkin serupa untuk dua kelompok yang berbeda, tetapi risiko objektif mungkin cukup berbeda. Sebagai contoh, asumsikan bahwa pengasuransi harta benda (property insurer) mempunyai 10.000 rumah yang diasuransikan di Los Angeles dan 1.000 rumah yang diasuransikan di
  • 7. e ADBI4211/MODUL 1 1. 7 Philadelphia dan kesempatan terjadinya risiko di setiap kota adalah 1%. Jadi, rata-rata 100 rumah akan terbakar setiap tahunnya pada masing-masing kota. Bagaimanapun juga, jika variasi tahunan terhadap kerugian berkisar antara 75-125 di Philadelphia, tetapi hanya 90-110 di Los Angeles, risiko objektif yang lebih besar adalah di Philadelphia meskipun kesempatan terjadinya risiko di kedua kota adalah sama. E. PERIL DAN HAZARD Istilah Peril dan Hazard seharusnya tidak dikacaukan dengan konsep risiko yang telah didiskusikan sebelumnya. 1. Peril Peril didefinisikan sebagai penyebab kerugian. Apabila rumah Anda terbakar karena api, perilnya atau penyebabnya yaitu api. Apabila mobil Anda rusak dalam tabrakan dengan mobil yang lain, tabrakan adalah perilnya atau penyebab kerugiannya. Peril yang umum yang menyebabkan kerusakan harta benda, meliputi kebakaran, petir/kilat, angin topan, hujan es, tornado, gempa bumi, pencurian, dan perarnpokan. 2. Hazard Hazard adalah kondisi yang menimbulkan atau rneningkatkan kesempatan terjadinya kerugian. Terdapat tiga tipe pokok Hazard, yaitu sebagai berikut. a. Physical hazard Physical Hazard adalah kondisi fisik yang meningkatkan kesempatan terjadinya kerugian. Contoh dari physical hazard, meliputi jalan yang licin yang meningkatkan kernungkinan terjadinya kecelakaan mobil, jaringan listrik yang kurang baik pada sebuah bangunan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran, dan penguncian pintu yang kurang baik akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kerugian pencurian. b. Moral hazard Moral hazard adalah ketidakjujuran atau perilaku yang kurang baik pada seseorang yang meningkatkan frekuensi atau kerugian yang hebat. Contoh dari moral hazard, meliputi pemalsuan kecelakaan untuk mendapatkan
  • 8. 1.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • asuransi, pengajuan tuntutan yang curang, memperbanyak jumlah tuntutan, dan dengan sengaja membakar barang dagangan yang tidak terjual yang diasuransikan. Moral hazard terjadi pada seluruh bentuk asuransi dan hal tersebut sulit untuk dikontrol. Seseorang yang tidak jujur sering kali merasionalisasikan tindakan mereka berdasarkan "perusahaan asuransi mempunyai banyak uang". Pandangan ini tidak benar karena asuransi dapat membayar tuntutan hanya dengan mengumpulkan premi dari hal lain yang diasuransikan. Oleh karena adanya moral hazard, premi-premi lebih tinggi untuk setiap orang. Asuransi berusaha untuk mengontrol moral hazard dengan memilah secara hati-hati dari para pelamar asuransi dan dengan berbagai ketentuan kebijakan, seperti pemotongan, penangguhan waktu, pengeluaran- pengeluaran, dan pasal-pasal tambahan. c. Morale hazard Beberapa penulis asuransi menggambarkan perbedaan yang halus antara Moral Hazard dengan Morale Hazard. Moral Hazard berkenaan dengan ketidakjujuran tertanggung yang meningkatkan frekuensi atau kerugian yang hebat. Morale Hazard adalah kecerobohan atau kelalaian terhadap kerugian karena adanya asuransi. Beberapa tertanggung ceroboh atau lalai terhadap kerugian karena mereka memiliki asuransi. Contoh dari Morale Hazard, antara lain meninggalkan kunci mobil di dalam mobil yang terkunci, yang meningkatkan terjadinya pencurian; meninggalkan pintu yang tidak terkunci sehingga memberikan kesempatan pencuri untuk masuk; dan memindah jalur secara tiba-tiba di jalan raya antarkota yang ramai sekali atau di jalan tol (jalan bebas hambatan) tanpa memberikan tanda. Tindakan yang ceroboh seperti ini meningkatkan kemungkinan terjadinya kerugian. F. KATEGORI DASAR RISIKO Risiko dapat diklasifikasikan pada beberapa kategori yang berbeda. Kategori utama dari risiko adalah (1) Risiko murni dan spekulatif (pure and speculative risks), dan (2) Risiko fundamental dan khusus (fundamental and particular risks).
  • 9. e ADBI4211/MODUL 1 1.9 1. Risiko Murni dan Spekulatif Risiko murni didefinisikan sebagai suatu situasi di mana hanya ada kemungkinan terjadi kerugian atau tidak terjadi kerugian. Satu-satunya akibat yang mungkin adalah kerugian dan murni (tidak terjadi kerugian). Contoh dari risiko yang murni, meliputi kematian dini, kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan, biaya medis yang besar, serta kerusakan harta benda karena kebakaran, halilintar, banjir dan gempa bumi. Risiko spekulatif didefinisikan sebagai suatu situasi di mana baik keuntungan maupun kerugian mungkin terjadi. Sebagai contoh, apabila Anda memperoleh 100 bagian saham umum, Anda akan mendapatkan keuntungan apabila harga saham tersebut meningkat tetapi akan mengalami kerugian jika harganya turun. Contoh lain dari risiko spekulatif, yaitu bertaruh dalam pacuan kuda, menanamkan modal pada bisnis real estate, dan terjun ke dalam bisnis pribadi. Dalam situasi ini, baik keuntungan maupun kerugian mungkin terjadi. Hal ini penting untuk membedakan antara risiko murni dan risiko spekulatif karena tiga alasan. Pertama, private insurer (asuransi jiwa) umumnya hanya menerima pertanggungan risiko murni. Dengan perkecualian yang pasti, risiko spekulatif dianggap tidak dapat diasuransikan, dan teknik lain untuk mengatasi dengan risiko harus dilakukan (suatu perkecualian, yaitu bahwa beberapa asuransi akan menanggung investasi portfolio institusi dan obligasi pemerintah terhadap kerugian). Kedua, hukum bilangan besar dapat diterapkan lebih mudah pada risiko mumi daripada risiko spekulatif. Hukum bilangan besar sangat penting karena memungkinkan para pengusaha asuransi untuk meramalkan pengalaman kerugian di masa yang akan datang. Sebaliknya, hal ini umumnya lebih sulit untuk menerapkan hukum bilangan besar pada risiko spekulatif untuk memprediksi pengalaman kerugian di masa yang akan datang. Sebuah perkecualian adalah risiko spekulatif dari judi, di mana para operator casino (tempat perjudian) dapat menerapkan hukum bilangan besar dengan cara yang paling efisien. Ketiga, masyarakat mungkin mendapatkan keuntungan dari risiko spekulatif meskipun terjadi kerugian, tetapi hal ini merugikan jika risiko murni ada dan terjadi kerugian. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin mengembangkan teknologi baru dalam memproduksi komputer-komputer yang tidak mahal. Akibatnya, beberapa pesaing mungkin terpaksa mengalami kebangkrutan. Meskipun bangkrut, masyarakat memperoleh manfaat karena
  • 10. 1. 10 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • komputer-komputer tersebut diproduksi dengan harga yang murah. Bagaimanapun juga, masyarakat pada dasamya tidak mendapatkan keuntungan ketika terjadi kerugian dari risiko murni, seperti banjir atau gempa bumi yang menghancurkan suatu daerah. 2. Risiko Fundamental dan Khusus Risiko fundamental adalah sebuah risiko yang memengaruhi seluruh perekonomian atau sejumlah besar orang-orang atau kelompok-kelompok dalam kehidupan ekonomi, sebagai contoh inflasi yang tinggi, putaran pengangguran, dan perang karena sejumlah besar individu terpengaruh. Risiko dari bencana alam adalah merupakan risiko fundamental yang penting. Angin topan, angin tornado, gempa bumi, banjir, serta kebakaran hutan dan padang rumput dapat mengakibatkan miliaran dolar kerusakan harta benda dan kematian dalam jumlah besar. Sebagai contoh, pada tahun 1999, angin topan Flyod mengakibatkan USD1.8 miliar dalam kerusakan yang diasuransikan dan merupakan bencana alam dengan biaya yang paling besar ke-lima dalam sejarah USA (Lihat Tabel 1.1). Pada tahun 1998, angin topan Georges menyebabkan kerugian asuransi sebesar USD2.9 miliar. Pada tahun 1992, angin topan Andrew, bencana alam dengan biaya paling besar yang pernah terjadi di USA, menghancurkan sebelah selatan Florida dan menyebabkan kerusakan yang diasuransikan sebesar USD15.5 miliar, di mana mengakibatkan kerusakan sejumlah harta benda yang diasuransikan. Banjir dan gempa bumi juga menyebabkan kerusakan harta benda yang sangat besar. Pada tahun 1997, banjir yang sangat hebat melanda Grand Forks, Dakota Utara, USA memorak-porandakan ribuan rumah dan bangunan, yang mengakibatkan jutaan dolar kerusakan harta benda dan penderitaan pribadi yang sangat besar. Pada tahun 1994, gempa bumi terbesar yang terjadi di Northridge, California, USA menyebabkan miliaran dolar kerusakan harta benda dan korban jiwa yang sangat besar. Kebakaran padang rumput dan semak-semak, serta longsor yang kerap terjadi, sering mengakibatkan kerusakan harta yang sangat besar. Berlawanan dengan risiko fundamental, risiko khusus (particular risk) adalah risiko yang hanya memengaruhi individu dan bukan seluruh masyarakat, sebagai contoh pencurian mobil, perampokan bank dan kebakaran tempat tinggal. Hanya individu yang mengalami kerugian tersebut yang terpengaruh, bukan seluruh kegiatan perekonomian masyarakat. Pembedaan antara risiko fundamental dan khusus adalah penting karena bantuan pemerintah mungkin dibutuhkan untuk mengasuransikan risiko
  • 11. e ADBI4211/MODUL 1 1.11 fundamental. Asuransi sosial dan program asuransi pemerintah sebaik jaminan pemerintah dan subsidi, mungkin dibutuhkan untuk memastikan asuransi risiko fundamental di Amerika Serikat. Contohnya, risiko dari pengangguran umumnya tidak dapat diasuransikan oleh pengasuransi pribadi, tetapi dapat diasuransikan secara umum oleh program kompensasi pengangguran di negara bagian. Sebagai tambahan, asuransi terhadap risiko banjir yang disubsidi oleh pemerintah federal tersedia bagi perusahaan bisnis dan perseorangan, di area rawan banjir. Tabel1.1. 8epuluh Jenis Angin Topan di Amerika 8erikat yang rv1emakan Biaya Kerugian Paling Besar (hanya Kerugian Tertanggung) Angin Perkiraan Kerugian Waktu Terjadi Tempat yang Diasuransikan Topan dalam USD Andrew 23-26 A ustus 1992 Florida, Lousiana, Missisipi 15,500,000,000 Hugo 17- 18,21- 22 U.S Virgin Islands, Puerto Rico, 4,195,000,000 September 1989 Georgia, South Carolina, North Carolina, Virginia Georges 21-28 September 1998 U.S Virgin Island, Puerto Rico, 2,900,000,000 Alabama, Florida, Lousiana, Missisi Ji Opal 4Oktober 1995 Florida, Alabama, Georgia, 2,1 00,000,000 South Carolina, North Carolina, Tennessee Floyd 15 September 1999 Florida, Georgia, South 1,800,000,000 Carolina, North Carolina, Virginia, Maryland, Delaware, New Jersey, New York, Connecticut, Massachusetts, Maine lniki 11 SeJtember 1992 Kauhai dan Oahu, Hawaii 1,600,000,000 Fran 5September 1996 South Carolina, North Carolina, 1,600,000,000 Virginia, Maryland, West Vir inia, Pennsvlvania, Ohio Marilyn 15-16 September 1995 U.S Virgin Island, Puerto Rico 875,000,000 Frederic 12- 14 September 1979 Missisipi, Alabama, Lousiana, 752,000,000 Florida, Tennessee, Kentucky, West Virginia, Ohio, Penns1lvania, New York Alicia 17-20 Agustus 1983 Texas 675,000,000 SJmber: Insurance Information Institute.
  • 12. 1. 12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • G. JENIS-JENIS RISIKO MURNI Jenis-jenis risiko murni yang utama dapat menimbulkan kegelisahan keuangan yang besar, meliputi (1) risiko-risiko pribadi, (2) risiko-risiko harta benda, dan (3) risiko-risiko pertanggungjawaban. 1. Risiko Pribadi Risiko-risiko pribadi adalah risiko-risiko yang memengaruhi individu secara langsung dengan melibatkan kemungkinan kerugian yang menyeluruh atau pengurangan pendapatan, pengeluaran ekstra, dan penipisan modal keuangan. Ada 4 risiko-risiko pribadi yang utama yaitu sebagai berikut. a. Risiko kematian dini Kematian dini dapat didefinisikan sebagai kematian kepala rumah tangga dengan kewajiban keuangan yang tidak terpenuhi. Kewajiban ini dapat meliputi ketergantungan pada bantuan, hipotek yang harus dilunasi atau anak-anak untuk dididik. Apabila ada keluarga yang masih hidup menerima penggantian penghasilan dengan jumlah yang tidak cukup dari sumber yang lain atau mempunyai ketidakcukupan modal keuangan untuk mengganti penghasilan yang hilang, mereka mungkin mengalami kesulitan keuangan. Kematian dini dapat menyebabkan masalah keuangan hanya apabila orang yang meninggal tergantung pada bantuan atau meninggal dengan ketidakpuasan terhadap kewajiban keuangan. Meskipun demikian, kematian pada anak yang berusia 10 tahun bukan "merupakan kematian dini" dalam pengertian ekonomi. Terdapat sekurang kurangnya empat pengeluaran sebagai akibat dari kematian dini kepala rumah tangga. Pertama, nilai kehidupan manusia dari seorang kepala keluarga tidak ada sama sekali. Human life value (Nilai kehidupan manusia) didefinisikan sebagai nilai sekarang dari bagian keluarga dari pendapatan pencari nafkah yang meninggal di masa yang akan datang. Kerugian ini dapat menjadi substansial; sebenarnya human life value potensial dari sebagian besar lulusan perguruan tinggi dapat dengan mudah melebihi USD500,000. Kedua, pengeluaran tambahan mungkin diadakan untuk biaya pemakaman, tagihan pengobatan yang tidak diasuransikan, biaya surat wasiat dan penyelesaian kepemilikan tanah. Ketiga karena pendapatan yang tidak cukup, beberapa keluarga mungkin memiliki masalah dalam menyelesaikan pembayaran atau menutupi pengeluaran (lihat Insight 1.1).
  • 13. e ADBI4211/MODUL 1 1. 13 Akhirnya, kepastian biaya nonekonomi juga dikeluarkan, termasuk kesedihan emosional, kehilangan panutan dan pemberian nasihat, serta bimbingan bagi anak-anak. b. Risiko dari pendapatan yang tidak mencukupi selama pensiun Risiko utama yang dihubungkan dengan umur yang tua adalah pendapatan yang tidak mencukupi selama masa pensiun. Sebagian besar pekerja di United States maupun di Indonesia pensiun sebelum usia 65 tahun. Ketika mereka pensiun, mereka kehilangan pendapatannya. Kecuali apabila mereka mempunyai modal keuangan yang mencukupi yang dapat diperoleh atau mempunyai akses ke sumber lain terhadap penghasilan pensiunan, seperti jaminan sosial atau rumah pribadi, mereka akan menghadapi kegelisahan keuangan selama masa pensiun. Bagaimanakah orang lanjut usia yang berusia 65 tahun ke atas, mencukupi keuangannya? Dalam menjawab pertanyaan ini merupakan suatu kesalahan apabila mengasumsikan bahwa orang-orang yang sudah lanjut usia adalah kaya, dan juga salah apabila mengasumsikan bahwa orang-orang yang sudah lanjut usia adalah miskin. Orang-orang yang lanjut usia secara ekonomi terdiri dari bermacam-macam golongan, dan total pendapatan uang mereka jauh dari keseragaman. Pada tahun 1998, sekitar 18% dari rumah tangga dengan anggota keluarga yang lanjut usia yang berumur 65 tahun ke atas menerima pendapatan kurang dari USD10,000. Pembedaan yang lain, yaitu 8% dari anggota keluarga yang lanjut usia yang menerima pendapatan USD75,000 atau lebih. Rata-rata pendapatan untuk anggota keluarga yang lanjut usia hanya USD21,589. Jumlah ini relatif lebih rendah dan umumnya tidak cukup bagi pensiunan yang mempunyai tambahan pengeluaran yang penting, seperti tagihan pengobatan yang tinggi yang tidak diasuransikan, atau biaya perawatan jangka panjang pada fasilitas perawatan atau pajak harta benda yang tinggi.
  • 14. 1.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Contoh Kasus 1.1. Berita Buruk untuk Para Janda Sebagian besar masyarakat berpikir bahwa mereka mempunyai asuransi jiwa yang mencukupi sehingga mereka yang beruntung dapat hidup dengan baik. Tetapi mereka mungkin membohongi diri mereka sendiri setidaknya berdasarkan pada penelitian baru yang disponsori oleh LIMRA International, penelitian yang lengkap dari suatu industri • asurans1. Penelitian tersebut memperlihatkan keadaan keuangan para lelaki dan wanita yang kehilangan pasangannya "sebelum waktunya" (antara usia 25 sampai 54 tahun). "Para janda mempunyai masalah dalam menyelesaikan pembayaran atau menutupi pengeluaran" ujar Cheryl Retzloff, seorang direktur proyek. Meskipun para wanita menerima lebih dari dua kali lipat rata-rata keuntungan kematian yang dibayarkan pada para lelaki (USD162,600 dibanding USD73,100) para janda lebih banyak melaporkan permasalahan keuangan, rata- rata, keuntungan kematian bagi para janda kira-kira 3 kali dari total pendapatan rumah tangga; Para janda diperkirakan hanya menerima 1 tahun pendapatan rumah tangga, yang menarik, orang yang beruntung umumnya menghabiskan keuntungan asuransi untuk kebutuhan jangka pendek, seperti, melunasi hutang-hutang, atau membayar uang muka hipotek. LIMRA mengatakan bahwa perwakilan asuransi perlu melakukan analisis kebutuhan dengan lebih teliti khususnya bagi para istri. Apabila potensi pendapatan para istri lebih terbatas, perwakilan tersebut seharusnya menganjurkan ulasan dengan level yang lebih tinggi dan meyakinkan hal ini menutupi biaya-biaya yang berhubungan dengan kematian (pemakaman, biaya pengobatan, ditambah akses untuk manfaat-manfaat kesehatan). SJmber: Diadaptasi dari "1tbre Bad News for Widows", On Investing (Fall 1999: 14). Sebagai tambahan, banyak pekerja yang tidak menyimpan cukup uang untuk masa pensiunnya yang menyenangkan. A Wall Street Journal/NBC meneliti orang-orang dewasa pada akhir tahun 1997 menunjukkan bahwa banyak para pekerja yang tidak siap secara keuangan untuk pensiun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 57% pekerja tidak mem- perhitungkan atau tidak mengetahui berapa banyak yang harus mereka simpan setiap tahunnya untuk masa pensiun dan 55% menyebutkan bahwa mereka tidak puas dengan jumlah uang yang mereka simpan. Bagi para
  • 15. e ADBI4211/MDDUL 1 1. 15 pekerja, tabungan mereka sangat kecil dan tidak mencukupi. Survei tersebut menunjukkan bahwa pekerja yang menabung untuk hari tua, 26% sudah menabung tidak lebih dari USD1,000 (lihat Gambar 1.1). Berapa jumlah uang yang Anda simpan untuk pensiun? (ditanyakan kepada beberapa penabung) Ci:l Kurang dari $10,000 D $10,000- $50,000 l3 $50,000 - $100,000 ~ Lebih dari $100,000 o Tldak Tahu SJmber: "Gauging the Generations", The Wall Elreet Journal. (December 12, 1997: R1). Gambar 1.1. Petirement S:J.vings (Tabungan Pensiun) c. Risiko kesehatan yang kurang baik Kesehatan yang kurang baik merupakan risiko pribadi yang penting lainnya. Risiko kesehatan yang kurang baik, meliputi pembayaran tagihan yang cukup besar dan kehilangan pendapatan. Biaya untuk operasi yang besar banyak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebagai contoh, suatu operasi pembedahan jantung dapat memakan biaya lebih dari USD400,000 dan biaya untuk kecelakaan yang mengakibatkan kelumpuhan yang membutuhkan bermacam-macam operasi besar, operasi plastik, serta pemulihan dapat melebihi USD500,000. Sebagai tambahan, perawatan jangka panjang di panti asuhan dapat memakan biaya USD50,000 atau lebih setiap tahun. Meskipun orang-orang ini mempunyai asuransi kesehatan yang mencukupi, tabungan pribadi dan modal keuangan atau pendapatan dari sumber lain untuk membayar pengeluaran-pengeluaran, mereka akan mengalami kesulitan keuangan. Secara khusus, ketidak- mampuan beberapa orang dalam membayar tagihan pengobatan yang cukup besar merupakan penyebab penting dari kebangkrutan pribadi. Kehilangan pendapatan adalah penyebab utama lain dari kesulitan keuangan apabila terjadi kelumpuhan. Pada suatu kasus kelumpuhan jangka
  • 16. 1. 16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • panjang, terdapat kerugian besar dari pendapatan, tagihan pengobatan yang dikeluarkan, keuntungan pegawai yang mungkin hilang atau menurun, tabungan yang sering kali dihabiskan, dan seseorang harus merawat orang yang cacat. Sebagian besar pegawai jarang berpikir mengenai konsekuensi keuangan dari kelumpuhan jangka panjang. Probabilitas menjadi lumpuh sebelum usia 65 tahun adalah lebih tinggi daripada yang dipercayai pada umumnya, khususnya remaja yang berusia muda. Bagi individu yang berusia 25 tahun, Daftar Komisaris yang Lumpuh pada tahun 1985 menunjukkan probabilitas menjadi lumpuh total selama 90 hari atau lebih, sebelum usia 65 tahun adalah 54%. Kehilangan pendapatan selama kelumpuhan dalam jangka panjang dapat menyiksa secara keuangan. Meskipun orang yang lumpuh memiliki asuransi pendapatan untuk kecacatan, konsekuensi keuangannya dapat menjadi besar jika penanggung asuransi menolak untuk membayar tagihan. d. Risiko dari pengangguran Risiko dari pengangguran adalah ancaman besar lainnya terhadap jaminan keuangan. Pengangguran dapat diakibatkan dari penurunan perputaran bisnis, perubahan secara struktural dan teknologi dalam perekonomian, serta faktor musiman dan ketidaksempurnaan dalam angkatan tenaga kerja. Bagaimanapun, pengangguran dapat menjadi masalah yang serius karena adanya kecenderungan kepentingan yang besar. Untuk menekan biaya tenaga kerja, perusahaan yang besar dan tenaga kerja mereka secara tetap dikurangi, karyawan yang semakin bertambah untuk sementara dikontrak atau bekerja paruh waktu untuk menurunkan biaya tenaga kerja, serta jutaan dari pekerjaan telah hilang dari negara asing dikarenakan persaingan global. Bagaimanapun alasannya, pengangguran dapat menyebabkan kegelisahan ekonomi sekurang kurangnya melalui tiga hal. Pertama, karyawan kehilangan pendapatannya dan keuntungannya meskipun ada pendapatan yang cukup untuk mengganti atau tabungan yang lalu yang dapat diambil, para karyawan yang menganggur akan gelisah secara keuangan. Kedua, dikarenakan kondisi ekonomi, karyawan mungkin hanya dapat bekerja separuh waktu. Pendapatan yang dikurangi mungkin tidak mencukupi segala sesuatu yang menjadi kebutuhan karyawan. Ketiga, apabila lamanya pengangguran diperpanjang selama periode waktu yang lama, tabungan yang lalu mungkin akan habis terpakai.
  • 17. e ADBI4211/MODUL 1 1. 17 2. Risiko Harta Benda Seseorang yang memiliki harta benda akan dihadapkan pada risiko kerusakan harta benda mereka atau kerugian dari berbagai macam penyebab. Barang yang tidak bergerak (real estate) dan harta benda milik pribadi dapat rusak atau hancur dikarenakan oleh api, halilintar, angin tornado, angin topan, dan banyak penyebab lainnya. Terdapat dua tipe pokok dari kerugian yang dihubungkan dengan perusakan atau pencurian harta benda, yaitu direct loss dan indirect atau consequential loss. a. Direct loss Direct loss didefinisikan sebagai kerugian keuangan yang diakibatkan dari kerusakan fisik, penghancuran atau pencurian harta benda. Sebagai contoh, apabila Anda memiliki restoran yang hancur karena kebakaran, kerusakan fisik dari restoran tersebut diketahui sebagai direct loss. b. Indirect atau consequential loss Indirect Loss adalah kerugian keuangan yang diakibatkan secara tidak langsung dari peristiwa kerusakan fisik langsung atau kerugian pencurian. Jadi, sebagai tambahan pada kerugian kerusakan fisik, restoran akan kehilangan seluruh laba selama beberapa bulan selagi restoran dibangun kembali. Kehilangan laba dapat menjadi consequential loss, yaitu kehilangan uang sewa, kerugian penggunaan gedung, dan kehilangan pasar lokal. Biaya ekstra adalah tipe lain dari kerugian tidak langsung atau consequential. Sebagai contoh, andaikan Anda memiliki kertas koran, bank dan perusahaan susu. Apabila terjadi kerugian, Anda harus melanjutkan untuk beroperasi tanpa menghiraukan biaya. Sebaliknya, Anda akan kehilangan pelanggan yang beralih pada pesaing. Hal tersebut mungkin memerlukan pengaturan operasi sementara pada beberapa lokasi alternatif dan biaya ekstra yang sangat besar akan dikeluarkan. 3. Risiko Pertanggungjawaban Risiko Pertanggung jawaban adalah tipe penting lain dari risiko mumi yang harus dihadapi seseorang. Di bawah sistem yang sah, Anda dapat dikenai penahanan menurut hukum apabila melakukan sesuatu yang mengakibatkan luka pada tubuh atau kerusakan harta seseorang. Pengadilan hukum mungkin memerintahkan untuk membayar kerugian yang besar terhadap seseorang yang telah Anda rugikan.
  • 18. 1. 18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Masyarakat United States of America (USA atau Amerika) adalah kelompok masyarakat yang sudah terbiasa melakukan tuntutan hukum dan tuntutan perkara. Pengemudi mobil dapat dikenai penahanan secara hukum karena menjalankan kendaraannya dengan lalai; petugas kapal dan pemilik danau dapat dikenai penahanan secara hukum karena menyebabkan luka pada tubuh penumpang kapal, perenang, dan pemain ski air. Pemilik dari anjing yang besar yang menyebabkan luka berat pada anak kecil khususnya yang mudah diserang dapat dituntut perkara yang berat (lihat Contoh Kasus 1.2). Perusahaan bisnis dapat dituntut secara hukum karena produk yang tidak sempurna yang merugikan dan melukai pelanggan; ahli fisika, pengacara, akuntan insinyur dan profesional yang lain dapat dituntut oleh pasien atau klien karena bertindak tanpa bukti atau malapraktek. Sebagai tambahan, tipe baru dari tuntutan hukum dapat ditimbulkan secara terus-menerus, contohnya seorang pendeta harus berhadapan dengan tuntutan hukum yang diajukan oleh anggota gereja karena memberikan nasihat yang tidak benar. Risiko pertanggung jawaban adalah suatu kepentingan yang besar untuk beberapa alasan. Pertama, tidak ada batas atas maksimum untuk menghargai sejumlah kerugian. Anda dapat dituntut untuk berapa pun jumlahnya. Sebaliknya, apabila Anda memiliki harta benda terdapat batas maksimum dari kerugian. Contohnya, apabila mobil Anda sebenarnya bernilai sebesar USDIO,OOO, kerugian kerusakan maksimum fisiknya sebesar USDIO,OOO, kecuali jika Anda lalai dan menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan luka parah yang serius pada tubuh pengemudi lain, Anda dapat dituntut berapa pun jumlahnya (USD50,000, USD500,000 atau USDl juta atau lebih) oleh seseorang yang telah Anda rugikan. Kedua, hak gadai dapat dikenakan pada pendapatan Anda dan aset modal untuk memenuhi keputusan menurut undang-undang. Contohnya, asumsikan Anda telah merugikan seseorang dan pengadilan memerintahkan untuk membayar kerusakan pada orang yang dirugikan. Jika Anda tidak dapat membayar denda, hak gadai boleh dikenakan pada pendapatan dan aset modal untuk memenuhi denda. Apabila Anda melaporkan kebangkrutan untuk menghindari pembayaran keputusan, nama Anda akan memburuk. Ketiga, biaya pembelaan akan sangat besar. Jika Anda tidak mempunyai asuransi pertanggungjawaban, biaya untuk menyewa pengacara untuk pembelaan dapat mengejutkan. Apabila gugatan berlanjut ke pengadilan, biaya pengacara, dan biaya hukum yang lain dapat menjadi besar.
  • 19. e ADBI4211/MODUL 1 Contoh Kasus 1.2. Penganiayaan Rotweiller terhadap Bocah Berusia 4 Tahun di Halaman Belakang 1. 19 Kejadian setelah Rottweiler yang bernama Grizzly secara ganas menyerang dan menyebabkan luka parah seorang bocah Omaha yang berumur 4 tahun yang bermain di belakang halaman pada hari Senin, anjing tersebut mencoba untuk menyerang petugas kepolisian. Petugas yang bernama Robert Hauptman menembak anjing tersebut 4 kali sebelum benar-benar mati. Binatang itu, dengan berat sekitar 100 pounds, menyerang setelah ditembak 2 kali kata Hauptman pada saat diwawancara. Pemilik anjing disebutkan oleh petugas pengontrol binatang menyembunyikan anjing berbahaya dan gagal dalam mengendalikan anjingnya. Masing-masing merupakan pelanggaran dari peraturan kota dan menerima hukuman selama 6 bulan penjara dan denda USD500. Ketika Hauptman datang di rumah itu, dia melihat bocah itu tidak sadar terbaring di lantai dapur, pendarahan secara hebat dari dua gigitan pada kepala dan tangannya, kata Hauptman. Dia juga mengatakan paramedis bekerja keras untuk menyelamatkan hidup bocah itu. Dia tidak memiliki pilihan lain kecuali menembak Rottweiler yang sedang menyerang. "Aku melihat apa yang telah anjing tersebut lakukan pada bocah itu" kata Hauptman. "Aku mengira dia tidak bermaksud menjilatku. Anjing itu harus dimusnahkan". Menurut polisi, bocah itu sedang bermain di belakang rumahnya ketika anjing tersebut yang sedang menjaga tempat tinggalnya di utara, datang melalui lubang di pagar yang memisahkan tanahnya, kemudian anjing tersebut melukai bocah tersebut. lbu bocah tersebut berada di dalam rumahnya dan tidak menyadari adanya penyerangan tersebut. Dia kemudian memanggil 911 ketika dia menemukan anaknya di halaman belakang. Polisi tidak mengetahui berapa lama penyerangan itu terjadi. Perkumpulan perlindungan manusia dan hewan Nebraska di bagian Omaha, sebelumnya tidak memiliki laporan mengenai Grizzly atau alamat rumahnya, kata Darcy Beck, perwakilan juru bicara. Beberapa pemilik anjing mendapatkan anjing penjaga yang besar dari daerah, seperti keturunan Rottweilers atau Shepard, dan kemudian memindahkannya ke halaman rumah mereka, kata dia "kemudian kita memiliki kecelakaan yang menunggu untuk terjadi" kata Beck. Anjing penjaga merasa terpancing, dia berkata, meskipun ada orang yang berjalan pulang dan terns mendekati pagar. Alasan lain
  • 20. 1.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e bagi anjing untuk menyerang termasuk kegagalan anjing untuk pergi menyelesaikan pelatihan kepatuhan dengan anjingnya atau bersosialisasi agar anjing tersebut merasa nyaman di sekitar anak kecil, tetangga dan ternan, kata Beck. Perkumpulan perlindungan manusia dan hewan Nebraska di Omaha menerima laporan sekitar 1000 anjing menggigit setiap tahunnya, ujar Beck. Di seluruh negara, sejumlah anjing menggigit yang membutuhkan perhatian medis meningkat sebanyak 37% antara tahun 1986 dan 1996, mencapai 800.000 ekor, hal itu berdasarkan Pusat Pencegahan dan Pengawasan Luka nasional, sebuah bagian dari pemerintah federal untuk Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit. Pada waktu yang sama, jumlah anjing peliharaan meningkat sebanyak 2%. SJmber: Diadaptasi dari Tony Heinzl, "Boy in Qitical Condition, Dog is Slot Four Times After Olarging Oficer", Onaha World Herald. (March 16, 1999, 1-2). LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! A. Pertanyaan Review 1) Jelaskan dengan singkat pengertian dari risiko! 2) Bagaimana perbedaan antara risiko objektif dengan risiko subjektif? 3) Definisikan kemungkinan terjadinya kerugian! 4) Bedakan antara probabilitas objektif dengan probabilitas subjektif! 5) Definisikan peril, hazard, physical hazard, moral hazard, dan morale hazard! 6) Jelaskan perbedaan antara risiko murni dan risiko spekulatif dan antara risiko fundamental dan risiko particular (khusus)! 7) Identifikasi tipe utama dari risiko murni yang dihubungkan dengan kesulitan finansial yang besar! B. Pertanyaan Aplikasi 1) Perserikatan Asuransi menerima suatu aplikasi untuk menyediakan asuransi hak milik pada susunan tempat tinggal yang ditempatkan dekat suatu penyulingan minyak pada bagian industri dari kota besar. Dalam mempertimbangkan asuransi hak milik ini, hak milik perusahaan
  • 21. e ADBI4211/MDDUL 1 1. 21 asuransi dikaitkan dengan risiko, hazard, dan kemungkinan terjadinya kerugian. a) Uraikan beberapa risiko di mana susunan tempat tinggal dibuka! b) Bandingkan dan bedakan moral hazard dan morale hazard yang berkaitan dengan asuransi hak milik pada susunan tempat tinggal. Beri contoh masing-masing! 2) Asumsikan bahwa kesempatan terjadinya kerugian adalah 3% untuk dua armada truk yang berbeda. Jelaskan bagaimana kemungkinan bahwa risiko objektif untuk kedua armada dapat berbeda meskipun kemungkinan terjadinya kerugian adalah serupa! 3) Identifikasi jenis-jenis dari kerugian finansial yang tampaknya akan terjadi dari setiap bagian berikut ini. a) Seseorang dengan lalai melukai pengendara mobil lain dalam kecelakaan mobil. b) Suatu rumah makan yang tutup selama enam bulan karena angin topan. Suatu keluarga yang kepala keluarganya meninggal secara dini. e) Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soallatihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 1, tentang Pengertian Risiko. · RANGKUMAN Tidak ada definisi tunggal dari risiko. Risiko dalam modul ini didefinisikan sebagai ketidakpastian atau kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kerugian yang tidak diinginkan/tidak diduga. Risiko juga dapat diartikan sebagai (1) variabilitas pada pendapatan masa depan, (2) kemungkinan terjadinya kerugian, (3) kemungkinan dari penyimpangan yang merugikan dari hasil yang diinginkan atau diharapkan, (4) variasi dalam basil yang mungkin yang ada dalam situasi yang ditentukan, dan (5) kemungkinan bahwa suatu kesatuan sentient dapat membuat suatu kerugian.
  • 22. 1.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Risiko objektif adalah variasi relatif dari kerugian aktual terhadap kerugian yang diharapkan. Risiko subjektif adalah ketidakpastian didasarkan pada kondisi mental individu atau keadaan pikiran. Kemungkinan terjadinya kerugian didefinisikan sebagai probabilitas suatu peristiwa yang akan terjadi; di mana hal ini tidak sama dengan risiko. Peril didefinisikan sebagai penyebab kerugian. Hazard adalah kondisi yang menciptakan atau meningkatkan kemungkinan dari kerugian. Ada tiga jenis utama dari hazard, yaitu (1) Physical Hazard adalah suatu kondisi fisik yang timbul yang meningkatkan kesempatan munculnya kerugian, (2) Moral Hazard adalah ketidakjujuran atau kerusakan karakter individu yang meningkatkan kemungkinan kerugian, (3) Morale Hazard adalah kecerobohan atau pengabaian suatu kerugian karena keberadaan asuransi. Kategori dasar dari risiko, meliputi (1) Risiko murni dan spekulatif, (2) Risiko fundamental dan khusus (particular). Risiko murni adalah risiko di mana hanya terdapat kemungkinan terjadinya kerugian atau tidak ada kerugian. Risiko spekulatif adalah risiko di mana baik keuntungan atau kerugian mungkin terjadi. Risiko fundamental yaitu risiko yang memengaruhi keseluruhan perekonomian atau sejumlah besar orang atau kelompok dalam perekonomian, seperti inflasi, peperangan atau resesi. Risiko khusus (particular) adalah suatu risiko yang memengaruhi hanya individu tertentu dan bukan seluruh masyarakat atau negara. Jenis-jenis risiko murni yang dapat mengancam keamanan keuangan individu, antara lain (1) Risiko pribadi, (2) Risiko harta benda, dan (3) Risiko pertanggungjawaban. Risiko pribadi adalah risiko yang secara langsung memengaruhi individu. Risiko harta benda memengaruhi individu yang memiliki harta benda. Jika harta benda rusak atau hilang, dua jenis kerugian utama yang dihasilkan adalah kerugian langsung terhadap harta benda (direct loss), dan Kerugian tidak langsung atau consequential (indirect or consequential loss). Risiko pertanggungjawaban sangat penting karena tidak ada batas maksimum pada sejumlah kerugian, dan jika seseorang harus membayar kerusakan, hak gadai dapat dikenakan pada pendapatan dan aset untuk memenuhi keputusan yang sah; biaya pembelaan hukum yang besar dan upah pengacara mungkin juga akan dikeluarkan.
  • 23. e ADBI4211/MDDUL 1 =- . TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Petunjuk: A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 1) Risiko dapat didefinisikan .... (1) variabilitas pada pendapatan masa depan (2) kemungkinan terjadinya kerugian 1.23 (3) kemungkinan dari penyimpangan yang merugikan dari hasil yang diinginkan atau diharapkan 2) Risiko pribadi yang utama, meliputi risiko .... (1) kematian dini (2) ketidakcukupan penghasilan selama pensiun (3) kesehatan yang tidak baik 3) Kerugian langsung adalah suatu kerugian keuangan yang diakibatkan oleh .... (1) kerusakan fisik (2) pembinasaan (3) pencurian harta benda 4) Kerugian tidak langsung atau consequential adalah kerugian keuangan yang dihasilkan secara tidak langsung, antara lain dari peristiwa .... (1) kerusakan fisik langsung (2. kerugian pencurian (3) kerusakan gedung kebakaran 5) Jenis-jenis risiko mumi yang dapat mengancam keamanan keuangan individu, antara lain risiko .... (1) pribadi (2) harta benda (3) pertanggungjawaban
  • 24. 1.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 25. e ADBI4211/MODUL 1 1.25 KEGIATAN BELA.JAR 2 Beban Ri si ko dal am Masyarakat ehadiran risiko mengakibatkan beberapa ketidaknyamanan dalam masyarakat dan berpengaruh pada bidang ekonomi. Risiko memiliki tiga pokok beban dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Ukuran dari dana darurat yang harus disisihkan. 2. Masyarakat dipisahkan dari beberapa barang dan jasa yang dapat berperan mengurangi kerugian. 3. Kekuatiran dan ketakutan. 1. Dana Darurat yang Besar Adalah bijaksana untuk mengumpulkan dana sampingan untuk keadaan darurat. Bagaimanapun juga, tidak adanya asuransi, individu dan perusahaan bisnis akan menaikkan ukuran dari dana darurat untuk membayar kerugian yang tidak diharapkan. Sebagai contoh, asumsikan Anda telah membeli rumah seharga USDlOO,OOO dan ingin menghitung dana untuk memperbaiki apabila rumah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran, hujan es, angin topan atau beberapa perillainnya. Tanpa asuransi, Anda seharusnya menyimpan sekurang kurangnya USD20,000 per tahun untuk biaya pembangunan yang cukup dalam periode yang relatif pendek. Meskipun kerugian terjadi lebih awal dan dana untuk keadaan darurat mungkin tidak mencukupi untuk membayar kerugian. Apabila Anda seseorang yang memperoleh pendapatan menengah, Anda akan merasa kesulitan untuk menabung. Dalam berbagai peristiwa sejumlah besar yang harus ditabung, arus konsumsi yang menghabiskan harus dikurangi, akan mengakibatkan standar yang rendah bagi kehidupan. 2. Kerugian dari Beberapa Barang dan Jasa Behan kedua dari risiko, yaitu bahwa masyarakat dipisahkan dari beberapa barang dan jasa yang dapat berperan mengurangi risiko. Contohnya, dikarenakan risiko dari pertanggung jawaban perkara hukum, banyak perusahaan menghentikan produksi beberapa barang. Contoh yang dapat diberikan antara lain adalah: Terdapat lebih kurang 250 perusahaan di dunia yang dapat memproduksi vaksin anak-anak; sekarang hanya sejumlah kecil perusahaan memproduksi vaksin, berhak ikut ambil bagian dalam ancaman
  • 26. 1.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • pertanggungjawaban perkara hukum. Perusahaan lain menghentikan memproduksi beberapa produk, termasuk produk askes, helm football, silicon-gel yang diimplant di dada, dan beberapa peralatan pengontrol kelahiran. 3. Kekhawatiran dan Ketakutan Beban yang terakhir dari risiko adalah kekhawatiran dan ketakutan pada saat akan memulai suatu aktivitas. Contoh yang banyak dapat meng- ilustrasikan adalah kegelisahan mental dan ketakutan yang disebabkan oleh risiko. Orang tua mungkin terlalu takut jika anak remajanya atau anak perempuannya menempuh perjalanan darat dalam cuaca yang buruk karena risiko kecelakaan pada jalan yang licin dapat terjadi. Beberapa penumpang pada jet komersial mungkin menjadi nervous sekali dan ketakutan apabila jet tersebut mengalami guncangan yang besar selama penerbangan. Siswa remaja memerlukan nilai C pada perkuliahan untuk lulus, mungkin memasuki ruang ujian terakhirnya dengan perasaan khawatir dan ketakutan. A. METODE DALAM MENANGANI RISIKO Apabila kita diserang stres lebih awal, risiko menjadi beban tidak hanya pada individu, tetapi juga terhadap masyarakatnya. Jadi, hal itu penting untuk memeriksa beberapa teknik untuk menyelesaikan permasalahan dari risiko. Terdapat 5 metode utama dalam menangani risiko yaitu sebagai berikut. 1. Menghindari Kerugian Menghindari adalah salah satu cara untuk menangani risiko. Sebagai contoh, Anda dapat menghindari risiko dirampok di area yang tingkat kriminalnya tinggi dengan menjauhi area tersebut. Anda dapat menghindari risiko perceraian dengan cara tidak menikah dan perusahaan bisnis dapat menghindari risiko dituntut karena produk tidak sempurna dengan cara tidak memproduksi produk tersebut. Bagaimanapun, tidak seluruh risiko harus dihindari. Sebagai contoh, Anda dapat menghindari risiko kematian atau kelumpuhan dalam kecelakaan pesawat dengan cara mengurangi untuk terbang. Akan tetapi, pilihan ini praktis atau merugikan? Altematifnya, yaitu mengemudi atau naik bis atau kereta api (sering kali tidak menarik). Meskipun risiko dari kecelakaan
  • 27. e ADBI4211/MODUL 1 1.27 pesawat terjadi, catatan keamanan dari penerbangan udara komersial adalah baik, dan terbang adalah risiko yang beralasan untuk diasumsikan. 2. Mengontrol Kerugian Mengontrol kerugian adalah metode penting lainnya untuk menangani risiko. Mengontrol kerugian terdiri dari beberapa aktivitas yang mengurangi frekuensi dan kerugian yang besar. Jadi, mengontrol kerugian memiliki dua tujuan utama, yaitu mencegah kerugian dan mengurangi kerugian. a. Mencegah kerugian Mencegah kerugian dimaksudkan untuk mengurangi probabilitas dari kerugian agar frekuensi dari kerugian dapat dikurangi. Contoh yang banyak dari pencegahan kerugian individu dapat diberikan. Kecelakaan mobil dapat dikurangi jika pengemudi mobil menaati peraturan mengemudi yang aman dan mengemudi secara hati-hati. Sejumlah serangan jantung dapat dikurangi apabila seseorang mengontrol berat badan, tidak merokok, dan diet secara sehat. Mencegah kerugian juga penting untuk perusahaan bisnis. Sebagai contoh, ledakan ketel uap dapat dicegah dengan memeriksa secara periodik dengan perencanaan. Kecelakaan di tempat kerja dapat dikurangi dengan eliminasi dari kondisi kerja yang tidak aman dan dengan pelaksanaan kerja yang keras dalam menerapkan peraturan keselamatan; dan kebakaran dapat dicegah dengan cara melarang pekerja untuk merokok di mana terdapat bahan yang mudah terbakar. Singkatnya, tujuan dari mencegah kerugian adalah untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerugian. b. Mengurangi kerugian Usaba untuk mengurangi kerugian secara tepat dapat mengurangi frekuensi terjadinya kerugian, sebelum kerugian itu benar-benar terjadi. Jadi, tujuan kedua dari mengendalikan kerugian adalah untuk mengurangi besamya kerugian setelah terjadi. Sebagai contoh, department store dapat menginstall sistem penyiraman sehingga api akan segera cepat dipadamkan sehingga dapat mengurangi kerugian. Tumbuhan dapat digunakan sebagai material penahan api untuk meminimalkan kerusakan kebakaran, pintu, api, dan dinding api dapat digunakan untuk mencegah kebakaran yang meluas, dan sistem peringatan masyarakat dapat menurunkan sejumlah kerugian dan korban jiwa dari tornado yang mendekat.
  • 28. 1.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Dari inti pandangan dalam masyarakat, mengendalikan kerugian merupakan kebutuhan yang sangat tinggi karena dua alasan. Pertama, biaya tidak langsung dari kerugian dapat meluas dan beberapa hal dapat dengan mudah melebihi biaya langsung. Sebagai contoh, pegawai terluka pada waktu bekerja. Sebagai tambahan untuk bertanggung jawab terhadap biaya medis pekerja dan beberapa persen pendapatan (biaya langsung), perusahaan mungkin mengeluarkan biaya tidak langsung yang cukup besar; mesin mungkin mengalami kerusakan dan harus diperbaiki; lini perakitan mungkin harus dihentikan; biaya-biaya dikeluarkan dalam pelatihan seorang pekerja baru untuk menggantikan pekerja yang terluka; serta suatu kontrak mungkin dibatalkan karena barang-barang tidak dikirimkan tepat waktunya. Untuk mencegah terjadinya kerugian, biaya tidak langsung dan biaya langsung dikurangi. Kedua, biaya sosial dari kerugian dikurangi. Sebagai contoh, asumsikan bahwa pekerja dalam contoh awal meninggal karena kecelakaan. Masyarakat dipisahkan selamanya dari beberapa barang dan jasa yang dapat diproduksi oleh pekerja yang meninggal tersebut. Keluarga pekerja kehilangan pendapatan pekerja dan mungkin mengalami duka cita yang mendalam dan kesulitan keuangan. Pekerja secara pribadi mengalami sakit yang hebat dan menderita sebelum meninggal. Singkatnya, biaya sosial ini dapat dikurangi melalui program pengendalian kerugian yang efektif. 3. Retensi Retensi merupakan metode ketiga dalam menangani risiko. Individu atau perusahaan bisnis mempertahankan seluruh atau sebagian dari risiko yang diberikan. Retensi risiko dapat menjadi aktif atau pasif. a. Retensi aktif Retensi risiko aktif diartikan bahwa individu secara sadar mengetahui akan risiko dan dengan bebas merencanakan untuk mempertahankan seluruh atau bagian dari hal tersebut. Sebagai contoh, suatu pengendara motor berharap untuk mempertahankan risiko dari suatu kerugian benturan kecil dengan membeli suatu polis asuransi kendaraan sebesar USD250 atau lebih tinggi. Suatu pemilik rumah boleh mempertahankan suatu bagian kecil dari risiko kerusakan pada rumah dengan membeli polis kepemilikan rumah dengan pengurangan yang besar. Suatu perusahaan bisnis boleh dengan bebas mempertahankan risiko dari pencurian picik oleh karyawan, pencurian di
  • 29. e ADBI4211/MODUL 1 1.29 toko atau produksi cacat dari barang-barang yang tidak tahan lama. Dalam kasus ini, suatu keputusan sadar dibuat untuk mempertahankan sebagian atau keseluruhan dari risiko yang ditentukan. Retensi risiko aktif digunakan untuk dua alasan yang utama. Pertama, hal tersebut dapat menyimpan uang. Asuransi mungkin tidak dibeli sama sekali atau mungkin saja dibeli dengan suatu pengurangan; cara yang manapun, hal tersebut sering menghemat dalam jumlah yang besar dari biaya asuransi. Kedua, risiko boleh dengan sengaja dipertahankan karena asuransi perdagangan tidak tersedia atau tidak dapat menghasilkan. b. Retensi pasif Risiko dapat juga ditahan dengan pasif. Risiko tertentu mungkin tanpa diketahui dipertahankan karena ketidaktahuan, pengabaian atau kemalasan. Retensi pasif sangat berbahaya jika risiko yang dipertahankan memiliki potensi untuk menghancurkan keuangan Anda. Sebagai contoh, banyak para pekerja dengan pendapatan yang diperoleh tidak diasuransikan terhadap risiko dari total jangka panjang dan kelumpuhan secara permanen di bawah rencana pendapatan kelumpuhan baik secara perorangan maupun kelompok. Bagaimanapun, konsekuensi keuangan yang kurang baik dari kelumpuhan total dan permanen biasanya lebih menyiksa daripada kematian dini. Oleh karena itu, seseorang yang tidak mengasuransikan terhadap risiko ini menggunakan teknik dari retensi risiko yang paling berbahaya dan cara yang tidak tepat. Secara ringkas, retensi risiko merupakan teknik penting untuk menangani risiko, khususnya pada program manajemen risiko perusahaan yang modem. Retensi risiko, bagaimanapun juga sesuai terutama untuk risiko yang berfrekuensi tinggi, kerugian yang rendah di mana kerugian potensial relatif kecil. Kecuali dalam keadaan yang tidak biasa, retensi risiko tidak perlu digunakan untuk mempertahankan frekuensi yang rendah, risiko kerugian yang tinggi, seperti risiko dari biaya pengobatan yang besar, kelumpuhan jangka panjang atau suatu perkara pengadilan. 4. Transfer Nonasuransi Transfer nonasuransi adalah teknik lain untuk penanganan risiko. Risiko ditransfer pada pihak selain dari perusahaan asuransi. Suatu risiko dapat ditransfer dengan beberapa metode, antara lain sebagai berikut.
  • 30. 1.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • a. Perpindahan risiko dengan kontrak Risiko yang tidak dikehendaki dapat ditransfer dengan kontrak. Sebagai contoh, risiko kerusakan televisi atau stereo set dapat ditransfer pada pengecer dengan membeli suatu kontrak jasa, yang membuat pedagang eceran bertanggung jawab untuk semua perbaikan setelah garansi berakhir. Risiko dari suatu peningkatan sewa dapat ditransfer pada pemilik tanah dengan lease jangka panjang. Risiko dari peningkatan harga dalam biaya- biaya konstruksi dapat ditransfer pada tukang bangunan dengan memiliki harga tetap dalam kontrak. Akhirnya, suatu risiko dapat ditransfer dengan suatu klausul jaminan- keamanan. Sebagai contoh, apabila suatu pabrik perancah memasukkan suatu klausul jaminan-keamanan dalam kontrak dengan pedagang eceran, pedagang eceran setuju untuk menjaga keamanan pabrik jika seandainya perancah roboh dan seseorang terluka. b. Hedging risiko harga Hedging risiko harga merupakan contoh lain dari perpindahan risiko. Hedging adalah suatu teknik untuk memindahkan risiko dari fluktuasi harga yang tidak menguntungkan kepada spekulator dengan perjanjian membeli dan menjual di masa yang akan datang pada suatu bursa yang terorganisasi, seperti Chicago Board of Trade atau New York Stock Exchange. Sebagai contoh, portfolio manajer mengenai dana pensiun mungkin memegang posisi yang besar dalam U.S Treasury bonds (saham) jangka panjang. Jika tingkat bunga meningkat, nilai dari treasury bonds akan menurun. Untuk hedging risiko itu, portfolio manajer dapat menjual U.S treasury bonds di masa depan. Asumsikan bahwa tingkat bunga naik, seperti yang diharapkan dan harga saham menurun. Nilai dari kontrak di masa depan akan menurun, yang akan memungkinkan portofolio manajer untuk membuat penggantian kerugian pembelian dengan harga yang rendah. Laba yang diperoleh dari posisi penjualan di masa depan akan sebagian atau sepenuhnya diimbangi penurunan nilai pasar dari treasury bonds. Tentu saja, pasar tidak selalu bergerak sesuai dengan yang diharapkan dan hedging mungkin tidak cocok. Biaya-biaya transaksi juga terjadi. Bagaimanapun, dengan hedging, portfolio manajer dapat mengurangi kerugian potensial harga saham jika tingkat bunga naik.
  • 31. e ADBI4211/MODUL 1 1. 31 c. Persatuan dari perusahaan bisnis (perseroan) Persatuan adalah contoh lain dari transfer risiko. Jika suatu perusahaan merupakan perusahaan perorangan, aset pribadi pemilik dapat diambil oleh kreditur untuk pembayaran hutang perusahaan itu. Jika persatuan perusahaan berupa perseroan, aset pribadi tidak dapat diambil oleh kreditor untuk membayar kewajiban perusahaan. Pada pokoknya, dengan persatuan kewajiban dari pemegang saham terbatas dan risiko dari perusahaan yang memiliki aset yang tidak cukup untuk membayar kewajiban bisnis dipindahkan kepada kreditur. 5. Asuransi Bagi kebanyakan orang, asuransi adalah metode yang paling praktis untuk menangani risiko utama. Walaupun asuransi pribadi memiliki beberapa karakteristik, tiga karakteristik utama harus ditekankan. Pertama, transfer risiko digunakan karena risiko mumi ditransfer ke asuransi. Kedua, teknik pencarian pendapat umum (pooling) digunakan untuk membedakan kerugian dari yang kecil sampai ke seluruh kelompok sehingga rata-rata kerugian digantikan untuk kerugian nyata. Akhimya, risiko mungkin dikurangi dengan penerapan hukum bilangan besar di mana asuransi dapat memprediksi pengalaman kerugian di masa yang akan datang dengan ketelitian yang besar. B. SUMBER-SUMBER DARI INTERNET (LAMAN) 1. ARIA Web adalah website dari American Risk and Insurance Association. ARIA adalah asosiasi perkumpulan yang pertama dari lulusan dan profesional manajemen risiko dan asuransi. ARIA adalah penerbit dari "The Journal of Risk and Insurance" dan "Risk Management and Insurance Review". Jaringan ini disediakan untuk penelitian, pembelajaran dan situs risiko dan asuransi yang lain. Kunjungi situs ini di http://www.aria.org/. 2. The Federal Emergency Management Agency (FEMA) adalah perwakilan federal yang berhubungan dengan bencana alam. Misinya, yaitu mengurangi kerugian jiwa dan harta benda dan menjaga prasarana umum secara komprehensif, didasari risiko, program darurat manajemen mengenai keringanan, keadaan siap siaga, tanggapan, dan perbaikan. Kunjungi situs ini di http://fema.gov/.
  • 32. 1. 32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e 3. Insurance Information Institute adalah asosiasi perdagangan yang menyediakan bagi konsumennya mengenai informasi kerugian bencana besar, meliputi angin topan, banjir, gempa bumi, kobaran api, dan bencana alam lainnya. Kunjungi situs ini di http://www.iii.org/. 4. Risk Mail memperbolehkan orang di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam diskusi "no hold barred" (tidak ada halangan yang mengikat) mengenai risiko dan asuransi. Arsip Risk Mail berisi komentar-komentar sebelumnya pada topik risiko dan asuransi. Jaringan ini disediakan untuk situs akademis dan profesional lain. Kunjungi situs ini di http://www.riskmail.isu.edu. 5. Society for Risk Analysis (SRA) menyediakan forum terbuka bagi seluruh orang yang tertarik pada analisis risiko, meliputi penaksiran risiko, manajemen risiko, dan kebijakan yang berhubungan dengan risiko. SRA mempertimbangkan ancaman dari fisik, peralatan kimia dan biologi, serta dari berbagai aktivitas manusia dan kejadian alam. SRA adalah multidisiplin dan internasional. Kunjungi situs ini di http:Ilwww.sra.org. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! A. Pertanyaan Review 1) Mengapa risiko mumi berbahaya terhadap masyarakat? 2) Apa perbedaan antara kerugian langsung (direct loss) dan kerugian tidak langsung (indirect) atau consequential? 3) Uraikan dengan singkat lima metode utama dalam menangani risiko. Beri contoh pada masing-masing metode! B. Pertanyaan Aplikasi 1) Beberapa metode tersedia untuk menangani risiko. Bagaimanapun, teknik tertentu lebih sesuai daripada yang lain dalam situasi yang ditentukan. a) (1) Perlukah retensi digunakan dalam situasi di mana frekuensi kerugian dan kerugian yang besar sedang tinggi? Jelaskan jawaban Anda!
  • 33. e ADBI4211/MODUL 1 1.33 (2) Jelaskan mengapa mengendalikan kerugian merupakan metode yang sangat diinginkan untuk menangani risiko! b) Jelaskan mengapa kemungkinan terjadinya kerugian dan risiko bukan merupakan hal yang sama! 2) Sarah mengoperasikan suatu pegadaian di kota besar. Tokonya terletak pada area yang tingkat kriminalnya tinggi, dan biaya yang mahal untuk asuransi pencurian mengancam eksistensi bisnisnya. Suatu asosiasi perdagangan menunjukkan bahwa beberapa metode selain dari asuransi dapat digunakan untuk menangani exposure pencurian. Identifikasi dan ilustrasikan tiga metode nonasuransi yang berbeda yang dapat digunakan pada exposure ini. C. Aplikasi Kasus Tyrone adalah senior dari suatu perguruan tinggi di jurusan jurnalisme. Dia memiliki Ford 1988 dengan jarak mil yang tinggi yang memiliki nilai pasar sekarang sebesar USD900. Nilai penggantian sekarang dari pakaiannya, pesawat televisi, stereo set dan harta benda pribadi lainnya dalam apartemen sewa totalnya USD5,000. Dia memakai kontak lensa yang dapat dibuang, yang harganya USD200 untuk persediaan enam bulan. Dia juga memiliki kasur air dalam apartemen sewanya dan telah mengalami kebocoran di masa lalu. Sebagai seseorang yang gemar berlari, Tyrone berlari lima mil setiap hari di taman umum yang dekat yang memiliki reputasi sebagai daerah yang sangat berbahaya karena adanya penyalur obat, sejumlah besar penyerangan dan pembegalan, dan mengemudi dengan tembak menembak. Orang tua Tyrone kedua-duanya bekerja untuk membantunya membayar uang kuliah. Untuk Setiap risiko dan exposure kerugian berikut ini, identifikasi teknik manajemen risiko yang sesuai yang dapat digunakan untuk persoalan exposure. Jelaskan jawaban Anda! 1) Kerusakan fisik pada Ford 1988 karena suatu benturan dengan pengendara mobil yang lain. 2) Penuntutan pertanggung jawaban perkara terhadap Tyrone sebagai akibat dari kelalaian mengoperasikan kendaraannya. 3) Total kehilangan pakaian, televisi, stereo, dan harta benda milik pribadi dikarenakan jilatan api dalam dapur di apartemen sewanya. 4) Hilangnya salah satu lensa kontak. 5) Kebocoran kasur air yang menyebabkan kerusakan harta benda dalam apartemen.
  • 34. 1.34 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e 6) Penyerangan fisik terhadap Tyrone oleh anggota geng yang bertransaksi obat di taman di mana Tyrone berlari. 7) Hilangnya uang kuliah dari ayah Tyrone yang dibunuh oleh pengemudi mabuk dalam kecelakaan mobil. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soallatihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2, tentang Beban Risiko dalam Masyarakat. RANG KUMA Nc.____________________ Kehadiran risiko mengakibatkan beberapa ketidaknyamanan dalam masyarakat dan menambah beban dalam masyarakat, setidaknya dalam bentuk (1) Jumlah dana darurat yang harus disisihkan, (2) Pemisahan masyarakat dari beberapa barang dan jasa yang dapat berperan mengurangi risiko atau kerugian, dan (3) Kekuatiran dan ketakutan pada saat akan memulai suatu aktivitas. Risiko pertanggung jawaban sangat penting karena tidak ada batas maksimum pada sejumlah kerugian dan jika seseorang harus membayar kerusakan, hak gadai dapat dikenakan pada pendapatan dan aset untuk memenuhi keputusan yang sah; biaya pembelaan hukum yang besar dan upah pengacara mungkin juga akan dikeluarkan. T E S F 0 R MAT I F 2.:.__________________ Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! Petunjuk: A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 1) Risiko membawa beban utama pada masyarakat dalam bentuk .... (1) ukuran dari dana darurat harus dinaikkan (2) masyarakat dipisahkan dari beberapa barang dan jasa (3) khawatir dan takut pada awalnya
  • 35. e ADBI4211/MODUL 1 2) Ada sejumlah metode utama dalam menangani risiko, antara lain .... (1) mengontrol kerugian (2) retensi (3) transfer nonasuransi 3) Berikut ini adalah yang termasuk kerugian tidak langsung .... (1) kerugian penggunaan harta benda (2) kerugian hilangnya sewa (3) kerugian biaya ekstra 4) Direct loss merupakan kerugian keuangan yang diakibatkan oleh .... (1) kehilangan laba (2) kerusakan fisik (3) pencurian harta benda 1.35 5) Indirect loss adalah kerugian keuangan yang diakibatkan secara tidak langsung dari peristiwa kerusakan fisik langsung. Contoh indirect loss adalah .... (1) biaya ekstra (2) kehilangan uang sewa (3) pencurian harta benda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% =baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 36. 1.36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) D 1) D 2) D 2) D 3) D 3) D 4) A 4) D 5) D 5) D
  • 37. e ADBI4211/MODUL 1 1.37 Konsep dan 1st iIah Pent ing Risiko Direct loss (kerugian langsung) Risiko fundamental Hazard Hedging Klausul jaminan keamanan Nilai hidup manusia Incorporation Indirect atau Consequential loss Hukum dari jumlah yang besar Risiko pertanggungjawaban Pengendalian kerugian Mora/Hazard Morale Hazard Transfer nonasuransi Probabilitas objektif Risiko objektif Risiko particular (khusus) Peril Risiko pribadi Physical Hazard Kematian dini Risiko harta benda Risiko murni Retensi Risiko spekulatif Probabilitas subjektif Risiko subjektif
  • 38. 1.38 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Daft ar Pust aka Bernstein, Peter L. (1996). Against the Gods, The Remarkable Story ofRisk. New York: John Wilwy & Son, Inc. Crowe, Robert M. and Ronald C. Hom. (1967). "The Meaning of Risk." Journal ofRisk and Insurance. 34 (September 1967). Head, George L. (1967). "An Alternative to Defining Risk as Uncertainty." Journal ofRisk and Insurance. 34 (June 1967). Graham, Ellen. (1997). "Dreams of Cushy Retirement Clash with Meager Savings." The Wall Street Journal. December 12, 1997: R1. Graves, Edward E., ed. (1998). McGill's Life Insurance. 2nd ed. Bryn Mawr, PA: The American College. Rejda, George E. (1979). "Risk and Its Treatment: Changing Societal Consequences." Annuals of The American Academy of Political and Social Science. 443 (May 1979). Rejda, George E. (1999). Social Insurance and Economic Security. 6th Ed. Chapter 1. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall. Rejda, George E. (2008). Prinsiples of Risk Management and Insurance. Boston, MA.: Pearson Education, Inc. U.S. Census Bureau. (1998). Current Population Reports. U.S. Government Printing Office. (1999). Money Income in the United States. Washington, DC: US. Government Printing Office.
  • 39. MDDUL 2 Ruang Li ngkup Asuransi Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN "Asuransi: Permai nan modern yang banyak akal dari kesempat an di mana pemainnya diizinkan untuk memperoleh kepastian kenyamanan bahwa dia mengalahkan seseorang yang memegang daftar." Ambrose Bierce Against the Gods, The Remarkable Story of Risk Jennifer dan rvlark Iul us dari Universitas Mdwestern yang besar, meni kah dan pi ndah ke Phoenix, Arizona. Sspert i pasangan yang meni kah Iainnya, mereka ingin menyi mpan uang unt uk down payment (pembayaran uang muka) sebuah rumah. S ngkat nya, setelah mereka pi ndah pada sebuah apart emen sewa, pencuri menerobos ke dal am rumahnya dan mencuri sebuah televisi set yang baru, stereo tape, kamera, perhiasan, barang-barang perak, dan uang penyimpanan dalam kotak perhiasan. Total kerugiannya sebesar USJ7. 200. Pasangan tersebut tidak memiliki asuransi. Akibatnya, cita-cita mereka mengumpulkan pembayaran uang muka untuk rumah mengalami pengunduran yang seri us. Apa yang sal ah? Pasangan t ersebut membuat kesalahan yang serius dalam perhitungan yang tidak memadai terhadap ri siko dan asuransi dalam rencana keuangan mereka. Bagi sebagian besar orang, asuransi adalah teknik yang paling penting untuk menangani risiko. Konsekuensinya, Anda harus memahami bagaimana kerja asuransi. Modul ini mendiskusikan karakteristik dasar dari asuransi, persyaratan dari risiko yang diasuransikan, tipe utama dari asuransi, dan keuntungan bagi masyarakat serta biaya masyarakat dalam asuransi. Setelah mempelajari Modu12 ini, Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan pengertian dan karakteristik asuransi dasar dari asuransi; 2. menjelaskan hukum bilangan besar; 3. menguraikan persyaratan dari risiko yang dapat diasuransikan dari pandangan pengasuransi pribadi;
  • 40. 2.2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 4. mengidentifikasi keutamaan risiko yang dapat diasuransikan dan risiko yang tidak dapat diasuransikan dalam masyarakat; 5. menguraikan tipe-tipe utama dari asuransi; 6. menjelaskan keuntungan bagi masyarakat dan pengeluaran masyarakat dalam asuransi; 7. mengakses situs internet dan memperoleh kutipan premi dan risiko yang umumnya dibeli konsumen.
  • 41. e ADBI4211/MODUL 2 2.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Konsep Asuransi dan Syarat Ri si ko yang Di asuransi kan A. DEFINISI ASURANSI Tidak ada definisi tunggal dari asuransi. Asuransi dapat didefinisikan dari sudut pandang beberapa disiplin ilmu, meliputi hukum, ekonomi, sejarah, ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penafsiran sebelum penetapan asuransi, teori risiko, dan sosiologi. Akan tetapi, setiap definisi tersebut kemungkinan tidak akan dijelaskan pada point ini. Malah sebaliknya, kita akan menjelaskan beberapa elemen yang lazim disajikan secara tipikal dalam beberapa rencana asuransi. Bagaimanapun juga, sebelum memproses, definisi dari asuransi (salah satu yang menangkap karakteristik dasar dari rencana asuransi yang tepat) harus ditentukan. Setelah pembelajaran yang teliti, Comission on Insurance Terminology of the American Risk and Association (Bulletin of the Commission on Insurance Terminology of the American Risk and Insurance Association, October 1965) mendefinisikan asuransi sebagai pooling (penyatuan) dari kerugian yang tidak disengaja dengan mentransfer risiko tersebut pada penanggung asuransi, yang menyetujui untuk mengganti kerugian tertanggung terhadap kerugian tersebut, untuk menyediakan keuntungan yang berupa uang pada peristiwa tersebut atau memberikan pelayanan yang berhubungan dengan risiko. Meskipun definisi ini mungkin tidak diterima oleh seluruh sarjana asuransi, hal ini berguna untuk menganalisa elemen yang lazim dari rencana asuransi yang tepat. B. KARAKTERISTIK DASAR DARI ASURANSI Berdasarkan definisi tersebut, suatu program asuransi atau penyusunan khusus memiliki karakteristik yang pasti. Hal tersebut, meliputi berikut ini. 1. Penyatuan dari Kerugian (Pooling ofLosses) Penyatuan atau pembagian kerugian merupakan pokok dari asuransi. Pooling (penyatuan) adalah penyebaran dari kerugian yang terjadi oleh
  • 42. 2.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • sedikit dari keseluruhan kelompok, yang dalam prosesnya, rata-rata kerugian disubstitusikan untuk kerugian aktual. Sebagai tambahan, penyatuan meliputi pengelompokan dari jumlah yang besar dari unit exposure sehingga hukum bilangan besar dapat dioperasikan untuk memberikan prediksi substansial yang akurat terhadap kerugian di masa depan. Idealnya, seharusnya terdapat sejumlah besar dari persamaan, tetapi unit exposure yang serupa tidak terlalu dipentingkan sebagai subjek terhadap peril yang sama. Jadi, yang termasuk pooling adalah (a) pembagian dari kerugian oleh seluruh kelompok, dan (b) prediksi mengenai kerugian di masa depan dengan beberapa ketelitian didasarkan pada hukum bilangan besar. Dengan memperhatikan konsep awal pembagian kerugian, diasumsikan bahwa 1000 petani di Kansas bagian tenggara menyetujui bahwa jika ada rumah petani rusak atau hancur karena kebakaran, anggota lain dari kelompok akan mengganti kerugian, atau menutupi biaya aktual dari petani yang mengalami kerugian. Asumsikan juga bahwa setiap rumah bemilai USD100,000 dan dalam rata-rata setiap rumah terbakar setiap tahun. Tidak adanya asuransi, kerugian maksimum setiap petani adalah USD100,000 jika rumah terbakar. Bagaimanapun penyatuan dari kerugian, dapat disebarkan ke seluruh kelompok, dan apabila salah satu petani memiliki total kerugian, jumlah yang hams dibayar setiap petani hanya USD100 (USD100,000/1000). Dampaknya, teknik pooling menghasilkan substitusi dari kerugian rata-rata sebesar USD100 untuk kerugian aktual sebesar USD100,000. Sebagai tambahan, dengan pooling (penyatuan) atau mengombinasikan pengalaman kerugian dari sejumlah unit exposure, penanggung asuransi mungkin dapat memprediksi kerugian yang akan datang dengan ketelitian yang tinggi. Dari sudut pandang penanggung asuransi jika kerugian yang akan datang dapat diprediksikan, risiko objektif dapat dikurangi. Jadi, karakteristik lain sering ditemukan dalam banyak hal dari asuransi yaitu pengurangan risiko yang didasarkan pada hukum bilangan besar. Hukum bilangan besar menyatakan bahwa semakin besar jumlah exposure, semakin dekat hasil sesungguhnya yang diperoleh dengan kemungkinan hasil yang diperkirakan jika jumlah exposure tidak terbatas (Robert I. Mehr dan Sandra G. Gustavson, Life Insurance: Theory and Practice, 4th ed. Plano, TX: Business Publications, 1987: 31). Sebagai contoh, apabila Anda melemparkan koin yang seimbang ke udara, probabilitas apriori mendapatkan gambar kepala adalah 0,5. Jika Anda melemparkan koin hanya 10 kali, Anda mungkin akan mendapatkan
  • 43. e ADBI4211/MODUL 2 2.5 kepala 8 kali. Meskipun probabilitas yang diamati mendapatkan gambar kepala adalah 0,8, probabilitas yang nyata masih 0,5. Jika koin dilemparkan satu juta kali, bagaimanapun jumlah aktual dari gambar kepala akan kira-kira 500.000. Jadi, semakin banyak jumlah lemparan secara random, hasil aktualnya akan mendekati hasil yang diharapkan. Ilustrasi praktis dari hukum bilangan besar adalah prediksi USA National Safety Council's dari sejumlah pengendara motor yang akan meninggal selama liburan akhir pekan. Dengan mengamati jumlah pengendara di jalan, National Safety Council dapat memprediksi dengan seksama dari sejumlah pengendara motor yang akan meninggal selama liburan akhir pekan pada tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan Amerika Serikat). Sebagai contoh, 500-700 pengendara motor mungkin diperkirakan akan meninggal selama akhir pekan pada sekitar tanggal 4 Juli. Meskipun pengendara motor tidak dapat diidentifikasi, jumlah kematian bagi kelompok pengendara motor secara keseluruhan dapat diprediksi dengan tepat. Akan tetapi, bagi beberapa asuransi, penaksir asuransi jarang mengetahui kebenaran dari probabilitas dan nilai kerugian. Oleh karena itu, estimasi dari frekuensi rata-rata dan rata-rata nilai kerugian harus didasarkan pada pengalaman kerugian sebelumnya. Jika terdapat sejumlah besar dari unit exposure, pengalaman kerugian aktual dari masa lalu mungkin menjadi perkiraan yang baik mengenai kerugian yang akan datang. Sebagai catatan, perubahan risiko objektif berbanding terbalik dengan akar pangkat dua dari sejumlah kasus pada pengamatan; sebagai jumlah dari peningkatan exposure, variasi (perbedaan) relatif dari kerugian aktual dari kerugian yang diharapkan akan menurun. Jadi, asuransi dapat memprediksi kerugian yang akan datang dengan derajat ketepatan yang tinggi sebagai jumlah dari peningkatan exposure. Konsep ini penting karena asuransi harus menarik premi yang akan mencukupi untuk membayar seluruh kerugian dan pengeluaran selama periode polis. Semakin rendah derajat dari risiko objektif, semakin besar kepercayaan yang dimiliki oleh asuransi bahwa pembayaran premi aktual akan mencukupi untuk membayar seluruh tagihan dan pengeluaran serta menyediakan margin untuk laba. 2. Pembayaran Kerugian yang Tidak Disengaja Karakteristik kedua dari asuransi pribadi adalah pembayaran kerugian secara kebetulan. Kerugian yang tidak disengaja adalah salah satu yang tidak dapat diramalkan dan tidak diharapkan dan terjadi sebagai akibat dari
  • 44. 2.6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • perubahan. Dengan kata lain, kerugian harus secara kebetulan. Hukum bilangan besar didasarkan pada asumsi bahwa kerugian tidak disengaja dan terjadi secara sembarangan. Sebagai contoh, seseorang mungkin tergelincir pada trotoar yang licin dan patah kaki. Kerugian akan menjadi tidak disengaja. 3. Perpindahan Risiko Perpindahan risiko adalah elemen penting yang lain dari asuransi. Dengan pengecualian dari asuransi pribadi (Asuransi Pribadi/Self-lnsurance didiskusikan pada Manajemen Risiko), rencana asuransi yang benar selalu melibatkan perpindahan risiko. Arti perpindahan risiko, yaitu risiko murni dipindahkan dari tertanggung ke penanggung asuransi, yang secara tipikal berada dalam posisi keuangan yang kuat untuk membayar kerugian dari tertanggung. Dari sudut pandang individu, risiko mumi yang dipindahkan secara tipikal pada penanggung asuransi termasuk risiko dari kematian dini, kesehatan yang buruk, kelumpuhan, kerusakan, dan pencurian harta benda dan tanggung jawab hukum. 4. Penggantian Kerugian Karakteristik terakhir dari asuransi adalah penggantian kerugian dari terjadinya kerugian. Penggantian kerugian diartikan bahwa tertanggung dipulihkan pada posisi keuangan yang diperkirakan, sebelum terjadinya peristiwa kerugian. Jadi, apabila rumah Anda terbakar karena api, asuransi polis kepemilikan rumah akan mengganti kerugian Anda atau memulihkan Anda pada posisi sebelumnya. Jika Anda menuntut karena kelalaian pengoperasian dari kendaraan, polis asuransi pertanggung jawaban kendaraan akan membayar jumlah yang secara legal harus Anda bayar. Demikian pula, jika Anda menjadi lumpuh secara serius, polis asuransi pendapatan kelumpuhan akan memulihkan sekurang kurangnya dari upah yang hilang. C. PERSYARATAN DARI RISIKO YANG DIASURANSIKAN Perusahaan asuransi biasanya hanya mengasuransikan risiko mumi. Bagaimanapun juga tidak semua risiko mumi diasuransikan. Persyaratan yang pasti biasanya harus dipenuhi sebelum risiko mumi dapat diasuransikan secara pribadi. Dari sudut pandang pengasuransi idealnya terdapat enam persyaratan dari risiko yang diasuransikan.
  • 45. e ADBI4211/MODUL 2 2.7 1. Sejumlah Besar dari Unit Exposure Persyaratan pertama dari risiko yang diasuransikan adalah sejumlah besar dari unit exposure. Idealnya harus terdapat kelompok besar yang serupa secara kasar, tetapi tidak perlu serupa unit exsposure sebagai subjek pada peril yang sama atau kelompok dari peril. Sebagai contoh, jumlah besar dari susunan tempat tinggal di kota dapat dikelompokkan bersama yang bertujuan untuk menyediakan asuransi harta benda pada tempat tinggal. Tujuan dari persyaratan pertama adalah untuk memungkinkan pengasuransi memprediksi kerugian yang didasarkan pada hukum bilangan besar. Data kerugian dapat disusun setiap waktu dan kerugian dari kelompok secara keseluruhan dapat diprediksi dengan seksama. Biaya kerugian kemudian dapat disebarkan ke seluruh tertanggung dalam kelompok pertanggungan. 2. Kerugian secara Kebetulan dan Tidak Disengaja Persyaratan kedua yaitu bahwa kerugian harus secara kebetulan dan tidak disengaja. Idealnya kerugian seharusnya tidak disengaja dan di luar kontrol tertanggung. Jadi, jika individu dengan sengaja menyebabkan kerugian baik pria maupun wanita seharusnya tidak diganti kerugian atas kehilangannya. Persyaratan dari kerugian secara kebetulan dan tidak disengaja adalah penting karena dua alasan. Pertama, apabila kerugian tidak disengaja telah dibayar, moral hazard akan meningkat secara substansial, dan akibatnya premi akan meningkat. Peningkatan yang besar dalam premi secara relatif dapat mengakibatkan semakin sedikit orang-orang yang membeli asuransi, dan penanggung asuransi mungkin tidak memiliki jumlah yang cukup dari unit exposure untuk memprediksi kerugian di masa yang akan datang. Kedua, kerugian harus secara kebetulan karena hukum bilangan besar didasarkan pada kejadian acak dari peristiwa. Kerugian yang disengaja bukan merupakan kejadian acak karena tertanggung mengetahui kapan kerugian akan terjadi. Jadi, prediksi dari pengalarnan yang akan datang mungkin tingkat ketelitiannya sangat tidak akurat jika sejumlah besar dari kerugian yang disengaja atau tidak acak terjadi. 3. Kerugian yang Dapat Ditentukan dan Diukur Persyaratan ketiga adalah bahwa kerugian harus dapat ditentukan dan diukur. Hal ini berarti penyebab, waktu, ternpat, dan jumlah dari kerugian
  • 46. 2.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • hams pasti. Asuransi jiwa dalam banyak kasus memenuhi persyaratan tersebut dengan mudah. Penyebab dan waktu kematian dapat ditentukan dengan mudah, serta jika seseorang diasuransikan, jumlah yang dihadapi dari polis asuransi jiwa adalah jumlah yang dibayar. Beberapa kerugian, bagaimanapun sulit untuk ditentukan dan diukur. Sebagai contoh, dalam polis pendapatan-kelumpuhan, penanggung berjanji untuk membayar keuntungan setiap bulan pada seseorang yang lumpuh jika ketentuan dari kelumpuhan yang dinyatakan dalam polis tersebut terpenuhi. Beberapa penuntut yang tidak jujur mungkin dengan sengaja memalsukan penyakit atau luka untuk mengumpulkan atau menagih dari penanggung asuransi. Meskipun jika klaim itu sah, penanggung asuransi masih harus menentukan apakah tertanggung memenuhi pemyataan ketentuan kelumpuhan dari polis. Penyakit dan kelumpuhan merupakan kesubjektifan yang sangat tinggi, dan peristiwa yang sama dapat memengaruhi dua orang yang cukup berbeda. Sebagai contoh, dua orang akuntan yang diasuransikan di bawah kontrak pendapatan-kelumpuhan yang terpisah mungkin terluka dalam kecelakaan mobil dan keduanya mungkin digolongkan sebagai kelumpuhan secara total. Seorang akuntan, bagaimanapun mungkin dikehendaki menjadi lebih kuat dan tetap melanjutkan bekerja. Jika akuntan tersebut menjalani rehabilitasi dan melanjutkan untuk bekerja, keuntungan pendapatan-kelumpuhan akan berakhir. Sementara itu, akuntan lain mungkin akan meneruskan untuk menerima keuntungan pendapatan-kelumpuhan menurut ketentuan-ketentuan dari polis. Singkatnya, hal ini sulit untuk menentukan kapan seseorang benar-benar lumpuh. Bagaimanapun, seluruh kerugian idealnya harus dapat ditentukan dan diukur. Tujuan dasar dari persyaratan ini adalah untuk memungkinkan penanggung asuransi menentukan apakah kerugian dipenuhi dengan polis, dan jika telah dipenuhi, berapa banyak yang harus dibayar. Sebagai contoh, Shannon memiliki mantel bulu yang mahal yang diasuransikan di bawah polis kepemilikan rumah. Hal itu membuat banyak pertentangan pada pengasuransi jika pencuri mendobrak masuk ke dalam rumah dan mencuri mantelnya atau mantel tersebut hilang karena suaminya menyimpannya di perusahaan dry cleaning (pencucian baju) tetapi lupa memberitahukannya. Kerugian dipenuhi pada contoh awal tetapi tidak pada contoh kedua.
  • 47. e ADBI4211/MODUL 2 2.9 4. Kerugian yang Bukan merupakan Bencana Besar Persyaratan keempat bahwa idealnya kerugian bukan merupakan beneana yang besar. Hal ini berarti bahwa proporsi yang besar dari unit exsposure seharusnya tidak mendatangkan kerugian pada waktu yang sama. Seperti pernyataan sebelumnya, pooling adalah penting dalam asuransi. Jika sebagian besar atau seluruh dari unit exposure dalam golongan yang ditentukan secara simultan mendatangkan kerugian maka teknik pooling gagal dan tidak dapat dilaksanakan. Premi hams dinaikkan ke level penghalang, dan teknis asuransi menjadi rencana yang tidak dapat terns berjalan di mana kerugian yang sedikit, menyebar ke seluruh kelompok atau grup. Penanggung asuransi idealnya mengharapkan untuk menghindari seluruh kerugian bencana yang besar. Dalam dunia nyata, hal ini tidak mungkin karena kerugian bencana yang besar, misalnya diakibatkan oleh banjir, angin ribut, angin topan, gempa bumi, dan kebakaran hutan secara periodik. Untungnya, beberapa pendekatan tersedia untuk mengatasi permasalahan dari kerugian bencana yang besar. Pertama, reinsurance (reasuransi) dapat digunakan di mana perusahaan asuransi diganti kerugiannya oleh reinsurers (reasuransi) untuk kerugian bencana yang besar. Reinsurance (reasuransi) adalah perpindahan sebagian atau seluruhnya dari asuransi semula yang diambil oleh satu penanggung asuransi ke penanggung asuransi yang lain. Reinsurer kemudian bertanggung jawab untuk membayar bagian kerugiannya. Kedua, penanggung asuransi dapat menghindari konsentrasi (pemusatan) dari risiko dengan menyebarkan perlindungannya ke seluruh area geografis yang luas. Pemusatan dari kerugian exposure pada area geografi seperti banjir yang sering terjadi, angin tornado, dan angin ribut dapat mengakibatkan kerugian periodik bencana yang besar. Jika kerugian exposure disebarkan secara geografi, kemungkinan dari kerugian bencana yang besar dapat dikurangi. Akhirnya, instrumen keuangan yang baru, sekarang tersedia untuk menghadapi kerugian bencana yang besar. Instrumen ini termasuk obligasi dan opsi jual yang sangat merugikan pada Chicago Board of Trade (bursa saham).
  • 48. 2.1 Q MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 5. Perhitungan Kemungkinan Terjadinya Kerugian Persyaratan penting lainnya, yaitu bahwa kemungkinan terjadinya kemgian hams diperhitungkan. Penanggung asuransi hams dapat memperhitungkan frekuensi rata-rata dan nilai rata-rata dari kemgian yang akan datang dengan teliti. Persyaratan ini penting supaya premi yang tepat dapat dibebankan dan mencukupi untuk membayar selumh tagihan dan pengeluaran dan mendapatkan laba selama periode polis. Beberapa kemgian, bagaimanapun juga sulit untuk diasuransikan karena kemungkinan terjadinya kerugian tidak dapat diperkirakan secara tepat dan kemungkinan besar kerugian bencana yang besar terjadi. Sebagai contoh, banjir, peperangan, dan siklus pengangguran terjadi pada dasar yang tidak beraturan, dan sulit untuk memprediksi frekuensi rata-rata dan nilai dari kemgian. Jadi, tanpa bantuan dari pemerintah, kemgian ini akan sulit bagi private carriers (penanggung pribadi) untuk mengasuransikan. 6. Premi harus Mungkin secara Ekonomi Persyaratan terakhir adalah bahwa premi harus mungkin secara ekonomi. Tertanggung hams mampu membayar premi. Sebagai tambahan, bagi asuransi agar menarik pembelian, premi yang dibayarkan pada pokoknya hams kurang dari nilai yang tercantum atau sejumlah dari polis tersebut. Untuk memiliki premi yang mungkin secara ekonomi, kemungkinan terjadinya kemgian hams relatif rendah. Suatu pandangan yaitu bahwa apabila kemungkinan terjadinya kemgian lebih dari 40%, biaya polis akan melebihi jumlah yang hams dibayar penanggung asuransi dalam kontrak. Sebagai contoh, penanggung asuransi dapat menerbitkan USDl,OOO polis asuransi jiwa terhadap seorang laki-laki yang bemsia 99 tahun, tetapi premi mumi mungkin sekitar USD980, dan jumlah tambahan untuk pengeluaran mungkin hams ditambahkan. Total premi mungkin melebihi jumlah yang hams dibayar asuransi (Robert I. Mehr, Emerson Cammack, dan Terry Rose, Principles of Insurance, gth ed. Homewood, IL: Richard D. Irwin, 1985: 36-37). Berdasarkan persyaratan tersebut, risiko pribadi, risiko harta benda, dan risiko kelumpuhan dapat diasuransikan secara pribadi karena persyaratan dari risiko yang dapat diasuransikan biasanya dapat dipenuhi. Sebaliknya, banyak risiko pasar yang meliputi risiko pembahan harga yang merugikan pada bahan mentah, pembahan level harga yang umum (inflasi), pembahan selera konsumen, teknologi bam dan peningkatan persaingan dari para pesaing;
  • 49. e ADBI4211/MODUL 2 2. 11 risiko keuangan, meliputi risiko perubahan harga yang merugikan pada biaya keamanan, perubahan merugikan pada tingkat bunga, dan ketidakmampuan untuk meminjam pada saat yang baik; risiko produksi yang meliputi kekurangan bahan mentah, penipisan sumber daya alam, dan permasalahan teknik dalam produksi; dan risiko politik yang meliputi risiko peperangan, penggulingan pemerintahan, regulasi pemerintahan yang merugikan, dan nasionalisasi pekerja asing yang bermusuhan dengan pemerintah, biasanya tidak diasuransikan oleh pengasuransi pribadi. Risiko-risiko ini tidak dapat diasuransikan karena beberapa alasan. Pertama, mereka spekulatif dan menjadi sulit untuk mengasuransikan secara pribadi. Kedua, kemungkinan besar dari masing-masing untuk menimbulkan kerugian bencana yang besar adalah tinggi; hal ini benar sekali terutama terhadap risiko politik, seperti risiko peperangan. Akhimya, perhitungan dari premi yang tepat untuk beberapa risiko tersebut mungkin sulit karena kemungkinan terjadinya kerugian tidak dapat diperkirakan secara tepat. Sebagai contoh, asuransi yang melindungi kerugian terhadap pengecer dikarenakan oleh perubahan selera dari konsumen, misalnya perubahan gaya, biasanya tidak tersedia. Data kerugian yang teliti tidak tersedia, dan tidak terdapat cara yang akurat untuk menghitung premi. Biaya premi mungkin atau tidak mungkin cukup untuk membayar seluruh kerugian dan pengeluaran. Ketika pengasuransi pribadi berusaha mencari profit, risiko tertentu tidak dapat diasuransikan karena kemungkinan dari kerugian yang besar. D. DUA PENERAPAN: RISIKO KEBAKARAN DAN PENGANGGURAN Anda akan memahami lebih jelas mengenai persyaratan dari risiko yang diasuransikan jika Anda dapat menerapkan persyaratan pada risiko yang spesifik. Sebagai contoh, pertimbangan risiko kebakaran terhadap tempat tinggal pribadi. Risiko ini dapat diasuransikan secara pribadi karena persyaratan untuk risiko yang dapat diasuransikan biasanya telah terpenuhi.
  • 50. 2.12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 1. Risiko Kebakaran sebagai Risiko yang Dapat Diasuransikan Persyaratan Apakah Risiko Kebakaran Memenuhi Persyaratan? 1. Sejumlah besar dari unit Ya. Terdapat unit exposure yang banyak. exposure 2. Kerugian secara kebetulan dan Ya. Dengan pengecualian untuk pembakaran rumah tidak disengaja. dengan sengaja, beberapa kerugian kebakaran adalah secara kebetulan dan tidak disengaja. 3. Kerugian dapat ditentukan dan Ya. Jika terdapat perselisihan terhadap jumlah yang diukur. dibayar, polis • harta benda memilikiasurans1 ketentuan untuk memecahkan perselisihan. 4. Bukan merupakan kerugian Ya. Meskipun kebakaran yang besar telah terjadi, bencana yang besar. seluruh unit exposure biasanya tidak terbakar pada saat yang bersamaan. 5. Perhitungan kemungkinan Ya. Kesempatan terjadinya kebakaran dapat terjadinya kerugian. diperhitungkan, dan rata-rata nilai kerugian kebakaran dapat diperkirakan terlebih dahulu. 6. Premi harus mungkin secara Ya. Tarif • USD100 dari • prem1 per asurans1 ekonomi. kebakaran relatif rendah. Pertimbangan lanjutan dari risiko pengangguran, di mana biasanya tidak dapat diasuransikan secara pribadi pada waktu sekarang. Sebaik apakah risiko dari pengangguran memenuhi persyaratan untuk risiko yang dapat diasuransikan? Seperti diterangkan dalam tabel berikut, risiko pengangguran sama sekali tidak memenuhi persyaratan. 2. Risiko Pengangguran sebagai Risiko yang Dapat Diasuransikan Persyaratan Apakah Risiko Pengangguran Memenuhi Persyaratan? 1. Sejumlah besar dari unit Tidak memenuhi sama sekali. Meskipun terdapat jumlah exposure. pengangguran yang besar, untuk memprediksi pengangguran sangat sulit karena adanya tipe yang berbeda dari pen an~ uran dan tena~ aker'a. 2. Kerugian secara Tidak. Proporsi yang besar dari pengangguran adalah hak kebetuIan dan tidak individu yang secara sukarela keluar dari pekerjaan disengaja. mereka.
  • 51. e ADBI4211/MODUL 2 2.13 Persyaratan Apakah Risiko Pengangguran Memenuhi Persyaratan? 3. Kerugian dapat Tidak memenuhi sama sekali. Level dari pengangguran ditentukan dan diukur. dapat ditentukan, tetapi pengukuran kerugian adalah sulit. Beberapa pengangguran tidak sukarela meskipun bebera:>a pen an uran sukarela. 4. Bukan merupakan Tidak. Resesi nasional yang hebat atau depresi kondisi kerugian bencana yang bisnis lokal dapat mengakibatkan bencana yang besar. besar. 5. Perhitungan Tidak. Tipe berbeda dari pengangguran biasanya sangat kemungkinan terjadinya tidak menentu untuk memperkirakan kemungkinan keru ian. ter'adinva keru~ ian secara akurat. 6. Premi harus mungkin Tidak. Pemilihan kerugian, moral hazard, dan secara ekonomi. kemungkinan terjadinya bencana besar dapat mengakibatkan premi kurang menarik. Pertama, memprediksi pengangguran adalah sulit karena perbedaan tipe pengangguran dan tenaga kerja. Ada tenaga kerja profesional, tenaga kerja dengan keterampilan tinggi, semi terampil, tidak terampil, tenaga kerja berkerah biru dan berkerah putih. Selain itu, tingkat pengangguran berubah secara signifikan dengan jabatan, umur, gender Genis kelamin), pendidikan, status pemikahan, kota, negara, dan oleh sekumpulan faktor, termasuk program pemerintah, dan kebijakan ekonomi yang sering kali berubah. Juga, durasi dari perubahan pengangguran meluas di antara kelompok atau grup yang berbeda. Sebagai tambahan karena jumlah tenaga kerja yang besar dapat menjadi pengangguran pada waktu yang sama, kemungkinan besar kerugian yang besar terjadi. Oleh karena tipe yang berbeda dari pengangguran terjadi secara tidak teratur maka sulit untuk memperhitungkan kemungkinan terjadinya kerugian secara tepat. Oleh karena alasan tersebut, risiko pengangguran biasanya tidak dapat diasuransikan secara pribadi, tetapi hal itu dapat diasuransikan oleh program asuransi sosial. E. PILIHAN YANG MERUGIKAN DAN ASURANSI Ketika asuransi telah terjadi, penanggung asuransi harus menghadapi permasalahan dari pilihan yang merugikan. Pilihan yang merugikan adalah kecenderungan dari seseorang dengan rata-rata kemungkinan terjadinya kerugian yang lebih tinggi untuk mencari asuransi dengan tarif standar (rata- rata), yang jika tidak dikontrol oleh penanggung asuransi, hasilnya lebih tinggi daripada level kerugian yang diharapkan. Sebagai contoh, pilihan yang
  • 52. 2.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • merugikan dapat diakibatkan oleh pengemudi berisiko tinggi yang mencari asuransi dengan tarif standar, seseorang dengan permasalahan kesehatan yang serius yang mencari asuransi jiwa atau kesehatan dengan tarif yang standar dan perusahaan bisnis yang telah berulangkali dirampok atau dicuri akan mencari asuransi kejahatan dengan tarif standar. Jika permintaan untuk asuransi dengan rata-rata lebih tinggi dari kemungkinan terjadinya kerugian berhasil memperoleh pemenuhan dengan tarif standar, kami menyatakan bahwa asuransi "dipilih untuk rugi". Jika tidak dikontrol oleh penanggung asuransi, pilihan yang merugikan dapat mengakibatkan level kerugian yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Meskipun pilihan yang merugikan tidak dapat dieliminasi sama sekali, hal itu dapat dikontrol oleh ketelitian asuransi. Underwriting (penanggung asuransi) berkenaan dengan proses dalam memilih dan mengklasifikasikan pelamar (calon tertanggung) untuk asuransi. Pelamar yang memenuhi standar underwriting dapat diterima asuransi dengan tarif standar. Jika standar persyaratan asuransi tidak terpenuhi, asuransi dibatalkan atau premi ekstra hams dibayar. Penanggung asuransi sering kali menjual asuransi pada pelamar yang memiliki rata-rata kemungkinan terjadinya kerugian yang lebih tinggi, tetapi beberapa pelamar hams membayar premi yang tinggi. Permasalahan dalam pemilihan risiko muncul ketika pelamar dengan rata-rata kemungkinan terjadinya kerugian yang lebih tinggi berhasil dalam menutup kontrak asuransi dengan tarif standar atau rata-rata. Ketentuan kebijakan juga digunakan untuk mengontrol pemilihan risiko. Contohnya, ketentuan bunuh diri dalam asuransi jiwa dan ketentuan kondisi yang telah ada sebelumnya dalam asuransi kesehatan. Ketentuan kebijakan ini didiskusikan terakhir dengan lebih detail dalam teks ketika kontrak asuransi yang spesifik dianalisis. F. PERBANDINGAN ASURANSI DENGAN JUDI Asuransi sering dirancukan dengan perjudian. Padahal terdapat dua perbedaan yang penting di antaranya pertama, perjudian menimbulkan risiko spekulatif yang barn, sementara asuransi merupakan teknik untuk menangani risiko murni yang telah ada sebelumnya. Jadi, apabila Anda bertaruh USD300 pada pacuan kuda, timbul risiko spekulatif yang barn, tetapi jika Anda membayar USD300 pada asuransi untuk asuransi kebakaran, risiko
  • 53. e ADBI4211/MODUL 2 2.15 kebakaran telah terjadi dan ditransfer pada asuransi dengan sebuah kontrak. Tidak ada risiko bam yang ditimbulkan dari transaksi tersebut. Perbedaan yang kedua antara asuransi dan perjudian, yaitu bahwa perjudian tidak produktif dalam masyarakat karena keuntungan dari pemenang diperoleh dengan cara mengorbankan yang kalah. Sebaliknya, asuransi selalu produktif dalam masyarakat karena tidak ada asuransi maupun tertanggung yang ditempatkan pada posisi di mana keuntungan dari pemenang diperoleh dengan cara mengorbankan yang kalah. Asuransi dan tertanggung keduanya memiliki kepentingan yang lazim terhadap pencegahan kemgian. Kedua, pihak menang jika kemgian tidak terjadi. Lebih jauh, transaksi perjudian tidak pernah memulihkan yang kalah pada posisi keuangannya sebelum terjadi kekalahan. Sebaliknya, kontrak asuransi mengembalikan keuangan tertanggung selumhnya atau sebagian jika terjadi kemgian. G. PERBANDINGAN ASURANSI DENGAN HEDGING Pada Modul 1 kita mendiskusikan konsep dari Hedging, di mana risiko dapat ditransfer kepada spekulator melalui kontrak pembelian pada masa mendatang. Kontrak asuransi, bagaimanapun juga tidak sama dengan hedging. Meskipun kedua tekniknya sama dalam hal risiko yang dapat ditransfer dengan kontrak dan tidak ada risiko bam yang timbul, namun terdapat beberapa perbedaan penting, di antaranya pertama, transaksi asuransi, meliputi transfer risiko yang dapat diasuransikan karena persyaratan risiko yang dapat diasuransikan biasanya dapat dipenuhi. Bagaimanapun juga, hedging merupakan teknik untuk menangani risiko yang tidak dapat diasuransikan secara tipikal (khas), seperti proteksi (perlindungan) terhadap penumnan harga produk pertanian dan bahan mentah. Kedua, asuransi dapat mengurangi risiko objektif dari asuransi dengan penggunaan hukum bilangan besar. Selama jumlah unit exposure meningkat, prediksi asuransi terhadap kemgian pada masa mendatang lebih tepat karena variasi relatif kemgian yang terjadi dari kemgian yang diharapkan akan menumn. Jadi, banyak transaksi asuransi mengurangi risiko objektif. Sebaliknya, hedging secara tipikal hanya, meliputi risk transfer (perpindahan risiko). Risiko fluktuasi harga yang memgikan ditransfer pada spekulator yang percaya bahwa mereka dapat memperoleh keuntungan karena pengetahuan yang unggul mengenai kondisi pasar. Risiko yang ditransfer, tidak dikurangi, dan prediksi kemgian biasanya tidak didasarkan pada hukum bilangan besar.
  • 54. 2.16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Jelaskan karakteristik utama dari rencana asuransi secara typikal. 2) Mengapa teknik pooling (penyatuan) perlu sekali dalam asuransi? 3) Jelaskan hukum bilangan besar dan tunjukkan bagaimana hukum bilangan besar dapat digunakan oleh asuransi untuk memperkirakan kerugian yang akan datang! 4) Jelaskan persyaratan utama dari risiko yang dapat diasuransikan! 5) Mengapa sebagian besar risiko pasar, risiko keuangan, risiko produksi dan risiko politik dianggap tidak dapat diasuransikan oleh asuransi pribadi? 6) Bagaimana perbedaan asuransi dengan judi dan hedging? 7) Meskipun tidak ada risiko yang secara keseluruhan memenuhi semua persyaratan ideal dari risiko yang dapat diasuransikan, beberapa risiko lebih memenuhi persyaratan tersebut dibanding lainnya. a) Identifikasi persyaratan ideal dari risiko yang dapat diasuransikan! b) Bandingkan dan bedakan antara tabrakan mobil dengan perang ditinjau dari sebaik mana mereka memenuhi persyaratan risiko yang diasuransikan! 8) Kemungkinan besar pilihan yang merugikan timbul dalam segala kaitan asuransi. Mengasuransikan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mengontrol pilihan yang merugikan. a) Jelaskan pengertian dari "pilihan yang merugikan"! b) Mengapa asuransi mengkhawatirkan pilihan yang merugikan? c) Jelaskan bagaimana asuransi dapat digunakan untuk mengontrol pilihan yang merugikan! 9) Terdapat definisi yang bermacam-macam dari asuransi. Berdasarkan definisi asuransi yang dinyatakan sebelumnya, indikasikan apakah setiap jaminan berikut ini dipertimbangkan dalam asuransi. a) Sebuah televisi dijamin oleh pabrik terhadap kerusakan selama 90 hari. b) Satu set ban baru diasuransikan oleh pabrik terhadap kerusakan jalan sepanjang 50,000 mil.
  • 55. e ADBI4211/MODUL 2 2.17 c) Pendiri mmah bam memberikan garansi 10 tahun terhadap kemsakan stmktur dari mmah tersebut. d) Penjamin menyetujui untuk membayar sisa pinjaman jika peminjam yang sebenamya gagal dalam pembayaran. e) Sejumlah besar kelompok pemilik mmah setuju untuk membayar kemgian terhadap mmah yang terbakar selama setahun karena kebakaran. Petunjuk Jawaban Latihan 1) Karakteristik utama dari suatu rencana asuransi, meliputi: a) Pooling oflosses (penyatuan dari kemgian); b) Pembayaran dari kerugian yang tidak disengaja (secara kebetulan); c) Perpindahan risiko; d) Penggantian kemgian. 2) Pooling atau penyatuan adalah penyebaran dari kemgian yang terjadi oleh sedikit dari keseluruhan kelompok. Dengan adanya pooling maka kemgian yang terjadi dapat dibagi rata ke semua kelompok, di samping itu pemsahaan asuransi dapat memprediksi mengenai kemgian di masa depan dengan didasarkan pada hukum bilangan besar. 3) Hukum bilangan besar (The Law ofLarge Numbers), menyatakan bahwa semakin besar jumlah perorangan yang ikut membayar jaminan dalam suatu kelompok maka semakin pasti risiko yang diperkirakan mempakan beban perorangan atau semakin banyak nasabah yang masuk dalam pemsahaan asuransi, semakin aman risiko yang akan ditanggung oleh pemsahaan asuransi. Dalam hal ini, risiko menjadi lebih kecil karena terbagi rata pada jumlah peserta yang masuk asuransi. 4) Persyaratan utama risiko yang diasuransikan dari sudut pandang pengasuransi adalah sebagai berikut. a) Hams terdapat sejumlah besar dari unit exposure. b) Kerugian hams secara kebetulan dan tidak disengaja. c) Kemgian bukan mempakan bencana yang besar. d) Kemgian hams dapat ditentukan dan diukur. e) Kemungkinan terjadinya kemgian hams diperhitungkan. f) Premi hams mungkin secara ekonomi. 5) Risiko pasar, risiko keuangan, risiko produksi, dan risiko politik biasanya tidak diasuransikan oleh pengasuransi pribadi dengan alasan,
  • 56. 2.18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e yaitu pertama, pada dasamya risiko-risiko ini bersifat spekulatif sehingga sulit untuk diasuransikan secara pribadi; kedua, masing-masing risiko ini tinggi kemungkinannya untuk menimbulkan bencana kerugian yang besar; ketiga, kemungkinan terjadinya kerugian tidak dapat diperkirakan secara tepat. 6) Perbedaan asuransi dengan judi dan hedging Perbedaan asuransi dengan judi, yaitu (a) perjudian menimbulkan risiko spekulatif yang baru, sedangkan asuransi merupakan teknik untuk menangani risiko murni yang telah ada sebelumnya; (b) perjudian tidak produktif dalam masyarakat karena keuntungan dari pemenang diperoleh dengan cara mengorbankan yang salah, sedangkan asuransi selalu produktif dalam masyarakat, asuransi, dan pihak tertanggung memiliki kepentingan yang lazim terhadap pencegahan kerugian. 7) Persyaratan ideal dari risiko yang dapat diasuransikan adalah hams terdapat sejumlah besar dari unit exposure, kerugian harus secara kebetulan dan tidak disengaja, kerugian bukan merupakan bencana yang besar, kerugian harus dapat ditentukan dan diukur, kemungkinan terjadinya kerugian harus diperhitungkan, serta premi harus rnungkin secara ekonorni. 8) Pilihan yang merugikan adalah kecenderungan dari seseorang dengan rata-rata kemungkinan terjadinya kerugian yang lebih tinggi untuk rnencari asuransi dengan tarif standar (rata-rata), yang jika tidak dikontrol oleh penanggung asuransi, hasilnya lebih tinggi daripada level kerugian yang diharapkan. 9) Asuransi adalah pooling (penyatuan) dari kerugian yang tidak disengaja dengan mentransfer risiko tersebut pada penanggung asuransi, yang menyetujui untuk mengganti kerugian tertanggung terhadap kerugian tersebut, untuk rnenyediakan keuntungan yang berupa uang pada peristiwa tersebut atau rnernberikan pelayanan yang berhubungan dengan risiko RANGKUMAN------------------------------------ Tidak ada definisi tunggal dari asuransi, bagaimanapun juga rencana asuransi secara typical mengandung empat elemen, yaitu penyatuan kerugian, pembayaran kerugian secara kebetulan, perpindahan risiko,
  • 57. e ADBI4211/MODUL 2 2.19 dan penggantian kerugian. Penyatuan adalah bahwa sebagian kecil kerugian disebarkan ke seluruh kelompok dan kerugian rata-rata disubstitusikan pada kerugian aktual. Kerugian secara kebetulan tidak dapat diramalkan dan tidak disangka-sangka dan terjadi sebagai akibat dari peristiwa. Perpindahan risiko melibatkan perpindahan dari risiko mumi kepada asuransi. Penggantian kerugian adalah bahwa korban kerugian dipulihkan sepenuhnya atau sebagian dengan pembayaran, perbaikan atau penggantian oleh asuransi. Hukum bilangan besar menyatakan bahwa semakin besar jumlah exposure, semakin dekat hasil yang sesungguhnya dari yang mungkin diharapkan. Hukum bilangan besar memungkinkan asuransi mem- perkirakan kerugian yang akan datang dengan penuh ketelitian. Terdapat beberapa persyaratan ideal dari risiko yang dapat diasuransikan, yaitu harus terdapat sejumlah besar dari unit exposure, kerugian harus secara kebetulan dan tidak disengaja, kerugian harus dapat ditentukan dan diukur, kerugian bukan merupakan bencana yang besar, kemungkinan terjadinya kerugian harus diperhitungkan, dan premi harus mungkin secara ekonomi. Risiko pribadi, risiko harta benda, dan risiko pertanggungjawaban dapat diasuransikan secara pribadi karena persyaratan untuk risiko yang dapat diasuransikan biasanya dapat dipenuhi. Bagaimanapun juga, risiko pasar, risiko keuangan, risiko produksi, dan risiko politik biasanya tidak dapat diasuransikan karena persyaratan tersebut sulit untuk dipenuhi. Pertimbangan karena kerugian merupakan kecenderungan dari seseorang untuk menutup kontrak asuransi dengan tarif standar, di mana jika tidak dikontrol oleh asuransi akan mengakibatkan level kerugian yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Asuransi tidak sama dengan perjudian. Perjudian menciptakan risiko spekulatif yang baru, sebaliknya asuransi menutup kontrak risiko murni yang sudah ada. Selain itu, judi tidak produktif terhadap masyarakat karena pemenang memperoleh pendapatan dari pengeluaran yang kalah. Asuransi selalu produktif dalam masyarakat karena baik tertanggung maupun asuransi menang jika kerugian tidak terjadi. Asuransi juga tidak sama dengan hedging. Asuransi melibatkan perpindahan dari risiko mumi, sebaliknya hedging melibatkan perpindahan dari risiko spekulatif. Selain itu, asuransi mungkin mengurangi risiko objektif karena hukum bilangan besar. Hedging biasanya hanya melibatkan perpindahan risiko dan tidak mengurangi risiko.
  • 58. 2.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Salah satu karakteristik dasar dari asuransi adalah .... A. pemisahan antara kerugian yang disengaja dan yang tidak disengaja B. perpindahan risiko kepada penanggung asuransi C. perpindahan risiko kepada tertanggung asuransi D. penyatuan kerugian-kerugian yang disengaja 2) Hukum bilangan besar didasarkan pada asumsi bahwa pembayaran kerugian dilakukan pada kerugian yang .... A. dapat diramalkan B. telah diharapkan sebelumnya C. terjadi dengan disengaja D. terjadi secara sembarangan 3) Dari sudut pandang pengasuransian terdapat enam persyaratan dari risiko yang diasuransikan, antara lain .... A. kerugian merupakan bencana besar B. kerugian tidak dapat diukur C. terjadinya kerugian dapat diramalkan D. terdapat sejumlah besar dari unit exposure 4) Jenis risiko yang sering diasuransikan oleh perusahaan asuransi adalah risiko .... A. mumi B. objektif C. spekulatif D. subjektif Petunjuk: Untuk soal nomor 5) Pilihlah: A. Apabila pemyataan pertama dan kedua benar dan mempunyai hubungan sebab akibat. B. Apabila pemyataan pertama dan kedua benar, tetapi tidak mempunyai hubungan sebab akibat. C. Apabila salah satu dari kedua pernyataan benar. D. Apabila kedua pemyataan salah.
  • 59. e ADBI4211/MODUL 2 2.21 5) Salah satu persyaratan penting dari risiko yang diasuransikan adalah kemungkinan terjadinya kerugian harus dapat diperhitungkan. Sebab Perhitungan frekuensi rata-rata dari kerugian berdampak pada penentuan besamya beban premi asuransi yang harus dibayar tertanggung. Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 60. 2.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • KEGIATAN BELA.JAR 2 Tipe, Manfaat, dan Biaya Asuransi A. TIPE-TIPE ASURANSI Asuransi dapat diklasifikasi sebagai asuransi pribadi atau asuransi pemerintah. Asuransi pribadi, selama ini, dapat diklasifikasikan ke dalam asuransi jiwa dan kesehatan, serta asuransi harta benda dan kelumpuhan. Asuransi pemerintah dapat diklasifikasi ke dalam program asuransi sosial dan seluruh reneana asuransi pemerintah yang lain. Jadi, tipe utama dari asuransi, baik pribadi maupun umum, dapat digolongkan sebagai berikut. 1. Asuransi pribadi a. Asuransi jiwa dan kesehatan. b. Asuransi harta benda dan kelumpuhan. 2. Asuransi Pemerintah a. Asuransi sosial. b. Asuransi pemerintah lainnya. 1. Asuransi Pribadi a. Asuransi jiwa dan kesehatan Berdasarkan dataACL/ Life Insurance Fact Book 1999, diketahui bahwa di akhir tahun 1998 jumlah total asuransi jiwa Amerika Serikat sebesar 1563 (Washington DC: American Council of Life Insurance, 1999: 78). Asuransi jiwa ini penting sekali dalam menyediakan jaminan keuangan bagi individu dan keluarga. Asuransi jiwa memberi santunan kematian kepada ahli waris yang ditunjuk ketika tertanggung meninggal. Santunan kematian ditujukan untuk biaya pengeluaran pemakaman, tagihan pengobatan yang tidak diasuransikan, pajak kepemilikan tanah dan pengeluaran-pengeluaran lain yang diakibatkan oleh kematian. Santunan kematian juga dapat direncanakan untuk menyediakan pembayaran secara periodik pada tanggungan almarhum. Sebagai tambahan, asuransi jiwa, dan kesehatan juga menyediakan program jaminan kesehatan kelompok dan individu terhadap biaya pengobatan penyakit atau luka-luka. Akhimya, kedua tipe asuransi juga menjamin kehilangan penghasilan selama masa kelumpuhan.
  • 61. e ADBI4211/MODUL 2 2.23 b. Asuransi kerugian harta benda dan pertanggung jawaban hukum Berdasarkan The 1./.I Fact Book 2000 diketahui bahwa pada akhir tahun 1997, 3366 asuransi kerugian harta benda dan pertanggung jawaban hukum telah beroperasi di Amerika Serikat (New York, NY: Insurance Information Institute, h.1.6). Asuransi kerugian harta benda dan pertanggung jawaban hukum dapat diklasifikasikan dari tipe-tipe asuransi dari program yang dijual. Tipe utama dari asuransi berdasarkan program yang terjual, antara lain berikut ini. 1) Asuransi kebakaran dan sejenisnya Asuransi kebakaran menutupi kontrak kerugian atau kerusakan pada real estate dan harta benda pribadi disebabkan oleh kebakaran, kilat atau sejenisnya. Peril lain dapat ditambahkan, seperti badai, hujan es, tornado, dan perusakan. Kerugian tidak langsung juga dapat ditutup, meliputi kerugian dari profit dan sewa, serta pengeluaran ekstra yang dikeluarkan sebagai akibat dari kerugian gangguan bisnis. 2) Asuransi kelautan a) Ocean marine Marine Insurance (asuransi kelautan) sering dikenal dengan asuransi transportasi karena menjamin barang dalam transit terhadap sebagian besar risiko mumi yang dikaitkan dengan transportasi. Asuransi laut dibedakan ke dalam Ocean Marine Insurance dan Inland Marine Insurance. Ocean Marine Insurance menyediakan perlindungan bagi segala macam pelayaran kapal di samudra dan muatannya. Perjanjian dapat juga tertulis untuk memenuhi pertanggung jawaban hukum dari pemilik dan perusahaan ekspedisi. b) Inland marine Inland Marine Insurance menyediakan perlindungan untuk barang yang diangkut di pedalaman. Perlindungan ini meliputi impor, ekspor, pengangkutan domestik dan di tengah perjalanan (sebagai contoh jembatan, terowongan dan saluran). Sebagai tambahan, Inland Marine Insurance melindungi harta benda pribadi, seperti benda seni, perhiasan, dan pakaian yang terbuat dari bulu binatang. 3) Asuransi korban kecelakaan Asuransi korban kecelakaan adalah bidang yang luas dari asuransi dan menjamin apa saja yang tidak dilindungi oleh asuransi kebakaran, kelautan, dan jiwa.
  • 62. 2.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • a) Asuransi kendaraan Asuransi kendaraan menjamin pertanggungjawaban hukum yang ditimbulkan dari kepemilikan atau pengoperasian kendaraan dan juga menyediakan asuransi kerusakan fisik pada kendaraan, asuransi pembayaran pengobatan, dan perlindungan terhadap pengemudi yang tidak diasuransikan. b) Asuransi pertanggungjawaban hukum Asuransi pertanggungjawaban umum menjamin pertanggung- jawaban hukum yang timbul dari kerusakan harta benda atau luka- luka pada tubuh orang lain. Pertanggungjawaban hukum mungkin timbul dari kepemilikan harta benda atau properti bisnis, penjualan atau distribusi produk, pabrik atau pengoperasian kontrak perjanjian dan pelayanan jasa. c) Asuransi perampokan dan pencurian Asuransi pencurian dan perampokan menjamin kerugian harta benda, uang, dan keamanan yang disebabkan oleh pencurian, perampokan, pembegalan dan peril kejahatan lainnya. d) Ganti rugi tenaga kerja Asuransi kompensasi pekerja menjamin pekerja dari kecelakaan kerja atau penyakit. Asuransi membayar tagihan pengobatan, penggunaan santunan kelumpuhan dan santunan kematian terhadap tanggungan pekerja yang kematiannya berkaitan dengan pekerjaan. e) Asuransi kaca Glass insurance (asuransi kaca) menyediakan jaminan yang luas untuk perusakan kaca pada gedung yang dilindungi. f) Asuransi mesin dan ketel Asuransi ketel dan mesin merupakan jaringan komersial dengan spesialisasi tingkat tinggi yang menjamin peralatan ketel, turbin, generator, dan peralatan penghasil daya. g) Asuransi nuklir Asuransi nuklir menyediakan perlindungan terhadap kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan nuklir. h) Asuransi kerugian hasil panen Asuransi kerugian hasil panen menjamin kerugian hasil panen yang disebabkan oleh hujan badai es dan peril yang lain.
  • 63. e ADBI4211/MODUL 2 2.25 i) Asuransi kesehatan Asuransi kesehatan sama pada perlindungan yang disediakan oleh asuransi jiwa dan kesehatan yang juga dijual oleh asuransi korban kecelakaan. j) Macam-macam kerugian yang lain Macam-macam jaringan yang lain termasuk asuransi kerugian tidak langsung, yang menjamin kerugian keuangan yang disebabkan oleh kegagalan yuridis pada title real estate, dan asuransi kredit yang menjamin pabrik dan tengkulak terhadap kerugian yang disebabkan oleh rekening penerimaan yang tidak terkumpul. 4) Asuransi kerugian serbaneka (asuransi jaringan multiple) Asuransi jaringan multiple mengombinasikan perlindungan harta benda dan korban (kecelakaan) ke dalam suatu kontrak. Seluruh bagiannya sudah melalui perundang-undangan jaringan multiple yang mem- perbolehkan asuransi untuk mempertanggungkan jenis kebakaran dan korban (kecelakaan) dalam satu kontrak. Sebagai contoh, polis kepemilikan rumah menggabungkan asuransi kebakaran dan peril-peril yang lain dengan asuransi pertanggungjawaban dalam satu kontrak. 5) Surat kesetiaan dan jaminan asuransi Surat pertanggungan kesetiaan menyediakan perlindungan terhadap kerugian yang disebabkan oleh ketidakjujuran atau perilaku karyawan yang curang, seperti penggelapan dan pencurian uang. Surat pertanggungan jaminan menyediakan kompensasi moneter jika terjadi kegagalan pada seseorang yang ditanggung untuk melakukan tindakan tertentu, seperti kegagalan kontraktor untuk membangun gedung tepat pada waktunya. 2. Asuransi Pemerintah Banyak program asuransi pemerintah yang beroperasi pada saat ini. Asuransi pemerintah dapat dibagi menjadi program asuransi sosial dan program asuransi pemerintah lainnya. a. Asuransi sosial Program asuransi sosial merupakan program asuransi pemerintah dengan karakteristik tertentu yang membedakan mereka dari rencana asuransi pemerintah lainnya. Program ini dibiayai sepenuhnya atau sebagian besar oleh kontribusi yang diperoleh dari pegawai, atasan atau keduanya, dan tidak
  • 64. 2.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • mengutamakan pendapatan umum pemerintah. Kontribusi ini umumnya ditujukan untuk dana khusus yang disimpan terpisah dari rekening pemerintah biasa, keuntungannya selanjutnya dibayar dari dana ini. Sebagai tambahan, hak untuk menerima keuntungan biasanya diperoleh dari atau dihubungkan pada kontribusi penerima di waktu lampau atau perlindungan di bawah program; keuntungan dan kontribusi umumnya berubah-ubah di antara ahli waris menurut pendapatan mereka sebelumnya, tetapi keuntungannya dititikberatkan pada persetujuan kelompok dengan pendapatan rendah. Selain itu, beberapa program asuransi sosial diwajibkan; beberapa pegawai dan atasan yang dilindungi diwajibkan oleh hukum untuk membayar kontribusi dan berpartisipasi dalam program ini. Akhimya, kondisi yang memenuhi syarat dan hak-hak untuk menerima keuntungan, biasanya diatur secara tepat dalam perundang-undangan, memberikan sedikit ruang untuk kebijaksanaan administratif dalam pemberian keuntungan (George E.Rejda, Social Insurance and Economic Security, 6th ed. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall, 1999: 11). Sebagai pembanding, program asuransi sosial utama di Amerika Serikat meliputi berikut ini. 1) Usia lanjut, orang yang sehat, dan asuransi kelumpuhan (keamanan sosial). 2) Pengobatan. 3) Asuransi pengangguran. 4) Pembayaran tenaga kerja. 5) Asuransi kelumpuhan sementara. 6) Undang-undang pengunduran diri pada perusahaan kereta api. 7) Undang-undang asuransi pengangguran pada perusahaan kereta api. Usia lanjut, orang yang sehat dan asuransi kelumpuhan, biasanya dikenal dengan keamanan sosial adalah program pemeliharaan pendapatan yang berarti guna menyediakan jaminan bagi kehidupannya karena kelumpuhan individu dan keluarga yang memenuhi persyaratan. Pengobatan adalah bagian dari program keamanan sosial dan menutupi pengeluaran pengobatan bagi sebagian orang yang berusia 65 tahun ke atas dan orang cacat yang berusia di bawah 65 tahun. Program asuransi pengangguran menyediakan santunan tunai secara mingguan bagi pegawai yang memenuhi syarat yang mengalami pengangguran yang tidak diinginkan dalam jangka pendek. Keuntungan dari
  • 65. e ADBI4211/MODUL 2 2.27 santunan pengangguran yang dibayar teratur, biasanya dibayar sampai 26 minggu setelah persyaratan pengunduran diri terpenuhi. Santunan juga diperpanjang dan mungkin tersedia bagi pegawai yang menganggur yang menghabiskan santunannya secara teratur. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, asuransi tenaga kerja melindungi pegawai terhadap kecelakaan kerja atau penyakit. Meskipun asuransi tenaga kerja merupakan jaringan terhadap korban kecelakaan yang ditawarkan oleh asuransi pribadi, hal tersebut juga merupakan kondisi penting dari asuransi sosial. Sebagai tambahan, asuransi kelumpuhan sementara yang diwajibkan, yang terdapat di 5 negara bagian Amerika Serikat (California, Hawai, New Jersey, New York, dan Rhode Island), Puerto Rico, dan industri kereta api, menyediakan penggantian sebagian gaji yang mungkin hilang karena kelumpuhan sementara di luar pekerjaan. Undang-undang Pengunduran Diri Perusahaan Kereta Api menyediakan santunan pengunduran diri, santunan survivor, dan santunan pendapatan kelumpuhan pada pegawai perusahaan kereta api yang memenuhi persyaratan tertentu. Akhimya, Undang-undang Asuransi Pengangguran Perusahaan Kereta Api menyediakan santunan pengangguran dan penyakit terhadap pegawai perusahaan kereta api. b. Perusahaan asuransi pemerintah lainnya Program asuransi pemerintah lainnya terdapat pada level federal (pemerintah) dan negara bagian. Bagaimanapun juga, program ini tidak mempunyai perbedaan karakteristik dari program asuransi sosial. Program asuransi pemerintahan yang penting, meliputi Sistem Pengunduran Diri Pegawai Pemerintahan, Sistem Pengunduran Diri Pelayanan Jasa Sipil, program asuransi jiwa yang bermacam-macam bagi veteran, asosiasi asuransi dalam menerima dan menyimpan rekening pada bank komersial (perdagangan), serta simpan pinjam (Perusahaan Asuransi Deposit Pemerintah), asuransi bencana banjir pemerintah, asuransi hasil panen pemerintah dan banyak program lainnya. Program asuransi pemerintah juga terdapat pada negara bagian. Program ini, meliputi Biaya Hidup Negara Bagian Wisconsin, program asuransi title pada sejumlah kecil negara bagian dan Biaya Asuransi Kendaraan Maryland. Sebagai tambahan, dana kompensasi tenaga kerja kompetitif dan monopoli beroperasi pada beberapa negara bagian. Akhirnya, mayoritas negara bagian memiliki persatuan asuransi kesehatan khusus yang membuat asuransi
  • 66. 2.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • kesehatan tersedia bagi orang yang tidak dapat diasuransikan atau tidak memenuhi syarat kesehatan. B. MANFAAT ASURANSI BAGI MASYARAKAT Keuntungan ekonomi dan sosial yang utama dari asuransi, meliputi berikut ini. 1. Penggantian terhadap Kerugian Penggantian kerngian memperbolehkan individu dan keluarga untuk berada pada posisi keuangan sebelum terjadi kerngian. Sebagai akibatnya, mereka dapat mengurns keamanan keuangannya karena dipulihkan baik sebagian maupun selurnhnya setelah terjadinya kerngian dan tertanggung mungkin tidak banyak menggunakan pertolongan publik atau kesejahteraan sosial atau mencari bantuan keuangan dari kerabat atau ternan. Penggantian kerngian bagi pernsahaan bisnis juga menjamin kelangsungan pernsahaan dan pegawai untuk terns bekerja mencari nafkah. Supplier terns menerima order dan pelanggan masih dapat menerima barang dan jasa yang mereka inginkan. Masyarakat juga untung karena pajak dasar tidak memberatkan. Singkatnya, fungsi dari penggantian kerngian memberikan kontribusi yang besar bagi keluarga dan stabilitas pernsahaan dan hal itu mernpakan salah satu keuntungan dalam bidang sosial dan ekonomi yang penting dalam asuransi. 2. Mengurangi Kekhawatiran dan Ketakutan Manfaat kedua dari asuransi adalah mengurangi kekhawatiran dan ketakutan. Hal ini benar, baik sebelum maupun sesudah terjadinya kerngian. Sebagai contoh, apabila kepala keluarga memiliki jumlah yang cukup dari asuransi jiwa, mereka mungkin sedikit khawatir terhadap keamanan keuangan dari tanggungan mereka jika terjadi kematian dini; seorang tertanggung dalam kelumpuhan jangka panjang tidak perlu khawatir terhadap kerngian pendapatan jika terjadi penyakit serius atau kecelakaan; dan pemilik harta benda yang merupakan tertanggung merasa tenang karena mereka tahu bahwa mereka akan dilindungi jika terjadi kerugian. Kekhawatiran dan ketakutan juga berkurang setelah terjadinya kerugian karena tertanggung mengetahui bahwa mereka memiliki asuransi yang akan membayar kerngiannya.
  • 67. e ADBI4211/MODUL 2 2.29 3. Somber Dana Investasi Industri asuransi merupakan sumber dana yang penting dari investasi modal dan akumulasi. Premi dikumpulkan untuk membayar kerugian dan dana tidak diperlukan untuk membayar kerugian yang mendesak, serta pengeluaran dapat dipinjamkan pada perusahaan bisnis. Dana ini biasanya diinvestasikan pada pusat perbelanjaan, rumah sakit, pabrik, pembangunan perumahan dan mesin, serta peralatan yang baru. lnvestasi meningkatkan persediaan masyarakat pada barang modal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja yang tinggi. Asuransi juga menginvestasikan pada investasi sosial (masyarakat), seperti perumahan, panti jompo, dan proyek pengembangan ekonomi. Sebagai tambahan karena total persediaan dana yang dapat dipinjamkan ditingkatkan oleh pembayaran di muka dari premi asuransi, biaya modal pada perusahaan bisnis yang meminjam lebih rendah daripada ketiadaan asuransi. 4. Pencegahan Kerugian Perusahaan asuransi terlibat secara aktif dalam banyak program pencegahan kerugian dan juga mempekerjakan berbagai macam personil pencegahan kerugian, termasuk penjaga keamanan dan para ahli pencegahan kebakaran, keselamatan pekerjaan dan kesehatan, serta pertanggungjawaban produk. Beberapa aktivitas pencegahan kerugian yang penting, di mana asuransi harta benda dan pertanggungjawaban mendukung sepenuhnya, meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Keselamatanjalan raya dan penurunan kematian pengendara mobil. b. Pencegahan kebakaran. c. Penurunan kelumpuhan yang berkaitan dengan pekerjaan. d. Pencegahan pencurian kendaraan. e. Pencegahan dan penyelidikan kerugian pembakaran rumah dengan • sengaJa. f. Pencegahan produk cacat yang dapat merugikan penggunanya. g. Pencegahan ledakan ketel uap. h. Program pendidikan dalam pencegahan kerugian. 5. Peningkatan Kredit Keuntungan terakhir adalah bahwa asuransi mempertinggi kredit seseorang. Asuransi membuat risiko kredit yang lebih baik bagi peminjam karena asuransi menjamin nilai jaminan peminjam atau memberikan
  • 68. 2.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • kepastian yang lebih tinggi bahwa pinjaman akan dibayar kembali. Sebagai contoh, ketika sebuah rumah dibeli, lembaga pemberi pinjaman biasanya mensyaratkan asuransi harta benda pada rumah tersebut sebelum pinjaman hipotek diberikan. Asuransi harta benda melindungi tingkat bunga keuangan pemberi pinjaman jika harta benda tersebut rusak atau hancur. Sarna halnya dengan perusahaan bisnis yang mencari pinjaman sementara untuk hari raya atau bisnis musiman mungkin diwajibkan untuk mengasuransikan inventaris- nya sebelum pinjaman diberikan. Jika sebuah mobil baru dibeli dan dibiayai oleh bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya, asuransi kerusakan fisik pada mobil tersebut mungkin diperlukan sebelum pinjaman diberikan. Jadi, asuransi dapat meningkatkan kredit seseorang. C. BIAYA ASURANSI DALAM MASYARAKAT Meskipun industri asuransi menyediakan keuntungan sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat, biaya sosial asuransi juga hams diketahui. Biaya sosial yang utama dari asuransi, meliputi sebagai berikut. 1. Biaya Melakukan Bisnis Salah satu biaya yang penting adalah biaya untuk melakukan bisnis. Asuransi menggunakan sumber daya ekonomi yang langka (tanah, tenaga kerja, modal, dan perusahaan bisnis) dalam menyediakan asuransi bagi masyarakat. Dalam kaitannya dengan keuangan, beban pengeluaran harus ditambahkan pada premi murni untuk menutupi biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam operasinya sehari-hari. Behan pengeluaran adalah jumlah yang diperlukan untuk membayar seluruh pengeluaran, termasuk komisi, biaya administrasi umum, pajak premi negara bagian, serta pengeluaran akuisisi dan pemberian uang bagi sesuatu hal yang tidak terduga dan profit. Penjualan dan biaya administrasi dari asuransi harta benda dan pertanggung jawaban menghabiskan 25 sen dari setiap premi dolar, di mana biaya operasi dari rekening asuransi jiwa sekitar 11% dari total pengeluaran (ACLI Fact Book 1999, Table 7.1: 100; The I.I./ Fact Book 2000: 1.8). Akibatnya, biaya total bagi masyarakat meningkat. Sebagai contoh, asumsikan bahwa suatu negara kecil tanpa asuransi harta benda memiliki rata-rata USD100 juta kerugian kebakaran setiap tahun. Asumsikan juga bahwa asuransi harta benda nantinya menjadi ada, beban pengeluaran sebesar 35% dari kerugian. Jadi, biaya total pada negara ini meningkat hingga USD135 juta.
  • 69. e ADBI4211/MODUL 2 2.31 Bagaimanapun juga, biaya tambahan ini dapat dibenarkan untuk beberapa alasan. Pertama, dari sudut pandang tertanggung, ketidakpastian mengenai pembayaran dari kerugian yang hams dipenuhi, berkurang karena adanya asuransi. Kedua, biaya untuk melakukan bisnis tidak perlu dibuang percuma karena asuransi ikut serta dalam berbagai macam aktivitas pencegahan kerugian. Akhimya, industri asuransi menyediakan pekerjaan bagi jutaan orang tenaga kerja di Amerika Serikat. Bagaimanapun juga karena sumber daya ekonomi digunakan untuk menyediakan asuransi bagi masyarakat, biaya ekonomi yang nyata dikeluarkan. 2. Tuntutan yang Curang Biaya kedua dari asuransi diperoleh dari pengajuan klaim yang curang. Contoh klaim yang curang meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Kecelakaan mobil yang palsu atau dilakukan untuk mengumpulkan keuntungan. b. Penuntut yang tidak jujur yang melakukan penipuan kecelakaan dengan tergelincir dan jatuh. c. Pemalsuan Pencurian, perampokan atau tindakan perusakan yang dilaporkan pada asuransi. d. Tuntutan asuransi kesehatan yang salah yang diajukan untuk mengumpulkan keuntungan. e. Pemegang polis yang tidak jujur yang mengambil polis asuransi jiwa pada tertanggung yang nantinya dilaporkan telah meninggal (lihat contoh kasus). Contoh kasus 2.1: Wanita yang Dikenai Sanksi Akibat Penipuan Asuransi Seorang wanita berumur 60 tahun dipenjara selama 2 tahun karena membuat penipuan asuransi di mana dia membeli 79 polis asuransi, kemudian berharap untuk menagih dengan menuntut bahwa suaminya telah meninggal. Bonnie McCaslin dari Hastings, Neb mencoba untuk mengajukan klaim kurang lebih 20 polis. Dia akan menerima USD1,86 juta jika dia berhasil. Pria yang diklaim sebagai suaminya yang telah meninggal adalah mantan suaminya, Timothy, seorang agen asuransi di California. Dia tidak terlibat dalam penipuan mantan istrinya. Dokumen pengadilan
  • 70. 2.32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • mengindikasikan bahwa McCaslin atau anaknya Michael, 31 tahun, lupa nama mantan suaminya pada formulir pendaftaran. McCaslins tidak mendapatkan uang dari rencananya. Mereka mencoba untuk mendapatkan sertifikat kematian bagi Timothy McCaslin dari berbagai rumah sakit dan pegawai yang memeriksa penyebab kematian, menyatakan bahwa pria tersebut meninggal karena bencana alam seperti gempa bumi dan angin topan. Bonnie McCaslin dan pengacaranya, Shannon O'Connor, menyusun persetujuan pembelaan dengan kantor pengacara USA. O'Connor mengatakan bahwa hukuman dua tahun itu pantas mengingat keanehan bahwa penipuan tersebut berhasil. "rencana tersebut menggelikan pada awalnya di mana mereka (perusahaan asuransi) tidak pemah kehilangan uang sepeser pun". O'Connor berkata setelah Hakim Distrik (wilayah) USA Joseph Bataillon memvonis McCaslin. McCaslin telah menjalani sebagian hukuman penjara karena melakukan sumpah palsu dan melanggar pembebasan bersyarat dengan penipuan asuransi. Hukuman penjara pemerintah dan negara bagian akan dijalankan bersamaan. Sumber: Diadaptasi dari Rick A.Jggles, "Woman 8entenced In Insurance S:;am," Omaha World Herald (Februari 27, 1998: 13). Tindakan curang yang semakin bertambah banyak adalah mungkin. Contoh kecurangan dari asuransi, antara lain berikut ini. a. Membuat tagihan yang curang 1) Bersandiwara atau memalsu kecelakaan kendaraan. 2) Bersandiwara atas kecelakaan tergelincir dan jatuh. 3) Klaim yang palsu dari produk luar negeri untuk makanan atau • mtnuman. 4) Memalsukan kematian untuk mengumpulkan keuntungan. 5) Membunuh untuk memperoleh keuntungan. 6) Perampokan palsu, pencurian atau berbuat kerusakan. 7) Membakar rumah dengan sengaja atau merusakkan air (ledeng) dengan sengaja. 8) Bersandiwara atas pencurian sebuah kendaraan. 9) Bersandiwara atas kecelakaan pemilik rumah atau perampokan. b. Terlalu melebih-lebihkan sejumlah kerugian 1) Melebih-lebihkan luka-luka pada badan dalam kecelakaan mobil.
  • 71. e ADBI4211/MODUL 2 2.33 2) Menaikkan nilai barang yang diambil dari pencurian atau perampokan. 3) Melebih-lebihkan tuntutan untuk kerusakan kecil pada roda yang bengkok. 4) Penyedia pengobatan yang menaikkan jumlah tagihan atau kode prosedur pengobatan. c. Penyajian fakta yang keliru untuk menerima pembayaran 1) Tagihan kerusakan yang terjadi sebelumnya dikeluarkan pada kecelakaan yang sekarang. 2) Tagihan kerusakan kendaraan ketika tidak ada yang terjadi. 3) Tagihan untuk luka kecil yang mengakibatkan kelumpuhan sebagian atau seluruhnya. 4) Menerima pembayaran kelumpuhan dan bekerja di tempat lain. d. Kekeliruan dalam menerima pembayaran 1) Tagihan kelumpuhan yang tidak benar. 2) Menyediakan perawatan pengobatan yang tidak perlu. 3) Pembayaran untuk tes pengobatan yang tidak dilaksanakan. 4) Upcoding (menaikkan) pengobatan dengan cara memberikan pil generik dan memungut biaya untuk merek ternama. 5) Pemberian keterangan untuk luka pribadi dari dokter, pengacara dan penuntut. e. Kekeliruan dalam memperoleh polis atau premi rendah 1) Penyajian informasi kesehatan yang keliru pada asuransi jiwa dan kemudian mengajukan tuntutan yang tidak benar. 2) Penyajian yang keliru pada nama, tanggal lahir atau nomor keamanan sosial dan kemudian mengajukan tuntutan yang tidak benar. f. Kecurangan orang dalam pada asuransi 1) Agen atau asuransi mengantongi premi, kemudian tidak menerbitkan polis atau menerbitkan polis palsu. 2) Agen atau asuransi memalsukan polis, sertifikat, kartu identitas atau map. 3) Agen atau asuransi membuat catatan yang salah pada dokumen atau pernyataan. Pembayaran dari beberapa tuntutan yang curang mengakibatkan semakin tingginya premi terhadap seluruh tertanggung. Adanya asuransi juga
  • 72. 2.34 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • mendorong beberapa tertanggung dengan sengaja menyebabkan kemgian untuk mencari keuntungan dari asuransi. Biaya sosial ini dirasakan secara langsung dalam masyarakat. 3. Tagihan yang Melambung Biaya dari asuransi yang lain berkaitan dengan pengajuan tuntutan yang melambung atau "berlebihan". Meskipun kemgian disebabkan secara tidak sengaja oleh tertanggung, jumlah dolar dari tuntutan mungkin melebihi kemgian keuangan aktual. Contoh dari tagihan yang melambung meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Pengacara bagi penggugat yang menuntut ganti mgi yang tinggi yang melebihi kemgian ekonomi yang sebenamya dari korban. b. Tertanggung menaikkan jumlah kemsakan pada tuntutan kemsakan dalam tabrakan mobil sehingga pembayaran asuransi akan menutupi tabrakan yang sudah dikurangi. c. Orang lumpuh sering berpura-pura sakit untuk mengumpulkan keuntungan pendapatan kelumpuhan untuk waktu yang lama. Tuntutan yang melambung hams diakui sebagai biaya sosial yang penting bagi asuransi. Premi hams ditingkatkan untuk membayar kemgian ekstra. Akibatnya, disposable income (pendapatan yang dapat dibuang) dan konsumsi barang danjasa yang lain dapat dikurangi. 4. Biaya Tuntutan yang Curang dan Melambung Beberapa organisasi telah bemsaha untuk memperkirakan biaya tuntutan asuransi yang curang dan melambung. Pada tahun 1996, sebuah studi dari Conning and Company memperkirakan bahwa penggelapan memgikan selumh industri asuransi, termasuk sektor asuransi jiwa dan kesehatan, USD120 miliar pada tahun 1995. Sektor asuransi kesehatan dihitung hampir 80% dari total tuntutan yang curang (USD95 miliar). Penelitian Conning juga memperkirakan bahwa 25% dari kemgian kompensasi tenaga kerja diakibatkan oleh kecurangan; dalam asuransi pertanggungjawaban kendaraan dan kemsakan fisik, kecurangan dilaporkan sebesar 10% dari kemgian. (Insurance Fraud, New York: Insurance Information Institute, updated August 1998) Penelitian yang lain dari Insurance Research Council (IRC) menunjukkan bahwa sepertiga dari selumh asuransi kendaraan dengan
  • 73. e ADBI4211/MODUL 2 2.35 tuntutan luka-luka pada badan termasuk beberapa bagian dari kecurangan, tetapi hanya tiga persen tuntutan kecurangan yang mutlak diakibatkan oleh penipuan kecelakaan mobil dan luka-luka. Sisa tuntutan luka-luka pada badan termasuk "berlebihan (hal yang tidak perlu)" atau pernyataan yang dilebih- lebihkan tentang luka-luka dalam kecelakaan yang sebenarnya. Ketika diwujudkan ke dalam dolar, bagian yang curang dari tuntutan ini berjumlah 17-20 sen dari setiap premi dolar yang dibayarkan (Insurance Fraud, 1998). 5. Sikap Publik terhadap Kecurangan Penelitian nasional baru-baru ini yang disponsori oleh Insurance Research Council (IRC) menemukan bahwa banyak orang Amerika memiliki sikap yang lemah dan serba memperbolehkan terhadap penggelapan asuransi. Lebih dari sepertiga orang Amerika (36%) percaya bahwa sudah sepantasnya untuk terlalu keras menekankan klaim asuransi untuk menyusun pembayaran premi di masa lampau, kenaikan yang sangat tinggi dari 19% yang diperoleh seperti pada tahun 1993. 40% dari responden percaya bahwa sudah sepantasnya mengisi klaim asuransi untuk mengganti kerugian dari yang sudah dikurangi yang mungkin harus dibayar, lebih dari 23% di tahun 1993 (Insurance Fraud, 1998). Menurut Daniel Hays (Approval of Claim Padding Doubles: Survey, "National Underwriter, Property & Casulaty/ Risk & Benefits Management ed., February 2, 1998: 8) ada dua poin yang dapat membantu menjelaskan pandangan ini. Pertama, banyak orang Amerika yang nampaknya memiliki perasaan berhak terhadap asuransi. Pandangannya, yaitu "Saya membayar premi, dan saya berhak untuk mendapatkan sebanyak mungkin dari perusahaan". Kedua, pengurangan telah dinaikkan dan banyak penuntut yang mungkin mengisi tuntutannya ketika mereka menghadapi prospek pembayaran dengan pengurangan yang banyak. Tren utama yang mengganggu adalah sikap lemah dan serba memperbolehkan dari orang Amerika yang berusia muda. Penelitian IRC menemukan bahwa 63% dari responden yang berusia 18-24 tahun percaya bahwa sudah sepantasnya mengisi klaim asuransi untuk menyusun pembayaran premi sebelumnya dan 57% dari responden yang lebih muda mempercayai bahwa sudah sepantasnya mengisi klaim untuk memperoleh kembali dari yang sudah dikurangi (Hays, 1998: 8). Kesimpulannya, keuntungan sosial dan ekonomi dalam asuransi biasanya lebih banyak daripada biaya sosial. Asuransi mengurangi
  • 74. 2.36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • kekhawatiran dan ketakutan; fungsi penggantian kemgian memberikan kontribusi yang besar bagi stabilitas ekonomi dan sosial; keamanan finansial bagi individu dan pemsahaan dilindungi; dan dari sudut pandang asuransi, risiko objektif dalam ekonomi dapat dikurangi. Biaya sosial asuransi dapat dianggap sebagai pengorbanan yang hams dilakukan masyarakat untuk memperoleh keuntungan. D. DASAR STATISTIK DAN HUKUM BILANGAN BESAR DALAM ASURANSI Dalam aktivitas organisasi nonindustri, aplikasi dari probabilita dan statistik lebih penting daripada dalam industri asuransi. Penaksir akuntansi secara konstan menghadapi penjualan ketika menentukan premi untuk membiayai penutupan; premi hams cukup tinggi untuk menutupi kemgian yang diharapkan dan pengeluaran, tetapi sedikit cukup untuk menyisakan persaingan dengan biaya/ongkos premi dengan pemsahaan asuransi lain. Penaksir menerapkan analisis statistik untuk menentukan level kemgian yang diharapkan dan deviasi yang diharapkan dari level kemgian ini. Dikarenakan oleh penerapan dari hukum bilangan besar, pemsahaan asuransi mengurangi risiko dari hasil/akibat yang memgikan. Beberapa konsep statistik yang penting bagi asuransi, meliputi probabilitas, central tendency (kecendemngan utama), dan dispersi. Selanjutnya, kita menguji/memeriksa hukum bilangan besar (asal mulanya dan bagaimana perusahaan asuransi menerapkannya untuk mengurangi risiko). a. Probabilitas dan statistik Untuk menentukan kemgian yang diharapkan, penaksir asuransi menerapkan analisa probabilitas dan statistik untuk memberikan situasi kemgian. Probabilitas dari kejadian adalah frekuensi relatif jangka panjang yang mudah dari kejadian, memberikan jumlah yang tidak terbatas dari percobaan dengan tidak ada pembahan dalam kondisi yang mendasari. Probabilitas dari beberapa kejadian dapat ditentukan tanpa eksperimen. Sebagai contoh, apabila koin yang "adil" dilambungkan ke udara, probabilitas dari koin akan muncul "kepala" 50% dan probabilitas akan muncul bagian belakang juga 50%. Probabilitas yang lain, seperti probabilitas dari kematian selama tahun yang ditentukan atau probabilitas
  • 75. e ADBI4211/MODUL 2 2.37 terlibat atau dilibatkan dalam kecelakaan mobil, dapat diprediksi dari data kerugian masa lalu. Cara yang tepat dari kejadian yang diringkas dan probabilitas adalah dengan distribusi probabilitas. Distribusi probabilitas menyajikan daftar peristiwa yang dapat terjadi dan probabilitas yang sesuai dari setiap kejadian yang terjadi. Distribusi probabilitas mungkin mempunyai ciri-ciri tersendiri, artinya bahwa itu hanya hasil yang jelas, yang mungkin, atau kelanjutan, artinya bahwa hanya hasil di atas tingkat dari hasil yang mungkin terjadi. Contohnya, Jumlah dari run score pada pertandingan baseball merupakan pengukuran diskret sebagai gerakan parsial yang tidak dapat dinilai. Kecepatan dan temperatur merupakan pengukuran berkelanjutan sebagai seluruh nilai di atas range (bentang) dari nilai yang dapat terjadi. Distribusi probabilitas digolongkan menjadi 2 pengukuran yang penting; central tendency (kecenderungan utama) dan dispersi. Meskipun terdapat beberapa pengukuran dari Central Tendency, pengukuran yang paling sering digunakan adalah rata-rata Cu) atau nilai yang diharapkan (Expected Value atau E1) dari distribusi. Pengukuran lain dari central tendency (kecenderungan utama), yaitu median, di mana observasi menengah pada distribusi probabilitas dan cara di mana observasi sering terjadi. Rata-rata atau nilai yang diharapkan, diketahui dari mengalikan setiap pendapatan dengan probabilita dari kejadian, dan menghitung hasil produk: Sebagai contoh, asumsikan bahwa penaksir memperkirakan probabilitas di bawah ini dari kerugian yang bermacam-macam untuk beberapa risiko: Amount of Probability XiPi Loss X of Loss Pi USD 0 X .30 - USD 0- USD 360 X .50 - USD 180- USD 600 X .20 - USD 120- L. Xi Pi - USD 300- Jadi, kita dapat menyatakan bahwa rata-rata atau kerugian yang diharapkan yang diberikan oleh distribusi probabilitas adalah USD300.
  • 76. 2.38 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Meskipun nilai rata-rata mengindikasikan central tendency, hal itu tidak menyatakan apapun pada kita mengenai hal-hal yang tidak mengandung risiko (riskiness) atau dispersi dari distribusi. Anggap probabilitas kerugian dari kedua distribusi adalah: Amount of ProbabiIity XiPi Loss (Xi) of Loss (Pi) USD225 X .40 - USD 90- USD350 X .60 - USD210- L Xi Pi - USD300- Distribusi ini juga memiliki nilai kerugian rata-rata (Mean) sebesar USD300. Bagaimanapun, distribusi yang pertama lebih berisiko karena bentang dari hasil yang mungkin adalah dari USDO sampai dengan USD600. Dengan distribusi kedua, hasil pendapatan yang mungkin adalah hanya USD125 (USD350 - USD225), jadi kita lebih percaya pada hasil dengan distribusi kedua. Dua pengukuran standar dari dispersi digunakan untuk menggolongkan variabilitas atau dispersi dari nilai mean (rata-rata). Pengukuran ini adalah varian (a2 ) dan standar deviasi (a). Varian dari distribusi probabilitas adalah jumlah dari selisih dikuadratkan antara pendapatan yang mungkin dengan nilai yang diharapkan, dipengaruhi dengan probabilitas dari pendapatan a2 = L: Pi (Xi- EV)2 . Jadi, varian adalah rata-rata kuadrat deviasi antara penghasilan yang mungkin dan mean karena varian berada dalam "unit yang dikuadratkan". Adalah penting untuk menggunakan akar pangkat dua dari varian sehingga pengukuran central tendency dan dispersi berada dalam unit yang sama. Akar pangkat dua dari varian adalah standar deviasi. Varian dan standar deviasi dari distribusi pertama adalah sebagai berikut. a 2 == .30(0- 300)2 +.50(360- 300)2 +.20(600- 300)2 == 27,000 +1,800 +18,000 == 46,800 (j == ~46.800 == 216.33
  • 77. e ADBI4211/MODUL 2 Untuk distribusi kedua, varian dan standar deviasi adalah: a 2 == .40(225- 300)2 + .50(360- 300)2 + .60(350- 300)2 == 2, 250 +1,500 == 3,750 a== ~3.750 == 61.24 2.39 Jadi, selama mean dari dua distribusi adalah sama, standar deviasi secara signifikan berbeda. Standar deviasi yang lebih tinggi, yang berhubungan dengan mean, dihubungkan dengan ketidakpastian dari kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, risiko lebih tinggi. Standar deviasi yang rendah, yang berhubungan dengan mean, dihubungkan dengan sedikit ketidakpastian dari kerugian; oleh karena itu, risiko lebih rendah. Dua distribusi probabilitas yang digunakan dalam diskusi dari central tendency dan dispersi mengalami "ketidaktentuan" hanya dalam tiga dan dua pendapatan yang mungkin berturut-turut dapat terjadi. Sebagai tambahan, level kerugian yang spesifik berhubungan pada probabilitas yang ditentukan. Dalam praktiknya, memperkirakan frekuensi dan kehebatan dari kerugian adalah sulit. Asuransi dapat menggunakan data kerugian aktual dan teori distribusi kerugian dalam memperkirakan kerugian. Beberapa distribusi teoritis yang umum, seperti distribusi binomial dan distribusi poisson, yang dapat digunakan untuk memperkirakan kerugian. Distribusi umum yang lain yaitu distribusi normal yang akan didiskusikan pada modul selanjutnya b. Hukum bilangan besar Meskipun karakteristik dari populasi diketahui dengan kepastian, sebagian besar perusahaan asuransi tidak mengasuransikan populasi. Lebih baik, mereka memilih sampel dari populasi dan mengasuransikan sampel. Secara nyata, hubungan antara parameter populasi dan karakteristik dari sampel (mean dan standar deviasi) adalah penting bagi asuransi karena pengalaman aktual mungkin bermacam-macam secara signifikan dari populasi parameter. Karakteristik dari distribusi sampel membantu dalam mengilustrasikan hukum bilangan besar, dasar matematika dari asuransi. Hal ini dapat terlihat pada kerugian rata-rata dari sampel acak dari sejumlah n unit exposure yang akan mengikuti distribusi normal dikarenakan oleh Central Limit Theorem (teorema batas sentral). Central Limit Theorem menyatakan:
  • 78. 2.40 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Apabi Ia Anda mengambi I sampel acak dari n observasi dari sembarang popul asi dengan mean J.lx dan st andar devi asi ax dan n cukup besar, distribusi dari sampel mean kira-kira akan normal, dengan mean dari distribusi sama pada mean populasi (!l x== f1 x), dan standar kesalahan dari sampel mean (ax) sama pada st andar deviasi dari popul asi (ax) dibagi dengan akar pangkat dua dari n ==(ax==axI -frl). Perkiraan ini menj adi makin bertambah akurat seiring dengan ukuran sampel (n) meningkat. Central Limit Theorem memiliki 2 implikasi yang penting bagi asuransi. Pertama, hal ini jelas bahwa distribusi sampel dari mean tidak bergantung pada distribusi populasi, dibuktikan dengan n yang cukup besar. Dengan kata lain, tanpa memperhatikan distribusi populasi (bimodal, unimodal, sistematis, condong ke kanan, condong ke kiri, dan seterusnya), distribusi dari sampel mean akan mendekati distribusi normal seperti ukuran sampel yang meningkat. Hasil ini ditunjukkan pada grafik berikut. f(i) - -- n=10.000 --n=1000 L-~~----~----~=--­ •E(i) Gambar 2.1. Sampling Distribution versus Sample Size Distribusi normal adalah simetris, kurva berbentuk lonceng. Hal tersebut didefinisikan sebagai mean dan standar deviasi dari distribusi. Sekitar 68% persen dari ketidakakuratan distribusi tidak lebih dari satu standar deviasi dari rata-rata, dan sekitar 95% dari ketidakakuratan distribusi tidak lebih dari dua standar deviasi dari rata-rata tersebut. Kurva normal memiliki banyak penerapan statistik (tes hipotesis, interval kepercayaan dan sebagainya), dan lebih mudah digunakan. Kedua, penerapan yang penting dari Central Limit Theorem bagi asuransi adalah bahwa standar error (kesalahan) dari distribusi sampel mean
  • 79. e ADBI421 1 /MODUL 2 2.41 menurun seiring dengan ukuran sampel meningkat. Mengingat kembali bahwa standar error didefinisikan sebagai berikut. Dengan kata lain, standar error dari sampel distribusi mean loss (kerugian rata-rata) sama dengan standar deviasi dari populasi dibagi dengan akar dari ukuran sampel tersebut. Oleh karena standar populasi independen (berdiri sendiri) dari ukuran sampel, standar error dari distribusi sampling (a-x ) dapat dikurangi hanya dengan menaikkan ukuran sampel. Sebagai contoh, asuransi memilih sampel untuk diasuransikan dari suatu populasi yang memiliki mean loss sebesar USD500 dan standar deviasi sebesar USD350 dapat mengurangi standar error dari distribusi sampling hanya dengan mengasuransikan lebih banyak unit: n 0'-X 10 110.67 100 35.060 1000 11.07 10,000 3.50 Hasil ini ditunjukkan dalam grafik berikut. al n Gambar 2.2. Standard Error of the Sampling Distribution versus Sample Size
  • 80. 2.42 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Contoh singkat menunjukkan penerapan dari hukum bilangan besar. Asumsikan, berdasarkan kerugian awal untuk kategori tertentu bahwa asuransi mengharapkan 40 pengemudi diambil sampel dari 100 pengemudi dalam kategori tertentu untuk melaporkan klaim kerugian fisik selama setahun. Lebih jauh, asumsikan lebih lanjut bahwa perkiraan standar deviasi adalah 20 pengemudi. Asuransi kedua menanggung jumlah perlindungan asuransi pada 10.000 pengemudi pada kategori ini. Temyata, risiko pertanggungan bagi asuransi kedua lebih besar bagi 10.000 unit yang dapat melaporkan kerugian. Apabila tingkat kerugian tidak berubah, asuransi kedua hams mengharapkan 4000 kerugian (40 x 10.000) untuk terjadi. Bagaimanapun juga, standar deviasi tidak meningkat secara proporsional. Lebih lanjut, standar deviasi hanya meningkat oleh faktor dari 10-200. Risiko pertanggungan bagi asuransi adalah sama terhadap jumlah unit yang diasuransikan (n) dilipatgandakan dengan standar error dari distribusi rata-rata kerugian CJx . Mengingat bahwa CJx adalah sama terhadap CJx =CJx IFn , kita dapat menulis kembali pemyataan untuk risiko pertanggungan adalah: n x CJx =n x CJx I n = n x CJx Sementara asuransi kedua meningkatkan exposure terhadap kerugian dengan mengasuransikan sampel yang lebih besar, prediksi dari hasil juga meningkat. Koefisien variasi (CV) merupakan gabungan statistik yang meng- ekspresikan standar deviasi sebagai persentase dari nilai yang diharapkan. Bagi asuransi pertama CV-nya sebesar .50 (20/40). Bagi asuransi kedua CV- nya hanya .05 (200/4000). Pada kasus pertama, 95% dari distribusi dari kerugian yang diharapkan (dua standar deviasi) terletak antara 0 dan 80 kerugian, dengan rata-rata sebesar 40. Bagi asuransi kedua, 95% dari distribusi terletak antara 3600 dan 4400, dengan rata-rata sebesar 4000. Jelasnya, risiko per unit pada kasus kedua dikurangi dengan mengasuransikan sampel yang lebih besar. Perusahaan asuransi bergerak pada bisnis kerugian (mereka mengharapkan beberapa kerugian terjadi). Deviasinya antara kerugian aktual dan kerugian yang diharapkan yang merupakan perhatian utama. Dengan mengasuransikan sampel yang besar, asuransi menurunkan risiko sasarannya. Kebenarannya, yaitu "keselamatan dalam angka" bagi asuransi.
  • 81. e ADBI4211/MODUL 2 2.43 E. SUMBER-SUMBER DARI INTERNET (LAMAN) 1. The American Insurance Association (AlA) memimpin asosiasi asuransi perdagangan property dan asuransi korban. Mewakili lebih dari 375 perusahaan yang menulis premi di atas USD60 miliar setiap tahunnya. Daftar situs ini juga menyediakan publikasi, mengatur naskah dalam penerbitan penting dalam asuransi property dan asuransi korban, (memberikan) keterangan, menyediakan jaringan yang berhubungan dengan asuransi dan nama dari komisaris asuransi di seluruh negara. Kunjungi situs ini di http://www.aiadc.org//. 2. The Insurance Information Institute (III) adalah situs yang mengagumkan untuk memperoleh informasi mengenai asuransi property dan pertanggungjawaban. III menyediakan informasi yang tepat pada waktunya bagi konsumen mengenai asuransi kendaraan, kepemilikan rumah dan bisnis, kepatuhan dari klaim dan membangun kembali setelah terjadinya bencana yang besar, dan cara untuk menyimpan uang. Situs ini juga mengandung latar belakang yang penting dan informasi dari media terbaru, termasuk televisi, Koran dan radio. Kunjungi situs ini di http://www.iii.org/. 3. Insurance News Network menyediakan informasi yang tepat pada waktunya bagi konsumen mengenai perkembangan baru dalam asuransi kendaraan, rumah, jiwa, dan kesehatan. Situs ini juga menampung keluhan, informasi yang berkaitan dengan perkara hukum, jaringan dengan situs lainnya dan forum bagi pembaca. Insurance News Network adalah sumber yang unggul dari latar belakang yang penting. Kunjungi situs ini di http://www.insure.com/. 4. InsWeb mengoperasikan pasar asuransi secara online yang memungkinkan bagi konsumen untuk mendapatkan kutipan dari berbagai produk asuransi, meliputi kendaraan, kepemilikan rumah dan asuransi sewa, persyaratan asuransi dan asuransi kesehatan bagi individu. Situs ini juga menyediakan keterangan, kutipan mengenai saham dan informasi keuangan lainnya, profil suatu perusahaan dan surat keterangan mengenai pelayanan perbelanjaan pada InsWeb. Secara keseluruhan, hal itu merupakan sumber yang baik sekali sebagai informasi bagi konsumen. Kunjungi situs ini di http://www.insweb.com. 5. The Life and Health Insurance Foundation for Education (LIFE) adalah organisasi nonprofit yang ditujukan untuk kebutuhan pertumbuhan
  • 82. 2.44 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e publik mengenai informasi asuransi jiwa, kesehatan, dan ketidak- mampuan (kelumpuhan). LIFE juga menekankan pada peraturan penting yang dilakukan oleh agen dalam membantu individu, keluarga dan perusahaan bisnis untuk menemukan bahwa produk asuransi tersebut adalah yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Situs ini menyediakan pengenalan konsep asuransi dan terminologinya. Aktuaris asuransi jiwa memperkirakan sejumlah asuransi jiwa yang dibutuhkan dengan cara menanyakan sejumlah pertanyaan interaktif. Kunjungi situs ini di http ://life-line.org/. 6. The National Association of Mutual Insurance Companies adalah asosiasi perdagangan yang menyajikan beberapa perusahaan asuransi, meliputi asuransi harta benda dan asuransi jiwa. Kunjungi situs ini di http ://www.namic.org. 7. Quicken Insurance adalah satu dari informasi asuransi terbaik dari situs pembelian di internet. Situs ini menyediakan informasi mengenai asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, kepemilikan rumah, pendapatan ketika mengalami kelumpuhan dan pemeliharaan jangka panjang, sama baik dengan tunjangan hidup. Situs ini menawarkan ulasan informasi dan kutipan, ditambah dengan perwakilan (agen) penyerahan atau mencatat data secara langsung dari pengasuransi utama. Kunjungi situs ini di http://www.quickeninsurance.com. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! • 1) Identifikasikan dasar utama dari asuransi pribadi dan asurans1 pemerintah! 2) Jelaskan program asuransi sosial dalam asuransi pemerintah! 3) Bagaimana manfaat asuransi bagi masyarakat? 4) a) Jelaskan bagaimana asuransi pribadi mempunyai dampak terhadap: (1) penggantian kerugian. (2) peningkatan kredit. (3) akumulasi modal dan investasi. b) Salah satu kritik dari asuransi pribadi menyatakan bahwa "asuransi pribadi tidak dapat dibenarkan secara ekonomi karena industri
  • 83. e ADBI4211/MODUL 2 2.45 asuransi menggunakan sumber daya ekonomi yang langka untuk menyediakan tambahan barang dan jasa bagi masyarakat". Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan ini? Jelaskan jawaban Anda! 5) Jelaskan biaya sosial dalam asuransi bagi masyarakat! Petunjuk Jawaban Latihan 1) Tipe utama dari asuransi, baik pribadi maupun umum, dapat digolongkan sebagai berikut. a) Asuransi pribadi (1) Asuransi jiwa dan kesehatan. (2) Asuransi harta benda dan kelumpuhan. b) Asuransi Pemerintah (1) Asuransi sosial. (2) Asuransi pemerintah lainnya. 2) Program asuransi sosial merupakan program asuransi pemerintah dengan karakteristik tertentu yang membedakan program ini dari rencana asuransi pemerintah lainnya. Program ini dibiayai sepenuhnya atau sebagian besar oleh kontribusi yang diperoleh dari pegawai, atasan atau keduanya, dan tidak mengutamakan pendapatan umum pemerintah 3) Manfaat asuransi bagi masyarakat, antara lain: a) penggantian terhadap kerugian; b) mengurangi kekhawatiran dan ketakutan; c) sumber dari dana investasi; d) pencegahan kerugian; e) peningkatan kredit; 4) Asuransi pribadi berdampak terhadap: a) penggantian kerugian, dengan adanya asuransi maka individu dan keluarga yang mengalami kerugian akan berada kembali pada posisi keuangan sebelum terjadi kerugian; b) peningkatan kredit, dengan adanya asuransi maka risiko suatu pinjaman tidak dikembalikan menjadi kecil karena asuransi menjamin nilai jaminan peminjam; c) akumulasi modal dan investasi, premi-premi asuransi yang dibayarkan oleh tertanggung apabila tidak diperlukan untuk
  • 84. 2.46 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e membayar kerugian yang mendesak, biasanya diinvestasikan pada sektor-sektor ekonomi/bisnis. 5) Biaya sosial yang utama dari asuransi, meliputi berikut ini. a) Biaya melakukan bisnis. b) Tuntutan yang curang. c) Tuntutan yang melambung. RANGKUMAN ------------------------------------ Asuransi dapat diklasifikasikan ke dalam asuransi pribadi dan pemerintah. Asuransi pribadi terdiri dari asuransi jiwa dan kesehatan dan asuransi harta benda dan pertanggungjawaban. Asuransi pemerintah meliputi asuransi sosial dan program asuransi pemerintah lainnya. Keuntungan yang utama dari asuransi terhadap masyarakat adalah adanya penggantian terhadap kerugian, mengurangi kekhawatiran dan ketakutan, sumber dari dana investasi, pencegahan kerugian, serta peningkatan kredit. Asuransi memerlukan beberapa biaya sosial untuk masyarakat, yang meliputi biaya untuk melakukan bisnis, tuntutan yang curang, dan tuntutan yang melambung (dilebih-lebihkan). TES FORMATIF 2------------------------------- Petunjuk: Untuk soal nomor 1) sampai 3) A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 1) Tipe asuransi pribadi, antara lain asuransi .... (1) harta benda (2) jiwa (3) tenaga kerja 2) Tipe asuransi pemerintah, meliputi asuransi .... (1) bencana banjir pemerintah (2) pengangguran (3) sosial
  • 85. e ADBI4211/MODUL 2 2.47 3) Program asuransi sosial dibiayai oleh kontribusi yang diperoleh dari .... (1) atasan dari suatu perusahaan (2) pegawai dari suatu perusahaan (3) pendapatan umum pemerintah Petunjuk: Untuk soal nomor 4) dan 5) pilihlah satu jawaban yang paling tepat 4) Contoh klaim yang curang dalam asuransi adalah .... A. kecelakaan mobil yang disengajakan B. orang lumpuh yang berpura-pura sakit untuk mendapatkan keuntungan pendapatan kelumpuhan dalamjangka waktu yang lama C. pengacara bagi penggugat yang menuntut ganti rugi yang tinggi melebihi kerugian ekonomi sebenamya dari korban D. tertanggung menaikkan jumlah kerusakan pada tuntutan kerusakan dalam tabrakan mobil 5) Pembayaran dari beberapa tuntutan yang curang mengakibatkan makin .... A. banyak risiko yang ditanggung perusahaan asuransi B. sedikit risiko yang ditanggung perusahaan asuransi C. rendah premi terhadap semua pertanggungan D. tinggi premi terhadap semua pertanggungan Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang
  • 86. 2.48 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 87. e ADBI4211 / MODUL 2 2.49 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) B 1) A 2) D 2) D 3) D 3) A 4) A 4) A 5) A 5) D
  • 88. 2.50 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Konsep dan 1st iIah Pent ing Pilihan yang merugikan Asuransi korban (kecelakaan) Biaya pengeluaran Obligasi/surat tanggungan kesetiaan danjaminan Kerugian secara kebetulan Penggantian kerugian Inland Marine Insurance Asuransi Hukum bilangan besar Asuransi jiwa dan kesehatan Asuransi jaringan multiple Ocean Marine Insurance Penyatuan Asuransi harta benda dan pertanggungjawaban Reinsurance (reasuransi) Persyaratan dari risiko yang dapat diasuransikan Perpindahan risiko Asuransi sosial Penanggung asuransi
  • 89. e ADBI4211/MODUL 2 2.51 Daft ar Pust aka Gibbons, Robert J., George E. Redja, and Michael W. Elliot. (1992). Insurance Perspectives. Chapters 1 and 2. Malvern, PA: American Institute for Chartered Property Casualty Underwriters. Insurance Fraud Prevention Division, Nebraska Department of Insurance. (1998). Annual Report. Lincoln, NE: Nebraska Department of Insurance. Insurance Information Institute. (1988). Insurance Fraud. New York: Insurance Information Institute, updated August 1998. Rejda, George E., Constance M. Luthardt, Cheryl L. Ferguson, and Donald R. Oakes. (2000). Personal Insurance. 4th ed. Chapter 1. Malvern, PA: Insurance Institute ofAmerica. Smith, Barry D. dan Eric A. Wiening. (1994). How Insurance Works. 2nd ed.. Malvern, PA: Insurance Institute ofAmerica.
  • 90. MDDUL 3 Ruang Li ngkup Manaj emen Ri si ko Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN "Intisari dari manaj emen risiko berada pada pemaksimalan area di mana kita memiliki beberapa kendali atas hasil selagi meminimalkan area di mana kit a secara absolut tidak memiliki kendali atas hasil .. :' Petrus L. Bernstein Against the Gods, The Remarkable S:ory of Ask Lukens Lumber adalah perusahaan menengah yang mengoperasikan beberapa gudang penyimpanan kayu dan toko perangkat keras (hardware) di Seattle, Washington, USA (Amerika Serikat). Dalam tahun-tahun belakangan ini, sejumlah pekerja yang terluka dalam pekerjaan dan pencurian oleh karyawan meningkat. Konsultan manajemen merekomendasikan bahwa perusahaan mengadakan program manajemen risiko untuk mengatasi permasalahan ini. Manajemen risiko adalah proses yang mengidentifikasi loss exposurelpotensi kerugian (situasi atau keadaan yang memungkinkan timbulnya kerugian, terlepas dari apakah kerugian terjadi atau tidak) yang dihadapi oleh perusahaan dan menggunakan sejumlah metode, termasuk asuransi, untuk menangani exposure itu. Setelah menerapkan program tersebut, Lukens Lumber melihat hasil yang dramatis. Kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan berkurang, dan pencurian oleh karyawan menurun. Keuntungan perusahaan juga meningkat. Secara jelas, Lukens Lumber diuntungkan dari program manajemen risiko. Beberapa kelompok juga mengakui manfaat dari manajemen risiko. Saat ini, manajemen risiko digunakan secara luas oleh perusahaan yang berbadan hukum, tenaga kerja yang kecil, petani, serta pemerintahan lokal dan negara bagian di USA. Bahkan pelajar memperoleh keuntungan dari manajemen risiko pribadi. Modul 3 ini, menguraikan manajemen risiko dan mendiskusikan asas- asas (prinsip dasar) dari manajemen risiko tradisional. Modul selanjutnya
  • 91. 3.2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • mendiskusikan beberapa topik lanjutan pada manajemen risiko. Topik yang dibicarakan pada modul ini, meliputi pengertian dari manajemen risiko, tujuan manajemen risiko, langkah-langkah dalam proses manajemen risiko, dan teknik untuk memperlakukan potensi kerugian (loss exposure). Modul ini menarik kesimpulan melalui diskusi mengenai manajemen risiko pribadi. Setelah mempelajari Modul 3 ini, Anda diharapkan mampu: 1. menjelaskan pengertian atau batasan tentang manajemen risiko; 2. menjelaskan sasaran dari manajemen risiko; 3. menjabarkan langkah-langkah dalam proses manajemen risiko; 4. membedakan antara kontrol risiko dan risiko pembiayaan sebagai teknik utama untuk memperlakukan loss exposure (potensi kerugian); 5. menerapkan prinsip-prinsip dari manajemen risiko pada program manajemen risiko pribadi; 6. mengakses situs internet dan memahami topik yang berhubungan dengan manajemen risiko perdagangan (komersial).
  • 92. e ADBI4211/MODUL 3 3.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Manaj em en Ri si ko anajemen risiko adalah proses untuk mengidentifikasi loss exposure (potensi kerugian) yang dihadapi suatu perusahaan dan untuk memilih teknik yang tepat untuk memperlakukan exposure tersebut. Di masa lalu, manajer risiko biasanya hanya mempertimbangkan loss exposure murni yang dihadapi oleh perusahaan. Bagaimanapun, pembaharuan bentuk dari manajemen risiko menimbulkan pertimbangan kepastian risiko spekulatif yang baik. Modul ini hanya mendiskusikan perlakuan terhadap risiko murni atau kerugian mumi dari exposure. Manajemen risiko sebaiknya tidak keliru dengan manajemen asuransi. Manajemen risiko adalah konsep yang luas, meliputi seluruh teknik untuk memperlakukan loss exposure sebagai tambahan pada asuransi. Dalam hal ini, banyak manajer risiko termasuk dalam organisasi profesional yang dikenal sebagai Risk and Insurance Management Society (RIMS). RIMS mempromosikan prinsip-prinsip manajemen risiko dan membantu manajer risiko dalam penerapan dari teknik alternatif untuk memperlakukan loss exposure. A. SASARAN MANAJEMEN RISIKO Manajemen risiko memiliki sasaran yang penting. Sasaran tersebut dapat diklasifikasikan dalam (1) preloss objectives, dan (2) postloss objectives. 1. Preloss Objectives (Sasaran Sebelum Terjadi Kerugian) Sasaran penting sebelum terjadinya kerugian, meliputi ekonomi, penurunan kekhawatiran, dan memenuhi kewajiban yang sah. Sasaran yang pertama, yaitu bahwa perusahaan harus mempersiapkan untuk kerugian potensial dalam banyak hal ekonomi. Persiapan ini, meliputi analisis dari biaya program keselamatan, pembayaran premi asuransi, dan biaya yang dihubungkan dengan teknik-teknik yang berbeda untuk menangani risiko. Sasaran yang kedua, yaitu penurunan kekhawatiran. Kepastian loss exposure dapat menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran yang besar terhadap manajer risiko dan para eksekutif utama. Sebagai contoh, ancaman
  • 93. 3.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • dalam perkara hukum yang merupakan bencana besar dari produk yang tidak sempurna dapat menyebabkan kekhawatiran yang besar daripada kerugian kecil dari kebakaran yang kecil. Manajer risiko, bagaimanapun, menginginkan untuk meminimalkan kekhawatiran dan ketakutan yang dihubungkan dengan seluruh loss exposure. Sasaran terakhir adalah untuk memenuhi kewajiban yang sah. Sebagai contoh, peraturan perundangan pemerintah mungkin mewajibkan perusahaan untuk memasang perlengkapan keselamatan (pengaman) untuk melindungi pekerja dari kecelakaan, menempatkan sisa material yang berbahaya secara tepat, dan memberi label produk pada konsumen secara tepat. Manajer risiko harus melihat bahwa kewajiban yang sah ini dipenuhi. 2. Postloss Objectives (Sasaran Setelah Terjadinya Kerugian) Sasaran penting setelah terjadinya kerugian, meliputi kelangsungan hidup, melanjutkan operasi, stabilitas dari pendapatan, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pertanggungjawaban pada masyarakat. Sasaran postloss yang paling penting, yaitu kelangsungan hidup dari perusahaan. Kelangsungan hidup berarti setelah terjadinya kerugian, perusahaan dapat memulai sedikit bagian dari operasinya dalam beberapa periode yang layak. Sasaran postloss yang kedua, yaitu untuk meneruskan operasinya. Bagi beberapa perusahaan, kemampuan untuk beroperasi setelah kerugian sangat penting. Sebagai contoh, fasilitas umum perusahaan harus melanjutkan untuk menyediakan jasa. Bank, toko roti, pabrik susu, dan perusahaan kompetitif harus melanjutkan operasinya setelah terjadi kerugian. Sasaran postloss yang ketiga, yaitu stabilitas pendapatan. Pendapatan tiap bagian dapat dipertahankan apabila perusahaan melanjutkan operasinya. Bagaimanapun, perusahaan mungkin mengeluarkan biaya tambahan yang besar untuk mencapai tujuannya (seperti beroperasi di lokasi yang lain), dan stabilitas pendapatan yang sempuma mungkin tidak bisa tercapai. Sasaran postloss yang lain, yaitu pertumbuhan yang berkelanjutan dari perusahaan. Perusahaan dapat mengembangkan pertumbuhan produk baru dan pasar atau dengan memperoleh atau bergabung dengan perusahaan yang lain. Oleh karena itu, manajer risiko harus mempertimbangkan dampak bahwa kerugian akan memengaruhi kemampuan perusahaan untuk tumbuh. Akhirnya, sasaran dari pertanggungjawaban terhadap masyarakat, yaitu untuk meminimalkan dampak bahwa kerugian akan memengaruhi seseorang
  • 94. e ADBI4211/MODUL 3 3.5 dan masyarakat. Kerugian hebat dapat bersifat merugikan yang memengaruhi tenaga kerja, supplier, kreditor, dan masyarakat pada umumnya. Sebagai contoh, kerugian hebat yang menutup suatu pabrik di kota kecil dalam periode yang lama dapat menyebabkan kesulitan ekonomi yang sangat tinggi dalam kota tersebut. B. LANGKAH-LANGKAH DALAM MANAJEMEN RISIKO Proses manajemen risiko meliputi empat langkah, yaitu (1) identifikasi kerugian potensial, (2) evaluasi kerugian potensial, (3) memilih teknik yang tepat untuk memperlakukan loss exposure, dan (4) menerapkan dan melaksanakan program tersebut (lihat Gambar 3.1; Sumber: Rejda, 2008: 43). Setiap langkah tersebut didiskusikan secara rinci pada bagian selanjutnya. Mengidentifikasi Kerugian Potensial • Menganalisis Kerugian Potensial • Memilih Teknik yang Tepat untuk Menangani Loss Exposure 1. Pengendalian Risiko • Pencegahan • Pengendalian kerugian 2. Pembiayaan risiko • Retensi • Transfer nonasuransi • Asuransi perdagangan • Penerapan dan Monitoring Program Manajemen Risiko Gambar 3.1. Langkah-1angkah dal am Proses 1Aanaj emen Rsi ko
  • 95. 3.6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • C. MENGIDENTIFIKASI POTENSI KERUGIAN Langkah pertama dari proses manajemen risiko, yaitu mengidentifikasi seluruh loss exposure mayor (yang utama) dan minor (yang kecil). Langkah- langkah ini, meliputi analisis yang saksama dari seluruh kerugian potensial. Kerugian exposure yang penting berhubungan dengan hal berikut ini. 1. Loss Exposure dari Harta Benda a. Gedung, pabrik, bangunan lain. b. Furniture, perlengkapan, dan persediaan. c. Perlengkapan Electronic Data Processing (EDP); software komputer. d. Inventaris. e. Rekening penerimaan, arsip, dan dokumen berharga. f. Pesawat terbang, boat (perahu), dan perlengkapan kendaraan perusahaan. 2. Loss Exposure dari Kewajiban (Tanggung Jawab Hokum) a. Produk yang tidak sempuma. b. Polusi lingkungan (tanah, air, udara, dan suara). c. Gangguan seksual dari karyawan, diskriminasi terhadap karyawan, pemberhentian karyawan yang tidak sah (melanggar undang-undang). d. Alasan dan kewajiban umum dari loss exposure. e. Kewajiban yang timbul dari sarana transportasi perusahaan. f. Penyalahgunaan transmisi internet dan e-mail, transmisi bahan yang bersifat pomografi. g. Kewajiban direktur dan pegawai yang relevan. 3. Loss Exposure dari Pendapatan Bisnis a. Kerugian pendapatan. b. Melanjutkan biaya setelah terjadinya kerugian. c. Pengeluaran tambahan. d. Kerugian pendapatan bisnis yang tidak menentu. 4. Loss Exposure dari Somber Daya Manusia a. Kematian atau kelumpuhan dari karyawan utama. b. Pengunduran diri atau pengangguran. c. Kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan atau penyakit yang dialami oleh pekerja.
  • 96. e ADBI4211 / MODUL 3 3.7 5. Loss Exposure dari Kejahatan a. Pembegalan, perampokan, dan pencurian. b. Pencurian oleh karyawan dan ketidakjujuran. c. Penipuan dan penggelapan. d. Kejahatan exposure internet dan komputer. 6. Loss Exposure dari Kesejahteraan Karyawan a. Kelalaian dalam memenuhi peraturan pemerintah. b. Pelanggaran dari tanggung jawab keuangan. c. Rencana exposure jaminan sosial dan kesehatan serta pensiun. d. Kelalaian dalam membayar keuntungan yang dijanjikan. 7. Loss Exposure dari Luar Negeri a. Pabrik, harta benda perusahaan, dan inventaris. b. Risiko mata uang luar negeri. c. Penculikan personil yang penting. d. Risiko politik. Seorang manajer risiko memiliki beberapa sumber informasi di mana dia (baik perempuan atau laki-laki) dapat menggunakannya untuk meng- identifikasi loss exposure yang terdahulu. Hal tersebut meliputi berikut ini. 1. Daftar pertanyaan analisis risiko. Daftar pertanyaan mengharuskan manajer risiko untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang meng- identifikasikan loss exposure yang utama dan loss exposure yang kecil. 2. Pemeriksaan fisik. Suatu pemeriksaan fisik gedung/bangunan perusahaan dan operasinya dapat mengidentifikasi loss exposure yang utama. 3. Flowcharts (grafik aliran). Flowcharts yang menunjukkan aliran produksi dan pengiriman yang dapat memperlihatkan kemacetan produksi di mana kerugian dapat menyebabkan konsekuensi keuangan yang memberatkan perusahaan. 4. Rekening keuangan. Analisis dari rekening keuangan dapat mengidentifikasi modal utama yang harus dilindungi. 5. Kerugian data historis. Data kerugian lembur historis dan departemen dapat menjadi tidak terhingga nilainya untuk mengidentifikasi loss exposure yang utama. Sebagai tambahan, manajer risiko harus mengikuti perkembangan kecenderungan industri dan perubahan pasar yang dapat menciptakan loss exposure yang baru dan memerlukan perhatian. Permasalahan manajemen risiko yang utama, meliputi biaya kompensasi pekerja yang meningkat,
  • 97. 3.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • dampak dari penggabungan dan konsolidasi oleh asuransi dan perantara, meningkatkan biaya litigasi (perkara), risiko pembiayaan terhadap pasar modal, meningkatkan pergerakan klaim kecelakaan yang berulang, dan banyak persoalan lainnya (lihat Contoh Kasus 3.1). Contoh Kasus 3.1. Apakah yang Merupakan Persoalan Utama yang Dihadapi Manajer Risiko? Perhatian utama dari manajer risiko adalah penggambaran kecenderungan industri dan perubahan pasar, menurut survei tahunan yang dilakukan Risk & Insurance's terhadap perusahaan yang besar. Sesungguhnya, persoalan yang tidak terlalu penting pada tahun sebelumnya sekarang berada pada puncak kekhawatiran manajer risiko. Dua persoalan utama, yaitu meningkatnya biaya kompensasi tenaga kerja dan dampak dari konsolidasi perusahaan asuransi dan perantara (lihat grafik). Biaya kompensasi tenaga kerja menjadi perhatian utama dari seluruh manajer risiko. Sesungguhnya 74,2% menempatkan persoalan ini sebagai perhatian yang utama. Peningkatan jumlah manajer risiko yang khawatir mengenai biaya kompensasi tenaga kerja meng- gambarkan perhatian tentang putaran kemungkinan dalam pasar yang lunak. Biaya kerugian pada saat enam tahun rendah dan setelah empat tahun tarif yang dikurangi dilanjutkan, faktor modifikasi pengalaman diharapkan meningkat, mendorong ke arah kenaikan premi. Konsolidasi perusahaan asuransi atau perantara juga diduduki sebagian besar di antara manajer risiko, dengan 58% responden yang mengindikasikan bahwa persoalan ini menjadi persoalan utama di antara perhatian mereka Risiko pembiayaan terhadap pasar modal merupakan perhatian utama lainnya dari manajer risiko, yaitu sekitar 51,6%. Sekali lagi, perhatian ini mengikuti kecenderungan industri. Asuransi dan pasar modal bersatu dan peralatan untuk mengubah aset menjadi sekuritas pasar menjadi lebih normal. Risiko dan Asuransi mengundang manajer risiko pada perusahaan-perusahaan besar untuk menilai pentingnya berbagai permasalahan. Responden diminta untuk menilai tujuh belas permasalahan dengan skala 1 hingga 5, dimulai dari biaya kompensasi pekerja sampai perubahan peraturan pengunduran diri.
  • 98. e ADBI4211/MODUL 3 Top Risk Management Concerns Workers compensation costs Increasing litigation costs, tort reform Increasing repetitive motion injury claims Insurance/reinsurance carrier solvency Product liability legislation/reform Environmental liability Availability/high cost of other insurance/reinsurance lines Disability management ;;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:; 58 54.8 51.6 51.6 48.4 ." • ~ ...~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~ ...~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~. " • ~ ....•!·!·!•!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!•!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!·!•! :: :::::::: :::: :::: :::: :::: :::: :::: :::::::: :::: :::: :::: :::: :::: : 45.2 45.2 41.9 :·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:·:•:· ·························································· 41.9 38.7 38.7 ::;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:;:; 35.5 :-:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·:·: ··-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·-·- 35.5 ::::::;:::::::::::::::::::::::::::::::;:::::: 32.3 22.6 Retirement benefit rule changes 9.7 3.9 74.2 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Percent D. EVALUASI KERUGIAN POTENSIAL Langkah kedua dari proses manajemen risiko adalah mengevaluasi dan mengukur dampak dari kerugian terhadap perusahaan. Langkah ini meliputi perkiraan frekuensi potensial dan nilai kerugian. Frekuensi kerugian mengacu pada kemungkinan jumlah dari kerugian yang mungkin terjadi selama periode waktu tertentu yang diberikan. Nilai kerugian mengacu pada ukuran kemungkinan dari kerugian yang mungkin terjadi. Ketika manajer risiko memperkirakan frekuensi dan nilai dari kerugian untuk setiap tipe dari loss exposure, kerugian exposure yang bermacam- macam dapat dinilai menurut kepentingan relatif. Sebagai contoh, loss exposure dengan potensi kebangkrutan perusahaan jauh lebih penting dalam suatu program manajemen risiko daripada exposure dengan kerugian potensial yang kecil. Sebagai tambahan, frekuensi relatif dan nilai dari setiap loss exposure harus diperkirakan supaya manajer risiko dapat memilih teknik yang paling baik atau mengkombinasikan teknik, untuk menangani setiap exposure. Sebagai contoh, apabila kerugian tertentu terjadi secara teratur dan hampir dapat diramalkan, hal tersebut dapat dianggarkan di luar pendapatan perusahaan dan diperlakukan sebagai pengeluaran operasi yang normal. Jika
  • 99. 3.10 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • pengalaman kerugian tahunan dari tipe tertentu dari exposure berfluktuasi secara luas, bagaimanapun pendekatan yang berbeda sepenuhnya diperlukan. Meskipun manajer risiko harus mempertimbangkan baik frekuensi kerugian maupun nilai kerugian, yang lebih penting, yaitu nilai kerugian karena satu kerugian bencana besar dapat memusnahkan perusahaan. Oleh karena itu, manajer risiko juga harus mempertimbangkan seluruh kerugian yang dapat diakibatkan oleh satu peristiwa. Baik kerugian maksimum yang mungkin dan kerugian maksimum yang dapat terjadi harus diperkirakan. Maximum possible loss (kerugian maksimum yang mungkin terjadi), yaitu kerugian terburuk yang mungkin dapat terjadi pada perusahaan selama hidupnya. Maximum probable loss (kerugian maksimum yang berpeluang terjadi), yaitu kerugian terburuk yang sepertinya mungkin terjadi. Sebagai contoh, apabila pabrik dihancurkan secara total oleh banjir, manajer risiko memperkirakan biaya penggantian, pemindahan puing-puing, biaya pemugaran, dan biaya lain yang totalnya sebesar USD10 juta. Jadi, kerugian maksimum yang mungkin terjadi sebesar USD 10 juta. Manajer risiko juga memperkirakan bahwa banjir menyebabkan lebih dari USD 8 juta kerusakan terhadap pabrik sehingga tidak mungkin banjir seperti itu tidak terjadi lebih dari sekali dalam 50 tahun. Manajer risiko mungkin memilih untuk menghindari peristiwa yang jarang terjadi. Jadi, bagi manajer risiko, kerugian maksimum yang berpeluang terjadi sebesar USD8 juta. Kerugian yang merupakan bencana besar sulit untuk diprediksi karena jarang terjadi. Bagaimanapun, kemungkinan besar yang berdampak pada perusahaan harus diberi prioritas yang tinggi, sebaliknya kerugian tertentu, seperti kerugian kerusakan fisik pada mobil dan truk, yang terjadi dengan frekuensi yang lebih besar, biasanya relatif kecil dan dapat diprediksi dengan keakuratan yang lebih besar. E. PEMILIHAN TEKNIK YANG TEPAT UNTUK MEMPERLAKVKANLOSSEXPOSURE Langkah ketiga dalam proses manajemen risiko adalah memilih teknik yang terbaik untuk memperlakukan loss exposure. Teknik ini dapat diklasifikasikan secara luas baik sebagai pengendalian risiko atau pembiayaan (Head and Horn II, 1997: 34-44; and C. Arthur Williams Jr., et al., 1981:Chapters 2-3).
  • 100. e ADBI4211/MDDUL 3 3. 11 Pengendalian risiko mengacu pada teknik untuk menurunkan frekuensi dan kehebatan dari kerugian yang terjadi secara kebetulan. Pembiayaan risiko mengacu pada teknik yang menyediakan biaya kerugian yang terjadi secara kebetulan setelah pengendalian. Banyak manajer risiko menggunakan kombinasi dari teknik tersebut untuk memperlakukan setiap loss exposure. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! A. Pertanyaan Review 1) Definisikan manajemen risiko. Bagaimana manajemen risiko berbeda dari manajemen asuransi? 2) Jelaskan tujuan dari program manajemen risiko baik sebelum maupun sesudah terjadinya kerugian! 3) Jelaskan langkah-langkah dalam proses manajemen risiko! 4) Bagaimana manajer risiko mengidentifikasi kerugian potensial? Bagaimana manajer risiko mengevaluasi dan menganalisis setiap kerugian potensial? B. Pertanyaan Aplikasi 1) The High-Rise Corporation membuat dan menjual tangga dan perancah yang digunakan oleh perusahaan konstruksi. Produk ini dijual kepada lebih dari 1000 retailer independen di United States. Manajemen memerhatikan bahwa perusahaan dapat menuntut jika satu dari produknya tidak sempuma dan seseorang terluka. Oleh karena biaya dari asuransi pertanggungjawaban hukum produk meningkat, perusahaan mencari cara untuk mengendalikan loss exposure-nya. a) Jelaskan setiap langkah dalam proses manajemen risiko. b) Untuk setiap teknik manajemen risiko berikut ini, uraikan tindakan spesifik yang menggunakan teknik tersebut yang mungkin membantu dalam memperlakukan kerugian pertanggungjawaban produk pada High-Rise Corporation. (1) Penghindaran. (2) Pencegahan Kerugian. (3) Pengurangan Kerugian. (4) Transfer Nonasuransi.
  • 101. 3.12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • c) Captive insurers merupakan pendekatan populer di mana banyak perusahaan besar menggunakannya untuk membiayai loss exposure yang ditangani sendiri. Jelaskan keuntungan menggunakan captive insurer dalam program manajemen risiko! 2) City Bus Corporation menyediakan transportasi bus sekolah pada Lancaster County. City Bus memiliki 50 bus yang ditempatkan di tiga kota berbeda dalam wilayah tersebut. Perusahaan menghadapi persaingan dari dua perusahaan bus yang besar yang beroperasi di area yang sama. Jajaran sekolah umum dan sekolah pribadi biasanya menyerahkan kontrak pada penawar yang terendah, tetapi tingkat pelayanan dan seluruh penampilannya juga dipertimbangkan. a) Uraikan dengan jelas langkah-langkah dalam proses manajemen risiko yang seharusnya diikuti oleh manajer risiko dari City Bus. b) Identifikasi loss exposure utama yang dihadapi oleh City Bus. c) Untuk setiap loss exposure yang diidentifikasi pada (b), identifikasi teknik manajemen risiko atau kombinasi dari teknik yang dapat digunakan untuk menangani exposure. d) Uraikan beberapa sumber pembiayaan untuk membayar kerugian jika metode retensi digunakan dalam program manajemen risiko. e) Identifikasi departemen lain dari City Bus yang juga dapat dilibatkan pada program manajemen risiko. 3) Jennifer adalah junior perguruan tinggi (mahasiswa tingkat satu) yang mengambil jurusan Administrasi Bisnis. Dia bertempat tinggal di asrama perguruan tinggi dan memiliki ternan sekamar Karen. Jennifer memiliki pekerjaan part-time untuk membantu membayar berbagai pengeluaran, tetapi orang tuanya membayar biaya kuliahnya. Kedua orang tuanya harus bekerja untuk membayar biaya kuliahnya. Sebagai tambahan dari lemari pakaiannya yang luas, buku dan persediaan untuk kursus, dan barang pribadinya, Jennifer memiliki stereo yang mahal, television set, dan terompet yang dimainkannya sebagai anggota dari band perguruan tingginya. Dia juga memiliki mobil sport terbaru yang dikemudikannya ke dan dari pekerjaan part-time-nya serta ke pantai dan gunung di mana dia suka berselancar dan bermain ski. Jennifer dan Karen sering mengunjungi bar perguruan tinggi lokal pada hari Jumat malam di mana mereka minum dan bersantai setelah seminggu yang berat dari kuliah dan bekerja. Jennifer kadang-kadang minum secara berlebihan, tetapi dia tidak mengizinkan Karen untuk mengemudi pulang ke asrama.
  • 102. e ADBI4211/MDDUL 3 3.13 a) Uraikan secara jelas langkah-langkah dalam proses manajemen risiko personal. b) Identifikasi risiko murni utama atau loss exposure pada Jennifer yang berkaitan dengan setiap hal berikut ini. (1) Risiko personal. (2) Risiko harta benda. (3) Risiko tanggung jawab hukum. c) Berkaitan dengan setiap risiko mumi atau loss exposure yang disebutkan pada butir b), identifikasi teknik manajemen risiko personal yang tepat yang dapat digunakan untuk memperlakukan exposure. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soallatihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 1, tentang Manajemen Risiko. RANGKUMAN ------------------------------------ Manajemen risiko adalah proses untuk mengidentifikasi loss exposure yang dihadapi oleh organisasi dan untuk memilih teknik yang paling tepat. Manajemen risiko memiliki beberapa tujuan penting. Preloss objectives (sasaran sebelum terjadinya kerugian) termasuk tujuan dari ekonomi, penurunan dari kekhawatiran, dan memenuhi kewajiban yang sah. Postloss objectives (sasaran setelah terjadinya kerugian), meliputi kelangsungan hidup perusahaan, kelanjutan operasi, stabilitas dari pendapatan, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pertanggungjawaban secara sosial. Terdapat empat langkah dalam proses manajemen risiko, yaitu (1) kerugian potensial harus diidentifikasi, (2) kerugian potensial harus dievaluasi dalam kaitannya dengan frekuensi dan kehebatan dari kerugian, (3) metode yang tepat untuk memperlakukan loss exposure harus dipilih, dan (4) program manajemen risiko harus diimplementasi- kan dan dilaksanakan secara baik. Pengendalian risiko mengacu pada teknik yang mengurangi frekuensi dan nilai dari kerugian yang terjadi secara kebetulan. Teknik pengendalian risiko yang utama termasuk penghindaran dan pengendalian risiko.
  • 103. 3.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e T E S F 0 R MAT IF 1________________ Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Salah satu teknik pengendalian risiko adalah penghindaran. Keuntungan utama dari teknik ini adalah .... A. dapat mengurangi biaya kompensasi tenaga kerja B. kesempatan terjadinya kerugian dikurangi sampai nol jika exposure tidak pernah diperoleh C. pemotongan biaya perusahaan di atas 20% D. perusahaan akan mampu menghindari exposure yang berkaitan dengan kematian. 2) Langkah pertama dari proses manajemen risiko adalah mengidentifikasi seluruh kerugian potensial (loss exposure) dari kesejahteraan karyawan, meliputi .... A. kerugian pendapatan B. pengunduran diri atau pengangguran C. pelanggaran dan tanggung jawab keuangan D. penipuan dan penggelapan. Petunjuk: Untuk soal nomor 3) sampai 5) A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 3) Sasaran manajemen risiko sebelum terjadi kerugian meliputi .... (1) ekonomi (2) penurunan kekhawatiran (3) pemenuhan kewajiban yang sah 4) Maksud dari manajemen risiko adalah .... (1) pemakaian prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penerapan teknik alternatif untuk memperlakukan loss exposure (2) pemilihan teknik yang tepat dalam memperlakukan loss exposure (3) proses untuk mengidentifikasi loss exposure yang dihadapi oleh perusahaan
  • 104. e ADBI4211/MODUL 3 5) Potensi kerugian (loss exposure) dari pendapatan bisnis, meliputi .... (1) kerugian pendapatan (2) pengeluaran tambahan (3) pengunduran diri atau pengangguran 3.15 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ----------- x100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% =baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% = cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80o/o atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 105. 3.16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • KEGIATAN BELA.JAR 2 Pengendal ian Ri si ko engendalian risiko mengacu pada teknik untuk menurunkan frekuensi kerugian yang terjadi secara kebetulan. Sementara itu, pembiayaan risiko mengacu pada teknik yang menyediakan biaya kerugian yang terjadi secara kebetulan setelah pengendalian. Pada umumnya manajer risiko menggunakan kombinasi dari teknik tersebut untuk memperlakukan setiap potensi kerugian. A. PENGENDALIAN RISIKO Sebagaimana telah diuraikan di muka, pengendalian risiko meliputi teknik yang mencegah kerugian dari terjadinya atau mengurangi kehebatan dari kerugian setelah terjadinya kerugian. Teknik pengendalian risiko yang utama meliputi hal-hal sebagai berikut. 1. Penghindaran Penghindaran, yaitu kerugian terhadap exposure tertentu yang tidak pernah diperoleh atau loss exposure yang ada yang dapat dihindarkan. Sebagai contoh, kerugian bencana banjir dapat dihindari dengan tidak membangun pabrik baru di dataran banjir. Perusahaan yang berkaitan dengan farmasi yang memasarkan obat-obatan dengan sisi dampak yang berbahaya dapat menarik obat tersebut dari pasar. Keuntungan utama dari penghindaran, yaitu bahwa kesempatan terjadinya kerugian dikurangi sampai nol jika loss exposure tidak pernah diperoleh. Sebagai tambahan, apabila loss exposure dihindarkan, kemungkinan terjadinya kerugian berkurang atau tereliminasi karena aktivitas atau produk yang dapat menyebabkan kerugian telah dihindarkan. Penghindaran, mungkin masih meninggalkan perusahaan dengan sisa pertanggungjawaban exposure penjualan dari produk yang terdahulu. Penghindaran, memiliki dua kerugian utama, yaitu pertama, perusahaan mungkin tidak akan mampu untuk menghindari kematian dini dari eksekutif utama. Kedua, hal itu mungkin tidak dapat dikerjakan dengan mudah atau dilaksanakan untuk menghindari exposure. Sebagai contoh, perusahaan cat dapat menghindari meningkatnya kerugian dari produksi cat. Akan tetapi,
  • 106. e ADBI4211/MODUL 3 3.17 tanpa memproduksi cat, bagaimanapun juga, perusahaan tidak dapat berbisnis. 2. Pengendalian Kerugian Pengendalian kerugian memiliki dua dimensi, yaitu pencegahan kerugian dan penurunan kerugian. Pencegahan kerugian mengacu pada tindakan yang mengurangi frekuensi dari kerugian yang khusus. Sebagai contoh, tindakan untuk mengurangi kecelakaan truk termasuk pemeriksaan pengemudi, tidak ada toleransi bagi alkohol, penyalahgunaan obat-obatan dan pelaksanaan yang ketat dari peraturan keamanan. Tindakan untuk mengurangi penuntutan perkara dari produk yang tidak sempuma termasuk pemasangan dari peralatan keselamatan (pengaman) pada produk yang berbahaya, pemasangan label berbahaya pada produk berbahaya, dan institusi untuk memeriksa pengendalian mutu. Penurunan kerugian mengacu pada tindakan untuk mengurangi kehebatan dari kerugian setelah kerugian itu terjadi. Contohnya, termasuk pemasangan dari sistem penyemprotan air otomatis yang dengan segera memadamkan api; pemisahan dari unit exposure sehingga satu kerugian tidak dapat merusak secara bersamaan seluruh unit exposure, seperti memiliki gudang dengan inventaris pada lokasi yang berbeda; rehabilitasi untuk kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan; dan membatasi sejumlah uang pada tempat kerja. Pengendalian kerugian efektif terutama dalam mengurangi kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan dan penyakit yang mengakibatkan tagihan kompensasi tenaga kerja menjadi mahal. Penyelidikan oleh perusahaan asuransi menunjukkan bahwa program pengendalian kerugian pada pokoknya dapat mengurangi biaya kompensasi tenaga kerja (lihat Contoh Kasus 3.2.).
  • 107. 3.18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Contoh Kasus 3.2. Program Pengendalian Kerugian dapat Memotong Biaya Kompensasi Tenaga Kerja Program pengendalian kerugian dapat memotong keseluruhan biaya perusahaan di atas 20 persen, menurut penyelidikan Wausau Ins. Co. The Wausau, Wis. - pusat perusahaan mengatakan sekitar 40 persen atau USD 1 miliar dari bisnis yang dilaporkan dianalisis dengan penyelidikan. Laporan yang menentukan dipisahkan, satu ke dalam pelayanan dengan pengendalian kerugian dan satu lagi tidak. Wausau mengatakan bahwa untuk seluruh tenaga kerja yang memuaskan pelanggan, pengendalian kerugian mengurangi frekuensi klaim 12 persen, jumlah rata-rata kerugian sebesar 9 persen dan keseluruhan biaya sebesar 20 persen. Ketika hanya pelanggan pasar dengan sukarela dimasukkan, keseluruhan penghematan biaya sebesar 40 persen, kata perusahaan. Pelayanan pengendalian kerugian untuk Wausau memasukkan satu atau lebih dari berbagai teknik yang meliputi: 1. Pelayanan keselamatan dan kesehatan. 2. Taksiran ergonomic. 3. Model program keselamatan. 4. Model kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan. 5. Konsultan manajemen yang berhubungan dengan tingkah laku. 6. Kesehatan perindustrian dan sampel udara. 7. Identifikasi dan perlindungan hazard dan analisis kerugian. Dalam mempelajari laporan, perusahaan menyatakan hasilnya per USD1 juta dari dasar daftar gaji. Penelitian menemukan bahwa setiap perusahaan dengan USD1 milion daftar gaji (biasanya sekitar 30 pekerja), jumlah tahunan dari klaim kompensasi tenaga kerja dijumlah sekitar tiga setengah dengan pengendalian kerugian. Jumlah itu juga ditambah untuk rata-rata jumlah klaim, di mana peningkatan dari USD1,881 untuk hal tersebut dengan pengendalian kerugian sampai USD2,062 untuk perusahaan tanpa pengendalian kerugian. Total annual costs untuk kerugian sebesar USD6,627 ketika pengendalian kerugian dilibatkan dan USD8,234 ketika tidak dilibatkan. Dalam membuat analisis, rekening nonservice dibatasi pada hal tersebut pada bagian dan industri yang sama sebagai rekening yang dilayani. Penelitian ini menyatakan bahwa Jengaruh dari ukuran Jolis
  • 108. e ADBI4211/MODUL 3 3.19 belum jelas, tetapi beberapa perbedaan dapat dimasukkan pada ukuran polis yang ditampilkan. Mereka mencatat bahwa ukuran rata- rata untuk rekening yang dilayani sebesar USD 5.7 juta dibandingkan pada USD 1.7 juta untuk rekening nonservice. Rekening yang besar, kata mereka, mungkin memiliki lebih dari yang mereka miliki dalam tindakan pengendalian kerugian rumah. Bagaimanapun, mereka mencatat bahwa rekening sebesar USD 1 juta merupakan probabilita yang lebih tinggi daripada tidak ada klaim rekening yang akan mencapai USD 10 juta. Rekening nonservice mungkin diharapkan untuk mempunyai kecenderungan yang menurun, sedikitnya untuk frekuensi tagihan, kata pelapor. Bill Mech, Wausau's vice president bagi pelayanan analisis kerugian dan pengendalian kerugian, mengatakan bahwa penelitian dilakukan karena "kami ingin meyakinkan pemegang polis bahwa kami memperoleh cara untuk memperbaiki kerugian yang digambarkan." Sebelum melakukan penelitian, dia berkata perusahaan sudah mengetahui bahwa pengendalian kerugian membuat perbedaan, tetapi perbedaan itu hanya memiliki cerita kesuksesan individu dan anekdot. SJmber: Diadaptasi dari Daniel Hayes, "Worker's Camp Loss Cant rol S:ivi ngs Oted,", National Underwriter, Property & Casualty/ Ask & Benefits lllanagement ed., (April 20, 1998: 28). B. RISIKO KEUANGAN Seperti dinyatakan sebelumnya, risiko keuangan mengacu pada teknik yang menyediakan dana kerugian setelah terjadinya kerugian. Teknik risiko keuangan yang utama, meliputi hal-hal sebagai berikut. 1. Retensi. 2. Transfer nonasuransi. 3. Asuransi perdagangan. 1. Retensi Retensi berarti bahwa perusahaan menahan sebagian atau keseluruhan dari kerugian yang dapat mengakibatkan kerugian yang diderita. Retensi dapat menjadi aktif maupun pasif. Retensi risiko aktif berarti bahwa perusahaan mengetahui loss exposure dan merencanakan untuk menahan sebagian atau keseluruhan dari hal tersebut, seperti kerugian tabrakan kendaraan armada perusahaan. Retensi pasif adalah kegagalan untuk
  • 109. 3.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • mengidentifikasi loss exposure, kegagalan untuk bertindak atau mengabaikan. Sebagai contoh, manajer risiko mungkin gagal untuk mengidentifikasi seluruh aset perusahaan yang dapat dirusakkan oleh gempa bumi. Retensi dapat digunakan secara efektif dalam program manajemen risiko dengan kondisi (William, et a/.;1998:125-126): Pertama, tidak ada metode lain yang tersedia untuk perlakuan. Perusahaan asuransi mungkin tidak mau menutup tipe-tipe risiko tertentu yang dijamin atau perlindungan mungkin terlalu mahal. Transfer nonasuransi mungkin tidak tersedia. Sebagai tambahan meskipun pencegahan kerugian dapat mengurangi frekuensi kerugian, seluruh kerugian tidak dapat dieliminasi. Pada kasus ini, retensi merupakan metode yang tersisa. Jika exposure tidak dapat diasuransikan atau dipindahkan, maka hal itu harus diretensi. Kedua, kemungkinan kerugian yang terburuk tidak serius. Sebagai contoh, kerugian kerusakan fisik pada kendaraan dalam sebuah armada perusahaan besar tidak akan membangkrutkan perusahaan jika kendaraan dipisahkan oleh jarak yang Iebar dan kelihatannya tidak akan merusakkan secara keseluruhan. Terakhir, kerugian diprediksikan terlalu tinggi. Retensi dapat digunakan secara efektif bagi klaim kompensasi tenaga kerja, kerugian kerusakan fisik pada kendaraan, dan kerugian pencurian. Berdasarkan pada pengalaman masa lalu, manajer risiko dapat memperkirakan kisaran kemungkinan dari frekuensi dan kehebatan dari kerugian aktual. Jika sebagian kerugian berada di antara kisaran tersebut, mereka dapat menganggarkan di luar pendapatan perusahaan. 2. Menentukan Level Retensi Jika retensi digunakan, manajer risiko harus menentukan level retensi perusahaan, di mana sejumlah kerugian dolar akan ditahan atau ditanggung sendiri oleh perusahaan. Perusahaan yang kuat secara keuangan dapat memiliki level retensi yang tinggi daripada yang memiliki posisi keuangan yang lemah. Meskipun sejumlah metode dapat digunakan untuk menentukan level retensi, hanya dua metode yang diringkas di sini. Pertama, perusahaan dapat menentukan kerugian maksimum yang tidak diasuransikan yang dapat menangkap/menahan tanpa memengaruhi secara merugikan pendapatan perusahaan. Suatu perkiraan peraturan bahwa retensi maksimum dapat diset
  • 110. e ADBI4211/MODUL 3 3.21 sebesar 5% dari pendapatan tahunan perusahaan sebelum pajak dari operasi yang dilakukan sekarang. Kedua, perusahaan dapat menentukan retensi maksimum sebagai persentase dari modal kerja bersih perusahaan, sebagaimana antara 1 dan 5 persen. Meskipun metode ini tidak menggambarkan posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan untuk menahan kerugian, hal tersebut merupakan kemampuan tindakan perusahaan untuk membiayai kerugian. 3. Pembayaran Kerugian Jika retensi digunakan, manajer risiko harus memiliki beberapa metode untuk membayar kerugian. Metode yang biasa digunakan, sebagai berikut. a. Pendapatan bersih di waktu sekarang. Perusahaan dapat membayar kerugian di luar pendapatan bersih di waktu sekarang dan memperlakukan kerugian sebagai pengeluaran untuk tahun tersebut. Sejumlah besar dari kerugian dapat melebihi pendapatan di waktu sekarang dan aset lainnya kemudian dapat diuangkan untuk membayar kerugian. b. Cadangan yang tidak terkumpul. Cadangan yang tidak terkumpul, yaitu rekening tata buku yang diisi dengan kerugian aktual atau kerugian yang diharapkan dari exposure yang diberikan. c. Cadangan yang terkumpul. Cadangan yang terkumpul, yaitu penyisihan dana yang cukup untuk membayar kerugian. Cadangan yang terkumpul tidak digunakan secara luas oleh tenaga kerja pribadi karena dana mungkin menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dengan digunakannya dalam bisnis tersebut. Juga, kontribusi terhadap cadangan yang terkumpul tidak dikurangi pajak pendapatan. Kerugian merupakan pajak yang dikurangi ketika dibayarkan. d. Lini kredit. Lini kredit dapat diadakan oleh bank dan dana yang dipinjamkan mungkin dipergunakan untuk membayar setelah terjadinya kerugian. Bunga harus dibayarkan terhadap pinjaman tersebut, bagaimanapun, pembayaran bunga dapat memperburuk permasalahan cash-flow (aliran uang) yang mungkin dimiliki perusahaan. e. Captive insurer. Captive insurer dapat juga digunakan untuk membayar kerugian. Captive insurer adalah perusahaan asuransi yang dimiliki dan dibentuk oleh perusahaan induk yang bertujuan untuk mengasuransikan loss exposure perusahaan induk. Jika captive insurer hanya dimiliki oleh satu induk perusahaan, seperti korporasi, hal itu disebut pure captive.
  • 111. 3.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Jika captive dimiliki oleh beberapa induk perusahaan, disebut association atau group captive. Sebagai contoh, perusahaan yang menjadi asosiasi perdagangan boleh memiliki captive insurer. Banyak captive insurers dilokasikan di Karibia karena adanya iklim teratur yang menyenangkan, persyaratan modal yang rendah, dan pajak yang rendah di daerah tersebut. Captive insurer dibentuk karena beberapa alasan, antara lain sebagai berikut ini. 1) Kesulitan dalam memperoleh asuransi. Perusahaan induk mungkin memiliki kesulitan dalam memperoleh tipe-tipe tertentu asuransi dari bisnis yang dilakukan oleh perusahaan asuransi, sehingga membentuk asuransi sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pola ini khususnya tepat bagi perusahaan global yang mungkin tidak mampu untuk mendapatkan perlindungan tertentu dari asuransi, termasuk asuransi pertanggungjawaban hukum dan risiko politik. Pembentukan captive juga dapat mengurangi biaya asuransi karena biaya pengoperasian yang rendah, menghindari komisi untuk agen dan perantara, serta perolehan bunga pada investasi premi dan cadangan yang sebaliknya dapat diterima oleh bisnis yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. 2) Stabilitas yang lebih besar dari pendapatan. Captive insurer dapat menyediakan stabilitas yang lebih besar dari pendapatan, hal itu disebabkan karena dampak yang merugikan dari adanya fluktuasi pada pendapatan perusahaan dikurangi. 3) Akses yang lebih mudah untuk reasuransi. Captive insurer memiliki akses yang lebih mudah untuk reasuransi, karena banyak reasuransi akan menyetujui hanya dengan perusahaan asuransi dan tidak dengan yang tertanggung. 4) Pusat laba. Captive asuransi dapat menjadi sumber dari laba jika asuransi kelompok yang lain sama baik dalam menyediakan asuransi terhadap perusahaan induk dan cabangnya. Tabel 3.2 memberikan beberapa contoh bisnis utama dari pemilik captive dan bermacam- macam tipe dari pertanggungan asuransi oleh captive insurers. 5) Perlakuan pajak dari captives. Seperti peraturan yang umum, pembayaran premi terhadap induk - tunggal captive bukan merupakan pengurangan pajak. The Internal Revenue Service memperlihatkan bahwa tidak ada perpindahan risiko yang
  • 112. e ADBI4211/MODUL 3 3.23 substansial terhadap penanggung asuransi yang berlangsung, dan premi yang dibayarkan sama dengan kontribusi pada cadangan self- insurance yang bukan merupakan pengurangan pajak pendapatan. Bagaimanapun terdapat beberapa pengecualian. Di tahun 1991, pengadilan memutuskan sejumlah kasus bahwa premi yang dibayarkan oleh captive merupakan pengurangan pendapatan pajak jika captive juga memiliki jumlah yang signifikan dari bisnis dengan perusahaan yang bukan anggota atau pihak ketiga yang tidak berhubungan. Pada tahun 1992, pertimbangan pengadilan pemerintahan memutuskan bahwa korporasi dapat mengurangi premi yang dibayarkan pada captive asuransi jika captive perusahaan asuransi memperoleh sedikitnya 30% dari bisnisnya dari pihak ketiga yang tidak berhubungan. Pada tahun 1997, rangkaian keputusan membolehkan pengurangan untuk pembayar pajak dalam kondisi tertentu, meliputi perusahaan perseroan; pengurangan yang diperbolehkan oleh keputusan yaitu untuk klaim yang belum dibayar diambil di tahun di mana kerugian terjadi. Perlakuan pajak dari captive tidak sepenuhnya diselesaikan pada waktu sekarang dan merupakan persoalan yang berkelanjutan. Tabel 3. 2. Contoh dari Pengendal ian Bisnis Captive Pi hak Ket iga Bisnis Utama dari Pemilik Captive Tipe-tipe dari Pertanggungjawaban Asuransi Bank dan organisasi keuangan Kredit asuransi jiwa, kesehatan dan kelumpuhan, konsumen. asuransi hipotek (gadai), asuransi title, asuransi harta benda dan kendaraan. Pedagang eceran. Kredit asuransi jiwa, kesehatan dan kelumpuhan, ' aminan van di:>er:>an·an' . Perusahaan tele:>on selular. Cell phone (tele:>on selular), perlindungan. Perusahaan asuransi 'iwa. Kesalahan dan kelalaian. Pabrik kendaraan. Saluran pribadi untuk kendaraan, jaminan yang di:>er:>an·an . Organisasi franchise. Harta benda franchise dan asuransi korban (kecelakaan). Perwakilan asuransi. Partisipasi dalam bisnis klien. Pabrik kom :>uter. Pemulihan bencana alam. Pabrik. Distributor dan supplier muatan, jaminan yang di:>er:>anjang. Organisasi dengan pengeluaran modal Gulungan pembungkus untuk korban ~an si nifikan untuk ban unan dan (kecelakaan) dan harta benda
  • 113. 3.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Bisnis Utama dari Pemilik Captive Ti :le-ti pe dari Pertan • awaban Asuransiun membentuk kernbali. Penerbit kartu kredit. Kredit asuransi jiwa, kesehatan dan kelumpuhan, kendaraan untuk mobil sewa (pernyataan pelepasan tuntutan kerusakan tabrakan-collision damage waiver), kecelakaan travel, kehilangan ba asi, ·aminan van di:ler:lan·an . Sistem perawatan kesehatan. Kemampuan dokter profesional, Physician professional liability, kemampuan profesional untuk berafiliasi. Ru :la-ru:la. Joint ventures (usaha patungan). Perusahaan transportasi. Pengemudi yang independen, kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan, kerusakan fisik, perlindun an muatan konsumen. Kontraktor umum. Perlindun an subkontraktor. SJmber: Arthur Koritzinsky, "Enterprise Risk rvlanagement Fuels Captive SJrge," National Underwriter, Rsk financing & Insurance Penewal Peport (<Xtober 26, 1998:s -21). 4. Self-Insurance Diskusi kita mengenai retensi tidak akan lengkap tanpa laporan singkat dari self-insurance. Ketentuan dari self-insurance biasanya digunakan oleh manajer risiko untuk menguraikan aspek-aspek dari program manajemen risiko. Bagaimanapun, self-insurance merupakan istilah yang tidak cocok karena secara teknis bukan asuransi, dan risiko murni tidak dipindahkan pada perusahaan asuransi. Self-insurance merupakan bentuk yang spesial dari retensi yang direncanakan, di mana sebagian atau keseluruhan dari loss exposure yang diderita diretensi sendiri oleh perusahaan. Nama yang lebih baik untuk self-insurance adalah self-fund (pendanaan bagi diri sendiri), di mana dinyatakan dengan lebih jelas ide dari kerugian yang dikumpulkan dan dibayar oleh perusahaan. Self-insurance digunakan secara luas dalam asuransi kompensasi tenaga kerja. Self-insurance juga digunakan oleh tenaga kerja untuk menyediakan kesehatan kelompok, gigi, mata, dan resep obat yang bermanfaat bagi tenaga kerja. Perusahaan sering menggunakan manfaat asuransi kesehatan diri bagi kelompoknya karena mereka dapat menyimpan uang dan mengendalikan biaya perawatan pengendalian kesehatan (lihat Contoh Kasus 3.3.). Akhimya, rencana self-insurance biasanya dilindungi oleh beberapa tipe asuransi pencegahan kerugian yang membatasi kelebihan biaya dari saku tenaga kerja terhadap satu kerugian yang melebihi batas tertentu.
  • 114. e ADBI4211/MODUL 3 3.25 Contoh Kasus 3.3. Latar Belakang dari Self-Insurance Selama 25 tahun yang lalu, para atasan di Amerika Serikat meningkat ke arah metode alternatif yang lain dalam menangani risiko keuangan ketika perlindungan asuransi tradisional telah gagal memenuhi kebutuhan mereka. Untuk menyediakan asuransi bagi kelompok perawatan kesehatan, kompensasi tenaga kerja, asuransi harta benda, sejumlah kesatuan dari orang-orang pribadi dan publik yang melindungi keseluruhan atau sebagian dari risiko mereka sendiri; karena itu, mereka melakukan self-insurance atau self-fund (pendanaan bagi dirinya). Sekarang ini, lebih dari perencanaan perawatan kesehatan dibiayai secara langsung oleh atasan daripada oleh perusahaan asuransi tradisional. Peningkatan dramatik dari self-insurance atau self-fund untuk perawatan kesehatan, yaitu diakibatkan oleh kesadaran dari atasan yang mengeliminasi (menyisihkan) perusahaan asuransi dari pihak ketiga untuk perlindungan utama yang mengizinkan mereka untuk memotong biaya tanpa mengurangi manfaat. Lebih jauh, dengan menggunakan peraturan manajemen yang aktif, majikan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan perawatan kesehatan karyawan mereka. Keuntungan dari Self-Insurance Beberapa keuntungan dari self-insurance adalah sebagai berikut. 1. Menyimpan uang. 2. Menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. 3. Lebih responsif terhadap kebutuhan atasan. 4. Merupakan kebebasan membiayai risiko dari pilihan. 5. Bagi atasan, yang didukung oleh perencanaan keuntungan, menawarkan keseragaman peraturan. 6. Menciptakan pengendalian klaim yang lebih besar. 7. Mengurangi atau mengeliminasi penipuan atau penyalahgunaan. 8. Membantu untuk mengendalikan keseluruhan penggunaan. 9. Permintaan terhadap penyedia mutu. 10. Menyediakan kesempatan untuk mendapat statistik tagihan yang berarti. 11. Menawarkan efisiensi administrasi dan kreatif dalam memproses data tagihan elektronik. El.Jmber: Dicetak kembali dengan izin dari Self-Insurance Institute of America (SIA). @giA.AII right reserved. (1-800-851-7789)
  • 115. 3.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 5. Risk Retention Group (Kelompok Retensi Risiko) Di Amerika Serikat, peraturan perundangan pemerintah pusat ditetapkan pada tahun 1981 dan 1986 yang mengizinkan atasan, kelompok perdagangan, unit pemerintahan, dan pihak lain untuk membentuk kelompok retensi risiko bagi kelompok terhadap pertanggungjawaban produk self insurance dan asuransi pertanggungjawaban perdagangan lainnya (kecuali kompensasi tenaga kerja). Risk Retention Group adalah kelompok captive yang menjamin tanggung jawab hukum bisnis dan produk bagi atasan yang memiliki kesulitan untuk mendapatkan perusahaan asuransi yang menjamin risiko semacam itu. Sebagai contoh, sekelompok pengemudi taksi mungkin menemukan asuransi tanggung jawab hukum untuk menjamin kegiatannya, tetapi terlalu mahal untuk biaya polisnya. Mereka dapat mengasuransikan exposure kerugian tanggung jawab hukum mereka secara umum dengan membentuk kelompok retensi terhadap risiko yang dihadapinya. a. Keuntungan dan kerugian dari retensi Teknik retensi memiliki keuntungan dan kerugian dalam program manajemen risiko. Sejumlah keuntungan utamanya, yaitu sebagai berikut (Williams, Jr., etal.:126-133). 1) Menyimpan uang. Perusahaan dapat menyimpan uang dengan jangka waktu yang lama jika kerugian aktual lebih sedikit daripada bagian kerugian dari premi asuransi. 2) Biaya yang rendah. Pelayanan yang disediakan oleh asuransi mungkin disediakan perusahaan dengan biaya yang lebih rendah. Beberapa biaya mungkin dikurangi, termasuk biaya kerugian penyesuaian, biaya administrasi umum, komisi dan biaya perantara, biaya pengendalian kerugian, pajak dan ongkos, dan laba asuransi. 3) Mendorong pencegahan kerugian. Oleh karena exposure ditangani secara retensi, mungkin terdapat insentif yang lebih besar dari pencegahan kerugian. 4) Cash flow (aliran uang) yang meningkat. Aliran uang mungkin meningkat karena perusahaan dapat menggunakan dana yang secara normal akan dibayarkan pada asuransi pada awal periode perlindungan.
  • 116. e ADBI4211/MODUL 3 3.27 Teknik retensi, memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut. 1) Kemungkinan kerugian yang lebih tinggi. Kerugian yang diderita oleh perusahaan mungkin lebih besar daripada pembayaran premi asuransi. Singkatnya, mungkin terdapat penguapan yang besar dalam pengalaman kerugian perusahaan. 2) Kemungkinan biaya yang lebih tinggi. kemungkinan biaya yang sesungguhnya lebih tinggi. Tenaga ahli dari luar seperti ahli keamanan mungkin harus disewa. Perusahaan asuransi mungkin mampu menyediakan pengendalian kerugian dan pelayanan klaim yang sedikit mahal. 3) Kemungkinan pajak yang tinggi. Pajak pendapatan mungkin juga menjadi lebih tinggi. Premi yang dibayar pada penanggung asuransi merupakan pengurangan pendapatan pajak. Bagaimanapun juga, apabilaretensi digunakan hanya nilai kerugian yang benar-benar dibayarkan, di luar batas kerugian yang ditentukan. Kontribusi terhadap cadangan yang dikumpulkan bukan merupakan pengurangan pajak pendapatan. b. Transfer nonasuransi Transfer nonasuransi merupakan teknik pembiayaan lain untuk risiko. Transfer nonasuransi, yaitu metode yang berbeda dari asuransi di mana risiko murni dan konsekuensi potensial keuangannya dipindahkan ke pihak lain. Sebagai contoh, transfer nonasuransi, meliputi kontrak, leases (sewa menyewa), dan hold-harmless agreements (persetujuan perolehan keamanan). Misalnya, suatu kontrak perusahaan dengan perusahaan konstruksi untuk membangun sebuah pabrik baru dapat menetapkan bahwa perusahaan konstruksi bertanggung jawab terhadap kerusakan apa pun dari pabrik ketika sedang dibangun. Sebuah perusahaan persewaan komputer dapat menetapkan perawatan, perbaikan, dan kerugian kerusakan fisik pada komputer yang merupakan tanggung jawab dari perusahaan komputer. Atau sebuah perusahaan dapat memasukkan ketentuan (jaminan) keamanan dalam kontrak, di mana satu pihak bertanggung jawab terhadap kepentingan pihak lain. Jadi, perusahaan penerbitan dapat memasukkan ketentuan (jaminan) keamanan dalam kontrak, di mana pengarang, dan bukan penerbit, dapat menuntut tanggung jawab jika penerbit digugat atas plagiat.
  • 117. 3.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Dalam program manajemen risiko, transfer nonasuransi memiliki beberapa keuntungan (Williams, et al., 1998:103-104) antara lain sebagai berikut. 1) Manajer risiko dapat memindahkan suatu kerugian potensial yang secara komersial tidak dapat diasuransikan. 2) Transfer nonasuransi sering kali mengeluarkan biaya yang sedikit daripada asuransi. 3) Kerugian potensial mungkin dipindahkan ke seseorang yang lebih memiliki posisi yang baik untuk melakukan pengendalian kerugian. Bagaimanapun juga, transfer nonasuransi memiliki beberapa kerugian yang apabila diringkas adalah sebagai berikut. 1) Transfer dari kerugian mungkin gagal karena bahasa dalam kontrak bersifat ambigu (mengandung dua arti). Juga, mungkin tidak terdapat pengadilan yang dapat ditiru untuk interpretasi dari kontrak yang dibuat untuk menyesuaikan dengan situasi yang bersangkutan. 2) Jika suatu kelompok di mana kerugian potensial dipindahkan kepadanya tidak mampu untuk membayar kerugian, perusahaan masih bertanggung jawab terhadap klaim. 3) Transfer nonasuransi mungkin tidak selalu menurunkan biaya asuransi, karena asuransi mungkin tidak memberikan kredit untuk transfer tersebut. c. Asuransi perdagangan Asuransi perdagangan juga digunakan dalam program manajemen risiko. Asuransi tepat untuk loss exposure yang memiliki probabilita yang rendah dari kerugian, tetapi memiliki nilai kerugian yang tinggi. Jika manajer risiko menggunakan asuransi untuk memperlakukan loss exposure tertentu, lima bidang utama harus ditekankan, yaitu sebagai berikut (Williams, et al., 1998:107-123, 146-151). 1) Pemilihan perlindungan asuransi. 2) Pemilihan perusahaan asuransi. 3) Negosiasi persyaratan. 4) Penyebaran informasi yang berhubungan dengan kontrak asuransi. 5) Review periodik dari program tersebut.
  • 118. e ADBI4211/MODUL 3 3.29 Pertama, manajer risiko harus memilih perlindungan asuransi yang dibutuhkan. Perlindungan yang dipilih harus tepat untuk mengasuransikan loss exposure utama yang diidentifikasi pada langkah pertama. Untuk menentukan perlindungan yang dibutuhkan, manajer risiko harus memiliki pengetahuan khusus tentang kontrak asuransi tanggung jawab hukum dan harta benda. Manajer risiko juga harus menentukan jika deductible diperlukan dan batas luasnya dari nilai kerugian. Deductible adalah ketentuan di mana jumlah yang spesifik dikurangi dari pembayaran kerugian yang tidak bisa dibayar. Deductible digunakan untuk mengeliminasi tagihan yang kecil dan biaya administrasi yang mengatur klaim ini. Sebagai hasilnya, tabungan premi yang substansial dimungkinkan. Pada intinya, deductible merupakan bentuk dari retensi risiko. Banyak program manajemen risiko mengombinasikan teknik retensi yang didiskusikan sebelumnya dengan asuransi perdagangan. Dalam menentukan ukuran dari deductible, perusahaan mungkin memutuskan retensi hanya sebagian kecil secara relatif dari kemungkinan kerugian maksimum. Penanggung asuransi biasanya menyesuaikan klaim apa pun, dan hanya kerugian yang melebihi deductible yang dibayarkan. Pendekatan lain adalah Excess Insurance. Sebuah perusahaan mungkin kuat keuangannya dan menginginkan menanggung sendiri secara proporsional terhadap kemungkinan kerugian maksimum. Dalam rencana excess insurance, perusahaan asuransi tidak berpartisipasi dalam kerugian sampai sejumlah kelebihan kerugian aktual dari perusahaan diputuskan untuk ditangani sendiri. Batas retensi mungkin diatur pada kerugian maksimum yang berpeluang terjadi (bukan kerugian maksimum yang mungkin terjadi). Sebagai contoh, batas retensi sebesar USD 1 juta yang boleh ditetapkan untuk satu kerugian kebakaran pada pabrik yang bemilai USD 25 juta. USD 1 juta akan dipandang sebagai kerugian maksimum yang berpeluang terjadi. Tidak seperti kejadian pada kerugian total, perusahaan akan menanggung USD 1 juta pertama dari kerugian, dan asuransi perdagangan akan membayar sisanya sebesar USD 24 juta. Kedua, manajer risiko harus memilih asuransi atau beberapa asuransi. Terdapat beberapa faktor yang penting ditentukan di sini, termasuk kekuatan keuangan dari asuransi, pelayanan manajemen risiko yang disediakan oleh asuransi, dan biaya, serta persyaratan perlindungan. Kekuatan keuangan asuransi ditentukan dengan ukuran dari kelebihan pemilik polis, hasil
  • 119. 3.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • pertanggungjawaban dan investasi, kecukupan cadangan untuk pertanggung- jawaban yang belum terselesaikan, tipe-tipe dari pertanggungjawaban asuransi, dan mutu dari manajemen. Beberapa publikasi perdagangan tersedia bagi manajer risiko untuk menentukan kekuatan keuangan terhadap asuransi yang khusus. Satu dari tingkat perwakilan yang paling penting, yaitu A.M Best Company, di mana penilaiannya terhadap asuransi didasarkan pada kekuatan keuangan mereka secara relatif. Manajer risiko juga harus mempertimbangkan ketersediaan pelayanan manajemen risiko dalam memilih asuransi yang khusus. Seorang agen asuransi atau perantara dapat menyediakan informasi yang diinginkan yang memerhatikan ketersediaan pelayanan manajemen risiko dari asuransi yang berbeda. Pelayanan ini, meliputi pelayanan pengendalian kerugian, bantuan dalam mengidentifikasi loss exposure, dan pelayanan penyesuaian klaim. Biaya dan persyaratan dari perlindungan asuransi harus dipertimbangkan secara baik. Seluruh faktor lain yang tetap sama, manajer risiko akan memilih untuk membeli asuransi dengan harga yang mungkin paling rendah. Banyak manajer risiko akan meminta penawaran premi yang kompetitif dari beberapa asuransi untuk mendapatkan perlindungan yang penting dan pelayanan dengan harga yang paling rendah. Ketiga, setelah satu atau lebih asuransi dipilih, persyaratan dari kontrak asuransi harus dinegosiasikan. Jika polis dicetak, pengesahan dan formulir digunakan, manajer risiko dan asuransi harus menyetujui dokumen yang akan terbentuk dari dasar kontrak. Jika naskah polis yang disusun secara spesifik ditulis oleh perusahaan, bahasa dan arti dari ketentuan kontrak harus jelas bagi kedua belah pihak. Naskah polis adalah salah satu yang didesain secara spesifik bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan persyaratannya. Dalam banyak kasus, berbagai pelayanan manajemen risiko asuransi harus tersedia secara jelas dinyatakan dalam kontrak. Akhirnya, apabila perusahaan bertambah besar, premi mungkin dinegosiasikan antara perusahaan dan asuransi. Dalam banyak kasus, agen atau perantara akan dilibatkan dalam negosiasi tersebut. Sebagai tambahan, informasi yang memerhatikan perlindungan asuransi harus disebarkan ke bagian lain dari perusahaan. tenaga kerja dan manajer harus diinformasikan mengenai perlindungan asuransi, berbagai dokumen yang harus disimpan, pelayanan manajemen risiko yang akan disediakan oleh penanggung asuransi, dan perubahan dalam hazard yang dapat meng-
  • 120. e ADBI4211/MODUL 3 3.31 akibatkan pengeskoran. Pertanggungjawaban seseorang dalam melaporkan kerugian juga harus diinformasikan. Perusahaan harus mematuhi ketentuan polis yang memerhatikan bagaimana pembentukan klaim yang akan diberikan dan seberapa penting bukti dari kerugian yang harus dipresentasikan. Akhimya, program asuransi harus direview secara periodik. Review ini penting khususnya ketika perusahaan telah mengubah operasi bisnisnya atau dilibatkan dalam merger dan akuisisi dengan perusahaan lain. Review ini meliputi analisis dari hubungan agen dan perantara, perlindungan yang dibutuhkan, penyediaan pelayanan pengendalian dari kerugian, apakah klaim dibayar tepat pada waktunya, dan sejumlah faktor lain. Termasuk keputusan dasar adalah bahwa kontrak asuransi harus direview secara periodik. 6. Keuntungan dari Asuransi Penggunaan asuransi perdagangan dalam program manajemen risiko memiliki keuntungan tertentu (William, et al., 1981:108-116), antara lain sebagai berikut. a. Perusahaan akan diganti kerugiannya setelah terjadinya kerugian. Perusahaan dapat melanjutkan operasinya dan mungkin mengalami sedikit atau tidak mengalami fluktuasi pendapatan. b. Ketidakpastian berkurang, yang mengizinkan perusahaan untuk memperpanjang perencanaan masa depannya. Kekhawatiran dan ketakutan berkurang bagi manajer dan tenaga kerja, yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan prestasi mereka. c. Asuransi dapat menyediakan pelayanan manajemen risiko yang bemilai, seperti pelayanan pengendalian kerugian, analisis exposure untuk mengidentifikasi loss exposure, dan penyesuaian klaim. d. Premi asuransi merupakan pengurangan pajak pendapatan sebagai pengeluaran bisnis. 7. Kerugian dari Asuransi Penggunaan asuransi juga mengandung sejumlah kerugian tertentu dan biaya, antara lain sebagai berikut. a. Pembayaran premi merupakan biaya utama, karena premi terdiri dari komponen untuk membayar kerugian, sejumlah pengeluaran, dan pemberian uang untuk laba dan kemungkinan. Juga, terdapat opportunity cost (biaya kesempatan). Dalam teknik retensi yang telah didiskusikan
  • 121. 3.32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • sebelumnya, premi dapat diinvestasikan atau digunakan dalam bisnis sampai diperlukan untuk membayar tagihan. Jika asuransi digunakan, premi harus dibayar di muka. b. Pertimbangan waktu dan tenaga harus digunakan dalam negosiasi dalam perlindungan asuransi. Satu atau lebih asuransi harus dipilih, masa polis dan premi harus dinegosiasikan, perusahaan harus bekerja sama dengan aktivitas pengendalian kerugian dari asuransi, serta bukti dari kerugian harus diajukan pada asuransi yang mengikuti kerugian. c. Manajer risiko mungkin mempunyai insentif yang kecil untuk mengikuti program pengendalian kerugian karena asuransi akan membayar tagihan jika terjadi kerugian. Seperti sikap lemah terhadap pengendalian kerugian dapat meningkatkan sejumlah kerugian yang tidak diasuransikan. C. METODE YANG HARUS DIGUNAKAN Dalam menentukan metode yang tepat atau metode untuk menangani risiko, matriks dapat digunakan untuk menggolongkan berbagai loss exposure menurut frekuensi dan nilainya. Matriks ini dapat berguna dalam menentukan metode manajemen risiko apa yang harus digunakan. (lihat Tabel 3.3). Potensi kerugian pertama, digolongkan baik dengan frekuensi yang rendah maupun nilai yang rendah dari kerugian. Satu contoh dari tipe exposure ini adalah "akan terjadi pencurian yang potensial dari kamus milik sekretaris". Tipe dari exposure ini dapat ditangani dengan baik oleh retensi, karena terjadinya kerugian tidak sering dan, ketika kerugian terjadi, hal tersebut jarang menyebabkan bahaya keuangan. Tipe kedua, dari exposure lebih serius. Kerugian sering terjadi, tetapi nilainya relatif rendah. Contoh dari tipe exposure, meliputi kerugian kerusakan fisik dari kendaraan, klaim kompensasi tenaga kerja, pencurian, dan makanan yang busuk. Pengendalian kerugian harus digunakan di sini untuk mengurangi frekuensi kerugian. Sebagai tambahan, kerugian terjadi secara teratur dan dapat diprediksi, teknik retensi juga dapat digunakan. Bagaimanapun juga, kerugian yang kecil pada suatu jumlah yang dapat dicapai oleh level yang cukup besar selama periode satu tahun, kelebihan asuransi dapat dipertimbangkan.
  • 122. e ADBI4211/MODUL 3 3.33 Tipe ketiga, dari exposure dapat dipenuhi oleh asuransi. Seperti sudah dinyatakan sebelumnya, asuransi adalah yang paling cocok untuk frekuensi rendah, nilai kerugian yang tinggi. Nilai kerugian yang tinggi artinya bahwa bencana besar yang potensial dapat terjadi, sementara probabilita yang kecil dari kerugian mengindikasikan bahwa dengan cara asuransi mungkin secara ekonomi dapat dipertimbangkan. Contoh dari tipe exposure ini, meliputi kebakaran, ledakan, bencana alam, dan pertanggungjawaban hukum. Manajer risiko juga dapat mengombinasikan dari retensi dan asuransi perdagangan untuk menangani exposure ini. Tipe keempat, merupakan tipe exposure yang paling serius, yaitu digolongkan baik frekuensi yang besar maupun nilai yang tinggi. Tipe dari exposure ini dapat ditangani dengan baik melalui penghindaran. Sebagai contoh, pengemudi truk yang diyakini mengemudi dengan mabuk mungkin melamar pekerjaan ke perusahaan truk. Jika pengemudi dipekerjakan dan melukai atau membunuh seseorang ketika sedang dalam pengaruh alkohol, perusahaan akan menghadapi penuntutan perkara hukum yang sangat besar. Exposure ini dapat ditangani dengan penghindaran. Pengemudi tersebut seharusnya tidak dipekerjakan. Tabel 3.3. Rsk Management Matrix (rvlatriks rvlanaj emen Risiko) Tipe Kerugian 1 2 3 4 Frekuensi Kerugian Rendah Tinggi Rendah Tinggi Nilai Kerugian Rendah Rendah Tinggi Tinggi Retensi Teknik Manajemen Risiko yang Tepat Pengawasan kerugian dan retensi Asuransi Penghindaran D. PENERAPAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN RISIKO Pada poin ini, kita telah mendiskusikan tiga dari empat langkah proses manajemen risiko. Langkah keempat yaitu penerapan dan pelaksanaan program manajemen risiko. Langkah ini dimulai dari pemyataan polis. 1. Pernyataan Polis Manajemen Risiko Pernyataan polis manajemen risiko penting untuk memiliki program manajemen risiko yang efektif. Pernyataan ini menguraikan tujuan
  • 123. 3.34 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • manajemen risiko dari perusahaan, sebaik pada polis perusahaan dengan memerhatikan perhatian kerugian dari exsposure. Hal itu juga mendidik eksekutif pada level puncak dalam memerhatikan proses manajemen risiko, memberikan kekuasaan lebih besar pada perusahaan, dan menyediakan standar untuk menilai prestasi manajer risiko. Sebagai tambahan, pedoman manajemen risiko mungkin dikembangkan dan digunakan dalam program. Pedoman diuraikan dalam suatu detail program manajemen risiko dari perusahaan dan dapat berguna sekali untuk melatih pekerja baru yang berpartisipasi dalam program. Penulisan dari pedoman juga memaksa manajer risiko untuk menetapkan secara saksama terhadap tanggung jawabnya, tujuannya dan teknik yang tersedia. 2. Kerja Sarna dengan Departemen Lain Manajer risiko tidak bekerja sendirian. Departemen fungsional lain dalam perusahaan sangat penting dalam mengidentifikasi loss exposure murni dan metode dalam memperlakukan exposure. Departemen ini dapat bekerja sama dalam proses manajemen risiko dengan cara berikut ini. a. Accounting. Pengendalian pelaporan internal dapat mengurangi penipuan dan pencurian uang oleh karyawan. b. Finance. Informasi dapat disediakan untuk menunjukkan bagaimana kerugian dapat mengacaukan laba dan aliran kas, serta dampaknya kerugian akan terlihat dalam lembar kerja dan laba serta pernyataan c. kerugian. Marketing. Pengemasan pertanggungjawaban perkara dapat mencegah kecelakaan. yang akurat dapat mencegah hukum. Prosedur distribusi yang aman d. Production. Pengendalian mutu dapat mencegah produksi dari barang yang cacat dan pertanggungjawaban perkara hukum. program pengamanan yang efektif dalam pabrik dapat mengurangi luka dan kecelakaan. e. Human resources. Departemen ini mungkin bertanggung jawab pada program keuntungan tenaga kerja, program pensiun, program keamanan, penyewaan perusahaan, promosi dan kebijakan pemecatan. Daftar ini mengindikasikan bagaimana proses manajemen risiko terlibat dalam keseluruhan perusahaan. Memang, tanpa kerja sama yang aktif dari berbagai departemen lain, program manajemen risiko akan gagal.
  • 124. e ADBI4211/MODUL 3 3.35 3. Review Periodik dan Evaluasi Untuk menjadi efektif, program manajemen risiko harus direview dan dievaluasi secara periodik untuk menentukan apakah tujuan sudah dicapai. Khususnya, biaya manajemen risiko, program keamanan dan program pencegahan kerugian harus dimonitor secara hati-hati. Arsip kerugian juga harus diuji untuk menemukan berbagai perubahan dalam frekuensi dan nilai kerugian. Akhirnya, manajer risiko harus menentukan apakah polis manajemen risiko telah dilaksanakan dalam keseluruhan perusahaan, dan apakah manajer risiko menerima kerja sama total dari departemen lain yang menyelesaikan fungsi manajemen risiko. E. MANAJEMEN RISIKO PRIBADI Prinsip-prinsip dari manajemen risiko perusahaan juga dapat digunakan untuk suatu program manajemen risiko pribadi. Manajemen risiko pribadi mengacu pada identifikasi risiko murni yang dihadapi oleh individu atau keluarga dan untuk memilih teknik yang paling tepat untuk memperlakukan risiko tersebut. Manajemen risiko pribadi juga mempertimbangkan metode lain untuk menangani risiko sebagai tambahan terhadap asuransi. Langkah-langkah dalam Manajemen Risiko Pribadi Program manajemen risiko meliputi empat langkah, yaitu (a) identifikasi kerugian potensial, (b) evaluasi kerugian potensial, (c) memilih teknik yang tepat untuk menangani kerugian, dan (d) review program secara periodik. a. ldentifikasi kerugian potensial Langkah pertama, yaitu mengidentifikasi seluruh kerugian potensial yang dapat menyebabkan permasalahan keuangan yang serius. Kerugian keuangan yang sangat besar dapat dihasilkan dari hal-hal sebagai berikut. 1) Risiko pribadi (a) Kerugian pendapatan yang diperoleh dari suatu keluarga karena kematian dini dari kepala keluarga. (b) Pendapatan dan aset keuangan yang tidak mencukupi pada waktu pengunduran diri. (c) Rekening pengobatan yang besar dan kerugian pendapatan selama masa kelumpuhan yang diperpanjang. (d) Kerugian pendapatan yang diperoleh dari pengangguran.
  • 125. 3.36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 2) Risiko harta benda (1) Kerusakan fisik langsung terhadap rumah dan harta benda pribadi yang dikarenakan kebakaran, kilat, angin topan, gempa bumi, dan penyebab lainnya. (2) Kerugian tidak langsung yang dihasilkan dari kerugian kerusakan fisik langsung, termasuk pengeluaran ekstra, perpindahan ke apartemen atau rumah lain selama periode dari rekonstruksi, kerugian dari persewaan, dan kerugian penggunaan gedung atau harta benda. (3) Pencurian harta benda yang bernilai, termasuk uang dan surat-surat berharga, perhiasan dan pakaian dari bulu binatang, karya seni dan lukisan, kamera, peralatan komputer, koin dan koleksi prangko dan barang antik. (4) Kerugian kerusakan fisik langsung terhadap mobil, sepeda motor, dan kendaraan lain dari kerugian tabrakan. (5) Pencurian mobil, sepeda motor atau kendaraan lain. 3) Risiko pertanggungjawaban (1) Pertanggungjawaban yang sah yang timbul dari tindakan pribadi yang menyebabkan luka pada tubuh atau kerusakan harta benda pada orang lain. (2) Pertanggungjawaban yang sah yang timbul dari fitnah, pencemaran nama baik, fitnah terhadap karakter, dan exposure yang serupa. (3) Pertanggungjawaban yang sah yang timbul dari kelalaian pengoperasian dari mobil, perahu, atau kendaraan rekreasi. (4) Pertanggungjawaban yang sah dari bisnis atau aktivitas profesional. (5) Pembayaran dari upah pengacara dan biaya pembela yang sah lainnya. b. Evaluasi kerugian potensial Langkah kedua, yaitu memperkirakan frekuensi dan kehebatan dari kerugian potensial sehingga teknik yang tepat dapat digunakan untuk menangani risiko ini. Sebagai contoh, kemungkinan rumah Anda akan dihancurkan secara total oleh kebakaran, tornado atau angin topan relatif kecil, tetapi nilai dari kerugian dapat menjadi bencana yang besar. Beberapa kerugian sebaiknya diasuransikan karena adanya bencana besar yang potensial. Pada sisi lain, apabila frekuensi kerugian tinggi, tetapi nilai kerugian rendah, beberapa kerugian sebaiknya tidak diasuransikan (seperti
  • 126. e ADBI4211/MODUL 3 3.37 goresan dan penyok kecil pada mobil Anda). Teknik lainnya, seperti retensi lebih tepat untuk menangani tipe kerugian yang kecil ini. Sebagai contoh, kerugian kerusakan fisik kecil pada mobil Anda dapat diretensi dengan asuransi tabrakan yang dapat dikurangi. c. Memilih teknik yang tepat untuk menangani kerugian Langkah ketiga, yaitu memilih teknik yang tepat untuk menangani setiap kerugian potensial. Metode utama untuk menangani kerugian potensial yaitu penghindaran, pengendalian kerugian, retensi, transfer nonasuransi, dan • asurans1. 1) Penghindaran Penghindaran merupakan satu metode untuk menangani kerugian potensial. Sebagai contoh, Anda dapat menghindari pembegalan di area yang tingkat kriminalnya tinggi dengan menjauhi area tersebut, dan Anda dapat menghindari kerugian dari penjualan rumah pada pasar real estate yang minus (miskin) dengan menyewakan sebagai ganti membeli. 2) Pengendalian kerugian Pengendalian kerugian mengacu pada aktivitas yang menurunkan baik frekuensi maupun nilai dari kerugian. Sebagai contoh, Anda dapat mengurangi risiko dari kecelakaan dengan mengemudi di bawah batas kecepatan, mengambil kursus mengemudi yang aman, dan mengemudi dengan berhati-hati. Pencurian kendaraan dapat dicegah dengan mengunci mobil, memindahkan kunci dari kontak, dan memasang peralatan anti pencuri. Pengendalian kerugian juga bertujuan untuk mengurangi nilai kerugian. Sebagai contoh, memakai helm untuk mengurangi keparahan dari luka pada kepala akibat kecelakaan sepeda motor. Memakai sabuk pengaman mengurangi keparahan dari luka pada kecelakaan mobil. Memiliki alat pemadam kebakaran sebagai alasan untuk mengurangi kehebatan dari kebakaran. (a) Retensi Retensi berarti bahwa Anda meretensi sebagian atau keseluruhan dari kerugian jika peristiwa itu akan terjadi. Seperti dinyatakan sebelumnya, retensi risiko dapat menjadi aktif atau pasif. Retensi risiko aktif berarti Anda mengetahui risiko dan merencanakan untuk meretensi sebagian atau keseluruhan dari risiko tersebut. Sebagai contoh, Anda dapat meretensi kerugian tabrakan yang kecil terhadap
  • 127. 3.38 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • mobil Anda dengan membeli polis asuransi tabrakan dengan cara deductible. Demikian juga, Anda dapat meretensi sebagian dari kerugian terhadap rumah Anda atau harta benda pribadi dengan membeli polis kepemilikan dengan cara deductible. (b) Risiko juga dapat diretensi secara pasif karena ketidaktahuan, sikap acuh tak acuh atau kemalasan Perbuatan ini dapat berbahaya jika retensi risiko dapat menghasilkan kerugian bencana besar. Sebagai contoh, banyak pekerja tidak diasuransikan terhadap risiko dari kelumpuhan jangka panjang, meskipun konsekuensi keuangan yang merugikan dari kelumpuhan permanen jangka panjang biasanya lebih memberatkan daripada konsekuensi keuangan dari kematian dini. Jadi, pekerja yang tidak diasuransikan terhadap risiko ini menggunakan metode retensi yang sangat berbahaya, apalagi dengan cara yang tidak sesuai. (c) Transfer nonasuransi Transfer nonasuransi merupakan metode selain asuransi, di mana risiko murni ditransfer pada pihak lain selain asuransi. Sebagai contoh, risiko dari kerusakan persewaan harta benda dapat ditransfer pada penyewa dengan mengharuskan membayar uang tanggungan kerusakan dan dengan memasukkan ketentuan pertanggungjawaban penyewa terhadap kerusakan dalam kepemilikan sewa menyewa. Demikian juga, risiko dari televisi yang cacat dapat ditransfer pada pengecer dengan membeli kontrak jaminan yang diperpanjang yang membuat pengecer bertanggung jawab terhadap pekerja dan perbaikan setelah jaminan berakhir. (d) Asuransi. Dalam program manajemen risiko pribadi, sebagian besar orang lebih mempercayakan pada asuransi sebagai metode utama dalam menangani risiko. d. Review program secara periodik Langkah terakhir, yaitu review program manajemen risiko pribadi secara periodik. Sedikitnya setiap dua atau tiga tahun, Anda harus menentukan apakah seluruh risiko utama dilindungi secara cukup. Anda juga dapat mereview program Anda pada peristiwa besar dalam hidup Anda, seperti perkawinan, kelahiran anak, membeli rumah, perubahan pekerjaan atau kematian suami/istri dari anggota keluarga.
  • 128. e ADBI4211/MODUL 3 3.39 F. SUMBER-SUMBER INTERNET 1. The Captive Insurance Companies Association adalah organisasi yang menyebarkan informasi ke perusahaan yang menggunakan metode captive untuk memecahkan permasalahan asuransi. Klaim-klaim organisasi yang berupa situs jaringan, memungkinkan manajer risiko, pengusaha, para siswa dan setiap orang yang memiliki ketertarikan dalam altematif teknik perpindahan risiko untuk menemui rekan sekerja, bertanya tentang segala sesuatu mengenai pengalaman terbaik dalam bidangnya, dan menemukan sumber daya yang dibutuhkan. Kunjungi situs ini di http://www.captive.com. 2. IFIC Risk Watch menyediakan pengantar yang meliputi banyak hal mengenai manajemen risiko keuangan dari The International Finance & Commodities Institute. Situs ini mengajarkan pembaca terhadap dokumen resmi yang paling bernilai dalam subyek ini. Sejalan dengan daftar manajemen risiko, situs ini juga meliputi perpustakaan dokumen secara teratur, kumpulan pembelajaran kasus manajemen risiko, dan istilah-istilah teknik dalam manajemen risiko. Kunjungi situs ini di http://risk.ifci.ch/index.htm. 3. The Nonprofit Risk Management Center adalah organisasi yang mengadakan penelitian dan pendidikan tentang persoalan manajemen risiko dan asuransi yang merupakan perhatian yang khusus terhadap organisasi nonprofit. Organisasi ini menerbitkan surat kabar, publikasi yang mudah dibaca, dan laporan informasi yang singkat (yang disebut riskfacts atau lembar risiko) atas pertanyaan yang sering ditanyakan yang berhubungan dengan manajemen risiko dan asuransi. Organisasi ini juga menawarkan pelayanan konsultasi dan audit risiko. Kunjungi situs ini di http://www.nonprofitrisk.org. 4. The Public Risk Management Association adalah organisasi yang mewakili manajer risiko dari unit pemerintahan negara bagian dan lokal di USA. Organisasi ini menyediakan pelatihan dan pendidikan yang praktis bagi manajer risiko dalam sektor publik, menerbitkan majalah, surat kabar, dan persoalan yang detail -publikasi yang spesifik; serta menyediakan penyuntingan- pembaharuan-pembaharuan pada perundang undangan dan peraturan pemerintah pusat. Kunjungi situs ini di http://wwwprimacentral.org.
  • 129. 3.40 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e 5. The Risk and Insurance Management Society (RIMS) adalah asosiasi profesional di United States untuk manajer risiko dan pembeli yang berbadan hukum dari asuransi. RIMS menyediakan forum diskusi mengenai persoalan manajemen risiko yang umum, mendukung aktivitas pencegahan kerugian, dan memberikan pengetahuan pada perusahaan asuransi mengenai kebutuhan asuransi dari anggotanya. RIMS memiliki bagian lokal di kota utama. Kunjungi situs ini di http://www.rims.org. 6. The Self Insurance Institute of America adalah asosiasi nasional yang mempromosikan self-insurance (asuransi jiwa) sebagai alternatif metode untuk kerugian pembiayaan. Organisasi ini menerbitkan artikel - artikel yang bersifat teknis pada self-insurance, mengadakan konferensi pendidikan, dan mempromosikan ke legislatif dan peraturan perundangan dalam industri self-insurance baik pada level pemerintahan maupun negara bagian. Kunjungi situs ini di http://www.siia.org. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut ini! A. Pertanyaan Review 1) Bedakan antara pengendalian risiko dan pembiayaan risiko sebagai teknik utama untuk memperlakukan loss exposure. Berikan masing- masing contohnya! 2) Kondisi apa yang harus dipenuhi sebelum retensi digunakan dalam program manajemen risiko? 3) Definisikan captive insurer dan jelaskan mengapa captive insurer dibentuk! 4) Apakah self-insurance sama dengan asuransi? Jelaskan! 5) Berikan beberapa contoh dari transfer nonasuransi. 6) Jelaskan faktor dasar yang harus dipertimbangkan manajer risiko jika asuransi perdagangan digunakan dalam program manajemen risiko. B. Pertanyaan Aplikasi 1) Gem Corporation memiliki sales persons dan karyawan di Amerika Serikat (USA) yang mengemudikan mobil perusahaan. Ben Kimtehe,
  • 130. e ADBI4211/MDDUL 3 3.41 manajer risiko dari Gem Corporation, telah merekomendasikan pada manajemen perusahaan bahwa perusahaan sebaiknya menerapkan program retensi sebagian untuk kerugian tabrakan terhadap mobil perusahaan. a) Uraikan faktor yang sebaiknya dipertimbangkan oleh Gem Corporation dalam memutuskan apakah kerugian tabrakan sebaiknya memakai metode retensi sebagian terhadap mobil perusahaan! b) Jika program retensi sebagian diterapkan, jelaskan berbagai metode yang dapat digunakan oleh Gem Corporation untuk membayar kerugian tabrakan apa pun terhadap mobil perusahaan! c) Jelaskan keuntungan dan kerugian dari retensi sebagian pada Gem Corporation! d) Berikan contoh metode transfer nonasuransi yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam program manajemen risikonya! 2) Luis baru ditetapkan sebagai kepala departemen manajemen risiko dari Gates Manufacturing. Tindakan pertamanya sebagai manajer risiko, yaitu mempersiapkan pemyataan formal kebijakan manajemen risiko. a) Keuntungan apa yang dapat diharapkan diterima perusahaan dari pernyataan formal kebijakan manajemen risiko yang baik? b) Uraikan teknik yang berbeda yang dapat digunakan oleh Luis untuk mengidentifikasi kerugian risiko murni perusahaan! c) Jelaskan keuntungan dan kerugian dari penggunaan asuransi perdagangan dalam program manajemen risiko perusahaan! Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soallatihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2, tentang Pengendalian Risiko. RANGKUMAN------------------------------------ Pengendalian risiko mengacu pada teknik yang mengurangi frekuensi dan nilai dari kerugian yang terjadi secara kebetulan. Teknik pengendalian risiko yang utama termasuk penghindaran dan pengendalian risiko.
  • 131. 3.42 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Pembiayaan risiko mengacu pada teknik yang menyediakan pembiayaan terhadap kerugian yang terjadi secara kebetulan setelah terjadinya peristiwa. Teknik pembiayaan risiko yang utama termasuk retensi, transfer nonasuransi, dan asuransi perdagangan. Penghindaran adalah bahwa loss exposure tidak pemah diperoleh atau loss exposure yang ada ditinggalkan. Pencegahan kerugian mengacu pada tindakan yang mengurangi frekuensi dari risiko yang khusus. Pengurangan risiko mengacu pada tindakan untuk mengurangi nilai dari kerugian setelah terjadinya kerugian. Retensi artinya bahwa perusahaan menanggung sendiri sebagian atau keseluruhan dari kerugian yang dapat mengakibatkan loss exposure yang diderita. Teknik ini dapat digunakan jika tidak ada metode lain dari perlakuan yang tersedia, kemungkinan kerugian terburuk tidak serius, dan kerugian dapat diprediksi secara baik. Kerugian dapat dibayarkan di luar pendapatan bersih sekarang dari perusahaan; cadangan yang tidak terkumpul atau yang terkumpul dapat disusun untuk membayar kerugian; bermacam kredit dengan bank dapat menyediakan dana untuk membayar kerugian atau perusahaan dapat membentuk captive insurer. Keuntungan dari retensi, yaitu menabung uang terhadap premi asuransi, pembiayaan yang rendah, insentif yang besar untuk pencegahan kerugian, dan peningkatan aliran kas. Kerugian utama mungkin merupakan kerugian yang lebih tinggi yang melebihi komponen kerugian dalam premi asuransi, kemungkinan pengeluaran tinggi jika pengendalian kerugian dan klaim personil harus digaji dan kemungkinan pajak yang tinggi. Captive insurer merupakan asuransi yang dimiliki dan dibentuk oleh perusahaan induk yang bertujuan menjamin loss exposure perusahaan induk. Captive insurers dibentuk karena kesulitan dalam memperoleh asuransi. dia juga dapat menyediakan stabilitas yang besar dari pendapatan; akses terhadap asuransi lebih mudah; dan captive insurers dapat menjadi pusat laba. Self-insurance atau self-fund (pendanaan diri) merupakan bentuk spesial dari retensi yang direncanakan dengan sebagian atau seluruh loss exposure yang diberikan yang ditanggung sendiri oleh perusahaan. Transfer nonasuransi merupakan metode yang berbeda dari asuransi di mana risiko murni dan konsekuensi finansial ditransfer pada pihak lain. Transfer nonasuransi memiliki beberapa keuntungan. Manajer risiko mungkin dapat memindah beberapa exposure yang tidak diasuransikan; transfer nonasuransi mungkin membutuhkan biaya yang lebih sedikit daripada asuransi; dan kerugian potensial mungkin dipindahkan pada seseorang dalam posisi yang lebih baik untuk melakukan pengendalian kerugian. Selain itu juga terdapat beberapa
  • 132. e ADBI4211/MDDUL 3 3.43 kerugian. Transfer kerugian potensial mungkin gagal karena bahasa dalam kontrak ambigu; perusahaan masih bertanggung jawab terhadap kerugian jika pihak di mana kerugian potensial dipindahkan padanya tidak mampu untuk membayar kerugian; dan penanggung asuransi mungkin tidak memberikan premi kredit yang cukup untuk perpindahan. Asuransi perdagangan juga dapat digunakan pada program manajemen risiko. Penggunaan dari asuransi melibatkan pilihan dari perlindungan asuransi, penyebaran informasi menyangkut perlindungan asuransi, dan review periodik dari program asuransi. Keuntungan asuransi yang utama, meliputi penggantian kerugian setelah terjadinya kerugian, mengurangi ketidakpastian, ketersediaan dari pelayanan manajemen risiko yang bemilai, dan pajak pendapatan yang dikurangi dari premi. Kerugian utama dari asuransi termasuk biaya dari asuransi, waktu, dan tenaga yang harus dikeluarkan dalam menegosiasikan asuransi, dan sikap lemah yang mungkin terhadap pengendalian risiko karena adanya asuransi. Program manajemen risiko harus diimplementasikan dan dilaksanakan secara tepat. Upaya ini, meliputi persiapan dari pernyataan polis manajemen risiko, kerja sama yang tertutup dengan individu dan departemen lain, serta review periodik dari seluruh program manajemen risiko. Prinsip-prinsip dari manajemen risiko perusahaan juga dapat diterapkan pada program manajemen risiko personal. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Captive insurer adalah .... A. perusahaan asuransi yang dimiliki dan dibentuk oleh perusahaan induk dengan tujuan untuk mengasuransikan loss exposure perusahaan induk B. perusahaan menahan sebagian atau keseluruhan dari kerugian yang dapat terjadi C. sasaran manajemen risiko sebelum dan setelah terjadinya kerugian D. sumber informasi dari manajer risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi loss exposure 2) Asuransi perdagangan digunakan dalam program manajemen risiko untuk menutupi loss exposure yang memiliki .... A. probabilita rendah dan nilai kerugian rendah B. probabilita rendah, namun nilai kerugian tinggi
  • 133. 3.44 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • C. probabilita tinggi, namun nilai kerugian rendah D. probabilita tinggi dan nilai kerugian tinggi 3) Tindakan pencegahan kerugian dalam teknik pengendalian kerugian mengacu pada tindakan untuk .... A. meminimalisir kerugian terburuk yang mungkin terjadi B. mengurangi frekuensi dari kerugian yang khusus C. mengurangi kehebatan dari kerugian setelah terjadinya kerugian D. menyediakan biaya kerugian yang terjadi secara kebetulan setelah pengendalian Petunjuk: Untuk soal nomor 4) dan 5) A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 4) Langkah kedua dari proses manajemen risiko adalah mengevaluasi dan mengukur dampak dari kerugian terhadap perusahaan. Langkah ini, meliputi perkiraan .... (1) biaya kompensasi kerugian (2) frekuensi potensial (3) nilai kerugian 5) Keuntungan dari digunakannya transfer nonasuransi adalah .... (1) biaya yang dikeluarkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan • penggunaan asurans1 (2) kerugian potensial yang secara komersial tidak dapat diasuransikan, dapat dipindahkan ke pihak lain (3) perusahaan tidak lagi memiliki tanggung jawab atas klaim jika kerugian potensial sudah dipindahkan ke pihak lain Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal
  • 134. e ADBI4211/MODUL 3 Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang 3.45 Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 135. 3.46 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) B 1) A 2) c 2) B 3) D 3) B 4) c 4) c 5) A 5) A
  • 136. e ADBI4211/MODUL 3 3.47 Konsep dan 1st iIah Pent ing Association atau Group Captive Penghindaran Captive insurer Nilai dari kerugian Deductible Excess insurance Loss exposure (potensi kerugian) Frekuensi kerugian Pengendalian kerugian Loss reduction Naskah polis Maximum possible loss Maximum probable loss Transfer nonasuransi Manajemen risiko pribadi (personal) Pure captive Retensi Tingkatan retensi Pengendalian risiko Pembiayaan risiko Manajemen risiko Pedoman manajemen risiko Risk management policy statement Risk retention group Self-insurance Single parent captive (pure captive)
  • 137. 3.48 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Daft ar Pust aka Harrington, Scott E., dan Gregory R. Niehaus. (2004). Risk Management and Insurance. Boston, MA: Irwin/McGraw-Hill. Head, George L., ed. (1995). Essential ofRisk Control. 3rd ed. Vols.1 and 2. Malvern, PA: Insurance Institute of America. Head, George L., Michael W. Elliot, dan James D. Blinn. (1996). Essentials ofRisk Control. 3rd ed. Malvern, PA: Insurance Institute of America. Head, George L., dan Horn II, Stephen. (1997). Essentials of Risk Management. 3rd ed. Vols. 1 and 2. Malvern, PA: Insurance Institute of America. Mehr Robert 1., dan Hedges, Bob A. (1974). Risk Managements: Concepts and Applications. Homewood, IL: Richard D. Irwin, Inc. Rejda, George E. (2008). Principles of Risk Management and Insurance. Boston, MA: Pearson Education, Inc. Wiening, Eric A. (2002). Foundations of Risk Risk Management and Insurance. Malvern, PA: American Institute for Chartered Property Casualty Underwriters/Insurance Institute of America. Williams, C. Arthur Jr., et al. (1981). Principles of Risk Management and Insurance, 2nd ed., Vol. I. Malvern, PA: American Institute for Property and Liability Underwrites. Williams, C. Arthur, Jr., Michael L. Smith, dan Peter C. Young. (1998). Risk Management and Insurance. 8th ed. Boston, MA: Irwin/McGraw-Hill. Vaughan, Emmet J. (1997). Risk Management. New York: John Wiley & Sons, Inc.
  • 138. MDDUL 4 Manaj emen Ri si ko Keuangan Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN "Bidang manaj emen risiko mengalami perubahan yang sangat besar. Para manaj er risiko harus memahami pasar uang dan dapat secara efektif menggabungkan analisis kuantitatif dan teknologi dalam program manaj emen ri siko mereka." Milicent W. karyawan, CPCU, Manaj er Rsiko, lndustri M.Jeller Universal Holdings (UH) adalah suatu kelompok yang terdiri dari 16 perusahaan terpisah. UH telah mengikuti strategi "pertumbuhan melalui akuisisi", membeli perusahaan di mana para eksekutif UH percaya bahwa mereka belum menyadari potensi mereka yang sebenamya. Oleh karena perusahaan yang diperoleh adalah besar dan beroperasi di sektor-sektor ekonomi yang berbeda, tiap perusahaan bertanggung jawab pada program manajemen risikonya sendiri. Northeast Petroleum (NP), yang diakuisisi UH yang terakhir, memiliki dan mengoperasikan suatu instalasi penyulingan dan 78 stasiun pusat pelayanan. Perusahaan tersebut juga menjual pemanas minyak kepada lebih dari 40.000 perusahaan dan pelanggan setempat di empat negara bagian di sebelah timur laut. NP belum pernah mempekerjakan "seorang manajer risiko". Sebagai gantinya, fungsi manajemen risiko telah dilakukan terutama oleh pejabat keuangan perusahaan selama waktu yang diizinkan. Jumlah jaminan asuransi telah diperbarui setiap tahun, dengan sedikit perhatian yang diberikan kepada kerugian perusahaan yang terjadi, tuntutan, lingkup jumlah jaminan asuransi, dan biaya asuransi. Tidak lama setelah pembelian NP oleh UH, Tom Bryan diberi jabatan penuh sebagai manajer risiko perusahaan yang pertama. Tom telah diinstruksikan untuk mengembangkan suatu patokan program manajemen risiko untuk NP. Seperti yang dibahas pada Modul 3 (Ruang Lingkup Manajemen Risiko), tugas Tom sebagai manajer risiko akan melibatkan lebih dari sekedar menutup kontrak asuransi. Ia harus mengidentifikasi kerugian yang terjadi
  • 139. 4.2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • yang dihadapi oleh perusahaan, meneliti kerugian itu, memilih dan menerapkan suatu kombinasi langkah treatment (perlakuan) risiko, dan memonitor hasil dari program manajemen risiko. Fakta bahwa NP belum pernah mempunyai seorang manajer risiko dan sifat alami dari pekerjaan NP bergabung untuk menyediakan suatu kesempatan yang baik sekali bagi Tom untuk menerapkan beberapa kemajuan metode manajemen risiko dalam program yang ia rencanakan. Modul ini berdasar pada diskusi manajemen risiko pada Modul 3. Topik yang dibahas meliputi lingkup yang berubah dari manajemen risiko, ilmu dinamika pasar asuransi, peramalan kerugian, analisis keuangan di dalam pengambilan keputusan manajemen risiko, dan penerapan teknologi dalam program manajemen risiko. Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan ruang lingkup yang luas dari manajemen risiko, mencakup manajemen risiko keuangan dan manajemen risiko perusahaan; 2. menguraikan dampak dari pertanggungjawaban konsolidasi dan siklus dalam industri asuransi pada praktik manajemen risiko; 3. menjelaskan metode yang digunakan seorang manajer risiko untuk meramalkan kerugian; 4. menunjukkan bagaimana analisis keuangan dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan pada manajemen risiko; 5. menguraikan bagaimana teknologi digunakan dalam program manajemen risiko; 6. mengakses suatu lokasi internet dan memperoleh informasi tentang iklan manajemen risiko.
  • 140. e ADBI4211/MODUL 4 4.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Manaj em en Ri si ko Keuangan dan Perusahaan ecara tradisional, manajemen risiko terbatas dalam lingkup kerugian mumi yang terjadi, mencakup risiko hak milik, risiko kewajiban, dan risiko pegawai (personalia). Suatu kecenderungan yang menarik dimunculkan pada tahun 1990, bagaimanapun juga sejumlah perusahaan mulai memperluas lingkup manajemen risiko untuk memasukkan risiko keuangan spekulatif. Akhir-akhir ini beberapa perusahaan sudah berjalan selangkah lebih maju mengembangkan program manajemen risiko mereka untuk mempertimbangkan semua risiko yang dihadapi oleh organisasi tersebut. A. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Perusahaan menghadapi sejumlah risiko keuangan yang spekulatif. Risiko manajemen keuangan mengacu pada identifikasi, analisis, dan perlakuan risiko keuangan yang spekulatif. Risiko ini meliputi hal-hal berikut • • lnl. 1. Risiko Harga Komoditas Risiko harga komoditas adalah risiko kehilangan uang (kerugian) jika harga suatu komoditas berubah. Para produsen dan para pemakai bahan pokok menghadapi risiko harga komoditas. Sebagai contoh, anggap suatu pekerjaan agrikultur/pertanian yang hendak mempunyai beribu-ribu gantang butir padi pada waktu panen. Pada saat panen, harga dari bahan pokok mungkin telah meningkat atau berkurang, tergantung pada permintaan dan penawaran untuk butir padi. Oleh karena tempat penyimpanan yang kecil tersedia untuk basil panen, butir padi harus dijual dengan harga pasar yang sekarang sekalipun harganya rendah. Dengan cara yang sama, para pemakai dan distributor bahan-bahan pokok menghadapi risiko harga komoditas. Anggaplah suatu perusahaan gandum telah berjanji untuk mengirimkan 500.000 kotak gandum dengan harga yang disetujui dalam waktu enam bulan dalam hal itu, harga butir padi bahan pokok yang diperlukan untuk
  • 141. 4.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • menghasilkan gandum mungkin meningkat atau berkurang, mengubah profitabilitas/keuntungan dari transaksi. 2. Risiko Tingkat Suku Bunga Lembaga keuangan peka terutama terhadap risiko tingkat bunga. Risiko tingkat bunga adalah risiko kerugian yang disebabkan oleh pergerakan tingkat bunga yang kurang baik. Sebagai contoh, anggaplah suatu bank telah meminjamkan uang pada tingkat bunga tertentu kepada para pembeli rumah dengan hipotek di bawah 15 dan 30 tahun. Jika tingkat suku bunga meningkat, bank tersebut harus membayar lebih tinggi atas deposito selama hipotik terkunci pada biaya yang lebih rendah. Sarna halnya dengan suatu badan hukum mungkin mengeluarkan surat obligasi sekaliguslberturut-turut manakala tingkat suku bunga tinggi. Untuk menjual surat obligasi pada nilai nominal mereka ketika dikeluarkan, tingkat kupon suku bunga harus sama dengan tingkat pengembalian yang diinginkan investor. Jika tingkat suku bunga kemudian mengalami penurunan, perusahaan masih harus membayar kupon tingkat suku bunga yang lebih tinggi. 3. Tingkat Risiko Kurs/Nilai Tokar Mata Uang Tingkat nilai tukar mata uang adalah nilai di mana mata uang milik suatu negara mungkin dikonversi menjadi mata uang negara lain. Sebagai contoh, satu dolar Kanada mungkin bernilai sama dengan dua pertiga dari satu US dolar (USD). Pada tingkat nilai tukar mata uang ini, satu US dolar mungkin dikonversi menjadi 1Y2 (tiga per dua) dolar Kanada. Perusahaan-perusahaan US yang mempunyai operasi internasional peka terhadap risiko nilai tukar mata uang. Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko hilangnya nilai yang disebabkan oleh perubahan pada tingkat di mana mata uang suatu negara mungkin dikonversi menjadi mata uang negara lain. Sebagai contoh, suatu perusahaan US menghadapi risiko nilai tukar mata uang ketika perusahaan tersebut setuju untuk menerima sejumlah mata uang asing tertentu di masa datang sebagai pembayaran untuk suatu basil pekerjaan atau komoditas (bahan pokok). Demikian juga, perusahaan US dengan operasi/pekerjaan asing juga akan menghadapi suatu risiko pendapatan oleh karena nilai tukar yang berubah-ubah. Ketika suatu perusahaan US menghasilkan laba yang datang dari luar, keuntungan itu harus diubah kembali ke US dolar. Ketika US dolar menguat (yaitu mempunyai suatu nilai yang tinggi sehubungan dengan suatu mata uang
  • 142. e ADBI4211/MODUL 4 4.5 asing), mata uang asing membeli lebih sedikit US dolar dan oleh karena itu pendapatan perusahaan lebih rendah. Suatu US dolar yang lemah (yaitu yang mempunyai suatu nilai yang rendah sehubungan dengan suatu mata uang asing) berarti bahwa keuntungan yang datang dari luar dapat ditukar dengan jumlah US dolar yang lebih besar dan oleh karenanya pendapatan perusahaan lebih tinggi. B. MENGELOLA RISIKO KEUANGAN Pemisahan tradisional dari risiko spekulatif dan risiko murni mengandung arti bahwa bagian bisnis yang berbeda tersebut menunjukkan risiko ini. Risiko mumi ditangani oleh manajer risiko melalui retensi risiko, perpindahan risiko, dan kontrol kerugian. Risiko spekulatif ditangani oleh bagian keuangan melalui "Contract Provisions" dan "instrumen pasar modal". Contoh dari Contract Provisions menunjuk risiko keuangan yang meliputi semua hak-hak yang penting dalam surat-surat berharga yang mengizinkan surat berharga dengan tingkat bunga yang tinggi dapat dicabut sebelum waktunya dan menyesuaikan tingkat bunga yang berlaku dengan kondisi perekonomian. Berbagai pendekatan pasar modal juga digunakan, mencakup pilihan mengontrak, kontrak awal, kontrak yang akan datang, dan tukar-menukar tingkat suku bunga (Lihat pembahasan tentang investasi untuk suatu penjelasan yang terperinci mengenai instrumen pasar modal ini). Sebagai contoh, penghasil butir padi yang disebut sebelumnya dapat membendung risiko harga komoditas dengan menggunakan kontrak yang akan datang atau hedging. Contoh Hedging sebagai salah satu cara menangani risiko harga komoditas: Steve adalah seorang penanam jagung yang menaksir bahwa pada bulan Mei produksi jagungnya berjumlah total 20.000 gantang jagung, dengan keseluruhan hasil panen yang dapat dicapai pada bulan Desember. Dengan mengecek harga kontrak-kontrak yang akan datang, ia memberitahukan bahwa harga jagung pada bulan Desember adalah USD 2,90 per gantang. Steve bermaksud melakukan hedging terhadap risiko hargajagung yang akan menurun pada waktu panen dan dapat juga oleh penggunaan yang sesuai dengan kontrak-kontrak yang akan datang. Karena kontrak jagung yang akan datang diperdagangkan 5.000 unit gantang, Steve akan menjual empat kontrak dalam jumlah total mungkin 20.000 gantang di pasar yang akan
  • 143. 4.6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • datang. Pada bulan Desember, ia akan membeli kembali empat kontrak untuk menutup kerugian dari pekerjaannya yang akan datang. Seperti ditunjukkan di bawah ini, tidak menjadi masalah apakah harga jagung telah meningkat atau menurun. Dengan menggunakan kontrak-kontrak yang akan datang dan mengabaikan biaya transaksi, Steve telah mengunci pendapatan total sebesar USD58,000. Jika harga pasar dari jagung turun sampai USD2.50 per gantang pada bulan Desember: Pendapatan dari penjualan jagung: 20,000 x USD2.50 = USD50,000 Penjualan 4 kontrak sebesar USD2.90 pada bulan Mei USD58,000 Pembelian 4 kontrak sebesar USD2.50 pada bulan Desember USD50,000 Keuntungan pada transaksi yang akan datang USD8,000 Pendapatan total USD58,000 Jika harga pasar dari jagung meningkat sampai USD3.00 per gantang pada bulan Desember: Pendapatan dari penjualan jagung: 20,000 x USD3.00 = USD60,000 Penjualan 4 kontrak sebesar USD2.90 pada bulan Mei USD58,000 Pembelian 4 kontrak sebesar USD3.00 pada bulan Desember USD60,000 Kerugian pada transaksi yang akan datang Pendapatan total {USD2,000) USD58,000 Slmber: Diadaptasi dari George E Redj a dan Michael J. rvtNamara, Personal Rnancia/ Ranning (Addison-Wesley Educatianal PubIishers, 1998: 554). Sepanjang tahun 1990-an, beberapa perusahaan mulai mengambil suatu pandangan yang holistik menyangkut risiko mumi dan spekulatif yang dihadapi oleh organisasi, mengharapkan untuk mencapai penghematan biaya dan solusi pemecahan risiko yang lebih baik dengan mengombinasikan ulasan untuk kedua jenis risiko. Pada tahun 1997, Honeywell menjadi perusahaan pertama yang mengadakan "program risiko yang terintegrasi" dengan American International Group/AIG (Carolyn T. Geer, "Who Needs Derivatives?", Majalah Forbes, 21 April 1997). Suatu program risiko yang terintegrasi adalah suatu teknik penanganan risiko yang mengombinasikan penutupan risiko murni dan spekulatif dalam kontrak yang sama. Pada waktu itu, Honeywell menghasilkan lebih dari sepertiga laba luar negeri. Program risiko yang terintegrasi miliknya
  • 144. e ADBI4211/MODUL 4 4.7 menyajikan hak milik dan jaminan asuransi tradisional, seperti halnya pemenuhan untuk risiko tingkat nilai tukar uang. Menyadari fakta yang ada bahwa mereka melakukan risiko ini bersama- sama, beberapa organisasi sudah menciptakan suatu posisi baru. The Chief Risk Officer (CRO) bertanggung jawab untuk menangani risiko spekulatif dan murni yang dihadapi oleh organisasi itu. Kombinasi tanggung jawab dalam satu area mengizinkan perlakuan yang menyangkut risiko digabungkan dan sering juga dilakukan dengan cara yang lebih ekonomis. Sebagai contoh, manajer risiko mungkin memperhatikan kerugian yang disebabkan oleh kurang baiknya perubahan dalam nilai tukar. Kerugian apa pun, dengan sendirinya, tidak boleh merugikan organisasi jika perusahaan mempunyai suatu neraca yang kuat. Kejadian dari kedua macam kerugian, bagaimanapun juga, mungkin sangat mengganggu bisnis. Suatu program manajemen risiko yang terintegrasi dapat dirancang untuk mempertimbangkan kedua ketidaktentuan dengan memasukkan a double trigger option (suatu pilihan tindakan ganda). A double trigger option adalah suatu ketentuan yang menyediakan pembayaran hanya jika dua kerugian yang ditetapkan terjadi. Pembayaran tersebut akan dibuat hanya jika ada suatu tuntutan yang besar terhadap hak milik dan terjadi suatu kerugian nilai tukar yang besar. Biaya penutupan seperti itu lebih murah daripada memperlakukan masing-masing risiko secara terpisah. C. MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN Dengan didukung oleh kesuksesan risiko keuangan beberapa organisasi sedang mempertimbangkan langkah • manaJemen, logis yang berikutnya. Manajemen risiko perusahaan adalah suatu program manajemen risiko yang menyeluruh yang menunjuk suatu risiko murni dari suatu organisasi, risiko spekulatif, risiko strategis, dan risiko operasional. Risiko spekulatif dan risiko mumi telah digambarkan sebelumnya. Risiko strategis mengacu pada ketidakpastian mengenai sasaran hasil dan tujuan organisasi, dan kekuatan organisasi, kelemahan, peluang, dan ancaman. Risiko operasional adalah risiko yang mengembangkan operasi bisnis ke luar, termasuk hal-hal seperti memproduksi produk dan menyediakan jasa ke pelanggan. Dengan mengemas semua risiko ini di dalam program tunggal, suatu kerja sama mulai menetapkan satu risiko melawan risiko yang lain, dan di dalam prosesnya mengurangi risiko keseluruhan. Selama risiko
  • 145. 4.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • dikombinasikan di dalam program, tidak dengan sempurna dihubungkan secara positif, kombinasi pendapatan mengurangi risiko. Tentu saja, apabila sebagian dari risiko secara negatif dihubungkan, risiko dapat dikurangi dengan mantap. Pertimbangkan operasi NP, sebagai contoh. Sepanjang musim panas, perusahaan setuju untuk mengirimkan minyak yang dipanaskan pada musim gugur dengan suatu harga yang spesifik. Antara musim panas dan tanggal penyerahan, harga minyak yang dipanaskan mungkin meningkat. Mempertimbangkan risiko ini saja, Tom Bryant boleh memutuskan untuk menggunakan masa depan kontrak minyak yang dipanaskan untuk memagari risiko harga perusahaan. Operasi bisnis lain dari NP, yang meliputi 78 pusat pelayanan, bagaimanapun juga menyediakan suatu posisi batasan alami. Jika harga bahan bakar meningkat sepanjang bulan pada musim panas itu, NP akan mencari uang melalui pusat pelayanan operasinya, tetapi kehilangan uang menutupi perjanjian pengiriman minyak yang dipanaskan. Demikian juga, jika harga minyak yang dipanaskan dan bensin jatuh antara musim panas dan musim gugur itu, NP akan mencari uang dengan mengirimkan minyak yang dipanaskan dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga pasar minyak yang dipanaskan rnanakala penjualan bensin tidak mungkin menguntungkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan cuplikan artikel berikut. Batasan Risiko Akhir Kapten Kirk dari Star Trek akan menghargai isyarat itu. Suatu kelompok perintis penjamin asuransi (pengasuransi) melakukan terobosan terhadap batasan yang baru, menjual polis asuransi secara menyeluruh yang menutupi risiko perusahaan tidak seperti asuransi yang lain di masa lalu. Menyatakan horrnat kepada bintang pesawat ruang angkasa voyager, mereka telah menamakan strategi perintis, "manajemen risiko perusahaan". Setengah lusin perusahaan disebut di dalam langkah-langkah akhir dalam membeli kebijakan baru, dengan Canada's United Grain Growers and Dayton, Ohio (pusat Mead Corp.) berakhir dalam beberapa minggu berikutnya. Perusahaan ini sedang mencari-cari suatu sistem risiko pemindahan yang menyeluruh, salah satu yang disebutkan tidak hanya hak milik dan pendapatan biasa mereka, tetapi keuangan mereka, strategi, dan risiko operasional juga.
  • 146. e ADBI4211/MODUL 4 Manajemen risiko perusahaan adalah solusinya, kata mereka. "Ini adalah suatu sistem dalam mengidentifikasi, meneliti, mengukur, dan membandingkan suatu cakupan luas dari risiko, dan kemudian memindahkannya di dalam berkas yang tunggal", kata Doug Oliver, wakil ketua dari perusahaan keuangan di New York, berdasarkan risiko keuangan AIG, suatu divisi dari American International Group. Pendapatan dapat meliputi cuaca, harga pasar dari gas alam, kredit tanpa membayar, dan kewajiban gadai dari suatu dewan direktur, catatnya. Daripada memindahkan risiko seperti itu secara individu dengan instrumen (alat) yang berbeda -pendekatan tradisional- exposure tersebut dikelompokkan bersama-sama dan di-transfer dalam suatu tempat (wadah) kepada seorang pengasuransi. Dengan melakukan pendekatan ini, biaya-biaya pemindahan risiko lebih sedikit untuk para pembeli karena risiko-risiko tersebut sering tidak dihubungkan; maka dari itu, kemungkinan dari semua itu menyebabkan kerugian yang jarang terjadi di dalam suatu periode penanggalan yang ditentukan. "Selama Anda dapat meletakkan risiko yang tidak dihubungkan dengan sempuma secara bersama-sama, seperti risiko kebakaran yang terjadi pada waktu yang sama, di mana ada suatu pergerakan yang kurang baik pada suatu mata uang asing dan suatu kemerosotan dalam hak keadilan pasar, Anda mengurangi keseluruhan risiko dan, demikian juga biaya-biaya pemindahan risiko", jelas Oliver. Ambil kasus Mead Corp (Perusahaan Minuman Keras). Perusahaan tersebut merencanakan untuk mengakhiri suatu perjanjian dengan AIG untuk polis asuransi tunggal yang menampung suatu aturan luas dari exposure-nya, mencakup hak milik/kebiasaan, pertukaran devisa, tingkat bunga, dan berbagai risiko harga komoditas. Mead mengantisipasi dengan menyelamatkan sedikitnya 20 persen biaya sebelumnya, yaitu program pemindahan risiko tradisional. 1. Penyembuh Holistik 4.9 Manajemen risiko perusahaan adalah kesimpulan yang logis dari suatu perjalanan ke arah suatu jenis sistem pemindahan risiko yang baru. Ada sebuah teori yang telah lama menyebarluaskan posisi-posisi offsetting (menutup kerugian) yang alami yang tumbuh manakala risiko dikombinasikan dalam sarana perpindahan tunggal. Para penjamin asuransi mengambil teori ini dan mengujinya, mengembangkan bermacam-macam polis asuransi hak milik dan kecelakaan pada awal tahun 1990-an.
  • 147. 4.10 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Menyangkut pasar "sulit" dari dekade sebelumnya, pelanggan perusahaan asuransi mencari jalan yang lebih hemat untuk memindahkan risiko, dan berbagai macam kebijakan yang baru, ditulis dalam tiga sampai lima tahun pada kontrak dasar, hanya daftamya saja. Pada pertengahan tahun 1997, Honeywell mengambil langkah perintis yang berikutnya, menambahkan devisa pendapatan ke berbagai macam kebijakannya. Dengan demikian, dia menandai pertama kalinya suatu exposure keuangan ditransfer melalui suatu wadah risiko asuransi. The Minneapolis, berdasarkan Global Controls Company, berkata bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menambahkan exposure lain dari perusahaan kepada portfolio risikonya yang terintegrasi, mencakup fluktuasi tingkat bunga dan kejadian-kejadian yang kurang baik. Mead and United Grain Growers (UGG) adalah dua dari enam perusahaan yang mengambil langkah akhir, suatu wadah mencakup hampir tiap-tiap risiko dalam menghadapi perusahaan-perusahaan. Winnipeg, pusat UGG, sebagai contoh, bekerja dengan perantaranya, London, pusat Willis Corron, mengidentifikasi 32 risiko di luar risiko-risiko hazard yang biasanya. "Proses tersebut melibatkan sekitar 20 orang penting UGG dari berbagai bagian dalam perusahaan", kata Carl Groth, wakil ketua dan direktur senior Willis Corron dari New York (pusat divisi altematif pemindahan risiko). "Kita memprioritaskan risiko dan memilih enam untuk portfolio tersebut. Hal ini termasuk kredit, cuaca, lingkungan, counterparty exposure (suatu kelalaian dari suatu peristiwa nonkredit), inventarisasi dan berbagai komoditi biji-bijian, seperti gandum dan gerst (semacam gandum yang dipakai untuk membuat bir). Kita memadukan risiko-risiko ini dengan risiko hak milik/kecelakaan biasa perusahaan". Posisi offsetting yang ditawarkan dengan wadah risiko-risiko yang tidak berhubungan sepertinya menjadi alasan utama mengapa metode transfer (perpindahan) risiko perusahaan menarik anggota perusahaan. 2. Proses Dalam kaitannya dengan fakta bahwa suatu jumlah yang besar dari exposure yang berbeda sepenuhnya diikat bersama-sama dalam suatu wadah perusahaan risiko, tidak ada dua kebijakan yang mirip. Tingkatan dari retensi self-insured juga bervariasi, dicocokkan dengan selera pengambilan risiko yang khusus dari tiap pembeli. Singkatnya, strategi adalah penyesuaian
  • 148. e ADBI4211/MODUL 4 4. 11 kebiasaan yang jauh sekali dari ketidaktetapan dasar polis asuransi atau derivatif umum. Bagian pertama dari suatu proses manajemen risiko perusahaan melibatkan diskusi terperinci dengan berbagai pimpinan bagian perusahaan karena sebagian besar perusahaan yang tersusun secara paling tradisional, bagian yang berbeda mengatur risiko berbeda. Seorang asisten pejabat keuangan perusahaan memonitor risiko nilai tukar mata uang asing, pedagang komoditasnya mengatur risiko komoditas, dan manajer risiko mengawasi exposure hak milik. Setelah berbagi informasi pada strategi, keuangan, operasional, dan risiko-risiko hazard yang berbeda dalam menghadapi perusahaan, langkah yang berikutnya adalah mengambil risiko yang paling bermanfaat dari pendekatan jabatan. "Kuncinya di sini adalah memilih risiko-risiko yang paling sedikit dihubungkan", kata Groth. Bagian dari proses ini melibatkan perhitungan risiko. Perantara dan asuransi menggunakan apa yang disebut value-at-risk (VAR), teknik yang dikembangkan oleh industri perbankan untuk menghitung jumlah risiko pada setiap area. Semua risiko dikurangi secara matematis menjadi suatu bilangan pembagi, yang disebut suatu unit risiko, yang memperbolehkan perbandingan antara satu dengan yang lain. Suatu latihan membantu menentukan portofolio risiko yang paling menguntungkan untuk memegang pasar. Kebanyakan, perantara mencari sumber perpindahan tunggal, yang lebih disukai adalah suatu perusahaan asuransi, menurut Groth. Meskipun demikian, portfolio tersebut dapat diambil oleh pasar modal atau diuraikan menjadi lapisan-lapisan berbeda yang tersebar antarbeberapa perusahaan asuransi dan bank investasi. Pada sebagian besar program, termasuk program milik UGG dan Mead, terletak pada urutan teratas yang penting dari self- insurance perusahaan, yang ditentukan oleh proses perhitungan risiko. Sifat dasar manajemen risiko perusahaan yang kompleks menjelaskan, dalam hal ini mengapa hanya setengah lusin perusahaan yang disebut sedang dalam proses pembelian kebijakan seperti itu. Alasan yang lain untuk penerimaan yang lamban adalah pasar asuransi "mudah" (soft insurance) yang berlarut-larut dan pasar derivatif yang bersemangat. Yang terakhir adalah ketakutan perusahaan. "mengapa kita bekerja sebarangan dengan sesuatu yang baru manakala apa sedang kita kerjakan berjalan dengan baik", kata salah seorang manajer risiko.
  • 149. 4.12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 3. Stabilitas Pendapatan Berada pada pusat manajemen risiko perusahaan adalah suatu keinginan perusahaan yang nyata untuk memelihara atau meningkatkan nilai pemegang saham. Analis Wall Street cenderung untuk menghukum penaksiran perusahaan yang gagal dalam memenuhi perkiraan pendapatan triwulan. Dengan memindahkan risiko yang menciptakan keadaan yang mudah berubah untuk pendapatan perusahaan, nilai saham distabilkan. Akankah perusahaan asuransi dan reasuransi lain melompat ke perusahaan bandwagon? "Anda memerlukan keahlian yang tinggi, berkisar antara pengetahuan tentang risiko hak milik dan kecelakaan hingga pasar modal strategi", kata Oliver dari AIG. Pasar juga harus mempunyai ukuran yang substansial dalam menerima risiko broad-based seperti itu. "Anda menginginkan suatu perusahaan yang berhasil dengan jumlah saldo yang cukup besar untuk mengeluarkan beratus juta dolar dari kapasitas Anda jika bangunan-bangunan yang diasuransikan terbakar habis, kenaikan harga minyak, dan hak kekayaan pasar cenderung mengalami penurunan pada keadaan yang sama", Oliver menambahkan, "Walaupun hal tersebut tidak dapat dipercaya, planet tersebut dapat menghadapi Anda". Kapten Kirk akan mengerti. SJmber: R.Jss Banham, "The Rnal Frontier of Risk", Reactions (1999: 20- 22). D. DINAMIKA PASAR ASURANSI Ketika kerugian pada hak milik dan kewajiban tidak dieliminasi melalui penghindaran risiko, kerugian yang terjadi harus dibiayai dengan berbagai cara. Manajer risiko harus memilih antara dua metode penyediaan dana kerugian: retensi risiko dan perpindahan risiko. Kerugian yang diretensi dapat dikeluarkan dari pendapatan sekarang, dari cadangan kerugian, dengan meminjam, atau dengan cara captive. Perpindahan risiko mengubah beban dalam mengganti kerugian kepada pihak yang lain, yang paling sering adalah suatu hak milik atau pertanggungjawaban asuransi. Keputusan mengenai retensi risiko atau untuk memindahkannya harus mempertimbangkan kondisi-kondisi dalam pasar asuransi. Dua faktor penting yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut.
  • 150. e ADBI4211/MODUL 4 4.13 1. Siklus Asuransi (Underwriting) Selama bertahun-tahun, suatu pola teladan siklis telah diamati di dalam sejumlah basil pertanggungjawaban dan profitabilitas tindakan-tindakan pada hak milik dan pertanggungjawaban industri asuransi. Pola yang siklis dalam mengikat aturan underwriting, tingkatan premi, dan profitabilitas dikenal sebagai siklus underwriting. Pasar asuransi hak milik dan pertanggung- jawaban berubah-ubah antara periode standar pertanggungjawaban yang ketat dan premi yang tinggi, disebut pasar asuransi "sulit", dan periode dari standar pertanggungjawaban yang bebas dan premi rendah, disebut pasar asuransi "mudah". Sejumlah ukuran dapat digunakan untuk memastikan status dari siklus pertanggungjawaban. Rasio yang dikombinasikan adalah rasio (perbandingan) kerugian yang dibayarkan ditambah premi. Jika perbandingannya lebih besar dari 1 (atau 100%), operasi pertanggung- jawaban tidak menguntungkan. Jika perbandingannya kurang dari 1 (atau 100%), perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan pada pelaksanaan underwriting. Para manajer risiko harus mempertimbangkan tingkat tarif premi sekarang dan standar pertanggungjawaban ketika membuat retensi mereka dan keputusan perpindahan. Manakala pasar menjadi "mudah", asuransi dapat dibeli pada terminologi baik (sebagai contoh, premi yang lebih rendah, pemenuhan lebih luas, dan pemindahan pengeluaran). Pada pasar "sulit", hak milik lebih digunakan sebab beberapa pemenuhan asuransi terbatas pada ketersediaan atau mungkin tidak dapat menghasilkan keuntungan. Pasar "mudah" yang dilanjutkan pada akhir tahun 1990-an, sebagai contoh, memimpin beberapa manajer risiko untuk menutup kontrak-kontrak asuransi majemuk dalam suatu usaha untuk mempertahankan hubungan yang baik. Apa yang menyemodulkan fluktuasi harga di dalam pasar asuransi hak milik dan pertanggungjawaban? Walaupun sejumlah penjelasan telah ditawarkan (untuk suatu tinjauan ulang yang terbaru dari literatur pada penyebab siklus pertanggungjawaban, lihat Renbao Chen, Kie Ann Wong, dan Hong Chew Lee, "Underwriting Cycles in Asia", Journal of Risk and Insurance, 1999, Vol. 66, No. 1, 29-47), dua faktor nyata memengaruhi harga asuransi hak milik dan pertanggungjawaban dan keputusan pertanggungjawaban.
  • 151. 4.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e 120- • 1'1:0 10& to• Gambar 4.1. Diagram Combined Ratio for All Lines of Property and Liability Insurance, 1954-1998 a. Kapasitas industri asuransi Di dalam industri asuransi, kapasitas mengacu pada tingkat yang relatif dari surplus. Surplus adalah perbedaan antara aset asuransi dengan kewajibannya. Ketika industri asuransi hak milik dan pertanggungjawaban berada pada suatu posisi surplus yang kuat, perusahaan asuransi dapat mengurangi premi dan melonggarkan standar pertanggungan asuransi, sebab mereka mempunyai suatu dasar untuk mendukung jika pertanggungan asuransi membuktikan hasil yang kurang menarik. Dengan fleksibilitas modal keuangan dan sifat industri asuransi yang kompetitif, asuransi lainnya sering meniru jika perusahaan asuransi mengambil langkah ini. Dengan meningkatnya kompetisi, premi dikurangi lebih lanjut, dan standar pertanggungan diterapkan kurang ketat. Asuransi kerugian mulai meningkat untuk para pengasuransi, sebab premi yang tidak mencukupi telah dibebankan kepada risiko yang lebih rendah. Faktor eksternal (seperti gempa bumi, angin topan, dan penyerahan pertanggungjawaban yang besar) dapat meningkatkan mutu tuntutan, rnernperburuk rnasalah. Asuransi kerugian mengurangi posisi surplus asuransi; dan pada beberapa titik, prerni harus diangkat dan standar asuransi diperketat untuk rnernulihkan surplus yang kosong. Tindakan ini akan rnendorong kernbalinya keuntungan asuransi,
  • 152. e ADBI4211/MODUL 4 4.15 yang membantu mengisi posisi surplus. Manakala surplus yang cukup telah pulih, pengasuransi sekali lagi menjadi mampu mengurangi premi dan mengendurkan standar pertanggungjawaban asuransi, menyemodulkan siklus diulangi. b. Perputaran investasi Apakah Anda akan menjual asuransi jika untuk setiap dolar yang Anda kumpulkan dalam premi, Anda mengharapkan untuk membayar 78 sen kerugian dan 26 sen biaya (pengeluaran)? Tingkat Payout itu akan mendorong ke arah hilangnya 4 sen per dolar premi yang dikumpulkan. Hak milik dan pertanggungan asuransi perusahaan dapat, dan sering juga menjual jumlah jaminan asuransi pada kerugian yang diharapkan, mengharapkan untuk mengimbangi kerugian asuransi dengan pendapatan investasi. Pada kenyataannya, perusahaan asuransi ada pada dua kegiatan, yaitu mempertanggungjawabkan risiko dan menginvestasikan premi. Jika perusahaan asuransi mengharapkan hasil investasi yang baik, mereka dapat menjual jaminan asuransi mereka pada nilai premi yang lebih rendah, mengharapkan untuk mengimbangi kerugian asuransi dengan pendapatan investasi. Banyak orang mengatakan tingkat perputaran yang tinggi pada bagian hak dalam portfolio investasi perusahaan asuransi adalah sebagai faktor utama pendukung pasar "mudah" yang diperpanjang pada tahun 1990-an. 2. Konsolidasi di Dalam Industri Asuransi Tahun 1990-an merupakan periode konsolidasi yang besar di dalam industri jasa keuangan. Konsolidasi berarti kombinasi organisasi bisnis melalui merger (penggabungan) dan penerimaan. Sejumlah kecenderungan konsolidasi telah mengubah pasar asuransi untuk para manajer risiko. a. Merger industri asuransi dan akuisisi Dengan struktur pasar dari hak milik dan pertanggungjawaban industri asuransi (banyak perusahaan, yang merupakan penghalang yang relatif rendah untuk masuk memberikan fleksibilitas dari modal dan produk yang cukup homogen), jumlah yang lebih besar dari konsolidasi perusahaan asuransi pada tahun 1990-an tidak boleh mempunyai efek-efek yang besar pada kegiatan manajer risiko. Para manajer risiko sebaiknya memperhatikan,
  • 153. 4.16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • bagaimanapun juga bahwa pasar dihuni oleh sebagian kecil organisasi asuransi yang besar, mandiri sebagai basil konsolidasi. b. Merger broker asuransi dan akuisisi Konsolidasi dari broker asuransi pasti mempunyai konsekuensi yang sangat besar untuk para manajer risiko. Broker asuransi adalah para perantara yang menghadirkan pembeli asuransi. Para broker asuransi mencoba untuk menempatkan bisnis klien mereka dengan para perusahaan asuransi. Jelasnya, seorang manajer risiko ingin memperoleh jaminan asuransi dan jasa terkait di bawah terminologi keuangan yang paling baik yang tersedia. Secara berkala, para manajer risiko menghubungi beberapa broker asuransi dan agen asuransi dalam usaha untuk memperoleh tawaran pemenuhan asuransi yang kompetitif. Dengan jumlah yang besar, broker asuransi nasional telah merosot secara signifikan di tahun-tahun terakhir karena konsolidasi. Sebagai contoh, sebelum konsolidasi baru-baru ini, seorang manajer risiko bisa memperoleh tawaran pemenuhan asuransi melalui Sedgwick Group, Johnson Higgins, dan Marsh & Mclennan. Sebagai basil konsolidasi, tiga besar ini, broker yang mandiri (independen) kini tinggal Marsh & Mclennon Companies, Inc. Broker asuransi besar yang lain telah dimerger (digabungkan) dengan atau didapatkan oleh broker asuransi lain yang baik (untuk daftar dari "Representative Mergers or Acquisitions of Insurance Brokers during the 19th Century", lihat "Broker Consolidation-Where Is It Heading?" oleh Petrus Godfrey, Risk Management, 1998:10-22). c. Persilangan industri konsolidasi Konsolidasi dalam arena jasa keuangan tidak terbatas pada broker asuransi dan perusahaan asuransi. Batasan-batasan yang memisahkan antara institusi dengan fungsi penyimpanan dan institusi yang merupakan pertanggungjawaban risiko masih samar-samar. Citigroup menyediakan contoh terbaik dari cross-consolidation (konsolidasi silang) ini. Citigroup meliputi Citibank, Travelers Insurance Group, Smith Barney, dan beberapa operasi jasa keuangan yang lain. Baru-baru ini, US Office of Thrit Supervision (Kantor Pengawasan Penghematan US) menerima beberapa wewenang perusahaan asuransi untuk mulai bekerja pada kegiatan perbankan ("Four Insurers Gain Federal Bank Carter", oleh Alex Maurice, National Underwriter, Property and Casualty/Risk and Benefits Management, 1999:19, 50). Di masa mendatang, hal itu mungkin menjadi hal yang biasa
  • 154. e ADBI4211/MODUL 4 4.17 bagi para perusahaan asuransi untuk menawarkan suatu broud array (penanaman modal) dari jasa keuangan kepada mereka yang merupakan policyowners (pemilik polis), mencakup peminjaman, perbankan, dan jasa investasi. E. PERAMALAN KERUGIAN Manajer risiko harus mempunyai beberapa indikasi yang menyangkut frekuensi kerugian organisasi dan kepelikan ketika memilih suatu metode perlakuan risiko. Walaupun sejarah kerugian menyediakan informasi yang berharga, tidak ada jaminan bahwa kerugian di masa mendatang akan mengikuti kecenderungan kerugian di masa lampau. Para manajer risiko dapat menggunakan beberapa teknik untuk membantu meramalkan tingkat kerugian. Teknik-teknik yang dapat digunakan, antara lain berikut ini. 1. Analisis Probabilitas Kemungkinan terjadinya kerugian adalah kemungkinan di mana suatu peristiwa yang kurang baik akan terjadi. Probabilitas (P) tentang peristiwa seperti itu sama dengan banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi (X) dibagi oleh banyaknya unit exposure (N). Jadi, pada sebuah armada yang mempunyai 500 kendaraan dan rata-rata 100 kendaraan mengalami kerusakan fisik setiap tahun, kemungkinan suatu sarana yang akan cepat rusak pada tahun yang telah ditentukan adalah: P (kerusakan fisik) = 100/500 = .20 atau 20% Beberapa kemungkinan dari peristiwa-peristiwa dapat dengan mudah disimpulkan, sebagai contoh, kemungkinan suatu uang logam akan muncul "bagian atas" atau "bagian bawah". Sebagai contoh lain, kemungkinan bahwa seorang pria berumur 50 tahun akan meninggal sebelum mencapai umur 60 tahun, dapat diperkirakan dari data kerugian utama. Manajer risiko juga harus mempunyai kaitan dengan karakteristik dari peristiwa yang sedang dianalisis. Beberapa peristiwa berdiri sendiri (independen). Suatu peristiwa berdiri sendiri jika kejadiannya tidak memengaruhi kejadian dari peristiwa yang lain. Sebagai contoh, asumsikan bahwa suatu bisnis mempunyai fasilitas produksi di Louisiana dan Virginia, dan kemungkinan terjadinya kebakaran pada bangunan di Louisiana adalah
  • 155. 4.18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 5% dan kemungkinan terjadi kebakaran pada bangunan di Virginia adalah 4%. Nyatanya, kejadian dari salah satu peristiwa ini tidak memengaruhi kejadian dari peristiwa yang lain. Jika peristiwa-peristiwa berdiri sendiri, kemungkinan peristiwa-peristiwa tersebut akan terjadi bersama-sama adalah produk dari kemungkinan individu. Jadi, kemungkinan kedua fasilitas produksi tersebut akan rusak oleh kebakaran adalah: P (kebakaran pada bangunan di Louisiana) x P (kebakaran pada bangunan di Virginia)= P (kebakaran pada kedua bangunan) .04 x .05 = .002 atau .2% Peristiwa-peristiwa yang lain tidak berdiri sendiri (dependen). Jika dua atau lebih peristiwa tidak berdiri sendiri, kejadian dari satu peristiwa memengaruhi kejadian dari peristiwa lainnya. Jika dua bangunan terletak berdekatan bersama-sama dan salah satu bangunan terbakar, kemungkinan bangunan yang lain akan terbakar meningkat. Sebagai contoh, asumsikan kemungkinan individu dari suatu kerugian akibat kebakaran pada bangunan manapun adalah 3%. Kemungkinan bahwa bangunan yang kedua akan mengalami kebakaran seperti kebakaran pada bangunan yang pertama, bagaimanapun juga, mungkin 40%. Kemudian apa yang merupakan kemungkinan dari dua kejadian kebakaran? Ini adalah suatu kemungkinan bersyarat yang sama dengan kemungkinan dari peristiwa pertama dikalikan dengan kemungkinan dari peristiwa kedua yang diberikan di mana peristiwa yang pertama telah terjadi: P( kebakaran padabangunan pertama)x kebakaran padabangunan pertama kebakaran padabangunan kedua = P (kedua kebakaran) .03 x .40 = .012 atau 1.2% Peristiwa-peristiwa bisa juga terpisah satu sama lain. Peristiwa-peristiwa terpisah satu sama lain jika kejadian dari satu peristiwa menghalangi kejadian dari peristiwa yang kedua/yang lain. Sebagai contoh, jika suatu bangunan hancur oleh api, bangunan tersebut bisa juga tidak hancur oleh banjir. Kemungkinan-kemungkinan yang terpisah satu sama lain (mutually exclusive promodulilities) adalah tambahan. Jika kemungkinan bahwa suatu bangunan akan hancur oleh api adalah 2% dan kemungkinan bahwa suatu bangunan
  • 156. e ADBI4211/MODUL 4 4.19 akan hancur oleh banjir adalah 1 persen maka kemungkinan suatu bangunan akan hancur baik oleh api maupun banjir adalah: P (api menghancurkan bangunan) + P (banjir menghancurkan bangunan) =P (banjir atau api menghancurkan bangunan) .02 + .01 = .03 atau 3% Jika peristiwa-peristiwa yang berdiri sendiri tidak terpisah satu sama lain maka lebih dari satu peristiwa bisa terjadi. Ketelitian harus digunakan tidak untuk double-count ketika menentukan kemungkinan di mana sedikitnya satu peristiwa akan terjadi. Sebagai contoh, apabila kemungkinan dari kerusakan akibat kebakaran ringan (minor) adalah 4% dan kemungkinan akibat banjir kecil (minor) adalah 3% maka kemungkinan sedikitnya salah satu dari peristiwa ini terjadi adalah: P (kebakaran ringan) + P (banjir kecil) - P (kebakaran dan banjir kecil) = P (sedikitnya satu peristiwa) .04 + .03 - (.04) x (.03) = .0688 atau 6.88% Menentukan kemungkinan-kemungkinan kepada individu dan peristiwa yang terjadi bersamaan dan meneliti kemungkinan-kemungkinan tersebut dapat membantu manajer risiko di dalam perumusan suatu perencanaan laporan risiko. 2. Analisis Regresi Analisis regresi adalah suatu metode untuk menggolongkan hubungan antara dua atau lebih variabel dan kemudian menggunakan karakterisasi ini sebagai prediktor. Variabel-variabel yang tidak berdiri sendiri, di hipotesis untuk menjadi fungsi dari satu atau lebih variabel yang berdiri sendiri. Tidak sulit untuk membayangkan hubungan-hubungan yang akan diminati oleh para manajer risiko di mana satu variabel bergantung pada variabel yang lain. Pertimbangkan hak upah para pekerja adalah logis untuk mengadakan hipotesa bahwa banyaknya tuntutan upah para pekerja harus secara positif dihubungkan dengan beberapa variabel yang mewakili pekerjaan (sebagai contoh, banyaknya karyawan, daftar gaji atau jam kerja). Demikian juga, kita mengharapkan banyaknya tuntutan kerusakan fisik untuk suatu sarana transportasi untuk meningkatkan ukuran dari peningkatan sarana transportasi
  • 157. 4.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • atau sebagai jumlah jarak yang ditempuh setiap tahun oleh peningkatan sarana transportasi. Panel yang pertama pada Diagram II menyediakan data daftar gaji tahunan perusahaan dalam ribuan dolar dan kesesuaian jumlah tuntutan upah para pekerja sepanjang tahun. Dalam panel kedua pada Diagram II, banyaknya klaim digambar (dengan grafik) berlawanan terhadap daftar gaji. Analisis regresi menyediakan koordinat garis yang terbaik sesuai dengan angka-angka pada grafik tersebut. Garis ini akan memperkecil penjumlahan dari selisih kuadrat angka-angka dari garis tersebut. Hubungan yang kami hipotesakan adalah sebagai berikut: Jumlah tuntutan upah pekerja = B0 + {B1 x Daftar gaji (dalam ribuan)} di mana: B0 = suatu konstanta B1 =koefisien dari variabel yang berdiri sendiri. Hasil dari regresi yang disajikan pada akhir Diagram II diperoleh dengan menggunakan software spreadsheet. Koefisien determinasi (penentuan), R-Square, dengan bentang dari 0-1 dan mengukur kecocokan model. Suatu angka R-Square yang nilainya mendekati 1 menunjukkan bahwa model tersebut melakukan suatu pekerjaan yang baik dalam memprediksi nilai Y. Dengan mengganti daftar gaji yang diperkirakan untuk tahun depan (dalam ribuan), manajer risiko menaksir bahwa 509 tuntutan upah pekerja akan terjadi pada tahun berikutnya.
  • 158. e ADBI4211 / MDDUL 4 v .. 1'8~ 1988,.......-118§. 1990 19Jl,. 1t:IU tm· 19.$.4' ,,9~1 1996 1~1 1998,.. .. 19§9, • Payroll In~ Uio~nos $100.• 53 110· s:~ .- tmn: 1~00· 163lf.- 1980~ • 23f!D ~,Q{)Q 3:10D. 40tJtt' Wo~ -rs: COUIP.lfnBailon cJmmg- - ~1. 2:6 ,,s ae~ 111i ftiQ' m: 250- !SO 39l!. J25- - 412· Claims 500 r-• .200 - mdh.Pl Gambar 4.2. Sl $3 ~ P~ron {{g)O.o,p-if}. Diagram Pelationship Between Payroll and Number of Workers Compensation Oaims F. PERAMALAN MENGGUNAKAN DISTRIBUSI KERUGIAN 4.21 Alat lain yang bermanfaat untuk risiko bagi para manajer risiko adalah peramalan kerugian yang berdasarkan distribusi kerugian. Distribusi kerugian adalah suatu kemungkinan distribusi dari kerugian yang bisa terjadi. Peramalan dengan menggunakan distribusi kerugian bekerja dengan baik jika sejarah kerugian cenderung mengikuti suatu distribusi yang ditetapkan dan sampel yang besar. Dengan mengetahui parameter yang menetapkan distribusi kerugian (sebagai contoh rata-rata, simpangan baku, dan frekuensi kejadian) memungkinkan manajer risiko untuk menaksir banyaknya peristiwa, kepelikan, dan interval kepercayaan. Banyaknya distribusi kerugian dapat digunakan, tergantung pada pola kerugian. Manajer risiko boleh menggunakan distribusi kemungkinan untuk membantu dalam mengukur kerugian exposure. Beberapa distribusi tersedia, termasuk yang normal, binomial, exponensial, dan distribusi Poisson. Pemilihan distribusi sering didasarkan pada sejarah kerugian yang dahulu, I •I I
  • 159. 4.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • terutama ketika jumlah kerugian n besar. Kita akan menguji aplikasi dari distribusi normal, yang mungkin digunakan di dalam banyak situasi. Distribusi normal adalah suatu kurva lengkung yang simetris yang diringkas oleh dua buah parameter, yaitu nilai yang diharapkan dan simpangan baku (m dan s berturut-turut dalam diskusi berikut). Area di bawah suatu kurva normal adalah sama dengan 1, dengan 50% distribusi pada sisi yang lain dari nilai yang diharapkan itu. Berdasarkan nilai-nilai m dans, dan suatu tabel "area di bawah kurva normal", kemungkinan dari suatu peristiwa (x) dapat diperkirakan berdasarkan pada variabel standar z: x-m z==-- s Beberapa contoh akan menunjukkan bagaimana distribusi kemungkinan dapat digunakan oleh seorang manajer risiko di dalam penaksiran tingkat kerugian. Contoh 4.1. Andaikan jumlah kerugian hak milik terkait dengan distribusi secara normal dengan rata-rata (m) sama dengan 16 dan simpangan baku (s) sama dengan 4. Berapakah kemungkinan banyaknya kerugian antara 16 dan 21? z = 21-16 =1.25 4 Mengacu pada tabel di bawah, kemungkinan yang sesuai untuk suatu variabel standar 1.25 adalah 39.44 persen. Oleh karena itu, kemungkinan antara 16 dan 21 kerugian hak milik yang berhubungan dengan cuaca terjadi hampir 40 persen. Contoh 4.2. Asumsikan bahwa banyaknya tuntutan kerusakan fisik pada sarana transportasi didistribusikan secara normal dengan rata-rata 400 dan simpangan baku 75. Apakah kemungkinan dari angka kerugian kerusakan fisik dari sarana transportasi antara 425 dan 475?
  • 160. e ADBI4211/MODUL 4 4.23 3413, dan z = 425 - 400 = 0.33; kemungkinan yang sesuai, dilihat di tabel 75 adalah 1293. P (angka kerugian antara 425 dan 475) =.3413- .1293 =.2120. Contoh 4.3. Asumsikan bahwa angka kerugian didistribusikan secara normal dengan m = 33 dan s = 8. Apakah kemungkinannya bahwa yang lebih sedikit dibanding 21 akan terjadi? z = 21 - 33 = -1.50; kemungkinan yang sesuai dilihat dari tabel kurva 8 normal adalah .4332. Kurangilah nilai ini dari .50 (separuh kurva normal), kemungkinannya adalah .0668. Contoh 4.4. Suatu aplikasi yang menarik dan berhubungan yang menggunakan kurva yang normal melibatkan x tertentu berdasarkan pada kemungkinan diasumsikan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa kerugian didistribusikan secara normal dengan m = 500 dan s = 100. Di atas berapa nilai x agar 10 persen yang tertinggi dari seluruh nilai x turun? Kita mengetahui bahwa area di sebelah kanan dari nilai x adalah .10. Seperti yang ditunjukkan pada modul ini mengenai kemungkinan antara nilai yang diharapkan dan x, kita harus melihat isi dari modul tersebut untuk nilai z yang sesuai, yaitu 40. Nilai z pada area ini kira-kira 1.28. Dengan menyubstitusikan semua nilai-nilai yang sudah diketahui kembali ke pernyataan kita untuk z, kita dapat memecahkan untuk x: x-500 1.28 = , X = 500 +(1.28 X 100), X = 628 100 10% teratas dari semua tuntutan adalah yang lebih tinggi dibanding 628.
  • 161. 4.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Tabel Area di Bawah Kurva Normal (S:ltu Ssi) z .00 .01 .02 .03 .04 .05 .06 .07 .08 .09 0.0 .0000 .0040 .0080 .0120 .0160 .0199 .0239 .0279 .0319 .0359 0.1 .0398 .0438 .0478 .0517 .0557 .0596 .0636 .0675 .0714 .0753 0.2 .0793 .0832 .0871 .0910 .0948 .0987 .1 026 .1 064 .11 03 .1141 0.3 .1179 .1217 .1255 .1293 .1331 .1368 .1406 .1443 .1480 .1517 0.4 .1554 .1591 .1628 .1664 .1700 .1736 .1772 .1808 .1844 .1879 0.5 .1915 .1950 .1985 .2019 .2054 .2088 .2123 .2157 .2190 .2224 0.6 .2257 .2291 .2324 .2357 .2389 .2422 .2454 .2486 .2517 .2549 0.7 .2580 .2611 .2642 .2673 .2704 .2734 .2764 .2794 .2823 .2852 0.8 .2881 .2910 .2939 .2967 .2995 .3023 .3051 .3078 .3106 .3133 0.9 .3159 .3186 .3212 .3238 .3264 .3289 .3315 .3340 .3365 .3389 1.0 .3413 .3438 .3461 .3485 .3508 .3531 .3554 .3577 .3599 .3621 1.1. .3643 .3665 .3686 .3708 .3729 .3749 .3770 .3790 .3810 .3830 1.2 .3849 .3869 .3888 .3907 .3925 .3944 .3962 .3980 .3997 .4015 1.3 .4032 .4049 .4066 .4082 .4099 .4115 .4131 .4147 .4162 .4177 1.4 .4192 .4207 .4222 .4236 .4251 .4265 .4279 .4292 .4306 .4319 1.5 .4332 .4345 .4357 .4370 .4382 .4394 .4406 .4418 .4429 .4441 1.6 .4452 .4463 .4474 .4484 .4495 .4505 .4515 .4525 .4535 .4545 1.7 .4554 .4564 .4573 .4582 .4591 .4599 .4608 .4616 .4625 .4633 1.8 .4641 .4649 .4656 .4664 .4671 .4678 .4686 .4693 .4699 .4706 1.9 .4713 .4719 .4726 .4732 .4738 .4744 .4750 .4756 .4761 .4767 2.0 .4772 .4778 .4783 .4788 .4793 .4798 .4803 .4808 .4812 .4817 2.1 .4821 .4826 .4830 .4834 .4838 .4842 .4846 .4850 .4854 .4857 2.2 .4861 .4864 .4868 .4871 .4875 .4878 .4881 .4884 .4887 .4890 2.3 .4893 .4896 .4898 .4901 .4904 .4906 .4909 .4911 .4913 .4916 2.4 .4918 .4920 .4922 .4925 .4927 .4929 .4931 .4932 .4934 .4936 2.5 .4938 .4940 .4941 .4943 .4945 .4946 .4948 .4949 .4951 .4952 2.6 .4953 .4955 .4956 .4957 .4959 .4960 .4961 .4962 .4963 .4964 2.7 .4965 .4966 .4967 .4968 .4969 .4970 .4971 .4972 .4973 .4974 2.8 .4974 .4975 .4976 .4977 .4977 .4978 .4979 .4979 .4980 .4981 2.9 .4981 .4982 .4982 .4983 .4984 .4984 .4985 .4985 .4986 .4986 3.0 .4987 .4987 .4987 .4988 .4988 .4989 .4989 .4989 .4990 .4990
  • 162. e ADBI4211/MDDUL 4 4.25 LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Sebutkan tiga risiko keuangan spekulatif yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang manajer risiko! 2) Bagaimana perbedaan manajemen risiko perusahaan dengan manajemen risiko tradisional? 3) Great West State (GWS) adalah suatu perusahaan jalan kereta api yang beroperasi di wilayah barat Amerika Serikat. Juanita Salazar adalah manajer risiko GWS. Di bawah pimpinan ketua eksekutif pegawai perusahaan, dia sedang mencari jalan untuk menangani risiko perusahaan dengan cara yang lebih hemat. CEO menekankan bahwa Juanita perlu mempertimbangkan tidak hanya risiko murni, tetapi juga risiko keuangan. Juanita menemukan bahwa satu-satunya risiko keuangan penting yang dihadapi oleh organisasi tersebut adalah risiko harga komoditas, yaitu risiko dari suatu peningkatan yang signifikan pada harga minyak bakar untuk lokomotif perusahaan itu. Suatu tinjauan ulang menyangkut statement pendapatan dan pengeluaran perusahaan menunjukkan bahwa tahun lalu sekitar 16% dari pengeluarannya berhubungan dengan minyak bakar. Junita juga diminta untuk menentukan apakah instalasi dari sistem alat penyemprot air yang baru di pusat bangunan perusahaan akan diberikan. Biaya untuk proyek tersebut adalah USD40,000. Dia menaksir proyek akan menyediakan suatu arus dana bersih after tax USD25,000 setiap tahun selama tiga tahun, dengan arus dana yang pertama ini pada satu tahun kemudian sejak hari ini. GWS sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan rutenya meliputi Colorado, New Mexico, Texas, dan Oklahoma. Perusahaan khawatir mengenai banyaknya kejadian kereta api yang keluar dari rei yang mungkin terjadi. Juanita menjalankan suatu regresi dengan "beribu- ribu mil perjalanan lokomotif GWS" sebagai variabel yang berdiri sendiri dan "jumlah kejadian kereta api keluar dari rel" sebagai variabel yang tidak berdiri sendiri . Hasil dari regresi adalah sebagai berikut: Y= 2.31 +. 022X
  • 163. 4.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Dengan perluasan, kereta GWS akan menempuh kira-kira 640,000 mil tahun depan. a) Mengenai risiko harga bahan bakar minyak: (1) Diskusikan bagaimana Juanita dapat menggunakan kontrak masa mendatang untuk membatasi risiko harga. (2) Diskusikan bagaimana suatu double-trigger, rencana manajemen risiko yang terintegrasi bisa dilakukan. b) Apa yang merupakan nilai bersih saat ini (NPV) dari proyek sistem alat penyemprot air, andaikan tingkat pengembalian yang diperlukan oleh investor GWS adalah 10%? c) Berapa banyak kejadian kereta keluar dari rel yang seharusnya diharapkan Juanita tahun depan, andaikan hasil regresi dapat dipercaya dan GWS berjalan lebih dulu dengan rencana perluasan? (petunjuk: berhati-hatilah dengan faktor skala ketika mempertimbangkan variabel yang berdiri sendiri.) 4) Apa yang dimaksud dengan siklus pertanggungjawaban? Bedakanlah antara pasar asuransi "sulit" dengan pasar asuransi "mudah". 5) Dalam pasar asuransi "sulit", suatu perusahaan manufaktur memutuskan untuk mengasuransikan secara pribadi kerugian exposure gaji para pekerjanya. Perusahaan menyewa pihak ketiga untuk mengurus tuntutan gaji para pekerjanya. Walaupun risiko tersebut sedang diasuransikan secara pribadi, manajer risiko menuntut pengurus pihak ketiga untuk memelihara arsip dengan sangat teliti. Ketika ditanya mengapa arsip yang terperinci sangat penting, manajer risiko menjawab, "untuk bercerita dengan suatu perusahaan asuransi tahun depan". Apa maksud manajer risiko tersebut? 6) Apa yang dimaksud dengan "konsolidasi" di dalam industri asuransi? 7) Mengapa peramalan kerugian sangat diperlukan ketika membuat suatu keputusan tentang mempertahankan atau memindahkan kerugian exposure? Teknik Apa yang dapat dilakukan oleh seorang manajer risiko untuk meramalkan kerugian yang akan terjadi di masa yang akan datang? 8) Apakah bahayanya apabila menggunakan kerugian masa lampau secara sederhana untuk menaksir kerugian yang akan datang? 9) Program manajemen risiko yang terintegrasi adalah hal yang baru bagi para manajer risiko dan perusahaan asuransi yang menawarkan program seperti itu. Keahlian tambahan apa, di samping pengetahuan tentang
  • 164. e ADBI4211/MODUL 4 4.27 asuransi hak milik dan pertanggungjawaban, yang harus dimiliki suatu perusahaan asuransi untuk menawarkan produk-produk manajemen risiko yang terintegrasi? 10) Seorang manajer risiko mengasuransikan secara pribadi risiko hak milik untuk satu tahun. Pada tahun berikutnya, walaupun tidak ada kerugian yang terjadi, manajer risiko menutup kontrak asuransi hak milik untuk menunjukkan risiko tersebut. Penjelasan apa yang terbaik untuk perubahan pada bagaimana risiko tersebut ditangani walaupun tidak ada kerugian yang terjadi? 11) Mengapa merger (penggabungan) perdagangan asuransi dan penerimaan mempunyai suatu pengaruh yang lebih besar pada para manajer perusahaan daripada melakukan merger perusahaan asuransi hak milik dan pertanggungjawaban dan penerimaan? 12) Terry Smith adalah manajer risiko Gotham City. Satu bangunan yang sangat diperhatikannya adalah Hexagon, yaitu sebuah arena (gelanggang) baru yang terletak di suatu dataran banjir dekat sungai. "The Hex" memakan waktu tiga tahun untuk membangun dengan biaya USD60 juta. Terry telah menentukan kemungkinan-kemungkinan berikut untuk beberapa peristiwa yang dapat terjadi sepanjang tahun yang akan datang: Kebakaran besar yang menghancurkan The Hex 0,50°/o Kebakaran kecil yang merusak The Hex 4,00°/o Pencurian perabotan The Hex yang muncul di mana kebakaran kecil 30,00°/o telah ter'adi Banjir besar yang menghancurkan The Hex 0,50°/o Banjir kecil yang merusak The Hex 2,00°/o Apakah kemungkinan dari peristiwa-peristiwa berikut yang terjadi pada tahun ini? a) Kebakaran besar atau banjir besar akan menghancurkan The Hex. b) Kebakaran kecil akan merusak The Hex dan, setelah The Hex rusak oleh kebakaran, pencurian perabotan akan terjadi. c) Baik kebakaran kecil maupun banjir kecil akan merusak The Hex. d) Kebakaran kecil, banjir kecil atau keduanya akan merusak The Hex.
  • 165. 4.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Petunjuk Jawaban Latihan 1) Risiko keuangan spekulatif, meliputi: a) Risiko harga komoditas. b) Risiko tingkat bunga. c) Risiko kurs/nilai tukar mata uang. 2) Manajemen risiko perusahaan adalah suatu program manajemen risiko yang menyeluruh yang menunjuk suatu risiko mumi dari suatu organisasi, risiko spekulatif, risiko strategis, dan risiko operasional. Sedangkan secara tradisional, manajemen risiko terbatas dalam lingkup kerugian murni yang terjadi, mencakup risiko hak milik, risiko kewajiban, dan risiko pegawai (personalia). 3) A double trigger option adalah suatu ketentuan yang menyediakan pembayaran hanyajika dua kerugian yang ditetapkan terjadi. Nilai bersih saat inilnet present value adalah jumlah nilai-nilai sekarang dari arus dana yang akan datang dikurangi biaya-biaya rancangan. Untuk lebih jelasnya lihat contoh dari hedging dan pembahasan tentang analisis • regres1. 4) Siklus Underwriting adalah Pola yang siklis dalam mengikat aturan underwriting, tingkatan premi, dan profitabilitas dikenal sebagai. Pasar Asuransi "Sulit" adalah pasar asuransi hak milik dan pertanggungjawaban berubah-ubah antara periode standar pertanggung- jawaban yang ketat dan premi yang tinggi, sedangkan pasar asuransi "mudah" adalah periode dari standar pertanggungjawaban yang bebas dan premi rendah. 5) Arsip-arsip yang berkaitan dengan kerugian exposure gaji sangat berguna bagi pihak asuransi yang ditunjuk oleh perusahaan dalam melakukan peramalan kerugian/risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. 6) Konsolidasi berarti kombinasi organisasi bisnis melalui merger (penggabungan) dan penerimaan. 7) Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meramalkan tingkat kerugian, antara lain: a) Analisis probabilitas. b) Analisis regresi. c) Peramalan dengan menggunakan distribusi kerugian.
  • 166. e ADBI4211/MDDUL 4 4.29 8) Bahaya apabila sebuah perusahaan menggunakan kerugian masa lampau secara sederhana untuk menaksir kerugian masa mendatang adalah kerugian yang diramalkan sesuai kerugian yang terjadi masa lampau tersebut mungkin tidak terjadi seperti yang telah diramalkan. 9) Suatu program risiko yang terintegrasi adalah suatu teknik penanganan risiko yang mengombinasikan penutupan risiko murni dan spekulatif dalam kontrak yang sama. 10) Ketika kerugian pada hak milik dan kewajiban tidak dieliminasi melalui penghindaran risiko, kerugian yang terjadi dapat dibiayai dengan berbagai cara di antaranya metode penyediaan dana kerugian: retensi risiko dan perpindahan risiko. 11) Merger perdagangan asuransi (broker) dan akuisisi memberikan konsekuensi yang sangat besar untuk para manajer risiko, sebab para broker asuransi merupakan perantara yang menghadirkan pembeli • asurans1. 12) Lihat pembahasan tentang analisis probabilitas. RANGKUMAN ------------------------------------ Manajemen risiko keuangan adalah pengenalan, analisis, dan laporan dari risiko keuangan spekulatif. Risiko yang demikian meliputi risiko harga komoditas, risiko tingkat suku bunga, dan risiko tingkat pertukaran mata uang. Suatu program risiko yang terintegrasi adalah suatu teknik perlakuan risiko yang mengombinasikan jaminan asuransi untuk risiko murni dan risiko spekulatif dalam kontrak yang sama. Manajemen risiko perusahaan adalah suatu program manajemen risiko menyeluruh yang menunjuk suatu risiko murni organisasi, spekulatif, strategis, dan operasional. Suatu pola yang siklis yang disebut siklus pertanggungjawaban asuransi telah diamati di dalam pertanggungjawaban asuransi yang keras, tingkatan premi, dan profitabilitas pada hak milik dan industri pertanggungan asuransi. Pada pasar asuransi "sulit", premi tinggi dan standar pertanggungjawaban asuransi ketat. Pada pasar asuransi "mudah", premi rendah dan standar pertanggungjawaban asuransi longgar. Dua faktor penting yang memengaruhi pembayaran perusahaan asuransi hak milik kerugian dan pertanggungjawaban asuransi dan keputusan pertanggungjawaban asuransi adalah tingkatan kapasitas di
  • 167. 4.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e dalam industri asuransi dan keuntungan dari investasi (penanaman modal). Industri asuransi telah mengalami konsolidasi melalui merger (penggabungan) perusahaan asuransi, merger perdagangan asuransi, dan persilangan konsolidasi industri. Para manajer risiko dapat menggunakan sejumlah teknik untuk meningkatkan ramalan kerugian. Teknik ini, meliputi analisis probabilitas, analisis regresi, dan peramalan dengan menggunakan distribusi kerugian. Ketika menganalisis peristiwa-peristiwa, karakteristik dari peristiwa tersebut harus dipertimbangkan. Peristiwa- peristiwa mungkin dapat berdiri sendiri, tidak dapat berdiri sendiri (tergantung) atau terpisah satu sama lain. Analisis regresi adalah suatu metode untuk menggolongkan hubungan yang terjadi antara dua atau lebih variabel dan kemudian menggunakan karakterisasi ini sebagai prediktor. TES FORMATIF 1 -------------------------------- Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Bagian keuangan suatu perusahaan akan menangani risiko spekulatif melalui .... A. contract provisions dan instrument pasar modal B. instrument pasar modal dan perpindahan risiko C. perpindahan risiko dan retensi risiko D. retensi risiko dan contract provisions 2) Maksud dari program risiko yang terintegrasi adalah suatu teknik penanganan risiko dalam satu kontrak yang sama, yang mengombinasikan penutupan atas risiko .... A. mumi dan spekulatif B. murni dan strategis C. operasional dan strategis D. spekulatif dan strategis 3) Keputusan mengenai retensi risiko dilakukan dengan memper- timbangkan kondisi-kondisi dalam pasar asuransi, antara lain .... A. hukum bilangan besar B. rasio yang dikombinasikan C. siklus underwriting D. standar pertanggungan
  • 168. e ADBI4211/MODUL 4 4.31 4) Salah satu faktor yang memengaruhi harga asuransi hak milik dan pertanggungjawaban adalah .... A. hukum bilangan besar B. pengembalian investasi C. rasio perhitungan kerugian D. standar pertanggungan asuransi 5) Rasio yang dikombinasikan adalah rasio kerugian yang dibayarkan ditambah dengan .... A. nilai investasi B. premi C. standar pertanggungan D. tingkat pengembalian Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ----------- x100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% =cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80o/o atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80o/o, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 169. 4.32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • KEGIATAN BELA.JAR 2 Anal isis Keuangan dan Penggunaan Teknol ogi dal am Manaj em en Ri si ko A. ANALISIS KEUANGAN DI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN RISIKO Para manajer risiko hams membuat sejumlah keputusan penting, mencakup apakah untuk mempertahankan atau memindahkan pendapatan kerugian, di mana tawaran jumlah jaminan asuransi adalah yang terbaik, dan apakah untuk menanam modal dalam proyek kendali kerugian. Dasar suatu keputusan manajer risiko adalah ilmu ekonomi sederhana, pertimbangan biaya-biaya dan keuntungan-keuntungan dari suatu tindakan untuk melihat apakah hal tersebut ada pada kepentingan ekonomi dari perusahaan dan para pemegang saham. Analisis keuangan dapat diberlakukan untuk membantu di dalam pengambilan keputusan manajemen risiko. Untuk membuat keputusan yang melibatkan cash-flow (arus dana) di dalam periode waktu yang berbeda, manajer risiko harus menggunakan nilai waktu analisis uang. B. NILAI WAKTU UANG Oleh karena keputusan manajemen risiko mungkin akan melibatkan arus dana di dalam periode waktu yang berbeda, nilai waktu dari uang harus dipertimbangkan. Nilai waktu uang berarti bahwa ketika menilai arus dana di dalam periode waktu yang berbeda, kapasitas pendapatan bunga harus diperhitungkan. Dolar yang diterima hari ini lebih berharga daripada dolar yang diterima setahun kemudian dari hari ini, sebab dolar yang diterima hari ini dapat diinvestasikan dengan seketika untuk mendapat bunga. Oleh karena itu, ketika mengevaluasi arus dana pada periode waktu yang berbeda, penting untuk melakukan penyesuaian nilai-nilai dolar untuk menaksir pendapatan bunga. Suatu diskusi lebih lanjut pada nilai waktu uang adalah di luar lingkup modul ini, Kami akan membatasi pembahasan pada penaksiran arus dana tunggal.
  • 170. e ADBI4211/MODUL 4 4.33 Seandainya Anda membuka rekening bank hari ini dan menyimpan USD100. Nilai rekening hari ini present value (nilai sekarang) adalah USD100. Lebih lanjut lagi, asumsikan bahwa bank akan membayar bunga sebesar 5%, berlipat ganda setiap tahun pada rekening Anda. Berapa sisa rekening satu tahun kemudian dari hari ini? Pada saat itu, Anda akan mendapatkan uang semula USD100, ditambah dengan tambahan 5% dari USD100 atau USD5 dalam bunga: USD100 + (USD100 x .05) =USD105 Faktor yang anda dapatkan: USD100 x (1+ .05) =USD105 Jadi, apabila Anda mengalikan nilai awal (nilai sekarang atau PV) dengan 1 ditambah tingkat suku bunga (i) maka Anda akan mendapatkan jumlah uang pada satu tahun kemudian dari hari ini (nilai yang akan datang, atau FV): PVx (1+ i) =FV Jika Anda ingin mengetahui rekening sisa setelah dua tahun, dengan sederhana, kalikan sisanya pada akhir tahun pertama dengan 1 ditambah tingkat suku bunga. Dengan cara ini, kita dapatkan rumusan yang sederhana untuk nilai yang akan datang dari jumlah uang saat ini: PV (1 + i)n = FV, di mana n adalah periode waktu Pada tahun kedua, Anda tidak hanya akan mendapatkan bunga pada setoran awal, tetapi Anda juga akan mendapat bunga USD5 yang Anda dapatkan pada periode yang pertama. Oleh karena Anda mendapatkan suku bunga dari suku bunga (bunga majemuk), pengoperasian di mana nilai sekarang dikonversikan (diubah) ke dalam nilai yang akan datang disebut compounding (penggabungan). Compounding juga bekerja sebaliknya. Asumsikan bahwa Anda mengetahui nilai dari dana yang akan datang, tetapi Anda ingin mengetahui bagaimana nilai arus dana hari ini, disesuaikan dengan nilai waktu uang tersebut. Pembagian kedua persamaan gabungan dengan (1 + i)n menghasil- kan pemyataan sebagai berikut:
  • 171. 4.34 PV= FV (1+i)n MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Jadi, apabila Anda ingin mengetahui nilai sekarang dari beberapa jumlah uang yang akan datang, bagilah jumlah uang yang akan datang dengan 1 ditambah tingkat suku bunga, dinaikkan sebanyak periode. Cara ini membawa suatu nilai yang akan datang kembali ke nilai sekarang disebut discounting (pemotongan). C. APLIKASI ANALISIS KEUANGAN Pada banyak contoh, nilai waktu uang dapat diterapkan di dalam pengambilan keputusan manajemen risiko. Kita akan mempertimbangkan dua aplikasi yaitu sebagai berikut. 1. Menganalisis Penawaran Jumlah Jaminan Asuransi Asumsikan bahwa Tom Bryant bermaksud membeli asuransi hak milik suatu bangunan. Ia sedang meneliti dua penawaran jumlah jaminan asuransi. Penawaran tersebut adalah dari perusahaan asuransi yang sebanding, dan banyaknya jumlah jaminan asuransi adalah sama. Premi dan pengurangan, bagaimanapun juga, berbeda. Jumlah jaminan asuransi pada perusahaan asuransi A memerlukan premi tahunan sebesar USD90,000 dengan USD5000 setiap pengurangan tuntutan. Jumlah jaminan asuransi pada perusahaan asuransi B memerlukan premi tahunan sebesar USD35,000 dengan USDlO,OOO setiap pengurangan tuntutan. Tom merasa ragu apakah tambahan USD55,000 di dalam premi dijamin untuk memperoleh pengurangan yang lebih rendah. Penggunaan sebagian dari metode peramalan kerugian baru saja diuraikan, Tom memprediksi kerugian berikut ini akan terjadi: Jumlah Kerugian yang Diterima 12 6 2 n= 20 Ukuran Kerugian yang Diterima USDSOOO USD10,000 Lebih dari USD1 0,000 Penawaran jumlah jaminan asuransi manakah yang seharusnya dipilih oleh Tom, berdasarkan pada jumlah tuntutan yang diharapkan, berdasarkan pada banyaknya klaim dan pentingnya tuntutan yang diharapkan? Untuk
  • 172. e ADBI4211/MODUL 4 4.35 sederhananya, asumsikan bahwa premi dibayar pada awal tahun, kerugian dan pengurangan dibayar pada akhir tahun, dan 5% sebagai tingkat suku bunga (potongan). Dengan penawaran dari perusahaan asuransi A, pengeluaran tunai yang diharapkan Tom dalam satu tahun akan menjadi USD5000 pertama dari 20 kerugian yang masing-masing adalah USD5000 atau lebih, untuk total pengurangan USDlOO,OOO. Nilai sekarang dari pembayaran ini adalah: PV == l OO, OOO == $95 238 1 ' (1+.05) Nilai sekarang dari total pembayaran diharapkan (USD90,000 premi asuransi pada awal tahun ditambah dengan nilai sekarang dari pengurangan) akan menjadi USD185,238. Dengan penawaran dari perusahaan asuransi B, pengeluaran tunai yang diharapkan Tom untuk pengurangan pada akhir tahun akan menjadi: (USD5000 X 12) + (USDlO,OOO X 2) = USD140,000 Nilai sekarang dari pengurangan pembayaran ini adalah: PV == 140 'OOO == $133 333 1 ' (1 + .05) Nilai sekarang dari total pembayaran yang diharapkan (USD35,000 premi asuransi pada awal tahun ditambah dengan nilai sekarang dari pengurangan pembayaran) akan menjadi USD168,333. Oleh karena nilai- nilai sekarang yang dihitung mewakili nilai-nilai pengeluaran tunai saat ini, Tom seharusnya memilih penawaran dari perusahaan asuransi B karena hal itu dapat memperkecil nilai sekarang dari pengeluaran tunai. 2. Keputusan Investasi Loss-Control (Pengendalian Kerugian) Investasi Loss-Control dilakukan dalam suatu usaha untuk mengurangi frekuensi dan kepelikan kerugian. Investasi-investasi seperti itu dapat dianalisis dari suatu perspektif penganggaran modal dengan memanfaatkan nilai waktu dari analisis uang. Penganggaran modal adalah suatu metode untuk menentukan rancangan penanaman modal yang seharusnya dijalankan oleh suatu perusahaan. Hanya rancangan-rancangan yang bermanfaat bagi
  • 173. 4.36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • organisasi keuangan yang seharusnya diterima. Jika modal yang tersedia tidak mencukupi untuk menjalankan semua rancangan yang bisa diterima maka penganggaran modal dapat membantu manajer risiko dalam menentukan pengaturan yang optimal dari rancangan-rancangan untuk dipertimbangkan. Sejumlah teknik penganggaran modal antara lain meliputi nilai waktu uang, tingkat pengembalian internal, tingkat pengembalian akuntansi, dan metode pembayaran kembali. Nilai sekarang bersih lebih disukai sebab menggunakan nilai waktu uang, menggunakan ukuran arus dana yang sesuai, dan menyediakan jawaban 1 sen dan 1 dolar yang mudah ditafsirkan. Metode yang meliputi nilai waktu uang, seperti nilai bersih saat ini (Net Present Value atau NPV) harus digunakan. NPV dari suatu rancangan adalah jumlah nilai-nilai sekarang dari arus dana yang akan datang dikurangi biaya-biaya rancangan. Ukuran arus dana yang relevan mempertimbangkan penerimaan tunai dan pengeluaran tunai. Penanaman modal mengalami penurunan nilai dari waktu ke waktu dan perusahaan diizinkan untuk mengalokasikan sebagian dari pengurangan nilai setiap tahun sebagai biaya penyusutan sebab penyusutan bukan merupakan biaya tunai, serta tidak mempertimbangkan suatu pengeluaran tunai. Penyusutan harus dipertimbangkan, bagaimanapun juga, ketika menentukan kewajiban pajak tahunan. Arus dana dihasilkan oleh peningkatan pendapatan dan pengurangan biaya. Arus dana dipotong pada suatu tingkat suku bunga yang mempertimbangkan tingkat pengembalian yang diperlukan oleh para penyalur modal organisasi dan kemungkinan risiko dari rancangan tersebut. NPV yang positif menghasilkan suatu peningkatan nilai pada perusahaan dan NPV yang negatif akan mengurangi nilai pada perusahaan jika investasi dibuat. Sebagai contoh, Tom Bryant telah mencatat suatu kecenderungan yang menyulitkan di dalam dasar pikiran tuntutan-tuntutan pertanggungjawaban yang dihubungkan dengan beberapa pusat pelayanan NP. Tuntutan pelindung untuk kerugian dalam lingkungan kerja (sebagai contoh luka-luka akibat tergelincir dan jatuh di dekat pompa gas), dan mereka sudah menggugat NP untuk luka-luka mereka. Tom telah memutuskan untuk menginstal sistem pengawasan kamera pada beberapa "masalah" pusat pelayanan dengan biaya USD85,000 untuk setiap sistem. Ia mengharapkan masing-masing sistem pengawasan menghasilkan suatu arus dana bersih USD40,000 setiap tahun selama tiga tahun. Nilai sekarang dari USD40,000 per tahun selama tiga tahun yang dipotong pada tingkat suku bunga yang sesuai (kita
  • 174. e ADBI4211/MODUL 4 4.37 mengasumsikan 8%) adalah USD103,084. Oleh karena itu, NPV dari proyek ini adalah: NPV = PV dari arus dana yang akan datang - biaya proyek = USD103,084- USD85,000 = USD18,084 Selama proyek tersebut mempunyai nilai bersih saat ini yang positif, investasi bisa diterima. Walaupun biaya proyek pada umumnya dikenal dengan beberapa kepastian, arus dana yang akan datang hanya memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh dengan menanam modal dalam proyek tersebut. Keuntungan ini bisa diperoleh dalam bentuk peningkatan pendapatan, pengurangan biaya atau kombinasi antara keduanya. Walaupun beberapa pendapatan dan pengeluaran yang berhubungan dengan proyek mudah diukur, nilai-nilai yang lain (seperti kinerja karyawan, pengurangan sakit dan penderitaan, persepsi publik perusahaan, dan hilangnya produktivitas ketika seorang pekerja baru digaji untuk menggantikan pekerja berpengalaman yang terluka) dapat membuktikan kesulitan untuk bertindak. D. PENGGUNAAN TEKNOLOGI DI DALAM PROGRAM MANAJEMEN RISIKO Diskusi kita mengenai topik manajemen risiko tidak akan lengkap tanpa suatu diskusi yang singkat menyangkut aplikasi dari teknologi ke program manajemen risiko. Kita akan menguraikan diskusi kita ke dalam dua komponen yaitu sebagai berikut. 1. Sistem Informasi Manajemen Risiko Kunci yang penting bagi para manajer risiko adalah data manajemen risiko yang akurat dan dapat diterima. Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) adalah suatu database yang terkomputerisasi yang mengizinkan manajer risiko untuk menyimpan dan menganalisis data manajemen risiko dan menggunakan data tersebut untuk memprediksi tingkat kerugian di masa mendatang. Sistem informasi manajemen risiko mungkin adalah bantuan yang baik bagi para manajer risiko di dalam pengambilan keputusan. Sistem seperti itu dipasarkan oleh sejumlah penjual atau mereka mungkin mengembangkannya di rumah.
  • 175. 4.38 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Sistem informasi manajemen risiko mempunyai berbagai kegunaan. Dengan memandang pendapatan hak milik, database bisa meliputi suatu daftar dari hak milik suatu badan hukum dan karakteristik dari hak milik tersebut (konstruksi, kepemilikan, perlindungan, dan pendapatan), polis asuransi hak milik, masa pemenuhan asuransi, arsip kerugian, catatan pada sarana transportasi (termasuk tanggal pembelian, sejarah tuntutan, dan arsip pemeliharaan), dan data lain. Dari segi kewajiban, database boleh berisi suatu daftar tuntutan-tuntutan, status tuntutan individu (menunggu keputusan, penyimpanan, di dalam proses pengadilan, banding atau ditutup), tuntutan bersejarah, basis pendapatan (daftar gaji, jumlah sarana transportasi, jumlah karyawan, dan seterusnya), dan jumlah jaminan asuransi pertanggung- jawaban dan masa pemenuhan jaminan asuransi. Organisasi dengan banyak karyawan sering menemukan sistem informasi manajemen risiko yang sangat membantu di dalam pekerjaan karyawan, terutama pada tuntutan gaji para karyawan. Sebagai contoh, suatu bisnis dengan fasilitas produksi ke luar negeri boleh mengasuransikan diri program gaji para pekerjanya, tetapi menggaji pihak ketiga untuk mengurus program tersebut. Sebagai tambahan terhadap tuntutan penyelesaian, pihak ketiga tersebut boleh menyediakan arsip tuntutan yang terperinci kepada perusahaan yang menjadi bagian dari database perusahaan itu. Berbekal data ini, manajer risiko dapat melaksanakan sejumlah analisis, seperti pemeriksaan banyaknya kerugian akibat daerah geografi, dengan jenis kerugian atau bagian tubuh (sebagai contoh, luka cabik atau punggung), dengan klasifikasi pekerjaan dan nomor identifikasi karyawan. Analisis seperti itu bisa dinyatakan, sebagai contoh, bahwa tingkat kerugian lebih besar di Barat daya atau sejumlah kecil karyawan memiliki jumlah tuntutan yang tinggi. Selanjutnya, manajer risiko boleh menggunakan basil pengukuran efektivitas investasi loss-control (pengendalian kerugian) dan mengarahkan usaha-usaha pengendalian kerugian tambahan. Arsip-arsip gaji para pekerja yang akurat juga penting jika perusahaan tersebut memutuskan untuk membeli asuransi pribadi, sebab hasil yang lalu harus didokumentasikan untuk memperoleh premi yang lebih rendah dari para perusahaan asuransi. 2. Aplikasi Teknologi yang Lain Tiga aplikasi teknologi yang lain, yang menjamin perundingan/ pembicaraan adalah website manajemen risiko, internet manajemen risiko,
  • 176. e ADBI4211/MODUL 4 4.39 dan perencanaan (pemetaan) risiko. Beberapa perusahaan manajemen risiko telah membuat website mereka sendiri, yang meliputi jawaban atas "pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan" (Frequently Ask Questions atau FAQs) dan sangat banyak informasi yang lain. Sebagai tambahan, beberapa organisasi sudah memperluas website manajemen risiko tradisional ke dalam suatu internet manajemen risiko. Internet adalah suatu Website dengan kemampuan penelitian/penyelidikan yang dirancang untuk pengguna yang terbatas dan internal/orang dalam (lihat "Net Working", oleh Mark Dorn, Risk Management, 1999: 41-44). Sebagai contoh, software (suatu perangkat lunak) perusahaan yang mensponsori perdagangan menunjukkan pada banyak tempat terjadinya peristiwa setiap tahun yang mungkin menggunakan suatu internet manajemen risiko untuk membuat informasi tersedia bagi pihak-pihak yang berkepentingan di dalam perusahaan itu. Melalui internet, para karyawan dapat memperoleh daftar prosedur yang dirumuskan oleh perusahaan manajemen risiko bersama dengan seperangkat format yang harus ditandatangani dan disimpan sebelum peristiwa dapat terjadi (seperti persetujuan yang tidak merugikan). Beberapa organisasi sudah mengembangkan mengembangkan "perencanaan (Pemetaan) risiko" yang atau sedang canggih. Peta Perencanaan risiko adalah jaringan yang memperinci frekuensi potensial dan risiko-risiko besar yang dihadapi oleh organisasi itu. Susunan perencanaan (peta) ini memerlukan para manajer risiko untuk meneliti masing-masing risiko yang dihadapi organisasi tersebut sebelum menggambarnya di atas peta itu. Penggunaan peta risiko bervariasi dari grafik pendapatan yang sederhana sampai memanfaatkan analisis simulasi untuk menaksir skenario kerugian yang mungkin. Sebagai tambahan terhadap hak milik, kewajiban, dan pendapatan pribadi, risiko keuangan dan risiko lain di bawah payung besar "risiko perusahaan" mungkin termasuk dalam peta risiko. Pemetaan risiko adalah suatu langkah yang logis dalam upaya untuk menetapkan suatu program manajemen risiko perusahaan. Berikut ini diuraikan manfaat dan penggunaan peta risiko.
  • 177. 4.40 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Pemetaan Risiko: Alat-alat Perdagangan Suatu alat manajemen risiko yang menyimpan bunga yang tinggi antarpara manajer risiko belakangan ini adalah peta risiko. Peta risiko adalah grafik yang memungkinkan para manajer risiko memetakan suatu kemungkinan kerugian exposure yang kebetulan terjadi dan karakteristik kerugian. Susunan peta risiko adalah suatu proses yang mempunyai nilai hakiki yang tinggi. Risiko-risiko menghadapi organisasi harus ditaksir dan diinventarisir secara hati-hati. Untuk sampai pada kemungkinan yang dapat dipercaya dan perkiraan kerugian, manajer risiko sering membutuhkan suatu pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana proses kerugian bekerja. Susunan sumber-sumber informasi, baik internal maupun ekstemal organisasi perlu dipertanyakan (diragukan). Semua usaha ini memberikan suatu pemahaman yang lebih kepada manajer risiko tentang risiko yang timbul pada organisasinya. Mengingat bagaimana risiko timbul pada organisasi, bertindak adalah kunci untuk memahami bagaimana cara mengaturnya. Karakteristik dari perilaku ini ditentukan oleh kemungkinan dan kerugian konsekuensi keuangan. Peta risiko membuat karakteristik ini menjadi jelas. Untuk lebih memahami perilaku dari exposure dalam menghadapi organisasi dan bagaimana kita dapat berhubungan sangat baik dengan perilaku tersebut, kita harus membuat dinamika pemetaan risiko. Sekali lagi kita mengidentifikasi perilaku dinamis ini, kita dapat mencapainya dan menguji strategi manajemen alternatif. Model perilaku dari kerugian secara kebetulan selama waktu yang berdasarkan pada kemungkinan atau karakteristik kerugian dari kerugian ini dikenal sebagai simulasi. Dengan menggunakan latihan memetakan risiko untuk menyediakan masukan langsung ke dalam latihan simulasi, kita telah mengganti peta risiko ke dalam suatu sumber data yang bermanfaat untuk susunan program manajemen risiko. Suatu peta risiko sederhana ditunjukkan di dalam diagram. Kemungkinan kerugian tahunan ditunjukkan pada satu sumbu, dan konsekuensi kerugian moneter ditunjukkan pada sumbu lainnya. Sebagai contoh, kemungkinan tahunan dari suatu kerugian transportasi sejumlah USD100,000 ditaksir pada 0,1 (satu kerugian tiap 10 tahun). Perkiraan kemungkinan dan konsekuensi untuk berbagai exposure yang menghampiri organisasi pada umumnya dikombinasikan pada peta, memberikan kepada pengamat perspektif yang Jenuh Jada risiko yang dihadapi oleh organisasi, seperti halnya
  • 178. e ADBI4211/MODUL 4 4.41 relativitas mereka. Kemungkinan dan perkiraan kerugian dihubungkan dengan tiap-tiap pendapatan yang datang dari berbagai sumber, termasuk data penetapan asuransi, penyelidikan teknik, dan pendapat ahli. Risiko Simulasi Simulasi adalah proses fenomena perkiraan dunia nyata dalam suatu tempat yang diatur. Hasil akhir dari simulasi manajemen risiko adalah suatu gambaran bagaimana kita mungkin mengira kerugian yang kebetulan muncul menghampiri organisasi yang berkembang dari waktu ke waktu. Masukan kepada model simulasi adalah kemungkinan dan konsekuensi kerugian yang secara kebetulan menghampiri organisasi tersebut. Informasi ini disajikan melalui peta risiko. Angka-Angka acak kemudian digunakan untuk membuat ulang gambaran kerugian dalam berbagai tahun ke masa mendatang. Untuk setiap kemungkinan exposure, jumlah acak yang dihasilkan sesuai dengan kemungkinan itu. Dengan jumlah perhitungan angka yang tercantum, jelas nyata bahwa simulasi yang terbaik dilakukan dengan menggunakan komputer. Ketersediaan program spreadsheet desktop yang tersebar luas dapat menempatkan kekuatan simulasi di tangan hampir semua manajer risiko. Pemetaan risiko dan lingkungan simulasi dapat diintegrasikan (digabungkan) dengan cara ini. Perencanaan Program Bagaimana cara ini membuat kita semakin dekat kepada pemanfaatan peta risiko untuk menyusun program riil (nyata) manajemen risiko? Dengan menggunakan simulasi, sekarang kita dapat menempatkan program manajemen risiko pengganti pada pengujian. Untuk melakukannya, kita menerapkan struktur manajemen risiko potensial kepada simulasi kerugian dan mengamati efek jangka panjangnya. Rencana manajemen risiko altematif dipuji oleh berbagai kepentingan, mencakup pedagang asuransi, konsultan, perusahaan asuransi, dan berbagai perantara keuangan. Kombinasi peta risiko/pendekatan simulasi mengizinkan kita untuk memisahkan berbagai macam tuntutan keunggulan, perselisihan yang sering terjadi, pada sebagian besar penawaran. Dengan menciptakan simulasi di dalam suatu lingkungan yang mudah diatur, seperti suatu program komputer spreadsheet yang JO Juler, kita dapat menyediakan suatu model yang te1 f.Jerinci
  • 179. 4.42 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • menyangkut susunan risiko organisasi kepada kelompok yang mungkin menawarkan susunan manajemen risiko yang tinggi. Sedikit demi sedikit perbandingan rencana pengganti dapat juga dibuat dengan menggunakan pendekatan ini. Semua penawaran dengan cara ini dibuat untuk bersaing di bawab kriteria umum. Peta Risiko yang Lebih Baik Suatu basil sampingan yang bermanfaat dari kombinasi pemetaan risiko dan simulasi yang berdasarkan pada pemetaan ini adalab babwa kita dapat memproses untuk menyusun peta risiko yang dapat lebib dipercaya. Peta risiko sering didasarkan pada pendapat abli. Pendapat- pendapat ini mungkin tidak selalu sesuai dengan kebidupan nyata. Untuk menduga seberapa baik yang mereka lakukan, kita bisa menjalankan simulasi berdasarkan pada masukan ini dan mencocokkannya/ menyesuaikannya dengan kebidupan nyata. Apakab simulasi kelibatan baik? Jika demikian, kita mungkin mempunyai suatu kecocokkan yang sangat baik antara pendapat dan kenyataan. Jika tidak, kita dapat meminta untuk mengevaluasi ulang pendapat kita. Dalam kaitannya dengan sifat yang kompleks pada kerugian pendapatan dan ketiadaan kepercayaan data statistik yang nampak sebagai poin dari peta tersebut pada umumnya lebib baik ditentukan sebagai cakupan atau interval. Pada perkiraan interval ini dapat disadari babwa dalam membuat peta risiko yang menggunakan pendapat tenaga abli, pendapat-pendapat tersebut mungkin sangat tidak pasti. Simulasi memperbolebkan kita untuk menduga basil dari berbagai kemungkinan di dalam perkiraan ini. Susunan program pengganti dapat dinilai dari ketidakpastian ini. Peta risiko dapat dibuat dengan cara ini untuk lebih mencerminkan dengan teliti ketidakpastian yang dilibatkan dalam tafsiran dan aplikasi mereka. Teori di Dalam Praktiknya Peta risiko adalab alat teoritis yang sangat baik untuk manajer risiko, dikombinasikan dengan simulasi, alat teoritis ini dapat dengan mudab diubah ke dalam suatu pembantu keputusan praktis. Kombinasi dari peta risiko dan simulasi menyediakan suatu kerangka yang lebib beraneka ragam untuk tafsiran program manajemen risiko dibanding ukuran ringkasan yang sederbana. Pemetaan risiko yang dikombinasikan dengan simulasi menunjukkan pada kita apa yang ada di belakang ringkasan ini, jadi memungkinkan kita untuk berbubungan dengan perwu·udan yang sebenarnya dan efek dari
  • 180. e ADBI4211/MDDUL 4 4.43 risiko. Pada hakikatnya, peta risiko/kombinasi simulasi menyediakan suatu laboratorium yang sesungguhnya untuk manajer risiko yang bekerja, membiarkan dia membuat program yang lebih baik untuk berhubungan dengan risiko. Hal itu memberikan suatu platform sederhana untuk percobaan dan uji coba gagasan, seperti halnya suatu sarana transportasi untuk penyebaran gagasan ini. Dengan bantuan peralatan yang siap sedia, seperti desktop komputer dan program spreadsheet, pada akhirnya kita memperoleh suatu penggabungan teori yang bermanfaat dan aplikasi praktis. Atlt111tal pr.ababUIJ ·110 ,.....,..-;-""' .Auto talUsfoft - -trarisporbilan·. ·S~ t I 11tefl'~ Auto Li,~tJIU~~~ - I OOf ~ ,ODIJ1~---......._____....,_______.________,;,;;,,M_ _ S1Q,,OaD S1.00&.GDI' Eilmber: Diadaptasi dari rvlark Jablonski, "Rsk rvlaps: Tools of The Trade." Rsk & Insurance, (1999: 33-36). E. SUMBER-SUMBER DARI INTERNET 1. The Captive Insurance Company Association adalah suatu organisasi yang menyebarkan informasi kepada perusahaan-perusahaan yang menggunakan metode captive insurer untuk memecahkan masalah asuransi perusahaan. Organisasi tersebut menyatakan bahwa Lokasi jaringannya memungkinkan para manajer risiko, pemilik perusahaan, para siswa, dan seseorang yang berminat pada teknik pemindahan risiko
  • 181. 4.44 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • alternatif untuk menjumpai rekan kerja, menanyakan tentang segala sesuatu menyangkut tenaga ahli yang terbaik di dalam suatu bidang, dan menemukan sumber-sumber yang diperlukan. Kunjungilah situs ini di http://www.captive.com. 2. /fie Risk Watch menyajikan suatu pengenalan menyeluruh kepada manajemen risiko keuangan dari Institut Keuangan & Perdagangan lnternasional. Situs ini mendidik pembaca pada dokumen resmi yang paling berharga pada bagian pokok ini. Bersama dengan suatu daftar nama manajemen risiko, situs ini juga meliputi suatu perpustakaan dokumen-dokumen pengatur, suatu koleksi studi kasus tentang manajemen risiko, dan daftar istilah manajemen risiko. Kunjungilah situs ini di http://risk.ifci.ch/index.htm. 3. The Non Profit Risk Management Centre adalah suatu organisasi yang melakukan pendidikan dan penelitian (riset) pada manajemen risiko dan masalah asuransi yang menjadi perhatian khusus pada organisasi yang tidak mencari keuntungan. Organisasi ini menerbitkan suatu laporan berkala, publikasi yang mudah dibaca, dan berisi keterangan singkat (yang disebut riskfacts) atas pertanyaan yang sering ditanyakan yang berhubungan dengan manajemen risiko dan asuransi. Organisasi ini juga menawarkan jasa konsultasi dan audit risiko. Kunjungilah situs ini di http://www.nonprofitrisk.org. 4. The Public Risk Management Association adalah suatu organisasi yang mewakili para manajer risiko dari negara bagian dan unit pemerintah lokal. Organisasi ini menyediakan pendidikan dan pelatihan praktis untuk para manajer risiko di dalam sektor publik; menerbitkan suatu majalah, laporan berkala, dan merinci penerbitan khusus; dan menyediakan potongan kecil dari pembaharuan perundang-undangan dan peraturan pemerintah pusat. Kunjungilah situs ini di http://www.primacentral.org. 5. The Risk and Insurance Management Society (RIMS) adalah asosiasi tenaga-tenaga profesional di Amerika Serikat untuk para manajer dan perusahaanlbadan hukum yang menutup kontrak asuransi. RIMS menyediakan suatu forum untuk diskusi tentang persoalan umum dari manajemen risiko, mendukung aktivitas pencegahan kerugian, dan memberitahukan kepada para penjamin asuransi tentang kebutuhan asuransi bagi para anggotanya. RIMS mempunyai cabang lokal di kota besar. Kunjungilah situs ini di http://www.rims.org.
  • 182. e ADBI4211/MDDUL 4 4.45 6. The Self-Insurance Institute ofAmerica adalah suatu asosiasi nasional yang mempromosikan asuransi jiwa sebagai suatu metode altematif untuk menjamin keuangan. Organisasi ini menerbitkan artikel teknis pada asuransi jiwa, menyelenggarakan konferensi bidang pendidikan, dan mempromosikan minat asuransi jiwa secara teratur dan legislatif pada pemerintah pusat dan tingkat negara bagian. Kunjungilah situs ini di http://www.siia.org. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Mengapa analisis nilai waktu uang digunakan dalam pengambilan keputusan manajemen risiko? 2) Apa yang akan menjadi efek dari mengabaikan nilai waktu uang ketika membuat keputusan manajemen risiko? Apakah yang menjadi nilai bersih saat ini dari suatu hasil investasi pengendalian kerugian yang sebenarnya untuk pemilik organisasi? 3) Variabel apa yang sulit untuk diukur ketika menganalisis investasi di dalam proyek pengendalian kerugian? 4) Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen risiko (SIMR)? Bagaimana cara membedakan suatu website manajemen risiko dengan suatu internet manajemen risiko? 5) Jenis informasi apa yang dapat diperoleh dari suatu database manajemen tuntutan? Petunjuk Jawaban Latihan 1) Analisis nilai waktu dari uang digunakan dalam pengambilan keputusan manajemen risiko sebab dalam kegiatannya sehari-hari manajer risiko harus membuat sejumlah keputusan penting yang berkaitan dengan mempertahankan atau memindahkan pendapatan kerugian. Dalam pengambilan keputusan keuangan ini, manajer risiko mungkin akan melibatkan arus dana di dalam periode waktu yang berbeda sehingga nilai waktu dari uang harus dipertimbangkan.
  • 183. 4.46 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e 2) Hal yang menjadi efek dari mengabaikan nilai waktu uang ketika manajer membuat keputusan manajemen risiko dalam suatu investasi adalah nilai investasi pada tahun mendatang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan perusahaan. Hal yang menjadi nilai bersih saat ini dari suatu hasil investasi pengendalian kerugian adalah jumlah nilai-nilai sekarang dari arus dana yang akan datang dikurangi biaya-biaya. 3) Variabel yang sulit diukur ketika menganalisis investasi di dalam proyek pengendalian kerugian adalah nilai-nilai yang lain, mencakup kinerja karyawan, pengurangan sakit dan penderitaan, persepsi publik perusahaan, dan hilangnya produktivitas ketika seorang pekerja baru digaji untuk menggantikan pekerja berpengalaman yang terluka. 4) Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) adalah suatu database yang terkomputerisasi yang mengizinkan manajer risiko untuk menyimpan dan menganalisis data manajemen risiko dan menggunakan data tersebut untuk memprediksi tingkat kerugian di masa mendatang. Internet adalah suatu Website dengan kemampuan penelitian/penyelidikan yang dirancang untuk pengguna yang terbatas dan internal/orang dalam. 5) Informasi yang dapat diperoleh dari suatu database manajemen tuntutan antara lain: daftar tuntutan-tuntutan, status tuntutan individu, tuntutan bersejarah, basis pendapatan, jumlah jaminan asuransi pertanggung- jawaban dan masa pemenuhan jaminan asuransi. RANGKUMAN------------------------------------ Dalam menganalisis arus dana pada periode berbeda, manajer risiko harus mempertimbangkan nilai waktu uang. Mengubah nilai sekarang ke nilai yang akan datang disebut compounding (penggabungan); menentukan nilai sekarang dari jumlah yang akan datang disebut discounting (pemotongan). Para manajer risiko dapat menerapkan analisis nilai waktu uang dalam berbagai macam situasi, mencakup penawaran jumlah jaminan asuransi dan analisis investasi kontrol kerugian. Suatu sistem informasi manajemen risiko (SIMR) adalah suatu database yang terkomputerisasi yang memungkinkan para manajer risiko untuk menyimpan dan meneliti data manajemen risiko dan menggunakan data yang demikian itu untuk meramalkan/memprediksi kerugian yang akan datang. Para manajer risiko boleh menggunakan website, internet, dan peta risiko dalam program manajemen risikonya.
  • 184. e ADBI4211/MDDUL 4 4.47 =- . TES FDRMATIF 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Dalam menilai arus dana dalam periode waktu yang berbeda harus memperhatikan .... A. biaya yang dikeluarkan B. hasil investasi modal dalam proyek kendali kerugian C. kapasitas pendapatan bunga D. tawaranjumlahjaminan asuransi 2) Investasi loss-control (pengendalian kerugian) dilakukan dalam suatu usaha untuk mengurangi frekuensi dan kepelikan kerugian yang dianalisis melalui perspektif penganggaran modal. Yang dimaksud dengan penganggaran modal adalah metode yang digunakan untuk menentukan .... A. jumlah nilai sekarang dari arus dana yang akan diinvestasikan dikurangi biaya pendapatan bunga B. nilai arus dana/modal di dalam periode waktu yang berbeda C. rancangan penanaman modal yang seharusnya dijalankan oleh suatu perusahaan D. suku bunga dari bunga majemuk, di mana nilai sekarang dikonversikan ke dalam nilai yang akan datang 3) Sistem informasi manajemen risiko dari sisi pendapatan hak milik meliputi informasi mengenai .... A. basis pendapatan B. jumlah jaminan asuransi pertanggungjawaban C. polis asuransi hak milik D. status tuntutan individu 4) Sistem informasi manajemen dari sisi kewajiban, meliputi informasi • mengena1 .... A. basis pendapatan B. catatan kerugian C. catatan pada sarana transportasi D. polis asuransi hak milik
  • 185. 4.48 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Petunjuk: Untuk soal nomor 5) A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 5) Perencanaan risiko adalah jaringan yang merinci .... (1) frekuensi potensial risiko (2) program manajer risiko perusahaan (3) risiko besar yang dihadapi perusahaan Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ---------- x100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% =cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80o/o atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80o/o, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 186. e ADBI4211 / MODUL 4 4.49 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) A 1) c 2) A 2) c 3) c 3) c 4) B 4) A 5) B 5) B
  • 187. 4.50 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Konsep dan 1st iIah Pent ing Kapasitas Pedagang asuransi Penganggaran modal Pasar asuransi "mudah" ChiefRisk Officer (CRO atau Kepala Pasar asuransi "sulit" staf risiko) Rasio (perbandingan) yang Program risiko yang terintegrasi dikombinasikan Risiko harga komoditas Compounding (penggabungan) Konsolidasi Risiko tingkat kurs mata uang Peristiwa yang berdiri sendiri Peristiwa yang tidak berdiri sendiri Pemotongan Pilihan Double-Trigger (tindakan ganda) Manajemen risiko perusahaan Risiko keuangan manajemen Risiko tingkat suku bunga Internet Distribusi kerugian Nilai saat ini (NPV) Analisis regresi Sistem informasi manajemen risiko (SIMR) Peta risiko Surplus Nilai waktu uang Siklis pertanggungjawaban
  • 188. e ADBI4211/MODUL 4 4.51 Daft ar Pust aka Banhan, Russ. (1999). "Kit and Caboodle-Understanding the Skepticism about Enterprise Risk Management" dalam CFO-The Magazine For Senior Financial Executives, April1999. Harrington, Scott E., and Gregory R. Niehaus. (1999). Risk Management and Insurance. Boston, MA: Irwin/McGraw-Hill. Thornhill, Wil, and Amy Derksen. (1998). "A United Approach: Creating Integrated Risk Plans", dalam Risk Management, August 1998. Vaughan, Emment J. (1997). Risk Management. New York, NY: John Willey and Sons. William, C. Arthur, Jr., Michael L. Smith, and Peter C. Young. (1998). Risk Management and Insurance. 8th ed. Boston, MA: Irwin/McGraw-Hill.
  • 189. MDDUL 5 lndirect Loss Coverage Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN alam kontrak Fire Insurance atau Asuransi Kebakaran (untuk memahami secara lebih mendalam Asuransi Kebakaran, Silakan Anda membaca buku Asuransi Kebakaran, karangan E.J. Kaihatu atau Gunarto) maka penutupan yang dilakukan oleh asuransi ini adalah atas kerugian- kerugian langsung (direct loss) yang disebabkan oleh peril yang dinyatakan secara tegas oleh kebakaran baik yang secara langsung mengenai objek yang diasuransikan ataupun karena adanya kaitan yang tidak terputus sehingga menyebabkan objek yang diasuransikan tersebut mengalami kerusakan. Direct loss policies atau kebijakan polis-polis atas kerugian langsung tidak akan memberikan penutupan atas kerugian-kerugian yang disebabkan oleh peril yang dipertanggungkan apabila peril tersebut tidak menyebabkan timbulnya kerusakan secara langsung atas objek yang diasuransikan. Kerugian-kerugian seperti ini yang dalam istilah asuransi disebut dengan "Consequential loss" atau kerugian tidak langsung yang disebabkan oleh peril yang diasuransikan, dapat ditambahkan ke dalam polis asuransi kebakaran dengan jalan "endorsement" sehingga atas kerugian tidak langsung ini juga dapat diperoleh penutupan asuransi. Dengan mempelajari Modul 5 ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi Karakteristik Pokok Kerugian Tidak Langsung atau Indirect Loss Coverage berikut Pengklasifikasian Kontrak Kerugian Tidak Langsung. Setelah mempelajari seluruh materi modul ini, secara saksama Anda diharapkan mampu: 1. menjelaskan tentang konsep Indirect Loss Coverage; 2. mengidentifikasi Karakteristik Pokok Kerugian Tidak Langsung; 3. mengklasifikasi Kontrak Kerugian Tidak Langsung yang didasarkan pada Time Element dan Non Time Element.
  • 190. • 5.2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • KEGIATAN BELA.JAR 1 Karakteristik Pokok Kerugian Tidak Langsung akikat dari kerugian tidak langsung ini mungkin akan lebih mudah dipahami apabila kita menggunakan sebuah contoh sederhana sebagai berikut. Misalnya, seorang pengusaha golongan menengah mengalami kebakaran atas pabrik yang diasuransikannya sehingga dia terpaksa menutup pabrik tersebut selama 2 bulan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan agar pabrik tersebut dapat bekerja seperti semula. Dengan adanya kebakaran tersebut maka dia akan mendapatkan ganti rugi atas kerugian langsung yang disebabkan oleh kebakaran tersebut, tetapi tidak demikian halnya atas kerugian tidak langsung yang disebabkan oleh kebakaran tersebut. Polis asuransi kebakaran yang dimilikinya akan menutup kerugian atas bahan baku, barang dalam proses, barang jadi maupun biaya-biaya reparasi atas gedung dan mesin. Akan tetapi, pengusaha tersebut juga menyadari bahwa setelah reparasi atas pabrik tersebut selesai dilaksanakan dia mengharapkan agar aktivitas usahanya dapat berjalan seperti sebelum terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, dia harus tetap mempertahankan sejumlah pekerja tertentu yang mempunyai peranan kunci dalam perusahaannya, misalnya tenaga penjualan, teknis. Apa tindakan yang harus ditempuhnya untuk bisa mempertahankan tenaga-tenaga inti tersebut? Tentu saja dengan tetap membayar gaji mereka secara penuh sekalipun mereka tidak bekerja seperti biasanya. Di samping biaya-biaya seperti di atas ada pula biaya lain seperti pajak, premi asuransi, bunga pinjaman, biaya listrik, dan depresiasi yang harus tetap dibayar tanpa memandang berapa pun volume operasi perusahaan. Selanjutnya, dia juga tidak akan dapat memperoleh keuntungan atas barang- barang jadi yang tidak dapat dijualnya karena sudah rusak dimakan api ataupun atas barang-barang jadi yang mungkin dijualnya secara normal selama masa perbaikan tersebut seandainya terjadi bahaya kebakaran. Jumlah total kerugian-kerugian ini dapat mencapai jumlah yang sangat besar sehingga tidak mustahil dia tidak dapat melanjutkan usahanya. Untuk mengatasi adanya kerugian tidak langsung seperti inilah yang telah menyebabkan timbulnya kontrak area "Consequential loss".
  • 191. e ADBI4211/MODUL 5 5.3 Pentingnya penutupan atas kerugian tidak langsung ini telah lama dikenal dalam bidang "personel insurance". Asuransi jiwa misalnya dimaksudkan untuk memberikan pendapatan yang hilang karena meninggalnya pihak pencari nafkah dalam keluarga, dan disssability income insurance dimaksudkan untuk memberikan pendapatan sebagai akibat adanya cacat total dari pihak tertanggung. Sekalipun demikian, dalam property insurance kerugian tidak langsung ini belum begitu memasyarakat seperti halnya dalam bentuk asuransi di atas walaupun sebenarnya kerugian yang ditimbulkannya jauh lebih besar. Sebagai contoh, dalam suatu studi mengenai 21 kasus kerugian atas pabrik baja, sebanyak 15 kasus kerugian tidak langsung ternyata lebih besar dari pada kerugian langsung. Atas kerugian-kerugian fisik yang menderita telah diberikan ganti rugi sekitar USD 2,654,000 atau sekitar 7 kali lebih besar. Jumlah total kerugian-kerugian ini dapat mencapai jumlah yang sangat besar tidak mustahil dia tidak dapat melanjutkan usahanya. Untuk mengatasi adanya kerugian tidak langsung seperti inilah yang telah menyebabkan timbulnya kontrak atas Consequential loss. Dalam kasus yang lain, kerugian langsung hanya mencapai USD 750, sedangkan kerugian tidak langsung yang disebabkan oleh peril yang diasuransikan berjumlah USD 5,000. Terdapat pula kasus di mana kerugian langsung berjumlah USD 32,511, sementara kerugian tidak langsung jauh berada di atasnya, yaitu sebesar USD 481,634. Sekalipun tidak terdapat data yang komprehensif mengenai besarnya premi atas kerugian tidak langsung, tetapi tidak perlu dipertanyakan bahwa jumlahnya hanya menduduki porsi yang kecil dari keseluruhan premi asuransi kebakaran. Alasan utama mengapa asuransi atas kerugian tidak langsung yang mempunyai peranan yang tidak kecil dalam dunia usaha ini tidak begitu memasyarakat adalah karena kompleksnya teknik penentuan besarnya penutupan atas kerugian ini. Di samping itu, agen-agen perusahaan asuransi sendiri juga mengalami kesulitan dalam memahami kerugian tidak langsung ini secara mendalam dan oleh karena itu mereka tidak mampu untuk memberikan penjelasan kepada klien akan pentingnya arti penutupan atas kerugian tidak langsung ini. Penyebab lainnya dari kegagalan memasyarakatkan kerugian tidak langsung ini adalah karena sulitnya menentukan secara tepat berapa jumlah kerugian yang sebenarnya diderita. Dalam kenyataan, bukanlah hal yang aneh apabila kita melihat bahwa
  • 192. 5.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • perusahaan asuransi mengalami kesulitan dalam meyakinkan pihak konsumen bahwa kerugian tidak langsung ini benar-benar ada dan dapat diasuransikan. Secara umum, kerugian tidak langsung ini dapat dikelompokkan ke dalam 2 kategori (Basic Characteristics of Consequential Loss), yaitu (1) time element (penutupan atas dasar waktu); dan (2) nontime element (penutupan yang tidak didasarkan atas waktu). Penutupan yang didasarkan atas time element adalah kontrak-kontrak yang mengukur kerugian tidak langsung dalam jumlah uang (rupiah) untuk setiap unit waktu yang berlalu sampai dengan objek yang diasuransikan tersebut selesai diperbaiki. Contoh yang paling baik dari penutupan berdasarkan time element ini dikenal dengan istilah business interruption insurance di mana kerugian diukur berdasarkan jumlah keuntungan serta biaya-biaya yang tetap harus dikeluarkan selama periode yang dibutuhkan untuk mereparasi atau mengganti barang yang rusak tersebut. Sedangkan penutupan atas "nontime element" adalah kerugian-kerugian yang pengukurannya tidak didasarkan atas berlalunya waktu tetapi diukur dengan cara lain. Salah satu contoh, di antaranya "temperature damage insurance" (asuransi atas kerusakan yang disebabkan oleh perubahan temperature) di mana pengukuran kerugiannya didasarkan atas nilai barang yang rusak karena api (kebakaran) telah menghancurkan saluran listrik gudang pendingin sehingga "property" yang disimpan di dalamnya mengalami kerusakan sebagai akibat meningkatnya temperatur. A. KLASIFIKASI KONTRAK KERUGIAN TIDAK LANGSUNG (CLASSIFICATION OF CONSEQUENTIAL LOSS CONTRACTS) Kontrak atas kerugian tidak langsung ditulis dalam bentuk endorsement terhadap polis asuransi kebakaran yang sudah distandarisasi. Peril-peril yang diasuransikan tennasuk kebakaran dan extended coverage. Peril dalam bentuk huru-hara, kerusuhan massa, vandalisme mungkin pula diasuransikan. Dengan demikian, apabila interruption of business atau kerugian-kerugian tidak langsung lainnya disebabkan oleh peril-peril yang disebutkan dalam polis maka pihak tertanggung akan mendapatkan ganti kerugian. Pembahasan berikut ini adalah mengenai jenis penutupan yang didasarkan atas "time element" dan "nontime element", yaitu sebagai berikut.
  • 193. e ADBI4211/MODUL 5 1. Time Element Contracts a. Business interruption. b. Contingent business interruption. c. Extra expense. d. Additional living expense. e. Rental value. f. Leasehold interest. g. Excess rental value. 2. Nontime Element Contracts a. Profit. b. Account receivable. c. Temperature damage. d. Rain insurance. 3. Time Element Contracts a. Business interruption insurance 5.5 Business intruption insurance ini dilaksanakan untuk memberikan pengembalian (ganti rugi) kepada tertanggung atas keuntungan yang hilang serta biaya tetap yang harus dikeluarkan karena rusaknya "property" yang diasuransikan yang disebabkan oleh peril yang disebutkan dalam polis. Secara umum hal ini adalah kontrak ganti rugi sehingga dengan demikian salah satu masalah penting dalam asuransi ini adalah meminta pemahaman pihak perusahaan atas metode yang digunakan dalam penentuan jumlah kerugian yang pada dasarnya tergantung pada kejadian-kejadian di masa yang akan datang. Mengingat bahwa masa yang akan datang tersebut penuh dengan ketidakpastian sehingga sering kali masalah ini menjadi sangat kompleks. 1) Ciri-ciri dasar business interruption insurance (basic characteristic of business interruption insurance) Kontrak business interruption insurance memiliki sejumlah provisi fundamental yang sering kali merupakan sumber timbulnya salah satu pengertian. Polis ini akan memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung menurut kondisi-kondisi sebagai berikut.
  • 194. 5.6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • a) Harus terdapat kerusakan fisik atas properti yang diasuransikan yang disebabkan oleh kebakaran atau oleh peril yang disebutkan dalam polis. b) Harus terdapat "Penghentian usaha" (perusahaan tidak dapat bekerja untuk sementara waktu) dan penghentian tersebut harus disebabkan oleh peril yang disebutkan dalam polis (bukan disebabkan oleh hal- hal lain seperti pemogokan atau kekurangan bahan baku). c) Selama masa penghentian usaha harus dapat dipastikan bahwa perusahaan akan terus melaksanakan aktivitasnya seandainya tidak terjadi kejadian yang disebabkan oleh peril yang disebutkan dalam polis. d) Peril tersebut harus terjadi dalam masa kontrak asuransi serta pada tempat seperti yang dijelaskan dalam polis. e) Selama masa penghentian usaha, apabila tidak terjadi pada tingkat seperti yang di jelaskan peril yang disebutkan dalam polis, perusahaan akan terus memperoleh keuntungan dan mengeluarkan biaya-biaya yang diperlukan. Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan tepat pada saat atau sesaat sebelum terjadinya peril yang diasuransikan maka akan timbul pertanyaan sehubungan dengan apakah keuntungan akan terus diterima. Apabila dapat dipastikan bahwa perusahaan tidak akan memperoleh keuntungan apa pun sekalipun kegiatan usahanya tidak dihentikan maka tidak ada kerugian sesungguhnya yang timbul dari sumber tersebut dan dengan demikian tidak akan ada ganti rugi karena perusahaan tidak kehilangan keuntungan. 2) Business interruption value Nilai dari kerugian yang diderita dapat diukur dengan beberapa metode yang berbeda, tetapi ide pokoknya adalah menguji atau menganalisis laporan keuangan perusahaan dan dari laporan ini diambil berbagai macam sumber pendapatan serta biaya-biaya yang dapat diasuransikan. Sebagai contoh dari salah satu teknik tersebut adalah sebagai berikut. Total penghasilan kotor dari berbagai sumber karena pemakaian gedung yang diasuransikan Dikurangi dengan: Biaya material yang digunakan dalam proses produksi (atau harga pokok Rp ..............
  • 195. e ADBI4211/MODUL 5 5.7 barang yang dijual perusahaan dagang) Biaya supplies ............................ Rp ........... Pajak Penjualan .......................... Rp ........... Kerugian piutang (bad debt)........ Rp ........... *Upah ........................................... Rp .......... ____ + Total ............................ Rp ........... Keuntungan dan biaya tetap lain Rp ................ Dengan perkataan lain, penentuan insurable value dilakukan dengan jalan mengurangi semua biaya-biaya yang bersifat variabel, yaitu biaya- biaya yang tidak akan dikeluarkan apabila perusahaan tidak beroperasi, yang disebabkan karena peril yang disebutkan dalam polis, dikurangi dari penghasilan kotor yang diperoleh. Saldonya merupakan insurable value (nilai yang dapat diasuransikan) dan merupakan dasar dalam penentuan kerugian. Dalam yurisdiksi-yurisdiksi tertentu dikenal suatu bentuk yang disebut "agreed amount endorsement" yang berarti pihak tertanggung menyetujui apabila terjadi "business interruption" dia bersedia rnenerima perhitungan di atas sebagai estimasi terbaik atas keuntungan serta biaya-biaya pada masa yang akan datang dan jumlah kerugian diperhitungkan atas dasar ini. Dengan demikian, "endorsement" ini dapat mengeliminasi argumentasi mengenai berapa kemungkinan jumlah keuntungan dan biaya-biaya pada masa yang akan datang. 3) Coinsurance * Pentingnya penentuan "business interruption value" (atau kadang- kadang pula disebut "use and occupancy value" karena keseluruhan nilai dianggap sebagai akibat dari penggunaan dan ditempatinya gedung dan rusak tersebut) akan semakin terasa apabila disadari bahwa sebagian besar bentuk "businees interruption" mengandung "coinsurance clause". Persyaratan mengenai "coinsurance" ini bervariasi dari 50% ke atas tergantung dari jumlah penutupan yang diinginkan. Apabila suatu perusahaan memutuskan untuk mengambil bentuk "coinsurance" 50% maka hal ini berarti bahwa paling tidak harus memiliki sejumlah 50% dari nilai "insurable value" per tahunnya. Apabila jumlah ini tidak dipenuhi maka perusahaan akan menjadi "coinsurer" (co-penanggung). apabila diinginkan dapat diasuransikan untuk jangka waktu terbatas.
  • 196. 5.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Untuk memperjelas pengertian "coinsurers" di atas marilah kita tinjau ilustrasi berikut. Perusahaan "X" menanggung beban tetap dan keuntungan pada tahun sebelumnya berjumlah Rp96.000.000,00. Misalnya, pada saat polis dikeluarkan pertama kali jumlah "insurable value" hanya sebesar Rp80.000.000,00 dan dengan "coinsurable" sebesar 50% berarti pada saat ini perusahaan hanya memiliki "business interruption insurance" sebesar Rp40.000.000,00. Seandainya terjadi penghentian kegiatan perusahaan selama 3 bulan (karena peril yang diasuransikan) dan dengan mengasumsikan rate yang sama dari bulan ke bulan maka berarti kerugian yang diderita sebesar Rp 24.000.000 (3/12 x Rp96.000.000,00). Apakah perusahaan akan mendapatkan ganti rugi atas keseluruhan kerugian yang diderita tersebut? Jawab yang pasti adalah tidak karena perusahaan tidak memiliki "coinsurance" sebesar yang disyaratkan oleh "coinsurance clause". Dari informasi di atas kita mengetahui bahwa perusahaan hanya memiliki "business interruption insurance" sebesan Rp40.000.000,00 (50% X Rp96.000.000,00). Dalam kasus ini maka jumlah ganti rugi yang akan diterima oleh perusahaan hanya sebesar Rp20.000.000,00 (40/48 x Rp24.000.000,00). Untuk menghindari "coinsurance penalties" (denda karena kurangnya business interruption yang dimiliki dalam kasus di state sebesar Rp4.000.000,00) maka pihak tertanggung jawab harus memperhatikan bahwa "agreed amount endosemen" merupakan bagian- dari polis yang dimilikinya, atau kalau perlu sebaiknya perusahaan memiliki jumlah "business interruption insurance" yang lebih besar, misalnya 10 atau 15% di atas yang disyaratkan "coinsurance clause". Hal ini ditujukan untuk memberikan margin atau betas keamanan apabila keadaan perusahaan membaik selama tahun berjalan. 4) Berapa asuransi yang seharusnya dimiliki Pertanyaan yang selalu timbul sehubungan dengan business interruption adalah "berapa besarkah jumlah asuransi yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan?" (how much insurance should be carried?) jawabnya tergantung pada keyakinan atau perkiraan perusahaan tentang berapa jumlah maksimum kerugian yang mungkin dialami. Bentuk-bentuk coinsurance yang tersedia memungkinkan pihak tertanggung untuk memiliki paling tidak 50% dari insurance value per
  • 197. e ADBI4211/MODUL 5 5.9 tahunnya. Akan tetapi, apabila perusahaan mempunyai alasan yang kuat untuk meyakini bahwa paling tidak dibutuhkan waktu 1 tahun untuk mengembalikan perusahaan ke dalam keadaan operasi yang normal maka tentu saja perusahaan tersebut sebaiknya memiliki asuransi sebesar nilai insurable value. Pada umumnya, asuransi yang tersedia tidak lebih dari nilai insurable value selama 1 tahun. Perlu diingat di sini bahwa perusahaan-perusahaan yang operasinya sangat tergantung pada musim maka tidak mustahil basil operasi selama beberapa bulan tersebut saja dapat merupakan bagian terbesar atau bahkan keseluruhan dari keuntungan yang diperoleh selama 1! tahun. Apabila peril terjadi sesaat sebelum musim operasi dimulai (walau mungkin periode puncak operasi tersebut hanya 3 bulan) maka mungkin keseluruhan atau sebagian besar dari keuntungan selama tahun tersebut akan hilang, sedangkan beban tetap (fixed cost) harus tetap dikeluarkan. Dalam situasi seperti ini tentu saja dibenarkan apabila perusahaan memiliki asuransi atas keuntungan dan biaya tetap selama 1 tahun penuh. Polis tersebut tidak menetapkan persyaratan bahwa kehilangan keuntungan dan biaya tetap tersebut harus terjadi dalam waktu-waktu tertentu. sepanjang hal tersebut tidak melebihi jangka normal untuk mengembalikan keadaan gedung dan operasi perusahaan seperti semula. Di lain pihak kerugian tersebut mungkin hanya sebagian saja (partial loss), apabila perusahaan tidak menghentikan keseluruhan usahanya, jadi masih beroperasi sebagian,maka ganti rugi pun dapat diperoleh atas partial loss tersebut. Apabila dibutuhkan waktu 1 tahun untuk mengembalikan perusahaan ke dalam keadaan normal dan perusahaan terpaksa mengurangi sebanyak 25% dari operasi yang normal maka ganti rugi yang diberikan adalah 25% dari insurable value per tahun dengan asumsi bahwa operasi perusahaan selama setahun berjalan merata (tidak musiman). 5) Pengeluaran biaya untuk mengurangi kerugian (incurring expense to reduse loss) Sering kali penyelesaian reparasi dapat dipercepat dengan jalan mengeluarkan biaya-biaya yang lebih besar dari pada biaya yang normal dikeluarkan. Misalnya, peralatan-peralatan tertentu mungkin harus dikirim melalui pesawat terbang ataupun dengan jalan memberikan upah yang lebih besar bagi pekerja yang bekerja di atas waktu yang normal
  • 198. 5.10 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • (upah lembur). Apabila biaya-biaya ini dapat mempercepat penyelesaian perbaikan yang sedang dilaksanakan maka atas biaya-biaya tersebut akan diberikan ganti rugi oleh pihak penanggung sepanjang jumlah totalnya tidak melebihi jumlah yang seharusnya dibayar oleh pihak penanggung seandainya biaya tersebut tidak dikeluarkan. Dengan demikian, apabila jangka waktu normal untuk menyelesaikan perbaikan adalah 3 bulan tetapi dengan mengeluarkan biaya ekstra sebesar Rp3.000.000,00 jangka waktu penyelesaian dapat diperpendek menjadi dua bulan maka pihak penanggung akan mengganti biaya sebesar Rp3.000.000,00 tersebut sepanjang kerugian per bulan yang disebabkan karena hilangnya keuntungan dan biaya-biaya tetap lainnya tidak melebihi Rp3.000.000,00. 6) Special provisions Polis untuk business intrruption membatasi jumlah ganti rugi sampai dengan sepanjang jangka waktu normal yang dibutuhkan untuk mengembalikan keadaan property yang rusak ke dalam kondisi operasi normal sehingga kualitas servis. Produk yang sama seperti sebelum terjadinya kerusakan dapat diperoleh. Pihak tertanggung diberikan tambahan batas waktu maksimum 30 hari untuk memproses,bahan baku yang rusak sampai dengan tingkat pengerjaan yang sama seperti sebelum terjadinya kerusakan, tetapi ganti rugi seperti ini tidak diberikan untuk barang-barang jadi. Apabila dibangun gedung yang lebih besar untuk mengganti gedung yang rusak maka jumlah ganti rugi akan disesuaikan dengan panjangnya waktu yang. Dibutuhkan untuk membangun gedung yang sama besarnya dengan gedung yang rusak tersebut. 7) Forma available Bentuk yang paling umum dari business interruption insurance adalah Gross Earning Form dan Two Item Form. Perbedaan utama dari kedua bentuk ini terletak dalam pendekatan. yang dilakukan dalam menentukan insurable value dan persyaratan-persyaratan mengenai coinsurance. a) Gross earning form Gross earning Form ini terjadi dari 2 jenis, yaitu satu untuk risiko- risiko yang mungkin terjadi dalam perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan, dan yang lainnya untuk risiko-risiko yang mungkin dihadapi dalam perusahaan industri (manufacturing firm). Untuk yang digunakan dalam perusahaan
  • 199. e ADBI4211/MODUL 5 5. 11 dagang, gross earning didefinisikan sebagai basil total penjualan serta penghasilan-penghasilan lainnya dikurangi dengan harga pokok barang yang dijual dan biaya-biaya material and supplies ataupun biaya atas jasa pihak luar perusahaan, di mana biaya-biaya ini tidak akan dikeluarkan apabila terjadi business interruption atau penghentian usaha. Untuk lebih jelasnya, jumlah gross earning tersebut dapat dilibat dalam bentuk laporan sebagai berikut. Hasil penjualan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Pendapatan lain-lain .................................... Total penghasilan ....................................... Dikurangi: Harga pokok barang yang dijual Dikurangi: Biaya material Biaya supplies Biaya untuk pihak luar Biaya lain-lain Rp ................. Rp ................. Rp ................. Rp ................. + Total ..................................... Gros earning Rp .................... Rp .................... + Rp .................... R][:) .................... -- Rp .................... Rp .................... -- Rp • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Definisi ini sesuai dengan konsep umum dalam akuntansi mengenai pengertian gross earning bagi retailer dan wholesaler. Konsep ini cukup sederhana dan mudah dimengerti, dan karena alasan inilah bentuk gross earning ini yang paling banyak digunakan. Dikatakan sederhana karma dalam penentuan besarnya insurable value, kita hanya perlu menentukan gross earning seperti dalam cara di atas. Bentuk ini menetapkan bahwa untuk menghindari coinsurance penalties maka paling tidak dibutuhkan business interruption insurance sebesar 50% dari gross earning. Dari perjalanan di atas dapat dilihat bahwa gross earning form ini dimaksudkan untuk menutup keseluruhan biaya-biaya tetap dan keuntungan. "Ordinary payroll" dan biaya-biaya variabel sejenis lainnya pada umumnya tidak akan dikeluarkan apabila perusahaan menghentikan usahanya.
  • 200. 5.12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Dengan demikian, biaya-biaya tersebut bukan merupakan elemen yang membentuk jumlah kerugian yang akan diberikan ganti rugi. Hal ini selanjutnya berarti bahwa asuransi yang dimiliki didasarkan atas nilai yang tidak akan pernah diberikan ganti rugi menurut persyaratan yang ditetapkan dalam polis. Untuk memperbaiki kondisi ini maka dikembangkanlah suatu bentuk lain, yaitu two item form. b) Two item form Dalam ketentuan yang ditetapkan dalam bentuk two item form ini maka dari laporan rugi laba perusahaan perlu dipisahkan keseluruhan pos-pos biaya tetap dan keuntungan perusahaan, di mana jumlah ini dapat diasuransikan sebagai kelompok asuransi Item I (Insurance Item 1), dan selanjutnya pihak tertanggung dapat pula memperoleh penutupan atas ordinary payroll (maksimum 90 menit) dalam kelompok asuransi item II (Insurance Item II). Ordinary payroll sering kali harus tetap dibayar untuk jangka waktu tertentu/terbatas sekalipun perusahaan tidak menjalankan aktivitas- aktivitas usahanya tanpa adanya penundaan (karena tidak adanya tenaga) apabila kerusakan-kerusakan yang dialami telah selesai diperbaiki. Dalam two item form ini minimum coinsurance ditetapkan sebesar 80%, sedangkan dalam gross earning form sebesar 50%. Perbedaan jumlah premi antara gross earning form dengan two item form mungkin sangat kecil atau tidak berarti bagi sebagian tertanggung, tetapi mungkin pula berarti besar tertanggung lainnya, tertanggung pada jumlah ordinary payroll yang ingin diasuransikan tersebut. Mengingat bahwa penentuan besarnya insurable value secara tepat lebih sulit dilaksanakan dalam two item form dan juga kesulitan dilaksanakan yang dialami oleh agen perusahaan asuransi sendiri serta para konsumen maka bentuk two form ini sudah jarang digunakan. Ada sejumlah aturan baru yang dibuat yang memungkinkan dikeluarkan ordinary payroll dari bentuk gross earning form. Dengan adanya aturan ini, dapat diperoleh hasil yang sama seperti yang diperoleh dalam two item form dan dalam kenyataannya jauh lebih mudah dimengerti. Apabila ordinary payroll dikeluarkan dari gross earning dengan menggunakan cara
  • 201. e ADBI4211/MODUL 5 5.13 perhitungan yang baru maka jumlah coinsurance yang disyaratkan akan dinaikkan dari minimum sebesar 50% menjadi 80%. Untuk mengilustrasikan bagaimana sejumlah kerugian tertentu ditangani dalam kedua bentuk perhitungan di atas, gross earning from dan two item from, kita dapat menggunakan laporan rugi laba dari sebuah perusahaan dagang sebagai berikut. Penjualan Harga pokok barang yang dijual Gross earning Biaya-biaya - Ordinary payroll Rp4.800.000 - Biaya tetap Rp4.200.000 Total Laba bersih Rp20.000.000 RplO.OOO.OOO- Rp10.000.000 Rp9.000.000 Rpl.OOO.OOO Menurut gross earning from, jumlah insurable value adalah sebesar Rp10.000.000,00, dan jumlah minimum asuransi yang harus dimiliki adalah sebesar Rp5.000.000,00, (50% x 10.000.000). Pedagang di atas mungkin saja melakukan klaim untuk item-item seperti ordinary payroll apabila diinginkan pada saat terjadinya business interruption, akan tetapi biasanya dia tidak akan melakukan hal tersebut. Dengan demikian, dia harus meng- asuransikan 50% dari jumlah biaya tetap dan keuntungan selama 1 tahun sekalipun mungkin dia memperkirakan bahwa periode penghentian usaha tersebut (business interruption) tidak akan lebih dari 3 bulan, misalnya. Dengan menggunakan two item form, nilai insurable value untuk item I adalah sebesar Rp5.200.000,00, yaitu jumlah tetap dan laba bersih (Rp4.200.000,00 + Rp1.000.000,00). Mengingat bahwa dalam bentuk ini disyaratkan jumlah coinsurance paling tidak sebesar 80% maka pihak tertanggung harus membayar premi atas insurance value sebesar Rp4.160.000,00 (80% x Rp5.200.000,00). Apabila kedua bentuk di atas diperbandingkan satu sama lain maka tampak bahwa dalam two item form pihak tertanggung di atas dapat menekan jumlah premi yang dibayamya, kecuali jika dia menginginkan untuk tetap membayar biaya ordinary payroll dan lain-lainnya dalam masa penghentian usaha tersebut. Apabila pedagang tersebut bermaksud
  • 202. 5.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • untuk melakukan hal ini maka dia dapat mengasuransikan ordinary payroll untuk jangka waktu maksimum 90 hari berdasarkan kategori asuransi Item II. Tiga bulan ordinary payroll, (90 hari) akan berjumlah Rp1.200.000,00, (3/12 x Rp4.800.000,00), dan 80% dari jumlah ini berarti Rp960.000,00. Dengan demikian insurance value akan meningkat menjadi Rp5.120.000,00, (Rp4.160.000,00 + Rp960.000,00). Dengan melihat penjelasan-penjelasan yang diberikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa apabila pedagang tersebut bermaksud untuk mengasuransikan ordinary payroll maka mungkin akan lebih baik dia menggunakan gross earning form karena dia mempunyai pilihan untuk melakukan klaim atas ordinary payroll tersebut dalam keadaan terjadinya penghentian usaha. Sebaliknya apabila dia tidak ingin memasukkan ordinary payroll maka dia akan dapat menekan jumlah premi dengan two item form. Seperti sudah disebutkan di atas, pedagang tersebut dapat memenuhi tujuan yang terakhir ini dan tetap menggunakan gross earning from karena aturan baru yang ditetapkan memungkinkannya untuk mengeluarkannya ordinary payroll dalam perhitungan gross earning form. Apabila dia melalukan hal ini maka saat yang sama jumlah minimum coinsurance yang disyaratkan akan dinaikkan menjadi 80%. Dalam kasus manapun maka kita harus mengadakan perbandingan secara teliti dari kedua metode di atas. Rate yang ditentukan akan bervariasi sesuai dengan jumlah coinsurance dan jumlah ordinary payroll yang akan ditutup. b. Contingent business interruption insurance Kadang-kadang suatu perusahaan terpaksa menghentikan kegiatan usahanya untuk sementara waktu yang bukan disebabkan oleh peril yang merusak pabriknya, tetapi peril yang terjadi memaksa pabrik pihak supplier tidak dapat melanjutkan usahanya, ataupun karena peril yang menimpa pihak langganan utama perusahaan. Misalnya, pabrik tekstil terpaksa menghentikan usahanya karena supplier kapasnya mengalami kebakaran ataupun sebuah pabrik mobil terpaksa menghentikan usahanya karena pihak supplier bajanya mengalami kebakaran. Kerugian yang dialami di sini mungkin tidak kalah besar dibandingkan dengan kebakaran yang terjadi atas pabrik sendiri karena mungkin
  • 203. e ADBI4211/MODUL 5 5.15 dibutuhkan waktu selama beberapa bulan untuk memperoleh supplier lain yang dapat memenuhi kebutuhannya. Demikian pula misalnya apabila langganan terpenting perusahaan membatalkan pesanannya karena terjadinya kebakaran ataupun peril lain yang telah memorak-porandakan pabriknya sehingga pihak supplier (perusahaan) terpaksa menghentikan usahanya. Untuk menghadapi timbulnya kemungkinan seperti ini maka timbullah spa yang disebut continget business interruption. Business interruption yang biasa yang dijelaskan sebelumnya tidak akan menutup kerugian seperti ini karena peril yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan langsung atas property pihak tertanggung. Cara perhitungan insurable value untuk contingentt business interruption sama seperti yang dilakukan untuk dalam business interruption insurance. Mengingat bahwa penghentian usaha pihak supplier sering kali hanya menyebabkan menurunnya operasi perusahaan pihak tertanggung maka insurable value-pun akan dapat ditekan. Contingent business interruption insurance tentu saja dimaksudkan untuk menutup kerugian-kerugian yang terjadi hanya apabila pengurangan volume usaha perusahaan diakibatkan oleh terjadinya peril yang diasuransikan dan bukannya oleh sebab-sebab yang lain. Dengan demikian, ganti rugi baru akan diberikan hanya apabila terdapat kaitan yang langsung antara property pihak supplier yang rusak sebagai akibat dari peril yang diasuransikan dengan pengurangan volume kegiatan perusahaan pihak tertanggung. Polis ini ditulis terpisah dari polis asuransi kebakaran yang biasa. c. Extra expense insurance Ada jenis-jenis perusahaan tertentu, misalnya perusahaan surat kabar, public utility, bank, dealer bahan bakar sebagainya yang tidak mungkin atau tidak dapat secara langsung menutup usahanya sekalipun terjadi kerusakan atas pabriknya/perusahaan sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas lain. Apabila perusahaan-perusahaan seperti ini menghentikan usahanya akan dapat mengganggu kepentingan masyarakat umum atau mungkin pemasaran- nya akan diambil alih oleh perusahaan lain. Apabila perusahaan ini tidak menghentikan kegiatan-kegiatan usahanya (misalnya dengan menggunakan fasilitas lain) maka polis business interruption insurance tidak akan menutup kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh pemakaian fasilitas lain tersebut. Kita mengetahui bahwa dengan menggunakan fasilitas lain, misalnya untuk
  • 204. 5.16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • menyewa gedung baru bagi para stafnya, membeli alat-alat transportasi ataupun upah lembur bagi para karyawan merupakan yang tidak kecil jumlahnya untuk menutup biaya-biaya seperti ini di mana perusahaan tidak menghentikan usahanya maka dibuatkan extra expense policy. Dalam sejumlah extra expense policy jumlah allowance dibatasi sedemikian rupa sehingga tidak lebih dari 100% dari jumlah polis yang dapat dibayarkan sekaligus (dalam bulan-bulan tertentu) dan jumlah totalnya harus didistribusikan selama 3 bulan. Pengertian extra expense policy ini jangan dikacaukan dengan expense to reduce loss coverage (biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi penutupan kerugian misalnya dengan mempercepat waktu penyelesaian perbaikan) yang dikeluarkan sehubungan dengan business interruption policy. Extra expense insurance ditujukan khusus untuk memberikan ganti rugi atas biaya-biaya ekstra operasi yang disebabkan adanya kerusakan fisik dari fasilitas yang dimiliki. Sedangkan expense to reduce loss coverage ditujukan untuk memberikan pengembalian (ganti rugi) atas biaya-biaya ekstra yang dikeluarkan untuk mempercepat penyelesaian pabrik dalam masa terjadinya business interruption. Expense to reduce loss coverage juga ditulis dalam hubungannya dengan extra expence insurance, dan pembayaran hanya dilakukan apabila biaya- biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi jumlah ganti rugi, yang apabila tidak maka akan dibayar sebagai extra expense policy. Hal ini dapat merupakan insentif bagi pihak tertanggung untuk kembali secepatnya ke dalam keadaan yang normal. d. Additional living expense insurance Sejalan dengan extra expense insunrance dalam perusahaan adalah penutupan yang dikenal dengan istilah Additional Living Expense Insurance yang ditujukan bagi penilik rumah yang harus mengeluarkan living cost yang lebih tinggi dari biasanya apabila dia harus dipisahkan dari rumahnya sendiri karena terjadinya kebakaran atau peril-perillain yang disebutkan dalam polis. polis ini ditulis sebagai perluasan (extension) dari asuransi tempat tinggal yang umum (dwelling contents form), dan dimaksudkan untuk memberikan ganti rugi atas selisih antara living cost yang tinggi di tempat yang baru misalnya hotel, dengan living cost yang normal dikeluarkannya. Ganti rugi ini meliputi jangka waktu selama tertanggung tinggal di tempat sementara dan akan berakhir sampai dengan selesainya pembangunan kembali
  • 205. e ADBI4211/MODUL 5 5.17 rumahnya yang rusak ataupun apabila dia sudah mendiami tempat tinggal baru yang permanen. Dengan demikian apabila tertanggung biasanya mengeluarkan living cost sebesar Rp100.000,00 per bulan, tetapi terpaksa mengeluarkan biaya sebesar Rp250.000,00 per bulan selama bertempat tinggal di sebuah hotel dengan akomodasi yang relatif sama seperti yang dimiliki sebelumnya maka polis tersebut akan memberikan ganti sebesar Rp150.000,00 per bulan sampai dengan rumah tempat tinggal dapat didiami kembali atau sampai dia memperoleh rumah sebagai tempat tinggal yang permanen. Ada polis-polis additional living expense tertentu yang menetapkan batas tertentu, jumlah pengembalian per bulannya, misalnya 1/12 dari nilai polis, sedangkan polis lainnya tidak menetapkan batasan tertentu tersebut. Pada umumnya terdapat limitasi secara menyeluruh yang menyatakan bahwa jumlah additional living expense tersebut tidak boleh lebih dari 10% dari nilai polis. Hal ini bukanlah merupakan tambahan asuransi, tetapi merupakan aplikasi dari polis yang dimiliki yang dimaksudkan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. e. Rental value insurance Rental value insurance atau yang sering disebut dengan rent insurance merupakan jenis penutupan yang hampir sama dengan business interruption insurance tetapi ditujukan untuk individu-individu yang secara normal tidak akan memiliki polis business interruption insurance. Insurable interest dalam rent insurance ini dapat diilustrasikan dengan contoh berikut ini. Sebagai contoh, Tuan Hamid menyewa sebuah gedung dengan syarat bahwa sekalipun gedung tersebut mengalami kerusakan karena kebakaran baik sebagian ataupun keseluruhan, jumlah sewa harus tetap dibayar sampai dengan akhir masa kontrak. Jelasnya, sekalipun bahaya kebakaran atau bahaya-bahaya,lain yang diasuransikan menyebabkan Tuan Hamid tidak dapat menempati gedung tersebut, tetapi dia harus tetap membayar sewa. Kerugian yang dideritanya dapat diasuransikan dalam rent insurance. Di lain pihak, Tuan Dono menyewa sebuah gedung untuk kegiatan usahanya, dengan syarat bahwa apabila terjadi kebakaran sehingga gedung tersebut tidak dapat digunakannya maka tidak perlu melanjutkan pembayaran sewa atas gedung tersebut. Dalam hal terjadinya kebakaran, Tuan Dono tidak akan mengalami kerugian sewa, tetapi pemilik gedung akan mengalami
  • 206. 5.18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • kerugian atau kehilangan pendapatan sewa atau gedung tersebut dan untuk ini, dia dapat mengasuransikannya dalam rent insurance. Apa pun persyaratan yang ditetapkan dalam kontrak sewa tersebut, tetapi yang jelas apabila terjadi kebakaran atau peril lain yang diasuransikan maka ada pihak yang akan menderita kerugian, pihak-pihak yang menggunakan rental insurance ini antara lain orang-orang yang menggantungkan diri pada pendapatan sewa atas apartemen atau gedung lainnya, pemilik real estate yang sumber pendapatannya dari penyewaan real estate tersebut, perusahaan yang menyewakan sebagian gedungnya kepada perusahaan lain. Sehubungan dengan hal ini timbul suatu pertanyaan apakah rent insurance tersebut tidak merupakan duplikat dari dalam business dari penutupan yang diberikan dalam business interruptionn policy? Jawaban yang paling tepat dari pertanyaan tersebut adalah itu tergantung. Artinya tergantung pada apakah business interruption insurance memperhitungkan pendapatan sewa tersebut sebagai bahagian dari pendapatan yang diasuransikan atau tidak. Apabila pendapatan sewa sudah diperhitungkan dalam total pendapatan perusahaan maka perusahaan yang bersangkutan tidak perlu membeli polis rent insurance tersendiri. Sekalipun kadang-kadang pembelian polis tersebut secara terpisah (satu untuk business interruption insurance dan satu untuk rent insurance) akan dapat memberikan keuntungan kepada pihak tertanggung karena adanya cost saving (penghematan biaya) yang mungkin diperoleh karena adanya perbedaan dalam cara perhitungan rate dalam kedua kontrak tersebut. Masalah pendapatan sewa ini yang dapat mempunyai peranan yang sangat penting bagi sementara pihak tidak boleh diabaikan begitu saja dalam program asuransi secara keseluruhan. 1) Forms ofrent insurance Rent insurance pada umumnya ditulis dalam salah satu dari ketiga bentuk berikut ini. a) Bentuk yang pertama dari rent insurance adalah untuk memberikan pengembalian atau ganti rugi atas kehilangan pendapatan sewa untuk suatu periode tertentu, biasanya 12 bulan. b) Bentuk yang kedua dimaksudkan untuk memberikan ganti rugi selama masa normal untuk membangun kembali gedung yang rusak. Dalam hal ini, tidak disertai dengan limit waktu tertentu.
  • 207. e ADBI4211/MODUL 5 5.19 c) Bentuk yang ketiga tidak menunjukkan referensi terhadap limit waktu tertentu, tetapi menunjukkan bahwa lebih dari 1/12 dari jumlah asuransi yang dibayar setiap bulannya. Dengan demikian, misalnya jumlah asuransi adalah sebesar Rp1.200.000,00 maka tidak lebih dari Rp1.00.00,00 yang dapat dibayarkan setiap bulannya. Apabila jumlah kerugian setiap bulannya adalah Rp50.000,00 maka jumlah pembayaran yang diberikan kepada tertanggung setiap bulannya adalah sebesar Rp50.000,00 sampai nilai asuransi tersebut habis, yang berarti membutuhkan waktu selama 24 bulan. 2) Comon elements in rent insurance form Dalam ketiga bentuk rent insurance tersebut di atas terdapat sejumlah elemen tertentu yang sama di antaranya. Keseluruhan bentuk tersebut merupakan kontrak ganti rugi jumlahnya tidak akan pemah melebihi jumlah kerugian yang sesungguhnya Dengan demikian, dalam polis- polis tersebut akan dinyatakan bahwa semua biaya-biaya yang tidak. akan dikeluarkan selama gedung tidak dihuni harus dikurangi dari jumlah pendapatan sewa. Sebagai contoh, Tuan Ridwan memperoleh penghasilan dari penyewaan gedungnya sebesar Rp1.200.000,00/tahun ,dan di samping itu dia harus mengeluarkan biaya-biaya untuk pembersihan gedung dan sebagainya sebanyak Rp200.000,00/tahun. Apabila terjadi kebakaran yang menyebabkan dia kehilangan pendapatan sewa selama 1 tahun maka dia harus mengurangi biaya pembersihan dan lain-lain tersebut dari jumlah total kerugian (sewa yang tidak dapat diperoleh) karena biaya-biaya tersebut tidak akan dikeluarkan selama gedung tidak ditempati (gedung sedang diperbaiki). Dengan demikian, jumlah ganti rugi yang diperolehnya hanya sebesar Rp1.000.000,00. Demikian pula halnya apabila dia terpaksa meninggalkan rumah yang ditempatinya karena terjadinya kebakaran di mana diperkirakan bahwa sewa rumah tersebut Rp150.000,00/bulan dan untuk biaya-biaya pemeliharaan diperkirakan sebesar Rp10.000,00 per bulan (biaya ini tidak akan dikeluarkan selama rumah tersebut tidak ditempati) maka untuk ini dia hanya akan memperoleh ganti rugi sebesar Rp140.000,00. Kesemua bentuk rent insurance membatasi pemberian penutupan sejak terjadinya kebakaran sampai dengan diselesaikannya perbaikan gedung, peril yang diasuransikan harus terjadi dalam periode yang dicakup oleh polis, tetapi periode kerugian pendapatan sewa dapat melebihi periode jatuh temponya polis. Apabila periode kerugian tersebut diperpanjang
  • 208. 5.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • karena adanya aturan-aturan dari pemerintah daerah setempat sehubungan dengan pengonstruksian gedung maka jumlah kerugian selama periode perpanjangan tersebut tidak akan ditutup oleh polis yang dimiliki. Rentform tersebut mungkin ditujukan untuk: a) Memberikan ganti rugi tanpa memandang apakah gedung tersebut digunakan (ditempati) atau tidak pada saat terjadinya kebakaran, atau b) ganti rugi hanya akan diberikan apabila pada saat terjadinya kebakaran gedung tersebut ditempati. Sekalipun bentuk rentet only (hanya apabila gedung ditempati pada saat terjadinya kebakaran) biasanya lebih murah tetapi bentuk ini kurang memuaskan karena mungkin saja gedung tersebut tidak ditempati untuk sementara waktu pada waktu terjadinya kebakaran sehingga dengan demikian pemilik gedung akan menderita kerugian dengan tidak diberikannya ganti rugi hanya karena pada saat terjadinya kebakaran gedung tersebut tidak ditempati. Rental value insurance yang diperuntukkan bagi dwelling form biasanya ditujukan untuk menutup kerugian yang diderita oleh pemilik baik gedung tersebut ditempati ataupun tidak. Rent form biasanya, berisi klausul yang ditujukan untuk menghindari timbulnya underinsurance, misalnya rent form yang menetapkan batas jumlah pembayaran bulanan atas dasar persentase tertentu dari total nilai asuransi. Dengan demikian, apabila dalam polis disebutkan bahwa jumlah pembayaran setiap bulannya tidak akan melebihi 1/12 dari nilai asuransi maka pihak tertanggung didorong untuk membeli tambahan limit lainnya sehingga apabila terjadi kebakaran yang menyebabkan gedung tidak bisa ditempati dia akan bisa menerima ganti rugi secara penuh. Untuk memperjelas hal ini marilah kita melihat contoh berikut ini. Tuan A. Kadir memiliki sebuah gedung yang disewakan sebesar Rp200.000,00/bulan atau Rp2.400.000,00/tahun. Dia memperkirakan bahwa maksimum kerugian yang diderita adalah sebesar Rp800.000,00 karena sekalipun gedung tersebut rusak berat, tetapi untuk mem- perbaikinya membutuhkan waktu yang tidak lebih dari 4 bulan (maksimum kerugian 4 x Rp200.000,00, Rp800.000,00). Akan tetapi, apabila dia hanya memiliki asuransi sebesar Rp800.000,00 maka ganti rugi per bulan yang dapat diterimanya hanya sebesar Rp66.667,00
  • 209. e ADBI4211/MODUL 5 5.21 (1/12 x Rp800.000,00). Untuk mendapatkan ganti rugi sepenuhnya, yaitu sebesar Rp200.000,00 per bulan maka dia harus memiliki asuransi senilai Rp2.400.000,00 (1/12 x Rp2.400.000,00 = Rp200.000,00). Polis yang tidak mengandung pembatasan seperti di atas biasanya disertai dengan coinsurance clause yang berkisar antara 60-100%. Pihak tertanggung dapat memperoleh keuntungan atas rate yang ditetapkan dengan menggunakan coinsurance, tetapi dia diharapkan untuk memiliki asuransi paling tidak sebesar persentase tertentu yang sudah ditetapkan dari nilai sewa tahunan hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan dari kemungkinan menjadi coinsure. Apabila sewa tahunan sebesar Rp2.000.000,00 dan polis tersebut disertai dengan coinsurance clause sebesar 80% maka pihak tertanggung paling tidak harus memiliki penutupan asuransi senilai Rp1.600.000,00. Apabila jumlahnya kurang dari Rp1.600.000,00 maka dia harus menanggung sebagian dari partiall loss yang terjadi (coinsurer). Dengan semakin banyaknya digunakan coinsurance Clonse dalam rent insurance menyebabkan bentuk time to rebuild (bentuk polis yang didasarkan atas waktu untuk membangun kembali gedung yang rusak)) menjadi kurang disukai karena kesulitan dalam mengestimasikan secara tepat berapa lama yang dibutuhkan untuk memperbaiki gedung yang rusak tersebut. Di samping itu juga adanya konsekuensi underinsurance serta kemungkinan terkena coinsurance penalties. Pengaturan secara khusus dalam rent insurance dapat dilakukan bilamana penyewaan gedung dilakukan secara musiman. Misalnya, rumah peristirahatan di tepi pantai (yang disewakan) dapat diasuransikan berdasarkan suatu kondisi bahwa ganti rugi,akan diberikan hanya apabila periode bidak ditempatinya rumah tersebut pada bulan-bulan tertentu di • mus1m panas. f Leasehold interest insurance Leasehold, dapat didefinisikan sebagai interest atas real property yang diciptakan melalui kontrak (lease) yang memberikan hak kepada penyewa untuk menikmati dan menggunakan property tersebut selama suatu jangka waktu tertentu. Leasehold mungkin sangat menguntungkan bagi pihak penyewa karena adanya perubahan kondisi perusahaan, perbaikan gedung serta manajemen dari perusahaan real estate sehingga sewanya berada di atas sewa menurut kontrak lease.
  • 210. 5.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Sebagai contoh: Toko Serba Ada "Kenanga" menandatangani kontrak lease selama 20 tahun atas gedung yang digunakannya sekarang dengan jumlah sewa sebesar Rp12.000.000,00/tahun. Adanya peningkatan nilai inilah yang menciptakan apa yang disebut leasehold interest atau leasehold value. Sehubungan dengan situasi yang disajikan di atas, masalah asuransi apakah yang timbul apabila terjadi kerugian sewa (lease) karena terjadinya kebakaran ataupun peril lain atas gedung Toko Serba Ada Kenanga sehingga tidak dapat digunakan lagi dan terpaksa toko tersebut harus menAndatangani kontrak lease yang baru yang sewanya telah meningkat dari Rp12.000.000,00/ tahun menjadi Rp15.000.000,00/tahun (peningkatan sebesar Rp3.000.000,00/ tahun). Sangat umum, dijumpai dalam kontrak lease yang menyatakan bahwa kontrak tersebut menjadi batal atau dapat dibatalkan apabila gedung yang ditempati mengalami kebakaran baik atas keseluruhan gedung ataupun sebesar persentase tertentu dari bagian terpenting dari gedung tersebut atau apabila kerusakan yang dialami begitu parah sehingga tidak dapat diperbaiki dalam beberapa hari saja. Kerugian yang timbul dari sumber inilah yang dapat diasuransikan dalam bentuk asuransi yang dikenal dengan istilah Leasehold Interest Insurance. Dengan menggunakan ilustrasi di depan maka perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi Rp3.000.000,00/tahun untuk jangka waktu kontrak yang jatuh tempo. Misalnya, jangka waktu kontrak lease di atas adalah 20 tahun dan apabila baru digunakan selama 5 tahun maka jumlah pengganti yang diberikan adalah untuk jangka waktu 15 tahun @ Rp3.000.000,00/ tahun. Dengan mempertimbangkan faktor bunga, polis tersebut menentukan bahwa jumlah kerugian adalah merupakan nilai sekarang (present value) dari keseluruhan penggantian sebesar Rp3.000.000,00/tahun pada tingkat bunga sebesar 4%/tahun. Untuk mempermudah pihak tertanggung mengetahui berapa jumlah ganti rugi untuk setiap rupiah leasehold interest value maka dalam form ini disertakan tabel present value. Pada saat polis ini ditulis maka nilai lease tersebut harus diestimasikan dan hal ini akan dinyatakan sebagai the face snort ofpolicy atau nilai polis. Dengan berlalunya waktu makas jumlah kewajiban pihak tertanggung akan semakin mengecil karena sisa periode kontrak semakin pendek. Oleh
  • 211. e ADBI4211/MODUL 5 5.23 karena itu, premi dihitung berdasarkan nilai rata-rata leasehold value sepanjang masa kontrak lease tersebut. Leasehold value mungkin akan berubah dari waktu ke waktu, sama seperti halnya dengan perubahan-perubahan yang terjadi setiap harinya atas nilai saham biasa perusahaan yang diperjualbelikan di bursa-bursa modal yang resmi. Sekalipun tidak terdapat pasar untuk real estate ataupun lease yang dapat menginformasikan fluktuasi-fluktuasi yang terjadi, tetapi diragukan bahwa perubahan-perubahan tersebut memang dan harus diestimasikan secara berkala sehingga leasehold interest insurance tersebut dapat tetap aktual. Pengestimasian tersebut harus dilakukan oleh seorang penilai/juru taksir yang sudah berpengalaman luas paling tidak sekali dalam setahun pada saat polis tersebut diperbaharui (renewed). Di samping bentuk-bentuk di atas ada pula bentuk interest dalam property yang lain yang diakibatkan dari kerugian leasehold. Misalnya pihak leasee (penyewa) yang menjadi pihak tertanggung mungkin mengeluarkan sejumlah uang tertentu, katakanlah sebesar Rpl.OOO.OOO,OO untuk melakukan perbaikan atau remodeling bagian luar gedung yang disewanya tersebut. Kebakaran terjadi di bagian gedung sehingga kontrak interest tersebut dibatalkan. Dalam hal ini berarti pihak penyewa akan menderita kerugian sebesar Rpl.OOO.OOO,OO karena perbaikan-perbaikan yang dilakukannya tersebut akan kembali kepada pihak gedung pada akhir masa kontrak. Kerugian yang diderita oleh pihak penyewa bukanlah sebagai akibat langsung dari kebakaran, tetapi hanya merupakan akibat tidak langsung yang menyebabkan kontrak sewa tersebut dibatalkan. Kerugian tidak langsung ini tidak ditutup dalam polis asuransi kebakaran yang biasa. Untuk menutup kerugian seperti ini dapat diasuransikan dalam leasehold interest insurance yang mencakup pemberian ganti rugi atas, penyewa, perbaikan-perbaikan gedung, dan remodeling. Bentuk kerugian lain yang sejenis yang juga dapat diasuransikan dalam leasehold interest insurance adalah kerugian atas persekot sewa (prepaid rent) yang tidak dapat dikembalikan apabila terjadi pembatalan kontrak lease. Dalam sebagian besar dalam hal terjadinya kebakaran atau kerusakan atas gedung terletak dalam pihak lessor (yang menyewakan atau pemilik gedung). Apabila pihak lessor tidak membatalkan kontrak tersebut maka berarti tidak ada kerugian. Dengan demikian, pihak lessor tidak akan mendapat ganti rugi. Polis tersebut menyatakan bahwa apabila pihak leasee yang membatalkan kontrak maka tidak akan ada ganti rugi. Biasanya apabila rental value dari
  • 212. 5.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e gedung tersebut telah meningkat maka sangat mungkin pihak lessor akan membatalkan kontrak dalam hal terjadinya kebakaran. Dengan adanya pembatalan kontrak ini dia masih akan tetap dapat menyewakan gedung tersebut kepada penyewa yang lama, misalnya atas dasar sewa bulanan, tetapi dengan jumlah sewa yang lebih tinggi. Dalam kasus,seperti itu maka pihak penanggung akan membayar ganti rugi sebesar selisih sewa antara sewa yang baru dengan sewa yang lama. Apabila pihak leasor tidak membatalkan kontrak tersebut maka pihak penyewa akan menderita kerugian karena gedung tersebut tidak dapat digunakan sampai dengan diselesaikannya perbaikan yang dilaksanakan dan dapat ditempati kembali. Dalam keadaan seperti ini leasehold interest policy akan memberikan ganti rugi atas kerugian yang disebabkan karena tidak dapat ditempatinya gedung tersebut sampai dengan selesai diperbaiki. g. Excess rental value insurance Misalkan rental value property telah menurun sejak saat Ditanda- tanganinya kontrak lease maka dalam hal ini bukan pihak lessee yang menderita kerugian, sebaliknya pihak lessor apabila terjadi pembatalan kontrak karena terjadinya kebakaran atau peril-peril lain yang diasuransikan. Dalam hal ini, polis yang dikenal dengan istilah excess rental value dapat digunakan untuk menutup kerugian pihak lessor atau pemilik gedung. Penutupan yang diberikan dalam polis ini sejalan dengan penutupan yang diberikan kepada pihak lessee dalam leasehold interest insurance. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut ini! 1) Diskusikan dengan rekan Anda hakikat dari kontrak Consequential loss! 2) Jelaskan secara singkat perbedaan antara time element dan non time element! 3) Sebutkan ciri-ciri dasar dari Business Interruption Insurance! Petunjuk Jawaban Latihan Untuk menjawab latihan tersebut di atas, pelajari lebih dahulu dengan baik atau teliti Kegiatan Belajar 1. Jika ada hal-hal yang belum dipahami silakan diskusikan dengan ternan atau tutor Anda.
  • 213. e ADBI4211/MDDUL 5 5.25 RANGKUMAN Kontrak asuransi yang digunakan untuk menutup kerugian tidak langsung atau consequential loss diklasifikasikan dalam 2 kategori utama, yaitu time element dan nontime element coverage. Time element policy mengukur jumlah kerugian dalam hubungannya dengan periode waktu tertentu, sedangkan nontime element menggunakan dasar pengukuran yang lain dalam penentuan besamya kerugian. Kerugian tidak langsung ini sering kali jumlahnya legih besar daripada kerugian atas properti yang terkena kerusakan langsung oleh kebakaran ataupun peril-peril yang lain. Sekalipun asuransi atas kerugian tidak langsung ini sering kali diabaikan. Salah satu bentuk yang paling penting dari time element coverage adalah business interruption insurance yang ditujukan untuk memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung atas hilangnya keuntungan serta biaya- biaya tetap yang harus dikeluarkan karena terjadinya penghentian usaha yang disebabkan oleh peril yang disebutkan dalam polis. Kontrak-kontrak time element yang lain adalah (1) contingent business interruption yang ditujukan untuk memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung karena supplier atau pembeli utamanya mengalami kebakaran atau peril-peril lain yang diasuransikan sehingga perusahaan tertanggung terpaksa menghentikan kegiatan usahanya; (2) extra expense insurance ditujukan untuk memberikan ganti rugi, bilamana terjadi peril yang disebutkan dalam polis sekalipun perusahaan tidak menutup usahanya; (3) aditional living expense ditujukan untuk memberikan ganti rugi atas tingginya living cost di tempat yang baru sehubungan dengan terjadinya peril yang menyebabkan pihak tertanggung harus pindah dari rumah tersebut; (4) rental value insurance ditujukan untuk memberikan ganti rugi atas kerugian sewa bilamana kebakaran atau peril lain menyebabkan gedung tersebut tidak dapat diantisipati; (5) leasehold interest ditujukan, untuk memberikan ganti rugi kepada pihak lessee karena dibatalkannya kontrak lease sebelum saat jatuh tempo karena terjadinya kebakaran atau peril lain yang diasuransikan; serta (6) excess rental value ditujukan untuk memberikan ganti rugi kepada pemilik gedung yang kehilangan sewa yang menguntungkan karena terjadinya kebakaran atau peril lain yang diasuransikan.
  • 214. 5.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Kontrak-kontrak yang mengatur kerugian tidak langsung dalam jumlah uang (rupiah) untuk setiap unit waktu yang berlalu sampai dengan objek yang diasuransikan tersebut selesai diperbaiki adalah penutupan yang didasarkan atas .... A. time element B. non time element C. business interruption insurance D. temperature damage insurance 2) Ganti rugi kepada tertanggung atas keuntungan yang hilang serta biaya tetap yang harus dikeluarkan karena rusaknya properti yang diasuransikan yang disebabkan oleh peril yang disebutkan dalam polis pada umumnya dilaksanakan dengan .... A. business interruption insurance B. contingent business interruption C. extra expense D. rental value 3) Penentuan insurable value dilakukan dengan jalan mengurangi semua biaya variabel dikurangi dari penghasilan yang diperoleh, yang dimaksud dengan insurable value adalah .... A. nilai yang dapat diasuransikan B. nilai yang akan diasuransikan C. saldo dari pengurangan penghasilan kotor dikurangi biaya variabel D. nilai yang tidak dapat diasuransikan 4) Dalam yurisdiksi-yurisdiksi tertentu dikenal suatu bentuk di mana pihak tertanggung setuju apabila terjadi business interuption, bersedia menerima perhitungan sebagai estimasi atas keuntungan dan biaya-biaya serta jualah kerugian. Bentuk tersebut dikenal sebagai .... A. rain insurance B. agreed amount exporsement C. account receivable D. temperature damage
  • 215. e ADBI4211/MODUL 5 5.27 5) Lembaran tersendiri yang memuat keterangan tambahan pada polis dan kemudian diletakkan pada polis serta dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari polis yang bersangkutan disebut .... A. coinsurance elmme B. rental value C. business interruption D. endorsement 6) Hasil total penjualan serta penghasilan-penghasilan lainnya dikurangi dengan harga pokok barang-barang yang dijual dan biaya-biaya material dan supplies disebut .... A. two item form B. coinsurance C. gross earning D. gross earning form 7) Jenis penutupan yang ditujukan untuk individu-individu yang secara normal tidak akan memiliki polis business interruption disebut .... A. rent insurance B. coinsurance C. endorsement D. coinsurance clause 8) Interest atas real property yang diciptakan melalui kontrak (lease) yang memberikan hak penyewa untuk menikmati dan menggunakan properti tersebut selama sesuatu waktu tertentu disebut .... A. rental value B. rain insurance C. leasehold interest insurance D. insurable value 9) Kalau rental value insurance, property telah menurun sejak saat ditandatangani kontrak lease maka dalam hal ini bukan pihak lease yang menderita kerugian melainkan pihak .... A. leasor B. lessee C. lessor maupun pihak lessee D. insuranse
  • 216. 5.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 10) Untuk menutup kerugian yang diderita oleh pemilik gedung, baik gedung tersebut ditempati ataupun tidak biasanya dengan rental value insurance yang diperuntukkan bagi .... A. dwelling form B. rentform C. gross evening form D. two itemform Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ---------- x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% =baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 217. e ADBI4211/MODUL 5 5.29 KEGIATAN BELA.JAR 2 Nont i me Element Cant r acts eperti sudah dijelaskan sebelumnya ada sejumlah bentuk consequential losses (kerugian tidak langsung) yang tidak diukur sebagai fungsi berlakunya waktu. Nontime element contract digunakan untuk mengasuransikan kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh bahaya kebakaran tetapi kerugian tersebut tidak dapat diukur berdasarkan jumlah kerusakan langsung yang disebabkan oleh kebakaran ataupun berlalunya waktu. Contoh-contoh dari time element contract adalah sebagai berikut. A. PROFIT INSURANCE Profit insurance berbeda dengan business interruption insurance karma dalam business interruption insurance penutupan yang dilakukan adalah atas keuntungan yang diperkirakan akan diterima pada masa yang akan datang seandainya tidak terjadi kebakaran atau peril-peril lain yang diasuransikan yang telah menyebabkan rusaknya properti yang diasuransikan. Sebaliknya, profit insurance menutup kerugian atau hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi oleh perusahaan, tetapi masih belum sangat dijual (kerusakan atas persediaan barang jadi). Misalkan sebuah pabrik refrigerator mengalami kebakaran. Di antara property yang rusak yang disimpan dalam gudang terdapat persediaan barang jadi (regrigerator) dengan nilai penjualan sebesar RplO.OOO.OOO,OO, di mana di dalamnya termasuk keuntungan sebesar Rp2.000.000,00. Polis asuransi kebakaran yang biasa hanya akan memberikan ganti rugi atas total biaya produksi yang telah dikeluarkan, yaitu sebesar Rp8.000.000,00 dan polis business interruptioan insurance tidak akan menutup kerugian atas hilangnya keuntungan sebesar Rp2.000.000,00, tersebut karena polis business interruption hanya ditujukan untuk menutup keuntungan yang hilang selama masa penghentian karena terjadinya kebakaran atau peril-peril yang lain disebutkan dalam polis bukan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi pada saat itu. Untuk dapat memperoleh ganti rugi atas hilangnya keuntungan sebesar Rp2.000.000,00, tersebut maka pihak pabrikan harus memiliki polis profit
  • 218. 5.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • insurance. Profit insurance ini mempunyai peranan vital. Seandainya pihak pabrikan dapat dengan segera mengganti barang jadi tersebut dengan jumlah biaya yang sama maka dia akan dapat merealisir keuntungan yang diharapkan tersebut dari barang-barang yang baru, akan tetapi dalam keadaan seperti ini hampir dapat dipastikan bahwa barang-barang baru tersebut tidak -akan dapat disediakan tepat pada saat pasar membutuhkannya. Dengan demikian, barang-barang yang sudah siap untuk dikirimkan kepada pihak pembeli yang membutuhkannya untuk memenuhi penjualan yang sifatnya musiman (rusak dimakan api) mungkin tidak akan dapat dicari gantinya di tempat lain untuk dapat merealisir sebagaimana yang diharapkan. Bentuk asuransi ini pada umumnya ditujukan kepada pihak pabrikan (industri) dan bukannya pedagang. Seorang pedagang akan dapat memperoleh perlindungan yang sama melalui business interrupption insurance usaha yang dilakukannya adalah menjual barang jadi dan polis tersebut ditujukan untuk menutup kerugian karena hilangnya keuntungan serta biaya-biaya tetap dari penjualan di masa yang akan datang. Apabila aturan-aturan yang berlaku memperkenankan maka seorang pabrikan dapat pula mengasuransikan barang-barangnya berdasarkan harga 'jualnya dan bukannya berdasarkan harga atau nilai ganti rugi ataupun biaya produksinya. Dalam keadaan seperti ini tentu saja profit insurance tidak diperlukan karena dalam nilai barang yang diasuransikan sudah tercakup keuntungan yang diharapkan. Profit insurance ini hanya menutup kerugian karena hilangnya keuntungan atas barang jadi dan tidak termasuk barang- barang yang sedang dalam proses pengerjaan, di mana yang terakhir ini termasuk dalam prosedur penentuan jumlah kerugian dalam business interruption insurance. B. ACCOUNT RECEIVABLE INSURANCE Account receivable insurance atau asuransi atas piutang dagang dimaksudkan untuk memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung atas kerugian-kerugian yang timbul karena dia tidak mampu atau tidak berhasil menagih piutang-piutangnya dari para debitur (piutang tidak berjaminan) sehubungan dengan adanya kebakaran yang telah memusnahkan semua catatan-catatan tentang piutang. Terjadinya kebakaran atau bahaya-bahaya lainnya dapat menyebabkan pihak tertanggung tidak mungkin membuktikan adanya hutang pihak debitur karena semua catatan transaksi telah musnah
  • 219. 5.32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • C. TEMPERATURE DAMAGE INSURANCE Dalam beberapa jenis usaha perusahaan, seperti bakeries, cold storage plant ataupun greenhouse, masalah penjagaan temperatur tertentu sangat vital untuk menghindari terjadinya kerugian. Kebakaran mungkin merusak saluran listrik (power) dan sebelum dapat diperbaiki maka meningkat atau menurunnya temperatur dapat menyebabkan kerugian yang besar sekalipun tidak terjadi kerugian langsung, yang disebabkan oleh kebakaran. Kerugian seperti ini pada umumnya tidak ditutup oleh polis asuransi kebakaran yang biasa, tetapi peranannya sangat penting dan oleh karena itu tidak boleh diabaikan. Dalam beberapa aturan tertentu, asuransi untuk penutupan kerugian tidak langsung yang disebabkan oleh kebakaran seperti ini dapat diperoleh dengan jalan endorsement yang dikenal dengan istilah consequential loss assumption clause. Klausul ini memperluas kerugian- kerugian yang pada umumnya ditutup dalam polis asuransi kebakaran yang biasa. Perlu diperhatikan di sini bahwa harus terjadi kerusakan yang sesungguhnya atas properti yang diasuransikan yang disebabkan oleh terjadinya kebakaran atau bahaya-bahaya lain yang diasuransikan. Apabila seseorang dengan sengaja menutup saluran power sehingga menimbulkan kerugian atas barang yang diasuransikan maka dalam hal ini tidak akan diberikan ganti rugi. Demikian pula halnya dengan kerusakan atas peralatan- peralatan yang tidak terkait langsung dengan objek yang diasuransikan tidak akan diberikan ganti rugi. D. RAIN INSURANCE Hujan memang jarang mengakibatkan kerusakan langsung terhadap properti, sekalipun demikian apabila hujan lebat turun terus-menerus dapat menyebabkan timbulnya banjir yang pada akhirnya juga mengakibatkan kerusakan terhadap properti, tetapi biasanya penutupan atas kerugian seperti ini tidak diberikan oleh perusahaan asuransi swasta. Dari sisi yang lain, hujan itu sendiri mungkin dapat mengakibatkan kerugian tidak langsung karena dengan turunnya hujan tersebut dapat mengurangi jumlah keuntungan yang diterima oleh promotor kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan terbuka. Rain insurance ditujukan untuk menutup kehilangan keuntungan dan biaya-biaya tetap lain yang disebabkan oleh hujan, kepada seseorang yang
  • 220. e ADBI4211/MODUL 5 5.33 mempunyai kepentingan finansial atas kegiatan atau atraksi-atraksi yang kesuksesannya sangat tergantung pada cuaca yang baik. Rain insurance ini ditujukan untuk menutup bermacam-macam kebutuhan. Salah satu di antaranya adalah digunakan untuk menutup kerugian biaya-biaya tetap dan biaya-biaya lain apabila kegiatan yang sudah dijadwalkan dibatalkan atau ditunda karena turunnya hujan. Ada juga bentuk yang ditujukan untuk menutup biaya tetap dan hilangnya keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh baik sebagian ataupun seluruhnya karena dengan turunnya hujan menyebabkan jumlah pengunjung jauh berkurang. Dalam bentuknya yang lain, asuransi ini ditujukan untuk membayar sejumlah ganti rugi apabila turun hujan dalam jumlah tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya, misalnya X nun. Di samping itu, ada pula yang ditujukan untuk memberikan ganti rugi kepada promotor yang harus mengembalikan tiket yang sudah dijual apabila kegiatan yang akan dilaksanakan terpaksa dibatalkan karena hujan. Rain insurance ini adalah kontrak mengenai ganti rugi dan mengandung sejumlah limitasi. Pada umumnya, ganti rugi yang diberikan tidak dapat melebihi jumlah tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya atas keuntungan yang diharapkan dan tidak lebih dari 100% dari biaya-biaya tetap. Keuntungan-keuntungan pada tahun sebelumnya sering kali digunakan sebagai pedoman dalam penentuan jumlah penutupan yang diperoleh dan pihak penanggung akan memberikan ganti rugi sebesar selisih antara keuntungan yang diharapkan dengan keuntungan yang sesungguhnya diperoleh (misalnya kegiatan tetap dilaksanakan tetapi karena turunnya hujan jumlah pengunjung menjadi jauh berkurang). Pembayaran ganti rugi yang dilakukan mungkin tergantung pada jumlah curah hujan tertentu, misalnya 50 milimeter, yang didasarkan atas pengukuran oleh Jawatan yang berwenang. Hujan tersebut harus turun dalam periode yang disebutkan dalam polis, yang biasanya 3 atau 4 jam sebelum kegiatan dilaksanakan dan terus berlangsung sepanjang hari. Rain insurance harus mulai berlaku paling tidak 7 hari sebelum kegiatan yang direncanakan dilaksanakan, dan sekali dikeluarkan tidak dapat dibatalkan lagi. Provisi ini melindungi pihak tertanggung dari pembatalan ganti rugi yang diterimanya apabila"terjadi ancaman turunnya hujan, dan melindungi pihak penanggung dari adanya tuntutan pihak tertanggung yang meminta kembali premi yang sudah dibayamya apabila dia, pihak tertanggung, meramalkan bahwa hujan tidak
  • 221. 5.34 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e akan jadi turun dan berusaha untuk membatalkan kontrak yang sudah ditandatangani sesaat sebelum kegiatan dilaksanakan. Rate dalam rain insurance tergantung pada. sejumlah faktor, semakin panjang jangka waktu yang dicakup oleh kontrak tersebut semakin besar premi yang dikeluarkan, dan pada umumnya di daerah-daerah di mana curah hujannya lebih banyak akan ditetapkan premi yang lebih tinggi. Di samping itu, semakin besar jumlah minimum curah hujan yang disyaratkan dalam polis semakin rendah rate yang ditetapkan. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Profit insurance berbeda dengan Business Interruption. Jelaskan dengan contoh sehingga nampakjelas perbedaannya! 2) Diskusikan dengan rekan Anda tentang manfaat dan tujuan dari: a) account receivable insurance; b) temperature damage insurance; c) • • raln lnsurance. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soallatihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2, tentang Nontime Element Contracts. RANGKUMAN- - - - - - - - - - - - - - - - - - Contoh-contoh dari nontime element contracts adalah sebagai berikut. 1. Profit insurance yang ditujukan untuk memberikan ganti rugi kepada tertanggung atas hilangnya keuntungan atas barang jadi yang belum sempat dijual. 2. Account receivable insurance ditujukan untuk memberikan ganti rugi karena kegagalan menagih piutang karena kebakaran telah menyebabkan hilangnya catatan-catatan yang membuktikan tentang adanya tagihan perusahaan kepada langganan.
  • 222. e ADBI4211/MDDUL 5 5.35 3. Temperature damage ditujukan untuk memberikan ganti rugi karena terjadinya perubahan temperatur yang disebabkan oleh peril yang disebutkan dalam polis sehingga barang yang diasuransikan mengalami kerusakan. 4. Rain insurance ditujukan untuk memberikan ganti rugi atas hilangnya keuntungan dan biaya-biaya tetap yang disebabkan oleh turunnya hujan sehingga kegiatan yang direncanakan terpaksa dibatalkan ataupun karena turunnya hujan jumlah pengunjung yang diharapkan jauh berkurang. T E S F 0 R MAT IF 2::__________________ Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Penutupan kerugian atau hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi oleh perusahaan, tetapi masih belum dijual (kerusakan atas persediaan barang jadi) disebut .... A. temperature damage insuranced B. rain insurance C. profit insurance D. main insurance 2) Account receivable insurance dimaksudkan untuk memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung atas kerugian-kerugian yang timbul karena tidak berhasil menagih pada debitur sehubungan dengan adanya kebakaran yang telah memusnahkan semua catatan-catatan piutang. Risiko yang dikecualikan dalam account receivable tersebut adalah risiko karena .... A. peperangan B. ketidaksetiaan partner utama C. peperangan dan risiko karena ketidaksetiaan partner utama atau pejabat penting perusahaan D. ketidaksetiaan 3) Jenis perusahaan, seperti bakeries, cold storage plant ataupun green house, tidak ditutup oleh polis asuransi kebakaran yang biasa. Dalam beberapa aturan tertentu dapat diperoleh dengan jalan endorsement yang dikenal dengan istilah .... A. consequential loss assumption clause B. temperature damage insurance
  • 223. 5.36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • C. rain insurance D. profit insurance 4) Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh bahaya kebakaran tetapi kerugian tersebut tidak dapat diukur berdasarkan jumlah kerusakan langsung yang disebabkan oleh kebakaran ataupun berlalunya waktu diasuransikan dengan menggunakan .... A. nontime elethent contract B. time element contract C. nontime element contract dan time element contract D. fire insurance 5) Bentuk asuransi profit insurance ditujukan kepada pihak pabrikan (industri) dam bukannya pedagang karena seorang pedagang akan memperoleh perlindungan yang semua melalui .... A. profit insurance B. temperature damage insurance C. business interruption insurance D. main insurance 6) Penutupan untuk menutup kehilangan keuntungan dan biaya-biaya tetap lain yang disebabkan oleh hujan kepada seseorang yang mempunyai kepentingan finansial atas kegiatan atau atraksi yang kesuksesannya sangat tergantung pada cuaca baik disebut .... A. main insurance B. rain insurance C. temperature damage insurance D. profit insurance 7) Rain insurance adalah kontrak mengenai ganti rugi dan mengandung sejumlah limitasi. Pedoman yang dipakai dalam penentuan jumlah penutupan adalah .... A. keuntungan-keuntungan pada tahun sebelumnya B. keuntungan yang diharapkan C. keuntungan yang diharapkan dan tidak lebih dari 100% dari biaya tetap D. keuntungan pada tahun sebelumnya dan keuntungan yang diharapkan
  • 224. e ADBI4211/MODUL 5 5.37 8) Rain insurance harus mulai berlaku paling tidak 7 hari sebelum kegiatan yang direncanakan dilaksanakan dan sekali dikeluarkan tidak dapat dibatalkan lagi. Provisi tersebut akan melindungi .... A. pihak tertanggung B. pihak penanggung C. pihak tertanggung dan pihak penanggung D. objek asuransi 9) Penutupan untuk menutup keuntungan yang hilang selama masa penghentian usaha karena terjadinya kebakaran atau peril-peril lain yang disebutkan dalam polis bukan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi pada saat itu disebut .... A. temperature damage insurance B. business interruption insurance C. profit insurance D. main insurance 10) Bentuk asuransi profit insurance pada umumnya ditujukan kepada pihak .... A. pabrikan/industri B. pedagang C. pabrikan dan pedagang D. masyarakat/individu Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% =baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang
  • 225. 5.38 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 226. e ADBI4211/MODUL 5 5.39 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 1) A. Secara umum, kerugian tidak langsung dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu time element dan nontime element. Penutupan yang didasarkan pada time element adalah kontrak-kontrak yang mengukur kerugian tidak langsung dalam jumlah uang (rupiah) untuk setiap unit waktu yang berlalu sampai dengan objek yang diasuransikan tersebut selesai diperbaiki. Contohnya, business interruption insurance di mana kerugian diukur berdasarkan jumlah keuntungan serta biaya-biaya tetap yang. harus dikeluarkan selama periode yang dibutuhkan untuk mereparasi atau mengganti barang yang rusak tersebut. 2) A. Dalam kontrak ganti rugi ini pihak asuransi meminta pemahaman pihak perusahaan atas metode yang digunakan dalam penentuan jumlah kerugian yang pada dasarnya tergantung pada kejadian- kejadian di masa yang akan datang. Mengingat masa yang Akan datang penuh dengan ketidakpastian maka masalahnya akan kompleks. Seperti halnya masalah yang mungkin timbul adalah penentuan berapa besarnya keuntungan yang mungkin diperoleh pada masa yang akan datang karena perusahaan mengalami kebangkrutan tepat pada saat atau sesaat sebelum terjadinya peril diasuransikan. Dalam hal ini, misalnya perusahaan tidak memperoleh keuntungan meskipun tetap beroperasi bagaimana jalan keluamya? Tentunya tidak ada ganti rugi karena tidak ada kerugian sesungguhnya dan perusahaan pada saat mengasuransikan juga kehilangan keuntungan. 3) A. Insurable value atau nilai yang dapat diasuransikan dan merupakan dasar dalam penentuan kerugian adalah merupakan basil dari biaya- biaya variabel yaitu biaya-biaya yang tidak akan dikeluarkan apabila perusahaan tidak beroperasi yang disebabkan karena peril yang disebutkan dalam polis dikurangi dari penghasilan kotor yang diperoleh. 4) B. Agreed amount endorsement adalah suatu bentuk dalam yuridiksi- yuridiksi tertentu yang berarti pihak tertanggung menyetujui apabila terjadi business interruption. Dia bersedia menerima perhitungan
  • 227. 5.40 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • semua biaya variabel dikurangi dari penghasilan kotor yang diperoleh sebagai estimasi terbaik atas keuntungan serta biaya-biaya pada masa yang akan datang dan jumlah kerugian yang diperhitungkan atas dasar perhitungan di atas. 5) D. Ada kalanya setelah pembuatan polis asuransi selesai ternyata diketahui keterangan-keterangan yang kurang lengkap atau kurang tepat dicantumkan maka keterangan tersebut dapat dicantumkan sebagai tambahan untuk melengkapi polis berupa lembaran tersendiri. 6) D. Gross earning form terjadi dari 2 jenis, yaitu untuk risiko yang mungkin terjadi dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan yang kedua risiko yang dihadapi dalam manufacturing form. Untuk yang digunakan dalam perusahaan dagang, gross earning didefinisikan, yaitu hasil total penjualan ditambah pendapatan lain dikurangi harga pokok penjualan dan biaya-biaya di mana biaya-biaya ini tidak dikeluarkan apabila terjadi business interruption atau penghentian usaha. 7) A. Jika gedung disewakan dan terjadi kebakaran maka si penyewa tidak rugi apabila ada syarat jika terjadi kebakaran sewa tidak perlu dilanjutkan pembayarannya tetapi bagi si pemilik gedung akan rugi atau kehilangan pendapatan sewa, dan untuk ini si pemilik dapat mengasuransikannya dalam rent insurance. Orang-orang yang menggunakan rental insurance ini adalah pihak-pihak yang menggantungkan diri pada pendapatan sewa. 8) C. Kontrak lease dapat dibatalkan apabila gedung yang ditempati mengalami kebakaran baik atas keseluruhan gedung ataupun sebesar persentase dari bagian terpenting dari gedung tersebut atau apabila kerusakan yang dialami begitu parah sehingga tidak dapat diperbaiki dalam beberapa hari saja. Kerugian yang timbul dari sumber inilah yang dapat diasuransikan dalam bentuk asuransi yang dikenal dengan istilah Leasehold Interest Insurance. 9) A. Apabila terjadi pembatalan kontrak padahal kontrak lease sudah ditandatangani maka pihak lesserlah yang rugi. Dalam hal ini, polis excess rental value dapat digunakan untuk menutup kerugian pihak lesser atau pemilik gedung . Penutupan ini sejalan dengan penutupan yang diberikan kepada pihak lease dalam leasehold Interest Insurance.
  • 228. e ADBI4211/MODUL 5 5.41 10) A. Rental value insurance yang diperuntukkan bagi dwelling form biasanya ditujukan untuk menutup kerugian yang diderita oleh pemilik gedung baik gedung tersebut ditempati ataupun tidak. Hal ini ada hubungannya dengan rent form yang mungkin ditujukan untuk memberikan gantinya tanpa memandang apakah,gedung tersebut ditempati atau tidak pada waktu terjadinya kebakaran atau ganti rugi hanya akan diberikan pada saat terjadi kebakaran gedung tersebut ditempati. Tes Formatif2 1) C. Bentuk asuransi profit insurance biasanya ditujukan untuk/kepada pihak pabrikan (industri) dan bukan pedagang karena polis tersebut ditujukan untuk menutup kerugian karena hilangnya keuntungan serta biaya-biaya tetap dari penjualan di masa yang akan datang. Yang artinya penutupan kerugian ini untuk hilangnya keuntungan atas barang jadi itu tidak termasuk barang-barang yang sedang dalam proses pengerjaan. 2) C. Account receivable insurance atau asuransi atas piutang dagang yang ditulis sebagai all risk coverage atau penutupan semua risiko yang terjadi terhadap piutang dengan pengecualian terhadap risiko yang ditimbulkan oleh peperangan dan ketidaksetiaan partner utama atau pejabat penting perusahaan. Untuk menentukan jumlah kerugian apabila tidak terdapat catatan-catatan mengenai piutang maka harus diproyeksikan dari data akuntansi tahun-tahun sebelumnya dengan mengadakan beberapa adjustment terhadap fluktuasi-fluktuasi musiman. 3) A. Consequential loss assumption clause adalah suatu istilah dalam endorsement untuk memperoleh penutupan kerugian tidak langsung yang disebabkan oleh kebakaran karma meningkat atau menurunnya temperatur yang dapat menyebabkan kerugian yang besar. 4) A. Penutupan atas nontime element adalah penutupan untuk kerugian- kerugian yang pengukurannya tidak didasarkan atas berlakunya waktu tetapi diukur dengan cara lain, contohnya temperature damage insurance (asuransi atas kerusakan yang disebabkan oleh perusakan karena temperatur) di mana pengukurannya kerugian didasarkan atas nilai barang yang rusak karena api (kebakaran) telah menghancurkan saluran Listrik "gudang pendingin" sehingga
  • 229. 5.42 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • properti yang disimpan di dalamnya mengalami kerusakan sebagai akibat meningkatnya temperatur. 5) C. Business interruption insurance adalah asuransi yang melindungi seorang pedagang. Usaha yang dilakukan pedagang adalah menjual barang jadi dan polis tersebut ditujukan untuk menutup kerugian karena hilangnya keuntungan serta biaya-biaya tetap dari penjualan di masa yang akan datang. 6) B. Rain insurance ditujukan untuk menutup bermacam-macam kebutuhan. Biasanya penutupan atas kerugian karena banjir tidak ditutup oleh perusahaan asuransi swasta. Salah satu contoh kerugian yang ditutup oleh rain insurance adalah kerugian biaya tetap, dan biaya-biaya lain apabila kegiatan yang sudah dijadwalkan dibatalkan atau ditunda karena turunnya hujan. Rain insuirance harus mulai berlaku paling tidak 7 hari sebelum kegiatan yang direncanakan dilaksanakan dan sekali dikeluarkan tidak dapat dibatalkan lagi. 7) A. Penentuan jumlah penutupan pada rain insurance berpedoman pada keuntungan-keuntungan pada tahun sebelumnya. Sedangkan ganti rugi yang diberikan tidak dapat melebihi jumlah tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya atas keuntungan yang diharapkan dan tidak lebih dari 100% dari biaya-biaya tetap. Kalau kegiatan tetap dilaksanakan tetapi karena turunnya hujan jumlah pengunjung jauh berkurang, mungkin pembayaran ganti rugi didasarkan pada jumlah curah hujan yang pengukurannya dilakukan oleh jawatan yang berwenang atau besamya ganti keuntungan yang diharapkan sesungguhnya diperoleh. rugi sebesar selisih dengan keuntungan antara yang 8) C. Dengan adanya penyebutan aturan kalau rain insurance harus mulai berlaku paling tidak 7 hari sebelum kegiatan yang direncanakan dilaksanakan dan sekali dikeluarkan tidak dapat dibatalkan lagi serta hujan tersebut harus turun dalam periode yang disebutkan dalam polis, yang biasanya 3 atau 4 jam sebelum kegiatan dilaksanakan dan terus berlangsung sepanjang hari maka provisi tersebut akan melindungi tertanggung maupun penanggung. Pihak tertanggung dilindungi dari pembatalan ganti rugi yang diterimanya apabila terjadi ancaman turunnya hujan dan pihak penanggung dilindungi dari adanya tuntutan pihak tertanggung yang meminta kembali premi yang telah dibayarkannya apabila pihak tertanggung
  • 230. e ADBI4211/MODUL 5 5.43 meramalkan bahwa hujan tidak akan jadi turun dan berusaha membatalkan kontrak yang sudah ditandatangani sesaat sebelum kegiatan dilaksanakan. 9) B. Business interruption insurance untuk menutup keuntungan yang diperkirakan akan diterima pada masa yang akan datang seandainya tidak terjadi kebakaran atau peril-peril lain yang diasuransikan yang telah menyebabkan rusaknya properti yang diasuransikan. Polis business interruption hanya ditujukan untuk menutup keuntungan yang hilang selama masa penghentian usaha karena terjadinya kebakaran atau peril-peril yang lain yang disebutkan dalam polis bukan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi pada saat- saat itu. 10) A. Profit insurance menutup kerugian atau hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan atas barang-barang yang telah selesai diproduksi oleh perusahaan, tetapi masih belum sempat dijual (kerusakan atas persediaan barang jadi). Oleh karena itu, pada umumnya ditujukan pada pihak pabrikan/industri karena tidak mungkin pedagang memproses barang menjadi barang jadi, tetapi pedaganglah yang siap menjual barang jadi yang merupakan dagangannya.
  • 231. 5.44 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Daft ar Pust aka Gibbons, Robert J., George E. Rejda, and Michael W. Elliot. (1992). Insurance Perspectives. Malvern, PA: American Institute for Chartered Property Casualty Underwriters. Insurance Fraud Prevention Division, Nebraska Department of Insurance. (1998). Annual Report. Lincoln, NE: Nebraska Department of Insurance. Insurance Information Institut. (1998). Insurance Fraud. New York: Insurance Information Institute. Rejda, George E., Constance M. Luthardt, Cheryl L. Ferguson, and Donald R. Oakes. (2000). Personal Insurance. 4th ed. Malvern, PA: Insurance Institute of America. Rejda, George E. (2008). Principles ofRisk Management and Insurance. lOth Edition. Boston, MA.: Pearson Education, Inc. Smith, Barry D. and Eric A. Wiening. (1994). How Insurance Works. 2nd ed. Malvern, PA: Insurance Institute of America.
  • 232. MDDUL 6 Pri nsi p-pri nsi p Hukum dal am Asuransi Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN "Pendidikan yang terkait dalam fungsi penting dari bisnis asuransi dituj ukan untuk memahami sifat-sifat dasar dari hukum asuransi." Edwin W. Patterson Essentials of Insurance Law, 2nd ed. Achard seorang warga negara Amerika Sarikat berusia 26 tahun memiliki masalah serius dengan minuman keras. Dia baru saj a pindah ke negara bagian lain di US dan mengaj ukan permohonan untuk memperoleh asuransi kendaraan pada negara bagian tersebut. Dalam permohonannya dia menyat akan bahwa dia t idak menggunakan al kohol, tidak pernah didenda karena pelanggaran dalam mengemudikan kendaraan, dan tidak pernah melakukan pelanggaran selain melanggar tiket lalu lintas. Faktanya, Achard pernah dikenai tiga hukuman untuk mengemudi sambi I mabuk dan pernah t erl ibat dalam beberapa kecelakaan lalu lintas. Polis telah diterbitkan. Sagera setelah itu, Achard terlibat kecelakaan di mana pengemudi lain tewas. Keluarga pengemudi yang meninggal dunia menuntut Achard untuk pelanggaran tersebut. Satelah menginvestigasi klaim tersebut, penanggung asuransi Achard mengetahui bahwa sebelumnya dia pernah dihukum karena mengemudi sambiI mabuk. Penanggung asuransi membat al kan pert anggungannya karena Richard membuat beberapa materi pernyat aan yang t idak benar. Perkenai an Richard dengan hukum asuransi sangat memakan bi aya dan menyedi hkan. Saperti yang diketahui Richard, hukum asuransi memiliki konsekuensi yang penting setelah terjadinya kerugian. Ketika Anda membeli asuransi, Anda berharap pelunasan untuk kerugian yang dilindungi. Hukum asuransi dan ket ent uan kant rakt ual menent ukan apakah Anda dapat memperoleh (ganti rugi) dan berapa banyak yang akan dibayarkan. Kontrak asuransi merupakan dokumen hukum kompleks yang menggambarkan perat uran umum dari hukum dan hukum asuransi. Jadi, Anda dapat memahami dengan j elas pri nsip-pri nsip dasar hukum yang mendasari kant rak asuransi.
  • 233. 6.2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Modul ini mendiskusikan prinsip-prinsip dasar hukum di mana kontrak asuransi berdasarkan pada hukum tersebut, persyaratan hukum bagi kontrak asuransi yang sah, dan karakteristik hukum dari kontrak asuransi yang membedakannya dengan tipe-tipe kontrak lainnya. Modul ini menyimpulkan mengenai diskusi hukum dari agen dan aplikasinya terhadap agen asuransi. Setelah mempelajari seluruh materi Modul 6 ini secara tuntas, Anda diharapkan mampu: 1. menjelaskan prinsip-prinsip dasar hukum yang ada dalam kontrak 2. asuransi, termasuk prinsip dari subrogation, dan utmost goodfaith; menunjukkan bagaimana konsep concealment dan warranty (jaminan) good faith; indemnity, insurable interest, hukum dari representation, mendukung prinsip dari utmost 3. menggambarkan persyaratan dasar kontrak asuransi yang benar; 4. menunjukkan bagaimana kontrak asuransi berbeda dari kontrak lainnya; 5. menunjukkan hukum keagenan dan bagaimana hal tersebut memengaruhi tindakan dari agen asuransi; 6. mengakses situs internet yang menyediakan informasi bagi konsumen mengenai hukum asuransi.
  • 234. e ADBI4211/MODUL 6 6.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Pr insi p- prinsi p Perj anj ian Asu ran si rinsip-prinsip dasar hukum dalam perjanjian asuransi yang akan dibahas pada Kegiatan Belajar 1 ini adalah prinsip dari Indemnity, Insurable Interest, Subrogation, Utmost good faith, Representation, Concealment, dan Warranty. A. PRINSIP INDEMNITY Prinsip indemnity merupakan salah satu dari prinsip hukum yang terpenting dalam asuransi. Prinsip dari indemnity menyatakan bahwa penanggung asuransi menyetujui untuk membayar tidak lebih dari jumlah sebenarnya dari kerugian. Dengan kata lain, tertanggung tidak boleh mengambil keuntungan dari kerugian. Sebagian besar kontrak asuransi property dan pertanggungjawaban merupakan kontrak indemnity. Jika kerugian yang diasuransikan terjadi, penanggung asuransi sebaiknya tidak membayar lebih dari jumlah sebenarnya dari kerugian. Meskipun demikian, kontrak dari indemnity bukan berarti bahwa seluruh kerugian yang diasuransikan selalu dibayar penuh. Oleh karena adanya deductible, jumlah dolar yang dibayar akan dibatasi dan karena adanya ketentuan kontraktual lainnya, jumlah yang dibayar mungkin lebih sedikit daripada kerugian sebenamya. Prinsip dari indemnity memiliki dua tujuan fundamental. Tujuan pertama, yaitu untuk mencegah tertanggung memperoleh keuntungan dari kerugian. Sebagai contoh, apabila rumah Kristin diasuransikan sebesar USDlOO,OOO dan sebagian kerugian sebesar USD20,000 terjadi, prinsip dari indemnity akan dilanggar jika USDlOO,OOO dibayarkan padanya. Dia akan memperoleh keuntungan dari asuransi. Tujuan kedua, untuk menurunkan moral hazard. Jika tertanggung yang tidak jujur dapat memperoleh keuntungan dari kerugian, mungkin mereka dengan sengaja menyebabkan kerugian dengan maksud untuk mendapatkan ganti rugi asuransi. Jika pembayaran kerugian tidak melebihi jumlah sebenarnya dari kerugian, godaan untuk menjadi tidak jujur akan berkurang.
  • 235. 6.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 1. Actual Cash Value Konsep dari actual cash value (nilai tunai sebenarnya) melandasi prinsip indemnity. Dalam asuransi property, metode dasar untuk mengganti kerugian tertanggung didasarkan pada nilai tunai sebenarnya dari property yang rusak pada saat terjadi kerugian. Pengadilan telah menggunakan tiga metode utama untuk menentukan actual cash value, yaitu sebagai berikut. a. Biaya ganti rugi dikurangi depresiasi Dalam peraturan ini, actual cash value didefinisikan sebagai biaya ganti rugi dikurangi depresiasi. Peraturan ini digunakan secara tradisional untuk menentukan actual cash value dari property dalam asuransi property. Hal ini mempertimbangkan inflasi dan depresiasi dari nilai property terhadap waktu. Biaya ganti rugi merupakan biaya saat ini untuk memperbaiki property yang rusak dengan material jenis dan kualitas yang baru. Depresiasi merupakan deductible untuk kerusakan fisik yang diakibatkan oleh kecelakaan, umur, dan keusangan ekonomi. Sebagai contoh, Shannon memiliki lemari favorit yang terbakar dalam suatu kebakaran. Asumsikan dia membeli lemari lima tahun yang lalu, lemari tersebut didepresiasi sebesar 50%, dan lemari yang sama saat ini seharga USDl,OOO. Dalam peraturan actual cash value, Shannon akan memperoleh USD500 terhadap kerugian karena biaya ganti ruginya sebesar USDl,OOO, dan depresiasinya sebesar USD500 atau 50%. Jika dia dibayar biaya ganti rugi penuh sebesar USDl,OOO prinsip dari indemnity akan dilanggar karena dia akan menerima nilai dari sebuah lemari baru seharga lima tahun lalu. Singkatnya, pembayaran sebesar USD500 menunjukkan ganti rugi terhadap kerugian dari lemari lima tahun yang lalu. Gambaran ini dapat diringkas sebagai berikut. Biaya ganti rugi Depresiasi Nilai tunai aktual USD500 = USDl,OOO =USD500 (Lemari didepresiasi sebesar 50%) =Biaya Ganti Rugi - Depresiasi =USDlOOO- USD500 b. Nilai harga pasar yang berlaku Beberapa pengadilan telah mengatur bahwa nilai harga pasar yang berlaku harus digunakan untuk menentukan actual cash value dari kerugian. Nilai harga pasar yang berlaku adalah harga yang disepakati oleh pembeli dan penjual dalam pasar bebas.
  • 236. e ADBI4211/MODUL 6 6.5 Nilai harga pasar yang berlaku dari gedung mungkin di bawah actual cash value yang berdasarkan pada biaya ganti rugi dikurangi depresiasi. Perbedaan ini diberikan karena beberapa alasan, yang meliputi lokasi yang miskin, tetangga yang buruk atau keusangan ekonomi dari gedung. Sebagai contoh, di kota besar rumah yang besar dalam area tempat tinggal yang tua sering memiliki nilai pasar yang tinggi di bawah biaya ganti rugi dikurangi depresiasi. Jika terjadi kerugian, nilai harga pasar yang berlaku mungkin menggambarkan secara lebih akurat nilai dari kerugian. Dalam suatu kasus, gedung dinilai seharga USD170,000, berdasarkan pada peraturan actual cash value gedung tersebut memiliki nilai pasar hanya seharga USD65,000 ketika kerugian terjadi. Pengadilan mengatur bahwa actual cash value dari property sebaiknya didasarkan pada nilai harga pasar yang berlaku sebesar USD65,000 daripada sebesar USD170,000 (Jefferson Insurance Company of New York v. Superior Court of Alameda Country, 1970: 2d 880). c. Peraturan mengenai bukti yang luas Banyak negara bagian sekarang menggunakan peraturan mengenai bukti yang luas untuk menentukan actual cash value dari kerugian. Peraturan mengenai bukti yang luas artinya bahwa penentuan dari actual cash value sebaiknya memasukkan seluruh faktor yang relevan yang akan digunakan oleh ahli untuk menentukan nilai dari property. Faktor yang relevan meliputi biaya ganti rugi dikurangi depresiasi, nilai harga pasar yang berlaku, nilai sekarang dari pendapatan yang diperkirakan pada property, perbandingan penjualan dari property yang sama, pendapat dari (ahli) penaksir, dan sejumlah faktor lainnya. Meskipun peraturan actual cash value digunakan dalam asuransi property, metode berbeda digunakan dalam tipe-tipe lainnya dalam asuransi. Dalam asuransi pertanggungjawaban, penanggung asuransi membayar penuh sampai batas polis dari sejumlah kerusakan di mana tertanggung diwajibkan secara sah untuk membayar karena menyebabkan luka-luka pada badan atau kerusakan property terhadap orang lain. Dalam asuransi jiwa, jumlah yang dibayar ketika tertanggung meninggal merupakan nilai yang tercantum dalam polis. Dalam asuransi bisnis pendapatan, jumlah yang dibayar biasanya didasarkan pada kerugian dari profit ditambah dengan biaya yang berkelanjutan ketika bisnis bangkrut karena adanya kerugian dari peril yang diasuransikan.
  • 237. 6. 6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 2. Pengecualian terhadap Prinsip Indemnity Terdapat beberapa pengecualian yang penting dalam prinsip indemnity. Hal tersebut, meliputi berikut ini. a. Polis yang dinilai Polis yang dinilai adalah suatu pembayaran jumlah yang tercantum dalam asuransi ketika kerugian total terjadi. Polis yang dinilai biasanya digunakan untuk mengasuransikan barang antik, kerajinan seni, lukisan yang langka, dan pusaka keluarga. Oleh karena kesulitan dalam menentukan nilai sebenarnya dari property pada saat terjadi kerugian, tertanggung, dan penanggung asuransi keduanya menyetujui nilai dari property ketika polis pertama diterbitkan. Sebagai contoh, Anda mungkin memiliki jam antik yang bernilai yang dimiliki oleh nenek Anda. Asumsikan bahwa jam tersebut seharga USDlO,OOO sekarang dan diasuransikan sebesar jumlah tersebut. Jika jam tersebut hancur total dalam kebakaran, Anda akan dibayar sebesar USDlO,OOO dan bukan sebesar nilai tunai sebenarnya. Oleh karena jumlah yang dibayar mungkin melebihi nilai tunai sebenarnya, prinsip indemnity akan dilanggar. b. Hukum dari polis yang dinilai Hukum dari polis yang dinilai merupakan pengecualian lain dari prinsip indemnity (sebagai contoh polis yang dinilai bersumber dari negara bagian di Amerika Serikat, yaitu Arkansas, Florida, Georgia, Kansas, Lousiana, Minnesota, Mississippi, Missouri, Montana, Nebraska, New Hampshire, North Dakota, Ohio, South Carolina, South Dakota, Tennessee, Texas, West Virginia, dan Wisconsin). Peril tertentu di mana hukum dari polis yang dinilai diterapkan, berbeda di setiap negara bagian di USA. Hukum di suatu negara bagian hanya melindungi kebakaran; negara bagian lainnya melindungi kebakaran, kilat, angin topan, dan tornado, serta beberapa negara bagian memasukkan seluruh peril yang diasuransikan. Sebagai tambahan, hukum umumnya diterapkan hanya pada property yang nyata, dan kerugian yang terjadi harus total. Sebagai contoh, gedung diasuransikan sebesar USD200,000 mungkin memiliki actual cash value sebesar USD175,000. Jika kerugian total dari kebakaran terjadi, jumlah yang tercantum sebesar USD200,000 akan dibayarkan. Oleh karena tertanggung akan memperoleh ganti rugi lebih dari actual cash value, prinsip dari indemnity akan dilanggar.
  • 238. e ADBI4211/MODUL 6 6.7 Tujuan awal dari hukum polis yang dinilai adalah untuk melindungi tertanggung dari perbedaan pendapat dengan penanggung asuransi jika agen dengan sengaja menanggung property yang melebihi batas untuk mendapatkan komisi yang tinggi. Setelah kerugian total, penanggung asuransi mungkin menawar lebih sedikit dari jumlah yang tercantum di mana pemilik polis telah membayar premi pada tanah di mana gedung diasuransikan. Akan tetapi, pentingnya dari hukum polis yang dinilai telah menurun dari waktu ke waktu karena inflasi dalam nilai property telah membuat asuransi yang melebihi batas mengurangi masalah. Asuransi di bawah harga sekarang menjadi masalah besar karena mengakibatkan premi tidak mencukupi bagi penanggung asuransi dan perlindungan yang tidak memadai bagi tertanggung. Walaupun mengurangi pentingnya hal tersebut, hukum polis yang dinilai dapat mendorong ke arah asuransi yang melebihi batas dan meningkatkan moral hazard. Beberapa bangunan tidak diperiksa secara fisik sebelum diasuransikan. Jika penanggung asuransi gagal untuk memeriksa bangunan untuk tujuan penilaian, akan mengakibatkan terjadinya overinsurance dan kemungkinan terjadinya moral hazard. Tertanggung mungkin tidak memperhatikan mengenai pencegahan kerugian atau mungkin dengan sengaja menyebabkan kerugian untuk memperoleh keuntungan dari asuransi. Meskipun hukum dari polis yang dinilai menyediakan pembelaan bagi penanggung asuransi ketika terjadi penipuan yang mencurigakan, pengajuan bukti harus diserahkan oleh penanggung asuransi untuk membuktikan maksud penipuan tersebut. Membuktikan penipuan acapkali menyulitkan. Sebagai contoh, dalam kasus yang lalu, sebuah rumah diiklankan untuk dijual seharga USD1800 dan telah diasuransikan sebesar USD10,000 dalam polis asuransi kebakaran. Setelah enam bulan berlalu, rumah tersebut hancur total karena kebakaran. Penanggung asuransi menyangkal pertanggungjawaban berdasarkan pada penggambaran tanah yang keliru dan adanya penipuan. Pertimbangan pengadilan memerintahkan sejumlah uang yang tertera dalam asuransi dibayarkan, hal tersebut mengacu pada tidak adanya pencegahan dari perusahaan dalam memeriksa property untuk menentukan nilai, dan pernyataan tertanggung mengenai nilai dari rumah merupakan pemyataan opini, bukan penyajian faktanya (Gamel v. Continental Ins. Co., 463 S.W. 2nd 590, 1971). Sebagai tambahan untuk informasi yang memperhatikan hukum polis yang dinilai, mahasiswa yang tertarik dapat berkonsultasi pada Fire
  • 239. 6.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Casualty & Surety Bulletins, Fire and Marine Volume, Misc. Property section, Cincinnati: National Underwriter Company). c. Biaya ganti rugi asuransi Biaya ganti rugi asuransi merupakan pengecualian ketiga dari prinsip indemnity. Biaya ganti rugi asuransi artinya yaitu tidak terdapat pengurangan untuk depresiasi dalam menentukan jumlah yang dibayarkan untuk kerugian. Sebagai contoh, asumsikan atap rumah Anda telah berumur lima tahun dan memiliki nilai guna selama 20 tahun. Atap tersebut dirusak oleh tornado, rekening biaya ganti ruginya sebesar USDlO,OOO. Dalam peraturan actual cash value, Anda hanya akan menerima USD7500 (USD10,000-USD2,500 = USD7,500). Dalam biaya ganti rugi polis, Anda akan menerima USDlO,OOO sepenuhnya (dikurangi deductible yang dapat diterapkan). Oleh karena Anda menerima nilai dari atap yang baru sebagai pengganti atap yang berumur lima tahun, prinsip dari indemnity secara teknis dilanggar. Biaya ganti rugi asuransi didasarkan pada pengakuan bahwa pembayaran dengan actual cash value masih dapat mengakibatkan kerugian yang substansial pada tertanggung karena sedikit orang yang menganggarkan terjadinya depresiasi. Sebagai contoh, Anda harus membayar sebesar USD2,500 untuk mengembalikan atap yang rusak karena yang seperempat didepresiasi. Untuk menyelesaikan masalah ini, ganti rugi biaya asuransi dapat digunakan untuk mengasuransikan rumah, gedung, serta property perusahaan dan pribadi. d. Asuransi jiwa Asuransi jiwa merupakan pengecualian lain dari prinsip indemnity. Kontrak asuransi jiwa bukan merupakan kontrak indemnity, tetapi merupakan polis yang dinilai yang membayar sejumlah uang yang ditetapkan pada ahli waris atas meninggalnya tertanggung. Prinsip indemnity sangat sulit diterapkan dalam asuransi jiwa untuk alasan yang nyata bahwa peraturan actual cash value (biaya ganti rugi dikurangi depresiasi) tidak berarti dalam menentukan nilai hidup manusia. Lebih jauh, untuk merencanakan tujuan pribadi dan perusahaan, seperti kebutuhan untuk menyediakan jumlah tertentu untuk pendapatan bulanan ketika pemberi nafkah meninggal, jumlah tertentu dari asuransi jiwa harus diperoleh sebelum terjadi kematian. Untuk alasan inilah, polis asuransi jiwa merupakan pengecualian dari prinsip indemnity.
  • 240. e ADBI4211/MODUL 6 6.9 B. PRINSIP INSURABLE INTEREST Prinsip dari insurable interest merupakan prinsip hukum penting lainnya. Prinsip dari insurable interest menyatakan bahwa tertanggung harus berada dalam posisi rugi secara keuangan jika terjadi kerugian atau mengalami sesuatu yang merugikan atau kerusakan jika terjadi kerugian. Sebagai contoh, Anda memiliki insurable interest pada mobil Anda karena mungkin Anda akan menderita kerugian secara keuangan apabila mobil Anda dirusak atau dicuri. Anda memiliki insurable interest pada barang pribadi Anda, seperti televisi atau Video Casette Recorder (VCR) karena Anda mungkin menderita kerugian keuangan jika barang tersebut rusak atau hancur. 1. Tujuan dari Insurable Interest Agar dapat memiliki kekuatan hukum, seluruh kontrak asuransi harus didukung adanya insurable interest. Kontrak asuransi harus didukung dengan insurable interest karena alasan sebagai berikut. a. Insurable interest penting untuk mencegah perjudian Jika insurable interest tidak diwajibkan, kontrak akan menjadi kontrak perjudian dan akan bertentangan dengan kepentingan publik (public interest). Sebagai contoh, Anda dapat mengasuransikan harta benda atau lainnya dan berharap untuk memperoleh kerugian yang lebih awal. Anda sama halnya dengan mengasuransikan jiwa seseorang dan berharap kematiannya lebih awal. b. Insurable interest mengurangi moral hazard Jika insurable interest tidak diwajibkan, orang yang tidak jujur dapat memperoleh kontrak asuransi property dari property orang lain dan kemudian dengan sengaja menyebabkan kerugian untuk menerima ganti ruginya. Akan tetapi, apabila tertanggung berpendirian untuk tidak rugi secara finansial, tidak ada yang didapat dengan menyebabkan kerugian. Jadi, moral hazard dikurangi. Dalam asuransi jiwa, persyaratan insurable interest mengurangi dorongan untuk membunuh tertanggung yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
  • 241. 6.1 Q MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • c. Untuk mengukur sejumlah kerugian tertanggung dalam asuransi property. Sebagian besar kontrak property merupakan kontrak dari indemnity, dan suatu pengukuran perlindungan merupakan insurable interest dari tertanggung. Jika pembayaran kerugian tidak melebihi jumlah dari satu insurable interest, hal tersebut akan mendukung prinsip dari indemnity. Contoh dari Insurable Interest: Beberapa situasi yang memenuhi persyaratan insurable interest akan didiskusikan pada bagian ini. Hal tersebut membantu untuk membedakan antara insurable interest dalam asuransi property dan pertanggungjawaban serta insurable interest pada asuransi jiwa. 2. Asuransi Property dan Pertanggungjawaban Kepemilikan dari property dapat mendukung insurable interest karena kepemilikan dari property akan rugi secara keuangan jika property mereka rusak atau hancur. Kesanggupan bertanggung jawab secara hukum juga dapat mendukung insurable interest. Sebagai contoh, perusahaan dry- cleaning memiliki insurable interest untuk property konsumen karena perusahaan mungkin bertanggung jawab secara hukum terhadap kerusakan barang konsumen dikarenakan kelalaian dari perusahaan. Kreditor yang dilindungi memiliki insurable interest sama baiknya. Bank komersial atau institusi penyimpanan dan peminjaman yang meminjamkan uang untuk pembelian rumah memiliki insurable interest dalam perjanjian property. Property menyediakan jaminan untuk hipotek, jadi jika gedung rusak, jaminan dari pinjaman tersebut dikurangi. Bank yang membuat pinjaman inventaris bagi perusahaan bisnis memiliki insurable interest dalam persediaan barang karena barang merupakan jaminan dari pinjaman. Akan tetapi, pengadilan telah mengatur hal-hal yang tidak dilindungi atau dijamin, atau pada umumnya, kreditor biasanya tidak memiliki insurable interest pada property debitur (Patterson, Essentials of Insurance Law, 1957:109-111, 114, 154-159). Terakhir, hak kontraktual dapat mendukung insurable interest. Jadi, perusahaan bisnis memiliki kontrak untuk membeli barang dari luar negeri dengan kondisi bahwa barang tersebut sampai dengan selamat di Amerika Serikat, memiliki insurable interest pada barang tersebut karena adanya kerugian terhadap keuntungan jika barang dagangan tersebut tidak sampai.
  • 242. e ADBI4211/MODUL 6 6. 11 3. Asuransi Jiwa Pertanyaan dari insurable interest tidak ada ketika Anda membeli asuransi jiwa dalam kehidupan pribadi Anda. Hukum mempertimbangkan persyaratan insurable interest untuk dipenuhi ketika seseorang dengan sukarela membeli asuransi jiwa bagi orang lain baik pria atau wanita. Jadi, Anda dapat membeli asuransi jiwa sebanyak yang Anda mampu, subyek dalam pertanggungan asuransi mengatur mengenai jumlah maksimal asuransi yang dapat dipertanggungkan untuk setiap jiwa. Juga, ketika melamar asuransi jiwa untuk diri Anda sendiri, Anda dapat menentukan siapa saja yang menjadi ahli waris. Ahli waris tidak disyaratkan untuk memiliki insurable interest dalam hidup Anda (Buist M. Anderson, Anderson on Life Insurance, 1991: 361). Jika Anda berharap untuk membeli polis asuransi jiwa untuk kehidupan orang lain, bagaimanapun Anda harus memiliki insurable interest pada kehidupan orang tersebut. Kedekatan ikatan darah atau perkawinan akan memenuhi persyaratan insurable interest pada asuransi jiwa. Sebagai contoh, seorang suami dapat membeli polis asuransi jiwa bagi kehidupan istrinya dan dianggap sebagai ahli warisnya. Demikian juga, seorang istri dapat mengasuransikan suaminya dan dianggap sebagai ahli warisnya. Seorang kakek atau nenek dapat memperoleh polis asuransi jiwa bagi kehidupan cucunya. Akan tetapi, jauhnya hubungan keluarga tidak akan mendukung insurable interest. Sebagai contoh, keponakan tidak dapat mengasuransikan satu dengan lainnya kecuali kalau terdapat hubungan yang berkaitan dengan uang (pecuniary). Jika terdapat kepentingan yang berkaitan dengan uang (pecuniary interest), persyaratan untuk memperoleh asuransi jiwa dapat dipenuhi. Meskipun orang tersebut tidak ada ikatan darah atau perkawinan, seseorang mungkin rugi secara finansial dikarenakan kematian seseorang. Sebagai contoh, perusahaan dapat mengasuransikan kehidupan dari pelayan toko yang terkenal karena keuntungan perusahaan mungkin menurun jika pelayan tersebut meninggal. Suatu mitra bisnis dapat mengasuransikan jiwa dari mitra kerjanya untuk memperoleh keuntungan mitra tersebut ketika dia meninggal. 4. Saat Insurable Interest Harus Ada Dalam asuransi property, insurable interest harus ada pada saat terjadi kerugian. Terdapat dua alasan untuk persyaratan tersebut. Pertama, sebagian besar kontrak asuransi property merupakan kontrak indemnity. Jika insurable
  • 243. 6.12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • interest tidak ada pada saat terjadinya kerugian, kerugian finansial tidak akan terjadi. Karena itu, prinsip dari indemnity akan dilanggar jika terjadi pembayaran. Sebagai contoh, apabila Mark menjual rumahnya pada Susan dan terjadi kebakaran sebelum asuransi rumah tersebut dibatalkan, Mark tidak dapat menerima ganti rugi karena tidak memiliki insurable interest atas property tersebut. Susan juga tidak dapat menerima ganti rugi tersebut karena dia tidak tertera sebagai tertanggung dalam polis. Kedua, Anda mungkin tidak memiliki insurable interest pada property tersebut ketika kontrak ditulis pertama kali, tetapi mungkin berharap memiliki insurable interest di masa depan, pada saat kerugian mungkin terjadi. Sebagai contoh, pada asuransi angkutan laut, umumnya dalam mengasuransikan muatan yang dikembalikan, menggunakan kontrak yang disertakan sebelum keberangkatan kapal. Akan tetapi, polis mungkin tidak melindungi barang sebelum berada di atas kapal sebagai barang yang diasuransikan. Meskipun insurable interest tidak ada ketika kontrak ditulis pertama kali, Anda masih dapat menerima ganti rugi jika Anda memiliki insurable interest pada barang saat terjadinya kerugian. Sebaliknya, dalam asuransi jiwa persyaratan insurable interest harus dipenuhi hanya pada saat permulaan dari polis, bukan pada saat meninggalnya. Asuransi jiwa bukan merupakan kontrak indemnity, tetapi merupakan polis yang dinilai sebagai sejumlah pembayaran tertentu pada saat tertanggung meninggal. Oleh karena ahli waris hanya memiliki klaim yang sah untuk menerima manfaat dari polis, ahli waris sebaiknya tidak menunjukkan kerugian yang disebabkan oleh kematian tertanggung. Sebagai contoh, apabila Michelle mengambil polis asuransi jiwa suaminya dan kemudian bercerai, dia berhak terhadap pembayaran polis atas kematian bekas suaminya jika dia menyimpan asuransi yang masih berlaku. Persyaratan insurable interest harus dipenuhi hanya pada saat permulaan dari kontrak. C. PRINSIP SUBROGATION Prinsip dari subrogation sepenuhnya mendukung prinsip indemnity. Subrogation artinya substitusi (penggantian) penanggung asuransi sebagai pengganti tertanggung yang bertujuan untuk meminta ganti rugi dari pihak ketiga untuk menutupi kerugian yang dilindungi oleh asuransi. Oleh karena itu, penanggung asuransi berhak untuk memperoleh ganti rugi atas kerugian
  • 244. e ADBI4211/MODUL 6 6.13 yang diberikan pihak ketiga yang lalai terhadap tertanggung. Sebagai contoh, asumsikan bahwa pengemudi mobil yang lalai gagal berhenti saat lampu merah dan menabrak mobil Megan, yang menyebabkan kerusakan sejumlah USD5,000. Jika Megan memiliki asuransi tabrakan pada mobilnya, perusahaan akan membayar ganti rugi kerusakan fisik mobil tersebut (dikurangi deductible) dan kemudian berusaha memperoleh ganti rugi dari pengemudi lalai yang menyebabkan kecelakaan. Sebagai altematif, Megan dapat berusaha untuk memperoleh ganti rugi secara langsung dari pengemudi mobil yang lalai tersebut untuk mengganti kerusakan pada mobilnya. Subrogation tidak dapat diterapkan jika pembayaran kerugian tidak diberikan. Akan tetapi, apabila kemungkinan ganti rugi diberikan, tertanggung memberikan hak yang sah pada penanggung asuransi untuk memperoleh ganti rugi kerusakan yang disebabkan pihak ketiga yang lalai. 1. Tujuan dari Subrogation Subrogation memiliki tiga tujuan dasar. Pertama, subrogation mencegah tertanggung untuk memperoleh ganti rugi dua kali untuk kerugian yang sama. Tidak adanya subrogation, tertanggung dapat memperoleh ganti rugi dari penanggung asuransi dan dari orang yang menyebabkan kerugian. Prinsip dari indemnity mungkin akan dilanggar karena tertanggung akan memperoleh keuntungan dari kerugian. Kedua, subrogation digunakan untuk meminta pertanggungjawaban orang yang bersalah terhadap terjadinya kerugian. Dengan menggunakan hak subrogation, penanggung asuransi dapat memperoleh keuntungan dari orang yang lalai yang menyebabkan kerugian. Terakhir, subrogation membantu untuk menekan tarif asuransi. Perlindungan subrogation dapat dicerminkan pada proses penentuan tarif yang cenderung untuk menekan tarif ke bawah apabila tidak terdapat subrogation. 2. Pentingnya Subrogation Anda perlu mengingat lima akibat penting dari prinsip subrogation, yaitu sebagai berikut. a. Peraturan umum, yaitu dengan menggunakan hak subrogation, penanggung asuransi hanya berhak pada jumlah yang telah dibayar dalam polis (James J. Lorimer, et al., The Legal Environment of Insurance, 1987: 376).
  • 245. 6.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Beberapa tertanggung mungkin tidak memperoleh ganti rugi sepenuhnya setelah terjadi kerugian karena nilai kontrak asuransi yang tidak mencukupi, ketentuan deductible atau pengeluaran yang sah dalam usaha mengganti kerugian dari pihak ketiga yang lalai. Banyak polis sekarang • • memiliki ketentuan yang menyatakan bahwa perlindungantnt subrogation digunakan bersama sama antara tertanggung dengan • penanggung asurans1. Tidak adanya ketentuan dari polis manapun, pengadilan menggunakan peraturan yang berbeda dalam menentukan bagaimana perlindungan subrogation digunakan bersama. Suatu pandangan umum yang dipegang yaitu tertanggung harus dibayar sepenuhnya untuk mengganti kerugian; penanggung asuransi kemudian berhak terhadap apa pun sisa pembayaran untuk kepentingan asuransi, dan sisanya diberikan pada tertanggung. Sebagai contoh, Andrew memiliki rumah senilai USDlOO,OOO yang diasuransikan hanya sebesar USD80,000 dalam polis kepemilikan rumah. Asumsikan bahwa rumah tersebut hancur total dalam kebakaran dikarenakan tukang listrik salah memasang kabel. Penanggung asuransi akan membayar sebesar USD80,000 pada Andrew dan kemudian berusaha memperoleh ganti rugi dari tukang listrik yang lalai tersebut. Setelah menggunakan hak subrogation terhadap tukang listrik yang lalai, asumsikan bahwa penanggung asuransi memiliki ganti rugi bersih sebesar USD50,000 (setelah dikurangi pengeluaran yang sah). Andrew akan menerima USD20,000 dan penanggung asuransi dapat menggunakan sisanya sebesar USD30,000. b. Tertanggung tidak dapat menghalangi hak subrogation penanggung asuransi. Tertanggung tidak dapat melakukan apa pun setelah terjadi kerugian yang memberikan hak penanggung asuransi untuk meneruskan terhadap pihak ketiga yang lalai. Sebagai contoh, jika tertanggung melepaskan haknya untuk menuntut pihak yang lalai, hak untuk memperoleh ganti rugi dari penanggung asuransi terhadap kerugian juga dilepaskan. Kasus ini dapat terjadi jika tertanggung membiarkan kesalahan dalam kecelakaan kendaraan atau berusaha untuk menyelesai- kan kerugian tabrakannya dengan pengemudi yang lalai tanpa persetujuan dari penanggung asuransi. Jika hak subrogation penanggung asuransi dilanggar oleh pengemudi yang lalai akan berdampak merugikan bagi asuransi, dan hak tertanggung untuk memperoleh ganti rugi dari penanggung asuransi juga hilang.
  • 246. e ADBI4211/MODUL 6 6.15 c. Penanggung asuransi dapat melepaskan hak subrogation dalam kontrak. Untuk memenuhi keperluan khusus seorang tertanggung, perusahaan asuransi mungkin melepaskan hak subrogation dengan ketentuan yang berdasarkan perjanjian untuk kerugian yang belum terjadi. Sebagai contoh, untuk menyewakan sebuah rumah apartemennya, pemilik tanah mungkin menyetujui untuk membebaskan penyewa dari pertanggung- jawaban potensial jika bangunan tersebut rusak. Jika penanggung asuransi dari pemilik tanah melepaskan hak subrogation-nya dan jika penyewa dengan lalai membuat kebakaran, penanggung asuransi akan mengganti kerugian pemilik tanah terhadap kerugian tersebut, tetapi tidak dapat memperoleh ganti rugi dari penyewa karena hak subrogation-nya telah dilepaskan. Penanggung asuransi mungkin memutuskan untuk tidak menggunakan hak subrogation setelah terjadinya kerugian. Biaya hukum mungkin melebihi ganti rugi yang mungkin diberikan, tuntutan balik untuk menentang tertanggung atau penanggung asuransi mungkin diajukan oleh pihak yang bersalah; penanggung asuransi mungkin berharap untuk menghindari keadaan yang menyulitkan tertanggung atau perusahaan asuransi rnungkin berharap untuk memelihara hubungan masyarakat yang baik (C. Arthur Wlliams, Jr., George L. Head, Ronald C. Horn, and G. Williams Glendenning, Principles of Risk Management and Insurance, 1981: 228). d. Subrogation tidak berlaku pada asuransi jiwa dan sebagian besar kontrak asuransi kesehatan pribadi. Asuransi jiwa bukan merupakan kontrak indemnity, dan subrogation hanya memiliki relevansi pada kontrak indemnity. Kontrak asuransi kesehatan individu biasanya tidak mengandung ketentuan subrogation (Kelompok kontrak asuransi kesehatan rnungkin berisi rnengenai ketentuan subrogation). e. Penanggung asuransi tidak dapat meminta ganti rugi (subrogate) dari tertanggungnya sendiri. Jika penanggung asuransi dapat memperoleh kembali pembayaran ganti rugi untuk kerugian yang diasuransikan dari tertanggung, tujuan dasar dari pembelian asuransi akan dilanggar.
  • 247. 6.16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • D. PRINSIP UTMOST GOOD FAITH Kontrak asuransi didasarkan pada prinsip utmost goodfaith, yaitu derajat yang tinggi dari kejujuran yang dibebankan pada kedua belah pihak terhadap kontrak asuransi yang dibebankan pada pihak lain pada kontrak lainnya. Prinsip ini memiliki akar sejarah pada asuransi angkutan laut. Penanggung asuransi angkutan laut harus menempatkan kepercayaan yang baik dalam pernyataan yang dibuat oleh pelamar untuk asuransi yang menyangkut muatan untuk dikirimkan. Harta benda yang diasuransikan mungkin tidak secara visual diperiksa dan kontrak mungkin disusun pada lokasi pemberhentian yang jauh dari muatan dan toko. Jadi, prinsip dari utmost good faith ditentukan pada derajat kejujuran yang tinggi dari pelamar • asurans1. Prinsip dari utmost good faith didukung oleh tiga doktrin penting yang sah, yaitu representations, concealment, dan warranty. Adapun penjelasannya secara rinci adalah sebagai berikut. 1. Representations Representations merupakan pemyataan yang dibuat oleh pelamar asuransi. Sebagai contoh, apabila Anda melamar untuk asuransi jiwa, Anda mungkin ditanya mengenai umur, berat badan, tinggi badan, pekerjaan, riwayat kesehatan, riwayat keluarga, dan pertanyaan relevan lainnya. Jawaban Anda pada pertanyaan tersebut disebut representations. Arti legal dari representation adalah kontrak asuransi dapat dibatalkan berdasarkan keputusan dari penanggung asuransi jika representation (a) material, (b) false (false), (c) relied on by the insurer (didasarkan pada penanggung asuransi) (John F. Dobbyn, Insurance Law, 1989: 157). Material berarti bahwa jika penanggung asuransi mengetahui fakta yang sebenarnya, polis tidak akan diterbitkan atau akan diterbitkan pada persyaratan (terminologi) yang berbeda. False berarti bahwa pernyataan salah atau menyesatkan (tidak benar). Reliance berarti bahwa penanggung asuransi berdasar pada penyajian yang keliru. Dalam menerbitkan polis pada premi yang ditetapkan. Sebagai contoh, Scott melamar untuk asuransi jiwa dan menyatakan dalam surat lamarannya bahwa dia tidak berkunjung ke dokter selama lima tahun terakhir. Padahal, pada enam bulan awal, dia menjalani operasi kanker paru-paru. Pada kasus ini, dia telah membuat pernyataan salah (false) dan
  • 248. e ADBI4211/MODUL 6 6.17 material, dan polis dapat dibatalkan berdasarkan kehendak penanggung asuransi. Jika Scott meninggal tak lama setelah polis tersebut diterbitkan, katakanlah tiga bulan, perusahaan dapat menyangkal klaim kematian berdasarkan pada penyajian material yang salah. Contoh Kasus 6.1. menyediakan penerapan tambahan dari prinsip legal ini. Jika pelamar asuransi mengeluarkan pendapat atau keyakinan yang belakangan diketahui tidak benar, penanggung asuransi harus membuktikan bahwa pelamar berbicara curang dan bermaksud untuk menipu perusahaan sebelum menyangkal pembayaran klaimnya. Sebagai contoh, asumsikan bahwa Anda ditanya apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi ketika Anda mengajukan permohonan untuk memperoleh asuransi kesehatan, dan Anda menjawab tidak terhadap pertanyaan tersebut. Jika penanggung asuransi nantinya mengetahui bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi, harus terbukti terlebih dahulu bahwa Anda bermaksud untuk menipu perusahaan, sebelum menyangkal pembayaran klaim. Jadi, pernyataan pendapat atau keyakinan harus terbukti curang sebelum penanggung asuransi menolak membayar klaim. Terakhir, ketidaksengajaan misrepresentation (penyajian yang keliru) dari fakta material jika didasarkan pada keputusan penanggung asuransi, juga membuat kontrak tidak berlaku lagi. Mayoritas pendapat pengadilan menetapkan bahwa penyajian yang keliru dari fakta material dapat mengakibatkan pembatalan kontrak.
  • 249. 6.18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Contoh Kasus 6.1. Misrepresentation pada Fakta Material Memperbolehkan Penanggung Asuransi untuk Membatalkan Pertanggungjawaban Fakta Legal Kirk melamar untuk memperoleh polis asuransi jiwa. Dia menyatakan dalam surat permohonannya bahwa dia tidak pemah merokok. Faktanya, dia telah merokok selama 13 tahun, dan beberapa bulan sebelum dia mengajukan permohonan asuransi, dia telah merokok kira-kira 10 batang rokok setiap hari. Setelah 10 bulan berlalu, Kirk meninggal karena alasan yang tidak berhubungan dengan merokok. Ahli warisnya mengajukan klaim untuk santunan kematian. Ketika menyelidiki klaim tersebut, penanggung asuransi menemukan bahwa Kirk merokok dan pembayaran dibatalkan karena adanya misrepresentation (penyajian yang keliru) dalam material. Penanggung asuransi meminta pembatalan polis dan mengembalikan premi yang telah dibayar. Berdasarkan pada fakta yang terdahulu, dapatkah penanggung asuransi Kirk membatalkan pertanggung- jawabannya karena pernyataan Kirk yang tidak benar ? Keputusan Pengadilan Pengadilan yang berwenang memutuskan bahwa polis batal karena tertanggung diketahui membuat pemyataan yang salah mengenai material. Penanggung asuransi tidak harus membayar klaim.* SJmber: *New York Life Insurance Co. v. Johnson, United S:at es Court of Appeals, Third 0 rcuit, 1991 , 923 F. 2nd 279; GayIord A. Jentz et al., West Business Law, Alternate Edition, 6th ed. (Mnneapolis, S:. Paul, MN: West Publishing Company, 1994:1021). 2. Concealment Doktrin dari concealment juga mendukung prinsip dari utmost good faith. Concealment adalah kegagalan yang disengaja dari pelamar asuransi dalam mengungkapkan fakta material pada penanggung asuransi. Concealment merupakan hal yang sama seperti nondisclosure (penyembunyian), yaitu pelamar asuransi dengan sengaja menyembunyikan informasi material dari penanggung asuransi. Efek legal dari concealment material sama seperti misrepresentation, yaitu kontrak dibatalkan berdasarkan keputusan dari penanggung asuransi.
  • 250. e ADBI4211/MODUL 6 6.19 Untuk menyangkal klaim yang didasarkan pada concealment, penanggung asuransi nonmarine harus membuktikan dua hal, yaitu (a) fakta yang disembunyikan telah diketahui oleh tertanggung sebagai material, dan (b) tertanggung berniat untuk menipu penanggung asuransi (James J. Loriner, et al., The Legal Environment of Insurance, 1993: 115-116). Sebagai contoh, Joseph DeBellis melamar polis asuransi jiwa untuk hidupnya. Lima bulan setelah polis diterbitkan, dia dibunuh. Nama yang tertera dalam sertifikat kematiannya diketahui sebagai Joseph DeLuca, nama sebenarnya. Penanggung asuransi menyangkal pembayaran dengan dasar bahwa Joseph telah menyembunyikan fakta material dengan tidak mengungkapkan identitas sebenarnya dan bahwa dia memiliki catatan kriminal yang banyak. Berdasarkan bukti dari penanggung asuransi, pengadilan menyatakan bahwa concealment yang disengaja dari identitas sebenarnya berupa material dan merupakan pelanggaran kewajiban dari kepercayaan (good faith) (James J. Loriner, etal., 1993: 115-116). Doktrin dari concealment diterapkan dalam peraturan yang lebih ketat dalam asuransi perairan samudra. Penanggung asuransi perairan samudra tidak diwajibkan untuk membuktikan bahwa concealment itu disengaja. Pelamar diwajibkan untuk mengungkapkan seluruh fakta material yang bersinggungan pada properti yang diasuransikan. Kekurangtahuan pelamar pada fakta materialnya tidak memiliki konsekuensi apa pun. Jadi, penanggung asuransi perairan samudra dapat berhasil menyangkal pembayaran dari klaim jika dapat menunjukkan fakta material yang disembunyikan. 3. Warranty Doktrin dari warranty juga menggambarkan prinsip utmost good faith. Warranty merupakan statement fakta atau kesanggupan yang dibuat oleh tertanggung, yang merupakan bagian dari kontrak asuransi dan harus benar jika penanggung asuransi bertanggung jawab atas kontrak tersebut (Joseph L. Frascona, Business Law, The Legal Environment, Text and Cases, 1987: 1006). Sebagai contoh, dalam pertukaran bagi premi yang dikurangi, pemilik dari toko minuman keras menyetujui untuk menjamin bahwa alarm sistem pencurian dan perampokan akan dioperasikan secara terus-menerus. Ketentuan (klausa) yang menggambarkan jaminan menjadi bagian dari kontrak.
  • 251. 6.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e Dalam kondisi paling tepat yang didasarkan pada common law (hukum yang lazim digunakan), warranty merupakan doktrin legal yang ketat. Pelanggaran apa pun terhadap warranty, baik kecil atau yang bukan termasuk material, memperbolehkan penanggung asuransi untuk menyangkal pembayaran terhadap klaim. Walaupun begitu, pengadilan dan perundang- undangan telah meringankan dan memodifikasi doktrin common law yang ketat pada warranty. Beberapa modifikasi dari doktrin diringkas sebagai berikut. a. Pernyataan yang dibuat oleh pelamar untuk asuransi dipertimbangkan sebagai representations (gambaran) dan bukan warranties (jaminan). Jadi, penanggung asuransi tidak dapat menyangkal pertanggungjawaban terhadap kerugian jika penggambaran yang keliru bukan merupakan material. b. Beberapa pengadilan akan menafsirkan pelanggaran dari warranty dengan bebas (liberally) dalam suatu kasus di mana pelanggaran kecil memengaruhi risiko hanya sementara atau remeh. c. Undang-undang mengenai "peningkatan hazard" telah ditetapkan, yang menyatakan bahwa perusahaan tidak dapat menyangkal klaim kecuali apabila pelanggaran warranty meningkatkan hazard. d. Undang-undang yang telah ditetapkan memperbolehkan tertanggung untuk memperoleh ganti rugi, kecuali apabila pelanggaran dari warranty benar-benar meningkatkan kerugian.. ~ LA T I HAN _____________________ Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! A. Pertanyaan Review 1) Jelaskan prinsip-prinsip dari indemnity! Bagaimana konsep dari actual cash value mendukung prinsip dari indemnity? 2) Tunjukkan bagaimana polis dinilai, biaya ganti rugi asuransi, dan asuransi jiwa merupakan pengecualian dari prinsip indemnity? 3) Apa yang dimaksud dengan insurable interest? Kenapa insurable interest harus ada disetiap kontrak asuransi? 4) Jelaskan prinsip-prinsip dari subrogation! Mengapa subrogation digunakan?
  • 252. e ADBI4211/MODUL 6 6.21 5) Jelaskan prinsip-prinsip dari utmost good faith! Bagaimana doktrin- doktrin hukum dari representations, concealment, dan jaminan mendukung prinsip-prinsip dari utmost goodfaith? B. Pertanyaan Aplikasi 1) Scott meminjam sejumlah USD500,000 dari Bank Gateway untuk membeli kapal penangkap ikan. Dia menyimpan kapalnya di dermaga yang dimiliki oleh Marina Company. Dia menggunakan kapal tersebut untuk memperoleh pendapatan dengan memancing. Scott juga memiliki kontrak dengan perusahaan Blue Fin Fishing untuk mengangkut udang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. a) Apakah setiap pihak yang bersangkutan memiliki insurable interest terhadap Scott atau propertinya? Jika ada insurable interest, jelaskan adanya interest dari. (1) Bank Gateway. (2) Marina Company. (3) Perusahaan Blue Fin Fishing. b) Jika Scott tidak memiliki kapal tetapi mengoperasikan kapal atas nama perusahaan Blue Fin Fishing, apakah dia memiliki insurable interest terhadap kapal tersebut? Jelaskan! 2) Pengemudi yang mabuk menerobos lampu merah dan menabrak mobil Kristen. Biaya perbaikan mobil tersebut sebesar USD5000. Dia memiliki asuransi tabrakan pada mobilnya dengan deductible sebesar USD250. a) Dapatkah Kristen memperoleh ganti rugi dari penanggung asuransi dan pengemudi yang lalai? Jelaskan jawaban Anda! b) Jelaskan bagaimana subrogation mendukung prinsip indemnity! 3) a) Representations dan jaminan ada dalam berbagai kontrak, tetapi hal tersebut khususnya sangat penting dalam kontrak asuransi. Jelaskan perbedaan antara representations dan jaminan yang ada dalam kontrak asuransi, dan berikan contoh masing-masing. b) Asuransi rnerupakan kontrak conditional. Jelaskan arti dari istilah tersebut! c) Jelaskan beberapa tambahan karakteristik dari kontrak asuransi yang membedakannya dengan kontrak-kontrak lain!
  • 253. 6.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e C. Kasus Aplikasi Carmine membeli tempat pelayanan mobil dari Ben. Harga pembelian meliputi gedung, peralatan, dan aktiva lainnya. Bisnis ini dibiayai oleh Bank National, yang memegang hipotek gedung tersebut. Carmine juga mengubah salah satu teras perbaikan mobil menjadi restoran siap saji. Ketika Carmine mengajukan asuransi property pada bisnisnya, dia tidak mengatakan pada perusahaan asuransinya mengenai restorannya karena preminya akan secara substansial meningkat. Enam bulan setelah bisnis tersebut dijalankan, sebuah mobil terbakar dan merusak seluruh atap dari teras area pelayanan tersebut. 1) Apakah setiap pihak yang bersangkutan memiliki insurable interest pada bisnis pada saat terjadinya kebakaran? a) Ben. b) Carmine. c) National Bank. 2) Ben mengatakan pada Carmine dia dapat menyimpan uangnya dengan mengambil asuransi milik Ben daripada membeli polis yang baru. Apakah hal tersebut tepat bagi Carmine untuk mengambil alih asuransi Ben tanpa memberitahukan pada penanggung asuransi Ben? Jelaskan! 3) Investigasi terhadap kebakaran menyatakan bahwa pemilik mobil mengetahui tangki gasnya mengalami kebocoran, tetapi informasi ini tidak dikatakan pada Carmine ketika mobil tersebut dibawa untuk diservis. Jelaskan bagaimana subrogation diterapkan dalam kasus ini. 4) Apakah Carmine harus menunjukkan utmost good faith ketika dia mengajukan permohonan asuransiproperty untuk bisnisnya? Jelaskan! 5) Dapatkah penanggung asuransi Carmine menyangkal untuk mengganti kerugian kebakaran dengan berdasarkan pada material concealment? Jelaskan! Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soallatihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 1, tentang Prinsip-prinsip Perjanjian Asuransi. RANGKUMAN Prinsip dari indemnity menyatakan bahwa penanggung asuransi menyetujui untuk membayar tidak lebih dari jumlah sebenarnya dari kerugian. Dengan kata lain, tertanggung tidak boleh mengambil
  • 254. e ADBI4211/MODUL 6 6.23 keuntungan dari kerugian. Terdapat beberapa pengecualian terhadap prinsip dari indemnity. Pengecualian ini termasuk polis yang dinilai, hukum polis yang dinilai, biaya ganti rugi asuransi, dan asuransi jiwa. Prinsip dari insurable interest berarti bahwa penanggung asuransi harus berada dalam posisi rugi secara keuangan jika terjadi kerugian, atau harus mengakibatkan berbagai kerusakan jika terjadi kerugian. Seluruh kontrak asuransi harus didukung oleh insurable interest untuk memiliki kekuatan hukum. Terdapat tiga tujuan dari persyaratan insurable interest, yaitu (1) untuk mencegah perjudian, (2) untuk mengurangi moral hazard, dan (3) untuk mengukur sejumlah kerugian tertanggung dalam asuransi property. Dalam asuransi property dan pertanggungjawaban, kepemilikan dari property, kesanggupan bertanggung jawab secara hukum, kreditor yang dilindungi, dan hak kontraktual dapat mendukung persyaratan insurable interest. Dalam asuransi jiwa, pertanyaan dari insurable interest tidak ada ketika seseorang membeli asuransi jiwa untuk dirinya. Akan tetapi, jika asuransi jiwa dibeli untuk hidup orang lain, harus terdapat insurable interest dalam kehidupan orang tersebut (in that's person life). Hubungan cinta, kasih sayang, darah, dan perkawinan atau hubungan yang berkaitan dengan uang akan memenuhi persyaratan insurable interest dalam asuransi jiwa. Dalam asuransi property, persyaratan insurable interest harus dipenuhi pada saat terjadinya kerugian. Dalam asuransi jiwa, persyaratan insurable interest harus dipenuhi hanya pada saat permulaan polis. Prinsip dari subrogation berarti penanggung asuransi berhak memperoleh ganti rugi dari pihak ketiga yang lalai untuk membayar kerugian yang dibuatnya terhadap tertanggung. Tujuan dari subrogation yaitu mencegah tertanggung memperoleh ganti rugi dua kali untuk kerugian yang sama, untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang lalai terhadap terjadinya kerugian, dan untuk menekan tarif asuransi. Jika penanggung asuransi menggunakan hak subrogation, tertanggung biasanya harus memperoleh ganti rugi secara penuh sebelum penanggung asuransi meminta sejumlah ganti rugi dari pihak ketiga yang lalai. Juga, tertanggung tidak dapat melakukan apa pun yang dapat menghalangi hak subrogation penanggung asuransi. Akan tetapi, penanggung asuransi dapat melepaskan hak subrogation-nya dalam kontrak baik sebelum atau sesudah terjadinya kerugian. Terakhir, subrogation tidak dapat diterapkan dalam asuransi jiwa dan sebagian besar kontrak asuransi kesehatan individu. Prinsip dari utmost good faith, yaitu derajat yang tinggi dari kejujuran yang dibebankan pada kedua belah pihak terhadap kontrak asuransi yang dibebankan pada pihak lain pada kontrak lainnya.
  • 255. 6.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e Doktrin legal dari representations, concealment, dan warranty mendukung prinsip dari utmost good faith. Representations, yaitu pernyataan yang dibuat oleh pelamar asuransi. Penanggung asuransi dapat menyangkal pembayaran terhadap klaim jika representations berupa material, false, dan relied on by the insurer (berdasarkan keputusan penanggung asuransi) dalam menerbitkan polis pada premi yang ditetapkan. Dalam kasus pernyataan keyakinan atau opini, penyajian yang keliru harus terbukti salah sebelum penanggung asuransi dapat membatalkan klaim. Concealment dari fakta material memiliki dampak yang sama sebagai penyajian yang keliru, kontrak dapat dibatalkan berdasarkan keputusan dari penanggung asuransi. Warranty merupakan statement fakta atau kesanggupan yang dibuat oleh tertanggung, yang merupakan bagian dari kontrak asuransi dan harus benar jika penanggung asuransi bertanggung jawab atas kontrak tersebut Berdasarkan pada common law, pelanggaran terhadap warranty walaupun jika karena kelalaian, memperbolehkan penanggung asuransi untuk menyangkal pembayaran klaim. Ketatnya doktrin common law pada warranty telah dimodifikasi dan diperhalus oleh keputusan pengadilan dan undang-undang. I TES FDRMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Tujuan awal dari hukum polis yang dinilai dalam prinsip indemnity adalah untuk melindungi tertanggung dari perbedaan pendapat dengan penanggung asuransi. Di sisi lain hukum ini dapat mendorong terjadinya peningkatan .... A. moral hazard B. morale hazard C. peril D. physics hazard 2) Kontrak asuransi dapat dibatalkan jika pernyataan yang dibuat oleh pelamar asuransi .... A. tidak benar atau salah B. bergantung pada keputusan tertanggung asuransi C. pelanggaran warranty tidak rneningkatkan hazard D. tertanggung tidak rnelakukan atau rnernpromosikan sesuatu yang tidak sah
  • 256. e ADBI4211/MODUL 6 6.25 3) Pada asuransi jiwa, persyaratan interest harus dipenuhi pada saat .... A. kontrak berakhir B. permulaan dari polis C. terjadi kerugian D. tertanggung meninggal 4) Pada asuransi property, insurable interest harus ada pada saat .... A. kontrak berakhir B. permulaan dari polis C. terjadi kerugian D. tertanggung meninggal 5) Warranty dalam prinsip utmost goodfaith adalah .... A. fakta yang disembunyikan telah diketahui oleh tertanggung sebagai material B. kegagalan yang disengaja dari pelamar asuransi dalam mengungkapkan fakta material pada penanggung asuransi C. pemyataan yang dibuat oleh pelamar asuransi berkaitan dengan data-data dan fakta pribadi D. statement fakta atau kesanggupan yang dibuat oleh tertanggung untuk bertanggung jawab atas kondisi tertentu yang berkaitan dengan kontrak asuransi Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% = cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 257. 6.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • KEGIATAN BELA.JAR 2 Dasar Hukum Kant rak Asuransi olis asuransi didasarkan pada hukum kontrak. Agar dapat secara sah dilaksanakan, kontrak asuransi harus memenuhi empat persyaratan dasar, yaitu penawaran dan penerimaan (offer and acceptance), pertimbangan (consideration), pihak yang kompeten (competent parties), dan tujuan yang sah (legal purpose). A. PERSYARATAN KONTRAK ASURANSI 1. Penawaran dan Penerimaan Persyaratan pertama untuk menyetujui kontrak asuransi, yaitu harus terdapat penawaran dan penerimaan (Offer and Acceptance) dalam persyaratannya. Dalam sebagian besar kasus, pelamar asuransi membuat penawaran dan perusahaan menerima atau menolak penawaran tersebut. Agen hanya mencari atau mengundang calon tertanggung untuk membuat penawaran. Persyaratan dari penawaran dan penerimaan dapat dijelaskan dengan lebih detail dengan membuat perbedaan yang teliti antara asuransi property dan pertanggungjawaban dengan asuransi jiwa. Dalam asuransi property dan pertanggungjawaban, penawaran dan penerimaan dapat secara lisan atau tulisan. Tidak adanya undang-undang yang secara spesifik melarang, kontrak asuransi secara lisan adalah sah (dapat dibenarkan). Agar lebih mudah digunakan, sebagian besar kontrak asuransi berbentuk tulisan. Pelamar asuransi mengisi formulir permohonan dan membayar premi pertama (atau berjanji untuk membayar premi pertama). Langkah ini merupakan penawaran. Agen kemudian menerima penawaran atas nama perusahaan asuransi. Dalam asuransi property dan pertanggung jawaban, agen biasanya memiliki kuasa untuk mewakili perusahaan dengan menggunakan binder. Binder merupakan kontrak asuransi sementara dan dapat berbentuk lisan maupun tulisan. Binder mewajibkan perusahaan segera menerima formulir permohonan terlebih dahulu dan menerbitkan polis. Jadi, kontrak asuransi dapat efektif dengan segera karena agen menerima penawaran atas nama perusahaan. Prosedur ini biasanya diikuti oleh jenis- jenis pertanggungan pribadi dalam asuransi property dan pertanggung jawaban, termasuk polis kepemilikan rumah dan asuransi kendaraan.
  • 258. e ADBI4211/MODUL 6 6.27 Bagaimanapun dalam beberapa kasus, agen tidak diberi kuasa untuk mewakili perusahaan dan formulir permohonan harus dikirimkan ke perusahaan asuransi untuk disetujui. Perusahaan mungkin menerima penawaran dan menerbitkan polis atau menolak formulir permohonan. Dalam asuransi jiwa, prosedur yang diikuti berbeda. Agen asuransi jiwa tidak memiliki kuasa untuk mewakili perusahaan asuransi. Oleh karena itu, formulir permohonan untuk asuransi jiwa selalu ditulis, dan pelamar harus mendapat persetujuan oleh penanggung asuransi sebelum asuransi jiwa berlaku. Prosedur biasa bagi pelamar, yaitu mengisi surat lamaran dan membayar premi pertama. Tanda terima (kuitansi) premi bersyarat kemudian diberikan pada pelamar. Sebagian besar tanda terima bersyarat umum merupakan "tanda terima (kuitansi) premi untuk dapat diasuransikan". Jika pelamar diketahui dapat diasuransikan sesuai dengan standar normal pertanggungjawaban penanggung asuransi, asuransi jiwa menjadi efektif sejak tanggal yang tertera dalam surat permohonan. Beberapa penerimaan yang dapat diasuransikan menjadikan asuransi jiwa efektif sejak tanggal yang tertera dalam surat permohonan atau tanggal dari pemeriksaan kesehatan, boleh menggunakan yang mana saja tetapi yang paling akhir (belakangan). Sebagai contoh, asumsikan bahwa Aaron membuat permohonan untuk polis asuransi jiwa sebesar USDlOO,OOO pada hari Senin. Dia mengisi surat permohonan, membayar premi pertama, dan menerima kuitansi premi bersyarat dari agennya. Pada Selasa pagi, dia melakukan pemeriksaan fisik, dan pada Selasa sore, dia tewas dalam kecelakaan perahu. Surat permohonan dan premi akan tetap diteruskan pada perusahaan asuransi, seperti jika dia masih hidup. Jika dia diketahui dapat diasuransikan menurut peraturan pertanggungjawaban penanggung asuransi, asuransi jiwanya diberlakukan, dan USDlOO,OOO akan dibayarkan pada ahli warisnya. Bagaimanapun, apabila pelamar untuk asuransi jiwa tidak membayar premi pertama ketika surat lamaran telah diisi, ketentuan peraturan yang berbeda diterapkan. Sebelum asuransi jiwa diberlakukan, polis harus diterbitkan dan dikirimkan pada pelamar, premi pertama harus dibayar, dan pelamar harus dalam kondisi kesehatan yang baik ketika polis terkirim. Beberapa penanggung asuransi juga menghendaki bahwa tidak boleh ada perawatan medis sementara di antara submission (kepatuhan) pada surat permohonan dan pengiriman polis. Persyaratan ini dipertimbangkan untuk menjadi "persyaratan keteladanan", dalam kata lain harus diisi sebelum asuransi jiwa berlaku (Edward E. Graves, ed., McGil's Life Insurance, 1994: 789).
  • 259. 6.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 2. Consideration Persyaratan kedua dari kontrak asuransi yang sah adalah consideration. Consideration mengacu pada nilai yang diberikan oleh masing-masing pihak pada pihak lain. Consideration tertanggung (insured's consideration) adalah pembayaran premi pertama (atau berjanji untuk membayar premi pertama) ditambah persetujuan untuk mematuhi persyaratan yang ditentukan di dalam polis. Consideration penanggung asuransi (insurer's consideration) adalah kesanggupan untuk melakukan beberapa hal seperti yang ditentukan dalam polis. Termasuk dalam perjanjian ini, yaitu membayar kerugian dari peril yang diasuransikan, menyediakan jasa tertentu, seperti pencegahan kerugian dan jasa keamanan atau membela tertanggung dalam suatu tuntutan perkara hukum. 3. Pihak yang Kompeten (Competent Parties) Persyaratan ketiga dari kontrak asuransi yang sah, yaitu setiap pihak harus cakap secara hukum. Artinya, pihak yang berkepentingan harus memiliki kapasitas hukum untuk ikut serta dalam ikatan kontrak. Sebagian besar orang dewasa cakap secara hukum untuk ikut serta dalam kontrak asuransi, tetapi terdapat pengecualian. Orang gila, orang mabuk, dan perusahaan yang bertindak di luar jangkauan kekuasaannya tidak dapat ikut serta dalam pelaksanaan kontrak asuransi. Orang yang belum dewasa biasanya tidak cakap secara hukum untuk ikut serta dalam ikatan kontrak; tetapi sebagian besar menyatakan telah menyusun undang-undang yang mengizinkan orang yang belum dewasa, seperti remaja berusia 15 tahun, untuk ikut serta dalam kontrak asuransi jiwa atau asuransi kesehatan yang sah. 4. Tujuan yang Sah (Legal Purpose) Persyaratan terakhir yaitu bahwa kontrak harus digunakan untuk tujuan yang sah. Kontrak asuransi yang mendorong atau mempromosikan sesuatu yang tidak sah (illegal) atau tindakan yang tidak bermoral (immoral) akan bertentangan dengan kepentingan publik dan tidak dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, penjual obat bius dan obat-obatan terlarang lainnya tidak dapat membeli polis asuransi properti yang akan menanggung penyitaan obat-obatan tersebut oleh polisi. Tipe dari kontrak asuransi ini jelas tidak dapat dilaksanakan karena mempromosikan aktivitas ilegal yang bertentangan dengan kepentingan publik.
  • 260. e ADBI4211/MODUL 6 6.29 B. PERBEDAAN KARAKTERISTIK LEGAL DALAM KONTRAK ASURANSI Kontrak asuransi memiliki perbedaan karakteristik legal yang membuatnya berbeda dengan kontrak legal lainnya. Beberapa perbedaan karakteristik legal telah sebelumnya didiskusikan. Seperti catatan sebelumnya, sebagian besar kontrak asuransi properti dan pertanggung jawaban merupakan kontrak indemnity (penggantian kerugian); seluruh kontrak asuransi harus didukung dengan insurable interest, dan kontrak asuransi berdasarkan pada utmost good faith. Perbedaan karakteristik legal lainnya yaitu sebagai berikut. 1. Aleatory Contract Kontrak asuransi cenderung aleatory daripada commutative. Kontrak aleatory adalah suatu di mana nilai ditukar mungkin tidak sama tetapi tergantung pada peristiwa yang tidak pasti. Bergantung pada suatu kebetulan (untung-untungan) satu pihak mungkin menerima nilai di luar proporsi nilai yang diberikan. Sebagai contoh, asumsikan Lorri membayar premi sebesar USD500 dari USDlOO,OOO untuk asuransi kepemilikan terhadap rumahnya. Jika rumah tersebut hancur total karena kebakaran segera setelahnya, dia akan menerima jumlah yang besar melebihi premi yang dibayarkan. Di sisi lain, pemilik rumah mungkin membayar premi tepat waktu selama beberapa tahun dan tidak pernah menderita kerugian. Sebaliknya, kontrak perdagangan lainnya merupakan commutative. Kontrak commutative merupakan suatu di mana nilai ditukar oleh kedua belah pihak yang sama secara teoritis. Sebagai contoh, pembeli real estate biasanya membayar harga yang dianggap sama terhadap nilai properti. Meskipun inti dari kontrak aleatory merupakan untung-untungan atau peristiwa dari beberapa kejadian secara kebetulan, kontrak asuransi bukan merupakan kontrak judi. Judi menciptakan risiko spekulatif baru yang tidak ada sebelum transaksi. Asuransi, bagaimanapun merupakan teknik untuk menangani risiko mumi yang sudah ada sebelumnya. Meskipun judi dan asuransi bersifat aleatory, kontrak asuransi bukan merupakan kontrak judi karena tidak ada risiko baru yang diciptakan.
  • 261. 6.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 2. Kontrak Unilateral (Unilateral Contract) Asuransi merupakan kontrak unilateral. Kontrak unilateral maksudnya bahwa hanya satu pihak yang melaksanakan perjanjian secara sah. Dalam hal ini, hanya penanggung asuransi yang melaksanakan perjanjian secara sah untuk membayar tagihan atau menyediakan pelayanan lain terhadap tertanggung. Setelah premi pertama dibayarkan dan asuransi dibuat, tertanggung tidak dapat dipaksa untuk membayar premi atau untuk mematuhi ketentuan polis. Meskipun tertanggung harus terus membayar premi untuk memperoleh ganti rugi, dia tidak dapat dipaksa secara sah untuk melakukan hal tersebut. Akan tetapi, apabila premi dibayar, penanggung asuransi harus menerimanya dan harus melanjutkan untuk menyediakan perlindungan yang dijanjikan dalam kontrak. Sebaliknya, sebagian besar kontrak perdagangan bersifat bilateral. Masing-masing pihak melaksanakan perjanjian yang sah terhadap pihak lainnya. Jika salah satu pihak gagal untuk melaksanakannya, pihak lainnya dapat menuntut perbuatannya atau dapat menggugat kerusakan yang terjadi dikarenakan pelanggaran kontrak. 3. Kontrak Bersyarat (Conditional Contract) Kontrak asuransi merupakan kontrak bersyarat, di mana kewajiban penanggung asuransi untuk membayar tagihan yang tergantung pada apakah tertanggung atau ahli warisnya memenuhi seluruh persyaratan polis. Persyaratan polis merupakan ketentuan yang disisipkan dalam polis yang merubah atau membatasi wewenang terhadap kesanggupan penanggung asuransi untuk mempertanggungkan. Persyaratan ini membebankan kewajiban tertentu pada tertanggung jika baik wanita atau pria menghendaki untuk memperoleh keuntungan dari kerugian. Penanggung asuransi tidak diwajibkan untuk membayar klaim jika persyaratan dari polis tidak dipenuhi. Meskipun tertanggung tidak dipaksa untuk mematuhi persyaratan polis, tertanggung (baik pria maupun wanita) harus mematuhinya agar tidak memperoleh keuntungan dengan cara curang. Sebagai contoh, dalam polis kepemilikan rumah, tertanggung harus memberitahukan dengan segera mengenai kerugian. Jika tertanggung menunda karena waktu yang tidak beralasan dalam melaporkan kerugian, penanggung asuransi dapat menolak membayar klaim berdasarkan pada persyaratan polis yang dilanggar.
  • 262. e ADBI4211/MODUL 6 6.31 4. Kontrak Pribadi (Personal Contract) Dalam asuransi properti, asuransi merupakan kontrak pribadi (personal contract), artinya kontrak berada di antara tertanggung dan penanggung asuransi. Lebih tegasnya, kontrak asuransi properti tidak mengasuransikan properti, tetapi mengasuransikan pemilik property apabila terjadi kerugian. Pemilik dari properti yang diasuransikan mendapat ganti rugi apabila propertinya rusak atau hancur. Oleh karena kontraknya pribadi, pelamar asuransi harus disetujui oleh penanggung asuransi dan harus memenuhi ketentuan standar asuransi yang berkaitan dengan karakter, moral, dan kredit. Kontrak asuransi properti biasanya tidak dapat diserahkan pada pihak lain tanpa izin dari penanggung asuransi. Jika properti itu dijual pada orang lain, pemilik baru mungkin tidak disetujui oleh penanggung asuransi. Jadi, persetujuan penanggung asuransi biasanya diwajibkan sebelum polis asuransi properti secara sah diserahkan pada pihak lain. Sebaliknya, polis asuransi jiwa dapat diserahkan dengan bebas pada orang lain tanpa persetujuan penanggung asuransi karena penyerahan tersebut biasanya tidak merubah risiko dan meningkatkan kemungkinan kematian. Sebaliknya, pembayaran untuk kerugian properti dapat diserahkan pada pihak lain tanpa persetujuan penanggung asuransi. Meskipun, persetujuan penanggung asuransi tidak diwajibkan, kontrak mungkin mewajibkan bahwa penanggung asuransi harus diberi tahu mengenai penyerahan peralihan pada pihak lain. 5. Contract ofAdhesion Kontrak adhesi (contract of adhesion), artinya bahwa tertanggung harus menerima keseluruhan dari kontrak, dengan seluruh persyaratan dan ketentuannya. Penanggung asuransi menyusun dan mencetak polis asuransi, dan tertanggung umumnya harus menerima isi keseluruhan dokumen dan tidak dapat menuntut persyaratan tertentu harus ditambahkan, dihilangkan atau kontrak ditulis ulang untuk disesuaikan dengan tertanggung. Meskipun kontrak dapat diubah dengan penambahan dari pengesahan (endorsement) atau bentuk, pengesahan, dan bentuk disusun oleh penanggung asuransi. Untuk memperbaiki ketidakseimbangan yang ada, seperti situasi, pengadilan telah mengatur bahwa ambiguitas atau ketidakpastian dalam kontrak ditafsirkan bertentangan dengan penanggung asuransi. Jika polis itu ambigu, tertanggung memperoleh keuntungan dari keragu-raguan tersebut.
  • 263. 6.32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Peraturan umum bahwa ambiguitas dalam kontrak asuransi ditafsirkan bertentangan dengan penanggung asuransi diperkuat dengan prinsip dari pengharapan yang layak (principle of reasonable expectations). Prinsip dari pengharapan yang layak menyatakan bahwa tertanggung berhak memperoleh perlindungan dalam polis, baik pria atau wanita dengan pengharapan yang layak untuk memperoleh perlindungan tersebut, dan agar dapat efektif, exclusions atau pembatasan harus jelas, terencana dan dapat dimengerti (Lorimer, et al., The Legal Environment ofInsurance, 1987: 402--403). Beberapa pengadilan telah mengatur bahwa tertanggung berhak atas perlindungan yang layak mereka harapkan untuk dimiliki, dan pembatasan teknis dalam kontrak seharusnya bukan merupakan suatu perangkap tersembunyi. Sebagai contoh, dalam suatu kasus, penanggung asuransi menolak untuk membela tertanggung dengan alasan bahwa polis meniadakan tindakan kesengajaan. Pengadilan mengatur bahwa penanggung asuransi bertanggung jawab terhadap biaya pembelaan. Tertanggung memiliki pengharapan yang layak bahwa biaya pembelaan diasuransikan dalam polis karena polis mengganti rugi berbagai tipe dari tindakan yang disengaja (Lorimer, et al., The Legal Environment ofInsurance, 1987: 403). C. HUKUM DAN AGEN ASURANSI Kontrak asuransi biasanya dijual oleh agen yang mewakili perusahaan asuransi. Agen merupakan seseorang yang memiliki kekuasaan untuk bertindak atas nama orang lain. Perusahaan asuransi adalah pihak tindakannya diambil alih. Jika Patrick memiliki kewenangan untuk mengumpulkan, membuat atau mengakhiri kontrak atas nama Asuransi Apex Fire, dia akan menjadi agen dan Asuransi Apex Fire akan menjadi • • ptmptnannya. D. PERATURAN UMUM DARI AGEN Tiga peraturan penting dari hukum menentukan tindakan dari agen dan hubungannya dengan tertanggung (Edward E. Graves, McGil's Life Insurance, 1994: 805-808), yaitu sebagai berikut.
  • 264. e ADBI4211/MODUL 6 6.33 1. Tidak Ada Asumsi dari Hubungan Keagenan Tidak ada anggapan bahwa seseorang secara sah dapat bertindak sebagai agen untuk orang lain. Beberapa bukti nyata dari berbagai hubungan peragenan seharusnya ada. Sebagai contoh, seseorang yang menyatakan sebagai seorang agen bagi penanggung asuransi kendaraan mungkin mengumpulkan premi dan kemudian melarikan diri dengan membawa dana tersebut. Penanggung asuransi tidak bertanggung jawab secara hukum terhadap tindakan seseorang jika tidak melakukan sesuatu untuk menciptakan kesan bahwa terdapat hubungan keagenan. Akan tetapi, jika seseorang memiliki tanda pengenal, buku tarif, dan formulir aplikasi yang diberikan oleh penanggung asuransi maka hal tersebut dapat diasumsikan bahwa agen secara sah bertindak atas nama penanggung asuransi tersebut. 2. Kewenangan untuk Mewakili Perusahaan Seorang agen harus diberi wewenang untuk mewakili perusahaan. Kewenangan agen dapat diperoleh dari tiga sumber, yaitu (a) express powers (kewenangan melalui pernyataan); (b) implied powers (kewenangan secara tidak langsung); dan (c) apparent authority (kekuasaan yang nyata). Express powers merupakan kewenangan yang secara khusus diberikan pada agen. Kewenangan ini biasanya dinyatakan dalam persetujuan keagenan (agency agreement) antara agen dengan perusahaan. Persetujuan keagenan mungkin tidak memberikan kewenangan tertentu. Sebagai contoh, agen asuransi jiwa mungkin diberi kewenangan untuk mengumpulkan pelamar asuransi dan mengadakan pemeriksaan fisik. Kewenangan tertentu, seperti hak untuk memperpanjang waktu pembayaran dari premi atau hak untuk merubah ketentuan kontrak dalam polis, mungkin tidak diberikan. Agen juga memiliki implied powers. Implied powers mengacu pada kewenangan dari agen untuk melaksanakan seluruh tindakan-tindakan penting yang diperlukan untuk memenuhi tujuan dari persetujuan keagenan. Sebagai contoh, agen mungkin memiliki kewenangan melalui pernyataan (express authority) untuk mengirimkan polis asuransi pada klien. Hal tersebut menunjukkan bahwa agen juga memiliki kewenangan secara tidak langsung untuk menerima premi yang pertama. Terakhir, agen mungkin mewakili perusahaan dengan apparent authority. Jika agen bertindak dengan kewenangan yang nyata untuk melakukan hal-hal tertentu dan pihak ketiga dengan mudah percaya bahwa agen bertindak dalam ruang lingkup yang sesuai dan layak, perusahaan dapat
  • 265. 6.34 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • membatasi tindakan agen tersebut. Pihak ketiga harus menunjukkan hanya bahwa mereka telah melakukan hak menentukan dalam memutuskan kekuasaan agen berdasarkan pada kekuasaan agen yang sebenarnya atau menyangkut perusahaan. Sebagai contoh, seorang agen untuk asuransi kendaraan mungkin acapkali memberikan tambahan waktu bagi kliennya untuk membayar premi yang melampaui batas waktu. Jika penanggung asuransi tidak memberikan hak ini secara jelas kepada agen dan tidak mengambil tindakan apa pun untuk menangani pelanggaran dari polis perusahaan, hal tersebut nantinya tidak dapat menyangkal pertanggung jawaban kerugian berdasarkan bahwa agen tidak memiliki kewenangan untuk memberikan tambahan waktu. Penanggung asuransi pertama kali sebaiknya memberitahukan pada seluruh pemilik polis mengenai pembatasan kewenangan agen. 3. Pertanggungjawaban Perusahaan Asuransi terhadap Tindakan dari Agen Peraturan terakhir dari hukum keagenan yaitu bahwa perusahaan asuransi bertanggung jawab terhadap seluruh tindakan agen ketika mereka bertindak di dalam ruang lingkup kekuasaannya. Pertanggungjawaban ini juga meliputi tindakan yang curang, kelalaian, dan misrepresentation (penyajian yang keliru). Sebagai tambahan, pengetahuan dari agen diasumsikan juga menjadi pengetahuan perusahaan asuransi yang berkaitan dengan permasalahan dalam lingkup hubungan keagenan. Sebagai contoh, apabila agen asuransi jiwa mengetahui bahwa pelamar asuransi jiwa adalah pencandu alkohol, kenyataan ini dipersalahkan pada perusahaan asuransi meskipun agen secara sengaja mengabaikan informasi ini dalam surat permohonan asuransi. Jadi, jika perusahaan asuransi menerbitkan polis, nantinya perusahaan tidak dapat menyangkal keabsahan polis berdasarkan pada adanya ketergantungan alkohol dan penyembunyian (concealment) fakta material.
  • 266. e ADBI4211/MODUL 6 6.35 E. WAIVER (SURAT PERNYATAAN MELEPASKAN HAK) DAN ESTOPPEL (PENGHENTIAN) Doktrin dari waiver dan estoppel memiliki relevansi langsung terhadap hukum keagenan dan kewenangan dari agen asuransi. Arti praktis dari konsep ini yaitu bahwa penanggung asuransi secara hukum mungkin diharuskan untuk membayar klaim yang biasanya tidak harus dibayar. Waiver didefinisikan sebagai kerelaan melepaskan hak yang diketahui sah secara hukum. Jika penanggung asuransi sukarela melepaskan haknya yang sah dalam kontrak, nantinya tidak dapat menyangkal pembayaran klaim oleh tertanggung dengan alasan bahwa haknya telah dilanggar. Sebagai contoh, asumsikan bahwa penanggung asuransi menerima surat permohonan asuransi di kantor rumahnya dan dalam surat permohonannya terdapat jawaban yang tidak komplit atau ada yang kosong. Penanggung asuransi tidak menghubungi pelamar untuk memperoleh tambahan informasi dan kemudian polis diterbitkan. Nantinya penanggung asuransi tidak dapat menyangkal pembayaran klaim berdasarkan pada surat permohonan yang tidak komplit. Dampaknya, penanggung asuransi telah melepaskan haknya yang sah dalam persyaratan bahwa surat permohonan harus lengkap. lstilah hukum dari estoppel diperoleh berabad abad yang lalu dari hukum umum di Inggris. Estoppel terjadi ketika penggambaran fakta dibuat oleh satu orang ke orang lainnya yang layak dipercayakan pada orang tersebut sampai sedemikian rupa sehingga akan menjadi tidak adil untuk memperbolehkan orang pertama menyangkal kebenaran dari penggambaran tersebut (Edwin W. Patterson, Essentials ofInsurance Law, 1957: 495-496). Lebih mudahnya jika seseorang membuat pemyataan pada orang lain yang kemudian dipandang layak untuk dipercaya sehubungan dengan kerugiannya, orang pertama nantinya tidak dapat menyangkal pernyataan yang telah dibuat. Hukum dari estoppel dirancang untuk mencegah orang merubah pikirannya terhadap kerugian dari pihak lain. Sebagai contoh, asumsikan bahwa premi asuransi kendaraan Richard harus dibayar. Dia menelepon agennya dan meminta tambahan waktu. Agennya menyatakan jangan khawatir. Ada sepuluh hari masa tenggang untuk premi yang terlambat. Jika Richard mendapat kecelakaan selama masa yang disebut masa tenggang, penanggung asuransi tidak dapat menyangkal pertanggungjawaban kerugian berdasarkan bahwa premi tidak dibayar pada waktu itu. Dampaknya, penanggung asuransi akan dihentikan, atau dicegah dari penyangkalan pembayaran klaim. Richard
  • 267. 6.36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e layak mempercayakan pada pemyataan yang dibuat oleh agennya, dan penanggung asuransi nantinya tidak dapat merubah terhadap kerugian Richard. F. SUMBER-SUMBER DARI INTERNET 1. America's Law*Links merupakan pedoman sumber hukum yang komprehensif bagi pengacara maupun konsumen. Situs ini memiliki "Legal Subjects Index". Klik pada "Insurance law" untuk mencari berbagai topik hukum yang relevan bagi konsumen asuransi. Kunjungi situs ini di http://www.lawlinks.com/. 2. Legal Information Institute dari Sekolah Hukum Cornell menyediakan informasi yang detail mengenai berbagai topik hukum, termasuk hukum asuransi. Berbagai topik hukum disusun secara alfabet dalam "Law About....." Klik pada "Insurance" untuk mencari perundang-undangan asuransi pemerintah dan negara bagian, keputusan pengadilan yang terbaru dalam asuransi, serta daftar lain yang terkait . Kunjungi situs ini di http://www.law.cornell.edu/. 3. Nolo.com Pedoman sumber informasi bantuan hukum pribadi bagi konsumen, termasuk berbagai topik hukum asuransi. Pada bagian "Legal Encyclopedia", klik "Insurance" untuk topik asuransi bagi konsumen. Kunjungi situs ini di http://www.nolo.com/. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! A. Pertanyaan Review 1) Sebutkan empat ketentuan yang harus dipenuhi untuk memiliki kontrak asuransi yang sah! 2) Kontrak asuransi memiliki perbedaan karakteristik hukum yang membedakannya dari berbagai kontrak. Jelaskan karakteristik ini! 3) Jelaskan tiga peraturan umum dari agen yang menentukan tindakan agen dan hubungannya dengan tertanggung! 4) Sebutkan berbagai sumber dari kekuasaan yang memungkinkan agen untuk mewakili perusahaan asuransi! 5) Apa arti dari waiver dan estoppel?
  • 268. e ADBI4211/MODUL 6 6.37 B. Pertanyaan Aplikasi 1) a) Representations dan jaminan ada dalam berbagai kontrak, tetapi hal tersebut khususnya sangat penting dalam kontrak asuransi. Jelaskan perbedaan antara representations dan jaminan yang ada dalam kontrak asuransi, dan berikan contoh masing-masing! b) Asuransi merupakan kontrak conditional. Jelaskan arti dari istilah tersebut! c) Jelaskan beberapa tambahan karakteristik dari kontrak asuransi yang membedakannya dengan kontrak-kontrak lain! 2) Persyaratan untuk menyusun kontrak asuransi yang sah yaitu bahwa kontrak harus memiliki tujuan yang sah. a) Sebutkan tiga faktor, selain dari persyaratan tujuan yang sah, yang penting untuk menyusun kontrak asuransi yang mengikat! b) Tunjukkan bagaimana setiap tiga persyaratan pada bagian a) dipenuhi ketika pelamar mengajukan polis asuransi kendaraan! c) Pada setiap kasus berikut ini, indikasikan apakah seseorang cakap secara hukum untuk mengajukan kontrak asuransi yang sah. (1) Pria berusia 15 tahun yang mengajukan asuransi untuk hidupnya. (2) Wanita yang telah menikah berusia 21 tahun yang melamar untuk polis kendaraan dan nama tertanggungnya. (3) Wanita berusia 21 tahun yang mengisi surat lamaran asuransi jiwa ketika sedang mabuk. (4) Pria berusia 21 tahun yang dihukum karena mengemudi sambil mabuk dan telah dibatalkan oleh penanggung asuransi. 3) Nicole mengajukan permohonan untuk memperoleh polis asuransi kesehatan. Dia memiliki penyakit liver yang kronis dan berbagai permasalahan kesehatan lainnya. Dia dengan terus terang memperlihatkan fakta sebenarnya yang berkaitan dengan riwayat kesehatannya pada agen asuransi, tetapi agen tidak memasukkan seluruh fakta ke dalam surat permohonannya. Bahkan, agen menyatakan bahwa akan mengasuransikan fakta material dengan surat yang terpisah kepada departemen pertanggungjawaban asuransi, tetapi agen tidak melengkapi dengan fakta material tersebut kepada perusahaan asuransi, dan kontrak diterbitkan dalam bentuk standar. Klaim terjadi segera sesudah itu. Setelah menginvestigasi klaim tersebut, penanggung asuransi menyangkal pembayaran klaimnya. Nicole melawan bahwa perusahaan
  • 269. 6.38 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e seharusnya membayar klaim tersebut karena dia menjawab dengan jujur seluruh pertanyaan ketika ditanya oleh agen. a) Dengan dasar apa perusahaan asuransi menyangkal untuk membayar klaim tersebut? b) Doktrin legal apa yang dapat digunakan oleh Nicole untuk mendukung argumennya bahwa klaim tersebut harus dibayar? Petunjuk Jawaban Latihan Untuk dapat menjawab soal-soal latihan di atas, Anda harus mempelajari kembali Kegiatan Belajar 2, tentang Dasar Hukum Kontrak Asuransi. RANGKUMAN Untuk memiliki kontrak asuransi yang sah, harus memenuhi empat persyaratan, yaitu (1) harus terdapat penawaran dan penerimaan; (2) pertimbangan yang harus diubah; (3) setiap pihak dalam kontrak harus cakap secara hukum; dan (4) kontrak harus memiliki tujuan yang sah. Kontrak asuransi memiliki perbedaan karakteristik legal yang jelas. Kontrak asuransi berupa aleatory contract adalah suatu perjanjian di mana nilai tukar mungkin tidak sama, tetapi tergantung pada peristiwa yang tidak pasti. Kontrak asuransi berupa unilateral karena hanya penanggung asuransi yang melaksanakan perjanjian (secara sah) yang memiliki kekuatan hukum. Kontrak asuransi adalah bersyarat (conditional) karena kewajiban penanggung asuransi untuk membayar klaim tergantung pada apakah tertanggung atau ahli warisnya telah memenuhi seluruh ketentuan dari polis. Kontrak asuransi properti adalah personal contract antara tertanggung dengan penanggung asuransi dan tidak dapat diserahkan secara sah pada pihak lain tanpa persetujuan penanggung asuransi. Polis asuransi jiwa dengan bebas diserahkan tanpa persetujuan dari penanggung asuransi. Terakhir, asuransi adalah contract of adhesion, yang artinya tertanggung harus menerima keseluruhan dari kontrak, dengan seluruh persyaratan dan ketentuannya jika terdapat ambiguitas dalam kontrak, hal tersebut akan ditafsirkan bertentangan dengan penanggung asuransi. Tiga peraturan umum dari keagenan yang mengatur tindakan agen dan hubungannya dengan tertanggung adalah (1) tidak ada asumsi dari hubungan keagenan, (2) agen harus mempunyai kewenangan untuk
  • 270. e ADBI4211/MDDUL 6 6.39 mewakili perusahaan, dan (3) perusahaan asuransi bertanggung jawab terhadap tindakan agennya yang berada dalam lingkup kekuasaannya. Agen dapat mewakili perusahaan asuransi dengan berdasarkan pada express powers (kewenangan melalui pemyataan), implied powers (kewenangan secara tidak langsung), dan apparent authority (kekuasaan secara nyata). Berdasarkan pada doktrin hukum dari waiver dan estoppel, penanggung asuransi mungkin diharuskan untuk membayar klaim yang biasanya tidak harus dibayar. T E S F 0 R MAT I F 2::__________________ Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Kontrak adhesi adalah .... A. hanya satu pihak yang melaksanakan perjanjian secara sah B. kewajiban penanggung asuransi untuk membayar tagihan tergantung pada kesanggupan tertanggung atau ahli warisnya memenuhi persyaratan polis C. persetujuan penanggung asuransi diwajibkan sebelum polis asuransi secara sah diserahkan kepada pihak lain D. tertanggung menerima keseluruhan dari kontrak dengan seluruh persyaratan dan ketentuannya 2) Consideration atau pertimbangan tertanggung adalah .... A. kesanggupan untuk melakukan beberapa hal seperti ditentukan dalam polis B. pembayaran premi pertama ditambah persetujuan untuk mematuhi persyaratan yang ditentukan di dalam polis C. tertanggung harus memiliki kapasitas hukum untuk ikut serta dalam kontrak asuransi D. tertanggung tidak melakukan atau mempromosikan sesuatu yang tidak sah (ilegal) 3) Asuransi merupakan kontrak unilateral. Suatu kontrak disebut kontrak unilateral apabila .... A. hanya satu pihak yang melaksanakan perjanjian secara sah B. kewajiban penanggung asuransi untuk membayar tagihan tergantung pada kesanggupan tertanggung atau ahli warisnya memenuhi persyaratan polis
  • 271. 6.40 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • C. persetujuan penanggung asuransi diwajibkan sebelum polis asuransi secara sah diserahkan kepada pihak lain D. tertanggung menerima keseluruhan dari kontrak dengan seluruh persyaratan dan ketentuannya 4) Express power merupakan kewenangan yang secara khusus diberikan kepada agen dan merupakan persetujuan antara agen dan perusahaan. Berdasarkan pada express power, seorang agen dapat .... A. memberikan perpanjangan waktu pembayaran premi kepada tertanggung asuransi B. melakukan pemeriksaan fisik terhadap pelamar asuransi C. mengubah besarnya premi yang harus dibayar tertanggung asuransi D. mengubah ketentuan kontrak dalam polis asuransi 5) Kewenangan seorang agen asuransi dapat diperoleh dari sejumlah sumber sebagai berikut ini, kecuali.... A. Express power (kewenangan melalui pernyataan) B. implied powers (kewenangan secara tidak langsung) C. concealment (penyembunyian) D. apparent authority (kekuasaan yang nyata) Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = ----------- x100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% =baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80o/o atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 272. e ADBI4211 / MODUL 6 6.41 Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif1 Tes Formatif2 1) A 1) D 2) A 2) B 3) B 3) A 4) c 4) B 5) D 5) c
  • 273. 6.42 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Konsep dan 1st iIah Pent ing Actual cash value Kontrak aleatory Apparent authority (kewenangan yang nyata) Binder Fakta material Penawaran dan penerimaan Kepentingan yang berkaitan dengan uang (Pecuniary interest) Kontrak pribadi Peraturan penyajian bukti yang Prinsip dari indemnity luas Kontrak commutative Concealment Kontrak conditional Prinsip dari insurable interest Prinsip dari pengharapan yang layak (Kontrak Prinsip dari utmost goodfaith bersyarat) Penerimaan premi bersyarat Pertimbangan Contract ofadhesion Estoppel Kewenangan melalui pernyataan Nilai harga pasar yang berlaku Kewenangan secara tidak langsung Penyajian yang benar Tujuan legal Biaya ganti rugi asuransi Representations (Penyajian) Subrogation Kontrak unilateral Polis yang dinilai Hukum polis yang dinilai Waiver (surat pernyataan melepaskan hak) Jaminan Pihak yang cakap secara hukum
  • 274. e ADBI4211/MODUL 6 6.43 Daft ar Pust aka Anderson, Buist M. (1991). Life Insurance. Boston: Little Brown. Crawford, Muriel L. (1998). Life and Health Insurance Law. gth ed. Boston: Irwin/McGraw-Hill. Dobbyn, John F. (1989). Insurance Law. 2nd ed. St. Paul, MN: West Publishing Company. Dobbyn, John F. (1989). Insurance Law in a Nutshell. 2nd ed. St. Paul, MN: West Publishing Company. Frascona, Joseph L. (1987). Business Law: The Legal Environment, Text and Cases. 3rd ed. Dubuque, Iowa: William C. Brown. Graves, Edward E., ed. (1994). McGill's Life Insurance. Bryn Mawr, PA: The American College. Graves, Edward E., dan Burke A. Chritensen, eds. (1997). McGill's Legal Aspects ofLife Insurance. Bryn Mawr, PA: The American College. Keeton, Robert E., dan Alan I. Widiss (1988). Insurance Law: A Guide to Fundamental Principles, Legal Doctrines, and Commercial Practices. Student edition. St. Paul, MN: West Publishing Company. Lorimer, James J., et al. (1987). The Legal Environment ofInsurance. 3rd ed. vol 1. Malvern, PA: American Institute for Property and Liability Underwriters. Lorimer, James J., et al. (1993). The Legal Environment ofInsurance. 4th ed. Vols 1 and 2. Malvern, PA: American Institute for Chartered Property Casualty Underwritters. __. (1970). Jefferson Insurance Company ofNew York. Superior Court of Alameda Country.
  • 275. 6.44 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • __. (1971). Gamel V. Continental Insurance Co. 2nd Ed. Fire Casualty & Surety Bulletins. Fire and Marine Volume. Misc. Property section. Cincinnati: National Underwriter Company. Patterson, Edwin W. (1957). Essentials ofInsurance Law. 2nd ed. New York: McGraw-Hill. Wiening, Eric, dan DonaldS. Malecki. (1992). Insurance Contract Analysis. Malvern, PA: American Institute for Chartered Property Casualty Underwriters. Williams, C. Arthur Jr., George L. Head, Ronald C. Hom, dan G. Williams Glendenning. (1981). Principles ofRisk Management and Insurance. 2nd ed., Vol.2. Malvern, PA: American Institute for Property and Liability Underwritters. Catatan: Fire Casualty & Surety Bulletins. Fire and Marine Volume. Cincinnati: National Underwriter Company. Buletin ini berisi kasus-kasus yang menarik yang memperhatikan mengenai arti dari actual cash value, insurable interest, dan konsep hukum lainnya.
  • 276. MDDUL 7 Perj anj ian Kant rak Asu ransi Drs. SJekarto, M.S. PENDAHULUAN "Kant rak asuransi adal ah sal ah sat u dari penemuan paling pent ing dari pemiki ran manusi a di jaman modern ini." Edwin B. Patterson, Essentials of Insuranee Law, 2nd ed. Kel si, berumur 25 t ahun, baru saj a Iul us dari perguruan t inggi dan menerima pekerj aan sebagai anal is pemasaran pada perusahaan nasional yang besar di Qlando, Rorida. Dia memperoleh polis kepemilikan rumah yang meliputi hak milik pribadinya dalam apartemen yang disewakan. Polis tersebut berisi sej umlah batasan pada j enis-j enis t ertent u dari hak mi Iik. Kemudi an, seorang pencuri menerobos apartemen Kel si dan mencuri kol eksi koi n seharga USJS, 000. Kel si sangat sedi h ket ika agennya mengat akan padanya, polis kepemi Iikan rumah hanya akan membayar Uffi200 untuk kerugi an t ersebut. Dia membuat kesalahan yang umum dengan tidak membaca polis kepemilikan rumahnya dan memahami batasan mengenai j enis-j enis t ertent u dari hak mi Iik. Kelsi tidak sendirian. ~bagian besar orang tidak membaca atau memahami ketentuan kontrak yang tampak dalam polis asuransi mereka. lndividu biasanya memiliki beberapa polis asuransi, yang meliputi asuransi kendaraan dan kepemilikan rumah seperti halnya asuransi j iwa dan kesehatan. Polis ini merupakan dokumen sah yang kompleks yang mencerminkan prinsip-prinsip sah yang didiskusikan dalam Prinsip-prinsip hukum perj anj ian. Walaupun kontrak asuransi tidak serupa, kontrak asuransi tersebut berisi ketentuan kontrak yang serupa. Modul ini mendiskusikan bagian-bagian dasar dari suatu polis asuransi, pengertian dari "insured", "exclusions", "deductibles", "coinsurance", dan ketentuan asuransi lainnya. Memahami topik ini akan memberikan Anda suatu dasar untuk pemahaman yang lebih
  • 277. 7.2 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • baik mengenai kontrak asuransi spesifik yang akan didiskusikan kemudian dalam pembahasan. Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan mampu: 1. mengidentifikasi komponen dasar dari beberapa kontrak asuransi; 2. menjelaskan arti "tertanggung" dalam suatu kontrak asuransi; 3. menguraikan jenis-jenis umum dari deductibles yang tampak dalam kontrak asuransi; 4. menjelaskan bagaimana coinsurance bekerja dalam suatu kontrak asuransi hak milik (harta benda); 5. menunjukkan bagaimana coinsurance bekerja dalam suatu kontrak asuransi kesehatan; 6. menjelaskan apa yang terjadi apabila lebih dari satu kontrak asuransi melindungi kerugian yang sama; 7. mengakses suatu situs Internet dan memperoleh informasi dari konsumen mengenai jenis-jenis produk asuransi yang spesifik.
  • 278. e ADBI4211/MODUL 7 7.3 KEGIATAN BELA.JAR 1 Bagi an Dasar dan Ket ent uan Kont rak Asuransi (1) alaupun sangat rumit, kontrak asuransi umumnya dapat dibagi menjadi komponen sebagai berikut. 1. Pemyataan (Declarations). 2. Definisi (Definitions). 3. Persetujuan Asuransi (Insuring Agreement). 4. Exclusions. 5. Kondisi (Conditions). 6. Ketentuan yang bermacam-macam. Semua kontrak asuransi tidak perlu berisi enam komponen untuk disajikan di sini, penggolongan itu memberikan kerangka sederhana dan cocok untuk menganalisis sebagian besar kontrak asuransi. 1. Pernyataan (Declarations) Declarations adalah bagian pertama dari suatu kontrak asuransi. Declarations adalah pernyataan yang menyediakan informasi mengenai hak milik atau aktivitas yang dapat diasuransikan. Informasi yang terdapat dalam declarations digunakan untuk mempertanggungkan dan menilai tujuan untuk mengidentifikasi hak milik atau aktivitas yang dapat diasuransikan. Declarations umumnya dapat ditemukan pada halaman pertama polis atau disisipkan dalam polis. Dalam asuransi hak milik (kerugian), halaman declarations biasanya mengandung informasi mengenai identifikasi dari penanggung asuransi, nama dari tertanggung, lokasi dari hak milik, periode pertanggungan, jumlah asuransi, jumlah premi, ukuran dari deductible (jika ada), dan informasi lain yang relevan. Dalam asuransi jiwa walaupun halaman pertama dari polis secara teknis tidak disebut halaman declarations, halaman tersebut berisi nama tertanggung, umur, jumlah premi, tanggal penerbitan, dan nomor polis.
  • 279. 7.4 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 2. Definisi (Definitions) Kontrak asuransi biasanya berisi bagian atau halaman dari definitions. Kata kunci atau ungkapan memiliki tanda kutip ("...") di sekitarnya atau yang bercetak tebal. Contohnya, penanggung sering dikenal sebagai "kita", "kami" atau "kita/kami". Tertanggung dikenal sebagai "kamu" dan "(milik) mu". Tujuan berbagai definisi tersebut untuk mengartikan secara jelas maksud dari kata kunci atau ungkapan sehingga perlindungan polis dapat ditentukan dengan mudah. 3. Persetujuan Asuransi (Insuring Agreement) Insuring agreement adalah inti dari suatu kontrak asuransi. Insuring agreement meringkas kesanggupan pokok dari penanggung. Penanggung asuransi, dengan kata lain, setuju untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti membayar kerugian dari peril tertanggung, menyediakan jasa tertentu (seperti jasa pencegahan-kerugian) atau menyetujui untuk membela tertanggung dalam pertanggungjawaban perkara hukum. Insuring agreement juga menguraikan mengenai kesanggupan penanggung asuransi serta keadaan di mana kerugian dilindungi (diganti rugi). Ada dua format dasar insuring agreement pada asuransi hak milik dan pertanggungjawaban, yaitu (a) named perils coverage (perlindungan risiko tertentu), dan (b) all risks coverage (perlindungan seluruh risiko). Dalam named perils coverage hanya risiko yang tertera secara rinci dalam polis tersebut yang dipenuhi. Jika suatu peril tidak tertera secara rinci maka peril tersebut tidak memperoleh ganti rugi. Sebagai contoh, dalam polis kepemilikan rumah, hak milik pribadi dilindungi dari api, kilat, angin topan, dan risiko tertentu lain yang tertera. Hanya kerugian yang disebabkan oleh risiko ini yang dipenuhi. Kerusakan banjir tidak dipenuhi sebab banjir tidak terdaftar dalam peril. Dalam polis all risks coverage (juga disebut suatu polis risiko terbuka), semua kerugian diganti rugi kecuali kerugian yang secara spesifik tidak termasuk dalam ketentuan tersebut. Jika kerugian termasuk dalam polis maka akan diganti rugi (dilindungi). Sebagai contoh, bagian kerusakan fisik dari polis kendaraan pribadi akan mengganti kerugian pada kendaraan yang diasuransikan. Jadi, apabila perokok membakar seluruh kain pelapis, atau seekor beruang dalam taman nasional merusakkan kap vinyl dari kendaraan yang diasuransikan, kerugian tersebut akan diganti rugi karena kerugian itu termasuk dalam polis.
  • 280. e ADBI4211/MODUL 7 7.5 Ganti rugi "all-risks" umumnya lebih disukai daripada ganti rugi "named perils" karena perlindungan yang diberikan lebih luas dengan gap lebih sedikit. Jika kerugian tertera dalam polis maka akan diganti rugi. Sebagai tambahan, pengajuan bukti yang kuat diserahkan pada penanggung asuransi untuk menyangkal suatu klaim. Untuk menyangkal suatu klaim, penanggung asuransi harus membuktikan bahwa kerugian tersebut tidak tercantum di dalam polis. Sebaliknya pada kontrak "named-perils" pengajuan bukti diserahkan pada tertanggung untuk menunjukkan bahwa kerugian disebabkan oleh peril tertentu yang tertera dalam kontrak. Banyak penanggung asuransi dan penilaian organisasi telah menghapus kata "all" pada bentuk polis "all-risks" atau dengan menggunakan istilah yang khusus. Dalam polis kepemilikan rumah yang diatur oleh Insurance Service Office (Kantor Pelayanan Asuransi), ungkapan risk of direct loss to property (risiko dari kerugian langsung property) sekarang digunakan untuk mengganti istilah "all-risks". Bagaimanapun, istilah ini ditafsirkan untuk menunjukkan bahwa seluruh kerugian dilindungi (akan diganti rugi) kecuali beberapa kerugian yang secara spesifik tidak tercantum. Demikian juga Insurance Service Office (Kantor Pelayanan Asuransi) telah menyusun format penyebab khusus kerugian yang digunakan dalam asuransi properti perdagangan. Sekali lagi, istilah ini ditafsirkan untuk menunjukkan bahwa seluruh kerugian diganti rugi kecuali beberapa kerugian yang tidak tertera dalam polis. Penghapusan dari beberapa referensi "all-risks" diharapkan dapat mencegah penciptaan harapan yang tidak beralasan di antara pemilik polis bahwa polis akan mengganti rugi seluruh kerugian meskipun kerugian tersebut tidak tertera dalam polis. Asuransi jiwa merupakan contoh lain dari polis "all-risks". Banyak kontrak asuransi jiwa yang melindungi seluruh penyebab dari kematian baik yang disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit. Penyebab utama, yaitu bunuh diri selama dua tahun pertama dari kontrak; penyebab tertentu pada hazard penerbangan, seperti penerbangan militer, badai debu yang muncul tiba-tiba atau olahraga udara; dan pada beberapa kontrak, terjadinya kematian disebabkan oleh perang. 4. Exclusions Exclusions adalah bagian dasar yang lain dari kontrak asuransi. Terdapat tiga jenis utama dari pengeluaran (peniadaan), yaitu excluded peril (peril
  • 281. 7.6 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • yang ditiadakan), excluded losses (kerugian yang ditiadakan), dan excluded property (property yang ditiadakan). Excluded Peril (peril yang ditiadakan). Kontrak mungkin meniadakan peril tertentu atau penyebab kerugian. Dalam polis kepemilikan rumah, peril dari banjir, gempa bumi, dan radiasi nuklir atau kontaminasi radioaktif tidak dimasukkan secara khusus. Pada bagian kerusakan fisik dari polis kendaraan pribadi, secara khusus tabrakan ditiadakan jika mobil digunakan sebagai sarana transportasi umum. Pada polis pendapatan kelumpuhan, peril dari perang ditiadakan. Excluded losses (kerugian yang ditiadakan). Tipe-tipe tertentu dari kerugian mungkin akan ditiadakan. Sebagai contoh, pada polis kepemilikan rumah, kegagalan dari tertanggung untuk melindungi harta benda setelah terjadinya kerugian ditiadakan. Dalam hal pertanggungjawaban pribadi pada polis kepemilikan rumah, pertanggungjawaban perkara hukum yang timbul dari pengoperasian mobil ditiadakan. Pertanggungjawaban kerugian profesional juga ditiadakan; polis pertanggungjawaban profesional yang khusus dibutuhkan dalam mengganti rugi exposure ini. Excluded property (properti yang ditiadakan). Kontrak mungkin meniadakan atau membatasi wewenang dalam perlindungan properti tertentu. Sebagai contoh, dalam polis kepemilikan rumah, tipe-tipe tertentu dari property harta benda ditiadakan, seperti mobil, pesawat terbang, binatang, burung, dan ikan. Dalam polis asuransi pertanggungjawaban, properti lain yang berada dalam perlindungan, pengendalian, dan pemeliharaan dari tertanggung umumnya ditiadakan. Pertimbangan untuk peniadaan Menurut C. Arthur Williams Jr., George L. Head, Ronald C. Hom, and G. William Glendenning, 1981: 52-56, peniadaan penting karena adanya alasan sebagai berikut. 1) Beberapa peril dipertimbangkan untuk tidak diasuransikan Peniadaan adalah penting karena peril mungkin dipertimbangkan untuk tidak diasuransikan oleh asuransi perdagangan. Peril yang diberikan mungkin menyimpang secara substansial dari persyaratan dari risiko yang dapat diasuransikan, seperti didiskusikan pada Modul 2. Sebagai contoh, banyak kontrak asuransi properti dan pertanggungjawaban meniadakan kerugian untuk peristiwa bencana besar seperti perang atau
  • 282. e ADBI4211/MODUL 7 7.7 exposure terhadap radiasi nuklir. Kontrak asuransi jiwa juga meniadakan kerugian yang berada di bawah kendali langsung dari tertanggung, seperti kesengajaan dan luka yang diakibatkan diri sendiri. Akhirnya, prediksi turunnya nilai properti, seperti kerusakan yang diakibatkan kecelakaan dan sifat buruk yang melekat tidak dapat diasuransikan. "Sifat buruk yang melekat" mengacu pada penghancuran atau perusakan dari properti tanpa campur tangan yang nyata dari luar, seperti kecenderungan dari buah untuk membusuk dan kecenderungan berlian untuk retak. 2) Adanya (kehadiran) hazard yang luar biasa Peniadaan juga digunakan karena adanya hazard yang luar biasa. Hazard merupakan kondisi yang meningkatkan kesempatan terjadinya kerugian atau kehebatan dari kerugian. Oleh karena meningkatnya hazard yang luar biasa, kerugian mungkin ditiadakan. Sebagai contoh, premi untuk asuransi pertanggungjawaban dalam polis kendaraan pribadi didasarkan pada asumsi bahwa mobil tersebut secara normal digunakan untuk pribadi dan rekreasi dan bukan sebagai kendaraan umum. Jika mobil digunakan sebagai kendaraan umum untuk disewa maka kesempatan terjadinya kecelakaan, dan mengakibatkan pertanggung- jawaban perkara hukum akan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, apabila menyediakan perlindungan bagi sarana transportasi umum pada tarif premi yang sama bagi keluarga dapat mengakibatkan premi tidak mencukupi bagi penanggung asuransi dan diskriminasi tarif yang tidak adil dan bertentangan terhadap tertanggung lain yang tidak meng- gunakan kendaraannya sebagai sarana transportasi umum. 3) Perlindungan disediakan oleh kontrak-kontrak yang lain Peniadaan juga penting karena perlindungan disediakan dengan lebih baik oleh kontrak yang lain. Peniadaan digunakan untuk menghindari duplikasi perlindungan dan sebagai batas perlindungan polis yang telah direncanakan sebaik mungkin untuk menyediakan perlindungan tersebut. Sebagai contoh, mobil tidak dimasukkan dalam polis kepemilikan rumah karena hal tersebut dilindungi dalam polis kendaraan pribadi dan kontrak asuransi kendaraan yang lain. Jika kedua polis melindungi kerugian yang sama maka akan terdapat duplikasi yang tidak perlu. 4) Permasalahan moral hazard Sebagai tambahan, properti tertentu ditiadakan karena adanya moral hazard atau kesulitan dalam menentukan dan mengukur sejumlah
  • 283. 7.8 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • kerugian. Sebagai contoh, kontrak kepemilikan rumah khususnya membatasi perlindungan sejumlah uang sebesar USD200. Jika sejumlah uang yang diasuransikan tidak dibatasi, akan meningkatkan klaim yang curang. Jadi, peniadaan digunakan karena adanya moral hazard. 5) Perlindungan tidak dibutuhkan oleh tertanggung secara khusus Terakhir, peniadaan digunakan karena perlindungan tidak diperlukan oleh tertanggung secara khusus. Sebagai contoh, sebagian besar pemilik rumah tidak memiliki pesawat pribadi. Untuk mengasuransikan pesawat sebagai properti pribadi dalam polis kepemilikan rumah akan menjadi sangat tidak adil terhadap mayoritas besar tertanggung yang tidak memiliki pesawat karena premi akan menjadi sangat tinggi. 5. Conditions Conditions merupakan bagian penting lainnya dari kontrak asuransi. Conditions merupakan ketentuan dalam polis yang membatasi persyaratan dan wewenang kesanggupan penanggung asuransi untuk menanggung. Dampaknya, conditions menentukan kewajiban tertentu bagi tertanggung. Jika kondisi polis tidak dipenuhi, penanggung asuransi dapat menolak untuk membayar klaim. Kondisi polis yang umum meliputi pemberitahuan pada penanggung asuransi jika terjadi kerugian, melindungi properti setelah terjadinya kerugian, mengajukan bukti kerugian pada penanggung asuransi, dan bekerja sama dengan penanggung asuransi dalam pertanggungjawaban gugatan. 6. Berbagai Macam Ketentuan Kontrak asuransi juga mengandung sejumlah macam ketentuan. Dalam asuransi properti dan pertanggungjawaban, berbagai ketentuan diantaranya mengacu pada cancellation (pembatalan), subrogation, persyaratan jika terjadi kerugian, penetapan polis dan ketentuan asuransi yang lain. Dalam asuransi jiwa dan kesehatan, ketentuan khususnya meliputi perpanjangan waktu, pengembalian kembali polis yang lewat batas waktunya, dan pernyataan usia yang salah. Detail dari ketentuan ini didiskusikan selanjutnya pada teks ketika kontrak asuransi yang spesifik dianalisis.
  • 284. e ADBI4211/MODUL 7 7.9 A. DEFINISI TERTANGGUNG Kontrak asuransi khususnya mengandung definisi "tertanggung" di dalam polis. Kontrak harus menunjukkan orang atau seseorang di mana perlindungan disediakan. Beberapa kemungkinan terkait pada seseorang yang diasuransikan dalam polis. Pertama, beberapa polis hanya menanggung satu orang. Sebagai contoh, dalam banyak kontrak asuransi jiwa dan kesehatan, hanya satu orang yang disebut sebagai tertanggung secara spesifik dalam polis. Kedua, polis mungkin mengandung definisi formal dari named insured (tertanggung yang disebutkan). Named insured, yaitu orang atau seseorang yang disebutkan dalam bagian pemyataan dalam polis. Sebagai contoh, named insured dalam polis kepemilikan rumah meliputi nama yang tertera dalam halaman pemyataan serta pasangannya jika tinggal dalam satu rumah tangga yang sama. Jadi, Kathy mungkin termasuk named insured dalam polis kepemilikan rumah. Suaminya juga termasuk named insured selama dia tinggal pada rumah tangga yang sama. Polis mungkin juga melindungi pihak lain meskipun mereka tidak secara spesifik disebutkan dalam polis tersebut. Contohnya, sebagai tambahan dalam named insured, polis kepemilikan rumah melindungi sanak famili yang tinggal dengan named insured atau pasangan dan orang lain di bawah usia 21 tahun yang berada dalam pemeliharaan tertanggung, seperti anak kecil dalam rumah penampungan. Polis kepemilikan rumah juga melindungi sanak famili yang sedang menghadiri kuliah dan jauh dari rumah. Polis kendaraan pribadi melindungi named insured serta pasangannya, sanak famili, dan orang lain yang menggunakan kendaraan dengan seizin named insured (lihat contoh kasus) berikut ini. Contoh kasus: Apakah Anda Diasuransikan Ketika Mengemudikan Mobil Orang Lain? Mahasiswa perguruan tinggi sering mengemudikan mobil yang dimiliki oleh temannya atau ternan sekamarnya. Apakah Anda diasuransikan ketika mengemudikan mobil orang lain? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menjelaskan definisi dari tertanggung yang ada dalam polis kendaraan pribadinya, yang dibaca sebagai "tertanggung" seperti digunakan dalam bagian ini berarti:
  • 285. 7.1 Q MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 1. Anda atau "anggota keluarga" lain untuk kepemilikan, perawatan, atau penggunaan kendaraan apa pun atau "trailer". 2. Orang lain yang menggunakan "kendaraan Anda yang diasuransikan". 3. Bagi "kendaraan Anda yang diasuransikan", orang lain atau organisasi yang hanya berkaitan dengan pertanggungjawaban hukum untuk tindakan atau kelalaian dari orang di mana perlindungannya diberikan pada bagian ini. 4. Untuk kendaraan apa pun atau "trailer" yang berbeda dari "kendaraan Anda yang diasuransikan", orang lain atau organisasi yang hanya berkaitan dengan pertanggungjawaban hukum untuk tindakan atau kelalaian dari Anda atau "anggota keluarga" di mana perlindungan diberikan dalam bagian ini. Ketentuan ini diterapkan hanya jika orang atau organisasi tidak memiliki atau menyewa kendaraan atau "trailer". Mike adalah nama tertanggung pada polis kendaraan pribadi yang berisi ketentuan di atas. Anak perempuannya, Patti, tinggal di asrama selama sekolah di mana dia mengikuti kuliah yang jauh dari rumah. Meskipun dia tidak tinggal di rumah, dia umumnya memenuhi syarat sebagai anggota keluarga karena dia tinggal di asrama sementara, dan dia menganggap rumah kedua orang tuanya sebagai alamat tempat tinggalnya yang permanen. Patti mengemudikan Ford milik Mike dan didaftar pada halaman pernyataan dalam polis Mike. Karena dia merupakan anggota keluarga, dia diasuransikan selama mengemudikan Ford karena dalam polis ditentukan sebagai "tertanggung". Apa yang terjadi jika Patti mengizinkan pacarnya untuk mengemudikan Fordnya? Meskipun pacarnya bukan anggota keluarga, namun dia memenuhi syarat sebagai "orang lain yang menggunakan kendaraan yang diasuransikan". Pacarnya termasuk tertanggung. Bagaimana jika Patti mengemudikan mobil ternan sekamamya? Asumsikan bahwa dia anggota keluarga dalam polis ayahnya. Patti termasuk tertanggung ketika mengemudikan mobil manapun, termasuk milik ternan sekamarnya. Andaikan Patti terlibat dalam kecelakaan mobil ketika mengemudikan mobilnya dalam darmawisata yang disponsori oleh perguruan tingginya sebagai bagian dari pelajaran kuliahnya. Pihak yang terluka menuntut baik Patti maupun perguruan tingginya. Patti secara jelas diasuransikan dan dilindungi. Apakah perguruan tingginya juga sebagai "tertanggung" dalam polis Patti? Ya. pengertian dari tertanggung secara luas melindungi terhadap orang manaJun atau
  • 286. e ADBI4211/MODUL 7 7. 11 organisasi yang bertanggung jawab secara sah untuk tindakan atau kelalaian apa pun yang disebabkan oleh tertanggung. Jadi, perguruan tinggi dipertimbangkan sebagai tertanggung. Penanggung asuransi Patti diwajibkan untuk membela perguruan tingginya dalam menghadapi gugatan. SJmber: Diadaptasi dari Eric A. Wiening and I:X>nald S fv1alecki, Insurance Contract Analysis (1992: 175-176). Singkatnya, kontrak menyediakan perlindungan yang luas berkaitan dengan sejumlah orang yang diasuransikan dalam polis. B. ENDORSEMENT DAN RIDERS Kontrak asuransi acapkali mengandung endorsement (pengabsahan) dan riders (pasal tambahan). Istilah endorsement dan riders acapkali dapat dipertukarkan dan menunjuk pada pengertian yang sama. Dalam asuransi properti dan pertanggungjawaban, endorsement ditulis sebagai ketentuan yang ditambahkan, dihapus dari, atau memodifikasi ketentuan pada kontrak aslinya. Dalam asuransi kesehatan dan jiwa, riders merupakan dokumen yang merubah atau mengganti polis aslinya. Terdapat beberapa endorsement (pengabsahan) dalam asuransi properti dan pertanggungjawaban yang dimodifikasi, diperpanjang atau ketentuan yang dihapus yang ada dalam polis asli. Sebagai contoh, polis kepemilikan rumah meniadakan perlindungan terhadap gempa bumi. Akan tetapi, endorsement gempa bumi dapat ditambahkan untuk melindungi kerusakan dari gempa bumi atau dari pergeseran bumi. Dalam asuransi jiwa dan kesehatan, banyak riders (pasal tambahan) dapat ditambahkan untuk menaikkan atau menurunkan keuntungan, menghapus persyaratan (waive ofcondition) terhadap perlindungan yang ada dalam polis asli atau merubah polis dasarnya. Sebagai contoh, rider penghapusan premi dapat ditambahkan pada polis asuransi jiwa. Jika tertanggung kemudian menjadi lumpuh, seluruh premi di masa depannya dihapuskan setelah periode eliminasi selama 6 bulan, selama tertanggung tetap lumpuh sesuai dengan persyaratan dalam rider (pasal tambahan). Suatu endorsement yang dikaitkan pada kontrak, biasanya lebih diutamakan daripada persyaratan apa pun yang bertentangan dalam kontrak, kecuali kalau hukum atau peraturan menghendaki bahwa polis standar digunakan atau polis yang mengandung beberapa ketentuan. Endorsement
  • 287. 7.12 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e tidak dapat digunakan untuk mengelakkan tujuan dari perundang-undangan dengan memodifikasi istilah dari polis standar atau dengan merubah kata- kata dari ketentuan yang diwajibkan. Jika endorsement bertentangan dengan hukum atau perundang-undangan, polis dibaca dan diterapkan sebagaimana endorsement tersebut tidak ada (Williams, et al., 1981: 60-61). LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Uraikan bagian dasar dari kontrak asuransi! 2) ldentifikasi tipe-tipe utama dari exclusions yang khususnya ditemukan dalam kontrak asuransi. Mengapa exclusions digunakan oleh penanggung asuransi? 3) Definisikan istilah dari conditions. Apakah arti dari bagian conditions terhadap tertanggung? 4) Bagaimana kontrak asuransi melindungi orang lain yang tidak secara spesifik tertera dalam polis? 5) Apakah yang dimaksud dengan endorsement (pengesahan) dan riders (pasal tambahan)? Jika endorsement bertentangan dengan ketentuan polis, bagaimana solusi permasalahannya? Petunjuk Jawaban Latihan 1) Bagian dasar dari suatu kontrak asuransi terdiri dari berikut ini. a) Pernyataan (Declarations) adalah pernyataan yang menyediakan informasi mengenai hak milik atau aktivitas yang dapat diasuransikan. b) Definisi (Definitions) merupakan bagian dalam asuransi yang mengartikan secara jelas maksud dari kata kunci atau ungkapan sehingga perlindungan polis dapat ditentukan dengan mudah. c) Persetujuan asuransi (Insuring agreement) merupakan inti dari suatu kontrak asuransi, yang berisi uraian mengenai kesanggupan penanggung asuransi serta keadaan di mana kerugian dilindungi (diganti rugi).
  • 288. e ADBI4211/MODUL 7 7.13 d) Exclusions adalah bagian dasar yang lain dari kontrak asuransi yang mencakup excluded peril (peril yang ditiadakan), excluded losses (kerugian yang ditiadakan), dan excluded property (properti yang ditiadakan). e) Kondisi (conditions) merupakan ketentuan dalam polis yang membatasi persyaratan dan wewenang kesanggupan penanggung asuransi untuk menanggung. f) Ketentuan yang bermacam-macam, di antaranya mengacu pada cancellation (pembatalan), subrogation, persyaratan jika terjadi kerugian, penetapan polis dan ketentuan asuransi yang lain. Dalam asuransi jiwa dan kesehatan ketentuan khususnya meliputi perpanjangan waktu, pengembalian kembali polis yang lewat batas waktunya, dan pernyataan usia yang salah. 2) Tipe-tipe utama dari exclusions adalah excluded peril (peril yang ditiadakan), excluded losses (kerugian yang ditiadakan), dan excluded property (properti yang ditiadakan). Exclusions ini penting, dengan alasan (a) adanya beberapa peril dipertimbangkan untuk tidak di- asuransikan, (b) adanya hazard yang luar biasa, (c) adanya perlindungan yang disediakan oleh kontrak yang lain, (d) permasalahan moral hazard, dan (e) perlindungan tidak dibutuhkan tertanggung secara khusus. 3) Definisi (Definitions) merupakan bagian dalam asuransi yang mengartikan secara jelas maksud dari kata kunci atau ungkapan sehingga perlindungan polis dapat ditentukan dengan mudah. 4) Kontrak atau polis asuransi juga melindungi pihak lain meskipun mereka tidak secara spesifik disebutkan dalam polis tersebut, dalarn hal ini kontrak menyediakan perlindungan yang luas berkaitan dengan sejumlah orang yang diasuransikan dalam polis. 5) Dalam asuransi properti dan pertanggungjawaban, endorsement ditulis sebagai ketentuan yang ditambahkan, dihapus dari atau memodifikasi ketentuan pada kontrak aslinya. Dalam asuransi kesehatan dan jiwa, riders merupakan dokumen yang rnerubah atau mengganti polis aslinya. Apabila endorsement bertentangan dengan ketentuan polis maka endorsement lebih diutamakan daripada persyaratan apa pun dalam kontrak, kecuali kalau hukurn atau peraturan menghendaki polis standar yang digunakan.
  • 289. 7.14 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e RANGKUMAN Kontrak asuransi umumnya dibagi ke dalam bagian declarations (pernyataan); definitions (definisi), insuring agreement (persetujuan asuransi), exclusions, conditions (kondisi), dan miscellaneous provisions (ketentuan yang bermacam macam). Declarations merupakan pernyataan mengenai properti atau aktivitas untuk diasuransikan. Halaman declarations atau modul yang mendefinisikan kata kunci atau ungkapan sehingga perlindungan dalam polis dapat ditentukan dengan lebih mudah. Insuring agreement meringkas kesanggupan dari penanggung asuransi. Terdapat dua tipe dasar dari Insuring agreement, yaitu named-perils coverage (perlindungan peril yang tertera) dan all- risks coverage (perlindungan "seluruh-risiko"). Seluruh polis mengandung satu atau lebih exclusions. Terdapat tiga tipe utama dari exclusions, yaitu excluded perils (peril yang ditiadakan), excluded losses (kerugian yang ditiadakan), dan excluded property (properti yang ditiadakan). Exclusions penting karena beberapa alasan. Peril mungkin dipertimbangkan untuk tidak ditanggung oleh penanggung asuransi pribadi, extraordinary hazards (hazard yang luar biasa) yang mungkin terjadi, perlindungan yang disediakan oleh kontrak lain, meningkatnya moral hazard, dan perlindungan tidak dibutuhkan oleh tertanggung secara khusus. Conditions (kondisi) merupakan ketentuan dalam polis yang membatasi persyaratan dan wewenang kesanggupan penanggung asuransi untuk menanggung. Kondisi menentukan kewajiban pada tertanggung jika baik pria atau wanita mengharapkan untuk memperoleh keuntungan dari kerugian. Berbagai macam ketentuan pada asuransi pertanggungjawaban dan asuransi properti, meliputi cancellation (pembatalan), subrogation, persyaratan jika terjadi kerugian, penetapan polis, dan ketentuan asuransi yang lain. Kontrak juga mengandung definisi dari "tertanggung". Kontrak mungkin melindungi hanya satu orang, atau melindungi orang lain sama baiknya meskipun mereka tidak secara spesifik disebut dalam polis. Endorsement (pengabsahan) dan riders (pasal tambahan) ditulis sebagai ketentuan yang ditambahkan, dihapus dari atau memodifikasi ketentuan pada kontrak aslinya. Pengesahan biasanya lebih diutamakan daripada persyaratan apa pun yang bertentangan dalam kontrak di mana endorsement dilampirkan.
  • 290. e ADBI4211/MDDUL 7 7.15 =- . TES FORMATIF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Pemyataan adalah bagian pertama dari suatu kontrak asuransi, yang berisi informasi mengenai .... A. aktivitas yang dapat diasuransikan B. definisi yang digunakan dalam polis C. kerugian yang ditiadakan D. kesanggupan pokok dari penanggung 2) Persetujuan asuransi merupakan komponen kontrak asuransi yang menguraikan tentang .... A. aktivitas yang dapat diasuransikan B. kerugian yang ditiadakan C. kesanggupan pokok dari asuransi D. persyaratan dan wewenang kesanggupan penanggung asuransi 3) Conditions (kondisi) merupakan ketentuan dalam polis yang menguraikan tentang .... A. aktivitas yang dapat diasuransikan B. kerugian yang ditiadakan C. kesanggupan pokok dari asuransi D. persyaratan dan wewenang kesanggupan penanggung asuransi Petunjuk: Untuk soal nomor 4) A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar. D. Jika (1), (2), dan (3) benar. 4) Komponen-komponen dalam kontrak asuransi, antara lain .... (1) kondisi (2) pemyataan (3) pertanyaan
  • 291. 7.16 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Petunjuk: Untuk soal nomor 5), Pilihlah: A. Apabila pernyataan pertama dan kedua benar dan mempunyai hubungan sebab akibat. B. Apabila pernyataan pertama dan kedua benar, tetapi tidak mempunyai hubungan sebab akibat. C. Apabila salah satu dari kedua pernyataan benar. D. Apabila kedua pernyataan salah. 5) Persetujuan asuransi dengan format named perils coverage lebih disukai oleh para nasabah asuransi. Sebab Perlindungan yang diberikan dalam format named perils coverage mencakup semua kerugian yang terjadi, kecuali kerugian yang secara spesifik tidak termasuk dalam polis asuransi. Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Jumlah Jawaban yang Benar Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - - x 100% Jumlah Soal Arti tingkat penguasaan: 90- 100% = baik sekali 80 - 89% =baik 70 - 79% =cukup < 70% =kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
  • 292. e ADBI4211/MODUL 7 7.17 KEGIATAN BELA.JAR 2 Ket ent uan dari Kont rak Asuransi (2) A. DEDUCTIBLES Deductible merupakan ketentuan polis umum lainnya. Deductible, yaitu ketentuan di mana jumlah tertentu dikurangi pembayaran kerugian total yang sebaliknya harus dibayar. Deductible biasanya terdapat pada kontrak asuransi properti, kesehatan, dan kendaraan. Deductible tidak digunakan dalam asuransi jiwa karena kematian tertanggung selalu merupakan kerugian total, dan deductible akan dengan mudah menurunkan jumlah yang dihadapi asuransi. Juga, deductible umumnya tidak digunakan pada asuransi pertanggungjawaban pribadi karena penanggung asuransi harus menyediakan pembelaan yang sah, meskipun terhadap klaim yang kecil. Penanggung asuransi ingin untuk dilibatkan dalam dolar pertama dari kerugian sehingga dapat meminimalisasi pertanggungjawaban akhir apabila terjadi klaim. Juga, pengurangan premi yang dihasilkan dari deductible yang berasal dari berbagai macam asuransi pertanggungjawaban pribadi pihak ketiga relatif kecil (Williams, et al., 1981: 201). B. TUJUAN DARI DEDUCTIBLES 1. 2. 3. Deductible memiliki beberapa tujuan penting, yaitu: mengeliminasi klaim yang kecil; • • mengurang1 prem1; mengurangi moral dan morale hazard. Deductible mengeliminasi klaim kecil yang mahal untuk ditangani dan diproses. Sebagai contoh, penanggung asuransi dapat dengan mudah mengeluarkan biaya sebesar USD100 atau lebih dalam memproses klaim sebesar USD50. Oleh karena deductible mengeliminasi klaim yang kecil, biaya penyelesaian (pengurusan) kerugian asuransi berkurang. Deductible juga digunakan untuk menurunkan premi yang dibayarkan oleh tertanggung. Oleh karena deductible mengeliminasi klaim yang kecil, premi dapat dikurangi secara substansial. Asuransi bukan merupakan teknik yang tepat untuk membayar kerugian yang kecil yang dapat dianggarkan
  • 293. 7.18 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • dengan lebih baik di luar pendapatan pribadi atau bisnis. Asuransi digunakan untuk mengganti rugi peristiwa bencana yang besar, seperti biaya pengobatan sebesar USD250,000 atau lebih pada keadaan sakit. Ganti rugi asuransi terhadap kerugian bencana besar dapat diperoleh secara lebih ekonomis jika deductible digunakan. Konsep penggunaan premi asuransi untuk membayar kerugian besar daripada kerugian kecil sering disebut sebagai large-loss principle (prinsip kerugian besar). Tujuannya, yaitu untuk mengganti kerugian besar yang dapat mengganggu individu secara finansial dan meniadakan kerugian kecil yang dapat dianggarkan di luar pendapatan individu. Faktor lain tetap sama, deductible yang besar lebih baik daripada yang lebih kecil. Sebagai contoh, banyak pengendara mobil memiliki polis asuransi kendaraan yang memuat deductible sebesar USD250 untuk kerugian tabrakan daripada deductible sebesar USD500 atau lebih. Mereka tidak mengetahui seberapa mahal tambahan asuransi itu sebenamya. Sebagai contoh, asumsikan Anda dapat memperoleh asuransi tabrakan terhadap mobil Anda dengan deductible sebesar USD250 pada premi tahunan sebesar USD600, sementara itu terdapat polis dengan deductible sebesar USD500 pada premi tahunan sebesar USD525. Jika Anda memilih deductible sebesar USD250 daripada deductible sebesar USD500, Anda akan memiliki tambahan sebesar USD250 pada asuransi tabrakan, tetapi Anda harus membayar tambahan sebesar USD75 pada premi tahunan. Dengan menggunakan analisis keuntungan biaya yang mudah, Anda membayar tambahan sebesar USD75 untuk tambahan sebesar USD250 dari asuransi, yang secara relatif kenaikannya lebih mahal dalam asuransi. Ketika dianalisis dengan cara ini, deductible yang besar lebih disukai daripada deductible yang kecil. Terakhir, deductible digunakan oleh penanggung asuransi untuk mengurangi moral dan morale hazard. Beberapa tertanggung yang tidak jujur mungkin dengan sengaja menyemodulkan kerugian untuk memperoleh keuntungan dari asuransi. Deductible menurunkan moral hazard karena tertanggung tidak memperoleh keuntungan jika terjadi kerugian. Deductible juga digunakan untuk menurunkan morale hazard. Morale hazard adalah pengabaian yang disebabkan karena asuransi, yang meningkatkan kesempatan terjadinya kerugian. Deductible mendorong orang lebih berhati-hati untuk memperhatikan pemeliharaan properti mereka dan mencegah terjadinya kerugian.
  • 294. e ADBI4211/MODUL 7 7.19 C. DEDUCTIBLE DALAM ASURANSI PROPERTI Pengurangan berikut ini umumnya ditemukan dalam kontrak asuransi properti. 1. Straight Deductible (Pengurangan Lurus) Dengan straight deductible, tertanggung harus membayar sejumlah tertentu dari kerugian sebelum penanggung asuransi diwajibkan untuk melakukan pembayaran. Seperti umumnya, deductible diterapkan pada setiap kerugian. Sebuah contoh dapat diperoleh dari asuransi tabrakan kendaraan. Misalnya, asumsikan bahwa Tanya memiliki asuransi tabrakan pada Toyota barunya, dengan deductible sebesar USD500. Jika kerugian tabrakan sebesar USD7000, dia hanya akan menerima sebesar USD6500. 2. Aggregate Deductible (Pengurangan Rata-rata) Aggregate deductible acapkali digunakan pada asuransi properti perdagangan, di mana seluruh kerugian yang dilindungi, yang terjadi dalam setahun ditambahkan bersamaan sampai mencapai level tertentu. Jika total kerugian yang dilindungi di bawah aggregate deductible, penanggung asuransi tidak membayar apa pun. Sekali deductible dipenuhi, seluruh kerugian kemudian akan dibayar secara keseluruhan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa kontrak asuransi properti mengandung aggregate deductible sebesar USDlOOO selama setahun kalender. Jika kerugian sebesar USD500 terjadi pada bulan Januari, penanggung asuransi tidak membayar apa pun. Jika kerugian terjadi sebesar USD2000 di bulan Februari, penanggung asuransi akan membayar sebesar USD1500. Pada poin ini, aggregate deductible sebesar USDlOOO telah dipenuhi selama setahun. Jika kerugian sebesar USD5000 terjadi bulan Maret, kerugian dibayar penuh. Kerugian yang dilindungi lainnya yang terjadi selama setahun juga akan dibayar penuh. D. DEDUCTIBLE DALAM ASURANSI KESEHATAN Dalam asuransi kesehatan, deductible dapat dinyatakan dalam istilah mata uang atau waktu. Beberapa deductible yang umumnya digunakan pada asuransi kesehatan adalah sebagai berikut.
  • 295. 7.20 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • 1. Deductible Tahun Kalender Deductible tahun kalender merupakan tipe dari aggregate deductible yang terdapat pada biaya dasar pengobatan dan kontrak asuransi pengobatan yang utama. Biaya pengobatan yang memenuhi syarat diakumulasi selama setahun kalender dan jika melebihi jumlah deductible, penanggung asuransi harus membayar keuntungan yang dijanjikan dalam kontrak. Sekali deductible terpenuhi selama setahun kalender, tidak ada tambahan deductible yang dibebankan pada tertanggung. 2. Deductible dalam Koridor Karyawan dengan rencana dasar biaya pengobatan sering berharap untuk menambah keuntungan dasar dengan keuntungan pengobatan utama. Deductible dalam koridor merupakan deductible yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan rencana dasar biaya pengobatan dengan tambahan rencana biaya pengobatan utama. Deductible dalam koridor harus dipenuhi sebelum rencana pengobatan utama membayar keuntungan lainnya. Deductible dalam koridor diterapkan hanya pada biaya pengobatan yang memenuhi syarat yang tidak diasuransikan dengan rencana biaya pengobatan dasar. Sebagai contoh, asumsikan Janet memiliki asuransi biaya pengobatan sebesar USDlO,OOO dan sebesar USD8000 dibayar dengan rencana biaya pengobatan dasar. Jika tambahan rencana biaya pengobatan mengandung deductible dalam koridor sebesar USD200, rencana tambahan akan menutupi sisanya sebesar USD1800 dari biaya, subyek terhadap pembatasan manapun atau ketentuan coinsurance mungkin dapat diterapkan. 3. Periode Eliminasi Deductible juga dapat dinyatakan sebagai periode eliminasi. Periode eliminasi, yaitu periode waktu yang ditentukan pada saat permulaan dari kerugian selama tidak ada keuntungan dari asuransi yang dibayarkan. Periode eliminasi ini cocok diterapkan untuk kerugian tunggal yang terjadi pada waktu yang sama, seperti kerugian dari pendapatan kerja. Periode eliminasi umumnya digunakan dalam kontrak pendapatan kelumpuhan menggantikan pendapatan kelumpuhan bagi pekerja yang biasanya memiliki periode eliminasi 30, 60 atau 90 hari atau lebih lama.
  • 296. e ADBI4211/MODUL 7 7.21 E. COINSURANCE Coinsurance merupakan ketentuan kontraktual yang sering muncul dalam kontrak asuransi properti. Hal ini sangat cocok diterapkan dalam kontrak asuransi properti perdagangan. 1. Sifat Dasar dari Coinsurance Ketentuan dari coinsurance dalam kontrak asuransi properti mewajibkan tertanggung untuk mengasuransikan properti sebesar persentase yang ditetapkan dari nilai asuransinya. Jika persyaratan dari coinsurance tidak dapat dipenuhi pada saat terjadi kerugian, tertanggung harus membagi kerugian sebagai coinsurer. Nilai yang diasuransikan dari properti adalah nilai tunai aktual (actual cash value), biaya penggantian, atau beberapa nilai lain yang diuraikan dalam ketentuan penilaian (penaksiran) dari polis (Eric A. Wiening and Donald S. Malecki, Insurance Contract Analysis (1992: 294). Jika tertanggung menginginkan untuk memperoleh keuntungan keseluruhan dari kerugian, persyaratan coinsurance harus dipenuhi. Sebaliknya, tertanggung akan dihukum jika sebagian kerugian terjadi. Rumus dari coinsurance digunakan untuk menentukan jumlah yang dibayar untuk menutupi kerugian. Rumus dari coinsurance adalah sebagai berikut: jumlah yang diterima asuransi k . . 1 h d. 1 . d . . . . x erugtan == JUm a yang 1In ung1 JUmlah yang dttentukan asurans1 Sebagai contoh, asumsikan bahwa gedung perniagaan memiliki nilai tunai aktual (actual cash value) sebesar USD500,000, dan oleh pemiliknya hanya diasuransikan sebesar USD300,000. Jika ketentuan coinsurance yang ada dalam polis sebesar 80% maka jumlah yang ditentukan asuransi didasarkan pada nilai tunai aktual, yaitu sebesar USD400,000 (80% X USD500,000). Jika polis biaya penggantian digunakan, jumlah yang ditentukan asuransi akan didasarkan pada biaya penggantian. Jadi, apabila terjadi kerugian sebesar USDlO,OOO, hanya USD7500 yang akan dibayar oleh penanggung asuransi. Situasi ini dapat diilustrasikan sebagai berikut.
  • 297. 7.22 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • USD300,000 x USD10 000 == USD7500 USD400, 000 ' Sebagai tertanggung hanya ada tiga-perempat dari jumlah yang ditentukan asuransi pada waktu kerugian, hanya tiga-perempat dari kerugian, atau USD7500, yang akan dibayar. Oleh karena ketentuan dari coinsurance tidak dipenuhi, tertanggung harus menyangga sejumlah sisa dari kerugian. Akhirnya, dalam menerapkan rumus coinsurance, dua poin tambahan harus diingat. Pertama, jumlah yang dibayar tidak dapat melebihi jumlah kerugian aktual meskipun itu basil dari prosedur rumus coinsurance. Hal ini dapat terjadi jika jumlah yang diterima asuransi lebih besar daripada jumlah yang ditentukan asuransi. Kedua, jumlah maksimum yang dibayar untuk berbagai kerugian dibatasi oleh jumlah yang dihadapi asuransi. 2. Tujuan dari Coinsurance Tujuan pokok dari coinsurance, yaitu untuk mencapai keadilan dalam tarif (equity in rating). Sebagian besar kerugian asuransi properti adalah sebagian bukan kerugian total. Akan tetapi, apabila setiap penanggung asuransi hanya menanggung sebagian kerugian daripada total kerugian, tarif premi untuk setiap USD100 dari asuransi akan lebih tinggi. Tarif ini tidak adil bagi tertanggung yang berharap untuk mengasuransikan propertinya pada tarif total. Sebagai contoh, apabila semua orang mengasuransikan pada tarif total, asumsikan bahwa tarif premi murni untuk asuransi kebakaran adalah 6 sen untuk setiap USD100 dari asuransi, abaikan biaya dan profit dari • asurans1. Contoh: Asuransi pada Nilai Total Asumsikan bahwa 10.000 gedung masing-masing dinilai sebesar USD75000 dan diasuransikan pada nilai total sebesar USD750 juta untuk asuransi kebakaran. Berikut ini kerugian kebakaran yang terjadi: 2 kerugian total = USD150,000 30 kerugian sebagian masing-masing sebesar USD10,000 = USD300,00
  • 298. e ADBI4211/MODUL 7 Total kerugian kebakaran yang dibayar oleh penanggung asuransi USD450,000 Tarif Premi Murni = USD450,000 USD750, 000,000 =6 sen per USD100 dari asuransi 7.23 Bagaimanapun, setiap pemilik properti mengasuransikan hanya sebagian kerugian, tarif premi murni asuransi kebakaran akan meningkat dari 6 sen per USD100 ke 10 sen per USD100. Tarif ini akan tidak adil terhadap pemilik properti yang ingin mengasuransikan gedungnya pada tarif total. Jika perlindungan total yang diminta, tertanggung akan membayar tarif yang lebih tinggi sebesar 10 sen, di mana kita memperhitungkan pada awalnya hanya bernilai 6 sen. Tarif ini akan menjadi tidak adil. Jadi, apabila persyaratan coinsurance dipenuhi, tertanggung menerima tarif diskon, dan pemilik polis yang ditanggung dikenai penerapan rumus asuransi. Asuransi untuk Sebagian Nilai Asumsikan bahwa 10,000 gedung yang dinilai masing-masing sebesar USD75,000 dan diasuransikan untuk sebagian nilai total sebesar USD375 juta untuk asuransi kebakaran. Berikut ini kerugian kebakaran yang terjadi: 2 kerugian total (USD150,000) penanggung asuransi hanya membayar USD75,000 30 kerugian masing-masing sebesar USD10,000 membayar USD300,000 Total kerugian kebakaran yang dibayar oleh penanggung asuransi USD375,000 Tarif premi mumi USD375,000 - - - - - - - - USD375, 000,000 = 10 sen per USD100 dari asuransi. Sebagai suatu alternatif pada coinsurance tingkat tarif dapat digunakan, di mana tarif diskon akan diberikan sebagai jumlah asuransi terhadap nilai yang ditingkatkan. Bagaimanapun, sistem ini membutuhkan keakuratan penilaian setiap properti untuk menetapkan jumlah tertentu dari asuransi, yang akan menjadi sangat mahal bagi penanggung asuransi. Di samping itu, metode yang akurat tidak akan memuaskan jika fluktuasi nilai properti terlalu
  • 299. 7.24 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • besar selama periode polis. Untuk alasan ini, rumus coinsurance digunakan daripada daftar tingkat tarif untuk mencapai keadilan dalam tarif. 3. Permasalahan dari Coinsurance Beberapa permasalahan praktis meningkat ketika ketentuan dari coinsurance ada dalam kontrak. Pertama, inflasi dapat menyebabkan hukuman coinsurance yang serius jika jumlah dari asuransi tidak ditingkatkan secara periodik terhadap inflasi. Tertanggung mungkin memenuhi ketentuan coinsurance ketika polis mulai berjalan; bagaimanapun inflasi harga dapat meningkatkan biaya penggantian dari properti. Akibatnya, tertanggung mungkin tidak mempunyai jumlah yang ditentukan asuransi pada saat terjadi kerugian dan baik pria maupun wanita akan dikenai hukuman jika terjadi kerugian. Jadi, apabila ketentuan coinsurance timbul, jumlah yang diterima asuransi sebaiknya dievaluasi secara periodik untuk menentukan apakah ketentuan dari coinsurance dipenuhi. Kedua, tertanggung dapat memperoleh penalty coinsurance jika nilai properti berfluktuasi terlalu besar selama periode polis. Sebagai contoh, mungkin terdapat peningkatan yang substansial pada nilai inventaris dikarenakan adanya pengiriman barang yang tidak diharapkan. Jika terjadi kerugian, tertanggung mungkin tidak memiliki asuransi yang mencukupi untuk menghindari hukuman coinsurance. Solusi untuk permasalahan ini yaitu memilih perlindungan nilai yang telah disepakati, di mana penanggung asuransi menyetujui untuk meminjamkan jumlah yang seharusnya diterima asuransi yang terdapat dalam persyaratan coinsurance. Solusi lainnya yaitu bentuk pelaporan, di mana nilai properti dilaporkan secara periodik pada • penanggung asurans1. Ketiga, apabila terjadi kerugian yang kecil, tertanggung mungkin memperoleh kesulitan keuangan jika baik pria dan wanita disyaratkan untuk membayar inventaris fisik dari barang yang tidak rusak atau yang rusak dengan maksud untuk menentukan apakah persyaratan dari coinsurance telah dipenuhi. Dalam ketentuan peniadaan inventaris, tertanggung dibebaskan dari kewajiban untuk membayar inventaris fisik dari barang yang tidak rusak jika kerugian kurang dari 2% dari jumlah asuransi.
  • 300. e ADBI4211/MODUL 7 7.25 F. COINSURANCE DALAM ASURANSI KESEHATAN Kontrak asuransi kesehatan acapkali berisi ketentuan coinsurance, yang secara teknis disebut percentage participation clause (ketentuan persentase partisipasi). Secara khusus, polis pengobatan utama biasanya memiliki ketentuan coinsurance yang mensyaratkan tertanggung untuk membayar persentase tertentu dari asuransi biaya pengobatan yang melebihi deductible. Rencana khususnya mensyaratkan tertanggung untuk membayar 20 atau 25% dari biaya perlindungan yang melebihi deductible. Sebagai contoh, asumsikan bahwa Megan memiliki asuransi biaya pengobatannya sebesar USD50,500, dan dia memiliki polis pengobatan utama dengan deductible sebesar USD500 dan memiliki 80-20 ketentuan coinsurance. Penanggung asuransi membayar 80% dari rekening yang melebihi deductible atau sebesar USD40,000 dan Megan membayar 20% atau sebesar USD100,000 (ditambah deductible). Tujuan dari coinsurance dalam asuransi kesehatan, yaitu (1) untuk mengurangi premi; dan (2) untuk mencegah pemanfaatan yang berlebihan (overutilization) dari keuntungan polis. Oleh karena tertanggung membayar sebagian dari biaya, premi dikurangi. Di samping itu, pasien tidak akan meminta pelayanan pengobatan yang paling mahal jika baik pria atau wanita membayar sebagian dari biaya. G. KETENTUAN ASURANSI LAINNYA Ketentuan asuransi lainnya, khususnya disajikan dalam kontrak asuransi pertanggungjawaban dan properti serta kontrak asuransi kesehatan. Ketentuan ini diterapkan ketika lebih dari satu kontrak melindungi kerugian yang sama. Tujuan dari ketentuan ini yaitu untuk mencegah perolehan keuntungan dari asuransi dan mencegah pelanggaran dari prinsip indemnity (penggantian kerugian). Jika tertanggung dapat memperoleh keuntungan jumlah total dari kerugian dari setiap penanggung asuransi, akan terdapat perolehan keuntungan dari asuransi dan secara substansial meningkatkan terjadinya moral hazard. Beberapa tertanggung yang tidak jujur akan sengaja menyebabkan kerugian sehingga dapat memperoleh keuntungan ganda. Beberapa ketentuan asuransi yang penting lainnya dalam asuransi properti dan pertanggungjawaban, meliputi (1) pro rata liability (ketentuan pertanggungjawaban pro rata); (2) contribution by equal shares (kontribusi
  • 301. 7.26 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • dengan pembagian yang sama); dan (3) primary and excess insurance (asuransi utama dan asuransi cadangan). 1. Pertanggungjawaban Pro Rata (Pro Rata Liability) Pertanggungjawaban pro rata adalah istilah umum untuk ketentuan yang diterapkan ketika dua atau lebih polis dengan tipe yang sama melindungi kepentingan asuransi (insurable interest) yang sama dalam properti. Setiap bagian kerugian yang ditanggung asuransi didasarkan pada proporsi dari jumlah total yang ditanggung oleh asuransi properti. Sebagai contoh, asumsikan bahwa Luis memiliki gedung dan berharap untuk mengasuransikannya sebesar USD200,000. Untuk alasan mempertanggung- kan, penanggung asuransi membatasi jumlah asuransi yang akan ditanggung pada properti tersebut. Asumsikan bahwa seorang agen menempatkan asuransi sebesar USD100,000 dengan perusahaan A, USD50,000 dengan perusahaan B, dan USD50,000 dengan perusahaan C, dengan total sebesar USD200,000. Jika terjadi kerugian sebesar USD10,000, setiap perusahaan hanya akan membayar bagian pro rata dari kerugian (lihat contoh). Jadi, Luis akan memperoleh keuntungan sebesar USD10,000 untuk kerugian dan bukan sebesar USD30,000. Contoh: Contoh Pertanggungjawaban Pro Rata Perusahaan A USD1OO, OOO atau 1 x USD10 000 USD200, 000 2 ' == USD5000 Perusahaan B USDSO, 000 atau 1 x USD10 000 USD200, 000 4 ' == USD2500 Perusahaan C USDSO, 000 atau x 1 x USD10 000 == USD2500 USD200, 000 4 ' Total kerugian yang dibayarkan = USD10,000 Tujuan dasar dari ketentuan pertanggungjawaban pro rata adalah untuk mempertahankan prinsip indemnity (penggantian kerugian) dan untuk mencegah perolehan keuntungan dari asuransi. Dalam contoh awal, apabila ketentuan pertanggungjawaban pro rata tidak dilaksanakan, tertanggung akan
  • 302. e ADBI4211/MODUL 7 7.27 memperoleh USDlO,OOO dari setiap penanggung asuransi, atau total sebesar USD30,000 dari USDlO,OOO kerugian. 2. Kontribusi dengan Pembagian yang Sarna (Contribution By Equal Shares) Kontribusi dengan pembagian yang sama merupakan tipe lain dari ketentuan asuransi yang acapkali ditemukan dalam kontrak asuransi pertanggungjawaban. Setiap penanggung asuransi membagi kerugian secara sama rata, sampai bagian yang dibayar oleh setiap penanggung asuransi sama dengan batasan terendah dari pertanggungjawaban dalam polis apa pun, atau sampai nilai total kerugian dibayarkan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa jumlah asuransi yang disediakan oleh perusahaan A, B, dan C berturut turut adalah sebesar USDlOO,OOO, USD200,000 dan USD300,000. Jika terjadi kerugian sebesar USD150,000, setiap penanggung asuransi membayar bagian yang sama atau USD50,000 lihat contoh berikut ini. Contoh: Kant ribusi dengan Pembagian yang Slma (Contoh 1) Jumlah dari kerugian =USD150,000 Jumlah dari Kontribusi dengan Total yang Asuransi Pemba ian van Sarna Dibayarkan Perusahaan A USD 1OO,(XX) USD50,(XX) USD50,000 Perusahaan B USD 200,(XX) USD50,(XX) USD50,000 Perusahaan C USD 300,(XX) USD50,(XX) USD50,000 Bagaimanapun, apabila terjadi kerugian sebesar USD500,000 berapa banyak setiap penanggung asuransi akan membayar? Pada kasus ini, setiap penanggung asuransi akan membayar jumlah yang sama sampai batas polis habis. Sisa dari penanggung asuransi kemudian selanjutnya dibagi sama rata pada sisa dari jumlah kerugian sampai setiap penanggung asuransi telah membayar batasan dari polisnya secara penuh, atau sampai nilai total dari kerugian dibayarkan. Jadi, perusahaan A akan membayar sebesar USDlOO,OOO, perusahaan B akan membayar sebesar USD200,000, dan perusahaan C akan membayar USD200,000 (lihat contoh). Jika terjadi kerugian sebesar USD600,000, perusahaan C akan membayar sisanya sebesar USDlOO,OOO.
  • 303. 7.28 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Contoh: Kont ribusi dengan pembagian yang sama (Contoh 2) Jumlah dari kerugian = USD500,000 Jumlah dari Kontribusi dengan Total yang Asuransi Pemba ian 'Ian Sarna Dibavarkan Perusahaan A uso1oo,cro uso1oo,cro uso1oo,cro Perusahaan B USD200,cro uso1oo,cro+ uso1oo,cro USD200,cro Perusahaan C USD300,cro uso1oo,cro+ uso1oo,cro USD200,cro 3. Asuransi Utama dan Asuransi Cadangan (Primary and Excess Insurance) Primary and excess insurance merupakan jenis lain dari ketentuan asuransi lainnya. Penanggung asuransi utama membayar pertama dan penanggung asuransi cadangan hanya membayar setelah batas polis dalam polis utama sudah terpenuhi. Asuransi kendaraan merupakan contoh yang baik dari asuransi utama dan asuransi cadangan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa Bob kadang- kadang mengemudikan mobil Jill. Polis Bob memiliki batas pertanggung- jawaban asuransi sebesar USDlOO,OOO per orang untuk pertanggungjawaban terhadap luka pada badan seseorang. Polis Jill memiliki batas sebesar USD50,000 per orang untuk pertanggungjawaban terhadap luka pada badan seseorang. Jika Bob dengan lalai menyebabkan luka pada pengemudi mobil lainnya ketika mengemudikan mobil Jill maka kedua polis akan mengganti kerugian. Peraturan normalnya, yaitu asuransi pertanggungjawaban pada mobil yang dipinjamkan adalah asuransi utama dan asuransi lainnya dipertimbangkan sebagai cadangan. Jadi, apabila pengadilan memerintahkan Bob untuk membayar kerusakan sebesar USD75,000, polis Jill merupakan yang utama dan membayar USDSO,OOO pertama. Polis Bob merupakan cadangan dan membayar sisanya sebesar USD25,000. Coordination of benefit provision (koordinasi dari ketentuan keuntungan) dalam kelompok asuransi kesehatan merupakan contoh lain dari asuransi utama dan asuransi cadangan. Ketentuan ini didesain untuk mencegah asuransi yang berlebihan dan duplikasi keuntungan jika seseorang dilindungi oleh lebih dari satu rencana kelompok asuransi kesehatan. Mayoritas dari negara bagian telah mengadopsi sebagian atau keseluruhan dari koordinasi dari ketentuan keuntungan yang dikembangkan oleh National Association of Insurance Commissioners (NAIC).
  • 304. e ADBI4211/MODUL 7 7.29 Peraturannya kompleks dan hanya dua dari peraturan tersebut yang didiskusikan di sini. Pertama, perlindungan bagi karyawan umumnya diutamakan untuk melindungi sebagai suatu tanggungan. Sebagai contoh, asumsikan bahwa Jack dan Kelly McVay keduanya bekerja, dan masing- masing diasuransikan sebagai tanggungan di bawah rencana asuransi kelompok kesehatan lainnya. Jika Jack mengeluarkan biaya pengobatan yang ditanggung asuransinya, polisnya membayar pertama sebagai asuransi utama. Kemudian Dia mengajukan biaya yang tidak dibayar kembali (seperti deductible dan pembayaran coinsurance) terhadap penanggung asuransi Kelly. Asuransi Kelly kemudian diberlakukan sebagai asuransi cadangan. Tidak lebih dari 100% biaya pengobatan yang memenuhi syarat dibayarkan oleh kedua asuransi tersebut. Kedua, peraturan hari lahir berlaku terhadap tertanggung dalam keluarga di mana orang tuanya menikah dan tidak bercerai. Dalam peraturan ini, rencana untuk orang tua yang hari lahirnya terjadi lebih dulu selama setahun merupakan yang utama. Sebagai contoh, asumsikan bahwa hari lahir Kelly adalah bulan Januari, dan hari ulang tahun Jack adalah pada bulan Juli. Jika kedua anaknya dirawat di rumah sakit, asuransi Kelly merupakan yang utama. Rencana Jack akan menjadi cadangan. Tujuan dari peraturan hari lahir yaitu untuk mengeliminasi diskriminasi gender dengan memerhatikan perlindungan terhadap tertanggung. H. SUMBER-SUMBER DARI INTERNET 1. The New York State Insurance Department menerbitkan sejumlah publikasi bagi konsumen berdasarkan pada kontrak asuransi yang dapat dipesan secara on-line. Penerbitan ini sangat membantu dalam memahami berbagai ketentuan kontrak dan perlindungannya yang tampak dalam asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan dan kepemilikan rumah. Kunjungi situs ini di http://www.ins.state.ny.us/. 2. The State of Wisconsin Office of the Commissioner of Insurance juga menyediakan sejumlah penerbitan dan pedoman bagi konsumen mengenai kontrak asuransi yang spesifik. Pedoman dan penerbitan ini sangat membantu dalam memahami ketentuan kontrak dan perlindungannya dalam asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, dan kepemilikan rumah. Kunjungi situs ini di http://badger.state.wi.us/agencies/oci/oci_home.htm.
  • 305. 7.30 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e 3. The Insurance Information Institute menerbitkan perjanjian pokok konsumen yang berhubungan dengan asuransi hak milik dan pertanggungjawaban. Penerbitan ini dapat membantu Anda memahami ketentuan kontrak dan perlindungannya yang ada dalam asuransi kepemilikan rumah, kendaraan, tanggung jawab hukum, dan asuransi banjir. Kunjungi situs ini di http://www.iii.org/. LATIHAN Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Mengapa deductible ada dalam kontrak asuransi? Sebutkan beberapa deductible umum yang ditemukan dalam kontrak asuransi! 2) Jelaskan bagaimana ketentuan coinsurance dijalankan dalam asuransi properti! Mengapa coinsurance digunakan? 3) Uraikan ketentuan khusus dari coinsurance (ketentuan persentase partisipasi) dalam polis pengobatan utama? 4) Apa tujuan dari ketentuan asuransi lainnya? Berikan contoh dari ketentuan pro rata liability (pertanggungjawaban pro rata) dan kontribusi dengan pembagian sama rata! 5) Tunjukkan bagaimana pernyataan dalam polis yang berkaitan dengan asuransi utama dan asuransi cadangan dapat mencegah duplikasi keuntungan dari polis? 6) Jason memiliki pesawat terbang bagus yang diterbangkannya pada akhir minggu. Dia kecewa ketika Anda menginformasikan padanya bahwa pesawat terbang tidak termasuk sebagai properti pribadi dalam polis kepemilikan rumah. Sebagai tertanggung, dia merasa bahwa pesawat terbangnya harus dilindungi sama seperti properti pribadi yang dimilikinya. a) Jelaskan dasar pemikiran untuk tidak memasukkan tipe-tipe tertentu dari properti seperti pesawat terbang dalam polis kepemilikan rumah! b) Jelaskan beberapa alasan tambahan mengapa exclusions ada dalam kontrak asuransi!
  • 306. e ADBI4211/MODUL 7 7.31 7) a) Sebuah perusahaan manufaktur mengeluarkan kerugian yang ditanggung sebagai berikut, selama tahun polis saat ini: Keru ian Jumlah dari Keru • 1an A l.JS[Y?FA I 1 8 b 1·1. A)() c USD10,000 Berapa banyak perusahaan penanggung asuransi akan membayar setiap kerugian jika polis memuat tipe deductible berikut ini? (1) Straight deductible (pengurangan yang lurus) sebesar USD100. (2) Aggregate deductible (pengurangan rata-rata) tahunan sebesar USD15,000. b) Jelaskan koordinasi dari ketentuan keuntungan yang secara khusus ditemukan dalam perencanaan kelompok biaya pengobatan! 8) Karen memiliki gudang kecil yang diasuransikan sebesar USD200,000 pada polis asuransi properti perdagangan. Polis tersebut mengandung ketentuan coinsurance sebesar 80%. Gudang tersebut rusak terbakar dengan tingkat kerugian sebesar USD50,000. Nilai tunai aktual dari gudang tersebut pada saat terjadi kerugian sebesar USD500,000. a) Berapa pertanggungjawaban penanggung asuransi, jika ada, untuk kerugian ini? Tunjukkan perhitungan Anda. b) Asumsikan bahwa Karen memperoleh USD500,000 dari asuransi kebakaran gudang pada saat terjadi kerugian. Jika jumlah kerugian sebesar USD10,000, berapa banyak yang dapat dia peroleh? c) Jelaskan teori dasar pemikiran dari coinsurance dalam kontrak asuransi properti! 9) Alex memiliki gedung perkantoran niaga yang diasuransikan pada tiga kontrak asuransi properti. Dia memiliki asuransi sebesar USD100,000 dari perusahaan A, USD200,000 dari perusahaan B, dan USD200,000 dari perusahaan C. a) Jika terjadi kerugian sebesar USD100,000, berapa banyak yang akan diperoleh Alex dari setiap penanggung asuransi ? Jelaskan jawaban Anda! b) Apa tujuan dari ketentuan asuransi lain yang acapkali ditemukan dalam kontrak asuransi? 10) a) Asumsikan bahwa klaim pertanggungjawaban sebesar USD60,000 ditanggung oleh dua kontrak asuransi pertanggungjawaban. Polis A
  • 307. 7.32 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • memiliki batas sebesar USDlOO,OOO dari pertanggungjawaban untuk suatu klaim, sementara Polis B memiliki batas sebesar USD25,000 dari pertanggungjawaban. Kedua kontrak bersedia untuk berkontribusi dengan pembagian yang sama (contribution by equal shares). (1) Berapa banyak kontribusi setiap penanggung asuransi terhadap klaim ini? Jelaskan jawaban Anda! (2) Jika tagihan tersebut hanya sebesar USD10,000, berapa banyak yang akan dibayar oleh setiap penanggung asuransi? b) Asumsikan bahwa Mike mengemudikan mobil Donna dengan izinnya dan dengan lalai menyebabkan luka pada orang lain ketika mengemudikan mobilnya. Mike memiliki kontrak asuransi kendaraan dengan batas pertanggungjawaban asuransi sebesar USD100,000 per orang untuk pertanggungjawaban luka pada badan seseorang. Donna memiliki polis yang sama dengan batas pertanggungjawaban sebesar USD50,000 per orang. (1) Jika pengadilan memberikan keputusan pertanggungjawaban sebesar USD75,000 terhadap Mike, berapa banyak yang dibayar dari setiap penanggung asuransi? (2) Jika keputusan pengadilan sebesar USD200,000, berapa banyak yang harus dibayar oleh setiap penanggung asuransi? 11) Joshua memiliki motor boat yang menabrak dan merusak boat lain yang berlabuh di pelabuhan. Ketika kecelakaan terjadi, ternan Joshua, Zoe, yang mengoperasikan motor boat tersebut. Pemilik dari boat yang rusak meminta Zoe untuk membayar kerusakan tersebut. Joshua terdaftar sebagai named-insured dalam halaman pemyataan dari polis pertanggungjawaban kepemilikan motor boat. Polis Joshua meliputi ketentuan berikut ini. a) Apa yang Ditanggung "Kami" akan membayar seluruh biaya di mana "tertanggung" diwajibkan secara sah untuk membayar ganti rugi terhadap luka pada badan atau kerusakan properti yang timbul dari kepemilikan, pemeliharaan atau penggunaan pada perahu yang digambarkan. b) Apa yang Tidak Ditanggung "Kami" tidak menanggung pertanggungjawaban yang timbul dari kepemilikan, pemeliharaan atau penggunaan perahu yang digambarkan sebagai berikut.
  • 308. e ADBI4211/MODUL 7 7.33 (1) Hal yang diakibatkan karena tindakan kesengajaan oleh tertanggung. (2) Pada seseorang di mana mereka terseret oleh perahu yang digambarkan, sebagai pemain ski air, aquaplaners atau olahraga • air yang sama. c) Definisi (1) Kata "Anda" dan "milik Anda" berarti orang yang disebutkan dalam Declarations (pemyataan). (2) Kata "Kami", "Kita", dan "Milik Kita" berarti perusahaan yang menyediakan asuransi. (3) "Luka pada Badan" berarti kecelakaan pada badan, atau penyakit terhadap seseorang. (4) "Tertanggung" berarti "Anda" dan: (a) Pasangan (suami/istri) "Anda"; (b) Kerabat "Anda" jika tinggal dalam rumah tangga Anda. (c) Seseorang yang mengoperasikan kapal yang diasuransikan dengan izin dari "Anda". (d) "Kerusakan Properti" berarti luka pada atau kerusakan pada properti. Hal ini meliputi kerugian penggunaan. Pertanyaan: a) Ketentuan di atas mengacu pada kapal yang digambarkan. Sebutkan bagian polis yang akan menggambarkan motor boat milik Joshua! b) Jelaskan apakah polis Joshua akan menyediakan perlindungan klaim terhadap Zoe. Sebutkan ketentuan polis yang relevan dengan situasi ini! c) Pemilik dari boat yang rusak menggunakan boat-nya sebagai alat transportasi bagi konsumen untuk memancing pada laut yang dalam. Pemilik juga menuntut Zoe untuk bertanggung jawab terhadap kerugian pendapatannya sementara kapalnya diperbaiki. Jelaskan apakah polis Joshua akan membayar pendapatan dari kerugian! d) Asumsikan bahwa pemain ski yang diseret oleh motor boat Joshua terluka karena kelalaian dari Joshua. Jika pemain yang terluka menuntut Joshua karena lukanya, apakah Joshua akan dilindungi oleh polisnya? Jelaskan!
  • 309. 7.34 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI • Petunjuk Jawaban Latihan 1) Deductible ada dalam kontrak asuransi dengan tujuan untuk: (a) mengeliminasi klaim yang kecil, (b) mengurangi premi, dan (c) mengurangi moral dan morale hazard. Beberapa deductible yang sering ditemukan dalam kontrak asuransi adalah sebagai berikut. a) Deductibles dalam asuransi properti, mencakup straight deductible (pengurangan lurus) dan aggregate deductible (pengurangan rata- rata). b) Deductibles dalam asuransi kesehatan, kalender, deductible dalam koridor, (penantian). yaitu dan deductible tahun - periode eliminasi 2) Ketentuan dari coinsurance dalam kontrak asuransi properti mewajibkan tertanggung untuk mengasuransikan properti sebesar persentase yang ditetapkan dari nilai asuransinya. Jika persyaratan dari coinsurance tidak dapat dipenuhi pada saat terjadi kerugian, tertanggung harus membagi kerugian sebagai coinsurer. Coinsurance digunakan dengan tujuan untuk mencapai keadilan dalam tarif (equity in rating). 3) Polis pengobatan utama biasanya memiliki ketentuan coinsurance yang mensyaratkan tertanggung untuk membayar persentase tertentu dari asuransi biaya pengobatan yang melebihi deductible (percentage participation clause). Rencana khususnya mensyaratkan tertanggung untuk membayar 20 atau 25% dari biaya perlindungan yang melebihi deductible. 4) Ketentuan asuransi lainnya diterapkan ketika lebih dari satu kontrak melindungi kerugian yang sama. Tujuan dari ketentuan asuransi lainnya adalah untuk mencegah perolehan keuntungan dari asuransi dan mencegah pelanggaran dari prinsip indemnity (penggantian kerugian). a) Pertanggungjawaban pro rata adalah istilah umum untuk ketentuan yang diterapkan ketika dua atau lebih polis dengan tipe yang sama melindungi kepentingan asuransi (insurable interest) yang sama dalam properti. b) Kontribusi dengan pembagian yang sama merupakan tipe lain dari ketentuan asuransi yang acapkali ditemukan dalam kontrak asuransi pertanggungjawaban, dalam hal ini setiap penanggung asuransi membagi kerugian secara sama rata, sampai bagian yang dibayar oleh setiap penanggung asuransi sama dengan batasan terendah dari
  • 310. e ADBI4211/MODUL 7 7.35 pertanggungjawaban dalam polis apa pun atau sampai nilai total kerugian dibayarkan 5) Pernyataan dalam polis yang berkaitan dengan asuransi utama dan asuransi cadangan menyatakan bahwa penanggung asuransi utama membayar pertama, dan penanggung asuransi cadangan hanya membayar setelah batas polis dalam polis utama sudah terpenuhi. 6) Peniadaan adalah penting karena peril mungkin dipertimbangkan untuk tidak diasuransikan oleh asuransi perdagangan. Peniadaan juga digunakan karena adanya hazard yang luar biasa. Dalam kasus Jason, perlindungan untuk pesawat terbang dipisahkan dari polis kepemilikan rumah karena perlindungan untuk pesawat terbang disediakan dengan lebih baik oleh kontrak lain. Peniadaan ini untuk menghindarkan duplikasi perlindungan. Properti tertentu ditiadakan karena adanya moral hazard atau kesulitan dalam menentukan dan mengukur sejumlah kerugian. Dalam kasus kepemilikan pesawat terbang, peniadaan dalam kontrak kepemilikan rumah digunakan karena perlindungan tidak diperlukan oleh tertanggung secara khusus. 7) Dalam straight deductible tertentu dari kerugian sebelum penanggung asuransi diwajibkan untuk melakukan pembayaran. Aggregate deductible acapkali digunakan pada asuransi properti perdagangan, di mana seluruh kerugian yang dilindungi, yang terjadi dalam setahun ditambahkan bersamaan sampai mencapai level tertentu. Deductible tahun kalender merupakan tipe dari aggregate deductible terdapat pada biaya dasar pengobatan dan kontrak asuransi pengobatan yang utama. Biaya pengobatan yang memenuhi syarat diakumulasi selama setahun kalender, dan sekali melebihi jumlah deductible, penanggung asuransi harus membayar keuntungan yang dijanjikan dalam kontrak. 8) Lihat petunjuk no. 2). 9) Lihat petunjuk no. 4). 10) Lihat petunjuk no. 4). 11) Polis Joshua memuat: a) "Kami" akan membayar seluruh biaya di mana "tertanggung" diwajibkan secara sah untuk membayar ganti rugi terhadap luka pada badan atau kerusakan properti yang timbul dari kepemilikan, pemeliharaan atau penggunaan pada perahu yang digambarkan. b) "Tertanggung" berarti "Anda" dan: (1) Pasangan (suami/istri) "Anda".
  • 311. 7. 36 MANA.JEMEN RISIKD DAN ASURANSI e (2) Kerabat "Anda" jika tinggal dalam rumah tangga Anda. (3) Seseorang yang mengoperasikan kapal yang diasuransikan dengan izin dari "Anda". (4) "Kerusakan Properti" berarti luka pada atau kerusakan pada properti. Hal ini meliputi kerugian penggunaan. c) Lihat petunjukjawaban no. lla) d) "Kami" tidak menanggung pertanggungjawaban yang timbul dari kepemilikan, pemeliharaan, atau penggunaan perahu yang digambarkan sebagai berikut. (1) Hal yang diakibatkan karena tindakan kesengajaan oleh tertanggung. (2) Pada seseorang di mana mereka terseret oleh perahu yang digambarkan, sebagai pemain ski air, aquaplaners atau olahraga • arr yang sama. RANGKUMAN Deductible, yaitu ketentuan di mana jumlah tertentu dikurangi pembayaran kerugian total yang sebaliknya harus dibayar. Deductible digunakan untuk mengeliminasi klaim yang kecil, untuk mengurangi premi, dan untuk mengurangi moral dan morale hazard. Contoh dari deductible, meliputi straight deductible (pengurangan yang lurus), aggregate deductible (pengurangan rata-rata), calendar-year deductible (deductible tahun kalender), deductible dalam koridor, dan periode eliminasi (penantian). Ketentuan coinsurance dalam asuransi properti mewajibkan tertanggung untuk m