METODOLOGI PENELITIAN DALAM KESEHATAN

A.

Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian adalah kerangka hubungan antara
kons...
D.

Definisi Operasional

E.

Metodologi Penelitian
1.

Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitia...
Keterangan

:

N = Besarnya populasi.
n = Besarnya sampel.
d = Presisi 0,1 (10%).
c. Teknik pengambilan Sampel
Agar karakt...
Editing merupakan suatu kegiatan untuk melakukan pemeriksaan
dan perbaikan terhadap data yang sudah didapat.
a. Coding
Set...
Keterangan :
P = Proporsi
f = Frekuensi kategori
n = jumlah sampel
2) Membuat tabel distribusi
Tabel 3.3
Variabel

Distrib...
a. Nilai p (p value) < 0,05 maka Ho ditolak, yang berarti ada hubungan
yang bermakna antara variabel bebas dengan variabel...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Metodologi penelitian dalam kesehatan

14,114

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
14,114
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
230
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Metodologi penelitian dalam kesehatan"

  1. 1. METODOLOGI PENELITIAN DALAM KESEHATAN A. Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati dan diukur melalui penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2010:100). Variabel Independen (Bebas) B. Variabel Dependen (Terikat) Variabel Penelitian Variabel dapat diartikan sebagai ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain (Notoatmodjo, 2010:103). Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:38). C. Hipotesis
  2. 2. D. Definisi Operasional E. Metodologi Penelitian 1. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional, yaitu suatu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). (Notoatmodjo, 2010:37). 2. Populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel a. Populasi Populasi penelitian adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek yang diteliti (Notoatmodjo, 2010:115). Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:80).. b. Sampel Sampel penelitian adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010:115). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012: Menurut Notoatmodjo (2002:92), rumus sederhana dalam menentukan sampel dijelaskan sebagai berikut : n= N 1  N (d 2 )
  3. 3. Keterangan : N = Besarnya populasi. n = Besarnya sampel. d = Presisi 0,1 (10%). c. Teknik pengambilan Sampel Agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, maka sebelum dilakukan pengambilan sampel perlu ditentukan kriteria inklusi maupun kriteria ekslusi (Notoatmodjo, 2010:130). Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah 1) Ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Argapura sekurang-kurangnya 1 tahun. 2) Ibu hamil dengan usia kehamilan 7-9 bulan ( trimester III) 3) Bersedia diwawancara 3. Instrumen penelitian Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data (Notoatmodjo, 2010:87). . 4. Tempat dan Waktu Penelitian 5. Teknik Pengumpulan Data 6. Pengolahan Data Menurut Notoatmodjo, (2010:176) bahwa Pengolahan data dilakukan untuk mencegah GIGO (garbage in garbage out), bila yang masuk sampah maka keluarnya juga sampah. Oleh karena itu pengolahan data terdiri dari beberapa tahap yaitu : a. Editing proses
  4. 4. Editing merupakan suatu kegiatan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap data yang sudah didapat. a. Coding Setelah semua data disunting maka langkah selanjutnya dilakukan coding, yaitu memberi kode data dengan cara mengubah kalimat atau huruf menjadi angka. b. Data Entry atau processing Data Entry adalah memasukan data yang sudah dilakukan pengkodean ke dalam software komputer. c. Cleaning Setelah semua data sudah dimasukan ke dalam software komputer kemudian perlu dilakukan pemeriksaan kembali data yang sudah di entri apabila terjadi kesalahan atau ketidaklengkapan maka dilakukan perbaikan atau koreksi. 7. Analisa Data a. Analisis Univariat Analisis Univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan setiap variabel penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari setiap variabel (Notoatmodjo, 2010 : 182). Langkah-langkah analisis univariat adalah sebagai berikut : 1) Distribusi frekuensi P = f n x 100%
  5. 5. Keterangan : P = Proporsi f = Frekuensi kategori n = jumlah sampel 2) Membuat tabel distribusi Tabel 3.3 Variabel Distribusi masing-masing variabel F % Jumlah b. Analisis Bivariat Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2010:183). Uji yang dipakai adalah chi-square dengan batas kemaknaan α = 0,05 dengan menggunakan rumus Hastono dan Sabri (2010:152) : 𝑥² = 𝑁 (𝑎𝑑 − 𝑏𝑐)² (𝑎 + 𝑐) (𝑏 + 𝑑) (𝑎 + 𝑏) (𝑐 + 𝑑) Apabila terdapat sel yang kosong atau nilai < 5 maka digunakan fisher extact Menentukan uji kemaknaan hubungan dengan cara membandingkan nilai p (p value) dengan nilai  = 0,05 pada taraf kepercayaan 95% dan derajat kebebasan = 1 dengan kaidah keputusan sebagai berikut : Keputusan uji statistik
  6. 6. a. Nilai p (p value) < 0,05 maka Ho ditolak, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara variabel bebas dengan variabel terikat b. Nilai p (p value) > 0,05 maka Ho gagal ditolak, yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel bebas dengan variabel terikat

×