Your SlideShare is downloading. ×
Pedoman standar mutu, jangkauan pelayanan dan pengembangan aplikasi egovernment
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pedoman standar mutu, jangkauan pelayanan dan pengembangan aplikasi egovernment

319
views

Published on

JurnalKomputer.Com

JurnalKomputer.Com


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
319
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pedoman Standar Mutu, Jangkauan Pelayanan Dan Pengembangan Aplikasi e­Government
  • 2. COVER DALAM Pedoman Standar Mutu, Jangkauan Pelayanan Dan Pengembangan Aplikasi e­Government
  • 3.   SAMBUTAN  MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI REPUBLIK INDONESIA    Kemajuan teknologi informasi yang pesat serta pemanfaatannya secara  luas   telah   membuka   peluang   bagi   pengaksesan,   pengelolaan,   dan  pendayagunaan   informasi   dalam   volume   yang   besar   secara   cepat   dan  akurat.   Kenyataan   menunjukkan   bahwa   penggunaan   media   elektronik  merupakan faktor yang sangat penting, sehingga penataan yang tengah kita  laksanakan   harus   pula   diarahkan   untuk   mendorong   bangsa   Indonesia  menuju masyarakat informasi.  Perubahan­perubahan   yang   terjadi   saat   ini   menuntut   terbentuknya  pemerintahan   yang   bersih,   transparan,   dan   mampu   menjawab   tuntutan  perubahan secara efektif di mana masyarakat menuntut pelayanan publik  yang memenuhi kepentingan masyarakat luas di seluruh wilayah negara,  dapat diandalkan dan terpercaya, serta mudah dijangkau secara interaktif.  Pemerintah pusat dan daerah harus mampu membentuk dimensi baru ke  dalam organisasi, sistem manajemen, dan proses kerja yang lebih dinamis.  Dengan demikian perlu dikembangkan sistem dan proses kerja yang lebih  lentur untuk memfasilitasi berbagai bentuk interaksi yang kompleks dengan  lembaga­lembaga negara lain, masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat  internasional.
  • 4. Organisasi  pemerintah  harus  lebih  terbuka  untuk  membentuk  kemitraan  dengan dunia usaha (public­private partnership), memanfaatkan kemajuan  teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengolah, mengelola,  menyalurkan dan mendistribusikan informasi bagi pelayanan publik. Oleh  karena itu ketika masyarakat mendambakan terwujudnya reformasi sektor  publik, pemerintah harus segera melaksanakan proses transformasi menuju  e­Government.  Melalui   proses   tersebut,   pemerintah   dapat   mengoptimasikan  pemanfaatan   kemajuan   teknologi   informasi   untuk   mengeliminasi   sekat­ sekat   organisasi   dan   birokrasi,   serta   membentuk   jaringan   sistem  manajemen   dan   proses   kerja   yang   memungkinkan   lembaga­lembaga  pemerintah bekerja secara terpadu. Masyarakat,   sektor   swasta   dan   pemerintah   mengharapkan  pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (telematika) di Indonesia  menjadi   lebih   terarah   dan   terintegrasi   serta   tidak   tumpang   tindih  pengembangannya   mulai   dari   tingkat   kabupaten/kota,   provinsi   maupun  pemerintah   pusat.   Oleh   karenanya   pemerintah   menyusun   pula   konsep  sistem   informasi   nasional   sebagai   acuan/panduan   bagi   penyusunan  national   e­Strategy   di   Indonesia   yang   dilengkapi   dengan   konsep  pelaksanaan secara makro melalui program e­Indonesia, yang didalamnya  termasuk pembangunan e­Government. Pengembangan   e­Government   merupakan   upaya   untuk  mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik  dalam   rangka   meningkatkan   kualitas   layanan   publik   secara   efektif   dan  efisien. Untuk itu pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan dan Strategi  Nasional   Pengembangan   e­Government   melalui   INPRES   No.   3   Tahun  2003 yang merupakan payung bagi seluruh kebijakan teknis operasional di  bidang e­Government. Agar kebijakan pengembangan e­Government dapat  dilaksanakan secara sistematik dan terpadu, maka diperlukan peraturan,  standarisasi dan panduan yang konsisten dan saling mendukung.
  • 5. Pada awal tahun 2004 telah diselesaikan panduan yaitu : Panduan  Pembangunan Infrastruktur Portal Pemerintah, Panduan Manajemen Sistem  Dokumen Elektronik Pemerintah dan Panduan Penyusunan Rencana Induk  Pengembangan e­Government dan ketiga panduan tersebut telah mulai  disosialisasikan ke pemerintah daerah dan para  stakeholder  di beberapa  kota di Indonesia. Pada kesempatan   ini pula saya menyambut baik penerbitan buku  panduan   “  Standar   Mutu,   Jangkauan   Pelayanan   dan   Pengembangan  Aplikasi   e­Government   “   bagi   lembaga   Pemerintah   Pusat   dan   Daerah.  Panduan  ini   diharapkan   dapat   menjadi   acuan   dasar   bagi   strategi  pengembangan aplikasi e­Government yang sesuai dengan standar mutu  dan jangkauan pelayanan. Panduan   ini   perlu   disebarluaskan   kepada   semua   kalangan   baik  pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat, serta perlu pula  disosialisasikan   sebagai   bagian   dari   kebijakan   dan   strategi   pemerintah  dalam pengembangan e­Government guna mewujudkan kepemerintahan  yang baik (good governance). Ucapan   terima   kasih   saya   sampaikan   kepada   Task   Force   e­ Government dan semua kalangan yang telah ikut secara aktif berpartisipasi  dalam menyiapkan buku panduan ini. Semoga bermanfaat. Jakarta,        Agustus 2004 MENTERI KOMUNIKASI DAN  INFORMASI SYAMSUL MU’ARIF
  • 6. SAMBUTAN SEKRETARIS TIM KOORDINASI TELEMATIKA INDONESIA Aplikasi adalah bagian yang berfungsi memanfaatkan infrastruktur  teknologi informasi dan menjembatani unsur­unsur sistem, prosedur, proses  dan faktor manusia Aplikasi sebaiknya dirancangbangun dan dikembangkan  secara luwes dan terpisah dari infrastruktur, dengan tujuan apabila terjadi  perubahan pada tingkat infrastruktur yang umumnya terjadi secara terus  menerus, maka tidak diperlukan penyesuaian yang terlalu banyak pada  aplikasi. Disamping   itu   diharapkan   pengembangan   aplikasi   dilakukan  dengan melihat alternatif infrastruktur yang tersedia di berbagai lingkungan  instansi   pusat   dan   daerah,   sesuai   dengan   tugas   pokok   dan   fungsi,  kompleksitas serta tahapan implementasi masing­masing instansi. Aplikasi  yang dikembangkan harus dapat mengakomodasi peningkatan jumlah dan  kualitas layanan publik sesuai dengan perkembangan kebutuhan, sehingga  e­Services dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan layanan publik.  Tim   Koordinasi   Telematika   Indonesia   telah   menetapkan  Pengembangan e­government sebagai salah satu program utama (flagship)  dalam rangka untuk mendorong bangsa Indonesia   menuju masyarakat  informasi.  Aplikasi yang dikembangkan  disetiap lembaga pemerintah ikut  menentukan keberhasilan di dalam penyelenggaraan e­government  Oleh karena itu, Tim Koordinasi Telematika Indonesia menyambut  baik diterbitkannya buku Panduan Standar Mutu, Jangkauan Pelayanan dan  Pengembangan   Aplikasi   e­Government   bagi   lembaga   Pemerintah   Pusat  dan   Daerah  dalam   menunjang   pengembangan   e­government.   Hal   ini 
  • 7. sejalan dengan strategi dan program Tim Koordinasi Telematika Indonesia  dalam mengadopsi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Buku Panduan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai  pedoman   dan   proses   kerja   di   semua   instansi   pemerintah,   baik   dipusat  maupun   didaerah   dalam   melaksanakan   proses   transformasi     menuju  pengembangan  e­government.  Panduan ini akan terus disempurnakan, untuk itu kritik dan saran  guna penyempurnaannya lebih lanjut sangat diharapkan agar panduan ini  dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan secara lebih luas. Jakarta,        Agustus 2004 SEKRETARIS MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI SELAKU SEKRETARIS TIM KOORDINASI TELEMATIKA  INDONESIA, J. B. KRISTIADI
  • 8. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI NOMOR :     /KEP/M.KOMINFO/VIII/2004 TENTANG PANDUAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI, Menimbang : a. bahwa   dalam   rangka   mendukung   pengembangan  dan pelaksanaan e­Government dan meningkatkan  efisiensi   dan   efektivitas   layanan   maka   dipandang  perlu   adanya   Panduan   Standar   Mutu,   Jangkauan  Pelayanan dan Aplikasi e­Government; b. bahwa     berdasarkan   pertimbangan   tersebut   pada  butir   a,   perlu   ditetapkan   Panduan   Standar   Mutu, 
  • 9. Jangkauan  Pelayanan  dan  Aplikasi  e­Government  dalam menunjang e­Government. Mengingat : 1. Keputusan Presiden R.I. Nomor 228/M Tahun 2001  tentang Susunan Kabinet Gotong Royong; 2. Keputusan  Presiden R.I.  Nomor 101  Tahun 2001  tentang  Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan,  Susunan Organisasi dan Tata Kerja Menteri Negara,  sebagaimana   telah   beberapa   kali   diubah   terakhir  dengan Keputusan Presiden R.I. Nomor 47 Tahun  2003; 3. Keputusan   Presiden   R.I.   Nomor   9   Tahun   2003  tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia; 4. Instruksi Presiden R.I. Nomor 6 Tahun 2001 tentang  Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di  Indonesia; 5. Instruksi Presiden R.I. Nomor 3 Tahun 2003 tentang  Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e­ Government; 6. Keputusan   Menteri   Negara   Komunikasi   dan  Informasi  Nomor  :  05/SK/MENEG/KI/2001  tentang  Organisasi dan Tata Kerja Kantor Menteri Negara  Komunikasi dan Informasi;  7. Keputusan   Menteri   Negara   Komunikasi   dan  Informasi Nomor : 12/SK/MENEG/KI/2002 tanggal 1 
  • 10. Maret 2002 tentang Pembentukan Organisasi Task  Force Pengembangan e­Government. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN   MENTERI   KOMUNIKASI   DAN  INFORMASI   TENTANG  PANDUAN   STANDAR  MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN  PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT PERTAMA : Panduan Standar Mutu, Jangkauan Pelayanan dan  Aplikasi   e­Government  dalam   menunjang   e­ Government   yang   selanjutnya   disebut   Panduan  sebagaimana   tersebut   dalam   Lampiran   Keputusan  ini. KEDUA : Panduan   sebagaimana   tersebut   pada   Diktum  PERTAMA   digunakan   sebagai   acuan   dalam  menyiapkan   Standar   Mutu,   Jangkauan   Pelayanan  dan   Aplikasi   e­Government  dalam   menunjang   e­ Government bagi lembaga pemerintah baik di pusat  maupun daerah. KETIGA : Hal­hal yang sifatnya teknis akan ditetapkan dengan  keputusan tersendiri. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.     Ditetapkan di  : Jakarta     Pada tanggal :       Agustus 2004
  • 11. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI SYAMSUL MU’ARIF Salinan Keputusan ini disampaikan kepada : 1.  Para Menteri Kabinet Gotong Royong; 2.  Pimpinan LPND, dan; 3.  Para Gubernur/Walikota/Bupati di seluruh Indonesia.
  • 12. Lampiran Keputusan Menteri No .... Tentang  PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN  PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI  E­GOVERNMENT
  • 13. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT DAFTAR ISI DAFTAR ISI i PRAKATA iii BAB I  PENDAHULUAN 1 BAB II  PENGELOMPOKAN APLIKASI E­GOVERNMENT 5 2.1 Kelompok Aplikasi e­Government Berdasarkan  Orientasi Layanan 2.2 Kelompok Aplikasi e­Government Berdasarkan Jenis Layanan 2.3 Kelompok Aplikasi e­Government Berdasarkan  Fungsi 2.4 Kelompok Aplikasi e­Government Berdasarkan  Obyek Layanan BAB III  STANDAR MUTU DAN JANGKAUAN LAYANAN 25 BAB IV  PEDOMAN  UMUM  PENGEMBANGAN APLIKASI  E­ GOVERNMENT 33 4.1 Spesifikasi Kebutuhan  4.2 Kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual 4.3 Dokumentasi 4.4 Pengacuan Pada Standar Teknologi. 4.5 Dukungan Teknis. BAB V  TAHAPAN IMPLEMENTASI LAYANAN E­ GOVERNMENT 43 5.1 Tingkat Persiapan. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI i
  • 14. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 5.2 Tingkat Pematangan. 5.3 Tingkat Pemantapan. 5.4 Tingkat Pemanfaatan. BAB VI  PENUTUP 51 LAMPIRAN – LAMPIRAN 1­1 LAMPIRAN 1   CONTOH MODUL APLIKASI E­GOVERNMENT 1­2 LAMPIRAN 2   PUSTAKA KATA 2­1 Kementerian Komunikasi dan Informasi RI ii
  • 15. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI ii
  • 16. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT PRAKATA Kementerian Komunikasi dan Informasi RI iii
  • 17. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI iv
  • 18. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT PRAKATA Pedoman ini menjelaskan tentang Standar Mutu, Jangkauan  Pelayanan dan Pengembangan Aplikasi e­Government bagi  lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah. Salah   satu   tujuan   utama   pengembangan   e­Government  adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan publik  sebagai   hasil   dari     pemanfaatan   teknologi   informasi.  Perbaikan layanan publik ini sedikit banyak akan memberikan  pengaruh   positif   pada   berbagai   sektor   dan   sisi   kehidupan  bangsa dan negara. Pengembangan dan penerapan layanan  publik berbasis teknologi informasi (e­Services) memerlukan  persiapan, perencanaan dan penanganan secara sistematis  dan   terpadu   sehingga   dapat   memberikan   hasil   yang  maksimum.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI v
  • 19. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Mengingat   sangat   beragamnya   jenis   layanan   publik   serta  alternatif   teknologi   pengantar   layanan   yang   ada   (service  delivery   channel)   maka   diperlukan   penjabaran   dan  pengelompokan   layanan   berdasarkan   antara   lain   orientasi  layanan, obyek layanan, dan jenis layanan. Pengelompokan  ini   juga   akan   membantu   mengoptimalkan   jangkauan  pelayanan (service coverage).  Selain diperlukan perhatian yang terus menerus pada aspek  infrastruktur   teknologi   informasi,   diperlukan   juga   perhatian  terhadap satu aspek yang tidak kalah pentingnya yaitu  aspek  aplikasi. Aplikasi adalah bagian yang berfungsi memanfaatkan  infrastruktur   teknologi   informasi   dan   menjembatani   unsur­  unsur sistem, prosedur, proses dan faktor manusia sehingga  e­Services dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan layanan  publik.   Aplikasi   sebaiknya   dirancangbangun   dan  dikembangkan secara luwes dan terpisah dari infrastruktur,  dengan   tujuan   apabila   terjadi   perubahan   pada   tingkat  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI vi
  • 20. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT infrastruktur   yang   umumnya   terjadi   secara   terus   menerus,  maka tidak diperlukan penyesuaian yang terlalu banyak pada  aplikasi. Disamping itu diharapkan pengembangan aplikasi dilakukan  dengan   melihat   alternatif   infrastruktur   yang   tersedia   di  berbagai   lingkungan   instansi   pusat   dan   daerah,   sesuai  dengan tugas pokok dan fungsi, kompleksitas serta tahapan  implementasi   masing­masing   instansi.   Aplikasi   yang  dikembangkan   harus   dapat   mengakomodasi   peningkatan  jumlah   dan   kualitas   layanan   publik   sesuai   dengan  perkembangan   kebutuhan.   Pedoman   ini   bertujuan  memberikan   acuan   dasar   bagi   strategi   pengembangan  aplikasi e­Government yang sesuai dengan standar mutu dan  jangkauan pelayanan. DASAR PELAKSANAAN  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI vii
  • 21. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT a. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 tahun  2001   tentang   Pengembangan   dan   Pendayagunaan  Telematika di Indonesia. b. Keputusan   Presiden   RI   Nomor   228/M   tahun   2001  tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong; c. Keputusan Presiden RI nomor 101 tahun 2001 tentang  Kedudukan,   Tugas,   Fungsi,   Kewenangan,   Susunan  Organisasi, dan Tata Kerja Menteri Negara; d. Kerangka kerja Teknologi Informasi Nasional (National  IT Framework/NITF). e. Keputusan   Presiden   Republik   Indonesia   Nomor   9  Tahun   2003   tentang   Tim   Koordinasi   Telematika  Indonesia. f. Instruksi   Presiden   Republik   Indonesia   No.   3   Tahun  2003,   tentang   Strategi   dan   Kebijakan   Nasional  Pengembangan E­Government. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI viii
  • 22. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT BAB I PENDAHULUAN Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 1
  • 23. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 2
  • 24. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Pendahuluan Yang dimaksud aplikasi e­Government adalah susunan piranti  lunak yang dirancang dan dibangun untuk mendukung proses  layanan   publik   tertentu   yang   berkaitan   langsung   dengan  pengguna akhir (end­user), yaitu petugas instansi pemerintah  ataupun publik.  Berbagai piranti lunak yang umum digunakan  dalam   otomasi   perkantoran   seperti   pengolah­kata,   surat  elektronik   (e­mail)   tidak   termasuk   dalam   definisi   aplikasi,  meskipun dapat bekerja secara terpadu dengan aplikasi yang  dimaksud dalam definisi di atas. Aplikasi e­Government dapat  dikelompokkan berdasarkan beberapa unsur atau karakteristik  yang akan dibahas lebih lanjut dalam pedoman ini. Aplikasi   e­Government   umumnya   dibangun   diatas   suatu  aplikasi   dasar   seperti   database,   electronic   record  management dan lain­lain. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 3
  • 25. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Penjelasan   lebih   lanjut   mengenai   posisi   aplikasi   e­ Governement dalam infrastruktur e­Government dapat dilihat  pada Gambar 1. Gambar 1. Posisi Aplikasi e­Government terhadap  Infrastruktur Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 4
  • 26. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT BAB II PENGELOMPOKAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 5
  • 27. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 6
  • 28. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Aplikasi   e­Government   dapat   dikelompokkan   berdasarkan  orientasi, jenis, fungsi dan obyek layanannya. 2.1. Kelompok   Aplikasi   e­Government   Berdasarkan  Orientasi Layanan Berdasarkan orientasi layanan, aplikasi e­Government dapat  dibagi dalam dua kategori yaitu : a. Back office. Aplikasi   e­Government   dalam   kelompok  back   office  tidak   langsung   menyediakan   layanan   untuk   publik.  Aplikasi back office lebih banyak menangani keperluan  internal dari instansi pemerintah. Jenis aplikasi  back  office  dapat   pula   menangani   masalah   administrasi  yang berkaitan erat dengan layanan publik.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 7
  • 29. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Contoh aplikasi back office antara lain : 1. Keuangan  2. Kepegawaian 3. Pengendalian dan pengawasan Proyek 4. Pengadaan Barang dan Jasa 5. Kekayaan/aset instansi  6. Sistem Pelaporan 7. Pengawasan Internal b.  Front office. Aplikasi   e­Government   dalam   kelompok  front   office  secara langsung menyediakan layanan untuk publik.  Aplikasi   tersebut   dapat   langsung   digunakan   oleh  publik sesuai dengan jenis teknologi layanan elektronik  yang   disediakan   (e­Service   Channel),   maupun  digunakan oleh petugas dalam melayani publik dalam  format   tatap   muka   (contoh,   petugas   unit   layanan  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 8
  • 30. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT tertentu   menggunakan   aplikasi   di   kantor   atau   pada  loket layanan).  Contoh aplikasi front­office antara lain : 1. Pendaftaran   (Tanda   Daftar   Perusahaan,   Tanda  Daftar   Rekanan,   Tanda   Daftar   Perdagangan,  Tanda Daftar Industri Kecil dan lain­lain) 2. Perijinan (IMB, SIUP, SIM, STNK, Ijin Lokasi, Ijin  Gangguan,  Ijin Reklame,  Ijin  Penambangan  dan  lain­lain). 3. Kependudukan   (KTP,   Paspor,   Akta   Lahir,   Akta  Nikah, Akta Kematian, Kartu Keluarga, Kartu Ijin  Menetap Sementara dan lain­lain) 4. Pembayaran (Pajak, Cukai, Iuran, Retribusi, Listrik,  Air, Telepon dan lain­lain) Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 9
  • 31. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 5. Informasi   (Kebijakan   Publik,   Potensi   Daerah,  Kegiatan   Instansi,   Darurat/Bencana,   GIS/  Pemetaan,   Kesehatan,   Pendidikan,   Pariwisata,  Industri,   Perdagangan,   Investasi,   Pertanian,   dan  lain­lain) 6. Layanan Kesehatan 7. Layanan Pendidikan Pembedaan   antara   kedua   kategori   aplikasi   sesuai  dengan   orientasi   sangat   penting,   karena   kedua  kategori aplikasi tersebut pada umumnya memerlukan:   tingkat pengamanan yang berbeda;  teknologi dan infrastruktur yang berbeda;  rancang bangun yang berbeda;  langkah­langkah   implementasi   yang   berbeda  (sosialisasi, pelatihan dan lain lain). Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 10
  • 32. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Pemisahan   kedua   kategori   aplikasi   tersebut   akan  memudahkan pengembangan lebih lanjut bila terjadi  perubahan   kebutuhan,   sebagai   hasil   dari  berkembangnya   teknologi   maupun   berkembangnya  kebutuhan publik. Pembedaan   kedua   kategori   aplikasi   sesuai   dengan  orientasi layanan dapat dilihat pada Gambar 2. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 11
  • 33. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Gambar 2. Kategori Aplikasi e­Government Sesuai Dengan  Orientasi Layanan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 12
  • 34. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 2.2.  Kelompok Aplikasi Berdasarkan Jenis Layanan Aplikasi e­Government berdasarkan jenis layanannya dapat  dibedakan dalam 5 (lima) layanan yaitu : a. Layanan Informasi Umum Layanan Informasi Umum adalah jenis layanan yang  sifatnya memberikan informasi umum kepada publik.  Aplikasi   e­Government   ini   harus   dapat   memberikan  kemudahan   bagi   publik   untuk   mengambil   informasi  sesuai dengan kebutuhannya dan memudahkan bagi  pengelola informasi untuk terus memelihara informasi  agar dapat terjaga pemutakhirannya (up to date).   Contoh layanan informasi umum antara lain :  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 13
  • 35. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 1. Informasi   Umum   mengenai   instansi   (struktur  organisasi,   nama   pejabat,   tugas   dan   fungsi,  layanan yang diberikan, alamat dan lain­lain); 2. Peraturan dan Perundang­undangan; 3. Potensi Daerah. b.  Layanan Pendaftaran Layanan   Pendaftaran   adalah   jenis   layanan   yang  sifatnya melakukan pencatatan data publik. Aplikasi e­ Government ini harus dapat memberikan kemudahan  bagi   publik   untuk   melakukan   berbagai   keperluan  pendaftaran   sesuai   dengan   kebutuhannya   dan   juga  memudahkan bagi pengelola informasi dan pihak lain  yang terkait dan berwewenang untuk terus memelihara  informasi agar dapat terjaga pemutakhirannya (up to  date). Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 14
  • 36. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Contoh layanan pendaftaran antara lain :  1. Catatan Sipil 2. Akte Kelahiran 3. Kartu Keluarga 4. Pendaftaran Ijin Usaha  5. Tanda Daftar Perusahaan 6. Tanda Daftar Rekanan 7. Tanda Daftar Perdagangan 8. Tanda Daftar Industri Kecil  c.  Layanan Perijinan Layanan Perijinan adalah jenis layanan dimana publik  mengajukan   permohonan   perijinan   tertentu.   Pada  umumnya aplikasi perijinan berkaitan dengan proses  internal   di   instansi   yang   berwenang   memberikan  perijinan   tertentu   berdasarkan   tugas   dan   fungsi  instansi,   peraturan   dan   perundang­undangan   yang  berlaku.   Aplikasi   e­government   harus   memberikan  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 15
  • 37. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT kemudahan   bagi   publik   untuk   mengajukan  permohonan, mengikuti status proses perijinan sampai  mendapatkan   dokumen   perijinan   yang   diperlukan  secara efisien. Perijinan dapat berupa pengajuan baru  maupun   perpanjangan   perijinan   tertentu.   Perijinan  dapat   berkaitan   dengan   syarat­syarat   pembayaran  tertentu   dimana   proses   pembayarannya   dapat  dilakukan secara elektronik (e­Payment). Contoh layanan perijinan antara lain :  1. Ijin Usaha Perdagangan 2. Ijin Lokasi 3. IMB 4. Ijin Gangguan 5. Ijin Mengemudi 6. Ijin Trayek 7. Ijin Reklame 8. Ijin Hotel  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 16
  • 38. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 9. Ijin Restoran 10. Ijin Galian d.  Layanan Pembayaran (e­Payment) Layanan   Pembayaran   adalah   jenis   layanan   dimana  publik   melakukan   proses   pembayaran   tertentu.  Aplikasi   e­goverment   harus   dapat   memberikan  kemudahan   bagi   publik   untuk   memilih   metoda   dan  sistem   pembayaran,   serta   menjaga   keamanan   data  yang   terkait   dalam   proses   pembayaran.   Aspek  keamanan data merupakan aspek penting dalam jenis  layanan   publik   yang   berkaitan   dengan   pembayaran  secara   elektronik.   Layanan   pembayaran   dapat   juga  berkaitan   dengan   aplikasi   penagihan   elektronik   (e­ Billing), yaitu suatu proses penagihan yang dilakukan  secara   elektronik.   Selain   layanan   pembayaran,   ada  juga   aplikasi   dimana   pemerintah   melakukan  pembayaran   seperti   pemberian   bantuan,   tunjangan  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 17
  • 39. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT dan lain­lain yang pada saat ini belum banyak menjadi  perhatian. Contoh aplikasi layanan pembayaran antara lain : 1. Pajak   (Pajak   Pertambahan   Nilai,   Pajak  Penghasilan, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak  Kendaraan Bermotor, PPN Barang Mewah, dan  lain­lain) 2. Cukai 3. Iuran 4. Retribusi 5. Pengadaan barang dan jasa  e.  Layanan Lain Layanan   Lain   adalah   berbagai   jenis   layanan   yang  tidak termasuk dalam kelompok di atas. Jenis layanan  ini dapat bersifat sementara (adhoc) tanpa mengurangi  arti pentingnya, seperti layanan yang berkaitan dengan  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 18
  • 40. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT bencana   alam,   penyakit   menular   dan   lain­lain.  Layanan   dalam   kelompok   ini   juga   dapat   berkaitan  dengan program nasional tertentu.  Contoh layanan lain seperti: 1. Layanan darurat (kebakaran, wabah penyakit,  dan lain­lain); 2. Layanan bencana alam ( banjir, gempa bumi,  tanah longsor,  gunung meletus dan lain­lain); 3. Layanan kecelakaan (lalulintas, kereta api,  kapal laut, pesawat terbang, dan lain­lain); 4. Informasi dari masyarakat. 2.3. Kelompok   Aplikasi   e­Government   Berdasarkan  Fungsi. Berdasarkan   fungsinya,   aplikasi   e­Government   dapat  dibedakan dalam dua kategori yaitu: Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 19
  • 41. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT a. Aplikasi Generik. Aplikasi   e­Government   dalam   kelompok   generik  menangani permasalahan antar satu instansi dengan  instansi   lain   yang   mempunyai   keseragaman   pada  proses,   prosedur,   aturan­aturan   dan   lain­lainnya.  Informasi yang terkandung di masing­masing instansi  dan pemanfaatan informasinya dapat berbeda­beda,  namun   aplikasinya   dapat   dikatakan   memiliki  keseragaman. Beberapa contoh aplikasi generik antara lain: 1. Keuangan  2. Kepegawaian 3. Kekayaan/Aset Instansi 4. Sistem Pelaporan 5. Pengawasan Internal 6. Pengendalian dan Pengawasan Proyek Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 20
  • 42. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Unit Kerja dalam  Instansi yang memiliki kewenangan  terhadap   bidang   tertentu   yang   berkaitan   dengan  aplikasi generik agar menyusun spesifikasi acuan atau  spesifikasi   dasar   yang   berisi   fungsi­fungsi   utama  aplikasi,   standar   struktur   data,   proses   dan   lain­lain  sehingga   dapat   menjadi   dasar   dari   pengembangan  aplikasi tersebut.  Hal ini akan memudahkan menjaga  mutu layanan, konsolidasi, konsistensi penerapan dan  pengembangan lebih lanjut. b. Aplikasi Spesifik. Aplikasi   e­Government   dalam   kelompok   spesifik  menangani   permasalahan   yang   khas   dilihat   dari  proses,   prosedur   dan   fungsinya.   Pada   umumnya,  aplikasi e­Government ini sangat terkait dengan fungsi  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 21
  • 43. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT operasional   yang   sangat   spesifik   dari   instansi  pemerintah yang menjalankan aplikasi.  Beberapa contoh aplikasi spesifik antara lain : 1. Permohonan Perijinan  2. Pembayaran Iuran 3. Pembayaran Denda 4. Pembayaran Cukai Pembedaan   antara   kedua   kategori   aplikasi   e­ Government sesuai dengan tugas dan fungsi sangat  penting, karena:  1. Aplikasi generik dapat dikembangkan sebagai  paket   standar,   sehingga   menghindari  pemborosan biaya dan waktu yang disebabkan  pengembangan   dan   implementasi   yang  berulang­ulang. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 22
  • 44. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 2. Aplikasi   generik   umumnya   memerlukan  konsolidasi data pada beberapa tingkat. 3. Aplikasi   generik   umumnya   memerlukan  keseragaman dalam struktur data (antara lain  kodifikasi, format) dan dalam rangka menjaga  keterpaduan dan konsolidasi di atas. Aplikasi   spesifik   dapat   dikembangkan   sebagai   satu  paket,   bila   penerapannya   dapat   dilakukan   secara  seragam   di   banyak   lokasi.   Sebagai   contoh   aplikasi  perijinan tertentu yang dilakukan di berbagai daerah  yang mengacu pada satu ketentuan yang seragam di  tingkat nasional. Hal ini sangat berguna bagi publik  yang   memerlukan   kemudahan   dalam   mendapatkan  layanan yang sama dimanapun mereka berada yang  merupakan   tujuan   utama   dari   penerapan   e­ Government. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 23
  • 45. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Instansi yang memiliki kebutuhan aplikasi spesifik agar  menyusun   spesifikasi   acuan   atau   spesifikasi   dasar  yang   berisi   fungsi­fungsi   utama   aplikasi,   standar  struktur data, proses, prosedur, aturan dan lain­lain,  sehingga   dapat   menjadi   dasar   dari   pengembangan  aplikasi   tersebut.   Hal   ini   akan   memudahkan   dalam  upaya   menjaga   mutu   layanan,   konsolidasi   dan  pengembangan lebih lanjut. 2.4. Kelompok   Aplikasi   e­Government   Berdasarkan  Obyek Layanan. Berdasarkan   obyek   layanan   aplikasi   e­Government   dapat  dibedakan dalam 3 (tiga) kategori yaitu: a. Aplikasi Government to Government (G2G). Aplikasi e­Government dalam kategori ini menangani  masalah layanan antar instansi pemerintah dan/atau  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 24
  • 46. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT antar negara. Berbagai layanan dapat diberikan oleh  satu   instansi   pemerintah   pada   instansi   pemerintah  yang lain sesuai dengan tugas dan fungsi dari instansi  tersebut   atau   sesuai   dengan   kebutuhan   koordinasi  antar   instansi.   Pada   umumnya   aplikasi   jenis   G2G  bekerja   di   atas   satu   jaringan   data   yang   disebut  sebagai intranet yaitu jaringan data yang digunakan  untuk keperluan internal instansi pemerintah (periksa  Panduan   Pembangunan   Infrastruktur   Portal  Pemerintah).  Beberapa contoh aplikasi G2G antara lain; 1. Koordinasi dan Konsolidasi Anggaran  2. Koordinasi Kepegawaian 3. Koordinasi Kegiatan Bidang Ekonomi 4. Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan b. Aplikasi Government to Citizen (G2C). Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 25
  • 47. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Aplikasi e­Government dalam kategori ini menangani  masalah yang berkaitan dengan layanan masyarakat  luas,   baik   warga   negara   Indonesia   maupun   warga  negara asing.  Beberapa contoh aplikasi G2C antara lain: 1. Kependudukan.  2. Keimigrasian. 3. Akta Nikah. c. Aplikasi Government to Business (G2B). Aplikasi e­Government dalam kategori ini menangani  masalah yang berkaitan dengan layanan pada sektor  usaha.   Sektor   usaha   pada   umumnya   dapat   berupa  berbagai   jenis   dan   bentuk   usaha   komersial   baik  nasional maupun asing.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 26
  • 48. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Beberapa contoh aplikasi G2B antara lain : 1. Pembayaran Pajak.  2. Perijinan Usaha. 3. Pengadaan Barang dan Jasa (e­Procurement). Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 27
  • 49. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 28
  • 50. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT BAB III STANDAR MUTU DAN JANGKAUAN LAYANAN Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 29
  • 51. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 30
  • 52. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Pemanfaatan teknologi  informasi mempunyai peran penting  dalam   peningkatan   layanan   publik.   Untuk   itu   diperlukan  standar mutu layanan yang disusun oleh instansi yang terkait  dan berwenang dengan jenis layanan tertentu yang mengacu  pada pemenuhan kebutuhan publik.  Pada   awalnya   proses   penjabaran   standar   mutu   dilakukan  dengan mengacu pada visi dan misi utama dari instansi yang  bersangkutan.   Peran   dan   fungsi   organisasi   instansi  pemerintah   yang   berkaitan   dengan   layanan   publik     dirinci  dalam kelompok satuan layanan yang lebih spesifik. Setiap  satuan layanan dilengkapi dengan  spesifikasi standar mutu,  proses, prosedur dan aturan­aturan layanan sesuai dengan  perundangan dan peraturan yang berlaku.  Selanjutnya,   setiap   satuan   layanan   dianalisis   peluang  pemanfaatan   teknologi   informasinya,   kemudian   dirumuskan  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 31
  • 53. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT menjadi   satuan   layanan   berbasis   teknologi   informasi   (e­ Services), termasuk perumusan standar mutunya. Standar mutu untuk e­Services antara lain : 1 Ketersediaan dalam waktu   (availability) yaitu terukur  dengan angka persentase layanan elektronik yang dapat  digunakan oleh publik. Sebagai contoh, layanan tertentu  diharapkan   tersedia   selama   24   jam,   7   hari   dalam  seminggu,   365   hari   dalam   setahun   dengan   toleransi  kerusakan 24 jam dalam setahun (99.7%). 2 Jangkauan  (coverage)   yaitu   ketersediaan   di   area  geografis tertentu. Sebagai contoh diperlukan alternatif  jenis layanan sesuai dengan ketersediaan infrastruktur  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 32
  • 54. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT di daerah tertentu dimana satu jenis e­Service Channel  lebih tersedia dibandingkan jenis yang lain.  3 Waktu   proses.   Sebagai   contoh,   dokumen   perijinan  selesai dalam 3 hari kerja sesudah semua persyaratan  terpenuhi. 4 Waktu   layanan.   Sebagai   contoh,   pengurusan  perpanjangan   Kartu   Tanda   Penduduk   selesai   dalam  waktu 2 jam. 5 Waktu tanggap. Waktu yang diperlukan suatu instansi  untuk   memberikan   tanggapan   atas   satu   permintaan  layanan dari masyarakat. Sebagai contoh, dalam 2 hari  kerja e­mail yang masuk  harus dijawab dengan e­mail  konfirmasi, tentang permintaan yang telah diterima serta  memberikan   nomor   referensi   tindak   lanjut,   sehingga  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 33
  • 55. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT proses   penanganannya   (status)   dapat   dipantau   lebih  lanjut.  6 Kelengkapan,  akurasi  dan  keterkinian  dari informasi  yang disediakan. 7 Tingkat   kemudahan  dan   kenyamanan.   Ukuran  kemudahan penggunaan oleh publik yang dapat terukur  dan   berapa   besar   upaya   yang   diperlukan   untuk  penyesuaian dan pelatihan.  8 Kemudahan prosedur dan tata cara. Sebagai contoh  persyaratan   dan   prosedur   aplikasi   perijinan   yang  sederhana   dan   wajar   sesuai   dengan   kebutuhan  administrasi. 9 Pilihan media  (e­Service Channel) antara lain seperti  telepon, fax, e­mail, loket, situs internet. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 34
  • 56. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 10 Keseragaman  antar   instansi   atau   pengacuan   pada  standar layanan publik yang lain. 11 Pilihan sistem pembayaran  (Tunai, kartu ATM, kartu  kredit, kartu debit dan lain lain.) 12 Biaya. 13 Acuan dan tolok ukur lain Secara   garis   besar   proses   perumusan   standar   mutu   e­ Services dapat dilihat pada Gambar 3.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 35
  • 57. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Gambar 3. Proses Perumusan Standar Mutu e­Services Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 36
  • 58. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 37
  • 59. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT BAB IV PEDOMAN  UMUM  PENGEMBANGAN  APLIKASI  E­GOVERNMENT  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 38
  • 60. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 39
  • 61. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Pengembangan aplikasi e­Government harus memperhatikan  berbagai hal meliputi spesifikasi kebutuhan, rancang bangun  dan   pengembangan,   kepemilikan   hak   atas   kekayaan  intelektual,   dokumentasi,   standar   teknologi   dan   dukungan  teknis. 4.1. Spesifikasi Kebutuhan  Aplikasi   e­Government   harus   dikembangkan   berdasarkan  satu spesifikasi tertulis yang antara lain menjabarkan tujuan,  fungsi, standar proses, format data, masukan dan keluaran.  Aplikasi   e­Government   dapat   dikembangkan   sendiri   oleh  instansi terkait (dengan atau tanpa bantuan pihak lain) atau  dapat dikembangkan pihak lain.  Rancang Bangun dan Pengembangan. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 40
  • 62. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Aplikasi   e­Government   yang   dikembangkan   harus   dapat  memberikan hasil yang maksimal dari pemanfaatan teknologi  informasi. Berbagai prosedur kerja dan proses manual perlu  ditinjau   ulang   relevansinya   (rasionalisasi)   sehingga   tidak  dibawa   serta   dalam   proses   kerja   dan   sistem   baru   yang  berbasis teknologi informasi. Beberapa contoh rasionalisasi antara lain: a. Penghilangan dan atau pengurangan jumlah rangkap  formulir. b. Penghilangan   dan   atau   pengurangan   lampiran  dokumen. c. Penyederhanaan   prosedur   pemeriksaan   dan  pengesahan dari unit kerja satu  ke unit kerja lainnya. Pada umumnya efektivitas dan efisiensi layanan dapat dicapai  sebagai hasil dari rekayasa ulang proses (business process  reengineering) yang melakukan  pembaharuan pada proses  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 41
  • 63. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT dan   tata   cara   kerja   yang   tidak   sesuai   lagi.   Perubahan­ perubahan ini perlu dilakukan dengan menjaga keseimbangan  antara kebutuhan kontrol dan kebutuhan layanan (efisiensi,  waktu dan kemudahan).  4.2. Kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual Pengembangan   aplikasi   e­Government   sebaiknya  memberikan   kejelasan   tentang   kepemilikan   Hak   Atas  Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dikembangkan, karena hal  ini   akan   berpengaruh   pada   ketergantungan   dari   instansi  pemerintah pada pihak lain  dalam perawatan/pemeliharaan  aplikasi maupun pengembangan lebih lanjut dari aplikasi. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 42
  • 64. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 4.3. Dokumentasi Pengembang   aplikasi   e­government   (dilakukan   instansi  sendiri   maupun   oleh   pihak   lain)   diharuskan   membuat   dan  menyerahkan dokumentasi dari aplikasi agar kesinambungan  implementasi aplikasi dapat terjaga.  Dalam dokumentasi termasuk di dalamnya antara lain: a. Spesifikasi Fungsional (fungsi­fungsi yang dijalankan,  masukan, luaran, laporan dan lain­lain); b. Spesifikasi   Teknis   (desain,   proses,   struktur   data,  interkoneksi dan lain­lain);   c. Prosedur   Standar   Operasi   (SOP)   dan   Petunjuk  Pemakaian (user manual); d. Kode   program  (Source   Code).  tergantung  kesepakatan dalam pemilikan kekayaan intelektual; e. Dokumentasi   lain   sesuai   dengan   kebutuhan   dan  peraturan yang berlaku. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 43
  • 65. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Dokumentasi   ini   kemudian   akan   menjadi   acuan   bagi  pengujian laik operasi aplikasi dan pengukuran unjuk kerja  aplikasi (audit e­government). 4.4. Pengacuan Pada Standar Teknologi. Pengembangan   aplikasi   e­government   sebaiknya  memberikan   peluang   untuk   terus   mengikuti   perkembangan  teknologi   dan   kebutuhan   publik.   Rancang   bangun   aplikasi  sejauh mungkin tidak mengacu pada suatu jenis teknologi dan  merek tertentu agar tidak menjadi kendala pada saat alternatif  teknologi   lain   diperlukan   untuk   memberikan   efisiensi   dan  keunggulan yang lebih baik. Pengembang aplikasi diharapkan  dari awal dapat memberikan alternatif pilihan teknologi secara  luwes. Hal ini akan menghindari diperlukannya waktu yang  lama   dan   biaya   yang   tinggi   pada   saat   aplikasi   perlu  menggunakan standar teknologi baru. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 44
  • 66. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Beberapa contoh standar teknologi ini antara lain: a. Jenis perangkat keras (jenis prosesor dan lain­lain) b. Sistem operasi  c. Basis data  d. Jenis tampak muka atau user interface (client­server,  web based dan lain­lain) e. Jenis teknologi pengamanan data (enkripsi dan lain­ lain) f. Jenis development tools (bahasa program dan lain­ lain) g. Jenis teknologi akses (internet, telepon dan lain­lain) h. Jenis bentuk informasi (tabuler, text, grafik, gambar,  suara, video, data spatial dan lain­lain) Selain hal di atas, aplikasi harus memiliki skalabilitas yaitu  kemampuan   mengakomodasi   peningkatan   jumlah   pemakai  (user)   dan   jumlah   transaksi.   Hal   ini   penting   mengingat  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 45
  • 67. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT besarnya   potensi   publik   yang   perlu   dijangkau   sesuai  perjalanan waktu.  4.5. Dukungan Teknis. Pengembangan aplikasi e­Government yang dilakukan oleh  pihak di luar instansi pemerintah, perlu dukungan teknis yang  jelas dan teratur agar kelangsungan operasional aplikasi dari  waktu ke waktu dapat terjamin.  Beberapa contoh dukungan  teknis antara lain : a. Layanan   purna   jual   harus   dijabarkan   secara  spesifik dengan ukuran­ukuran yang jelas sesuai  lingkup tanggung jawab.  b. Alih   teknologi   agar   menyertakan   serah   terima  dokumentasi   (dalam   bahasa   Indonesia)   dan  pelatihan yang terjadwal. c. Kompetensi yang terbentuk sebagai hasil dari alih  teknologi harus dapat dievaluasi lebih lanjut.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 46
  • 68. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT d. Diperlukan   prosedur   kerja   yang   mengatur  penanganan masalah antara instansi dengan pihak  pengembang aplikasi, termasuk untuk melakukan  perawatan dan pemeliharaan aplikasi.  Adanya   dukungan   teknis   membuat   kelancaran   operasional  aplikasi   dari   waktu   ke   waktu   dapat   lebih   terjamin,   dan  berbagai   masalah   yang   mungkin   timbul   dapat   diantisipasi  lebih dini. Organisasi   yang   mengelola   sistem   informasi   instansi  pemerintah   sebaiknya   memiliki   bagian   yang   menangani  pengembangan dan beroperasinya aplikasi. Ketergantungan  pada pihak lain seperti pengembang dan konsultan di luar  instansi agar berdasarkan perjanjian kerja sama yang jelas  sehingga   beroperasinya   aplikasi   dapat   lebih   terjamin  kelangsungannya.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 47
  • 69. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 48
  • 70. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT BAB V TAHAPAN IMPLEMENTASI LAYANAN  E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 49
  • 71. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 50
  • 72. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Implementasi Aplikasi e­Government dapat digambarkan ke  dalam 4 (empat) tingkatan sesuai dengan strategi ke­enam  Kebijakan   dan   Strategi   Nasional   Pengembangan   e­ Government   (INPRES   No.   3   Tahun   2003)   dan   Panduan  Penyusunan  Rencana  Induk Pengembangan  e­Government  Lembaga   (KEPMEN   KOMINFO   No.   56   Tahun   2003).  Tingkatan   ini   menggambarkan   tingkat   kematangan  implementasi   layanan   publik   berbasis   teknologi   informasi.  Setiap  tingkatan memiliki  tingkat kesulitan  yang cenderung  meningkat   pada   tingkatan   berikutnya.   Tidak   tertutup  kemungkinan   bahwa   implementasi   aplikasi   suatu   layanan  langsung berada dalam tingkatan 3 bahkan 4 tanpa melalui  tingkatan yang lebih awal. Dengan demikian tingkatan tidak  perlu   diartikan   sebagai   langkah   yang   harus   dilalui   terlebih  dahulu. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 51
  • 73. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Penjelasan mengenai ke 4 (empat) tingkatan adalah sebagai  berikut. 5.1. Tingkat Persiapan. Dalam konteks pengembangan portal informasi dan situs web  (website), tingkat ini disebut sebagai tingkat keberadaan situs  web   (web   presence).   Pada   tingkat   ini   perhatian   utama  diberikan   pada   fungsi   menyediakan   informasi   bagi   publik.  Penyediaan informasi ini memanfaatkan teknologi informasi  sehingga   dapat   memberikan   kemudahan   bagi   publik   yang  lazim   disebut   kemudahan   mengakses.   Implementasi   e­ Government   umumnya   dimulai   dengan   tingkat   persiapan.  Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan membuat situs  web   tentang   instansi   pemerintah.   Situs   web   ini   memuat  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 52
  • 74. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT berbagai informasi penting yang berguna bagi publik (lihat :  Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah).  Pada   tingkat   ini   instansi   pemerintah   sudah   mulai  mempersiapkan diri untuk mengembangkan aplikasi secara  sistematis.  Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam tingkatan  ini adalah sistem dan prosedur untuk menjaga ketersediaan  informasi   dan   kualitas   informasi.   Sebagai   contoh,   perlu  kejelasan   unit   kerja   mana   yang   bertanggung   jawab   untuk  melakukan   pemutakhiran   informasi   di   situs   web.   Sedapat  mungkin   kemampuan   untuk   melakukan   pemeliharaan  informasi   dapat   dilakukan   oleh   instansi   sendiri.   Hal   ini  seringkali dikenal sebagai content management. 5.2. Tingkat Pematangan. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 53
  • 75. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Tingkatan   ini   merupakan   tahapan   lanjutan   dari   tingkat  persiapan. Dalam tingkat ini layanan yang diberikan lebih  dari  sekedar   menyediakan   informasi   dan   mulai   menyediakan  kemungkinan bagi publik untuk melakukan interaksi dengan  instansi   pemerintah.   Layanan   dalam   bentuk   interaktif   ini  menuntut   instansi   pemerintah   lebih   mempersiapkan   diri  secara organisasi dan sistem, karena layanan interaktif akan  memberikan beban yang lebih besar tergantung pada jenis  layanan dan teknologi yang digunakan. Satu   contoh   jenis   layanan   interaktif   adalah   layanan   surat  elektronik (e­mail). Publik yang mengirimkan e­mail untuk satu  keperluan tertentu memerlukan penanganan yang sistematis  dimana e­mail dari publik tersebut harus masuk ke dalam satu  sistem penanganan  yang terpadu sehingga  dapat ditindak­ lanjuti dan dijawab.  5.3. Tingkat Pemantapan. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 54
  • 76. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Pada tingkatan ini layanan yang diberikan lebih dari sekedar  menyediakan informasi dan interaksi, tetapi sudah masuk ke  dalam bidang layanan administrasi publik yang sebenarnya.  Tahapan   ini   memerlukan   persiapan   yang   matang   dalam  pengembangan   aplikasi   karena   layanan   yang   diberikan  berkaitan   dengan   proses,   sistem,   prosedur   dan   aturan  administrasi yang lebih kompleks.  Contoh aplikasi yang sudah memasuki tingkat pemantapan  adalah   aplikasi   pembayaran   pajak   secara  on­line  dimana  publik   mendapatkan   informasi   pajak   yang   harus   dibayar,  melakukan pembayaran secara elektronik dan mendapatkan  nomor referensi dan bukti pembayaran secara elektronik.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 55
  • 77. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT 5.4. Tingkat Pemanfaatan. Pada   tingkatan   ini,   layanan   yang   diberikan   sudah   lebih  meningkat   lagi,  tidak  hanya  menangani  transaksi   satu  per  satu, tetapi sudah masuk pada tingkat terintegrasinya aplikasi  baik   di   dalam   instansi   pemerintah   tersebut   maupun   antar  instansi pemerintah.  Satu proses transaksi layanan publik seringkali terkait dengan  proses   administrasi   internal   dalam   instansi   pemerintah.  Layanan keluar secara elektronik baru dapat dilakukan secara  efisien   bila   proses   internal   pendukungnya   juga   efisien.  Berkaitan   dengan   hal   ini   seringkali   diperlukan   sistem   dan  aplikasi   yang   mendukung   aplikasi   layanan   publik   ke   luar  sehingga keduanya dapat bekerja secara lebih terpadu. Satu  contoh jenis  aplikasi  ini  adalah  aplikasi  pendukung  proses  kerja yang seringkali disebut “document work flow”. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 56
  • 78. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Dalam   beberapa   jenis   layanan   publik   proses   layanan  melibatkan   lebih   dari   satu   instansi   pemerintah.   Hal   ini  menyebabkan   diperlukannya   integrasi   antar   instansi   satu  dengan   instansi   lainnya.   Tanpa   adanya   integrasi   dan  keterpaduan ini efisiensi maksimal yang diharapkan akan sulit  dicapai. Secara   keseluruhan,   pentahapan   implementasi   aplikasi   e­ Government dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Diagram Tingkatan Implementasi Aplikasi  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI Tingkat  Persiapan (informasi) Tingkat  Pematangan (interaksi) Tingkat  Pemantapan (transaksi) Tingkat  Pemanfaatan (Integrasi) “Web presence”  Informasi umum  satu arah Responsif Pro­aktif dua arah Efisien Administrasi On­line Efisiensi tinggi Sistem terpadu Antar Instansi 57
  • 79. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT e­Government Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 58
  • 80. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT BAB VI PENUTUP Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 59
  • 81. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 60
  • 82. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT PENUTUP Dokumen Panduan Standar Mutu, Jangkauan Pelayanan dan  Pengembangan   Aplikasi   e­Government   diharapkan   dapat  menjadi acuan dasar bagi strategi pengembangan aplikasi e­ Government yang berkaitan erat dengan standar mutu dan  jangkauan pelayanan.  Dengan adanya panduan ini diharapkan akan mempermudah  penyiapan rancang bangun aplikasi e­Government agar dapat  dikembangkan secara luwes dan sesuai kebutuhan. Panduan  ini juga diharapkan akan membawa perbaikan dalam proses  bisnis pada setiap instansi pemerintah yang secara langsung  akan memberi pengaruh positif pada pelayanan publik, dan  dilain pihak secara tidak langsung akan meningkatkan daya  saing bangsa.  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 61
  • 83. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Panduan ini adalah versi 1.0 dan akan terus disempurnakan,  dilengkapi dan dimutakhirkan dari berbagai sumber dan serta  dimodifikasi sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia.  Buku   panduan   ini   dikelola   dan   direvisi   oleh   Kementerian  Komunikasi dan Informasi, dan dapat dilihat melalui situs web  Kementerian   Komunikasi   dan   Informasi   dengan   alamat  http://www.kominfo.go.id  Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 62
  • 84. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT LAMPIRAN – LAMPIRAN Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 1­1
  • 85. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT LAMPIRAN 1 Contoh Modul Aplikasi e­Government Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 1­2
  • 86. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Pengem­ bangan  Aplikasi  E­Govern ment Pemerintah  Pusat Pemerintah  Daerah Aspek  yang  diperhatikan 1.Tupoksi 2.Tahapan 3.Kompleksitas Back Office : Untuk Pusat  dan Daerah 1. Administrasi  Keuangan 2. Kekayaan / Asset 3. Kepegawaian 4. Pengendalian  Proyek 5. Pengadaan  Barang Dan Jasa 6. Sistem  Pelaporan 7. Pengawasan  Internal 8. dll Aplikasi Layanan Publik Pada  Instansi Pemerintah Pusat Informasi Kebijakan Publik  (UU, PP, Kepres, Inpres, Kepmen,  Kepdirjen, dll) Layanan Informasi Umum tentang Instansi  Informasi dari Masyarakat Layanan Darurat/Bencana Layanan Pencatatan/Pendaftaran  Layanan Perijinan  Layanan Pembayaran  Layanan Khusus lainnya  Aplikasi Layanan Publik Pada  Instansi Pemerintah Daerah Informasi Kebijakan Publik  Informasi dari Masyarakat Informasi Daerah (perekonomian, pariwisata,  pertanian, kependudukan, pendukung, dll) GIS/Mapping Informasi Darurat/Bencana Layanan Kependudukan (KTP, KK, Akte Lahir Akte Nikah, Akte Cerai, Akte Kematian, dll) Layanan Pendidikan Layanan Kesehatan Layanan Pendaftaran  Layanan Perijinan  Layanan Pembayaran Pengem­ bangan  Aplikasi  E­Govern ment Pemerintah  Pusat Pemerintah  Daerah Aspek  yang  diperhatikan 1.Tupoksi 2.Tahapan 3.Kompleksitas Back Office : Untuk Pusat  dan Daerah 1. Administrasi  Keuangan 2. Kekayaan / Asset 3. Kepegawaian 4. Pengendalian  Proyek 5. Pengadaan  Barang Dan Jasa 6. Sistem  Pelaporan 7. Pengawasan  Internal 8. dll Aplikasi Layanan Publik Pada  Instansi Pemerintah Pusat Informasi Kebijakan Publik  (UU, PP, Kepres, Inpres, Kepmen,  Kepdirjen, dll) Layanan Informasi Umum tentang Instansi  Informasi dari Masyarakat Layanan Darurat/Bencana Layanan Pencatatan/Pendaftaran  Layanan Perijinan  Layanan Pembayaran  Layanan Khusus lainnya  Aplikasi Layanan Publik Pada  Instansi Pemerintah Daerah Informasi Kebijakan Publik  Informasi dari Masyarakat Informasi Daerah (perekonomian, pariwisata,  pertanian, kependudukan, pendukung, dll) GIS/Mapping Informasi Darurat/Bencana Layanan Kependudukan (KTP, KK, Akte Lahir Akte Nikah, Akte Cerai, Akte Kematian, dll) Layanan Pendidikan Layanan Kesehatan Layanan Pendaftaran  Layanan Perijinan  Layanan Pembayaran LAMPIRAN  2 PUSTAKA KATA Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 1­3
  • 87. PEDOMAN STANDAR MUTU, JANGKAUAN PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI E­GOVERNMENT Kementerian Komunikasi dan Informasi RI 1­4