Fiqih wakaf
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Fiqih wakaf

on

  • 3,661 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,661
Views on SlideShare
3,661
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
70
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Fiqih wakaf Fiqih wakaf Document Transcript

  • FIQIH WAKAF tentang STATUS IKRAR WAKAF AIW dan APAIW KELOMPOK III 1 Jurnal 152 115 004 2 Zulkarnain 152 115 011 3 Moh Imamudin 152 115 0INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM FAKULTAS SYARIAH TAHUN AKADEMIK 2012
  • KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kitasemua sehingga kita mampu menyelesaikan seluruh komponen makalah Fiqih Wakaf kelompoktiga ini tentag Status ikrar Wakaf. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi MuhammadSAW yang berjasa membaw umat manusia dari jalan kegelapan menuju jalan yang diselimuticahaya Islam. Dalam makalah ini memuat tentang status ikrar wakaf, proses terjadinya ikrarwakafbeserta beberapa definisi yang kami rasa sebagai pelengkap dari makalah ini yaitu definisi AIWdan APAIW. Selanjutnya ucapan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua anggotakelompok tiga yang telah meluangkan waktuya untuk penyeleaian makalah ini. Kami sadarimasih terdapat kekeliruan dan kekurangan dalam makalah ini. Oleh karenanya apabila ada kritikatau saran yang bersifat membangun maka akan kami terima dengan tangan terbuka demikesempurnaan makalah ini. Mataram,. . . Desember 2012 penulis
  • A. Pengertian Ikrar Wakaf sebagaimana yang telah disebutkan pada peraturan perundang undanganrepublik Indonesia nomer 41 tahun 2004 yaitu: “pernyataaan kehendak wakif (orang yangmewakafkan hartanya) yang diucapkan secara lisan maupun dengan melalui tulisan kepadaNadzir (penerima harta wakaf), untuk mewakafkan harta benda miliknya”. Dalam ikrar wakafpelaksanaan ikrar wakaf dilaksanakan dihadapan PPAIW dengan ketentuan menghadirkan duaorang saksi yang dimana saksi-saksi tersebut harus memenuhi persaratan diantaranya: dewasa,beragama islam, berakal sehat, tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.Salah satu unsur penting dalam perwakafan adalah “Ikrar Wakaf”. Ikrar wakaf merupakanpernyataan dari orang yang berwakaf (wakif) kepada pengelola atau manajemen wakaf (nazhir)tentang kehendaknya untuk mewakafkan harta yang dimilikinya guna kepentingan atau tujuantertentu.Perwakafan tanpa ikrar wakaf tentunya akan mengakibatkan tidak terpenuhinya unsurperwakafan. Kalau unsur perwakafan tidak terpenuhi, maka secara hukum otomatis perwakafantersebut dapat dikatakan tidak pernah ada. Untuk membuktikan adanya ikrar wakaf, adalahdengan cara menuangkan ikrar wakaf tersebut kedalam Akta Ikrar Wakaf (AIW) yang dibuatPejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).Dalam praktik perwakafan sehari-hari, banyak persoalan perwakafan yang timbul. Penyebabtimbulnya persoalan ini antara lain karena ikrar wakaf tidak memenuhi ketentuan sebagaimanamestinya seperti yang ada dan sering kita temukan dalam wilayah kita. Pewakaf mewakafkanhartanya hanya dengan lisan saja kepada nazhir (biasanya seorang guru agama atau tokohagama), bahkan terkadang tanpa ada saksi sama sekali hal semacam ini yang sering kita temuidimasarakat kita.Akibatnya, setelah pewakaf dan/atau nazhir meninggal dunia sering terjadi persoalan. Antara lainterjadinya sengketa antara nazhir dengan keluarga atau ahli waris pewakaf. Atau sebaliknyanazhir meninggal dunia, kemudian harta wakaf dikuasai oleh keluarga atau ahli waris nazhir.Akhirnya banyak terjadi harta wakaf yang tidak jelas status dan keberadaannya lagi.
  • Untuk meminimalisir atau menjegah hal ini tidak terjadi secara berkelanjutan persoalan-persoalan yang mungkin timbul terhadap harta wakaf dikemudian hari, maka peraturanperundangan mencantumkan ikrar wakaf yang merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhipada saat perwakafan dilangsungkan di depan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf. B. Proses terjadinya ikrar wakafmenurut peraturan menteri agama nomor 1 tahun 1978.Pasal 2.(1) Ikrar wakaf dilakukan secara tertulis.(2) Dalam hal Wakif tidak dapat rnenghadap Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf maka wakifdapat membuat ikrar secara tertulis dengan persetujuan dari Kandepag yang mewilayahitanah wakaf.Pasal 3.(1) Sesaat setelah pelaksanaan ikrar wakaf, Pejabat Pembuat Akta lkrar Wakaf membuat Aktalkrar Wakaf dan salinannya.(2) Akta lkrar Wakaf dibuat rangkap tiga:Lembar pertama disimpan oleh Pejabat Pembuat Akta lkrar Wakaf.Lembar kedua dilampirkan pada surat permohonan pendaftaran kepada Bupati/Walikotarnadya Kepala Daerah cq. Kepala Subdit Agraria setempat dan lembar ketigadikirim ke Pengadilan Agama yang mewilayahi tanah wakaf tersebut.(3) Salinan Akta lkrar Wakaf dibuat rangkap empat:Salinan lembar pertama disampaikan kepada wakif;Salinan lembar kedua disampaikan kepada nadzir;Salinan lembar ketiga dikirim kepada Kandepag;Salinan lembar keempat dikirim kepada Kepala Desa yang mewilayahi tanah wakaftersebut.Pasal 4.Saksi ikrar wakaf harus telah dewasa dan sehat akalnya serta yang oleh hukum tidakberhalangan untuk melakukan perbuatan hukum.
  • C. Definisi APIAIWDefinisi APIAIW menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1978 tentang peraturanpelaksanaan peraturan pemerintah Nomor 28 tahun 1977 tentang perwakafan tanah milik yang dimaksud dengan akta pengganti ikrar akta ikrar wakaf adalah akta yang dibuat oleh PejabatPembuat Akta lkrar Wakaf atas tanah wakaf yang perwakafannya terjadi sebelum berlakunyaPeraturan Pemerintah No. 28 tahun 1977; D. Prosedur ikrar wakafPeraturan perundangan mengenai perwakafan mensyaratkan bahwa ikrar wakaf dari pewakafkepada nazhir harus dilaksanakan di depan PPAIW. Ikrar tersebut disaksikan oleh dua orangsaksi yang memenuhi persyaratan sebagai saksi, yaitu dewasa, beragama Islam, berakal sehatdan tidak terhalang melakukan perbuatan hukum.PPAIW adalah pejabat yang ditunjuk untuk membuat AIW yang ditetapkan oleh Menteri untukmembuat Akta Ikrar Wakaf. Sampai dengan saat ini, PPAIW dijabat oleh Kepala Kantor UrusanAgama (KUA) yang ada di setiap kecamatan.Ikrar wakaf tersebut dapat dinyatakan secara lisan dan/atau tulisan di hadapan PPAIW, kemudianoleh PPAIW ikrar wakaf tersebut dituangkan dalam satu akta yang disebut dengan AIW.Sedangkan Akta Ikrar Wakaf merupakan bukti pernyataan kehendak orang yang berwakaf untukmewakafkan harta miliknya untuk dikelola oleh nazhir sesuai dengan peruntukannya yangdituangkan dalam akta yang dibuat tersebut.Apabila wakif tidak dapat secara langsung mengucapkan ikrar wakaf di hadapan PPAIW denganalasan yang dibenarkan oleh hukum. Maka wakif dapat menunjuk kuasanya untuk melaksanakanikrar wakaf dengan surat kuasa, dengan ketentuan surat kuasa tersebut diperkuat oleh dua saksiyang memenuhi persyaratan.Perlu diketahui, pembuatan AIW untuk benda yang tidak bergerak (seperti tanah dan satuanrumah susun) hendaklah orang atau pihak yang hendak berwakaf menyerahkan sertifikat hak atastanah atau sertifikat satuan rumah susun atau tanda bukti lain pemilikan tanahnya. Demikian pula
  • wakaf atas benda-benda bergerak lainnya (selain uang), pada saat pembuatan AIW harusdiserahkan bukti kepemilikannya. Misalnya seseorang hendak mewakafkan mobil angkutanpenumpang atau kenderaan bermotor lainnya, pada saat pembuatan akta ikrar wakaf di hadapanPPAIW sekaligus diserahkan Bukti Kepemilikan Kenderaan Bermotor (BPKB) atas kenderaanyang hendak diwakafkan.Khusus untuk wakaf uang, ada pengecualian bahwa pada saat mewakafkannya tidak diperlukanbukti kepemilikannya. Sebab uang tidak memerlukan adanya surat bukti kepemilikan uang, danlazimnya pemilik uang adalah orang yang menguasai atau pememegang uang tersebut (mengenaiprosedur wakaf uang akan dijelaskan tersendiri).Selain itu perlu kita ketahui, bahwa di masyarakat banyak perwakafan yang belum dibuat AktaIkrar Wakafnya. Sedangkan pewakaf sudah meninggal dunia atau tidak diketahui lagikeberadaannya. Bagaimana jalan keluarnya? Apabila perbuatan wakaf tersebut sudah diketahuiumum atau ada petunjuk bahwa sudah ada perwakafan dan dua orang saksi. Maka atasperwakafan tersebut dapat dibuat Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf oleh PPAIW.Akta Ikrar Wakaf paling sedikit harus memuat penjelasan mengenai: nama dan identitas orangyang berwakaf (wakif), nama dan identitas pengelola, manajer wakaf (nazhir), nama danidentitas saksi, data dan keterangan harta benda wakaf, peruntukkan harta benda wakaf danjangka waktu wakaf.Apabila pihak yang berwakaf adalah organisasi atau badan hukum, maka yang hadir dantercantum namanya dalam Akta Ikrar Wakaf adalah nama pengurus organisasi atau direksi badanhukum yang akan mewakafkan atau sesuai ketentuan yang ada dalam ketentuan anggaran dasarorganisasi atau badan hukum tersebut. Misalnya organiasi Mafilah hendak mewakafkanhartanya, maka yang harus hadir dan tercantum namanya dalam AIW adalah Pengurus organisasimafilah tersebut, biasanya Ketua dan Sekretaris atau Bendahara. Sedangkan apabila yang hendakberwakaf adalah badan hukum, misalnya Perseroan Terbatas Sukses Makmur, maka yang hadirdan tercantum namanya dalam AIW adalah direksi PT. Sukses Makmur tersebut.Demikian juga halnya mengenai manajer wakaf (nazhir). Apabila nazhir tersebut organisasi ataubadan hukum wakaf, maka nama yang tertulis sebagai nazhir dalam akta ikrar wakaf tersebut
  • adalah nama yang ditetapkan oleh pengurus organisasi atau direksi badan hukum wakaf yangbersangkutan. Misalnya kalau yang ditunjuk untuk menjadi nazhir wakaf itu adalahorganisasi/Persyarikatan Muhammadiyah, maka sesuai ketentuan Anggaran DasarMuhammadiyah nama nazhir yang tertulis dalam Akta Ikrar Wakaf adalah PersyarikatanMuhammadiyah. Demikian pula kalau yang menjadi nazhir badan hukum. Intinya nama nazhiryang ditulis harus sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Dasar masing-masingorganisasi dan badan hukum yang bersangkutan.Oleh karena itu, apabila harta wakaf milik organisasi dan badan hukum dalam AIW tercantumatas nama pribadi (otomatis dalam sertifikatnya tertulis atas nama pribadi) merupakan kekeliruanyang perlu segera diperbaiki. Misalnya, orang mewakafkan sebidang tanah kepada salah satuorganisasi otonom Muhammadiyah (misalnya Aisyiyah), karena dalam proses perwakafannyatidak dimungkinkan dibuat atas nama Aisyiyah (sebab menurut ketentuan perundang-undanganAisyiyah bukan merupakan subjek hukum yang dapat memiliki tanah), lantas oleh pengurusAisyiyah diambil kebijakan ditulis atas nama pribadi salah seorang pengurus. Hal seperti inimerupakan kekeliruan yang besar dan berpotensi besar untuk menimnulkan persoalan dibelakang hari seperti terjadinya sengketa.Untuk itu kepada siapa saja yang hendak berwakaf, dianjurkan agar pada saat pembuatan AktaIkrar Wakaf menegaskan secara jelas siapa yang menjadi nazhirnya (apakah pribadi, organisasiatau badan hukum) kepada PPAIW (KUA). Sebaliknya, kepada para PPAIW (KUA) diingatkanagar pada saat pembuatan AIW mempertegas dan memberi penjelasan secara baik dan benarkepada pihak yang akan berwakaf, khususnya mengenai siapa yang akan menjadi nazhir atasharta yang diwakafnya.Adapun syarat pembuatan sertifikat tanah wakaf yang berlaku di KUA Kec. Pasar Minggu dankemungkinan berlaku untuk seluruh KUA di indonesia ialah, 1. Sertifikat Hak Atas Tanah (bagi yang sudah sertifikat), atau surat-surat pemilikan tanah (termasuk surat pemindahan hak, surat keterangan warisan, girik dll) bagi tanah hak milik yang belum bersertifikat. 2. Surat Pernyataan Wakaf , asli dan Foto Copy rangkap
  • 3. Surat Keterangan dari Lurah setempat yang diketahui Camat bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa. 4. Susunan Pengurus Masjid/Mushalla atau lainnya yang ditanda tangani Ketua dan diketahui oleh Lurah setempat. 5. Mengisi Formulir Model WK dan WD. 6. Foto Copy KTP Wakif (yang berwakaf) apabila masih hidup. 7. Foto Copy KTP para Pengurus yang akan ditetapkan sebagai Nadzir Wakaf. 8. Foto Copy KTP para Saksi. 9. Menyerahkan Materai bernilai Rp. 6.000 (enam ribu rupiah) sebanyak 7 lembar. 10. Menanda tangani Ikrar Wakaf (W1) bagi Wakif yang masih hidup dan Akta Ikrar Wakaf (AIW)/Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf (APAIW) setelah semua surat-surat lengkap dan diketik oleh petugas. 11. Membuat surat kuasa kepada PPAIW untuk proses pendaftaran ke BPN Jakarta Selatan (blanko ada di KUA).Mudah-mudahan penjelasan ini dapat memberi pencerahan pemahaman masyarakat tentangperlunya Akta Ikrar Wakaf. Dengan ini diharapkan akan dapat meminimalisir persoalan-persoalan hukum kepemilikan harta wakaf di masa yang datang. Dan pada gilirannya hartawakaf dapat digunakan sesuai kehendak pewakaf serta menjadi sedekah jariah kepadanya, danmemberi manfaat yang besar terhadap pembangunan kesejahteraan umat.
  • DAFTAR PUSTAKA - Anshori, Abdul Ghofur. Hukum dan Praktek Perwakafan di Indonesia. Yogyakarta: Pilar Media, 2006. - Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 1991 Tentang Pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 Tanggal 10 Juni 1991, Jakarta: Akademika Pressindo, 2007. - Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991. Jakarta: Akademika Pressindo, 2007. - Undang undang republik indonesia nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. - Muhammad bin `Ahmad bin „Umar al-Syâthirî, Syarh al-Yâqût al-Nafîs (Jeddah: Dâr al-Minhâj, 2007), 484. - Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1978 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 Tentang Perwakafan Tanah Milik