Your SlideShare is downloading. ×
Laporan pkl pt. pupuk kaltim
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Laporan pkl pt. pupuk kaltim

4,336
views

Published on


0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,336
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
233
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ANALISA PERBANDINGAN METODE MIN-MAX, BLANKET ORDER,KONSINYASI, DAN RE-ORDER QUANTITY UNTUK MENGHITUNGTOTAL COST PERSEDIAAN KARUNG UREA DI PT. PUPUKKALIMANTAN TIMUROlehJunaedi 104821Mika Pongdi’ki 104839LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEKDiajukan Untuk Memenuhi Sebagian PersyaratanGuna Menyelesaikan Program Diploma TigaJurusan Teknik IndustriProgram Studi Teknik & Manajemen IndustriDEPARTEMEN PERINDUSTRIAN RIAKADEMI TEKNIK INDUSTRI MAKASSAR2013
  • 2. HALAMAN PERSETUJUANYang bertanda tangan dibawah ini menerangkan bahwa :Junaedi 104821Mika Pongdi’ki 104839JURUSAN TEKNIK INDUSTRIPROGRAM STUDI TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRIAKADEMI TEKNIK INDUSTRI MAKASSARTelah melaksanakan Kuliah Kerja Praktek (KKP) di PT. Pupuk KalimantanTimur mulai tanggal 17 April 2013 sampai dengan 25 Mei 2013.MenyetujuiPembimbing KKP Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2PerusahaanDedy Artawijaya Dra. Hartini Husain, M.si Drs. Muhammadiah S,MMNPK. 8502420 Nip.1956122419 8602 2 001 Nip. 1949101019 7903 1 004Mengetahui :Ketua JurusanAkademi Teknik Industri MakassarWindi Mudriadi, ST.MTNip. 1976081320 0112 1 003
  • 3. ivKATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat danhidayah-Nya yang di berikan kepada penulis dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terkhusus selama penulis menjalankan tugas dan tanggung jawab penulissebagai mahasiswa untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bahkansampai pada penyelesaiaan laporan kerja Praktek ini dapat terselesaikan denganbaik dan tepat pada waktunya.Kerja praktek ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh sebagai prasyarat untuk menyelesaikan pendidikan program DiplomaTiga Jurusan Teknik Industri, Akademi teknik Industri Makassar. Kerja praktek inipenulis laksanakan di PT. Pupuk Kalimantan Timur pada bagian DepartemenPerencanaan Material dan Pergudangan.Pada bagian Departemen Perencanaan Material Bahan Baku danPergudangan tugas yang dilakukan adalah melaksanakan pekerjan di bidangperencanaan dan pengendalian logistik perusahaan, baik pembelian material,pengendalian jumlah persediaan, administrasi logistik serta penyimpanan danpengeluaran barang dari dan ke gudang. Dengan melihat kegiatan dan tanggung-jawab dari departemen ini, maka penulis tertarik melakukan penelitian padabagian perencanaan dan persediaan logistik ini, terkhusus pada persediaankarung untuk pengantongan pupuk dengan mengaplikasikan ilmu tentangperencanaan dan pengendalian logistik sebagai bahan masukan pada perusahaanuntuk mengantisipasi persediaan karung supaya tidak berada pada level zerostock.Dalam penelitian ini, penulis tidak dapat melakukannya sendiri tanpabantuan dari berbagai pihak yang turut memberikan sumbangsi baik pikiran dantenaga sampai penelitian ini selesai bahkan sampai pada penulisan laporan KKPini. Karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih
  • 4. vkepada semua pihak yang telah turut mendukung berlangsungnya Praktek KerjaLapangan ini, terutama kepada :1. Keluarga tercinta , terkhusus kepada Orang Tua tercinta yangsenantiasa memberikan doa , motivasi moril dan materi kepadapenulis. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan Rahmat dananugrah-Nya setiap saat. Karena kalian adalah motivasi terbesar bagipenulis untuk menggapai harapan-harapan penulis.2. Bapak Amrin Rapi ST,MT selaku Direktur Akademi Teknik IndustriMakassar.3. Ibu Hj. Arminas ST,MM selaku Ketua Program Studi Teknik DanManajemen Industri Akademi Teknik Industri Makassar .4. Bapak Mulyadi Ilyas SMI,MM selaku Pembantu Direktur III AkademiTeknik Industri Makassar.5. Bapak Drs. H. Abdul Afris ST, MM yang telah banyak membantu kamisehingga kami bisa melaksanakan PKL di PT. Pupuk Kalimantan Timur.6. Ibu Dra. Hartini Husain, M.Si dan Bapak Drs. D. Muhammadiah S,MMselaku Pembimbing Kuliah Kerja Praktek Internal penulis.7. Staf pegawai Akademik dan Administrasi di Akademi Teknik IndustriMakassar yang telah banyak membantu penulis dalam hal persuratansampai penulis bisa melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. PupukKalimantan Timur.8. Bapak Ir. Basa P. Yopie Sibuea, selaku Manajer DepartemenPerencanaan Material Bahan Baku & Pergudangan (PMBB & P) PT.Pupuk Kalimantan Timur.9. Bapak Dedi Artawijaya selaku Pembimbing Eksternal Kerja Praktek diDepartemen PMBB & P PT. Pupuk Kalimantan Timur.10. Ir. Lola Karmila selaku Manajer Departemen Diklat & MP PT. PupukKalimantan Timur yang telah memberikan kesempatan kepada
  • 5. vipenulis untuk mengikuti Program Praktek Kerja Lapangan di PT PupukKalimantan Timur.11. Seluruh karyawan di Departemen PMBB & P , Bapak Cecep, BapakBurhan, Bapak Hendar, Bapak Supardi, Bapak Joko, Bapak Tonggo,Bapak Suroso, Bapak Rudi, Bapak M. Haris, Mbak Sandra, Mbak Wiwinyang banyak membantu selama melaksanakan Kerja Praktek bahkansampai pada pengolahan data Laporan Praktek Kerja Lapangan.12. Kanda Arsan Romadhoni dan Seluruh Karyawan yang ada di Gudang Idan Gudang II tanpa terkecuali, terima kasih atas bantuannya daninformasinya selama proses survey Gudang dan interview di Gudang.13. Bapak Yunus Simanjuntak dan seluruh karyawan di Departemen Diklat& MP yang telah membantu pelaksanaan Kerja Praktek juga kepadastaf karyawan Perpustakaan PT. Pupuk Kalimantan Timur yang begituramah.14. Terima kasih kepada saudara, sahabat, teman dan rekan-rekan teknikindustri angkatan 2010 terkhusus untuk teman-teman manajementeknik industri angkatan 2010 tanpa terkecuali, terima kasih untukdukungan, bantuan dan kebersamaan yang indah yang telah kita laluibersama selama menempuh pendidikan di Akademi Teknik IndustriMakassar.15. Seluruh rekan-rekan program prakktek Kerja Lapangan di PT. PupukKalimantan Timur periode April-Juni 2013, kepada Wulan dan Diandari UPN Yogyakarta, Dana, Eva, Albert, dan Tomas dari UGMYogyakarta, serta Nanda dan seto dari UII Yogyakarta, terima kasihuntuk kebersamaannya, canda, tawa, dan bantuannya selama prosesKerja Praktek Lapangan.16. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan danpenyelesaian laporan Kerja Praktek ini.
  • 6. viiHarapan besar penulis, semoga laporan ini bisa memberi manfaat danwawasan bagi semua pihak tidak terkecuali bagi Perusahaan, Kampus, insanAkademis, juga bagi semua orang yang membaca laporan ini. Penulis menyadaribahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam laporan ini. Untuk itu,penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untukperbaikan pada masa yang akan datang.Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dansemoga laporan ini bisa bermanfaat bagi pembaca.Bontang, 10 Mei 2013Penulis
  • 7. viiiDAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .........................................................................................................iLEMBAR PENGESAHAN dari ATIM .................................................................................iiLEMBAR PENGESAHAN dari PT. Pupuk Kalimantan Timur..............................................iiiKATA PENGANTAR........................................................................................................ivDAFTAR ISI....................................................................................................................viiiDAFTAR GAMBAR.........................................................................................................xivDAFTAR TABEL..............................................................................................................xviDAFTAR LAMPIRANBAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................11.1 Latar Belakang..................................................................................................... 11.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan........................................................................... 21.3 Metode Pengumpulan Data................................................................................ 21.4 Sistematika Penulisan ......................................................................................... 3BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .......................................................................... 52.1 Sejarah singkat PT. Pupuk Kalimantan Timur ..................................................... 52.2 Logo Perusahaan................................................................................................. 62.3 Visi Misi PT. Pupuk Kalimantan Timur................................................................. 72.4 Motto .................................................................................................................. 72.5 Budaya Dan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan........................................................ 72.6 Lokasi Pabrik........................................................................................................ 72.7 Sruktur Organisasi............................................................................................... 92.8 unit Dan Fasilitas Produksi .................................................................................. 12
  • 8. ix2.9 Proses Produksi................................................................................................... 152.10 Merek Dagang................................................................................................... 182.11 Spesifikasi Produk ............................................................................................. 212.12 Fasilitas Pabrik................................................................................................... 222.13 Pemasaran Hasil Produksi................................................................................. 232.14 Jenis Perusahaan............................................................................................... 252.15 Fasilitas Jaminan social ..................................................................................... 262.16 Tenaga Kerja Dan Waktu................................................................................... 272.17 Peningkatan Mutu Dan Pengolahan Lingkungan.............................................. 27BAB III DEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL BAHAN BAKU DANPERGUDANGAN (PMBB & P)...................................................................................283.1 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan material Bahan Baku& Pergudangan (PMBB & P)...............................................................................293.2 Pembagian Tugas ...............................................................................................303.2.1 Kepala Departemen Perencanaan ............................................................303.2.2 Kepala Bagian Pergudangan......................................................................303.2.3 Kepala seksi Bidang I .................................................................................303.2.4 Kepala Seksi bidang II................................................................................313.2.5 Staf Perencanaan Material........................................................................313.2.6 Staf Inventory Control...............................................................................313.2.7 Staf PME Dan PFM ....................................................................................323.2.8 Staf Identifikasi Dan Standarisasi Material ...............................................323.3 Prosedur Dan Mekanisme Kerja Bagian Perencanaan Material........................32
  • 9. x3.3.1 Staf Inventory control ...............................................................................333.3.2 Staf Perencanaan Dan Evaluasi (PME) Atau PerencanaanFabrikasiMaterial (PFM) ..........................................................................................383.4 Prosedur Mekanisme Kerja Bagian Identifikasi Dan StandarisasiMaterial....................................................................................................................393.5 Prosedur Mekanisme Kerja Bagian Pergudangan..............................................403.5.1 Seksi Gudang I ...........................................................................................413.5.2 Seksi Gudang II ..........................................................................................423.6 Tata Cara Penyimpanan Barang di Gudang .......................................................43BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ...........................................................454.1 Rumusan Masalah..............................................................................................454.2 Tujuan Penelitian ...............................................................................................464.3 Batasan Masalah ................................................................................................464.4 Asumsi-Asumsi ...................................................................................................464.5 Pengumpulan Data.............................................................................................474.6 Pengolahan Data ................................................................................................474.6.1 Seleksi Item ...............................................................................................474.6.2 Data Hasil Seleksi ......................................................................................484.6.3 Forecasting/Perhitungan Ramalan Permintaan........................................484.6.3.1 Forecasting Item Sack Urea, Prill, Daun Buah,
  • 10. xiNon-Subsidi Surabaya ( Stock Number 83603-5)..........................504.6.3.2 Forecasting Item Sack Urea, Prill, Daun Buah,Non-Subsidi Bontang( Stock Number 86824-8)............................524.6.3.3 Forecasting Item Sack Urea, Granul, Daun Buah,Non-Subsidi Bontang ( Stock Number 79382-5)...........................544.6.3.4 Mataram, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah( Stock Number 91667-6)..............................................................554.6.3.5 Makassar, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah( Stock Number 91672-2)..............................................................574.5.3.6 Bali, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah( Stock Number 91668-4)..............................................................584.6.3.7 Surabaya, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah( Stock Number 91670-6).............................................................604.6.3.8 Bontang, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah( Stock Number 91671-4)..............................................................614.6.4 Perhitungan Total Cost..............................................................................634.6.5 Pengolahan Data.......................................................................................674.6.5.1 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan MetodeMin-Max Stock ..............................................................................714.6.5.2 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan Metode
  • 11. xiiBlanket Order................................................................................894.6.5.3 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan MetodeKonsinyasi......................................................................................974.6.5.4 Perhitungan Total Cost Dengan MengggunakanMetode Re-OrderQuantIt .............................................................1044.7 Hasil Rekap Perhitungan Data............................................................................1144.7.1 Hasil Rekap Perhitungan Forecasting........................................................1144.7.2 Hasil Perhitungan Total Cost.....................................................................1154.7.3 Hasil Rekap perhitungan Kuantitas Pemesanan UntukSatu Kali Order ..........................................................................................1164.7.4 Metode Min-Max......................................................................................1164.7.5 Metode Blanket Order ..............................................................................1184.7.6 Metode Konsinyasi....................................................................................1194.7.7 Metode Re-Order Quantity.......................................................................120BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................................................1215.1 Kesimpulan.........................................................................................................1215.2 Saran...................................................................................................................124
  • 12. xiiiDAFTAR GAMBAR2.1 Pabrik PT. Pupuk Kaltim ............................................................................................ 62.2 Lambang PT. Pupuk Kaltim........................................................................................ 62.3 Lokasi PT. Pupuk Kaltim ............................................................................................ 82.4 Struktur Organisasi Perusahaan................................................................................ 112.5 Pabrik Kaltim 1 .......................................................................................................... 122.6 Pabrik Kaltim 2 .......................................................................................................... 132.7 Pabrik KAltim 3.......................................................................................................... 132.8 Pabrik POPKA ............................................................................................................ 142.9 Pabrik Kaltim 4 .......................................................................................................... 142.10 NPK Pelangi ............................................................................................................... 152.11 Proses Pembuatan Amonia....................................................................................... 172.12 Proses Pembuatan Pupuk Urea................................................................................. 182.13 Merek Dagang Pupuk Daun Buah ............................................................................. 182.14 Merek Dagang Pupuk Urea Mandau......................................................................... 192.15 Merek Dagang Pupuk NPK Pelangi............................................................................ 202.16 Wilaya Pemasaran Dalam Negri PT Pupuk Kaltim .................................................... 242.17 Wilaya Pemasaran Luar Negeri PT. Pupuk Kaltim..................................................... 253.1 Diagram Struktur Organisasi Direktorat Teknik & PengembanganPT. Pupuk Kaltim ....................................................................................................... 293.2 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan MaterialBahan Baku & Pergudangan ..................................................................................... 294.1 Tampilan Forecast Win-QSB..................................................................................... 514.2 Pemakaian Karung Non-Subsidi, Surabaya (Stock Number 83603-5) ...................... 524.3 Pemakaian Karung Non-Subsidi, prill, Bontang (Stock Number 86824-8) ............... 544.4 Pemakaian Karung Non-Subsidi, Granul, Bontang (Stock Number79382-5)............ 56
  • 13. xiv4.5 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Mataram (Stock Number 91667-6)............... 574.6 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Makassar (Stock Number 91672-2)............... 594.7 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Bali (Stock Number 91668-4)........................ 614.8 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Surabaya (Stock Number 91670-6)............... 624.9 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Bontang (Stock Number 91671-4) ................ 63
  • 14. xvDAFTAR TABEL2.1 Spesifikasi Teknis Kedua Jenis Pupuk Urea.................................................................. 213.1 Nilai Tingkat Kepercayaan (%) Untuk Tiap Faktor Pengaman (k) ................................ 364.1 Tampilan Forecast Win-QSB......................................................................................... 514.2 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Surabaya(Stock Number 83603-5).............................................................................................. 504.3 Tabel Forecast Karung Non- Subsidi Surabaya (Stock Number 83603-5).................... 514.4 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Prill Bontang(Stock Number 86824-8).............................................................................................. 524.5 Tabel Forecast Karung Non- Subsidi Prill Bontang (Stock Number 86824-8).............. 534.6 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Granul Bontang(Stock Number 79382-5).............................................................................................. 544.7 Tabel Forecast Karung Non- Subsidi Granul Bontang (Stock Number 79382-5) .................................................................................................................................. 544.8 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Mataram(Stock Number 91667-6).............................................................................................. 554.9 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Mataram (Stock Number 91667-6)............. 564.10 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Makassar(Stock Number91672-2)............................................................................................... 564.11 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Makassar (Stock Number 91672-2) ............ 57
  • 15. xvi4.12 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bali(Stock Number 91668-4).............................................................................................. 584.13 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bali (Stock Number 91668-4)...................... 594.14 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Surabaya(Stock Number 91670-6).............................................................................................. 604.15 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Surabaya (Stock Number 91670-6)............. 604.16 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bontang(Stock Number 91671-4).............................................................................................. 614.17 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bontang (Stock Number 91671-4) .............. 624.18 Hasil Rekap Perhitungan Forecasting Masing-masing Stock NumberUntuk Tahun 2013....................................................................................................... 1144.19 Hasil Perhitungan Total Cost Masing-Masing Metode ................................................ 1154.20 Hasil Rekap Perhitungan Kuantitas Pemesaanan Satu Kali Order............................... 1164.21 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Min-Max............................ 1174.22 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Blanket Order.................... 1184.23 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Konsinyasi ......................... 1194.24 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Re-Order Quantity ............ 1205.1 hasil peramalan masing-masing stock number tahun 2013 denganmenggunakan software Win-QSB................................................................................ 122
  • 16. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 1Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangKerja praktek pada industri merupakan suatu kewajiban bagi semuamahasiswa program studi, tidak terkecuali program studi Teknik &Manajemen Industri Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM) yangmerupakan salah satu persyaratan kelulusan. Mata kuliah ini terdiri dari 3 SKSyang dapat diambil apabila telah memenuhi persyaratan minimal 96 SKS padaakhir semester V. kerja praktek ini dilakukan untuk mengetahui perbandingansecara langsung kondisi industri dengan teori yang yang di dapatkan dibangku kuliah.Dengan melaksanakan kerja praktek ini, mahasiswa/i dapat melihatlangsung keadaan industri yang sebenarnya dan dapat membandingkanantara ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dengan ilmu yang diterapkan dilapangan (industri). Karena yang diharapkan di lapangan (industri) adalahaplikasi dari ilmu-ilmu yang di dapatkan di bangku kuliah.Alasan ini yang membuat penulis melakukan kerja praktek pada PT.PUPUK KALIMANTAN TIMUR pada bagian Departemen PerencanaanMaterial, Bahan Baku dan Pergudangan (PMBB & P) yang merupakan salahsatu perusahaan pupuk terbesar di Indonesia yang memenuhi kebutuhanpupuk baik di dalam maupun di luar negeri. Kebutuhan pupuk yang semakinmeningkat menjadi tolak ukur bagi Departemen Perencanaan Material,Bahan Baku Dan Pergudangan (PMBB & P) untuk memenuhi kebutuhanpabrik dengan merencanakan kebutuhan dan material agar selalu tersediauntuk proses produksi selanjutnya.Dalam pelaksanaannya, diharapkan mahasiswa/i mampu menganalisasetiap kegiatan yang dilakukan terkhusus pada proses persediaan bahanbaku, peralatan maupun material yang terlibat dalam proses produksi.
  • 17. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 2Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Disamping itu, perlu ada kerja sama yang baik antara pihak industri danperguruan tinggi dalam hal ini adalah mahasiswa/i agar wawasan danpengetahuan baru yang di dapatkan menjadi solusi yang tepat untukditerapkan pada perusahaan.1.2 Tujuan Praktek Kerja LapanganDalam melakukan kerja praktek lapangan (PKL), ada beberapa tujuanyang ingin dicapai diantaranya :1. Untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan padaJurusan Teknik Industri Akademi Teknik Industri Makassar.2. Praktek kerja lapangan industri akan memberikan gambaran umummengenai industri yang sebenarnya masih asing bagi mahasiswa/i.3. Untuk membandingkan antara ilmu yang didapatkan pada dunia kampusdengan ilmu yang diterapkan di lapangan (industri).4. Mengaplikasikan ilmu yang didapatkan pada bangku kuliah secara nyatapada dunia industri.5. Untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik setelah lulus dan diterimabekerja pada industri maupun instansi-instansi tertentu.6. Untuk mengetahui perbedaan antara budaya di kampus dengan budayayang ada pada organisasi atau perusahaan.1.3 Metode Pengumpulan DataAda beberapa metode yang penulis lakukan dalam mengumpulkandata-data yang diperlukan antara lain :1. observasi lapangan, yaitu kegiatan mengamati dan mencatat segalasesuatu yang terjadi di lapangan.2. studi kepustakaan, yakni mengumpulkan data dan referensi atau sumbertertulis lainnya.3. wawancara, yaitu melakukan kegiatan terhadap segenap staff dankaryawan yang ada di Departemen terkait
  • 18. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 3Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134. browsing internet, yaitu mengumpulkan data dari artikel dan website diinternet.1.4 Sistematika PenulisanAdapun sistematika penulisan laporan yang digunakan dalam menyusunLaporan Praktek Lapangan (PKL) yaitu :Sampul depanHalaman judulHalaman pengesahanHalaman pengesahan dari PT. PUPUK KALIMANTAN TIMURKata pengantarDaftar isiDaftar gambarDaftar tabelDaftar lampiranBAB I PENDAHULUANPada bab pendahuluan ini, memuat latar belakang yang menjelaskanalasan mengangkat suatu masalah dan faedah yang diharapkan, tujuanpraktek kerja lapangan, ruang lingkup praktek kerja lapangan, sertasistematika penulisan laporan.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAANPada bab ini, menjelaskan secara singkat tentang sejarah berdirinyaPT. Pupuk Kalimantan Timur, struktur organisasi dan bidang usahayang dikerjakan oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur.BAB III DEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL BAHAN BAKU DANPERGUDANGAN
  • 19. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 4Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Menjelaskan struktur organisasi, pembagian tugas serta prosedur danmekanisme kerja di Departemen Perencanaan Material, Bahan Bakudan Pergudangan.BAB IV ANALISIS PERMASALAHANMenjelaskan pokok permasalahan yang akan dianalisis, rumusanmasalah, landasan teori, perhitungan, serta interpretasi data.BAB V PEMBAHASANPada bab pembahasan menjelaskan tugas-tugas yang dikerjakan padasaat praktek kerja lapangan dan penjabaran dari analisa daripekerjaan yang telah ditentukan.BAB VI PENUTUPBab ini berisi kesimpulan dan saran dari permasalahan danpemecahan yang dilakukan, penjabaran dari hasil studi literatur ataulandasan teori dari penyusunan laporan kerja praktek lapangan.
  • 20. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 5Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013BAB IIGAMBARAN UMUM PERUSAHAAN2.1 Sejarah Singkat PT. Pupuk Kalimantan TimurProyek PT. Pupuk Kalimantan Timur lahir dari rencana pemerintah untukmenjawaab kebutuhan pupuk dan pangan di Indonesia. Pada mulanya PT.Pupuk Kalimantan Timur dikelolah oleh pertamina sebagai unit pabrikterapung yang terdiri dari 1 unit pabrik Amoniak dan 1 Unit pabrik Ureadengan beberapa bangunan pendukungnya di lepas pantai. Namun setelahmeninjau dan menilai kembali konsep pabrik terapung ini, denganmemperhatikan aspek teknis dan bahan baku maka pembangunan pabrikdilakukan di darat.Pada tahun 1976 berdasarkan Kepres No. 39 dilakukan serah terimaproyek ini dari Pertamina ke Departemen Perindustrian, dalam hal ini,Direktorat Jenderal Industri Kima Dasar pada tahun 1976. Setelahpenyelesaian proses hukum dalam rangka serah terima peralatan pabrik diEropa, maka pada tanggal 7 Desember 1977 didirikan sebuah PerseroanNegara untuk mengelola perusahaan ini dengan nama PT. Pupuk KalimantanTimur. Dengan tujuan utama adalah untuk melaksanakan, serta mendukungkebijakan pemerintah dalam pengembangan industri dan ekonomi Nasional,khususnya indutri pupuk dan kimia. Bahan baku utama pabrik yang berlokasidi Bontang ini adalah gas alam yang disalurkan melalui pipa sepanjang 60 kmyang terentang antara Bontang dan Muara Badak. PT. Pupuk Kalimatan Timurberdiri diatas lahan seluas 493 ha dan saat ini sedang mengoperasikan 4 unitPabrik Amonia dan Unit pabrik Urea dengan total kapasitas produksi1.850.000 ton Amoniak dan 2.980.000 ton Urea per tahun.
  • 21. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 6Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 2.1 pabrik PT. pupuk Kalimantan Timur2.2 Logo PerusahaanGambar 2.2 Lambang PT. Pupuk Kalimantan TimurMakna dari unsur-unsur yang ada pada logo perusahaan PT. PupukKalimantan Timur yaitu sebagai berikut :1. Segilima berwarna biru, melambangkan pancasila yang merupakanlandasan idiil perusahaan.2. Daun dan buah, melambangkan kesuburan dan kemakmuran.3. Lingkaran putih kecil, melambangkan letak lokasi Bontang dekatkhatulistiwa.4. Garis merah horizontal dari kiri-kanan melambangkan garis khatulistiwa.5. Warna biru melambangkan keluasan wawasan.6. Warna merah melambangkan dinamika kewiraswastaan.2.3 Visi Misi PT. Pupuk Kalimantan Timur
  • 22. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 7Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 VisiMenjadi perusahaan agro-kimia yang memiliki reputasi prima di kawasanAsia. Misi1. Menyediakan produk-produk pupuk, kimia, agro dan jasa pelayananpabrik serta perdangan yang berdaya saing tinggi.2. Memaksimalkan nilai perusahaan melalui pengembangan sumber dayamanusia dan menerapkan teknologi mutakhir.3. Menunjang program ketahanan pangan nasional dengan penyediaanpupuk secara tepat.4. Memberikan manfaat bagi pemegang saham, karyawan danmasyarakat serta peduli pada lingkungan2.4 MottoKami hadir dalam semangat pionirKami kuat ditempa oleh tantanganKami maju dengan karya bermutu2.5 Budaya Dan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan1. Integritas (integrity)2. Kebersamaan (Team Work)3. Unggul (Excellent Achievement)4. Kepuasan pelanggan (Customer)5. Tangggap (Proactive)2.6 Lokasi PabrikPabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur terletak di wilayah pantai KotaBontang, kurang lebih 121 km sebelah utara Samarinda, ibukota ProvinsiKalimantan Timur. Secara geografis PT. Pupuk Kalimantan Timur terletakpada 0010’46,9” LU dan 117029’30,6” BT. Pabrik ini berdiri di atas areal seluas493 Ha. Di sebelah selatan lokasi pabrik (sekitar 10 km) terdapat lokasi pabrikpencairan gas alam, PT. Badak NGL Co. Perumahan dinas karyawan terletak
  • 23. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 8Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013sekitar 6 km sebelah barat pabrik dengan areal seluas 765 Ha. Pada daerahtersebut juga terdapat perumahan BTN untuk karyawan.Gambar 2.3 Lokasi PT. Pupuk Kalimantan TimurTransportasi ke daerah Bontang dapat melalui jalan darat, laut, maupunudara. Jalur udara menggunakan pesawat PT. Pupuk Kalimantan Timur dariBalikpapan yang terbang dengan jadwal rutin sekali setiap hari. Transportasiudara tersebut memakan waktu 45 menit perjalanan. Pabrik PT. PupukKalimantan Timur didirikan di lokasi tersebut berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:1. Lokasi dekat dengan sumber bahan baku berupa gas alam.2. Lokasi dekat dengan pantai sehingga memudahkan pengangkutan.3. Lokasi berada di tengah daerah pemasaran pupuk untuk ekspor maupunpemasaran dalam negeri.4. Pemetaan Zone Industry.5. Peluang untuk perluasan pabrik karena luasnya lahan yang dimiliki.2.7 Struktur OrganisasiStruktur organisasi PT. Pupuk Kalimantan Timur ditunjukkan pada gambardibawah ini :
  • 24. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 9Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar a
  • 25. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 10Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar b
  • 26. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 11Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar cGambar 2.4 ( a,b,c) Adalah Struktur Organisasi Perusahaan.
  • 27. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 12Laporan Praktek Kerja Lapangan 20132.8 Unit dan Fasilitas ProduksiSaat ini PT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki lima buah pabrik pupukurea dengan kapasitas total sebanyak 2.980.000 ton per tahun meliputipabrik Kalimantan Timur 1, Kalimantan Timur 2, Kalimantan Timur 3, POPKA,dan Kalimantan Timur 4 serta empat buah pabrik ammonia dengan kapasitastotal sebanyak 1.850.000 ton amoniak per tahun. Selain itu PT. PupukKalimantan Timur memiliki program andalan seperti program demonstrationplot (demplot) serta PT. Pupuk Kalimantan Timur telah memproduksi pupukorganik dengan merek Zeorganik dengan membangun kerjasama denganmitra usaha.Adapun profil dari masing-masing pabrik meliputi :1. Kalimantan Timur 1Gambar 2.5 Pabrik Kalimantan Timur 1Kapasitas produksiUrea : 700.000 ton/tahun.Amoniak : 595.000 ton/tahun.Pabrik Kalimantan Timur 1 yang merupakan pengalihan pabrikpupuk terapung, diresmikan tanggal 29 oktober 1998. Pabrik iinimenggunakan proses lurgi untuk amoniak dan stamikarbon untuk urea.
  • 28. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 13Laporan Praktek Kerja Lapangan 20132. Kalimantan Timur 2Gambar 2.6 Pabrik Kalimantan Timur 2Kapasitas produksi :Urea : 570.000 ton/tahun.Amoniak : 595.000 ton/tahun.Pabrik Kalimantan Timur 2 diresmikan bersama dengan Kalimantan Timur1 dengan menggunakan proses Kellogg untuk amoniak serta stamicarbonuntuk urea.3. Kalimantan Timur 3Gambar 2.7 Pabrik Kalimantan Timur 3Kapasitas produksi :Urea : 570.000 ton/tahun.Amoniak : 330.000 ton/tahun.Pabrik Kalimantan Timur 3 diresmikan pada tanggal 4 april 1989. Pabrikdengan teknologi hemat energy ini menggunakan proses Haldor topsoe danStamicarbon untuk urea.
  • 29. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 14Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134. POPKAGambar 2.8 Pabrik POPKAKapasitas Produksi :Urea : 570.000 ton/tahun.Proyek optimalisasi pupuk Kalimantan Timur (POPKA) hanyamemproduksi urea merupakan proyek optimalisasi Kalimantan Timur yangdiresmikan pada tanggal 7 juli 1999. POPKA merupakan pabrik urea granulepertama di Indonesia dengan menggunakan proses stamicarbon untuk urea.5. Kalimantan Timur 4Gambar 2.9 Pabrik Kalimantan Timur 4Kapasitas produksi :Urea : 570.000 ton/tahun.Amoniak : 330.000 ton/tahun.Unit urea Pabrik Kalimantan Timur 4 diresmikan pada tanggal 3 juli 2002dan unit amoniak Kalimantan Timur 4 diresmikan oleh presiden RI padatanggal 31 Mei 2004. Kalimantan Timur 4 juga memproduksi urea granul.
  • 30. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 15Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Pabrik ini menggunakan proses holdor topsoe untuk amoniak dansnamprogetti untuk urea.Sejak dikembangkan pada tahun 2002, pupuk Kalimantan Timur mulaimensosialisasikan NPK Pelangi kepada masyarakat melalui programdemonstration plot (demplot) yaitu semacam lahan percontohan di areapertanian. Hasil demplot yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwaproduk ini dapat meningkatkan produktifitas pertanian hingga rata-rata 30%.Untuk memenuhi kebutuhan NPK pelangi di daerah pemasaranKalimantan, Sulawesi, Jawa, Sebagian Sumatera, Bali serta Nusa Tenggara,Pupuk Kalimantan Timur mendirikan 3 pabrik yang telah diresmikan padatahun 2004 yaitu Bontang, Semarang dan Surabaya. Masing-masing untitproduksi dioperasikan oleh perusahaan patungan terkait yaitu PT. PukatiPelangi Agromakmur (Semarang) dan PT. Pukati Pelangi Tani Mukti(Surabaya) dengan Kapasitas produksi : 350.000 ton/tahun.Gambar 2.10 NPK Pelangi2.9 Proses produksi1. Pabrik AmoniaGas alam dilewatkan ke Reaktor Desulphurizer untukmenghilangkan senyawa belerang yang terkandung di dalamnya. Gasyang sudah bersih di campur dengan air dan dipanasskan lagi kemudiandireaksikan di Primary Reformer hasil reaksi berupa Gas Karbondioksidadan Gas Hidrogen. Gas hasil reaksi ini di kirim ke Secondari Reformerdandireaksikan dengan udara, maka dihasilkan gas Gas Hidrogen, Nitrogen,
  • 31. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 16Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013da Karbon Monoksida. Gas-gas tersebut direaksikan di shift Converter(HTS) dan (LTS) untuk mengubah Gas Karbon Monoksida menjadiKarbondioksida dan Hidrogen. Gas-gas Karbondioksida dipisahkan dariGas Nitrogen dan Hidrogen pada unit CO2 Remaval. Gas karbondioksidayang sudah terpisah di kirim ke pabrik Urea untuk bahan bakupembuatan Urea. Gas Nitrogen dan Gas Hidrogen yang disebut sebagaigas syinthesa, dimurnikan dari sisa-sisa Karbondioksida dan KarbonMonoksida pada Reaktor Methanator. Kemudian Gas Hidrogen dan GasNitrogen direaksikan di dalam Ammonia Converter agar menjadi GasAmonia. Gas Amonia Amonia di dinginkan sehinga menjadi Amonia Cair.Ammonia cair temperature kira-kira (positif) 30oC dikirim ke pabrik Ureauntuk di pproses menjadi Urea, sedangkan sebagian di simpan dalamtangki penyimpanan Ammonia (Storage) dengan temperature kira-kira(Negatif) 30oC sebelum dikapalkan. Proses pembuatan Ammonia di pabrikKalimantan Timur 1 sampai Kalimantan Timur 4 pada prinsipnya hampersama tetapi menggunakan suhu dan tekanan berbeda-beda padabeberapa tahapan prosesnya. Dibawah ini bagan proses pembuatanAmonia :
  • 32. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 17Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 2.11 Proses Pembuatan Amonia2. Pabrik UreaAmmonia Cair dan Gas Karbondioksida yang datang dari pabrikAmmonia direaksikan di Mixer dan terbentuk Ammonium Karbamat yangselanjutnya dihidrolisa di dalam Reaktor menjadi Urea dan Air. Urea yangterbentuk selanjutnya dipisahkan dari Ammonium Karbamat dan Airdengan cara proses Flashing. Pada proses ini Ammonium Karbamat akanterpisah kembali menjadi Gas Amonia dan Gas Karbondioksida dan keduaReaktan ini di kembalikan lagi ke Mixer. Proses ini disebut denganResirkulasi yang dilakukan dalam dua tahap. Untuk memisahakn Urea darilarutan dilakukan proses pemekatan dengan cara penguapan. Larutanyang sudah pekat sekal akan terbentuk Kristal, Kristal Urea yang terjadi dikirim kemenara pembutir (priling Tower). Butir-butir Urea yang terjadi dikirim ke gudang pupuk curah dengan Conveyer dan Elevator sebelumdikapalkan, dan sebagian dikemas di unit pengantongan. Dalam prosespembuatan Urea, di pabrik Kalimantan Timur 2 dan Kalimantan Timur 3digunakan proses Stripping yang merupakan proses yang mutakhir. Dipabrik Kalimantan Timur 4 dengan proses operasi Urea Granular(Granulator). Berikut adalah bagan pembuatan Urea :CO ShiftConverterDesulphurizerSecondaryReformerPrimaryReformerGas BumiUap AirAir / UdaraCO2AbsorberprCO2 StripperAmmoniaStorageTankMethanatorSynthesisandRefrigeration SectionTo Urea Plant
  • 33. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 18Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 2.12 Proses Pembuatan Pupuk Urea2.10 Merek Dagang1. Daun BuahGambar 2.13 Merek Dagang Pupuk Daun BuahArti lambing merek dagang Pupuk Daun Buah :a. Logo diolah melalui penggabungan simbol daun buah yang sudahmenjadi simbol/ikon dari Pupuk Kalimantan Timur dengan ilustrasistilasi daun.b. Simbol daun buah mewakili perusahaan Pupuk Kalimantan Timuryang sudah dikenalc. Daun hijau melebar dan mengembang melambangkan kesuburan,hasil yang bermanfaat serta kemakmuran.d. Warna merah menggabarkan dinamika dan kecerahan harapan.KarbonAmmoniaUrea SintesisUrea PrillGranulatorPrilling towerUrea GranulKonsentrasiLarutan UreaPemisahandanPemurnian
  • 34. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 19Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013e. Warna hijau menggambarkan karakter sejuk, kesuburan, dankemakmuran sesuai dengan esensi pupuk yang memberkesuburan tanah.f. Warna biru menggambarkan kemajuan dan manfaat teknologi.2. Merek MandauGambar 2.14 Merek Dagang Pupuk Urea MandauArti lambang merek dagang Pupuk Urea Mandau :a. Daun sebanyak 17 melambangkan kemakmuran salah satu cita-citakemerdekaan.b. Mandau merupakan alat untuk membuat lahan pertanian yangdipergunakan penduduk asli Kalimantan, melambangkan kepeloporanperusahaan dalam mengembangkan usah pertanian.c. Mandau berjumbai lima melambangkan keluasan wawasanpemasaran.d. Warna merah melambangkan dinamika kewirausahaan.3. Merek Pelangi
  • 35. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 20Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 2.15 Merek Dagang Pupuk NPK PelangiArti lambang merk dagang Pupuk NPK Pelangi :a. Logo terdiri dari simbolisasi pelangi yaitu tiga bidang lengkung denganwarna dasar unsure cahaya, merah, hijau, dan biru (R,G,B).b. Daun hijau melebar dan mengembang melambangkan kesuburan,hasil yang bermanfaat serta kemakmuran.c. Tulisan Pupuk Kalimantan Timur berwarna biru menampilkanidentitas produsen untuk melengkapi ikon daun buah yang sudah adad. Pemilihan tipografi/huruftanpa kaki megesankan modernitas,terbuka, dan responsive terhadap perkembangan.e. Warna merah melambangkan dinamika dan kecerahan harapanf. Warna hijau melambangkan karakter sejuk, kesuburan, dankemakmuran sesuai dengan esensi Pupuk yang member kesuburantanah.g. Warna biru menggambarkan kemajuan dan manfaat teknologi.2.11 Spesifikasi Produk1. ureaPupuk Urea, disebut pupuk Nitrogen (N), memiliki kandungannitrogen 46 %. Urea dibuat dari reaksi antara amoniak dengan karbondioksida dalam suatu proses kimia menjadi urea padat dalam bentukprill (ukuran 1-3,35 mm) atau granul (ukuran 2-4,75 mm) yangkeduanya diproduksi oleh Pupuk Kalimantan Timur. Urea prill palingbanyak digunakan untuk tanaman pangan dan industri, sedangkanurea granul lebih cocok untuk tanaman perkebunan. Urea PupukKalimantan Timur dipasarkan dan dijual kesektor domestik denganmenggunakan merk dagang Urea Daun Buah dan Urea Mandau.Produk Urea Pupuk Kalimantan Timur dalam perdagangan mematuhi
  • 36. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 21Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013standar SNI 02-2801-1998 (HS: 3102.10.00.00). PT Pupuk KalimantanTimur memproduksi 2 (dua) jenis pupuk Urea, yaitu:1. Urea Prill2. Urea GranuleSpesifikasi teknis kedua macam pupuk Urea tersebut adalahsama hanya berbeda dalam hal ukuran butiran, dimana pupukUrea Granul lebih besar dan mengandung lebih banyak anticacking. Lihatlah table dibawwaa ini :Table 2.1 Spesifikasi Teknis Kedua Jenis Pupuk UreaNo Spesifikasi Urea Prill Urea Granul1 Kandunagan Nitrogen 46 % (Minimal)1-3,35 mm46 % (Minimal)1-3,35mm2 Ukuran Butiran 1-3,35 mm 2-4,75 mm3 Kandungan Air 0,5 % (Maksimal) 0,5 % (Maksimal)4 Biuret 0,5 % (Maksimal) 0,5 % (Maksimal)5 WarnaPutih dengan perlakuananti cackingPutih dengan perlakuananti cacking6 KemasanDalam karung 50 kg ataucurahDalam karung 50 kgatau curah2. AmoniaPupuk Kalimantan Timur memiliki empat pabrik amoniak yangberbahan baku gas alam dengan kapasitas terpasang mencapai total5.600 ton per hari. Amoniak produksi pupuk Kalimantan Timurdiperdagangkan dalam bentuk cair dengan kemurnian minimal 99,5 %dan campuran (impurity) berupa air maksimal 0,5 %. Amoniak dibuatdari bahan baku gas bumi yang direaksikan dengan udara dan steamyang diproses pada suhu dan tekanan yang tinggi melalui beberapakatalisator di dalam pabrik. Produk Amoniak Pupuk Kalimantan Timurmenurut World Custom Organization dikelompokkan dalam
  • 37. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 22Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Harmonized System Code, HS: 2814.10.00.00. Deskripsi produk dariAmoniak sebagai berikut : Kandungan amoniak 99,5% Kandungan air 0,5% max Kandungan minyak 10 ppm max2.12 Fasilitas PabrikPT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki 4 buah dermaga dengandaya tampung kapal yang berbeda yaitu Dermaga I (6.000 DWT),Dermaga II (40.000 DWT), Dermaga III (20.000 DWT), dan DermagaQuadrant Arm Loader (40.000 DWT). Dengan kedalaman dermaga yangdapat disinggahi kapal berdaya muat hingga puluhan ribu DWT, PT.Pupuk Kalimantan Timur juga memiliki ammonia storage dengankapasitas 52 ribu ton, gedung urea curah dengan kapasitas 70 ribu tondan gudang pengantongan dengan kapasitas 10 ribu ton. Untukmenjaga kualitas produk PT. Pupuk Kalimantan Timur memilikilaboratorium uji mutu yang hasilnya telah mendapat pengakuan dariBadan Sertifikasi Internasional, ISO 17025. Di bidang pemeliharaan danpengadaan alat-alat pabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur memilikigudang spare part, bengkel, dan Industri Peralatan Pabrik.2.13 Pemasaran Hasil Produksia. Pemasaran Pupuk UreaProduk pupuk urea PT. Pupuk Kalimantan Timur didistribusikanuntukmemenuhi kebutuhan di Indonesia bagian timur dan tengah yangmeliputi daerah:1. Jawa Timur2. Bali3. Kalimantan Timur4. Kalimantan Tengah
  • 38. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 23Laporan Praktek Kerja Lapangan 20135. Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara danSulawesiUtara6. NTB dan NTT7. Maluku8. Irian Jaya9. Jawa TengahUntuk pemasaran pupuk urea ke luar negeri yang dilayani oleh PT.Pupuk.Kalimantan Timur berdasarkan kuota dari APPI meliputi:1. Malaysia2. Vietnam3. Jepang4. China5. Srilangka6. Philipinab. Pemasaran AmmoniaProduk ammonia sebagian besar diekspor ke luar negeri, antaralain:1. Korea Selatan2. India3. Yordania4. Tanzania5. SpanyolDibawah ini peta wilayah daerah pemasaran PT. Pupuk Kalimantan Timur :Daerah pemasaran pupuk di Dalam Negeri meliputi 2/3 wilayah Indonesasebagaimana gambar berikut ini :
  • 39. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 24Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 2.16 Wilayah Pemasaraan Dalam Negeri PT. Pupuk Kalimantan Timur
  • 40. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 25Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Sedangkan daerah pemasaran ekspor PT. Pupuk Kalimantan Timur dapatdilihat padapeta berikut ini :Gambar 2.17 Wilayah Pemasaran Luar Negeri PT. Pupuk Kalimantan Timur2.14 Jenis PerusahaanPada saat ini PT. Pupuk Kalimantan Timur, mengoperasikan 5 buahpabrikyaitu pabrik Kalimantan Timur-1, pabrik Kalimantan Timur-2, pabrikKalimantan Timur-3, pabrik Kalimantan Timur-4, danPOPKA. Setiap pabrik terdiri dari tiga unit yaitu unit Utilitas, UnitAmmoniak, Unit Urea, sedangkan POPKA hanya mempunyai Unit Utilitasdan Unit Granul. Selain menghasilkan ammonia dan urea, pabrik PT. PupukKalimantan Timur juga menghasilkan produk samping berupa nitrogen,
  • 41. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 26Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013oksigen, dan karbondioksida. Selanjutnya untuk perkembangan selainproduk tersebut, maka dibuka beberapa anak perusahaan sebagai berikut:1. PT. Kalimantan Timur Nusa Etika (KNE)2. PT. Kalimantan Timur Multi Boga Utama (KMBU)3. PT. Daun Buah4. PT. Kalimantan Timur Cipta Yasa (KCY)5. PT. Kalimantan Timur Adhiguna Dermaga (KAD)6. PT. Kalimantan Timur Bahtera Adhiguna (KBA)7. PT. Kalimantan Timur Industrial Estate (KIE)8. PT. Kalimantan Timur Adventure Tours and Travel (KATT)Selain itu juga didirikan juga beberapa perusahaan patungan denganperusahaan besar Nasional dan Internasional, seperti:1. PT. Kalimantan Timur Methanol Industri2. PT. DSM Kalimantan Timur Melamine3. PT. Kalimantan Timur Soda Ash4. PT. Kalimantan Timur Ambikap Wiratama5. PT. Kalimantan Timur Parna Industri6. PT. Kalimantan Timur Pacific Ammonia2.15 Fasilitas jaminan SosialKaryawan PT. Pupuk Kalimantan Timur menerima fasilitas dan jaminansosial sebagai berikut:1. Fasilitas rumah tangga2. Program pensiun3. Jaminan atas keselamatan kerja4. Fasilitas rumah sakit dan tempat ibadah5. Program tabungan hari tua6. Fasilitas pendidikan: TK, SD, SMP, dan SMU7. Fasilitas olahraga
  • 42. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 27Laporan Praktek Kerja Lapangan 20138. Fasilitas perbelanjaan meliputi: supermarket dan pusat perbelanjaanserba Ada.2.16 Tenaga Kerja Dan Waktu KerjaWaktu kerja bagi karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur dibagi dua,yaitu karyawan shift dan non shift. Untuk non shift, lama jam kerja adalah 8jam sehari, seminggu lima hari, mulai pukul 07.00 – 16.00 WITA untuk hariSenin sampai Kamis sedangkan hari Jumat mulai pukul 07.00 – 17.00 WITA.Sedangkan untuk shift, terdapat pembagian kerja sebagai berikut:Day shift : 07.00 – 15.00 WITASwing shift : 15.00 – 23.00 WITANight shift : 23.00 – 07.00 WIT2.17 Peningkatan Mutu Dan Pengolahan LingkuganPT. Pupuk Kalimantan Timur berupaya meningkatan mutu danpengelolaan lingkungan. Hasil yang dicapai adalah keberhasilan meraih ISO9002 pada tahun 1996, ISO 14001 pada 1997 dan ISO 17025 pada tahun2000. ISO 9002 adalah pengakuan di bidang sistem manajemen produksidan instalasi, ISO 14001 pada bidang manajemen lingkungan dan ISO 17025di bidang laboratorium uji mutu.
  • 43. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 28Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013BAB IIIDEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL, BAHAN BAKUDAN PERGUDANGANDepartemen perencanaan material dan pergudangan merupakan suatudepartemen yang dibentuk berada dibawah naungan Kompartemen tekniksejajar dengan Departemen cangun dan departemen jasa teknik. Kompartemenbertanggung jawab kepada direktur teknik dan pengembangan.Tudas dari departemen perencanaan material dan pergudangan secaragaris besar adalah melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan danpengendalian logistic perusahaan yang meliputi perencanaan pembelianmaterial, mengendalikan persediaan, administrasi logistik serta sistempenyimpanan dan pengeluaran barang dari dan ke gudang. Pada dasarnya tujuandari perencanaan material dan pergudangan adalah untuk mengendalikanpersediaan gudang agar dapat melayani permintaan dari pemakai (user) denganbaik, dengan nilai persedian yang optimum, sehingga departemen ini ikutbertanggung jawab terhadap kontinuitas produksi perusahaan .Departemen ini juga melayani permintaan atas pembelian barang bukanpersediaan (non stock) untuk keperluan perusahaan, mengadakan evaluasi teknisserta estimasi harga, sehingga diusahakan apa yang direncanakan untuk dibelisesuai dengan keperluan pemakai (user).
  • 44. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 29Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 3.1 Diagram struktur Organisasi Direktorat Teknik & PengembanganPT. Pupuk Kalimantan Timur.3.1 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan Material Bahan Baku &Pergudangan.Gambar 3.2 Diagram struktur OrganisasI Departemen Perencanaan MaterialBahan Baku & PergudanganDEPARTEMENJASA TEKNKDEPERTEMENPERENCANAANMATERIAL DANPERGUDANGANDEPERTEMENCANGUNDEPARTEMENPPAPDEPARTEMENPENGADAANDERIKTUR TEKNIK DANPENGEMBANGANKOMPARTEMENTENIKKOMPARTEMENKSUPROYEKDEPARTEMENPERENCANAAN MATERIAL &PERGUDANGANBAGIANPERGUDANGANKARU BULKMATERIAL &CHEMICALSTAF PERENCANAANMATERIALSEKSIGUDANG ISEKSIGUDANG IISTAF IDENTIFIKASI &STANDAR MATERIALKARULAYDOWN& BBMPELAKSANAKARUCOUNTERMATERIALKARUPREVENTIVEMATERIALSTAFIDENTIFIKASISTAFPERENCANAANMATERIALSTOCKSTAFPERENCANAANMATERIALNON STOCKPELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA
  • 45. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 30Laporan Praktek Kerja Lapangan 20133.2 Pembagian TugasPembagian tugas dari jabatan-jabatan yang tertera pada gambar 3.2adalah sebagai berikut :3.2.1 Kepala Departemen PerencanaanTugas dari kepala Departemen Perencanaan Material &Pergudangan adalah sebagai berikut :1. Memimpin dan melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaandan pengendalian logistic meliputi rencana pembeliaan material,administrasi logistic dan pengeluaran material dari dan ke gudang.2. Mengkoordinasi unit-unit lain demi kelancaran tugas dantanggung jawab Departemen Perencanaan Material &Pergudangan.3.2.2 Kepala Bagian PergudanganTugas dari kepala bagian pergudangan adalah mengatur,menyiapkaan, memelihara dan mencatat semua barang yang dibelioleh perusahaan maupun mendistribusikan barang-barang tersebutkepada pemakai.3.2.3 Kepala Seksi Bidang ITugas dari kepala seksi bidang I adalah sebagai berikut :1. Membantu kepala bagian pergudangan dalam mengelola sukucadang atau material spare part pabrik yang meliputi penerimaanmaterial dari seksi receiving material.2. Menyimpan dan menempatkan barang-barang sesuaiklasifikasinya.3. Memelihara (preventive material) dan mengendalikan (countermaterial) barang-barang di gudang agar sesuai siap mengeluarkanbarang sesuai dengan permintaan/kebutuhan pemakai (user).
  • 46. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 31Laporan Praktek Kerja Lapangan 20133.2.4 Kepala Seksi Gudang IITugas dari kepala gudang II antara lain :1. Mengendalkan pemasukan dan pengeluaran barang dari gudang,sesuai klasifikasinya, yaitu gudang bulk material, chemical,laydown, BBM, material dan non stock dengan bantuancomputer.2. Melakukan pengendalian gudang secara fisik agar memenuhiaturan pergudangan yang aman, efisien, ekonomis, dan sesuaiaturan pergudangan.3.2.5 Staf Perencanaan MaterialTugas dari stafperencanaan material adalah sebagai berikut :1. merencanakan pembelian barang-barang keperluan perusahaanbaik untuk persediaan stock maupun untuk non stock.2. Melakukan pengendalian persediaan agar tetap pada posisi unukdapat melayani semaksimal mungkin dengan nilai persediaangudang yang minimum demi kelancaran produksi pabrik dansarana pendukung lainnya.3.2.6 Staf Inventory Controltugas dari inventory control adalah sebagai berikut :1. mengendalikan persediaan gudang secara kuantitas denganmelakukan inventory control dan meng-update posisi maksimumdan minimum stock.2. Membuat rencana pembelian barang untuk persediaan gudangberdasaarkan Re-Order Report (ROR)3.2.7 Staf PME dan PFMtugas staf PME dan PFM antara lain :
  • 47. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 32Laporan Praktek Kerja Lapangan 20131. membuat rencana pembelian barang untuk barang langsung pakaiatau tidak masuk gudang (non-stock) berdasarkan MaterialRequestion (MR) dari user.2. Melakukan proses antisipasi sebagai pengendali rencana penerbitanpermintaan pembelian (PP) atas jumlah anggaran yang tersedia.3. Melakukan evaluasi dan analisa harga untuk mendapatkan standartharga yang selanjutnya menjadi bahan estimasi harga.3.2.8 Staf Identiifikasi Dan Standarisasi MaterialTugas dari kepala bidang identifikasi dan standarisasi materialadalah sebagai berikut :1. melakukan identifikasi dan standarisasi material yangdispesialisasikan berdasarkan bidang keahliannya seperti rotating,non- rotating, general mechanical, dan instrument lstrik.2. Membuat identifikasi permintaan item baru (PIB), spare part twoyears, surplus material project dan evaluasi konsolidasi danstandarisasi material.3. Me-maintenance database material dengan system katalougingNATO atau AUSLANG.4. Klarifikator awal PP stock untuk mengevaluasi hasil penawaran darivendor.5. Memberikan penawaran alternative stock dari permintaan barang(MR) dari user.3.3 Prosedur Dan Mekanisme Kerja Bagian Perencanaan MaterialMekanisme kerja yang berlaku dan dijalankan di bagian perencanaanmaterial cukup kompkeks, selaiin merencanakan dn mengendalikankebutuhan untuk pabrik, juga merencanakan kebutuhan material non-pabrik(non-stock) yaitu untuk keperluan secara umum, seperti computer, AC,
  • 48. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 33Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013perangkat alat-alat listrik dan bahan-bahan bangunan untuk proyek yangada dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.Persediaan merupka suber daya yang menganggur atau yang disebut “idle resource”. Suatu persoalan besar yang dihadapi oleh bagianperencanaan material adalah bagaimana menentukan persediaan yangoptimal, dalam arti jumlah persediaan di usahakan minimal namun tetapdapat memberikan pelayanan optimal bagi pemakai, untuk mencapai tujuantersebut, maka persediaan harus direncanakan dan dikendalikan secaraseksama dan terus-menerus secara periodik.Penugasan kerja pada bagian perencanaan material dibagi dalam tigaseksi, dimana input dan output dari ketiga seksi tersebut dihubungkan satusama lain dengan system yang dinamakan avantis. Avantis adalah softwarecomputer yang merupakan alat bantu untuk me-record dan mengolah datatentang stock item. Software Avantis (inventori control system) sehinggaaplikasinya belum optimal.3.3.1 Staf Inventory ControlPenyusunan rencana kerja di staf ini antara lain :1. Mereview kondisi maksimum dan minimum dari stok yang berasaldari Re-order Report (ROR) yang secara otomatis tercetak olehsystem avantis, apabila item tersebut telah mencapai batasminimum. Stok item dikelompokkan berdasarkan besarnyafrekuensi pengambilan material, menjadi beberapa golonganpergerakan material, yaitu :a. Fast moving.b. Medium moving.c. Slow moving.d. Non moving.e. Sleeping stock.
  • 49. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 34Laporan Praktek Kerja Lapangan 20132. Mengklasifikasikan material berdasarkan konsep klasifikasi ABCatau disebut juga analisa ranking per periode, biasanya 6 bulansekali terhadap movement material stok. Tujuan dari analisa iniadalah untuk menentukan prioritas order, memberikan pelayananyang lebih baik dengan nilai investasi yang lebih kecil.3. Menganalisa item-tem stok yang non-moving untuk mengetahuiapakah item-item tersebut masih layak untuk distok atau dipesankalau ada permintaan pembelinya dijadwalkan kembali denganmempertimbangkan perkiraan waktu pemakaian, lead time, hargadan tingkat urgensinya pabrik.4. Memberiakan suatu informasi ke bagian identifikasi danstandarisasi material tentang item-item stok yang akan dihapusdari catatan komputer setelah dievaluasi bersama user.5. Merencanakan kebutuhan per tahun untuk barang-barangconsumable stock, seperti bahan kimia, lube oil, BBM, karung, danlain-lain.Memantau Level Minimum dan Maksimum stok. Dalam suatu sisteminventory control yang baik , diperlukan suatu data tentang jumlah stockmaksimum dan minimum yang akurat. Sangat diharapkan stock item yang ada digudang selalu berada antara batas maksimum dan minimum level, yangdimaksud dengan minimum stock disini adalah suatu batas inventori dimanaorder harus dilakukan. Review maksimum dan minimum stock di staf inventoricontrol ini dilakukan dalam seminggu sekali melalui ROR tadi.Penentuan maksimum stock di staf tersebut biasanya dilakukanberdasarkan hal-hal sebagai berikut :1. Data pemakaian Selma lima tahun ditambah data berjalan. Berdasarkandata-data ini, diharapkan pemantauan minimum atau maksimum stockakan lebih realistis.
  • 50. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 35Laporan Praktek Kerja Lapangan 20132. Berdasarkan metode perhitungan metode praktis dengam rumusmatematis.Untuk menentukan minimum stock atau Re-Order level , adalahbilamana persediaan sama dengan kebutuhan selama tenggang waktupemesanan (lead time) ditambah dengan besarnya safety stock. Rumusdan cara mencarinya sebagai berikut :1. Minimum stockMinimum stock dihitung dengan persamaan sebagai berikut :Minimum stock = 𝑋 ×𝐿𝑇+ 𝑆𝑆 ……………………………………….…...(3.1)Dengan: 𝑋 = Rata-rata pemakaian tiap bulan.𝐿𝑇= Rata-rata lead time.SS = Safety stock.2. Safety stockDapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :SS = 𝑋 ×𝐿𝑇× n% ……………………………………..……………………………(3.2)Dimana n% berkisar anatra 20-30%, tergantung dari tingkat urgensidar material stok. Semakin besar presentase maka semakin besar pulatingkat keamanan dari stok.3. Re-Order Quantity (ROQ)Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :ROQ = 𝑋 ×𝐿𝑇× k…………………………………………..………………..…..…(3.3)4. Maksimum StokDapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :Maksimum stok = ROQ + SS ……………………………………………………..(3.4)Dimana k adalah faktor pengaman, tabel dapat dilihat pada table 3.1sebagai berikut :Tabel 3.1 Nilai Tingkat Kepercayaan (%) untuk tiap faktor pengaman(k)
  • 51. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 36Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Faktor Pengaman(k)Tingkat Kepercayaan(%)0.00 50.000.67 75.000.84 80.001.00 84.131.04 85.001.25 89.441.28 90.001.50 93.321.56 94.001.60 94.521.65 95.001.75 96.001.88 97.002.00 97.722.05 98.002.20 98.612.33 99.002.40 99.182.50 99.382.57 99.502.65 99.602.75 99.702.88 99.803.00 99.863.09 99.903.20 99.93
  • 52. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 37Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Aplikasi dari persamaan-persamaan diatas biasanya dipakai untukmengendalikan stok dari barang yang permintaannya tetap, pemakaiannyakontinyu dan jenisnya sedikit. Item stok yang dimaksud biasanya adalah barangchemical, lube oil, pipe and tube fitting, dan barang stok lain dengan kondisiseperti diatas.Mereview Re-Order Material Stock, system pemesanan kembali untuksetiap item stok sudah dilakukan oleh computer dengan batasan apabila jumlahpersediaan di gudang ditambah dengan jumlah barang yang sedang dipesansama dengan atau kurang dari minimum stok. Computer akan secara otomatismencetak perintah item-item tersebut untuk dipesan kembali. Perintah Re-Orderini biasanya dicetak seminggu sekali (Format Re-Order Report ).Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :ROP / Minimum Stok ≤ BOH + BOO………………………………………………………………(3.5)Dengan : ROP : Re-Order Point (tingkat persamaan kembali).BOH : Balance On Hand (jumlah persediaan di gudang).BOO : Balance On Order (jumlah barang yang dipesan).Kondisi stok dibawah minimum atau tidak ada stok. Pada dasarnya tujuanutama dari pengadaan persediaan adalah untuk memperlancar prosesoperasional dari pabrik. Apabila terjadi kehabisan stok, terutama untuk barang-barang pipe dan tube fitting yang merupakan salah satu spare part yang penting,maka akan menyebabkan berhentinya proses produksi. Tentunya hal ini akanmenyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang besar. Terjadinya kehabisanstok bisanya disebabkan beberapa hal berikut :1. Peningkatan pemakaian barang.4.00 99.99
  • 53. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 38Laporan Praktek Kerja Lapangan 20132. Waktu lead time yang tidak pasti.3. Ketidak pastian pemakaian barang.Dari pengalaman ini, untuk mempercepat proses pengadaan terhadapbarang-barang stok krisis, biasanya dari staf inventory control akan membuatsurat pemberitahuan ke bagian pengadaan agar stok dapat dipercepatpengadaannya (surat push). Jika dalam keadaan persediaan nol sedangkanbarang tersebut sangat dibutuhkan untuk operasional pabrik biasanyaperusahaan membuat surat permohonan meminjam barang tersebut biasanya keAPPI dan perusahaan terdekat.3.3.2 Staf Perencanaan Material dan Evaluasi (PME) atau PerencanaanFabrikasi Material (PFM)Pekerjaan rutin yang dilakukan oleh staf PME/PFM antara lain :1. Menerima permintaan material/MR (material request) dari seluruhdepartemen atau user yang akan diproses menjadi PP (permintaanpembelian).2. Membuat file lengkap setiap nomor PP meliputi MR dan dokumenyang muncul kemudian seperti PO (purchasing Order) atau revisi dandokumen-dokumen lain yang berkaitan.3. Dalam menganalisa harga barang, staf PME/PFM bertugas membuatcatatan harga barang. Staf ini bertugas membuat catatan hargabarnag berdasarkan data-data pembelian masa lalu denganmengambil data-data lima tahun terakhir yang terecord padasoftware avantis, baik berupa barang barang stok maupun non-stock.Harga-harga yang diperoleh kemudian dievaluasi untuk menentukanharga yang wajar. Dari data tersebut dibuat daftar standar hargauntuk dijadikan referensi dalam estimasi harga dari tahun ke tahun.Juga membuat catatan supplier yang dominan atas harga yang wajar,supply metrial, lead time, dan lain-lain.
  • 54. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 39Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134. Dalam mengevaluasi nilai stok di gudang, staf PME/PFM membuatcatatan persediaan gudang setiap akhir bulan baik jumlah stokmaupun nilai barangnya.3.4 Prosedur Dan Mekanisme Kerja Bagian Identifikasi dan StandarisasiMaterialTujuan umum dari bagian ini adalah untuk membuat identifikasi teknisatas semua barang yang dikategorikan persediaan gudang ataupun non-stokbila diperluakan. Identifikasi material akan dituangkan dalam bentuk matercatalog yang berguna bag user dan DPM & P sendiri untuk mencari ataumeminta barang yang diperlukan oleh user dengan cepat dan tepat. Data-data hasil identifikasi ini sangat penting dalam proses pembelian barangterutama menyangkut nama barang, spesifikasi material, part number,manufacture code, nomor seri, dan lain-lain.Adapun tugas rutin yang dikerjakan oleh staf ini adalah sebagai berikut :1. Memeriksa spare part setiap item untuk diteliti tentang kebenaran darispesifikasi barang, misalnya drawing number, part number, equipmentnumber sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku setelah dicetakterlebih dahulu dengan stok yang ada.2. Apabila terdapat pengajuan spare part tambahan untuk dipesan, makapetugas identifikasi terlebih dahulu memeriksa kebenaran spesifikasiyang ada dengan data teknis yang ada dikomputer. Bila ternyatadikomputer spare part yang dimaksud tidak ada, maka seksi identifikasiakan mengidentifikasi barang yang dimaksud berdasarkan buku manualyang ada. Kendala dalam hal ini terjadi bila data-data yang tersediasangat minim, sehingga sulit untuk meyakinkan apakah stok tersebutmemang benar-benar stok baru atau sudahada sebelumnya.3. Mengamati catalog item stok utnuk memperoleh ide-ide yang menujupada proses konsolidasi, interchanging ability, rasionalisasi stok, dan
  • 55. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 40Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013absolete stok yang bertujuan untuk mengurangi jumlah item stok tanpamengurangi pelayanan pada user.Tugas khusus yang diemban dari staf ini adalah mengkoordianasisystem kodifikasi paper work dari departemen perencanaan material &pergudangan seperti kode penomoran permintaan pembelian (menurutkelas, fungsi kategori, lokasi penggunaan, dan movement)danmerencanakan penggunaan kodifikasi tersebut secara universal dalamdepartemen maupun antar departemen atau departemen dalamlingkungan PT. Pupuk Kalimantan Timur.3.5 Prosedur dan mekanisme kerja bagian pergudanganTanggung jawab bagian pembelian dan berakhir setelah barang yangdipesan diterima digudang dengan baik sesuai dengan spesifikasi yangtercantum dalam order pembelian. Dengan demikian tanggung jawabterhadap permintaan, penyimpanan, keamanan, dan pengeluaran barangterletak pada bagian pergudangan. Secara umum tugas dan tanggung jawabbagian ini adalah sebagai berikut :1. Menerima dan menyimpan bahan dan supply sehingga tetap tersediapada saat diperlukan.2. Mengeluarakan barang-barang ke bagian lain yang memerlukan denganprosedur yang berlaku.3. Mencatat semua barang di gudang dan perubahan-perubahannyaterutama segi fisik.4. Merencanakan tata ruang dan menggunakan alat-alat gudang denganefisien.5. Menjaga ketertiban, kelancaran dan kebersihan penyimpanan barang digudang.6. Menjaga agar semua barang dan supply dalam tanggung jawabnyaberada dalam daerah gudang.
  • 56. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 41Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Bagian pergudangan dikepalai oleh kepala bagian pergudangan. Tugasdan pekerjaan dari kepala bagian ini dibagi dalam dua seksi gudang yaitu :a. Seksi Gudang I (spare part).b. Seksi Gudang II (chemical, laydown, dan otomotif).3.5.1 Seksi Gudang ITujuan umum dari seksi ini adalah mengatur, menyimpan, dammemelihara barang yang diterima dari receiving sesuai dengan aturanpergudangan yang berlaku. Selain itu juga mengendalikan pengeluaranbarang dari gudang sesuai dengan keperluan pemakai berdasarkanprosedur yang berlaku. Pada gudang ini disimpan beberapa macamspare part pabrik, seperti elektronik stock, turbine, instrumen, pompa,kompresor, dan lain-lain.Adapun tugas-tugas pokok yang dikerjakan oleh seksi gudang Iadalah sebagai berikut :1. Menerima barang dari receiving dan mengalokasikannya sesuaidengan aturan yang telah ditentukan yaitu system NATO dimanasetiap item dibagi-bagi atau ditempatkan menurut groups atau subgroupsnya.2. Memelihara barang dan lokasi secara administrative, sepertipenomoran lokasi yang jelas, pencantuman nomor stok, danspesifikasi yang sesuai, serta meng-update kartu persediaan (bincard) untuk tiap penambahan ataupun pengurangan stok.3. Memelihara gudang dan barang secara fisik agar terhindar darikerusakan selama disimpan, terhindar dari bahaya kebakaran,korosi, kehilangan, dan lain-lain.
  • 57. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 42Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134. Melayani user dalam pengambilan barang yaitu mencari lokasibarang, menyerahkan barang dan mencatat setiap pengambilanbarang.Ukuran keberhasilan dari seksi gudang 1 adalah tidak adanyakerusakan dan kehilangan barang , jumlah stok yang akurat antara datakomputer dan kenyataan di gudang antara bin card dan secara fisiknya.Selain itu juga dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepatsetiap permintaan dari user.3.5.2 Seksi Gudang IIAda berberapa gudang yang berada dibawah pengawasan kepalaseksi gudang II, yaitu antara lain :1. Gudang chemical, merupakan gudang yang berisi stok bahan-bahankimia untuk operasi pabrik.2. Gudang otomotif dan bulk material, seperti valve, tools, materialconsumable, bolts, round bar, dan palte bar.3. Gudang Lay down, merupakan gudang terbuka yang berisikanbarang-barang bekas proyek, tabung-tabung oksigen, hydrogen, danlain-lain.Tugas-tugas harian yang biasa dikerjakan oleh seksi gudang II tidakjauh beda dengan seksi gudang I. perbedaan yang mendasar adalahjenis material yang ditangani.3.6 Tata Cara Penyimpanan Barang di GudangDalam perencanaan lokasi barang di gudang, material harus diletakkandengan aman, terhindar dari bahaya. Maka untuk menentukan lokasi,susunan, dan kemudahan pengambilan barang perlu diperhatikan beberapahal sebagai berikut :
  • 58. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 43Laporan Praktek Kerja Lapangan 20131. Gudang IMaterial yang terdapat dalam gudang tidak semuanyadigolongkan dalam satu jenis material. Dalam pengelompokan jenismaterial ini dilihat dari frekuensi pengambilan material di gudang. Berikutadalah klasifikasi material berdasarkan frekuensi pengambilan di gudang :a. Barang-barang yang sering diambil (fast moving).b. Barang-barang yang jarang diambil (slow moving).c. Barang-barang yang sangat jarang diambil (sleeping stock).d. Barang-barang yang ukurannya besar (floor stock).e. Barang-barang yang memerlukan penyimpanan khusus.2. Gudang IIPada gudang ini disimpan barang-barang non stock, plastik,barang-barang titipan, barang-barang otomotif, chemical, obsolete.Barang-barang chemical memerlukan penanganan khusus, dimanapenyimpanan diatur sedemikian rupa untuk menghindari kontaminasiantara barang chemical satu dengan yang lainnya. Pengaturan ini sudahdiatur menurut tatanan atau prosedur yang ada. Untuk barang-barangconsumable seperti HCl cair, H2SO4 cair, NaOH cair, dan flag merupakanbahan kimia yang sangat sering di issued atau merupakan kebutuhansehari-hari pabrik, maka ditempatkan pada gudang tersendiri.Pertimbangan yang lain adalah bahan-bahan kimia ini sangat beracun danbersifat korosif sehingga perlu tempat tersendiri. Untuk gudang laydownberisi barang-barang yang berukuran besar misalnya pipa-pipa, tangki,drum-drum, bahan kimia dan lube oil.Adapun jenis-jenis gudang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu :1. In Door (lokasi rak pallet)Barang-barang yang disimpan disini adalah barang-barang yang dapatdisusun di atas pallet, dan kemudian dialokasikan dengan alat angkut,seperti fork lift. Barang-barang disini seperti gasket, shaft, gear,
  • 59. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 44Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013gearing, dan lain-lain. Biasanya barang-barang ini berukuran danmemiliki berat menengah.2. Out Door/Floor (lantai)Lokasi ini dipakai hanya untuk barang-barang yang besar yang tidakmungkin dimasukkan kedalam rak.3. Hot Room (ruang panas)Lokasi ini dipakai untuk menyimpan barang-barang yang memerlukanperawatan penyimpanan pada suhu yang panas, seperti jenis kawatlas.4. Cold Room (ruang dingin)Ruangan ini dipakai untuk menyimpan barang-barang yang tidak bolehterkena udara panas, sehingga harus disimpan dalam ruang dingin,seperti jenis barang lem, rubber linning, bahan kimia dan lain-lain.5. Guard Room (ruang khusus)Ruangan khusus ini dipakai untuk menyimpan barang-barang yangbentuknya kecil tetapi memiliki nilai yang tinggi sehingga dalampenanganannya memerlukan penanganan khusus. Barang-barangdisimpan dalam lokasi khusus ini antara lain, alat-alat instrumen, fittingmaterial, stainless steel, connector, dan lain-lain.
  • 60. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 45Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013BAB IVPENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA4.1 Rumusan MasalahDidalam melakukan pekerjaan di Departemen Perencanaan Material,Bahan Baku dan Pergudangan (PMBB & P) yang mengelolah PerencanaanMaterial Bahan Baku dan Pergudangan, ada beberapa gudang yang menjaditempat peyimpanan stock bahan baku dan spare part untuk mendukungkelangsungan proses produksi. Maka dari itu, penulis melakukan penelitianpada gudang II (consumable) yang mengelola persediaan berbagai jeniskarung dan spare part non-stock. Melihat tingkat kepentingan karung dalamproses pengantongan Pupuk, penulis menjadikan karung sebagai objekpenelitian dalam hal persediaannya. karena tanpa karung, maka prosesproduksi bisa terhenti. Karena itu, penulis fokus hanya pada persediaankarung.Ada dua jenis karung antara lain karung Urea dan karung NPK. Keduajenis karung ini, masih terbagi atas beberapa bagian berdasarkan komposisidan jenis kemasannya. Dari komposisi dan jenis kemasan inilah yangmembuat karung menjadi lebih banyak dan dibedakan atas beberapa stocknumber.Penulis membatasi penelitian jenis karung dan hanya fokus pada jeniskarung Urea Non Subsidi dan subsidi (Holding) yang mewakili sebagian daribeberapa stock number.Dari masalah ini, maka penulis mengangkat judul “Analisa perbandinganmetode Min-Max, Blanket Order, Konsinyasi, dan Re-Order Quantity untukmenghitung Total Cost persediaan karung Pupuk Urea Pada PT. PupukKalimantan Timur”
  • 61. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 46Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.2 Tujuan PenelitianTujuan dari perumusan masalah ini adalah untuk memberikan informasimengenai jumlah karung jenis karung Urea Non-Subsidi dan Subsidi(Holding) yang harus tersedia untuk mengantisipasi kehabisan stok danmengetahui total cost yang dikeluarkan dalam persediaan karung tersebut.4.3 Batasan MasalahBatasan masalah dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan adalahsebagai berikut :1. Pengambilan data dilakukan dalam lingkungan Departemen PerencanaanMaterial, Bahan Baku dan Pergudangan (PMBB & P), departemenpengadaan, dan departemen akuntansi2. Data historis item yang digunakan adalah data historis item yangdigunakan untuk kebutuhan pengantongan pupuk jenis karung Urea Non-subsidi dan Subsidi (Holding) yang terdapat pada software Avantis selama4 tahun, mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2012.3. Perhitungan statistik dalam pengolahan data item menggunakan servicelevel 95 %.4. Pengolahan data dilakukan pada 8 stock number karung pupuk Urea baikkarung Non-subsidi dan Subsidi dengan quantity pemakaian lengkap daritahun 2009 sampai 2012.4.4 Asumsi-Asumsiasumsi yang digunakan dalam pengolahan data adalah sebagai berikut :1. data yang digunakan merupakan data yang mewakili factual materialdilapangan.2. Biaya order material terhitung adalah konstan.
  • 62. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 47Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.5 Pengumpulan Datadata yang dibutuhkan dalam pengolahan laporan ini, penulis dapatkan ditiga tempat yaitu di Departemen Perencanaan Material bagian inventoritentang data-data karung Urea Non-Subsidi dan subsidi dari tahun 2009sampai tahun 2012 yang diklasifikasikan dalam bentuk stock numbersebagai objek penelitian yang didapatkan melalui software Avantis yang dikonversikan ke Microsoft excel. untuk mendapatkan data ordering cost didapatkan di Departemen Pengadaan, serta mendapatkan data menengenaikebijakan perusahaan dalam menentukan holding cost didapatkan diDepartemen Akuntansi.4.6 Pengolahan Datapengolahan data terbagi atas tiga tahap, yakni seleksi item,forecasting/peramalan permintaan, serta perhitungan total cost.4.6.1 Seleksi Itemitem-item persediaan karung yang tersedia di dapatkan melaluisoftware Avantis yang disaring lagi menjadi beberapa item sesuaikeinginan penulis karena karung sudah termasuk item consumableyang frekuensi pengambilannya cukup tinggi. Adapun prosespengklasifikasiannya adalah sebagai berikut:1. Mengambil data melalui software Avantis mengenai data jeniskarung Urea non-Subsidi dan Subsidi dengan stock number yangsudah ditentukan dari tahun 2009-2012.2. Mengambil data item yang mempunyai pemakaian secara ber-urut dari tahun 2009-2012 dan mengeliminasi data yang quantitypemakaiannya tidak lengkap untuk mendapatkan perbandingandata yang lebih akurat dari tahun ke tahun berikutnya.4.6.2 Data Hasil SeleksiAdapun data hasil seleksi dari item-item yang dijadikan objekpenelitian adalah sebagai berikut:
  • 63. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 48Laporan Praktek Kerja Lapangan 20131. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stocknumber83603-5).2. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stock number86824-8).3. Sack , Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stocknumber 79382-5).4. Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91667-6).5. Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91672-2).6. Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number91668-4).7. Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah(91670-6).8. Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91671-4).Item-item inilah yang kemudian dijadikan objek penelitian untukmengetahui stock quantity yang mewakili jenis karung Urea karungNon-Subsidi.4.6.3 Forecasting /Perhitungan Ramalan PermintaanForcasting/perhitungan ramalan permintaan pada tahap inidilakukan pada setiap item yang dijadikan objek penelitian dengantujuan untuk mendapatkan permintaan (demand) untuk periode2013-2014 yang dilakukan dengan perhitungan total cost.Foresting ini dilakukan dengan menggunakan software Win-QSBCara menggunakan software Win-QSB untuk forecasting adalahsebagai berikut :
  • 64. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 49Laporan Praktek Kerja Lapangan 20131. Buka software aplikasi Win-QSB2. Saat toolbar muncul klik forecasting and linear Regretion3. Input data historis pemakaian item yang telah ditentukan padakolom yang tersedia. Setelah itu, muncul historical data dan inputdata quantity pemakaian dari item tersebut.4. Pilih toolbar solve and analyze lalu klik perform forecasting.Setelah muncul forecasting set up, lalu pilih metode forecastingyang mempunyai MAPE terendah, untuk karung kamimenggunakan metode linear regretion.5. Setelah itu, isi number of periods to forecast sesuai denganjumlah peramalan pada periode yang akan diramalkan.6. Kemudian muncul hasil forecast untuk tahun selanjutnya.Gambar 4.1 Tampilan Forecast Win-QSB4.6.3.1 forecasting item (Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-SubsidiSurabaya (stock number 83603-5))data historis pemakaian item (Sack , Urea, Prill, Daun BuahNon-Subsidi, Surabaya (stock number 83603-5)) selama 4tahun berturut adalah sebagai berikut :
  • 65. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 50Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Tabel 4.2 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi SurabayaDengan Stock Number 83603-5Lalu data-data ini dimasukkan ke software Win-QSB denganlangkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas. Setelah itu, akan munculhasil peramalannya sebagai berikut:Tabel 4.3 Tabel Forecast Karung Non-Subsidi Surabaya Dengan StockNumber 83603-5 dengan Software Win-QSBTahunJumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,Suarabaya (Stock Number 86818-3) (Per Lembar)2009500.0002010429.4002011163.4002012383.200
  • 66. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 51Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 4.2 Grafik Pemakaian Karung Non-Subsidi Surabaya DenganStock Number 83603-54.6.3.2 forecasting Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang(stock number 86824-8)Tabel 4.3 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Prill BontangDengan Stock Number 86824-8TahunJumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,Bontang (Stock Number 86818-3) (Per Lembar)20098.557.60020109.896.00020116.942.00020127.327.600
  • 67. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 52Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Adapun hasil peramalannya adalah sebagai berikut :Tabel 4.4 Tabel Forecast Karung Non-Subsidi Prill Bontang DenganStock Number 86824-8 dengan Software Win-QSBGambar 4.3 Grafik Pemakaian Karung Non-Subsidi Prill Bontang DenganStock Number 86824-8
  • 68. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 53Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.3.3 Sack Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stocknumber 79382-5).Tabel 4.5 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi GranulBontang Dengan Stock Number 79382-5Adapun hasil peramalannya adalah sebagai berikut :Tabel 4.6 Tabel Forecast Karung Non-Subsidi Granul BontangDengan Stock Number 79382-5 dengan Software Win-QSBTahunJumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,Suarabaya (Stock Number 86818-3) (Per Lembar)2009729.20020101.225.2002011805.20020121.512.400
  • 69. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 54Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 4.4 Grafik Pemakaian Karung Non-Subsidi Granul Bontang DenganStock Number 79382-54.6.3.4 Mataram , Sack Urea, Holding, bersubsidi pemerintah (91667-6).Tabel 4.7 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi Mataram(Holding) Dengan Stock Number 91667-6TahunJumlah Pemakaian Sack Urea, Holding, subsidi PEME, Mataram(Stock Number 91667-6) (Per Lembar)20092.125.20020101.876.72120111.973.11120121.658.892
  • 70. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 55Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Adapun hasil peramalannya sebagai berikut :Tabel 4.8 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Mataram DenganStock Number 91667-6 dengan Software Win-QSBGambar 4.5 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Mataram DenganStock Number 91667-6
  • 71. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 56Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.3.5 Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah(stock number 91672-2).Tabel 4.9 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding)Makassar Dengan Stock Number 91672-2Adapun hasil peramalannya sebagai berikut :Tabel 4.10 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) MataramDengan Stock Number 91667-6 dengan Software Win-QSBTahunJumlah Pemakaian Sack Urea, Holding, subsidi PEME, MKS (StockNumber 91672-2) (Per Lembar)20092.740.80020102.966.33720113.376.0262012757.500
  • 72. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 57Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 4.6 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Makassar DenganStock Number 91672-24.6.3.6 Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number91668-4).Tabel 4.11 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) BaliDengan Stock Number 91668-4TahunJumlah Pemakaian Sack Urea, Holding, subsidi PEME, Bali (StockNumber 91668-4) (Per Lembar)2009666.40020101.070.3662011867.6722012498.608
  • 73. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 58Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Adapun hasil peramalannya sebagai berikut :Tabel 4.12 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bali DenganStock Number 91668-4 dengan Software Win-QSBGambar 4.7 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bali Dengan StockNumber 91668-44.6.3.7 Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah(91670-6)
  • 74. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 59Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Tabel 4.13 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) SurabayaDengan Stock Number 91670-6Adapun hasil peramalannya sebagai berikut :Tabel 4.14 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) SurabayaDengan Stock Number 91670-6 dengan Software Win-QSBTahunJumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,Suarabaya (Stock Number 91670-6) (Per Lembar)200910.407.890201011.916.075201111.138.40220122.711.400
  • 75. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 60Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Gambar 4.8 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Surabaya DenganStock Number 91670-64.6.3.8 Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91671-4)Tabel 4.15 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding)Bontang Dengan Stock Number 91671-4Tahun Jumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,Bontang (Stock Number 91671-4) (Per Lembar)20091.289.459201090.5412011450.00020121.250.000
  • 76. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 61Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Adapun hasil adalah sebagai berikut :Tabel 4.16 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bontang DenganStock Number 91671-4 dengan Software Win-QSBGambar 4.9 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bontang Dengan StockNumber 91671-44.6.4 Perhitungan Total Cost1. Holding CostHolding cost adalah biaya yang timbul akibat dari jumlahyang disimpan dan lamanya barang disimpan. Setiap hari jumlah
  • 77. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 62Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013barang akan berkurang karena terpakai hingga mencapai nol.Karena nilai bergerak dari sejumlah tertentu (Q) unit ke noldengan tingkat pengurangan konstan (gradient D) selama waktu-t,maka persediaan rata-rata untuk setiap siklus adalah𝑄+02 =𝑄2,sehingga :Holding Cost (Hc) per perode =𝑄2hPada PT.Pupuk Kalimantan Timur nilai Holding Cost dipengaruhioleh :1. Faktor inflasi : 9 %2. Biaya operasi gudang : 10 %3. Biaya Asuransi gudang : 6 %zHolding Cost : 25 %Jadi, besarnya nilai holding cost bernilai 25 % dari nilai/harga itemper unit itu sendiri.2. Order CostOrder Cost adalah biaya-biaya yang terlibat selama prosespemesanan barang dari Vendor hingga barang yang dipesansampai di werehouse. Biaya pesan dipengaruhi oleh jumlahpemesanan dalam satu periode, dimana frekuensi pemesanantergantung pada :1. Jumlah kebutuhan selama satu periode (D)2. Jumlah setiap kali pesan (Q).Dari keterangan diatas bisa kita tuliskan bahwa frequensipemesanan =𝐷𝑄, sehingga biaya pesan diperoleh denganmengalikan𝐷𝑄dengan setiap kali pesan (k), secara matematis:𝐷𝑄x k
  • 78. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 63Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Pada PT. Pupuk Kalimantan Timur, Order Cost dipengaruhioleh :a. Biaya telex Rp. 75.000,-b. Biaya telepon Rp. 375.000,-c. Biaya administrasi dan labor Rp. 200.000,-d. Biaya handling Rp. 700.000,-e. Biaya tender negosiasi Rp. 1.500.000,-Order Cost = Rp. 2.850.000,-Untuk biaya angkut dihitung berdasarkan jumlah per lembardikalikan dengan jumlah karung yang ingin diorder. masing-masingstock number memiliki perbedaan biaya karna dipengaruhi lokasiorder dari tiap-siap stock number, dimana :1. Bontang Rp. 125,-2. Surabaya Rp. 100,-3. Makassar Rp. 130,-4. Mataram Rp. 110,-5. Bali Rp.105,-Untuk mengetahui jumlah order cost masing-masing stocknumber, dilakukan perhitungan, dimana :1. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stocknumber83603-5). (100 x 214.900) + 2.850.000 = 24.340.0002. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stocknumber86824-8). (125 x 6.519.800) + 2.850.000 = 817.825.000
  • 79. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 64Laporan Praktek Kerja Lapangan 20133. Sack , Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stocknumber 79382-5). (125 x 830.271) + 2.850.000 = 106.633.8134. Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91667-6). (110 x 1.582.848) + 2.850.000 = 176.963.2805. Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah(stock number 91672-2). (130 x 1.075.113) + 2.850.000 = 142.614.6906. Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number91668-4). (105 x 920.819) + 2.850.000 = 99.535.9957. Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah(91670-6). (100 x 3.076.656) + 2.850.000 = 310.515.6008. Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91671-4). (100 x 3.685.036) + 2.850.000 = 463.479.5003. Purchasing costa. Tingkat kepercayaan sebesar 95 % (memiliki k-faktor sebesar1,65)b. Purchasing Cost (biaya pembelian)Biaya yang dikeluarkan untuk membeli per unit barangpersediaan, dimana nilainya adalah :purchasing Cost= Nilai Unit Cost X Jumlah Pemakaian
  • 80. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 65Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013sehingga nilai total cost adalah penjumlahan semua factor yangberpengaruh, secara matematis :4. Safety StockDalam hal ini, Safety Stock Sangat diperlukan untukmenjaga ketersediaan karung di gudang agar tidak berakibat fatalbagi perusahaan sehingga dalam hal ini diperlukan safety stockuntuk mengatasi lonjakan permintaan yang tidak terduga. Metodeyang digunakan adalah persentase keamanan dengan kebijakandari PT. Pupuk Kalimantan Timur sebesar 20 % untuk itemconsumable termasuk karung. Secara matematis dapatdirumuskan sebagai berikut :SS = (Average Monthly Usage X Average Lead Time) X P %Re-order Point (ROP)Re-Order Point adalah jumlah barang dimana pemesanan kembaliharus dilakukan agar barang yang dipesan datang tepat pada saatyang dibutuhkan. Berarti perusahaan harus mengamati secara terusmenerus tingkat persediaannya sampai pada titik pemesanan ulangtercapai dan tingkat kebutuhan selama lead time bila kita bandingkanwaktu antara satu pemesanan berikut (t), yaitu :TC =𝐷𝑄x k +𝑄2xh + DcSS = (Average Monthly Usage X Average Lead Time) X P%
  • 81. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 66Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013a. L< tQL waktuTb. L > tQwaktut Luntuk kondisi L < t, maka ROP = L x D, sedangkan untuk L > t maka ROP = (L-t ) x D, niilai t secara matematis sebagai berikut :t =𝐷𝑄Bila nilai Q diperoleh, dari EOQ maka t = t0
  • 82. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 67Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.5 Pengolahan DataA. Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Surabaya (stocknumber 83603-5).Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitungbesarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 214.900 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 3.885,-Average lead time : 3,45 bulan.Order cost (k) : Rp. 24.340.000,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25B. Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Bontang (stocknumber 86824-8).Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitungbesarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 6.519.800 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.925,96,-Average lead time : 5,94 bulan.Order cost (k) : Rp. 814.975.000,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25C. Sack . Urea. Granul. Daun Buah Non-Subsidi. Bontang (stocknumber 79382-5).
  • 83. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 68Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Beberapa faktor yang perlu diketahui untukmenghitung besarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 1.550.400 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.889,-Average lead time : 2,98 bulan.Order cost (k) : Rp. 193.800.000,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25D. Mataram. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stocknumber 91667-6).Beberapa faktor yang perlu diketahui untukmenghitung besarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 1.582.848 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.749,3,-Average lead time : 3,27 bulan.Order cost (k) : Rp. 174.113.280,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25E. Makassar. Sack. Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah(stock number 91672-2).Beberapa faktor yang perlu diketahui untukmenghitung besarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 1.075.113 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.768,33,-
  • 84. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 69Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Average lead time : 3,24 bulan.Order cost (k) : Rp. 139.764.690,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25F. Bali. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stocknumber 91668-4).Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitungbesarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 920.819 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.723,-Average lead time : 4 bulan.Order cost (k) : Rp. 96.685.995,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25G. Surabaya . karung Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah(91670-6)Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitungbesarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 3.076.656 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.640,-Average lead time : 2,98 bulan.Order cost (k) : Rp. 307.665.600,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25
  • 85. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 70Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013H. Bontang. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stocknumber 91671-4)Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitungbesarnya nilai total cost adalah :Ramalan permintaan Tahun 2013 : 3.685.036 lembar.Harga per unit (UC) : Rp. 2.925,-Average lead time : 4,13 bulan.Order cost (k) : Rp. 460.629.500,-Holding cost (h) : 25 % → 0.25
  • 86. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 71Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.5.1 Perhitungan total cost dengan menggunakan metode Min-MaxStockuntuk menjaga ketersediaan bahan baku tetap ada, maka harusdiperhitungkan tingkat minimum stock dan maximum stock suatu barangagar bisa menentukan pemesanan ulang ketika persediaan berada padatingkat minimum stock dan bisa mengetahui berapa jumlah maksimumstock yang bisa ditampung di gudang agar semua berjalan dengan lancarsehingga pabrik pun berproduksi secara kontinyu. Di bawa ini akandijelaskan cara menentukan Maximum Stock dan Minimum Stock denganmenggunakan rumus sebagai berikut :Safety Stock berfungsi untuk mengatasi lonjakan kenaikanpermintaan.Untuk mencari Safety Stock, rumusnya adalah sebagai berikut :Dimana :P = Tingkat urgensitas keberadaan item (20% kebijakan perusahaan)Untuk menghitung total cost dengan metode Maximum-MinimumStock dipengaruhi oleh beberapa factor di bawah ini :a. Safety Stock Cost (SSC)SSC = Safety Stock x h (h = holding cost x harga karungper/lembar)Maximum Stock = (Minimum Stock – Safety Stock) + Minimum StockMinimum Stock = (average Monthly Usage x Average Lead Time) +Safety StockSafety Stock = (average Monthly Usage x Average Lead Time) x P%
  • 87. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 72Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013b. Holding Cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎc. Ordering Cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘 ket : k = Order costD = Demand (permintaantahun selanjutnya).d. Purchasing Cost (PC)PC = D x UC ket : UC = Unit coste. Total Cost (TC)TC = SSC + OC + PC + HCA. Perhitungan total cost Sack Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi,Surabaya (stock number 83603-5).Average Monthly Usage (AMU)=500.000+429.400+163.400+383.200+214.90060=1.690.90060=28.182 LembarAverage Lead Time (ALT) = 3,45 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%= (28.181,67 x 3,45) x 20 %
  • 88. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 73Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 19.445 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (19.445 x 3,45) + 19.445= 116.672 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (116.672 - 19.445) + 116.672= 97.226,75 + 116.672= 213.899 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h= 19.445x (25 % x 3.885)= Rp. 18.886.296,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=214.900213.899 − 116.672x RP. 24.340.000=214.90097.226,75x RP. 24.340.000= Rp.53.798.631,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=213.8989 − 116.6722x 25% X RP. 3.885= 97.227 𝑥 25% 𝑥 RP. 3.885
  • 89. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 74Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= Rp. 47.215.740,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 214.900 x Rp. 3885= Rp. 834.886.500,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 18.886.296,19 + Rp.53.798.630,52 + Rp.47.215.740 + Rp. 834.886.500= Rp. 954.787.167,00B. Perhitungan total cost Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi,Bontang (stock number 86824-8).Average Monthly Usage (AMU)=8.557.600 +9.896.000 +6.942.000 + 7.327.600+ 6.519.80060=39.243.00060= 654.050 LembarAverage Lead Time (ALT) = 5,94 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%= (654.050 X 5,94) x 20 %= 777.011 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS
  • 90. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 75Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= (54.050 X 5,94) + 777.011= 4.662.068 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (4.662.068 -777.011) + 4.662.068= 3.885.057+ 4.662.068= 8.547.125 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h=777.011 X 25 % x2.925,96= Rp. 578.484.987,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=65198008.547.125 −4.662.068X Rp. 817.825.000=6.519.8004.316.730𝑥 Rp. 817.825.000= Rp. 1.372.452.305,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=9.496.806−5.180.0762x 25% x Rp. 2978= 2.158.365 𝑥 25% x Rp. 2978= Rp. 1.446.212.468,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC
  • 91. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 76Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 6.519.800 x Rp. 2978= Rp. 19.415.964.400,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 578.484.987 + Rp. 1.372.452.305 + Rp.1.446.212.468 + Rp. 19.415.964.400= Rp. 22.813.114.161,00C. Perhitungan Total Cost Sack , Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi,Bontang (stock number 79382-5).AMU =729.200+1.225.200+805.200+1.512.400+ 830.27160=510227060= 85.038 LembarAverage Lead Time (ALT) = 2,98 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%= (85.038 x 2,98) x 20 %= 50.683 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (85.038 x 2,98) + 50.683= 304.095 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock
  • 92. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 77Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= (304.095 -50.683) + 304.095= 253.413 + 304.095= 557.508 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h= 50.683 x 25 % x Rp. 2637= Rp. 33.412.473,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=830.271557.508−304.095x Rp. 106.633.813=830.271253413x Rp. 106.633.813= Rp. 349.370.356,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=557.508−304.0952x 25% x Rp. 2.637= 253.413 𝑥 25% 𝑥 Rp. 2.637= Rp. 83.531.184,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 830.271 x Rp. Rp. 2.637= Rp. 2.189.423.309,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 33.412.473 + Rp. 349.370.356,00 + Rp.83.531.184 +
  • 93. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 78Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Rp. 2.189.423.309= Rp. 2.655.737.323,00D. Perhitungan Total Cost Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidipemerintah (stock number 91667-6).AMU =2.125.200+1.876721 +1.973.111+1.658.892+1.582.84860=9.216.77260=153.613 LembarAverage Lead Time (ALT) = 3,27 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%= (153.613 x 3,27 ) x 20 %= 100.462 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (153.613 x 3,27 ) + 100.462= 602.777 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (602.777 -100.462) + 602.777= 502.314 + 602.777= 1.105.090 Lembar4. Perhitungan safety stock cost
  • 94. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 79Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013SSC = SS x h=100.462 x (25 % x Rp. 2749)= Rp. 69.050.604,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=15828481.105.090− 602.777x Rp. 176.963.280=1.582.848502.314x Rp. 176.963.280= Rp. 557.631.148,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=1.105.090−602.7772x 25% x Rp. 2749= 502.314𝑥 25% 𝑥 Rp. 2749= Rp. 172.626.510,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 1.582.848 x Rp. 2.749= Rp. 4.351.724.006,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 69.050.604 + Rp. 557.631.148 + Rp. 172.626.510 +Rp. 4.351.724.006= Rp. 5.151.032.269,00E. Perhitungan Total Cost Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding,bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2).
  • 95. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 80Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013AMU =2.740.800+2.966.337+3.376.026+757.500+1.075.11360=10.915.77660= 181.927 LembarAverage Lead Time (ALT) = 3,24 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%= (181.927 x 3,24) x 20 %= 117.890 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (181.927 x 3,24) + 117.890= 707.342 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (707.342 - 117.890 ) + 707.342= 589.451 + 707.342= 1.296.794 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h= 117.890 x 25 % x Rp. 2508= Rp. 73.917.268,005. Perhitungan order cost (OC)
  • 96. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 81Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=1.075.1131.296.794− 707.342x Rp. 1.426.146.690=1.075.113589.452x Rp. 1.426.146.690= Rp. 2.601.177.188,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=1.296.794− 707.3422x 25% x Rp. 2508= 294.726 𝑥 25% 𝑥 Rp. 2508= Rp. 184.793.172,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 1.075.113 x Rp. 2768,33= Rp. 2.976.267.571,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 73.917.268 + Rp. 2.601.177.188 + Rp.184.793.172 +Rp. 2.976.267.571 += Rp. 5.556.271.033,00F. Perhitungan Total Cost Bali, Sack Urea Holding, bersubsidipemerintah (stock number 91668-4).AMU =666.400+1.070.366+867.672+820.183+929.81960=4.345.44060
  • 97. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 82Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 72.424 LembarAverage Lead Time (ALT) = 4 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%= (72.424 x 4) x 20 %= 57.939 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (72.424 x 4) + 57.939= 347.635 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (347.635 - 57.939) + 347.635=462.789,36 + 347.635= 637.331 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h= 57.939 x 25 % x Rp. 2723= Rp. 39.442.110,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=920.819637.331− 347.635x Rp. 99.535.995=920.819289.696x Rp. 99.535.995
  • 98. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 83Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= Rp. 316.382.122,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=637.331− 347.6352x 25% x Rp. 2723= 144.848 𝑥 25% 𝑥 Rp. 2723= Rp. 98.605.276,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 920.819 x Rp. 2723= Rp. 2.507.390.137,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 39.442.110 + Rp. 316.382.122 + Rp. 98.605.276 +Rp. 2.507.390.137= Rp. 2.961.819.646,00G. Perhitungan Total Cost Surabaya , karung Urea, Prill, Holding,bersubsidi pemerintah (91670-6)AMU =10.407.890+11.916.075+11.138.402+2.711.400+3.076.65660=3.9250.42360= 654.174 LembarAverage Lead Time (ALT) = 2,98 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)
  • 99. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 84Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013SS = (AMU x ALT) x P%= (654.174 - 2,98) x 20 %= 389.888 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (654.174 - 2,98) + 389.888= 2.339.325 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (2.339.325 -389.888) + 2.339.325= 1.949.438 + 2.339.325= 4.288.762 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h= 389.888 x 25 % xRp. 2400= Rp. 233.932.521,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=3.076.6564.288.762− 2.339.325x Rp. 310.515.600,-=3.076.6561.949.437x Rp. 310.515.600,-= Rp. 49.006.4235,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ
  • 100. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 85Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013=4.288.762−2.339.3252x 25% x Rp. 2400= 1.949.437 𝑥 25% 𝑥 𝑅𝑝. 2400= Rp. 8.692.802.459,-7. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 3.076.656x Rp. 2400= Rp. 7.383.974.400,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 233.932.521 + Rp. 49.006.4235 + Rp.8.692.802.459 +Rp. 7.383.974.400= Rp. 8.692.802.459,00H. Perhitungan Total Cost Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidipemerintah (stock number 91671-4)AMU =3.883.929,5+3.362.871+2.896.000+4.179.000 +368503660=18.006.83660= 300.114 LembarAverage Lead Time (ALT) = 4,13 Bulan1. Perhitungan safety stock (SS)SS = (AMU x ALT) x P%
  • 101. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 86Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= (300.114 x 4,13) x 20 %= 247.894 Lembar2. Perhitungan Minimum StockMin-Stock = (AMU x ALT) + SS= (300.114 x 4,13) + 247.894= 1.487.364 Lembar3. Perhitungan maximum stockMax-Stock =( Min Stock –SS) + Min stock= (1.487.364 - 247.894 ) + 1.487.364= 1.239.470 + 1.487.364= 2.726.835 Lembar4. Perhitungan safety stock costSSC = SS x h= 247.894 x 25 % x Rp. 2.600= Rp. 319.970.221,005. Perhitungan order cost (OC)OC =𝐷𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘𝑥 𝑘=36850362.726.835 − 1.487.364x Rp. 463.479.500=36850361.239.470x Rp. 463.479.500= Rp. 1.377.958.234,006. Perhitungan holding cost (HC)HC =𝑀𝑎𝑥 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 −𝑀𝑖𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘2𝑥 ℎ=2.726.835 − 1.487.3642x 25% x Rp. 2.600= 1.093.915 𝑥 25% 𝑥 Rp. 2.600
  • 102. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 87Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= Rp. 402.827.927,007. Perhitungan purchasing cost (PC)PC = D x UC= 3.685.036 x Rp. 2.600= Rp. 9.581.093.600,008. Perhitungan total cost (TC)TC = SSC + OC + HC + PC= Rp. 319.970.221 + Rp. 1.377.958.234 + Rp.402.827.927 +Rp. 9.581.093.600= Rp. 11.523.010.932,00
  • 103. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 88Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.5.2 Perhitungan Total Cost Dengan Metode Blanket OrderMetode Blanket Order adalah metode satu kalipemesanan untuk satu tahun pada Inventory dan khususuntuk karung. perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 4kali pasokan ( per tri wulan) selama satu tahun. Sehinggarumusnya dapat diformulasikan sebagai berikut :a. Q =D4b. Ordering cost --> 2kc. Holding cost =Q2h = h = % holding cost x UCd. Purchasing cost = D x UCe. Biaya safety stock = SS x hSehingga nilai biaya total yaitu :TC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)A. Perhitungan total cost Sack Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Surabaya (stock number 83603-5).1. Perhitungan jumlah pasokanQ =214.9004= 53.725 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 24.340.000= Rp 48.680.000,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=53.7252(0.25 x 3.885)= Rp 26.090.203,00
  • 104. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 89Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 389.888 x 0.25 x 3.885= Rp 18.886.296,005. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 214.900 x 3.885= Rp 834.886.500,006. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= RP. 48.680.000 + Rp. 26.090.203 +Rp 834.886.500 + Rp. 18.886.296= Rp 928.596.724,00B. Perhitungan total cost Sack . Urea. Prill. Daun Buah.Non-Subsidi. Bontang (stock number 86824-8).1. Perhitungan jumlah pasokanQ =6.519.8004= 1.629.950 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 817.825.000= Rp 1.635.650.000,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=1.629.9502(0.25 x 2.978)= Rp 606.748.888,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h
  • 105. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 90Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 777.011 x 0.25 x 2.978= Rp 578.484.987,005. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 6.519.800 x 2.978= Rp 19.415.964.400,006. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= Rp. 1.635.650.000 + Rp. 606.748.888 +Rp. 19.415.964.400 + Rp. 578.484.987= Rp 22.238.478.225,00C. Perhitungan Total Cost Bontang. Karung Urea Daun BuahNon Subsidi Granul (Stock Number : 79382-5)1. Perhitungan jumlah pasokanQ =830.2714= 207.568 lembar.2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 106.633.813= Rp. 213.267.626,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=207.5682(0.25 x 2.889)= Rp. 68.419.478,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 68.030 x 0.25 x 2.889= Rp. 33.412.474,00
  • 106. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 91Laporan Praktek Kerja Lapangan 20135. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 830.271 x 2.889= Rp. 2.189.423.309,006. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= Rp. 213.267.626 + Rp. 68.419.478 +Rp. 2.189.423.309 + Rp. 33.412.474= Rp. 2.504.730.454,00D. Perhitungan Total Cost Mataram. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6).1. Perhitungan jumlah pasokanQ =1.582.8484= 395.712 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 176.963.280= Rp 353.926.560,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=395.7122(0.25 x 2749.3)= Rp 135.991.375,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 100.463 x 0.25 x 2749,3= Rp 69.050.604,00
  • 107. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 92Laporan Praktek Kerja Lapangan 20135. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 1.582.848 x 2749.3= Rp 4.351.724.006,-6. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= Rp. 353.926.560 + Rp. 135.991.375 +Rp. 4.351.724.006 + Rp. 69.050.604= Rp 4.911.088.258,00E. Perhitungan Total Cost Makassar. Sack. Urea. Prill.Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2).1. Perhitungan jumlah pasokanQ =1.075.1134= 268.779 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 1.426.146.690= Rp 2.852.293.380,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=268.778,252(0.25 x 2.508)= Rp 84.261.981,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 117.890 x 0.25 x 2.508= Rp 73.917.269,005. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC
  • 108. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 93Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 1.075.113 x 2.508= Rp 2.696.383.404,006. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= 2.852.293.380 + 84.261.981 + 2.696.383.404+ 73.917.269= Rp 5.707.124.812,00F. Perhitungan Total Cost Bali. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4).1. Perhitungan jumlah pasokanQ =920.8194= 230.205 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 99.535.995= Rp. 199.071.990,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=230.2052(0.25 x 2.723)= Rp 78.355.942,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 57.939 x 0.25 x 2.723= Rp. 39.442.110,005. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 920.819 x 2.723
  • 109. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 94Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= Rp 2.507.390.137,006. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= 199.071.990 + 78.355.942 + 2.507.390.137+39.442.110= Rp 2.824.490.384,00G. Perhitungan Total Cost Surabaya . karung Urea. Prill.Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6)1. Perhitungan jumlah pasokanQ =3.076.6564= 769.164 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k= 2 x Rp 310.515.600= Rp. 621.031.200,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=769.1642(0.25 x 2.400)= Rp 230.749.200,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 389.887 x 0.25 x 2.400= Rp. 233.932.521,005. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 3.076.656 x 2.400= Rp. 7.383.974.400,006. Perhitungan Total cost
  • 110. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 95Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013TC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)= 621.031.200 + 230.749.200 + 7.383.974.400+ 7.383.974.400= Rp 8.470.456.485,00H. Perhitungan Total Cost Bontang. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4)1. Perhitungan jumlah pasokanQ =3.685.0364= 921.259 lembar2. Perhitungan order costOrdering cost  2k = 2 x Rp 463.479.500= Rp. 926.959.000,003. Perhitungan Holding CostHolding cost =Q2h=921.2592(0.25 x 2.600)= Rp. 299.409.175,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= 247.894 x 0.25 x 2.600= Rp. 161.131.170,005. Perhitungan purchasing costPurchasing cost = D x UC= 3.685.036 x 2.600= Rp. 9.581.093.600,006. Perhitungan Total costTC = 2k +Q2h + (D x UC) + (SS x h)
  • 111. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 96Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 926.959.000 + 299.409.175 + 9.581.093.600+ 161.131.170= Rp. 10.969.514.205,00
  • 112. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 97Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.5.3 Perhitungan total cost (TC) dengan menggunakan metodekonsinyasiPrinsip metode ini yakni dimana pihak supplier danperusahaan selaku buyer akan menanggung semua biayapersediaan secara bersama-sama (sharing cost). Namun padaperusahaan PT.Pupuk Kalimantan Timur metode iniditerapkan secara berbeda dimana suplierlah yangmenanggung seluruh biaya persediaan yaitu biayapenyimpanan (holding cost). dan segala kerusakan selamabarang dipercayakan kepada perusahaan akan ditanggungsepenuhnya oleh supplier. sehingga biaya penyimpanan idealadalah 0 (holding cost = nol) dan biaya pesan hanya akandikeluarkan sekali dalam setahun dan selanjutnya biaya beli(purchasing cost) akan dikeluarkan sesuai dengan kebutuhanbarang dari perusahaan. penjelasan secara matematis sebagaiberikut :1. Q =D122. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k3. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h4. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC5. Nilai total costTotal cost = 1k + (SS x h ) + (D x UC)A. Perhitungan total cost Sack Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Surabaya (stock number 83603-5).
  • 113. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 98Laporan Praktek Kerja Lapangan 20131. Q =214.90012= 17.909 lembar2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp 24.340.000,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 19.445 x 0.25 x 3.885= Rp 18.886.296,-4. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 214.900 x 3.885= Rp 834.886.500,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 24.340.000 + 18.886.296 + 834.886.500= Rp 878.112.796,00B. Perhitungan total cost Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Bontang (stock number 86824-8).1. Q =6.519.80012= 543.317 lembar2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 817.825.000,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 777.011 x 0.25 x 2.978= Rp. 578.484.987,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 6.519.800 x 2.978
  • 114. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 99Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= Rp. 19.415.964.400,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 817.825.000 + 578.484.987 +19.415.964.400= Rp. 20.812.274.387,00C. Perhitungan Total Cost Bontang. Karung Urea Daun BuahNon Subsidi Granul (Stock Number : 79382-5)1. Q =830.27112= 69.190 lembar.2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 106.633.813,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 68.030 x 0.25 x 2.889= Rp. 33.412.473,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 830.271 x 2.889= Rp. 2.189.423.309,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 106.633.813 + 33.412.473 +2.189.423.309= Rp. 2.329.469.595,00
  • 115. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 100Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013D. Perhitungan Total Cost Mataram. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6).1. Q =1.582.84812= 131.904 lembar2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 176.963.280,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 100.463 x 0.25 x 2.749= Rp. 69.050.604,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 1.582.848 x 2.749= Rp 4.351.724.006,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 176.963.280 + 69.050.604 +4.351.724.006= Rp. 4.597.737.891,00E. Perhitungan Total Cost Makassar. Sack. Urea. Prill.Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2).1. Q =1.075.11312= 89.593 lembar2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 1.426.146.690,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h
  • 116. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 101Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 117.890 x 0.25 x 2.508= Rp. 73.917.269,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 1.075.113 x 2.508= Rp. 2.696.383.404,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 1.426.146.690 + 73.917.269 +2.696.383.404= Rp. 4.196.447.363,00F. Perhitungan Total Cost Bali. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4).1. Q =920.81912= 76.735 lembar2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 99.535.995,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 57.939 x 0.25 x 2.723= Rp. 39.442.110,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 920.819 x 2.723= Rp 2.507.390.137,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC
  • 117. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 102Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 99.535.995 + 39.442.110 +2.507.390.137= Rp. 2.646.368.242,00G. Perhitungan Total Cost Surabaya . karung Urea. Prill.Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6)1. Q =3.076.65612= 256.388 lembar.2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 310.515.600,003. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 389.888 x 0.25 x 2.400= Rp. 233.932.521,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 3.076.656 x 2.400= Rp. 7.383.974.400,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 310.515.600 + 233.932.521 +7.383.974.400= Rp 7.928.422.521,00H. Perhitungan Total Cost Bontang. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4)1. Q =3.685.03612= 307.086 lembar2. Nilai biaya pesanOrdering cost  1 x k = Rp. 463.479.500,00
  • 118. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 103Laporan Praktek Kerja Lapangan 20133. Nilai biaya safety stockSafety stock = SS x h= 247.894 x 0.25 x 2.600= Rp. 161.131.171,004. Nilai biaya persediaanPC (purchasing cost) = D x UC= 3.685.036 x 2.600= Rp. 9.581.093.600,005. Nilai total costTotal cost = OC + SSC + PC= 463.479.500 + 161.131.171 +9.581.093.600= Rp. 10.205.704.271,00
  • 119. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 104Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.6.5.4 Perhitungan Total Cost (TC) Dengan Menggunakan MetodeRe-Order QuantityA. Perhitungan total cost Sack Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Surabaya (stock number 83603-5).1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (28.182 x 3,45 ) x 1.65= 160.424 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =DROQx k=214.900160.424x 24.340.000= Rp. 32.605.231,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=160.4242x (0.25)(3.885)= Rp. 77.905.972,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp 18.886.296,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 214.900 x 3.885= Rp 834.886.500,006. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC
  • 120. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 105Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 32.605.231 + 77.905.972 +18.886.296 + 834.886.500= Rp. 964.283.999,007. Jumlah order =DROQ=214.900160.424= 1,3 kaliorder/tahun.B. Perhitungan total cost Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Bontang (stock number 86824-8).1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (654.050 x 5,94 ) x 1.65= 6.410.344 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k=6.519.8006.410.344x 817.825.000= Rp. 831.789.276,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=6.410.3442x (0.25)( 2.978)= Rp. 2.386.250.573,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp. 578.484.987,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC
  • 121. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 106Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= 6.519.800 x 2.978= Rp. 19.415.964.400,006. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC+HC+SSC+PC= 831.789.276 + 2.386.250.573 +578.484.987 + 19.415.964.400= Rp. 23.212.489.236,007. Jumlah order =DROQ=6.519.8006.410.344= 1 kali order/tahun.C. Perhitungan Total Cost Bontang. Karung Urea Daun BuahNon Subsidi Granul (Stock Number : 79382-5)1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (85.038 x 2,98 ) x 1.65= 418.131 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k=830.271418.131x 106.633.813= Rp. 211.739.610,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=418.1312x (0.25)( 2.889)= Rp. 137.826.453,004. Perhitungan biaya safety stock
  • 122. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 107Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013Biaya safety stock = SS x h= Rp. 33.412.473,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 830.271 x 2.889= Rp. 2.189.423.309,006. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC+HC+SSC+PC= 211.739.610 + 137.826.453 +33.412.473 + 2.189.423.309= Rp. 2.572.401.845,007. Jumlah order =DROQ=830.271418.131= 2 kali order/tahun.D. Perhitungan Total Cost Mataram. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6).1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (153.613 x 3,27 ) x 1.65= 828.818 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k=1.582.848828.818x 2.850.000= Rp. 176.963.280,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h
  • 123. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 108Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013=828.8182x (0.25)( 2.749)= Rp. 284.833.742,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp. 69.050.604,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 1.582.848 x 2.749= Rp 4.351.724.006,006. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC= 176.963.280 + 284.833.742 +69.050.604 + 4.351.724.006= Rp. 5.043.566.624,007. Jumlah order =DROQ=1.582.848828.818= 2 kali order/tahun.E. Perhitungan Total Cost Makassar. Sack. Urea. Prill.Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2).1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (181.929,6 x 3,24) x 1.65= 972.596 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k
  • 124. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 109Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013=1.075.113972.596x 1.426.146.690= Rp. 1.576.471.023,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=972.5962x (0.25)(2.508)= Rp. 304.908.734,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp. 73.917.269,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 1.075.113 x 2.508= Rp. 2.696.383.404,006. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC+HC+SSC+PC= 1.576.471.023 + 304.908.734 +73.917.269 + 2.696.383.404= Rp 4.651.680.430,007. Jumlah order =DROQ=1.075.113972.596= 1 kali order/tahun.F. Perhitungan Total Cost Bali. Sack Urea Holding. bersubsidipemerintah (stock number 91668-4).1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor
  • 125. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 110Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= (72.424 x 4) x 1.65= 477.998 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k=920.819477.998x 99.535.995= Rp. 191.746.741,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=477.9982x (0.25)(2.723)= Rp. 162.698.705,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp. 39.442.110,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 920.819 x 2.723= Rp 2.507.390.137,006. Perhitungan Total cost (TC) 2901277694TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC= 191.746.741 + 162.698.705 +39.442.110 + 2.507.390.137= Rp. 2.901.277.694,007. Jumlah order =DROQ=920.819477.998= 2 kaliorder/tahun.
  • 126. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 111Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013G. Perhitungan Total Cost Surabaya . karung Urea. Prill.Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6)1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (654.174 x 2,98) x 1.65= 3.216.572 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k=3.076.6563.216.572x 310.515.600= Rp. 297.008.628,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=3.216.5722x (0.25)( 2.400)= Rp. 964.971.650,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp. 233.932.521,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 3.076.656 x 2.400= Rp. 7.383.974.400,006. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC= 297.008.628 + 964.971.650 +233.932.521 + 7.383.974.400
  • 127. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 112Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013= Rp. 8.879.887.198,007. Jumlah order =DROQ=3.076.6563.216.572= 1 kali order/tahun.H. Perhitungan Total Cost Bontang. Sack Urea Holding.bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4)1. Perhitungan ROQROQ = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-faktor= (300.114 x 4,13) x 1.65= 2.045.126 lembar.2. Perhitungan Order CostOrder cost =𝐷ROQx k=3.685.0362.045.126x 463.479.500= Rp. 835.126.202,003. Perhitungan holding costHolding cost =ROQ2x h=2.045.1262x (0.25)(2.600)= Rp. 664.666.080,004. Perhitungan biaya safety stockBiaya safety stock = SS x h= Rp. 161.131.171,005. Perhitungan Purchasing CostPC (purchasing cost) = D x UC= 3.685.036 x 2.600= Rp. 9.581.093.600,00
  • 128. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 113Laporan Praktek Kerja Lapangan 20136. Perhitungan Total cost (TC)TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC= 835.126.202 + 664.666.080 +161.131.171 + 9.581.093.600= Rp. 11.242.017.053,007. Jumlah order =DROQ=3.685.0362.045.126= 2 kali order/tahun.
  • 129. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 114Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.7 Hasil rekap perhitungan dataSetelah dilakukan perhitungan terhadap data-data tiap item. makadidapatkan hasil berupa nilai forecasting tiap item, nilai total cost danpersediaan dengan metode Min-Max stock, blanket order, dan konsinyasi.Hasil-hasil perhitungan tersebut kemudian direkap kedalam tabel-tabelberikut :4.7.1 Hasil rekap perhitungan forecastingHasil perhitungan forecasting tiap item untuk periode 2009-2012adalah sebagai berikut :Tabel 4.18 Hasil Rekap Perhitungan Forecasting Masing-Masing StockNumber Untuk Tahun 2013Stock numberitemItemNilai forecastingperiode 2013-201483603-5Sack urea prill. daun buah nonsubsidi (Surabaya).214.900 Lembar86824-8Sack urea prill. daun buah nonsubsidi (Bontang).6.519.800 Lembar79382-5Sack urea granul. daun buah nonsubsidi (Bontang).1.550.400 Lembar91667-6Sack urea holding. bersubsidipemerintah (Mataram).1.582.848 Lembar91672-2Sack urea prill. holding. bersubsidipemerintah (Makassar).1.075.113 Lembar91668-4Sack urea holding. bersubsidipemerintah (Bali)920.819 Lenbar91670-6Karung urea prill. holding.bersubsidi pemerintah (Surabaya).3.076.656 Lembar
  • 130. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 115Laporan Praktek Kerja Lapangan 201391671-4Sack urea holding. bersubsidipemerintah (Bontang).3.685.036 Lembar4.7.2 Hasil Perhitungan Total Cost (TC)Hasil perhitungan total cost tiap item dengan berbagai metodeyang telah di adalah sebagai berikut :Table 4.19 hasil perhitungan total cost masing-masing stock numberdengan menggunakan metode min-max, BO, Konsinyasi, danROQ4.7.3 Hasil Rekap Perhitungan Kuantitas Pemesanan Untuk Satu Kali OrderHasil perhitungan persediaan untuk mengantisipasi stock karungdigudang untuk lonjakan permintaan dari data periode 2009-2012,maka dilakukan analisa permasalahan dan membahas objek penelitianuntuk karung Urea Non-Subsidi yang mewakili stock number (83603-5,86824-8, 79382-5) dan karung subsidi pemerintah (holding) yangmewakili stock number (91667-6, 91672-2, 91668-4, 91670-6, 91671-4)dengan melakukan perhitungan total cost untuk masing-masing stockItem Min-Max Stock Blanket Order Konsinyasi ROQNS Prill(Surabaya). Rp 954.787.167 Rp 928.596.724 Rp 878.112.796 Rp 964.283.999NS Prill (Bontang). Rp 22.813.114.161 Rp 22.238.478.225 Rp 20.812.274.387 Rp 23.212.489.236NS Granul(Bontang).Rp 2.655.737.323 Rp 2.504.730.454 Rp 2.329.469.595 Rp 2.572.401.845Holding(Mataram). Rp 5.151.032.269 Rp 4.911.088.258 Rp 4.597.737.891 Rp 5.043.566.624Holding(Makassar). Rp 5.556.271.033 Rp 5.707.124.812 Rp 4.196.447.363 Rp 4.651.680.430Holding (Bali) Rp 2.961.819.646 Rp 2.824.490.384 Rp 2.646.368.242 Rp 2.901.277.694Holding (Surabaya). Rp 8.692.802.459 Rp 8.470.456.485 Rp 7.928.422.521 Rp 8.879.887.198Holding (Bontang). Rp 11.523.010.932 Rp 10.969.514.205 Rp 10.205.704.271 Rp 11.242.017.053Total Cost Rp. 60.308.574.989 Rp. 58.554.479.547 Rp. 53.594.537.066 Rp. 59.467.604.078
  • 131. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 116Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013number dengan menggunakan metode ROQ, Min-Max Stock, BalnketOrder dan Konsinyasi. Hasil perbandingannya dapat dapat dilihatdibawah tabel di bawah ini :Table 4.20 Hasil Rekap Perhitungan Kuantitas Pemesanan Untuk SatuKali Order4.7.4 Metode Min-MaxPada metode Min-Max perhitungan Total Cost dipengaruhioleh kondisi minimum dan maksimum persediaan. Pada kondisipersediaan (ROP), pihak perusahaan diharapkan melakukanpemesanan kembali, sehingga nilai persediaan tetap diantaraminimum dan maksimum, nilai minimum ini juga dipengaruhi olehlead time dan jumlah pemakaian rata-rata tiap bulan berdasarkannilai demand forecast dan nilai total cost, dipengaruhi oleh ordercost, holding cost, purchasing cost, dan melibatkan nilai cadanganItemMin-MaxStock(Lembar)BlanketOrder(Lembar)Konsinyasi(Lembar)Re-OrderQuantity(Lembar)NS Prill(Surabaya) 48.613 53.725 17.908 160.424NS Prill (Bontang) 1.942.528 1.629.950 543.317 6.410.344NS Granul (Bontang) 126.706 207.568 69.189 418.131Holding(Mataram) 251.158 395.712 131.904 828.819Holding(Makassar) 294.726 268.779 89.593 972.596Holding (Bali) 144.848 230.204 76.735 477.998Holding (Surabaya). 974.719 769.164 256.388 3.216.572Holding (Bontang). 619.735 921.259 307.087 2.045.126Jumlah 4.403.036 4.476.361 1.429.850 14.531.016
  • 132. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 117Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013untuk mengatasi lonjakan permintaan. Berikut ini nilai minimumdan maksimum persediaan dari nilai total cost :Table 4.21 hasil rekap perhitungan masing-masing Stock numberdengan menggunakan metode min-maxStock numberitemItemMin-Max Stock(Lembar)Total Cost83603-5NS Prill(Surabaya) 48.613 Rp 954.787.16786824-8NS Prill (Bontang) 1.942.528 Rp 22.813.114.16179382-5NS Granul (Bontang) 126.706 Rp 2.655.737.32391667-6Holding(Mataram) 251.158 Rp 5.151.032.26991672-2Holding(Makassar) 294.726 Rp 5.556.271.03391668-4Holding (Bali) 144.848 Rp 2.961.819.64691670-6Holding (Surabaya). 974.719 Rp 8.692.802.45991671-4Holding (Bontang). 619.735 Rp 11.523.010.932Jumlah 4.403.036 Rp. 60.308.574.989
  • 133. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 118Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.7.5 Metode Blanket OrderPada perhitungan nilai total cost, hanya bergantung padakebijakan perusahaan yaitu jumlah pemesanan hanya dua dimana2 kali biaya order, setiap pemesanan terdiri dari 2 kali pasokan,sehingga biaya holding costnya berdasarkan nilai rata-ratapasokan yang terdiri dari 4 kali pasokan setiap tahun, biayapembelian (PC) serta melibatkan biaya cadangan untuk mengatasilonjakan permintaan (safety stock), berikut rekap nilai quantitydan nilai total cost :Table 4.22 hasil rekap perhitungan masing-masing Stock numberdengan menggunakan metode Blanket OrderStock numberitemItemBlanket Order(Lembar)Total Cost83603-5NS Prill(Surabaya) 53.725 Rp 928.596.72486824-8NS Prill (Bontang) 1.629.950 Rp 22.238.478.22579382-5NS Granul (Bontang) 207.568 Rp 2.504.730.45491667-6Holding(Mataram) 395.712 Rp 4.911.088.25891672-2Holding(Makassar) 268.779 Rp 5.707.124.81291668-4Holding (Bali) 230.204 Rp 2.824.490.38491670-6Holding (Surabaya). 769.164 Rp 8.470.456.48591671-4Holding (Bontang). 921.259 Rp 10.969.514.205Jumlah 4.476.361 Rp. 58.554.479.547
  • 134. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 119Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.7.6 Metode KonsinyasiPada perhitungan total cost hanya dipengaruhi oleh 1 kali biayaorder dan biaya pembelian. Holding cost adalah 0 karna semuabiaya ada di gudang ditanggung sepenuhnya oleh pihak pemasok,serta melibatkan safety stock untuk mengatasi lonjakanpermintaan, berikut rekap nilai total costnya.Table 4.23 hasil rekap perhitungan masing-masing Stock numberdengan menggunakan metode KonsinyasiStock numberitemItemKonsinyasi(Lembar)Total Cost83603-5NS Prill(Surabaya) 17.908 Rp 878.112.79686824-8NS Prill (Bontang) 543.317 Rp 20.812.274.38779382-5NS Granul (Bontang) 69.189 Rp 2.329.469.59591667-6Holding(Mataram) 131.904 Rp 4.597.737.89191672-2Holding(Makassar) 89.593 Rp 4.196.447.36391668-4Holding (Bali) 76.735 Rp 2.646.368.24291670-6Holding (Surabaya). 256.388 Rp 7.928.422.52191671-4Holding (Bontang). 307.087 Rp 10.205.704.271Jumlah 1.429.850 Rp. 53.594.537.066
  • 135. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 120Laporan Praktek Kerja Lapangan 20134.7.7 Metode Re-order Quantity (ROQ)Perhitungan total cost berdasarkan nilai quantity yangdipengaruhi oleh nilai pemakaian rata-rata tiap bulanberdasarkan nilai forecast demand dan rata-rata nilai lead time,untuk beberapa item yang nilai siklus optimal (t0) lebih kecil darilead team (L), maka persamaan lead team perlu dikurangi waktusiklus optimal, yaitu L-t0. Nilai total cost dipengaruhi oleh ordercost, holding cost, purchasing cost, dan melibatkan nilai safetystock untuk mengatasi lonjakan permintaan. Berikut ini adalahhasil rekap perhitungan ROQ dan total cost :Table 4.24 hasil rekap perhitungan Toiap Stock number Metode ROQStock numberitemItemRe-OrderQuantity(Lembar)Total Cost83603-5NS Prill(Surabaya) 160.424 Rp 964.283.99986824-8NS Prill (Bontang) 6.410.344 Rp 23.212.489.23679382-5NS Granul (Bontang) 418.131 Rp 2.572.401.84591667-6Holding(Mataram) 828.819 Rp 5.043.566.62491672-2Holding(Makassar) 972.596 Rp 4.651.680.43091668-4Holding (Bali) 477.998 Rp 2.901.277.69491670-6Holding (Surabaya). 3.216.572 Rp 8.879.887.19891671-4Holding (Bontang). 2.045.126 Rp 11.242.017.053Jumlah 14.531.016 Rp. 59.467.604.078
  • 136. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 121Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013BAB VKESIMPULAN DAN SARAN5.1 KesimpulanBerdasarkan hasil perhitungan dan analisa pada pengolahan data,maka dapat disimpulkan bahwa :1. Bahan baku yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah karungyang merupakan material yang sangat urgent karna pemakaiannyarutin digunakan setiap masa produksi berlangsung. Dengan melihattingkat pemakain karung yang masih digunakan sampai saat ini(history issued) maka kami menyeleksi stock number karung secaramanual yang kapasitas pemakaiannya lengkap dari tahun 2009 sampai2012 untuk mendapatkan peramalan yang akurat pada tahun 2013.Adapun stock number yang lolos seleksi adalah sebagai berikut :1. Sack, Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stock number83603-5).2. Sack, Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stock number86824-8).3. Sack, Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stocknumber 79382-5).4. Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91667-6).5. Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91672-2).6. Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number91668-4).7. Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah(stock number 91670-6).
  • 137. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 122Laporan Praktek Kerja Lapangan 20138. Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stocknumber 91671-4).2. Peramalan (forecasting) jumlah pemakaian material terpilihmenggunakan software Win-QSB dengan menggunakan metodelinear regretion yang memiliki nilai MAPE (mean absolute presentageerror) terendah dari seluruh metode yang ada. Adapun hasilperamalan (forecast tiap stock number pada tahun 2013 denganmenggunakan software WINQSB) adalah sebagai berikut :Table 5.1 hasil peramalan masing-masing stock number tahun2013 dengan menggunakan software Win-QSBStock numberitemItemNilai forecastingperiode 2013-201483603-5Sack urea prill. daun buah nonsubsidi (Surabaya).214.900 Lembar86824-8Sack urea prill. daun buah nonsubsidi (Bontang).6.519.800 Lembar79382-5Sack urea granul. daun buah nonsubsidi (Bontang).1.550.400 Lembar91667-6Sack urea holding. bersubsidipemerintah (Mataram).1.582.848 Lembar91672-2Sack urea prill. holding. bersubsidipemerintah (Makassar).1.075.113 Lembar91668-4Sack urea holding. bersubsidipemerintah (Bali)920.819 Lenbar91670-6Karung urea prill. holding.bersubsidi pemerintah (Surabaya).3.076.656 Lembar91671-4Sack urea holding. bersubsidipemerintah (Bontang).3.685.036 Lembar
  • 138. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 123Laporan Praktek Kerja Lapangan 20133. Dari hasil peramalan terhadap nilai pemakaian stock number,maka kami menentukan nilai total cost yang minimum dari setiapstock number dengan membandingkan metode min-max stock,blanket order, konsinyasi, dan re-order quantity.Hasil perhitungan total cost keseluruhan stock number secaraberurut sebagai berikut :a. Metode Konsinyasi dengan TC :Rp. 53.594.537.066,00b. Metode Blanket order TC : Rp. 58.554.479.547,00c. Metode ROQ dengan TC : Rp. 59.467.604.078,00d. Metode Min-Max dengan TC : Rp. 60.308.574.989,00Dari hasil nilai total cost yang diperoleh maka dapat ditarikkesimpulan bahwa nilai total cost terendah adalah denganmenggunakan metode konsinyasi. Hal ini disebabkan karnametode konsinyasi tidak menggunakan biaya inventory (holdingcost) sebagai salah satu faktor untuk menghitung total costapabila dibandingkan dengan metode lain. Perhitungan totalcostnya hanya dipengaruhi oleh satu kali biaya order costnya danbiaya pembelian. Biaya inventory adalah nol karna seluruh biayaselama barang ada di gudang ditanggung oleh pihak vendor sertamelibatkan nilai cadangan untuk mengatasi lonjakan permintaan.
  • 139. Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar 124Laporan Praktek Kerja Lapangan 20135.2 SaranMelalui penelitian dan analisa yang kami lakukan maka kamimenyampaikan beberapa saran sebagai berikut :1. Penggunaan teknik peramalan yang sesuai dengan pola data historisyang menghasilkan nilai error terendah, sehingga hasil peramalan,dapat membantu dalam perencanaan kebutuhan di masa yang akandatang.2. Data lead time, Min-Max stock, estimasi harga, data issued dan datainventory karung dalam software Avantis harus selalu di input dan diupdate untuk memudahkan dalam mengontrol dan mengawasinya.3. Perlunya area gudang yang luas untuk penempatan karung sehinggaketika ada pasokan karung bisa tertampung di dalam gudang, dantidak perlu di letakkan di luar. Juga area untuk penempatan karungsupaya tidak dijadikan tempat penyimpanan material yang lainsehingga cukup untuk penempatan karung.4. Untuk batas ideal penyusunan karung yang baik, cukup tersusun duapallet keatas dengan kapasitas penampungan 15 Bal/pallet, untukmenghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan runtuhnyakarung..5. Untuk posisi karung di atas palet harus tertata dengan rapi sehinggakarung tetap dalam keadaan baik (tidak terlipat-lipat).6. Lebih cepat merespon apabila adanya tanda kehabisan stock karunguntuk mengantisipasi agar proses pengantongan pupuk tetapberlangsung (kontinyu).
  • 140. DAFTAR PUSTAKA1. Mappincara, A. Baso dan Asrianti Petrus, 2010, Analisa Perbandingan TotalCost Dengan Metode Economic Order Quantity, Minimum-Maximum Stock,Blanket Order, Konsinyasi Dan Re-Order Quantity Material Consumable UntukMengantisipasi Kebutuhan Turn-Around Pabrik Periode 2009-2010, LaporanKerja Praktek PT. Pupuk Kaltim : Makassar : Akademi Teknik IndustriMakassar2. Astuti, Suci Farida, 2012, Analisis Metode Pengendalian Peresediaan UntukMeminimasi Total Biaya Persediaan Dengan Blanket Order, Min-Max StockDan Model Probabilistic Sederhana Pada Kelompok Bahan Baku ChemicalPeriode 2011-2012, Laporan Kerja Praktek PT. Pupuk Kaltim : Semarang :Uiversitas Diponegoro3. Kusuma, hendra, 1990, Perencanaan dan pengendalian produksi: ANDIYogyakarta : Yogyakarta4. http://www.pupukkaltim.com/ina/index.php5. http://km.pupukkaltim.com/