Database

  • 920 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
920
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
33
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Pengertian Basis Data Basis data adalah Kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. 1
  • 2. Hirarki data : 1. Database 2. File 3. Record  4. Field / Attribut 5. Byte /Character 6. Bit Contoh: Database F1 F2 F3 File : Mahasiswa Record Field Field Field Field 2
  • 3. Istilah-istilah Basis data Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut: File File bisa berupa orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar. Dalam Hirarki Database Entitas disebut juga dengan Record Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi, Jl. Hati suci No 2 Kupang. 3
  • 4. Istilah Basis Data (Cont.) Field Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat. Data Value Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut nilai data. 4
  • 5. Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database ) Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu: 5
  • 6. Komponen Data Base (Cont.) Perangkat Keras ( Hardware ) Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk. Sistem Operasi ( Operating System ) Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix. 6
  • 7. Komponen Data Base (Cont.) Basis data ( Database ) Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel. Database Management System ( DBMS ) Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali. Pemakai ( User ) Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman. 7
  • 8. Tujuan dan Manfaat Basis Data Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat. Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu: Kecepatan dan kemudahan (Speed ) Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual. 8
  • 9. Tujuan dan Manfaat Basis Data (Cont.) Efisien ruang penyimpanan (Space ) Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean . Keakuratan (Acuracy) Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan. 9
  • 10. Tujuan dan Manfaat Basis Data (Cont.) Keamanan (Security) Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan. Terpeliharanya keselarasan data (Consitant) Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan 10
  • 11. Tujuan dan Manfaat Basis Data (Cont.) Data dapat dipakai secara bersama (shared) Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun online) pada saat bersamaan. Dapat diterapkan standarisasi (standardization) Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data. 11
  • 12. Pengguna Basis Data System Engineer Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual Database Administrator (DBA) Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya. Tugas DBA Mengontrol DBMS Memonitor siapa yang mengakses basis data Mengatur pemakaian basis data Memeriksa security basis data 12
  • 13. End User (Pemakai Akhir) Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem : Programmer aplikasi Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll) 13
  • 14. End User (Pemakai Akhir) (Cont.) Pemakai Mahir Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS Pemakai Umum Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya Pemakai Khusus Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, 14 Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.
  • 15. Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis : Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan Universitas : Pengelolaan pendaftaran, akademik, alumni Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan Pabrik : Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen Kepegawaian: Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa 15
  • 16. Manajemen Sistem Basis Data (Database Management System/ DBMS) DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya. 16
  • 17. 17
  • 18. Keuntungan/kelebihan Penggunaan DBMS Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya : Performance yang didapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi dapat diatasi dalam DBMS. Redudansi adalah kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang 18 mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
  • 19. Keuntungan/kelebihan Penggunaan DBMS (Cont.) Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses 19 kepada pengguna.
  • 20. PEMODELAN BASIS DATA salah satu bentuk pemodelan basis data yang sering digunakan dalam pengembangan sistem informasi adalah Entity Relationship Diagram (ERD) Pengertian ERD Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang mengambarkan hubungan/relasi antar entity dalam bentuk suatu digram yang bersifat top-down. 20
  • 21. MODEL ERD 21
  • 22. Notasi-notasi simbolik yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut : Entitas, Adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain Ada dua macam entitas yaitu entitas kuat dan entitas lemah. Entitas kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lainnya. Contohnya entitas anggota. Sedangkan entitas lemah merupakan entitas yang kemunculannya tergantung pada keberadaaan entitas lain dalam suatu relasi. 22
  • 23. Atribut, Atribut merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci entitas atau key diberi garis bawah. Relasi atau Hubungan, Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis. 23
  • 24. Contoh ERD 24
  • 25. Derajat relasi atau kardinalitas Menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Macam-macam kardinalitas adalah: Satu ke satu (one to one), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya. Satu ke banyak (one to many), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya. Banyak ke banyak (many to many), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya. 25
  • 26. Tahap ERD Tahap pertama pada desain sistem informasi menggunakan model ER adalah menggambarkan kebutuhan informasi atau jenis informasi yang akan disimpan dalam database. Tahap berikutnya disebut desain logis, dimana data dipetakan ke model data yang logis. 26
  • 27. Secara umum metodologi ERD sebagai berikut : 27
  • 28. Contoh Kasus: Sebuah perusahaan mempunyai beberapa bagian. Masing-masing bagian mempunyai pengawas dan setidaknya satu pegawai. Pegawai ditugaskan paling tidak di satu bagian (dapat pula dibeberapa bagian). Paling tidak satu pegawai mendapat tugas di satu proyek. Tetapi seorang pegawai dapat libur dan tidak dapat tugas di proyek. Menentukan entitas Entitasnya : pengawas, bagian, pegawai, proyek 28
  • 29. Menentukan relasi dengan matrik relasi 29
  • 30. Gambar ERD sementara Hubungkan entitas sesuai dengan matrik relasi yang dibuat 30
  • 31. Mengisi kardinalitas Dari gambaran permasalahan dapat diketahui bahwa: masing-masing bagian hanya punya satu pengawas seorang pengawas bertugas di satu bagian masing-masing bagian ada minimal satu pegawai masing-masing pegawai bekerja paling tidak di satu bagian masing-masing proyek dikerjakan paling tidak oleh satu pegawai 31
  • 32. Mengisi kardinalitas (gambar) 32
  • 33. Menentukan kunci utama Kunci utamanya: Nomor Pengawas, Nama Bagian, Nomor Pegawai, Nomor Proyek 33
  • 34. Menggambar ERD berdasarkan kunci Ada dua relasi many to many pada ERD sementara, yaitu antara bagian dengan pegawai, pegawai dengan proyek, oleh sebab itu kita buat entitas baru yaitu bagian -pegawai dan pegawaiproyek Kunci utama dari entitas baru adalah kunci utama dari entitas lain yang akan menjadi kunci tamu di entitas yang baru. 34
  • 35. 35
  • 36. Menentukan dan Memetakan atribut Bagian : Nama bagian Proyek: Nomor proyek, Nama proyek Pegawai:Nomor pegawai, Nama pegawai Pengawas: Nomor pengawas Proyek-Pegawai : Nomor proyek, Nomor pegawai Pengawas-Proyek: Nomor pengawas,Nomor Proyek 36
  • 37. Menggambar ERD dengan atribut 37
  • 38. Memeriksa Hasil Periksa apakah masih terdapat redundasi. ERD akhir: untuk pemodelan data pada sistem. 38
  • 39. Soal Latihan Distributor X merupakan sebuah distributor obat-obatan, yang mendistribusikan obat-obatannya ke beberapa apotik. Data yang dicatat dalam transaksi penjualan ke apotik-apotik tersebut adalah data dari apotik yang membeli obat dan obat yang dijual. Untuk satu buah transaksi hanya terdiri dari satu apotik dan dapat terdiri lebih dari satu obat, dan satu apotik dapat mempunyai 1 kali transaksi atau lebih. Karna proses transaksi penjualan obat yang cukup tinggi dan jumlah yang banyak maka diperlukan proses pengolahan data transaksi yang didukung dengan adanya suatu penyimpan data dengan menggunakan database 39
  • 40. PEMODELAN BASIS DATA salah satu bentuk pemodelan basis data yang juga sering digunakan dalam pengembangan sistem informasi adalah Normalisasi Pengertian Normalisasi proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tida memiliki masalah tersebut. Masalah yang dimaksud sering disebut dengan istilah anomali . 40
  • 41. Tujuan dari normalisasi Untuk menghilangkan kerangkapan data Untuk mengurangi kompleksitas Untuk mempermudah pemodifikasian data Anomali Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan ( misalnya menyebabkan ketidakonsistenan data atau membuat suatu data menjadi hilang ketika data dihapus) 41
  • 42. Macam Anomali terdiri dari •Anomali peremajaan, •Anomali Penghapusan, dan •Anomali penyisipan Anomali peremajaan Anomali ini terjadi bila ada perubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah. Contoh : Tabel Pesanan Pemasok Kota Barang Jumlah Kartika Jakarta Mouse 5 Citra Bandung Monitor 2 Yudi Medan CPU 2 Citra Bandung Printer 1 42
  • 43. Seandainya Citra dengan kota Bandung pindah ke Bogor maka pengubahan data hanya dilakukan pada data pertama menjadi : Tabel Pesanan Kota Barang Jumlah Kartika Jakarta Mouse 5 Citra Bogor Monitor 2 Yudi Medan CPU 2 Citra Bandung Printer 1 Pemasok Di sini terlihat bahwa data tentang pemasok Citra tidak sama yang menyebabkan ketidakkonsistenan data. 43
  • 44. Anomali Penyisipan Anomali ini terjadi pada saat penambahan data ternyata ada elemen yang kosong dan elemen tsb justru menjadi key. Contoh : Tabel Kursus NoSiswa Kursus Biaya 10 Bhs.Inggris 60000 10 Bhs.Perancis 80000 10 Bhs.Jepang 70000 15 Bhs.Inggris 60000 20 Bhs.Jepang 70000 44
  • 45. Misalnya akan dibuka kursus baru yaitu Bhs.Jerman dengan biaya 75000 akan tetapi belum ada seorangpun yang ikut kursus ini, shg data menjadi : Tabel Kursus NoSiswa 10 10 10 15 20 Kursus Biaya Bhs.Inggris Bhs.Perancis 60000 80000 Bhs.Jepang Bhs.Inggris Bhs.Jepang 70000 60000 70000 Bhs.Jerman 75000 45
  • 46. Anomali penghapusan Anomali ini terjadi apabila dalam satu baris/ tuple ada data yang akan dihapus sehingga akibatnya terdapat data lain yang hilang. Contoh pada table kursus data NoSiswa 20 akan dihapus karena sudah tidak ikut kursus lagi sehingga akibatnya data kursus bhs jepang dan biaya 70000 akan ikut terhapus. 46
  • 47. Tahapan Normalisasi : Bentuk Tidak Normal (Unnormalize Form) Merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak harus mengikuti suatu format tertentu sehingga bisa saja datanya tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. 47
  • 48. Contoh : Kdplg Nmplg Kdprop Almprop T-mulai T-selesai Biaya Kdpml Nmpml PL025 MIRA PR-22 PR-64 Tabing Jondul 01-06-06 12-04-08 01-06-11 12-04-11 55 24 PL-01 PL-15 Andi Susy PL089 HANI PR-45 PR-64 PR-22 Indarung Jondul Tabing 21-03-07 15-06-08 02-02-06 21-03-11 15-06-13 02-02-13 60 24 55 PL-01 PL-15 PL-01 Andi Susy Andi 48
  • 49. Bentuk Normal Pertama Bentuk normal pertama terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atrribut yang bernilai banyak (multi value attribut) artinya setiap pertemuan baris dan kolom hanya berisikan satu nilai (singel value attribut) 49
  • 50. Kdplg Nmplg Kdprop Almprop T-mulai T-selesai Biaya Kdpml Nmpml PL025 MIRA PR-22 Tabing 01-06-06 01-06-11 55 PL-01 Andi PL025 MIRA PR-64 Jondul 12-04-08 12-04-11 24 PL-15 Susy PL089 HANI PR-45 Indarung 21-03-07 21-03-11 60 PL-01 Andi PL089 HANI PR-64 Jondul 15-06-08 15-06-13 24 PL-15 Susy PL089 HANI PR-22 Tabing 02-02-06 02-02-13 55 PL-01 Andi 50
  • 51. Bentuk Normal Kedua Akan terpenuhi jika bentuk data telah memenuhi kriteria Bentuk Normal Pertama dan setiap atrribut yang bukan kunci haruslah bergantung secara fungsional (functional dependency) terhadap attribut kunci / primary key. Sehingga untuk memebentuk Normal ke dua haruslah sudah ditentukan field kunci Contoh : Tentukan primary key  Kdplg,Kdprop Tentukan Functional dependency Kdplg  Nmplg Kdprop  almprop,biaya,kdpmlk,nmpmlk Kdplg,Kdprop  T-mulai, T-selesai Maka bentuk normal keduanya adalah : 51
  • 52. 1. Pelanggan Kdplg Nmplg PL025 MIRA PL025 MIRA PL089 HANI PL089 HANI PL089 HANI 2. Property Kdprop Almprop Biaya Kdpml Nmpml PR-22 Tabing 55 PL-01 Andi PR-64 Jondul 24 PL-15 Susy PR-45 Indarung 60 PL-01 Andi PR-64 Jondul 24 PL-15 Susy PR-22 Tabing 55 PL-01 Andi 52
  • 53. 3. Plg_prop Kdplg Kdprop T-mulai T-selesai PL025 PR-22 01-06-06 01-06-11 PL025 PR-64 12-04-08 12-04-11 PL089 PR-45 21-03-07 21-03-11 PL089 PR-64 15-06-08 15-06-13 PL089 PR-22 02-02-06 02-02-13 53
  • 54. Primary Key T-mulai Kdplg Nmplg T-akhir Kdprop Almprop Nmpml Kdpml Biaya Transistive dependency 54
  • 55. Ketergantungan Transitif ( Transistive dependency ) : Definisi : Attribut Z pada relasi R dikatakan tergantung transitif pada attribut X, jika attribut Y tergantung pada attribut X pada relasi R dan attribut Z tergantung pada attribut Y pada relasi R ( X  Y, Y Z, maka X  Z ) Contoh : 55
  • 56. X Z Kdprop Almprop Biaya Kdpml Nmpml PR-22 Tabing 55 PL-01 Andi PR-64 Jondul 24 PL-15 Susy PR-45 Indarung 60 PL-01 Andi PR-64 Jondul 24 PL-15 Susy PR-22 Tabing 55 PL-01 Andi Y 56
  • 57. Bentuk Normal Ketiga Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal pertama dan kedua serta tidak terdapat transitive dependency yaitu sebuah attribut yang bukan kunci selain bergantungan kapada attribut kunci, juga bergantungan kepada attribut bukan kunci yang lainnya. Sehingga setiap attribut bukan kunci haruslah bergantung hanya pada attribut kunci (primary key) 57
  • 58. 1. Pelanggan Kdplg Nmplg PL025 MIRA PL089 HANI 2. Property Kdprop Almprop Biaya Kdpml PR-22 Tabing 55 PL-01 PR-64 Jondul 24 PL-15 PR-45 Indarung 60 PL-01 58
  • 59. 3. Plg_prop Kdplg Kdprop T-mulai T-selesai PL025 PR-22 01-06-06 01-06-11 PL025 PR-64 12-04-08 12-04-11 PL089 PR-45 21-03-07 21-03-11 PL089 PR-64 15-06-08 15-06-13 PL089 PR-22 02-02-06 02-02-13 4. Pemilik Kdpml Nmpml PL-01 Andi PL-15 Susy 59
  • 60. Keterangan : Untuk membangun databasenya maka pembentukan file/tabelnya harus terurut seperti berikut ini : Pemilik Pelanggan Property Plg_prop 60
  • 61. Berikut ini adalah sebuah tabel Unnormalize Form, Lakukanlah proses Normalisasi sampai bentuk normal ketiga : No_mhs Nm_mhs Jurusan Kd_mk Nama_mk no_dos Nama_dos Nil 0001 Adi SI MKK350 MKK365 Manajemen DB Arsitektur Komputer B104 B105 Ati Ita A B 0002 Budi TI MKK350 MKK351 MKK352 Manajemen DB Sistem Operasi Sistem Pakar B104 B103 B106 Ati Didi Dodi C B A 61
  • 62. B. No_pem Nm_pem Kode-kota Kota Alamat No-brg Nm-brg Jmlh P001 Adi K001 Jakarta Jl. Otista B-001 A 1400 B-002 B 1500 B-003 C 2000 P002 Budi K003 Bandung Jl. S.Parman B-003 C 2500 P003 Dedi K002 Padang Jl. Hangtuah B-002 B 1500 P004 Dodi K001 Jakarta Jl. Kalibata B-001 A 2000 62
  • 63. Jenis-Jenis Perintah SQL Perintah dan fungsi SQL dapat digunakan untuk mendefenisikan maupun memanipulasi database. Secara umum perintah-perintah pada SQL dibagi menjadi dua kelompok yaitu : 1. DDL (Data Definition Language) DDL merupakan bagian dari SQL yang digunakan untuk mendefenisikan data dari suatu database. Perintah ini digunakan untuk mendefenisikan suatu database, yaitu seperti membuat, mengubah, menghapus suatu database Yang temasuk perintah DDL, seperti : · CREATE untuk membentuk basis data, table atau index · ALTER untuk mengubah struktur table · DROP untuk menghapus basis data, table atau index 63
  • 64. 2. DML (Data Manipulation Language) DML merupakan bagian dari SQL yang digunakan untuk memanipulasi data. Perintah-perintah ini bertugas untuk melakukan query dan perubahan yg dilakukan dalam suatu table Yang termasuk perintah DML, Seperti : A. Select diigunakan untuk memilih data dari suatu tabel atau view 64
  • 65. Tpegawai NIK Nama Kota Jabatan Jk Tgllhr Gaji Kdcab K1 Mery Padang Manager P 23/2/1972 Rp45,000,000 C2 K2 Beny Jakarta Manager L 21/1/1970 Rp45,000,000 C1 K3 Yulia Bandung Akuntan P 25/4/1969 Rp24,000,000 C1 K4 Budi Jakarta Akuntan L 14/6/1979 Rp20,000,000 C2 65
  • 66. contoh : (q1) Select * from tpegawai; Menampilkan seluruh data dari table tpegawai (q2) Select Nik,Nama,Jabatan,gaji from tpegawai; Menampilkan data-data nik,nama,jabatan dan gaji dari table tpegawai (q3) Select * from tpegawai where jk=’P’; Menampilkan data dari table tpegawai yang isi data dari filed jk nya adalah P 66
  • 67. (q4) Select * from tpegawai where tgllhr > #12/4/1972#; Menampilkan data dari table tpegawai yang tgl lahirnya di atas 12/4/1972 (q5) Select * from tpegawai where tgllhr IS NULL; Menampilkan data dari table tpegawai yg isi field tgllhr nya = kosong (q6) Select * from tpegawai where tgllhr>#12/3/1972# and jk=’P’; Menampilkan data dari table tpegawai yang tgllhr nya di atas 12/3/1972 dan jk nya = P 67
  • 68. (q7) Select NIK,Nama,Gaji/12 from tpegawai; Menampilkan Data-Data Nik,Nama dan gaji/12 (q8) Select NIK,Nama,Gaji/12 as gjbln from tpegawai; Menampilkan Data-data Nik,Nama dan gaji/12 Catatan : untuk kolom gaji/12 diberi nama gjbln (q9) Select Nama,Kota,JK from tpegawai where gaji>30000000; Menampilkan Data-data Nama,kota dan JK dimana gaji besar dari 30000000 68
  • 69. (q10) Select Nama,Kota,JK from tpegawai where kota = ’Padang’ OR kota = ‘Bandung’; Menampilkan Data-data Nama,Kota dan JK dimana kotanya = Padang atau Bandung (q11) Select * from tpegawai where kdcab=’C1’ OR kdcab=’C2’; Menampilkan seluruh data yang kdcabnya = C1 atau C2 (q12) Select * from tpegawai Where tgllhr between #1/1/1970# and #12/12/1973#; Menampilkan seluruh data yang tgllhrnya di antara 1/1/1970 dan 12/12/1973 69
  • 70. (q13) Select * from tpegawai Where tgllhr not between #1/1/1970# and #12/12/1973#; Menampilkan seluruh data yang tgllhrnya tidak diantara 1/1/1970 dan 12/12/1973 (q14) Select * from tpegawai where nik in (‘K1’,’K2’); Menampilkan seluruh data yang nik nya = K1 dan K2 (q15) Select Nik,Nama,JK,Gaji From tpegawai order by gaji desc; Menampilkan data nik,nama,jk,gaji yang terurut secara descending berdasarkan gaji 70
  • 71. (q16) Select Nik,Nama,JK,Gaji From tpegawai order by gaji; Menampilkan data nik,nama,jk,gaji yang terurut secara ascending berdasarkan gaji (q17) Select Nik,Nama,Kota,JK,Gaji From tpegawai order by kota,gaji desc; Menampilkan data nik,nama,jk,gaji yang terurut secara ascending berdasarkan kota, Dan kemudian terurut secara descending berdasarkan gaji (q18) Select nama from tpegawai Where nama like ‘*a*’; Menampilkan data nama, yangmana data nama tersebut mempunyai huruf = a 71
  • 72. (q19) Select nama from tpegawai Where nama like ‘*y’; Menampilkan data nama, yangmana data nama tersebut berakhiran huruf = y (q20) Select nama from tpegawai Where nama like ‘m*’; Menampilkan data nama, yangmana data nama tersebut berawalan huruf = m (q21) Select nama from tpegawai Where nama like ‘*e?y*’; Menampilkan data nama, yangmana data nama tersebut diantara satu hurufnya Terdapat huruf e dan y 72
  • 73. (q22) Select count (*) as jumlah from tpegawai where gaji > 24000000; Menampilkan jumlah data yang gajinya di atas 24000000 (q23) Select count (nik) as jumlah, sum(gaji) as total from tpegawai Where kota=’Padang’; Menampilkan jumlah data nik dan jumlah total gaji yang kotanya= Padang (q24) Select min(gaji) as terkecil, max (gaji) as terbesar, avg(gaji) as rata from tpegawai; Menampilkan data terkecil gaji, terbesar gaji dan rata-rata gaji 73
  • 74. (q25) Select kdcab, count(nik) as hitung, sum(gaji) as total From tpegawai Group by kdcab Order by kdcab; Menampilkan data kdcab, jumlah data nik, dan jumlah total gaji berdasarkan Kelompok kdcab, dan datanya terurut secara ascending berdasarkan kdcab 74
  • 75. B. Insert digunakan untuk Menyisipkan baris dari suatu tabel (q26) Insert Into tpegawai Values(‘K5’,’Dedi’,’Jakarta’,’Akuntan’,’L’,#0106-80#,20000000,’C3’); Menambahkan data-data ke dalam tabel tpegawai 75
  • 76. C. Delete digunakan untuk Menghapus baris dari suatu tabel (q27) Delete from tpegawai Where nik=’K4’; Menghapus data yang nik nya = K4 76
  • 77. D. UpDate digunakan untuk Mengubah isi dari kolom (field) pada suatu tabel (q28) Update tpegawai Set gaji = 50000000 Where jabatan= ‘Manager’; Merubah data gaji menjadi 50000000 yang jabatannya = manager 77