Sumber hukum islam

5,022
-1

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,022
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
106
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sumber hukum islam

  1. 1. PEDOMAN DAN SUMBER HUKUM UMAT ISLAM
  2. 2. Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan dapat : ◦ Mengamalkan Al-Qur‟an sebagai pedoman hidup ◦ Memahami dan menjelaskan Al-Qur‟an, Hadits dan ijtihad sebagai sumber hokum Islam ◦ Berperilaku sesuai dengan hokum Islam
  3. 3. Hokum disebut syari‟at yaitu peraturan yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta‟ala untuk umat Islam yang bersumber dari AlQur‟an dan Hadits.
  4. 4. Adalah dalil-dalil hokum yang dijadikan rujukan penentuan suatu hokum dari permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Islam
  5. 5. Yaitu dalil yang bersumber dari Al-Qur‟an atau Hadits.
  6. 6. Yaitu dalil yang berasal dari pemikiran akal.
  7. 7. “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya, kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (H.R. Malik).
  8. 8. Al-QUR‟AN HADITS IJTIHAD
  9. 9. Menurut bahasa: Al-Qur‟an berarti bacaan. Qs. Al-Qiyamah/75:18).
  10. 10. Al-Qur‟an berarti kitab suci yang berisi firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. (Qs. Al-Baqarah/2:39 dan Qs. Al-A‟raaf/7:179).
  11. 11.        Qs. Qs. Qs. Qs. Qs. Qs. Qs. Al-Qalam/68:52 Al-Jatsiyah/45:20 Az-Zumar/39:41 Ali Imran/3:138, An-Nahl/16:89 Luqman/31:2-3 Al-Isra/17:82
  12. 12. “Bacalah Al-Qur‟an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti.” (H.R. Muslim).
  13. 13. Al-Qur‟an sebagai materi Dakwah Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam Qs. Ali Imran/3:79
  14. 14.  Qs. An-Nisa/4:105  Qs. Al-Isra/17:9
  15. 15. Yaitu ayat-ayat yang tidak dijelaskan secara terperinci
  16. 16. Yaitu ayat-ayat yang dijelaskan secara jelas dan terperinci Qs. Ali Imran/3:7
  17. 17.  Aqidah (keimanan)  Fiqih (Tata cara ibadah dengan Allah dan )  Akhlak (pergaulan dengan sesame makhluk Allah)
  18. 18. Sikap dan perilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap Al-Qur‟an sebagai pedoman hidup dan sumber hokum
  19. 19. Memiliki Al-Qur‟an dan terjemahnya serta gemar membawa dan membacanya setiap waktu.
  20. 20. Mempelajari dan memahami Al-Qur‟an.
  21. 21. Membaca, Menerjemahkan, Memahami isi kandungan AlQur‟an, Mengamalkan dan Mengajarkannya.
  22. 22. Tadarrus dan tadabbur Al-Qur‟an
  23. 23. Melaksanakan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari
  24. 24. Menyiarkan al-Qur‟an dan tetap mempelajarinya
  25. 25. Menyimpan Al-Qur‟an dengan baik, memelihara dan merawatnya.
  26. 26. Menghafal surah-surah pendek/panjang dan membacanya dalam shalat
  27. 27. Mempelajari bahasa Arab agar dapat menerjemahkan Al-Qur‟an. 
  28. 28. Diskusikan apa yang terjadi jika seseorang telah pandai membaca Al-Qur‟an tetapi tidak faham/mengerti apa yang dibacanya?
  29. 29. Bagaimana dampaknya kepada seseorang yang telah memahami ayat-Al-Qur‟an tetapi tidak dipatuhinya? Kaitkan dengan Qs. 16:2-3
  30. 30. Bagaimana jika seorang muslim tidak atau enggan memahami Al-Qur‟an? Kaitkan dengan Qs. 7:179.
  31. 31. Bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu sudah bisa membaca Al-Qur‟an? Jika belum, jelaskan alasannya.
  32. 32. HADITS
  33. 33. Pengertian Hadits
  34. 34. Menurut bahasa hadits berarti baru atau berita.
  35. 35. Menurut istilah hadits berarti segala sesuatu yang datang dari Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam, baik berupa perkataan, perbuatan maupun dan ketetapan (taqrir) .
  36. 36. Ilmu yang mempelajari dan memahami persoalan hadits
  37. 37. Matan Yaitu materi (isi) hadits yang disampaikan  Rawi Yaitu orang yang meriwayatkan  Sanad Yaitu orang-orang yang menjadi perantara dari Nabi Muhammad Shallallahu „Alaihi wa Sallam kepada perawi. 
  38. 38. “Imam Muslim berkata, meriwayatkan kepada kami Sahl bin Usman Al Askari, Sahl menerima dari Yahya bin Zakaria, Yahya menerima dari Sa‟ad bin Thariq, Sa‟ad menerima dari Sa‟ad bin Ubaidillah, Sa‟ad bin Ubaidillah menerima dari Ibnu Umar dan Ibnu Umar menerima dari Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam, beliau bersabda,”Asas Islam ada lima yakni syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji.”
  39. 39. a. Matan-nya yaitu perkataan “Asas Islam ada lima,….” b. Rawi atau perawinya adalah Imam Muslim c. Sanadnya ialah Sahl bin Usman Al Askari, Yahya bin Zakaria, Sa‟ad bin Thariq, Sa‟ad bin Ubaidillah, dan Ibnu Umar
  40. 40. Kedudukan Hadits Sebagai Sumber Hokum Islam
  41. 41.   (Qs. Al-Maidah/5:48, Qs. Al-Hasyr/59:32, Qs. Ali Imran/3:32, Qs. An-Nisa/4:80, Qs. An-Najm/53:34). Hadits Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik).
  42. 42. Menjelaskan Ayat-ayat Al-Qur‟an Yang Masih Bersifat Umum
  43. 43. Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur‟an
  44. 44. Memperkuat hokum yang telah ditetapkan Al-Qur‟an (Bayan Taqrir) - Qs. Al-Hajj/22:30, Qs. An-Nisa/4:48. - Hadits Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam “Diantara dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua.” (HR. Bukhari)
  45. 45. Penjelasan atau perincian ayat-ayat Al-Qur‟an yang masih bersifat umum (Bayan Tafsir). QS. An-Nur/24:56 dan Qs. An-Nahl/16:44 
  46. 46. Menetapkan hokum-hukum yang tidak terdapat dalam Al-Qur‟an (Bayan Tasyri‟) Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang wanita tidak boleh dimadu dengan bibinya baik dari dari jalur ibu atau ayah.” (HR. Bukhari).
  47. 47. Penerapan akhlak Nabi Shallallahu „alaihi wa Sallam untuk diteladani oleh manusia
  48. 48. Macam-macam Hadits
  49. 49. 1. Hadits Qauliyah 2. Hadits Fi‟liyah 3. Hadits Taqririyah
  50. 50. Segala ucapan/perkataan nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang di dengar oleh sahabatsahabatnya kemudian disampaikan kepada orang lain.
  51. 51. “ Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkannya.” (H.R. Bukhari)
  52. 52. Hadits atas dasar perilaku Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang dilihat oleh sahabatsahabatnya kemudian disampaikan kepada orang lain.
  53. 53. “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam shalat di atas tunggangannya menghadap ke mana arah tunggangannya menghadap. Jika beliau hendak melaksanakan shalat yang fardhu, maka beliau turun lalu shalat menghadap kiblat.” (H.R. Bukhari)
  54. 54. Hadits atas dasar persetujuan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam terhadap apa yang dilakukan oleh para sahabatnya.
  55. 55. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melihat seorang sahabat memakan daging dhab (sejenis biawak) di hadapannya. Beliau tidak memberi komentar tentang apa yang dilakukan sahabatnya itu. Hal ini menunjukkan bahwa beliau membolehkan (tidak haram) memakan daging sejenis biawak itu.
  56. 56. 1. Hadits Mutawatir Hadits Masyhur 2. 3. Hadits Ahad
  57. 57. Hadits yang memiliki banyak sanad, banyak orang yang meriwayatkan sehingga mustahil perawinya berdusta
  58. 58. Rasulullah Shallallahu „alaihi wa Sallam bersabda : “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka.” (HR. Bukhari, Muslim,Ad-Darimi, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Hanifah, Tabrani dan HAkim).
  59. 59. Yaitu Hadits yang diriwayatkan dari tiga sanad yang berlainan dan tingkat kualitas keontetikannya satu tingkat di bawah hadits mutawatir.
  60. 60. Rasulullah Shallallahu „alaihi wa Sallam bersabda, “Orang Islam ialah orang-orang yang tidak mengganggu orang lainnya dengan lidah dan tangannya.” (H.R. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).
  61. 61. Yaitu hadits yang diriwayatkanoleh seorang, dua orang atau lebih perawi yang tidak memenuhi persyaratan hadits mutawatir.
  62. 62. 1. Hadits Sahih 2. Hadits Hasan 3. Hadits Dhaif
  63. 63. Hadits yang cukup sanadnya dari awalsampai akhir dan orang-orangnya sangat sempurna hafalannya. Contoh : Kitab shahih Bukhari dan shahih Muslim
  64. 64. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sanadnya bersambung Perawinya sudah baligh Berakal Tidak mengerjakan dosa Sempurna hafalannya Perawinya adil dan dan matannya tidak bertentangan dengan Al-Qur‟an atau hadits mutawatir
  65. 65. Yaitu hadits yang memiliki semua persyaratan hadits sahih tetapi dari segi hafalannya tidak sebagus hadits sahih. Contoh : Kitab hadits yang ditulis oleh An-Nasa‟I, At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad bin Hambal
  66. 66. Hadits yang tidak bersambung sanad-nya atau diantara sanad-nya ada orang yang cacat. Cacat di sini maksudnya adalah, rawinya bukan orang Islam atau belum baligh atau tidak dikenal orang atau pelupa/pendusta/fasik/dan suka berbuat dosa.
  67. 67. Pembukuan hadits pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Kitab hadits pertama disusun oleh Imam Malik yaitu kitab “Al-Muwaththa”. Pada masa ini lahir kitab-kitab hadits shahih yang disebut “Kutub As-Sittah”
  68. 68. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kitab “Al Jami‟ As-Shahih” Karya Imam Bukhari Kitab “Al Jami‟ As-Shahih” Karya Imam Muslim Kitab “Sunan An-Nasa‟i” Karya Imam An-Nasa‟i Kitab “Sunan Abi Daud” Karya Imam Abu Daud Kitab “Sunan At-Tirmidzi” Karya Imam AtTirmidzi Kitab “Sunan Ibnu Majah” Karya Imam Ibnu Majah
  69. 69. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Membaca dan mempelajari hadits, khususnya hadits sahih untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Menghafal hadits-hadits pendek Menghindari hadits-hadits palsu agar tidak salah dalam beribadah dan bermal saleh Mengetahui sejarah hadits Memiliki beberapa buku hadits Menjauhi sikap ingkar terhadap kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam.
  70. 70. 1. Faktor apa saja yang membuat munculnya hadits dhaif dan hadits palsu? 2. Apa dampaknya bagi kehidupan masyarakat Islam dengan munculnya banyak hadits dhaif atau hadits palsu? Jelaskan !
  71. 71. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Abu Hurairah meriwayatkan 5.374 hadits Abdullah bin Umar meriwayatkan 2.630 hadits Anas bin Malik meriwayatkan 2.286 hadits Abdullah bin Abbas meriwayatkan 1.160 hadits Aisyah Ummul Mukmini meriwayatkan 2.210 hadits Ja‟far bin Abdillah meriwayatkan 1.540 hadits Abu Said Al-Hudri meriwayatkan 1.170 hadits
  72. 72. Ijtihad berasal dari bahasa Arab yang artinya telah bersungguh-sungguh mencurahkan tenaga, menggunakan fikiran dan bekerja seoptimal mungkin.
  73. 73. Menurut istilah, Ijtihad adalah kegiatan para ulama mencurahkan fikirannya dalam mencari dan menetukan hokum syara‟ yang bersifat amaliyah (praktis) dari dalil-dalilnya yang terperinci, penuh kehati-hatian dan tetap merujuk kepada Al-Qur‟an dan Hadits.
  74. 74.  Al-Qur‟an Qs. An-Nisa/4:59.
  75. 75. “Dari Mu‟adz bahwa Nabi Shallallahu „alaihi wa Sallam ketika mengutusnya ke Yaman, beliau berkata, “Jika ada suatu permasalahan disodorkan kepadamu, bagaimanakah kamu memutuskannya?”, ia menjawab, “Kuputuskan dengan kitabullah”, beliau bertanya, “Maka bagaimana jika tidak ada dalam kitabullah?”, ia menjawab, “Kuputuskan dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu „alaihi wa Sallam”, beliau bertanya lagi, “Bagaimana jika tidak ada dalam sunnah Rasulullah Shallallahu „alaihi wa Sallam?”, ia menjawab, “Aku akan berijtihad dengan pendapatku tidak lebih”. Ia berkata, “Waktu itu beliau menepuk dadanya, kemudian beliau berkata, “Segala puji bagi Allahyang member taufik kepada utusan Rasul-Nya dengan sesuatu yang disenangi oleh Rasul-Nya.” (HR. Ad- Darimy).
  76. 76. Hasil ijtihad merupakan dasar hokum Islam ketiga sesudah Al-Qur‟an dan hadits.
  77. 77. Ijtihad dilakukan karena masalah-masalah yang tidak dijelaskan atau masih perlu penafsiran baik dalam AlQur‟an maupun dalam Hadits.
  78. 78.       Menguasai Al-Qur‟an dan asbabun nuzulnya Menguasai Hadits dan asbabulwurudz-nya Faham bahasa Arab (nahwu, saraf, mantiq danbalaghah). Menguasai ijmak, qiyas dan semua yang berkaitan dengan wawasan hokum Mengetahui ilmu pengetahuan dan berwawasan global Bertaqwa dan gemar berbuat baik.
  79. 79.   Ijma, yaitu kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu masalah dengan cara musyawarah. Qiyas, yaitu menganalogikan masalah tertentu dengan masalah yang lain karena memiliki kesamaan sifat.
  80. 80.  Dalam hokum fiqh ada empat orang yang sangat terkenal hasil ijtihadnya yang dijadikan pedoman dalam pemangamalan ibadah. Mereka adalah:
  81. 81. Abu Hanifah (80-150H/669-767M), beliau terkenal dengan sebutan Imam Hanafi. hasil ijtihadnya disebut Mazhab Hanafi.
  82. 82. Malik bin Anas Al-Asbahi (93-170H/713-795M), terkenal dengan sebutan Imam Malik. Hasil ijtihadnya disebut MAzhab Maliki. Beliau adalah ahli hadits yang pertama menghimpun 5.000 hadits dalam kitabnya “Al-Muwaththa”.
  83. 83. Muhammad bin Idris bin Syafi‟I (150-204 H/767-865 M) terkenal dengan nama Imam Syafi‟i. hasil ijtihadnya dinamai Mazhab Syafi‟i. Kitab-kitab Imam Syafi‟i antara lain:  1). Ar-Risalah membahas ilmu UshulFiqh  2). Al-Umm membahas ilmu Fiqh  3). Ikhtifatul Al-Hadits  4). Al-Musnad
  84. 84. Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal (164-241 H/788-865 M) terkenal dengan sebutan Imam Hambali. Hasil ijtihadnya dikenal dengan nama Mazhab Hambali. Beberapa karya Imam Hambali, antara lain:  1). Tafsir Al-Qur‟an  2). Kitab An-Nasikh wal Mansukh  3). Kitab Al-Muqaddam wal Muakhir fil Qur‟an  4). Kitab Al-Manasikul Kabir  5). Kitab Al-Musnad berisi 4.000 hadits.
  85. 85. Mempelajari dan mengenal para mujtahid baik mujtahid pada zaman Rasulullah Shallallahu „alaihi wa Sallam , sahabat maupun mujtahid pembaharuan.
  86. 86. Berlatih berfikir rasional
  87. 87. Membiasakan diri untuk berfikir tentang persoalan agama yang dirasakan tidak sesuai dengan Al-Qur‟an dan Hadits.
  88. 88. Menurut pendapatmu, apa dampak amal ibadah yang tidak sesuai dengan dasar hokum Islam?
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×