PELAKSANAAN  KODE ETIK di Lingkungan  Program Pascasarjana- Universitas Terbuka (Bahan OSMB dan BTR) (Universitas Terbuka,...
Apakah itu Kode Etik? <ul><li>A  set of  code of conducts; </li></ul><ul><li>accepted   and applied in a certain community...
Domain Kode Etik (Lickona: 1992) Moral  Reasoning Moral  Feeling Moral Behaviour Arete/ Virtue/ kebajikan
STRUKTUR RUMUSAN NORMA <ul><li>  The Do  aspects : Apa yang seyogyanya dilakukan? </li></ul><ul><li>The Don’t aspects : Ap...
Sumber Rujukan <ul><li>SK Rektor Universitas Terbuka No. 176/2010 tentang Kode Etik di Lingkungan UnvertsitaSs Terbuka </l...
<ul><li>KODE ETIK  </li></ul><ul><li>DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TERBUKA </li></ul><ul><li>Keputusan Rektor UT No.176/2010 <...
<ul><li>Kode Etik  adalah Kode Etik di Lingkungan Universitas Terbuka yang merupakan pedoman tertulis yang berisi  standar...
<ul><li>Pasal 15 </li></ul><ul><li>Dosen, Tutor, Tenaga Akademik lain, Tenaga Kependidikan, dan/atau  Mahasiswa  yang terb...
<ul><li>TENTANG </li></ul><ul><li>PLAGIAT: APA DAN BAGAIMANA </li></ul><ul><li>(Permendiknas N0 17 Tahun 2010) </li></ul>
Plagiat  adalah  perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja  dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai u...
<ul><li>Pencegahan plagiat  adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang bertujuan agar ti...
<ul><li>Penanggulangan plagiat  adalah tindakan represif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi dengan  menjatuhkan...
<ul><li>Gaya selingkung  adalah  pedoman  tentang  tata cara penulisan atau pembuatan karya ilmiah  yang dianut oleh tiap ...
<ul><li>Karya ilmiah  adalah  hasil karya akademik   mahasiswa /dosen/peneliti </li></ul><ul><li>/tenaga kependidikan di l...
<ul><li>Karya  adalah hasil karya akademik atau non-akademik oleh orang perseorangan, kelompok, atau badan di luar lingkun...
<ul><li>Pasal 2 </li></ul><ul><li>(1 )  Plagiat  meliputi tetapi tidak terbatas pada  : </li></ul><ul><li>mengacu dan/atau...
<ul><li>(3)  Dibuat  sebagaimana dimaksud pada ayat (2)  berupa: </li></ul><ul><li>komposisi musik; </li></ul><ul><li>pera...
<ul><li>Diterbitkan  sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: </li></ul><ul><li>buku yang dicetak dan diedarkan oleh pen...
<ul><li>(5)  Dipresentasikan  sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: </li></ul><ul><ul><li>presentasi di depan khalaya...
<ul><li>Pasal 3  </li></ul><ul><li>Plagiator  di perguruan tinggi adalah : </li></ul><ul><li>Satu atau lebih mahasisw a </...
<ul><li>Pasal 4 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>T empat  terjadi plagiat: </li></ul><ul><li>di dalam lingkungan perg...
<ul><li>Pasal 5 </li></ul><ul><li>Waktu  terjadi plagiat: </li></ul><ul><li>selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran...
<ul><li>Pasal 12 </li></ul><ul><li>(1 )  Sanksi bagi mahasi s wa  yang terbukti melakukan plagiat sebagaimana dimaksudkan ...
<ul><li>Pasal 14 </li></ul><ul><li>    Dalam hal  mahasiswa /   dosen   </li></ul><ul><li>peneliti/tenaga kependidikan tid...
TERIMA KASIH  ATAS PERHATIAN SEMUA (Doc. Wikipedia:2010)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kode etik p ps ut untuk osmb 2011 singkat

597

Published on

kode

Published in: Education, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
597
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kode etik p ps ut untuk osmb 2011 singkat

  1. 1. PELAKSANAAN KODE ETIK di Lingkungan Program Pascasarjana- Universitas Terbuka (Bahan OSMB dan BTR) (Universitas Terbuka, Doc., 2009)
  2. 2. Apakah itu Kode Etik? <ul><li>A set of code of conducts; </li></ul><ul><li>accepted and applied in a certain community/institution; </li></ul><ul><li>for maintaining law and order; </li></ul><ul><li>normatively coherent with higher legal/moral norms; </li></ul><ul><li>consists in a sytem of rules integrating moral reasoning, moral feeling, and moral behaviour; </li></ul><ul><li>establishing arete or virtue; </li></ul><ul><li>socio-psychologically reinforced; and </li></ul><ul><li>developed from anomy-heteronomy-socionomy-autonomy stages </li></ul><ul><li>(Wikipedia; 2010) </li></ul>
  3. 3. Domain Kode Etik (Lickona: 1992) Moral Reasoning Moral Feeling Moral Behaviour Arete/ Virtue/ kebajikan
  4. 4. STRUKTUR RUMUSAN NORMA <ul><li> The Do aspects : Apa yang seyogyanya dilakukan? </li></ul><ul><li>The Don’t aspects : Apa yang meski dihindari? </li></ul><ul><li>Norm-breaker sanction : Apa akibat dari pelanggaran norma? </li></ul><ul><li>Ethical Code Management : Bagaimana mekanisme reinforcement Kode Etik tersebut? Siapa yang bertugas melakukan reinforcement tersebut </li></ul>
  5. 5. Sumber Rujukan <ul><li>SK Rektor Universitas Terbuka No. 176/2010 tentang Kode Etik di Lingkungan UnvertsitaSs Terbuka </li></ul><ul><li>Permendiknas 17/2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat </li></ul><ul><li>UUD 1945 (Hak dan Kewajiban warga negara) </li></ul><ul><li>UU 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (Hak dan kewajiban pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan) </li></ul><ul><li>PP 17 tahun 2010 Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Kebebasan Akademik dan Kebebasan Mimbar Akademik) </li></ul>
  6. 6. <ul><li>KODE ETIK </li></ul><ul><li>DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TERBUKA </li></ul><ul><li>Keputusan Rektor UT No.176/2010 </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Kode Etik adalah Kode Etik di Lingkungan Universitas Terbuka yang merupakan pedoman tertulis yang berisi standar perilaku Dosen, Tutor, Tenaga Akademik lain, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Universitas Terbuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bermasyarakat akademik , berorganisasi, dan berinteraksi di lingkungan universitas dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Pasal 1 angka 11) </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>A </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Pasal 15 </li></ul><ul><li>Dosen, Tutor, Tenaga Akademik lain, Tenaga Kependidikan, dan/atau Mahasiswa yang terbukti melanggar Kode Etik dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku umum di Indonesia atau yang berlaku khusus dilingkungan Universitas. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>TENTANG </li></ul><ul><li>PLAGIAT: APA DAN BAGAIMANA </li></ul><ul><li>(Permendiknas N0 17 Tahun 2010) </li></ul>
  10. 10. Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai . (Pasal 1, angka 1)
  11. 11. <ul><li>Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang bertujuan agar tidak teradi plagiat di lingkungan perguruan tingginya. </li></ul><ul><li>(Pasal 1, angka 3) </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Penanggulangan plagiat adalah tindakan represif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi dengan menjatuhkan sanksi kepada plagiator di lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas akademik perguruan tinggi yang bersangkutan. </li></ul><ul><li>(Pasal 1, angka 2) </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Gaya selingkung adalah pedoman tentang tata cara penulisan atau pembuatan karya ilmiah yang dianut oleh tiap bidang ilmu, tehknologi, dan seni. </li></ul><ul><li>(Pasal 1, angka 5) </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Karya ilmiah adalah hasil karya akademik mahasiswa /dosen/peneliti </li></ul><ul><li>/tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi, yang dibuat dalam bentuk tertulis baik cetak maupun elektronik yang diterbitkan dan/atau di presentasikan. </li></ul><ul><li>(Pasal 1, angka 6) </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Karya adalah hasil karya akademik atau non-akademik oleh orang perseorangan, kelompok, atau badan di luar lingkungan perguruan tinggi, baik yang diterbitkan, dipresentasikan, maupun dibuat dalam bentuk tertulis. </li></ul><ul><li>(Pasal 1 angka 7) </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Pasal 2 </li></ul><ul><li>(1 ) Plagiat meliputi tetapi tidak terbatas pada : </li></ul><ul><li>mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa enyatakan sumber secara memadai; </li></ul><ul><li>mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber secara memadai; </li></ul><ul><li>menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai; </li></ul><ul><li>merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri ari suatu sumber kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyartakan sumber secara memadai; </li></ul><ul><li>menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai. </li></ul><ul><li>(2) Sumber sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing bertindak untuk diri sendiri atau kelompok atau untuk dan atas nama suatu badanm atau anomim penghasil satu atau lebih karya dan/atau karya ilmiah yang dibuat, diterbitkan, dipresentasikan, atau dimuat dalam bentuk tertulis baik cetak maupun elektronik. </li></ul>
  17. 17. <ul><li>(3) Dibuat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: </li></ul><ul><li>komposisi musik; </li></ul><ul><li>perangkat lunak komputer; </li></ul><ul><li>fotografi; </li></ul><ul><li>l ukisan; </li></ul><ul><li>sketsa; </li></ul><ul><li>patung; atau </li></ul><ul><li>hasil karya dan/atau karya ilmiah sejenis yang tidak termasuk huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, atau huruf f </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Diterbitkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: </li></ul><ul><li>buku yang dicetak dan diedarkan oleh penerbit atau perguruan tinggi; </li></ul><ul><li>Artikel yang dimuat dalam berkala ilmiah, majalah, atau surat kabar; </li></ul><ul><li>kertas kerja atau makalah profesional dari organisasi tertentu; </li></ul><ul><li>Isi laman elektronik; atau </li></ul><ul><li>hasil karya dan/atau karya ilmiah sejenis yang tidak termasuk huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, </li></ul>
  19. 19. <ul><li>(5) Dipresentasikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa: </li></ul><ul><ul><li>presentasi di depan khalayak umum atau terbatas </li></ul></ul><ul><ul><li>presentasi melalui radio/televise/video/cakram padat/cakram video digital; atau </li></ul></ul><ul><ul><li>bentuk atau cara lain sejenis yang tidak termasuk pada ayat (2) berupa cetakan dan/atau elektronik </li></ul></ul><ul><li>(6 ) Dimuat dalam bentuk tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa cetakan dan/atau elektronik </li></ul><ul><li>(7) Pernyataan sumber memadai apabila dilakukan sesuai dengan tata cara pengacuan dan pengutipan dalam gaya selingkung bidang ilmu, tehnologi, dan seni. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  20. 20. <ul><li>Pasal 3  </li></ul><ul><li>Plagiator di perguruan tinggi adalah : </li></ul><ul><li>Satu atau lebih mahasisw a </li></ul><ul><li>Satu atau lebih dosen/peneliti/tenaga kependidikan atau; </li></ul><ul><li>Satu atau lebih dosen/peneliti/tenaga kependidikan bersama satu atau lebih mahasiswa. </li></ul>
  21. 21. <ul><li>Pasal 4 </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>T empat terjadi plagiat: </li></ul><ul><li>di dalam lingkungan perguruan tinggi antarkarya ilmiah mahaiswa, dosen/peneliti/tenaga kependidikan dan dosen terhadap mahasiswa atau sebaliknya; </li></ul><ul><li>dari dalam lingkungan perguruan tinggi terhada p karya ilmiah mahasiswa dan/atau dosen/peneliti/tenaga kependidikan dari perguruan tinggi lain, karya dan/atau karya ilmiah orang perseorangan dan/atau kelompok orang yang bukan dari kalangan perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri; </li></ul><ul><li>di luar perguruan tinggi ketika mahasiswa dan/atau dosen/peneliti/tenaga kependidikan dari luar negeri yang bersangkutan sedang mengerjakan atau menjadalankan tugas yang diberikan oleh perguruan tinggi atau pejabat yang berwenang. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Pasal 5 </li></ul><ul><li>Waktu terjadi plagiat: </li></ul><ul><li>selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran; </li></ul><ul><li>Dalam hal ini tugas-tugas matakuliah yang dikerjakan mahasiswa juga perlu memperhatikan aspek kepatutan ilmiah, dengan mencantumkan sumber teori, data, pendapat, dsb.  </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Pasal 12 </li></ul><ul><li>(1 ) Sanksi bagi mahasi s wa yang terbukti melakukan plagiat sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 10 ayat (4) secara berurutan dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat, terdiri atas: </li></ul><ul><li>teguran; </li></ul><ul><li>peringatan tertulis; </li></ul><ul><li>penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa; </li></ul><ul><li>pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa; </li></ul><ul><li>pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa; </li></ul><ul><li>pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa; atau </li></ul><ul><li>pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dari suatu program. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Pasal 14 </li></ul><ul><li>  Dalam hal mahasiswa / dosen </li></ul><ul><li>peneliti/tenaga kependidikan tidak terbukti melakukan plagiat, pemimpin perguruan tinggi melakukan pemulihan nama baik yang bersangkutan. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  25. 25. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN SEMUA (Doc. Wikipedia:2010)
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×