Your SlideShare is downloading. ×
0
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Kimia Unsur
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kimia Unsur

11,436

Published on

Published in: Education
0 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
11,436
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
734
Comments
0
Likes
10
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KIMIA UNSUR Disusun oleh: • Joshua Santoso • Lusia Ari Paramita • Ricky Iskandar • Rio Sandjaya
  • 2. Pengertian Unsur Kimia Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa.
  • 3. Kelimpahan Unsur di Alam Unsur-unsur di alam lebih banyak berupa senyawa dibandingkan dalam keadaan bebas sesuai bentuk unsurnya. Unsur gas mulia terdapat dalam bentuk bebas dan unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk senyawa alami di alam. Unsur-unsur gas mulia (helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon) termasuk dalam 90 jenis unsur yang terdapat di alam, sedangkan sisanya merupakan unsur buatan seperti plutonium dan amerisium. Beberapa unsur logam dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawa seperti emas, perak, platina, dan tembaga. Unsur nonlogam juga ada yang dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa seperti oksigen, belerang, nitrogen, dan karbon. Unsur atau senyawa yang banyak terdapat dalam bahanbahan alam disebut mineral. Mineral diolah untuk diambil unsurnya, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan seharihari. Tidak semua mineral dilakukan pengolahan, tergantung besarnya kandungan unsur di dalamnya dan tingkat kesukaran proses pengolahannya.
  • 4. Tabel Kelimpahan Unsur di Alam
  • 5. Indentifikasi Keberadaanm UnsurUnsur di Alam Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan unsur di alam ini. Diantaranya dengan cara reaksi nyala dan reaksi pengendapan. 1. Reaksi nyala Jika unsur yang akan diidentifikasi berbentuk padatan dan mudah menguap, maka digunakan reaksi nyala. Reaksi ini memberikan hasil berupa warna nyala yang spesifik untuk unsur tertentu. Berikut ini warna reaksi nyala beberapa unsur dari golongan alkali dan alkali tanah.
  • 6. 2. Reaksi Pengendapan Tidak jarang dijumpai unsur dalam jumlah yang sedikit dan bercampur dengan unsur lain. Identifikasinya dengan menambahkan suatu pereaksi untuk mengendapkan kelompok unsur tertentu dan membiarkan kelompok unsur lain tetap dalam larutan. Cara ini dapat dilakukan secara berulang, sehingga setiap kelompok dapat dipisahkan kembali sampai ke bagian yang kecil. pereaksi yang digunakan untuk identifikasi ini harus bersifat selektif untuk unsur tertentu, sehingga dapat mengendapkan unsur yang diduga ada dalam suatu larutan. dengan teknik ini akan diperoleh zat baru yang berbeda dengan zat semula, yang berupa endapan. Perhatikan contoh berikut Kation Al³⁺ direaksikan dengan KOH akan menimbulkan endapan putih hidrofil dari alumunium hidroksida (Al(OH)₃. Al(OH)₃ larut dalam KOH berdasarkan sifat amfoter dari Al(OH)₃ dengan reaksi : Al³⁺(aq) + 3OH⁻(aq) Al(OH)₃(s) + OH⁻(aq) Al(OH)₃(s) AlO₂⁻(aq) + 2H₂O(l)
  • 7. Alkali Warna nyala Li Warna nyala Na Warna nyala K Warna nyala Rb Warna nyala Cs Logam alkali yaitu unsur-unsur golongan IA dalam sistem periodik, merupakan logam yang paling reaktif (pembentuk basa kuat), mudah melepaskan elektron valensinya (ns ¹) membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +1. Senyawa-senyawa logam alkali umumnya tergolong senyawa ion dan mudah larut dalam air. Maka tidak heran jika banyak ditemukan di air laut, selain itu bersifat lunak seperti karet penghapus, sehingga dapat diiris dengan pisau. Pada suhu ruang logam alkali mempunyai wujud padat (Li, Na, K, Rb) dan cair (Cs, Fr)
  • 8. Alkali Tanah Warna nyala Sr Warna nyala Ba Warna nyala Ca Logam alkali tanah yaitu unsur-unsur golongan IIA, kereaktifannya dibawah alkali, namun dengan 2 elektron valensi (ns²) yang dimilikinya, logam alkali tanah pun mudah melepaskan elektronnya membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi +2. Semua logam alkali tanah pada suhu kamar berwujud padat, berwarna putih perak, kecuali Berilium yang berwarna abu-abu. Logam alkali tanah di alam terdapat dalam bentuk senyawa yang tidak larut di
  • 9. Jari-jari Logam dan Ionik (pm) Alkali Alkali Tanah unsur Jar. logam Jar. ionik Unsur Jar. Logam Jar. ionik Litium 160 74 Berillium 110 27 Natrium 190 102 Magnesium 160 72 Kalium 240 138 Kalsium 200 100 Rubidium 250 149 Strontium 220 113 Sesium 270 170 Barium 220 136 Fransium - 1194 Radium - 162 Jari-jari logam serta ionik alkali lebih besar dari logam alkali tanah.
  • 10. Energi Ionisasi (Kj/mol) Alkali Alkali Tanah unsur Ionisasi I unsur Ionisasi I Ionisasi II Litium 520 Berillium 900 1757 Natrium 496 Magnesium 738 1451 Kalium 419 Kalsium 590 1145 Rubidium 403 Strontium 550 1064 Sesium 376 Barium 503 965 Fransium 380 Radium 509 978 Energi ionosasinya lebih besar logam Alkali tanah. Energi yang diperlukan untuk melepas elektron Kecenderungan atom untuk membentuk ion positif
  • 11. Keelektronegatifan Alkali Alkali Tanah Li 1,0 Be 1,57 Na 0,9 Mg 1,31 K 0,8 Ca 1,00 Rb O,8 Sr 0,95 Cs 0,7 Ba 0,89 Fr 0,7 Ra 0,90 Keelektronegatifannya lebih besar logam Alkali tanah. kecenderungan atom untuk menarik suatu elektron untuk membentuk suatu ikatan.
  • 12. Alkali Harga Potensial Reduksi Standart (Volt) Alkali Tanah Li – 3,05 Be – 1,85 Na – 2,71 Mg – 2,37 K – 2,92 Ca – 2,87 Rb – 2,49 Sr – 2,89 Cs – 3,02 Ba – 2,91 Fr - Ra - Harga potensial reduksi standar kecuali litium dari atas ke bawah semakin negatif. Hal ini menunjukkan semakin mudahnya melepas elektron (sifat reduktor semakin kuat dari Na sampai Cs). Harga potensial reduksi standar dari atas ke bawah semakin negatif. Hal ini menunjukkan semakin mudahnya melepas elektron (sifat reduktor semakin kuat dari Be sampai Ba).
  • 13. Titik leleh dan didih (oC) Alkali Alkali Tanah Unsur Titik leleh Titik didih Unsur Titik leleh Titik didh Litium 181 1342 Berillium 1287 2469 Natrium 98 883 Magnesium 650 1090 Kalium 63 760 Kalsium 842 1484 Rubidium 39 686 Strontium 777 1382 Sesium 29 669 Barium 727 1870 Fransium 27 677 Radium 700 1737 Titik titik didih lebih besar logam Alkali Tanah. Sedangkan titik lelehnya lebih rendah Alkali
  • 14. Kerapatan Alkali 3) (Kg/m Alkali Tanah Li 530 Be 1850 Na 970 Mg 1740 K 860 Ca 1540 Rb 1530 Sr 2620 Cs 1880 Ba 3510 Fr - Ra 5000 Dibanding logam alkali keraptan alkali tanah lebih besar. Dipengaruhi oleh masa atom, jari-jari atom, keraptan atom per unit sel
  • 15. Perbandingan Alkali dengan Alkali Tanah  Alkali (Golongan IA)  Alkali Tanah (Golongan IIA)  Energi ionisasi rendah  Energi ionisasi rendah, tapi IA lebih rendah  Reduktor kuat  Reduktor kuat, meskipun tidak sekuat IA  Sangat reaktif  Sangat reaktif, tetapi IA lebih reaktif  Reaksinya dengan air berlangsung  Reaksi dengan air berlangsung cepat cepat  Titik didih rendah, sebab ikatan logam  Titik didih tinggi, sebab ikatan logam lemah lebih kuat daripada IA
  • 16. Persamaan Alkali dengan Alkali Tanah • Jari-jari atom makin ke bawah makin besar: a) Makin ke bawah kereaktifan bertambah b) Makin ke bawah basanya makin kuat c) Makin ke bawah titik leleh makin rendah • Logam-logam alkali dan alkali tanah diperoleh dari elektrolisis leburan garam halidnya • Senyawa-senyawa alkali dan alkali tanah berikatan ion, berwujud padat, dan memiliki titik lebih tinggi
  • 17. Halogen Unsur golongan VIIA ini merupakan unsur nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Oleh karena itu unsur-unsur nonlogam ini dinamakan HALOGEN, yang berasal dari kata halo genes yang artinya pembentuk garam. Unsur nonlogam yang termasuk ke dalam golongan Halogen yaitu Fluor (F2), Klor (Cl2), Brom (Br2), Iodium (I2), dan Astatin (At2).
  • 18. Sifat-Sifat Halogen
  • 19. Gas Mulia Warna-warna lampu gas mulia Gas mulia adalah unsurunsur golongan VIIIA. Terdiri atas Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn). Memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik karena sifat stabilnya Disebut gas mulia karena unsur-unsurnya stabil . Hal ini disebabkan oleh konfigurasi elektronnya berisi penuh.
  • 20. Sifat Umum Gas Mulia • Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air. • Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2, sudah stabil sehingga sukar membentuk senyawa dengan unsur lain. • Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom). • Bersifat inert • Gas mulia merupakan unsur gas pada suhu kamar dan mendidih hanya beberapa derajat di atas titik cairnya. • Jari-jari, titik leleh serta titik didih gasnya bertambah seiring bertambahnya nomor atom. Sedangkan energi pengionnya berkurang.
  • 21. Sifat Fisis Gas Mulia
  • 22. Sifat Kimia Gas Mulia  Radon ternyata dapat bereaksi spontan dengan fluorin, sedangkan Xenon memerlukan pemanasan atau penyinaran untuk memulai bereaksi.  Kripton lebih sukar bereaksi, hanya bereaksi dengan fluorin jika disinari atau jika diberi loncatan muatan listrik.  Kereaktifan gas mulia bertambah besar sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya, yaitu dari atas ke bawah.  Pertambahan jari-jari atom mengakibatkan daya tarik inti terhadap elektron kulit luar berkurang, sehingga elektronnya semakin mudah ditarik oleh atom lain.  Unsur gas mulia hanya dapat berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif, seperti fluorin dan oksigen.  Radon bersifat radioaktif  Argon terbanyak di atmosfer, sedangkan Helium terbanyak di alam semesta
  • 23. Pembuatan Gas Mulia • Gas helium mempunyai titik didih yang sangat rendah, yaitu -268,8 0C sehingga pemisahan gas helium dari gas alam dilakukan dengan cara pengembunan (liquefaction) sampai gas alam akan mencair (sekitar -156 0C) dan gas helium terpisah dari gas alam. • Pembuatan Ne, Ar, Kr, dan Xe dilakukan dengan Proses Destilasi Bertingkat.
  • 24. Tabel Pembuatan Senyawa
  • 25. Unsur Radioaktif Unsur radio aktif adalah unsur yang dapat memancarkan radiasi secara spontan. Radiasi adalah sejenis sinar tetapi memiliki energi yang besar dan daya tembus yang tinggi. Radiasi yang dipancarkan radioaktif terdiri dari 3 jenis partikel: • Sinar alfa 2 zat 4 • Sinar beta -1 0 • Sinar gama 0 0 Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat: 1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis. 2. Dapat mengionkan gas yang disinari. 3. Dapat menghitamkan pelat film. 4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi). 5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,dan γ.
  • 26. Manfaat Zat Radioaktif A. Bidang Kesehatan • 24Na, mendeteksi adanya gangguan peredaran darah. • 59Fe, mengukur laju pembentukan sel darah merah. • 11C, mengetahui metabolisme secara umum. • 131I, mendeteksi kerusakan pada kelenjar tiroid. • 32P, mendeteksi penyakit mata, liver, dan adanya tumor. B. Bidang Hidrologi • 24Na dan 131I, digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran air sungai. • Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah. • 14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah.
  • 27. C. Bidang Industri • Industri kertas, mengukur ketebalan kertas. • Industri otomotif, mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja. D. Bidang Kimia • Analisis pengaktifan neutron. • Sumber radiasi dan sebagai katalis pada suatu reaksi kimia. • Pembuatan unsur-unsur baru. E. Bidang Pertanian • 37P dan 14C, mengetahui tempat pemupukan yang tepat. • 32P, mempelajari arah dan kemampuan tentang serangga hama. • Mutasi gen atau pemuliaan tanaman. • 14C dan 18O, mengetahui metabolisme dan proses fotosintesis.
  • 28. F. Bidang Peternakan • Mutasi gen dengan radiasi untuk pemuliaan tanaman. • Pemberantasan hama dengan meradiasi serangga jantan sehingga mandul. • Pengawetan bahan pangan dengan radiasi sinar-X atau gama untuk membunuh telur atau larva. • Menunda pertunasan pada bawang, kentang, dan umbi-umbian untuk memperpanjang masa penyimpanan.
  • 29. Unsur Periode 3 Unsur-unsur periode ketiga memiliki jumlah kulit elektron yang sama, yaitu tiga kulit. 11Na 12Mg 13Al 14Si Padat Metalloid Logam Reduktor Pembentuk basa amfoter Kristal logam Molekul raksasa 15P 16S 17Cl 18Ar Gas Bukan logam Oksidator Pembentuk asam Molekul sederhana Biloks = 0 Inert Monoatomik Sifat-sifat yang ke kanan makin bertambah : a. energi ionisasi c. bilangan oksidasi maksimum e. sifat oksidator b. keelektronegatifan d. sifat asam f. affinitas elektron Sifat-sifat yang ke kanan makin berkurang : a. jari-jari atom c. sifat logam e. sifat reduktor b. daya hantar d. sifat basa
  • 30. Unsur Periode 4(Transisi) Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d. Berdasarkan prinsip Aufbau, unsurunsur transisi baru dijumpai mulai periode 4. Pada setiap periode kita menemukan 10 buah unsur transisi, sesuai dengan jumlah elektron yang dapat ditampung pada subkulit d. Diberi nama transisi karena terletak pada daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan sistem periodik. Aturan penomoran golongan unsur transisi adalah: 1. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron pada subkulit s ditambah d. 2. Nomor golongan dibubuhi huruf B. Catatan: 1. Jika s + d = 9, golongan VIIIB. 2. Jika s + d = 10, golongan VIIIB. 3. Jika s + d = 11, golongan IB. 4. Jika s + d = 12, golongan IIB.
  • 31. Sifat-Sifat Umum Unsur Transisi Unsur transisi mempunyai sifat – sifat khas yang membedakannya dari unsur golongan utama, antara lain : 1. Sifat logam, unsur transisi tergolong logam dengan titik cair dan titik didih yang relatif tinggi 2. Bersifat paramagnetik (sedikit tertarik ke dalam medan magnet). 3. Membentuk senyawa – senyawa yang berwarna. 4. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi. 5. Membentuk berbagai macam ion kompleks. 6. Berdaya katalitik, banyak unsur transisi dan senyawanya yang berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun dalam metabolisme.
  • 32. Sekian dan Terima Kasih

×