Your SlideShare is downloading. ×
Etika profes1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Etika profes1

1,093

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,093
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
36
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MAKALAH ETIKA PROFESI DISUSUN OLEH 1. 2. 3. 4. Lukman Jumayer (130405097) Jones Simanjuntak (130405027) Joseph O. A. Tambun(130405079) Trecy Kartika (130405093) DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 ETIKA PROFESI 1
  • 2. DAFTAR ISI…………………………………………………….. HAL KATA PENGANTAR ………………………………………… 3 Bab I.Pendahuluan ……………………………………….. I.1.Sejarah etika profesi…………………………………. 4 I.2.Perkembangan etika profesi……………………… 4 Bab II.Etika Profesi ………………………………………… II.1.Etika…………………………………………………………. 5 II.2.Profesi……………………………………………………… 6 II.3.3. Studi kasus 8 Bab III.Kesimpulan dan saran ………………………….. III.1 Kesimpulan………………………………………………. 11 III.2 Saran………………………………………………………… 12 Daftar Pustaka…………………………………………………. 2 13
  • 3. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Dan juga kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Dosen pembimbing mata kuliah etika porfesi yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam menyelesaikan tugas kami. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan serta pemahaman mengenai sosok sarjana teknik dalam keporfesiannya yang baik dan sesuai dengan tanggung jawabnya. Kami juga menyadari bahwa di dalam tugas ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan, untuk itu kami mohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat berguna bagi siapapun yang membacanya.Akhir kata kami mengucapkan terima kasih. Medan,28 Oktober 2013 Kelompok 8 3
  • 4. BAB 1 PENDAHULUAN I.1.Sejarah Etika Profesi Munculnya etika profesi sebenarnya berasal dari adanya penyimpangan perilaku dari penyandang profesi terhadap sistem nilai, norma, aturan ketentuan,yang berlakudalam profesinya. Tidak adanya komitmen pribadi dalam melaksanakan tugas, tidak jujur, tidak bertanggungjawab, tidak berdedikasi, tidak menghargai hak orang lain, tidak adil dan semacamnya. Menurut Bambang (2007:45) mengapa orang memilih tindakan-tindakan tidak etis yaitu: a. b. c. Orang akan berbuat apa yang paling leluasa bisa diperbuatnya. Orang akan berbuat demi suatu kemenangan. Orang akan selalu mencoba merasionalisme pilihan-pilihannya dengan relativisme. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. I.2.Perkembangan Etika Profesi Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial(profesi) itu sendiri. Selanjutnya, karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalamhal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan kehlian 4
  • 5. BAB 2 ETIKA PROFESI II.1.ETIKA PENGERTIAN ETIKA Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram,terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangn ya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah atur an prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah danukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini : Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhikeh idupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia : 1.ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam 5
  • 6. hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambilkeputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil. 2.ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Etika secara umum dapat dibagi menjadi : a.ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. b.ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehi dupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud -Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang Dilatar belakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis.cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau ti danakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya. ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian : a.Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. b.Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia. Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup. II.2.Profesi PENGERTIAN PROFESI Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan 6
  • 7. penerapan dalam praktek. Kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk bidang-bidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer, pengacara, dan semacamnya, tetapi meluas sampai mencakup pula bidang seperti manajer, wartawan, pelukis, penyanyi, artis, sekretaris dan sebagainya. Sejalan dengan itu, menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi.Berikut pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE : PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senangsenang, atau untuk mengisi waktu luang. Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa “PEKERJAAN / PROFESI” dan “PROFESIONAL” terdapat beberapa perbedaan : PROFESI : -Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus. -Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu). -Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup. -Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang menda lam. PROFESIONAL : -Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya. -Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau ke giatannya itu. -Hidup dari situ. -Bangga akan pekerjaannya. CIRI-CIRI PROFESI Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu : 1.Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 2.Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3.Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentinganmasyarakat. 4.Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu adaizin khusus. 7
  • 8. 5.Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Dengan melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata-rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik. PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI : 1.Tanggung jawab -Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. -Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya. 2.Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. 3.Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. SYARAT-SYARAT SUATU PROFESI : -Melibatkan kegiatan intelektual. -Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. -Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan. -Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. -Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. -Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. -Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terj alin erat. -Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini a dalah kode etik. PERANAN ETIKA DALAM PROFESI : •Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilaiuntuk mengatur kehidupan bersama. •Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai -nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. •Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagaicontohnya adalah pada profesi hukum dikenaladanya 8
  • 9. mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya. 9
  • 10. BAB III STUDI KASUS KASUS PELANGGARAN YANG DILAKUKAN OLEH INDUSTRI PULP AND PAPER 1. Bahan baku Bahan baku utama adalah kayu terutama adalah kayu yang mengalami bahan selulosa seperti kayu, bambu, serat kapas, bagase, merang, jerami . jenis selulosa adalah 1. Alfa selulosa : pembuatan kertas 2. Beta selulosa: dibuang saat pembuatan pulp 3. Gamma selulosa : pengotor pada pembuatan pulp Jenis kayu yang digunakan adalah kayu keras (contoh : jati) dan kayu lunak (contoh : pinus) Kita semua tahu bahwa bahan dasar utama pembuatan pulp dan kertas adalah kayu. Dan dalam usaha perolehan kayu pemerintah sudah menyediakan penyediaan lahan hutan khusus untuk industri pulp. Tetapi sering kali perusahaan tidak mematuhi peraturan tersebut , mereka mengambil kayu dari seluruh hutan yang ada di daerah tersebut bahkan menghilangkan semua isi hutan tersebut dan mengakibatkan deforestasi hutan besar-besaran di daerah tersebut. Padahal kita semua tahu bahwa hutan itu berfungsi sebagai penyedia oksigen, penahan aliran air dan penahan tanah akibatnya daerah sekitar konsesi hutan pabrik pulp and paper sering kali mengalami kekeringan saat musim kemarau dan kebanjiran serta tanah longsor yang merenggut tidak sedikit korban jiwa dan materiil. Kasus yang demikian terakhir kali terjadi antara masyarakat di parlilitan kabupaten humbang hasundutan dengan pt. Toba Pulp Lestari 2. Proses pembuatan pulp dan kertas di pabrik Terdiri dari tahap-tahap: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 Persiapan kayu Pembuatan pulp (bubur kertas) Pencucian pulp Penyulingan(refining) Oxygen delignification Bleaching Paper making Calender stack Paper reet
  • 11. Dampak limbah industri pulp dan kertas : 1. Penggunaan bahan baku fosil, salah satunya adalah batubara untuk pembangkit listrik dapat meningkatkan emisi dari partikel Nox,SO2,CO2,dan CO. Penggunaan batubara untuk bahan bakar pembangkit listrik diperkiraan akan terus meningkat. Meskipun kandungan sulfur batubara indonesia relatif kecil tetapi dalam penggunaan dalam jumlah besar dapat meningkatkan emisi SO2 sehingga dapat berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan hudup 2. Limbah cair dari pabrik kertas menggandung logam berat jenis Hg dan Cu. Bahan kimia dalam air limbah pabrik kertas seperti sulfite, fenol klorin, metal merkaptan sangat membahayakan kehidupan biota perairan, dapat mengendap ke dasar perairan dan kelestarian kehidupan perairan Industri kertas menggunakan air dalam jumlah yang sangat besar, sehingga dapat mengancam keseimbangan air pada lingkungan skitarnya karena akan mengurangi jumlah air yangdiperlukan makhluk perairan sungai dan mengubah suhu air Berikut ini cara untuk mencapai minimalisai limbah mencakup 3 bagian utama yaiu 1. Pengurangan dari sumbernya 2. Daur ulang 3. Modifikasi produk 11
  • 12. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN III.1 kesimpulan Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah danukuran-ukuran bagi tingkah laku. PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Kode etik sarjana teknik terdiri atas perintah – perintah yang meliputi catur karsa dan sapta dharma Kesimpulan yang bisa diambil dari studi kasus diatas adalah setiap pekerjaaan dalam pabrik punya resiko dan dampak besar baik buruk atau baik pada lingkungan. Tugas kita adalah untuk mengurangi dampak 12
  • 13. II.2 saran. Teladani apa yang pantas diteladani, jauhi tindak anarkis dan kekerasan yang dianggap tidak penting . junjung tinggi integritas dan kompetensi sebagai calon sarjana teknik dan berbanggalah, masih banyak pendahulu kita yang mewariskan pengabdiannya bagi kesejahteraan dunia hingga saat ini dan terapkanlah etika dalam kehidupan kita . utamakan keselamatan kerja, lingkungan hidup dan kesejahteraan anggota pabrik 13
  • 14. DAFTAR PUSTAKA K.BERTHENS, filsafat barat kontemporer, Jilid 1.(inggris – jerman), Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2002 V. HELD, Etika moral, diterjemahkan oleh Y.A. Handoko, Jakarta, Erlangga, 1991 Http://www.insinyurkimia.com/profile-bkpii/kode-etik http://www.achmadarfan91.blogspot.com/p/kode-etik-sarjana-teknik.html?m=1 tobapulp.wordpress.com http://id.wikipedia.org/wiki/Industri_pulp_dan_kertas 14

×