Your SlideShare is downloading. ×
Elektro
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Elektro

844
views

Published on

Published in: Technology

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
844
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Josep Janurixon H. Pane EntertainmentElectrical engineering education State university of medaN
  • 2. Instalasi Penerangan: Teori Dasar Pencahayaan Sejak dimulainya peradaban, manusia menciptakan cahaya hanya dari api,walaupun lebih banyak sumber panasnya daripada cahaya yang dihasilkan. Diabad ke 21 ini kita masih menggunakan prinsip yang sama dalam menghasilkanpanas dan cahaya, salahsatunya adalah melalui lampu pijar. Hanya dalam beberapa dekade terakhir produk-produk peneranganmenjadi lebih canggih dan beraneka ragam. Perkiraan menunjukan bahwapemakaian energi oleh penerangan adalah 20 - 45% untuk pemakaian energi totaloleh bangunan komersial dan sekitar 3 - 10% untuk pemakaian energi total olehindustri. Hampir kebanyakan pengguna energi komersial dan industri pedulipenghematan energi dalam sistim penerangan. Seringkali, penghematan energyyang cukup berarti dapat didapatkan dengan investasi yang minim dan masuk akal.Mengganti lampu uap merkuri atau sumber lampu pijar dengan logam halida atausodium bertekanan tinggi, sehingga akan menghasilkan pengurangan biaya energidan meningkatkan jarak penglihatan. Memasang dan menggunakan kontrol foto,pengaturan waktu penerangan, dan sistim manajemen energi juga dapatmemperoleh penghematan yang luar biasa. Walau begitu, dalam beberapa kasusmungkin perlu mempertimbangkan modifikasi rancangan penerangan untukmendapatkan penghematan energi yang dikehendaki. Penting untuk dimengertibahwa lampu-lampu yang efisien, belum tentu merupakan sistim penerangan yangefisien. Cahaya hanya merupakan satu bagian dari berbagai jenis gelombangelektromagnetis yang terbang ke angkasa. Gelombang tersebut memiliki panjangdan frekuensi tertentu, yang nilainya dibedakan dari energi cahaya lainnya dalamspektrum elektromagnetisnya.Cahaya dipancarkan dari suatu benda dengan fenomena sebagai berikut:• Pijar, benda padat dan cair memancarkan radiasi yang dapat dilihat biladipanaskan sampai suhu tertentu. Intensitas meningkat dan penampilan menjadisemakin putih jika suhu naik.• Muatan Listrik, jika arus listrik dilewatkan melalui gas,maka atom danmolekulnya akan memancarkan radiasi, dimana spektrumnya merupakankarakteristik dari elemen yang ada.• Electro Luminescence, Cahaya dihasilkan jika arus listrik dilewatkan melaluipadatan tertentu seperti semikonduktor atau bahan yang mengandung fosfor.
  • 3. • Photo luminescence, radiasi pada salahsatu panjang gelombang diserap, biasanyaoleh suatu padatan dan dipancarkan kembali pada berbagai panjang gelombang.Bila radiasi yang dipancarkan kembali tersebut merupakan fenomena yang dapatterlihat, maka radiasi tersebut disebut fluorescence atau phosphorescence. Cahaya nampak, seperti yang dapat dilihat pada spektrum elektromagnetik,diberikan dalam Gambar 1, menyatakan gelombang yang sempit diantara cahayaultraviolet (UV) dan energi inframerah (panas). Gelombang cahaya tersebutmampu merangsang retina mata, yang menghasilkan sensasi penglihatan yangdisebut pandangan. Oleh karena itu, penglihatan memerlukan mata yang berfungsidan cahaya yang nampak.Definisi dan Istilah yang Umum Digunakan• Lumen: Satuan flux cahaya; flux dipancarkan didalam satuan unit sudut padatan olehsuatu sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela. Satu lux adalah satulumen per meter persegi. Lumen (lm) adalah kesetaraan fotometrik dari watt, yangmemadukan respon mata “pengamat standar”. 1 watt = 683 lumens pada panjanggelombang 555 nm.• Efficacy Beban Terpasang: Merupakan iluminasi/terang rata-rata yang dicapai padasuatu bidang kerja yang datar per watt pada pencahayaan umum didalam ruangan yangdinyatakan dalam lux/W/m².• Perbandingan Efficacy Beban Terpasang: Merupakan perbandingan efficacy bebantarget dan beban terpasang.• Luminaire: Luminaire adalah satuan cahaya yang lengkap, terdiri dari sebuah lampuatau beberapa lampu, termasuk rancangan pendistribusian cahaya, penempatan danperlindungan lampu-lampu, dan dihubungkannya lampu ke pasokan daya.• Lux: Merupakan satuan metrik ukuran cahaya pada suatu permukaan. Cahaya rata-ratayang dicapai adalah rata-rata tingkat lux pada berbagai titik pada area yang sudahditentukan. Satu lux setara dengan satu lumen per meter persegi. Tinggi mounting:Merupakan tinggi peralatan atau lampu diatas bidang kerja. Efficacy cahaya terhitung:Perbandingan keluaran lumen terhitung dengan pemakaian daya terhitung dinyatakan
  • 4. dalam lumens per watt.• Indeks Ruang: Merupakan perbandingan, yang berhubungan dengan ukuran bidangkeseluruhan terhadap tingginya diantara tinggi bidang kerja dengan bidang titik lampu.• Efficacy Beban Target: Nilai efficacy beban terpasang yang dicapai dengan efisiensiterbaik, dinyatakan dalam lux/W/m².• Faktor pemanfaatan (UF): Merupakan bagian flux cahaya yang dipancarkan olehlampu-lampu, menjangkau bidang kerja. Ini merupakan suatu ukuran efektivitas polapencahayaan.• Intensitas Cahaya dan Flux: Satuan intensitas cahaya I adalah candela (cd) juga dikenaldengan international candle. Satu lumen setara dengan flux cahaya, yang jatuh padasetiap meter persegi (m2) pada lingkaran dengan radius satu meter (1m) jika sumbercahayanya isotropik 1-candela (yang bersinar sama ke seluruh arah) merupakan pusatisotropik lingkaran. Dikarenakan luas lingkaran dengan jari-jari r adalah 4πr2, makalingkaran dengan jari-jari 1m memiliki luas 4πm2, dan oleh karena itu flux cahaya totalyang dipancarkan oleh sumber 1- cd adalah 4π1m. Jadi flux cahaya yang dipancarkanoleh sumber cahaya isotropik dengan intensitas I adalah:Flux cahaya (lm) = 4π × intensitas cahaya (cd)Perbedaan antara lux dan lumen adalah bahwa lux berkenaan dengan luas areal padamana flux menyebar 1000 lumens, terpusat pada satu areal dengan luas satu meterpersegi, menerangi meter persegi tersebut dengan cahaya 1000 lux. Hal yang sama untuk1000 lumens, yang menyebar kesepuluh meter persegi, hanya menghasilkan cahayasuram 100 lux.Hukum kuadrat terbalikHukum kuadrat terbalik mendefinisikan hubungan antara pencahayaan dari sumber titikdan jarak. Rumus ini menyatakan bahwa intensitas cahaya per satuan luas berbandingterbalik dengan kuadrat jarak dari sumbernya (pada dasarnya jari-jari).E = I / d²DimanaE = Emisi cahaya,I = Intensitas cahayad = jarakBentuk lain dari persamaan ini yang lebih mudah adalah:E1 d1² = E2 d2²Jarak diukur dari titik uji ke permukaan yang pertama-tama kena cahaya – kawat lampupijar jernih, atau kaca pembungkus dari lampu pijar yang permukaannya seperti es.Contoh: Jika seseorang mengukur 10 lm/m² dari sebuah cahaya bola lampu pada jarak 1meter, berapa kerapatan flux pada jarak setengahnya?Penyelesaian:E1m = (d2 / d1)² * E2
  • 5. = (1,0 / 0,5)² * 10= 40 lm/m²Suhu WarnaSuhu warna, dinyatakan dalam skala Kelvin (K), adalah penampakan warna dari lampuitu sendiri dan cahaya yang dihasilkannya. Bayangkan sebuah balok baja yangdipanaskan secara terus menerus hingga berpijar, pertama-tama berwarna oranyekemudian kuning dan seterusnya hingga menjadi “putih panas”. Sewaktu-waktu selamapemanasan, kita dapat mengukur suhu logam dalam Kelvin (Celsius + 273) danmemberikan angka tersebut kepada warna yang dihasilkan. Hal ini merupakan dasar teoriuntuk suhu warna. Untuk lampu pijar, suhu warna merupakan nilai yang“sesungguhnya”; untuk lampu neon dan lampu dengan pelepasan intensitas tinggi (HID),nilainya berupa perkiraan dan disebut korelasi suhu warna. Di Industri,“suhu warna” dan“korelasi suhu warna” kadang-kadang digunakan secara bergantian. Suhu warna lampumembuat sumber cahaya akan nampak “hangat”, “netral” atau “sejuk”. Umumnya, makinrendah suhu, makin hangat sumber, dan sebaliknya.Perubahan WarnaKemampuan sumber cahaya merubah warna permukaan secara akurat dapat diukurdengan baik oleh indeks perubahan warna. Indeks ini didasarkan pada ketepatan dimanaserangkaian uji warna dipancarkan kembali oleh lampu yang menjadi perhatian relatifterhadap lampu uji, persesuaian yang sempurna akan diberi angka 100. Indeks CIEmemiliki keterbatasan, namun cara ini merupakan cara yang sudah diterima secara luasuntuk sifat-sifat perubahan warna dari sumber cahaya.Kesalah pahaman yang umum terjadi adalah bahwa suhu warna dan perubahaan warnakeduanya menjelaskan sifat yang sama terhadap lampu. Selain itu, suhu warnamenjelaskan penampilan warna sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkannya.Perubahan warna menjelaskan bagaimana cahaya merubah warna suatu objek.