Your SlideShare is downloading. ×
Definisi narkoba
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Definisi narkoba

10,761

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
10,761
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
114
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Definisi NarkobaNarkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilahlain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalahNapza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yangumumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetismaupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnyarasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yangtermasuk jenis narkotika adalah: Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiatpsikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahanpada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasukpsikotropika antara lain: a) Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide), dsb.Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetisyang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistimsyaraf pusat, sepertiAlkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik(karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yangberalkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.Jenis-jenis Narkoba Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin)dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garamhidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan. Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol
  • 2. (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanyadilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium jugadidengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negarakapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shivamenggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan caramenghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.Kelompok Berdasarkan EfekBerdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagaiberikut: Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw Adiktif , Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian Remaja dan Narkoba Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
  • 3. Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan RemajaHingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruhpenduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidakbertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerahsekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal inibisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitumeraja rela.Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinanuntuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SDdan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untukmencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tuadiharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakatiIndonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi(termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realitayang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dariberagam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerjasama dengan Universitas Indonesia).Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelakudengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitumengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalanganusia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam.Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-cobamengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yangmenimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukupefektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tuaberkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebihlengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dariharapan.Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja.Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusiyang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihakbaik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangatpenting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba danmemberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak
  • 4. tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka daribahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dariorang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukanprogram yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu padaumumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usiapelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali denganperkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yangwajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagiketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadipencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.Dampak Negatif Penyalahgunaan NarkobaDampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagaiberikut: Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, Sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak memedulikan kesehatan diri, Suka mencuri untuk membeli narkoba. Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian !Upaya Pencegahan Penyalahgunaan NarkobaUpaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjaditanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, danmasyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anakkita.Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yangpertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwasikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaannarkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkobatermasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi danlingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan modelintervensi yang sering digunakan.
  • 5. Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yangjelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwanarkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolahharus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanyamembahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terusbelajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan inimempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa danremaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akanbahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upayatersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehinggaharapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapatterealisasikan dengan baik.***PemanfaatanTumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuatkantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebihbernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempatdisalahgunakan.Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanamanganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yangditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponensayur dan umum disajikan.Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisapdengan alat khusus bertabung yang disebut bong. BudidayaTanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dinginpun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca. Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar,
  • 6. merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dariAmerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempatuntuk mendapatkan “efek stimulan”.Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata,hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaindiklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.Keadaan Khas Masa Remaja Sebagai peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa, masa remaja merupakan masayang penuh dengan kesulitan dan gejola, baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuanya.Seringkali karena ketidaktahuan dari orang tua mengenai keadaan masa remaja tersebut ternyatamampu menimbulkan bentrokan dan kesalahpahaman antara remaja dengan orang tua yaknidalam keluarga atau ramaja dengan lingkungannya. Hal tersebut di atas tentunya tidak membantu si remaja untuk melewati masa ini denganwajar, sehingga berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku sepertipenyalahgunaan zat, atau kenakalan remaja atau gangguan mental lainnya. Orang tua seringkalidibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya dan inimenambah parahnya gangguan yang diderita oleh anak remajanya. Untuk menghindari hal tersebut dan mampu menentukan sikap yang wajar dalammenghadapi anak remaja, kita sekalian diharapkan memahami perkembangan remajanya besertaciri-ciri khas yang terdapat pada masa perkembangan tersebut. Dengan ini diharapkan bahwa kita(yang telah dewasa) agar memahami atas perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak danremaja pada saat ia mamasuki masa remajanya. Begitu pula dengan memahami dan membina anak/remaja agar menjadi individu yangsehat dalam segi kejiwaan serta mencegah bentuk kenakalan remaja perlu memahami prosestumbuh kembangnya dari anak sampai dewasa.
  • 7. Beberapa Ciri Khas Masa Remaja adalah: a. Perubahan peranan Perubahan dari masa anak ke masa remaja membawa perubahan pada diri seorang individu.Kalau pada masa anak ia berperanan sebagai seorang individu yang bertingkah laku dan beraksiyang cenderung selalu bergantung dan dilingungi, maka pada masa remaja ia diharapkan untukmampu berdiri sendiri dan ia pun berkeinginan mandiri. Akan tetapi sebenarnya ia masih membutuhkan perlindungan dan tempat bergantung dariorang tuanya. Pertentangan antara keinginan untuk bersikap sebagai individu yang mampuberdiri sendiri dengan keinginan untuk tetap bergantung dan dilindungi, akan menimbulkankonflik pada diri remaja. Akibat konflik ini, dalam diri remaja timbul kegelisahan dankecemasan yang akan mewarnai sikap dan tingkah lakunya. Ia menjadi mudah sekalitersinggung, marah, kecewa dan putus asa. a. Daya fantasi yang berlebihan Keterbatasan kemampuan yang ada pada diri remaja menyebabkan ia tidak selalu mampuuntuk memenuhi berbagai macam dorongan kebutuhan dirinya. b. Ikatan kelompok yang kuat Ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan segala keinginan dirinya menyebabkantimbulnya dorongan yang kuat untuk berkelompok. Dalam kelompok, segala kekuatan dirinyaseolah-olah dihimpun sehingga menjadi sesuatu kekuatan yang besar. Remaja akan merasa lebihaman dan terlindungi apabila ia berada di tengah-tengah kelompoknya. Oleh karena itu iaberusaha keras untuk dapat diakui oleh kelompoknya dengan cara menyamakan dirinya dengansegala sesuatu yang ada dalam kelompoknya. Rasa setia kawan terjalin dengan erat dan kadang-kadang menjurus ke arah tindak yang membabi buta. c. Krisis identitas Tujuan akhir dari suatu perkembangan remaja adalah terbentuknya identitas diri. Denganterbentuknya identitas diri, seorang individu sudah dapat memberi jawaban terhadap pertanyaan:siapakah, apakah saya mampu dan dimanakah tempat saya berperan. Ia telah dapat memahami dirinya sendiri, kemampuan dan kelamahan dirinya serta peranandirinya dalam lingkungannya. Sebelum identitas diri terbentuk, pada umumnya akan terjadi suatukrisis identitas. Setiap remaja harus mampu melewati krisisnya dan menemukan jatidirinya.Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yangberhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik,emosional, mental-intelektual dan interpersonal.
  • 8. Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaanzat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zatyaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini; dan ini merupakan suasana hati menekan yangmendalam dalam diri remaja; antara lain: a. Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya. b. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat. c. Perubahan teknologi yang cepat. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti - Akhlaq) d. Meningkatnya waktu menganggur. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno-rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya. e. Menjadi manusia untuk orang lain. Adanya faktor-faktor sosial kultural seperti yang dikemukakan di atas akan mempengaruhikehidupan manusia dan dapat menimbulkan motivasi tertentu untuk mamakai zat. Pengaruh iniakan terasa lebih jelas pada golongan usia remaja, karena ditinjau dari sudut perkembangan,remaja merupakan individu yang sangat peka terhadap berbagai pengaruh, baik dari dalam dirimaupun dari luar dirinya atau lingkungan.Sikap dan tingkah laku Tujuan dari suatu perkembangan remaja secara umum adalah merubah sikap dan tingkahlakunya, dari cara yang kekanak-kanakan menjadi cara yang lebih dewasa. Sikap kekanak-kanakan seperti mementingkan diri sendiri (egosentrik), selalu menggantungkan diri pada oranglain, menginginkan pemuasan segera, dan tidak mampu mengontrol perbuatannya, harus diubahmenjadi mampu memperhatikan orang lain, berdiri sendiri, menyesuaikan keinginan dengankenyataan yang ada dan mengontrol perbuatannya sehingga tidak merugikan diri sendiri danorang lain.Untuk itu dibutuhkan perhatian dan bimbingan dari pihak orang tua. Orang tua harus mampuuntuk memberi perhatian, memberikan kesempatan untuk remaja mencoba kemampuannya.Berikan penghargaan dan hindarkan kritik dan celaan.Emosional Untuk mendapatkan kebebasan emosional, remaja mencoba merenggangkan hubunganemosionalnya dengan orang tua; ia harus dilatih dan belajar untuk memilih dan menentukankeputusannya sendiri. Usaha ini biasanya disertai tingkah laku memberontak atau membangkang.Dalam hal ini diharapkan pengertian orang tua untuk tidak melakukan tindakan yang bersifatmenindas, akan tetapi berusaha membimbingnya secara bertahap. Udahakan jangan menciptakansuasana lingkungan yang lain, yang kadang-kadang menjerumuskannya. Anak menjadi nakal,pemberontak dan malah mempergunakan narkotika (menyalahgunakan obat).
  • 9. Mental - intelektual Dalam perkembangannya mental - intelektual diharapkan remaja dapat menerimaemosionalnya dengan memahami mengenai kelebihan dan kekurangan dirinya. Dengan begitu iadapat membedakan antara cita-cita dan angan-angan dengan kenyataan sesungguhnya.Pada mulanya daya pikir remaja banyak dipengaruhi oleh fantasi, sejalan dengan meningkatnyakemampuan berpikir secara abstrak. Pikiran yang abstrak ini seringkali tidak sesuai dengankenyataan yang ada dan dapat menimbulkan kekecewaan dan keputusasaan. Untuk mengatasi halini dibutuhkan bantuan orang tua dalam menumbuhkan pemahaman diri tentang kemampuanyang dimilikinya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya tersebut. Jangan membebani remajadengan berbagai macam harapan dan angan-angan yang kemungkinan sulit untuk dicapai.Sosial Untuk mencapai tujuan perkembangan, remaja harus belajar bergaul dengan semuaorang, baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang sejenis atau berlainan jenis. Adanyahambatan dalam hal ini dapat menyebabkan ia memilih satu lingkungan pergaulan saja misalnyasuatu kelompok tertentu dan ini dapat menjurus ke tindakan penyalahgunaan zat. Sebagaimanakita ketahui bahwa ciri khas remaja adalah adanya ikatan yang erat dengan kelompoknya. Hal ini menimbulkan ide, bagaimana caranya agar remaja memiliki sifat dan sikap sertarasa (Citra: disiplin dan loyalitas terhadap teman, orang tua dan cita-citanya. Selain itu juga kitasebagai orang tua dan guru, harus mampu menumbuhkan suatu Budi Pekerti/Akhlaq yang luhurdan mulia; suatu keberanian untuk berbuat yang mulia dan menolong orang lain dan menjaditeladan yang baik.Pembentukan identitas diri Akhir daripada suatu perkembangan remaja adalah pembentukan identitas diri. Pada saatini segala norma dan nilai sebelumnya merupakan sesuatu yang datang dari luar dirinya danharus dipatuhi agar tidak mendapat hukuman, berubah menjadi suatu bagian dari dirinya danmerupakan pegangan atau falsafah hidup yang menjadi pengendali bagi dirinya. Untukmendapatkan nilai dan norma tersebut diperlukan tokoh identifikasi yang menurut penilaianremaja cukup di dalam kehidupannya. Orang tua memegang peranan penting dalam preosesidentifikasi ini, karena mereka dapat membantu remajanya dengan menjelaskan secara lebihmendalam mengenai peranan agama dlam kehidupan dewasa, sehingga penyadaran inimemberikan arti yang baru pada keyakinan agama yang telah diperolehnya. Untuk dapat menjaditokoh identifikasi, tokoh tersebut harus menjadi kebanggaan bagi remaja. Tokoh yangdibanggakan itu dapat saja berupa orang tua sendiri atau tokoh lain dalam masyarakat, baik yangmasih ada maupun yang hanya berasal dari sejarah atau cerita.
  • 10. Sebagai ikhtisar dari apa yang dapat dilakukan orang tua dan guru dalam upaya pencegahan, dapat dikemukakan sebagai berikut:a. Memahami sikap dan tingkah laku remaja dan menghadapinya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.b. Memberikan perhatian yang cukup baik dalam segi material, emosional, intelektual, dan sosial.c. Memberikan kebebasan dan keteraturan serta secara bersamaan pengarahan terhadap sikap, perasaan dan pendapat remaja.d. Menciptakan suasana rumah tangga/keluarga yang harmonis, intim, dan penuh kehangatan bagi remaja.e. Memberikan penghargaan yang layak terhadap pendapat dan prestasi yang baik.f. Memberikan teladan yang baik kepada remaja tentang apa yang baik bagi remaja.g. Tidak mengharapkan remaja melakukan sesuatu yang ia tidak mampu atau orang tua tidak melaksanakannya (panutan dan keteladanan). http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Remaja%20dan%20Narkoba&&nomorurut_artik el=369 http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba

×