Your SlideShare is downloading. ×
0
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Akuntansi keuangan pengakuan pendapatan

11,401

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
11,401
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
381
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Service Cost - Actuaries compute service cost as the present value of the new benefits earned by employees during the year. Future salary levels considered in calculation. Interest on Liability - Interest accrues each year on the PBO just as it does on any discounted debt. Actual Return on Plan Assets - Increase in pension funds from interest, dividends, and realized and unrealized changes in the fair market value of the plan assets. Amortization of Unrecognized Prior Service Cost - The cost of providing retroactive benefits is allocated to pension expense in the future, specifically to the remaining service-years of the affected employees. Gain or Loss - Volatility in pension expense can be caused by sudden and large changes in the market value of plan assets and by changes in the projected benefit obligation. Two items comprise the gain or loss: difference between the actual return and the expected return on plan assets and, amortization of the unrecognized net gain or loss from previous periods
  • Transcript

    • 1. Pengakuan Pendapatan Chapter 19Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-1
    • 2. Pengakuan Pendapatan Pengakuan Pengakuan Pendapatan Pengakuan Pendapatan Lingkungan Terkini Pendapatan saat sebelum Pengiriman setelah Pengiriman Penjualan Pedoman  Persetujuan Metoda Metoda Pengakuan Sales with Persentase angsuran Pendapatan buyback Penyelesaian Metoda Penyimpangan  Penjualan Metoda Kontrak Pemulihan Kos basis penjualan dengan hak retur Selesai Metoda Deposit Rugi Kontrak Jangka Panjang PengungkapanChapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-2
    • 3. Lingkungan Terkini Pengakuan pendapatan: Menurut PSAK No. 23, yang dimaksud dengan pendapatan adalah arus bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-3
    • 4. Lingkungan Terkini Pengakuan Pendapatan (SFAC No. 5): pendapatan diakui pada saat: • direalisasi (realized), dan • diperoleh (earned). Penjelasan dari prinsip pengakuan pendapatan tersebut adalah: • Pendapatan yang berasal dari penjualan diakui pada tanggal terjadinya transaksi. Biasanya diartikan sebagai tanggal penyerahan barang kepada pembeli. • Pendapatan yang berasal dari penjualan jasa, diakui pada saat jasa telah diselesaikan dan dapat ditagihkan ke pembeli. • Pendapatan dari pemberian ijin menggunakan aktiva perusahaan, seperti bunga, sewa, dan royalti, diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau pada saat aktiva tersebut digunakan. • Pendapatan dari penjualan aktiva tetap, diakui pada saat terjadinyaChapter 18-4 penjualan @Kris – AA YKPN, 2009
    • 5. Lingkungan Terkini Revenue Recognition Classified by Type of Transaction Type of Sale of product Sale of asset Rendering a Permitting useTransaction from inventory other than service of an asset inventoryDescription Revenue from Revenue from Gain or loss on Revenue fromof Revenue fees or services interest, rents, disposition sales and royalties Timing of Date of sale Services As time passes Date of sale or Revenue (date of performed and or assets are trade-inRecognition delivery) billable usedChapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-5
    • 6. Variasi Pengakuan PendapatanChapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-6
    • 7. Lingkungan Terkini Pendapatan diakui pada saat pembayaran diterima. • Cara ini dipakai apabila terdapat ketidakpastian mengenai kolektibilitas piutang dari penjualan tersebut. Hal ini disebabkan oleh belum berpindahnya hak pemilikan atas barang yang dijual sampai dengan dilunasinya pembayaran, sehingga ada kemungkinan terjadi pembatalan transaksi penjualan. Contoh: transaksi penjualan angsuran (installment sales) Pendapatan dari penjualan konsinyasi • Dalam penjualan konsinyasi, pendapatan baru diakui setelah terjadi penjualan dan penyerahan barang dari komisioner (consignee) kepada pembeli.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-7
    • 8. Lingkungan Terkini Pendapatan diakui secara proporsional selama tahap produksi • Cara ini dipakai terutama oleh perusahaan kontraktor. Hal ini dilakukan karena sifat pekerjaan yang dilakukan, yang biasanya memerlukan waktu penyelesaian melebihi satu periode akuntansi. Cara seperti ini dapat dilakukan apabila taksiran biaya penyelesaian dan tahap kemajuan penyelesaian kontrak dapat ditentukan. Penaksiran ini dapat dilakukan dengan cara: • Berdasarkan persentase dari biaya • Berdasarkan persentase penyelesaian secara fisik (metoda persentase penyelesaian).Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-8
    • 9. Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman Contoh: akuntansi kontrak konstruksi jangka panjang (long-term construction). Dua Metoda: Metoda Persentase-Penyelesaian  Alasan: pembeli dan penjual memiliki enforceable rights. Metoda Kontrak Selesai.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-9
    • 10. Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman Harus menggunakan metoda Percentage-of-Completion jika estimasi kemajuan pekerjaan, pendapatan, dan kos reasonably dependable dan seluruh kondisi berikut ada: 1. Kontrak secara jelas menetapkan enforceable rights terkait dengan barang atau jasa oleh masing-masing pihak, pertimbangan yang akan diubah setiap saat, dan hal-hal yang terkait dengan pembayaran 2. Pembeli dapat diharapkan memenuhi seluruh kewajibannya. 3. Kontraktor dapat diharapkan melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-10
    • 11. Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman Perusahaan harus menggunakan metoda Kontrak Selesai jika satu diantara kondisi berikut ini terpenuhi • Perusahaan memiliki kontrak jangka pendek, atau • Perusahaan tidak dapat memenuhi kondisi untuk menggunakan metoda persentase penyelesaian, atau • Ada inherent hazards dalam kontrak di luar kondisi normal, yang menimbulkan risiko bisnis.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-11
    • 12. Percentage-of-Completion Method Pengukuran Kemajuan Pekerjaan Ukuran yang paling populer adalah cost-to-cost basis. Persentase penyerapan biaya dapat digunakan untuk menaksir persentase pendapatan atau laba kotor kontrak jangka panjang.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-12
    • 13. Contoh 1: PT Virginia menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesarRp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005,taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.100.000.000. Berikut ini datalain yang berkaitan dengan kontrak tersebut: Keterangan 2004 2005 2006 Biaya s/d. tahun Rp2.000.000.000 Rp5.832.000.000 Rp8.100.000.000 Taksiran Bi. Peny. Sisa kontr 6.000.000.000 2.268.000.000 - Tagihan Kontrak 1.800.000.000 4.800.000.000 2.400.000.000 Kas yang diterima 1.500.000.000 3.500.000.000 4.000.000.000Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-13
    • 14. 2004 2005 2006 Laporan Laba-Rugi: Pendapatan dari Kontrak Jangka panjang Rp2.250.000 Rp4.230.000 Rp2.520.000 Biaya Konstruksi 2.000.000 3.832.000 2.268.000 Laba Kotor Rp 250.000 Rp 398.000 Rp 252.000 Neraca per 31/12: Aktiva Lancar: Piutang Dagang Rp300.000 Rp1.600.000 Persediaan: KDP Rp2.250.000 Penagihan KDP 1.800.000 Biaya dan Laba Diakui Rp450.000 Kewajiban Lancar: Penagihan (6.600.000) dan Laba Diakui (6.480.000) Rp 120.000 Catatan 1.: Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Kontrak Konstruksi Jangka Panjang. Perusahaan mengakui pendapatan dan melaporkan laba kontrak konstruksi jangka panjang, dengan metoda persentase penyelesaian. Kontrak ini umumnya melebihi jangka waktu satu tahun. Pendapatan dan laba diakui setiap tahun atas dasar perbandingan biaya yang terjadi dengan total estimasi biaya. Biaya yang masuk dalam konstruksi dalam proses adalah bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.Chapter administrasi dan umum, dibebankan pada periode terjadinya, dan tidak dialokasikan ke kontrakAA YKPN, 2009 Biaya @Kris – konstruksi 18-14
    • 15. Metoda Kontrak Selesai Perusahaan pengakui pendapatan dan laba kotor hanya pada saat penjualan, yaitu ketika kontrak telah diselesaikan. Dengan metoda ini, perusahaan mengakumulasi kos kontrak jangka dalam proses, namun tidak perlu melakukan pengakuan periodik untuk pendapatan, kos, dan laba kotor.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-15
    • 16. 2004 2005 2006 Laporan Laba-Rugi: Pendapatan dari Kontrak Jangka panjang Rp9.000.000 Biaya Konstruksi 8.100.000 Laba Kotor Rp 900.000 Neraca per 31/12: Aktiva Lancar: Piutang Dagang Rp300.000 Rp1.600.000 Persediaan: KDP Rp2.000.000 Penagihan KDP 1.800.000 Biaya dan Laba Diakui Rp200.000 Kewajiban Lancar: Penagihan (6.600.000) di atas biaya konstruksi (5.832.000) Rp 758.000 Catatan 1.: Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Kontrak Konstruksi Jangka Panjang. Perusahaan mengakui pendapatan dan melaporkan laba kontrak konstruksi jangka panjang, dengan metoda kontrak selesai. Kontrak ini umumnya melebihi jangka waktu satu tahun. Biaya kontrak dan penagihan diakumulasi selama periode konstruksi, namun tidak ada pendapatan dan laba diakui sampai diselesaikannya kontrak. Biaya yang masuk dalam konstruksi dalam proses adalah bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Biaya administrasi dan umum, dibebankan pada periode terjadinya. – AA YKPN, 2009Chapter @Kris 18-16
    • 17. Rugi Kontrak Jangka Panjang Dua Metoda: Rugi periode berjalan pada kontrak yang menguntungkan  Persentase penyelesaian: estimasi kenaikan kos pada periode sekarang untuk menyesuaikan laba kotor periode sebelumnya. Rugi pada seluruh proyek  Pada kedua metoda, perusahaan harus mengakui rugi pada periode sekarang untuk seluruh rugi proyek.Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-17
    • 18. Contoh 2: PT Virginia menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesarRp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005,taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.769.924.000. Berikut ini datalain yang berkaitan dengan kontrak tersebut: Keterangan 2004 2005 2006 Biaya s/d. tahun Rp2.000.000.000 Rp5.832.000.000 Rp8.769.924.000 Taksiran Bi. Peny. Sisa kontr 6.000.000.000 2.937.924.000 - Tagihan Kontrak 1.800.000.000 4.800.000.000 2.400.000.000 Kas yang diterima 1.500.000.000 3.500.000.000 4.000.000.000Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-18
    • 19. Rugi pada Kontrak RugiContoh 3: PT Virginia menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesarRp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005,taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp9.112.500.000. Berikut ini datalain yang berkaitan dengan kontrak tersebut: Keterangan 2004 2005 2006 Biaya s/d. tahun Rp2.000.000.000 Rp5.832.000.000 Rp9.112.500.000 Taksiran Bi. Peny. Sisa kontr 6.000.000.000 3.280.500.000 - Tagihan Kontrak 1.800.000.000 4.800.000.000 2.400.000.000 Kas yang diterima 1.500.000.000 3.500.000.000 4.000.000.000Chapter @Kris – AA YKPN, 2009 18-19

    ×