Pengantar bisnis wholesale telekomunikasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pengantar bisnis wholesale telekomunikasi

on

  • 1,038 views

Lecturing : Telecom Wholesale Business

Lecturing : Telecom Wholesale Business
Reference : internet

Statistics

Views

Total Views
1,038
Views on SlideShare
1,035
Embed Views
3

Actions

Likes
0
Downloads
90
Comments
0

3 Embeds 3

http://translate.googleusercontent.com 1
http://www.slashdocs.com 1
https://www.linkedin.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pengantar bisnis wholesale telekomunikasi Pengantar bisnis wholesale telekomunikasi Presentation Transcript

  • Sesi 1PENGANTAR BISNIS WHOLESALE TELEKOMUNIKASI Dr. Ir. Joko Suryana Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
  • Outline• Definisi Bisnis Wholesale Telekomunikasi• Apa saja yang diinginkan oleh Pelanggan Wholesale ?• Peluang dan Tantangan Bisnis Wholesale Telekomunikasi• Menjadi Wholesaler Telekomunikasi Ideal
  • Apa yang dimaksud dengan Wholesale? Telecom wholesale sebenarnya mirip dengan industri wholesale lainnya Pelanggan wholesale tidak sama dengan pelanggan retail Penanganan layanan wholesale ,packaging & marketing berbeda dengan di retailWholesale dalam industri Telekomunikasi Penyediaan infrastruktur telekomunikasi , fasilitas dan layanan untuk intermediery Layanan telekomunikasi yang bisa dijual ke pelanggan retail dapat juga dijual oleh wholesale ke service provider lain untuk repackaging dan dijual kembali ke pengguna akhir Layanan wholesale dapat meningkatkan group revenue dan mengkompensasi retail loss Semua service provider memerlukan beberapa bagian layanan wholesale untuk mengisi kekurangan dari kemampuan yang dimiliki olehnya
  • Definisi
  • Wholesale: penyediaan infrastruktur telekomunikasi , fasilitas dan layanan kepada intermediary untuk dijual ke pengguna akhir
  • Definisi Penyedia Wholesale Telecom IdealAn agile fast-reacting supplier, which proactively maintains strong client communications and offers innovative forward-thinking products that take account of broadband and convergent futures, supported by automated processes for daily operations, all underpinned by a personal relationship at all levels based on trust and the delivery of promises.Sumber : Ovum
  • Apasaja yang diingingkan pelanggan wholesale ?
  • Kriteria Purchase Layanan Wholesale
  • Kriteria Purchase UtamaPrice  total price, struktur discount , biaya perubahan kontrak  yang termurah bukan berarti yang terbaik - price for qualityLong-term relationship  partnership dan inter-dependency  trust dan saling memahami pada semua level  account management yang proaktifService level factor  quality of service  service availability (termasuk lama waktu perbaikan )  back-to-back service level untuk pengguna akhir
  • Kriteria Purchase SekunderFlexibility  untuk memenuhi requirement yang dinamis  Sangat penting untuk mobile provider dan provider untuk enterpriseDelivery lead-time  delivery dibandingkan dengan janji layanan  memenuhi harapan pelangganService packaging  terjadi peningkatan tingkat kepentingan tiap tahun  termasuk produk dengan label-putih atau label sesuai service provider
  • Kriteria Penting berdasar Segmen Pelanggan Wholesale
  • PELUANG DAN TANTANGAN BISNIS WHOLESALE
  • Peluang Bisnis Wholesale Konvensional Baru• Originasi call • Layanan Transit• Terminasi call • Dark Fiber / Wavelength• Sambungan • Interconnect Exchange Internasional • Bulk SMS• Bandwidth• Layanan Transit• Sewa Link• MVNO
  • Market Size 2015Region Milyard Menit Milyard Menit Milyard SMS SLJJ TransitAsia 699 635 693Eropa 520 148 409Afrika 104 73 59Amerika Latin 262 87 119Timur Tengah 144 58 37Eropa Timur 83 16 133USA 630 1080 383Australia 35 10 21TOTAL 2477 2107 1854
  • Potensi KebutuhanLayanan Category A Category B Category CTransit Low Medium BigDark Fiber / Lambda Low Big BigInterconnect Exchange Low Medium BigBulk SMS Medium Big MediumKeterangan :• Category A ( matured ) : Eropa, USA, Australia, Asia maju• Category B ( upcoming ) : Asia berkembang, Eropa Timur, Amerika Latin, Timur tengah• Category C ( following up fast ) : Afrika
  • Layanan TransitKebutuhan meningkat :  Peningkatan jumlah SLJJ dan operator Limo  Peningkatan trafik akibat tarif yang lebih murah  Direct connection dalam kondisi tertentu sulit dilakukanDi beberapa negara, layanan transit tidak menjadi layanan yang relevanIncumbent memiliki ‘monopoli’ yang besarOperator Mobile menjadi kompetitor utamaIsu-isu penting :  Billing dan settlement tripartite  QoS pendistribusian tanggung jawab
  • Dark Fiber / LambdaDark Fiber• Incumbent tidak tertarik karena keterbatasan jumlah pair• Akan menjadi bisnis yang menarik bagi new entrant bisnis backboneLambda• Kemunculan DWDM memungkinkan incumbent memberikan layanan ini• Operator Mobile menjadi pelanggan potensial• Belum ada regulasi yang mengatur
  • Interconnect Exchange• Pada lingkungan dengan operator yang sangat banyak, bisnis interconnect exchange menjadi solusi yang lebih efisien• Direct connection mungkin menjadi tidak feasible bagi operator kecil, karena : – Biaya penyelenggaraan – Kompleksitas Jaringan – Jarak ke POI milik operator besar• Operator incumbent sangat sesuai bila menawarkan layanan ini
  • Bulk SMS• Pasar sedang tumbuh karena tumbuhnya : – Sektor mobile – Sektor limo• Layanan VAS SMS kedepan menjadi sangat populer• Operator Limo kecil dan content provider lebih memilih bermitra dengan aggregator tunggal daripada multi operator• Incumbent dapat menyediakan layanan Bulk SMS• Pasar masih unregulated
  • Tantangan Bisnis Wholesale• Pengikisan konstributor utama pendapatan• Makin kompetitifnya pasar via price• Tantangan regulasi• PLC yg makin pendek• Mahalnya end of life cost 20
  • Tantangan Bisnis Wholesale• PLC berkurang dari 18 bulan menjadi 6 bulan• Market lifecycle secara dramatis juga berkurang• Pemain baru mengendalikan innovation cycle 21
  • Tantangan Bisnis Wholesale• Meningkatnya kebutuhan akan layanan yang memuaskan pelanggan• Pelanggan semakin cerdas dalam memilih operator / layanan• Pelanggan memiliki kebebasan yang sangat besar dalam memilih 22
  • Tantangan Bisnis Wholesale• New Entrant : membangun sendiri atau menyewa• Isu-isu yang dihadapi new entrant : – Mahalnya biaya atas layanan wholesale – Menghadapi kuatnya persaingan dengan incumbent yang memiliki skala bisnis retail yang lebih besar – Membangun vs Menyewa
  • Membangun vs Menyewa• Membangun Sendiri : – Untuk memperkecil biaya operasi – Meningkatkan independensi – Adanya prospek lain selain di bisnis retail dengan menyewakan excess capacity• Tantangan membangun sendiri : – Tingginya biaya modal dan O&M pada tahun-tahun pertama – Rentan terhadap strategi kompetitor bila pembangunan tersebut memakan waktu yang cukup lama
  • Strategi IncumbentMengenali tantangan new entrant yang memutuskan untuk membangun :  Loss of revenue  Munculnya kompetisi di level retail maupun wholesale  Idle capacityMelakukan kapitalisasi posisi untuk menawarkan layanan wholesalePenggunaan secara optimal excess capacityMelihat kompetisi di retail menjadi peluang bukan hanya sebagai ancaman sajaMenjaga agar new entrant tetap bergantungMeyakinkan agar new entrant tidak masuk dalam bisnis wholesale
  • MENJADI WHOLESALERTELEKOMUNIKASI IDEAL
  • Apasaja yang bisa Dilakukan agar Memiliki Differensiasi ?• Pricing dan Billing• Service Level• Partnership• Bundling• Security• Layanan On Demand
  • Pricing dan Billing List price, discounted price, bundle price Flat rate, usage based, threshold plus usage, revenue sharing Tool pricing on-line  greater availability, less overhead, accuracy dan consistency Billing frequency, formats, metering, CDR delivery Billing dari customers’ customers dan e-payment processing Kata Kunci : Fleksibilitas
  • Faktor Service Level• Quality of service – “Anda mendapatkan sesuai yang anda bayar ”• Service level agreement – end-to-end, menjangkau kebutuhan customer’s customer – application level guarantee• Availability dan reliability – 24x7, 99.999%• Pemberitahuan outage dan degradasi service – pelanggan menginginkan suatu perioda realistic warning sehingga mereka bisa melakukan perencanaan – time is money Kata Kunci : Trade-off antara price dan quality
  • SLA untuk wholesale• SLA merupakan aspek penting dalam bisnis wholesale maupun retail• Suatu SLA yang baik akan memudahkan pelanggan dalam proses pengambilan keputusan• Kebutuhan SLA Wholesale menjadi lebih kompleks – berbagai kelas layanan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari pelanggan akhir – harapan pelanggan atas suatu back-to-back SLA – fleksibilitas dalam mendukung berbagai kebutuhan pelanggan akhir, berbagai aplikasi dan ragam lingkungan – mencakup order processing, provisioning, delivery, service availability, fault detection & repair, billing timeliness & accuracy, dispute handling, payment processing, technical support, account management, dll – Pelanggan berharap pada suatu kompensasi realistik bila SLA tidak terpenuhi
  • Hubungan erat dengan pelanggan• Suatu hubungan yang baik merupakan salah satu kunci dalam pengambilan keputusan untuk purchase• Hubungan pribadi pada semua level berdasar trust dan pemenuhan janji• Mutual respect dan kerjasama• Diskusi dan sharing rencana pengembangan bisnis dan roadmap• Pelanggan Wholesale mencari hubungan kemitraan yang erat dengan sesedikit mungkin supplierKata kunci : Sentuhan personal adalah diatas segalanya
  • KEMITRAAN Tidak ada satupun Carrier yang dapat memenuhi semua kebutuhan pelanggan Kemitraan merupakan kunci untuk mendeliver lebih banyak baik area cakupun, ragam layanan, content dan aplikasi yang dibutuhkan pelanggan Kepedulian sangat diperlukan dalam melakukan pemilihan mitra baru dan evaluasi kemitraan yang sedang berlangsung Service pricing, provisioning, monitoring, management, fault diagnosis dan resolution, SLA Trust dan saling pengertian Visibility to customer Kemitraan merupakan long-term investment
  • Portal dan interface b2b• Interface untuk pelanggan, atau white-labelled untuk customer’s customer• Automated pricing, provisioning, monitoring, management, fault reporting dan tracking• Greater automation – mengurangi campur tangan manual, biaya dan delay – meningkatkan accuracy dan consistency – bisa dimanfaatkan untuk tracking dari kecenderungan demand – maximise availability• Peningkatan mutual transparency dan interdependence
  • bundling• Multiple compatible, integrated service• Bergantung pada ragam service portfolio• Single point of contact, single bill, single portal• Memudahkan untuk memanage bersama• Agar lebih dekat dengan pelangganLebih diarahkan pada tailored approach
  • security• Security secara Holistik - secure by design• Security merupakan standar atau suatu value- add?• Security yang efektif bergantung pada pendekatan yang saling berkaitan antara teknologi, policy, procedure dan goodwill• Taxonomy produk dan layanan security : – physical protection – boundary protection – platform security – secure communications – user management – security management
  • Layanan On demand wholesale• Kebutuhan akan layanan retail yang fleksibel manjadi pendorong kebutuhan akan layanan on demand wholesale• Layanan on-demand memungkinkan pelanggan wholesale memanage setiap perubahan yang tidak terduga• Tidak semua pelanggan wholesale memerlukan layanan on-demand• Fleksibilitas merupakan kunci dari pemenuhan kebutuhan pelanggan• Memberikan layanan on-demand wholesale adalah perkara yang cukup rumit namun efektif• Next-generation network memungkinkan inovasi layanan on-demand• NGN + on demand = lebih fleksibel bagi kelompok pelanggan yang lebih kecil
  • Tahapan menuju differensiasi yang efektif• Lakukan segmentasi pelanggan dan prospeknya• Memahami kebutuhan pelanggan dan kebutuhan customers’ customers• Temukan kebutuhan setiap segmen pelanggan: – produk dan layanan – flexibilitas dan responsiveness – Portal dan automation – account management• Mainkan skill dan kemitraan bila ada gap Innovate to differentiate
  • Thank You
  • Sesi 2Trend GLOBAL dalam Bisnis Telecom Wholesale Joko SuryanaSekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
  • Pengantar
  • Outline• Fundamental Shift• Pergeseran Demand• Munculnya OLO tipe baru• Stagnasi Pendapatan• Komoditisasi Jaringan• Konsolidasi Value Chain
  • Fundamental Shift• Industri Wholesale telekomunikasi menghadapi suatu pergeseran yang mendasar akibat perubahan supply dan dinamika demand.Demand Driver : Supply Driver• Pergeseran demand BISNIS • Komoditisasi Jaringan layanan • Konsolidasi value chain• Munculnya jenis WHOLE SALE pelanggan baru• Stagnasi revenue
  • Pergeseran Demand LayananDemand wholesale sangat dipengaruhi oleh trafik Mobile dan IP  Voice Internasional Worldwide 2004-2009 dengan CAGR : 10% ( 200 – 300 milyard menit ) Trafik 2005 : 76% TDM, 24% IP Trafik 2009 : 55% TDM, 45% IP  Voice Nasional Fixed Worldwide 2004-2009 dengan CAGR : 3% ( 750 – 850 milyard menit )  Voice Nasional Mobile Worldwide 2004-2009 dengan CAGR : 14% ( 1100 – 2100 milyard menit )  Revenue Content Premium Worldwide 2005-2010 dengan CAGR : 19% ( 16-38 milyard USD)Sumber : Ovum dan Booz Allen Hamilton
  • Munculnya Jenis Pelanggan Wholesale Baru BISNIS WHOLESALE Capacity Transport Access/Minute Service Reseller Carrier Provider Content/Appl Branding Network Services End Customer
  • Stagnasi Revenue• Secara keseluruhan, revenue layanan wholesale worldwide mengalami stagnasi sehingga terjadi pengurangan margin profit serta mendorong reduksi biaya CAGR 4 % CAGR 13 %Sumber : Ovum dan Booz Allen Hamilton
  • Komoditisasi Jaringan• Dengan perkembangan teknologi yang ada serta trend industri retail, maka industri wholesale juga bergerak ke arah komoditisasi jaringan ( network commoditization* ) : – Fasilitas telekomunikasi menjadi sangat dekat sebagai suatu komoditas saja – Cakupan terhadap differensiasi layanan menjadi sangat terbatas – Keberhasilan suatu operator sangat bergantung pada kemampuan operator dalam skala bisnis serta reduksi biaya-biaya. * Commoditization : the process by which a product reaches a point in its development where one brand has no features that differentiate it from other brands, and consumers buy on price alone
  • Konsolidasi Value Chain• Sebagai akibat dari komoditisasi jaringan, maka akan terjadi konsolidasi diantara kategorisasi demand yang memungkinkan integrasi layanan serta efisiensi operasional.• Hal ini menjadi pendorong utama bagi penggelaran NGN untuk memfasilitasi integrasi layanan dari berbagai macam teknologi akses yang ada.• Hal lain yang juga akan muncul adalah kebutuhan untuk partnership antara wholesale dengan penyedia content / aplikasi sehingga konsolidasi value chain menjadi sangat berbeda dengan sebelumnya.
  • Strategi IncumbentMengenali tantangan new entrant yang memutuskan untuk membangun :  Loss of revenue  Munculnya kompetisi di level retail maupun wholesale  Idle capacityMelakukan kapitalisasi posisi untuk menawarkan layanan wholesalePenggunaan secara optimal excess capacityMelihat kompetisi di retail menjadi peluang bukan hanya sebagai ancaman sajaMenjaga agar new entrant tetap bergantungMeyakinkan agar new entrant tidak masuk dalam
  • Trend GLOBAL dalam Bisnis Telecom Wholesale : KOMPETISI WHOLESALER
  • AgendaPesan KunciEvolusi Jaringan TelekomunikasiPemain Non-traditionalPemain TraditionalRole of network ownershipKesimpulan
  • PESAN KUNCI• Tetap “think retail, not wholesale”• Untuk layanan traditional seperti voice, kuncinya terletak pada ‘controlling cost’ – Hal ini merupakan tantangan bagi revenue wholesale dan sekaligus peluang revenue baru• Untuk menaikkan revenue, service provider retail perlu memperkenalkan produk baru – wholesale provider perlu membantu untuk penyediaan produk baru pelanggan wholesale sehingga memperoleh porsi dari revenue tersebut
  • AgendaPesan KunciEvolusi Jaringan TelekomunikasiPemain Non-traditionalPemain TraditionalRole of network ownershipKesimpulan
  • TIGA TAHAPAN PERKEMBANGAN PASAR TELEKOMUNIKASI Stage 1: Monopoly Stage 2: Liberalisation Stage 3: Transformation
  • PRODUK Traditional wholesale ‘TERJUAL DALAM BENTUK LAYANAN’ Wholesale Retail market market Operators Wholesale End user / service suppliers customers providers
  • Wholesale Tradisional hanya membatasi pada penyedia jaringan dan kapasitas IT Network Hosting Distribution Customer Brand & marketing Billing Customer care etc. Traditional sphere for wholesale
  • UNTUK PERTUMBUHAN revenue wholesaler PERLUMENJUAL LAYANAN YANG DIPERLUKAN service provider IT Network Hosting Distribution Customer Customer care Billing Brand & marketing etc. ‘Big service model’ for wholesale
  • PASAR SEBAIKNYA DILIHAT PADA LEVEL WHOLESALE MAUPUN RETAIL Retail market Wholesale Retail market market Operators Wholesale End user / service suppliers customers providers
  • Bagi wholesale tradisional, layanan dasar hanya memberi revenue flatSource: Analysys Research 2007
  • AgendaPesan KunciEvolusi Jaringan TelekomunikasiPemain Non-traditionalPemain TraditionalRole of network ownershipKesimpulan
  • PEMAIN Non-traditional melakukan ekspansi ragam layanan….
  • … dan juga mengancam core business operator telekomunikasi Potential revenue loss from free services 20 Potential revenue loss (USD billion) 18 16 Contoh layanan free voice 14 12 10 8 6 4 2 0 05 06 07 08 09 10 11 20 20 20 20 20 20 20
  • AgendaPesan KunciEvolusi Jaringan TelekomunikasiPemain Non-traditionalPemain TraditionalRole of network ownershipKesimpulan
  • Wholesale provider perlu membantu provider retail untuk me-manage cost dan membuat layanan baru• Core revenue tumbuh sangat lambat atau flat – Bagaimana agar cost dapat dimanage? – Dapatkah wholesale provider membantu memanage cost?• Perlu membuat layanan baru agar tidak terkikis oleh pemain baru – Dapatkah wholesale membantu membuat layanan baru ?
  • Dalam 5 tahun kedepan, revenue voice dan broadband akan flat Western European Western European broadband voice revenues connectivity revenues 250 40 35 Broadband revenues (EUR bn) 200Voice revenues (EUR bn) 30 25 150 Mobile 20 Fixed 100 15 10 50 5 0 0 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011
  • Pemain Traditional sedang mencari cara untuk mengatasi new entrant
  • Banyak Pelanggan yang sanggup membayar layanan premiumTypes of service level upgrade for which surveyed SMEs would pay a premium Average speed guarantee Lower contention Uptime guarantee Minimum speed guarantee Compensation for network downtime Comprehensive SLA Fix-time guarantee Better customer care 0% 20% 40% 60% 80% 100% Portion of respondents Would pay Already pay a Would not Undecided a premium premium pay a premium Source: Analysys Research 2007
  • Wholesale provider perlu mengambil porsi dari pertumbuhan revenue layanan vas Western Europe SME revenues Western Europe residential revenues from value added services from value added services 8 9 7 8 7 6Revenues (EUR bn) Revenues (EUR bn) 6 5 5 4 4 3 3 2 2 1 1 0 0 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 Source: Analysys Research 2007
  • Biaya operasi jaringan membutuhkan sepertiga anggaran Typical mobile Mobile operators network operator expenditure sharing agreements 100% 90% Country OperatorsPortion of expenditure 80% 70% Australia 3, Telstra 60% 50% 40% Spain FT, Vodafone 30% 20% 10% India Hutchison, 0% Airtel Other spend Interconnection UK Vodafone, Customer care Orange Retention and Acquisition Network Source: Analysys Research 2007
  • Operator-operator yang sukses melakukan reduksi cost dengan outsourcing Indexed opex as a portion of Network operators revenues for network operators outsourcing agreements 120% Operator OutsourcerIndexed opex as a portion of revenues 100% Vodafone Nokia-Siemens 80% Australia 60% Elisa (Finland) Daxtum Oy 40% Telecom NZ Alcatel, 20% Ericsson, 0% Lucent 2000 2001 2002 2003 2004 TMN Motorola Outsourcers Non-outsourcers Source: Analysys Research 2007
  • AgendaPesan KunciEvolusi Jaringan TelekomunikasiPemain Non-traditionalPemain TraditionalRole of network ownershipKesimpulan
  • Faktor penting lainnya adalah tekanan untuk melakukan pemisahan jaringan dan layanan pada regulasi kedepan• The push is coming from • … as well as from investors both regulators…
  • Pemisahan struktural akan berdampak dalam banyak hal• Pemisahan dapat menyebabkan : – Memperbesar kompetisi retail ( yang berarti juga pada pelanggan wholesale ) – Meningkatnya willingness untuk menyewa layanan dari wholesale arm suatu incumbent
  • KESIMPULANWholesale tidak dapat dipisahkan dari cara pandang retail dan trend yang terjadi di level retailRevenue yang berasal dari layanan telekomunikasi traditional akan mengalami stagnasi. Retail provider mencari cara terbaik untuk control cost dan memperoleh sumber revenue baru  Hal ini akan menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi wholesale providerRevenue growth akan didapatkan dari layanan baru  wholesale provider perlu memposisikan diri sebagai enabler layanan baru tersebut sehingga memperoleh porsi revenue baru
  • Thank You
  • Sesi 3TREND BISNIS WHOLESALE Di indonesia Joko SuryanaSekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
  • Outline• Kondisi Existing Bisnis Wholesale• Trend Bisnis Wholesale• Keputusan OLO Menyewa atau Menyediakan sendiri• Strategi Melakukan Bisnis Retail dan sekaligus Bisnis Wholesale
  • Kondisi Bisnis Wholesale Telekomunikasi di Indonesia• Peluang bisnis wholesale ini sangat sejalan dengan semakin ketatnya bisnis retail. Operator retail seluler yang sedang bertumbuh semisal Axis, Three, Smartfren tentu membutuhkan dukungan jaringan backbone dan jaringan akses agar dapat segera masuk pasar.• Di sisi lain, kebutuhan akan peningkatan proteksi dan redundancy jaringan oleh operator retail eksisting besar semisal Telkomsel, Indosat ataupun XL tentu merupakan lahan pendapatan baru operator wholesale baru.
  • Trend Kompetisi Bisnis Wholesale Jasa Jaringan• Barrier to entry yang sebelumnya dikendalikan oleh operator incumbent seperti Telkom dan Indosat, secara berangsur-angsur makin berkurang : – Munculnya carrier-independent operator seperti ICONPlus dan Moratel. – Operator baru wholesale lainnya seperti PGN dan BUMD telekomunikasi di tiap ibukota provinsi juga akan turut meramaikan bisnis wholesale jasa jaringan ini.• Potensi munculnya operator Fiber Optik dari operator transportasi : – Jasa Marga dengan FO di sepanjang Toll trans Java – PT.KAI dengan FO di sepanjang Rail
  • Trend Kompetisi Bisnis Wholesale Jasa Jaringan• Operator retail eksisting juga mulai melihat perlunya membangun sendiri infrastruktur backbone : – untuk memberikan proteksi dan redundancy agar kinerja operasional jaringan memiliki kehandalan yang sangat tinggi.• Kecenderungan para operator retail membangun ring- ring metro ini akan berdampak pada bisnis wholesale jasa jaringan.• Kondisi ini akan menyebabkan harga bandwidth akan semakin turun baik untuk link intracity maupun intercity.
  • Trend Kompetisi Bisnis Wholesale Jasa Jaringan• Penggelaran teknologi transport baru seperti MPLS, DWDM, Metro Ethernet akan menjadi indicator evolusi jaringan kedepan yang mengarah pada Next Generation Network : – berbagai mode transport serta berbagai jenis layanan akan secara cepat dan cost effective digelar oleh tiap operator.• Trafik all-IP menjadi platform bersama penyelenggara layanan telekomunikasi sehingga membawa pada konvergensi jaringan dan layanan telekomunikasi di tanah air.
  • Kebijakan Sewa dan Membangun• Jaringan Sendiri Operator telekomunikasi bukan incumbent selalu dihadapkan pada pilihan untuk membangun jaringan sendiri atau menyewa dari operator wholesale.• Dominasi incumbent menyebabkan operator new entrant atau operator retail skala bisnis sedang tidak mendapatkan layanan sewa jaringan sebagaimana yang diharapkan. – Berakibat pada kebutuhan untuk menyediakan sendiri jaringan secara mandiri dengan membangun infrastruktur intracity terlebih dahulu. – Sedangkan untuk penyediaan infrastruktur intercity, dari survey lapangan yang dilakukan, tercatat bahwa pembangunan bersama para operator new entrant dengan operator retail skala sedang lebih dipilih untuk mengurangi biaya CAPEX.
  • Pertimbangan Membangun Sendiri atau Menyewa Infrastruktur Telekomunikasi• Terdapat tiga alasan utama dalam memutuskan apakah akan menyewa atau membangun sendiri : – Alasan yang terkait dengan Regulasi, yaitu pada saat pengambilan keputusan seberapa kondusif regulasi yang diterapkan dalam mempengaruhi new entrant untuk membangun sendiri atau menyewa dari incumbent. – Alasan yang terkait dengan Finansial, yaitu pertimbangan- pertimbangan yang menyangkut kondisi keuangan internal dan prediksi cash flow sesuai business plan – Alasan yang terkait dengan Strategi, yaitu bagaimana dan kapan operator akan masuk pasar serta bagaimana cara paling tepat untuk mensiasati kondisi persaingan yang sedang terjadi
  • Pertimbangan Membangun Sendiri atau Menyewa Infrastruktur Telekomunikasi
  • Alasan Yang Terkait dg Regulasi
  • Alasan yang Terkait dg Finansial
  • Alasan yang Terkait dg Strategi
  • Strategi Penyeimbangan Bisnis Wholesale dan Retail Telekomunikasi• Terjun di bisnis retail dan sekaligus wholesale harusnya bisa dilihat sebagai dua bisnis yang saling independent.• Operator yang menerapkan kedua bisnis ini hendaknya – melakukan perbaikan layanan retail dan diferensiasi produk – sedangkan disisi wholesale menyediakan jasa sewa jaringan untuk mengurangi kecenderungan operator lain membangun sendiri infrastrukturnya.• Dalam bahasa yang lebih sederhana, persaingan yang sangat ketat di sektor retail bila direspon dengan tepat merupakan peluang bagi unit wholesale.
  • Aspek Regulasi
  • Regulasi di Indonesia yang Terkait dengan Bisnis Wholesale• Pada prinsipnya, regulasi di Indonesia masih lebih banyak mengatur bisnis retail
  • Regulasi Sewa Jaringan• PERMEN no 03/200703/PER/M.KOMINFO/01/2007 tentang Sewa Jaringan, dengan – Lampiran I: Panduan Perhitungan Tarif Sewa Jaringan, – Lampiran II: Pedoman Pengoperasian Model Perhitungan Tarif Sewa Jaringan, – Lampiran III: Format Laporan Data Layanan Sewa Jaringan• Rancangan Kep Dirjen tentang Penetapan Penyelenggara Dominan Layanan Sewa jaringan,• Kep Dirjen no 116/Dirjen/2007 tentang tatacara Evaluasi Usulan Jenis Sewa Jaringan, besaran tarif Sewa dan data Perhitungan,• Semua Penyelenggara Jaringan harus menyerahkan usulan Jenis Sewa Jaringan, Besaran tarif dan Data Perhitungan kepada BRTI• Penyelenggara Dominan harus mendapatkan persetujuan BRTI• Semua Penyelenggara Jaringan harus mempublikasikan jenis Sewa jaringan, Besaran Tarif, kapasitas tersedia, Kualitas jaringan dan prosedur penyediaan Layanan Sewa jaringan
  • Regulasi Sewa Jaringan• Permen 3 tahun 2007 tentang Sewa Jaringan mengatur bahwa penyelenggara JARTUP harus menyusun Dokumen Penawaran, lengkap mengenai Route, Kapasitas, Tatacara mendapatkannya dan Tarif berdasarkan Formula yang ditetapkan• Dokumen Penawaran Penyelenggara Dominan harus disetujui BRTI• Kep Dirjen 115 th 2008, persetujuan BRTI atas Dokumen Penawaran Sewa Jaringan PT.TELKOM sebagai penyelenggara Dominan JARTUP• Dengan Permen 3 tahun 2007, penawaran Sewa Jaringan di Indonesia sudah dibawah beberapa negara lain kecuali INDIA.
  • Benchmark Sewa Jaringan• Jarak < 20 km: – PT.TELKOM : Rp 2.400.000 – BSNL India : Rp 234.000 – Thailand : Rp 8.500.000 – Singapore : Rp 9.800.000• Jarak > 350 km: – PT.TELKOM : Rp 15.150.000 – BSNL India : Rp 11.600.000 – Thailand : Rp 35.200.000 – Singapore : Rp 26.115.000
  • Service Provider Diperbolehkan Menyewa Jaringan
  • Service Provider Boleh MenjualKembali Layanan Telekomunikasi
  • Service Provider Boleh MenjualKembali Layanan Telekomunikasi
  • Regulasi Partnership
  • Network Provider Boleh Menjadi Service Provider
  • Kewajiban Service Provider Menurut KM 21 tahun 2001
  • Kewajiban Network Provider Menurut KM 52 tahun 2000
  • Perubahan Regulasi Terkait dengan Layanan Akses Broadband
  • Perubahan Regulasi Terkait dengan Layanan Akses Broadband
  • Perubahan Regulasi Terkait dengan Layanan Akses Broadband
  • Thank You
  • Sesi 4 Voice Wholesale Business Services Joko SuryanaSchool of Electrical Engineering and Informatics Institut Teknologi Bandung
  • 1. INTRODUCTION OF TELECOMMUNICATION WHOLESALE BUSINESS  Scope of Telecommunication Wholesale Business - Traffic Minutes / Voice / VoIP - Bandwith Service (International & Nationwide) - ISMS exchange transit service - Data Service  VPN (Frame relay, ATM,MPLS) - Access Service  Broadband access - Internet / ISP - Infrastructure Service  Collocation site & Equip- ment, and resource.106
  • 1. INTRODUCTION OF TELECOMMUNICATION WHOLESALE BUSINESS  The reason why telco company run wholesale business - To build own business - As an innovation for their VAS - To have better quality & rate - To have international coverage107
  • 1. INTRODUCTION OF TELECOMMUNICATION WHOLESALE BUSINESS Background and issues - Player can not serve everything various demands - Player is not an expertise totally  Limited resource - Player can not cover totally  Need collaboration - Customer’s demand is growing  Solution - Budget is shrinking Efficiency - Need to have new business arm  Differentiation 108
  • 1. INTRODUCTION : International Carrier International Business Size in Mio Wholesaler Minute /year AT&T 12,000 Estimation Worldwide Wholesale VoIP Revenue MCI/Verizon 11,000 Sprint 5,500 Year Revenue (Billion $ US) DT 5,000 2001 1 France Telecom 4,500 2002 1,5 British Telecom 4,100 2003 2,2 Cable & Wireless 3,200 2004 3,4 Telefonica 3,000 2005 4,2 Telecom Italia 3,000 2006 6,2 I-Basis 2,600 2007 8,4 China Telecom 2,600 Bell Canada 2,000 Swisscom 1,800 PTT Telecom (KPN) 1,700 Singapore Telecom 1,500 Teleglobe 1,400 TellMex 1,300109
  • 1. INTRODUCTION : Voice Telecommunication Business Channels Corporate buying process  End-User : B to C Contractual basis (Personal;In- For their own product roamer;student) complimentary  Simple buying process Act as customer or reseller B to  Act as customer B (MNC,NC,SME) Retail Market Channel Corporate Market Channel Wholesale Market Channel  Wholesale transaction (mobile operator; VoIP Player; Calling card; IDD operator; Carrier; ISP)  Act as wholesaler 110  Inter-Carrier partnership
  • 2. OPPORTUNITY : Wholesale Business Chain Traffic Supplier / Target Market / Call Source Acquirer Service Supplier/Acquirer Destination FWA/ PSTNMobilephoneDomesticOperator Domestic:Calling Card PSTN & MobileCalling CardCarrier OPERATORCarrierCarrierSingaporeMalaysiaWartel Rest of theWarsel World 111
  • 2. OPPORTUNITY : Market’s need  The Wholesale Market’s Need - Minimize operating cost  efficiency - Add the business volume  Business growth - Get alternative route  Business solution - Get better quality of service  alternate route - Increasing revenue and profit - Expand service coverage  Improve service - To gain corporate brand image  Global presence112
  • 2. WHOLESALE BUSINESS OPPORTUNITY Wholesale Market Opportunity in Indonesia - High population - Indonesia Foreign Worker - Expatriate - MNC - Hubbing transit opportunity - Low cost demand & VoIP technology Constraints : - Regulation compliance VS Business opportunity - Indonesia currently is not yet becoming traffic hub for International voice in the region  collocation (Meet point)113
  • 3. BUSINESS MODELS : Commercial Arrangement Key Commercial factors to be determined in the Voice Wholesale Business….. Business Deal Service Traffic Destination Bilateral ITSA Premium One way On-Net Traditional Bilateral Outpayment Standard : 1; 2; 3 Both way Off-net Bilateral VC Net Zero Cost Transit ROW SWAP ROC White Label Specific Prefix Code Basket of countries Rate Payment Security Role Single rate Prepaid Deposit Limited supplier Multi-rate Postpaid Net Balance Acquirer Progressive rate Swap Prepaid Agregator Bulk TOP Wholesaler Special rate Reseler Agent 114
  • 3. BUSINESS MODELS : Bilateral Business ArrangementInternational Telecommunication Agreement (ITSA) - One way OR Both-way traffic - No commitment Business Arrangement - Basic bilateral agreement Common Terms & Condition - Sender party pay applied - No penalty - No equal bargaining position if only One way traffic - Supporting for retail or wholesale service Benefit 115
  • 3. BUSINESS MODELS : Bilateral Business ArrangementTraditional Bilateral Arrangement (Out-payment) Traffic Destination Total Value in $ Business Arrangement -Operator A  India via SingTel : 1Mio min. x $ 0,06 = $ 60,000 E.g. -SingTel  Indo via Operator A : 500,000 min x $0.09 = $ 45,000 Balance payment by A $ 15,000 Common Terms & Condition - Sender party pay applied - No penalty - Committing each other to perform best effort - Both parties make business Benefit 116
  • 3. BUSINESS MODELS : Bilateral Business ArrangementBilateral Volume Commitment Arrangement Net Zero Traffic Destination Total Value in $ Business Arrangement - Operator A  India via SingTel : 750,000 min. x $ 0,06 = $ 45,000 - SingTel  Indo via Operator A : 500,000 min x $0.09 = $ 45,000 E.g. Balance payment $. 0 - Sender Keeps All (SKA) Common Terms & Condition - Penalty OR No-penalty / Best Effort applied - Committing each other to perform best effort to balance traffic - Encourage Both parties maintain good quality - Applied for certain period : (e.g. 3, 6, 9 Months) - Both parties can support retail promotion Benefit - Addressed for retail & wholesale traffic - No cash out No Invoice (Settlement Statement) 117
  • 3. BUSINESS MODELS : Bilateral Business ArrangementSWAP Arrangement Traffic Destination Total Value in $ Business Arrangement - Operator A  Thailand via SingTel : 750,000 min. x $ 0,06 = $ 45,000 E.g. - SingTel  Malaysia via Operator A : 500,000 min x $0.0 = $ 45,000 Balance payment $. 0 - Traffic destination to other countries (out of home countries) Common Terms & Condition - Applied for short period 1 or 2 months applied - Commonly each parties have guaranteed traffic from wholesale - Encourage Both parties maintain good quality - If any extra traffic, it will be charged with incremental rate - Each parties can get fixed rate for certain period agreed Benefit - Addressed for wholesale traffic 118
  • 3. BUSINESS MODELS : Bilateral Business ArrangementWhite Label - Service Acquirer fully outsource product facility to supplier Business Arrangement to be offered in the market using acquirer’s brand E.g. - Contractual basis - Commonly run by MVNO player Common Terms & Condition - Using allocated number provided by network operator applied - Bulk transaction system - Easy to get started business Benefit 119
  • 3. BUSINESS MODELS : Multiparty Business ArrangementMulti-Party - Exchange traffic between A with B via network C - Rate is agreed by A with B - Payment settlement is done between A with C Carrier – Carrier - Carrier Background : - Capacity issue & quality Carrier – Reseller - Carrier - Reseller sells product A to B - Contractual basis with comprehensive terms & Conditions. - Agent sells product A to B and OR acquire service Carrier – Agent - Carrier from B to A 120
  • 3. BUSINESS MODELS : Service ClassificationService Classification  High quality Prime  High rate  CLI  Direct routing to # B operator  TDM Connection  Customer Service Premium  Good quality  Reasonable rate  Customer service  Routed to routing combination (Direct & LCR) Standard Virtual Transit  Fair quality  Reasonable rate Service (VTS)  Limited CS; Routed to routing combination (Direct & LCR) Economic/ Budget Call  Best effort quality  Cheapest rate  No Customer Service  Fully routed to LCR (Least Cost Route) any cheapest route 121
  • 3. BUSINESS MODELS : Service Classification Routing Destination Classification Offer ROW (Rest of The World) Basket of countries / selected countries ROC (Rest of Countries) Per - Operator / Prefix Code Per – Cities / district / region / POC122
  • 3. BUSINESS MODELS : ServiceService to Partner  Nationwide and worldwide coverage  Meet Points in most major countries (well- known collocation site) Service  Class type pricing structure Coverage  Multiple signaling protocol  24 x 7 x 365 NOC facility  Traffic overflow mechanism 123
  • 3. BUSINESS MODELS : Target Market & Quality Service Service offered VS Targeted Market  Determine target market and set how’s our service offer  How far you will serve your customer ? Commonly Voice Quality Service cover :  Optimal Intelligent routing engine  automatic optimal routing  Quality assurance  selection, monitoring, proactive test quality  Enriched features  class of service, CDR, ICLI, Missed call alert  Comprehensive customer tools  Support : Login page using URL Goal : Profit maximization by improving quality of service, optimizing Network utilization and enhancing customer satisfaction124
  • 3. BUSINESS MODELS : Traffic Volume VS Price Voice Equilibrium Theory - Quality Average Call Duration - Total Call Mins Revenue - Quality = Revenue =  Quality = High Price VS Profit ??? - Rate & Quality - Rate & Revenue - But Rate = Profit ?? 125
  • 3. BUSINESS MODELS : Traffic Volume VS Price Routing selection analysis Factor Carrier A Carrier B Cost (per min) $0.10 $0.08 Total # of Calls 100,000 100,000 ASR (%) 60% 58% ACD (Mins.) 3 Mins 2.5 Mins Which carrier is a better choice ???? Factor Carrier A Carrier B Price (Per min) $0.30 $0.30 Total chargeable mins 180,000 145,000 Contribution margin (per mins) $0.20 $0.22 Total profit $36,000 $32,065126
  •  Traffic Routing Management 3. BUSINESS MODEL Commercial -Rate -Bilateral Volume Commitment -Payment system Quality -ASR, PDD, MOS, SCR, etc. -Coverage completeness -Link Capacity availability Traffic Routing Consideration Exchange traffic balancing - Minimize financial risk : bad debt Synergy -Synergizing business among sister companies within group -Synergizing business among alliance member127
  • 3. BUSINESS MODEL Traffic Routing Management Single rate -Same rate Multi Rate -Tier based on traffic volume -Different rate based on POI -Different rate based on partnership (exchange rate, increase margin, etc.) Bulk Pricing Model -Bulk amount for 1 E1 capacity 24 hours / day -Bulk amount based on time band (peak; off peak) Minimum Revenue Guarantee -Minimum amount to be paid by acquirer Special Rate -For special deal (promotion, achieve target, special program)128
  • 4. PARTNERSHIP Carrier Classification Tier-1 commonly referred to 1st operator in the country owned PTT / Incumbent By Government that dominates domestic telecommunication Facilities. Tier-1 commonly referred to operator that operates inter- Tier - 1 National voice business and has network and own subscriber Tier-2 commonly referred to operator that operates inter- Tier - 2 National voice business and has own subscriber, limited Network, but doesn’t have #A. Tier - 3 Tier-3 commonly referred to calling card operator, MVNO.129
  • 4. PARTNERSHIP Requirements Setting -Termination destination Service Required -Service classification -Customer support -Determine connection type POI Location & -POI location and cost required (link transport cost) Connection type -Connection process time consumption -Rate fit with our target ? Rate & Commercial Terms -Payment settlement system, Billing record, deposit -Legal terms -SLA Quality: -ASR, PDD, MOS, Quality & Value Added Value Added : -Exchange traffic, co-branding, etc.130
  •  KSF 5. Key Success Factor -Focus on traffic volume increasing Competitive Rate -Low margin -Cross subsidy -Strong business dev’t effort by developing own routes Competitive cost -Build own PoP and direct connection in potential area -High negotiation skill -Flexibility Route changes Strong Routing Team -Reliable Routing software -Effective dial plan and special breakouts managements -Minimize dispute occurrance -Reliable ASR, PDD, MOS, SCR, Capacity Quality -Fast trouble shooting131
  • 5. Key Success Factor KSF -Wholesale business entails huge dollar amount transaction Cash Flow Management -Maintain liquidity -Credit risk / bad debt Fraud Management -Long outstanding payment -Fast outage restoration Reliable NOC Team -Traffic monitoring132
  • Thank You