• Save
Penerapan Pendidikan Pusaka di SD Tarakanita, Tritis, Sleman (Maret 2009)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Penerapan Pendidikan Pusaka di SD Tarakanita, Tritis, Sleman (Maret 2009)

on

  • 943 views

Presentasi ini disusun dan disajikan oleh Ani Sulistyawati, guru SD Tarakanita Tritis, Sleman, Yogyakarta, pada pertemuan Forum Guru Pendidikan Pusaka Yogyakarta di MI Giriloyo I - II Imogiri, Bantul ...

Presentasi ini disusun dan disajikan oleh Ani Sulistyawati, guru SD Tarakanita Tritis, Sleman, Yogyakarta, pada pertemuan Forum Guru Pendidikan Pusaka Yogyakarta di MI Giriloyo I - II Imogiri, Bantul pada tanggal 21 Maret 2009.

Statistics

Views

Total Views
943
Views on SlideShare
941
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

1 Embed 2

http://pendidikanpusaka.org 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

CC Attribution License

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Penerapan Pendidikan Pusaka di SD Tarakanita, Tritis, Sleman (Maret 2009) Penerapan Pendidikan Pusaka di SD Tarakanita, Tritis, Sleman (Maret 2009) Presentation Transcript

  • Kegiatan Hiking SD Tarakanita Tritis Minggu 8 Maret 2009 Ke Bukit Turgo
  • Persiapan acara Hiking.
  • Pemberhentian 1 : “ SANGGAR” Dalam Bahasa Jawa : “Sanggar Pamuja” artinya tempat untuk memohon pada Tuhan. Menurut cerita orang tua dahulu “Sanggar” berupa rumah kecil (gubug) yang oleh para leluhur / nenek moyang warga Turgo di pakai untuk melakukan Semedi, bertopo, pengajaran ilmu. Wujudnya sekarang berupa Plataran.
  • Penjelasan Tempat
  • Pemberhentian 2: “ PADUPAN” • Padupan artinya Tempat dupa (tempat membakar dupa / kemenyan ) • Para peziarah yang akan memohon pada Tuhan dengan perantaraan Syekh Jumadil Kobra biasanya membakar dupa di tempat itu. • Maksudnya untuk mohon izin masuk sekaligus peneguh kepada para leluhur yang tinggal di bukit Turgo.
  • Pemberhentian 3 : “ Terowongan atau Gua Jepang “ Letaknya dekat di tengah-tengah perjalanan dari kaki ke puncak Bukit. Wujud : terowongan tanah yang berukuran panjang + 15 meter lebar 2 meter tinggi 2 meter. Disebut gua Jepang karena Gua itu dibuat oleh tentara Jepang pada masa penjajahan Jepang. Tujuan adalah untuk tempat perlindungan.
  • Gua Jepang
  • Pemberhentian 4 : Makam Syekh Jumadil Qobro Wujud : batu nisan keramik dan plataran keramik berpagar besi. Luas plataran 16 m2. Tujuan terakhir peziarah Peziarah menyampaikan maksud,ujud, niat permohonan pada Tuhan. Kegiatan : zikir, bertapa/semedi.
  • Pemandangan dari Bukit Turgo
  • Istirahat makan dan minum
  • Permainan
  • Selesai Pulang
  • Keterangan: Di Bukit Turgo terdapat 3 Goa Jepang. Tengah-tengah Bukit Turgo (Terowongan sisi Tenggara) Di bawah Puncak Bukit Turgo Di tengah-tengah Bukit Turgo (sisi utara gua) Ada 2 versi pengertian hubungan antara tempat ini dengan nama Syekh Jumadil Qobro. - Sebagai tempat pemakaman. - Sebagai Petilasan ( Syekh pernah bertapa disini )
  • Terimakasih, Sampai jumpa SD Tarakanita Tritis