Hukum Perikatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Hukum Perikatan

on

  • 9,684 views

Ringkasan Hukum Perikatan

Ringkasan Hukum Perikatan

Statistics

Views

Total Views
9,684
Views on SlideShare
9,684
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
224
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Hukum Perikatan Hukum Perikatan Document Transcript

  • Pengertian Perikatan: <br />Adalah hubungan hk dlm lingkungn harta kekayan antar 2 pihak ato lebih yg menimbulkn hak n kewajibn atas suatu prestasi <br />Muncul istilah<br />Si berhutang=debitur<br />Si berpiutang=kreditur<br />Prestasi:<br />Suatu hal menurut isi perjanjian wajib dipenuhi oleh pihak yg satu n merupakn bagian bagi phak yg lain.<br />Tempat Pengaturan Perikatan <br />Buku III KUHPerd<br />Sistematika Buku III KUHPerd<br />Bagian Umum<br />BAB I Perikatan pada Umum<br />BAB II Perikatan yang timbul dari Perjanjian<br />BAB III Perikatan yang Timbul dari UU<br />Hapusnya Perikatan<br />Bagian Khusus<br />BAB V Jual Beli<br />BAB ....<br />BAB XVIII Perdamaian<br />Jika ketentun bagian umum bertentangn dg ketentun khusus, maka yg dipake a/ ketentun yg khusus.<br />Sistem hukum perikatan: <br />Sistem hukum perikatan adalah terbuka.<br />Artinya, BW memberikan kemungkinkan bagi setiap org mengadakan bentuk perjanjian apapun, baik yg telah diatur dlm UU, peraturan khusus maupun perjanjian baru yg belum ada ketentuannya.<br />Misal: perjanjian kos-kosan<br />Sifat hukum perikatan: <br />Sebagai hukum pelengkap<br />Jika para pihak membuat ketentuan sendir, maka para pihak dpt mengesampingkn ketentun dlm UU<br />Konsensuil<br />Dengan tercapainya kata sepakat di antara para pihak, maka perjanjian tersebut telah mengikat.<br />Obligatoir<br />Sebuah Perjanjian hanya menimbulkan kewajiban saja, tidak menimbulkan hak milik.<br />Hak milik baru berpindah atau beralih setelah dilakukannya penyerahan atau levering<br />MACAM-MACAM PERIKATAN  <br />Perikatan bersyarat <br />Perikatan dengan ketetapan waktu <br />Perikatan tanggung menanggung atau tanggung renteng<br />Perikatan dapat dibagi dan tidak dapat dibagi<br />Perikatan dengan ancaman hukuman <br />Perikatan manasuka <br />1.Perikatan bersyarat  <br />Perikatan bersyarat <br />a/ perikatan yg pemenuhn prestasiny dikaitkan pd syarat tertentu.<br />Apa yg dimaksud dgn syarat?<br />A/ peristiwa yg akan datang dan blm pasti terjadi (P.1253)<br />Syarat dibedakan atas 2 macam: <br />Syarat yang menangguhkan <br />Artinya apabila syarat tsb dipenuhi, maka perikatanny menjadi berlaku <br />A akan menjual rumahnya kpd B, kalo A jadi dipindah o/ perusahaanny ke Jakart. Yg menentukan apakah A jadi dipindah o/ perusahaanny ato tdk tergantung perusahaanny. Jadi blum pasti terjadi.<br />Kalo A betul dipindah ke Jakarta, maka perikatanny berlaku, yakni A hrs menjual rumahny kpd B <br />Syarat yg memutuskn ato membatalkn <br />Artinya apabila syarat tersebut dipenuhi, maka perikatannya menjadi putus atau batal. <br />A akan menyewakan rumahny kpd B asal tdk dipakai utk gudang. Jika B menggunakan rumah tsb utk gudang, maka syarat itu tlah terpenuhi dan perikatan menjadi putus ato batal dan pemulihan dlm keadaan semula seperti tdk pernah terjadi perikatan. <br />Perikatan yg bertujuan melakukan sesuatu yg tdk mungkin dilaksanakan, bertentangan dgn kesusilaan dan dilarang UU a/ batal hukumny.<br />Dgn demikian perikatan yg dikaitkan dgn syarat-syarat tertentu di atas jadi batal.<br />Syarat yg tdk mungkin terlaksana, artinya scara obyektif syarat itu tdk mungkin dipenuhi.<br />A akan memberikan hadiah senilai 1 juta rupiah kepada B, dgn syarat B dpt menempuh perjalanan Semarang – Jakarta dlm waktu satu hari. <br />Ukuran bertentangan dgn kesusilaan ato UU?<br />UU sendiri tidak mengatur lebih lanjut.<br />Ukuran yg dipakai biasanya a/ manusia bebas utk mengambil keputusan mengenai dirinya sendiri, tapi apabila ada paksaan ato tekanan batin sehingga ia tidak bebas lg, maka ini dianggap bertentangan dgn kesusilaan.<br />A akan memberi B hadiah sebuah mobil dgn syarat, B tdk blh menikah dgn C. Di sini hibahnya akan batal.<br />Demikian jg halnya ketika A akan menaikkan upah B, jika B mau menikah dgn C. Ini bertentangan dgn kesusilaan. <br />Syarat dibedakan menurut isinya: <br />Syarat potestatif <br />Syarat kebetulan <br />Syarat campuran <br />Syarat potestatif <br />A/ syarat yg pemenuhannya tergantung dari kekuasaan salah satu pihak <br />Syarat kebetulan <br />A/ syarat yg pemenuhannya tdk tergantung dari kekuasaan kedua belah pihak <br />Syarat campuran <br />A/ syarat yg pemenuhanny tergantung dari kemauan salah satu pihak jg bergantung dari kemauan pihak ketiga bersama-sama.<br />A akan memberi rumah kpd B, jika B mau menikah dgn keponakanny. Jadi syarat ini tergantung dari B dan jg keponakanny. <br />Dalam perikatan yang bersyarat, debitur tdk berkewajiban utk berprestasi sbelum syarat itu dipenuhi.<br />Jika debitur tlh berprestasi sbelum syarat itu dipenuhi, maka debitur dpt minta kembali prestasiny sampai syarat itu dipenuhi. Jadi merupakan pembayaran tdk terutang. <br />2.Perikatan dengan ketetapan waktu <br />Perikatan dgn ketetapan waktu<br />a/ perikatan yg pemenuhn prestasinya dikaitkan pd waktu yg tertentu ato dg peristiwa tertentu yg pasti terjadi.<br />Ketetapan waktu dibedakn atas dua:<br />Ketetapan waktu yang menangguhkan (P.1268-1271) <br />Ketetapan waktu yg menangguhkan tdk menangguhkan perikatannya tapi menangguhkan pelaksanaanya. <br />Ketetapn waktu yg memutuskan ato membatalkn<br />Perjanjian kerja utk waktu satu tahun, atau sampai meninggalny buruh <br />Perikatan dpt sekaligus ditentukan mulainy dan berakhirny, yaitu sewa menyewa dimulai desember yg akan datang sampai satu tahn lamany. Jika tdk ditentukn mulainy kapan, maka perikatn sgera berlaku dan kreditur sgera minta pemenuhanny.<br />Perbedaan perikatan dgn ketetapan waktu dgn perikatan bersyarat a/ adany kepastian waktu itu akan datang.<br />Ketetapan waktu dapat tetap. <br />penyerahan barang dilakukan tanggal 20 April yg akan akan datang atau 4 hari lg. <br />Ketetapan waktu dapat tidak tetap. <br />A akan memberikan rumah kpd B kalo A mati. Kematian A a/ pasti, tapi kapan itu terjadi a/ tdk dpt ditetapkn. <br />Soal: <br />A dan B berjanji akan memberikan rumahnya masing-masing kpd yg lain berdasarkn siapa yg meninggal duluan<br />Akibat hukum dari perikatan ini bermacam-macam. UU menentukan bahwa ketetapan waktu a/ utk keuntungan dari debitur, kecuali ditentukan lain (P.1270).<br />Pada umumnya, pembayaran sbelum waktunya dari debitur tdk dpt dituntut o/ kreditur jg tdk akan ditolak o/ kreditur. <br />Tapi apabila ketentuan waktu itu utk keuntungan kreditur, maka pembayaran sbelum waktunya akan merugikan kreditur. <br />Hutang piutang dgn bunga.<br />Debitur behak utk tdk digugat sbelum waktunya dan kreditur jg berhak utk tdk dibayar sbelum waktuny.<br />Dalam perikatan dengan ketetapan waktu, pembayaran sbelum waktunya tdk dpt diminta kembali.dan ini berbeda dgn perikatan bersyarat.<br />Ketetapan waktu menangguhkan disebut terme de droit. Harus dibedakan dgn terme de grace dlm pasal 1266. yg pertama menagguhkan pelaksanaan prestasi, yg kedua debitur minta penangguhan pemenuhan prestasi krn tlah ditagih oleh kreditur. <br />Kehilangan hak untuk memanfaatkan ketetapan waktu. <br />Debitur tidak lg dpt menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu jika ia telah dinyatakan pailit (dinyatakan tidak mampu lagi) ato krn kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd kreditur tlah berkurang ato merosot nilainy.<br />Artinya, meskipun batas ketetapan waktu yg ditentukn itu belum tiba, namun kreditur sdh dpt menagih krn debitur dinyatakan pailit ato krn kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd kreditur tlah berkurang ato merosot nilainy. <br />Perbedaan perikatan bersyarat dan perikatan dengan ketetapan waktu  <br />Debitur yg blum waktuny datang telah memenuhi prestasi. Dalam perikatan bersyarat prestasinya dpt dimintakan lg dan merupakan pembayaran tdk terutang<br />Berlakunya pemenuhan prestasi. <br />Dlm perikatan bersyarat pemenuhan prestasi itu berlaku surut sejak perjanjian itu dibuat krn syaratnya belum pasti terjadi. <br />Dlm perikatan dgn ketetapan waktu pemenuhan prestasi itu tdk berlaku surut. Ketetapan waktu tdk menangguhkan perikatan melainkan menangguhkan pelaksanaan. <br />3.Perikatan tanggung menanggung atau tanggung renteng  <br />Perikatan tanggung menanggung atau tanggung renteng <br />Pada umumnya para pihak dlm perjanjian terdiri dari satu orang pihak yg satu dan satu orang pihak yg lain. Tapi sering terjadi salah satu pihak atau kedua belah pihak terdiri dari lebih dari satu orang.<br />Jika A dan B bersama-sama mempunyai piutang Rp.1000,00 utk X. Artinya, A dan B masing-masing dapat menuntut kepada X Rp.500,00.<br />Sebaliknya, X dan Y hutang kepada A, sehingga A dpt menuntut kpd X dan Y masing-masing setengah bagian dari hutang itu. <br />Artinya, tiap-tiap kreditur dpt menuntut prestasi seluruhny dgn ketentuan masing-masing debitur dpt dipertanggung gugatkan utk sluruh prestasi. Ini dimaksudkan dgn sekali pemenuhan prestasi, maka hubunganny menjadi lenyap. <br />Karena A dan B bersama-sama mempunyai Hak atas Rp.1000,00. Jika X tlah melunasi kpd A maka tuntutn B kepada X jg akan lenyap. Demikian jg sebaliknya, jika X dan Y bersama-sama hutang kpd A Rp.1000,00 maka A tlah dibayar lunas kalo X telah membayar hutang itu seluruhny. <br />Umumnya X dan Y mengadakan perhitungan intern diantara mereka sendiri. Perhitungan inter inilah yang dinamakan perikatan yg tanggung menanggung atau tanggung renteng. <br />Perikatan tanggung renteng dapat terjadi karena: <br />                  Perjanjian <br />                  Ketentuan UU <br />Tanggung renteng <br />                      Aktif (Pasal 1278,1279) <br />                      Pasif (Pasal 130) <br />Artinya, adakalanya terdapat lebih dari seorang kreditur ato terdapat lebih dari seorang debitur. Mungkin jg terjadi kombinasi, yaitu lebih dari seorang kreditur di pihak yg satu dan lebih dari seorang debitur di pihak yg lain <br />Tanggung renteng aktif dlm praktek jarang terjadi. Tanggung renteng aktif yg timbul dari UU jg tdk ada <br />Tiap-tiap kreditur dlm tanggung renteng aktif berhak menuntut pemenuhan sluruh prestasi, dgn pengertian pelunasan kpd salah satu kreditur membebaskn debitur dari kewajibanny thd kreditur-kreditur lainny (P.1278).<br />Tanggung renteng pasif dlm banyak hal timbul dari UU.<br />Mereka yg merampas dan orang yg menyuruh, bertanggung jawab utk seluruhny secara tanggung renteng.<br />Orang yg bersama-sama menerima suatu barang sbg pinjaman, maka masing-masing mereka utk seluruhny bertanggungjawab thd orang yg memberi pinjaman (P.1479). <br />Tanggung renteng pasif biasanya terdiri dari unsur: <br />Dua orang debitur atau lebih<br />Kewajiban debitur utk prestasi yg sama<br />Pelunasan salah seorang debitur akan membebaskan debitur lainny<br />Perikatanny mempunyai dasar ato sebab yg sama. <br />Dlm tanggung renteng pasif, kreditur dpt menuntut pemenuhan prestasi kpd setiap debitur, dlm pengertian pelunasan dari seorang debitur membebaskan debitur-debitur lainny (P.1280)<br />Daya berlaku tanggung renteng  <br />Dlm perikatan tanggung renteng terjadi dua pola hubungan: <br />Hubungan intern (1278-1291)<br />A/ hubungan antara para kreditur atau debitur tanggung renteng itu sendiri. <br />Artinya, setelah satu debitur melunasi utk seluruhny, mereka dpt memperhitungkn bagianny masing-masing kpd debitur yg dilunasiny itu.<br />Hubungan ekstren (1292-1295)<br />A/ hubungan antara para kreditur tanggung renteng dgn debitur<br />Dlm hubungan ektern ini, debitur tanggung renteng tdk mempunyai hak utama <br />utk diganti. Artinya, kalo ditagih tdk blh minta debitur lainny sj ditagih <br />Utk dibagi. Artinya kalo ditagih tdk blh minta supaya hutangny dibagi-bagi sj di antara debitur lainny.<br />Kadang kala terjadi prestasi itu harus dipenuhi o/ dua ato lebih debitur ato dpt ditagih o/ dua ato lebih kreditur. Hal ini dpt terjadi sejak semula dari perikatan ato akibat dari suatu peristiwa yg kemudian terjadi. Misal pewarisan <br />A, B dan C secara tanggung renteng berkewajiban membayar Rp.500,- dan ternyata A wafat dgn meninggalkn 5 orang ahli waris. Maka kreditur dpt menagih B ato C masing-masing Rp.500,- akan tetapi terhadap ahli waris A kreditur hanya dpt menagih masing-masing Rp.500,-<br />Kalo prestasi tdk dpt dibagi, maka para debitur harus memenuhi sluruh prestasi sekaligus <br />Perbedaan antara tanggung renteng dan perikatan tak dapat dibagi:  <br />Tanggung renteng slalu dikehendaki, baik o/ perjanjian maupun UU<br />Tak dpt dibagi a/ mengenai prestasinya, prestasiny yg tak dpt dibagi. Jadi tanggung renteng terletak pd subyekny, tak dpt dibagi terletak pd obyeknya/prestasiny. <br />Tanggung renteng a/ akibat perjanjian ato akibat dari ketentuan UU <br />tak dpt dibagi a/ berdasarkan atas sifat ato maksud dari perikatan.<br />4.Perikatan yang dapat dibagi <br />Perikatan yg dpt dibagi a/ perikatan yg prestasiny dpt dibagi-bagi <br />Jika terdapat satu kreditur dan satu debitur, maka perikatan yg dpt dibagi harus dilaksanakn seperti perikatan yg tdk dpt dibagi.<br />Jika terdapat lebih dari satu kreditur dan lebih dari satu debitur, maka tiap-tiap kreditur tdk blh menagih lebih dari bagiannya. Demikian pula tiap-tiap debitur tdk perlu memenuhi prestasi lebih dari bagiannya <br />5.Perikatan yang tidak dapat dibagi  <br />Perikatan yg tdk dpt dibagi a/ perikatan yg prestasiny tdk dpt dibagi-bagi <br />Menurut UU tak dpt dibagi mempunyai akibat: <br />Kalo debiturnya banyak, tiap-tiap debitur dpt dipertanggung gugatkn sluruh prestasinya (berlakunya tak dpt dibagi yg pasif) <br />Kalo krediturnya banyak, tiap-tiap kreditur dpt menagih prestasi (berlakunya tak dpt dibagi yg aktif) <br />Pembayaran o/ seorang debitur ato kpd salah seorang kreditur melenyapkn perikatan.<br />Pd umumny,debitur yg tlah melunasi hutangny mempunyai hak utk menagih kpd sesama debitur yg lain, jg kalo kreditur yg tlah menerima hutang seluruhny dari debitur berkewajibn utk memperhitungkn dgn kreditur-kreditur lain. <br />Tak dpt dibagi di sini hanya mengenai hubungn dari kreditur kpd debitur dan tdk antara para kreditur sendiri ato antara debitur sendiri <br />Prestasi tdk dapat dibagi <br />                Sifatnya<br />                Maksud para pihak<br />Berdasarkn sifatnya, perikatan tdk dpt dibagi jika penyerahan suatu barang ato perbuatan dlm pelaksanaanny tdk dpt dibagi baik secara nyata maupun secara perhitungn<br />Menurut assert<br />Hkm suatu benda dpt dibagi jika benda tsb tanpa mengubah hakekat dan tdk mengurangi secara menyolok nilai harganya dpt dibagi dlm bagian-bagianny<br />Tanaman, binatang dan kursi tdk dpt dibagi<br />Gula, tanah dpt dibagi<br />Perikatan utk berbuat sesuatu tdk dpt dibagi, jika prestasiny bersifat artistik dan dpt dibagi jika prestasiny bersifat materiil.<br />Perikatan utk tdk berbuat sesuatu tdk dpt dibagi <br />Kewajiban utk tdk main musik slama 1 minggu tlah dilanggar jika dlm tenggang waktu tsb yg bersangkutn tlah main piano walau hanya 1 jam<br />Berdasarkn maksud, perikatan tdk dpt dibagi jika maksud para pihak bahwa prestasinya hrs dilaksanakn sepenuhny sekalipun perikatan tsb dpt dibagi-bagi<br />Penyerahan hak milik suatu benda menurut tujuannya tdk dapt dibagi sekalipun menurut sifatnya prestasi tsb dpt dibagi<br />