• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Rilis Survei Opinion Leader LSI-Majalah Indonesia 2014 Nov2012
 

Rilis Survei Opinion Leader LSI-Majalah Indonesia 2014 Nov2012

on

  • 2,507 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,507
Views on SlideShare
2,487
Embed Views
20

Actions

Likes
0
Downloads
181
Comments
0

3 Embeds 20

https://twitter.com 16
http://pinterest.com 3
http://www.facebook.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Rilis Survei Opinion Leader LSI-Majalah Indonesia 2014 Nov2012 Rilis Survei Opinion Leader LSI-Majalah Indonesia 2014 Nov2012 Presentation Transcript

    • KERJA SAMA LEMBAGA SURVEI INDONESIA (LSI) DAN MAJALAH INDONESIA 2014NOVEMBER 2012
    • LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG Mengapa kita perlu mendiskusikan calon presiden 2014 sejak sekarang?
    • Serangkaian survei nasional yang dilakukan sepanjang 2012 menunjukkan belum adanya tokoh dengan dukungan kuat, yakni mereka yang akan dipilih belum adanya tokoh dengan dukungan kuat yakni mereka yang akan dipilih secara spontan (top of mind) dengan jumlah suara rata‐rata di atas 10%. 10 9 9 8 8 7 7 7 Prabowo 6 6 6 Megawati 5 5 Aburizal 4 4 4 4 Kalla 3 3 3 3 3 Surya P. 2 2 1 1 0 Feb12 April12 Sep12 Okt12 3
    • Total suara yang diperoleh calon yang masuk dalam 10  besar rata‐ratanya hanya sekitar 33% besar rata ratanya hanya sekitar 33%8070 68 69 66 65605040 34 3530 32 312010 0 Feb12 Apr12 Sep12 Okt12 10 besar Belum bisa memilih atau pilihan menyebar di luar top 10 4
    • Mengapa belum ada tokoh yang cukup menonjol  untuk menjadi presiden 2014? t k j di id 2014?• Apakah tokoh‐tokoh itu belum dikenal secara luas?• Tidak. Ada sejumlah tokoh yang sudah dikenal luas, yakni  mereka yang dikenal pemilih dengan skor di atas 60%.  Masalahnya, terlalu sedikit pemilih mampu menentukan  pilihan. Kalaupun memilih, mereka menjatuhkan pilihannya  ke nama‐nama lain, dan pilihan itu sangat menyebar. 5
    • Tokoh‐tokoh yang sudah dikenal luas oleh  pemilih (%) ( )100 94 88 90 78 80 72 66 70 60 50 40 30 20 10 0 Megawati Kalla Prabowo Wiranto Aburizal 6
    • KUALITAS TOKOH KUALITAS TOKOH• Sejumlah tokoh sudah dikenal luas tetapi ternyata tidak banyak dipilih oleh pemilih. Salah satu sebab penting, pemilih belum mengetahui kualitas tokoh tokoh tersebut. tokoh‐tokoh tersebut• Dalam riset perilaku memilih, tokoh yang dikenal luas dan dikenal kualitasnya bagus oleh pemilih, secara umum tokoh tersebut akan mendapat dukungan kuat dari pemilih (Miller dan Shank 1996).• Bila seorang tokoh sudah dikenal luas tapi kualitasnya dinilai kurang bagus, maka tokoh tersebut akan mengalami kesulitan untuk merebut suara pemilih.• Karena itu mensosialisasikan tokoh berserta kualitasnya akan membantu pemilih menentukan pilihan secara berkualitas atau “benar”.• Memilih secara berkualitas atau secara benar bukan hanya karena pemilih mengetahui calon, tapi mereka juga memahami calon dan kualitasnya. g p j g y• Untuk mengantisipasi dan memenuhi hak rakyat untuk mengetahui tokoh yang berkualitas bagus sebagai calon presiden perlu dibuka opsi lain – selain tokoh‐tokoh yang sudah beredar dikenal luas sekarang ini. 7
    • Tokoh tokoh lain Tokoh‐tokoh lain• Alasan penyeleksian tokoh‐tokoh yang perlu dipertimbangkan:• Karena presiden dicalonkan oleh partai maka semua tokoh utama atau ketua partai perlu dipertimbangkan.• Tokoh‐tokoh tersebut muncul dalam top of mind (respon spontan) survei‐survei nasional.• Tokoh‐tokoh yang dibicarakan terutama di media massa dan di kalangan politisi nasional dalam kaitannya dengan pencalonan presiden.• Gubernur dari daerah dengan populasi pemilih besar dan dinilai provinsinya mengalami kemajuan pesat ketika ia memimpin.• Eksplorasi tokoh‐tokoh ini dilakukan Januari‐Mei 2012, dan karena itu terbuka k b k kemungkinan muncul tokoh‐tokoh l i yang tidak masuk ki l k h k h lain id k k dalam riset ini, dan itu akan menjadi agenda riset berikutnya. 8
    • TOKOH TOKOH YANG DINILAI TOKOH‐TOKOH YANG DINILAI• Aburizal Bakrie • Mahfud MD• Agus Martowardojo Agus Martowardojo • Megawati Sukarnoputri Megawati Sukarnoputri• Anas Urbaningrum • Muhaimin Iskandar• Chaerul Tandjung • Prabowo Subianto• Dahlan Iskan • Pramono Edhie Wibowo• Djoko Suyanto • Puan Maharani• Endriartono Sutarto • Sri Mulyani Indrawati y• Gita Wiryawan • Sukarwo• Hatta Rajasa • Suryadarma Ali• Hidayat Nurwahid Hidayat Nurwahid • Surya Paloh Surya Paloh• Kristiani Herawati  • Sutiyoso• M. Jusuf Kalla • Wiranto 9
    • Survei Kualitas Personal menurut Opinion LeaderBertanya kepada orang yang dinilai lebih  tahu, membandingkan apple to apple
    • Arti dan Ukuran Kualitas Tokoh Arti dan Ukuran Kualitas Tokoh• Dalam riset perilaku memilih, kualitas tokoh untuk pejabat publik secara umum dan secara empirik dapat diartikan sebagai sifat‐sifat personal positif seseorang yang dinilai penting pemilih untuk menjadi seorang pejabat publik (Miller dan Shank 1996; Mughan 1988).• Sifat‐sifat positif itu mencakup banyak dimensi. 11
    • Sejumlah Dimensi Utama Kualitas TokohSejumlah Dimensi Utama Kualitas Tokoh• Kapabilitas (Competence): pintar, berwawasan luas, punya  p ( p ) p , ,p y visi untuk jabatan yang diembannya, dan lain‐lain; Get  things done: bisa memimpin, tegas, decisive, berani  mengambil resiko. mengambil resiko• Integritas: bermoral, satu dalam kata dan perbuatan,  bersih dari cacat moral, etik, dan hukum , ,• Akseptabilitas: mampu merangkul dan berdiri di atas  berbagai kelompok kepentingan 12
    • Pengukuran … Pengukuran …• Pengukuran dapat dibuat secara komprehensif dengan item‐item banyak, tapi secara praktis harus dibatasi karena banyak tokoh yang akan dinilai (7 item x 24 tokoh saja sudah 168 i k h j d h item). )• Sebelum menilai tokoh‐tokoh dengan berbagai ukuran kualitas personal calon pejabat publik, kami menguji validitas konsep dan alat ukur secara empiris dengan bertanya kepada responden seberapa penting item‐item yang kami gunakan untuk mengukur k lit personal seorang t k h untuk menjadi k t k k kualitas l tokoh t k j di pejabat publik (tidak penting sama sekali hingga sangat penting).• Kapabilitas: Apakah … pintar atau berwawasan luas; apakah … mampu memimpin negara dan pemerintahan.• Integritas: apakah … bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan; apakah … tidak melakukan atau dinilai tidak melakukan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN); … apakah tidak atau dinilai tidak melakukan tindakan kriminal dan atau melanggar hak‐hak asasi manusia.• Akseptabilitas: apakah … punya masalah yang memunculkan penolakan publik; apakah … mampu berdiri di atas semua golongan atau kelompok kepentingan yang berbeda‐beda.• Penilaian tiap item dengan skor 1‐10 (makin tinggi makin positif). 13
    • Metode dan Sampel Metode dan Sampel• Untuk menilai kualitas personal seorang tokoh maka syarat minimal yang harus dimiliki adalah awareness penilai dengan semua tokoh yang dibandingkan.• Penilaian tidak bisa diberikan oleh seorang penilai yang hanya gp y g y aware dengan sebagian tokoh dan tidak aware dengan tokoh lainnya. Harus “apple to apple”.• Penilaian harus diberikan oleh orang yang relatif lebih tahu tentang semua tokoh itu.• Karena itu penilaian terhadap kualitas tokoh tidak bisa digali dari pemilih nasional pada umumnya Penilai harus dari umumnya. kelompok yang relatif lebih tahu tentang tokoh‐tokoh itu. 14
    • Metode … lanjutan Metode … lanjutan• Kalau pengetahuan penilai itu dianggap tidak cukup mendalam, maka l bih tid k mendalam l i k l k lebih tidak d l lagi kalau penilaian di il i diserahkan hk pada pemilih pada umumnya.• Walaupun penilaian itu berangkat dari informasi terbatas, mereka diyakini merupakan pemilih yang lebih kompeten kompeten.• Siapa mereka: opinion leaders, biasa menjadi nara sumber media massa yang berpendidikan S‐3 dari latar belakang beragam; para pemimpin redaksi media massa (cetak ataupun elektronik); pengusaha nasional; purnawirawan jenderal atau minimal letnan jenderal.• Para nara sumber (penilaian itu) tersebar dari Banda Aceh sampai Jayapura walaupun sebagian besar mereka berasal dari wilayah Jabodetabek karena populasi opinion leader terkonsentrasi di sana. 15
    • Metode …lanjutan Metode …lanjutan• Karena tidak ada daftar populasi nasional opinion leader yang berpendidikan S 3 maka pemilihan mereka tid k dil k k b didik S‐3, k ilih k tidak dilakukan secara random, tapi secara snowballing, terutama dicari lewat media massa nasional dan daerah.• Karena tidak dilakukan secara random atas populasi opinion leader tersebut maka temuan studi ini lebih bersifat deskriptif, bukan inferensial.• Hasilnya lebih mencerminkan penilaian responden bukan responden, penilaian populasi opinion leader berpendidikan S‐3 pada umumnya di Indonesia.• Karena jumlah sampelnya banyak dan menurut kami banyak, responden kami adalah core dari populasi opinion leader tersebut maka kami menilai hasilnya cukup menyuarakan penilaian opinion leader. 16
    • Jumlah Responden Jumlah Responden• Jumlah responden 223 opinion leader, dan 178 orang bersedia dipublikasikan nama nama‐ nya sebagai responden atau penilai. 17
    • HIGHLIGHT RESPONDEN/NARASUMBER (Alfabet) Nama Profesi/posisiBambang Harimurti Pimpinan Umum Tempo GroupFachrul Razi, Jenderal Purn. Purnawirawan Franz Magnis Suseno, Prof. Dr. Professor, STF JakartaIgnas Kleden, Dr. Dosen UIIman Sugema, Dr.Iman Sugema Dr Ekonom, FE IPB Ekonom FE IPBKarni Ilyas Pemimpin Redaksi TVONE u ut a dja ta , Je de a uLuhut Pandjaitan, Jenderal Purn. Purnawirawan, Pengusaha u a a a , e gusa a 18
    • HIGHLIGHT … lanjutan … lanjutan Nama Profesi/posisi /pM. Syafi’i Maarif, Prof. Dr. Professor, UNY, tokoh  MuhammadiyahNono Anwar Makarim, Dr. PengacaraSaid Agil Siraj, Dr. Ketua PB NUSaldi Isra, Prof. Dr. Professor, FH UNAND, PadangSri Adiningsih, Dr. Ekonom, UGMSubagyo HS, Jendral Pur.S bag o HS Jendral P r Purnawirawan P rna ira anTodung Mulya Lubis, Dr. Pengacara 19
    • Narasumber/responden Bersedia dicantumkan dan dipublikasikan namanya B di di k d di blik ikDr. Abd. Hamid Paddu (Dosen FE UNHAS), Dr. Abubakar Edy Hara (Dosen FISIP Univ.Jember), Dr. Adi Suryadi Culla (Dosen FISIP UNHAS), Prof Dr. Agus Suman (Dosen FEUNBRAW), Prof. Emeritus Ahmad Syafi’i Maarif (Guru Besar Pasca Sarjana IAIN Yogyakarta, ), y ( j gy ,Tokoh Ormas), Dr. Ahyar Anwar (Dosen Sosiologi Sastra UNM), Aji Guntur Prawira (PemredBarito Post), Dr. A. Lukman Irwan (Dosen Ilmu Pemerintahan UNHAS), Dr. Ali Munhanif(Dosen FISIP UIN Jakarta), Amanullah Hasan (Wapemred ANTV), Prof. Dr. Amzulian Rifai(Dosen FH UNSRI), Dr. Andi Haris (Dosen FISIP UNHAS), Prof. Dr. Ardiyan Saptawan (DosenFISIP d P dan Pascasarjana UNSRI) I A if B di il (Chi f Edit d N j UNSRI), Ir. Arif Budisusilo (Chief Editor dan News Di t Bi i Director BisnisIndo), Arifin (Pemred detik.com), Dr. Arif Rachman (Guru Besar UNJ), Arif Zulkifli(Wapemred majalah TEMPO), Dr. Aris Arif Mundayat (Peneliti LIPI), Dr. Arqam Azikin (DosenFISIP Univ. Muhammadiyah Makasar), Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf (Guru Besar FISIPUNPAD), Dr. Asrinaldi (Dosen FISIP Univ. Andalas), Dr. Asvi Warman Adam (Peneliti LIPI),Aswan Achmad (Pemred Radar Bogor), Dr. Aswar Hasan (Dosen Komunikasi UNHAS), AvianTumengkol (Pemred Waspada Online), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Direktur Pascasarjana UINJakarta), H. Baharuddin (Pemred Harian Andalas), Prof. Dr. Bahtiar Aly (Guru Besar FISIP UI),Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Guru Besar FISIP UIN Jakarta), Bambang Harimurti (PemimpinUmum TU Tempo GGroup), B ih L bi (P ) Bersihar Lubis (Pemred M d Bi i ) D B i H d Medan Bisnis), Dr. Boni Hargens (D (Dosen FISIPUI), Budhiana Kartawijaya (Pemred Pikiran Rakyat), Cecep Burdansyah (Pemred TribunJabar), Prof. Dr. Dadang Kahmad (Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati), Dahlan Dahi(Pemred Tribun), Prof. Dr. Dawam Rahardjo (Ekonom, Direktur LSAF), Prof. Dr. Dede Mariana(Guru Besar FISIP UNPAD). 20
    • Narasumber/responden Bersedia dicantumkan dan dipublikasikan namanya B di di k d di blik ikDr. Dede Oetomo (Dosen FISIP UNAIR), Dr. Phil. Dewi Chandraningrum (Dosen Sastra UMS /Aktivis Perempuan), Dr. Dinna Wisnu (Dosen Pascasarjana Univ. Paramadina), Dhiman Abror((Ketua KONI JATIM/Pemred Surabaya Post), Don Kardono (Wapred Media Indonesia), Dr. / y ), ( p ),Donny Gahral Adian (Dosen PAU, UI), Dwi Eko Lakononto (Pemred Berita Jatim,) Dr. EdiPrasetyono (Wakil Dekan FISIP UI), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid (Dosen FE UI), Prof. Dr. EddyOmar Sharif Hiariej (Guru Besar FH UGM), Dr. Effendi Ghazali (Dosen FISIP UI), Eric HiariejPh.D(Dosen Ilmu Hubungan Internasional UGM), Dr. Erwan Agus Putranto (Dosen), Dr. FaisalAkbar Nasution (DAkb N ti (Dosen FH USU) F i l S USU), Faisal Syam, SH (W (Wapemred H i d Harian F j Fajar, M k Makasar), )Farianda Putra Sinik, SE (Pemred Medan Post), Prof. Dr. Farid Wadji (Rektor IAIN Ar‐Raniry),Dr. Febrian (Dosen FH UNSRI), Dr. Ferry Daud Lianda (Dosen FISIP UNPAD), Dr.Firdaus Muhammad (Dosen Komunikasi Politik UIN Makasar), Dr. Firman Muntaqo (DosenMagister Hukum UNSRI), Prof. Dr. Franz Magnis Suseno (Dosen STF, Pastur), Jenderal (Purn)Fachrul Razi, S.Ip, SH. MH, Dr. Gusti Putu Bagus Arjawa (Dosen/Kajur Perpustakaan FISIPUDAYANA), Dr. Gusti Wayan Murja Yasa (Pudek I UDAYANA), Dr. Haidar Bagir (PendiriMIZAN/ Dosen Pemikir Islam Islamic College), Prof. Dr. Hamdi Muluk (Dosen Psikologipolitiki, UI), Hadi Prayoga (Pemred Sriwijaya Post), Dr. Haryadi (Dosen FISIP UNAIR), Dr.Hasrullah (DH ll h (Dosen KKomunikasi FISIP UNHAS) D H di P dj S ik i UNHAS), Dr. Hedi Pudjo Santosa (D (Dosen UNDIP) P f UNDIP), Prof.(Ris) Hermawan Sulistiyo Ph.D (Profesor Riset Bidang Pengembangan Politik LIPI), Prof. Dr.H.S. Dillon (Utusan Khusus Presiden Penanggulangan Kemiskinan), Prof. Dr. I Gede PancaAstawa (Guru Besar UNPAD), Imam Syafii, S.S, S.H, , M.H. (Direktur JTV), Prof. Dr.Iberamsyah (Guru Besar Politik UI), Prof. Dr. Iberahim R (Guru Besar Udayana), 21
    • Narasumber/responden Bersedia dicantumkan dan dipublikasikan namanya B di di k d di blik ikDr. Ibnu Tricahyo (Dosen FH UNBRAW), Prof. Dr. Ichlasul Amal (Guru Besar FISIPOL, UGM),Prof. Dr. Idham Zarkasy (Guru Besar FH UNLAM), Dr. Ignas Kleden (Dosen Program StudiMaster UI) Prof Dr Ikrar Nusa Bakti (Peneliti LIPI dan Dosen FISIP UI) Dr Imam Sugema UI), Prof. Dr. UI), Dr.(Dosen FE IPB), Imanuel Panggabean (Pemred Sinar Indonesia Baru), Dr. Indra Perwira(Dosen FH UNPAD), Dr. Indria Samegro (Peneliti LIPI), Dr. I Nyoman Subanda (Dekan FISIPUNDIKNAS), I Nyoman Wirata (Pemred Bali Post), Dr. I Wayan Titip Sulaksana (Dosen FHUNAIR), Dr.UNAIR) Dr Jalaludin Rakhmat (Dosen UNPAD) Letjen TNI (Purn) Johny Lumintang (Sekjen UNPAD),DEPHANKAM), Prof. Dr. Juanda Nawawi (Guru Besar FISIP UNHAS), KaraniyaDharmasaputra, MPP (CEO/Pemred Viva.co.id), Karni Ilyas (Pemred TV One), Drs. H.Kawiyan M.I.Kom (Produser JakTV), Khairul Jasmi (Pemred Harian Singgalang), Prof. Dr.Komarudin Hidayat (Rektor UIN Jakarta) Prof Dr Lincolin Arsyad (Dosen FE UGM) Latief Jakarta), Prof. Dr. UGM),Siregar (Produksi News MNC TV), Lucky Ireeuw (Pemred Cendrawasih Post), Jendral (Purn)Luhut Panjaitan (Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan), Dr. Mada Sukmajati(Dosen FISIP UGM), Prof. Dr. Made Bakta (Rektor UDAYANA), Drs. H. Mahmud Musrilan(Pemred Sumatera Expres), Dr. Makarim Wibisono (Direktur Asean Foundation), Prof. Dr.Masud Said (Guru Besar Ilmu Pemerintahan UMM/Staff Khusus Presiden), Prof. Dr. MestikaZed (Guru Besar FISIP Univ. Negeri Padang), Prof. Dr. Miftah Farid (Guru Besar ITB), M. AlfanAlfian M,SE. M,Si (Dosen FISIP UNAS) Dr. H. M. Arifin (Ketua STIKOM MuhammadiyahJayapura), Dr. M. Darwis (Dosen FISIP UNHAS), 22
    • Narasumber/responden Bersedia dicantumkan dan dipublikasikan namanya B di di k d di blik ikDr. M. Hadi Subhan (Dosen FH UNAIR), Prof. Dr. Mohtar Mas’oed (Guru Besar Fisipol UGM), Prof. Dr.M. Ridwan Lubis (Guru Besar UIN Jakarta), Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda (Dosen Hukum Tata NegaraUNLAM),Prof. Dr. M. Qasim Mathor (Dosen Fak. Usuluidin UIN Makasar), Dr. Mudji Sutrisno (Dosen ), Q ( ), j (STF Driyakara, Pastur), Dr. Muhammad (Ketua BAWASLU RI), Dr. Muh. Idris (Kepala Pusat Kajian danDiklat LAN II Makasar), Dr. Muhammad Sabri (Dosen FH UIN Makasar), Muhammad Saikhu, ST (Eks.Produser Metro TV), Muhammad Yusuf AR, S.Ag (Pemred Fajar TV), Dr. Musdah Mulia (DirekturICRP/Guru Besar UIN Jakarta), Montosori, SP (Pemred Padang Express), Dr. M. Najib Azca (KetuaProdi Sosiaologi UGM), Dr. Nanang Pamudji Mugasejati (Ketua Program MPCR UGM), Drs. NasihinMasha (Pemred Republika), Dr. Nicholas Warouw (Dosen Antropologi UGM), Dr. Nono AnwarMakarim (Lawyer), Dr. Noorhayadi Hasan (Dekan UIN Yogyakarta), Dr. Ntb. Haryanto (Public PolicyAnalyst), Nurlis E. Meuko (Dirut Atjeh Post), Prof. Dr. Nusyirwan Effendi (Guru Besar FISIP Univ.ANDALAS),ANDALAS) Oeto LampitoM Pd (Pemred Harian Kedaulatan Rakyat) Dr Philips S Vermonthe LampitoM.Pd Rakyat), Dr. S.(Peneliti CSIS), Ir. Putut Trihusodo (Wapemred SCTV), Dr. Purwo Santoso (Dosen FISIP UGM), Dr.Raden Pardede (Ekonom, Konsultan), Dr. Rizal Sukma (Direktur CSIS), Prof. Dr. Rhenald Kasali(Dosen FE UI), Riki Handayani (Wapemred Rakyat Merdeka), Prof. Dr. Ryaas Rasyid (Anggota DewanPertimbangan Presiden) Dr Todung Mulya Lubis (Lawyer Aktivis NGO) Dr Said Aqil Siraj (ketua Presiden), Dr. (Lawyer, NGO), Dr.PBNU), Prof. Dr. Saldi Isyra (Dosen FH Univ. ANDALAS), Prof. Dr. Salim Said (Guru Besar Ilmu PolitikUniv. Muhammadiyah, Pengamat militer), 23
    • Narasumber/responden Bersedia dicantumkan dan dipublikasikan namanya B di di k d di blik ikDr. Samanhudi Muharam (Dosen FISIP UNLAM), Setia Budhi Ph.D(Dosen FISIP UNLAM), Dr.Siti Ruhaini Dzuhayatin (Dosen UIN Sunan Kalijaga), Dr. Siti Zuhro (Peneliti Senior LIPI), Prof.Dr.Dr Sisik Susetyo (Guru Besar FE UNSRI) Prof Dr Slamet Widodo (Guru Besar FISIP UNSRI) H UNSRI), Prof. Dr. UNSRI), H.Sofyan (Pemred Analisa Daily), Prof. Dr. Solichin Abdul Wahab (Guru Besar Ilmu KebijakanPublik UNBRAW), Dr. Sri Adiningsih (Ekonom, Dosen FE UGM), Jendral TNI (Purn) SubagyoH.S (Mantan KASAD), Subhan Yusuf S.Sos (Pemred Rakyat Sulsel), Prof. Dr. Subhilhar (GuruBesar FISIP USU/Ketua Prodi Magister Studi) Laksdya (Purn) Soedibyo Rahardjo (Mantan Studi),Kasum TNI), Dr. Sukardi Rinakit (Peneliti SSS), Drs. Suyadyana (Pemred Denpasar Post), Prof.Dr. Syamsuddin Haris (Peneliti Senior LIPI), Syamsudin Alimsyah (Aktivis N60), Prof. Dr.Tadjuddin Noer Effendi (Dosen FISIP UGM), Prof. Dr. Tahir Malik (Direktur PascasarjanaUNSAT Makasar) Dr Tarekh Rasyid (Dosen FH Univ IBA) Dr Taqwaddin (Dosen FH UNSYIAH) Makasar), Dr. Univ. IBA), Dr. UNSYIAH),Prof. Dr. Taufik Abdullah (Peneliti, Sejarawan LIPI), Dr. Taufik Pasiak (Kepala DivisiNeurosains/Neuroanatomi UNSRAT Manado), Dr. Turnomo Rahardjo (Dosen Ilmu KomunikasiFISIP UNDIP), Dr. Umar Juoro (Peneliti CIDES), Prof. Dr. Vedi Hadiz (Dosen Sosiologi UI), Dr.Warijo (Dosen FISIP dan Ketua Prodi USU), Dr. Yanuar Nugroho (Peneliti Manchester Instituteof Innovation Reserch), Dr. Yasraf Amir Piliang (Dosen FSRD ITB), Dr. Yenti Garnasih (DosenFH Trisakti), Yusran Pare (Pemred Banjarmasin Post), Yuwanto Ph.D(Dosen FISIP UNDIP), Dr.Zainal Abidin Bagir (Dosen Prodi Agama dan Lintas BudayaUGM), Dr. Zainal Arifin Mochtar(Dosen FH UGM) 24
    • TEMUAN
    • VALIDITAS KONSEP DAN  PENGUKURAN
    • Kualitas Personal sebagai Calon Presiden(Kapabilitas, Integritas & Akseptabilitas) 100 90 75 73 55 50 36 24 25 7 8 1 1 0 1 0 1 1 1 0 Sama sekali tidak Kurang penting Cukup penting Sangat penting Tidak jawab penting Kapabilitas Integritas Akseptabilitas Semua kualitas penting, tapi integritas lebih penting. 27
    • Kualitas Personal sebagai Calon Presiden(Kapabilitas atau Kompetensi)100 8775 Memiliki wawasan/ pengetahuan luas 5350 44 Mampu memimpin negara dan pemerintahan25 11 0 0 1 1 1 1 0 Sama sekali Kurang Cukup Sangat Tidak tidak penting penting penting jawab penting Dua ukuran kompetensi atau kapabilitas dinilai penting, tapi mampu memimpin negara dan bangsa lebih penting. 28
    • Kualitas Personal sebagai Calon Presiden(Integritas)100 83 7675 Tidak pernah melakukan75 KKN Tidak pernah melakukan50 tindak kriminal atau pelanggaran HAM Jujur/bisa dipercaya25 2020 13 0 0 1 3 4 3 0 0 0 0 Sama Kurang Cukup Sangat Tidak sekali penting penting penting jawab tidak penting Tiga ukuran integritas dinilai kurang lebih sama penting. 29
    • Kualitas Personal sebagai Calon Presiden(Akseptabilitas)100 75 70 Tidak punya masalah tertentu yang dapat memunculkan penolakan masyarakat 48 50 39 Mampu berdiri di atas 25 kepentingan semua 25 kelompok ataU golongan yang berbeda-beda 10 2 4 1 1 0 0 Sama Kurang Cukup Sangat Tidak sekali penting penting penting jawab tidak penting Kedua ukuran akseptabilitas dinilai penting, tapi mampu berdiri di atas semua kelompok kepentingan dinilai lebih penting. 30
    • Temuan• Secara empiris, atas dasar penilaian opinion leader atau ahli, ahli konsep kami tentang kualitas personal untuk pejabat publik seperti presiden yang terdiri dari tiga dimensi (kapabilitas, integritas, dan akseptabilitas) dinilai penting atau bahkan sangat penting. Ini berarti konsep dan g p g p dimensi‐dimensinya itu valid untuk mengukur konsep kualitas personal tersebut.• Indikator dari masing‐masing dimensi itu, yang lebih g g , y g penting adalah mampu memimpin (untuk kapabilitas), semua indikator integritas, dan mampu berdiri di atas semua kelompok kepentingan yang beragam (akseptabilitas). ( k bili )• Karena itu 5 indikator itu yang kami analisis lebih jauh. 31
    • 5 INDIKATOR KUALITAS  PERSONAL PALING PENTING• Dinilai bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan• Tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah  melakukan KKN melakukan KKN• Tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan  tindakan kriminal• Diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan• Dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau  golongan yang berbeda‐beda. l b b d b d 32
    • VALIDITAS DI TINGKAT MASSA  PEMILIH NASIONAL Survei Nasional Oktober 2012 Sampel 1.216 Sampel 1.216
    • Kualitas Personal menurut Massa  Pemilih Nasional (%)100 85 79 75 71 70 72 50 22 21 25 19 20 13 4 3 3 3 4 0 2 1 0 0 0 0 2 1 1 0 Sama sekali tidak Kurang penting Cukup penting Sangat penting Tidak tahu/jawab penting Mampu memimpin negara & pemerintahan Tidak melakukan KKN atau suap Tidak melakukan tindak kriminal atau pelanggaran HAM Jujur, amanah atau bisa dipercaya Berdiri di atas semua kelompok atau golongan 34
    • Kualitas Personal menurut Opinion Leader dan Massa Pemilih Nasional: Sangat Penting (%)100 87 85 83 79 76 75 75 70 71 70 72 50 25 0 Opinion Leader Pemilih Nasional Mampu memimpin negara & pemerintahan Tidak melakukan KKN atau suap Tidak melakukan tindak kriminal atau pelanggaran HAM Jujur, amanah atau bisa dipercaya Berdiri di atas semua kelompok atau golongan 35
    • Temuan• Kerangka normatif opinion leader tentang kualitas personal untuk menjadi presiden punya nilai politik elektoral bila tidak banyak berbeda dengan kerangka normatif massa pemilih nasional.• Tiga dimensi dan lima indikator kualitas personal tokoh yang digunakan dalam studi ini ternyata dinilai sangat penting juga oleh pemilih nasional pada umumnya.• Ada koherensi di tingkat normatif tentang kriteria kualitas personal pejabat publik antara penilaian opinion leader dan massa pemilih nasional.• Kriteria normatif dari opinion leader karena itu valid untuk memahami kerangka normatif pemilih nasional. 36
    • KUALITAS PERSONAL TOKOH‐TOKOH DENGAN NILAI 60 ATAU LEBIH (LULUS) DENGAN NILAI 60 ATAU LEBIH (LULUS) MENURUT OPINION LEADER
    • Mampu memimpin negara & pemerintahan (Skor 0‐100) M. JUSUF KALLA 79 MAHFUD M.D 74 SRI MULYANI INDRAWATI 71 DAHLAN ISKAN 70 PRABOWO SUBIANTO 67 HATTA RADJASA 66MEGAWATI SUKARNOPUTRI 64 ENDRIARTONO SUTARTO 63 DJOKO SUYANTO 63 WIRANTO 63 HIDAYAT NURWAHID 62 SURYA PALOH 60 0 25 50 75 100 38
    • Tidak melakukan atau diopinikan melakukan  KKN atau suap (Skor 0‐100) MAHFUD M.D 80 DAHLAN ISKAN 76 HIDAYAT NURWAHID 75 M. JUSUF KALLA 72 AGUS MARTOWARDOYO 69 DJOKO SUYANTO 69 GITA WIRYAWAN 68 SRI MULYANI INDRAWATI 68 CHAIRUL TANJUNG 68 ENDRIARTONO SUTARTO 67 PRABOWO SUBIANTO 66PRAMONO EDHIE WIBOWO 64MEGAWATI SUKARNOPUTRI 64 SUKARWO 62 HATTA RADJASA 62 SURYA PALOH 62 PUAN MAHARANI 62 WIRANTO 61 0 25 50 75 100 39
    • Tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak  kriminal atau pelanggaran HAM (Skor 0‐100) k l l ( k ) MAHFUD M.D 83 DAHLAN ISKAN 79 M. JUSUF KALLA 79 HIDAYAT NURWAHID 77 SRI MULYANI INDRAWATI 76 AGUS MARTOWARDOYO 75 GITA WIRYAWAN 73 CHAIRUL TANJUNG 73 PUAN MAHARANI 72 HATTA RADJASA 72 MEGAWATI SUKARNOPUTRI 72KRISTIANI HERAWATI YUDHOYONO 71 SURYA PALOH 70 SUKARWO 70 DJOKO SUYANTO 67 PRAMONO EDHIE WIBOWO 66 ENDRIARTONO SUTARTO 66 SURYADARMA ALI 64 MUHAIMIN ISKANDAR 61 0 25 50 75 100 40
    • Jujur, amanah atau bisa dipercaya  (Skor 0‐100) MAHFUD M.D 81 M. JUSUF KALLA 77 DAHLAN ISKAN 77 HIDAYAT NURWAHID 75 SRI MULYANI INDRAWATI 71 AGUS MARTOWARDOYO 70 MEGAWATI SUKARNOPUTRI 67 GITA WIRYAWAN 67 CHAIRUL TANJUNG 66 DJOKO SUYANTO 66 ENDRIARTONO SUTARTO 66 HATTA RADJASA 64 PRAMONO EDHIE WIBOWO 64 SUKARWO 63 PUAN MAHARANI 62 SURYA PALOH 62KRISTIANI HERAWATI YUDHOYONO 61 PRABOWO SUBIANTO 60 0 25 50 75 100 41
    • Mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan (Skor 0‐100) MAHFUD M.D 78 M. JUSUF KALLA 77 DAHLAN ISKAN 77 SRI MULYANI INDRAWATI 73 MEGAWATI SUKARNOPUTRI 72 DJOKO SUYANTO 70 AGUS MARTOWARDOYO 70 ENDRIARTONO SUTARTO 69 SURYA PALOH 68 GITA WIRYAWAN 68 PRABOWO SUBIANTO 67 CHAIRUL TANJUNG 67 HATTA RADJASA 67 PRAMONO EDHIE WIBOWO 66 SUKARWO 65 WIRANTO 65KRISTIANI HERAWATI YUDHOYONO 64 SUTIYOSO 64 HIDAYAT NURWAHID 64 PUAN MAHARANI 62 ANAS URBANINGRUM 60 0 25 50 75 100 42
    • Total Kualitas Personal Tokoh (5 kualitas personal, Skor 0‐100) MAHFUD M.D 79 M. JUSUF KALLA 77 DAHLAN ISKAN 76 SRI MULYANI INDRAWATI 72 HIDAYAT NURWAHID 71 AGUS MARTOWARDOYO 68 MEGAWATI SUKARNOPUTRI 68 DJOKO SUYANTO 67 GITA WIRYAWAN 66 CHAIRUL TANJUNG 66 ENDRIARTONO SUTARTO 66 HATTA RADJASA 66 SURYA PALOH 64 PRAMONO EDHIE WIBOWO 64 SUKARWO 63 PRABOWO SUBIANTO 61 PUAN MAHARANI 61KRISTIANI HERAWATI YUDHOYONO 60 0 25 50 75 100 43
    • Temuan• Menurut opinion leader yang dinilai lebih mampu membandingkan k li b di k kualitas personal tokoh‐tokoh yang l k h k h dinilai, dari 24 tokoh yan diajukan, 18 “lulus” dalam uji kualitas personal untuk menjadi presiden.• Artinya, menurut opinion leader, cukup banyak tokoh yang layak untuk menjadi presiden dilihat dari kualitas personal mereka.• Namun demikian, masing‐masing tokoh punya nilai cukup beragam dari lima indikator kualitas personal untuk menjadi presiden t j di id tersebut. b t 44
    • Lanjutan … Lanjutan …• Kalau kualitas personal tokoh menjadi unsur sangat penting untuk seorang presiden dan untuk membuat presiden, keputusan politik massa pemilih lebih berkualitas maka pilihan politik massa pemilih sejauh ini masih belum berkualitas.• Dalam survei‐survei massa pemilih tokoh‐tokoh pada rangking atas belum banyak dipilih oleh massa pemilih nasional padahal mereka lebih berkualitas menurut p opinion leader atau orang yang lebih tahu tokoh‐tokoh nasional tersebut.• Bahkan sebaliknya, nama‐nama yang sering muncul y , y g g dalam urutan atas di survei‐survei nasional mendapat nilai lebih rendah, dan bahkan ada yang tidak lulus menurut penilaian mereka yang lebih mengerti. 45
    • TOKOH ALTERNATIF TOKOH ALTERNATIF Mayoritas pemilih nasional (di atas  Mayoritas pemilih nasional (di atas50%) belum mengenalnya, tapi kualitas  personalnya memadai (skor 60 atau  personalnya memadai (skor 60 atau lebih)
    • Mengapa tokoh alternatif? Mengapa tokoh alternatif?• Dalam survei nasional, ada sejumlah nama tokoh yang sudah dikenal dik l mayoritas pemilih t i masing‐masing b l it ilih tapi i i belum di ilih dipilih secara cukup meyakinkan.• Tokoh‐tokoh itu dipilih, meskipun pilihannya rendah, karena mereka sudah dikenal luas karena pernah kampanye atau luas, sosialisasi massif secara nasional.• Bila tokoh‐tokoh dengan kualitas lebih baik juga disosialisasikan secara massif hingga dikenal luas maka mereka lebih potensial punya daya tarik bagi pemilih, dan akan membuat pilihan politik warga menjadi lebih berkualitas.• Siapa tokoh‐tokoh yang lulus dari uji kualitas dan belum tokoh tokoh kualitas, dikenal luas itu? 47
    • Total Skor Kualitas Personal Tokoh Alternatif  menurut Opinion Leader MAHFUD M.D 79 DAHLAN ISKAN 76 SRI MULYANI INDRAWATI 71 HIDAYAT NURWAHID 71 AGUS MARTOWARDOYO GUS O O O 68 DJOKO SUYANTO 67 GITA WIRYAWAN 66 CHAIRUL TANJUNG 66 ENDRIARTONO SUTARTO 66 SURYA PALOH 64 PRAMONO EDHIE WIBOWO 64 SUKARWO 63 PUAN MAHARANI 61KRISTIANI HERAWATI YUDHOYONO 60 0 25 50 75 100 48
    • KESIMPULAN• Untuk membuat pilihan politik warga lebih berkualitas maka pemilih berhak tahu kualitas tokoh‐tokoh yang akan maju sebagai calon y g j g presiden 2014 mendatang.• Dalam jangka panjang, ketika tingkat pendidikan pemilih lebih baik, dan akses ke informasi politik makin luas, pemilih nasional bisa mengetahui sendiri kualitas calon calon presiden itu calon‐calon itu.• Dalam jangka pendek, menghadapi Pilpres 2014, perlu terobosan agar hak pemilih mengetahui kualitas calon‐calon presiden tersebut terpenuhi.• Terobosan itu dapat dilakukan di antaranya lewat sosialisasi politik, lewat sosialisasi massif tentang kualitas calon‐calon presiden yang merujuk pada pengetahuan dan penilaian warga yang relatif lebih tahu, tahu di antaranya opinion leader leader.• Survei opinion leader tentang kualitas tokoh‐tokoh yang dibicarakan akan menjadi calon presiden merupakan satu cara untuk menggali kualitas tokoh‐tokoh itu dari orang yang relatif lebih tahu. 49
    • LANJUTAN … LANJUTAN …• Menurut penilaian opinion leader kapabilitas, integritas, dan k d akseptabilitas tokoh untuk menjadi presiden sangat bl k h k d d penting.• Seorang presiden harus mampu memimpin (tegas, decisive, berani mengambil resiko), b ih d i KKN b ih d ii b i bil ik ) bersih dari KKN, bersih dari kriminal, dan bisa dipercaya, dan mampu berdiri di atas keragaman berbagai kelompok kepentingan.• Kriteria opinion leader it sama dengan yang ada di benak itu ang pemilih nasional.• Siapa tokoh‐tokoh nasional yang dibicarakan akan menjadi calon presiden yang memenuhi kriteria tersebut? Ternyata banyak 50
    • LANJUTAN … LANJUTAN …• Penilaian warga yang relatif lebih tahu tentang kualitas  tokoh‐tokoh nasional itu, atau opinion leader, ternyata  cukup berbeda dengan kecenderungan pilihan warga atas  tokoh‐tokoh nasional untuk menjadi presiden bila  pemilihan diadakan sekarang.• Cukup banyak tokoh nasional yang kualitasnya dinilai baik  tidak masuk dalam lima besar pilihan warga secara  tidak masuk dalam lima besar pilihan warga secara nasional.• Sebaliknya tokoh‐tokoh yang biasa masuk dalam top lima  dalam survei nasional umumnya tidak masuk dalam top 5  dalam survei nasional umumnya tidak masuk dalam top 5 tokoh paling berkualitas. Ini menunjukkan pilihan politik  warga nasional sejauh ini tidak atau kurang berkualitas. 51
    • LANJUTAN … LANJUTAN …• Kalau tidak ada langkah‐langkah untuk mengatasi masalah tersebut dari berbagai komponen bangsa maka presiden terpilih nanti akan kurang berkualitas.• Langkah‐langkah sosialisasi dan pendidikan pemilih atas dasar p penilaian opinion leader tentang tokoh‐tokoh yang berkualitas untuk p g y g menjadi calon presiden harus dilakukan.• Diskusi‐diskusi publik dan peliputan media secara massif tentang masalah ini akan membantu tokoh‐tokoh berkualitas dikenal luas oleh massa pemilih nasional nasional.• Kita mendorong agar tokoh‐tokoh itu melakukan sosialisasi agar pemilih lebih mengenal sosok dan kualitas mereka.• Saatnya juga kita bersikap dan berperilaku lebih positif dan optimis optimis, tidak sinis dan pesimis, terhadap siapapun yang terpanggil untuk menjadi presiden Indonesia 2014 nanti. 52
    • TERIMA KASIHTERIMA KASIH
    • TIM PENELITI/PEWAWANCARATIM PENELITI/PEWAWANCARA Dr. Saiful Mujani j Dr. Hendro Prasetyo Dr. Kuskridho Ambardi Dr. Luthfie Assyaukanie Dr Luthfie Assyaukanie Dr. Firdaus Muhammad Dr. Sirajuddin Abbas Burhanuddin Muhtadi MA Andi Syafrani MA Edi Endrizal MA M. Marbawi MA Grace Natalie SE